Makalah Diksi Dan Kalimat Efektif Kelompok 1 PFR 2012

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bahasa terbentuk dari beberapa tataran gramatikal, yaitu dari tataran terendah sampai tertinggi adalah kata, frase, klausa, kalimat. Ketika anda menulis dan berbicara, kata adalah kunci pokok dalam membentuk tulisan dan ucapan. Maka dari itu kata-kata dalam bahasa Indonesia harus dipahami dengan baik, supaya ide dan pesan seseorang dapat dimengerti dengan baik. Kata-kata yang digunakan dalam komunikasi harus dipahami dalam konteks alinea dan wacana. Tidak dibenarkan menggunakan kata-kata dengan sesuka hati, tetapi harus mengikuti kaidah-kaidah yang benar. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan kata yang baik atau biasa disebut dengan diksi. Diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata pengarang dalam mengggambarkan “cerita” pengarang. Walaupun dapat diartikan begitu, diksi tidak hanya pilih-memilih kata saja atau mengungkapkan gagasan pengarang, tetapi juga meliputi gaya bahasa, ungkapanungkapan. Kalimat efektif adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat. Dengan adanya pemilihan kata yang baik, suatu kalimat dapat membentuk kalimat yang efektif. Yaitu, kalimat yang singkat, padat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat. 1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud dengan diksi? 2. Apa saja elemen yang terdapat dalam diksi? 3. Apa yang dimaksud dengan kalimat? 4. Apa saja unsur-unsur dalam kalimat? 5. Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif? 6. Bagaimana ciri-ciri kalimat efektif? 1.3 Tujuan Makalah ini dibuat dengan bertujuan: 1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan diksi 2. Mengetahui syarat-syarat pemilihan kata 3. Mengetahui pengertian serta unsur-unsur kalimat 4. Mengetahui apa yang dimaksud dengan kalimat efektif 5. Mengetahui ciri-ciri kalimat efektif

BAB 2 ISI
2.1 Pengertian Diksi atau Pilihan Kata Diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata, gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita. Diksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa Departemen Pendidikan Indonesia adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Fungsi dari diksi antara lain : • • • • Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis. Untuk mencapai target komunikasi yang efektif. Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal. Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.

Agar menghasilkan cerita yang menarik, diksi atau pemilihan kata harus memenuhi syaratsyarat sebagai berikut: 1. Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan gagasan. 2. Pengarang harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat nuansanuansa makna, sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembaca. 3. Menguasai berbagai macam kosakata dan mempu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang jelas, efektif, dan efisien. Contoh paragraf : 1. Hari ini Aku pergi ke pantai bersama dengan teman-temanku. Udara di sana sangat sejuk. Kami bermain bola air sampai tak terasa hari sudah sore. Kamipun pulang tak lama kemudian. 2. Liburan kali ini Aku dan teman-temanku berencana untuk pergi ke pantai. Kami sangat senang ketika hari itu tiba. Begitu sampai disana kami sudah disambut oleh semilir angin yang tak henti-hentinya bertiup. Ombak yang berkejar-kejaran juga seolah tak mau kalah untuk menyambut kedatangan kami. Kami menghabiskan waktu sepanjang hari di sana. Kami pulang dengan hati senang. Kedua paragraf diatas memiliki makna yang sama, tetapi dalam pemilihan kata atau diksi, paragraf kedua lebih menarik bagi pembaca karena enak dibaca dan tidak membosankan.

air. Sedangkan kata abstrak adalah kata yang acuannya sulit diserap oleh pancaindra. 2. tetapi keduanya tidaklah sama persis. koi. Pemakaian kata abstrak yang banyak pada suatu karangan akan menjadikan karangan tersebut tidak jelas dalam menyampikan gagasan penulis. Sinonim Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama. kata makan yang bermakna memasukkan sesuatu kedalam mulut. sedangkan kata khusus dari ikan adalah mujair. hanya ada kesamaan atau kemiripan. cantik. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Kata Ilmiah dan Kata Populer Kata ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. wangi. 3. jika kata khususnya adalah lele lokal. Denotatif adalah suatu pengertian yang terkandung sebuah kata secara objektif. makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial. Kata makan pada makna konotatif berarti untung atau pukul. Kesinoniman kata tidaklah mutlak. Makna konotatif adalah makna asosiatif. Misalnya. hangat. gurami. Makna konotatif selalu berubah dari zaman ke zaman. tapi bentuknya berlainan. 4. rumah. lele.2 Syarat-Syarat Pemilihan Kata 1. 5. sedangkan makna denotative adalah kamar yang kecil. dikunyah dan ditelan. Makna Umum dan Makna Khusus Kata umum adalah kata yang acuannya lebih luas. Kegunaan kata abstrak untuk mengungkapkan gagasan rumit. Makna denotatif sering disebut makna konseptual. Contoh lainnya misalnya kamar kecil dapat bermakna konotatif jamban. laporan . Misalnya meja. Kata khusus adalah kata yang acuannya lebih sempit atau khusus. Misalnya ikan termasuk kata umum. lele dumbo. gabus. Kata abstrak dapat membedakan secara halus antara gagasan yang bersifat teknis dan khusus. sikap pribadi dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. mobil.2. Misalnya kata cermat dan cerdik yang keduanya bersinonim. Contoh lainnya misalnya lele dapat menjadi kata umum. suara. Misalnya perdamaian. Kata Konkrit dan Kata Abstrak Kata konkrit adalah kata yang acuannya dapat diserap oleh pancaindra. gagasan. Kata-kata ilmiah biasa digunakan oleh kaum pelajar dalam berkomunikasi maupun dalam tulisan-tulisan ilmiah seperti karya tulis ilmiah. Makna Denotatif dan Konotatif Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit.

tesis. Selain itu digunakan pada acara-acara resmi. Kata Ilmiah: Analogi Final Diskriminasi Prediksi Kontradiksi Format Anarki Biodata Bibliografi Kata Popular: kiasan akhir perbedaan perlakuan ramalan pertentangan ukuran kekacauan biografi singkat daftar pustaka 2. yaitu dari luar dan dari dalam bahasa Indonesia. /k/. Bentuk jamak dalam bahasa Indonesia 2. . /p/. Awalan ke. penalaran. ke. yang sering ditemukkan dalam bahasa lisan maupun tulis. Penanggalan awalan ber3. dan /t/ yang tidak luluh 6. Berikut adalah contoh dari kata-kata tersebut. Penggunaan kata yang hemat 11.ilmiah. Pemakaian kata depan di.3 Pembentukkan Kata Terdapat dua cara dalam pembentukkan kata. Kesalahan Pembentukkan dan Pemilihan Kata Pada subbab ini akan disebutkan kesalahan dalam pembentukkan kata. Penyengauan kata dasar 5. Dalam hal membuat definisi hal yang tidak boleh dilakukan adalah mengulang kata yang kita definisikan. dan terhadap 9. Penggunaan kesimpulan. Bunyi /s/. 1. sedangkan dari luar melalui proses serapan. Analogi 12. 1. bagi. skripsi. dan pemukiman 10. Kata popular adalah kata yang biasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari masyarakat umum. Penanggalan awalan meng2. Definisi Definisi adalah suatu pernyataan yang menerangkan pengertian suatu hal atau konsep istilah tertentu. Peluluhan bunyi /c/ 4. dari. daripada. pada. desertasi. Padanan yang tidak serasi 8. keputusan.yang keliru pemakaian akhiran –ir 7. Pembentukkan dari dalam yaitu terbentuknya kata baru dengan dasar kata yang sudah ada.

bukan hanya menjelaskan tentang istilah. . b. Definisi realis Definisi realis adalah penjelasan tentang isi yang terkandung dalam sebuah istilah.Definisi diskriptif. Arab. sifat.Definisi fungsional. Kosa kata bahasa Indonesia banyak yang menyerap dari bahasa asing. yaitu penjelasan dengan cara menguraikan perbedaan antara penjelasan dengan cara menunjukkan bagian-bagian suatu benda(definisi analitik) dengan penjelasan dengan cara menunjukkan isi dari suatu term yang terdiri atas genus dan diferensia(definisi konotatif). Definisi nominalis Definisi nominalis adalah menjelaskan sebuah kata dengan kata lain yang lebih umum dimengerti. bersifat membujuk orang lain. . Belanda. yaitu : . yaitu penjelasan dengan cara menegaskan langkah-langkah pengujian serta menunjukkan bagaimana hasil yang dapat diamati. - .Contoh definisi: Majas personifikasi adalah kiasan yang menggambarkan binatang. yaitu pejelasan dengan cara menunjukkan sifat-sifat khusus yang menyertai hal tersebut dengan penjelasan dengan cara menyatakan bagaimana suatu hal terjadi. perasaan dan kegiatan seperti manusia. 4. yaitu: Keteraturan bahasa(analogi): dikatakan analogi jika kata tersebut memiliki bunyi yang sesuai antara ejaan dan pelafalannya. tumbuhan dan benda-benda mati seakan hidup selayaknya manusia. Biasanya digunakan untuk membuka suatu pembicaraan atau diskusi. yaitu penjelasan sesuatu hal dengan cara menunjukkan kegunaan dan tujuannya. Kata serapan merupakan bagian perkembangan bahasa Indonesia. Bahasa-bahasa asing yang diserap kedalam bahasa Indonesia antara lain bahasa Sansekerta.Definisi esensial. Definisi persuasif. Penyimpangan atau ketidakteraturan bahasa(anomali): dikatakan anomali apabila kata tersebut tidak sesuai antara ejaan dan pelafalannya. Definisi praktis terbagi atas tiga macam. Definisi terdiri dari: a. seolah punya maksud. Penyerapan kata kedalam bahasa Indonesia meliputi dua unsur. c. Inggris dan Tionghoa. yaitu penjelasan dengan cara merumuskan suatu pernyataan yang dapat mempengaruhi orang lain. Kata Serapan Kata serapan adalah kata yang diadopsi dari bahasa asing yang sesuai dari EYD.Definisi operasional. Definisi praktis Definisi praktis adalah penjelasan tentang suatu hal yang dijelaskan dari segi kegunaan atau tujuan. Defiisi realis terbagi atas : .

jum’at=(’). Sedangkan kata-kata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia secara utuh tanpa mengalami perubahan penulisan memiliki kemungkinan untuk dibaca bagaimana aslinya. Beberapa kata yang sudah sesuai dengan sistem fonologi.Analogi Karena analogi adalah keteraturan bahasa. sehingga timbul anomali dan fonologi. baik melalui proses penyesuaian maupun tidak. baik dalam bentuk fonologi.4. atau struktur bahasa. Pertama unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Anomali Perhatikan kata-kata berikut ini : Bahasa Indonesia bank intern qur’an jum’at Bahasa Aslinya bank(inggris) intern(inggris) qur’an(arab) jum’at(arab) Beberapa kata diatas merupakan kata yang mengandung unsur anomali. seperti contoh berikut : Bahasa Indonesia expose export exodus Bahasa Aslinya expose export exodus . sistem ejaan. Unsur pertama ini digunakan dalam bahasa Indonesia. tetapi penulisan dan pengucapannya masih mengikuti aturan bahasa asing. Bila diamati lafal yang kita keluarkan dari mulut dengan ejaan yang tertera. tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yaitu bank=(nk). misalnya: Bahasa Indonesia aksi bait boling dansa derajat ekologi fajar insan Bahasa Aslinya action(inggris) bait(arab) bowling(inggris) dance(inggris) darrajat(arab) ecology(inggris) fajr(arab) insane(arab) Menurut taraf integrasinya unsur pinjaman dari bahasa asing dapat dibagi dua golongan. tentu saja lebih banyak berkaitan dengan kaidah-kaidah bahasa. Unsur yang kedua kata pinjaman yang penulisan dan pengucapannya telah disesuaikan ke dalam bahasa Indonesia. 5.

Mengandung pikiran yang utuh. Predikat transitif disertai objek. ide.atau pesan yang jelas. . misalnya : Bahasa Indonesia federalisme bilingual dedikasi edukasi Bahasa Aslinya federalism(inggris) bilingual(inggris) dedication(inggris) education(inggris) 2. dan/ atau klausa. Kalimat disusun berdasarkan unsur-unsur yang berupa kata. 3. Ada bagian kalimat yang tidak dapat dihilangkan. 1. Kalimat (1) berupa kalimat dasar yang terdiri atas dua bagian kalimat inti. Kalimat (2) berupa kalimat luas terdiri atas dua bagian inti dan satu bagian bukan inti. tanda seru. Paragraf tersebut terdiri atas tiga buah kalimat. 6. Menggunakan urutan logis. Kemudahan menulis dapat dirasakan oleh setiap orang yang mempelajarinya secara serius. dan ada pula yang dapat dihilangkan. 2. objek. Mengandung satuan makna. yaitu: menentukan ide. 5. Contoh: 1. Kalimat aktif sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat. 3.4 Kalimat 1. Pengertian Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa yang merupakan kesatuan pikiran. atau tanda Tanya. yaitu: Dalam bahasa lisan diawali dengan kesenyapan dan diakhiri dengan kesenyapan. setiap kata-kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi(subjek.Kadang-kadang kata tidak hanya satu morfem. Bagian inti dapat membentuk kalimat dasar. ada juga yang terdiri dari dua morfem atau lebih. dan bagian bukan inti dapat membentuk kalimat luas. sehingga penyerapannya dilakukan secara utuh. Unsur-unsur tersebut mempunyai fungsi dan pengertian tertentu yang disebut bagian kalimat. dan mengekreasikan ide tersebut dengan kalimat efektif sehingga menjadi sebuah karangan yang utuh. dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsinya. Kalimat (3) berupa kalimat luas yang terdiri dari dua bagian inti dan dua bagian bukan inti. 2. predikat intransitif dapat disertai pelengkap. Menulis ilmiah itu mudah. 4. Kemudahan menulis itu dapat dikelompokkan ke dalam tiga hal. predikat. Dalam bahas tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan titik. frasa. sedangkan bagian yang dapat dihilangkan merupakan bukan inti kalimat. Ciri-ciri dari kalimat. mengorganisasikan ide. Bagian kalimat yang dapat dihilangkan disebut inti kalimat.

dan lain-lain. Keberadaan predikat dalam kalimat berfungsi: a. berdasarkan. untuk. pada. c. kalimat tunggal. Jawaban mengapa. Subjek menentukan kejelasan kalimat. dan f. repetisi. f. Sedangkan ciri-ciri dari subjek. kalimat luas. b. d. kalimat majemuk. Sedangkan ciri-ciri dari predikat yaitu: a. Sebagai sebutan. Tidak didahului preposisi: di. Membentuk kalimat dasar. Air sungai kecil itu terus menerus menggericik. d. Predikat dapat berupa kata dan dapat pula frasa. Menjadi pokok pikiran. predikat kebanyakan muncul secara eksplisit.Dalam paragraf yang terdiri dua kalimat atau lebih. Keberadaan subjek dalam kalimat berfungsi: a. c. b. Tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak. dan e. pronomina atau kata ganti. bagaimana. Berada kata atau frasa benda (nomina). Disertai kata ini. yaitu memperjelas pikiran atau gagasan yang diungkapkan dan menentukan kejelasan makna kalimat. Menegaskan (memfokuskan) makna. dari. atau struktur sejajar. e. Memperjelas pikiran ungkapan. Membentuk kalimat dasar. Subjek dapat berupa kata dan dapat pula frasa. Kata sifat didahului kata si atau sang. Membentuk kesatuan makna. dan h. Didahului kata bahwa. tetapi dapat dengan kata bukan. atau itu. Memperjelas makna. kalimat-kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan. Dapat diingkarkan dengan tidak atau bukan. c. Membentuk kesatuan pikiran. Contoh: Saya sudah mulai mengantuk. . Disertai pewatas yang. yaitu: a. d. • Predikat Seperti halnya subjek. kalimat luas. kalimat tunggal. e. Penempatan subjek yang tidak tepat dapat menghamburkan makna kalimat. b. g. Unsur-unsur Kalimat • Subjek Subjek atau pokok kalimat merupakan unsur utama kalimat. bagi. menurut. kalimat majemuk. dalam. Menegaskan makna. Menjadi unsur penjelas. Jawaban apa atau sifat. 2. kepada. b. hubungan dijalin dengan konjungsi.

Bukan unsur utama . b. 2. selayaknya dan lain-lain. namun objek tidaklah demikian halnya. dan c. jika didahului kata: a. sedang. d. dan e. Didahului kata adalah. misalnya: . ialah. kata sifat. Dapat menduduki fungsi subjek apabila kalimat itu dipasifkan. S P Pel Ia / menjadi / rektor. mesti. Mengkhususkan makna objek. Tidak didahului kata depan. Membentuk kalimat dasar pada kalimat berpredikat transitif. dan melengkapi struktur kalimat. Dalam kalimat objek berfungsi sebagai: a. yaitu: a. Mengikuti langsung di belakang predikat transitif. Tidak didahului dengan kata yang. b. yang predikat berubah fungsi menjadi perluasan subjek. seharusnya. Contoh : Pengusaha itu menemukan peluang bisnis barunya • Objek Subjek dan predikat cenderung muncul secara eksplisit dalam kalimat. atau bilangan. Dapat didahului keterangan modalitas: sebaiknya. Dapat didahului keterangan aspek: akan.c. b. Berupa kata benda. yakni. Ciri-ciri dari objek. c. Kalimat yang salah: Mahasiswa itu menerangkan tentang kerangka berpikirnya. mengkhususkan objek. Jawaban apa atau siapa yang terletak di belakang predikat transitif. Membentuk kesatuan atau kelengkapan pikiran. Memperjelas makna. Ciri-ciri pelengkap: 1. seyogyanya. tapi tanpa pelengkap kalimat itu tidak jelas dan tidak lengkap informasinya. Predikat dapat berupa kata benda. sudah. dan c. Melengkapi struktur: Negara Republik Indonesia / berdasarkan / Pancasila. d. Terletak di belakang predikat yang bukan kata kerja transitif. S P Pel b. yaitu. Kehadiran objek dalam kalimat bergantung pada jenis predikat kalimat serta ciri khas objek itu sendiri. • Pelengkap Pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi melengkapi informasi. Contoh: Kalimat yang benar: Mahasiswa itu menerangkan kerangka berpikirnya. kata kerja. misalnya: a.

laporan penelitian. adalah putra Bung Karno. (keterangan tambahan) Megawati. “Kemarin rektor berangkat ke Tokyo. bahwa. misalnya: keterangan tambahan subjek. cara. apabila. tanpa keterangan tidak komunikatif. Contoh bentuk perangkai yang sering ditemukan dalam karangan antara lain: adalah.” Pada akhir kalimat. Pengkai intrakalimat berfungsi menghubungkan unsur atau bagian kalimat dengan unsur atau bagian kalimat yang lain di dalam sebuah kalimat. dan informasi yang terkait dengan tempat. Presiden Ri 2001-2004. di samping itu. Kata-kata transisi ini sangat membantu dalam menghubungkan gagasan sebelum dan sesudahnya baik antarkalimat maupun antar paragraf. kalau. andaikata.”Rektor berangkat ke Tokyo kemarin. yang menjabat Presiden RI 2001-2004. yakni perangkai intrakalimat dan perangkai antarkalimat. bilamana. tujuan. melainkan. predikat. posesif. Megawati. daripada. padahal. adalah putra Bung Karno. akibat. syarat. sebuah kalimat dengan kalimat lain. kemudian.” Dapat berupa keterangan tambahan dapat berupa aposisi. . tempat.”Rektor kemarin berangkat ke Tokyo. atau akhir kalimat. Tanpa keterangan. sehingga. informasi menjadi tidak jelas. 3) Dapat berupa: keterangan waktu. sebab.Ibu /membawakan / saya / oleh-oleh. S P O Pel • Keterangan Keterangan kalimat berfungsi menjelaskan atau melengkapi informasi pesan-pesan kalimat. dan keterangan). pada awal. dan tidak lengkap. (aposisi) • Konjungsi Konjungsi adalah bagian kalimat yang berfungsi menghubungkan (merangkai) unsur-unsur kalimat dalam sebuah kalimat (yaitu subjek. pesan menjadi tidak jelas. Bagian perangkai antarkalimat ini sering juga disebut dengan istilah kata transisi. Hal ini dapat dirasakan kehadirannya terutama dalam surat undangan. dan lain-lain. misalnya. dan pengganti nomina. seandainya. jika. tetapi kalimat tanpa keterangan. sedangkan aposisi dapat menggatikan subjek. ialah. Ciri-ciri Keterangan 1) Bukan unsur utama kalimat. objek. tengah. 2) Tempat tidak terikat posisi. dan (atau) sebuah paragraf dengan paragraf yang lain. meskipun. Konjungsi dibagi menjadi dua. Contoh penempatan keterangan: Pada awal kalimat. tidak dapat menggantikan subjek. atau.” Pada tengah kalimat. misalnya surat undangan. pelengkap. Adapun perangkai antarkalimat berfungsi menghubungkan kalimat atau paragraf yang satu dengan kalimat atau paragraf yang lain. waktu.

Contoh: Ia sungguh beruntung mendapat pekerjaan itu. tetapi. Semua soal ujian dapat kukerjakan dengan baik. tentu. penulis penulis dan pembaca atau pembicara dan pendengar tidak akan menghadapi keraguan. Kalimat dikatakan singkat karena hanya menggunakan unsur yang diperlukan saja. sungguh. Presiden beserta rombongan segera meninjau lokasi bencana alam 2. sementara itu. 3. 3. salah komunikasi. Dengan demikian. pasti. b. tentu. padat. karena itu. salah informasi. Kalimat efektif dapan mengomunikasikan pikiran atau perasaan penulis atau pembicara kepada pembaca atau pendengan secara tepat. harapan lulus semakin besar bagiku. Pekerjaan itu memang tidak kusukai. sering. ragu. Pengertian Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang singkat. dan tambah pula. mungkin. bahkan. dan kelengkapan konsep atau gagasan yang terkandung di dalam kalimat tersebut. dan dapat menyampaikan informasi secara tepat. Adik saya kemungkinan besar seorang politikus. Ia sering menyatakan syukurnya atas karunia itu. Dengan modalitas tertentu makna kalimat dapat berubah menjadi sebuah pernyataan yang tegas. dari nada keras menjadi lembut atau sebaliknya. umpamanya. kamu juga harus waspada terhadap kemungkinan serangan anak buahnya.sedangkan. Dengan kalimat efektif. maka. Contoh penggunaan konjungsi: 1. . lengkap. Fungsi modalitas dalam kalimat: a. dan sebagainya. • Modalitas Modalitas dalam sebuah kalimat sering disebut keterangan predikat. jarang. selanjutnya.5 Kalimat Efektif 1. Modalitas dapat mengubah keseluruhan makna sebuah kalimat. Mengubah nada: dari nada tegas menjadi ragu-ragu atau sebaliknya. Contoh penggunaan modalitas: 1. seolah-olah. Dengan sifat ini tidak terjadi pengulangan-pengulangan pengungkapaan. 2. sebaliknya. Sifat lengkap mengandung makna kelengkapan struktur kalimat secara gramatikal. sering. jadi. 2. Ungkapan yang dapat digunakan antara lain: barangkali. jelas. Menyatakan sikap. Ssifat jelas ditandai dengan kejelasan striktur kalimat dan makna yang terkandung di dalamnya. atau salah pengertian. Dia sebetulnya seorang artis. lembut. Jika ingin mengungkapkan kalimat dengan nada kepastian dapat digunakan ungkapan: pasti. supaya. oleh sebab itu. Di samping itu harus hati-hati menghadapi orang itu. Sedangkat siifat padat mengandung makna sarat dengan informasi yang terkandung di dalamnya. Setiap unsur-unsur kalimat benar-benar berfungsi. pernah. kerap kali. lagipula.

tetapi maknanya salah. Jika pertama menggunakan verba. dan struktur sehingga menghasilkan kesegaran bahasa. kelogisan. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-. dan (atau) struktur kalimat secara gramatikal. Kesatuan Kesatuan kalimat ditandai oleh adanya kesepadanan struktur dan makna kalimat. Dalam pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik. Kesejajaran bentuk kata. bentuk kedua juga menggunakan verba. 3. (efektif) Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. Pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik. Kehematan penggunaan unsur kalimat. Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai baru. (terdapat subjek ganda dalam kalimat tunggal) 2. Kefokusan pemikiran sehingga mudah dipahami 4. (tidak efektif) Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes.2. atau kesepadadanan makna dan struktur. • Kesejajaran • Kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Kecermatan dan kesantunan. Pembangunan gedung sekolah baru pihak yayasan dibantu oleh bank yang memberikan kredit. 2. 3. 2.juga. (efektif) Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. Ciri-ciri Kalimat Efektif Ciri-ciri kalimat efektif: 1. manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai baru. Contoh: Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. Pihak yayasan dibantu oleh bank yang memberi kredit untuk membangun gedung sekolah baru. (efektif) • Kefokusan . 3. (memakai kata depan yang salah sehingga kalimat menjadi kacau). Kalimat secara gramatikal mungkin benar. 5. (tidak jelas siapa yang memberi pengarahan) Kalimat tersebut seharusnya: 1. 1. Kesatuan. (tidak efektif) Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. dan 6. Kevariasian kata. Berdasarkan agenda sekretaris. maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me. kesatuan. Misalnya.

diharapkan kalimat menjadi padat berisi. Manajer itu dengan segera mengubah rencananya setelah dia bertemu dengan direkturnya.Sulit ditingkatkan kualitas dan kuantitas produk holtikultura ini.(efektif) . 3. (efektif) • Kehematan Kehematan adalah adanya upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu. pandai berbicara. 4. Manajer itu segera mengubah rencana setelah direkturnya. tidak menjamakan kata yang memang sudah berbentuk jamak. Agar supaya Anda dapat memperoleh nilai ujian yang baik Anda harus belajar dengan sungguh-sungguh. dan membujuk orang adalah modal utama pemasaran produk. 4.Produk holtikultura ini sulit ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. atau frasanya. Contoh Kalimat yang hemat kata: 1. Atau Anda harus sungguh-sungguh belajar supaya mendapat nilai yang baik. kata. (tidak efektif) Seharusnya: . Saya melihat sendiri mehasiswa itu belajar seharian. Contoh: . 2. Jika tidak. Agar Anda dapat memperoleh nilai ujian yang baik.Pandai bergaul. (tidak efektif) .Pandai bergaul.Kalimat efektif harus memfokuskan pesan terpenting agar mudah dipahami maksudnya. Atau Belajarlah sungguh-sungguh agar Anda memperoleh nilai yang baik. makna kalimat akan sulit di tangkap dan menghambat komunikasi. Dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Gubernur DKI dilakukan perundingan perparkiran. Logis dalam hal ini juga menuntut adanya pola pikir yang sistematis (runtut/teratur dalam perhitungan angka dan penomoran). Dalam pertemuan yang mana hadir Wakil Gubernur DKI dilakukan suatu perundingan yang membicarakan tentang perparkiran. belajarlah sungguh-sungguh. Perhatikan contoh kalimat yang lemah dari segi logika berbahasa berikut ini: . 3. Sebuah kalimat yang sudah benar strukturnya. berbicara. dan pandai membujuk orang adalah modalutama pemasaran produk. Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri mehasiswa itu belajar sepanjang hari dari pagi sampai sore. Dengan hemat kata. Hemat di sini tidak memakai kata-kata yang mubazir. • Kelogisan Kelogisan ialah terdapatnya arti kalimat yang logis (masuk akal). tidak mengulang subjek. Contoh Kalimat yang tidak hemat kata: 1. sudah benar pemakaian tanda baca. dapat menjadi salah jika maknanya lemah dari segi logika berbahasa. 2.

(salah) Aspek lain yang perlu dipertimbangkan ialah segi hubungan masyarakat. tidak cermat) Kata ialah harus didikuti sinonim. Tanpa kata itu. (waktu dan tempat tidak perlu dipersilakan. Kambing sangat senang bermain hujan. a. Penggunaan kata segi pada kalimat (2) . Kepada Bapak Direktur. Jadi. (salah) Karena sudah mengetahui sebelumnya. (salah. tanpa gangguan emosional pembaca atau pendengar. cermat) Manusia ialah orang. • Kecermatan dan Kesantunan Kecermatan dan kesantunan terkait dengan ketepatan memilih kata sehingga menghasilkan komunikasi baik. 2. pekerjaan itu biasanya dilakukan dua kali seminggu. anaknya semua laki-laki. hubungan yang harmonis. jelas. Banyak kata dalam bahasa kita yang hamper sama maknanya. dan tanda baca. dan sopan. (benar. (padahal kambing tergolong binatang anti air).1. seringkali dianggap sebagai kata bersinonim. Bahkan. pekerjaan itu biasanya dikerjakan dua kali seminggu. (salah) Sebagaimana telah ditetapkan. makna kalimat sudah cukup jelas. Karena sudah diketahui sebelumnya. Kesantunan Kesantunan kalimat mengandung makna bahwa gagasan yang dikspresikan dapat mengembangkan suasana yang baik. bukan definisi formal. cermat) Selain itu. pemakaian kata berimbuhan. mahasiswa itu bisa menjawab tes dengan mudah. Kecermatan Kecermatan kata dalam kalimat ditentukan ketepatan pilihan kata. dan tidak berbelit-belit. Manusia adalah makhluk yang berakal budi.penggunaan kata itu mubazir. (benar) Telah ditetapkan bahwa pekerjaan itu dilakukan dua kali seminggu. Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini: Sebagaimana telah ditetapkan. Akan tetapi. Sedangkan santun mengandung makna halus dan baik. Misalnya: Manusia ialah makhluk yang berakal budi. tepat. waktu dan tempat kami persilakan. hanya satu yang paling tepat mengungkapkan maksud secara cermat. dan keakraban. Jika menggunakan ialah kalimat itu kata manusia disertai sinonim. mahasiswa itu bisa menjawab tes dengan mudah. (benar) Kata biasanya pada kalimat (1) tidak perlu karena makna kata itu sudah tersirat dalam ungkapan sebagaimana telah ditetapkan. (benar) b. kecermatan kalimat menyangkut ketepatan bentuk kata. Pilihan bukan karena enak didengar atau merdu jika diucapkan melainkan daya ekspresinya yang eksak (pasti). (benar. Kalimat yang baik dan santun ditandai sifat-sifat: singkat. (tidak ada hubungan tinggal di asrama putra dengan mempunyai anak laki-laki) 3. Kalimat dikatakan baik jika pesan yang disampaikan dapat diterima orang lain. Karena lama tinggal di asrama putra. lugas.

Penggunaan tanda baca.00 atau dua-puluh lima-ribuan = seratus ribu = 20 X Rp 5. • Ketepatan Ejaan Kecermatan menggunakan ejaan dan tanda baca dapat enentukan kualitas penyajian data. diksi. dan sebagainya. Kalimat berimbang (dalam kalimat majemuk setara) Kedua orang tuanya bekerja di perusahaan. bandingkan maknanya: Paman kami belum menikah. penulis harus membedakan kata yang hamper bersinonim. Baik memungkinkan karangan itu diterima oleh siapapun dan benar artinya sesuai dengan kaidah bahasa . Paman.000. kami belum menikah. a. kami. Paman kami.sebaliknya. struktur idiomatik.juga berlebihan karena makna itu sudah dinyatakan dalam kata aspek. makna kalimat (2) cukup jelas. dalam kalimat berikut ini menjadi anak kalimat keterangan waktu. dan ketiga anak mereka belajar di sekolah.000. Kalimat melepas yaitu melepas (mengubah) fungsi klausa keduadari klausa koordinat dengan klausa utama (pertama) menjadiklausa sematan. Kesalahan Kalimat Karangan ilmiah. ketepatan dankesesuaian. 3. seluruhnya harus menggunakan kalimat yang baik dan benar. b. (maskudnya: dua-puluh-lima ribuan = 25 X Rp 1. Tanpa kata itu. Ketika ketiga anak itu belajar di sekolah. kata yang berlawanan makna. • Kevariasan Kevariasian kalimat dapat dilakukan dengan variasi struktur.00). laporan kerja. c. Kedua orang tuanya bekerja di perusahaan ketika ketiga anak mereka belajar di sekolah. • Ketepatan Diksi Kecermatan diksi memasalahkan ketepatan kata. belum menikah.setiap kata harus mengungkapkan pikiran secara tepat. Untuk itu. surat lamaran atau jenis komunikasi lain. Kalimat berklimaks yaitu menempatkan klausa sematan (anak kalimat) pada posisi awal dan klausa utama dibagian akhir. kesalahan ejaan daapat menimbulkan kesalahan komunikasi yang fatal. dan gaya asalkan variasi tersebut tidak menimbulkan perubahan makna kalimat yang dapat menimbulkan salah pemahaman atau salah komunikasi.misalnya: Ia membayar dua puluh lima ribuan. belum menikah Paman. kedua orang tua mereka bekerja di perusahaan.

Salah urutan Buku itu saya sudah baca. (salah) Meskipun sudah kaya raya. Menempatkan kata depan di depan subjek. dengan kata depan ini subjek berubah fungsi menjadi keterangan.Indonesia. seharusnya kata kerja transitif langsung diikuti objek dan tidak disisipi kata depan. dan menyerahkan laporan itu. dan sebagainya. (benar) (2b) Di Jakarta terdapat pusat perdagangan terbesar di Asean. (benar) e. misalnya: Mereka mendiskusikan tentang keselamatna kerja. Perbaikkan dilakukkan dengan cara menghilangkan kata menurut. (benar) Ia menulis laporan. (salah) Petani bekerja disawah. Kalimat Aktif Tanpa Subjek 1) Menurut ahli hukum menyatakan bahwa ekonomi Indonesia segera bangkit jika hukum ditegakkan. (2a) Jakarta memiliki pusat perdagangan terbesar di Asean. (salah) Mereka mendiskusikan keselamatan kerja. (benar) d. misalnya: Ia pandai. (salah) f. ia tetap bekerja keras. atau penggabungan kalimat Meskipun sudah kaya raya. (salah) Ia mengamati data. salah tindakan. (benar) g. Sehingga selalu mendapat beasiswa. dengan kata ini berubah fungsi menjadi perluasan objek. tetapi ia tetap bekerja keras. Berupa anak kalimat atau klausa. (salah) Perbaikkan dapat dilakukkan dengan menghilangkan kata depan di atau mengubah struktur kalimat aktif menjadi pasif. (benar) Ia pandai sehingga selalu mendapat beasiswa. menulis laporan. Tanpa unsure predikat. Menempatkan kata depan di depan obje. Kesalahan kalimat dapat berakibat fatal. misalnya: Petani yang bekerja di sawah. (benar) b. (salah) Kalimat tersebut salah karena menempatkan kata depan menurut di depan subjek. mengamati data. (benar) . (salah) Saya sudah membaca buku itu. dan menyerahkan laporan itu. misalhnya: 2) Di Jakarta memiliki pusat perdagangan terbesar di Asean. • Kesalahan Struktur a. (1a) Ahli hukum menyatakan bahwa ekonomi Indonesia segera bangkit jika hukum ditegakkan. Menempatkan kata penghubung intra kalimat pada awal kalimat. (benar) c. menempatkan kata yang di depan predikat. Dengan kata tersebut subjek berubah fungsi menjadi keterangan. salah pengertian.

huruf kecil. naik ke atas. mengapa. . Menggunakan kata yang tidak jelas maknanya d. dan lain-lain. huruf miring. kini telah menjadi kota. pengalaman membuktikan bahwa… c. bukan hanya memperkecil kualitas kalimat melainkan juga dapat mengakibatkan kesalahan kalimat. (benar) b. • Kesalahan Ejaan Kesalahan ejaan berpengaruh terhadap kalimat efektif. b. Menggunakan dua kata bersinonim dalam satu frasa: agar supaya. Diksi atau kalimat kurang baik. Ia selalu bekerja keras agar selalu mampu membiayai ketiga anaknya yang kuliah di perguruan tinggi. (benar) d. (salah) Kampung tempat kami bertempat tinggal sepuluh tahun yang lalu. baik untuk. dan lain-lain. Menggunakan kata berpasangan yang tidak idiomatik yang tidak bersesuaian. bukan hanya – tetapi juga seharusnya bukan hanya – melainkan juga Ia tidak hanya pandai melainkan juga rajin. Menggunakan kata tanya yang tidak menanyakan sesuatu: di mana. huruf tebal. (benar) Ia tidak hanya pandai tetapi juga rajin. Menggunakan kata berpasangan yang tidak sepadan: tidak hanya – tetapi seharusnya tidak… tetapi atau tidak hanya – tetapi juga. Diksi kalimat salah jika: a. kini telah menjadi kota.penelitian membuktikan bahwa…. adalah merupakan. penggunaan ejaan perlu diperhatikan dalam keseluruhan penulisan.• Kesalahan Diksi 1. Misalnya: sesuai bagi seharusnya sesuai dengan. bagaimana. (kurang santun) a. Pekerjaan itu sesuai bagi minat orang tersebut. membicarakan tentang seharusnya berbicara tentang atau membicarakan sesuatu. (benar) Ia selalu bekerja keras supaya mampu membiayai ketiga anaknya yang kuliah di perguruan tinggi. demi untuk. Penggunaan huruf capital. sebaiknya menggunakkan data menunjukkan bahwa…. Penolakan dan pembuktian tnapa makna kata yang pasti (eksak). (salah) Pekerjaan itu sesuai dengan minat orang tersebut. misalnya: menurut pendapat saya…. turun ke bawah. (benar) c. (salah) Ia selalu bekerja keras agar mampu membiayai ketiga anaknya yang kuliah di perguruan tinggi. Pilihan kata yang mengekspresikan data secara subjektif. (salah) Ia bukan hanya pandai melainkan juga rajin. Jenis kesalahan ejaan: a. yang mana. Oleh karena itu. Menonjolkan akunya dalam suasana formal. misalnya: aku dan saya. (benar) 2. Kampung di mana kami bertempat tinggal sepuluh tahun yang lalu. Diksi tidak sesuai dengan situasi yang dihadapi e.

koma. Penulisan: daftar pustaka dalam teks. i. subbagian. Penulisan kata baku. tesis. Pemenggalan kata. k. dan lain-lain. penulisan aposisi. tanda petik satu (‘…’).b. judul makalah. j. kutipan langsung. titik dua. catatan kaki. kutipan tidak langsung. Penulisan kalimat atau paragraph: induk kalimat dan anak kalimat. g. surat kabar. Penulisan judul buku. Penulisan unsure serapan. Penulisan judul bab. Penulisan kata asing tidak dicetak miring. f. majalah. skripsi. tanda petik. tanda penyingkatan (‘…). subbab. e. bibliografi . disertasi. Penulisan keterangan tambahan. c. jurnal. Penggunaan kata baca: titik. titik koma. d. h. bagian.

kesatuan. Keterangan 6. Predikat 3. dan (atau) struktur kalimat secara gramatikal. kelogisan.BAB 3 PENUTUP • • 3. Syarat-Syarat Pemilihan Kata: 1. dan/ atau klausa. 6. frasa. lengkap. . Pelengkap 5. Makna Umum dan Makna Khusus 3. Ciri-ciri kalimat efektif: Kesatuan. 2. jelas. 4. Kata Ilmiah dan Kata Populer Kalimat adalah satuan bahasa yang merupakan kesatuan pikiran. 5. dan struktur sehingga menghasilkan kesegaran bahasa. Sinonim 5. dan Kevariasian kata. Kecermatan dan kesantunan. Modalitas Kalimat efektif adalah kalimat yang singkat. Kalimat disusun berdasarkan unsur-unsur yang berupa kata. Makna Denotatif dan Konotatif 2. dan dapat menyampaikan informasi secara tepat. Kesejajaran bentuk kata. padat. atau kesepadadanan makna dan struktur. Unsur-unsur kalimat: 1. Kefokusan pemikiran sehingga mudah dipahami Kehematan penggunaan unsur kalimat. Kata Konkrit dan Kata Abstrak 4. 3. • • • • 1. Konjungsi 7. Obyek 4.1 Kesimpulan Diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Subyek 2.

Jilid III. Dalam Majalah Pembinaan Bahasa Indonesia. 1985._BHS. http://dinamika.edu/Direktori/FPBS/JUR.html ._PEND. Moeliono. 1982. Jakarta: Gramedia. Diksi atau Pilihan Kata: Suatu Spesifikasi di dalam Kosa Kata.id/akademik/sharefile/files/ 28102008121137_PAPER_BAHASA_INDONESIA1_fix. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Bharata.id/search?hl=id&cr=countryID&q=pilihan+kata+dalam+ bahasa+indonesia&star=10&sa http://file. 2008.google.doc http://www.upi.pdf C:\Users\TOSHIBA\Documents\my file\diksi-dan-penggunaan-bahasa-efektif._DAN_SASTRA_INDONESIA/196 711031993032-NOVI_RESMINI/KALIMAT_EFEKTIF.uny. Gorys. Anton M.co. Bahasa Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Keraf.ac. Nomor 3. Widjono Hs. Jakarta: grasindo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful