PERAN SERTA MASYARAKAT

Faktor yang mempengaruhi Peran Serta Masyarakat

BENTUK PERAN SERTA
1. Peran serta karena terpaksa adanya ancaman atau sanksi.

2. Peran serta karena imbalan baik dalam bentuk imbalan materi
3. Peranserta karena kesadaran kesadaran tanpa adanya paksaan atau imbalan.

atau

imbalan kedudukan.

harapan dapat

mis: menyiapkan tempat dan peralatan dsb. Tenaga.WUJUD PERAN SERTA 1. Materi mis : uang. pinjaman tempat dsb. . 2.

Menjaga & menopang tingkah laku yang dilakukan oleh individu Berdasarkan macamnya motivasi timbul karena: Ingin tahu. 3. . 2. Untuk menghindarkan hukuman / sanksi. berarti menimbulkan kekuatan pada individu yang memimpin seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu. Tertarik akan keuntungan. Mengarahkan tingkah laku individu thd suatu tujuan. Menggerakan.MOTIVASI UNTUK BERPERAN SERTA Motivasi mengandung tiga komponen pokok yaitu 1.

Budaya / adat istiadat yang berkenaan dengan kesehatan Agama kelompok Tingkat sosial ekonomi .Faktor yang mempengaruhi motivasi Umur.

KONSEP KADER .

1996). . ( Depkes RI . (Kamus besar bahasa Indonesia. 1993).PENGERTIAN KADER Kader adalah orang yang diharapkan memegang pekerjaan penting dalam suatu pekerjaan. 1993). Kader kesehatan masyarakat adalah laki-laki atau wanita yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perorangan maupun masyarakat serta untuk bekerja dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat-tempat pemberian pelayanan kesehatan (Sutomo. Kader Posyandu adalah warga masyarakat yang terlibat dlm seksi 7 dan seksi 10 LKMD ( Tim penggerak PKK ) yang tergabung dalam Pokja IV yang membidangi masalah kesehatan dan KB dan aktif dalam kegiatan Posyandu.

Memberitahukan hari dan jam buka Posyandu kepada para ibu pengguna Posyandu ( ibu hamil. dg isi penyuluhan sesuai dg permasalahan yang dihadapi ibu yang bersangkutan.2 di meja IV. 8. ibu yang mempunyai bayi dan balita serta pasangan usia subur. . 5. alat peraga penyuluhan dll. buku catatan. Melakukan penimbangan bayi dan balita. Mencatat hasil penimbangan kedalam KMS Melakukan penyuluhan perorangan kepada ibu. ibu yang mempunyai bayi dan anak balita serta ibu usia subur ) sebelum hari buka Posyandu. 6.Peranan Kader dlm penyelenggaraan Posyandu 1. Melakukan penyuluhan kelompok kpd ibu-2 sblm meja I atau setelah meja V (kalau diperlukan ). ibu hamil dan ibu usia subur yang hadir di Posyandu. 3. 7. KMS. balita. Melakukan pendaftaran bayi. untuk menyuluh & mengingatkan agar datang ke Posyandu. 4. Melakukan kunjungan rumah khususnya pada ibu hamil. Menyiapkan peralatan untuk penyelenggaraan Posyandu sebelum Posyandu dimulai seperti timbangan. 2.

KONSEP POSYANDU .

Posyandu juga merupakan tempat kegiatan terpadu antara program Keluarga Berencana – Kesehatan di tingkat desa (Depkes RI 1986) upaya masyarakat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan melalui kegiatan terpadu yang dilaksanakan oleh masyarakat sendiri melalui bimbingan dan bantuan petugas kesehatan (Depkes RI. 1991) . alih tehnologi dan pelayanan kesehatan masyarakat yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini.PENGERTIAN POSYANDU suatu form komunikasi.

BENTUK KEGIATAN POSYANDU PENDAFTARAN : MEJA I PENIMBANGAN : MEJA II PENGISIAN KMS : MEJA III PENYULUHAN : MEJA IV PELAYANAN : MEJA V .

KATEGORI POSYANDU PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI .

Program tambahan. Cakupan Ibu hamil. Cakupan Immunisasi. Dana sehat.DASAR PENGKATAGORIAN Indikator-indikator dari kegiatan yg dilaksanakan di posyandu         Frekwensi penimbangan pertahun. . Rata-rata jumlah kader tugas pada hari H posyandu. Cakupan KB. cakupan D/S dan N/S.

2. PPKBD ( Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa). Petugas sektor lain. perawat. 6.Petugas pelaksana posyandu 1. Para Kader program yang bersangkutan yaitu: Kader kesehatan ( Prokesa. 5. Kader penggabungan sektor lain. bidan. Puskesmas : dokter. PLKB / PPLKB. Kader gizi dan lain-lain). . 4. 3.

sukar bernafas.Kader dalam tugas senantiasa didampingi petugas dari puskesmas apabila kader menemui msl kesehatan . pusing kepala yang terus menerus (UPGK. bengkak kaki terutama ibu hamil. Ibu yang pucat. 2000). kader harus berkonsultasi pada petugas kesehatan yang ada. Balita yang sakit. Balita yang mencret. Balita yang berat badanya di bawah garis merah. batuk. msl tsb dapat berupa:         Balita yang berat badanya tidak naik tiga kali berturut-turut. sesak nafas. Ibu hamil yang menderita perdarahan. Anak yang menderita buta senja atau mata keruh. Balita dengan penyimpangan tumbuh kembang atau perkembangan terlambat. demam dan sakit telinga. .

 Mencatat hasil kegiatan UPGK dalam regester balita sampai terbentuknya balok SKDN.sama kegiatan lain atas saran petugas. Menggerakan masyarakat untuk menghadiri dan ikut serta dalam kegiatan UPGK.  Membahas bersama . Membantu petugas dalam pendaftaran. . Sedangkan bentuk kegiatan yang dilakukan diluar posyandu berupa:     Melaksanakan kunjungan rumah.MBENTUK KEGIATAN LAIN POSYANDU Bentuk kegiatan lain yang masih dilokasi Posyandu berupa. dan peragaan ketrampilan (UPGK. 2000).  Menetapkan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan seperti penyuluhan. Memanfaatkan pekarangan untuk peningkatan gizi keluarga. penyuluhan.

RT. Tim Penggerak PKK. Kepala Desa. Tokoh masyarakat / tokoh agama. Petugas LKMD. Petugas PLKB. RW.Jalan keluar jika kader menemukan kesulitan mereka dapat menghubungi orang-orang berikut sebagai upaya untuk mencari jalan keluar         Bidan desa. . Petugas pertanian ( PPL ). 200). Tutor dari P dan K (UPGK.

1995). .Cara meningkatkan kemampuan kader dalam menyampaikan pesan kesehatan pada masyarakat.Bentuk dukungan Dukungan dari puskesmas/ petugas kesehatan        Memberikan pelatihan kepada kader yang terdiri dari: Aspek komunikasi.Cara melakukan pendataan / pencatatan. Tehnik pergerakan peranserta masyarakat. Kepemimpinan yang mendukung Posyandu. Memberikan pembinaan pada kader setelah kegiatan Posyandu berupa: .  Memotivasi untuk meningkatkan keaktifan kader dalam kegiatan Posyandu (Depkes Ri. Proses pengembangan. Tehnik berpidato. .

.  Mengusulkan.  Memberi tahu masyarakat tentang pentingnya posyandu serta cara pembentukannya.  Membantu secara aktif pelaksanaan pengumpulan data dan musyawarah masyarakat dalam rangka membentuk Posyandu. penentuan lokasi.Bentuk dukungan Dukungan dari Masyarakat / LKMD Peranan LKMD dalam pembentukan Posyandu. mendorong dan membantu kepala desa / kelurahan untuk membentuk posyandu di wilayahnya. pemilihan kader dan lain-lainnya. jadwal.

Mengingatkan ibu hamil.Bentuk dukungan Dukungan dari Masyarakat / LKMD Peranan LKMD dalam pelaksanaan Posyandu   Mengingatkan mendorong dan memberi semangat agar kader selalu melaksanakan tugasnya di Posyandu dengan baik. . ibu yang mempunyai bayi dan anak balita serta ibu usia subur agar datang ke Posyandu sesuai jadwal yang telah ditentukan.

KB. Mengamati apakah penyelenggaraan Posyandu telah dilakukan secara teratur setiap bulan. Immunisasi dan penanggulangan diare). 4. melakukan pelayanan secara lengkap dan dikunjungi ibu hamil. membantu mencarikan jalan agar Posyandu dapat melakukan pemberian makanan tambahan kepada bayi dan anak balita secara swadaya. sesuai jadwal yang telah disepakati. . ibu dan anak balita serta ibu usia subur). 3. Gizi. Bila dipandang perlu. Memberikan saran-saran kepada kepala desa / kelurahan dan kader agar Posyandu dapat berfungsi secara optimal ( agar buka teratur sesuai jadwal. Mengamati apakah Posyandu telah melaksanakan pelayanan secara lengkap (KIA. 2.Bentuk dukungan Peranan LKMD dalam pembinaan Posyandu. 1.

Agar pembinaan Posyandu dan pembinaan kader dilakukan oleh LKMD ini dapat dilaksanakan dg baik. 8. 5. mengupayakan alat tulis atau bantuan lainya. . Mencarikan jalan dan memberi saran-saran agar kader dapat bertahan melaksanakan tugas dan perannya ( tidak drop out). Membahas bersama kepala desa / kelurahan dan tim pembina LKMD Kecamatan cara-cara pemecahan masalah yang dihadapi Posyandu. Mengingatkan kader untuk melakukan penyuluhan di rumah-rumah ibu (kunjungan rumah) dengan bahan penyuluhan yang tersedia). Misalnya dg pemberian penghargaan.Bentuk dukungan Peranan LKMD dalam pembinaan Posyandu. 6. 7. maka cara dan pesan-2 penyuluhan yang berkaitan dg promosi Posyandu juga perlu dipahami oleh LKMD.

PHC SBG STRATEGI GLOBAL UNTUK MENCAPAI KESUMA .

TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari pokok bahasan ini. . peserta didik dapat memahami tentang konsep PHC sebagai strategi global untuk mencapai Kesuma.

KONSEP PHC Dasar Pemikiran : PHC merupakan hasil pengkajian. dan pengalaman dlm pembangunan kesehatan di banyak negara yg diawal dg kampanye masal pd th 1950-an dlm pembrantasan penyakit menular. . pemikiran.

Sidang Kesehatan Sedunia th 1977 melahirkan kesepakatan global untuk mencapai ‘kesehatan untuk semua pada tahun 2000’.KONSEP PHC Dasar Pemikiran : Kesehatan merupakan hak setiap orang Setiap orang berkewajiban untuk memeliharan & menciptakannya Mengingat kesehatan mrpk hak setiap orang. tercapainya derajat kesehatan yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial maupun ekonomi : perlu komitmen kuat dg dukungan multisektoral .

pengembangan cara-cara memecahkan masalah kesehatan dan mobilisasi sumber daya yang tersedia untuk kesehatan Dasar diatas terjadi perubahan orientasi dalam pembangunan kesehatan . diperlukan peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan.KONSEP PHC Slogan. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut. sekaligus tujuan pembangunan kesehatan semesta itu menyuarakan keadilan sosial bagi mereka yang tidak beruntung menikmati pemerataan kesehatan.

.perubahan orientasi dalam pembangunan kesehatan tersebut meliputi a. • dari golongan mampu ke golongan masyarakat berpenghasilan rendah. • perubahan penekanan upaya kesehatan dari kuratif menjadi kuratif-preventif. • dari perkotaan ke pedesaan.l. • dari kampanye massal kesehatan yang bersifat vertikal ke upaya kesehatan terpadu sebagai komponen pembangunan sosial ekonomi yang menyeluruh.

deklarasi ini merupakan hasil konferensi internasional berupa komitmen untuk melaksanakan “upaya kesehatan primer” (primary health care) yang isi deklarasi dibagi atas 8 pasal sebagai berikut: Isi deklarasi dibagi atas 8 pasal sebagai berikut : .DEKLARASI ALMA ALTA diadakan di alma ata pada tanggal 12 september 1978.

4. Peningkatan & perlindungan kesmas penting u/ menunjang pembangunan sosial dan ekonomI. 6. Upaya kesehatan primer adalah kunci untuk mencapai sasaran tsb sbg wujud keadilan sosial . Masyarakat mempunyai hak dan kewajiban untuk berperan secara perorangan maupun berkelompok dlm perancanaan dan pelaksanaan kesehatannya 5. Mrpkn kepentingan bersama antara semua negara u/ meningkatkan pemerataan & status kesmas 3. serta mendukung mutu kehidupan yang lebih baik serta perdamaian dunia. Sasaran sosial utama pemerintah dan organisasi internasional kes pd th 2000 bagi penduduk dunia adalah agar mereka dpt hidup produktif scr sosial maupun ekonomi.DEKLARASI ALMA ALTA 1. Kesehatan mrpk hak asasi manusia yang mendasar 2.

sehingga upaya kesehatan primer sebagai hal penting memperoleh tempat yang layak. . budaya dan politik negara | masyarakat serta berpangkal pada penerapan hasil-2 yang cocok dari pada penelitian sosial. Imunisasi untuk mencegah penyakit menular utama. pengobatan tepat bagi penyakit umum dan kecelakaan. preventif. kuratif dan pemulihan yang sesuai. • Di samping sektor kes. Semua negara harus bekerjasama dlm suatu semangat persahabatan untuk menjamin pelayanan kesehatan dasar bagi semuan orang. peningkatan pengadaan pangan dan gizi. • Meliputi paling sedikit: penyuluhan ttg masalah kesehatan yang dihadapi dan metode pencegahan dan pengawasannya. pengadaan air bersih dan sanitasi dasar yang memadai. serta penyediaan obat esensial.lanjutan 7. Upaya Kesehatan Primer: • Mencerminkan dan berasal dari kondisi ekonomi dan karakteristik sosial. perlu dilibatkan pula semua sektor pembangunan 8. biomedis dan pelayanan kesehatan serta pengalaman kesehatan masyarakat. • Penggunaan sumberdaya dunia yang lebih banyak dan lebih baik diarahkan benar-2 pd tujuan perdamaian dan terutama untuk melancarkan pembangunan sosial ekonomi. KIA termasuk KB. • Meyediakan pel promotif. pencegahan dan pengawasan penyakit endemik setempat.

dlm semangat kepercayaan diri dan kemampuan untuk menentukan nasib sendiri. melalui peran serta penuh masyarakat dan dg biaya yang dapat dipikul oleh masyarakat dan negara.Upaya kesehatan primer • Upaya kesehatan esensial yang berdasarkan pada metode dan teknologi praktis. yang secara umum dapat dijangkau oleh individu dan keluarga dalam masyarakat. • Upaya kes primer mrpk bagian tdk terpisahkan dari sistem kes negara dan mrpk fungsi sentral dan fokus utama dlm pembangunan sosial-ekonomi masyarakat secara keseluruhan. serta merupakan unsur pertama dari suatu rangkaian upaya kesehatan yang berkesinambungan dan berkelanjutan. • Mrpk kontak awal bagi individu. keluarga dan masyarakat di tempat mereka tinggal dan bekerja. .

Perkembangan mereka dlm semangat u/ hidup mandiri .DEFINISI PHC Pelayanan kesehatan pokok b/k pd metode & tehnologi praktis. melalui partisipasi mereka sepenuhnya serta 2. ilmiah & sosial yg dpt diterima scr umum. baik o/ individu maupun klg dlm masyarakat : 1. biaya yg dpt dijangkau o/ masyarakat & negara u/ memelihara setiap tk.

FUNGSI PHC PHC hendaknya memenuhi fungsi-2 sbb : • Memelihara kesehatan • Pencegahan penyakit • Diagnosis & pengobatan • Pelayanan tindak lanjut • Pemberian sertifikat .

.PRINSIP-PRINSIP PHC 1. Pemerataan upaya kesehatan 2. Kerjasama lintas sektoral dalam membangun kesehatan. Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan 4. Penekanan pada upaya preventif 3. Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian 5.

7. Pelayanan yg utama & intim dg masyarakat Pelayanan yg menyeluruh Pelayanan yang terorganisir Pel. 4. 8. Tdk berpandangan kpd salah satu aspek saja . Yg berkesinambungan Pelayanan yg progresif Pel yg berorientasi kpd keluarga Pel. 2. 5. 6. 3.8 CIRI-CIRI PHC 1. Yg mementingkan kes individu maupun masy Pel.

Pendidikan mengenai msl kesehatan & cara penyakit serta pengendaliannya 2. Peningkatan penyediaan makanan & perbaikan 3. Pengobatan penyakit umum & rudapaksa 8. Pencegahan & pengendalian penyekit endemik 7. Penyediaan air bersih & sanitasi dasar 4.8 ELEMEN PHC 1. termasuk KB 5. Imunisasi thd penyakit-2 infeksi utama 6. Penyediaan obat-obat esensial pencegahan gizi setempat . Kesehatan ibu & anak .

Keberhasilan pembangunan kesehatan dg pendekatan peran serta masyarakat di beberapa negara . 3. kerjasama lintas sektor dan perluasan daya jangkau upaya kesehatan.medis tanpa disertai orientasi aspek sosial.ekonomi-politik 2.Hal-2 yg mendorong pengembangan konsep PHC 1. Kegagalan penerangan teknologi pel. Penyebaran konsep pembangunan yang mengaitkan kes dg sektor pembangunan lainnya serta menekankan pentingnya keterpaduan.

lingkungan dan kedamaian hidup bersama. Mengajarkan konsep kesehatan dasar & tehnik asuhan sendiri pd masyarakat 4. kl & individu 3. sehingga semakin disadari kaitan luas antara kesehatan dg sektor lain. termasuk kesempatan kerja.Tanggung jawab perawat dalam PHC 1. . Memberikan bimbingan & dukungan kpd petugas pelayanan kesehatan & kpd masyarakat 5. Koordinasi kegiatan pengembangan kes-masyarakat diri Pemerataan kesehatan menjadi esensi pendekatan ini. Bekerjasama dg masyarakat. Mendorong partisipasi aktif masyarakat 2.

PKMD SBG PENDEKATAN PHC DI INDONESIA .

prinsip dan pendekatan PKMD. . serta pelaksanaan PKMD dalam kaitan dan profesinya.Tujuan • Agar peserta didik setelah mempelajari ini dapat memahami PHC di Indonesia yang meliputi pengertian atau batasan PKMD.

BATASAN PKMD “rangkaian kegiatan masyarakat yang dilakukan atas dasar gotong royong dan swadaya dalam rangka menolong diri sendiri untuk memecahkan masalah/memenuhi kebutuhannya dibidang kesehatan dan bidang lain yang berkaitan agar mampu mencapai kehidupan yang sehat dan sempurna” .

jajaran kes yang terlatih di bidang teknis dan sosial berhasil mendapat dukungan pimpinan wilayah dan tokoh masyarakat setempat untuk melibatkan masyarakat dg mendayagunakan sumberdaya yang tersedia. dan penyiapan masyarakat. Pendekatan edukatif untuk mengerahkan upaya masyarakat di bidang kes mencakup penyiapan petugas kesehatan. . pendekatan thd pimpinan wilayah.PRINSIP & PENDEKATAN PKMD PKMD pada hakekatnya merupakan wujud operasional pendekatan PHC. Kegiatan pembangunan dalam PKMD dilaksanakan b/k kesadaran & motivasi masyarakat b/k gotong royong dan musyawarah Dg teknologi pendekatan edukatif dalam PKMD.

PELAKSANAAN PKMD Peran serta masyarakat tsb tercermin di mana kegiatan PKMD dilakukan oleh tenaga yang berasal dari masyarakat setempat. dipilh oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Polindes. Posyandu. . Wujud kegiatan peran serta masyarakat dalam PKMD dikenal dengan a. Pos Obat Desa.l. Unsur yang paling utama yang mendukung terjadinya kerjasama antara struktur pemerintah dg lembaga swadaya masy adalah komitmen politis b/k luasnya masalah. Kesehatan tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab Depkes semata-mata melainkan suatu upaya multisektoral. yang memungkinkan dukungan pemerintah terhadap prakarsa masyarakat di berbagai tingkat admisnistrasi serta kesiapan lembaga swadaya masyarakat untuk bekerjasama dg pemerintah Pengalaman menunjukan bahwa kerjasama lintas sektoral merupakan unsur penting dalam setiap program kesehatan desa. dsb.

sekian dulu makasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful