II. TINJAUAN PUSTAKA 2.

1 Kadar Air Kadar air tanah dinyatakan dalam persen volume yaitu persentase volume air terhadap volume tanah. Cara ini mempunyai keuntungan karena dapat memberikan gambaran tentang ketersediaan air bagi tanaman pada volume tanah tertentu. Cara penetapan kadar air dapat dilakukan dengan sejumlah tanah basah dikering ovenkan dalam oven pada suhu 1000 C – 1100 C untuk waktu tertentu. Air yang hilang karena pengeringan merupakan sejumlah air yang terkandung dalam tanah tersebut. Air irigasi yang memasuki tanah mula-mula menggantikan udara yang terdapat dalam pori makro dan kemudian pori mikro. Jumlah air yang bergerak melalui tanah berkaitan dengan ukuran pori-pori pada tanah. Air tambahan berikutnya akan bergerak ke bawah melalui proses penggerakan air jenuh. Penggerakan air tidak hanya terjadi secara vertikal tetapi juga horizontal. Gaya gravitasi tidak berpengaruh terhadap penggerakan horizontal (Hakim, dkk, 1986). Menurut Hanafiah (2007) bahwa koefisien air tanah yang merupakan koefisien yang menunjukkan potensi ketersediaan air tanah untuk mensuplai kebutuhan tanaman, terdiri dari : 1. Jenuh atau retensi maksimum, yaitu kondisi di mana seluruh ruang pori tanah terisi oleh air. 2. Kapasitas lapang adalah kondisi dimana tebal lapisan air dalam pori-pori tanah mulai menipis, sehingga tegangan antarair-udara meningkat hingga lebih besar dari gaya gravitasi. 3. Koefisien layu (titik layu permanen) adalah kondisi air tanah yang ketersediaannya sudah lebih rendah ketimbang kebutuhan tanaman untuk aktivitas, dan mempertahankan turgornya. 4. Koefisien Higroskopis adalah kondisi di mana air tanah terikat sangat kuat oleh gayamatrik tanah. Kemampuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah. Tanah-tanah bertekstur kasar mempunyai daya menahan air lebih kecil daripada tanah bertekstur halus. Oleh

1982). Air tersedia biasanya dinyatakan sebagai air yang terikat antara kapasitas lapangan dan koefisien layu.. 1993). karena itu tidak semua air tanah dapat diamati dan ditanami oleh tumbuhan (Hardjowigeno. kadar bahan organik tanah. S. Kapasitas Lapang pada Tanah Penetapan Kadar Air Kapasitas Lapang Keadaan air pada kapasitas lapang ini adalah jumlah banyaknya kandungan air (% vol) dalam tanah sesudah air gravitasi turun sama sekali. kemampuan tanah menahan air. Kadar air yang diperlukan untuk tanaman juga bergantung pada pertumbuhan tanaman dan beberapa bagian profil tanah yang dapat digunakan oleh akar tanaman. besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah dan melalui vegetasi).karena itu. Cara ini mempunyai keuntungan karena dapat memberikan gambaran tentang ketersediaan air pada pertumbuhan pada volume tanah tertentu. Ketersediaan air dalam tanah dipengaruhi: banyaknya curah hujan atau air irigasi. Kondisi kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Penyesuaian untuk menjaga kehilangan air di atas titik layunya telah ditunjukkan dengan baik (Buckman and Brady. tingginya muka air tanah. 2010). Tetapi untuk kebanyakan mendekati titik layunya. absorpsi air oleh tanaman kurang begitu cepat. . dapat mempertahankan pertumbuhan tanaman. hambatan listrik dan pembauran neutron. tanaman yang ditanam pada tanah pasir umumnya lebih mudah kekeringan daripada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat. Kadar air dalam tanah Alfisol dapat dinyatakan dalam persen volume yaitu persen volume air terhadap volume tanah. tegangan atau hisapan. Daya pengikat butir-butir tanah Alfisol terhadap air adalah besar dan dapat menandingi kekuatan tanaman yang tingkat tinggi dengan baik begitupun pada tanah Inceptisol dan Vertisol. Cara penetapan kadar air tanah dapat digolongkan dengan beberapa cara penetapan kadar air tanah dengan gravimetrik. Tanah yang jenuh air karena hujan lebat atau irigasi kemudian dibiarkan selama 48 jam sehingga air gravitasi dengan bebas turun sama sekali. senyawa kimiawi atau kandungan garam-garam. dan kedalaman solum tanah atau lapisan tanah (Madjid.

semakin kering/ sedikitnya airlapisan pada agregat itu makindipertahankan dan makin sulit dihisap oleh tanaman. sedangkan pori-pori mikro diisi seluruhnya oleh air. (Hasibuan. Banyaknya kandungan air dalam tanah berhubungan erat dengan besarnya tegangan air dalam tanah tersebut. Kandungan air pada kapasitas lapang ditunjukkan oleh kandungan air pada tegangan air 1/3 bar. tanaman yang ditanam pada tanah pasir pada umumnya lebih mudah kekeringan daripada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat (Hardjowigeno. Tekstur tanah: Kapasitas lapang pada tanah yang bertekstur halus lebih besar daripada tanah bertekstur kasar. 4. karena kekuatan tanah menahan air lebih kuat daripada daya hisap tanaman (Suhardi. Tanah liat lempung yang dapat mengikat 18 persen air yang dapat digunakan dibandingkan dengan 8 persen untuk lempung berpasir. Tetapi tidak semua jenis tanah bisa menahan jumlah air yang sama. karena permukaan tanah halus lebih luas daripada tanah yang kasar. humus lebih halus lagi. maka akan menahan jumlah air yang lebih banyak. 1986). Air bebas menurun terus sampai ke lapisa air tanah sehingga di dalam tanah tinggal air yang tertahan oleh tanah. Dan inilah saat tanaman menjadi layu. sehingga lapisan air pada permukaan agregat sedikit demi sedikit akan berkurang. Macam kation yang diserap tanah: Kapasitas lapang pada koloid natrium lebih besar daripada kapasitas lapang koloid Mg dan lebih besar dari koloid Ca. Tanah liat lempung mengandung air .Tanaman itu menghisap air dari tanah. Air yang tersedia bagi tanaman adalah air yang terdapat pada tegangan 1/3 bar sampai 15 bar. Nilai kapasitas lapang ini dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut: 1. Tanah-tanah bertekstur kasar mempunyai daya menahan air lebih kecil daripada bertektur halus. 2007). 2. Secara umum diketahui bahwa tanah berpasir lebih kering daripada tanah berliat. yaitu pori makro terisi oleh udara dan air yang tersedia. Kandungan air ini ditahan oleh sesuatu kekuatan sebesar pF 2. Jenis koloid: Kapasitas lapang pada koloid humus lebih besar daripada kapasitas lapang pada koloid liat. Oleh karena itu. Besarnya tegangan air menunjukkan besarnya tenaga yang diperlukan untuk menahan air tersebut di dalam tanah. sedang kandungan air pada titik layu permanent adalah pada tegangan 15 bar. Bahan organik: Kapasitas lapang pada tanah yang mempunyai kandungan bahan organik tinggi lebih besar daripada kapasitas lapang tanah yang mempunyaikandungan bahan organik yang rendah. Struktur tanah: Kapasitas lapang pada tanah yang berstruktur dengan pori-pori halus lebih besar daripada kapasitas lapang tanah yang berstruktur dengan pori-pori kasar. Semakin halus partikel-partikel tanah semakin banyak air yang tertahan. 3.54 atau 1/3 atm (Sarief. 2006). 5. hanya air kapilerlah yang dihisap lebih dahulu.1983). Lama-kelamaan tanah akan mengering atau tinggal sedikit sekali. Satu alasannya adalah bahwa tanah yang bertekstur halus mampu menahan lebih banyak air yang dapat digunakan.Pada keadaan ini tanah mengandung air yang terbanyak bagi tanaman.

Menurut Hanafiah (2005) bahwa air merupakan komponen penting dalam tanah yang dapat menguntungkan dan sering pula merugikan. Selain beberapa peranan yang menguntungkan diatas. tertahan oleh lapisan kedap air. (6) sebagai stabilisator temperatur tanah. contohnya: tanah bertekstur liat. (2) mempercepat proses perubahan horizon dalam tanah akibat terjadinya eluviasi dari lapisan tanah atas ke lapisan tanah bawah. yaitu: (1) mempercepat proses pemiskinan hara dalam tanah akibat proses pencucian (perlindian/leaching) yang terjadi secara intensif. Sebagian besar dari air kapiler merupakan air yang tersedia (dapat diserap) bagi tanaman. Tanah bertekstur halus. serta menyebabkan perubahan reaksi tanah dari reaksi aerob menjadi reaksi anaerob. kondisi ini terjadi karena adanya gaya adhesi antara tanah dengan air. Beberapa peranan yang menguntungkan dari air dalam tanah adalah: (1) sebagai pelarut dan pembawa ion-ion hara dari rhizosfer ke dalam akar tanaman. yaitu: . atau karena keadaan drainase yang kurang baik. sehingga berkemampuan menahan air lebih banyak. contohnya: tanah bertekstur pasir. memiliki ruang pori halus yang lebih banyak. dan differensi horison. yaitu dari hara tidak tersedia menjadi hara yang tersedia bagi akar tanaman. (7) mempermudah dalam pengolahan tanah. Air ini dapat bergerak secara horisontal (ke samping) atau vertikal (ke atas) karena gaya-gaya kapiler. (2) sebagai agen pemicu pelapukan bahan induk. adalah air dalam tanah dimana daya kohesi (gaya tarik menarik antara sesama butir-butir air) dan daya adhesi (antara air dan tanah) lebih kuat dari gravitasi. Air hidroskopik merupakan selimut air pada permukaan butir-butir tanah. Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa air terdapat dalam tanah karena ditahan (diserap) oleh massa tanah. (2) Air kapiler. Dalam menentukan jumlah air tersedia bagi tanaman beberapa istilah dibawah ini perlu dipahami. (3) sebagai pelarut dan pemicu reaksi kimia dalam penyediaan hara. (3) kondisi jenuh air menjadikan ruang pori secara keseluruhan terisi air sehingga menghambat aliran udara ke dalam tanah. sehingga kemampuan manahan air lebih sedikit pula. 1994). air tanah juga menyebabkan beberapa hal yang merugikan.pada titik layu lebih banyak daripada kandungan lempung berpasir pada kapasitas lapangan (Foth. (4) sebagai penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur hara yang semula tidak tersedia menjadi tersedia bagi akar tanaman. (5) sebagai pembawa oksigen terlarut ke dalam tanah. sehingga mengganggu respirasi dan serapan hara oleh akar tanaman. Sedangkan tanah bertekstur kasar. Air dapat meresap atau ditahan oleh tanah karena adanya gaya-gaya adhesi. dan gravitasi. perkembangan tanah. Karena adanya gaya-gaya tersebut maka air dalam tanah dapat dibedakan menjadi: (1) Air hidroskopik. memiliki ruang pori halus lebih sedikit. adalah air yang diserap tanah sangat kuat sehingga tidak dapat digunakan tanaman. kohesi. Hubungan tekstur tanah dan kadar air Tekstur tanah yang berbeda mempunyai kemampuan menahan air yang berbeda pula.

(2) Titik Layu Permanen: adalah kandungan air tanah dimana akar-akar tanaman mulai tidak mampu lagi menyerap air dari tanah. Kemampuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah. Kondisi kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu. Beberapa fungsi air bagi pertumbuhan tanaman adalah: (1) sebagai unsur hara tanaman: Tanaman memerlukan air dari tanah bersamaan dengan kebutuhan CO2 dari udara untuk membentuk gula dan karbohidrat dalam proses fotosintesis. Tanah-tanah bertekstur kasar mempunyai daya menahan air lebih kecil daripada tanah bertekstur halus. (3) Air Tersedia: adalah banyaknya air yang tersedia bagi tanaman. Besarnya tegangan air menunjukkan besarnya tenaga yang diperlukan untuk menahan air tersebut di dalam tanah. (3) besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah dan melalui vegetasi). (6) senyawa kimiawi atau kandungan garam-garam. (3) sebagai bagian dari sel-sel tanaman: Air merupakan bagian dari protoplasma sel tanaman. Air yang dapat ditahan oleh tanah tersebut terus menerus diserap oleh akar-akar tanaman atau menguap sehingga tanah makin lama semakin kering.(1) Kapasitas Lapang: adalah keadaan tanah yang cukup lembab yang menunjukkan jumlah air terbanyak yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi. Tanaman akan tetap layu baik pada siang ataupun malam hari. sedangkan kandungan air pada titik layu permanen adalah pada tegangan 15 bar. (4) tingginya muka air tanah. dan (7) kedalaman solum tanah atau lapisan tanah. (5) kadar bahan organik tanah. yaitu selisih antara kadar air pada kapasitas lapang dikurangi dengan kadar air pada titik layu permanen. Air yang tersedia bagi tanaman adalah air yang terdapat pada tegangan antara 1/3 bar sampai dengan 15 bar.0127 bar. . Satuan bar dan atmosfir sering dianggap sama karena 1 atm = 1. Kandungan air pada kapasitas lapang ditunjukkan oleh kandungan air pada tegangan 1/3 bar. tanaman yang ditanam pada tanah pasir umumnya lebih mudah kekeringan daripada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat. Ketersediaan air dalam tanah dipengaruhi: (1) banyaknya curah hujan atau air irigasi. Pada suatu saat akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air tersebut sehingga tanaman menjadi layu (titik layu permanen). (2) sebagai pelarut unsur hara: Unsur-unsur hara yang terlarut dalam air diserap oleh akar-akar tanaman dari larutan tersebut. Tegangan diukur dalam bar atau atmosfir atau cm air atau logaritma dari cm air yang disebut pF. Banyaknya kandungan air dalam tanah berhubungan erat dengan besarnya tegangan air (moisture tension) dalam tanah tersebut. (2) kemampuan tanah menahan air. sehingga tanaman menjadi layu.