BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Konduksi dapat didefinisikan sebagai proses perpindahan kalor dari satu daerah yang bertemperatur tinggi ke daerah yang bertemperatur lebih rendah di dalam suatu medium (padat,cair,gas) atau antara medium yang berlainan yang kontak fisik secara langsung. Pada alliran kalor secara konduksi, energi dipindahkan dengan hubungan molekul secara langsung tanpa perpindahan yang berarti pada molekul-molekul tersebut. Molekul-molekul pada daerah yang bertemperatur tinggi memindahkan bagian darai energy yang dimilikinya kepada molekul-molekul pada daerah bertemperatur rendah. Perpindahan energy tersebut dapat berlangsung dengan tumbukan elastic (elastic impact), misalnya dalam fluida, atau dengan difusi electron-elektron yang bergerak lebih cepat, dari daerah yang bertemperatur ebih tinggi ke daerah yang bertemperatur lebih rendah, misalnya pada logam-logam. Terdapat dua kondisi pada perpindahan kalor konduksi, yaitu tunak dan tak-tunak. Konduksi tunak dan tak-tunak dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya pengaruh waktu terhadap perubahan suhu. Perpindahan kalor konduksi tunak yaitu keadaan dimana suhu tidak berubah menurut waktu. Sehingga sistem yang ada berada dalam keadaan tunak, tidak ada perubahan kondisi awal dan akhirnya. Perpindahan kalor secara konduksi terbagi dua, yaitu satu dimensi dan dua dimensi. Pada konduksi tunak satu dimensi, aliran kalor (suhu) merupakan fungsi jarak radial sedangkan, pada konduksi tunak dua dimensi aliran kalor (suhu) dipengaruhi oleh koordinat ruang. Salah satu penerapan perpindahan panas konduksi tunak adalah pada inkubator bayi. Kelahiran yang kurang dari tiga puluh tujuh minggu atau sembilan bulan disebut kelahiran prematur dan bayi yang dilahirkan disebut bayi prematur. Secara fisik yang tampak, bayi prematur tidak ada bedanya dengan bayi normal, namun secara fisiologis organ bayi sebenarnya belum lengkap. Bayi prematur memiliki permasalahan daya tahan tubuh lemah, kesulitan pernafasan dan pencernaan yang belum sempurna. Oleh karena itu bayi prematur harus dirawat di dalam inkubator. Inkubator bayi adalah alat yang digunakan untuk merawat bayi prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dengan cara memberikan suhu dan kelembaban yang stabil dan kebutuhan oksigen sesuai dengan kondisi dalam kandungan ibu. Pemahaman mengenai konduksi tunak dapat membantu dalam perancangan desain inkubator bayi sehingga lebih efektif.

1

Untuk memberikan informasi mengenai inkubator bayi. seperti komponen penyusun. material dan prinsip kerjanya 3.B. Untuk memberikan informasi mengenai perpindahan panas yang terjadi di dalam inkubator bayi 2 . Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu : 1. Untuk memperdalam pemahaman mahasiswa dan pembaca mengenai perpindahan panas konduksi tunak 2.

blower. Tempat bayi Ruang tempat bayi yang terbuat dari bahan sejenis plastic atau acrylic. dan AC ke AC. tetapi ada dua 3 . pertimbangan apa saja yang anda perlukan ? Bagaimana prinsip kerja dari sistem inkubator tersebut. Pintu untuk mengadakan tindakan Pintu ini digunakan untuk mengadakan tindakan pada bayi misalnya memeriksa suhu.BAB II PEMBAHASAN 1. 4. Power Suply Power supply atau catu daya adalah sebuah peralatan penyedia tegangan atau sumber daya untuk peralatan elektronika dengan prinsip mengubah tegangan listrik yang tersedia dari jaringan distribusi transmisi listrik ke level yang diinginkan sehingga berimplikasi pada pengubahan daya listrik. DC ke AC. Jika anda diminta untuk mendesain prototipe dari inkubator bayi. dan rangkaian listrik. pemanas. Lubang ini juga sekaligus untuk mengetahui banyak sedikitnya air yang ada. Tempat tidur bayi Merupakan tempat meletakkan bayi. 1. : Tempat bayi di inkubasi 2. terdapat empat jenis proses yang telah dikenal yaitu sistem pengubahan daya AC ke DC. 8. membetulkan posisi bayi. terutama ditinjau dari proses perpindahan panas yang terjadi. Masing masing sistem pengubahan memiliki keunikan aplikasi tersendiri. Panel control 5. DC ke DC. Bagian-Bagian Pesawat Heater Blower Kontrol Display / indicator Alarm Chamber : Berfungsi untuk menghasilan suhu panas pada baby incubator : Berfungsi untuk mendistribusikan panas ke seluruh bagian alat. sehingga pada saat bayi mengompol. terbuat dari bahan yang empuk dan dilapisi bahan yang tidak tembus air. : Temperature dan kelembapan aliran udara : Sebagai tampilan : Sebagai tanda apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Di bagian belakang terdapat saluran untuk memasukkan O2 bila diperlukan untuk pemberian O2. dll. air tidak sampai masuk kedalamnya. Dalam sistem pengubahan daya. Pintu untuk memasukkan bayi 2. 3. Lubang untuk masukkan/membuang air Berfungsi untuk menambah atau membuang air yang sudah lama digunakan. 7. 6. Komponen – komponen yang dibutuhkan untuk membuat inkubator bayi 1. Box Di dalam boks ini terdapat tempat air.

sirkulasi udara yang terjadi karena perbedaan densitas udara (perbedaan densitas sebagai driving force) yang diakibatkan pemanasan pada dinding pemanas. Udara jika dipanasi akan berkurang densitasnya sehingga akan mengapung dan daerah yang ditinggalkan akan diisi oleh udara dingin . Perpindahan panas yang terjadi dalam inkubator adalah perpindahan panas secara Konveksi Alami (Natural Convection). Gambar 1. Pada inkubator bayi. diantaranya Auto Claf. hal ini ditandai oleh adanya densitas sebagai driving force dan tidak adanya sumber pengerak lain (Incropera. Rangkaian Power Supply 3. Pengontol Suhu Pengontrol suhu adalah komponen alat yang digunakan sebagai parameter terhadap suhu yang terjadi pada sebuah ruangan. yang tentunya pengontrol suhu ini dihubungkan pada heater sehingga ketika suhu ruangan sudah mencapai tingkat batasan. 4 . Oven.Heater (Pemanas Elemen) Heater adalah sebuah objek yang memancarkan panas atau menyebabkan tubuh lain untuk mencapai suhu yang lebih tinggi. Dalam dunia medis alat ini digunakan dalam beberapa peralatan medis. 4. hal ini dimanfaatkan sebagai salah satu komponen utama pada incubator bayi. yang prinsip kerjanya dipadukan dengan pengontrol suhu sehingga nilai kegunaanya menjadi lebih efisien. Baby Inkubator dan peralatan lainnya. Dalam inkubator bayi pengontrol suhu digunakan sebagai komponen pengatur tehadap suhu yang terjadi pada ruang incubator.1981). Mengingat fungsi dari heater adalah memancarkan panas. pengontrol suhu akan bekerja dan heater otomatis akan mati.yang implementasinya kemudian berkembang pesat dan luas yaitu sistem pengubahan AC ke DC (DC power supply) dan DC ke DC (DC-DC converter). Pinsip kerja suatu inkubator 1. Prinsip kerja inkubator bayi Prinsip dari Inkubator bayi ini adalah sama persis dengan pengkondisi udara dalam ruangan hanya arah keluar masuk energinya saja yang berbeda. Udara yang panas jika mendekati dinding yang lebih dingin densitasnya menurun sehingga akan mengalir turun akibat tarikan gravitasi.

Supaya suhu bisa konstan pada nilai yang kita inginkan maka perlu kita tambah alat regulator termokontroler Prinsip perpindahan panas pada inkubator bayi 0. Agar suhu rendah dapat dipertahankan maka energi harus tetap dipndahkan keluar terus menerus dengan laju tertentu.20 0.70 Gambar 2. Udara mengalir karena densitasnya berkurang akibat pemanasan dari bawah dan temperatur pada daerah ini lebih tinggi dari daerah sekitarnya .20 0. Pada daerah pojok atas tekanan meningkat sedikit sedangkan temperatur di dekat dinding menurun.Jadi jika dalam satu ruangan kita ingin agar temperaturnya rendah maka kita harus mengambil energi kalor dari ruangan itu dan sebagai konsekuensinya maka temperatur ruangan akan menurun.30 0. Semakin ke atas tekanan semakin berkurang. 0. Distribusi temperatur pada inkubator bayi sesuai dengan pola aliran udara karena panas/ kalor dari dinding bawah terbawa oleh aliran udara. Distribusi panas pada inkubator bayi Pada gambar diatas terlihat bahwa pada bagian tengah inkubator bayi . Demikian juga di ruang bayi inkubator. Sehingga prinsipnya kita harus menambahkan energi kedalam ruang bayi hingga temperaturnya meningkat dan agar bisa tetap konstan maka prinsipnya kita harus terus menerus menambah energi kedalam sistem dalam jumlah tertentu.40 0. Udara mengalir menyusuri dinding atas dan mulai mengalami peningkatan densitas akibat pendinginan oleh dinding atas.40 0.00 0. udara mengalir dari bawah ke atas. aliran menyebar ke kiri dan ke kanan demikian juga distribusi temperatur menyebar sesuai dengan aliran. bayi perlu mendapat kehangatan yang tidak jauh berbeda dari temperatur dekapan ibu.30 y 0. tekanan di daerah percabangan aliran berharga tinggi karena daerah ini adalah daerah stagnasi. Setelah mencapai bagian tengah udara mengalir ke atas dengan cepat.10 0. tekanan ini menyerupai tekanan hidrostatik .50 0.00 0. udara membelok ke bawah dan karena densitasnya meningkat maka fluida semakin cepat mengalir ke bawah. Pada dinding inkubator terjadi gradien kecepatan yang tinggi hal ini bisa dilihat dari adanya Lapis Batas pada dinding inkubator bayi demikian juga gradien temperatur 5 . Setelah menabrak dinding atas . dan karena bagian tengah bawah adalah daerah stagnasi maka pada bagian ini tekanan tinggi.60 0. Setelah mencapai pojok bawah aliran membelok menuju ke tengah inkubator dan selama mengalir aliran mengalami pemanasan dari dinding bawah. Setelah sampai pojok atas.10 .

tidak terdapat turbulensi. masalah utama yang dihadapi adalah daya tahan tubuh yang lemah. Kondisi inkubator yang tertetutup dan steril mencegah bayi kontak langsung dengan kuman penyakit yang ada di udara sehingga infeksi dapat dicegah. 3. Aliran udara di dalam inkubator juga lebih halus.2. kebanyakan bayi ini tampil normal secara fisik. Terdapat 3 masalah utama bayi kurang bulan. Oleh karena itu. dan kurangnya kemampuan mengontrol suhu tubuh. Tudung pada inkubator juga berfungsi sebagai isolator agar panas dari dalam inkubator tidak keluar. demikian pula organ pernafasanya. Plexiglass 6 . Infeksi penyakit seminim apapun dapat menjadi masalah bagi tubuh bayi. Posisi tersebut diharapkan dapat membuat aliran udara lebih tersebar merata dan sesuai untuk inkubator berbentuk kubah. yaitu 33-37 derajat Celcius. Inkubator ditutupi dengan tudung transparan dengan bahan plexiglass. serta biaya yang diperlukan. Inkubator adalah suatu alat yang dirancang untuk memenuhi kondisi ideal yang dibutuhkan bayi prematur. Plexiglass dipilih karena transparan. Mengapa bayi lahir prematur harus dimasukkan ke dalam inkubator ? Persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan genap 37 minggu disebut kelahiran prematur. Lokasi inlet udara diposisikan pada sisi bawah inkubator dengan lokasi outlet udara berada pada sisi bawah yang berlawanan. Selain itu pengkondisian suhu membantu bayi untuk beradaptasi dengan suhu luar kandungan sehingga tidak terjadi kehilangan panas berlebih dari tubuh bayi ke lingkungan Inkubator juga dilengkapi dengan selang oksigen yang memasok oksigen ke dalam ruang inkubator secara konstan. Pasokan oksigen diberikan agar bayi dapat bernafas dengan nyaman. Inkubator memiliki pemanas yang dapat mengkondisikan suhu ruang inkubator sesuai dengan suhu dalam kandungan ibu. yaitu kemampuan bernapasnya belum sempurna. Bentuk prototipe inkubator bayi yang dipilih adalah bentuk kubah (dome). ringan. Walaupun sebenarnya berbagai sistem di dalam tubuhnya belum berkembang sempurna. Suhu yang demikian dapat membantu bayi untuk melanjutkan perkembangan organ-organya yang belum sempurna. Pertahanan tubuh yang diturunkan dari ibu kepada janin belum lengkap terbentuk saat bayi dilahirkan. Seperti yang telah dijelaskan bahwa organ bayi prematur belum terbentuk sempurna. bayi prematur harus dirawat khusus di dalam inkubator. Hal ini mengakibatkan bayi kesulitan bernafas dan kebutuhan oksigen dalam tubuh tidak dapat dipenuhi. termasuk pemilihan jenis bahan dan alat yang digunakan. kuat. Oleh karena itu bayi prematur dijaga kesehatanya di dalam inkubator. Bentuk kubah dipilih karena memberikan persebaran panas di udara yang lebih merata. Karena bayi prematur lahir lebih dini. daya tahan tubuh yang masih lemah. shatter-resistant dan aman. Jika bayi prematur tidak dirawat di dalam inkubator maka resiko sesak nafas akan cukup besar. Bayi yang dilahirkan juga disebut bayi prematur atau kurang bulan. Desainlah prototipe sederhana dari inkubator bayi sesuai dengan pertimbangan yang anda perlukan di atas.

Gambar 3. Lubang diperlukan untuk melakukan tindakan pada bayi tanpa membuka inkubator. Udara bersih yang akan masuk ke inkubator dipanaskan terlebih dahulu dengan melalui filamen pemanas. Pada inkubator juga dipasang sensor unuk suhu udara.merupakan insulator yang cukup baik dengan konduktivitas termal sekitar 0. Apa yang anda ketahui mengenai perpindahan kalor konduksi ? Dan apa pula yang ada ketahui mengenai perpindahan kalor konduksi tunak ? Konduksi merupakan salah satu cara transfer panas yang melalui getaran molekul pada satu medium atau antara medium – medium yang berlainan yang bersinggungan secara langsung. Inkubator bentuk kubah (dome) Sistem pemanasan yang dipilih adalah dengan menggunakan filamen pemanas. Sistem kontrol otomatis dipasang pada inkubator untuk menjaga parameter-parameter tersebut pada level yang diinginkan. 2 lubang pada setiap sisi. Harga dari inkubator diperkirakan sekitar lima juta rupiah. atau laju perubahan suhu T terhadap jarak dalam arah aliran panas x k = Konduktivitas termal bahan (w/moC) 7 . Udara dialirkan dengan bantuan kipas. Dinyatakan dengan q  kA dT dx (1) Keterangan : q A = Laju perpindahan panas (w) = Luas penampang dimana panas mengalir (m2) dT/dx = Gradien suhu pada penampang. Pada tudung dibuat 4 lubang yang dapat ditutup (port holes).2 W/m. Panel kontrol dipasang pada bagian luar inkubator untuk mengatur kondisi di dalam inkubator. Udara bersih juga terlebih dahulu melewati reservoir air untuk disesuaikan kelembabannya. suhu tubuh bayi dan kelembaban udara.K. 4.

yaitu satu dimensi dan dua dimensi. Persamaan Fourier ini menjadi dasar dalam penghitungan laju perpindahan kalor dalam sistem yang mengalami peristiwa konduksi. Sedangkan konduktivitas termal adalah suatu besaran yang menunjukkan kemampuan suatu bahan dalam menghantarkan kalor. tidak ada perubahan kondisi awal dan akhirnya. dan perubahan suhu. 5. Bagaimana menentukan nilai koefisien perpindahan kalor konduksi menyeluruh dan ketebalan kritis suatu isolator ? Pada suatu sistem dinding datar. aliran kalor (suhu) merupakan fungsi jarak radial sedangkan. perpindahan kalor secara konduksi dapat dinyatakan secara kuantitatif menjadi : 𝑞𝑥 = −𝑘 𝐴 𝑑𝑥 𝑑𝑇 (2) di mana q adalah laju perpindahan kalor. Pada konduksi tunak satu dimensi. Perpindahan kalor secara konduksi terbagi dua. Nilai konduktivitas thermal sering dianalogikan dengan nilai R pada tahanan listrik. dT adalah perubahan suhu yang terjadi tiap perubahan jarak tertentu. Pada konduksi tunak satu dimensi. Sebaliknya berbanding terbalik dengan ketebalan dari bidang yang dilalui. dapat dirumuskan bahwa laju perpindahan kalor : q = h1A(TA – T1) = ∆𝑥 (𝑇1 − 𝑇2 ) = ℎ2 𝐴(𝑇2 − 𝑇𝐵 ) 𝑘𝐴 (3) Proses ini dapat direpresentasikan dengan jaringan hambatan dan semua transfer panas dihitung sebagai perbandingan perbedaan suhu total terhadap jumlah dari hambatan termal: Q= TA. dapat dilihat bahwa terdapat hubungan kesebandingan antara laju kalor dengan luas permukaan.TB/(1/h1A+∆x/kA+1/h2A) (4) 8 . Sehingga sistem yang ada berada dalam keadaan tunak. pada konduksi tunak dua dimensi aliran kalor (suhu) dipengaruhi oleh koordinat ruang. Perpindahan kalor konduksi tunak yaitu keadaan dimana suhu tidak berubah menurut waktu. Apa yang anda ketahui tentang persamaan fourier dan nilai konduktivitas termal bahan ? Menurut fourier. 6. pada konduksi tunak dua dimensi aliran kalor (suhu) dipengaruhi oleh koordinat ruang.Dari persamaan di atas. dan k adalah nilai konstanta konduktivitas termal. aliran kalor (suhu) merupakan fungsi jarak radial sedangkan.Konduksi tunak dan tak-tunak dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya pengaruh waktu terhadap perubahan suhu.

Sehingga hubungan nilai koefisien U terhadap resistansi termal R menjadi UA = 1/∑Rth =1/Rth. Gambar 5. Transfer Panas Total Melalui Dinding Datar (sumber: Holman. akan diperoleh persamaan q=UA∆Ttotal di mana U adalah koefisien perpindahan kalor dengan nilai U=1/(1/h1+∆x/k+1/h2) (6) (5) U sendiri memiliki nilai yang sebanding dengan nilai resistansi termal dipangkatkan satu. maka laju perpindahan kalor menjadi 𝑞 = 1 ℎ𝑖 𝐴𝑖 𝑇𝐴 − 𝑇𝐵 + ln( 𝑟0 ) 𝑖 𝑟 (7) 1 0 𝐴0 2𝜋𝑘𝐿 +ℎ Dikembalikan ke bentuk persamaan Fourier. Perpindahan Kalor Edisi Keenam) Jika persamaan di atas dikembalikan menjadi bentuk persamaan Fourier maka.J. bahwa penting untuk menentukan kedua persamaan di atas berasal dari titik acuan luas penampang A yang berbeda.J. Perpindahan Kalor Edisi Keenam) Berbeda jika sistem merupakan silinder yang dipengaruhi oleh aliran konveksi. sehingga hanya salah satu koefisien saja yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan dalam sistem tersebut.Gambar 4.P. Analogi hambatan untuk silinder berlubang dengan batasan konveksi(sumber: Holman.P. total 9 . atau U= 1/R value. sehingga didapat nilai koefisien perpindahan kalor sebesar 𝑈𝑖 = 1 1 ℎ𝑖 𝐴𝑖 ln( 𝑟0 ) 𝑖 𝑟 (8) + ℎ 𝑖𝐴 𝐴 1 0 0 + 2𝜋𝑘𝐿 𝑈0 = 1 ℎ0 1 + 𝑟 𝐴0 ln( 𝑟0 ) 𝑖 (9) + ℎ0 𝐴 𝐴 1 𝑖 𝑖 2𝜋𝑘𝐿 Perlu diingat.

dengan menambah ketebalan dari suatu isolator. Apabila konduktivitas termal berubah menurut hubungan linear dengan suhu.J. Ada suatu kondisi dimana perpindahan panas akan semakin besar pula jika ketebalan bahan isolator ditambah.P. 𝑇1 dan 𝑇2 merupakan suhu muka dinding. yakni 𝑘 = 𝑘0 (1 − 𝛽𝑇). semakin tebal bahan. Akan tetapi. perpindahan panas akan semakin besar. pada bahan isolator yang berbentuk silinder atau sferis. Ketebalan kritis dapat ditentukan dari persamaan (10) 𝑟0 = 𝑘 ℎ (10) Bagaimana menentukan nilai laju perpindahan kalor konduksi tunak pada sistem dengan penampang yang berbeda dan sistem dengan sumber kalor ? Dinding Datar Pada suatu dinding datar. maka persamaan laju aliran kalor menjadi: 𝑞 = − 𝑘0 𝐴 ∆𝑥 *(𝑇2 − 𝑇1 ) + 2 (𝑇2 2 − 𝑇1 2 )+ 𝛽 (12) Gambar 6. Ketebalan kritis menunjukkan nilai ketebalan suatu bahan yang apabila ketebalannya ditambah.Ketebalan Kritis Umumnya. Jadi. laju perpindahan panas akan semakin lambat. penerapan hukum mengintegrasikan persamaan tersebut sehingga didapatkan: 𝑞 = − 𝑘𝐴 (𝑇 − 𝑇1 ) ∆𝑥 2 Fourier dilakukan dengan (11) Persamaan diatas berlaku apabila 𝑘 merupakan konduktivitas termal yang dianggap tetap. Karena peristiwa tersebut terjadi pada silinder dan sferis umumnya ketebalan kritis dinyatakan dalam jari-jari kritis. perpindahan panas akan semakin berkurang. hal tersebut tidak selalu berlaku. Perpindahan kalor satu dimensi melalui dinding komposit dan analogi listriknya (sumber: Holman. ∆𝑥 merupakan tebal dinding. Perpindahan Kalor Edisi Keenam) 10 .

gabungan konduktivitas termal. maka 𝑞 = dan tahanan termal dalam hal ini adalah 2𝜋𝑘𝐿(𝑇𝑖 − 𝑇𝑜 ) ln(𝑟𝑜 ⁄𝑟𝑖 ) 11 .maka persamaaan Fourier dapat dituliskan sebagai berikut: 𝐴𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑙𝑜𝑟 = 𝑏𝑒𝑑𝑎 𝑝𝑜𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖𝑎𝑙 𝑡𝑒𝑟𝑚𝑎𝑙 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑚𝑎𝑙 → 𝑞 = ∆𝑇𝑚𝑒𝑛𝑦𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ ∑ 𝑅𝑡ℎ Sistem Radial-Silinder Gambar 7. tebal bahan dan luas merupakan tahanan terhadap aliran ini yang disusun seri. maka aliran kalor dituliskan menjadi: 𝑞 = ∆𝑥 𝑇1 −𝑇4 ⁄ 𝑘 𝐴+ ∆𝑥 𝐴 𝐴 𝐵 ⁄𝑘𝐵 𝐴+∆𝑥𝐶 ⁄𝑘𝐶 𝐴 Berikut ini pandangan konsepsional lain mengenai hukum Fourier. sehingga koordinat ruang yang diperlukan untuk menentukan sistem itu hanyalah r. Suhu merupakan fungsi potensial/pendorong aliran itu. dalam hal dinding lapis rangkap dengan gradien suhu masing-masing bahan seperti pada Gambar 1-1. Perpindahan kalor satu dimensi melalui silinder bolong dan analogi listriknya (sumber: Holman.Jika terdapat lebih dari satu macam bahan. Untuk 𝐴 = 2𝜋𝑟𝐿. maka aliran kalornya menjadi: 𝑞 = −𝑘𝐴 𝐴 𝑇2 −𝑇1 ∆𝑥𝐴 = −𝑘𝐵 𝐴 𝑇3 −𝑇2 ∆𝑥𝐵 = −𝑘𝐶 𝐴 𝑇4 −𝑇2 ∆𝑥𝐶 (13) (14) Apabila persamaan ini dipecahkan secara serentak.P.J. di mana aliran kalor pada setiap bagian itu sama. Perpindahan Kalor Edisi Keenam) Untuk silinder yang panjangnya sangat besar dibandingkan dengan diameternya. dapat kita andaikan bahwa perubahan kalor berlangsung menurut arah radial. hukum Fourier menjadi 𝑞𝑟 = −𝑘𝐴𝑟 𝑑𝑇 𝑑𝑇 = −𝑘2𝜋𝑟𝐿 𝑑𝑟 𝑑𝑟 Apabila diintegralkan kondisi batas T = Ti pada r = ri dan T = To pada r = ro. Laju perpindahan kalor dipandang sebagai aliran.

Salah satu contohnya reaktor nuklir. Perpindahan Kalor Edisi Keenam) Sistem berbentuk bola dapat ditangani sebagai satu dimensi apabila suhu merupakan fungsi jari-jari saja. Pembahasan berikut ini terbatas pada sistem satu dimensi di mana suhu merupakan fungsi di satu koordinat ruang saja. penyelesaiannya adalah 𝑞 = 2𝜋𝐿(𝑇1 − 𝑇4 ) ln(𝑟2 ⁄𝑟1 )⁄𝑘𝐴 + ln(𝑟3 ⁄𝑟2 )⁄𝑘𝐵 + ln(𝑟4 ⁄𝑟3 )⁄𝑘𝐶 Gambar 8.J. banyak yang menyangkut sistem di mana kalor dibangkitkan dari dalam. seperti halnya dengan dinding datar. Untuk sistem tiga lapis seperti pada gambar 1-3. Dinding Datar dengan Sumber Kalor 12 . Aliran kalornya menjadi : 𝑞 = 4𝜋𝑘(𝑇𝑖 − 𝑇𝑜 ) 1⁄𝑟𝑖 − 1⁄𝑟𝑜 SISTEM SUMBER KALOR Di antara penerapan prinsip perpindahan kalor.𝑅𝑡ℎ = ln(𝑟𝑜 ⁄𝑟𝑖 ) 2𝜋𝑘𝐿 Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap beebentuk silinder. Perpindahan kalor satu dimensi melalui penampang silinder dan analogi listriknya (sumber: Holman.P.

sehingga persamaan diferensial yang mengatur aliran kalor adalah 𝑑2 𝑇 𝑞 + =0 𝑑𝑥 2 𝑘 Kondisi batas suhu kedua muka dinding. kondisi batas yang tepat adalah T = Ti pada r = ri dan T = To pada r = ro. Keadaan ini terjadi jika arus listrik dialirkan melalui bahan penghantar. maka penyelesaian umumnya menjadi 𝑞𝑟 2 2 (𝑟𝑜 − 𝑟 2 ) + 𝐶1 ln 𝑟 + 𝐶2 𝑇 = − 4𝑘 distribusi suhu dengan 𝑇0 = 𝑞 𝑞𝑅 2 4𝑘 + 𝑇𝑤 menjadi 𝑟 2 𝑤 𝑇 − 𝑇𝑤 = 4𝑘 (𝑅 2 − 𝑟 2 )atau 𝑇 −𝑇 = 1 − (𝑅) 0 𝑤 𝑇−𝑇 Untuk silinder bolong dengan sumber kalor terbagi rata. mempunyai sumber kalor yang terbagi rata dan konduktivitas termal tetap. suhu pada bidang tengah adalah 𝑇0 = 𝐶2 . Kalor yang dibangkitkan per satuan volume adalah q dan konduktivitas termal dianggap tidak berubah dengan suhu. Jadi. distribusi suhunya merupakan distribusi parabola dengan 𝑇0 = 𝑞𝐿2 2𝑘 + 𝑇𝑤 . Perpindahan kalor satu dimensi melalui dinding komposit dan analogi listriknya (sumber: Holman. kalor yang dibangkitkan sama dengan yang dilepas di permukaan dan fungsi suhu harus kontinu di pusat silinder. maka 𝐶1 = 0. Jika silinder cukup panjang sehingga dapat dianggap sebagai fungsi jari-jari saja. maka 𝑇 − 𝑇𝑜 = di mana 𝐶1 = 𝑞 𝑟 (𝑟𝑜 2 − 𝑟 2 ) + 𝐶1 ln 4𝑘 𝑟𝑜 𝑇𝑖 −𝑇𝑜 +𝑞(𝑟𝑖 2 −𝑟𝑜 2 )/4𝑘 ln(𝑟𝑖 /𝑟𝑜 ) 13 . Perpindahan Kalor Edisi Keenam) Tebal dinding di arah x ialah 2L.P. yaitu T = Tw apada x = ± L.J. maka persamaan diferensialnya 𝑑2 𝑇 1 𝑑𝑇 𝑞 + + =0 𝑑𝑟 2 𝑟 𝑑𝑟 𝑘 Dengan kondisi batas T =Tw pada r = R.Gambar 9. sehingga distribusi suhunya menjadi 𝑇−𝑇0 𝑇𝑤 −𝑇0 = ( ) atau 𝐿 𝑥 2 𝑇−𝑇𝑤 𝑇0 −𝑇𝑤 =1−( ) 𝐿 𝑥 2 Silinder dengan Sumber Kalor Suatu silinder dengan jari-jari R. sedang dimensi di kedua arah lain dianggap cukup besar sehingga aliran kalor dapat diandaikan satu dimensi. penyelesaiannya 𝑞 𝑇 = − 𝑥 2 + 𝐶1 𝑥 + 𝐶2 2𝑘 Oleh karena suhu pada masing-masing sisi dinding mesti sama.

pusat dari container yang dibenamkan dalam tanah sedalam 10 meter dari permukaan bumi.Bola dengan sumber kalor Untuk perpindahan panas pada silinder berlubang.Suhu operasi sistim 2. Usulkan suatu sistem insulasi untuk sebuah oven pemanas yang beroprasi pada suhu 200oC.Ketahanan bahan terhadap nyala/api 8.Konduktivitas panas bahan 5. 7.Jenis bahan bakar yang sedang dibakar 3. ada Faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan ketika memilih bahan-bahan isolasi adalah: 1. Sampah radioaktif ditampung dalam kontainer spheris. cuaca dan kondisi yang merugikan 4. getaran dan serangan bahan kimia. seperti kejutan panas. Pada saat memilih bahan insulasi pada produk. Biaya total.08 atau material fiber glass dengan nilai k 0. penetapan kondisi batas yang tepat dapat berupa sebagai berikut: T = Ti padar = ri → T = To padar = ro Untuk menyelesaikannya dapat digunakan suatu persamaan umum transfer panas pada silinder.termasuk pembelian.Ketahanan bahan terhadap panas. pemasangan dan perawatan Biaya total. yaitu: qr 2 T= − + C1 ln r + C2 4k Dengan penerapan kondisi batas baru akan menghasilkan sebuah persamaan baru. untuk mendaptkan sistem insulasi yang cocok untuk oven pemanas yang bekerja pada suhu 200 0C dan mampu menahan laju kalor 225 w/m maka disarankan untuk memakai isolasi suhu tinggi dengan bahan material asbestos yang memiliki k 0. Sistem insulasi tersebut diharapkan dapat menahan laju kalor sebesar 225 W/m2 dan menjadikan suhu di bagian luar oven menjadi 40oC. termasuk pembelian. pemasangan dan perawatan Oleh karena itu.Daya tembus/permeabilitas bahan 9.Kemampuan bahan bertahan pada berbagai kondisi. Diameter luar 14 .Diffusivitas panas bahan 6. Sehingga dari persamaan ini dapat disimpulkan bahwa suhu permukaan pada silinder berlubang adalah Ts = T∞ + 2 q(r2 0 −ri ) 2hro Soal Perhitungan : 1.05 2.

Panas di dalam inkubator berpindah melalui konveksi yang digerakkan oleh kipas. Suhu tersebut jauh diatas suhu normal tanah.container 2 meter dan panas yang dilepaskan dari pancaran radioaktif adalah 850 watt. menghasilkan persebaran suhu yang paling merata. Inkubator berfungsi mnejaga suhu hangat yang diperlukan oleh bayi dan melindungi bayi dari gangguan.322 𝑇𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ = 83. 15  . jika diketahui suhu permukaan kontainer pada kondisi tunak adalah 83. mencegah panas berpindah melalui konduksi dan radiasi.5824 (Tpermukaan − Ttanah ) q=k (Tpermukaan − Ttanah ) = 80.5𝑜 𝐶 − 80. Setiap bahan memiliki sifat intrinsik konduktivitas termal yang mempengaruhi perpindahan panas pada bahan tersebut.322 = 3. Tudung bayi berfungsi sebagai isolator.178𝑜 𝐶 Kondisi tanah berada pada suhu 3. Bahan plexiglass sesuai untuk digunakan pada inkubator. BAB III PENUTUP Kesimpulan       Panas dari inkubator dihasilkan oleh filamen panas.5oC Kondisi tersebut dapat dipandang sebagai sistem konduksi benda sferis yang dibenamkan pada medium semi-infinite. Konduksi merupakan salah satu cara transfer panas yang melalui getaran molekul pada satu medium atau antara medium .medium yang berlainan yang bersinggungan secara langsung. Bagaimanakah anda menilai kondisi tahah yang berada di sekitar penanaman limbah tersebut.8 W/moC 4πr ∆T 1 − r⁄2D 4×π×1 850 W = 0. Jadi. Inkubator berbentuk kubah memiliki aliran udara yang optimal. berdasarkan suhu permukaannya tanah berada dalam kondisi yang tidak aman.08 (Tpermukaan − Ttanah ) 1 − 1⁄2(10) 850 W = 10. Bahan yang digunakan diasumsikan adalah tanah dengan konduktivitas termal sebesar 0. apakah berada dalam kondisi yang aman (dipandang dari suhu permukaan tanah yang diakibatkan oleh pancaran limbah tersebut).178 oC.

International Symposium on Biomedical Engineering. Saran Diharapkan pembaca dapat lebih mempelajari konduksi tunak. Pada sistem dengan penampang yang berbeda. 2010. Mc-Graw Hill. hukum Fourier dapat dimodifikasi untuk menghitung laju perpindahan panas dengan pandangan bahwa hukum laju aliran kalor merupakan rasio beda potensial termal terhadap tahanan termal. Referensi Chuaychunu. Heat Transfer. Ginalski. A Combined Study of Heat and Mass Transfer in a Double Walled Infant Incubator Holman. 2008. Universitas Pendidikan Ghanesa. jika ketebalan bahan ditambah laju perpindahan panas akan lebih cepat. Gede Panca. Salah satu penerapannya adalah pada desain inkubator.   Persamaan Fourier merupakan dasar perhitungan laju perpindahan kalor. Pembaca dapat lebih menggali informasi lebih dalam mengenai inkubator bayi untuk membuat desain inkubator yang lebih efektif dan murah. 2010. Setiawan. P. Maciej K. Analysis and Comparison of a Customize Infant Incubator Chamber Shape Using Finite Element Method. Perancangan dan Pembuatan Pengaturan Suhu Inkubator Bayi Berbasis Mikrokontroler AT89S51. J. et al. 16 . Ketika mencapai ketebalan kritis. karena dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful