Fungsi Pers Fungsi Pers dalam Masyarakat Demokratis A. Misi dan Fungsi Pers 1.

Misi Pers Pers sebagai lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang pengumpulan dan penyebaran informasi mempunyai misi ikut mencerdaskan masyarakat, menegakkan keadilan mencerdaskan masyarakat, memberantas kebatilan. Selama melaksanakan tugasnya, pers terkait erat dengan tata nilai social yang berlaku dalam masyarakat. Dalam kehidupan social, masyarakat mempunyai hak untuk mengetahui segala hal yang berkaitan dengan hajat hidup mereka. Untuk itulah, pers sebagai lembaga kemasyarakatan dituntut untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakatnya. 2. Fungsi Pers 1. Pers sebagai Media Informasi

Media informasi merupakan bagian dari fungsi pers dari dimensi idealisme. Informasi yang disajikan pers merupakan berita-berita yang telah diseleksi dari berbagai berita yang masuk ke meja redaksi, dari berbagai sumber yang dikumpulkan oleh para reporter di lapangan. Menurut Pembinaan Idiil Pers, pers mengemban fungsi positif dalam mendukung mendukung kemajuan masyarakat, mempunyai tanggung jawab menyebarluaskan informasi tentang kemajuan dan keberhasilan pembangunan kepada masyarakat pembacanya. Dengan demikian, diharapkan para pembaca pers akan tergugah dalam kemajuan dan keberhasilan itu. 2. Pers sebagai Media Pendidikan Dalam Pembinaan Idiil Pers disebutkan bahwa pers harus dapat membantu pembinaan swadaya, merangsang prakarsa sehingga pelaksanaan demokrasi Pancasila, peningkatan kehidupan spiritual dan kehidupan material benar-benar dapat terwujud. Untuk memberikan informasi yang mendidik itu, pers harus menyeimbangkan arus informasi, menyampaikan fakta di lapangan secara objektif dan selektif. Objektif artinya fakta disampaikan apa adanya tanpa dirubah sedikit

pun oleh wartawan dan selektif maksudnya hanya berita yang layak dan pantas saja yang disampaikan. Ada hal-hal yang tidak layak diekspose ke masyarakat luas. 3. Pers sebagai Media Entertainment Dalam UU No. 40 Tahun 1999 pasal 3 ayat 1disebutkan bahwa salah satu fungsi pers adalah sebagai hiburan. Hiburan yang diberikan pers semestinya tidak keluar dari koridor-koridor yang boleh dan tidak boleh dilampaui. Hiburan yang sifatnya mendidik atau netral jelas diperbolehkan tetapi yang melanggar nilai-nilai agama, moralitas, hak asasi seseorang, atau peraturan tidak diperbolehkan. Hiburan yang diberikan pers kepada masyarakat yang dapat mendatangkan dampak negatif, terutama apabila hiburan itu mengandung unsur-unsur terlarang seperti pornografi dan sebagainya seharusnya dihindari. 4. Pers sebagai Media Kontrol Sosial Maksudnya pers sebagai alat kontrol sosial adalah pers memaparkan peristiwa yang buruk, keadaan yang tidak pada tempatnya dan yang menyalahi aturan, supaya peristiwa itu tidak terulang lagi dan kesadaran berbuat baik serta mentaati peraturan semakin tinggi. Makanya, pers sebagai alat kontrol sosial bisa disebut “penyampai berita buruk”. 5. Pers sebagai Lembaga Ekonomi Beberapa pendapat mengatakan bahwa sebagian besar surat kabar dan majalah di Indonesia memperlakukan pembacanya sebagai pangsa pasar dan menjadikan berita sebagai komoditas untuk menarik pangsa pasar itu. Perlakuan ini menjadikan keuntungan materi sebagai tujuan akhir pers. Konsekuensinya, pers senantiasa berusaha menyajikan berita yang disenangi pembaca. http://fungsi-pers.blogspot.com/

blog bisa dikenakan dalam peraturan perundang-undangan pers dikarenakan memiliki unsur pers. dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan. kan? Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa “Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari. gambar. pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi. pers nasional mempunyai hak mencari. Sepertinya selain kantor berita dan organisasi pers yang ada. Hak Koreksi adalah hak setiap orang untuk mengoreksi atau membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers. untuk menolak mengungkapkan nama dan atau identitas lainnya dari sumber berita yang harus dirahasiakannya. dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Untuk menjamin kemerdekaan pers. suara. ( Pasal 1 ayat 11 ) 3. dan segala jenis saluran yang tersedia. mengolah. ( Pasal 1 ayat 12 ) 4.” – Pasal 1 ayat (1) Fungsi sosial. ( Pasal 4 ayat 3 ) Sedangkan kewajiban kegiatan pers yang diatur dalam peraturan ini yaitu : pers diatur dalam pasal 3 peraturan ini. Salah satu penyaluran informasi yang saya lakukan adalah melalui blog ini. pendidikan. Hak Tolak adalah hak wartawan karena profesinya. menyimpan. suara dan gambar. ( Pasal 1 ayat 10 ) 2. Ada beberapa hak dalam melangsungkan kegiatan pers yang harus diketahui dalam peraturan ini : 1. yaitu : (1) Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi. baik tentang dirinya maupun tentang orang lain. dan kontrol 1. hiburan. (2) Disamping fungsi-fungsi tersebut ayat (1). . memperoleh.Perkembangan komunikasi semakin pesat. serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak. Hak Jawab adalah seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya. memiliki. Oleh sebab itu tidak ada salahnya saya mencoba untuk membaca dan mencatat mengenai poin penting dalam peraturan ini. memperoleh. media elektronik. Kewajiban Koreksi adalah keharusan melakukan koreksi atau ralat terhadap suatu informasi.

fakta. kritik. opini. dan kekeliruan teknis pemberitaan b. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan e. pers nasional mempunyai hak mencari.000. atau gambar yang tidak benar yang telah diberitakan oleh pers yang bersangkutan. ( hak Kegiatan pasal memperoleh sebagaimana yang 17 informasi dimaksud dilakukan ). Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 ( berbunyi “Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran. Masyarakat dapat melakukan kegiatan untuk mengembangkan kemerdekaan pers dan umum. d. menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi. 2. yaitu : 1. yang dapat oleh yaitu : diperlukan. memperoleh.” ) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. menyampaikan usulan dan saran kepada Dewan Pers dalam rangka menjaga dan meningkatkan kualitas pers nasional. Asasi Pers nasional diatur hak serta dalam pasal 6 sebagai untuk berikut : memenuhi Manusia.000. masyarakat mengetahui. Dan terakhir.data. ( Pasal 5 ayat 1 ) Peranan a. ( Pasal 1 ayat 13 ) 2. akurat dan benar. mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat.” ) dan ayat 3 ( berbunyi “Untuk menjamin kemerdekaan pers. pembredelan atau pelarangan penyiaran. berupa : pers. Perusahaan pers yang melanggar ketentuan Pasal 5 ayat 1 ( berbunyi “Pers nasional . b. dan Hak menghormat c. dalam peraturan ini juga mengatur peran serta masyarakat umum menjamin 2. Memantau dan melaporkan analisis mengenai pelanggaran hukum. koreksi. memperjuangkan keadilan dan kebenaran. 1. ada ketentuan pidana yang ditetapkan dalam peraturan ini. Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati normanorma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah. kebhinekaan.00 (Lima ratus juta rupiah). Selain mengatur pelaku kegiatan pers. melakukan pengawasan. a. 500. dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. mendorong terwujudnya supremasi hukum.

Mungkin itu poin penting yang menurut saya wajib kita ketahui. Perusahaan pers yang melanggar ketentuan Pasal 9 ayat 2 ( Pengaturan perusahaan pers harus berbentuk badan hukum Indonesia.00 (Seratus juta rupiah).000.id/2012/03/07/undang-undang-poin-penting-uu-no-40-tahun-1999-tentang-pers.” ) dan ayat 2 ( Hak Jawab ). Bila ingin membaca lebih lanjut mengenai peraturan ini bisa menuju ke website Persatuan Wartawan Indonesia halaman UU Pers http://blog. 3. 500.000. 100. Semoga bisa membantu. ) dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp.php5 .000.000.web. ) dan Pasal 12 ( Kewajiban mengumumkan nama. serta Pasal 13 ( pengaturan larangan bagi perusahaan iklan ) dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp.00 (Lima ratus juta rupiah).berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah. alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan. khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan.yht.

memperoleh.2. dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan.BAB 3 PERANAN PERS Posted on January 11. I. dan segala jenis saluran yang tersedia. disebutkan dalam pasal 3 fungsi pers adalah sebagai berikut : . suara dan gambar. Istilah pers berasal dari kata persen bahasa Belanda atau press bahasa Inggris. PENGERTIAN PERS A. fungsi dan peran srta perkembangan pers di Indonesia. memiliki. Mengevaluasi kebebasan pers dan dampak penyalahgunaan kebebasan media massa dalam masyarakat demokratis di Indonesia. mengolah. yang berarti menekan yang merujuk pada mesin cetak kuno yang harus ditekan dengan keras untuk menghasilkan karya cetak pada lembaran kertas. B. 2) alat untuk menjepit atau memadatkan. menyimpan. 4) orang yang bekerja di bidang persurat kabaran. KHOLIL Standar Kompetensi 3. gambar.1. Menganalisis pers yang bebas dan bertanggungjawab sesuai kode etik jurnalistik dalam masyarakat demokratis di Indonesia. FUNGSI PERS Menurut UU No. Kompetensi Dasar 3. 3. 3) surat kabar dan majalah yang berisi berita. II. Menurut UU No. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia kata pers berarti: 1) alat cetak untuk mencetak buku atau surat kabar. serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak.3. Mengevaluasi peranan pers dalam masyarakat demokrasi. Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari. 2010 by M. C. 3. 40 tahun 1999 tentang Pers. Medeskripsikan pengertian. 40 tahun 1999 tentang Pers. media elektronik. suara.

2. III. pers memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga masyarakat bertambah pengetahuan dan wawasannya. C. perana pers adal. 3. Sebagai Lembaga Ekonomi. Sebagai Media Informasi. B. Socila responsibility yaitu pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat. dan karikatur. cerita bersambung. serta menhormati kebhinekaan. Fungsi Menghibur. . mendorong terwujudnya supremasi hukum. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi. PERANAN PERS Menurut pasal 6 UU No. dan masyarakat membeli surat kabar karena memerlukan informasi. akurat dan benar. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. yaitu pers adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang pers dapat memamfaatkan keadaan disekiktarnya sebagai nilai jual sehingga pers sebagai lembaga sosial dapat memperoleh keuntungan maksimal dari hasil prodduksinya untuk kelangsungan hidup lembaga pers itu sendiri. 4. Fungsi Kontrol Sosial. E. teka-teki silang. 40 tahun 1999 tentang pers. ialah pers juga memuat hal-hal yang bersifat hiburan untuk mengimbangi berita-berita berat (hard news) dan artikel-artikel yang berbobot. pojok.ah sebagai berikut : 1. hak asasi manusia. ialah perrs itu memberi dan menyediakan informasi tentang peristiwa yang terjadi kepada masyarakat.A. cerita bergambar. Socila support yaitu dukungan rakyat terhadap pemerintah. 2. Social Control yaitu kontrol masyarakat terhadap tindakan-tindakan pemerintah. Fungsi Pendidikan. ialah pers itu sebagi sarana pendidikan massa (mass Education). terkandung makna demokratis yang didalamnya terdapat unsur-unsur sebagai berikut: 1. Social particiption yaitu keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan. Berbentuk cerita pendek. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat. D. 3.

yautu berisi pasal-pasal yang mengancam hukuman terhadap siapapun yang menyebarkan perasaan permusuhan. Di Masa Penjajahan Belanda dan Jepang Penjajah Belanda sangat mengetahui pengaruh surat kabar terhadap masyarakat indonesia. IV. koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. B. 3. Kemudian belanda juga mengeluarkan Peraturan yang bernama Haatzai Artekelen. Pengalaman yang diperoleh para karyawan pers indonesia bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa di masa Jepang pers Indonesia tertekan. politik. pendidikan. 2. Walaupun pers tertekan dimasa Jepang namun ada beberapa keuntungan antara lain : 1. Melakukan pengawasan.kritik. yang memberikan hak kepada pemerintah Hindia Belanda untuk menghentikan penerbitan surat kabar atau majalah Indonesia yang dianggap berbahaya. serta penghinaan terhadap pemerintah Nederland dan Hindia Belanda. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. PERKEMBANGAN PERS DI INDONMESIA A. Demikian halnya pada pendudukan Jepang yang totaliter dan pasistis. Adanya pengajaran untuk rakyat agar berpikir kritis terhadap berita yang disajikanoleh sumber-sumber resmi Jepang.4. Di Masa Orde Lama . kebencian. dimana orang-orang surat kabar (pers) Indonesia banyak yang berjuang tidak dengan ketajaman penanya melainkan dengan jalan lain seperti organisasi keagamaan . Menuru Suruhum pemerintah mengeluarkan selain KUHP tetapi belanda mengeluarkan atruan yang bernama Persbreidel Ordonantie. karena itu mereka memandang perlu membuat UU untuk membendung pengaruh pers Indonesia karena merupakan momok yang harus diperangi. Penggunaan bahasa Indonesia dalam pemberitaan makin sering dan luas. serta terhadap sesutu atau sejumlah kelompok penduduk Hindia Belanda. Terutama dalam penggunaan alat cetak yang canggih ketimbang Zaman belanda. 5.

Hak kebebasan individu disesuaikan denga hak kolektif seluruh bangsadalam melaksanakan kedaulatan rakyat. Isi pasal ini kemudian dicantumkan dalam UUD Sementara 1950. yaitu Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat. dan memperoleh penghasilan sebagaimana yang dijamin UUD 1945 harus ada batasnya yaitu keamanan negara. Pers di masa demokrasi terpimpin (1956-1966). dan kontrol sosial yang konstruktif.. pemerintah atau negara. menyatakan pendapat. Dengan peristiwa malari beberapa surat kabar dilarang terbit termasuk Kompas. kepentingan bangsa. Menurut sidang pleno ke 25 Dewan Pers bahwa Pers Pancasila adalah pers Indonesia dalam arti pers yang orientasi. moraldan kepribadian indonesia. C. PERS DI MASA ORDE BARU Pada awal kepemimpinan orde baru menyatakan bahwa membuang jauh praktik demokrasi terpimpin diganti dengan demokrasi Pansasila. Awl pembatasan pers adalah efek samping dari keluhan wartawan terhadap pers Belanda dan Cina. Pemerintah orde baru menganggap bahwa pers adalah institusi politik yang harus diatur dan dikontrol sebagaimana organisasi masa dan partai politik.Pers di masa demokrasi liberal (1949-1959) landasan kemerdekaan pers adalah konstitusi RIS 1949 dan UUD Sementara 1950. sikap. Berita Indonesia dan Sin Po di Jakarta. Pers pasca peristiwa malari cenderung pers yang mewakili kepentingan penguasa. Upaya untuk pembatasan kebebasan pers tercermin dari pidato Menteri Muda penerangan RI yaitu Maladi yang menyatakan …. namun pemerintah tidak membatasi pembreidelan pers asing saja tetapi terhadap pers nasional. pers yang bebas dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif. Hakekat pers Pancasila adalah pers yang sehat. Hak berpikir. Masa kebebasan ini berlangsung selama delapan tahun disebabkan terjadinya pristiwa malari (Lima Belas Januari 1974) sehingga pers kembali seperti zaman orde lama. dan tingkah lakunya didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Pers tidak pernah melakukan kontrol sosial disaat itu. serta tanggung jawab kepada Tuhan YME. sehingga lahirlah istilah pers Pancasila. penyalur aspirasi rakyat. tindakan tekanan terhadap pers terus berlangsung yaitu pembreidelan terhadap harian Surat Kabar Republik. hal ini mendapat sambutan positif dari semua tokoh dan kalangan. D. PERS DI ERA REFORMASI . Pedoman.

dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Landasan Hukum Pers Indonesia 1. wartawan memiliki hak tolak agar wartawan dapat melindungi sumber informasi. serta berhak untuk mencari. keselamatan negara yang dinyatakan oleh pengadilan. Pasal28 F UUD 1945. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan. Dalam UU Pers tersebut dengan tegas dijamin adanya kemerdekaan pers sebagai Hak azasi warga negara (pasal 4) dan terhadap persnasioal tidak lagi diadakan penyensoran. Dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum. memiliki. menyimpan. -Pasal 21 : Setiap orang berhak untuk mencari. pembreidelan. menyimpan. PERS YANG BEBAS DAN BERTANGGUNG JAWAB SESUAI KODE ETIK JURNALISTIK A. 2. 39 tahun 1999 tentang Hak Azasi manusia dan UU no. memperoleh. Pasal 28 UUD 1945. 3. kecuali hak tolak gugur apabila demimkepentingan dan ketertiban umum. 4. 39 tahun 2000 pasal 14 ayat 1 dan 2 : -Ayat 1 yaitu Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi di lingkungan sosialnya. mengolah. XVII/MPR/1998 tentang Hak Azasi Manusia pada pasal 20 dan 21 yang bebunyi : -Pasal 20 : Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi di lingkungan sosialnya. berbunyi kemerdekaan berserikat dan berkumpul. dengan cara menolak menyebutkan identitas sumber informasi. dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.Kalngan pers kembali bernafas lega karena pmerintah mengeluarkan UU No. Tap MPR No. UU N0. memperoleh. . berbunyi setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. dan pelarangan penyiaran (pasal 4 ayat 2). mengolah. V. 40 tahun 1999 tentang pers. memiliki.

C. memperoleh. 40 tahun 1999 tentang pers pada pasal 15 ayat 1 menyatakan Dewan Pers yang independen dibentuk dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional. 4. UU No. -pasal 4 ayat 1 berbunyi Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warganegara. DEWAN PERS Menurut UU No. Melindungi kemerdekaan pers dari campur tangan pihak lain. masyarakat. menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik. ANGGOTA DEWAN PERS Keangotaan dewan pers terdiri dari : 1. 5. 5. Wartawan yang dipilih oleh organisasi wartawan . Mengembangkan komunikasi antara pers. 7.-Ayat 2 yaitu Setiap orang berhak untuk mencari. menyimpan. B. dan supremasi hukum. Memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers. memiliki. dan pemerintah. keadilan. 8. Melaksanakan pengkajian untuk pengembangan pers. 2. Fungsi-fungsi dewan pers adalah : 1. 3. mengolah. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. 40 Tahun 1999 tentang pers pasal 2 dan pasal 4 ayat 1 : -Pasal 2 berbunyi Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi. Memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam menyususn peraturan di bidang pers dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan. Mendata perusahaan pers (Pasal 15 ayat 2).

Pimpinan perusahaan pers yang dipilih oleh orhganisasi perusahaan pers. ketua dan wakil ketua dipilih dari dan oleh anggoata. sehingga mereka ingin meniadakan kebebasan pers. 5. Landasan Etis adalah tata nilai yang berlaku di masyarakat. Keanggotaan dewan pers ditetapkan dengan keputusan Presiden. Masa Jabatan anggota tiga tahun dan dapat dilpilih kembali untuk satu periode.2. KEBEBASAN PERS Kebebasan pers di Indonesia merupakan hal yang baru sehingga rawan gangguan. Penyalahgunaan kebebasan pers yaitu insan pers memamfaatkan kebebasan yang dimilikinya untuk melakukan kegiatan Jurnalistik yang bertentangan dengan fungsi dan peranan yang diembannya. 3. 2. Secara umum ada dua macam gangguan : 1. LANDASAN PERS NASIONAL : 1. VI. 2. yaitu : . 40 tahun 1999. Landasan Profesional adalah Kode Etik Jurnalistik 6. 4. Landasan Yuridis adalah UU Pokok Pers yaitu UU No. 6. Landasan idiil adalah Falsafah Pancasila (Pembukaan UUD 1945). Tokoh masyarakat. Ad 1 Pengendalian Kebebasan Pers : ada 4 faktor ayng menyebabkan terjadinya pengendalian kebebasan pers. 4. ahli bidang pers atau komunikasi dan bidang lainnya yang dipilih oleh arganisasi perusahaan pers. Pengendalian kebebasan pers yaitu masih ada pihak-pihak yang tidak suka dengan adanya kebebasan pers. Landasan Konstitusi adalah UUD 1945 3. D. Oleh karena itu tantangan terberat bagi wartwan adalah kebebasan pers itu sendiri.

setiap warganegar dapat malakukan perusahaan pers (UU No. Perilaku Aparat. bahkan membunuh wartawan. menangkap. Perilaku pers sendiri. Distorsi peraturan perundang-undangan. memenjarakan. tendensius. kekerasan fisik pada wartawan. Prinsip-prinsipnya : a. 21 tahun 1982 tentang pokok pers. mengeksploitasi kekerasan. perolehan laba menjadi lebih utama daripada penyajian berita yang berkualitas dan memenuhi standar etika jurnalistik. dll. d. menyebarkan permusuhan. b. . karena iming-iming keuntungan yang lebih besar. Negara adalah hal yang sangat penting yang dapat membuat manusia menjadi manusia seutuhnya anpa Negara manusia menjadi primitif tidak mencapai tujuan hidupnya. c. dll.2. menghina. TEORI-TEORI TENTANG PERS 1. tidak objektif. Media selamanya tunduk pada penguasa b. membreidel surat kabar dan majalah. Penyalahgunaan Kebebasan Pers. seperti penyajian berita atau informasi yang tidak akurat.Teori pers otoritarian : Teori ini menganggap Negara sebagai ekspresi tertinggi dari pada kelompok manusia. memfitnah. yaitu perilaku aparat dengan cara menelpon redaktur. VII. Di dalamnya mengatur tentang Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) serta menteri penerangan dapat membatalkan SIUPP walaupun tidak menggunakan istilah breidel. Pengadilan Massa. menteror. tidak ada breidel.a. penculikan pengrusakan kantor media massa. contoh dalam UUD 1945 pasal 28 sudah sangat jelas menjamin kebebasan pers. Oleh karena itu pers adalat alat penguasa untuk menyampaikan keinginannya kepada rakyat. fornografi. Namun muncul UU No. menyebarkan kebohongan. sensasional. yang mengungguli masyarakat dan individu. Sensor dibenarkan tak dapat diterima. Ketidak puasan atau merasa dirugikan atas suatu berita dapat menimbulkan pengadilan massa dengan menghukum menurut caranya sendiri. Ad. mengirimkan teguran tertulis ke redaksi media massa. 11 tahun 1966). bias. tidak ada sensor.

Tugas-tugasnya : a. Melayani kehidupan politik c. pendistribusian c. Kecaman terhadap penguasa dan penympangannya kebijakannya tidak memiliki kebebasannya d. Wartawan 2. Publikasi kesalahan dilindungi sama dengan menyangkut opini dan keyakinan. Ciri-cirinya : a. Teori ini menganggab sensor sebagai hal yang Inkonstitusional. Pers Tanggung Jawab Sosial. Mencari keuntungan (kelangsungan hidupnya) d. etika dan . Memberi hiburan. partai politik tidak dipidana d.Tidak memerlukan ijin penerbitan. kebenaran sepanjang publikasi . Wartawan mempunyai otonomi professional. Kecaman terhadap pejabat. Menjaga hak warga Negara (control social) e. Publikasi bebas dari penyensoran b. Teori Pers Libertarian : Teori menganggab bahwa pers merupakan sarana penyalur hati nurani rakyat untuk mengawasi dan menetukan sikap terhadap kebijakan pemerintah. Tidak ada batas hukum dalam mencari berita g. f. Pers berhadapan dengan pemerintah Pers bukanlah alat kekuasaan pemerintah.Tidak adak kewajiban untuk mempublikasikan segala hal e. Melayani kebutuhan ekonomi (iklan) b. 3.c. kebebasan pers perlu dibatasi oleh dasar moral. mengemukakan bahwa kebebasan pers harus disertai dengan tanggung jawab kepada masyarakat.

dan tidak beritikad buruk. menghasilkan berita yang akurat. wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa. b. wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itu. dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila. Media tidak dimiliki secara pribadi. karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat. Undang-Undang Dasar 1945. pers menghormati hak asasi setiap orang. hak. menyatakan pers adalah alat pemerintah atau partai yang berkuasa dan bagian integral dari negara sehingga pers itu tunduk kepada negara. berimbang. Media dibawah kendali kelas pekerja karena pers melayani kelas tersebut. berekspresi.hati nurani insan pers sebab kemerdekaan pers itu harus disertai tanggung jawab kepada masyarakat. 4. dan norma-norma agama. Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar. Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu. Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi. KODE ETIK JURNALISTIK Kemerdekaan berpendapat. kewajiban dan peranannya. Teori Pers komunis. dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Dalam melaksanakan fungsi. Masyarakat berhak melakukan sensor. Penafsiran : . wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalisti: Pasal 1 Wartawan Indonesia bersikap independen. guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Ciri-ciri pers Komunis adalah : a. VIII. c. keberagaman masyarakat. tanggung jawab sosial.

foto. foto. menunjukkan identitas diri kepada narasumber.Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan. dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers. rekayasa pengambilan dan pemuatan atau penyiaran gambar. paksaan. suara dilengkapi dengan keterangan tentang sumber dan ditampilkan secara berimbang. Penafsiran: Cara-cara yang profesional adalah: a. Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain. Pasal 3 Wartawan Indonesia selalu menguji informasi. c. menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya. memberitakan secara berimbang. penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik. b. Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi. . Pasal 2 Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik. tidak menyuap. menghormati hak privasi. suara. serta menerapkan asas praduga tak bersalah. tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi. termasuk menyatakan hasil liputan wartawan lain sebagai karya sendiri. tidak melakukan plagiat. menghormati pengalaman traumatik narasumber dalam penyajian gambar. Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara.

yaitu pendapat yang berupa interpretasi wartawan atas fakta. gambar. Fitnah berarti tuduhan tanpa dasar yang dilakukan secara sengaja dengan niat buruk. sadis. fitnah. Penafsiran Bohong berarti sesuatu yang sudah diketahui sebelumnya oleh wartawan sebagai hal yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.Penafsiran Menguji informasi berarti melakukan check and recheck tentang kebenaran informasi itu. Dalam penyiaran gambar dan suara dari arsip. Cabul berarti penggambaran tingkah laku secara erotis dengan foto. Opini yang menghakimi adalah pendapat pribadi wartawan. Penafsiran . Berimbang adalah memberikan ruang atau waktu pemberitaan kepada masing-masing pihak secara proporsional. wartawan mencantumkan waktu pengambilan gambar dan suara. Asas praduga tak bersalah adalah prinsip tidak menghakimi seseorang. Hal ini berbeda dengan opini interpretatif. Sadis berarti kejam dan tidak mengenal belas kasihan. Pasal 5 Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan. dan cabul. Pasal 4 Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong. suara. grafis atau tulisan yang semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi.

“Off the record” adalah segala informasi atau data dari narasumber yang tidak boleh disiarkan atau diberitakan. Suap adalah segala pemberian dalam bentuk uang. benda atau fasilitas dari pihak lain yang mempengaruhi independensi. Informasi latar belakang adalah segala informasi atau data dari narasumber yang disiarkan atau diberitakan tanpa menyebutkan narasumbernya. Penafsiran Menyalahgunakan profesi adalah segala tindakan yang mengambil keuntungan pribadi atas informasi yang diperoleh saat bertugas sebelum informasi tersebut menjadi pengetahuan umum. Pasal 6 Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.Identitas adalah semua data dan informasi yang menyangkut diri seseorang yang memudahkan orang lain untuk melacak. informasi latar belakang. dan “off the record” sesuai dengan kesepakatan. Embargo adalah penundaan pemuatan atau penyiaran berita sesuai dengan permintaan narasumber. menghargai ketentuan embargo. Pasal 8 . Anak adalah seorang yang berusia kurang dari 16 tahun dan belum menikah. Pasal 7 Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya. Penafsiran Hak tolak adalak hak untuk tidak mengungkapkan identitas dan keberadaan narasumber demi keamanan narasumber dan keluarganya.

Penafsiran Menghormati hak narasumber adalah sikap menahan diri dan berhati-hati. agama. meralat. dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah. kecuali untuk kepentingan publik. Penafsiran Segera berarti tindakan dalam waktu secepat mungkin. dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca. cacat jiwa atau cacat jasmani. Permintaan maaf disampaikan apabila kesalahan terkait dengan substansi pokok. Pasal 9 Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya. pendengar. warna kulit. miskin. Kehidupan pribadi adalah segala segi kehidupan seseorang dan keluarganya selain yang terkait dengan kepentingan publik. baik karena ada maupun tidak ada teguran dari pihak luar. Penafsiran Prasangka adalah anggapan yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui secara jelas. sakit. Pasal 11 .Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku. dan atau pemirsa. ras. Diskriminasi adalah pembedaan perlakuan. Pasal 10 Wartawan Indonesia segera mencabut. jenis kelamin.

Hak koreksi adalah hak setiap orang untuk membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers. Penilaian akhir atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan Dewan Pers.com/2010/01/11/bab-3-peranan-pers/ . Proporsional berarti setara dengan bagian berita yang perlu diperbaiki. baik tentang dirinya maupun tentang orang lain.wordpress. http://halil4. Sanksi atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan oleh organisasi wartawan dan atau perusahaan pers. Hak jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya.Wartawan Penafsiran Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful