KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN

OLEH: M. PUTRA RIZKI/1001101010090 FAIZAH RAHMALIA/0901101010025 RIRIS VICARIO CASANDRA/1001101010010

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH 2012

sementara saat ini hanya 38%. suatu perubahan yang tidak terlalu besar dalam periode 15 tahun. Walapun telah ada pergeseran menuju bentuk pertanian dengan nilai tambah yang tinggi. dan peternakan. sektor pertanian memerlukan pertumbuhan ekonomi yang kukuh dan pesat. ditambah mayoritas petani yang bekerja di sawah kurang dari setengah hektar. hortikultura. jagung. Selain itu seperti tercatat dalam hasil studi baru-baru ini. 41% dari semua lahan pertanian ditanami padi. Pengalaman negara tetangga menekankan pentingnya dukungan dalam proses pergeseran tersebut. ranting pemilik usaha kecil/ pertanian industrial. di pertengahan tahun 1980-an sewaktu Indonesia mencapai swasembada beras.1. Sebaliknya. dan kacang kedelai.BAB I PENDAHULUAN 1. panen . Sebagai penunjang kehidupan berjuta-juta masyarakat Indonesia. Hal ini dicapai dengan memusatkan perhatian pada bahan-bahan pokok seperti beras. yang sekarang ini berkisar 54% dari semua hasil produksi pertanian. aktifitas pertanian kehilangan potensi untuk menciptakan tambahan lapangan pekerjaan dan peningkatan penghasilan. Panen beras tetap memegang peranan penting dengan nilai sekitar 29% dari nilai panen agraris. Sektor ini juga perlu menjadi salah satu komponen utama dalam program dan strategi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. gula. Sebagai contoh. dengan adanya penurunan tajam dalam hasil produktifitas panen dari hampir seluruh jenis bahan pokok. kemungkinan besar akan berkembang menjadi 80% dari pertumbuhan hasil agraris di masa yang akan datang. pertanian Indonesia telah mencapai hasil yang baik dan memberikan kontribusi penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Akan tetapi. Tetapi meskipun disertai dengan tingkat pertumbuhan hasil yang tinggi. perikanan. Latar Belakang Pertanian di Indonesia sedang berada di persimpangan jalan. Di masa lampau. penanaman padi dari total panen di Malaysia berkurang setengahnya dari 25% di tahun 1972 menjadi 13% di 1998. termasuk menciptakan lapangan pekerjaan dan pengurangan kemiskinan secara drastis. pengaruh diversifikasi tetap terbatas hanya pada daerah dan komoditas tertentu di dalam setiap sub-sektor.

. Pengembangan lahan pertanian abadi akan dapat diwujudkan jika sektor pertanian dengan nilai multifungsinya dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan petani dan pengentasan kemiskinan.3.beras tidak akan dapat mencapai lebih dari 10% nilai peningkatan pertumbuhan hasil.2. nilai fungsi pertanian tersebut perlu dipertimbangkan dalam penetapan kebijakan struktur insentif sektor pertanian. Tujuan Makalah Makalah ini disusun untuk melihat peranan pemerintah dalam pembangunan dan pengembangan sektor pertanian di tanah air. tetapi juga dukungan pengembangan sistem dan usaha agribisnis dalam arti luas. bukan saja insentif ekonomi (subsidi dan proteksi). Komitmen dukungan insentif melalui pemahaman peran multifungsi pertanian perlu didefinisikan secara luas. 1. Rumusan Masalah Bagi Indonesia. 1.

menghemat devisa.1.  Kebijakan perdagangan merupakan suatu pembatasan yang diberlakukan pada impor dan ekspor suatu komoditas  Untuk impor. meningkatkan swasembada pangan sehingga mengurangi ketergantungan impor. Kebijakan Pemerintah pada Sektor Pertanian Kebijakan pemerintah pada sektor pertanian bertujuan untuk memajukan pertanian.1 Kebijakan Harga Kebijakan harga merupakan salah satu istrumen pemerintah untuk mengontrol harga komoditas pertanian. meliputi. yang bertujuan untuk mengurangi ketidakstabilan harga dan pendapatan. Hal ini di lakukan pemerintah dengan berbagai kebijakan. dan memperbaiki neraca pembayaran dan menjaga stabilitas politik. memberikan manfaat kepada konsumen karena terjaminnya penawaran dan mencukupi kebutuhan bahan baku industri. 2.1. 2. serta kesejahtraan pertani dan masyarakat ikut meningkat. mengusahakan agar pertanian menjadi lebih produktif. Salah satu contoh dari kebijakan harga adalah kebijakan pada komoditas padi dimana terdapat kebijakan harga minimum (melindungi petani) dan kebijakan harga maksimum (melindungi konsumen). meningkatkan produksi dan efisiensi produksi. dg pemberlakuan tarif impor dan kuota impor untuk membatasi jumlah yang diimpor dan meningkatkan harga domestik di atas harga dunia . meningkatkan pendapatan pertani.BAB II PEMBAHASAN 2.1.2 Ada Kebijakan Perdagangan  Tujuan: Memperlancar atau menghambat pemasaran komoditi dari suatu wilayah ke wilayah yang lain.

peraturan.1.1. dg pajak ekspor dan kuota ekspor untuk membatasi barang yang di ekspor dan mengkonsdisikan harga domestik yang lebih rendah dari harga dunia 2.5 Kebijakan Pengaturan Ada  Pelaksanaan kekuatan kebijaksanaan pemerintah dgn menggunakan UU. misalnya subsidi pupuk  Subsidi bagi agroindustri.1. BBM 2. ketetapan yg berkenaan dgn perekonomian & niaga  Maksud :     Menjaga keselamatan industri dlm negeri/dlm persaingan Perlindungan kepentingan & kesehatan kons Menciptakan kondisi perdagangan efektif & lancar Meningkatkan pendptn pemerintah  Pencegahan praktek persaingan tdk wajar & monopoli yg tdk wajar  Pengaturan kelancaran perdag & jasa yg diperlukan  Perlindungan konsumen  Pengaturan barang  Bantuan kemajuan perekonomian & sosial .Untuk ekspor.4     Kebijakan Struktural Ada Perbaikan prasarana pertanian Pengenalan teknologi pertanian Penyuluhan pertanian Pengusahaan alat-alat pertanian 2. misal subsidi minyak tanah.3 Kebijakan Subsidi Ada  Subsidi bagi petani.

2.2. dsb Garam Kebijakan Intervensi 2.1.7 Hk  Pemerintah ikut secara langsung dlm mslh2 pemasaran brg-brg yg dianggap penting bagi kesejahteraan penduduk  Tujuan : meliindungi produsen & kons  BULOG  PN pemasaran migas.6 Kebijakan Fasilitas Ada  Investasi & kredit  Pengadaan fasilitas penyimpanan  Layanan informasi & berita pasar  Penelitian tataniaga Pendidikan & penyuluhan tataniaga 2.1. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful