UNIVERSITAS INDONESIA

PROSES PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN AGAMA KOTA X

KARYA AKHIR

GISSELA CLARA APRODITA 0906542296

PROGRAM VOKASI PROGRAM STUDI AKUNTANSI DEPOK MEI 2012

UNIVERSITAS INDONESIA

PROSES PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN AGAMA KOTA X

KARYA AKHIR
diajukan sebagai salah satu pemenuhan syarat tugas akhir studi

GISSELA CLARA APRODITA 0906542296

PROGRAM VOKASI PROGRAM STUDI AKUNTANSI DEPOK MEI 2012

LEMBAR PERSETUJUAN Laporan magang ini diajukan oleh :

Nama NPM Program Studi Kekhususan Judul Laporan Magang

: Gissela Clara Aprodita : 0906542296 : Vokasi Akuntansi : Akuntansi Sektor Publik : Proses Penyusunan Rencana Kerja dan

Anggaran Kementerian Agama Kota X

Sebagai salah satu syarat untuk mengajukan ujian presentasi magang

Depok, 5 Juni 2012 Dosen Pembimbing

(Marsdenia., SE., Ak., MARS)

Nama NPM Tanda Tangan : Gissela Clara Aprodita : 0906542296 : Tanggal : .HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS Laporan Karya Akhir ini adalah hasil karya saya sendiri. dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar.

Ak Ditetapkan di Tanggal : Depok : . DEWAN PENGUJI Nama TTD Pembimbing : Marsdenia. SE... Universitas Indonesia.M.. Ak. MARS Penguji : Arthaingan H.. Mutiha SE.HALAMAN PENGESAHAN Laporan Karya Akhir ini diajukan oleh : Nama : Gissela Clara Aprodita NPM : 0906542296 Program Studi : Vokasi Akuntansi Kekhususan : Akuntansi Sektor Publik Judul Karya Akhir : Proses Penyusunan Anggaran Instansi Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Ahli Madya pada Program Vokasi Bidang Studi Akuntansi.

Ibu Marsdenia selaku dosen pembimbing yang telah banyak membantu memberikan pengarahan dengan penuh sabar kepada penulis sehingga laporan karya akhir ini dapat terselesaikan dengan baik.E.5 bulan serta karya akhir dengan judul “ Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian Agama Kota X” dengan baik dan tepat waktu. Program Vokasi Universitas Indonesia. 2. Tujuan penyusunan karya akhir ini adalah sebagai salah satu prasyarat guna menyelesaikan program studi Vokasi bidang ilmu Akuntansi Universitas Indonesia. puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat.. dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan proses magang selama kurang lebih 3. Program Vokasi Bidang Studi Akuntansi Universitas Indonesia. Dalam proses penyusunan karya akhir ini tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak.Com. 3.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. selaku Ketua Bidang Studi Akuntansi. oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada : 1. serta mengarahkan penulis dalam proses magang. Bapak Yofti Nugraha. . serta staf lainnya yang selalu membimbing. mendukung. Bapak Wildan Nurrachman dan Ibu Eva Fauziah yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk bisa melaksanakan proses magang di Kantor Kementerian Agama Kota X. rahmat. juga dengan baik hati memberikan informasi dan data-data yang dibutuhkan penulis untuk menyelesaikan laporan ini. Penulis menyadari bahwa pada saat prosesi magang sampai penyusunan karya akhir ini masih terdapat banyak kekurangan. 4. yang telah memberi penulis kesempatan untuk bisa menimba ilmu dan mendapatkan banyak pengalaman yang berharga selama masa kuliah. Oleh karena itu. M. Ibu Dini Marina. DEA. S..

Gobin.5. Ayah. Bep. Didi. Azka Shabrina. Irene Yolanda. Sidiq Dwi Narno. Miem. irma dan Azure unnie. Seluruh teman-teman di Vokasi Akuntansi antara lain Ibnu Faisal teman seperjuangan dari awal mencari tempat magang. Mami. 9. yang selalu menghibur dikala bosan dan selalu mengingatkan untuk menyelesaikan laporan magang tepat waktu. Jiwo dan semua teman-teman angkatan 2009 dan 2010 yang telah banyak memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis. Nikkie. Aza. Goguma chinggu Ima unnie. Karin. Akhir kata penulis berharap Allah SWT berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu demi kelancaran penulisan karya akhir ini. Namira. Cetrin. Jakarta. dan tante non yang selalu memberikan dukungan kepada penulis selama proses magang sampai pada penyusunan karya akhir ini baik secara moril maupun materil. acar. Semoga karya akhir ini dapat memberikan manfaat bagi diri penulis sendiri khususnya dan bagi para pembaca umumnya. Hendra Ari Wibowo. 6. Choding. 8. 30 Mei 2011 Gissela Clara Aprodita . Sahabat-sahabat tersayang Fransiska Harsyanthi. Indria Febian yang sudah membantu meminjamkan charger laptop disaat charger laptop saya rusak. Rhadinal Fahmi yang terus memberikan semangat dan menghibur penulis selama menyelesaikan laporan magang. Pihak-pihak lain yang telah membantu yang tidak bisa disebutkan satu per satu. 7.

saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NPM Program Studi Bidang Studi Jenis Karya : : : : : Gissela Clara Aprodita 0906542296 Vokasi Akuntansi Karya Akhir (Magang) demi pengembangan ilmu pengetahuan. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. dan mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta. mengalihmedia/formatkan. menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif (Non-exclusive Royalty-Free Right) atas tugas akhir saya yang berjudul : Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/lembaga beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). merawat. Dibuat di Pada tanggal : Depok : 30 Mei 2011 Yang menyatakan (Gissela Clara Aprodita) .HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Sebagai sivitas akademik Universitas Indonesia. mengelola dalam bentuk pangkalan data ( database). Dengan Hak Bebas Royalti NonEksklusif ini Universitas Indonesia berhak menyimpan.

Secara keseluruhan proses penyusunan rencana kerja dan anggaran berjalan sesuai dengan standar dan undang-undang yang berlaku di Indonesia. RKA-KL . Kata kunci: Anggaran. Writer do the interviews with the key person and compare the result with the standards and laws in Indonesia. meskipun ada hambatan namun bukan hambatan yang signifikan.ABSTRAK Nama : Gissela Clara Aprodita Program studi : Vokasi Akuntansi Judul : Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Agama kota X Laporan karya akhir ini membahas mengenai proses penyusunan anggaran di lingkungan Kementerian Agama kota X. Ternyata proses penyusunan rencana kerja dan anggaran sudah dilaksankan oleh kementerian agama kota X secara wajar. dengan melakukan interview kepada pegawai yang bersangkutan dan membandingkannya dengan peraturan yang membahas tentang proses tersebut. RKA-KL ABSTRACT Name : Study program : Title : Gissela Clara Aprodita Vocational Accounting Preparation process of Work Plan and Budget at the Religion Ministry at X City This final assignment discusses about planning and budgeting process on religion ministry at X City. The whole process of preparing a work plan budget are in according to the standards and laws in force in Indonesia. Key words: Budgeting. Although there are obstacles on the process. its not a significant barrier.

... 10 3... LANDASAN TEORI ................2...................................... viii DAFTAR ISI ................................................... 6 2............................................................................................................7 Rencana Kerja K/L ...........2 Tujuan Program Magang ........................ 11 3.............................................................................. 11 3............................1............. PENDAHULUAN ........................................................................................................................1 Sejarah .... 19 4................................ 9 2..........................................................................................5 Melakukan Penentuan Prioritas kegiatan .............................................................................. 23 4......................... 1 1......................1...................... xiii 1......................................................3 Prinsip Anggaran Sektor Publik ..........................................................4 Tujuan Penyusunan Anggaran ............1...........................................................................................1 Definisi Anggaran ........1 Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran ...1............................................................................................................................ vi LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ..................... 23 4........................................ii LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ................... 8 2.......................................... GAMBARAN UMUM TEMPAT MAGANG ... 4 1.................................................................................. 24 4...........1.........................................6 Sistematika Penulisan Karya Akhir ........................................... 6 2...................1 Profil Kementerian Agama Kota X .......3 Manfaat Program Magang ................................................. 12 3.........................................................1 Latar Belakang Pelaksanaan Program Magang ...... 15 3................................................. 23 4...... 4 2....................2 Struktur Organisasi ....................... 13 3.............................................................................................................. i LEMBAR PERSETUJUAN ........................................3 Penelaahan Kebijakan .................................................... 23 4....... PEMBAHASAN .........5 Ruang Lingkup Karya Akhir ......................................4 Pagu Definitf Kementerian Agama Kota X ............ vii ABSTRAK ............ 3 1...........................1 Gambaran Umum Penyusunan Anggaran Kementerian Agama kota X ............................................ ix DAFTAR LAMPIRAN .... 15 3.................... xi DAFTAR GAMBAR ..1....................................................................................................................... iii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................................................6 Penjabaran Program ............1 Konsep Dasar Anggaran ........................................4 Pendekatan Penyusunan Anggaran Sektor Publik ...................2.................................................................................2 Karakteristik Anggaran Sektor Publik ........... 27 ...........2 Visi & Misi ........ iv KATA PENGANTAR ......................................................... 27 4........... 12 3.......................4 Ruang Lingkup Pelaksanaan Magang............................................................ 2 1.......................... 6 2....... 1 1.................................... 11 3..3 Jasa yang Ditawarkan .................................. xii DAFTAR TABEL ..........................2 Penyusunan RKA-KL .............2 Penelaahan Tugas dan Fungsi ... 4 1........ 24 4..................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................... 7 2.2 Asas Penyusunan Rencana Kerja ................

.........2........................ 40 DAFTAR REFERENSI .......................................... 38 5..........................................8 Penyusunan RKA-KL ................................................................................................................................. 39 5... KESIMPULAN DAN SARAN .........9 Perbandingan Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Agama kota X dengan PMA nomor 85 tahun 2008. 33 4.............. 38 5................................................ 41 .......... 37 5..................2 Saran Untuk Kementerian Agama Kota X .......................................................4...................2..............1 Kesimpulan .2 Saran ..... 39 5.........1 Saran Untuk Program Vokasi Bidang Studi Akuntansi UI ........

42 .DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : RKA-KL Kementerian Agama Kota X …………………………..

......................................... 36 ....\ DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Struktur Organisasi... 8 Gambar 4..............1 Siklus Penyusunan RKA-KL Kementerian Agama Kota X ......

......2 Renja K/L 2011 ................DAFTAR TABEL Tabel 4.............................4 Renja K/L 2011 Sumber Pendanaan .............3 Renja K/L 2011 Kegiatan dan Sumber Pendanaan.... 32 . 29 Tabel 4..................................... 28 Tabel 4............................................1 Penjelasan Umum Renja K/L Tahun 2011 ..... 29 Tabel 4...............5 Renja K/L 2011 Rincian Pendanaan .................................... 31 Tabel 4...... 30 Tabel 4.........6 Usulan Program/Kegiatan/Target Baru 2011 ............

Mengacu pada visi tersebut. Program Vokasi Universitas Indonesia Bidang Studi Akuntansi merancang sebuah program magang yang merupakan salah satu usaha untuk menyiapkan lulusan-lulusan yang kompeten di bidang penyusunan dan pemeriksaan laporan keuangan dengan gelar ahli madya di bidang akuntansi. Untuk menjalankan misi tersebut. Program Vokasi Universitas Indonesia Bidang Studi Akuntansi memiliki misi untuk menghasilkan lulusan dengan dua karakteristik yang saling mendukung yaitu:   Tenaga akuntansi dan teknologi sistem informasi dengan kompetensi yang tinggi. memiliki visi yaitu menjadi center of excellence dalam pendidikan tinggi non gelar di bidang akuntansi di Indonesia dan sekaligus sebagai acuan bagi penyelenggaraan program sejenis di lembaga pendidikan lainnya di Indonesia.1. Latar Belakang Pelaksanaan Program Magang Universitas Indonesia merupakan perguruan tinggi negeri yang mempunyai kualitas dan reputasi sangat baik di Indonesia telah banyak melahirkan bibit-bibit unggul yang ikut turut serta membangun perekonomian di negara Indonesia. Dengan adanya program magang tersebut. menyebarluaskan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Program Vokasi Universitas Indonesia Bidang Studi Akuntansi. Praktisi yang memahami disiplin ilmu pendukung untuk pengembangan karir atau melanjutkan ke jenjang sarjana. mengembangkan. selain itu mahasiswa juga dapat mempraktekkan ilmu pengetahuan yang . mahasiswa dapat melatih tanggung jawab terhadap diri sendiri dan tanggung jawab kepada orang lain. Secara umum. Program Vokasi bertujuan untuk menyiapkan peserta didik menjadi tenaga ahli profesional dan menerapkan.BAB 1 PENDAHULUAN 1. Termasuk di dalamnya adalah Program Vokasi Universitas Indonesia Bidang Studi Akuntansi.

atau minimal 3 bulan untuk yang mencari tempat magang sendiri. Program magang sendiri merupakan salah satu prasyarat kelulusan untuk dapat menyandang gelar Ahli Madya di bidang Akuntansi. Tujuan Program Magang Tujuan dari pelaksanaan program magang yang diselenggarakan Program Vokasi adalah penerapan pengetahuan.  Membiasakan mahasiswa dengan kultur kerja yang sangat berbeda dengan kultur belajar mulai dari segi manajemen waktu. jika mahasiswa tersebut telah memenuhi persyaratan untuk magang. 1.2. manajemen dan sistem informasi yang telah dipelajari selama mengikuti perkuliahan di Program Vokasi Universitas Indonesia Bidang Studi Akuntansi pada perusahaan. akuntansi keuangan organisasi sektor publik. Program magang biasanya dilaksanakan mahasiswa menjelang semester 6. Berikut tujuan magang secara umum dan khusus.  Tujuan Umum : Menghasilkan praktisi yang kompeten dalam penyusunan dan pemeriksaan laporan keuangan untuk organisasi sektor publik di 6 (enam) bidang kompetensi inti yaitu akuntansi keuangan dan manajemen.  Mengasah kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi manajemen perusahaan sehari-hari dengan menggunakan perangkat-perangkat akuntansi dan manajemen yang telah dipelajari. komputer akuntansi dan manajemen keuangan. peningkatan kemampuan penyelesaian masalah dan penyesuaian kultur kerja. auditing. perpajakan. Jangka waktu magang yang ditetapkan adalah maksimal 4 bulan untuk yang ditempatkan oleh program.telah diterima selama masa perkuliahan serta dapat belajar dan melihat secara langsung bagaimana dunia kerja yang sesungguhnya. keterampilan .  Tujuan Khusus :  Agar mahasiswa memahami penerapan berbagai perangkat akuntansi.

3. Berikut manfaat yang diperoleh: a. 1. acara wisuda. dsb. Menerapkan langsung ilmu yang di dapat selama masa perkuliahan di tempat magang. pertemuan orang tua mahasiswa. Manfaat Program Magang Program magang ini sendiri memiliki banyak manfaat bagi mahasiswa. Bagi tempat magang  Dapat memanfaatkan tenaga terdidik siap pakai yang mutu dan kredibilitasnya telah dikenal demi membantu proses kegiatan agar lebih efisien.berkomunikasi. Sebagai sarana untuk menyusun karya akhir agar dapat lulus dan mendapat gelar ahli madya di bidang akuntansi.  Memperoleh kesempatan untuk dipublikasikan dalam setiap kegiatan Program Vokasi Universitas Indonesia Bidang Studi Akuntansi. Mendapatkan penghasilan tambahan. kerja sama tim. . Bagi Mahasiswa       Memberikan pengalaman serta gambaran kepada mahasiswa tentang dunia kerja yang sebenarnya. misalnya dalam promosi penerimaan mahasiswa. program vokasi dan perusahaan/entitas tempat dilaksanakannya magang.  Dapat dijadikan salah satu usaha dalam rangka early recruitment atau perekrutan dini bagi perusahaan yang ingin mencari bibit unggul demi kemajuan perusahaannya. Bagi Program Vokasi Universitas Indonesia Bidang Studi Akuntansi Dapat menjaga hubungan baik dengan perusahaan tempat magang. c. Dapat menjalankan misi dari Program Vokasi Universitas Indonesia Bidang Studi Akuntansi. b. serta tekanan yang lebih tinggi untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. dies natalis.

Ruang Lingkup Karya Akhir Dalam karya akhir ini. dibagi menjadi 5 bab. penulis ditugaskan untuk membantu dalam proses :   Menghimpun dan menyusun data bidang administrasi. tujuan program magang.4.  BAB 2 Gambaran Umum Tempat Magang : Dalam bab ini penulis akan membahas gambaran umum Kantor Kementerian Agama Kota X tempat penulis melaksanakan program magang yang juga merupakan sumber data bagi penulis dalam penulisan karya akhir.1. ruang lingkup karya akhir serta sistematika penulisan karya akhir.5. Teori tentang anggaran yang diambil dari buku- . manfaat program magang. Sistematika penulisan karya akhir tersebut adalah sebagai berikut:  BAB 1 Pendahuluan : Dalam bab ini penulis menjabarkan tentang latar belakang program magang. dimana setiap bab dibagi menjadi beberapa sub-bab. Ruang Lingkup Pelaksanaan Magang Selama menjalankan program magang di Kantor Kementerian Agama Kota X.  BAB 3 Landasan Teori : Pada bab ini akan dibahas mengenai teori dan konsep yang mendasari penulisan karya akhir ini. 1. ruang lingkup pelaksanaan magang. agar mempermudah pembaca dalam membacanya. Sinkronisasi dan validasi data dari masing-masing satuan kerja dengan database pada perencana tingkat Kantor Kementerian Agama Kota X. penulis akan menjelaskan aktivitas yang dilakukan selama menjalankan proses magang di Kantor Kementerian Agama kota X yang berfokus pada proses penyusunan rencana kerja dan anggaran di instansi pemerintahan untuk tahun 2011. 1.6 Sistematika Penulisan Karya Akhir Penulisan karya akhir ini. keagamaan dan pendidikan dalam bentuk profil data dari masing-masing satuan kerja.

 BAB 4 Pembahasan : Dalam bab ini penulis akan menjelaskan tentang topik utama yang akan dibahas oleh penulis yaitu mengenai Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran  BAB 5 Kesimpulan dan Saran : Bab ini memuat kesimpulan atas pembahasan yang dilakukan pada bab-bab sebelumnya. tempat magang yaitu. Kantor . dan Kementerian Agama Kota X. bab ini juga berisi saran bagi Program Vokasi Universitas Indonesia Bidang Studi Akuntansi.buku yang menunjang pembahasan materi laporan juga dari Undang-Undang yang mengatur mengenai proses penyusunan anggaran.

sekitar lima bulan setelah proklamasi kemerdekaan kecuali berakar dari sifat dasar dan karakteristik bangsa Indonesia tersebut di atas juga sekaligus sebagai realisasi dan penjabaran ideologi Pancasila dan UUD 1945. Berdirinya Departemen Agama pada 3 Januari 1946. Pada masa kemerdekaan kedudukan agama menjadi lebih kokoh dengan ditetapkannya Pancasila sebagai ideologi dan falsafah negara dan UUD 1945.1.BAB 2 GAMBARAN UMUM TEMPAT MAGANG 2.1 Sejarah Secara filosofis. Dengan demikian agama telah menjadi bagian dari sistem kenegaraan sebagai hasil konsensus nasional dan konvensi dalam_praktek kenegaraan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.1 Profil Kementerian Agama Kota X 2. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. 2. Perjuangan gerakan kemerdekaan tersebut melalui jalan yang panjang sejak jaman kolonial Belanda sampai kalahnya Jepang pada Perang Dunia ke II. dan 2: 1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang diakui sebagai sumber dari sila-sila lainnya mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang sangat religius dan sekaligus memberi makna rohaniah terhadap kemajuan-kemajuan yang akan dicapai. sosio politis dan historis agama bagi bangsa Indonesia sudah berurat dan berakar dalam kehidupan bangsa. Ketentuan juridis tentang agama tertuang dalam UUD 1945 BAB E pasal 29 tentang Agama ayat 1. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu. . Itulah sebabnya para tokoh dan pemuka agama selalu tampil sebagai pelopor pergerakan dan perjuangan kemerdekaan baik melalui partai politik maupun sarana lainnya. Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

kreatif dan inovatif. Amanah Memiliki integritas. adil. Profesional Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai serta memahami bagaimana mengimplementasikannya. bertanggung jawab dan mampu mengemban kepercayaan. Maka untuk menahan lajunya kemerosotan moral bangsa serta menguatkan kembali mental masyarakat untuk hidup berdasarkan nilai-nilai agama. 4. kepercayaan. 2.2 Visi & Misi Kementerian Agama Kota X Visi dari Kementerian Agama kota X adalah Terwujudnya agama sebagai landasan moral. Dalam hal itulah diharapkan Kantor Departemen Agama bersikap lebih pro aktif untuk memfungsikan diri sebagai dinamisator kegiatan pembinaan umat beragama yang lebih berkualitas. Azaz Mematuhi tata tertib. pembinaan kehidupan beragama menjadi sarana yang harus diaktifkan. prosedur kerja dan peraturan perundangan. Untuk dapat mencapai visi . Mengutamakan pengabdian kepada msayrakat. Tata nilai departemen agama 1. saling menghargai dan partisipasi aktif bagi kepentingan bangsa dan negara. jujur.Saat ini Kementerian Agama terus mendorong terjadinya reformasi birokrasi sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa jauh lebih baik. Keteladanan Berusaha melakukan yang terbaik sehingga menjadi contoh bagi yang lain. 6. etik dan spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di kalangan masyarakat kota X. 5. Kebersamaan Bekerjasama berdasarkan komitmen. 3. keterbukaan. menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan. 2. Ikhlas beramal Ikhlas dalam pengabdian kepada masyarakat negara dan bangsa. disiplin.1.

1 struktur organisasi Kementerian Agama Kota X Fungsional Perencana Sumber gambar : diolah sendiri oleh penulis berdasarkan wawancara   Seksi Pekapontren (Pondok Pesantren) Mengurusi dan menangani seluk beluk pesantren Seksi Penamas (Penanganan Masyarakat) . Kementerian Agama kota x perlu melakukan misi-misi untuk mewujudkan visinya. Meningkatkan kualitas pelayanan dan bimbingan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. Meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan kepemerintahan 2. Meningkatkan kualitas pelayanan dan bimbingan ibadah haji dan umroh. ibadah sosial dan keagamaan. Misi yang dilakukan oleh Kementerian Agama kota X adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan kualitas pelayanan dan bimbingan pendidikan dasar dan menengah pada Madrasah. dan kerukunan umat beragama 3. kehidupan keluarga sakinah. 2.tersebut.2 Struktur Organisasi Gambar 2. 4.

juga menampung zakat. memberikan penyuluhan agama kepada masyarakat Melakukan pencegahan potensi konflik sosial keagamaan.menangani bidang kemasyarakatan yaitu seperti memberikan penyuluhanpenyuluhan mengenai agama kepada masyarakat setempat. . Pembinaan. Peningkatan mutu pendidikan agama di sekolah melalui penyediaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta kelengkapan bahan ajar penyangga kurikulum yang memadai.  Seksi urusan agama islam Mengurusi seluk beluk pernikahan dan juga memberikan konsultasi terhadap pernikahan yang bermasalah  Seksi madrasah dan pendidikan agama islam memberikan pelayanan bagi madrasah .   Program Bimbingan Masyarakat Islam. pembudayaan agama pada satuan pendidikan disertai dengan penyelenggaraan ujian nasional pendidikan agama.  Seksi penyelenggaran haji dan umroh menangani proses penyelenggaan ibadah haji dan umroh bagi masyarakat setempat.madrasah di kota X seperti menyediakan guru-guru agama di tiap-tiap sekolah dan madrasah.  Seksi penyelenggara zakat dan wakaf Mengurusi mengenai tanah-tanah yang diwakafkan. dan Pengelolaan Haji dan Umrah.zakat. penyelesaian konflik sosial dan pemulihan kondisi sosial pasca konflik.3 Jasa yang Ditawarkan Jasa yang ditawarkan oleh Kementerian Agama Kota X antara lain adalah sebagai berikut:   Menyediakan Program Penyelenggaraan. 2.

infaq.000.556. dana punia. Program pendidikan islam Rp.694.104.000 . 17. konsultasi perkawinan yang bermasalah Pembinaan keluarga harmonis (sakinah/bahagia/sukinah/hita sukaya) untuk menempatkan keluarga sebagai pilar utama pembentukan moral dan etika. dll.160.000 Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas lainnya Kementerian Agama Kota X Rp.669.000 Program bimbingan masyarakat Islam Rp. 2. shodaqoh. 3.926.  Program pelayanan Zakat dan wakaf Peningkatan kesadaran masyarakat untuk membayar zakat. 2. pembinaan remaja usia nikah atau calon pengantin perlu dilakukan secara terprogram disamping pembinaan pasca nikah. 476.085. 2. 4.014.000 Program penyelenggaraan ibadah Haji dan Umrah Rp. serta profesionalitas pengelolaannya yang lebih berdaya guna bagi pembangunan masyarakat.  Pelayanan di bidang KUH mengenai seluk beluk pernikahan.763.181.4 Pagu definitif Kementerian Agama Kota X tahun 2011 Secara keseluruhan Kementerian Agama Kota X mendapatkan pagu definitif sebesar Rp. kolekte. Dengan rincian sebagai berikut : 1. wakaf.261.

Estimasi besarnya biaya yang harus dikeluarkan dalam merealisasikan rencana tersebut. anggaran adalah sebuah proses yang dilakukan oleh organisasi sektor publik untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya pada kebutuhan-kebutuhan yang tidak terbatas (the process of allocating resources to unlimited demands). Sedangkan menurut Freeman (2003). yang mencakup estimasi pengeluaran yang diusulkan.BAB 3 LANDASAN TEORI 3. anggaran juga dapat dikatakan sebagai pernyataan mengenai estimasi kinerja dalam ukuran finansial yang ingin dicapai selama periode waktu tertentu. Menurut Deddi Nordiawan (2007) ada beberapa pengertian lain dari anggaran.1 Konsep Dasar Anggaran 3.1.1. dan sumber pendapatan yang diharapkan untuk membiayainya dalam periode waktu tertentu. alokasi sumber daya sesuai prioritas. . Definisi Anggaran Definisi anggaran berdasarkan National Committee on Governmental) Accounting (NCGA) adalah : rencana operasi keuangan. dan pemanfaatan anggaran secara efektif dan efisien. Selain itu. Tujuan utama dari suatu anggaran adalah untuk stabilitas fiskal makro. Perkiraan sumber-sumber yang akan menghasilkan pemasukan serta seberapa besar pemasukan tersebut. Anggaran adalah sebuah rencana finansial yang menyatakan :    Rencana-rencana organisasi untuk melayani masyarakat atau aktivitas lain yang dapat mengembangkan kapasitas organisasi dalam pelayanan.

3. Nondiscretionary Appropriation Anggaran publik yang telah disetujui oleh dewan legislatif harus dimanfaatkan secara ekonomis.1.1. dikatakan bahwa Anggaran sektor publik memiliki karakteristik sebagai berikut :      Dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan. Sekali disusun.3. Otorisasi oleh Legislatif Sebelum anggaran dibelanjakan oleh eksekutif. 4. Prinsip Angggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik mempunyai prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. anggaran sektor publik harus mendapatkan otorisasi dari legislatif. 3. satu atau beberapa tahun. Berisi komitmen atau kesanggupan manajemen untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. . anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu. efisien dan efektif.2 Karakteristik Anggaran Sektor Publik Pada buku Akuntansi Pemerintahan oleh Deddi Nordiawan tahun 2007 . 5. Komprehensif Anggaran sektor publik yang komprehensif harus menunjukkan semua penerimaan dan pengeluaran sehingga adanya dana non budgetair menyalahi prinsip anggaran yang bersifat komprehensif. Periodik Anggaran yang disusun dapat bersifat tahunan maupun multi tahunan. Keutuhan anggaran Seluruh penerimaan dan belanja harus terhimpun dalam dana umum. 3. 2. Umumnya mencakup jangka waktu tertentu. Usulan angggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak yang berwenang lebih tinggi dari penyusun anggaran.

. 8. yaitu penyusunan anggaran dengan pendekatan ini berdasarkan pos-pos belanja dan pendekatan ini menggunakan konsep inkrementalisme (jumlah anggaran tahun tertentu dihitung berdasarkan jumlah tahun sebelumnya dengan tingkat kenaikan tertentu). bersifat spesifikasi. dan overestimate pengeluaran.6. dan menggunakan prinsip anggaran bruto. Jelas Anggaran sektor publik sebaiknya disusun secara sederhana sehingga mudah dimengerti dan tidak membingungkan masyarakat. ketidakefisienan anggaran.1. Pendekatan Penyusunan Anggaran Sektor Publik 1.4.  Pendekatan Kinerja Penyusunan anggaran dengan pendekatan kinerja tidak hanya berorientasi pada apa yang dibelanjakan dan berapa jumlah yang harus dikeluarkan saja tetapi juga berorientasi pada rencana kegiatan. 2. Selain dua karakteristik utama tersebut. Programming. 7. Era New Public Management (NPM) Karena pendekatan tradisional memiliki banyak kelemahan. and Budgeting System). pendekatan anggaran berbasis nol (zero based budgeting). Pendekatan Tradisional Ada dua karakteristik utama pada pendekatan tradisional (line-item/object of expenditure budget). antara lain adalah pendekatan kinerja (performance budgeting). 3. proyek apa yang akan dikerjakan. karakteristik lain dari pendekatan tradisional adalah cenderung sentralistis. dan PPBS (Planning. Diketahui publik Anggaran sektor publik harus diinformasikan kepada masyarakat luas. estimasi anggaran sebaiknya tidak memasukkan cadangan yang tersembunyi. dan bagaimana pengalokasian biayanya. diperlukan suatu pendekatan penyusunan anggaran yang mampu men-cover kelemahan-kelemahan tersebut. apa yang akan dicapai. Pendekatan baru tersebut. Akurat Untuk menghindari pemborosan. underestimate pendapatan. tahunan.

Penyusunan anggaran dengan pendekatan PPBS menekankan pada penyusunan rencana dan program. Pada PPBS. Pos-pos anggaran pada pendekatan ini disusun berdasarkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai di masa depan. Programming. bukan pada apa yang telah dilakukan pada masa lalu. Di samping itu.  Pendekatan Anggaran Berbasis Nol (Zero Based Budgeting) Pendekatan Anggaran Berbasis Nol (Zero Based Budgeting) merupakan suatu pendekatan penyusunan anggaran didasarkan pada perkiraan kegiatan tahun yang bersangkutan. Anggaran yang telah dikelompokkan ke dalam kegiatan-kegiatan akan memudahkan pengukuran kinerja dengan cara terlebih dahulu membuat indikator-indikator yang relevan. setiap aktivitas atau program yang telah diadakan di tahun-tahun sebelumnya tidak secara otomatis dapat dilanjutkan. and Budgeting System (PPBS) Pendekatan PPBS dikembangkan untuk mengatasi kelemahan pada sistem penganggaran tradisional merupakan upaya dan juga yang penganggaran kinerja. pembuatan program. dan penganggaran.  Planning. Dengan kata lain. sasaran. manfaat. akan dihasilkan informasi tentang anggaran yang membantu pengalokasian sumber daya secara efektif. Dari sini. dilakukan pula evaluasi atas semua kegiatan atau pengeluaran untuk menentukan apakah aktivitas itu akan diadakan tahun ini dengan melihat kontribusi yang diberikannya kepada tujuan organisasi.Pendekatan ini mengelompokkan pos-pos anggaran berdasarkan kegiatan. . memperhatikan integrasi PPBS dari sistematis perencanaan. dan tujuan harus diterjemahkan secara eksplisit sehingga program strategis yang berorientasi pada hasil dapat diidentifikasi. Semua kegiatan pada pendekatan ini menggunakan basis nol sehingga tidak ada level pengeluaran minimum.

Asas aspiratif. logik dan jelas 3. Asas pembagian kewenangan dan tanggungjawab.1. Asas realitas. pemahaman dan kemampuan para perencana dalam perencanaan sehingga melahirkan konsep kesederhanaan. dan jelas. Asas partisipasi. harus dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat. Penelaahan tugas dan fungsi . mengakomodasi kebijakan pimpinan tingkat atas dan tingkat bawah. adanya keterpaduan dalam penyusunan perencanaan 4.2.3.2 Asas Penyusunan Rencana Kerja Menurut Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 85 Tahun 2008. 7. 8. 6.2. disusun secara bertingkat dan dibagi secara jelas kewenangan dan tanggungjawab perencana pada tiap eselon dan antara Satuan Kerja (satker) pusat dan daerah agar tidak tumpang tindih. Asas kesederhanaan. 3. rencana disusun mengacu kepada pencapaian tujuan dan misi pelaksanaan tugas umum pemerintahan 2. 5. terdapat Asas-asas dalam menyusun rencana kerja. ditujukan pada pencapaian nilai manfaat yang sebesarbesarnya bagi kepentingan nasional dan memperhatikan kepentingan rakyat. logik. Asas sasaran obyektif.1 Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran 3.1 Tata Cara Menurut PMA nomor 85 Tahun 2008 tata cara dalam proses penyusunan rencana kerja dan anggaran adalah sebagai berikut : 1. Asas keterpaduan. Yaitu : 1. Asas prioritas. perencanaan harus melihat kemampuan anggaran yang tersedia dengan tetap mengutamakan skala prioritas.

berupa penafsiran berdasarkan kepada ketentuan/peraturan yang masih ada dan berlaku dengan harapan dapat tersusun secara konkret tentang: (1) apa yang harus dilakukan. apa masih konsisten. usul dari satker. proses penelahaan kebijakan 1) Inventarisasi dan pengumpulan kebijakan 2) Penelaahan terhadap kebijakan/peraturan dengan maksud: sejauh mana kebijakan dapat dilaksanakan. 2.  Sumber lain: masukan para pejabat. (5) nilai 3. Inpres) kebijakan pelaksanaan (Permen. SE) kebijakan tingkat daerah (Perda. Kep Gub/Kada. Kepmen. Menetapkan Tujuan  Dirumuskan secara logis dengan memperhatikan pengukuran keberhasilan . Instruksi Dirjen/Es. Keppres. 3) Ikhtisar perumusan kebijakan. I. Perpres.I. Penelahaan kebijakan  Sumber penelahaan kebijakan:      kebijakan nasional (TAP MPR) kebijakan umum (UU. (4) apa yang boleh dilakukan. kebijakan kanwil DJPB. (2) Apa yang dilarang dilakukan. saran dan usul dari masyarakat harapan dan keinginan masyarakat. apa ada kesenjangan. Insmen. Dengan tetap berpegang pada visi dan misi.Organisasi dan tata kerja merupakan mandat yang harus ditelaah dan dijabarkan dalam program dan kegiatan. PP. (3) apa yang baik dilakukan. SE) kebijakan teknis (Per Dirjen/Es I. Kep Dirjen/Es. kakanwil Depag.

3. lokakarya. adanya sinergi c. luasnya jangkauan sasaran d. resiko dan dampak paling minim f. multiplier effect e. 4. langsung melayani masyarakat g. 2. tujuan kegiatan . curah pendapat b.2.Inventarisasi alternatif dan menetapkan prioritas kegiatan Curah pendapat Hasil seminar Menghimpun usulan satker Memperhatikan hasil evaluasi kegiatan tahun sebelumnya. urgensi kegiatan b. menghimpun usulan dari satker d. Penentuan prioritas: a. raker.Inventarisasi: a.2 Proses Penyusunan Rencana 1. menampung usul dan saran DPR. memperhatikan evaluasi e. hasil penelitian c. Hasil tersebut kemudian dirangkum menjadi kebijakan prioritas. menghimpun hasil seminar. partisipasi masyarakat 3. umpan balik dari hasil audit f.1.Analisis Kedepan        Tersedia data berikut analisisnya Perlu relevansi data Perlu pembedaan data internal dan eksternal 5. Penjabaran program: a. Dengan perumusan yang tepat akan membantu mengenali permasalahan dengan tepat.

3 Penganggaran langkah berikutnya menyusun anggaran tahunan dalam bentuk RKA-KL dengan menggunakan pendekatan penganggaran terpadu. Departemen. mengacu kepada Pasal 11 ayat 5 UU 17/2003 tentang Keuangan Negara dinyatakan bahwa pengeluaran negara dibagi atas unit organisasi. tempat g. (3) Tingkat perencana: Tingkat.1. 1 tahun Rencana Kerja – Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (Renja KL. tingkat Propinsi. Kabupaten/kota. tujuan tiap langkah kegiatan d. Struktur Penganggaran.Elemen Perencanaan Setelah memperhatikan proses umum penyusunan perencanaan perlu diperhatikan elemen-elemen penting dalam perencanaan. dan Unit Pelaksana Teknis (UPT). yaitu: (1) unsur perencana (2) jangka waktu perencana. Eselon I. 3.RKAKL). 5 tahun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN). hubungan satu kegiatan dengan kegiatan lainnya h. waktu kegiatan dan jadual f.b. keperluan staff/koordinator e. tingkat. antisipasi permasalahan i. tingkat. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) dan penganggaran berbasis kinerja. fungsi.2. langkah-langkah kegiatan c. A. penjabaran program perlu memperhatikan:     adanya pengelompokan kegiatan berdasarkan waktu penyelesaian lima tahun atau satu tahun rincian menurut unit kerja pusat atau daerah dana unit pelaksana/satker 4. 20 tahun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN). dan jenis belanja dengan disetujui terlebih .

dahulu dengan DPR RI dan dirinci menurut unit organisasi. B.2. fungsi. kebijakan program. 3. perkiraan maju untuk berikutnya serta sumber dan sasaran pendapatan kementerian. program. Form Peringkasan. 1. 4. kegiatan dan jenis belanja. hasil yang di harapkan. meliputi: (1) ringkasan kegiatan dan keluaran (2) ringkasan anggaran belanja per kegiatan (3) ringkasan anggaran belanja per jenis belanja (4) ringkasan anggaran belanja dan pendapatan. meliputi (1) uraian kegiatan dan keluaran (2) uraian anggaran belanja (3) uraian anggaran belanja per jenis belanja (4) uraian anggaran belanja dan pendapatan 3. Form laporan/kertas kerja. tujuan. kegiatan. meliputi: (1) rincian kegiatan dan keluaran (2) rincian anggaran belanja per kegiatan (3) rincian anggaran pendapatan (4) rincian perhitungan biaya 2.2 Penyusunan RKA-KL Langkah-langkah penyusunan RKA-KL diatur dalam PMK. Di dalam RKA-KL diuraikan biaya masingmasing program dan kegiatan untuk tahun anggaran yang bersangkutan yang dirinci menurut jenis belanja. Prioritas Penyusunan Anggaran. Form uraian.02/2010 : . Dalam Renja diuraikan visi. Form rincian. misi. keluaran yang diharapkan. penyusunan RKA-KL terdiri dari renja kementerian dan anggaran yang diperlukan.

Menteri/Pimpinan Lembaga menyusun RKA-KL dengan menggunakan format RKA-KL dan sistem aplikasi RKA-KL Tahun Anggaran 2011. Pasal 2 : Penyusunan RKA-KL dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penganggaran Terpadu.q. dan Penganggaran Berbasis Kinerja. KPJM.Pasal 1 : Dalam rangka penyusunan dan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011. Pasal 5 (1) : RKA-KL dibahas bersama antara Kementerian Negara/Lembaga dan komisi terkait di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasal 3 : Dalam menyusun RKA-KL Menteri/Pimpinan Lembaga memperhatikan pedoman umum penyusunan RKA-KL serta wajib:  mengacu pada Surat Edaran Mentri Keuangan tentang Pagu Sementara Tahun Anggaran 2011  mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2011  mengacu pada Rencana Kerja K/L Tahun 2011  mengacu pada Standar Biaya Tahun 2011  mencantumkan target kinerja secara spesifik dan terukur  mencantumkan perhitungan Prakiraan Maju untuk 2 (dua) tahun kedepan  melampirkan dokumen pendukung berupa Kerangka Acuan Kerja (KAK)/Term of Reference (TOR) dan Rincian Anggaran Biaya (RAB)  melampirkan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) untuk satuan kerja Badan Layanan Umum (BLU). Pasal 5 (2) : RKA-KL hasil pembahasan disampaikan kepada Kementerian Keuangan c. prakiraan maju yang telah ditetapkan tahun sebelumnya dan standar biaya . Menteri/Pimpinan Lembaga menyusun RKA-KL yang dipimpinnya. Pasal 4 (2) : RKA-KL yang telah disusun ditandatangani oleh pejabat eselon selaku Kuasa Pengguna Anggaran. Direktur Jendral Anggaran untuk dilakukan penelaahan dengan meneliti:  kesesuaian dengan pagu sementara. Pasal 4 (1) : Pedoman umum penyusunan RKA-KL ditetapkan yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Keuangan ini.

Pasal 10 (2) : Penyesuaian RKA-K/L disampaikan kepada DPR untuk mendapat persetujuan. Pasal 10 (1) : Dalam hal terjadi perubahan RKA-K/L berdasarkan hasil kesepakatan dalam pembahasan RAPBN antara Pemerintah dengan DPR. Nota Keuangan dan Himpunan RKA-KL.   kesesuaian dengan KAK/TOR. Nota Keuangan dan Himpunan RKA-KL disusun berdasarkan RKA-KL yang disampaikan oleh Kementerian Negara/Lembaga Pasal 9 (1) : Dalam hal pembahasan RAPBN antara Pemerintah dengan DPR tidak mengakibatkan perubahan RKA-KL.q. Pasal 6 : Format dan tata cara penyusunan serta penelaahan RKA-KL adalah sebagaimana ditetapkan yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Keuangan ini. DPR menjadi dasar penyusunan Satuan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga. Pasal 8 : Dalam hal RKA-KL hasil pembahasan belum diterima Kementerian Keuangan c. DJA. Rancangan Undang-Undang tentang APBN. Pasal 10 (3) : Penyesuaian RKA-K/L yang telah disetujui DPR menjadi dasar penyesuaian Satuan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan penyusunan SAPSK. Menteri/Pimpinan Lembaga melakukan penyesuaian RKA-K/L. Pasal 9 (2) : Satuan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga dijabarkan lebih lanjut untuk setiap satuan kerja menjadi Satuan Anggaran per Satuan Kerja (SAPSK). RAPBN. . RAB dan/atau dokumen pendukung terkait relevansi pencantuman target kinerja dan komponen masukan ( input) yang digunakan kesesuaian dengan hasil kesepakatan antara Kementerian Negara/Lembaga dan komisi terkait di DPR. Pasal 7 : RKA-KL hasil penelaahan sebagai dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). RUU tentang APBN.

Pasal 12 (2) : Dalam hal RKA-KL belum diterima.q. pengesahan. Pasal 15 : Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan penyusunan dan penelaahan RKA-KL Tahun Anggaran 2011 diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Anggaran. Pasal 14 (2) : Petunjuk penyusunan. . Pasal 14 (1) : Peraturan Presiden tentang RAB Pemerintah Pusat menjadi dasar bagi penyusunan dan pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Pasal 12 (1) : RKA-KL yang telah disepakati oleh DPR disampaikan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga kepada Menteri Keuangan c.Pasal 11 : RKA-K/L menjadi dasar penyusunan Peraturan Presiden tentang Rincian Anggaran Pemerintah Pusat. Pasal 13 (2) : Dokumen pendukung RKA-KL yang telah diunggah diserahkan kembali kepada Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan untuk disimpan. penelaahan. dan pelaksanaan DIPA Tahun Anggaran 2011 ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. DJA untuk diunggah ke dalam pusat penyimpanan data elektronik/server. Peraturan Presiden tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat disusun berdasarkan RKA-KL yang disampaikan oleh Kementerian Negara/Lembaga. DJA paling lambat 2 (dua) minggu sebelum penetapan Peraturan Presiden tentang Rincian APBN.q. Pasal 13 (1) : Seluruh dokumen pendukung RKA-KL disalin dalam bentuk data elektronik oleh K/L dan disampaikan kepada Kementerian Keuangan c.

Tujuannya Agar rancangan rencana kerja yang diajukan oleh tiap seksi sesuai dengan tugas dan fungsi dari seksi tersebut. Penalaahan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kebijakan dapat dilaksanakan. Visi dan Misi sudah ditentukan oleh Kementerian Agama RI. Penelaahan terhadap kebijakan – kebijakan.2 Penelaahan Tugas dan Fungsi Tahap ini dilakukan setiap tahun oleh pihak Fungsional Perencana Kementerian Agama Kota X bersama-sama dengan kepala-kepala dari tiap seksi untuk membahas tugas-tugas dan fungsi dari tiap seksi. 4. 4. Karena menurut pihak Kementerian Agama kota X. tahap ini dilakukan oleh pihak Kantor Wilayah DJPBN. dan tetap mengacu pada visi dan misi Kementerian Agama Kota X.BAB 4 PEMBAHASAN 4. Selanjutnya pihak fungsional perencana juga menganalisa kebutuhan apa yang diperlukan dalam program yang dijalankan di . Membuat tujuan dan melakukan analisis kedepan dengan melakukan relevansi data dan juga memperhatikan hasil evaluasi kegiatan tahun sebelumnya.3 Penelaahan Kebijakan Pada tahap ini Kementerian Agama kota X tidak melakukan penelaahan kebijakan. Pada tahap ini Kementerian Agama kota X mengumpulkan usulan-usulan dan menetapkan usulan yang akan dilakukan oleh pihak Kementerian Agama kota X.1 Gambaran Umum Proses Penyusunan anggaran Tahap awal dalam melakukan penyusunan rencana kerja dan anggaran pihak Kementerian Agama kota X adalah melakukan :    penelaahan tugas dan fungsi yang mengacu pada visi dan misi. Selain itu tahap ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah ada perubahan dalam tugas dan fungsi di tiap-tiap satker / seksi.

Tujuan dari penyusunan Program dan anggaran adalah sebagai berkut : 1. Setiap satuan kerja dapat menghimpun dan membuat usulan program kerja dan rencana kerja (RKA-K/L) yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan riil masing-masing satuan kerja di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota X yang bisa dilihat pada lampiran 1. Berikut adalah seksi-seksi yang dibawahi oleh Kementerian Agama kota X :       Seksi Pekapontren (Pondok Pesantren) Seksi Penamas (Penanganan Masyarakat) Seksi Urusan Agama Islam Seksi Madrasah dan Pendidikan agama Islam Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf 4. Bagi satu seksi/satker. Setiap satuan kerja dapat menghimpun dan membuat data seperti profile satker/seksi dan usulan .5 Melakukan Penentuan Prioritas Kegiatan . Tanpa program dan rencana kerja yang jelas maka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi akan berjalan tanpa arah dan kendali yang jelas. 4.tiap-tiap satker/seksi. penyusunan program dan rencana kerja (RKA-K/L) merupakan suatu keharusan. 2.Kegiatan Kepala fungsional perencanaan yang berada di dalam sub bagian TU beserta kepala-kepala seksi akan mengadakan rapat untuk membahas kegiatan- . dalam mendukung penyusunan program kerja dan rencana kerja (RKA-K/L) sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. karena pada dasarnya merupakan pedoman pelaksanaan kegiatan yang di dalamnya sudah dialokasikan penganggarannya yang akan dilakukan dalam 1 tahun anggaran berjalan.4 Tujuan Penyusunan Program dan Anggaran Tujuan dari penyusunan program dan penganggaran agar tugas pokok dan fungsi masing-masing satuan kerja dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan memiliki kendali yang jelas.usulan kegiatan yang akan dilakukan.

Sinkronisasi data fisik adalah tahap dimana dilakukan pembandingan dengan dokumen-dokumen yang dimiliki oleh tiap-tiap seksi mengenai kebenaran datanya.  Seksi madrasah dan pendidikan agama islam :       data isian sebagaimana format data yang sudah ditentukan Daftar penerima tunjangan fungsional guru madrasah non PNS. air ledeng. dan usulan tahun 2011 Daftar penerima tunjangan khusus bagi guru di daerah terpencil tahun 2010. yang tertinggi dan provider internet jika ada tahun 2010 TOR atau proposal dan RAB (Rencana Anggaran Biaya) usulan kegiatan tahun 2011 yang akan diusulkan penganggarannya . yang sudah atau belum dibayarkan tunjangannya. baik S1 maupun non S1 tahun 2010. telepon. Dari tiap-tiap program dan rencana kerja di masing masing seksi yang sudah dibuat oleh tiap satker akan dilakukan sinkronisasi data fisik. PTT (Pegawai Tidak Tetap) .kegiatan apa saja yang harus diprioritaskan dengan memperhatikan luasnya jangkauan sasaran serta resiko dari kegitan tersebut. dan KJM (Kelebihan Jam Mengajar) tahun 2010 Data sertifikasi guru berdasarkan tahun kelulusan. Maka dari itu dalam melakukan sinkronisasi data fisik tiap-tiap seksi perlu membawa dokumendokumen yang diperlukan sebagai berikut. termasuk data guru yang belum mengikuti proses sertifikasi tahun 2010   Copy rekening listrik. Kemudian Kementerian Agama kota X akan meminta Kanwil untuk melakukan pendampingan. dan usulan tahun 2011 Data Profil Madrasah terbaru dalam bentuk print out maupun soft copy nya Usulan Program dan Penganggaran 2011 dari masing-masing seksi berdasarkan format RKA-K/L Print out dan Back Up File daftar gaji (GPP) bulan Oktober 2010 berikut SPM (Surat Perintah Membayar) dan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) nya   SK GTT (Surat Keputusan Guru Tidak Tetap) .

dan usulan tahun 2011 Usulan Program dan Penganggaran 2011 dari masing-masing seksi berdasarkan format RKA-K/L TOR atau proposal dan RAB usulan kegiatan tahun 2011 yang akan diusulkan penganggarannya  Seksi pondok pesantren :      Surat tugas dari kepala satuan kerjanya masing-masing Data isian sebagaimana format data yang sudah ditentukan Daftar penerima bantuan block grant kegiatan madrasah diniyah tahun 2010 berikut SK-nya. dan usulan tahun 2011 Usulan Program dan Penganggaran 2011 dari masing-masing seksi berdasarkan format RKA-K/L TOR atau proposal dan RAB usulan kegiatan tahun 2011 yang akan diusulkan penganggarannya  Seksi urusan agama Islam :    Surat tugas dari kepala satuan kerjanya masing-masing Data isian sebagaimana format data yang sudah ditentukan Usulan Program dan Penganggaran 2011 dari masing-masing seksi berdasarkan format RKA-K/L . Stempel Dinas  Seksi Penamas :       Surat tugas dari kepala satuan masing-masing Data isian sebagaimana format data yang sudah ditentukan Daftar penerima tunjangan PAH tahun 2010 berikut SK-nya. dan usulan tahun 2011 Daftar penerima bantuan block grant lembaga pendidikan keagamaan tahun 2010 berikut SK-nya.

7 Rencana Kerja KL Langkah berikutnya adalah membuat Rencana Kerja KL. 4. Dalam Rencana Kerja KL terdapat 3 formulir. . Tahap ini dilakukan juga untuk membahas solusi dalam mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin akan timbul saat program dilaksanakan.6 Penjabaran Program Tahap selanjutnya adalah. TOR atau proposal dan RAB usulan kegiatan tahun 2011 yang akan diusulkan penganggarannya  Seksi penyelenggaraan haji dan umroh :     Surat tugas dari kepala satuan kerjanya masing-masing Data isian sebagaimana format data yang sudah ditentukan Usulan Program dan Penganggaran 2011 dari masing-masing seksi berdasarkan format RKA-K/L TOR atau proposal dan RAB usulan kegiatan tahun 2011 yang akan diusulkan penganggarannya  Seksi penyelenggaran zakat dan wakaf :     Surat tugas dari kepala satuan kerjanya masing-masing Data isian sebagaimana format data yang sudah ditentukan Usulan Program dan Penganggaran 2011 dari masing-masing seksi berdasarkan format RKA-K/L TOR atau proposal dan RAB usulan kegiatan tahun 2011 yang akan diusulkan penganggarannya 4. Pada formulir pertama akan diuraikan visi. misi. Penjabaran program perlu memperhatikan waktu pelaksanaan dan unit pelaksana/seksi sebagai penanggung jawab dari kegiatan tersebut. kepala fungsional perencanaan beserta kepala tiap-tiap seksi akan melakukan penjabaran program. Penjabaran program dilakukan untuk melihat kebutuhan apa-apa saja yang harus disediakan di tiap-tiap program yang direncanakan.

tujuan. kegiatan. kebijakan program.1 penjelasan umum RENJA K-L Sumber tabel : Kebijakan Reformasi Perencanaan anggaran kementerian Keterangan : Untuk komponen nomor 4 kegiatan prioritas pihak KL bersifat confidential. hasil yang di harapkan. Tabel 4. II. Kemudian formulir kedua.1. Umum hasil outcome dan indikator . terdiri dari tiga bagian yaitu I. keluaran yang diharapkan yang bisa dilihat pada tabel 4.

Kemudian bagian kedua akan menguraikan tentang hasil outcome dan inikator kinerja. Tabel4. kegiatan dan sumber pendanaan. Rincian pendanaan Pada poin A berisi tentang uraian dari riap-tiap kegiatan. Bagian ini bisa dilihat pada tabel 4. sasaran. indikator kinerjanya dan lain-lain yang dapat dilihat di tabel 4. Tabel4. Sumber pendanaan C.3.III.3kegiatan dan sumber pendanaan .2 RENJA KL  Sumber tabel : Kebijakan Reformasi Perencanaan anggaran Kementerian Pada bagian ketiga dari formulir II Renja KL ini terbagi lagi menjadi 3 bagian yaitu : A. Dibagian pertama pada formulir II ini akan diuraikan mengenai nama kementerian.jenisnya.2. terget. Seperti prioritas kegiatan. nama program dan pendanaan. Uraian kegiatan B.

energi. infrastuktur. bidang perekonomian. Tabel4.Sumber tabel: Kebijakan dan Reformasi anggaran Kementerian Keterangan :  N : Prioritas Nasional.4 Sumber Pendanaan . bidang kesejahteraan rakyat. terluar. iklim investas dan iklim usaha.  B : Prioritas Bidang. daerah tertinggal. Tabel 4. ketahanan pangan. pendidikan.4 ini berisi tentang sumbersumber pendanaan bagi tiap-tiap kegiatan yang akan dijalankan nantinya. penanggulangan kemiskinan. lingkungan hidup dan pengolahan bencana. Prioritas Bidang terdiri dari : bidang politik hukum dan keamanan. dan pasca konflik. Prioritas nasional terdiri dari : reformasi birokrasi dan tata kelola. kesehatan. terdepan.  K/L : Alokasi K/L di Kementerian Agama yaitu penyediaan SDM seperti penyediaan guru di tingkat madrasah Masih dalam bagian formulir Renja K/L. kebudayaan kreatifitas dan inovasi teknologi.

Tabel 4.Sumber tabel : Kebijakan Reformasi Perencanaan anggaran Kementerian Selanjutnya di tabel 4.5 akan menginput data mengenai rincian kegiatan yang sumber pendanaannya berasal dari Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) atau Pendanaan dari Pinjaman Dalam Negeri (PDN).5 Rincian Pendanaan PHLN atau PDN Sumber tabel : Kebijakan Reformasi Perencanaan anggaran Kementerian .

.

6.Pada formulir ketiga yang bisa dilihat pada table 4. Tabel 4. indikator. Yang kemudian akan ditandatangani oleh kepala kantor Kementerian Agama Kota X. berisi tentang ringkasan dari seluruh program yang sudah dibuat oleh tiap-tiap satker/seksi beserta dengan outcome. target dan mengenai kebijakan-kebijakan baru.6 Usulan Program/kegiatan/target baru Sumber tabel : Kebijakan Reformasi Perencanaan anggaran Kementerian .

8 Penyusunan RKA-KL 1.4. Pada bulan Januari dan Februari tahun 2010 tiap-tiap seksi akan mulai menyusun usulan-usulan dan rencana baru untuk membuat kegiatan dan program. (tahap ini diluar dari topik yang dibahas oleh penulis) namun terkadang tahap ini mengalami hambatan yaitu keterlambatan jadwal dalam menyerahkan rancangan kegiatan. kepala fungsional perencanaan bersama dengan kepala kantor akan melakukan evaluasi terhadap program dan kegiatan tiap-tiap satker/seksi yang sudah dijalankan pada tahun lalu. 2. 3. Kementerian Agama kota X akan melakukan lagi pembahasan mengenai RKA-KL dengan DPR pada bulan Juni 2010. Inisiatifinisiatif baru ini dapat dilakukan apabila masih sesuai dengan Rencana . dikarenakan terlambatnya beberapa seksi dalam menyerahkan rancangan nya. bulan Maret tahun 2010. Renja KL ini harus memuat :    kebijakan program kegiatan sementara tiap-tiap seksi mulai meyusun rencana-rencana kegiatan baru. Namun reward and punishment ini ternyata baru akan mulai diterapkan oleh Kementerian Agama kota X di tahun 2012. pihak Kementerian Agama kota X yang diwakili oleh kepala fungsional peencanaan sudah mulai menyerahkan rancangan kegiatan yang sudah di susun di bulan sebelumnya (Februari) kepada pihak Kanwil DJPBN. Setelah mendapatkan hasil dari evaluasi akan dilakukan reward and punishment. Besarnya pagu yang diberikan ini dilihat berdasarkan hasil evaluasi kinerja tiap-tiap kementerian/lembaga. Untuk nanti akan dibahas oleh seberapa besar pagu anggaran untuk tiap-tiap kementerian/lembaga yang diberikan oleh kementerian keuangan. Renja KL disusun dengan pendekatan berbasis kinerja. Pembahasan ini dilakukan untuk melakukan penyesuaian terhadap insiatif-inisiatif baru.

pencapaian sasaran kinerja kementerian dan tidak melebihi pagu anggaran. 7. Kelayakan anggaran terhadap sasaran Kelayakan disini dilihat dari apakah anggaran (pagu) yang diberikan dari pihak menteri keuangan sesuai dalam artian mencukupi tiap-tiap kegiatan yang sudah dibuat oleh tiap-tiap satker/seksi di Kementerian Agama kota X dapat tercapai sesuai sasaran. Kemudian di bulan Agusutus tahun 2010. RUU APBN dan sebagai dokumen pendukung pembahasan RAPBN. 4. Kementerian Agama kota X akan meghimpun RKA-KL yang sudah ditelaah sebelumnya untuk digunakan sebagai bahan penyusunan nota keuangan. Setelah pagu definitif ditetapkan.Kerja Prioritas (RKP). RKA-KL yang sudah dikumpulkan akan kemudian menjadi dasar bagi Menteri Keuangan untuk menetapkan pagu RKA-KL yang bersifat final atau disebut pagu definitif. 6. Saat pagu definitif sudah jelas dan sudah menentukan bagian-bagian untuk tiap-tiap satker/seksi (RKA-KL terlampir) pihak Kementerian Agama kota . Penelaahan ini meliputi : a. Pada bulan Juli tahun 2010. Namun terkadang pihak pusat terlambat untuk memberikan berita acara sehingga pihak Kementerian Agama kota X hanya memiliki waktu yang sedikit untuk mempersiapkan data-data yang harus dipenuhi untuk proses selanjutnya. Proses ini dilakukan untuk mengoptimalisasikan pagu anggaran dan mencari kesepakatan mengenai pembahasan RAPBN dan RUU APBN di tingkat pusat. pihak Kementerian Agama kota X akan melakukan penelaahan terhadap RKA-KL setelah sebelumnya dilakukan pembahasan bersama DPR. pihak Kementerian Agama kota X akan menunggu berita acara untuk melakukan rencana penarikan dari pihak menteri keuangan Setelah sebelumnya dilakukan proses pembahasan ulang mengenai RAPBN dan lain-lain oleh pihak DPR. b. RAPBN. Konsistensi sasaran kinerja kementerian dengan RKP 5.

X akan mendapatkan surat panggilan dari Kanwil DJPBN untuk melakukan tahap pengesahan. Pihak Kementerian Agama kota X akan mencetak DIPA yang kemudian akan disahkan dan ditandatangani oleh kepala kantor Kementerian Agama kota X. Sekitar pertengahan Desember 2010 pihak kanwil DJPBN akan mendistribusikannya ke KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara). KPPN akan membagikan ke satkersatker yang ada di bawah naungan KPPN Kota X (KPPN Kota X menaungi tiap-tiap satker di kota X, Y dan Z) . Kemudian akan dicairkan dan dibagikan dari KPPN Kota X kepada Kementerian Agama kota X.

Gambar 4.1 Siklus Penyusunan RKA-KL Kementerian Agama kota X

Januari-Februari 2010 Pengajuan usulan rencana baru untuk RKA-KL 2011

1

Maret 2010 Menyerahkan rancangan kegiatan kepada pihak kanwil DJPBN

2

Desember 2010 Pengesahan oleh kepala kantor dan Kanwil DJPBN dan pencairan RKA-KL dari KPPN Bogor

7

Juni 2010 Melakukan pembahasan dengan DPR mengenai RKAKL

3

September 2010 Menunggu surat panggilan dari Kanwil untuk melakukan rencana penarikan

6

Juli 2010 Melakukan Penelaahan terhadap RKA-KL

4

Agustus 2010 Menghimpun RKAKL untuk digunakan sebagai dasar untuk pagu yang bersifat final

5

Sumber gambar : Kementerian Agama Kota X (diolah kembali oleh penulis)

4.9 Perbandingan Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Agama kota X dengan PMA nomor 85 tahun 2008 Tahapan yang sudah dilakukan oleh Kementerian Agama kota X dalam melakukan proses penyusunan rencana kerja dan anggaran adalah sebagai berikut:             Melakukan penelaahan tugas dan fungsi Menyusun tujuan penyusunan program kegiatan dan anggaran Melakukan penentuan prioritas-prioritas kegiatan Melakukan penjabaran program Menyusun Renja K/L Melakukan pengajuan usulan rencana baru untuk RKA-KL 2011 Menyerahkan rancangan kegiatan kepda pihak kanwil Mengikuti diskusi dengan DPR mengenai RKA-KL Melakukan penelaahan terhadap RKA-KL Menghimpun RKA-KL untuk digunakan sebagai dasar pembuatan pagu yang bersifat fix Menunggu berita acara untuk melakukan rencana penarikan Pengesahan dan pencairan RKA-KL

Pada dasarnya, pihak Kementerian Agama Kota X sudah melakukan tahapan-tahapan dalam proses penyusunan rencana kerja dan anggaran sudah hampir sesuai dengan tahapan yang tertera pada PMA 85 Tahun 2008. Pihak Kementerian Agama Kota X hanya tidak melakukan tahapan dalam penelaahan kebijakan, karena menurut mereka tahapan itu dlakukan di tingkat kanwil.

Pihak Kementerian Agama kota X tidak melakukan tahap penelaahan kebijakan dalam proses penyusunan RKA-KL.1 Kesimpulan Setelah membahas mengenai proses penyusunan anggaran di kementerian agama kota X pada bab sebelumnya. Pihak pemerintah pusat juga terkadang telambat dalam penyampaian berita-berita acara sehingga menyisakan waktu yang terlalu sedikit bagi pihak Kementerian Agama kota X dalam menyiapkan data-data yang harus disiapkan. penulis menyimpulkan bahwa tidak ada masalah sigifikan yang terjadi dan menghambat proses penyusunan anggaran. Secara keseluruhan Kementerian Agama kota X telah memenuhi permintaan data dan informasi kepada penulis selama proses magang berlangsung. Terkadang terjadi keterlambatan penyampaian data-data/usulan mengenai rencana kerja dari tiap-tiap satker/seksi yang menghambat proses penyusunan anggaran di Kementerian Agama kota X. 3. Namun pada tahap ini Kementeian Agama Kota X melakukan pemilahan terhadap usulan-usulan yang akan digunakan oleh Kementerian Agana Kota X. penulis mencoba memberikan kesimpulan pada bab terakhir ini. . 5. yaitu: 1. 4.BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5. 2. Proses penyusunan anggaran di Kementerian Agama kota X sudah hampir sesuai dengan peraturan undang-undang yang ditetapkan oleh pihak pusat. Berdasarkan prosedur yang telah dilaksanakan. Semua hal sesuai dengan standar dan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

2. Sebaiknya Program Vokasi Akuntansi dapat lebih komunikatif dengan mahasiswa dalam hal pemberitahuan jadwal presentasi laporan. 3. Saran untuk Program Vokasi Universitas Indonesia Bidang Studi Akuntansi 1. karena program magang ini sangat berguna bagi para mahasiswa dalam memperoleh pengalaman dalam menghadapi dunia pekerjaan.5 bulan. Buku pedoman laporan karya akhir seharusnya diberikan jauh hari sebelum mahasiswa mengadakan pertemuan dengan dosen pembimbing agar mahasiswa tidak kebingungan dan mempunyai pedoman dalam membuat laporan. Penulis berharap semoga saran yang diberikan dapat berguna bagi kedua elemen di atas di masa yang akan datang.1. Sebaiknya Program Vokasi Akuntansi juga memberikan modul tata cara penulisan tugas akhir. agar mahasiswa dapat menulis laporan karya akhirnya dengan sistematis dan teratur sesuai tata bahasa dan enak dibaca oleh para pembacanya kelak. Penulis membaginya menjadi 2. . dan saran untuk Kantor Kementerian Agama kota X sebagai instansi tempat penulis melaksanakan kegiatan magang.2 Saran Setelah melaksanakan serangkaian proses magang selama kurang lebih 3. karena sempat terjadi miscommunication sehingga mahasiswa yang seharusnya ditetapkan oleh dosen untuk maju tanggal sekian. namun tiba-tiba berubah tanpa sepengetahuan mahasiswa yang bersangkutan.5. penulis ingin memberikan beberapa saran berdasarkan pengalaman yang telah didapat. yaitu saran untuk Program Vokasi Universitas Indonesia Bidang Studi Akuntansi. Memperbanyak kerjasama dengan perusahaan-perusahaan untuk pelaksanaan program magang.2. 5. 4.

3. Meningkatkan pengendalian mutu terhadap efektifitas para karyawan dengan tidak membiarkan banyak waktu terbuang dan tidak efektif bagi para karyawannya yang tidak melakukan kegiatan apa-apa.2 Saran untuk Kementerian Agama Kota X 1.5. Sehingga program-program yang sudah di buat pun dapat terlaksana dengan baik. agar pekerjaan yang dilaksanakan dapat berjalan lebih efektif lagi. . Perlu memberikan pelatihan terhadap karyawan. Mulai menerapkan sistem reward and punishment dalam tahap evaluasi untuk memacu kayawan dalam bekerja lebih baik lagi. 2.2.

2007. Peraturan Menteri Keuangan 02 Tahun 2010 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-KL Tahun Anggaran 2011.DAFTAR REFERENSI Dedi Nordiawan dkk. Jakarta : Salemba Empat. . Akuntansi Pemerintahan . Kebijakan penyusunan program dan penyusunan anggaran Departemen Agama 2009-2010. Peraturan Menteri Agama 85 Tahun 2008 tentang Proses Penyusunan anggaran Departemen Agama.

Lampiran 1 .

Lanjutan .

Lanjutan .

Lanjutan .

Lanjutan .

Lanjutan .

Lanjutan .

Lanjutan .

Lanjutan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful