P. 1
Peran Air Dalam Perkecambahan Biji

Peran Air Dalam Perkecambahan Biji

|Views: 2,023|Likes:
Published by Bagas Maulana

More info:

Published by: Bagas Maulana on Apr 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2014

pdf

text

original

PENYERAPAN AIR OLEH BIJI DALAM PROSES PERKECAMBAHAN

Oleh WIDYA NASTITI H0711111 KELAS AT_4C

PENGERTIAN PERKECAMBAHAN
Proses munculnya/keluarnya radikula dari

dalam biji yang diawali oleh masuknya air ke dalam biji (imbibisi).

STRUKTUR UMUM BIJI
1. 2. Testa (kulit biji)

Kotiledon (berfungsi untuk mensintesis dan mentransfer cadangan makanan dari endosperm untuk perkecambahan) 3. 4. Plumula (calon tunas) Radikula (calon akar)

5. Endosperma (penyimpanan cadangan makanan & nutrisi untuk embrio)

Tipe Perkecambahan :
1. Epigeal

⁻ Kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah karena pemanjangan hipokotil, ⁻ Testa akan tanggal dan kotiledon menghijau. ⁻ Mis. pada Phaseolus vulgaris, Allium
2. Hipogeal ⁻ Kotiledon tetap berada di dalam tanah ⁻ Hipokotil tumbuh sedikit atau tidak sama sekali, ⁻ Tunas terminal terdorong ke permukaan tanah karena adanya pemanjangan epikotil. ⁻ Mis., Pisum sativum, Zea mays

Perkecambahan pada buncis, kacang polong, jagung dan bawang

SECARA UMUM ADA 5 TAHAP DALAM PROSES PERKECAMBAHAN BIJI

1. Penyerapan air oleh benih, melunaknya kulit biji dan hidrasi dari protoplasma (imbibisi) 2. Terjadi kegiatan-kegiatan sel dan enzim-enzim serta naiknya tingkat respirasi biji 3. Terjadi penguraian bahan-bahan seperti karbohidrat, lemak dan protein menjadi bentuk-bentuk yang melarut dan ditranslokasikan ke titik-titik tumbuh 4. Asimilasi dari bahan-bahan tersebut di atas pada daerah meristematik untuk menghasilkan energi bagi pertumbuhan sel-sel baru 5. Pertumbuhan kecambah melalui proses pembelahan, pembesaran dan pembagian sel-sel pada titik tumbuh.

Proses penyerapan air (imbibisi) Merupakan awal dari proses perkecambahan biji.Proses penyerapan air atau imbibisi berguna untuk melunakkan kulit biji dan menyebabkan pengembangan embrio dan endosperma. Hal ini menyebabkan pecah atau robeknya kulit biji. Selain itu, air memberikan fasilitas untuk masuknya oksigen ke dalam biji. Dinding sel yang kering hampir tidak permeabel untuk gas, tetapi apabila dinding sel di-imbibisi oleh air, maka gas akan masuk ke dalam sel secara difusi. 

Apabila dinding sel kulit biji dan embrio menyerap air, maka suplai oksigen meningkat kepada sel-sel hidup sehingga memungkinkan lebih aktifnya pernapasan. Sebaliknya CO2 yang dihasilkan oleh pernapasan tersebut lebih mudah mendifusi keluar. Faktor yang mempengaruhi kecepatan penyerapan air oleh biji yaitu: ⁻ permeabilitas kulit biji ⁻ konsentrasi air ⁻ Suhu ⁻ luas permukaan biji yang kontak dengan air ⁻ daya intermolekuler.

• Mengapa setelah biji terinduksi oleh air, embrio biji memiliki kemampuan untuk tumbuh? Setelah biji menyerap air (imbibisi), biji membesar sehingga kulit biji pecah. Secara umum, proses perkecambahan terjadi secara kimiawi. Dengan masuknya air ke dalam biji, enzim akan bekerja dengan aktif. Jika embrio terkena air, embrio menjadi aktif dan melepaskan hormon giberelin (GA). Hormon ini memacu aleuron untuk membuat (mensintesis) dan mengeluarkan enzim. Enzim yang dikeluarkan antara lain: enzim α-amilase, maltase, dan enzim pemecah protein.

Awal proses perkecambahan biji

Keterangan : Gambar biji jagung yang dibuka hingga terlihat bagian aleuron, embrio dan endosperma. Gambar tersebut menggambarkan urutan proses : (a) embrio menyerap air, (b) embrio mengeluarkan GA ke aleuron, (c) aleuron mengeluarkan enzim dan enzim menuju ke endosperma, (d) enzim bekerja menguraikan zat makanan hingga diperoleh energi untuk perkecambahan.

• Aktivasi enzim Aktivasi enzim terjadi setelah benih berimbibisi dengan cukup. Enzimenzim yang teraktivasi pada proses perkecambahan ini adalah enzim hidrolitik seperti α-amilase yang merombak amylase menjadi glukosa, ribonuklease yang merombak ribonukleotida, endo-β-glukanase yang merombak senyawa glukan, fosfatase yang merombak senyawa yang mengandung P, lipase yang merombak senyawa lipid, peptidase yang merombak senyawa protein. • Inisiasi pertumbuhan embrio Proses ini terjadi setelah semua proses imbibisi, aktivasi enzim, dan katabolisme cadangan makanan berjalan. Proses ini ditandai oleh meningkatnya bobot kering embryonic axis,dan menurunnya bobot kering endosperma.

• Munculnya radikel  Munculnya radikel adalah tanda bahwa proses perkecambahan telah sempurna. Proses ini akan diikuti oleh pemanjangan dan pembelahan sel-sel. Proses pemanjangan sel ada dua fase yakni; fase 1 (fase lambat) dimana pemanjangan sel tidak diikuti dengan penambahan bobot kering dan fase 2 (fase cepat), yang diikuti oleh penambahan bobot segar dan bobot kering.   • Pemantapan kecambah Kecambah mulai mantap setelah ia dapat menyerap air dan berfotosintesis (autotrof). Semula, ada masa transisi antara masih disuplai oleh cadangan makanan sampai mampu autotrof. Saat autotrof dicapai proses perkecambahan telah sempurna.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkecambahan Tanaman 
Faktor Internal
•Kemasakan benih Benih yang dipanen sebelum tingkat kemasakan fisiologisnya tercapai, tidak mempunyai viabilitas tinggi. Diduga pada tingkatan tersebut benih belum memiliki cadangan makanan yang cukup dan juga pembentukan embrio yang belum sempurna.  • Ukuran benih Di dalam jaringan penyimpanannya, benih memiliki karbohidrat, protein, lemak dan mineral. Bahan-bahan ini diperlukan sebagai bahan baku dan energi bagi embrio pada saat perkecambahan. Diduga bahwa benih yang berukuran besar dan berat mengandung cadangan makanan lebih banyak dibandingkan dengan benih yang kecil, mungkin pula embrionya lebih besar.

•Dormansi
Suatu benih dikatakan dorman apabila benih itu sebenarnya viabel (hidup) tetapi tidak mau berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan lingkungan yang memenuhi syarat bagi perkecambahannya.

•Hormon 
Tidak semua hormon tumbuhan (fitohormon) bersifat mendukung proses perkecambahan, adapula beberapa fitohormon yang menghambat proses perkecambahan.  Fitohormon yang berfungsi merangsang pertumbuhan perkecambahan antara lain : Auksin, yang berperan untuk : Mematahkan dormansi biji dan akan merangsang proses perkecambahan biji. Perendaman biji dengan auksin dapat membantu menaikkan kuantitas hasil panen serta dapat memacu proses terbentuknya akar.

• • •

Giberelin, yang berperan dalam mobilisasi bahan makanan selama fase perkecambahan. Sitokinin, yang akan berinteraksi dengan giberelin dan auksin untuk mematahkan dormansi biji. Fitohormon yang berfungsi sebagai penghambat perkecambahan antara lain : Etilene, yang berperan menghambat transportasi auksin secara basipetal dan lateral.

Faktor Eksternal
•Air Fungsi air pada perkecambahan biji antara lain; 1. Air yang diserap oleh biji berguna untuk melunakkan kulit biji, menyebabkan pengembangan embrio dan endosperma hingga kulit biji pecah atau robek. 2. Sebagai fasilitas masuknya oksigen ke dalam biji melalui dinding sel yang di-imbibisi oleh air 3. Mengencerkan protoplasma sehingga dapat mengaktifkan sejumlah proses fisiologis dalam embrio seperti pencernaan, pernapasan, asimilasi dan pertumbuhan. 4. Sebagai alat transportasi larutan makanan dari endosperma kepada titik tumbuh pada embryonic axis, yang mana diperlukan untuk membentuk protoplasma baru.

Temperatur

Temperatur merupakan syarat penting yang kedua bagi perkecambahan benih. Tetapi ini tidak bersifat mutlak sama seperti kebutuhan terhadap air untuk perkecambahan, dimana biji membutuhkan suatu level hydration minimum yang bersifat khusus untuk perkecambahan.

•Oksigen Faktor oksigen berkaitan dengan proses respirasi. Pada saat perkecambahan berlangsung, proses respirasi akan meningkat disertai dengan meningkatnya pengambilan oksigen dan pelepasan karbon dioksida, air dan energi yang berupa panas. Terbatasnya oksigen yang dapat dipakai akan mengakibatkan terhambatnya proses perkecambahan benih. 

•Cahaya  Hubungan antara pengaruh cahaya dan perkecambahan benih dikontrol oleh suatu sistem pigmen yang dikenal sebagai fitokrom, yang tersusun dari chromophore dan protein. Chromophore adalah bagian yang peka pada cahaya. Fitokrom memiliki dua bentuk yang sifatnya reversible (bolak-balik) yaitu fitokrom merah yang mengabsorbsi sinar merah dan fitokrom infra merah yang mengabsorbsi sinar infra merah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->