DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ 2 BAB I ...................................................................................................................................................... 3 Latar Belakang dan Tujuan ..................................................................................................................... 3 A. Latar Belakang ............................................................................................................................... 3 B. Tujuan ............................................................................................................................................ 5 BAB II..................................................................................................................................................... 6 PEMBAHASAN ..................................................................................................................................... 6 A. Demokrasi Liberal 1950-1959 ........................................................................................................ 6 B. Jatuh Bangunnya Kabinet Pada Masa Orde Baru .......................................................................... 9 C. Dekrit Presiden............................................................................................................................. 19 D. Percobaan Pembunuhan Terhadap Presiden Soekarno .............................................................. 21 BAB III ................................................................................................................................................. 24 KESIMPULAN ..................................................................................................................................... 24

Kelompok 4 Kelas XI IPA 2

1

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat serta karunia-nya tugas ini dapat terselesaikan. Semoga dengan selesainya makalah ini akan berguna bagi kita semua. Penulis makalah sejarah ini, berusaha memberikan yang terbaik dala menyampaikan bahasan Masa demokrasi liberal (1950-1959) , Jatuh bangun cabinet,dekrit presiden, Perencanaan pembunuhan terhadap Presiden. Dengan cara penyampaian yang berbeda. Sehingga dapat mudah di pahami oleh pembaca makalah ini. Dan semoga dengan adanya makalah ini bisa memberikan ilmu pengetahuan yang lebih kepada siswa. Diharapkan setelah di buatnya makalah ini , bisa membantu siswa dalam Masa demokrasi liberal (1950-1959) , Jatuh bangun cabinet, Perencanaan pembunuhan terhadap Presiden yang lebih fresh. Sehingga bisa mencapai hasil yang sangat sempurna dimasa yang akan datang. Dan terimakasih kepada pihak yang terkait yang telah membantu dalam pembuatan makalah sejarah ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan juga Nusa dan Bangsa. Wass.

Kelompok 4 Kelas XI IPA 2

2

Untuk menanggapi hal itu. Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan suara. Konstituante Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 3 . 2. Latar Belakang 1. Pada masa ini kepemimpinan dan pemerintahan negara diatur menurut Undang-undang Dasar yang bertanggung jawab kepada parlemen sedangkan kabinet disusun menurut pertimbangan kekuatan kepartaian dalam parlemen dan sewaktu-waktu dapat dijatuhkan oleh wakil-wakil partai itu sehingga masa ini dikenal dengan masa jatuh bangunnya kabinet . dan masa ini disebut Masa demokrasi Liberal. Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 Badan Konstituante belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan. Dari pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum. Sementara.keamanan dan bidang ekonomi. Sistem politik pada masa demokrasi liberal telah mendorong untuk lahirnya partai politik.BAB I Latar Belakang dan Tujuan A. Untuk meredam kemacetan. karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum. Akibat silih bergantinya palemen yang berkuasa maka terjadilah berbagai permasalahan yang timbul dalam berbagai bidang pemerintahan . Masyarakat berpendapat untuk kembali kepada UUD '45 . sejak tahun 1950 Negara Indonesia Melaksanakan demokrasi parlementer yang menganut sistem Liberal dengan mencontoh sistem parlementer barat. Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada tanggal 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD '45. pemungutan suara ini harus diulang. Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni 1959. Anggota konstituante mulai melakukan sidang pada 10 November 1956. Demokrasi Liberal yang dimulai tahun 1950 hingga 1959 diwarnai dengan adanya munculnya partai-partai yang saling berebut untuk menduduki kabinet. Latar Belakang Dikeluarkannya Dekret Presiden 5 Juli 1959 Dekret Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. Meskipun yang menyatakan setuju lebih banyak dari pada yang tidak . Latar Belakang Jatuh Bangunnya Kabinet Pada Masa Orde Baru Setelah dibubarkannya RIS.

masa istirahat dari kegiatan bersidang) yang ternyata merupakan akhir dari upaya penyusunan UUD.memutuskan reses (masa perhentian sidang parlemen. Latar Belakang Rencana Pembunuhan Presiden Sokekarno Banyak sekali pendapat tentang motif dan latar belakang Rencana dan percobaan Pembunuhan Presiden akan tetapi kami berpendapat bahwa latar belakangya adalah ketidak puasaan terhadap pemerintahan dan keinginan beberapa / kelompok yang ingin menguasaai Pemerinthaan Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 4 . 3.

B. Mengetahui tujuan diumumkannya Dekrit presiden Mengathui beberapa percobaan pembunuhan yang pernah presiden soekarno alami Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 5 . Tujuan Tujuan dari di buatnya Makalah ini. adalah untuk mengetahui dan memahami sejarah sejarah yang ada di masa lampau.seperti :       Munculnya partai-partai yang berebut menduduki kabinet Untuk mengetahui arti sistem demokrasi liberal Untuk mengetahui kondisi masa demokras liberal mengetahui jatuh bangunnya kabinet.

sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan. Hal ini terjadi terutama karena sering Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 6 . Di Indonesia sistem Demokrasi Liberal berlangsung sejak tahun 1950 sampai tahun 1959 saat dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Kabinet disusun berdasarkan pertimbangan kekuatan kepartaian. Masa Demokrasi Liberal kepemimpinan negara diatur menurut Undang-undang Dasar yang bertanggung jawab kepada parlemen.BAB II PEMBAHASAN A. Demokrasi Liberal 1950-1959 Pada masa Demokrasi Liberal yang dimulai tahun 1950 hingga 1959. 1. diwarnai dengan adanya munculnya partai-partai yang saling berebut untuk menduduki kabinet. Sehingga masa ini diidentifikasikan dengan masa jatuh bangunnya kabinet. Bahkan pernah terjadi partai menjatuhkan kabinetnya sendiri. Kondisi Politik Masa Demokrasi Liberal Masa Liberal di Indonesia (1950-1959) biasa pula disebut masa kabinet parlementer. Pada masa ini perrgantian kabinet dilatarbelakangi oleh perbedaan yang tajam antara partai-partai melawan partai yang memerintah. Karena itu bila dianggap tidak berhasil. Sehubungan dengan itu pada masa Demokrasi Liberal sering terjadi pergantian kabinet. Arti Sistem Demokrasi Liberal Suatu bentuk sistem politik dan pemerintahan yang bersendikan pada asas-asas liberalisme yang ada dan berkembang di Eropa dan Amerika Serikat. Kabinet parlementer adalah kabinet yang pemerintahan sehari-hari dipegang oleh seorang Perdana Menteri. Pada masa ini ada dua partai yang sangat menonjol dalam percaturan politik yaitu PNI dan Masyumi. Dalam masa Kabinet Parlementer ini ternyata konflik partai di Indonesia sangat tinggi sehingga kabinet terpaksa jatuh bangun. 2. Dan kabinet disusun menurut pertimbangan kekuatan kepartaian dalam parlemen dan sewaktu-waktu dapat dijatuhkan oleh wakil-wakil partai itu.

Kemudian dengan kesepakatan Sidang Menteri Uni Indonesia-Belanda.000. Kabinet Wilopo (1952-1953).00 dari negeri Belanda. telekomunikasi. Indonesia dengan ekonomi agrarianya memang tidak memiliki barang-barang ekspor lain kecuali hasil perkebunan. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 7 .000. Jumlah itu didapat dari pinjaman wajib sebesar Rp 1.245. 243% pada bulan Mei atau sejumlah $ 115 juta. Kabinet Burhanuddin Harahap (Masyumi 1955-1956). Kondisi Ekonomi Pada Masa Liberal Sesudah Pengakuan Kedaulatan 27 Desember 1949. 3. Pada 13 Maret 1950 di bidang perdagangan diusahakan untuk memajukan ekspor dengan sistem sertifikat devisa.800 juta.6 milyar. Sedangkan masalah jangka panjang adalah pertambahan penduduk dan tingkat hidup yang rendah. Sebagai contoh pertentangan antara Masyumi dan PNI. karena menurunnya volume perdagangan internasional. KMB membebankan pada Indonesia hutang luar negeri sebesar Rp 2. pelabuhan. Menteri Kemakmuran Ir.000. Dari jumlah tersebut direalisasi sejumlah $ 52.000. Selain itu diupayakan mencari kredit dari luar negeri terutama untuk pembangunan prasarana ekonomi. Kabinet Sukiman (Masyumi 1951-1952). Sementara ekspor masih tergantung pada beberapa jenis hasil perkebunan saja. Masalah jangka pendek yang harus diselesaikan oleh pemerintah adalah : (a) mengurangi jumlah uang yang beredar dan (b) mengatasi kenaikan biaya hidup. Kabinet-kabinet tersebut adalah : Kabinet Natsir (Masyumi 1950-1951). Dari sisi moneter difisit pemerintah sebagian berhasil dikurangi dengan pinjaman pemerintah pada 20 Maret 1950. Jumlah ini untuk membangun proyek-proyek pengangkutan automotif.000. Djuanda berhasil mendapatkan kredit dari Exim Bank of Washington sejumlah $ 100. dan akhirnya Kabinet Djuanda (Zaken kabinet 1957-1959). pembangunan jalan. diperoleh kredit sebesar Rp 200. Namun demikian sejak 1951 penerimaan pemerintah mulai berkurang lagi. kereta api. Pertentangan antara kedua partai besar ini dalam parlemen tidak pernah dapat didamaikan sehingga menjadi berlarut-larut. Ekspor Indonesia menjadi 187% pada bulan April 1950. Tujuan pemerintah adalah untuk merangsang ekspor. Kabinet Ali Sastroamidjojo I (PNI 1953-1955). dan perhubungan udara. Seringnya pergantian kabinet membuat masa yang singkat itu (1950-1959) dikuasai oleh beberapa kabinet. Keadaan sedikit membaik tahun 1950.terjadi konflik di antara partai-partai politik. Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956-1957).

Ali Budiardjo. Tujuan dari penggun-tingan uang ini adalah untuk menyedot jumlah uang beredar yang terlalu banyak. Pembiayaan RPLT ini diperkirakan berjumlah Rp 12. Ir. sehingga mengakibatkan meningkatnya defisit. ketegangan politik yang timbul akibat pergolakan daerah ternyata tidak dapat diredakan dan untuk menanggulanginya diperlukan biaya yang besar. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 8 . Djuanda diangkat sebagai Menteri Perancang Nasional. Dr. pada zaman Kabinet Sukiman. Dalam bidang ekonomi satu fenomena moneter yang paling terkenal pada periode ini adalah pemotongan mata uang rupiah menjadi dua bagian. Ir. pemerintah membentuk Biro Perancang Negara yang berturut-turut dipimpin oleh Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo di masa Kabinet Natsir. Situasi yang memburuk ini berlangsung terus sampai tahun 1959. Ternyata harga ekspor bahan mentah Indonesia merosot.5 milyar. Padahal ekspor justru sedang menurun. Djuanda. Penggunti-ngan uang ini terkenal dengan sebutan “gunting Syafrudin”. menghimpun dana pembangunan dan untuk menekan defisit anggaran belanja. didasarkan harapan bahwa harga barang dan upah buruh tidak berubah selama lima tahun. Sementara itu. Sasaran utamanya adalah industrialisasi. Setahun kemudian. Pada tahun 1956 badan ini menghasilkan suatu Rencana Pembangunan Lima Tahun (1956-1960) dan untuk melaksanakannya. Soemitro Djojohadikusumo. dan Mr.Upaya perbaikan ekonomi secara intensif diawali dengan Rencana Urgensi Perekonomian (1951) yang disusun Prof. Hal ini mendorong pemerintah untuk melaksanakan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan milik Belanda di Indonesia pada bulan Desember 1957.

Sehubungan dengan itu pada masa Demokrasi Liberal sering terjadi pergantian kabinet. Sebagai contoh pertentangan antara Masyumi dan PNI. Kabinet Natsir merupakan kabinet koalisi yang dipimpin oleh Masyumi. Kabinet Ali Sastroamidjojo I (PNI 1953-1955). Kabinet-kabinet tersebut adalah : Kabinet Natsir (Masyumi 1950-1951). Pertentangan antara kedua partai besar ini dalam parlemen tidak pernah dapat didamaikan sehingga menjadi berlarut-larutdan menimbulakan banyak masalah dalam pemerintahan. PNI Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 9 . Kabinet disusun berdasarkan pertimbangan kekuatan kepartaian. Seringnya pergantian kabinet membuat masa yang singkat itu (1950-1959) dikuasai oleh beberapa kabinet. dan akhirnya Kabinet Djuanda (cabinet karya 1957-1959). Kabinet Natsir (6 September 1950-21 Maret 1951). kabinet pertama yang memerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Kabinet Natsir. Dan kabinet disusun menurut pertimbangan kekuatan kepartaian dalam parlemen dan sewaktu-waktu dapat dijatuhkan oleh wakil-wakil partai itu. 1.B. Hal ini terjadi terutama karena sering terjadi konflik di antara partai-partai politik. Jatuh Bangunnya Kabinet Pada Masa Orde Baru Pada masa Demokrasi Liberal yang dimulai cctahun 1950 hingga 1959. Kabinet Burhanuddin Harahap (Masyumi 1955-1956). Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956-1957). sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan.Pada masa ini kepemimpinan negara diatur menurut Undang-undang Dasar yang bertanggung jawab kepada parlemen. Setelah bentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS) dibubarkan. Kabinet Sukiman (Masyumi 1951-1952). PNI sebagai partai kedua terbesar lebih memilih kedudukan sebagai oposisi. Karena itu bila suatu kabinet dianggap tidak berhasil menjalankan pemerintahan . Kabinet Wilopo (1952-1953). Sehingga masa ini diidentifikasikan dengan masa jatuh bangunnya kabinet. diwarnai dengan adanya kemuncuan partai-partai yang saling berebut untuk menduduki kabinet.

Setelah Kabinet Natsir mengembalikan mandatnya kepada presiden. Gerakan Andi Azis. Oleh karena itu. 2. 39 tahun 1950 tentang DPRD yang dianggap menguntungkan Masyumi. 39 th 1950 mengenai DPRD terlalu menguntungkan Masyumi. karena merasa tidak diberi kedudukan yang sesuai dengan kekuatan yang dimilikinya. PNI juga tidak menyetujui berlakunya Peraturan Pemerintah No. namun mengalami jalan buntu. dan Gerakan RMS.menolak ikut serta dalam kabinet. Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat Pada masa pemerintahan dan kekuasaan Kabinet Natsir terjadi pemberontakan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Mengembangkan dan memperkuat ekonomi kerakyatan. PNI menganggap peraturan pemerintah No. Menyempurnakan organisasi angkatan perang. presiden menunjuk Sartono (Ketua PNI) menjadi formatur. Gerakan APRA. Kabinet Sukiman (27 April 1951-3 April 1952). Djuanda dan Dr. Mosi tersebut disetujui parlemen sehingga Kabinet Natsir harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden. Sumitro Djojohadikusumo. Mr. Masalah dalam keamanan negeri. Ir. sehingga pada tanggal 21 Maret 1951 Perdana Menteri Natsir mengembalikan mandatnya kepada presiden. Mosi itu disampaikan kepada parlemen tanggal 22 Januari 1951 dan memperoleh kemenangan. Asaat. Penyebab jatuhnya Kabinet Natsir dikarenakan kegagalan Kabinet ini dalam menyelesaikan masalah Irian Barat dan adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS. Program pokok dari Kabinet Natsir adalah:      Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman. Kabinet Natsir mendapat dukungan dari tokoh-tokoh terkenal yang memiliki keahlian dan reputasi tinggi seperti Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Perundingan-perundingan masalah Irian Barat juga mulai dirintis. muncul mosi tidak percaya terhadap Kabinet Natsir. Mr. Moh. Roem. seperti Gerakan DI/TII. Konsolidasi dan menyempurnakan pemerintahan. Hampir satu bulan Sartono berusaha membentuk kabinet koalisi antara PNI dengan Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 10 .

yang berarti bertentangan dengan prinsip dasar politik luar negri Indonesia yang bebas aktif. DPR menggugat kebijakan Kabinet Sukiman. Selanjutnya kedudukan Kabine Sukiman semakin bertambah goyah sebagai akibat terjadinya pertukaran nota antara Menteri Luar Negeri Subardjo dengan Duta Besar Amerika Serikat Merle Cochran mengenai bantuan ekonomi dan militer berdasarkan ikatan Mutual Security Act (MSA) atau Undangundang Kerja Sama Keamanan. sehingga ia mengembalikan mandatnya kepada presiden setelah bertugas selama 28 hari (28 Maret . Kabinet koalisi itu dipimpin oleh Sukiman dan kemudian lebih dikenal dengan sebutan Kabinet Sukiman. Kabinet Sukiman dituduh telah memasukkan Indonesia ke dalam Blok Barat. dan Sulawesi Selatan yang kurang tegas.Masyumi. Namun usahanya itu mengalami kegagalan. Kedudukan Kabinet Sukiman semakin tidak stabil. Oleh karena itu. Muncul pertentangan dari Masyumi dan PNI atas tindakan Sukiman sehingga mereka menarik dukungannya pada kabinet tersebut. Bahkan lebih dari itu. mengalami kejatuhan dan mengembalikan mandatnya kepada Presiden. Peretujuan ini menimbulkan tafsiran bahwa Indonesia telah memasuki Blok Barat. hanya beberapa hal mengalami perubahan dalam skala prioritas. Usia kabinet ini tidak jauh berbeda dengan kabinet Natsir. terutama terlihat dari sikap pemerintah menghadapi pemberontakan yang terjadi di Jawa Barat. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 11 . mengenai pemulihan keamanan dan ketertiban. Kabinet Sukiman memiliki program 7 pasal. Presiden kemudian menunjuk Sukiman (Masyumi) dan Djojosukarto (PNI) sebagai formatur. karena Indonesia harus lebih memerhatikan kepentingan Amerika Serikat. dan di antaranya mirip dengan program dari kabinet Natsir. karena hubungan dengan militer yang kurang baik. Jawa tengah. walaupun belum juga membawa hasil. Kerja sama itu dinilai sangat merugikan politik luar negeri bebas-aktif yang dianut Indonesia. karena pada masa kabinet ini banyak menghadapi masalah-masalah seperti krisis moral yang ditandai dengan munculnya korupsi yang terjadi pada setiap lembaga pemerintahan dan kegemaran akan barang-barang mewah. namun akhirnya mereka berhasil membentuk kabinet koalisi antara Masyumi dengan PNI dan sejumlah partai kecil.18 April 1951). Misalnya. Kabinet Sukiman juga memprogram-kan untuk merebut kembali Irian Barat dari tangan Belanda. Walaupun mengalami sedikit kesulitan. DPR akhirnya menggugat Sukiman dan terpaksa Sukiman harus mengembalikan mandatnya kepada presiden. Kejatuhan Kabinet Soekiman merupakan akibat dari ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act ( MSA ). Akhirnya Kabinet Sukiman pun menemui nasib yang sama.

perkembangan ekonomi dunia kurang menguntungkan pemasaran hasil ekspor Indonesia. Masyumi. Hal ini menimbulkan protes di kalangan militer. kabinet Wilopo ini juga tidak luput dari masalah-masalah yang menggoyahkan kedudukannya. maka anggota militer yang tidak memenuhi syarat (berpendidikan rendah) perlu dikembalikan kepada masyarakat.H.3 Juni 1953). Kalangan yang terdesak dipimpin oleh Kolonel Bambang Sugeng menghadap presiden dan mengajukan petisi peng-gantian KSAD Kolonel A. Sementara itu. Beberapa anggota parlemen mengajukan mosi tidak percaya kepada pemerintah. Program kerja kabinet ini ada 6 pasal. dan yang paling penting dari keenam program itu adalah mempersiapkan pelaksanaan pemilihan umum. Penerimaan negara menjadi menurun. Latar belakang peristiwa itu terkait dengan masalah ekonomi. Dengan keadaan ekonomi yang sulit dan upaya pembentukan militer yang memenuhi standar profesional. Tentu saja hal ini menimbulkan kericuhan di kalangan militer yang menjurus ke arah perpecahan. digantikan oleh Kabinet Wilopo. Kabinet Wilopo (3 April 1952 . Wilopo sendiri adalah tokoh PNI. Bahkan pada tanggal 17 Oktober 1952 muncul demonstrasi rakyat terhadap presiden. Kabinet ini juga mem-programkan rakyat dan untuk meningkatkan kemakmuran menciptakan keamanan dalam negeri. Parlemen mengecam tindakan peme-rintah.3. khususnya Menteri Pertahanan dan Pimpinan Angkatan Perang dan Darat. Setelah Kabinet Sukiman jatuh. reorganisasi atau profesi-onalisasi tentara dan campur tangan parlemen atas permasalahan militer. Para Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 12 . Nasution. dan PSI. Namun demikian. Mereka menilai bahwa parlemen terlalu ikut campur dalam tubuh tentara. Program luar negerinya ditekankan kepada per-juangan pengembalian Irian Barat serta melaksanakan politik luar negeri yang bebas-aktif. Masalah yang cukup berat dihadapi oleh Kabinet Wilopo adalah masalah Angkatan Darat yang dikenal dengan Peristiwa 17 Oktober 1952. Kabinet ini mendapat dukungan dari PNI.

tetapi mungkin pula khawatir apabila tuntutan tentara dipenuhi ia akan ditunggangi oleh mereka. Dalam perkembangan selanjutnya muncul golongan yang anti Peristiwa 17 Oktober 1952 dari kalangan Angkatan Darat sendiri. antara lain perkebunan kelapa sawit. Di sisi lain. Nasution mengundurkan diri dari jabatannya. Ternyata peme-rintah menyetujui tuntutan dari para pengusaha asing itu dengan alasan akan menghasilkan devisa dan akan menarik modal asing lainnya masuk ke Indonesia.B. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 13 . Peristiwa itu dijadikan sarana oleh kelompok yang anti kabinet dan pihak oposisi lainnya untuk mencela pemerintah. Hal ini menimbulkan protes dari rakyat. rakyat tidak mau meninggal-kan tanah-tanah yang telah digarapnya itu. para pengusaha asing itu menuntut pengembalian lahan per-kebunan mereka. dan tembakau. Sekretaris Jenderal Ali Budihardjo dan sejumlah perwira yang merasa bertanggung jawab atas Peristiwa 17 Oktober 1952 di antaranya KSAP T.demonstran itu menuntut kepada presiden agar membubarkan parlemen serta meminta presiden memimpin langsung pemerintahan sampai diselenggarakannya pemilu.H. sehingga jatuh korban di kalangan rakyat. Maka pada tanggal 16 Maret 1953 terjadilah pentraktoran tanah tersebut. Akibatnya Kabinet Wilopo mengembalikan mandatnya kepada presiden pada tanggal 2 Juni 1953 tanpa menunggu mosi itu diterima oleh parlemen. Namun presiden menolak. Masalah lain yang menyebabkan jatuhnya kabinet Wilopo adalah masalah tanah di Tanjung Morawa. Simatupang dan KSAD A. dengan alasan bahwa ia tidak mau menjadi diktator. Atas dasar persetujuan KMB. tetapi berakibat menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Kedudukan Nasution digantikan oleh Bambang Sugeng. teh. Menteri Pertahanan. Di keca-matan itu terdapat perkebunan asing. satu kecamatan di Sumatera Timur. padahal perkebunan itu telah digarap oleh rakyat sejak zaman pendudukan Jepang. Kemudian mosi tidak percaya muncul di parlemen. Namun protes rakyat itu disambut tem-bakan oleh polisi. Walaupun Peristiwa 17 Oktober 1952 tidak menyebabkan jatuhnya kabinet Wilopo.

4. Kabinet Ali mendapat dukungan dari PNI dan NU. Sementara itu. Meskipun keamanan dan kemakmuran menjadi program utama. Program luar negeri antara lain pelaksanaan politik bebas-aktif dan peninjauan kembali Persetujuan KMB.12 Agustus 1955). Penyelesaian pertikaian politik. la digantikan oleh Bambang Sugeng. 4. Kabinet Ali mempunyai program 4 pasal: 1. Nasution mengundurkan diri sebagai KSAD. sehingga ia menyatakan Aceh menjadi bagian dari Nil (Negara Islam Indonesia) buatan Kartosuwiryo (September 1953). Daud Beureueh menilai bahwa tuntutan itu diabaikan. 3. Usaha meningkatkan ke-makmuran mengalami kegagalan karena inflasi dan korupsi yang meningkat. Program dalam negeri antara lain meningkatkan keamanan dan kemakmuran dan segera diselenggarakan pemilihan urnum. Setelah Peristiwa 17 Oktober. Kabinet All Sastroamidjojo I (31 Juli 1953 . 2. perwira-perwira AD yang anti dan pro Peristiwa 17 Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 14 . Kabinet Ali juga mendapatkan kesulitan dari Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) pimpinan Daud Beureueh yang menuntut Aceh sebagai provinsi dan meminta perhatian penuh atas pem-bangunan daerah. Kegagalan yang menyebabkan jatuhnya Kabinet Ali adalah masalah Angkatan Darat. Pembebasan Irian Barat secepatnya. sedangkan Masyumi memilih sebagai oposisi. realisasi-nya memang sangat sulit. Dua bulan setelah mundurnya Kabinet Wilopo terbentuk kabinet baru yaitu Kabinet Ali Sastroamidjojo.

Hasil yang menonjol dari kabinet ini adalah penyelenggaraan pemilihan umum untuk kali pertama bagi bangsa Indonesia. Akibat peristiwa tersebut dan berbagai kemelut yang lain. Kemudian pemerintah mengangkat Bambang Utoyo sebagai KSAD baru. TNI-AD memboikot pengangkatan itu. di antaranya adalah menyiapkan pemilihan umum dan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika. Burhanuddin Harahap berasal dari Masyumi. Ketika Bambang Utoyo dilantik pada tanggal 27 Juni 1955. Bambang Utoyo adalah KSAD yang tidak pernah berkantor di Markas Besar Angkatan Darat (MBAD). Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 15 . Setelah hasil-hasil pemilihan umum diketahui mengubah susunan dan keseimbangan perwakilan di DPR. Kabinet Ali digantikan dengan Kabinet Burhanuddin Harahap. kabinet tersebut masih memiliki kesuksesan. 5. maka pada tanggal 3 Maret 1956 Kabinet Burhanuddin Harahap mengembalikan mandatnya kepada presiden. Namun di balik kegagalan Kabinet Ali. Ali Sastroamidjojo mengembalikan mandatnya kepada wakil presiden (karena saat itu presiden sedang menunaikan ibadah haji). Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955-3 Maret 1956). Oleh karena tugasnya dirasakan sangat berat. yang berlangsung pada tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR dan tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota konstituante. sedangkan PNI membentuk oposisi. Prestasi lainnya yang dicapai oleh kabinet ini adalah pembubaran Uni Indonesia-Belanda.Oktober berhasil memulihkan persatuan dan menandatangani Piagam Yogyakarta (25 Februari 1955). kabinet ini dinilai gagal. Akan tetapi Angkatan Darat yang berada di bawah pejabat KSAD yang dikepalai oleh Zulkifli Lubis menolak. Kabinet Burhanuddin Harahap merupakan kabinet peralihan dari DPR Sementara ke DPR hasil pemilihan umum. Akhirnya pada tanggal 24 Juli 1955. Banyak partai yang menarik menterinya dari kabinet. Peristiwa tanggal 27 Juni 1955 masalah yang menjadi penyebab kegagalan dari Kabinet Ali berhasil diselesaikan dengan mengembalikan posisi Nasution sebagai KSAD. Bambang Sugeng mohon berhenti dan dikabulkan oleh pemerintah.

sehingga pada tanggal 14 Maret 1957 Ali Sastroamidjojo akhirnya menyerahkan mandatnya kepada presiden. Akhirnya atas dasar keadaan darurat itu. presiden menunjuk dirinya sendiri menjadi pembentuk kabinet. Oleh karena situasi negara yang kacau akibat terjadinya gerakan separatisme. Sementara itu. Peristiwa itu sangat melemahkan kedudukan kabinet Ali Sastroamidjojo. Pada bulan Januari 1957. disusul oleh munculnya gerakan separatisme di berbagai daerah yang dikenal dengan PRRI/Permesta. Pemulihan keamanan dan ketertiban. 5. Kabinet baru yang dibentuknya itu merupakan kabinet koalisi antara PNI. Upaya kabinet ini untuk memperbaiki masalah ekonomi mengalami kesulitan. industri. Masyumi menghendaki agar Ali Sastroamidjojo menyerahkan mandatnya kepada presiden sesuai dengan tuntutan daerah. 2. maka presiden menyatakan negara dalam keadaan bahaya (14 Maret 1957). Pertentangan politik semakin meluas. Ali Sastroamidjojo kembali diserahi mandat untuk membentuk kabinet baru pada tanggal 20 Maret 1956. pembangunan ekonomi. 4. Melaksanakan keputusan Konferensi Asia-Afrika.1. Mereka menuntut agar diadakan pergantian kabinet. Kabinet Ali Sastroamidjojo membatalkan seluruh Perjanjian KMB pada tanggal 3 Mei 1956. 3. Presiden berhasil membentuk kabinet baru yang disebut dengan Kabinet Karya dan menunjuk Ir. Program pokok dan kabinet ini adalah sebagai berikut. pendidikan dan pertanian. Masyumi menarik semua menterinya dari kabinet. perhubungan.Dalam tubuh kabinet itu sendiri terjadi perpecahan antara PNI dengan Masyumi. Kabinet Ali Sastroamidjojo II (20 Maret 1956 . keuangan. partai-partai masih tetap menempuh cara tawar-menawar kedudukan dalam membentuk kabinet baru. dan konflik dalam konstituante. Sedangkan Ali Sastroamidjojo berpendapat bahwa kabinet tidak wajib mengambalikan mandatnya hanya karena tuntutan daerah. sehingga pembentukan kabinet baru semakin bertambah sulit. Gerakan itu meng-anggap bahwa pemerintah pusat mengabaikan pembangunan daerah-daerah. Djuanda sebagai perdana menteri. Pembatalan KMB.14 Maret 1957). Perjuangan mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Republik Indonesia. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 16 . Masyumi dan NU. 6.

Walaupun dewan ini telah terbentuk. yaitu Hardi. Di bawah perdana menteri terdapat tiga orang wakil perdana menteri. Kabinet Karya merupakan zaken kabinet (kabinet kerja) yaitu kabinet yang tidak berdasarkan atas dukungan dari parlemen karena kondisi negara dalam keadaan darurat. Kabinet Karya menyusun 5 pasal yang disebut Pancakarya.6. pembangunan angkatan perang serta pembagian Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 17 . Hal ini mengakibatkan sistem perekonomian nasional semakin bertambah parah. Program-program dari kabinet ini di antaranya sebagai berikut. • Membentuk Dewan Nasional. Idham Chalid dan Leimena. pemerintah menyeleng-garakan Musyawarah Nasional (Munas) pada tanggal 14 September 1957. Pada Munas itu dibahas masalah pembangunan nasional dan daerah. • Normalisasi keadaan republik. tetapi lebih berdasarkan keahlian. Terjadinya pergolakan di daerah-daerah yang menyebabkan terganggunya hubungan antara pusat dengan daerah masih terus berlangsung. Tugas dari kabinet ini sangatlah berat terutama menghadapi pergolakan-pergolakan yang terjadi di berbagai daerah.10 Juli 1959) Kabinet Karya resmi dilantik pada tanggal 9 April 1957 dalam situasi negara yang sangat memprihatinkan. perjuangan mengembalikan Irian Barat ke dalam wilayah Indonesia dan menghadapi masalah ekonomi serta keuangan yang sangat buruk. • Memperjuangkan Irian Barat. • Melancarkan pelaksanaan pembatalan persetujuan KMB. Dalam upaya menghadapi pergolakan daerah. • Mempercepat proses pembangunan Dewan Nasional merupakan suatu badan baru yang bertujuan menampung dan menyalurkan aspirasi dari kekuatan-kekuatan nonpartai yang ada di masyarakat. Untuk mengatasi masalah tersebut. Kabinet Djoeanda Kartawidjaja (9 April 1957 . namun kesulitan-kesulit-an yang dihadapi oleh negara semakin meningkat.

Peristiwa itu kemudian lebih dikenal dengan Peristiwa Cikini. Dalam Munap ini disusun rencana pembangunan yang dapat memenuhi harapan daerah. semakin diperburuk dengan munculnya Gerakan Perjuangan Menyelamatkan Negara Republik Indonesia pada tanggal 10 Februari 1958. Upaya pemerintah untuk mengatasi masalah pembangunan belum dapat direalisasikan. yaitu keberhasilan mengatur kembali batas perairan nasional Indonesia. Melalui Deklarasi Djuanda itulah terciptanya Kesatuan Wilayah Indonesia. mereka mengirimkan ultimatum kepada pemerintah yang berisi tuntutan pem-bubaran Kabinet Karya dan pembentukan kabinet baru yang dipimpin oleh Moh. Dalam peraturan lama disebutkan bahwa laut teritorial itu selebar 6 mil dari garis dasar sewaktu air surut. Deklarasi Djuanda mengatur tentang laut pedalaman dan laut teritorial. Dahlan Jambek. maka pada bulan Desember 1957 diselenggarakan Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap). Selain itu presiden diminta bertindak secara konstitusional dan agar tuntutan itu dipenuhi dalam waktu 5 x 24 jam. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 18 . Apabila hal itu diberlakukan. yaitu lautan dan daratan merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat. yang diketuai oleh Ahmad Husein dan mendapat dukungan dari Lubis. Laut Flores dan lain sebagainya. karena muncul berbagai peristiwa nasional yang segera harus ditangani oleh pemerintah. Hatta dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Peristiwa yang dimaksud itu adalah Peristiwa percobaan pembunuhan atas diri Presiden Soekarno pada tanggal 30 November 1957.wilayah Republik Indonesia. Simbolon. Bersamaan dengan berdirinya gerakan itu. Pelaku peristiwa itu diduga para pemuda pendukung Zulkifli Lubis. Persatuan nasional yang semakin terancam. Ketegangan yang terjadi antara pusat dan daerah serta antar kelompok masyarakat berhasil diatasi dengan baik. Natsir dan Sumitro Djojohadikusumo. Sebagai upaya mewujudkan keputusan Munas. maka di wilayah Indonesia akan terdapat laut bebas seperti Laut Jawa. Kabinet Karya mencatat prestasi gemilang. dengan keluarnya Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957.

Bahwa dengan dukungan bagian terbesar rakyat Indonesia dan didorong oleh keyakinan kami sendiri. Nusa.C. Dekrit Presiden Untuk menanggapi kegagalan dewan konstituante yang gagal dalam membuat UUD Pengganti UUDS 1950. dan Bangsa. Konstituante tidak mungkin lagi menyelesaikan tugas yang dipercayakan oleh rakyat kepadanya. Pada 30 Mei 1959 . serta merintangi pembangunan semesta untuk mencapai masyarakat yang adil makmur. Berikut ini isi dari dekrit Presiden 1959: Dekrit Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG Dengan ini menyatakan dengan khidmat : Bahwa anjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945 yang disampaikan kepada segenap rakyat Indonesia dengan amanat Presiden pada tanggal 22 April 1959 tidak memperoleh keputusan dari Konstituante sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Dasar Sementara. Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada tanggal 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD '45. kami terpaksa menempuh satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Negara Proklamasi. Bahwa berhubung dengan pernyataan sebagian besar anggota-anggota Sidang Pembuat Undang-Undang Dasar untuk tidak lagi menghadiri sidang. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 19 . Bahwa hal yang demikian menimbulkan keadaan keadaan ketatanegaraan yang membahayakan persatuan dan keselamatan Negara.

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 5 Juli 1959 Atas nama Rakyat Indonesia Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang SOEKARNO Dengan keluarnya dekrit presiden ini. yang terdiri atas anggotaanggota Dewan Perwakilan Rakyat ditambah dengan utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara akan diselenggarakan dalam waktu sesingkat-singkatnya. KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG Menetapkan pembubaran Konstituante. Kabinet ini mempunyai tiga tugas pokok yaitu program sandang. pangan. dibentuk kabinet baru yang perdana menterinya adalah presiden. Maka atas dasar-dasar tersebut di atas. Selanjutnya. keamanan dan penyelesaian Irian Barat. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 20 .Bahwa kami berkeyakinan bahwa Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai Undang-Undang Dasar 1945 dan adlah merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi tersebut. Menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku lagfi bagi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia terhitung mulai hari tanggal penetapan dekrit ini dan tidak berlakunya lagi Undang-Undang Dasar Sementara. Kabinet Djuanda (cabinet karya) dibubarkan. pada tanggal 10 Juli 1959. Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara.

Presiden Soekarno mengalami setidaknya 23 kali percobaan Pembunuhan. Percobaan Pembunuhan Terhadap Presiden Soekarno Menurut Megawati yang merupakan putri dari Soekano . Untunglah Soekarno tak ada di situ. Tiga orang ditangkap akibat kejadian tersebut. 2. Sebelum menembak Istana Presiden. dia sudah memastikan tak melihat bendera kuning dikibarkan di Istana ( tanda presiden ada di Istana). termasuk pengawal presiden. Soekarno sendiri beserta putra-putrinya selamat. Sembilan orang tewas.hanya ada 7 kali percobaan pembunahn yang pernah dialami Presiden Soekano. Kanon yang dijatuhkan Maukar menghantam pilar dan salah satunya jatuh tak jauh dari meja kerja Soekarno. 100 orang terluka. Mereka perantauan dari Bima yang dituduh sebagai antek teror gerakan DI/TII. tempat bersekolah putra-putrinya. Presiden Soekarno datang ke Perguruan Cikini (Percik). Maukar adalah Letnan AU yang telah dipengaruhi Permesta. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 21 .akhirnya harus mendekam di Penjara selama 8 tahun. Penembakan Istana Presiden oleh Pilot Daniel Maukar Tanggal 9 Maret 1960. (Maukar sendiri membantah ia mencoba membunuh Soekarno). Tepat di tengah hari Istana presiden dikejutkan oleh ledakan yang berasal dari tembakan kanon 23 mm pesawat Mig-17 yang dipiloti Daniel Maukar. Granat tiba-tiba meledak di tengah pesta penyambutan presiden. Granat Cikini Tanggal 30 November 1957. Pilot Maukar. dalam rangka perayaan ulang tahun ke-15 Percik. Namun menurut pengawal presiden soekarno yang terakhir .D. Aksinya hanya sekadar peringatan. Berikut ini 7 peristiwa percobaan pembunuhan tersebut yang kami dapatkan dari suatu sumber 1. Soekarno tengah memimpin rapat di gedung sebelah Istana Presiden.

Pencegatan Rajamandala April 1960. Sokano yang berada di syaf depan saat menunaikan ibadah sunah idul adha tiba-tiba ditodong seseorang yang akhirnya diketahui bernama Bahrum. Dia menyempatkan diri mengunjungi Bandung. 4. Soekarno selamat. ternyata sekelompok anggota DI/TII melakukan penghadangan. 5. Granat Makassar 7 Januari 1962. seseorang melemparkan granat. Pelakunya adalah Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya divonis hukuman mati. Presiden Soekarno menyertainya dalam perjalanan ke Jawa Barat. Yogya dan Bali.3. Beruntung pasukan pengawal presiden sigap meloloskan kedua pemimpin dunia tersebut. Saat berada dalam perjalanan keluar dari Lapangan Terbang Mandai. Penembakan Mortir Kahar Muzakar 1960-an. ia akan menghadiri acara di Gedung Olahraga Mattoangin. Presiden Soekarno tengah berada dalam kunjungan kerja ke Sulawesi. Bahrum dijatuhi vonis Hukuman mati tetapi akhirnya mendapatkan grasi 6. tetapi tembakan Bahrum meleset mengenai Ketua DPR GR KH Zainul Arifin . sampai di Jembatan Rajamandala. Nikita Kruschev mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Perdana Menteri Uni Soviet saat itu. sebuah peluru mortir Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 22 . saat melewati jalan Cendrawasih. Ketika. Presiden Soekarno tengah berada di Makassar. Malam itu. jatuh mengenai mobil lain. Ketika itulah. Penembakan Idul Adha 14 Mei 1962. Granat itu meleset.

. Perasaan Soekarno kurang nyaman. Arahnya kendaraan Bung Karno. 7. Soekarno pun selamat. Presiden Soekarno dalam perjalanan dari Bogor menuju Jakarta. Beruntung.ditembakkan anak buah Kahar Muzakkar. jarak pelemparannya sudah di luar jangkauan mobil yang melaju. Benar saja. Rombongannya membentuk konvoi kendaraan. mata Soekarno sempat bersirobok dengan seorang lelaki tak dikenal di pinggir jalan. lelaki itu melemparkan sebuah granat ke arah mobil presiden. Granat Cimanggis Desember 1964. tetapi ternyata meleset jauh. Dalam laju kendaraan yang perlahan. Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 23 .

Presiden Sokernao Peranah beberapa kali mengalami percobaan pembunuhan tetapi semuanya gagal dan kebanyakan pembunuhnya adalah anggota dari satuan/kelompok yang memberontak pada masa orde baru Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 24 . Kabinet Burhanuddin Harahap (Masyumi 1955-1956). Kabinet Ali Sastroamidjojo I (PNI 1953-1955).BAB III KESIMPULAN Pada masa Demokrasi Liberal yang dimulai tahun 1950 hingga 1959. diwarnai dengan adanya munculnya partai-partai yang saling berebut untuk menduduki kabinet diantaranya PNI dan Masyumi. Kabinet-kabinet tersebut adalah : Kabinet Natsir (Masyumi 1950-1951). Demokrasi liberal adalah Suatu bentuk sistem politik dan pemerintahan yang bersendikan pada asas-asas liberalisme yang ada dan berkembang di Eropa dan Amerika Serikat. dan akhirnya Kabinet Djuanda (Zaken kabinet 1957-1959). Pada masa ini pergantian kabinet dilatarbelakangi oleh perbedaan yang tajam antara partai-partai melawan partai yang memerintah. Seringnya pergantian kabinet membuat masa yang singkat itu (1950-1959) dikuasai oleh beberapa kabinet. Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956-1957). Kabinet Wilopo (1952-1953).Sejak tahun 1950 sampai tahun 1959 berlakunya sistem demokrasi liberal dan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Bahkan pernah terjadi partai menjatuhkan kabinetnya sendiri. Kabinet Sukiman (Masyumi 1951-1952).

Jakarta : Depdiknas Wikipedia.org http://atjehpost. 2011 Sejarah untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta : Depdiknas Tarunasena.merdeka.com/read/2012/07/05/13949/39/39/5-Juli-Dekrit-Presiden http://www.html Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 25 . Memahami Sejarah.com/peristiwa/7-percobaan-pembunuhan-terhadap-bung-karno. 2009.Daftar Pustaka Triyono suwito.

Hanum Annisa Dwisanthy 3. Moch Tegar Fatarosan Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 26 . Cecep kholil 2.Lampiran-lampiran Anggota Kelompok 4 1.

Putri Silvi 5. Roby Kurniawan Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 27 .4. Resti Sugiarti 6.

7. Tiara Rahmat Kelompok 4 Kelas XI IPA 2 28 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful