DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ 2 BAB I ...................................................................................................................................................... 3 Latar Belakang dan Tujuan ..................................................................................................................... 3 A. Latar Belakang ............................................................................................................................... 3 B. Tujuan ............................................................................................................................................ 5 BAB II..................................................................................................................................................... 6 PEMBAHASAN ..................................................................................................................................... 6 A. Demokrasi Liberal 1950-1959 ........................................................................................................ 6 B. Jatuh Bangunnya Kabinet Pada Masa Orde Baru .......................................................................... 9 C. Dekrit Presiden............................................................................................................................. 19 D. Percobaan Pembunuhan Terhadap Presiden Soekarno .............................................................. 21 BAB III ................................................................................................................................................. 24 KESIMPULAN ..................................................................................................................................... 24

Kelompok 4 Kelas XI IPA 2

1

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat serta karunia-nya tugas ini dapat terselesaikan. Semoga dengan selesainya makalah ini akan berguna bagi kita semua. Penulis makalah sejarah ini, berusaha memberikan yang terbaik dala menyampaikan bahasan Masa demokrasi liberal (1950-1959) , Jatuh bangun cabinet,dekrit presiden, Perencanaan pembunuhan terhadap Presiden. Dengan cara penyampaian yang berbeda. Sehingga dapat mudah di pahami oleh pembaca makalah ini. Dan semoga dengan adanya makalah ini bisa memberikan ilmu pengetahuan yang lebih kepada siswa. Diharapkan setelah di buatnya makalah ini , bisa membantu siswa dalam Masa demokrasi liberal (1950-1959) , Jatuh bangun cabinet, Perencanaan pembunuhan terhadap Presiden yang lebih fresh. Sehingga bisa mencapai hasil yang sangat sempurna dimasa yang akan datang. Dan terimakasih kepada pihak yang terkait yang telah membantu dalam pembuatan makalah sejarah ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan juga Nusa dan Bangsa. Wass.

Kelompok 4 Kelas XI IPA 2

2

Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada tanggal 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD '45. Untuk menanggapi hal itu. Konstituante Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 3 . Sistem politik pada masa demokrasi liberal telah mendorong untuk lahirnya partai politik. Meskipun yang menyatakan setuju lebih banyak dari pada yang tidak .keamanan dan bidang ekonomi. Latar Belakang Dikeluarkannya Dekret Presiden 5 Juli 1959 Dekret Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. pemungutan suara ini harus diulang. Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni 1959. Akibat silih bergantinya palemen yang berkuasa maka terjadilah berbagai permasalahan yang timbul dalam berbagai bidang pemerintahan . dan masa ini disebut Masa demokrasi Liberal. Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan suara.BAB I Latar Belakang dan Tujuan A. sejak tahun 1950 Negara Indonesia Melaksanakan demokrasi parlementer yang menganut sistem Liberal dengan mencontoh sistem parlementer barat. Untuk meredam kemacetan. Latar Belakang Jatuh Bangunnya Kabinet Pada Masa Orde Baru Setelah dibubarkannya RIS. 2. Dari pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum. Anggota konstituante mulai melakukan sidang pada 10 November 1956. Masyarakat berpendapat untuk kembali kepada UUD '45 . Pada masa ini kepemimpinan dan pemerintahan negara diatur menurut Undang-undang Dasar yang bertanggung jawab kepada parlemen sedangkan kabinet disusun menurut pertimbangan kekuatan kepartaian dalam parlemen dan sewaktu-waktu dapat dijatuhkan oleh wakil-wakil partai itu sehingga masa ini dikenal dengan masa jatuh bangunnya kabinet . Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju. Demokrasi Liberal yang dimulai tahun 1950 hingga 1959 diwarnai dengan adanya munculnya partai-partai yang saling berebut untuk menduduki kabinet. Latar Belakang 1. karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum. Sementara. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 Badan Konstituante belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan.

3.memutuskan reses (masa perhentian sidang parlemen. masa istirahat dari kegiatan bersidang) yang ternyata merupakan akhir dari upaya penyusunan UUD. Latar Belakang Rencana Pembunuhan Presiden Sokekarno Banyak sekali pendapat tentang motif dan latar belakang Rencana dan percobaan Pembunuhan Presiden akan tetapi kami berpendapat bahwa latar belakangya adalah ketidak puasaan terhadap pemerintahan dan keinginan beberapa / kelompok yang ingin menguasaai Pemerinthaan Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 4 .

Tujuan Tujuan dari di buatnya Makalah ini. adalah untuk mengetahui dan memahami sejarah sejarah yang ada di masa lampau. Mengetahui tujuan diumumkannya Dekrit presiden Mengathui beberapa percobaan pembunuhan yang pernah presiden soekarno alami Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 5 .seperti :       Munculnya partai-partai yang berebut menduduki kabinet Untuk mengetahui arti sistem demokrasi liberal Untuk mengetahui kondisi masa demokras liberal mengetahui jatuh bangunnya kabinet.B.

Dalam masa Kabinet Parlementer ini ternyata konflik partai di Indonesia sangat tinggi sehingga kabinet terpaksa jatuh bangun. diwarnai dengan adanya munculnya partai-partai yang saling berebut untuk menduduki kabinet. Arti Sistem Demokrasi Liberal Suatu bentuk sistem politik dan pemerintahan yang bersendikan pada asas-asas liberalisme yang ada dan berkembang di Eropa dan Amerika Serikat. Bahkan pernah terjadi partai menjatuhkan kabinetnya sendiri. Masa Demokrasi Liberal kepemimpinan negara diatur menurut Undang-undang Dasar yang bertanggung jawab kepada parlemen. 1. Demokrasi Liberal 1950-1959 Pada masa Demokrasi Liberal yang dimulai tahun 1950 hingga 1959. Kabinet disusun berdasarkan pertimbangan kekuatan kepartaian.BAB II PEMBAHASAN A. Hal ini terjadi terutama karena sering Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 6 . Dan kabinet disusun menurut pertimbangan kekuatan kepartaian dalam parlemen dan sewaktu-waktu dapat dijatuhkan oleh wakil-wakil partai itu. Sehubungan dengan itu pada masa Demokrasi Liberal sering terjadi pergantian kabinet. 2. Karena itu bila dianggap tidak berhasil. sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan. Kabinet parlementer adalah kabinet yang pemerintahan sehari-hari dipegang oleh seorang Perdana Menteri. Pada masa ini perrgantian kabinet dilatarbelakangi oleh perbedaan yang tajam antara partai-partai melawan partai yang memerintah. Kondisi Politik Masa Demokrasi Liberal Masa Liberal di Indonesia (1950-1959) biasa pula disebut masa kabinet parlementer. Di Indonesia sistem Demokrasi Liberal berlangsung sejak tahun 1950 sampai tahun 1959 saat dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Sehingga masa ini diidentifikasikan dengan masa jatuh bangunnya kabinet. Pada masa ini ada dua partai yang sangat menonjol dalam percaturan politik yaitu PNI dan Masyumi.

KMB membebankan pada Indonesia hutang luar negeri sebesar Rp 2. Dari sisi moneter difisit pemerintah sebagian berhasil dikurangi dengan pinjaman pemerintah pada 20 Maret 1950. dan perhubungan udara. Kondisi Ekonomi Pada Masa Liberal Sesudah Pengakuan Kedaulatan 27 Desember 1949. Selain itu diupayakan mencari kredit dari luar negeri terutama untuk pembangunan prasarana ekonomi.00 dari negeri Belanda.800 juta. Kabinet Burhanuddin Harahap (Masyumi 1955-1956). Dari jumlah tersebut direalisasi sejumlah $ 52.terjadi konflik di antara partai-partai politik.000. Kabinet-kabinet tersebut adalah : Kabinet Natsir (Masyumi 1950-1951). Keadaan sedikit membaik tahun 1950. Jumlah itu didapat dari pinjaman wajib sebesar Rp 1. telekomunikasi. Sedangkan masalah jangka panjang adalah pertambahan penduduk dan tingkat hidup yang rendah. Sebagai contoh pertentangan antara Masyumi dan PNI. Kabinet Sukiman (Masyumi 1951-1952).000. pelabuhan. Sementara ekspor masih tergantung pada beberapa jenis hasil perkebunan saja.000. Kabinet Ali Sastroamidjojo I (PNI 1953-1955). Jumlah ini untuk membangun proyek-proyek pengangkutan automotif. Indonesia dengan ekonomi agrarianya memang tidak memiliki barang-barang ekspor lain kecuali hasil perkebunan. 3. Kemudian dengan kesepakatan Sidang Menteri Uni Indonesia-Belanda. Pada 13 Maret 1950 di bidang perdagangan diusahakan untuk memajukan ekspor dengan sistem sertifikat devisa.245. dan akhirnya Kabinet Djuanda (Zaken kabinet 1957-1959). Menteri Kemakmuran Ir.6 milyar. 243% pada bulan Mei atau sejumlah $ 115 juta. Seringnya pergantian kabinet membuat masa yang singkat itu (1950-1959) dikuasai oleh beberapa kabinet. pembangunan jalan.000. Pertentangan antara kedua partai besar ini dalam parlemen tidak pernah dapat didamaikan sehingga menjadi berlarut-larut. Masalah jangka pendek yang harus diselesaikan oleh pemerintah adalah : (a) mengurangi jumlah uang yang beredar dan (b) mengatasi kenaikan biaya hidup. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 7 . Kabinet Wilopo (1952-1953). Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956-1957). kereta api. Namun demikian sejak 1951 penerimaan pemerintah mulai berkurang lagi. Djuanda berhasil mendapatkan kredit dari Exim Bank of Washington sejumlah $ 100. karena menurunnya volume perdagangan internasional. Tujuan pemerintah adalah untuk merangsang ekspor.000. diperoleh kredit sebesar Rp 200. Ekspor Indonesia menjadi 187% pada bulan April 1950.

Pada tahun 1956 badan ini menghasilkan suatu Rencana Pembangunan Lima Tahun (1956-1960) dan untuk melaksanakannya. Tujuan dari penggun-tingan uang ini adalah untuk menyedot jumlah uang beredar yang terlalu banyak. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 8 . Padahal ekspor justru sedang menurun. Penggunti-ngan uang ini terkenal dengan sebutan “gunting Syafrudin”. Soemitro Djojohadikusumo di masa Kabinet Natsir. Dr. sehingga mengakibatkan meningkatnya defisit. Sasaran utamanya adalah industrialisasi. menghimpun dana pembangunan dan untuk menekan defisit anggaran belanja. Setahun kemudian. Dr. Ir. dan Mr. Pembiayaan RPLT ini diperkirakan berjumlah Rp 12. Ali Budiardjo. Sementara itu. Soemitro Djojohadikusumo.5 milyar. Hal ini mendorong pemerintah untuk melaksanakan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan milik Belanda di Indonesia pada bulan Desember 1957. ketegangan politik yang timbul akibat pergolakan daerah ternyata tidak dapat diredakan dan untuk menanggulanginya diperlukan biaya yang besar. Djuanda. Situasi yang memburuk ini berlangsung terus sampai tahun 1959. pemerintah membentuk Biro Perancang Negara yang berturut-turut dipimpin oleh Prof.Upaya perbaikan ekonomi secara intensif diawali dengan Rencana Urgensi Perekonomian (1951) yang disusun Prof. Dalam bidang ekonomi satu fenomena moneter yang paling terkenal pada periode ini adalah pemotongan mata uang rupiah menjadi dua bagian. Djuanda diangkat sebagai Menteri Perancang Nasional. didasarkan harapan bahwa harga barang dan upah buruh tidak berubah selama lima tahun. Ternyata harga ekspor bahan mentah Indonesia merosot. pada zaman Kabinet Sukiman. Ir.

B. kabinet pertama yang memerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Kabinet Natsir. 1. dan akhirnya Kabinet Djuanda (cabinet karya 1957-1959). Kabinet-kabinet tersebut adalah : Kabinet Natsir (Masyumi 1950-1951). PNI Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 9 . sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan. Sebagai contoh pertentangan antara Masyumi dan PNI. Karena itu bila suatu kabinet dianggap tidak berhasil menjalankan pemerintahan . Kabinet disusun berdasarkan pertimbangan kekuatan kepartaian. diwarnai dengan adanya kemuncuan partai-partai yang saling berebut untuk menduduki kabinet. Seringnya pergantian kabinet membuat masa yang singkat itu (1950-1959) dikuasai oleh beberapa kabinet. Kabinet Natsir (6 September 1950-21 Maret 1951). Dan kabinet disusun menurut pertimbangan kekuatan kepartaian dalam parlemen dan sewaktu-waktu dapat dijatuhkan oleh wakil-wakil partai itu. Sehubungan dengan itu pada masa Demokrasi Liberal sering terjadi pergantian kabinet. Kabinet Burhanuddin Harahap (Masyumi 1955-1956). Sehingga masa ini diidentifikasikan dengan masa jatuh bangunnya kabinet. Hal ini terjadi terutama karena sering terjadi konflik di antara partai-partai politik. Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956-1957). Kabinet Ali Sastroamidjojo I (PNI 1953-1955). Pertentangan antara kedua partai besar ini dalam parlemen tidak pernah dapat didamaikan sehingga menjadi berlarut-larutdan menimbulakan banyak masalah dalam pemerintahan. PNI sebagai partai kedua terbesar lebih memilih kedudukan sebagai oposisi. Kabinet Natsir merupakan kabinet koalisi yang dipimpin oleh Masyumi. Kabinet Sukiman (Masyumi 1951-1952). Setelah bentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS) dibubarkan. Jatuh Bangunnya Kabinet Pada Masa Orde Baru Pada masa Demokrasi Liberal yang dimulai cctahun 1950 hingga 1959.Pada masa ini kepemimpinan negara diatur menurut Undang-undang Dasar yang bertanggung jawab kepada parlemen. Kabinet Wilopo (1952-1953).

Kabinet Natsir mendapat dukungan dari tokoh-tokoh terkenal yang memiliki keahlian dan reputasi tinggi seperti Sri Sultan Hamengku Buwono IX. 39 th 1950 mengenai DPRD terlalu menguntungkan Masyumi. 39 tahun 1950 tentang DPRD yang dianggap menguntungkan Masyumi. Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat Pada masa pemerintahan dan kekuasaan Kabinet Natsir terjadi pemberontakan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Ir. Moh. Program pokok dari Kabinet Natsir adalah:      Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman. muncul mosi tidak percaya terhadap Kabinet Natsir. Menyempurnakan organisasi angkatan perang. Djuanda dan Dr. Mr. namun mengalami jalan buntu. Hampir satu bulan Sartono berusaha membentuk kabinet koalisi antara PNI dengan Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 10 . dan Gerakan RMS. 2. Penyebab jatuhnya Kabinet Natsir dikarenakan kegagalan Kabinet ini dalam menyelesaikan masalah Irian Barat dan adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS. sehingga pada tanggal 21 Maret 1951 Perdana Menteri Natsir mengembalikan mandatnya kepada presiden. Sumitro Djojohadikusumo. PNI juga tidak menyetujui berlakunya Peraturan Pemerintah No. Kabinet Sukiman (27 April 1951-3 April 1952). Asaat. Mengembangkan dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu.menolak ikut serta dalam kabinet. Roem. Konsolidasi dan menyempurnakan pemerintahan. Mosi tersebut disetujui parlemen sehingga Kabinet Natsir harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden. Gerakan APRA. Setelah Kabinet Natsir mengembalikan mandatnya kepada presiden. Masalah dalam keamanan negeri. karena merasa tidak diberi kedudukan yang sesuai dengan kekuatan yang dimilikinya. Gerakan Andi Azis. presiden menunjuk Sartono (Ketua PNI) menjadi formatur. Perundingan-perundingan masalah Irian Barat juga mulai dirintis. Mr. seperti Gerakan DI/TII. PNI menganggap peraturan pemerintah No. Mosi itu disampaikan kepada parlemen tanggal 22 Januari 1951 dan memperoleh kemenangan.

DPR akhirnya menggugat Sukiman dan terpaksa Sukiman harus mengembalikan mandatnya kepada presiden. Jawa tengah. namun akhirnya mereka berhasil membentuk kabinet koalisi antara Masyumi dengan PNI dan sejumlah partai kecil. Usia kabinet ini tidak jauh berbeda dengan kabinet Natsir. Kabinet Sukiman memiliki program 7 pasal. karena pada masa kabinet ini banyak menghadapi masalah-masalah seperti krisis moral yang ditandai dengan munculnya korupsi yang terjadi pada setiap lembaga pemerintahan dan kegemaran akan barang-barang mewah. Presiden kemudian menunjuk Sukiman (Masyumi) dan Djojosukarto (PNI) sebagai formatur. Kerja sama itu dinilai sangat merugikan politik luar negeri bebas-aktif yang dianut Indonesia. Bahkan lebih dari itu. Kejatuhan Kabinet Soekiman merupakan akibat dari ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act ( MSA ). Muncul pertentangan dari Masyumi dan PNI atas tindakan Sukiman sehingga mereka menarik dukungannya pada kabinet tersebut. walaupun belum juga membawa hasil. Misalnya. Kedudukan Kabinet Sukiman semakin tidak stabil. yang berarti bertentangan dengan prinsip dasar politik luar negri Indonesia yang bebas aktif. mengalami kejatuhan dan mengembalikan mandatnya kepada Presiden. Peretujuan ini menimbulkan tafsiran bahwa Indonesia telah memasuki Blok Barat. karena hubungan dengan militer yang kurang baik. dan di antaranya mirip dengan program dari kabinet Natsir.Masyumi. hanya beberapa hal mengalami perubahan dalam skala prioritas. Walaupun mengalami sedikit kesulitan. dan Sulawesi Selatan yang kurang tegas. karena Indonesia harus lebih memerhatikan kepentingan Amerika Serikat. mengenai pemulihan keamanan dan ketertiban. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 11 . Kabinet koalisi itu dipimpin oleh Sukiman dan kemudian lebih dikenal dengan sebutan Kabinet Sukiman. Selanjutnya kedudukan Kabine Sukiman semakin bertambah goyah sebagai akibat terjadinya pertukaran nota antara Menteri Luar Negeri Subardjo dengan Duta Besar Amerika Serikat Merle Cochran mengenai bantuan ekonomi dan militer berdasarkan ikatan Mutual Security Act (MSA) atau Undangundang Kerja Sama Keamanan. Akhirnya Kabinet Sukiman pun menemui nasib yang sama. DPR menggugat kebijakan Kabinet Sukiman. terutama terlihat dari sikap pemerintah menghadapi pemberontakan yang terjadi di Jawa Barat.18 April 1951). Kabinet Sukiman juga memprogram-kan untuk merebut kembali Irian Barat dari tangan Belanda. sehingga ia mengembalikan mandatnya kepada presiden setelah bertugas selama 28 hari (28 Maret . Kabinet Sukiman dituduh telah memasukkan Indonesia ke dalam Blok Barat. Namun usahanya itu mengalami kegagalan. Oleh karena itu.

Parlemen mengecam tindakan peme-rintah. Hal ini menimbulkan protes di kalangan militer. Para Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 12 . Masyumi. Penerimaan negara menjadi menurun.3 Juni 1953). Program kerja kabinet ini ada 6 pasal. Bahkan pada tanggal 17 Oktober 1952 muncul demonstrasi rakyat terhadap presiden. Nasution.H. Wilopo sendiri adalah tokoh PNI. perkembangan ekonomi dunia kurang menguntungkan pemasaran hasil ekspor Indonesia. Sementara itu. Setelah Kabinet Sukiman jatuh. reorganisasi atau profesi-onalisasi tentara dan campur tangan parlemen atas permasalahan militer. Masalah yang cukup berat dihadapi oleh Kabinet Wilopo adalah masalah Angkatan Darat yang dikenal dengan Peristiwa 17 Oktober 1952. khususnya Menteri Pertahanan dan Pimpinan Angkatan Perang dan Darat. digantikan oleh Kabinet Wilopo. Program luar negerinya ditekankan kepada per-juangan pengembalian Irian Barat serta melaksanakan politik luar negeri yang bebas-aktif. Latar belakang peristiwa itu terkait dengan masalah ekonomi.3. dan PSI. Kalangan yang terdesak dipimpin oleh Kolonel Bambang Sugeng menghadap presiden dan mengajukan petisi peng-gantian KSAD Kolonel A. Dengan keadaan ekonomi yang sulit dan upaya pembentukan militer yang memenuhi standar profesional. dan yang paling penting dari keenam program itu adalah mempersiapkan pelaksanaan pemilihan umum. kabinet Wilopo ini juga tidak luput dari masalah-masalah yang menggoyahkan kedudukannya. Beberapa anggota parlemen mengajukan mosi tidak percaya kepada pemerintah. maka anggota militer yang tidak memenuhi syarat (berpendidikan rendah) perlu dikembalikan kepada masyarakat. Kabinet ini juga mem-programkan rakyat dan untuk meningkatkan kemakmuran menciptakan keamanan dalam negeri. Namun demikian. Kabinet Wilopo (3 April 1952 . Mereka menilai bahwa parlemen terlalu ikut campur dalam tubuh tentara. Kabinet ini mendapat dukungan dari PNI. Tentu saja hal ini menimbulkan kericuhan di kalangan militer yang menjurus ke arah perpecahan.

teh. Menteri Pertahanan. Maka pada tanggal 16 Maret 1953 terjadilah pentraktoran tanah tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya muncul golongan yang anti Peristiwa 17 Oktober 1952 dari kalangan Angkatan Darat sendiri. Namun protes rakyat itu disambut tem-bakan oleh polisi. Atas dasar persetujuan KMB. Kemudian mosi tidak percaya muncul di parlemen. Akibatnya Kabinet Wilopo mengembalikan mandatnya kepada presiden pada tanggal 2 Juni 1953 tanpa menunggu mosi itu diterima oleh parlemen. Di keca-matan itu terdapat perkebunan asing. para pengusaha asing itu menuntut pengembalian lahan per-kebunan mereka. antara lain perkebunan kelapa sawit. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 13 . Kedudukan Nasution digantikan oleh Bambang Sugeng. Sekretaris Jenderal Ali Budihardjo dan sejumlah perwira yang merasa bertanggung jawab atas Peristiwa 17 Oktober 1952 di antaranya KSAP T. Nasution mengundurkan diri dari jabatannya. rakyat tidak mau meninggal-kan tanah-tanah yang telah digarapnya itu. Namun presiden menolak. Masalah lain yang menyebabkan jatuhnya kabinet Wilopo adalah masalah tanah di Tanjung Morawa. tetapi berakibat menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.demonstran itu menuntut kepada presiden agar membubarkan parlemen serta meminta presiden memimpin langsung pemerintahan sampai diselenggarakannya pemilu. Peristiwa itu dijadikan sarana oleh kelompok yang anti kabinet dan pihak oposisi lainnya untuk mencela pemerintah. sehingga jatuh korban di kalangan rakyat.B. Simatupang dan KSAD A. Ternyata peme-rintah menyetujui tuntutan dari para pengusaha asing itu dengan alasan akan menghasilkan devisa dan akan menarik modal asing lainnya masuk ke Indonesia. satu kecamatan di Sumatera Timur. padahal perkebunan itu telah digarap oleh rakyat sejak zaman pendudukan Jepang. dengan alasan bahwa ia tidak mau menjadi diktator. Di sisi lain. Walaupun Peristiwa 17 Oktober 1952 tidak menyebabkan jatuhnya kabinet Wilopo. tetapi mungkin pula khawatir apabila tuntutan tentara dipenuhi ia akan ditunggangi oleh mereka. Hal ini menimbulkan protes dari rakyat.H. dan tembakau.

Kegagalan yang menyebabkan jatuhnya Kabinet Ali adalah masalah Angkatan Darat. Penyelesaian pertikaian politik. Kabinet Ali mendapat dukungan dari PNI dan NU. perwira-perwira AD yang anti dan pro Peristiwa 17 Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 14 . Kabinet Ali juga mendapatkan kesulitan dari Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) pimpinan Daud Beureueh yang menuntut Aceh sebagai provinsi dan meminta perhatian penuh atas pem-bangunan daerah. Meskipun keamanan dan kemakmuran menjadi program utama. Kabinet Ali mempunyai program 4 pasal: 1. Pembebasan Irian Barat secepatnya. Setelah Peristiwa 17 Oktober.4. realisasi-nya memang sangat sulit. Usaha meningkatkan ke-makmuran mengalami kegagalan karena inflasi dan korupsi yang meningkat. Program dalam negeri antara lain meningkatkan keamanan dan kemakmuran dan segera diselenggarakan pemilihan urnum. sehingga ia menyatakan Aceh menjadi bagian dari Nil (Negara Islam Indonesia) buatan Kartosuwiryo (September 1953). la digantikan oleh Bambang Sugeng. sedangkan Masyumi memilih sebagai oposisi. Sementara itu. 3. Program luar negeri antara lain pelaksanaan politik bebas-aktif dan peninjauan kembali Persetujuan KMB. 2. Nasution mengundurkan diri sebagai KSAD. Dua bulan setelah mundurnya Kabinet Wilopo terbentuk kabinet baru yaitu Kabinet Ali Sastroamidjojo. 4. Kabinet All Sastroamidjojo I (31 Juli 1953 . Daud Beureueh menilai bahwa tuntutan itu diabaikan.12 Agustus 1955).

Hasil yang menonjol dari kabinet ini adalah penyelenggaraan pemilihan umum untuk kali pertama bagi bangsa Indonesia. Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955-3 Maret 1956). yang berlangsung pada tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR dan tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota konstituante.Oktober berhasil memulihkan persatuan dan menandatangani Piagam Yogyakarta (25 Februari 1955). Ali Sastroamidjojo mengembalikan mandatnya kepada wakil presiden (karena saat itu presiden sedang menunaikan ibadah haji). Namun di balik kegagalan Kabinet Ali. Banyak partai yang menarik menterinya dari kabinet. Akibat peristiwa tersebut dan berbagai kemelut yang lain. Akhirnya pada tanggal 24 Juli 1955. Bambang Sugeng mohon berhenti dan dikabulkan oleh pemerintah. 5. Setelah hasil-hasil pemilihan umum diketahui mengubah susunan dan keseimbangan perwakilan di DPR. Kabinet Burhanuddin Harahap merupakan kabinet peralihan dari DPR Sementara ke DPR hasil pemilihan umum. Kabinet Ali digantikan dengan Kabinet Burhanuddin Harahap. TNI-AD memboikot pengangkatan itu. kabinet tersebut masih memiliki kesuksesan. maka pada tanggal 3 Maret 1956 Kabinet Burhanuddin Harahap mengembalikan mandatnya kepada presiden. Bambang Utoyo adalah KSAD yang tidak pernah berkantor di Markas Besar Angkatan Darat (MBAD). Akan tetapi Angkatan Darat yang berada di bawah pejabat KSAD yang dikepalai oleh Zulkifli Lubis menolak. di antaranya adalah menyiapkan pemilihan umum dan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika. Prestasi lainnya yang dicapai oleh kabinet ini adalah pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Kemudian pemerintah mengangkat Bambang Utoyo sebagai KSAD baru. Burhanuddin Harahap berasal dari Masyumi. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 15 . kabinet ini dinilai gagal. Peristiwa tanggal 27 Juni 1955 masalah yang menjadi penyebab kegagalan dari Kabinet Ali berhasil diselesaikan dengan mengembalikan posisi Nasution sebagai KSAD. Ketika Bambang Utoyo dilantik pada tanggal 27 Juni 1955. sedangkan PNI membentuk oposisi. Oleh karena tugasnya dirasakan sangat berat.

Masyumi dan NU. maka presiden menyatakan negara dalam keadaan bahaya (14 Maret 1957). Sedangkan Ali Sastroamidjojo berpendapat bahwa kabinet tidak wajib mengambalikan mandatnya hanya karena tuntutan daerah. Pada bulan Januari 1957. Pembatalan KMB.Dalam tubuh kabinet itu sendiri terjadi perpecahan antara PNI dengan Masyumi. industri. Sementara itu.1. disusul oleh munculnya gerakan separatisme di berbagai daerah yang dikenal dengan PRRI/Permesta. sehingga pada tanggal 14 Maret 1957 Ali Sastroamidjojo akhirnya menyerahkan mandatnya kepada presiden. Peristiwa itu sangat melemahkan kedudukan kabinet Ali Sastroamidjojo. 2. Perjuangan mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Republik Indonesia. sehingga pembentukan kabinet baru semakin bertambah sulit. Oleh karena situasi negara yang kacau akibat terjadinya gerakan separatisme. Masyumi menarik semua menterinya dari kabinet. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 16 . Kabinet Ali Sastroamidjojo membatalkan seluruh Perjanjian KMB pada tanggal 3 Mei 1956. Gerakan itu meng-anggap bahwa pemerintah pusat mengabaikan pembangunan daerah-daerah. 6. Presiden berhasil membentuk kabinet baru yang disebut dengan Kabinet Karya dan menunjuk Ir. 3. pembangunan ekonomi. Mereka menuntut agar diadakan pergantian kabinet. perhubungan. Kabinet Ali Sastroamidjojo II (20 Maret 1956 . keuangan. 5. 4. pendidikan dan pertanian. presiden menunjuk dirinya sendiri menjadi pembentuk kabinet. Pertentangan politik semakin meluas. partai-partai masih tetap menempuh cara tawar-menawar kedudukan dalam membentuk kabinet baru. Pemulihan keamanan dan ketertiban. Melaksanakan keputusan Konferensi Asia-Afrika. Program pokok dan kabinet ini adalah sebagai berikut. Kabinet baru yang dibentuknya itu merupakan kabinet koalisi antara PNI. dan konflik dalam konstituante. Upaya kabinet ini untuk memperbaiki masalah ekonomi mengalami kesulitan. Djuanda sebagai perdana menteri.14 Maret 1957). Akhirnya atas dasar keadaan darurat itu. Masyumi menghendaki agar Ali Sastroamidjojo menyerahkan mandatnya kepada presiden sesuai dengan tuntutan daerah. Ali Sastroamidjojo kembali diserahi mandat untuk membentuk kabinet baru pada tanggal 20 Maret 1956.

Kabinet Djoeanda Kartawidjaja (9 April 1957 . namun kesulitan-kesulit-an yang dihadapi oleh negara semakin meningkat. Untuk mengatasi masalah tersebut. Tugas dari kabinet ini sangatlah berat terutama menghadapi pergolakan-pergolakan yang terjadi di berbagai daerah. • Mempercepat proses pembangunan Dewan Nasional merupakan suatu badan baru yang bertujuan menampung dan menyalurkan aspirasi dari kekuatan-kekuatan nonpartai yang ada di masyarakat. Kabinet Karya menyusun 5 pasal yang disebut Pancakarya. • Membentuk Dewan Nasional. • Melancarkan pelaksanaan pembatalan persetujuan KMB. Terjadinya pergolakan di daerah-daerah yang menyebabkan terganggunya hubungan antara pusat dengan daerah masih terus berlangsung. Kabinet Karya merupakan zaken kabinet (kabinet kerja) yaitu kabinet yang tidak berdasarkan atas dukungan dari parlemen karena kondisi negara dalam keadaan darurat. Pada Munas itu dibahas masalah pembangunan nasional dan daerah. Walaupun dewan ini telah terbentuk. Idham Chalid dan Leimena. Hal ini mengakibatkan sistem perekonomian nasional semakin bertambah parah. perjuangan mengembalikan Irian Barat ke dalam wilayah Indonesia dan menghadapi masalah ekonomi serta keuangan yang sangat buruk. tetapi lebih berdasarkan keahlian.10 Juli 1959) Kabinet Karya resmi dilantik pada tanggal 9 April 1957 dalam situasi negara yang sangat memprihatinkan. • Memperjuangkan Irian Barat. pemerintah menyeleng-garakan Musyawarah Nasional (Munas) pada tanggal 14 September 1957. • Normalisasi keadaan republik.6. pembangunan angkatan perang serta pembagian Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 17 . Dalam upaya menghadapi pergolakan daerah. Di bawah perdana menteri terdapat tiga orang wakil perdana menteri. Program-program dari kabinet ini di antaranya sebagai berikut. yaitu Hardi.

maka pada bulan Desember 1957 diselenggarakan Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap). mereka mengirimkan ultimatum kepada pemerintah yang berisi tuntutan pem-bubaran Kabinet Karya dan pembentukan kabinet baru yang dipimpin oleh Moh.wilayah Republik Indonesia. Apabila hal itu diberlakukan. yang diketuai oleh Ahmad Husein dan mendapat dukungan dari Lubis. Sebagai upaya mewujudkan keputusan Munas. yaitu keberhasilan mengatur kembali batas perairan nasional Indonesia. Peristiwa itu kemudian lebih dikenal dengan Peristiwa Cikini. Laut Flores dan lain sebagainya. Deklarasi Djuanda mengatur tentang laut pedalaman dan laut teritorial. Simbolon. Hatta dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Peristiwa yang dimaksud itu adalah Peristiwa percobaan pembunuhan atas diri Presiden Soekarno pada tanggal 30 November 1957. semakin diperburuk dengan munculnya Gerakan Perjuangan Menyelamatkan Negara Republik Indonesia pada tanggal 10 Februari 1958. Natsir dan Sumitro Djojohadikusumo. Bersamaan dengan berdirinya gerakan itu. Kabinet Karya mencatat prestasi gemilang. karena muncul berbagai peristiwa nasional yang segera harus ditangani oleh pemerintah. dengan keluarnya Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957. Dahlan Jambek. Upaya pemerintah untuk mengatasi masalah pembangunan belum dapat direalisasikan. Dalam Munap ini disusun rencana pembangunan yang dapat memenuhi harapan daerah. Selain itu presiden diminta bertindak secara konstitusional dan agar tuntutan itu dipenuhi dalam waktu 5 x 24 jam. Melalui Deklarasi Djuanda itulah terciptanya Kesatuan Wilayah Indonesia. Pelaku peristiwa itu diduga para pemuda pendukung Zulkifli Lubis. Dalam peraturan lama disebutkan bahwa laut teritorial itu selebar 6 mil dari garis dasar sewaktu air surut. maka di wilayah Indonesia akan terdapat laut bebas seperti Laut Jawa. Ketegangan yang terjadi antara pusat dan daerah serta antar kelompok masyarakat berhasil diatasi dengan baik. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 18 . yaitu lautan dan daratan merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat. Persatuan nasional yang semakin terancam.

Berikut ini isi dari dekrit Presiden 1959: Dekrit Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG Dengan ini menyatakan dengan khidmat : Bahwa anjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945 yang disampaikan kepada segenap rakyat Indonesia dengan amanat Presiden pada tanggal 22 April 1959 tidak memperoleh keputusan dari Konstituante sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Dasar Sementara. Bahwa hal yang demikian menimbulkan keadaan keadaan ketatanegaraan yang membahayakan persatuan dan keselamatan Negara. Bahwa berhubung dengan pernyataan sebagian besar anggota-anggota Sidang Pembuat Undang-Undang Dasar untuk tidak lagi menghadiri sidang. Bahwa dengan dukungan bagian terbesar rakyat Indonesia dan didorong oleh keyakinan kami sendiri. kami terpaksa menempuh satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Negara Proklamasi. Pada 30 Mei 1959 . dan Bangsa. serta merintangi pembangunan semesta untuk mencapai masyarakat yang adil makmur. Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada tanggal 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD '45. Dekrit Presiden Untuk menanggapi kegagalan dewan konstituante yang gagal dalam membuat UUD Pengganti UUDS 1950. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 19 . Konstituante tidak mungkin lagi menyelesaikan tugas yang dipercayakan oleh rakyat kepadanya.C. Nusa.

keamanan dan penyelesaian Irian Barat. Maka atas dasar-dasar tersebut di atas. pada tanggal 10 Juli 1959. yang terdiri atas anggotaanggota Dewan Perwakilan Rakyat ditambah dengan utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara akan diselenggarakan dalam waktu sesingkat-singkatnya. dibentuk kabinet baru yang perdana menterinya adalah presiden.Bahwa kami berkeyakinan bahwa Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai Undang-Undang Dasar 1945 dan adlah merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi tersebut. Selanjutnya. Kabinet Djuanda (cabinet karya) dibubarkan. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 5 Juli 1959 Atas nama Rakyat Indonesia Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang SOEKARNO Dengan keluarnya dekrit presiden ini. Menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku lagfi bagi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia terhitung mulai hari tanggal penetapan dekrit ini dan tidak berlakunya lagi Undang-Undang Dasar Sementara. pangan. Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara. KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG Menetapkan pembubaran Konstituante. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 20 . Kabinet ini mempunyai tiga tugas pokok yaitu program sandang.

tempat bersekolah putra-putrinya. Sembilan orang tewas. Soekarno sendiri beserta putra-putrinya selamat. Mereka perantauan dari Bima yang dituduh sebagai antek teror gerakan DI/TII. 2. dalam rangka perayaan ulang tahun ke-15 Percik. Percobaan Pembunuhan Terhadap Presiden Soekarno Menurut Megawati yang merupakan putri dari Soekano .hanya ada 7 kali percobaan pembunahn yang pernah dialami Presiden Soekano. Berikut ini 7 peristiwa percobaan pembunuhan tersebut yang kami dapatkan dari suatu sumber 1. Maukar adalah Letnan AU yang telah dipengaruhi Permesta. Granat tiba-tiba meledak di tengah pesta penyambutan presiden. Sebelum menembak Istana Presiden. Tiga orang ditangkap akibat kejadian tersebut.akhirnya harus mendekam di Penjara selama 8 tahun.Presiden Soekarno mengalami setidaknya 23 kali percobaan Pembunuhan. Pilot Maukar. Namun menurut pengawal presiden soekarno yang terakhir . Presiden Soekarno datang ke Perguruan Cikini (Percik).D. (Maukar sendiri membantah ia mencoba membunuh Soekarno). Granat Cikini Tanggal 30 November 1957. Kanon yang dijatuhkan Maukar menghantam pilar dan salah satunya jatuh tak jauh dari meja kerja Soekarno. Penembakan Istana Presiden oleh Pilot Daniel Maukar Tanggal 9 Maret 1960. dia sudah memastikan tak melihat bendera kuning dikibarkan di Istana ( tanda presiden ada di Istana). 100 orang terluka. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 21 . Soekarno tengah memimpin rapat di gedung sebelah Istana Presiden. Aksinya hanya sekadar peringatan. Tepat di tengah hari Istana presiden dikejutkan oleh ledakan yang berasal dari tembakan kanon 23 mm pesawat Mig-17 yang dipiloti Daniel Maukar. Untunglah Soekarno tak ada di situ. termasuk pengawal presiden.

Pelakunya adalah Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya divonis hukuman mati. Beruntung pasukan pengawal presiden sigap meloloskan kedua pemimpin dunia tersebut. ternyata sekelompok anggota DI/TII melakukan penghadangan. Dia menyempatkan diri mengunjungi Bandung. Presiden Soekarno tengah berada dalam kunjungan kerja ke Sulawesi. Penembakan Idul Adha 14 Mei 1962. Penembakan Mortir Kahar Muzakar 1960-an. sebuah peluru mortir Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 22 . Pencegatan Rajamandala April 1960. Yogya dan Bali. ia akan menghadiri acara di Gedung Olahraga Mattoangin. Granat Makassar 7 Januari 1962. sampai di Jembatan Rajamandala. jatuh mengenai mobil lain. Presiden Soekarno menyertainya dalam perjalanan ke Jawa Barat. saat melewati jalan Cendrawasih. Sokano yang berada di syaf depan saat menunaikan ibadah sunah idul adha tiba-tiba ditodong seseorang yang akhirnya diketahui bernama Bahrum.3. Perdana Menteri Uni Soviet saat itu. tetapi tembakan Bahrum meleset mengenai Ketua DPR GR KH Zainul Arifin . Saat berada dalam perjalanan keluar dari Lapangan Terbang Mandai. Soekarno selamat. Ketika. Presiden Soekarno tengah berada di Makassar. Granat itu meleset. 5. Nikita Kruschev mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. 4. seseorang melemparkan granat. Bahrum dijatuhi vonis Hukuman mati tetapi akhirnya mendapatkan grasi 6. Malam itu. Ketika itulah.

Beruntung..ditembakkan anak buah Kahar Muzakkar. Arahnya kendaraan Bung Karno. 7. Perasaan Soekarno kurang nyaman. Granat Cimanggis Desember 1964. tetapi ternyata meleset jauh. Benar saja. Soekarno pun selamat. jarak pelemparannya sudah di luar jangkauan mobil yang melaju. Presiden Soekarno dalam perjalanan dari Bogor menuju Jakarta. mata Soekarno sempat bersirobok dengan seorang lelaki tak dikenal di pinggir jalan. lelaki itu melemparkan sebuah granat ke arah mobil presiden. Rombongannya membentuk konvoi kendaraan. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 23 . Dalam laju kendaraan yang perlahan.

Pada masa ini pergantian kabinet dilatarbelakangi oleh perbedaan yang tajam antara partai-partai melawan partai yang memerintah. Bahkan pernah terjadi partai menjatuhkan kabinetnya sendiri. Seringnya pergantian kabinet membuat masa yang singkat itu (1950-1959) dikuasai oleh beberapa kabinet.Sejak tahun 1950 sampai tahun 1959 berlakunya sistem demokrasi liberal dan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. diwarnai dengan adanya munculnya partai-partai yang saling berebut untuk menduduki kabinet diantaranya PNI dan Masyumi. Demokrasi liberal adalah Suatu bentuk sistem politik dan pemerintahan yang bersendikan pada asas-asas liberalisme yang ada dan berkembang di Eropa dan Amerika Serikat. Kabinet Wilopo (1952-1953). Kabinet Sukiman (Masyumi 1951-1952).BAB III KESIMPULAN Pada masa Demokrasi Liberal yang dimulai tahun 1950 hingga 1959. dan akhirnya Kabinet Djuanda (Zaken kabinet 1957-1959). Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956-1957). Kabinet Ali Sastroamidjojo I (PNI 1953-1955). Kabinet Burhanuddin Harahap (Masyumi 1955-1956). Kabinet-kabinet tersebut adalah : Kabinet Natsir (Masyumi 1950-1951). Presiden Sokernao Peranah beberapa kali mengalami percobaan pembunuhan tetapi semuanya gagal dan kebanyakan pembunuhnya adalah anggota dari satuan/kelompok yang memberontak pada masa orde baru Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 24 .

Daftar Pustaka Triyono suwito. Memahami Sejarah. Jakarta : Depdiknas Wikipedia. Jakarta : Depdiknas Tarunasena.html Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 25 .com/read/2012/07/05/13949/39/39/5-Juli-Dekrit-Presiden http://www.com/peristiwa/7-percobaan-pembunuhan-terhadap-bung-karno.org http://atjehpost.merdeka. 2009. 2011 Sejarah untuk SMA dan MA Kelas XII.

Lampiran-lampiran Anggota Kelompok 4 1. Hanum Annisa Dwisanthy 3. Moch Tegar Fatarosan Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 26 . Cecep kholil 2.

4. Resti Sugiarti 6. Putri Silvi 5. Roby Kurniawan Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 27 .

Tiara Rahmat Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 28 .7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful