P. 1
Menjadi Generasi Muda Memberi Dampak Positif Dalam Pergaulan Sosial

Menjadi Generasi Muda Memberi Dampak Positif Dalam Pergaulan Sosial

|Views: 183|Likes:

More info:

Published by: Abdul Haris Manggala Putra on Apr 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2015

pdf

text

original

KARYA TULIS

PERANAN GENERASI MUDA DALAM BANGSA

OLEH ABDUL HARIS MANGGALA PUTRA

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa dan penerus cita-cita bangsa. Jika dilihat dari kenyataan yang ada, suatu negara akan maju karena adanya dukungan dari pada pemuda atau generasi muda yang aktif. Mereka diharapkan dapat melakukan hal yang terbaik untuk negara ini. Generasi muda memiliki kemampuan dan peranan yang besar, namun sering kali mereka tidak diperhatikan dan kurang mendapat bimbingan dari generasi terdahulu. Selain itu, perkembangan informasi dan teknologi telah membuat generasi muda terpengaruh besar akan dampaknya. Ini semua mengakibatkan munculnya efek-efek yang negatif dalam kehidupan generasi muda. Generasi muda adalah pewaris bangsa dan negara ini, baik buruknya bangsa ke depan bergantung kepada generasi mudanya. Mereka dituntut memiliki kepribadian yang kokoh, semangat nasionalisme dan karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memilki dan menguasai pengetahuan dan tekhnologi untuk bersaing dengan bangsa lain dalam tataran global, dan tergantung pula kepada apakah generasi mudanya berfikir positif untuk berkreasi yang akan melahirkan karya - karya nyata dan membawa pengaruh dan perubahan yang besar bagi kemajuan bangsa dan negaranya. Dalam karya tulis ini saya akan menjelaskan tentang peranan generasi muda terhadap kemajuan bangsa dan peranannya dalam hal-hal positif lainnya. Pentingnya kepekaan generasi muda sangat penting demi kemajuan bangsa dan negara ini. Generasi muda merupakan pewaris dan pengembang selanjutnya dari negara ini.

BAB II PERANAN GENERASI MUDA DALAM BANGSA
2.1 Generasi Muda di Zaman Perjuangan Kemerdekaan Banyak kisah yang dapat kita dengar tentang generasi muda, apalagi saat masa penjajahan di Indonesia dulu. Para generasi muda menjadi penggerak dalam memperjuangkan kemerdekaan. Mereka berjuang dengan keras dan tidak mengenal lelah demi kemerdekaan tanah air yang mereka cintai dengan jiwa dan raga. Hal ini dapat dilihat dari berbagai perlawanan yang dilancarkan oleh generasi muda saat itu kepada para penjajah, seperti perlawanan pada 10 November 1945 di Surabaya, dan Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Banyak berbagai perlawanan yang terjadi di masa itu demi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mereka tidak hanya berjuang dengan mempergunakan senjata. Ada juga yang melakukannya dengan speaking power, seperti yang di lakukan Bung Hatta di Belanda saat beliau sekolah di sana dengan mendirikan Perhimpuanan Indonesia (PI). Gerakan yang beliau lakukan tidak hanya sendirian, namun dibantu oleh remja-remaja Indonesia yang ada di Belanda. Tapi, apa yang beliau lakukan tidak hanya didukung oleh kaum pribumi, tapi juga mendapatkan dukungan dari berbagai negara. Sehingga pihak Belanda sangat khawatir dengan pergerakan Bung Hatta. 2.2 Generasi Muda di Zaman Sekarang Apa yang para pemuda lakukan dan butuhkan pada zaman itu dengan sekarang tentu sangat jauh perbedaannya. Dulu, para pemuda membutuhkan bambu runcing dan senjata. Sedangkan kita, yang sekarang hidup di zaman yang sangat canggih sangat membutuhkan teknologi yang terbaru. Dan tidak hanya itu, kita berjuang untuk lebih memajukan negeri ini. Melanjutkan apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kita dahulu. Jika kita berbicara tentang generasi muda, banyak suka dan duka baik yang pernah kita alami atau teman-teman kita hadapi. Kata orang banyak yang dapat kita lakukan di saat remaja. Remaja sekarang terlalu jauh melakukan hal yang ia suka.

Dan hal itu juga dapat meresahkan baik kelompok maupun masyarakat di suatu tempat. Seperti pemberitaan yang pernah kita lihat tentang tawuran antar sekolah dan bahkan ada yang sampai memakan korban jiwa yang tidak bersalah. Kejadian ini tidak hanya menimbulkan keprihatinan bagi banyak orang, ada juga yang gusar dan bertanya apa yang salah dengan mereka ? Tidak selamanya terjadi tawuran itu berasal dari dalam diri mereka seperti jiwa mereka yang brutal atau anarkis. Namun, apa yang sedang terjadi di sekitar lingkungan mereka sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan tindakan mereka. Berbagai macam doktrin mengalir masuk ke dalam pikiran mereka, apalagi apa yang menjadi faktor penyebab tawuran adalah karena sudah menjadi tradisi. Bagi remaja yang masih mencari jati diri hal ini sangat menjadi faktor bagi mereka dalam mengambil tindakan baik sebagai pribadi maupun di dalam kelompok. Apalagi sebagai seorang remaja ketika di dalam kelompok mereka cenderung mengambil keputusan supaya mereka dapat diakui di dalam kelompok mereka. Jika dilihat lebih jauh, memang banyak faktor yang membuat remaja mengarah ke arah negatif. Namun masih banyak remaja yang aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial yang sangat membantu pada lingkungan sekitarnya. Seperti di saat SMA atau SMP banyak kegiatan ekstrakulikuler di sekolah-sekolah yang bermanfaat sekali untuk pelajar. Seperti OSIS, pramuka, paski, forum studi islam, kegiatan seni, dan kelompok belajar olimpiade. Kegiatan-kegiatan itu selain menambah ilmu

pengetahuan, juga dapat mengarahkan remaja menjadi pemimpin yang memiliki karakter, baik dalam suatu kelompok maupun untuk diri mereka sendiri. Secara tidak langsung mereka mengarah ke pergaulan yang lebih membawa dampak positif. Contoh kecilnya yaitu kegiatan paski di sekolah, selain belajar tentang baris-berbaris mereka juga di didik untuk bisa mempertahankan nilai pancasila dan melanjutkan perjuangan para pahlawan terdahulu yang tersirat dari kegiatan seremonial saat upacara bendera. Bahkan mereka tidak hanya berkembang dalam lingkungan sekolah. Mereka bisa membawa nama sekolah atau daerah masing-masing sebagai anggota Paskibraka.

Butuh proses seleksi yang ketat untuk menjadi anggota Paskibraka. Setelah terbentuk sebuah pasukan yang cukup untuk upacara 17 Agustus, baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional, mereka sudah menjadi panutan atau paling tidak orang yang dapat menginspirasi adek-adek kelasnya. Bahkan dari keanggotaan inipun mereka bisa menurunkan ilmu ini ke adek kelas atau berbagi pengalaman dengan sekolah lain. Dan masih banyak contoh lain dimana para generasi muda ini bisa berprestasi baik untuk diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar. Secara tidak langsug mereka belajar tentang sangat pentingnya peranan para pemuda untuk berpartisipasi dalam masyarakat untuk menciptakan suasana yang lebih baik. Masih banyak contoh yang lain bagaimana para pemuda ini berprestasi dalam bidangnya.

BAB III KESIMPULAN
Peranan generasi muda dapat terarah dengan baik apabila generasi sebelumnya dapat mengarahkan generasi muda sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Generasi muda diberi ruang lebih banyak untuk meningkatkan kualitas mereka. Tidak terlalu melakukan pengekangan terhadap kreatifitas yang mereka miliki. Agar para pemuda bisa lebih percaya diri untuk berkreatifitas. Para pemuda tidak hanya mendapatkan pembinaan dari sekolah saja tetapi juga ada peran aktif dari pemerintah untuk mengembangkan para generasi penerus bangsa. Para pemuda harus terus meningkatkan kreatifitas di bidang masing-masing dan mau menerima tantangan yang ada untuk bisa bersaing secara global.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->