P. 1
Desain Kreatif Dengan CorelDRAW X4

Desain Kreatif Dengan CorelDRAW X4

|Views: 10|Likes:
Published by Haryono Whae

More info:

Published by: Haryono Whae on Apr 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

1

Pendahuluan
CorelDRAW menyediakan sejumlah besar fasilitas pemroses berbagai objek gambar/teks. Hal ini sangat mempermudah dan mempercepat proses perwujudan ide dan kreativitas pemakainya. Terutama yang telah terbiasa dan mahir mengoperasikan software tersebut. Akan tetapi, pemakai pemula mendapatkan kesulitan dalam mengoperasikan berbagai alat yang disediakan. Karena begitu banyaknya fasilitas yang terdapat pada software CorelDRAW, pemakai pemula mendapatkan kendala dalam memanfaatkannya. Corel Corp. mengeluarkan produk baru yang hampir menyerupai software CorelDRAW yang diberi nama CorelDesigner. Software CorelDesigner merupakan modifikasi dari software Micrograf Designer sehingga memiliki tampilan dan cara pengoperasian yang hampir sama dengan software CorelDRAW. Perbedaan keduanya pada kelengkapan fasilitas yang disediakan. Jika software CorelDRAW ditujukan untuk pemakaian umum, software CorelDesigner lebih ditujukan pada teknisi sehingga diedarkan dengan nama CorelDesigner Technical Suite. Walaupun demikian, Anda tetap dapat menggunakan software CorelDRAW untuk membentuk ilustrasi teknik.

1-1

Pendahuluan
Berdasarkan pemikiran tersebut, penulis mencoba menjabarkan manfaat dari fasilitas yang disediakan software CorelDRAW. Agar terlihat manfaatnya secara langsung, penulis mencoba menerapkannya pada berbagai objek gambar yang umum. Metode pembahasan seperti ini diharapkan dapat membantu pemula pemakai software CorelDRAW sehingga dapat dengan mudah dan cepat menerapkan dan menjabarkan ide/kreativitasnya dalam bentuk suatu ilustrasi. Sebagai contoh, pemakaian Ellipse Tool yang dapat membentuk objek lingkaran. Dengan memberi warna spesifik tertentu, kita dapat membentuk objek lingkaran (objek gambar 2D) tersebut menjadi bola (objek gambar 3D). Dengan mengubah tata warnanya, kita juga dapat mengatur pencahayaan dari objek bola tersebut. Ketika merancang suatu grafis, ukuran dan resolusi suatu monitor sangat berpengaruh. Semakin besar ukuran dan resolusi monitor akan semakin baik. Akan tetapi, pemakaian monitor yang berukuran terlalu besar juga akan menyulitkan pemakainya. Misalnya, pemakaian monitor berukuran 32 atau yang lebih besar akan membuat pemakainya cepat lelah karena harus menggerakkan bola mata dan kepalanya dalam radius yang lebih besar. Idealnya menggunakan tampilan monitor berukuran 19-24 inci dengan resolusi minimal 1366x768 (skala 16:9) atau 1440x900 (skala – 16:10). Akan lebih baik lagi jika resolusinya mencapai 1920x1080 (full HD standar LCD TV) atau 1920x1200 (full HD standar LCD monitor). Dengan kata lain, untuk tampilan yang lebih halus, sebaiknya memilih monitor dengan kepadatan tinggi (nilai DPI – Dot per Inch yang rendah). Maksimal 0.28 DPI. Anda dapat menggunakan LCD TV sebagai tampilan monitor komputer. Akan tetapi, akan lebih baik menggunakan LCD monitor. Hal ini karena LCD monitor dapat mengubah titik warna (Response Time) dengan kecepatan yang lebih tinggi dari LCD TV. Standarnya diukur dari warna abu-abu ke abu-abu (GTG– Gray To Gray). Maksimal 5 ms atau lebih kecil lagi. Untuk para gamer (yang memakai LCD sebagai tampilan program permainan), angka 2 ms merupakan standar.

1-2

Pendahuluan
Standar LCD menggunakan kecepatan penampilan baris gambar (Vertical Frequency atau Refresh Rate) 50/60 Hz. Semakin tinggi nilai Refresh Rate, semakin baik tampilan gambarnya. Semakin rendah Refresh Rate, semakin cepat mata yang melihatnya menjadi lelah. Pada saat ini, LCD monitor dapat menampilkan baris gambar secara lebih bervariasi, mulai dari 30 Hz hingga di atas 200/240 Hz. Umumnya hanya 50 Hz (LCD TV) atau 60 Hz (LCD Monitor) saja. Hanya LCD TV kelas atas saja yang dapat menampilkan baris gambar 2x - 4x lipatnya (100/120 Hz hingga 200/240 Hz). Sayangnya hal ini hanya diterapkan produsennya pada LCD TV berukuran besar yang berharga mahal sekali. Selain faktor kecepatan tampilan dan perubahan titik warna, variasi resolusi yang dapat ditampilkan LCD monitor lebih banyak sehingga lebih kompatibel dengan berbagai software, terutama program permainan (software game). Oleh karena itu, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk membeli LCD yang minimal mampu menampilkan variasi resolusi 800x600, 1024x768 (VGA). 1280x1024 (XGA), 1366x768/1440x900 (WXGA), 1600x 1200/1680x1050 (S/UXGA), 1920x1080/1920x1200 (Full HD). Jika memungkinkan, sebaiknya membeli monitor dengan standar Full HD (1080p). Minimal HD Ready (720p). Selain itu, pertimbangkan faktor Brightness (tingkat terangnya tampilan) dan Contrast Ratio (tingkat perbedaan warna putih dan hitam). Brightness minimal 250 cd/m2 (sering disebutkan dengan istilah Nits). Idealnya 300-500 Nits. Contrast Ratio minimal 1000 (panel) atau 10.000 (dinamis). Sebaiknya mempertimbangkan pemakaian LCD yang dapat diputar secara horizontal (swivel), disesuaikan sudut pandang vertikalnya (tilt), dan dapat diatur tinggi/rendahnya. Akan lebih baik lagi untuk memilih LCD bersudut pandang (view angle) lebar (di atas 1700) sehingga memudahkan pemakainya melihat dari berbagai arah (atas/bawah/kiri/kanan). Software CorelDRAW merupakan pilihan yang tepat sebagai alat bantu mewujudkan ide/kreativitas Anda dengan cepat dan mudah. Hingga saat ini,

1-3

Pendahuluan
kecanggihan software CorelDRAW belum terkalahkan, bahkan oleh software sekelas Adobe Illustrator. Selain fasilitas yang lengkap, software CorelDRAW juga mudah digunakan. Pada buku ini, penulis menggunakan software CorelDRAW X4. Selain terdapat penambahan beberapa fasilitas baru dan peningkatan fasilitas lama yang telah ada pada versi sebelumnya, Corel Corp. tetap menjaga kemudahan pemakaian software CorelDRAW.

Mengapa CorelDRAW?
Mungkin Anda bertanya, kenapa harus memilih software CorelDRAW? Fasilitas berikut ini dapat menjawab pertanyaan tersebut: ™ Quick Start Pertama kali software CorelDRAW diaktifkan, sistem akan menampilkan kotak dialog Welcome. Lihat pada Gambar 1-1. Anda juga dapat mengaksesnya melalui menu Help submenu Welcome Screen.

Gambar 1-1 Pada kotak dialog Welcome Screen, Anda dapat mengaktifkan lembar proses:

1-4

Pendahuluan
• Quick Start yang dapat membantu untuk mempermudah mempersiapkan ruang perancangan grafis baru atau pengubahan rancangan grafis yang pernah dibuat sebelumnya. • What's New Yang menginformasikan fasilitas baru yang disediakan pada software CorelDRAW. • Learning Tools Yang mempermudah pemakai software CorelDRAW mempelajari fasilitas yang disediakan. • Gallery Untuk mengunjungi situs komunitas pemakai software CorelDRAW. Pada situs tersebut, Anda dapat melihat berbagai rancangan grafis profesional yang menggunakan software CorelDRAW. • Updates Untuk mengunjungi situs resmi software CorelDRAW untuk berbagai keperluan. Salah satunya, yaitu untuk memperbarui (update) modul sistem CorelDRAW. ™ Hints Yang berada pada sisi kanan kotak dialog utama sistem. Fasilitas Hints ini memberikan petunjuk apa dan bagaimana memproses suatu objek gambar/teks. Lihat pada Gambar 1-2. Fasilitas ini juga dapat diakses melalui menu Help submenu Hints. ™ Menu Bar Yang berada pada bagian atas kotak dialog utama sistem. Lihat pada Gambar 1-2. Sistem menu software CorelDRAW menggunakan standar sistem operasi Windows. Hal ini sangat memudahkan pemakaiannya. ™ Standard Toolbar Pada Standard Toolbar, sistem meletakkan icon proses cepat (Shortcut). Misalnya, icon untuk membuka suatu file grafis CorelDRAW atau

1-5

Pendahuluan
icon untuk mencetak desain grafis yang sedang aktif pada saat itu. Tanpa icon proses Standard Toolbar tersebut, Anda harus menekan tombol Ctrl+O (menu File submenu Open) untuk membuka suatu file grafis CorelDRAW. Untuk mencetak desain grafis yang sedang aktif pada saat itu, Anda harus menggunakan tombol Ctrl+P (menu File submenu Print). ™ Property Bar Pada bagian Property Bar, sistem akan menampilkan subalat dari alat yang terpilih pada fasilitas Toolbox. Tujuannya untuk mempermudah pemakaian alat fasilitas Toolbox terpilih. Misalnya, pada saat memakai Zoom Tool yang ada pada fasilitas

(Zoom In) yang ada pada Toolbox. Anda dapat menggunakan icon fasilitas Property Bar untuk memperbesar tampilan desain grafis. Anda dapat menggunakan icon desain grafis tersebut. (Zoom Out) untuk memperkecil tampilan

™ Toolbox Sistem meletakkan sebagian besar alat proses objek gambar/teks pada fasilitas Toolbox. Anda dapat memilih salah satu alat yang ada pada fasilitas Toolbox dan sistem akan menampilkan variasi dan pengaturan prosesnya pada fasilitas Property Bar. Sistem memberi tanda lipatan pada sisi kanan bawah alat fasilitas Toolbox yang memiliki subalat. Untuk menampilkan daftar subalat tersebut, Anda cukup melakukan klik mouse dan tahan pada icon alat yang bersangkutan. Selain itu, lakukan klik mouse pada tanda lipatan alat tersebut. Sistem CorelDRAW akan mengubah format/gambar dari kursor mouse mengikuti alat fasilitas Toolbox yang sedang digunakan. Tujuannya untuk menginformasikan alat terpilih, proses yang sedang dan akan dilakukan dengan menggunakan alat yang sedang aktif tersebut.

1-6

Pendahuluan

Gambar 1-2 ™ Status Bar Sistem meletakkan berbagai informasi pada baris status yang ada pada sisi bawah kotak dialog utamanya. Informasi tersebut berkenaan dengan objek gambar/teks dan/atau alat proses terpilih. Informasi proses yang diberikan software CorelDRAW sangat lengkap dan sangat berguna bagi pemakainya. Software kompetitornya tidak ada yang memberikan informasi proses selengkap dan sejelas yang diberikan sistem CorelDRAW. ™ Color Palette Standarnya, sistem meletakkan warna pilihan pada sisi kanan kotak dialog utama. Anda dapat memilih sejumlah sistem warna melalui menu Window submenu Color Palettes. Untuk menggunakan warna tertentu, Anda cukup menggeser posisi kursor mouse pada kotak warna yang bersangkutan. Setelah itu, lakukan klik

1-7

Pendahuluan
mouse untuk mengisi warna pada objek gambar terpilih. Lakukan klik mouse kanan untuk memakai warna tersebut pada garis pembentuk (Outline) objek gambar tersebut. Anda dapat menekan tombol Ctrl untuk mencampur warna pilihan pada suatu objek. Untuk itu, pilih warna pencampur tersebut pada fasilitas Color Palettes. Setelah itu, lakukan klik mouse dan tahan. Geser posisi kursor mouse pada objek gambar yang akan memakai warna terpilih tersebut sebagai campuran warna barunya. Tekan tombol Ctrl hingga sistem menampilkan tanda + (tambah) pada kursor mouse. Pada saat itu, lepas klik mouse tadi untuk memprosesnya (mencampur warna baru terpilih dengan warna asal dari objek gambar tersebut).

™ Dialog Box Sistem CorelDRAW akan meletakkan sejumlah pilihan proses dari fasilitas yang komplek pada suatu kotak dialog. Anda dapat mengatur fasilitas yang bersangkutan melalui kotak dialog tersebut. Misalnya, pengubahan format objek gambar dari vektor ke bitmap melalui menu Bitmaps submenu Convert to Bitmap. Pada waktu prosesnya, sistem akan menampilkan kotak dialog Convert to Bitmap. Lihat pada Gambar 1-3. Pada saat itu, Anda dapat mengatur pilihan proses fasilitas yang bersangkutan pada kotak dialog tersebut. Setelah itu, Anda dapat menggunakan tombol OK untuk memprosesnya. Gunakan tombol Cancel untuk membatalkan permintaan proses fasilitas tersebut.

Sekilas fasilitas Dialog Box (kotak dialog) hampir serupa dengan fasilitas Docker. Keduanya sama-sama berguna mengatur suatu proses. Perbedaannya hanya pada jumlah pemakaian. Fasilitas Docker dapat dipakai secara berulang. Sementara fasilitas kotak dialog standarnya hanya dipakai untuk satu kali proses saja.

1-8

Pendahuluan
Akan tetapi, pada saat ini terdapat fasilitas kotak dialog yang dapat dipakai berulang kali sehingga berfungsi serupa dengan fasilitas Docker yang ditampilkan dalam format Window (Floating Toolbar). Ciri-cirinya, yaitu memiliki tombol tambahan berlabel Apply (untuk memproses tanpa menutup kotak dialog yang bersangkutan) dan/atau Preview (untuk melihat hasil prosesnya secara langsung), di samping tombol OK (untuk memproses) dan Cancel (untuk membatalkan) sambil menutup tampilan kotak dialog yang bersangkutan.

Gambar 1-3 ™ Docker Sistem meletakkan sejumlah kotak dialog fasilitas yang (dianggap) sering digunakan dalam bentuk tetap pada sisi kanan kotak dialog. Format tersebut disebut dengan Docker. Anda dapat menampilkan fasilitas Docker tersebut melalui menu Window submenu Dockers. Setiap fasilitas Docker dikelompokkan sistem pada lembar proses (Tab) tersendiri. Untuk mempermudah pemakaiannya, sistem memberi tanda dengan nama fasilitas yang bersangkutan

1-9

Pendahuluan
pada sisi kanannya. Pada Gambar 1-2 terlihat adanya dua lembar proses, yaitu Object Manager Docker dan Hints Docker.

™ Fixed/Floating Toolbar Salah satu keistimewaan dari sistem CorelDRAW, yaitu Anda dapat menggeser fasilitas Toolbox, Color Palettes, Menu Bar, Standard Toolbar dan/ atau Property Bar dan menempatkannya pada sembarang lokasi. Untuk memprosesnya, lakukan klik mouse dan tahan pada bingkai pem/ ). Geser posisi kursor batasnya yang ada pada sisi kiri/atasnya ( mouse pada lokasi yang diinginkan. Lepas klik mouse tadi untuk memprosesnya. Jika Anda menggeser posisi kursor mouse pada bagian ruang kerja (Workspace), sistem akan menempatkannya dalam format Window (Floating Toolbar). Jika lokasi tujuannya berada pada sisi kotak dialog utama sistem, sistem akan menempatkannya dalam format tetap (Fixed Toolbar). Selain menggeser posisi fasilitas Toolbox, Anda juga dapat menggeser posisi daftar subalat fasilitas Toolbox terpilih dan menempatkannya dalam format Window (Floating Toolbar). Prosedur prosesnya sama persis. Lakukan hal tersebut ketika memilih alat yang bersangkutan, ketika sistem menampilkan daftar subalat yang bersangkutan. Untuk fasilitas Docker, Anda hanya dapat menempatkannya dalam format Fixed Toolbar pada sisi kiri atau kanan kotak dialog utama sistem. Akan tetapi, Anda dapat menempatkan fasilitas Docker dalam format Window (Floating Toolbar) pada sembarang lokasi ruang kerja sistem (Workspace). Untuk menggeser posisi fasilitas Docker, lakukan klik mouse dan tahan pada nama lembar proses atau judul window-nya. Setelah itu, geser posisi kursor mouse pada lokasi yang diinginkan. Lepas klik mouse tadi untuk memprosesnya.

1 - 10

Pendahuluan
Gambar 1-4 memperlihatkan contoh dari format Fixed Toolbar dan Floating Toolbar hasil proses modifikasi. Pada saat itu, fasilitas Color Palettes digeser pada sisi bawah kotak dialog utama sistem (di atas fasilitas Status Bar) dan ditempatkan dalam format Fixed Toolbar. Fasilitas Transformation Docker dan subalat Interactive Effects Tool format Window (Floating Toolbar). ditampilkan dalam

Gambar 1-4 Selain fasilitas di atas, masih terdapat sejumlah besar fasilitas umum lainnya. Misalnya, penampilan tanda dari objek gambar terpilih, kemudahan proses suatu objek, pembentukan objek 3D dari 2D (Extrude), mengubah suatu objek gambar melalui objek gambar lainnya (Blend), pemrosesan warna secara interaktif (Interactive Fill Tool), membentuk objek gambar dari goresan warna tertentu (Artistic Media), membentuk objek gambar melalui modifikasi warna tertentu (Mesh Fill), pengubahan titik-titik pembentuk objek gambar (Envelope), memberi distorsi pada suatu objek gambar (Distort), transformasi objek gambar secara langsung (menggunakan proses mouse) atau tidak (melalui fasilitas Docker), dan lain sebagainya.

1 - 11

Pendahuluan
Pada software CorelDRAW disediakan sejumlah besar file font (jenis huruf). Hal ini memudahkan pemakainya dalam merancang berbagai objek teks. Sistem CorelDRAW dirancang untuk membentuk gambar ilustrasi dalam bentuk Vector (objek gambar terbentuk dari informasi titik dan spesifikasi lokasi serta relasinya). Walaupun demikian, Anda dapat menggunakan software CorelDRAW untuk memproses objek gambar Bitmap (objek gambar dibentuk melalui titik dengan warna tertentu), seperti foto. Melalui software CorelDRAW, Anda dapat merancang teks informasi singkat (Artistic Text) atau teks informasi lengkap (Paragraph Text). Pada sistem CorelDRAW disediakan fasilitas pemrosesan teks yang lengkap. Anda dapat memproses objek teks sehingga menghasilkan gambar ilustrasi yang artistik dengan berbagai penjelasan yang lengkap. Misalnya brosur suatu produk. Ketika melihat suatu rancangan teks grafis, mungkin Anda tidak tahu nama jenis huruf dan spesifikasinya. Untuk informasinya, Anda dapat mengkunjungi situs www.whatthefont.com.

Peralatan yang Dibutuhkan
Untuk dapat memakai software CorelDRAW, Anda membutuhkan peralatan fisik (hardware) dan pengatur (software) yang sesuai. Spesifikasi sistem komputer yang dibutuhkan sistem CorelDRAW tidaklah terlalu canggih. Cukup standar komputer yang beredar saat ini saja. Bahkan Anda masih dapat memakai software CorelDRAW pada sistem komputer lama (beberapa tahun sebelumnya). Untuk memakai software CorelDRAW, Anda dapat menggunakan sistem operasi Windows XP Home, Professional, Media Edition. Anda juga dapat menggunakan sistem operasi Windows Vista Home Basic, Home Premium, Ultimate, Enterprise, atau Business. Anda dapat memakai sistem operasi Windows 32 Bit atau 64 Bit. Untuk peralatan fisiknya, Anda memerlukan minimal spesifikasi berikut:

1 - 12

Pendahuluan
• • • • • • Prosesor Pentium III – 800 MHz atau AMD Athlon XP. Internal memori (RAM) minimal 512 MB. Mouse atau Tablet. Tampilan layar monitor dengan resolusi 1024 x 768. CD-ROM Drive. Ruang fixed disk sebesar 760 MB.

Untuk keperluan pembaharuan modul software CorelDRAW, Anda memerlukan utility Microsoft Internet Explorer 7 atau yang lebih baru. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan utility Mozilla Firefox Versi 2 atau 3.

Untuk Siapa CorelDRAW?
Hampir setiap manusia pernah mengeluarkan unek-uneknya dalam bentuk coretan, baik yang berbentuk teks atau gambar. Hal ini membuktikan gambar ilustrasi lebih efektif dalam mengeluarkan isi hati, ide atau kreativitas. Berdasarkan pemikiran dan fakta seperti itu, bahwa siapa saja dapat menggunakan dan memanfaatkan sistem CorelDRAW untuk berbagai keperluannya. Hal ini tidak terbatas pada para ahli desain grafis saja. Pelajar SD/SMP/SMA dapat memakai software CorelDRAW untuk membentuk mading (majalah dinding). Bahkan mahasiswa/i juga dapat menggunakannya untuk hal yang sama. Karyawan/ti dapat memanfaatkan software CorelDRAW untuk membentuk brosur berbagai produk, brosur promosi, jadwal kerja yang lebih artistik, dan lain sebagainya. Bahkan pimpinan perusahaan dapat menggunakan sistem CorelDRAW untuk membentuk profil perusahaan (logo, kartu nama, kop surat, dan lain sebagainya). Walaupun software CorelDRAW dirancang untuk para ahli desain grafis, Anda juga dapat menggunakan untuk berbagai keperluan. Syaratnya memiliki sistem komputer dengan spesifikasi minimal tertentu. Penulis mengawali pemakaian software CorelDRAW Versi 2 pada tahun 1990 an. Pada waktu itu, penulis membantu teman di percetakan dalam membentuk suatu brosur.

1 - 13

Pendahuluan
Melihat manfaatnya, penulis membuat buku "CorelDRAW! Versi 3.0" pada tahun 1992. Penulisan buku tentang software CorelDRAW berlanjut untuk seluruh versi berikutnya, termasuk buku aplikasi serta tip dan trik pemakaian software CorelDRAW. Selain itu, penulis juga membentuk buku modul tambahan software CorelDRAW lainnya, seperti Corel PHOTO-PAINT.

Kalibrasi Peralatan
Mungkin Anda pernah merasakan perbedaan antara warna desain grafis yang ditampilkan pada layar monitor dengan hasil cetak yang dilakukan peralatan printer. Hal ini lumrah terjadi karena perbedaan sistem warna yang digunakan peralatan tersebut. Agar tampilan warna selaras dengan beberapa peralatan yang digunakan, Anda harus menentukan profil warna yang akan digunakan. Untuk itu, Anda harus menentukan terlebih dahulu spesifikasi sistem warna yang akan digunakan peralatan yang bersangkutan. Proses kalibrasi tersebut memerlukan keahlian khusus. Untuk mempermudah, software CorelDRAW menyediakan fasilitas Color Management untuk menyelaraskan sistem warna yang digunakan beberapa peralatan. Anda dapat mengakses fasilitas tersebut melakui menu Tools. Pada waktu prosesnya, sistem akan menampilkan kotak dialog Color Management. Lihat pada Gambar 1-5. Pada saat itu, Anda dapat memilih garis penghubung peralatan untuk mengaktifkan/mempasifkan kontrol pemakaiannya. Untuk penyesuaian sistem warna termudah, gunakan profil warna yang disediakan sistem. Untuk itu, tentukan profil warna yang akan digunakan pada bagian Settings. Jika kurang puas dengan profil warna yang disediakan sistem, Anda dapat mengatur spesifikasi konfigurasinya secara manual. Untuk itu, gunakan icon yang ada di sisi kanan sistem warna peralatan yang bersangkutan. Setelah itu, sistem akan menampilkan sistem warna yang dikenal. Lihat pada Gambar 1-6. Pada saat itu, tentukan sistem warna yang akan digunakan pada peralatan yang bersangkutan.

1 - 14

Pendahuluan

Gambar 1-5

Gambar 1-6 Setelah menentukan spesifikasi konfigurasi sistem warna peralatan tersebut, gunakan icon untuk menyimpan profil warna tersebut. Jika salah menyimpan atau tidak memerlukannya lagi, pilih profil warna yang bersangkut-

1 - 15

Pendahuluan
an pada bagian Settings. Setelah itu, gunakan icon warna terpilih tersebut. untuk menghapus profil

Catatan Penting!
Ketika melakukan desain grafis, janganlah lupa untuk selalu menekan tombol Ctrl+S (menu File submenu Save). Proses penyimpanan tersebut hanya memerlukan sedikit waktu saja. Akan tetapi, manfaatnya sangatlah besar pada saat terjadi kecelakaan (keadaan buruk yang tidak terduga). Jika terjadi kerusakan, baik yang disengaja atau tidak, Anda dapat mengembalikan ide/kreativitas Anda secara cepat dan mudah. Untuk itu, Anda cukup mengembalikan status kondisinya pada saat terakhir disimpan melalui menu File submenu Revert. Cara lainnya, yaitu membuka file CDR yang bersangkutan dan status kondisi bagai terakhir Anda menekan tombol Ctrl+S tersebut. Untuk membuka file CDR, gunakan tombol Ctrl+O (menu File submenu Open).

1 - 16

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->