ABSTRAK Telah dilakukan percobaan yang berjudul pembuatan Natrium Tiosulfat yang bertujuan untuk mempelajari pembuatan garam

Natrium Tiosulfat dan sifat – sifat kimianya dengan menggunakan bahan Natrium Sulfat, Belerang dan air. Metode yang digunakan adalah refluks dan kristalisasi. Prinsip percobaan ini adalah sintesis senyawa Natrium Tiosulfat berdasarkan proses pemanasan, penguapan dan pengendapan. Hasil yang diperoleh berupa kristal Natrium Tiosulfat yang berwarna putih sebesar 11,8 gram dengan prosentase rendemen 46,67 %. Dari pengujian sifat-sifat kimia Natrium Tiosulfat berdasarkan pengaruh pemanasan, diperoleh bahwa Kristal Natrium Tiosulfat lebih cepat meleleh dibandingkan Natrium Sulfat, dengan kata lain diketahui bahwa stabilitas termal Natrium Tiosulfat lebih rendah dari Natrium Sulfat, Kristal Natrium Tiosulfat bertekstur padat, menimbulkan bau belerang dan berwarna kuning. Sedangkan pada uji pengaruh asam encer yang dilakukan dihasilkan endapan putih setelah Natrium Tiosulfat direaksikan dengan asam encer (HCl).

Keyword : Refluks, kristalisasi, pemanasan, pengendapan, natrium sulfat, natrium tiosulfat.

Kristal yang terjadi (Na2S2O3 .1. Mempelajari pembuatan garam natrium tiosulfat dan sifat – sifat kimianya. spesies semacam asam tiosulfat dapat di solvasi. TUJUAN PERCOBAAN 1. TINJAUAN PUSTAKA 2. Serta digunakan sebagai zat pencampur dalam proses fotografi ( Arsyad. 2001). Metode yang terpenting untuk membuat natrium tiosulfat yaitu dari natrium sulfit (Na2SO3) dan belerang bebas (S) yang reaksinya : 8Na2SO3 + S8 → 8Na2S2O3 Cara yang didapat kemudian dikristalisasi. terutama ion kompleks perak tiosulfat yang sangat stabil. Ion tiosulfat dapat mereduksi yodium menjadi ion yodium dalam analisis kuantitatif dimana yodium dititrasi dengan larutan S2O3. 5H2O) langsung dikemas untuk terjadinya off flouroscence. II.PERCOBAAN 7 PEMBUATAN NATRIUM TIOSULFAT I. Oleh karena itu.dimana satu atom S menggugus atau menukarganti satu atom O. .1 Tiosulfat Tiosulfat merupakan logam yang mengandung ion S2O3. Selain itu bisa juga membentuk kompleks stabil dengan ion logam tertentu. Ag+ + 2S2O32[Ag(S2O3)2]3- Larutan – larutan tiosulfat sangat melarutkan halida – halida perak yang sulit larut. Natrium tiosulfat monokristal dalam bentuk prisma yang besar – besar dan transparan dengan lima molekul air. ion tiosulfat akan terurai menjadi S dan ion sulfit. Dalam larutan – larutan asam.

Panjang ikatan S-O menunjukan bahwa dalam ikatan s-s juga terlihat adanya ikatan Phi.Metode lainnya yaitu natrium sulfida. Tiosulfat dari timbal perak dan kalium larut sedikit sekali. 1992) Natrium tiosulfat dapat diperoleh melalui proses evaporasi dan kristalisasi (Austin.43 A°. kedua atom sulfur tidak ekuivalen dengan panjang ikatan S-S dan S-O masing-masing 1. 1996). Adanya ikatan Phi untuk ikatan dan orbital d kosong dari atom s menyebabkan panjang ikatan S-O sangat pendek yaitu 1.48+0.99±0. Ion tiosulfat dapat diperoleh secara cepat dengan cara mendidihkan belerang dengan ion sulfit atau dengan cara mendekomposisi ion ditionit sesuai dengan persamaan reaksi : S8 + 8SO322S2O42.(Austin. Reaksinya sebagai berikut : Na2CO3 + 2Na2S + 4 SO23 Na2S2O3 (Cotton. Dipisahkanpada temperature 78°C dari persamaan reaksi : SO3+H2S Atau dari reaksi : HO3SCl +H2S H2S2O3 + HCl Molekul gas trioksida. Asam tiosulfat kurang stabil pada temperatur kamar.2 Reaksi Tiosulfat Kebanyakan tiosulfat telah dibuat larut dalam air. 1996) 2.+ H2O 8S2O32S2O32-+2HSO3dan H2S2O3 Ion tiosulfat memiliki struktur [S-SO3].034A° dan 1. Asam ini dapat.06A°. SO3 memiliki struktur segitiga datar yang dapat mengalami resonansi degan melibatkan ikatan Phi dari S-O. Banyak dari tiosulfat ini larut dalam larutan . Sulfur dioksida direaksikan ke dalam larutan natrium sulfida dan natrium karbonat berkonsentrasi rendah (masing – masing tidak lebih dari 10%).

3. • Belerang cair (Sλ) yang tediri dari molekul-molekul S 8 suatu cairan kuning. S8 yang terurai menjadi species yang semakin kecil dengan meningkatnya suhu. Tetapi pada 1600C.2 Larutan HCl Encer Tak terjadi perubahan yang tepat dalam keadaan dingin dengan larutan tiosulfat. Mencair pada 1190C. Cairan ini mendidih pada 4450C. tembus sinar dan bergerak. (Svehla.50. • Uap belerang.Na2S2O3 yang berlebihan. 5H2O. Belerang monosiklik dibayangakan mempunyai 6 cincin es dalam unit selnya.2. Reaksinya : I2 + 2S2O322. Untuk mempelajari reaksi – reaksi ini digunakan larutan Na2S2O3 . • Belerang cair (Sµ) yang gelap warnanya. Terdiri dari molekul seperti rantai dan mempunyai kualitas 2I. 1990) 2. sangat kental. yang dapat diamati adalah: • Belerang rombik (Sα) yang mempunyai 16 cincin S8 dalam suatu unit sel dan berubah pada 15. • Belerang plastik terbentuk bila cairan Sµ dituangkan kedalam air dingin.2.1 Larutan Iod Warna dari larutan iod dihilangkan membentuk n – tetraklorat yang tidak berwarna. • Belerang monoklinik (Sβ). 2.+ S4O62- . membentuk garam kompleks. cincin S8 terbuka dan bergabung membentuk molekul berantai spiral yang panjang. Allotropi belerang Diantara bentuk fisik belerang yang berbeda.

Pada metode ini. Refluks Refluks merupakan prosedur mudah untuk reaksi dalam fase cair. perubahan menjadi belerang monosiklik gagal dan mencair pada 1130 (Petrucci. 2. Tetapi selanjutnya menjadi gampang rusak dan mungkin berubah menjadi belerang rombik. 5000) (Petrucci.seperti karet ketika mula-mula terbentuk.50C Sα Sβ 119 160 445 Sλ Sµ S8(g) S6 S4 1000 2000 S2 S Karena kelambanan beberapa peralihan dapat terlihat gejala tambahan. Misalnya.1989) Allotropi belerang sebagai fungsi suhu dapat diringkas : 95. prinsipnya adalah pemanasan dalam labu yang didalamnya terdapat campuran suatu bahan. bila belerang rombik dipanasnkan cepat.4.1989). Refluks dilakukan dengan memanaskan larutan dan pengembunan uapnya. . sehingga hasil pengembunan uap tersebut kembali ke labu reaksi. Berikut merupakan gambar molekul belerang yang berbeda-beda S S2 S6 S8 Sn (n = 2000 .

bersifat korosif.  Mencuci kristal untuk menghilangkan pelarut yang melekat. Kristalisasi dilakukan dengan pelarut yang tepat seperti dapat melarutkan kotoran dengan baik (Cahyono. (Wilcox. sebagai berikut:  Melarutkan zat dalam pelarut panas. 1995).  Mengeringkan kristal untuk menghilangkan pelarut. 1995). dapat bereaksi dengan basa membentuk garam.1. bersifat korosif . Refluks dapat dikatakan juga sebagai proses pemanasan dimana tidak ada senyawa yang hilang (Wilcox.5.20C Sifat kimia :Merupakan asam kuat.6. 1995) 2. Refluks adalah suatu proses pemanasan dengan keistimewaan bahwa pelarutnya tidak menguap (Sukardjo.268 g/mol TL: 109. 2. HCl encer Sifat fisik :Merupakan senyawa tidak berwarna.  Mendinginkan larutan dan mengendapkan kristalnya.Refluks adalah proses pemanasan dimana tidak ada senyawa yang hilang prinsipnya adalah pemanasan pada labu bulat yang di dalamnya terdapat campuran suatu bahan. Analisa Bahan 2. 1978).  Menyaring larutan dingin untuk memisahkan kristal dari larutan. Tahap-tahap kristalisasi. Kristalisasi Kristalisasi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam pemurnian produk padatan kristal hasil kristal atau isolasi yang masih terkontaminasi kotoran dilakukan kristalisasi. BM: 36.52 g/mol ρ: 1.  Menyaring larutan panas untuk menghilangkan kotoran yang tidak larut.6.

6. (Pringgodigdo. Na2SO3 anhidrat Sifat Fisik Sifat kimia :Berbentuk prisma. Sulfur Sifat fisik :Sulfur merupakan unsur bukan logam yang terdapat dalam kelompok IVA susunan berkala.4.5.7 g/mol. umumnya berwarna kuning.6.6. berbentuk kristal bening. Aquadest Sifat fisik Sifat kimia :Cairan tidak berwarna. BM 126.1973) : berwarna kuning. unsur dengan nomor atom 16.016 : larut dalam etil alkohol dan etil eter. :Tidak larut dalam air.6.(Pringgodigdo. indeks bias: 1.3.6 dengan 4 isotop yang stabil.4. BM: 18.1973) 2.333. Natrium sulfit Sifat fisik Sifat kimia :Padatan putih yang netral. CCl4 dan benzen. titik didih 1000C. (Pringgodigdo. (Pringgodigdo.tidak berwarna. 2003) . :lLarut dalam air dan reagen pereaksi.1973) 2. larut dalam CS2.1973) 2.6. memiliki berat atom 32. beracun. titik leleh 0oC. lambang S. (Pringgodigdo.1973) 2. (Basri.6. . Serbuk belerang Sifat fisik Sifat Kimia :Zat padat non logam. stabil. dapat dibuat dengan campuran NaCl dan H2SO4 pekat. bervalensi 2. Sifat kimia 2. :Dapat larut dalam larutan.2.

2. Bahan  Natrium Sulfit Anhidrat  Larutan Iodine dalam KI  Larutan HCl encer  Natrium Sulfat  Serbuk Belerang  Barium Klorida .III.1. 3. METODE PERCOBAAN Alat • • • • • • • • • • 1 set alat refluks 5 buah tabung reaksi 1 set timbangan 1 buah pengaduk 1 set pembakar spirtus 1 buah cawan penguapan Kertas saring Gelas ukur Erlenmeyer Corong 3.

2. Gambar Alat Tempat air keluar kondensor Tempat air masuk Labu takar Magnetik bar Magnetik stirrer .3.

5 gram serbuk belerang perefluksan selama ± 1. Pembuatan Natrium tiosulfat-5-hidrat 12.3.4.5 gram natrium sulfit erlenmeyer penambahan 10 ml H2O penambahan 2.5 jam pendinginan penyaringan Filtrat Cawan pendinginan Residu Kertas saring penguapan sampai volume 5 ml pendinginan penyaringan Kristal Kertas saring pengeringan penimbangan Hasil .4. Skema Kerja 3.1.

3.2.1. Mempelajari sifat-sifat kimia natrium tiosulfat 3. Pengaruh asam encer 3 ml larutan natrium tiosulfat Tabung reaksi pereaksian dengan HCl encer 3 ml pengamatan dan pembauan setelah beberapa menit Hasil .3. Pengaruh pemanasan Kristal natrium tiosulfat-5-hidrat Tabung reaksi pemanasan pengamatan Hasil Kristal natrium sulfat Tabung reaksi pemanasan pengamatan Hasil 3.3.2.2.2.3.

3 ml larutan natrium sulfat Tabung reaksi pereaksian dengan HCl encer 3 ml pengamatan dan pembauan setelah beberapa menit Hasil .

kelamaan natrium tiosulfat larit dan larutan menjadi keruh kuning dan tercium bau belerang. d.. berwarna kuning Tercampur sebagian Filtrat bening. 12.. Pengaruh pemanasan.1. -Natrium sulfat tidak berubah  Na2S2O3 + H 2O lalu dipanaskan b.8 g sehingga perhitungannya sebagai berikut: Diketahui : Na2SO3 = 25 g S8 = 5 g Ditanya : berat produk =.IV. Data Pengamatan No Perlakuan 1.5 g Na 2SO3 + 10 mL H2O + 2.  NaSO 4 + H 2O lalu dipanaskan Hasil 4.? . c.. Data Perhitungan Dari hasil pereflukan didapatkan massa Na 2S2O3 sebesar 11. Mempelajari sifat kimia Na 2S2O3 a. perefluks-an. Pembuatan Natrium Tiosulfat-5-hidrat a. Data Pengamatan dan Perhitungan 4. Pendinginan. b.8 gram e. 2. Terbentuk Kristal putih Massanya = 11.5 g serbuk S. Penguapan filtrat sampai habis Tidak tercampur. penyaringan. Penimbangan. residu kuning kehijauan.2.. Reaksi pengaruh asam encer Na2S2O3 + HCl -Natrim tiosulfat meleleh Lama.

67 % .16 mol x BM = 0.16 mol 0.16 mol 0.16 mol x 158 g/mol = 25.2 mol 0.Dijawab: Mol Na2SO3 = g / Mr = 25 / 126 = 0.02 mol − 8Na2S2O3 0.28 g Rendemen prosentase produk = 46.2 mol Reaksinya yaitu: 8Na2SO3 + M R S 0.02 mol Na2S2O3 = 0.16 mol mol S8 = g / Mr = 5 / 256 =0.02 mol 0.04 mol S8 0.

Kemudian dapat ditentukan sifat-sifat kimianya antara lain stabilitas termal dan pengaruh asam encer.V. Metode yang digunakan adalah perefluksan dan kristalisasi. Prinsip yang digunakan adalah pemanasan dan pengendapan. Hasil yang akan didapatkan terbentuk kristal Na2S2O3 yang berwarna putih. HIPOTESIS Percobaan pembuatan natrium tiosulfat ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan garam natrium tiosulfat dan sifat-sifat kimianya. Stabilitas termal Natrium tiosulfat lebih rendah daripada Natrium sulfat. pengaruh asam encer (HCl encer) terhadap natrium tiosulfat yaitu Natrium tiosulfat yang larut dalam larutan HCl encer menjadi keruh. .

Refluks adalah proses pemanasan dimana tidak ada senyawa yang hilang pada proses pemanasan. PEMBAHASAN Percobaan dengan judul ”Pembuatan Natrium Tiosulfat” bertujuan untuk mempelajari pembuatan garam natrium tiosulfat dan sifat – sifat kimianya. Setelah itu dilakukan penyaringan yang berfungsi untuk memisahkan antara filtrat dengan residu . Setelah proses perefluksan didapatkan campuran yang berwarna putih kekuningan. Kemudian dilakukan pendinginan yang berfungsi untuk mempermudah saat penyaringan agar sulfur yang terkandung dalam campuran tidak larut karena tingginya suhu pada campuran.1995). Penguapan dilakukan untuk menghilangkan solven agar terpisah dari analit yang diingkan.5 jam. Pemanasan dilakukan agar reaktan yang dicampurkan dapat bereaksi lebih cepat. Percobaan pembuatan natrium tiosulfat 5 hidrat dilakukan dengan mencampurkan 25 gram natrium sulfit dengan 5 gram belerang dan 20 ml aquades ke dalam erlenmeyer. dan uap tersebut kembali kedalam erlenmeyer dalam bentuk uap air sehingga tidak ada senyawa yang hilang selama proses pemanasan berlangsung karena uap yang terbentuk terkondensasi. Dan Pengendapan digunakan pada uji kemurnian pada kristal natrium tiosulfat yang telah disintesis.VI. Metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah refluks dan kristalisasi. Perefluksan bertujuan untuk memanaskan larutan dan mengkondensasi uap yang dihasilkan dari pemanasan. Refluks adalah proses pemanasan dimana tidak ada senyawa yang hilang saat proses pemanasan berlangsung. Kristalisasi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam pemurnian produk padatan kristal hasil kristal atau isolasi yang masih terkontaminasi kotoran dilakukan kristalisasi. Setelah itu dilakukan perefluksan selama ± 1. Pada percobaan ini menggunakan prinsip sintesis senyawa natrium tiosulfat berdasarkan proses pemanasan. 6.1 Pembuatan Natrium Tiosulfat 5 hidrat Tujuannya untuk mempelajari pembuatan garam natrium tiosulfat dan sifatsifat kimianya. penguapan dan pengendapan. Kristalisasi dilakukan dengan pelarut yang tepat seperti dapat melarutkan kotoran dengan baik (Cahyono.

. kristal ditimbang dan diperoleh rendemen nyata sebesar 11.67%. Filtrat hasil penyaringan dimasukkan kedalam cawan penguapan untuk diuapkan. Perbandingan stabilitas termal kedua senyawa tersebut berbeda yaitu Natrium Tiosulfat-5-hidrat mengandung air maka air akan terlepas dari Natrium Tiosulfat dan air akan menguap. Pemanasan bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat kimia dari Natrium Tiosulfat-5-hidrat dengan melakukan perbandingan pada Natrium Sulfat-10-hidrat. Penguapan bertujuan untuk memekatkan konsentrasi agar air yang terkandung dalam filtrat menguap sehingga terbentuk kristal Natrium tiosulfat.5H2O. Filtrat yang dihasilkan berwarna putih kekuningan dan residu yang dihasilkan berwarna coklat.1 Pengaruh Pemanasan Untuk mengetahui sifat-sifat kimia natrium tiosulfat dilakukan pengujian stabilitas termal dengan cara pemanasan kemudian dibandingkan dengan natrium sulfat.2. hanya sebagian sulfur yang bereaksi dan ada sebagian sulfur yang menempel pada bagian dinding atas erlenmeyer.8 gram.2 Mempelajari Sifat-Sifat Kimia Natrium Tiosulfat 6.sehingga didapatkan filtrat yang murni. hal ini dilakukan untuk menghilangkan kandungan air yang terdapat dalam kristal. Setelah kristal kering.28 gram dengan rendemen prosentase sebesar 46. Rendemen prosentase yang dihasilkan tidak mencapai 100% karena pada saat perefluksan sulfur tidak bereaksi dengan sempurna. Data yang diperoleh pada percobaan yaitu kristal Natrium Tiosulfat-5-hidrat akan lebih cepat meleleh dari pada Natrium Sulfat-10-hidrat saat dilakukan pemanasan pada temperatur dan waktu yang sama. Dari proses penguapan didapatkan kristal berwarna putih yang merupakan kristal Na2S2O3. Kemudian kristal dikeringkan. 6. Natrium Sulfat-10-Hidrat mempunyai titik leleh 80°C sehingga stabilitas termalnya lebih tinggi dari pada Natrium Tiosulfat-5-hidrat yang mempunyai titik leleh 40° – 45°C. Maka Natrium Tiosulfat-5-hidrat bersifat hidroskopis. sedangkan dari rendemen teoritis diperoleh kristal sebesar 25.

Persamaan reaksi : Na2S2O3. 6.2 Pengaruh Asam Encer Percobaan ini dilakukan dengan mereaksikan HCl encer 0. Dalam percobaan ini digunakan asam klorida karena berfungsi untuk menguapkan sulfur dioksida dan mengendapkan sulfur. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan lama.2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Natrium Tiosulfat-5-hidrat mempunyai kestabilan termal lebih rendah dibanding Natrium Sulfat-10-hidrat. Ikatan pada Natrium Tiosulfat tidak sekuat ikatan pada Natrium Sulfat sehingga energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan pada Natrium Tiosulfat lebih rendah dibanding memutus ikatan pada Natrium Sulfat. 1992) . Reaksinya adalah sebagai berikut : Na2S2O3 + 2HCl→ H2S2O3 + 2NaCl H2S2O3 → SO2(g) + S(s) + H2O(l) (Cotton.kelamaan natrium tiosulfat larut dalam larutan HCl encer menjadi larutan keruh kuning dan tercium bau menyengat karena terdapat gas SO2.5H2O (s ) → Na2S2O3 (aq) + 5H2O (l) (Pringgodigdo. Itulah sebabnya pada reaksinya menimbulkan bau menyengat yang merupakan gas SO2.1973) Pada Natrium Sulfat-10-hidrat tidak terjadi reaksi perubahan yang menunjukkan bahwa energi termalnya stabil bila dibandingkan dengan Natrium Tiosulfat-5-hidrat kurang stabil. Larutan menjadi keruh kuning karena pemisahan belerang dan terdapat asam sulfit.1 M dan Natrium Tiosulfat dengan volume yang sama.

1 Pembuatan Natrium Tiosulfat 5 Hidrat dengan cara mereaksikan Natrium Sulfit dengan serbuk belerang dan air.1 Kesimpulan 7. 7.1.VII. . Natrium tiosulfat lama. Sedangkan uji dengan menggunakan HCl encer.2 Saran 7.8 g dengan prosentase rendemen sebesar 46.2 Praktikan diharuskan melakukan percobaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. terbukti bahwa Natrium Tiosulfat lebih cepat meleleh daripada Natrium Sulfat. Stabilitas termal Natrium tiosulfat lebih rendah daripada Natrium Sulfat. PENUTUP 7.67 %.3 Untuk mengetahui sifat.1. 7.sifat kimia dari natrium tiosulfat dapat dilakukan dengan cara uji stabilitas termal dan pengaruh asam encer.2.1. 7. Praktikan diharapkan teliti dan hati .2.hati saat melakukan percobaan.2 Diperoleh Natrium Tiosulfat 5 Hidrat yang berwarna putih sebanyak 11.kelamaan larut membentuk suspensi berwarna putih dan tercium bau belerang.1 7.