Head to Toe

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Pemeriksaan fisik (Head to Toe) adalah pemeriksaan tubuh pasien secara keseluruhan atau hanya beberapa bagian saja yang dianggap perlu oleh dokter yang bersangkutan. Pemeriksaan dalam keperawatan menggunakan pendekatan yang sama dengan pengkajian fisik kedokteran, yaitu dengan pendekatan inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi . Pengkajian fisik kedokteran dilakukan untuk menegakkan diagnosis yang berupa kepastian tentang penyakit apa yang diderita klien . pengkajian fisik keperawatan pada prinsipnya dikembangkan berdasarkan model keperawatan yang lebih difokuskan pada respon yang ditimbulkan akibat masalah kesehatan yang dialami. Pengkajian fisik keperawatan harus mencerminkan diagnosa fisik yang secara umum perawat dapat membuat perencanaan tindakan untuk mengatasinya. Untuk mendapatkan data yang akurat sebelum pemeriksaan fisik dilakukan pengkajian riwayat kesehatan, riwayat psikososial, sosek, dll. Hal ini memungkinkan pengkajian yang fokus dan tidak menimbulkan bias dalam mengambil kesimpulan terhadap masalah yang ditemukan. Pemeriksaan fisik dalam keperawatan juga digunakan untuk mendapatkan data objektif dari riwayat keperawatan klien. Pemeriksaan fisik sebaiknya dilakukan bersamaan dengan wawancara. Fokus pengkajian fisik keperawatan adalah pada kemampuan fungsional klien. Misalnya , klien mengalami gangguan sistem muskuloskeletal, maka perawat mengkaji apakah gangguan tersebut mempengaruhi klien dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari atau tidak. B. TUJUAN a. Tujuan Umum Diharapkan mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik (Head To Toe) secara tepat dan benar. b. Tujuan Khusus - Diharapkan mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan Inspeksi dengar benar. - Diharapkan mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan Palpasi dengan benar. - Diharapkan mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan Perkusi dengan benar. - Diharapkan mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan Auskultasi dengan benar.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN Pemeriksaan fisik (Head to Toe) adalah pemeriksaan tubuh pasien secara keseluruhan atau hanya beberapa bagian saja yang dianggap perlu oleh dokter yang bersangkutan. Secara umum pemeriksaan fisik dapat berupa pemeriksaan:

 Pemeriksaan Kulit

tesktur kulit. Kepala Pemeriksaan ini menilai lingkar kepala.  Pemeriksaan Kepala dan Leher Pemeriksaan kepala dan leher meliputi pemeriksaan kepala secara umum. serta dapat menilai adanya pembengkakan daerah wajah. . yaitu palpebra tidak dapat terbuka. Pemeriksaan mata yang lain adalah menilai apakah palpebra simetris atau tidak. papula. dan telinga bagian dalam. biasanya dapat ditemukan pada penyakit hidrocefalus.Pemeriksaan kulit untuk menilai warna. atau infeksi. laring. eritema. rambut menutupi semua bagian tubuh kecuali telapak tangan kaki. faring. distribusi.  Pemeriksaan Rambut Pemeriksaan rambut dilakukan untuk menilai adanya warna. Lingkar kepala yang lebih besar dari normal. bentuk. Hidung Pemeriksaan hidung bertujuan untuk menilai adanya kelainan bentuk hidung dan juga menentukan ada atau tidaknya epistaksis. mata. Pseudo lagoftamos ditandai dengan kedua belah mata tidak tertutup sempurna. Sedangkan lingkar kepala yang kurang dari normal disebut mikrosefali. hidung. Wajah yang asimetris dapat disebabkan oleh adanya paralisis fasialis.  Pemeriksaan Kuku Pemeriksaan kuku dilakukan dengan mengadakan inspeksi terhadap warna. Mata Pemeriksaan mata menilai adanya visus atau ketajaman penglihatan. Dalam keadaan normal. turgor kulit. Pemeriksaan visus ini dapat dilakukan dengan pemberian rangsangan cahaya (khusus pada umur neonatus). Telinga Pemeriksaan telinga dapat dilakukan mulai dari telinga bagian luar. yaitu kesukaran membuka mulut. telinga. yaitu kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga sebagian kornea tidak dilindungi oleh kelopak mata. dan keadaan kuku. adanya sianosis. Wajah Pemeriksaan wajah menilai apakah wajah asimetris atau tidak. Dan hordeolum yang merupakan infeksi local pada palpebra. yaitu bibir yang tidak simetris. pemeriksaan wajah. Mulut Pemeriksaan mulut bertujuan untuk menilai ada tidaknya trismus. mulut. dan edema. dan permukaan labia sebelah dalam. Bentuk kuku yang cekung atau cembung menunjukkan adanya cedera. telinga bagian tengah.  Pemeriksaan Kelenjar Getah Bening Pemeriksaan kelenjar getah bening dilakukan dengan cara palpasi pada daerah leher atau inguinal yang lain. dan karakteristik rambut lainnya. ulkus. dan leher. kelembapan kulit. Pemeriksaan yang dapat digunakan adalah pemeriksaan rhinoskopi anterior dan posterior. ikterus. eczema. purpura. pucat. Lagoftalmos. disebut makrosefali. defesiensi besi. pustule. Dan labioskisis. Pembesaran dengan diameter lebih dri 10 mm menunjukkan adanya kemungkinan tidak normal atau indikasipenyakit tertentu. kelebatan. Adanya jari tabuh (clubbed fingers) dapat menunjukkan penyakit pernapasan kronis atau penyakit jantung. Kelainan yang muncul antara lain ptosis. vesikula. makula. Halitosis. yaitu bau mulut tidak sedap karena kurang dijaga kebersihannya.

atau lainnya. dan bunyi gesekan pleura (pleural fiction rub). lakukan pemeriksaan untuk menilai ada atau tidaknya massa dalam leher. Apabila ditemukan obstruksi pada laring. Kemudian perkusi dan auskultasi. Paru Pemeriksaan paru terdiri atas beberapa langkah. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan cara inspeksi. diantaranya : . danauskultasi.Funnel chest . suara krepitasi. auskultasi. wheezing.  Pemeriksaa Dada Pada pemeriksaan dada. perkusi. adanya deformitas. atau auskultasi. perkusi.Faring Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat adanya hyperemia. dan palpasi. bronchial. Selanjutnya. Dimana Suara Napas Dasar merupakan suara napas biasa. palpasi. paru. yang perlu diketahui adalah garis atau batas di dada.Pigeon chest . Pada pemeriksaan paru terdapat dua macam suara napas yaitu Suara Napas Dasar dan Suara Napas Tambahan. maka suara mengalami stridor yang disertai batuk dan serak. Sedangkan suara napas tambahan adalah suara napas yang dapat didengar melalui bantuan auskultasi yang meliputi ronki basah/ronki kering. yang meliputi suara napas vesikuler. amforik. Leher Pemeriksaan leher bertujuan untuk menilai adanya tekanan vena jugularis. Dada memiliki beberapa bentuk. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengondisikan pasien dalam posisi telentang denga dada dan kepala diangkat setinggi 15-30 derajat. atau kelainan yang lain. pembengkakan.dan metamorphosing breath sound. yaitu inspeksi. Endema (tanda-tanda radang) faring umumnya ditandai dengan mukosa yang pucat dan sembab dan pada difteri dapat ditentukan dengan adanya bercak putih abu-abu yang sulit diangkat (pseudomembran). Pemeriksaan auskultasi harus dilakukan terlebih dahulu agar bising usus atauperistaltic usus yang akan didengarkan tidak dipengaruhi oleh stimulasi dari luar melalui . palpasi. misalnya untuk melihat ada atau tidaknya ginekomastia patologis atau galaktore. Laring Pemeriksaan laring sangat berhubungan dengan pemeriksaan pernapasan. edema. gerakan dada. penonjolan. Jantung Pemeriksaan tahap jantung pertama dilakukan dengan cara inspeksi.  Pemeriksaan Abdomen Pemeriksaan abdomen dilakukan dengan cara inspeksi. dengan cara dimasukkan kedalam secara perlahan-lahan sementara lidah ditarik keluar.Dalam pemeriksaan dada. cog wheel breath sound. peritonsilar. abses retrofaringeal. baik secara langsung maupun tidak langsung. danperkusi. dan jantung. Pemeriksaan laring dilakukan dengan menggunakan alat laringoskop. palpasi.Barrel chest Pemeriksaan pada daerah dada yang lain meliputi pemeriksaan payudara. Sedangkan pemeriksaan pada orang dewasa dilakukan untuk menilai ada atau tidaknya kanker payudara. kesimetrisan. yang perlu diperhatikan adalah bentuk dan besar dada. Payudara Pemeriksaan payudara pada anak dilakukan untuk mengetahui perkembangan atau kelainan payudara sebelum anak mengalami masa pubertas.

pemeriksaan refleks. tidak dapat bereaksi . serta kelainan yang ada. Penilaian kuantitatif dapat diukur denga Skala Koma Glasgow ( Glasgow Coma Scale-GCS). dan lambung. terutama. .Koma. Penilaian kualitatif antara lain: . yaitu mengamati adanya berbagai kelainan pada neurologis. dengan cara memperoleh riwayat pasien dan.Inspeksi. Sedangkan pemeriksaan pada perempuan dilakukan dengan cara memerhatikan adanya epispadia. dan membentuk opini.  Pemeriksaan Tulang Belakang dan Ekstremitas Pemeriksaan tulang belakang dan ekstremitas dilakukan dengan cara inspeksiterhadap adanya kelainan tulang belakang seperti lordosis. yaitu melihat dan mengevaluasi pasien secara visual dan merupakan metode tertua yang digunakan untuk mengkaji/menilai pasien. dan tidak responsive) . danskrotum. refleks tendon. kesadaran penuh (respon yang cukup) . Organ-organ yang diperiksa dalam pemeriksaan abdomen. fimosis. dan refleks patologis. lebih jelas dan memvalidasi apa yang dilihat oleh mata dan dikaitkan dengan suara atau bau yang berasal dari pasien. ginjal. atau duduk. seperti hipospadia.pemeriksaan kekuatan dan tonus otot. bentuk penis. epispadia. adapun penilaian sebagai berikut: . Status kesadaran ini dilakukan dengan dua penilaian. adanya radang pada testis.Respons motorik Adapun jenis-jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. persisten dan tanpa terburu-buru. tidak memberikan respon ringan maupun sedang (sedikit respon) . Secara formal. subyektif . skoliosis.  Pemeriksaan Genitalia Pemeriksaan genital berbeda antara laki-laki dan perempuan. merupakan tingkat kesadran yang paling bawah. antara lain kaku kuduk. tengkurap. . . sepanjang pemeriksaan fisik dilakukan.Somnole. Pemeriksaan neurologis yang lain adalah pemeriksaan status kesadaran. Pada laki-laki pemeriksaan dilakukan dengan cara memerhatikan ukuran. diantaranya refleks superficial.Membuka mata .  Pemeriksaan Neurologis Pemeriksaan neurologis dilakukan sebagai berikut: . dan adanya tanda-tanda seks sekunder.Sopor. yaitu penilaian kualitatif dan penilaian kuantitatif. pemeriksa menggunakan indera penglihatan berkonsentrasi untuk melihatpasien secara seksama.Respons verbal . antara lain hati. Pemeriksa kemudian akan mengumpulkan dan menggolongkan informasi yang diterima oleh semua indera tersebut. acuh tak acuh . kifosis. Inspeksi Langkah pertama pada pemeriksaan pasien adalah inspeksi. baik disadari maupun tidak disadari. kesadaran yang lebih rendah (mengantuk.Compos Mentis. ingin tidur.Apatis. nilai kekuatan otot 0-5. Inspeksi juga menggunakan indera pendengaran dan penciuman untuk mengetahui lebih lanjut.Delirium. kelemahan. sejak detik pertama bertemu.palpasi atau perkusi. testis. serta perasaan nyeri yang ada pada tulang belakang dengan cara mengobservasi pada posisi telentang.pemeriksaan tanda menigeal.

Bagian yangnyeri atau tidak nyaman selalu dipalpasi terakhir. lembut dan berguna untuk menilai lesi pada permukaan atau dalam otot. menggunakan gerakansirkuler/memutar. Gambar 4-1 menunjukkan area tangan yang digunakan untuk palpasi untuk Gambar 4‐1 Area tangan yang digunakan untuk palpasi. akan memberikan informasi mengenai posisi. untuk menentukan posisi. dan nyeri pada kebanyakan struktur tubuh.konsistensi dan mobilitas/gerakan komponen-komponen anatomi yang normal. Terdapat lima macam perkusi seperti yang tercantum di bawah ini: Nada/pitch Intensitas Durasi Kualitas Tinggi Lembut Pendek Absolut Tidak jelas (dulliness) Tidak tajam Medium Medium Moderat Seperti suara (dull) pukulan/jatuh. Palpasi Palpasi. Perkusi Perkusi. paha Abnormal: paru-paru atelektatik. pendek (muffled thud) Rendah Keras Moderat/panjang Resonan/gaung Sangat rendah Sangat keras Panjang Hiper-resonan Tinggi Keras Panjang Kosong Suara Datar Lokasi Normal: sternum. yang akan membantu dalam membuat keputusan diagnosis dan terapi. Dilakukan denganmenekan permukaan telapak jari 1-2 cm ke dalam tubuh pasien. dan apakahterdapat abnormalitas misalnya pembesaran organ atau adanya massa yang dapat teraba. Palpasi juga efektif untuk menilai menganai keadaan cairan pada ruang tubuh. adalah langkah kedua padapemeriksaan pasien dan digunakan untuk menambah data yang telah diperoleh melalui inspeksisebelumnya. yaitu menyentuh atau merasakan dengan tangan. Palpasi dalam digunakan untuk menilai organ dalam rongga tubuh. mengenai pasien. tangan yang diatas menekan tangan yang di bawah 2-4 cm ke bawah dengan gerakan sirkuler. kandung . Normal: hati. diperlukan untuk membuat rasa tidak nyaman atau nyeri untuk dapat benar-benar menilai suatu gejala. Menepuk permukaan akan menghasilkan gelombang suara yang berjalan sepanjang 5-7 cm (2-3 inci) di bawahnya.terutama pada abdomen. langkah ketiga pemeriksaan pasien adalah menepuk permukaan tubuh secararingan dan tajam. Palpasi struktur individu.Palpasi ringa bersifat superfisial. Gambar 4-2 Teknik palpasi (A) Ringan (B) Dalam 3. dan kekuatan palpasi dapat ditingkatkan terus. nyeri tekan. Kadang. 2.baik pada permukaan maupun dalam rongga tubuh. bentuk. Palpasi medium untuk menilai lesi medieval pada peritoneum dan untuk massa. pulsasi (meraba denyut). organ-organ lain. dan dapat dilakukandengan satu atau dua tangan (Gambar 4-2). ukuran.dan obyektif. ukuran dan densitas struktur atau cairan atau udaradi bawahnya. Pada awal selalu digunakan palpasi ringan. Jika dilakukan dengan dua tangan.

langsung (segera) dan tak langsung (diperantarai). Kedua metode prekusi bermanfaat untuk menilai. terutama jika perkusi jari tidak berhasil. • Kualitas (atau timbre. atau overtone) adalah konsep subyektif yang digunakan Ada dua metode perkusi. (A) Perkusi tak langsung pada daerah costovertebral . harmonis. Perkusi langsung kepalan bermanfaat untuk toraks posterior. asites Normal: paru-paru Abnormal: Emfisema paru-paru Normal: gelembung udara lambung Abnormal: abdomen distensi udara • Pitch (atau frekuensi) adalah jumlah vibrasi atau siklus per detik (cycles per second/cps). • Amplitudo (atau intensitas) menentukan kerasnya suara. Perkusi kepalan tangan. suatu obyek padat kecil (biasanya terbuat dari gading). diletakkan pada tubuh ketika pleksimeter (kepalan dari tangan yang dominan) mengetuk. yang dipegang erat di depan permukaan tubuh. Vibrasi cepat menghasilkan nada dengan pitch yang tinggi. makin keras suara.Timpani Berdebam Seperti drum kencing penuh Abnormal: efusi pleura. Perkusi langsung dan tak langsung juga dapat dilakukan dengan kepalan tangan (Gambar 44). • Durasi adalah panjangnya waktu di mana suara masih terdengar. Pada perkusi tak langsung dengan kepalan. plessimeter menjadi tangan yang pasif. misalnya. Ini merupakan metode yang disukai selama hampir 100 tahun. nyeri tekan costovertebral angle (CVA) ginjal. Dari sejarahnya. pleksimeter adalah palu karet kecil. Perkusidiperantarai (tak langsung) adalah metode yang menggunakan alat pleksimeter untukmenimbulkan perkusi. berkembangmenjadi metode pilihan sekarang (Gambar 4-3). dan digunakan untuk mengetuk plessimeter. sedangkan vibrasi lambat menghasilkan nada pitch yang rendah.Perkusi langsung kepalan tangan melibatkan kepalan dari tangan yang dominan yang kemudianmengetuk permukaan tubuh langsung. Gambar 4‐4. Gambar 4‐3 Perkusi jari tak langsung. Makin besar amplitude. tetapi pemeriksa merasa repot untuk membawa peralatan ekstra ini.

Suara-suara penting yang terdengar saatauskultasi adalah suara gerakan udara dalam paru-paru. abrasi atau lesi lainnya. pakailah sarung tangan untuk melindungi pasien. C.  MENJAMIN KEAMANAN PASIEN Selama pemeriksaan fisik. AUSKULTASI Auskultasi adalah ketrampilan untuk mendengar suara tubuh pada paru-paru. (B) Perkusi langsung pada CVA. 4. • Jika terdapat luka teriris. • Pakailah sarung tangan secara rutin jika terdapat kemungkinan kontak dengan cairan tubuh selama:  Pemeriksaan oral  Pemeriksaan lesi kulit . Auskultasi dilakukan dengan stetoskop (Gambar 4-5). Umumnya. lakukan langkah-langkah untuk menjamin keamanan pasien dan anda sendiri terhadap transmisi penyakit yang dapat menyebar melalui darah dan untukmencegah komtaminasi-silang. terbentuk oleh thorax dan visceraabdomen. Tindakan Pencegahan Baku untuk pencegahan Infeksi • Cuci tangan dengan seksama sebelum memulai pemeriksaan dan setelah pemerikssaan selesai. PERSIAPAN Agar interaksi pasien berlangsung efisien dan lancar. dan oleh aliran darah yang melalui sistem kardiovaskular. penting bagi pemeriksa untukbersiapsiap sebelum perjumpaan dengan pasien. jantung. Langkah-langkan penting pada persiapan inimeliputi hal-hal berikut: .(CVA). Gambar 4‐5 Stetoskop. auskultasi adalah teknikterakhir yang digunakan pada suatu pemeriksaan.pembuluh darah dan bagian dalam/viscera abdomen. Lihat Kotak 4-1 untuk ulasan hal/langkah-langkah standard tersebut.

• Otoskop dan oftalmoskop untuk memeriksa telinga dan mata (jika otoskop tidak dilengkapidengan spekulum pendek. Karena anda harus siapmelakukan pemeriksaan terfokus tanpa interupsi. anda harus menyiapkan peralatan dasar(misalnya sfigmomanometer dan stetoskop) tersedia dan mudah dijangkau di ruang praktekPengaturan yang hati-hati dan konsisten sebelum memulai pemeriksaa akan meningkatkanefektivitas dan efisiensi pemeriksaan dan menjamin pemeriksaan selalu dilakukan dengan urutanyang sesuai. jantung dan saluran cerna. Peralatan yang diperlukan untuk pemeriksaan fisik menyeluruh adalah: • Pena cahaya atau senter digunakan untuk cek kulit dan respon pupil terhadap cahaya danuntuk sumber cahaya tangensial menerangi dada danabdomen dariri sisi samping.  Pakai masker dan perlindungan mata/wajah dan baju lab untuk melindungi kulit. • Sarung tangan dan masker atau kaca mata pelindung/ goggles sesuai aturan Centers forDisease Control (CDC) untuk situasi tertentu. maka diperlukan spekulum nasal). kancing dll) Peralatan tambahan yang diperlukan untuk menilai tanda-tanda vital (vital signs) antara lain: • Thermometer untuk mengetahui temperature • Sfigmomanometer untuk mengetahui tekanan darah • Jam dengan jarum penunjuk detik atau jam digital untuk menghitung kecepatan detak jantung (nadi) dan pernafasan. • Depresor lidah untuk menggerakkan atau menahan lidah pada saat memeriksa orofaring. • Palu reflex untuk menguji reflex tendon • Beberapa benda untuk menguji saraf cranial (misalnya uang logam.lebih disukai jika menggunakan satuan centimeter. peniti. Farmasis tidak perlu menggunakan seluruh alat tersebut.  Jika memakai sarung tangan.  Ikuti prosedur klinik atau lembaga untuk perawatan rutin  Beri label yang jelas semua wadah peralatan agar dapat berhati-hati dan waspada terhadap cairan tubuh. Gambar 4‐5 Peralatan yang digunakan selama pemeriksaan fisik: . Rekomendasi untk Pencegahan Alergi terhadap Latek  MENYIAPKAN ALAT Alat-alat yang diperlukan untuk pemeriksaan fisik komprehensif yang dilakukan olehseorang dokter umum dapat dilihat pada Gambar 4-6. walaupun demikian akan bermanfaat untuk mengetahui dan mengenal alatalat umum yang digunakan pada pemeriksaan fisik. • Stetoskop (dengan bel dan diafragma) untuk auskultasi paru-paru. Mengumpulkan sample  Ketika kontak dengan permukaan atau peralatan yang terkontaminasi • Gantilah sarung tangan ketika berganti kerja atau prosedur. cucilah tangan segera setelah sarung tangan dilepas dari pasien ke pasien yang lain. membrane mukosa dan pakaian. abdomen. • Penggaris atau meteran. • Skala untuk mengukur berat badan Hampir semua alat sudah tercantum pada daftar di atas. untuk mengukur ukuran mola atau abnormalitas kulit lainnya. tinggi fundus dan keliling tangan.

22) 51onofilament. normal. 21) triceps skinfold caliper. 8) peak flow meter. 7) kartu untuk memeriksa penglihatan. Pencahayaan yang baik dan lingkungan yang tenang merupakan hal yang penting. perkawinan. 9) thermometer membrane timpani. Jika lampu berfluoresensi di atas kepala merupakan sumber cahaya yang tersedia. Usaha untuk memperoleh efek pencahayaan yang optimal dari sinar matahari atau sumber cahaya artificial juga penting.1) stetoskop. 20) oftalmoskop. 13) bola kapas. atau senter merupakan alat-alat yang paling sering digunakan untuk memvisualisasi tubuh. endpiece (dapat diganti dengan otoskop endpiece). 24). 10) thermometer merkuri. kurus) Ukur tinggi dan berat badan Key point : • Perubahan berat badan terakhir . 3) palu reflex. 15). 4) garpu untuk tuning. 19). PROSEDUR TINDAKAN Pemeriksaan keadaan umum Key point : • Diamati pada saat pertama kali bertemu dengan pasien • Yang perlu diamati : suku. status gizi.  MENYIAPKAN TEMPAT DAN KONDISI Ruang pemeriksaan yang terpisah atau daerah dengan tirai pembatas harus disediakan untuk menjamin privacy dan kerahasiaan (confidentiality). depressor lidah. pulsasi atau lesi kulit. kunci (benda tajam untuk pemeriksaan sensori). D. Dengan menggunakan sumber cahaya tangensial akan dapat diperoleh pandangan anatomi tubuh yang lebih baik misalnya untuk melihat adanya benjolan. 16) specimen cup. keadaan sakit (berat. tape measure. 2) sphygmomanometer. kondisi psikologis. 17) otoskop. kesadaran. cara berdiriberbaring dan mobilitas. 14) sarung tangan sekali pakai. walaupun kadang-kadang hal ini sulit diperoleh. status gizi (gemuk. pakaian. 18) button (benda tumpul untuk pemeriksaan sensori). 11) thermometer elektronik. maka pencahayaan tangensial atau samping juga harus digunakan. tapi akan menghalangi kemampuan anda memvisualisasi karakteristik permukaan tubuh. Pena cahaya. 12) alcohol pad. Ruangan tersebut harus cukup hangat. 6) roda untuk pemeriksaan sensori. lampu yang bisa ditekuk tangkainya. ringan. jenis kelamin. kebersihan. 23) pena cahaya. atau tidak tampak sakit). perkiraan umur. hal yang memang baik jika anda bekerja di meja tulis. 5) garpu untuk tuning. Sinar fluoresens menghilangkan semua bayangan permukaan.

turgor. kulit kepala • Palpasi Kulit kepala. uji ketajaman Pendengaran Periksa hidung Key point : .Periksa tanda-tanda vital Key point : • Tekanan darah. pupil kanan kiri • Palpasi Tekanan bola mata Periksa telinga Key point : • Inspeksi Daun telinga. kornea. deformitas Periksa mata Key point : • Inspeksi Bentuk bola mata. liang. lesi • Palpasi Suhu. warna kuku. frekuensi nadi. kelembapan.pernafasan dan suhu tubuh Periksa keadaan kulit. rambut dan kuku Key point : • Inspeksi Warna kulit. sklera. jumlah rambut. konjungtiva. Tekstur. membran timpani • Palpasi Nyeri tekan. Rambut. oedema Periksa kepala Key point : • Inspeksi Kesimetrisan muka.

mukosa. tonsil. kebersihan/bau mulut • Palpasi Pipi. palatum. kaku kuduk Periksa dada dan paru-paru Key point : • Inspeksi Bentuk dada. gigi. retraksi • Perkusi Temuan perkusi • Auskultasi Bunyi nafas Periksa sistem kardiovaskuler Key point : • Auskultasi Bunyi jantung. faring. denyut karotis. • Palpasi Septum. mur-mur Periksa dan raba keadaan payudara .• Inspeksi Pengeluaran. lidah • Perkusi Gigi Periksa dan raba leher Key point : • Inspeksi Bentuk leher. tekanan vena jugularis • Palpasi Kelenjar thyroid. mukosa. nyeri tekan pada sinus Periksa keadaan mulut Key point : • Inspeksi Bibir. gusi. lidah.

bising arteri. bentuk dan posisi).Key point : • Inspeksi Ukuran. pengeluaran. penonjolan. linea alba • Palpasi Nyeri tekan. massa Periksa perut (abdomen) Key point : • Inspeksi Bentuk. lien. linea nigra. retraksi. massa (hepar. servik • Palpasi _ pemeriksaan rektovaginal Uterus (ukuran.dll). striae gravidarum. oedema • Palpasi Denyut perifer. simetris. tanda goodel. Tanda hegar. adneksa. varises vena Periksa sistem muskuloskeletal Key point : . warna papilla dan areola • Palpasi Nyeri tekan. tinggi fundus uteri • Perkusi Temuan perkusi dan pola • Auskultasi Bising usus. simetris. tanda piskacek Periksa sistem vaskular perifer Key point : • Inspeksi Warna kulit. bunyi jantung janin Periksa genitalia Key point : • Inspeksi Vulva-vagina (tanda chadwick).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful