P. 1
Karakteristik Cerpen

Karakteristik Cerpen

|Views: 44|Likes:
Published by Raqysya Arum
karakteristik cerpen
karakteristik cerpen

More info:

Published by: Raqysya Arum on Apr 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/25/2014

pdf

text

original

Karakteristik Cerpen: Tema : Seseorang yang di tinggalkan sahabatnya pergi untuk mengantarkan orang tuanya bekerja ke Malaysia : - Latar

tempat, di Taman Alun-alun Sesampai di taman alun-alun, ia tidak melihat Ani ada di taman. Sambil menunggu, ia menaiki sepadanya dan mengelilingi Alun-alun. -Latar tempat, di rumah Ani Karena Dinda capek, Dinda duduk di kursi kayu. Ia tidak sabar lagi menunggu Jannah yang dari tadi belum datang. Dinda pun jadi heran. ”Hmm… Apakah Ani tidak mau lagi bersahabat denganku? Atau Ani sakit? Atau Ani malas? Atau Ani pergi? Huh… bingung aku!” . Wardah memutuskan untuk pergi ke rumah Ani. -Latar watu, Pagi hari Jam dinding Dinda menunjukkan jam 05.30. Dinda cepat-cepat mengambil sepeda di garasi, Penokohan : - Dinda  Baik, tidak sabaran, cepat putus asa. -Ani  Baik, Tegar, tidak cepat putus asa. Alur : Alur maju. -Bagian awal: Hari ini, hari yang cerah. Dinda sangat bahagia karena ia sudah janji bermain sepeda bersama Ani di taman alun-alun. Mereka janji bertemu jam 06.00. Hari ini tanggal 15 Maret, tepatnya adalah Hari Sahabat. -Bagian Tengah: Karena Dinda capek, Dinda duduk di kursi kayu. Ia tidak sabar lagi menunggu Jannah yang dari tadi belum datang. Dinda pun jadi heran. ”Hmm… Apakah Ani tidak mau lagi bersahabat denganku? Atau Ani sakit? Atau Ani malas? Atau Ani pergi? Huh… bingung aku!” . Wardah memutuskan untuk pergi ke rumah Ani. Sesampai di rumah Ani, Dinda melihat Jannah sedang sibuk mengangkut barang-barang yang akan di bawa ke kapal. Sedangkan Ayah dan Ibunya kelihatan mengangkut koper besar. Kok keluarganya Ani sibuk sekali? Kenapa ya? ”Ani!” sapa Dinda dengan suara lantang. ”Main sepeda yuk, di Taman!” ”Maaf ya, Dinda!” jawab Ani. ”Aku sedang merapikan rumah untuk siap-siap mengantarkan orang tuaku. Mereka akan berangkat ke Malaysia!” ”Apakah kamu akan ikut ?” tanya Dinda terkejut.

Latar

Dinda sudah terbiasa berangkat dan pulang sekolah sendiri. ”Kenapa baru bilang?” protes Dinda. Ia langsung ke kamar untuk membaca sms dan segera ingin membalas suratnya. Kesedihannya pun berkurang. soalnya mereka akan bekerja di sana!” jawab Ani kelihatan sedih. Dinda tidak akan main sepeda lagi di taman.. Dinda langsung membuka smsnya. Besok adalah hari Minggu. Ia menerima sms bergambar sepeda dan ternyata…. Tin. Tiba-tiba…. tetap bisa bersahabat.”Ya. ini untukmu!” kata Ani sambil menyerahkan surat yang bertulis ’Best Friend Forever’. Amanat 1) jangan cepat putus asa 2) jangan cepat marah terhadap orang lain 3) selalu lakukan yang terbaik untuk orang lain . dari Ani! Dinda sangat gembira. ”Maaf ya. Aku akan ikut mengantarkan mereka sampai ke Malaysia. Wardah sudah tidak sedih lagi. Biarpun berjauhan tapi. Ia tidak sabar segera membaca isi smsnya. aku tidak ingin kamu sedih. Oya.!! Telepon genggam berbunyi. -Bagian Akhir: Enam hari sudah Ani pergi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->