Manajemen Industri

DESAIN PRODUK DAN PROSES INDUSTRI

Zainal Akbar ( 425 10 014) Yonatan Kurnia D ( 425 10 042 )

PROGRAM ROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 2012 / 2013

BAB I PENDAHULUAN
Produk adalah barang dan jasa yang dihasilkan dan dijual oleh perusahaan kepada konsumennya. Agar barang dan jasa dapat dinikmati atau diperoleh oleh konsumen, maka diperlukan desain produk dan pemrosesan produk tersebut dalam proses industri. Proses industri harus dipandang sebagai suatu siklus yang berupaya secara terus-menerus atau berkesinambungan (continous improvement) untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Siklus proses produksi dimulai dari riset pasar untuk mengetahui kebutuhan konsumen. Selanjutnya dari riset pasar diperlukan perancangan produk dan perancangan proses produksi. Perancangan produk atau dapat dikatakan sebagai desain produk juga membawa konsekuensi pada perancangan proses produksinya sehingga diperlukan mesin-mesin dan sparepart atau suku cadang mesin agar proses produksi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kebutuhan mesin dan suku cadangnya membawa konsekuensi untuk melakukan order dan pembelian kepada pemasok. Sebab, proses desain produk diperlukan dalam setiap proses manufaktur dengan tujuan untuk menghasilkan produk akhir dengan biaya produksi yang optimal karena sebagian besar biaya produksi ditentukan pada tahap proses desain (Wahyudi, D, 1999). Perancangan proses produksi membawa konsekuensi pada perancangan tata kerja, metode kerja, waktu standar dan kegiatan lainnya dalam proses produksi. Selanjutnya siklus berlanjut pada proses produksi yang melibatkan bagian-bagian dalam industri seperti bagian gedung penyimpanan material, bagian keuangan, bagian tenaga kerja, bagian keuangan dan bagian lainnya. Setelah produk jadi maka diperlukan upaya pendistribusian kepada konsumen, selanjutnya siklus terus berlanjut seperti semula.

1965) Dari penjelasan diatas jelaslah bahwa desain adalah bidang keterampilan. 2. Produk dapat berupa barang atau jasa. bentuk. pengetahuan dan medan pengalaman manusia yang tercermin dalam apresiasi serta penyesuaian hidup terhadap kebutuhan spritualnya (Analoguas with humanitis. performansi. Salah satu fungsi manajemen terpenting dalam semua organisasi adalah menjamin bahwa masukan-masukan berbagai sumber daya organisasi menghasilkan produk-produk atau jasa yang dirancang secara tepat atau menghasilkan keluaran. Secara khusus desain dikaitkan dengan konfigurasi. untuk apa produk dan jasa itu digunakan. teknis. Di dalam perkembangannya pengertian desain ditafsirkan oleh berbagai kelompok dan beberapa pengertian yang perlu dicatat adalah : a. sedangkan menurut Imam Buchari Zainuddin seorang desainer Indonesia. Setiap barang dan jasa yang masuk dalam fase perkenalan. nilai dan tujuan dari fenomena buatan manusia. Desain adalah kegiatan kreatif yang membawa pembaruan (Reswick. dapat didefinisikan. mutu material. arti.1 Definisi desain dan produk Desain adalah suatu kegiatan manusia untuk menciptakan lingkungan dan khasanah perbendaan buatan yang diolah dari alam. b. berpendapat bahwa : “Desain adalah mencari mutu yang lebih baik. pengetahuan dan pengalaman manusia yang mencerminkan keterikatannya dengan apresiasi dan adaptasi lingkungannya ditinjau dari kebutuhan-kebutuhan kerohanian dan kebendaannya.BAB II PEMBAHASAN 2. science). bentuk dan semuanya baik secara bagian maupun keseluruhan” Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan. komposisi. dan ukurannya yang dapat diterima oleh pasar. Selanjutnya definisi suatu produk dilihat dari aspek desain seperti warna.2 Pengertian Desain Produk Desain Produk adalah sebagai alat manajemen untuk menterjemahkan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan sebelum menjadi rangcangan yang nyata yang akan diproduksi dan dijual dengan menghasilkan laba. yaitu berdasarkan fungsinya. Desain adalah keterampilan. Perusahaan mendesain produk dengan tujuan bagaimana meningkatkan fungsi-fungsinya.keluaran yang dapat .

antara lain : Untuk menghindari kegagalan-kegagalan yang mungkin terjadi dalam pembuatan suatu produk. dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengecer yang diterima pembeli guna memuaskan keinginannya. Buchori Alma dalam bukunya Manajemen Pemasaran dan pemasaran jasa.Bagi perusahaan yang bergerak di bidang industri yang membuat dan menjual produk-produk kebutuhan konsumen. retailer prestige. dimana : “ A product is a set of tangible and intangible attributes. Ada pun beberapa pengertian tentang desain produk menurut para ahli. packaging. Sebelum menerangkan tentang pengertian desain produk. 2. yaitu : “ Yang dikatakan produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud.” Setiap perusahaan yang didirikan tentunya disertai harapan bahwa kelak dikemudian hari usahanya akan mengalami perkembangan dan kemajuan dengan pesat. Stanton (1981. nama baik toko yang menjual.untuk itu perusahaan selalu menyesuaikan product design dengan selera dan keinginan konsumen.memperoleh keuntungan yang maksimal.2.” Pengertian desain dikemukakan pula oleh W. Lamarto.J. price.192 ). . harga nama baik perusahaan.J. which the buyer may accept as offering want – satisfaction ” Yang telah diterjemahkan oleh DR. manufakture prestige. maka produk pun memiliki pengertian sendiri sebagaimana dikemukakan oleh W. color. yaitu : “ Desain adalah ragam khusus dari sebuah bentuk atau penampilan dalam seni.1 Maksud dan tujuan desain produk Berdasarkan beberapa pengertian Desain Produk tersebut diatas ternyata bahwa Produk Desain mempunyai maksud dan tujuan untuk membantu perusahaan dalam menciptakan dan mengembangkan produk baru atau untuk menjamin hasil produki yang sesuai dengan keinginan pelanggan disatu pihak serta dipihak lain untuk menyesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Syanton yang diterjemahkan oleh Y. Maksud dari Desain Produk. including. produk atau ikhtiar. Untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang tepat guna dan sesuai dengan keinginan pelanggan maka perlu adanya desain produk. and manufacture and retailer service.memuaskan keinginan para pelanggan. termasuk didalamnya masalah warna.

Sedangkan tujuan dari Desain Produk itu sendiri. mencari informasi atau keterangan berdasarkan pengalaman. perusahaan harus mempertimbangkan hal – hal sebagai berikut : Keinginan pelanggan dalam hal kegunaan. adalah : Untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Untuk mengetahui kelayakan produk tersebut apakah sudah memenuhi persyaratan atau masih perlu perbaikan kembali. Untuk mengetahui produk yang diinginkan pelanggan. kualitas. Riset ini dilakukan baik untuk produk yang betul-betul baru maupun untuk produk yang sudah ada. .2 Tahapan-tahapan kegiatan desain produk Seorang product designer harus melalui tahapan – tahapan dalam merencanakan suatu produk. desainer harus mempertimbangkan biaya yang seekonomis mungkin. mesin – mesin. maka riset ini perlu ditunjang dengan faktor-faktor yang berupa waktu untuk menjalankan penelitian. Untuk hal-hal tersebut diatas. tahapan tersebut yaitu : 1. Untuk menghitung biaya dan menentukan harga produk yang dibuat. Untuk menentukan standarisasi atau spesifikasi produk yang dibuat. Pengembangan suatu riset dalam perusahaan akan menghasilkan sebuah gagasan atau ide untuk membuat suatu produk. Mempertimbangkan kemampuan fasilitas perusahaan Untuk melaksanakan kegiatan pembuatan suatu produk. Dalam membuat produk. product designer dapat memperoleh data dari riset pemasaran yang langsung berhubungan dengan pelanggan. Untuk membuat produk seekonomis mungkin dalam penggunaan bahan baku dan biaya – biaya dengan tanpa mengurangi nilai jual produk tersebut.Untuk memilih metode yang paling baik dan ekonomis dalam pembuatan produk. modal dan warna dari produknya denga tidak mengabaikan penentuan harga Biaya dari pembuatan produk baru atau pengembangan dari produk yang sudah ada apakah perusahaan mampu untuk membayarnya. 2.2. Untuk menghasilkan produk yang trend pada masanya. peralatan penunjang dan perkakas lainnya. dimana ide tersebut diperoleh dari data yang didapatkan saat riset itu sendiri dilakukan. Dalam riset pembuatan produk baru atau pengembangan produk yang sudah ada. maka desainer harus mempertimbangkan kemampuan dari perusahaan itu sendiri. 2. Memformulasikan hasil marketing research Adapun yang menjadi titik tolak dalam tahapan kegiatan Desain Produk adalah riset pemasaran. diantaranya : tenaga kerja.

bentuk dari produk yang akan dibuat akan terlihat jelas satu dengan yang lainnya. dalam gambar kerja juga diperlihatkan bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam pembuatan produk tersebut. kemudian diserahkan kepada pelaksana kegiatan untuk segera dipelajari dan dikerjakan lebih lanjut cara proses produksinya.2. Hardjadinata Manajemen Produksi / Operasi ( 1995 .3. 2. 4. Selain itu. Tanggung jawab Produk d. Harga dan Volume Keempat faktor tersebut dapat digambarkan dalam bentuk bagan sebagai berikut : Product Design Function Design Specification and Standard Product Liability Price and Volume Prototype Gambar 1. tapi dapat terlihat dal skala perbandingan. Sedangkan faktor – faktor yang mempengaruhi desain produk adalah sebagai berikut : a. serta klasifikasi agar sesuai dengan tujuan yang dikendaki. sketsa dari masing-masing produk walaupun sketsa ini tidak menunjukan ukuranukuran yang sebenarnya. Membuat sketsa Dalam membuat sketsa. Standar dan Spesifikasi desain c. dimana dalam gambar kerja ini dapat digambarkan bentuk dan ukuran yang sebenarnya dengan skala yang diperkecil. Pentingnya desain produk terletak pada penetapan secara rinci disain produk atau jasa yang akan dibuat. Membuat gambar kerja Pembuatan gambar kerja ini adalah merupakan tahap akhir dalam kegiatan Desain Produk.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi desain produk Desain produk sebagai alat bantu dalam manajemen produksi bertitik tolak penelitian dan pengembangan yang dilakukan sebelumnya. Faktor – faktor yang mempengaruhi Desain Produk ( Yus R. 20 ) ) . Setelah gambar kerja tersebut selesai dirancang. Fungsi produk b. Sketsa tersebut dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan gambar kerja ( blue Print ).

sehingga apabila disatukan menjadi satu kesatuan yang kuat c. maka bahan yang dipergunakan pun harus dapat menunjang agar semua yang diharapkan dapat terwujud dan pelanggan merasakan kepuasan tersendiri. Mutu Mutu suatu produk harus disesuaikan menurut fungsi produk tersebut. d. Sambungan . Standar dan Spesifikasi Desain Dalam hal spesifikasi dan standar desain suatu produk akan terlihat dari : a. Fungsi Produk Setiap produk yang akan dihasilkan mempunyai fungsi atau kegunaan yang berbeda. Bahan Apabila produk yang akan digunakan ingin mempunyai mutu yang baik.Faktor – faktor yang mempengaruhi Desain Produk : 1. Bentuk Pada waktu mendesain bentuk perlu diperhatikan mengenai keindahan dengan penyesuaian menurut fungsi dan kegunaannya. secara . karena tiap orang mempunyai ciri dan kesukaan yang khas terhadap warna tertentu. e. Dengan demikian bahwa desain produk itu berhubungan bentuk dan fungsi dari suatu produk. g. Warna Warna mempunyai arti tersendiri bagi konsumen. Keduanya memegang peranan penting dalam menentukan suatu desain produk yang pada dasarnya untuk memberikan kepuasan yang maksimal bagi konsumen atau pelanggan baik segi kualitan maupun segi kuantitas. 2. b. maka mutu produk tersebut harus tinggi bila dibandingkan dengan produk yang akan digunakan dalam jangka waktu yang pendek. Bagian Bagian ini berfungsi untuk menyesuaikan ukuran keserasian desain disambung dengan bagian lainnya. Dan hal inilah yang harus dicermati oleh perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis. hal ini tergantung untuk keperluan apa produk itu dibuat. apabila akan digunakan dalam jangka waktu lama. f. Ukuran Yaitu merencanakan ukuran yang seimbang dari bagian – bagian produk keseluruhan.sambungan Dalam hal ini perusahaan harus merencanakan bagaimana menyambung bagian-bagian supaya tidak terlihat ada bagian yang kosong.

3. untuk produk yang akan dibuat berdasarkan pesanan biasanya harga jualnya akan berbeda dengan produk yang dibuat untuk dipasakan kepada konsumen luas yang harganya relatif lebih murah sehingga desain produknya akan berbeda pula. Siklus Proses Produksi . 5. prototype ini memperlihatkan bentuk serta fungsi yang sebenarnya. 2. Tanggungjawab Produk Ini adalah merupakan salah satu tanggung jawab dari produsen sebagai pembuat produk kepada konsumen akan keselamatan dan kenyamanan pemakai produk tersebut. Oleh karena itu faktor ini menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan oleh perusahaan pada waktu mendesain produk tersebut. Prototype Prototype merupakan model produk yang pertama yang akan dibuat. Harga dan Volume Harga dihubungkan dengan jumlah produk yang akan dibuat. Gambar 2. sehingga sebelum perusahaan memproduksi maka prototype diusahakan untuk dibuat terlebih dahulu.3 Proses Industri Seperti dikatakan pada bab 1 pendahuluan bahwa proses industri harus dipandang sebagai suatu siklus yang berupaya secara terus-menerus atau berkesinambungan (continous improvement) untuk mencapai tujuan yang diharapkan. 4. Proses produksi secara sederhana dapat dijelaskan pada gambar di bawah ini yang menggambarkan siklus produksi. Dari pengujian prototype tersebut. apabila lulus uji coba mungkin memberikan gambaran mengenai perubahan-perubahan yang perlu dilakukan serta sebagai informasi dalam penyusunan terakhir desain produk.

Gambar di atas menjelaskan bagian-bagian yang ada dalam sistem produksi beserta alur kerjanya. William Edward Deming. Pada seminarnya di Hotel De Yama Jepang pada tahun 1950 memperkenalkan suatu diagram yang memandang industri sebagai suatu sistem yang saling terkait dengan komponen penyusunnya seperti pada gambar seperti sebagai berikut: Gambar 3. mesin dan suku cadang untuk membuat produknya sehingga perlu ada kerjasama dengan pemasok (supplier). Dr. Konsep sistem industri yang dikemukakan Deming selanjutnya lebih populer dengan nama Roda Deming seperti pada gambar di atas. Siklus ini dimulai dari riset pasar untuk mengetahui kebutuhan konsumen terus dilanjutkan desain produk dan desain proses. Proses Produksi d. Gambar proses industri sebagai suatu sistem Perbaikan performansi bisnis modern harus mencakup keseluruhan sistem industri dari mulai kedatangan material sampai kepada distribusi produk ke konsumen dan desain ulang produk untuk masa mendatang. Desain Produk c. Riset pasar b. Dari hasil desain produk dan prosesnya diperlukan material. Pemasaran . Demikian proses ini berjalan secara terus-menerus dan pada setiap tahap diperlukan usaha perbaikan secara berkesinambungan.Proses produksi secara sederhana dapat dijelaskan pada gambar di atas yang menggambarkan siklus produksi. atau yang lebih dikenal dengan Deming merupakan seorang pengajar manajemen kualitas dari Amerika Serikat merupakan tokoh utama dalamn revolusi industri yang terjadi di Jepang. Komponen utama Roda Deming : a. Setelah material diterima maka proses produksi dapat berjalan sehingga dihasilkan produk yang siap untuk didistribusikan kepada konsumen.

Produksi memiliki hubungan timbal balik yang erat dengan teknologi dimana produksi dan teknologi akan saling membutuhkan. pengendalian. Komponen struktural terdiri dari : bahan baku. mesin dan peralatan. perencanaan.4 Konsep sistem produksi Produksi adalah bidang ilmu yang terus mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan teknologi. Hal inilah yang mendorong teknologi untuk melakukan terobosan dalam riset untuk menemukan sesuatu yang baru. 2. Mempunyai aktivitas berupa proses tansformasi nilai tambah input menjadi output secara efektif dan efisien. Mempunyai mekanisme yang mengendalikan pengoperasiannya berupa optimalisasi pengalokasian sumber daya yang ada. informasi tanah dan lain sebagainya. Hal ini berkaitan dengan komponen struktural yang membangun sistem produksi. 4. Proses transformasi nilai tambah dari input menjadi output dalam sistem produksi modern selalu melibatkan komponen struktural dan fungsional. Di samping komponen struktural dan . Mempunyai komponen yang saling berkaitan satu sama lainnya dan membentuk satu kesatuan yang utuh. energi. Mempunyai tujuan yang mendasari keberadaannya yaitu menghasilkan produk baik barang atau jasa yang berkualitas yang dapat dijual dengan harga bersaing. 3. Deming juga menjelaskan bahwa Roda itu harus dijalankan atas dasar pengertian dan tanggung jawab bersama untuk mengutamakan efisiensi industri dan peningkatan kualitas.Deming menekankan pentingnya interaksi antara ke-4 komponen di atas agar perusahaan mampu menghasilkan produk dengan harga kompetitif dan kualitas yang lebih baik sehingga akan memuaskan konsumen. Dalam sistem produksi modern terkjadi suatu proses transformasi nilai tambah yang mengubah input menjadi output yang dapat dijual dengan harga bersaing di pasar global. Dalam industri sistem produksi merupakan jantungnya yang menjadi kehidupan dalam perusahaan. Sedangkan komponen fungsional terdiri dari : supervisi. 2. Kebutuhan produksi yaitu biaya operasi yang rendah. Sistem produksi merupakan sistem integral yang mempunyai komponen struktural dan fungsional. Sistem produksi memiliki beberapa karakteristik sbb: 1. tenaga kerja. kualitas produksi dan produktivitas meningkat serta kemampuan untuk memperbaiki dan menciptakan produk baru. koordinasi dan kepemimpinan yang semuanya berkaitan dengan manajemen dan organisasi. modal.

fungsional dalam sistem produksi perlu memperhatikan aspek lingkungan seperti perkembangan teknologi.laboratorium.S3). Strategi produksi.deposito. Beberapa contoh sistem produksi baik jasa maupun manufaktur NO SISTEM INPUT OUTPUT 1. Universitas Dosen. Pelayanan transportasi darat kantor.pengabdian pada masyarakat. sosial ekonomi. pasien laboratorium.informasi anajerial dll.modal.kantor. tenaga mekanik.energi. regulasi dan kebijakan pemerintah serta adat yang berlaku dalam lingkungan akan sangat mempengaruhi sistem produksi itu. manajerial dll. gedung & peralatan. Transportasi Darat 4. Perbankan Tenaga kerja. energi. informasi. pinjaman dll) Pelayanan akademik bagi 2.energi. 2.apoteker. Dalam proses desain strategik ada tiga hal penting yang harus diperhatikan yaitu : Strategi konsumen. desain proses dan Strategi respon terhadap sistem perencanaan dan pengendalian .perpustakaan. 3. manajerial dll. bagi penumpang & barang Pelayanan kesehatan bagi Rumah Sakit Dokter. manajerial dll. karyawan. perawat. Sopir. penelitian.bus.karyawan. gedung & peralatan. informasi. modal.energi. mahasiswa(D3. peralatan medik. modal.S1.S2.karyawan gedung. Pelayanan keuangan bagi nasabah(tabungan.5 Desain proses strategik dalam industri Untuk memenangkan kompetisi yang sangat berat dalam era perdagangan bebas dewasa ini diperlukan desain proses strategik bagi manajemen industri.obat.

industri elektronik. Perusahaan harus mampu mewujudkan keinginan konsumen sesuai dengan permintaan dalam waktu yang telah ditetapkan. Assemble to order Sistem produksi assemble to order lebih menekankan pada perakitan produk akhir berdasarkan permintaan konsumen yang spesifikasinya telah ditentukan dan biasanya merupakan produk yang repetitive (pengulangan) sehingga perusahaan dapat menyimpan bahan-bahan sub asembli dalam jumlah yang disesuaikan dengan tingkat permintaan konsumen. Design to order Pada sistem produksi jenis ini perusahaan tidak memproduksi barang sebelum ada permintaan produk yang model. Contoh industri yang menerapkan sistem produksi design to order diantaranya adalah: Industri desain web. Konsultan bangunan. Industri senjata untuk keperluan militer. Dalam hal ini industri dapat dikelompokkan menjadi : 1. Make to order Sistem produksi make to order berbeda dengan design to order. kalau design to order produk yang diproduksi bersifat baru dan unik. Untuk itu diperlukan tenaga kerja yang handal dalam melakukan desain produk. Perusahaan jenis ini mempunyai resiko yang lebih kecil dalam hal . spesifikasi. sedangkan make to order produknya tidak selalu baru dan biasanya tidak unik. Industri kapal dan pesawat. 2. gedung. Keuntungan sistem produksi jenis ini yaitu perusahaan tidak mempunyai resiko terhadap biaya penyimpanan bahan baku dan produk jadi. dan produk-produk sejenisnya. Produsen memiliki katalog produk yang dapat dipesan oleh konsumen. industri pakaian (tertentu). industri otomotif. 3. dan lain sebagainya. desain proses sampai kepada proses produksinya.a. Perusahaan dengan sistem produksi design to order akan cocok untuk pemenuhan produk-produk baru yang mempunyai sifat unik secara total.Contoh industri yang menerapkan strategi make to order diantaranya adalah: Industri komputer. Pada sistem produksi seperti ini persediaan bahan baku standar dapat dilakukan karena produk yang akan diproduksi selalu menggunakan bahan baku standar ditambah bahan baku lainnya. Kontruksi jembatan. dimensi dan jumlahnya ditentukan oleh konsumen. Strategi Produksi dalam Merespon Konsumen Strategi ini mendefinisikan tentang bagaimana cara perusahaan atau industri dalam memberikan respon atau reaksi terhadap permintaan konsumen. Produk yang dibuat berdasarkan pesanan dari konsumen dengan spesifikasi yang ditentukan oleh konsumen dan biasanya telah dibuat sebelumnya.

Rumah makan biasanya sudah memasak terlebih dahulu dan jika ada konsumen tinggal menghangatkan saja. Contoh industri yang menerapkan sistem produksi jenis ini diantaranya adalah: perusahaan otomotif. Penyerahan produk akhir dalam sistem produksi ini dari perusahaan berkaitan dengan kualitas dan waktu pengiriman secara tepat berdasarkan permintaan konsumen. dan lain sebagainya. tenaga pengamanan. industri pakaian yang dijual di toko. Perusahaan jenis ini tentu akan memiliki resiko yang cukup besar dalam hal inventori. buku. rusak. Mie Instan. asuransi. koran. untuk itu perusahaan harus mempunyai stok barang untuk mengantisipasi jika ada permintaan yang mendadak. bahan setengah jadi maupun produk akhir yang baik. Pada umumnya konsumen meninginkan produk yang dapat dikustomisasi sesuai dengan kebutuhannya tetapi tidak mau menunggu terlalu lama. Contoh perusahaan yang menggunakan sistem ini adalah : Perusahaan air minum. restoran. 4. Pengiriman produk akhir dilakukan jika ada permintaan dari konsumen. Make to demand Strategi produksi ini merupakan strategi yang baru yang dikembangkan dalam industri.penyimpanan bahan sub asembli. Strategi ini bersifat responsif terhadap pesanan konsumen (sesuai spesifikasi) tapi dapat dilakukan dengan cepat seperti pada make to stock. barang elektronik. Contoh industri yang menerapkan strategi ini adalah: industri pakaian yang menyiapkan bahan baku dalam jumlah banyak sehingga kalau ada permintaan mendadak dapat dipenuhi dengan segera. Oleh karena itu perusahaan dituntut untuk menjalankan strategi make to demand. makanan yang tahan lama. Contoh lain rumah makan yang harus menyiapkan makanan sesuai dengan keinginan konsumen dalam waktu yang cepat. dll. Dengan demikian sistem ini akan mempunyai sistem penyimpanan (inventory) bahan baku. transportasi dan biaya lainnya. Inventori memakan biaya yang cukup besar untuk tempat. industri komputer. majalah. . resiko bencana. 5. Make to stock Sistem produksi jenis make to stock memproduksi produknya tidak berdasarkan pesanan seperti pada ke-3 sistem yang dijelaskan di atas melainkan dengan melakukan peramalan terhadap penjualan produk.

Proses transformasi dari input menjadi output di mana unit-unit output secara berturutturut melalui urutan operasi yang sama pada mesin-mesin khusus. Project Proses produksi dengan proyek biasanya diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang mempunyai sifat kompleks dan terdiri dari sekumpulan tugas-tugas berskala besar. konsultasi tentang masalah di pabrik dan lain sebagainya. 1990) 2.b. jembatan. pengembangan sistem informasi perusahaaan. kualitas dan ketepatan waktu penyelesaiannya. Strategi desain proses dapat dikelompokkan menjadi 5 kelompok yaitu: a. Karakteristik Sistem Produksi Tabel karakteristik berbagai sistem perusahaan (Bertrand. b. Biasanya pekerjaan yang menggunakan strategi proyek memiliki karakteristik yang unik waktu dan tepat anggarannya untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Contoh proses produksi yang menggunakan strategi proyek adalah: Pembuatan bangunan. riset pasar.6 Strategi desain proses Strategi desain proses produksi mendefinisikan bagaimana suatu produk dalam industri dibuat atau diproses. berupa kepuasan pelanggan dalam hal biaya. Line Flow Line flow proses atau sering disebut sebagai flow shop merupakan suatu proses dalam industri yang menyusun stasiun kerja dalam urutan yang sama dalam setiap produk. et al. pembangunan pabrik baru. biasanya .

Proses jenis ini biasanya digunakan untuk produk yang mempunyai desain dasar yang tetap sepanjang waktu (jangka panjang) dan ditujukan untuk pasar yang luas. Job shop ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan khusus konsumen. seluruh unit mengikuti urutan yang sama. lama proses produksi setiap jenis produk agak panjang. Sebagai ilustrasi dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 5. Pada flow shop terputus. Proses flow shop biasanya disebut juga sistem produksi masal (Mass Production). Proses produksi line flow c. dan pabrik pakaian jadi. proses bekerja untuk memproduksi jenis output yang sama. jadi biasanya bersifat MTO (Make to Order ). pembotolan. Pada proses produksi flow shop kontinu. Gambar 4.ditempatkan sepanjang suatu lintasan produksi.putus. sehingga diperlukan penyusunan bentuk proses produksi flow shop yang biasanya bersifat MTS (Make to Stock). kerja proses secara periodik di interupsi untuk melakukan pengaturan (set–up) bagi pembuatan produk dengan spesifikasi yang berbeda (meskipun dari disain dasar yang sama). Proses flow shop dapat dibagi menjadi 2 yaitu: flow shop kontinu dan flow shop terputus-putus. variasi produk cukup banyak. contohnya pada industri pengalengan. Contoh proses job shop Proses job shop yaitu bentuk proses produksi di mana unit-unit untuk pesanan yang berbeda akan mengikuti urutan yang berbeda melalui stasiun kerja (workstation) yang dikelompokkan berdasarkan fungsinya. Job Shop Pada job shop proses berjalan tidak seperti pada flow shop akan tetapi dapat terjadi urutan yang tidak menentu. Pada setiap siklus produksi. Proses produksi je nis ini dicirikan dengan volume produksi setiap jenis produk jumlahnya relatif sedikit. dan tidak ada lintasan produksi khusus. .

Gambar 6. kualiatas produk yang lebih variabel. dan juga sulitnya tugas dalam menjadwalkan pesanan berbeda yang melalui bermacam-macan stasiun kerja. Contoh industry yang menerapkan sistem produksi batch adalah Industri minuman kaleng (Coca Cola. industry TV dan lain sebagainya. dimana sumber daya tersebut harus digunakan bersama-sama. memproduksi beberapa batch lebih untuk tujuan MTS dibandingkan MTO. sehingga sistem tersebut harus mempunyai sifat (general purpose) dan fleksibel untuk produk dengan volume yang rendah tetapi variasinya tinggi. lama proses produksi untuk setiap produk agak pendek. Batch Proses produksi batch merupakan pengembangan dari job shop. e. industri HP. kebutuhan yang lebih besar akan WIP. FMS terdiri dari beberapa mesin NC (Numerical Controlled) dan sistem penyimpanan serta pengambilan peralatan secara otomatis yang membawa part di antara mesin dan tempat penyimpanan Automatic Storage/Restor Storage (AS/RS). dan biaya yang lebih tinggi dibandingkan flow shop. Biasanya FMS merupakan suatu proses yang dikendalikan dengan komputer yang terintegrasi dengan mesin dan alat .Proses produksi jenis job shop mempunyai fleksibilitas yang tinggi dalam menangani banyaknya variasi produk. Pada sistem ini. Untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia yang handal dan peralatan yang memadai untuk dapat menyesuaikan pesanan yang berbeda. Flexible Manufacturing System FMS merupakan suatu automated cell (integrarting material handling and process equipment) yang digunakan untuk menghasilkan sekelompok part assemblies. Volume batch yang lebih banyak dapat diproses secara berbeda misalnya. part. Sprite. pembuatan produk dengan tipe yang berbeda akan mengakibatkan pergantian peralatan produksi. Sistem produksi batch memproduksi banyak variasi produk dan volume. dan satu lintasan produksi dapat dipakai untuk beberapa tipe produk. Hal ini berdampak pada waktu proses yang lebih lama karena seringnya peralatan di atur ulang (set-up). dll). Karakteristik Strategi Desain Proses d. Kesemua kesulitan tersebut membuat waktu pengiriman yang lebih lama. dan komponen.

berupa kepuasan pelanggan dalam hal biaya. g. Contoh proses produksi dengan FMS f. Proyek mempunyai sifat kompleks yang merupakan kumpulan tugas-tugas berskala besar yang unik dan tidak rutin serta dibatasi oleh waktu dalam penyelesainnya. Konsep agile manufacturing ini dapat menggunakan berbagai pendekatan baik Just In Time maupun lainnya untuk memberikan respon yang cepat terhadap permintaan pelanggan.7 Perencanaan dan Pengendalian Produksi Strategi Sistem Perencanaan dan Pengendalian Produksi merupakan suatu cara bagaimana perusahaan akan merencanakan dan mengendalikan sistem produksi ketika melaksanakan proses jangka pendek dan menengah dalam proses produksi. Definisi proyek menurut (Fogarty 1998) adalah kumpulan aktivitas yang mempunyai waktu awal dan akhir serta dijalankan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian. Langkah-langkah umum yang dipergunakan dalam sistem perencanaan dan pengendalian manajemen proyek yaitu : . Project Manajement (PM) Sistem ini sebenarnya didesain dan dikembangkan untuk mengelola proyek-proyek.transportasinya. Agile manufacturing tidak harus dengan konsep FMS yang terotomasi melainkan dapat berlaku untuk semua perusahaan baik besar maupun kecil. Agile Manufacturing Agile manufacturing merupakan konsep atau filosofi yang dibangun untuk mendapatkan proses produksi yang fleksibel dan mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan cepat. Operator hanya mengontrol sistem jika dalam operasinya tidak berjalan semestinya. Gambar 7. 2. Terdapat banyak strategi perencanaan dan pengendalian produksi yang ada saat ini tetapi yang akan dibahas cukup tiga saja yaitu : 1. Peranan operator manusia dalam sistem ini sudah relatif kecil karena semuanya dijalankan dengan mesin.

peralatan.• • • • Penyusunan dan pendefinisian proyek Perencanaan proyek Pelaksanaan proyek Penyelesaian Penyusunan dan pendefinisian proyek berkaitan dengan aktivitas manajemen untuk menyusun dan mendefinisikan proyek yang akan dikerjakan. Penyusunan dan pendefinisian proyek yang jelas akan memudahkan dalam perencanaan dan pengendalian proyek. administrasi dan lainnya. dan jadwal waktu. Sistem MRP berfungsi untuk mengkoordinasikan pemasaran. pembelian dan rekayasa melalui pengadopsian rencana produksi serta melalui penggunaan data yang terintegrasi guna merencanakan dan memperbaharui aktivitas dalam sistem industri secara keseluruhan. pengujian yang dilakukan dan sebagainya. Spesifikasi proyek mencakup semua persyaratan yang relevan untuk memenuhi dimensi kualitas seperti bahan yang digunakan. Anggaran proyek berkaitan dengan besarnya dana untuk pembiayaan tenaga kerja. Langkah berikutnya adalah pelaksaan proyek dan yang terakhir adalah pengendalia n dan evaluasi proyek. bahan baku. standar yang harus dipenuhi. . manufakturing. 2. biaya. Jadwal Waktu Proyek. Jadwal waktu proyek digunakan untuk mengetahui aktivitas apa saja yang akan dikerjakan dalam masa proyek dan perkembangan penyelesaian proyek sehingga akan memudahkan pengawasannya. Manufacture Resource Planning (MRP II) MRP merupakan suatu sistem informasi yang terintegrasi yang menyediakan data untuk berbagai aktivitas produksi dan area fungsional lainnya dari bisnis secara keseluruhan. Penyusunan dan pendefinisian ini meliputi : • • • • • • Pernyataan Ruang lingkup Kriteria pencapaian Pernyataan dan pengaruh dan hubungan keterkaitan Penilaian resiko Evaluasi sumber daya Parameter proyek yang perlu dipertimbangkan yaitu yang terkait dengan masalah kualitas. Berdasarkan pendefinisian parameter proyek di atas dapat dikemukakan : Spesifikasi Proyek. Anggaran Proyek.

Pertama adalah kisah Taiichi Ohno yang pergi ke Amerika pada tahun 1950 untuk belajar di General Motor. ruang dan waktu produksi. target daripada konsep ini adalah Cost Down (efisiensi). Tenaga kerja langsung dalam lingkungan Just In Time dipertangguh dengan perluasan tanggung jawab yang berkontribusi pada pemangkasan pemborosan biaya tenaga kerja. Bahkan Productions and Operations Management Conference 1996 di Indianapolis perlu mengangkat tema The New Paradigm in Operations Management and The New Paradigm in Teaching Operations Management untuk menanggapi fenomena perubahan tersebut. Konsep just in time adalah suatu konsep di mana bahan baku yang digunakan untuk aktifitas produksi didatangkan dari pemasok atau suplier tepat pada waktu bahan itu dibutuhkan oleh proses produksi. sehingga akan sangat menghemat bahkan meniadakan biaya persediaan barang / penyimpanan barang / stocking cost. pada sisi pendanaan (funding). Just In Time adalah suatu keseluruhan filosofi operasi manajemen dimana segenap sumber daya. dan fasilitas dipakai sebatas dibutuhkan. Istilah Just In Time sulit ditelusuri dari mana asalnya. Sistem produksi Just In Time adalah sistem produksi atau sistem manajemen fabrikasi modern yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang yang pada prinsipnya hanya memproduksi jenis-jenis barang yang diminta sejumlah yang diperlukan dan pada saat dibutuhkan oleh konsumen (Monden. Misalnya. Dia mendapatkan inspirasi dari pasar swalayan disana untuk diterapkan di Perusahaan Toyota miliknya. Dalam lawatannya ke Amerika inilah.3. Pada prinsipnya. Just-In-Time (JST) Kemunculan paradigma baru di bidang manajemen operasi salah satunya dipicu oleh keberhasilan Jepang menjadi negara industry raksasa di dunia. personalia. Just In Time adalah suatu keseluruhan filosofi operasi manajemen dimana segenap sumber daya. Jepang berhasil mengembangkan praktik manajemen yang terbukti mampu membangkitkan dunia industrinya menjadi raksasa dunia. namun ada dua peristiwa yang bisa menjadi penanda atas kemunculan fenomena tersebut. Ke dua fenomena tersebut menandai perubahan cara pikir dan cara padang mereka dalam praktik manajemen. 2000). Tujuan utama penerapan konsep Just In Time adalah untuk mengangkat produktifitas dan mengurangi pemborosan. dan fasilitas dipakai sebatas dibutuhkan. personalia. Salah satu konsep yang diusung Jepang adalah Just In Time. termasuk bahan baku dan suku cadang. Menurut Henri Simamora dalam bukunya Akuntansi Manajemen. termasuk bahan baku dan suku cadang. Tanda yang kedua adalah kasus industri galangan kapal di Jepang setelah perang dunia ke dua yang kekurangan permintaan. Just In Time didasarkan pada konsep arus produksi yang berkelanjutan dan mensyaratkan setiap bagian proses produksi bekerja sama dengan komponen-komponen lainnya. bahan baku masuk pada saat dibutuhkan pada proses produksi dan hasil .

.produksi selesai pada saat delivery time kepada konsumen. Dengan demikian. tidak diperlukan adanya gudang penyimpanan dan tidak perlu ada tambahan modal (fund) untuk menyimpan stok barang.

Setelah itu produk di desain sesuai kebutuhan konsumen. Selain itu diperlukan juga desain produk yang pas yang dapat menarik konsumen untuk menggunakan produk barang atau jasa.BAB III PENUTUP 3. maka perlu dikumpulkan bahan baku produk tersebut dan produk akan memasuki tahap proses industri. Desain proses fisik untuk produksi barang-barang dan jasa-jasa ini menyangkut serangkaian keputusan tentang seleksi proses. Desain proses tidak semata-mata hanya merupakan masalah teknik tetapi juga menyangkut pertimbanganpertimbangan sosial.2 Saran Untuk dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. ekonomi dan lingkungan. dll. akademik. Jika produk itu berupa barang. kesehatan. baik itu dalam pemenrintahan. di mana produk tersebut akan diproses hingga menjadi barang yang akan dipakai oleh konsumen. 3. spesifikasi-spesifikasinya harus diterjemahkan ke berbagai sistem pemrosesan yang menciptakan produk atau menyediakan jasa. begitupun juga dengan jasa. macam mesin yang akan digunakan. maka perlu dilakukan survei pada konsumen bagaimana produk barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan mereka saat ini. dan sebagainya. derajat otomatisasi. tetapi harus juga mendukung dalam hal kualitas sehingga tidak mengecewakan atau menurunkan minat konsumen dalam menggunakan produk barang atau jasa.1 Kesimpulan Setelah berbagai produk dan jasa dirancang. diperlukan tenaga kerja yang handal yang dapat membantu masyarakat dalam pengadaan jasa. Keputusan-keputusan harus dibuat tentang tipe proses. pemilihan teknologi dan perencanaan proses. . diperlukan juga tenaga kerja yang handal yang dapat membantu proses industri dalam pembuatan produk barang sehingga stok barang di pasar tidak akan berkurang.

DAFTAR PUSTAKA http://evonelauw.id/sites/default/files/Modul%206%202011.unikom.pdf http://staff.ac.id/files/disk1/324/jbptunikompp-gdl-triastutia-16151-4-bab2-0003.pdf .uny.html http://elib.ac.blogspot.com/2011/06/manajemen-operasional-desain-produk_20.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful