Pembentukan Urin

Anatomi Traktus Urinarius Sistem kemih terdiri atas sepasang ginjal dan ureter dan satu kandung kemih dan uretra. Sistem ini berperan memelihara homeostasis dengan menghasilkan urin, yang membawa serta berbagai produk sisa metabolik. Urin yang dibuat dalam ginjal disalurkan melalui ureter ke kandung kemih, tempat urin untuk sementara ditampung, dan kemudian dikeluarkan melalui uretra. (Junqueira, 2006)

Secara anatomis, kedua ginjal manusia terletak retroperitoneal pada dinding abdomen, masingmasing di sisi kanan dan kiri vertebralis setinggi vertebra T12 sampai vertebra L3. Ren dextra terletak sedikit lebih rendah daripada ren sinistra karena besarnya lobus hepatis dexter. Masingmasing ren memiliki facies anterior dan facies posterior, margo medialis dan margo lateralis, extrimitas superior dan extrimitas inferior. (Moore, 2002).

Gambar 1. Gambaran umum traktus urinarius (Iverson, 2008)

dan pelebaran ujung atas ureter berbentuk corong yang disebut pelvis renis. Pada tengah perjalanan. disebut papilla renis.Ke arah cranial masing-masing ren berbatas pada diaphragma yang memisahkannya dari cavitas pleuralis dan costa XII. spleen [lien]. duodenum dan colon ascenden terletak ventral terhadap ren dextra. Glomerulus tersusun dari suatu jaringan kapiler glomerulus. (Fawcett. dan mereka pada gilirannya. 2002). sedikit jaringan lemak. (Guyton and Hall. Kapiler glomerulus dibungkus oleh kapsula Bowman. Pelvis renis terbagi dalam dua cabang besar. yaitu tubulus kontortus proksimal. terjulur ke dalam lumen kaliks minor. yang menyusup ke dalam sinus renal. cairan memasuki tubulus distal yang terletak di korteks ginjal. Medulla dibentuk oleh 6 sampai 10 bangunan mirip kerucut. seperti tubulus proksimal. tubulus . tubulus kontortus distal. (Moore. Dinding cabang desenden dan ujung cabang asenden yang paling rendah sangat tipis sehingga disebut bagian tipis ansa Henle. 2002) Ginjal merupakan organ yang berbentuk kacang dengan panjang 10-12 cm. dan apeksnya. sedangkan ren sinister disebelah ventral berbatas pada gaster [ventriculus]. disebut hilus. 2007) Setelah melalui ansa Henle. Setiap ansa Henle terdiri atas cabang desenden dan asenden. Nefron terdiri atas glomerulus dan empat segmen pada tubuli renal. 2002) Permukaan irisan ginjal yang dibelah dua menampakkan bagian korteks yang coklat-kemerahan gelap. dan duktus koligentes. Hepar. disebut piramid renal. kaliks mayor. bercabang-cabang pendek yang disebut kaliks minor. dan tebal 3-4 cm. ansa henle. Struktur fungsional terkecil dari ginjal adalah nefron. jejunum dan colon descendens. cabang asenden kembali menuju korteks ginjal dan dindingnya menjadi tebal seperti bagian yang lain sehingga bagian ini disebut bagian tebal dari cabang asenden. sebuah lekukan dalam pada organ ini yang berisikan arteri dan vena renal. Cairan yang difiltrasi dari kapiler glomerulus mengalir ke dalam kapsula Bowman dan kemudian masuk ke tubulus proksimal yang terletak di korteks ginjal. Pada bagian medial setiap ginjal terdapat sebuah fisura. pancreas. 2007) Setelah melewati tubulus proksimal. (Fawcett. dan medulla yang berwarna lebih muda. (Guyton and Hall. masing-masing dengan dasarnya yang mengarah ke korteks. Tubulus ini kemudian dilanjutkan dengan tubulus rektus. lebar 5-6 cm. cairan mengalir ke ansa Henle yang masuk ke dalam medula ginjal.

dan arteri arteriol aferen yang menuju ke kapiler glomerulus tempat sejumlah besar cairan dan zat terlarut (kecuali protein plasma) difiltrasi untuk memulai pembentukan urin. arteri arkuata. yang berjalan secara paralel dengan pembuluh arteriol dan secara progresif membentuk vena interlobularis. 2007) Sirkulasi bersifat unik karena memiliki dua bentuk kapiler. Darah yang mengalir ke kedua ginjal normalnya sekitar 22% dari curah jantung. yang tersusun dalam suatu rangkaian dan dipisahkan oleh arteriol eferen yang membantu untuk mengatur tekanan hidrostatik dalam kedua perangkat kapiler. 2007) Kapiler peritubulus mengosongkan isinya ke dalam pembuluh sistem vena.koligentes kortikal dan tubulus koligentes medular. sedangkan tekanan hidrostatik yang jauh lebih rendah pada kapiler peritubulus (kira-kira 13mmHg) memungkinkan reabsorbsi cairan yang cepat. Kedua ureter adalah pipa berotot sempit yang mengantar urin dari kedua ren ke vesica urinaria (Moore. Sistem arteri ginjal adalah end arteries yaitu arteri yang tidak mempunyai anastomosis dengan cabang-cabang dari arteri lain. berakibat timbulnya iskemia/nekrosis pada daerah yang dilayaninya. (Guyton and hall 2007) Setelah melewati pelvis ginjal. arteri interlobularis. yaitu kapiler glomerulus dan kapiler peritubulus. sedangkan darah vena dialirkan melalui vena renalis yang bermuara ke dalam vena kava inferior. atau 1100 ml/menit. (Guyton and Hall. Duktus koligentes bergabung membentuk duktus yang lebih besar yang akhirnya mengalir menuju pelvis ginjal. (Guyton and hall. sehingga jika terdapat kerusakan pada salah satu cabang arteri ini. (Guyton and Hall. 2002). 2007) Tekanan hidrostatik yang tinggi pada kapiler glomerulus (kira-kira 60 mmHg) menyebabkan filtrasi cairan yang cepat. Vaskularisasi Traktus Urinarius Ginjal mendapatkan aliran darah dari arteri renalis yang merupakan cabang langsung dari aorta abdominalis. vena . cairan akan dilanjutkan ke ureter. Arteri renalis memasuki ginjal melalui hilum dan kemudian bercabang secara progresif membentuk arteri interlobaris.

Cl-. K+. 2002) Jika terdapat kelebihan air atau elektrolit tertentu di ekstraseluler. yang meninggalkan ginjal disamping arteri renalis dan ureter. (Guyton and Hall. Ca++. tetapi dapat membatasi kehilangan zat tersebut melalui urin. ginjal dapat mengeliminasi kelebihan tersebut dalam urin. keseimbangan antara asupan (hasil dari pencernaan atau produksi metabolik) dan keluaran (hasil dari ekskresi atau konsumsi metabolik) sebagian besar dipertahankan oleh ginjal. Jika terjadi kekurangan. Bahkan fluktuasi minor pada konsentrasi sebagian elektrolit ini dalam cairan ekstraseluler dapat menimbulkan pengaruh besar. vena interlobaris. . Fungsi lain dari ginjal yang sangat penting adalah untuk mengontrol volume dan komposisi cairan tubuh. perubahan konsentrasi K+ di ekstraseluler dapat menimbulkan disfungsi jantung yang fatal. dan H+. (Sheerwood. (Ganong. Sebagai contoh. dan vena renalis. 2002) Berikut ini adalah fungsi spesifik yang dilakukan oleh ginjal. yang sebagian besar ditujukan untuk mempertahankan kestabilan lingkungan cairan internal : (Sheerwood. HCO3-. 2002) Mempertahankan keseimbangan H2O dalam tubuh. SO4=. 2007) Fisiologi Traktus Urinarius Salah satu fungsi ginjal yang penting adalah untuk membersihkan tubuh dari bahan-bahan sisa hasil pencernaan atau yang diproduksi oleh metabolisme. Fungsi pengaturan oleh ginjal ini memelihara kestabilan lingkungan sel yang diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitasnya. 2007) Untuk air dan semua elektrolit dalam tubuh. sehingga dapat menyimpan sampai lebih banyak zat tersebut didapat dari makanan. (Guyton and Hall. Mg++. ginjal sebenarnya tidak dapat memberi tambahan konstituen yang kurang tersebut. PO4=.arkuata. Mengatur jumlah dan konsentrasi sebagian besar ion ekstraseluler termasuk Na+.

suatu hormon enzimatik yang memicu reaksi berantai yang penting dalam proses konservasi garam oleh ginjal. dan kreatinin. sehingga sangat berperan dalam pengaturan jangkapanjang tekanan darah arteri. asam urat. reabsorbsi zat dari tubulus renal ke dalam darah. zat-zat sisa tersebut bersifat toksik. Mensekresikan renin. dan sekresi zat dari darah ke tubulus renal. pestisida.Memelihara volume plasma yang sesuai. suatu hormon yang dapat merangsang pembentukan sel darah merah. misalnya urea. dan bahan-bahan eksogen non nutrisi lainnya yang berhasil masuk kedalam tubuh. (Ganong. Mengekskresikan banyak senyawa asing. . Kebanyakan zat dalam plasma. Membantu memelihara keseimbangan asam-basa tubuh dengan menyesuaikan pengeluaran H+ dan HCO3. zat penambah pada makanan. 2002) Yang mempengaruhi tingkat filtrasi glomerulus (GFR) pada pembentukan urin adalah keseimbangan antara daya osmotik koloid dan hidrostatik yang bekerja pada membran kapiler dan koefisien filtrasi kapiler hasil permeabilitas dan dan filtrasi daerah permukaan kapiler. Fungsi ini dilaksanakan melalui peran ginjal sebagai pengatur keseimbangan garam dan H2O. yakni filtrasi glomerulus. 2007) Pembentukan urin dimulai dengan filtrasi sejumlah besar cairan yang hampir bebas protein dari kapiler glomerulus ke kapsula Bowman. misalnya obat. Secara fisiologis. Mengubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya.melaui urin Memelihara osmolaritas (konsentrasi zat terlarut) berbagai cairan tubuh. terutama bagi otak. difiltrasi secara bebas sehingga konsentrasinya pada filtrat glomerulus dalam kapsula Bowman hampir sama dengan dalam plasma. Jika dibiarkan menumpuk. terutama melalui pengaturan keseimbangan H2O Mengekskresikan (eliminasi) produk-produk sisa (buangan) dari metabolisme tubuh. Mensekresikan eritropoietin. (Guyton and Hall. kecuali protein. pembentukan urin ditentukan oleh tiga proses penting ginjal.

sebelum diekskresikan sebagai urin. dan akhirnya duktus koligentes. protein yang berhasil lolos dari sawar filtrasi. cairan ini mengalami perubahan akibat adanya reabsorbsi air dan zat terlarut spesifik kembali kedalam darah atau sekresi zat-zat lain dari kapiler peritubulus ke dalam tubulus. klorida. filtrat ini mengalir melalui bagian-bagian tubulus secara berurutan yakni. dan magnesium juga direabsorbsi pada lengkung tebal ansa Henle. asam amino. 2007) Ansa Henle terdiri dari tiga segmen fungsional yang berbeda. tubulus koligentes. (Guyton and Hall. (Guyton and Hall. klorida. dan hampir semuanya terjadi di lengkung tipis desenden. (Guyton and Hall. 2007) Segmen tebal asenden ansa Henle sesungguhnya impermeabel terhadap air. yaitu segmen tipis desenden. bikarbonat. Sekitar 25% dari muatan natrium. 2007) Tubulus proksimal melakukan sekitar 65% reabsorbsi natrium. Sewaktu filtrat glomerulus memasuki tubulus ginjal.Membran kapiler glomerulus mempunyai tiga lapisan utama : (1) endothelium kapiler. seperti kalsium. ansa Henle. Sekitar 20 % dari air yang difiltrasi akan direabsorbsi di ansa Henle. Oleh karena itu. Ketika cairan yang telah difiltrasi ini meninggalkan kapsula Bowman dan mengalir melewati tubulus. asam urat. tubulus proksimal juga menyekresikan ion-ion hidrogen ke dalam tubulus. tubulus distalis. kebanyakan di lengkung tebal asenden. termasuk ureum dan natrium. kebanyakan air yang dibawa ke segmen ini tetap tinggal dalam tubulus. yang walaupun terdiri dari tiga lapisan dapat menyaring air dan zat terlarut bebrapa ratus kali lebih banyak daripada membran kapiler yang biasa. (2) membran dasar (3) lapisan sel epithelial (podosit) yang mengelilingi permukaan luar membran dasar kapiler. air. 2007) . (Guyton and Hall. Sejumlah besar ion lain. Bagian desenden segmen tipis sangat permeabel terhadap air dan sedikit permeabel terhadap sebagian besar zat terlarut. dan kalium yang difiltrasi akan direabsorbsi di ansa Henle. Selain itu. tubulus proksimalis. dan segmen tebal asenden. Lapisan-lapisan ini bersama-sama membentuk sawar filtrasi. bikarbonat dan kalium serta semua glukosa. segmen tipis asenden. walaupun terjadi reabsorbsi zat terlarut dalam jumlah besar.

asam sitrat. kreatinin asam amino. dapat ditemukan dalam urin. Selain bahan-bahan nitrogen dan garam yang telah disebutkan sebelumnya. Vitamin seperti asam askorbat diekskresikan kedalam urin dalam jumlah yang tergantung dari kecukupan asupan makanan. memainkan peranan yang sangat penting dalam menentukan keluaran akhir dari air dan zat terlarut dalam urin. ammonia. urin normal mengandung sejumlah kecil gula seperti pentosa. keadaan proses metabolik. estrogen. enzim. duktus ini adalah bagian terakhir dari pemrosesan urin dan. dan purin. Sedangkan tubulus distal bagian akhir memiliki karakteristik sama dengan duktus koligentes bagian kortikal yaitu terdiri dari sel prinsipalis yang mereabsorbsi natrium dari lumen dan menyekresikan ion kalium ke dalam lumen dan sel interkalatus yang mereabsorbsi ion kalium dan bikarbonat ke dalam lumen. karena itu. aldosteron. Metabolit perantara seperti asam oksalat.Tubulus distal bagian awal memiliki banyak ciri reabsorbsi yang sama dengan bagian tebal ansa Henle. 2007) Komposisi Urin Status nutrisi. dan sejumlah kecil kolesterol juga terdapat dalam urin seperti halnya sejumlah kecil logam. Reabsorbsi air dari segmen ini dikontrol oleh hormon anti diuretik. seperti asam urat. metabolit katekolamin dan serotonin. (Kee. hemoglobin dan pigmen heme normalnya tidak . dan kemampuan ginjal untuk menyeleksi bahan yang terdapat dalam urine adalah tiga faktor terpenting yang mempengaruhi komposisi urine. (Guyton and Hall. Asam lemak bebas. dan piruvat. Sementara itu. normal ditemukan dalam urin dan menggambarkan status metabolik dan endokrin. 2008) Hormon-hormon seperti ketosteroid. juga ditemukan. Substansi yang lain. sedikit protein. Sebagian besar bahan yang terlarut dalam urine terdiri dari urea dan sodium klorida. gonadotropin pituitari dan amino biogenik. (Guyton and Hall. 2007) Walaupun duktus koligentes bagian medula mereabsorbsi kurang dari 10% air dan natrium yang difiltrasi. glikoprotein. Asupan diet 1 mg protein per Kg berat badan pada rata-rata orang dewasa menghasilkan sekitar 10 mg nitrogen ke dalam urin dalam bentuk urea setiap harinya.

reabsorspsi tubuler dan sekresi tubuler. Kelebihan asam asam atau basa akan dikurangi dengan sekresi tubuler. kecuali pada kondisi diabetes mellitus kemampuan reabsorpsi glukosa melampaui ambang batas maksimal sehingga glukosa dijumpai dalam urine. yaitu filtrasi glomeruler. K. 3.glukosa. sulfur. diantaranya: 1. klorida. dsb. Glukosa direabsorpsi secara sempurna pada kondisi normal. 2008) Dan dalam sedimen urin. sisa dari porfirin dan komponen yang berkaitan seperti asam levulinic-amino delta ditemukan. fosfat. membran basalis dan epitel kapsula bowman. walaupun dalam jumlah yang kecil. Ca. garam anorganik. Sekresi substansi ke tubulus berlangsung secara tranpor aktif. Obat-obatan seperti penisilin di samping difiltrasu juga disekresikan. Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara kapiler glomerulus dengan tubulus. asam urat. oksalat. asam amino. menurut Todd lazimnya ditemukan sel darah merah.ditemukan. (Kee. Reabsorpsi tubuler adalah prpindahan cairan dari tubulus renalis ke kapiler peritubuler. Proses reabsorpsi bersifat selektif tergantung kebutuhan tubuh pada senyawa yang terdapat pada ultrafiltrat. dan enzim dalam jumlah relatif kecil. sel epitel dari ginjal. keratinin dan keratin. ammonia. leukosit. beberapa batu endapan. 2. . 4. Filtrasi menghasilkan ultrafiltrat yang mengandung air. urine pada kondisi tertentu juga mengandung senyawa-senyawa lain misalnya obat. asam urat. urea. mineral seperti Na. glukosa (diabetes mellitus) benda keton (ketosis) albumin (nephritis) sel darah merah (nephritis) 5. dan Kristal dalam jumlah yang cukup besar . hormon. Zat-zat abnormal yang ditemukan dalam urine merupakan indikator adanya kelainan fungsi ginjal. kreatinin dan tidak mengandung sel darah merah. Mg serta terdapat vitamin. hormon. Urine yang normal mengandung zat-zat sebagai berikut : Urea. asam amino. Filtrasi merupakan perpindahan cairan dari glomerulus ke tubulus melewati membran filtrasi yang terdiri dari tiga lapisan yaitu sel endhotel glomerulus. PROSES PEMBENTUKAN URINE : Proses pembentukan urine beberapa tahapan.

misalnya nefrosklerosis. Adanya protein dalam urin sering disebut dengan proteinuria (albuminuria). Untuk mendapatkan hasil yang baik sebelum digunakan sebaiknya urine dan reagen disaring terlebih dahulu. Proteinuria dapat juga terjadi karena keracunan tubulus ginjal oleh logam-logam berat (raksa. Kadar glukosa yang terlarut dalam urine tergantung pada kadar gula dalam darah. laktasi maupun menyapih. Prinsip uji asam sulfosalisilat ini adalah kemampuan asam kuat untuk mempresipitasikan protein. Proteinuria pada penyakit ini meningkat dengan makin beratnya kerusakan ginjal. Adanya bilirubin dan kandungan darah dapat terjadi karena kerusakan ginjal. . Pentosuria sementara terjadi setelah makan makanan yang mengandung gula pentosa. kehamilan. Proteinuria patologis sering disebabkan oleh adanya kelainan dari organ ginjal karena sakit. yaitu suatu bentuk vaskuler penyakit ginjal. Glukosuria dapat ditemukan pada seseorang yang mengalami strees emosi (misalnya pertandingan atletik yang sangat menegangkan). Dengan uji asam sulfosalisilat reaksi positif ditunjukkan dengan terjadinya kekeruhan. setelah makan banyak protein. Kasus kehamilan disertai proteinuria sebesar 30-35%.Pemeriksaan protein dalam urine dilakukan dengan menggunakan uji asam sulfosalisilat. Galaktosuria dan laktosutia dapat terjadi pada ibu selama masa kehamilan. Uji Fehling dapat digunakan untuk mengetahui adanya glukosa dalam urine. Prinsip uji Fehling adalah mereduksi glukosa terhadap kuprioksida (CuSO4) sehingga terbentuk endapan berwarna merah bata (merah kekuningan). ini dapat terjadi setelah latihan berat. Proteinuria yaitu adanya albumin dan globulin dalam urin dengan konsentrasi abnormal. Benda-benda keton dapat terjadi pada saat kelaparan. diabetes. atau sebagai akibat gangguan sementara pada sirkulasi ginjal bila seseorang berdiri tegak. Proteinuria fisiologis terdapat sekitar 0. Adapun pemeriksaan glukosa dalam urine dilakukan dengan menggunakan uji Fehling. Adanya glukosa dalam urine dapat mengindikasikan bahwa orang tersebut menderita diabetes. tetapi tidak semua glukosuria (adanya gula dalam urin) menunjukkan diabetes. arsen. Dalam urine yang mengandung glukosa dengan kadar yang cukup tinggi akan terbentuk endapan merah bata atau warna larutan menjadi kuning kemerahan setelah dilakukan uji Fehling. bismut). Sebagian glukosa akan direabsorsbsi dan sebagian akan larut dalam urine.5% protein. anestesia eter.

editors. 2007. Jakarta : PT. dr. Jakarta :EGC Guyton and Hall.2006. Wulandari N. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. . Jakarta : penerbit buku kedokteran EGC . Anatomi Klinis Dasar.2009. Jakarta : EGC. Arthur C dan John E. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. William F. Lauralee. Gramedia Pustaka Utama Sherwood. Edisi 11. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Textbook of Medical Physiology.DAFTAR PUSTAKA Pearce. Dalam: Sadikin V.Evelyn. 2008. Jakarta: Hipokrates 2002. Hartanto H. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Hall. In: Rahman L.Luqman Yanuar Rachman dkk. editor. Ganong. Moore KL. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Novrianti A.Jakarta : EGC Guyton. 2007. Agur AMR. Saputra V.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful