P. 1
Presentation Syok

Presentation Syok

|Views: 62|Likes:
Published by bodiwen
syok hipovolemi
syok hipovolemi

More info:

Published by: bodiwen on Apr 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2013

pdf

text

original

SYOK

Lambu H Da Costa
11-2008-137

Defenisi
 Syok → Sindrom klinis yang terjadi

akibat gangguan hemodinamik dan metabolik ditandai dengan kegagalan sistem sirkulasi untuk mempertahankan perfusi yang adekuat ke organ –organ vital.

Syok dibagi menjadi 4

Syok Hipovolemik Syok Kardiogenik Syok Distributif

:Septik,Anafilaktik,Neurog enik Syok Obstruktif

Menentukan derajat syok
 Syok Ringan :
- Penurunan

perfusi hanya pada

jaringan dan organ nonvital, seperti : kulit, lemak, otot rangka, dan tulang. - Kesadaran tidak terganggu, produksi urin normal atau hanya sedikit menurun, asidosis metabolik tidak

Syok Sedang
- Perfusi

ke organ vital selain jantung

dan otak menurun (hati, usus, ginjal) - Oliguri (urin kurang dari 0,5 ml/kg/jam) - Asidosis metabolik. Kesadaran relatif masih baik.

.Perfusi ke jantung dan otak tidak adekuat . Syok Berat .Vasokontriksi di semua pembuluh darah lain .Oliguri dan asidosis berat. gangguan kesadaran dan tanda-tanda hipoksia jantung (EKG abnormal. curah jantung menurun).

1) SYOK HIPOVOLEMIK →Terganggunya sistem sirkulasi akibat dari volume darah intravaskular yang berkurang  Etiologi :- Perdarahan aorta pecah aneurisma perdarahaan GIT -Kehilangan plasma luka .

.Kehilangan cairan ekstraseluler : • Muntah • Dehidrasi • Diare • Terapi diuretik .

Patofisiologi Perdarahan ↓tekanan pengisian PD ↓ aliran balik ke jantung ↓ Curah jantung Gangguan pada organ Mikro sirkula si Neuro endokri n Kardio vaskul er GIT Ginjal .

.02 ↓ Melebihi toleransi Jantung&otak Iskemia Tekanan arteri rata-rata ≤60 mmhg →aliran ke organ ↓maka fungsi sel di semua organ akan terganggu.Mikrosirkulasi Mikrosirkulasi Curah jantung↓ Vaskular sistemik ↑ tahanan Menyediakan perfusi cukup untuk jantung&otak Bila tidak cukup .

ADH dilepaskan dari hipothalmus posterior yang merespon pada penurunan tekanan darah . ADH secara langsung meningkatkan reabsorsi air dan garam (NaCl) pada tubulus distal = volume urin ↓ .Neuroendokrin Merespon syok hemoragik ↑sekresi ADH.

Kardio vaskuler  Sistem kardiovaskular awalnya berespon kepada syok hipovolemik dengan meningkatkan denyut jantung. dan mengkonstriksikan pembuluh darah jantung. Respon ini timbul akibat peninggian pelepasan norepinefrin dan penurunan tonus vagus . meninggikan kontraktilitas miokard.

Gastrointestinal Tract (GIT)  Aliran akibat darah yang menuju ke jaringan intestinal.  Hal ini menyebabkan pelebaran pembuluh darah serta peningkatan metabolisme.maka terjadi peningkatan absorpsi endotoksin yang dilepaskan oleh bakteri gram negatif yang mati dalam usus. .

 Frekuensi terjadinya sangat jarang karena cepatnya pemberian cairan pengganti.Ginjal  Gagal ginjal akut adalah suatu komplikasi dari syok hipoperfusi.  Secara fisiologi ginjal mengatasi hipoperfusi dengan mempertahankan garam dan air .

Gejala Klinis  Pada hipovolemia ringan (<20%volume plasma) → ekstremitas dingin → waktu pengisian kapiler meningkat → diaporesis → vena kolaps → cemas .

 Hipovolemia sedang (20-40% volume darah) → Gejala sama dgn hipovolemia ringan ditambah: → Takikardi → Takipne → Oligouria → Hipotensi ortostatik .

ditambah → Hemodinamik tidak stabil → Takikardi bergejala → Hipotensi → Perubahan kesadaran . Hipovolemia Berat (>40% volume darah) → gejala sama.

Bila Hb ≤10g/dL→transfusi . Cairan yang diberikan kristaloid ‘RL’ 2-4L dalam 30 menit .B.C • Resusitasi cairan dengan cepat lewat IV atau • • • • dengan memasang kateter. .Terapi • Perhatikan A. Bila keadaan hemodinamik tetap tidak stabil maka perdarahan /kehilangan cairan belum teratasi. Pemberian obat (dopamin)untuk mendapatkan kekuatan ventrikel tapi setelah Volume darah tercukupi.

C) .B. Karena obat dopamin. jalan napas juga harus diperhatikan(A. dobutamin sebabkan vasokonstriksi pembuluh darah →takikardia  Selain resusitasi cair.

Syok Kardiogenik  Adalah gangguan yang disebabkan oleh penurunan curah jantung sistemik pada keadaan volume intravaskular yang cukup→hipoksia jaringan  Hipotensi menjadi dasar diagnosis TD sistole ≤90mmHg .

disfungsi ventrikel. .Etiologi  Penyebab terbanyak Infark miokard akut  Ada juga karena ruptur ventrikel. disfungsi otot papilaris.

Patofisiologi Kerusakan jantung ↓curah jantung ↓TD arteri ke organ 02 ke jantung ↓ kemampuan jantung untuk pompa↓ .

 Tanda-tanda klasik syok jantung : -TD ↓ -Nadi ↓ -hipoksia jantung .kulit dingin dan lembab .urin ↓ .

. penggunaan kateter arteri pulmonal untuk mengukur tekanan ventrikel kiri dan curah jantung sangat penting untuk mengkaji beratnya masalah dan mengevaluasi penatalaksanaan yang telah dilakukan. Peningkatan tekanan akhir diastolik ventrikel kiri yang berkelanjutan (LVEDP = Left Ventrikel End Diastolik Pressure) menunjukkan bahwa jantung gagal untuk berfungsi sebagai pompa yang efektif. Disritmia →akibat penurunan oksigen ke jantung.seperti pada gagal jantung.

iktus kordis cenderung bergeser. • Pada PF : TD sistole ≤90mmHg. bunyi gallop (adanya disfungsi ventrikel). mur-mur (defek septal ventrikel).pasien juga riwayat jantung koroner. ronki.pasien datang dgn infark miocard akut.dimna ada nyeri dada. adanya oedem.Manifestasis klinis  Anamnesis : . hepatomegali(ggl jntng kanan) . JVP ↑ .

 Pemeriksaan Penunjang .Ekokardiografi : untuk melihat fungsi ventrikel ka&ki.RO : kardiomegali .EKG : pada infark miokard akut (ventrikel kanan) ada gambran ST elevasi . . fungsi katup-katup.tekanan ventrikel.

berikan obat-obatan untuk mengatasi Hipotensi bila  TD < 70mmHg+gejala syok(+) →NE 0.Penatalaksanaan  I.mempertahankan tekanan arteri .5-30 mcg/kg/mnt iv TD 70-100mmHg+ gjl syok(+)→ Dopamine 5-15mcg/kg/mnt iv . Tindakan resusitasi tujuan: mencega kerusakan organ .

 Bila TD 70-100mmHg+gjl syok (-)→dobutamin 2- 20mcg/kg/mnt iv  EKG harus dimonitor II. Menentukan secara dini anatomi Koroner .

 III.melakukan revaskularisasi dgn melakukan PCI (percutaneus coronary intervention) / CABG( coronary artery bypass graft surgery) .

gejala : . demam. takikardia. . dan leukositosis. takipneu.↓TD sistole 90mmHg.Syok Distributif  Syok Septik adalah suatu sindrom respon inflamasi sistemik atau systemic inflammatory response syndrome (SIRS) yang terkait dengan adanya suatu infeksi.

histamin)→ ↑ permiabilitas kapiler →berkurang voloume intravaskuler →berkurang sirkulasi →respon thadap ↓ TVS →curah jantung biasanya ↑ tp tidak cukup untuk .kinin.Patofisiologi  Patofisiologi syok septik tidak terlepas dari sepsis dimana kuman →endotoksin →masuk aliran darah →terjadi perubahan biokimia&inaktivasi imun→syok septik • Manifestasi klinis pada mikrokardio vaskular -> rendah TVS(tahanan vaskular sistemik).sebagian besar krna vasodilatasi krna efek mediator (prostglandin.

diatasi dengan pemberian ringer laktat .C. diharapkan dgn pemberian cairan ada peningkatn TD. frekuensi jantung.Hipovolemia pd terjadi pada sepsis.B. .Terapi  Resusitasi dilakukan segera mungkin saat pasien tiba di IGD Meliputi : A.terapi cairan kristaloid. kecukupan isi nadi. Terapi cairan : .dan tranfusi bila diperlukan.

10. diberikan setelah keadaan hipovolemik teratasi : beri dopamin >8mcg/kg/mnt atau norepinerfin 0.5mcg/kg/mnt . Pemberian AB spektrum luas: ceftriaxone.cefotaxim  Pemberian vasopresor.

obat.Anafilaksis dapat terjadi tanpa adanya hipotensi dimana obstruksi saluran napas merupakan gejala utamanya .Syok Anafilaktif  Anafilaksis : reaksi yang timbul beberapa detik-menit setelah seseorang terpajan oleh alergen atau faktor pencetus non alergen seperti zat kimia . .

anestesi gigitan serangga. suara serak. sesak napas. .Gejala dan tanda anafilaksis  Penyebab suntikan :AB (penicilin.tersumbat laring : rasa tercekik.edem di bibir. Manifestasi pada :  kulit :urtikaria .sefalosporin).spasme.muka.extremitas  Mata :gatal. edema.eritem. lakrimasi  Pernapasan : hidung:gatal.

diare.bronkus : batuk. muntah.lidah : edema . mual. kolik.  Kardiovaskuler : hipotensi. takikardi.sesak. gelombag T datar atau T terbalik.. infark miokard  GIT : disfagia. peristaltik usus ↑ .spasme. aritmi.

Bila pencetus adalah alergen seperti penicilin.5ml.3ml →di bekas tempat sintikan → mengurangi absorpsi alergen.01/kg BB -0.Terapi Epinerfin 1 : 1000 -> 0.1-0.serangga dapat diberi suntikan infiltrasi Epinerfin 1:1000 0. .kadang kadang dosis dapa diberika sampai 0.3ml SC dan dapat diberikan setiap 15-20menit sampai 3/4x .

pada edema laring kdg juga diperlukan trakeostomi.  Penyebab tersering kematian adalah tersumbatnya saluran pernapasan akibat edem dan spasme bronkus. pernapasan yg lancar sehingga oksigenasi baik 2 . 2 hal penting yg harus diperhatikan: 1. Sistem kardiovaler harus berfungsi dgn baik → perfusi jaringan baik.  Pemberian O2 4-6 l/mnt juga sangat penting .

beri salbutamol 0.5cc dalam 2-4ml NaCl 0. Bronkodilator diperlukan bila terjadi obstruksi saluran napas bagian bawah. seperti pada asma .25cc-0.9% di be rikan melalui nebulasi atau aminofilin 5-6mg/kg BB .

.Bila gejala hipotensi tidak berhasil dgn pemberian epinerfin maka ada kekurangan cairan intravaskular.dan bila TD belum teratasi dgn pemberian cairan maka beri 1ml epinerfin 1:1000 dalam 250 cc dextrosa .Dapat diberikan cairan koloid 0. Pada sistem kardiovaskuler .Berikan 02 .5-1L untuk menarik cairan masuk ke intravaskular setelah itu cairan dapat diganti dgn cairan kristaloid RL .

Adakah indikasi memberikan obat. .adakah riwayat alergi.sesudah membrikan suntikan pasien hrus diobservasi .hindari pemakaian intermiten .sediakan obat untuk mengatasi keadaan darurat.menberitahukan pasien kemungiana reaksi yg dapt terjadi .Pencegahan  Sebelum memberikan obat : .kalau mungkin obat diberikan oral .skin tes  Sewaktu meminum obat : .

hentikan obat bila terjadi reaksi . Sesudah meminum obat .bila terjadi reaksi berikan penjelasan dasar kepada pasien .kenali dini reaksi pemberian obat .

.Syok Neurogenik  Pada syok neurogenik terjadi gangguan perfusi jaringan yang disebabkan karena disfungsi sistim saraf simpatis sehingga terjadi vasodilatasi.

Suhu lingkungan yang panas. Rangsangan pada medula spinalis seperti penggunaan obat anestesi spinal/lumbal. terkejut. Trauma kepala (terdapat gangguan pada pusat otonom). takut .Etiologi  Trauma medula spinalis dengan quadriplegia     atau paraplegia (syok spinal). Rangsangan hebat yang kurang menyenangkan seperti rasa nyeri hebat pada fraktur tulang.

Syok neurogenik bisa juga akibat rangsangan parasimpatis ke jantung yang memperlambat kecepatan denyut jantung dan menurunkan rangsangan simpatis ke pembuluh darah. takut atau nyeri. Reaksi vasovagal umumnya disebabkan oleh suhu lingkungan yang panas. Syok neurogenik terjadi karena reaksi vasovagal berlebihan yang mengakibatkan vasodilatasi menyeluruh di regio splanknikus. terkejut. sehingga perfusi ke otak berkurang. Misalnya pingsan mendadak akibat gangguan emosional .

kadang disertai paraplegia . .keadaan lanjut pasien menjadi tidak sadar. bahkan bradikardi.kulit terasa agak hangat dan cepat berwarna kemerahan karna pengumpulan darah di dalam arteriol. kapiler dan vena .Manifestasi Klinis  Hampir sama dengan syok pada -tekanan darah turun -nadi tidak bertambah cepat. . . barulah nadi bertambah cepat.

 Pertahankan jalan nafas dengan memberikan oksigen. penggunaan endotracheal tube dan ventilator mekanik sangat dianjurkan . sebaiknya dengan menggunakan masker. Pada pasien dengan distress respirasi dan hipotensi yang berat. Baringkan pasien dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki (posisi Trendelenburg).Penatalaksanaan  .

Cairan kristaloid seperti NaCl 0. berikan obat-obat vasoaktif . akral.  Bila tekanan darah dan perfusi perifer tidak segera pulih. turgor kulit. sebaiknya ditunjang dengan resusitasi cairan.9% atau Ringer Laktat sebaiknya diberikan per infus secara cepat 250500 cc bolus dengan pengawasan yang cermat terhadap tekanan darah. Untuk keseimbangan hemodinamik. dan urin output untuk menilai respon terhadap terapi.

berefek serupa dengan norepinefrin.  Norepinefrin -jika dopamin tidak adekuat dalam menaikkan tekanan darah. Obat ini merupakan obat yang terbaik karena pengaruh vasokonstriksi perifernya lebih besar dari pengaruh terhadap jantung (palpitasi). . Pada dosis > 10 mcg/kg/menit.Dopamin  Merupakan obat pilihan pertama. Jarang terjadi takikardi.

SYOK OBSTRUKTIF  Ketidakmampuan ventrikel untuk mengisi selama diastol sehingga secara nyata menurunkan volume sekuncup dan curah jantung .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->