Head to Toe

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Pemeriksaan fisik (Head to Toe) adalah pemeriksaan tubuh pasien secara keseluruhan atau hanya beberapa bagian saja yang dianggap perlu oleh dokter yang bersangkutan. Pemeriksaan dalam keperawatan menggunakan pendekatan yang sama dengan pengkajian fisik kedokteran, yaitu dengan pendekatan inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi . Pengkajian fisik kedokteran dilakukan untuk menegakkan diagnosis yang berupa kepastian tentang penyakit apa yang diderita klien . pengkajian fisik keperawatan pada prinsipnya dikembangkan berdasarkan model keperawatan yang lebih difokuskan pada respon yang ditimbulkan akibat masalah kesehatan yang dialami. Pengkajian fisik keperawatan harus mencerminkan diagnosa fisik yang secara umum perawat dapat membuat perencanaan tindakan untuk mengatasinya. Untuk mendapatkan data yang akurat sebelum pemeriksaan fisik dilakukan pengkajian riwayat kesehatan, riwayat psikososial, sosek, dll. Hal ini memungkinkan pengkajian yang fokus dan tidak menimbulkan bias dalam mengambil kesimpulan terhadap masalah yang ditemukan. Pemeriksaan fisik dalam keperawatan juga digunakan untuk mendapatkan data objektif dari riwayat keperawatan klien. Pemeriksaan fisik sebaiknya dilakukan bersamaan dengan wawancara. Fokus pengkajian fisik keperawatan adalah pada kemampuan fungsional klien. Misalnya , klien mengalami gangguan sistem muskuloskeletal, maka perawat mengkaji apakah gangguan tersebut mempengaruhi klien dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari atau tidak. B. TUJUAN a. Tujuan Umum Diharapkan mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik (Head To Toe) secara tepat dan benar. b. Tujuan Khusus - Diharapkan mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan Inspeksi dengar benar. - Diharapkan mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan Palpasi dengan benar. - Diharapkan mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan Perkusi dengan benar. - Diharapkan mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan Auskultasi dengan benar.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN Pemeriksaan fisik (Head to Toe) adalah pemeriksaan tubuh pasien secara keseluruhan atau hanya beberapa bagian saja yang dianggap perlu oleh dokter yang bersangkutan. Secara umum pemeriksaan fisik dapat berupa pemeriksaan:

 Pemeriksaan Kulit

Lagoftalmos. purpura. kelembapan kulit. telinga bagian tengah. biasanya dapat ditemukan pada penyakit hidrocefalus.  Pemeriksaan Kelenjar Getah Bening Pemeriksaan kelenjar getah bening dilakukan dengan cara palpasi pada daerah leher atau inguinal yang lain.Pemeriksaan kulit untuk menilai warna. Bentuk kuku yang cekung atau cembung menunjukkan adanya cedera. Dalam keadaan normal. dan permukaan labia sebelah dalam. rambut menutupi semua bagian tubuh kecuali telapak tangan kaki. Mulut Pemeriksaan mulut bertujuan untuk menilai ada tidaknya trismus. Kelainan yang muncul antara lain ptosis. yaitu palpebra tidak dapat terbuka. tesktur kulit. Pemeriksaan yang dapat digunakan adalah pemeriksaan rhinoskopi anterior dan posterior. faring. Sedangkan lingkar kepala yang kurang dari normal disebut mikrosefali. dan keadaan kuku. ulkus. dan karakteristik rambut lainnya. Mata Pemeriksaan mata menilai adanya visus atau ketajaman penglihatan.  Pemeriksaan Kepala dan Leher Pemeriksaan kepala dan leher meliputi pemeriksaan kepala secara umum. . Dan hordeolum yang merupakan infeksi local pada palpebra. eritema. mulut. papula. Wajah Pemeriksaan wajah menilai apakah wajah asimetris atau tidak. adanya sianosis. vesikula. bentuk. Wajah yang asimetris dapat disebabkan oleh adanya paralisis fasialis. yaitu kesukaran membuka mulut. atau infeksi. pemeriksaan wajah. Pseudo lagoftamos ditandai dengan kedua belah mata tidak tertutup sempurna. Pemeriksaan visus ini dapat dilakukan dengan pemberian rangsangan cahaya (khusus pada umur neonatus). telinga. makula. dan edema. Adanya jari tabuh (clubbed fingers) dapat menunjukkan penyakit pernapasan kronis atau penyakit jantung. eczema. serta dapat menilai adanya pembengkakan daerah wajah. Lingkar kepala yang lebih besar dari normal. yaitu bibir yang tidak simetris.  Pemeriksaan Rambut Pemeriksaan rambut dilakukan untuk menilai adanya warna. dan leher. pucat. Dan labioskisis. ikterus. Pemeriksaan mata yang lain adalah menilai apakah palpebra simetris atau tidak.  Pemeriksaan Kuku Pemeriksaan kuku dilakukan dengan mengadakan inspeksi terhadap warna. kelebatan. yaitu kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga sebagian kornea tidak dilindungi oleh kelopak mata. mata. dan telinga bagian dalam. Telinga Pemeriksaan telinga dapat dilakukan mulai dari telinga bagian luar. Hidung Pemeriksaan hidung bertujuan untuk menilai adanya kelainan bentuk hidung dan juga menentukan ada atau tidaknya epistaksis. hidung. turgor kulit. disebut makrosefali. yaitu bau mulut tidak sedap karena kurang dijaga kebersihannya. Kepala Pemeriksaan ini menilai lingkar kepala. distribusi. Halitosis. laring. pustule. defesiensi besi. Pembesaran dengan diameter lebih dri 10 mm menunjukkan adanya kemungkinan tidak normal atau indikasipenyakit tertentu.

bronchial. suara krepitasi. Sedangkan suara napas tambahan adalah suara napas yang dapat didengar melalui bantuan auskultasi yang meliputi ronki basah/ronki kering. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengondisikan pasien dalam posisi telentang denga dada dan kepala diangkat setinggi 15-30 derajat. yang meliputi suara napas vesikuler. Pemeriksaan auskultasi harus dilakukan terlebih dahulu agar bising usus atauperistaltic usus yang akan didengarkan tidak dipengaruhi oleh stimulasi dari luar melalui . yaitu inspeksi. Endema (tanda-tanda radang) faring umumnya ditandai dengan mukosa yang pucat dan sembab dan pada difteri dapat ditentukan dengan adanya bercak putih abu-abu yang sulit diangkat (pseudomembran). Jantung Pemeriksaan tahap jantung pertama dilakukan dengan cara inspeksi. Pada pemeriksaan paru terdapat dua macam suara napas yaitu Suara Napas Dasar dan Suara Napas Tambahan. Paru Pemeriksaan paru terdiri atas beberapa langkah. baik secara langsung maupun tidak langsung. wheezing. palpasi.Barrel chest Pemeriksaan pada daerah dada yang lain meliputi pemeriksaan payudara. maka suara mengalami stridor yang disertai batuk dan serak. penonjolan. dan bunyi gesekan pleura (pleural fiction rub). adanya deformitas. Pemeriksaan laring dilakukan dengan menggunakan alat laringoskop. cog wheel breath sound. yang perlu diketahui adalah garis atau batas di dada. peritonsilar.Faring Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat adanya hyperemia.  Pemeriksaa Dada Pada pemeriksaan dada. Laring Pemeriksaan laring sangat berhubungan dengan pemeriksaan pernapasan. danauskultasi. Dada memiliki beberapa bentuk. yang perlu diperhatikan adalah bentuk dan besar dada. dengan cara dimasukkan kedalam secara perlahan-lahan sementara lidah ditarik keluar.dan metamorphosing breath sound. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan cara inspeksi. atau kelainan yang lain. paru. dan jantung. diantaranya : . kesimetrisan. amforik.Dalam pemeriksaan dada. Payudara Pemeriksaan payudara pada anak dilakukan untuk mengetahui perkembangan atau kelainan payudara sebelum anak mengalami masa pubertas.Pigeon chest . perkusi. lakukan pemeriksaan untuk menilai ada atau tidaknya massa dalam leher. Sedangkan pemeriksaan pada orang dewasa dilakukan untuk menilai ada atau tidaknya kanker payudara.Funnel chest . danperkusi.  Pemeriksaan Abdomen Pemeriksaan abdomen dilakukan dengan cara inspeksi. atau lainnya. atau auskultasi. Dimana Suara Napas Dasar merupakan suara napas biasa. gerakan dada. perkusi. auskultasi. edema. Selanjutnya. dan palpasi. palpasi. Apabila ditemukan obstruksi pada laring. palpasi. misalnya untuk melihat ada atau tidaknya ginekomastia patologis atau galaktore. Kemudian perkusi dan auskultasi. Leher Pemeriksaan leher bertujuan untuk menilai adanya tekanan vena jugularis. abses retrofaringeal. pembengkakan.

Pemeriksaan neurologis yang lain adalah pemeriksaan status kesadaran. kesadaran penuh (respon yang cukup) . yaitu penilaian kualitatif dan penilaian kuantitatif. .  Pemeriksaan Neurologis Pemeriksaan neurologis dilakukan sebagai berikut: . nilai kekuatan otot 0-5. dengan cara memperoleh riwayat pasien dan. adapun penilaian sebagai berikut: . Status kesadaran ini dilakukan dengan dua penilaian. testis.Respons verbal . Secara formal. ingin tidur. tidak memberikan respon ringan maupun sedang (sedikit respon) . antara lain kaku kuduk. terutama. . Sedangkan pemeriksaan pada perempuan dilakukan dengan cara memerhatikan adanya epispadia. dan lambung.pemeriksaan tanda menigeal. acuh tak acuh . dan adanya tanda-tanda seks sekunder. sejak detik pertama bertemu. Organ-organ yang diperiksa dalam pemeriksaan abdomen. persisten dan tanpa terburu-buru.palpasi atau perkusi. diantaranya refleks superficial. baik disadari maupun tidak disadari. kesadaran yang lebih rendah (mengantuk. merupakan tingkat kesadran yang paling bawah.Delirium. serta kelainan yang ada. pemeriksa menggunakan indera penglihatan berkonsentrasi untuk melihatpasien secara seksama. Inspeksi juga menggunakan indera pendengaran dan penciuman untuk mengetahui lebih lanjut.Membuka mata . ginjal. Pada laki-laki pemeriksaan dilakukan dengan cara memerhatikan ukuran. antara lain hati. refleks tendon. serta perasaan nyeri yang ada pada tulang belakang dengan cara mengobservasi pada posisi telentang. yaitu melihat dan mengevaluasi pasien secara visual dan merupakan metode tertua yang digunakan untuk mengkaji/menilai pasien. dan refleks patologis. tidak dapat bereaksi . sepanjang pemeriksaan fisik dilakukan.pemeriksaan kekuatan dan tonus otot.Sopor.  Pemeriksaan Tulang Belakang dan Ekstremitas Pemeriksaan tulang belakang dan ekstremitas dilakukan dengan cara inspeksiterhadap adanya kelainan tulang belakang seperti lordosis. subyektif . bentuk penis.pemeriksaan refleks. . kifosis.Compos Mentis. Inspeksi Langkah pertama pada pemeriksaan pasien adalah inspeksi. Penilaian kualitatif antara lain: . dan membentuk opini.  Pemeriksaan Genitalia Pemeriksaan genital berbeda antara laki-laki dan perempuan.Somnole.Koma. Penilaian kuantitatif dapat diukur denga Skala Koma Glasgow ( Glasgow Coma Scale-GCS). fimosis.Inspeksi. skoliosis. tengkurap. epispadia.Apatis. atau duduk. adanya radang pada testis. dan tidak responsive) . seperti hipospadia. lebih jelas dan memvalidasi apa yang dilihat oleh mata dan dikaitkan dengan suara atau bau yang berasal dari pasien. danskrotum. kelemahan.Respons motorik Adapun jenis-jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. yaitu mengamati adanya berbagai kelainan pada neurologis. Pemeriksa kemudian akan mengumpulkan dan menggolongkan informasi yang diterima oleh semua indera tersebut.

ukuran dan densitas struktur atau cairan atau udaradi bawahnya. Gambar 4-1 menunjukkan area tangan yang digunakan untuk palpasi untuk Gambar 4‐1 Area tangan yang digunakan untuk palpasi.dan obyektif. untuk menentukan posisi. diperlukan untuk membuat rasa tidak nyaman atau nyeri untuk dapat benar-benar menilai suatu gejala.terutama pada abdomen.konsistensi dan mobilitas/gerakan komponen-komponen anatomi yang normal. pendek (muffled thud) Rendah Keras Moderat/panjang Resonan/gaung Sangat rendah Sangat keras Panjang Hiper-resonan Tinggi Keras Panjang Kosong Suara Datar Lokasi Normal: sternum. lembut dan berguna untuk menilai lesi pada permukaan atau dalam otot. pulsasi (meraba denyut). Palpasi struktur individu. dan kekuatan palpasi dapat ditingkatkan terus.baik pada permukaan maupun dalam rongga tubuh. bentuk. mengenai pasien. Menepuk permukaan akan menghasilkan gelombang suara yang berjalan sepanjang 5-7 cm (2-3 inci) di bawahnya. Normal: hati. Palpasi medium untuk menilai lesi medieval pada peritoneum dan untuk massa. langkah ketiga pemeriksaan pasien adalah menepuk permukaan tubuh secararingan dan tajam. Palpasi dalam digunakan untuk menilai organ dalam rongga tubuh. Pada awal selalu digunakan palpasi ringan. Perkusi Perkusi. yaitu menyentuh atau merasakan dengan tangan. nyeri tekan. yang akan membantu dalam membuat keputusan diagnosis dan terapi. Bagian yangnyeri atau tidak nyaman selalu dipalpasi terakhir. Dilakukan denganmenekan permukaan telapak jari 1-2 cm ke dalam tubuh pasien. Jika dilakukan dengan dua tangan. Terdapat lima macam perkusi seperti yang tercantum di bawah ini: Nada/pitch Intensitas Durasi Kualitas Tinggi Lembut Pendek Absolut Tidak jelas (dulliness) Tidak tajam Medium Medium Moderat Seperti suara (dull) pukulan/jatuh. Palpasi juga efektif untuk menilai menganai keadaan cairan pada ruang tubuh. menggunakan gerakansirkuler/memutar. akan memberikan informasi mengenai posisi. kandung . Palpasi Palpasi.Palpasi ringa bersifat superfisial. 2. dan apakahterdapat abnormalitas misalnya pembesaran organ atau adanya massa yang dapat teraba. paha Abnormal: paru-paru atelektatik. Kadang. dan dapat dilakukandengan satu atau dua tangan (Gambar 4-2). Gambar 4-2 Teknik palpasi (A) Ringan (B) Dalam 3. tangan yang diatas menekan tangan yang di bawah 2-4 cm ke bawah dengan gerakan sirkuler. ukuran. adalah langkah kedua padapemeriksaan pasien dan digunakan untuk menambah data yang telah diperoleh melalui inspeksisebelumnya. dan nyeri pada kebanyakan struktur tubuh. organ-organ lain.

suatu obyek padat kecil (biasanya terbuat dari gading). misalnya. diletakkan pada tubuh ketika pleksimeter (kepalan dari tangan yang dominan) mengetuk.Timpani Berdebam Seperti drum kencing penuh Abnormal: efusi pleura. atau overtone) adalah konsep subyektif yang digunakan Ada dua metode perkusi. sedangkan vibrasi lambat menghasilkan nada pitch yang rendah. Gambar 4‐4. pleksimeter adalah palu karet kecil. Perkusi langsung dan tak langsung juga dapat dilakukan dengan kepalan tangan (Gambar 44). Ini merupakan metode yang disukai selama hampir 100 tahun. plessimeter menjadi tangan yang pasif. nyeri tekan costovertebral angle (CVA) ginjal. dan digunakan untuk mengetuk plessimeter. asites Normal: paru-paru Abnormal: Emfisema paru-paru Normal: gelembung udara lambung Abnormal: abdomen distensi udara • Pitch (atau frekuensi) adalah jumlah vibrasi atau siklus per detik (cycles per second/cps). makin keras suara. • Amplitudo (atau intensitas) menentukan kerasnya suara. langsung (segera) dan tak langsung (diperantarai).Perkusi langsung kepalan tangan melibatkan kepalan dari tangan yang dominan yang kemudianmengetuk permukaan tubuh langsung. (A) Perkusi tak langsung pada daerah costovertebral . • Durasi adalah panjangnya waktu di mana suara masih terdengar. Perkusi langsung kepalan bermanfaat untuk toraks posterior. tetapi pemeriksa merasa repot untuk membawa peralatan ekstra ini. terutama jika perkusi jari tidak berhasil. Pada perkusi tak langsung dengan kepalan. Perkusi kepalan tangan. Vibrasi cepat menghasilkan nada dengan pitch yang tinggi. harmonis. Perkusidiperantarai (tak langsung) adalah metode yang menggunakan alat pleksimeter untukmenimbulkan perkusi. Gambar 4‐3 Perkusi jari tak langsung. Kedua metode prekusi bermanfaat untuk menilai. • Kualitas (atau timbre. Dari sejarahnya. berkembangmenjadi metode pilihan sekarang (Gambar 4-3). Makin besar amplitude. yang dipegang erat di depan permukaan tubuh.

dan oleh aliran darah yang melalui sistem kardiovaskular. Umumnya. • Jika terdapat luka teriris.(CVA). Gambar 4‐5 Stetoskop.  MENJAMIN KEAMANAN PASIEN Selama pemeriksaan fisik.pembuluh darah dan bagian dalam/viscera abdomen. 4. terbentuk oleh thorax dan visceraabdomen. Tindakan Pencegahan Baku untuk pencegahan Infeksi • Cuci tangan dengan seksama sebelum memulai pemeriksaan dan setelah pemerikssaan selesai. AUSKULTASI Auskultasi adalah ketrampilan untuk mendengar suara tubuh pada paru-paru. penting bagi pemeriksa untukbersiapsiap sebelum perjumpaan dengan pasien. PERSIAPAN Agar interaksi pasien berlangsung efisien dan lancar. (B) Perkusi langsung pada CVA. Suara-suara penting yang terdengar saatauskultasi adalah suara gerakan udara dalam paru-paru. abrasi atau lesi lainnya. lakukan langkah-langkah untuk menjamin keamanan pasien dan anda sendiri terhadap transmisi penyakit yang dapat menyebar melalui darah dan untukmencegah komtaminasi-silang. C. Lihat Kotak 4-1 untuk ulasan hal/langkah-langkah standard tersebut. • Pakailah sarung tangan secara rutin jika terdapat kemungkinan kontak dengan cairan tubuh selama:  Pemeriksaan oral  Pemeriksaan lesi kulit . Langkah-langkan penting pada persiapan inimeliputi hal-hal berikut: . jantung. Auskultasi dilakukan dengan stetoskop (Gambar 4-5). pakailah sarung tangan untuk melindungi pasien. auskultasi adalah teknikterakhir yang digunakan pada suatu pemeriksaan.

• Depresor lidah untuk menggerakkan atau menahan lidah pada saat memeriksa orofaring. jantung dan saluran cerna.  Pakai masker dan perlindungan mata/wajah dan baju lab untuk melindungi kulit. kancing dll) Peralatan tambahan yang diperlukan untuk menilai tanda-tanda vital (vital signs) antara lain: • Thermometer untuk mengetahui temperature • Sfigmomanometer untuk mengetahui tekanan darah • Jam dengan jarum penunjuk detik atau jam digital untuk menghitung kecepatan detak jantung (nadi) dan pernafasan. cucilah tangan segera setelah sarung tangan dilepas dari pasien ke pasien yang lain. Mengumpulkan sample  Ketika kontak dengan permukaan atau peralatan yang terkontaminasi • Gantilah sarung tangan ketika berganti kerja atau prosedur. abdomen. peniti. • Penggaris atau meteran. walaupun demikian akan bermanfaat untuk mengetahui dan mengenal alatalat umum yang digunakan pada pemeriksaan fisik. maka diperlukan spekulum nasal). anda harus menyiapkan peralatan dasar(misalnya sfigmomanometer dan stetoskop) tersedia dan mudah dijangkau di ruang praktekPengaturan yang hati-hati dan konsisten sebelum memulai pemeriksaa akan meningkatkanefektivitas dan efisiensi pemeriksaan dan menjamin pemeriksaan selalu dilakukan dengan urutanyang sesuai. membrane mukosa dan pakaian. Rekomendasi untk Pencegahan Alergi terhadap Latek  MENYIAPKAN ALAT Alat-alat yang diperlukan untuk pemeriksaan fisik komprehensif yang dilakukan olehseorang dokter umum dapat dilihat pada Gambar 4-6. • Otoskop dan oftalmoskop untuk memeriksa telinga dan mata (jika otoskop tidak dilengkapidengan spekulum pendek. Farmasis tidak perlu menggunakan seluruh alat tersebut. • Sarung tangan dan masker atau kaca mata pelindung/ goggles sesuai aturan Centers forDisease Control (CDC) untuk situasi tertentu.  Jika memakai sarung tangan. Peralatan yang diperlukan untuk pemeriksaan fisik menyeluruh adalah: • Pena cahaya atau senter digunakan untuk cek kulit dan respon pupil terhadap cahaya danuntuk sumber cahaya tangensial menerangi dada danabdomen dariri sisi samping.lebih disukai jika menggunakan satuan centimeter. • Palu reflex untuk menguji reflex tendon • Beberapa benda untuk menguji saraf cranial (misalnya uang logam. • Stetoskop (dengan bel dan diafragma) untuk auskultasi paru-paru. tinggi fundus dan keliling tangan. Karena anda harus siapmelakukan pemeriksaan terfokus tanpa interupsi. • Skala untuk mengukur berat badan Hampir semua alat sudah tercantum pada daftar di atas. untuk mengukur ukuran mola atau abnormalitas kulit lainnya.  Ikuti prosedur klinik atau lembaga untuk perawatan rutin  Beri label yang jelas semua wadah peralatan agar dapat berhati-hati dan waspada terhadap cairan tubuh. Gambar 4‐5 Peralatan yang digunakan selama pemeriksaan fisik: .

23) pena cahaya. maka pencahayaan tangensial atau samping juga harus digunakan. 2) sphygmomanometer. status gizi. 14) sarung tangan sekali pakai. kunci (benda tajam untuk pemeriksaan sensori). Pencahayaan yang baik dan lingkungan yang tenang merupakan hal yang penting. kondisi psikologis.22) 51onofilament. 13) bola kapas. 18) button (benda tumpul untuk pemeriksaan sensori). 7) kartu untuk memeriksa penglihatan. kebersihan. cara berdiriberbaring dan mobilitas. normal. 12) alcohol pad. PROSEDUR TINDAKAN Pemeriksaan keadaan umum Key point : • Diamati pada saat pertama kali bertemu dengan pasien • Yang perlu diamati : suku. 11) thermometer elektronik. Jika lampu berfluoresensi di atas kepala merupakan sumber cahaya yang tersedia. perkiraan umur. keadaan sakit (berat. 20) oftalmoskop.  MENYIAPKAN TEMPAT DAN KONDISI Ruang pemeriksaan yang terpisah atau daerah dengan tirai pembatas harus disediakan untuk menjamin privacy dan kerahasiaan (confidentiality). 8) peak flow meter. 24). kesadaran. 10) thermometer merkuri. jenis kelamin. hal yang memang baik jika anda bekerja di meja tulis. 16) specimen cup. 5) garpu untuk tuning. atau senter merupakan alat-alat yang paling sering digunakan untuk memvisualisasi tubuh. pulsasi atau lesi kulit. endpiece (dapat diganti dengan otoskop endpiece). tapi akan menghalangi kemampuan anda memvisualisasi karakteristik permukaan tubuh. status gizi (gemuk. lampu yang bisa ditekuk tangkainya.1) stetoskop. depressor lidah. 6) roda untuk pemeriksaan sensori. 4) garpu untuk tuning. 19). perkawinan. 17) otoskop. Pena cahaya. Ruangan tersebut harus cukup hangat. tape measure. 9) thermometer membrane timpani. ringan. 15). 21) triceps skinfold caliper. Sinar fluoresens menghilangkan semua bayangan permukaan. kurus) Ukur tinggi dan berat badan Key point : • Perubahan berat badan terakhir . D. pakaian. Usaha untuk memperoleh efek pencahayaan yang optimal dari sinar matahari atau sumber cahaya artificial juga penting. Dengan menggunakan sumber cahaya tangensial akan dapat diperoleh pandangan anatomi tubuh yang lebih baik misalnya untuk melihat adanya benjolan. atau tidak tampak sakit). 3) palu reflex. walaupun kadang-kadang hal ini sulit diperoleh.

kornea. membran timpani • Palpasi Nyeri tekan. uji ketajaman Pendengaran Periksa hidung Key point : . konjungtiva.pernafasan dan suhu tubuh Periksa keadaan kulit. pupil kanan kiri • Palpasi Tekanan bola mata Periksa telinga Key point : • Inspeksi Daun telinga. frekuensi nadi. Rambut. sklera. lesi • Palpasi Suhu. turgor. warna kuku. rambut dan kuku Key point : • Inspeksi Warna kulit. liang. Tekstur. kulit kepala • Palpasi Kulit kepala. kelembapan.Periksa tanda-tanda vital Key point : • Tekanan darah. deformitas Periksa mata Key point : • Inspeksi Bentuk bola mata. oedema Periksa kepala Key point : • Inspeksi Kesimetrisan muka. jumlah rambut.

kaku kuduk Periksa dada dan paru-paru Key point : • Inspeksi Bentuk dada. mur-mur Periksa dan raba keadaan payudara .• Inspeksi Pengeluaran. lidah. mukosa. • Palpasi Septum. tonsil. retraksi • Perkusi Temuan perkusi • Auskultasi Bunyi nafas Periksa sistem kardiovaskuler Key point : • Auskultasi Bunyi jantung. gigi. faring. denyut karotis. tekanan vena jugularis • Palpasi Kelenjar thyroid. palatum. nyeri tekan pada sinus Periksa keadaan mulut Key point : • Inspeksi Bibir. lidah • Perkusi Gigi Periksa dan raba leher Key point : • Inspeksi Bentuk leher. kebersihan/bau mulut • Palpasi Pipi. gusi. mukosa.

bentuk dan posisi). linea alba • Palpasi Nyeri tekan. Tanda hegar. penonjolan. oedema • Palpasi Denyut perifer. tanda piskacek Periksa sistem vaskular perifer Key point : • Inspeksi Warna kulit. lien. bunyi jantung janin Periksa genitalia Key point : • Inspeksi Vulva-vagina (tanda chadwick). varises vena Periksa sistem muskuloskeletal Key point : .dll). retraksi. linea nigra. pengeluaran.Key point : • Inspeksi Ukuran. striae gravidarum. servik • Palpasi _ pemeriksaan rektovaginal Uterus (ukuran. tanda goodel. massa Periksa perut (abdomen) Key point : • Inspeksi Bentuk. simetris. warna papilla dan areola • Palpasi Nyeri tekan. tinggi fundus uteri • Perkusi Temuan perkusi dan pola • Auskultasi Bising usus. massa (hepar. bising arteri. adneksa. simetris.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful