Proses Produksi Gula 1.

Tahap Penggilingan Tahap pertama dalam proses produksi gula adalah ekstraksi dengan cara penggilingan yang bertujuan memerah nira dalam tebu. Agar nira dalam tebu dapat terperah secara maksimum, maka digunakan air imbibisi (berupa air panas dengan suhu ±60ºC) sebagai media pelarut. Air imbibisi dapat juga diambil dari nira yang merupakan hasil perahan gilingan sebelumnya. Pemakaian air imbibisi bertujuan untuk mendapatkan nira sebanyak-banyaknya. Pemakaian air imbibisi ada dua macam, yaitu : 1. Air imbibisi panas, mempunyai temperature 60ºC 2. Air imbibisi dingin

2. Tahap Pemurnian Proses pemurnian dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1. Secara kimia, ada tiga cara, yaitu: a. Proses Defikasi Proses ini merupakan cara paling sederhana. nira hanya diberi Ca(OH)2, akibatnya pemurnian tidak berlangsung sempurna sehingga gula yang diperoleh tidak berwarna putih (SHS). b. Proses Sulfitasi Proses ini lebih baik daripada cara defikasi, karena pada proses ini dalam nira ditambahkan SO2 dan Ca(OH)2 sehingga dapat mengendapkan kotoran. Sedangkan SO2 pada sulfitasi nira kental dapat mereduksi ion ferro yang berwarna coklat menjadi ion ferri, sehingga gula yang dihasilkan berwarna putih. Macam-macam proses sulfitasi : Sulfitasi asam Sulfitasi asam adalah sulfitasi nira mentah supaya pH nira mencapai 3,5-4 dan diberi larutan kapur supaya pH menjadi 7-7,2. Sulfitasi alkalis Sulfitasi alkalis adalah pemberian susu kapur supaya pH 10,8 menjadi 7-7,2 setelah pemberian SO2.

selain penambahan susu kapur [Ca(OH)2] dan gas SO2 juga ditambahkan CO2 yang bertindak sebagai penetral.3 setelah pemberian SO2. Tahap Penguapan Nira mentah hasil pemurnian. 2. Pembentukan Inti Kristal Inti Kristal dapat terbentuk karena adanya gaya tarik menarik antar molekulmolekul saccharosa dalam larutan nira kental. namun biayanya lebih mahal. 2. ada dua macam. maka pH dan pengendap akan terjadi perubahan pH dan pengendap dan kotoran. yaitu: a. Pada tahap ini tidak dapat diharapkan tumbuhnya inti-inti Kristal sehingga untuk . Proses kristalisasi dilakukan dengan dua tahap. Tahap Pengkristalan Proses pemasakan bertujuan untuk mengambil saccharosa sebanyak-banyaknya untuk dikristalkan dengan ukuran Kristal yang diinginkan. Proses penguapan dilakukan pada tekanan vakum untuk menghindari terjadinya inverse karena pemanasan. Pengendapan b. Proses Karbonatasi Untuk proses karbonatasi. 4. diturunkan kadar airnya dengan cara penguapan hingga mencapai kekentalan yang diharapkan.8 menjadi 7-7. Proses ini adalah cara terbaik untuk menghasilkan gula SHS yang lebih putih. Pembesaran Kristal Pembesaran kristal dilakukan hingga mencapai ukuran Kristal yang dikehendaki. Penyaringan 3. Penguapan menggunakan evaporator bertujuan untuk menguapkan air sebanyak-banyaknya. c.- Sulfitasi netral Sulfitasi netral adalah pemberian susu kapur supaya pH 8. Pemanas yang digunakan pada evaporator I adalah steam sedangkan pada evaporator II dan selanjutnya adalah uap air nira. yaitu: 1. Secara fisik.

serta tebal tipis lapisan gula.menghindari tumbuhnya inti Kristal yang baru maka dilakukan penambahan air dan penurunan suhu kelarutan. 6. Proses kristalisasi atau pemasakan dilakukan pada kondisi vakum untuk menghindari terjadinya gula inverse. Pemberian Steam Pemberian steam mempunyai dua tujuan. Tahap Pemutaran/Pemisahan Kristal Pemutaran merupakan proses pemisahan secara fisik antara Kristal gula dengan stroop dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Sebelum diayak gula dikeringkan dengan tujuan produk gula SHS dapat tahan lama disimpan dalam gudang. sedangkan kristal gula bertahan pada dinding tromol ayakan. 5. Hasil pemutaran sangat bergantung pada kekuatan sentrifugal pemutaran. Akibat perputaran tersebut stroop akan keluar menerobos lapisan saringan. dan dilakukan pada temperatur rendah (60-70ºC) untuk menghindari tumbuhnya inti kristal. yaitu memisahkan stroop yang masih tertinggal dan untuk pengeringan. Tahap Penyelesaian Pada proses penyelesaian dilakukan pengayakan gula untuk mendapatkan produk yang seragam. keseragaman dan ukuran Kristal. Untuk memisahkan kristal gula dari stroop yang masih tertinggal maka dilakukan : Penyiraman Air Lapisan gula yang sudah diputar akan mongering bila disiram dengan air dengan jumlah dan suhu tertentu sehingga stroop yang masih tertinggal dapat terpisah. Sedangkan gula yang halus dan kasar dilebur lagi untuk dimasak bersama masakan baru. karena gula yang basah dapat rusak akibat aktivitas jasad renik. viskositas. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful