KONSEP DAN TAHAPAN DALAM PENGEMBANGAN PRODUK BARU

Nyoman Artha, Industrial Partnership-KMI-Fukuhara Healthcare Japan. Saat ini menangani proses kerjasama kemitraan dengan Cott Beverages USA

PENDAHULUAN Kompetisi industri Makanan dan Minuman pada saat ini semakin ketat sejak adanya pergeseran dari era monopoli menjadi duopoli dan akhirnya saat ini terbentuk pasar Oligopoli. Pasar ini membuat dunia usaha harus dapat menyusun strategi untuk meraih market share baik dari sisi jumlah pelanggan maupun revenue. Tiap operator perlu merumuskan dan menerapkan kebijakan strategis perusahaan yang tepat untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan. Selain penerapan kebijakan strategis, hal penting yang perlu mendapat perhatian khusus agar industri pangan dapat bertahan dan bersaing dengan para kompetitornya.

Hampir tidak ada perusahaan yang dapat luput dari pengaruh kemajuan teknologi dan munculnya produk-produk baru. Cepat atau lambat, hampir semua produk yang ada sekarang akan hilang dari pasar dan digantikan dengan produk-produk lain sehingga pertumbuhan dan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang akan tergantung dari kebijaksanaan produk yang didefinisikannya. Dalam kondisi saat ini, dimana perkembangan pasar sangat dinamis dan penuh persaingan, perusahaan akan sulit mempertahankan eksistensinya jika hanya bertahan pada produknya yang sekarang. Oleh k
arena itu, pengembangan produk baru merupakan suatu hal yang penting bagi perusahaan. Pengembangan tersebut meliputi pembuatan produk yang baru atau penyempurnaan dari produk yang sudah ada. Proses pengembangan produk baru juga disertai dengan berbagai resiko kegagalan. Untuk memperkecil resiko kegagalan, produk baru perlu dibuat berdasarkan konsep produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen serta dapat menciptakan kepuasan bagi konsumen. Dalam tulisan ini akan dijelaskan konsep-konsep dan tahapan yang diperlukan dalam pengembangan produk jasa baru pada operator telekomunikasi masa kini. Konsep-konsep yang dijelaskan disini bukan hanya bisa diterapkan bagi operator telekomunikasi saja, tapi juga dapat berlaku bagi perusahaan secara umum. TRANSFORMASI DARI INVENTION MENUJU INNOVATION Pengembangan produk pangan akan melalui suatu tahap yang dikenal dengan Invention. Invention adalah proses menemukan suatu teknologi dari tidak ada menjadi ada.

setelah pada tahun sebelumnya sukses meluncurkan Fanta Nanas. sedangkan Product Development dan engineering menuju kepada terciptanya Innovation. PERAN UNIT R&D Hasil inovasi yang lahir dari suatu perusahaan akan ditindaklanjuti dengan proses pengembangan produk atau jasa baru. teknologi media bluetooth. yang disebut "Fanta Oranggo". yaitu : . orange dan mango. Perusahaan yang sudah mapan biasanya mengalokasikan resourcesnya sekitar 5–10 % dari sales pada aktivitas R&D. kreatif. teh dalam kemasan botol dengan aroma bunga melati yang khas. kemasan. baru. serta perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas. Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea. Pada tahun 2003. Dengan inovasi. Coca-Cola yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia. Unit ini akan melakukan riset penelitian dari hasil inovasi untuk kemudian dikembangkan menjadi suatu produk atau jasa baru yang akan dilempar ke pasaran. Fanta menghadirkan campuran dua rasa buah.Sedangkan tentang sekitar data. Basic Research menuju kepada terciptanya invention. Innovation yang selular melibatkan peluang yang ada di pasar dengan penemuan teknologi dan pengetahuan teknologi 150 meter. telepon memungkinkan pertukaran data melalui koneksi wireless dengan daerah jangkauan diintegrasikan dalam (handphone). Pada tahun 2002. Melalui riset dan pengembangan (Research & Development). Innovation adalah proses pembaharuan temuan dari invention. Untuk itu perlu unit khusus yang menangani proses ini yaitu Unit R&D. Jelas bahwa inovasi sangat diperlukan dalam pengembangan produk baru untuk memunculkan ide dan kreatifitas munculnya produk atau jasa baru yang dapat dimanfaatkan oleh para konsumennya. sehingga para pengguna handphone dapat lebih mudah saling bertukar Contoh lain adalah inovasi pada perusahaan minuman ringan Coca-cola dimana inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola Indonesia semakin besar dan dikenal luas. Research&Development. saat Sebagai ini telah contoh. serta mempunyai ciri khas tersendiri. Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan produk. strategi pemasaran. khususnya pada tahap inisiasi perlu dipertimbangkan bahwa inovasi yang dihasilkan dapat diterima oleh perusahaan maupun masyarakat. Pada proses inovasi ini. Ada tiga faktor yang harus dipertimbangkan bagi unit R&D dalam usahanya menerapkan formulasi strategi.

Bidang RoB tersebut meliputi 4 laboratorium dengan masing-masing fungsinya sebagai berikut : 1. . keduanya harus sejalan. Produk baru ditentukan oleh pasar berdasarkan kebutuhan pelanggan. Jenis produk baru ditentukan melalui penelitian pasar & umpan balik pelanggan. INOVASI TECHNOLOGY PUSH VS NEED PULL Pada tahap eksplorasi ada 3 pola proses pengenalan dan pengembangan produk/jasa baru yaitu : 1. Fungsi Riset Bisnis perlu ditambahkan sebagai suatu sub unit dalam Unit R&D untuk menunjang keberhasilan suatu produk atau jasa baru agar sukses di pasaran. Untuk itu diperlukan upaya untuk mencari apa yang dibutuhkan oleh pasar dan mencari invent-to-order bagi produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Need Pull akan menuju pada terbentuknya incremental innovation. Menarik Pasar (Need Pull/Market Pull) Menurut pandangan ini. TELKOM R&D Center telah melakukan restrukturisasi organisasi pada akhir tahun 2006 dan melahirkan satu bidang baru yaitu Bidang Research of Business. Business Performance Melakukan evaluasi dan identifikasi performansi bisnis 3.a) Kompetensi Teknis b) Kebutuhan Pasar c) Corporate Interest Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa kompetensi teknis dari researcher diperlukan untuk melahirkan produk jasa yang berkualitas. pelanggan dan kompetitor yang kompetitif 4. Business Strategy melaksanakan riset dan pengembangan bisnis 2. “Anda harus membuat apa yang dapat dijual”. Industrial Partnership Melakukan pengembangan hubungan kemitraan yang strategis dengan institusi yang relevan. Sebagai contoh. dgn sedikit perhatian terhadap teknologi. Di lain pihak produk jasa yang dikembangkan juga harus memperhatikan kebutuhan pasar (memiliki commertial value) maupun kepentingan perusahaan. Business Competitiveness Menyediakan data pasar.

Gambar 1. Gambar 2. Untuk kesuksesan inovasi produk atau jasa baru diperlukan kombinasi dari kedua model pertama yaitu proses technical-linking dan need-linking. Mendorong Teknologi (Technology Push) Pandangan ini menyarankan “Anda harus menjual apa yang dapat anda buat”. . yang keterampilan teknik. penggunaan teknologi yang canggih dan kemudahan operasi. Technolgy Push akan menuju kepada radical innovation. operasi. Selain itu ada tiga elemen yang menjadi konsideran dalam menciptakan peluang bisnis baru yaitu : relevant problem. technology sources dan market demand. Antar fungsional (Interfunctional) Produk baru memerlukan kerjasama diantara pemasaran. dan fungsi lainnya sehingga menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan dengan penggunaan teknologi memberikan manfaat terbaik. Dengan kata lain suatu produk atau teknologi baru didorong atau dijual ke pasar (potential customer) yang tidak meminta atau mengetahui perihal produk atau teknologi baru tersebut. Produk baru diperoleh dari teknologi produksi. dengan sedikit perhatian terhadap pasar. Aliran aktivitas dari Model Technology Push 2. Aliran aktivitas dari Model Need Pull 3.

Dasar pemikiran metodologi ini adalah adanya Lead User yaitu spesifik konsumen/individual yang memiliki pengalaman kebutuhan lebih dahulu/mendahului dari konsumen/individual yang lain. diproduksi di Florida berdasarkan masukan dari para atlet sebagai lead user. Lead User memiliki kebutuhan produk/jasa baru yang nanti akan memasyarakat. 2. Memperoleh akses informasi yang lebih kaya dan reliable melalui kebutuhan customer yang dapat diperoleh melalui traditional market research. 3. Metode Lead User melengkapi kebutuhan untuk traditional market research bukan menggantikan. Dengan melibatkan team khusus yang terdiri dari para expert pada kelompok lead user ini. Karakteristik Lead User - - 1. Speaker Bose. Beberapa contoh peran serta lead user dalam suatu terobosan inovasi baru antara lain : - Protein untuk hair conditioner ditemukan oleh seorang wanita di tahun 1950 yang mempunyai ramuan tradisional yang terdiri dari bir atau telur untuk tubuh agar lebih bersinar. akan tetapi mereka telah menemukan kebutuhan tersebut beberapa bulan/tahun sebelum masyarakat umum menghadapinya. 3. Akselerasi proses pengembangan produk/jasa. didapat dari pengalaman Jim Sanchez saat mendengarkan musik latar dari toko CD lokal di Boston area Strawberries. Lead User mengharapkan manfaat yang signifikan dengan menemukan solusi dari kebutuhannya. sukses menjadi pioneer high fidelity speaker untuk musik latar tahun 1980.LEAD USER RESEARCH Lead User research adalah salah satu metodologi yang diyakini dapat memberikan kunci sukses bagi terobosan produk/jasa baru. Lead user dihadapkan pada kebutuhan akan suatu produk/jasa yang belum ada di pasaran. Melalui metodologi Lead user ini akan didapatkan beberapa manfaat sebagai berikut : 1. mereka mengembangkan sendiri produk/jasa baru tanpa menunggu produk/jasa tersebut tersedia secara komersial. Lead User tidak sama dengan early adopter (First user yang membeli suatu produk /jasa eksisting). Minuman Gatorade. 2. maka akan didapatkan suatu temuan inovasi yang sangat berharga. Sebagai hasilnya. Pengembangan konsep produk/jasa yang lebih baik karena berasal dari data konsumen yang lebih baik. .

akan dijelaskan beberapa konsep mengenai Technology Sourcing. Stage 2: Trends/Needs Identification (5-6 minggu) c. 2004 McMaster University. Pada tulisan selanjutnya (bagian 2).htm http://digilib. dimana inovasi ini perlu terus dikembangkan demi kelangsungan bisnis perusahaan (never ending innovation). Mc Graw Hill. DAFTAR REFERENSI 1. Burgelman. banyak hal yang diperlukan demi kesuksesan produk atau jasa yang baru.ca/~mvolker/biz/pushpull. “Notes from 9th Annual Canadian MBA Conference: Management Of Technology”.sfu.wordpress. http://gaussling. 5.coca-colabottling. dan proses untuk menghasilkan inovasi baik melalui Technology Push/Need Pull maupun tahapan Lead User Research merupakan tahapan yang hendaknya dilakukan dalam pengembangan produk/jasa baru.Tahapan Metodologi Lead User Research Ada empat tahapan yang harus dilakukan dalam Lead User Research. yaitu : a.itb. http://www.co. diantaranya proses Inovasi yang mengawalinya.ti. 2. Stage 1: Project Planning (4-6 minggu) · · · · · · · · · · · · · Membuat master plan Mempelajari current market place Merumuskan fokus projek Melakukan studi literatur Melakukan Interview kepada top expert.ac. 4. dan menentukan kebutuhan yang lebih mengerucut Interview lead user dan expert Pengumpulan data untuk bisnis case Mendefinisikan kebutuhan produk/jasa baru – buat draft konsep Perencanaan Workshop Lead user Mengundang partisipan Pelaksanaan workshop –> perbaikan konsep dengan melibatkan lead user/expert Finalisasi konsep b. “Strategic Management of technology and innovation”.id/go.php?id=jbptitbti-gdl-s1-1997-pramudyoag-194 http://www. Learning Cycle dalam produk baru dan pentingnya Product Integrity. Selain itu peran lembaga R&D.com/2007/01/02/market-pull-and-technology-push/. Stage 4: Final Concept Development (5-6 minggu) KESIMPULAN Dalam pengembangan produk atau jasa. Stage 3: Preliminary Concept Generation (5-6 minggu) d.php?act=inovation . Analisa data. 3.id/ina/ourbusiness/index. Robert A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful