SYARIAT ISLAM / ‫الشــريعة السـلمية‬

Oleh : Prof. Dr. I. Syarief Hidayat, MS.

‫بســم الله الرحمـن الرحـيم‬
1. PENGERTIAN Kata syari’at (‫ ) شـريعة‬adalah kata dalam bahasa Arab yang berasal dari kata dasar ‫( شـرع‬syara’a) yang berarti “memperkenalkan”, “mengetengahkan”, “menetapkan”. Pada kehidupan masyarakat Arab ada sebuah kata yang berasal dari satu kata dasar dengan kata syari’at yaitu kata masyru’at (‫ ) مشـروعة‬dihubungkan dengan kata almā (‫ ) المـاء‬menjadi masyru’at at almā yang berarti “sumber air”, dan syara’a berarti “menandai” atau “menggambar jalan yang jelas menuju sumber air” (Ensiklopedi Islam IV ; 1994 : 345) . Dalam Islam kata syariat juga disebut syara’ dan kata alsyari’at dihubungkan dengan kata al-Islamiyah (‫ ) السـلمية‬menjadi alsyariat al-islamiyyah yang berarti peraturan Islam/hukum Islam/undang-undang Islam. Al-Syari’at al-Islamiyyah itu merupakan syari’at Allah, yaitu undangundang Allah. Syari’at dalam arti terminologi adalah “peraturan dan hukum Allah yang mengatur segala aspek dasar kehidupan manusia yang diturunkan melalui wahyu kepada nabi dan rasul-Nya”. Cyril Glasse (1999 : 382) menyatakan bahwa syariat adalah sistem hukum, artinya syariat merupakan satu kesatuan hukum yang menunjukkan adanya kaitan erat antara satu bagian dengan bagian lainnya. Syariat Islam merupakan inti kedua setelah aqidah (tata-keimanan) dalam sistematika ajaran Islam, karena itu pelaksanaan syariat sebagai hukum Allah dalam kehidupan orang mukmin baik dalam kehidupan individual maupun kehidupan kolektif merupakan realisasi nyata dari keimanannya dan konsekuensi logis dari syahadat yang telah diikrarkannya. 2. SYARIAT SEBAGAI HUKUM DAN PERATURAN ALLAH Kesempurnaan dan kematangan rencana Allah tidak hanya terbatas pada penciptaan alam semesta yang di dalamnya termasuk penciptaan manusia, tetapi juga disertai dengan rencana yang utuh dan komprehensif dalam pengaturannya dengan penetapan aturan dan hukumnya. Sehubungan dengan hal itu dengan kodrat dan iradat-Nya Allah menetapkan dua macam hukum/peraturan yang berkaitan dengan hukum alam semesta dan hukum khusus bagi umat manusia. Pertama, hukum dan peraturan yang berkaitan dengan alam semesta termasuk di dalamnya umat manusia, adalah bahwa alam tidak tercipta atas faktor kebetulan atau atas kehendak alam sendiri, karena alam sebagai objek tidak memiliki daya kemampuan dan kemauan apapun, alam semesta tercipta atas rencana dan disain Allah yang sangat sempurna yang ditetapkan sejak azali (alam ide sebelum penciptaan). Allah ciptakan alam semesta dan Allah tetapkan karakter dan hukumnya sendiri-sendiri, kemudian masing-masing terikat kuat patuh mengikuti hukum yang telah ditetapkan baginya, tak ada satu pun makhluk ciptaan-Nya yang bisa keluar dari hukum-Nya dan tak ada satu bagian alam pun yang bisa lepas dari hukum ini ; matahari, bumi, bulan, bintang, seluruh planet, manusia dan semua makhluk ciptaan-Nya patuh kepada hukum ini. ( al-Furqan: 25 ; al-Thalaq : 3). Hukum inilah yang disebut dengan Sunnatullah atau “hukum Allah” dan dalam terminologi sekular dinyatakan sebagai “hukum alam”, “hukum pemberian alam”, atau “anugerah alam”. Sifat sunnatullah itu eksak artinya pasti berlaku dan berjalan sesuai ketetapan Allah (al-Qamar : 49), dan immutable atau tetap tidak mengalami

1

Dalam syariat Islam ditetapkan berbagai aturan dan hukum yang mengatur semua aspek dasar kehidupan manusia. keindahan.. maka ketentuan hukum diizinkan untuk ditetapkan berdasarkan hasil ijtihad ulama (upaya penelitian dalam penetapan hukum). Al-Rum : 30). Pada ibadat zakat dan haji misalnya. Syariat Islam mengarahkan manusia ke arah kesenangan dan kebahagiaan yang mereka senangi. Syari’at Islam diturunkan melalui wahyu. Kedua. tetapi lebih jauh pada kehidupan akhirat. Tetapi hukum ini pada penerapannya lain dengan sunnatullah. kecuali bila Allah yang menetapkannya menghendaki. Al-Kahfi : 29).tahwil (perubahan) sejak diciptakannya sampai kapanpun ( al-Isra : 77). yaitu bahwa seluruh ketentuan syariat sesuai dengan karakter fisik dan rohani manusia.. yaitu hubungan vertikal dengan Allah ( Hablun Minallah) dan 2 . al-Syariat al-Islamiyyah atau syariat Islam. c. Allah menghendaki keringanan bagi hamba-Nya dan sama sekali tidak berkehendak memberatkan hamba-Nya (Q. Artinya bahwa Syariat Islam ditetapkan sesuai dengan kemampuan manusia. dan kenikmatan dunia yang mereka senangi. dan bagi hukum yang secara eksplisit tidak ada ketetapannya dalam alquran dan sunnah Rasul. tetapi dalam menghadapi hukum kedua ini manusia diberi kebebasan untuk menerima atau menolaknya (Q. dan kerusakan dunia yang mereka benci . dll. Artinya bahwa seluruh aturan dan hukum yang ditetapkan dalam syariat Islam mencakup seluruh aspek kehidupan manusia di dunia yang berguna bukan hanya terbatas pada kehidupan umat manusia dalam kehidupan dunia saja. Syariat Islam memiliki cakupan yang luas yang berkaitan dengan seluruh aspek dasar kehidupan manusia. Pada dasarnya syariat Islam berkaitan dengan dua alur hubungan manusia. RUANG LINGKUP SYARIAT ISLAM Syari’at Islam bukan aturan dan hukum ciptaan manusia. pada ibadat shaum bagi mereka yang sakit bisa dilakukan di lain waktu. bukan pula ciptaan rasul Allah. Syariat Islam mengharamkan keburukan. Kemudian sumber kedua adalah sunnah Rasul sebagai model dan contoh pertama dalam melaksanakan syariat. Universal dan menyeluruh. ketika tidak ada air atau berhalangan menggunakan air bisa mengganti wudhu dengan tayammum. yaitu hukum Allah yang mengatur kehidupan manusia. Tidak memberatkan hamba-Nya (al-Baqarah : 286). yaitu : a. tetapi juga bagi kepentingan alam semesta. tidak ada sebuah aturanpun yang mengandung unsur-unsur yang memberatkan. Selain itu syariat Islam bukan hanya bagi kepentingan umat manusia. kewajiban hanya ditetapkan bagi mereka yang memiliki kemampuan. pada ibadat shalat bagi musafir bisa dilakukan dengan jamak/qashar. Syari’at Islam adalah hukum ciptaan Sang Pencipta alam dan pencipta umat manusia. Tidak bertentangan dengan fitrah atau karakter dasar manusia. tidak ada satupun ketentuan yang bertentangan dengan fitrah dasar manusia (Q. b. baik rela maupun tidak rela semua tunduk patuh kepada-Nya. 3. Syariat Islam menghalalkan kabaikan. pada sunnatullah manusia sebagai bagian dari alam tidak mampu mengelak. dialah al-Quran. Syariat Islam diturunkan dengan sifat dan karakter tertentu yang pada dasarnya diperuntukan bagi kepentingan dan keberuntungan umat manusia. karena mereka adalah pewaris Nabi. dan menjauhkan manusia dari kesengsaraan yang tidak mereka senangi dan mereka dibenci. kejahatan. karena itulah maka sumber utama syari’at Islam adalah wahyu. Al-Baqarah : 185).

d) Makruh. berupa kebebasan untuk melakukan atau meninggalkan suatu perbuatan. hukum riba. 1) Syariat Islam yang mengatur hubungan manusia dengan Allah adalah hubungan ubudiyah. shalat. Selain itu. di samping ibadat mahdlah. yaitu suatu hukum perilaku mukallaf berupa tuntutan lunak (anjuran) untuk melakukan suatu perbuatan. yaitu suatu hukum perilaku mukallaf. berupa tuntutan lunak untuk meninggalkan suatu perbuatan (larangan lunak/anjuran untuk ditinggalkan). b) Sunnat. 2) Syariat Islam yang berkaitan dengan hubungan antar-manusia disebut mu’amalat (hukum pergaulan). e) Haram. Syariat Islam mengatur penghambaan dalam bentuk mahdlah (ibadat murni) yang terdiri atas Ibadat Nafsiyah. yaitu suatu hukum perilaku mukallaf. musaqah/muzara’ah/mukhabarah (paroan pertanian dan perkebunan). yaitu suatu hukum perilaku mukallaf berupa tuntutan keras (perintah) untuk melakukan suatu perbuatan dengan konsekuensi janji pahala bagi pelakunya dan sangsi hukuman bagi pelanggarnya. Selain itu juga hukum yang 3 . Karena itu dasar-dasar ibadat ini tersimpulkan dalam lima rukun Islam. Para ulama masa lampau berhasil membuat formula hukum berdasarkan ayat-ayat al-Quran dan Sunnah Rasul/hadits nabi dan menyimpulkan lima hukum syara’ atau hukum taklif (hukum tuntutan) bagi setiap mukallaf (setiap orang muslim yang baligh dan berakal sehat). Syariat Islam mengatur hubungan ini dalam aturan ibadat yang semuanya menggambarkan keagungan Allah sebagai ilāh (‫)الــه‬. berupa tuntutan untuk meninggalkan suatu perbuatan (larangan keras). utang piutang.hubungan horizontal. dll. mengatur Ibadat Maliyah penghambaan diri dengan harta seperti zakat. jaminan. a) Al-Qanun al-Khash adalah hukum syari’at yang berkaitan dengan Hukum Perdata. dan mengatur Ibadat Ijtimaiyah yaitu ibadat dengan segala yang dimiliki seperti ibadat haji. yaitu ibadat dengan diri seperti syahadat. sewa menyewa. shaum. c) Mubah atau jaiz. yaitu syahadat. Ketentuan-ketentuan ibadat dalam Al-Quran dan tatalaksananya oleh Rasulullah telah disusun oleh ulama mujtahidin dalam sebuah ilmu yang dikenal dengan Ilmu Fiqih khususnya Fiqih Ibadat. dan hubungan manusia dengan alam. dan haji. syariat juga menetapkan bahwa segala perbuatan muslim yang bertolak dari keikhlasan di atas jalan amal salih dan bertitik tuju ridla Allah sebagai ibadat penghambaan kepada-Nya yang disebut ibadat ghair mahdlah. zakat. Kelima hukum itu berkaitan dengan perilaku mukallaf : a) Wajib. dengan konsekuensi janji pahala bagi yang meningalkannya. qiradh (pemberian modal). shalat dan shaum. tanpa sangsi hukuman bagi pelanggarnya. dengan konsekuensi janji pahala bagi yang meninggalkannya dan tanpa sangsi hukuman bagi pelakunya. tanpa konsekuensi janji pahala atau sangsi hukuman. termasuk di dalamnya Hukum Niaga yang meliputi hukum jualbeli. yaitu suatu hukum perilaku mukallaf. hubungan penghambaan diri kepada-Nya. dengan konsekuensi janji pahala bagi pelakunya. yaitu Tuhan Yang Maha Esa yang berhak menerima penghambaan seluruh makhuk-Nya dan pengakuan hamba-nya akan kerendahan diri di hadapan-Nya. Ali Imran : 112). dan sangsi hukuman bagi yang melakukannya. yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia ( Hablun Minannas) (Q. yaitu Al-Qanun al-Khash (Aturan Khusus) dan Al-Qanun al’Am (Aturan Umum). serikat dan perseroan. Ada dua bentuk muamalat.

al-Ahqaf : 13-14 . Pemilik segala hak secara mutlak 4 . meremehkan. penata. Syariat juga alat akurat pengukur siapa di antara hamba-Nya yang diberi kekuasaan dalam kehidupan dunia yang patuh menerapkan syariat Islam dalam kepemimpinannya. dll. syari’at Islam diturunkan semata-mata bagi umat manusia bukan bagi kepentingan Allah. demikian pula kasih sayang-Nya mengalahkan murkaNya. Banyak ayat Alquran yang menyatakan janji Allah bagi hamba-Nya. merekalah yang berhak menerima janji Allah menerima anugerah terbesar. al-Taghabun : 16). yang menepati janjinya dengan Allah dengan syahadat yang diucapkannya. dll. 4. 1) Syari’at Islam diturunkan atas dasar rahmat kasih sayang-Nya yang Maha Luas bagi hamba-Nya. tidak akan menambah keagungan Allah sedikitpun. dan pemilik alam semesta yang memberi segala sesuatu kepada makhluk-Nya. hukum mencuri. bahwa Dia akan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada mereka yang patuh melaksanakan syariatnya dan menunjukkan ketaatan kepada-Nya. An-Nisa : 14). berupa kebahagiaan abadi dan hakiki dalam kehidupan akhirat (Luqman : 8-9 . Selain itu hukum Khilafat (tatanegara) dan hukum Jihad (Hukum Perang dan Damai). dan mematuhi syariat-Nya. An-Nisa : 60). yang merendahkan. Syariat Islam justru diturunkan semata-mata untuk kepentingan umat manusia. dan ketika Allah ciptakan alam semesta Allah tetapkan kasih sayang-Nya yang besar yang meliputi segala sesuatu (Q. Allah Maha Suci dari segala kebutuhan. yang digambarkan oleh Rasulullah bahwa seandainya seluruh makhluk-Nya termasuk seluruh umat manusia menunjukkan ketaatan dan kepatuhan dengan kecintaan kepada-Nya. Allah tidak perlu apapun dari makhluk-Nya. hukum khamr. justru Allah pencipta. Perilaku umat manusia tidak ada pengaruhnya sedikitpun terhadap keagungan dan keluhuran Allah swt. Abul A’la Maududi (1986 : 127) menegaskan bahwa syariat Islam menjadikan kehidupan manusia terikat dengan kaidah yang pasti dan bijak yang di dalamnya terkandung kemaslahatan umat manusia. Allah Maha Agung secara mutlak tidak tergantung pada pihak lain. berupa kesengsaraan dan penderitaan abadi dalam kehidupan akhirat (Q. dan seandainya seluruh makhluk-Nya termasuk seluruh umat manusia melakukan pembangkangan dan perlawanan dengan kebencian kepada-Nya tidak akan mengurangi keagungan dan keluhuran-Nya sedikitpun. FUNGSI DAN MANFAAT SYARI’AT ISLAM Dilihat dari fungsi dan manfaatnya. Syariat merupakan alat seleksi yang akurat untuk menguji hamba-Nya dalam menentukan siapa di antara hamba-Nya yang bertakwa kepada-Nya. 2) Syariat Islam berfungsi menjaga dan melindungi hak asasi dan menyerahkannya kepada pemiliknya.berkaitan dengan Munakahat (Pernikahan). al-A’raf : 156). b) Al-Qanun ‘Am adalah aturan atau hukum publik. dan mengabaikan syariat-Nya (Q. Syariat juga untuk menguji dan menentukan siapa di antara hamba-Nya yang membangkang kepada-Nya. hukum yang berkaitan dengan Waratsat (Waris). Allah Maha Kaya tidak perlu pemberian makhluk-Nya. hukum berzina. seperti Jinayat (hukum pidana) yang meliputi hukum Qishah (hukuman mati bagi pembunuh). dan siapa pula yang mengabaikan dan mendepak syariat Islam dalam menjalankan kepemimpinannya. dialah yang akan menerima murka dan azab-Nya. tidak memerlukan pengagungan dan penghambaan makhluk-Nya. Dalam hal ini Abu A’la Maududi (Ibid : 131) menegaskan bahwa syari’at Islam berfungsi melindungi berbagai hak yang mesti berada di tangan pemiliknya.

Al-Baqarah : 284). Allah diimani sesuai dengan informasi keimanan yang diwayukan melalui Rasul-Nya. 2) Hak untuk dimuliakan dan diagungkan setinggi-tingginya. Hak-hak Allah swt (Haqqullah/Hak Ilahy) Allah sebagai Khāliq (Tuhan Pencipta alam semesta). Rabb. dan kedua haq al-adamy yaitu hak asasi manusia. tetapi Allah berikan pula sebagian hak kepada makhluk-Nya. diimani keesaan-Nya dan tidak disekutukan dengan sesuatu apapun (Q. Setiap mu’min terikat untuk menjadi hamba-Nya. menjadi hamba-Nya sesuai dengan keagungan-Nya dan sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan-Nya (Q. tak ada yang mampu memaksa-Nya saat Allah tidak menghendaki sesuatu. 3) Hak untuk dita’ati dan dipatuhi. Allah memiliki hak mutlak atas segala kehendak-Nya. 1) Hak untuk diimani keberadaan-Nya. Al-Isra : 70). Al-Baqarah : 21 . Hak-hak asasi Allah itu mesti diserahkan kepada-Nya. Hak-hak Adamy (manusia) Atas kodrat dan iradat-Nya Allah menciptakan umat manusia pada kedudukan tertinggi di atas makhluk lainnya (Q. sebagai Rabb (Tuhan Penata dan Pengatur alam semesta). A. B. An-Nisa : 136).. Karena itulah maka setiap hamba-Nya yang mu’min diwajibkan memberikan hak orang lain yang menjadi pemiliknya. sesuai dengan kemampuan masing-masing. An-Nisa : 59). sebagaimana juga orang lain memiliki kewajiban untuk memberikan hak dia. dan Maha Tinggi. Al-Baqarah : 30). Dalam pengadilan-Nya di Akhirat Allah berhak mengampuni kesalahan hamba-Nya atau mengazabnya sebagaimana diinformasikan dalam wahyu-Nya (Q.. dan Ilah Yang Maha Suci. Maha Agung. AsSyura : 4). termasuk berhak mengampuni atau mengazab hamba-Nya. 5) Hak mutlak atas iradat-Nya (kehendak-Nya). Karena itulah maka hak-hak asasi yang harus diberikan dan dilindungi itu pertama haqqullah yaitu hak asasi Allah sebagai pemilik hak mutlak. dan tak ada pula yang mampu menghalanginya saat Allah berkehendah untuk sesuatu. dan Allah berikan sejumlah hak kepada mereka.hanyalah Allah. Selain itu Allah mengangkat umat manusia sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini (Q. karena anugerah-Nya yang tiada terhingga dan tidak pernah putus dari kehidupan hamba-Nya (Q. 4) Hak untuk mendapat penghambaan (diibadahi) . karena kebenaran yang diturunkan-Nya dan karena petunjuk hidup yang diberikanNya ke arah keselamatan dan kebahagiaan yang abadi dan hakiki ( Q. Al-Isra : 23). Allah memiliki hak untuk diperlakukan sesuai dengan posisi-Nya sebagai Khalik. merendahkan diri di hadapan-Nya. Ali Imran : 179 . yaitu dilaksanakan apa yang diperintahkan-Nya dan dihindari segala yang dilarang dan dibenci-Nya. Syariat menetapkan berbagai hukum dan ketentuan bagi hamba-Nya untuk memberikan hak-hak Allah sebagai pemilik nhak mutlak. dan sebagai Ilāh (Tuhan yang berhak mendapat penghambaan alam semesta) yang memberi hidup dan berbagai fasilitasnya memiliki berbagai hak yang harus diberikan oleh setiap hamba ciptaanNya.. 5 .

Syariat menetapkan hukum haram untuk membunuh. Penguasa yang meletakkan dasar-dasar syairat Islam. dan ketenteraman idup). Darah manusia itu haram artinya haram ditumpahkan. dan (6) hak berdaulat . Sehubungan dengan hal ini maka Syariat Islam mengharamkan seseorang memperbudak orang lain dan suatu bangsa menjajah dan memperbudak bangsa jajahannya. (2) hak kemerdekaan. kemudian hanya kepada-Nya semua akan kembali. (akal. yaitu hak sebagai manusia merdeka dan hak kemerdekaan beragama. dan hal ini merupakan pelanggaran besar dan dosa besar. a) Hak Hidup. Al-Baqarah : 178-179). keturunan. berarti ia telah melanggar dua hak.Ada dua hak adami yang mendasar yang ditetapkan oleh Allah dalam syariat Islam. As-Syura : 41). (5) hak menyayangi dan disayangi. bahwa siapa yang menghilangkan hak hidup seseorang berarti ia kehilangan hak hidupnya. b) Hak Kemerdekaan Hak Kemerdekaan diberikan oleh Allah kepada umat manusia antara lain dalam tiga prinsip hak. Hak Diri Termasuk hak diri manusia adalah (1) hak hidup. Umar bin Khattab pernah mengucapkan kepada Amr bin Ash sebuah kalimat yang selanjutnya menjadi terkenal : “Sejak kapan kau memperbudak manusia itu. (3) hak persamaan harkat dan derajat (4) hak perlindungan nilai kemanusiaan. At-Taubah : 60) bila dalam masyarakatnya masih ada kaum budak. Hak menghidupkan dan mematikan mutlah berada di tangan-Nya. demikian pula bagi penguasa yang tidak melaksanakan syariat berupa hukum qishash adalah pelanggaran besar. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah yang menyatakan bahwa dalam hukum qishash tersimpan maksud melindungi hak hidup manusia (Q. tak ada seorangpun di antara manusia yang lahir sebagai budak. 6 . Syariat Islam juga membenarkan seseorang untuk membela dirinya saat hak hidupnya terancam (Q. dan kewajiban penguasa yang mendapat amanah sebagai khalifah Allah (wakil Allah) untuk melaksanakan hukum qishash (hukuman mati bagi pembunuh). 1969 : 101). Membunuh berarti menghilangkan dan merampas hak hidup seseorang. dan murtad serta berontak thd. 1). yaitu hak diri sebagai individu dan sebagai bagian dari masyarakat dan hak atas harta. Semua ini adalah untuk melindungi hak hidup rakyatnya. Syariat Islam juga mencabut hak hidup bagi pezina dan pembangkang dan orang murtad. walaupun dengan melalui perbuatan yang semula diharamkan. (1) Hak sebagai Manusia Merdeka Allah melahirkan manusia ke bumi ini dalam keadaan merdeka. kehormatan. padahal mereka itu dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merdeka” (Assiba’I . kecuali bagi mereka yang melakukan pelangaran berat terhadap syariat seperti membunuh. berzina.. yang diancam hukuman oleh Allah. Syariat Islam melindungi hak hidup seseorang yang telah diberikan oleh Tuhannya. Allah yang menghidupkan umat manusia dan Allah pula yang mematikan mereka.. Syariat Islam juga mewajibkan orang kaya untuk mengeluarkan sebagian hartanya untuk zakat antara lain untuk memerdekaan hamba sahaya (Q. yaitu hakkullah dan hak adami.

. Syariat melindungi kesehatan akal manusia dengan penetapan haram untuk khamr (minuman keras) dan mukhaddirat (naskoba) (Q. ia tidak mengerti apa yang dilakukannya. Al-Baqarah : 195) dan memerintahkan untuk menjaga kesehatan akal. Islam memerintahkan manusia untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang mengakibatkan kerusakan diri (Q. ia tidak memahami apa yang dikatakannya. Al-Kahfi : 29). Akibatnya manusia terkelompokkan ke dalam dua kelompok besar. dan kehilangan kesadaran akan dirinya. bahwa dalam syariat Islam Allah tidak memaksa manusia untuk menerima Islam sebagai agama pedoman hidupnya. Al-Hujurat : 13) d) Hak Perlindungan Nilai Kemanusiaan (Perlindungan Perlindungan Keturunan.. hak perlindungan kehormatan diri. artinya berbeda dengan hukum sunnatullah. Meminum khamr dan menyalahgunakan narkoba akan merusak jaringan otak. c) Hak Persamaan Harkat dan Derajat Allah menciptakan manusia dalam harkat dan derajat yang sama. Untuk perlindungan kemanusiaan dan kehormatan umat manusia Allah menetapkan beberapa ketentuan dan hukum. mereka bebas untuk menerima Islam sebagai agamanya atau menolak kebenaran Islam dan mengambil agama bathil di luar agama benar. Al-Isra : 70). satu bangsa atau suku bangsa tidak lebih tinggi dari bangsa atau suku bangsa lainnya. Namun demikian. yaitu mu’minun (orangorang beriman) dan kafirun (orang-orang kafir).. Hak-hak ini antara lain hak perlindungan akal. seorang kaya tidak lebih tinggi dari orang miskin. manusia perlu mengetahui bahwa Allah satu-satunya penguasa alam semesta memiliki hak kebebasan mutlak untuk memperlakukan mereka yang melakukan pembangkangan dalam pengadilan-Nya di akhirat. al-Baqarah : 256).(2) Hak Kemerdekaan Beragama Allah memberi kebebasan kepada umat manusia untuk beriman (menerima) atau kufur (menolak) terhadap kebenaran tersebut (Q.. Almaidah : 90-91). ia mesti tetap sadar akan siapa dirinya. Tinggi rendahnya martabat manusia dalam pandangan Allah pencipta dan rabbnya hanya ditentukan oleh tingkat kepatuhan dan ketakwaan kepadaNya (Q. Dalam hal ini Dia telah memberi penjelasan yang lengkap melalui para nabi dan para rasul-Nya kepada umat manusia yang berakal yang memiliki kemampuan berpikir mengenai konsekuensi dari sikap menerima atau menolak kebenaran Islam. dan Allah sendiri menegaskannya bahwa tidak ada paksaan dalam agama (Q. Akal.. Manusia bebas untuk memeluk agama apapun yang mereka percayai. kulit putih tidak lebih tinggi dari kulit hitam. bahwa Allah telah menempatkan Bani Adam (manusia) pada kedudukan terhormat (Q. (1) Hak Perlindungan Akal. dan Perlindungan Kehormatan). dengan kemerdekaan ini. hak perlindungan keturunan. Al-Baqarah : 284). Setiap orang dilahirkan dalam keadaan terhormat dan hal ini ditetapkan oleh Allah penciptanya dalam firman-Nya.. dan hak mendapat keamanan dan ketenangan hidup. dan mengerti serta 7 . Kehormatan seseorang dan niali-nilai kemanusiaannya dilindungi oleh syariat Islam. baik Dia mengampuninya atau mengazabnya (Q. kaum pria tidak lebih tinggi dari kaum wanita. membuat manusia mabuk.

Untuk perlindungan hak kehormatan manusia syariat Islam menetapkan kewajiban manusia untuk saling menghormati saling menghargai satu sama lain. Salah satu faktor pembeda antara makhluk insani dan makhluk hewani adalah kejelasan keturunan dan hubungan darah melalui pernikahan. karena mereka memiliki keturunan yang jelas terlindungi hukum syara’ (Q. Syariat mengharamkan bersatunya seorang laki-laki dengan perempuan tanpa pernikahan. Manusia yang telah ditempatkan oleh pencipta pada posisi terhormat memiliki hak untuk dihormati oleh sesama makhluk-Nya. Penguasa sebagai khalifatullah wajib melaksanakan sangsi yang ditetapkan syariat bagi para pelanggar dengan menjatuhkan hukuman mati. Dengan pernikahan hekormatan manusia terpelihara. dengan akad tanggung jawab beralih kepada suaminya dan hak wanita yang mesti mendapat perlindungan terpenuhi dan terlindungi. membesarkan. dan hubungan insani melalui pernikahan adalah hubungan yang penuh makna kamanusiaan dan penuh tanggungjawab. Syariat Islam menegaskan hukuman dera 40 kali bagi peminum khamr dan Allah melaknat setiap pihak yang membantu peredarannya. karena lewat mereka manusia lahir ke bumi. Hubungan hewani adalah murni hubungan biologis tanpa tanggung jawab. Dengan pernikahan tanggungjawab seseorang dalam suatu keluarga akan tampak jelas. Dengan kesempurnaan akal pikiran manusia memiliki hak untuk berilmu yang akan meningatkan manusia pada martabat yang lebih tinggi di sisi Allah. Al-Hujurat : 11. karena pelanggaran-pelanggaran syariat dan kemanusiaan yang dilakukannya. An-Nisa : 34). Seringnya terjadi kehilangan kesadaran akan diri karena mabuk. mengharamkan perziaan. mendidik dengan kasih sayang yang tidak akan terbalaskan oleh siapapun. Ancaman hukuman Allah ditetapkan bagai pelanggar hak kehormatan seseorang yang telah dimuliakan-Nya. Seorang wanita yang diamanatkan oleh Allah mesti dilindungi. mereka telah mengorbankan hidup mereka. (2) Hak Perlindungan Keturunan. dan nilai kemanusiaannya semakin jatuh terpuruk di bawah garis insaniah. akan mengakibatkan seseorang semakin jauh dari kebenaran. dan buruk sangka kepada orang lain (Q. hukum rajam (dilempari batu) atau hukuman dera 100 kali. sikap merendahkan. Ar-Rum : 30. mencari-cari kesalahan. mengharamkan hubungan sejenis. dan menetapkan hukum haram melakukan penghinaan. Hak kehormatannya mesti diberikan kepadanya. (3) Hak Perlindungan Kehormatan Diri. kecuali bila ia tidak lagi menghormati dirinya. membimbing. Seorang laki-laki yang berfungsi sebagai suami memiliki tanggung jawab yang besar terhadap istri dan anak-anaknya dalam keluarganya (Q.12). Pelanggaran terhadap syariat dalam hubungan ini menentukan hukuman yang harus dijatuhkan kepada para pelanggarnya. Al-Isra : 23). 8 . AnNur : 24). sebelum menikah berada di bawah lindungan dan tanggung jawab bapaknya atau walinya.memahami setiap apa yang dilakukannya. An-Nisa : 4 . Di antara hamba Allah yang diamanatkan secara khusus untuk selalu dihormati dalam keadaan apapun adalah kedua orang tua (Q. dan mengharamkan perkawinan sedarah. Dengan syariat hak perlindungan nilai kemanusiaan seseorang akan terjamin dan mengantarkan manusia ke martabat kemanusiaan.

Al-Isra : 24). Al-Maidah : 33). yaitu seorang pimpinan yang melaksanakan fungsinya sebagai khalifatullah dengan menegakkan syariat Allah dalam kepemimpinannya. Syariat Islam menetapkan bagaimana muamalat antar individu dan antar kelompok mestinya berjalan. Ghafir : 9). yaitu hukum potong tangan dan kaki bersilang dan hukuman mati ( Q..(4) Hak Perlindungan Ketenangan Hidup (Keamanan) Syariat Islam melindungi ketenteraman hidup setiap individu. 57 . 9 .. Sifat rahman dan rahim Allah menjadi bagian yang harus dijadikan tuntunan bagi hidup manusia dengan selalu menyebutnya setiap kali hendak melakukan suatu perbuatan baik. an-Nahl : 71). Allah tetapkan kasih sayangNya bagi umat manusia (Q. Manusia hidup dalam suatu lingkungan kecil unit terkecil masyarakat yaitu keluarga dan mereka pun hidup dalam lingkungan manusia yang lebih luas. maka setiap individu dan masyarakat akan terjamin ketenangan dan keamanannya di manapun mereka berada dan kemanapun mereka berangkat. Manusia diperintahkan untuk hidup saling menyayangi (Q. Hak atas Harta Alam semesta adalah ciptaan Allah dan sekaligus milik-Nya. dan Allah tetapkan bagiannya masing-masing. At-Taubah : 23). Setiap muslim yang memiliki persyaratan tertentu yang dibutuhkan bagi seorang pemimpin memiliki hak untuk diangkat sebagai pimpinan sesuai dengan hasil msyawarah di antara kaum muslimin (Q. Ali Imran : 159). dan sebaliknya orang tua berhak atas kasih sayang anaknya. dan (3) hak fakir miskin atas sebagian harta orang kaya.... Masyarakat muslim memiliki hak untuk dipimpin oleh Amir al-Mu’minin.. (2) hak tasharrauf (hak guna pakai). Hak atas harta terdiri atas (1) hak milik. Kaidah sosial Islam menegaskan bahwa dalam hidup bermasyarakat baik masyarakat sekala kecil. Ar-Rum : 21). Ali Imran : 28 . Allah membagikan anugerah-Nya berupa rezki kepada umat manusia sebagai bekal hidup mereka. Syariat Islam menetapkan hukuman berat bagi qathi althariq (perampok) dengan hukuman berat. seorang anak berhak menerima kasih sayang kedua orang tuanya (Q. Ali Imran : 159). Al-Baqarah : 284). yang tidak mungkin hidup normal memenuhi nilai kemanusiaan tanpa hidup dalam kelompok. Syariat Islam mengharamkan perampokan yang meresahkan dan merugikan masyarakat. Sementara orang non-muslim (kafir) dan orang yang menyetujui kekafiran tidak berhak menjadi pimpinan dalam lingkungan muslim (Q. Apabila penguasa sebagai khalifatullah menegakkan hukum ini secara tegas. mereka mendapat rezki dalam jumlah yang berbeda (Q. e) Hak Berdaulat dan Hak untuk Memimpin dan Dipimpin Allah ciptakan manusia sebagai makhluk sosial. dan Allah janjikan kasih sayang yang luas di Hari Akhir bagi hamba-Nya yang menunjukkan sikap penghambaan diri di hadapan-Nya dan menanamkan kasih sayang dalam hidup-Nya (Q. Allah ciptakan manusia atas kasih sayang-Nya.. f) Hak Menyayangi dan Disayangi. dan konsekuen terhadap pelanggar syariat. maupun masyarakat dalam sekala besar seperti suatu negara mesti ada seorang yang menjadi pimpinan (sebagaimana digambarkan dalam shalat jamaah lebih dari dua orang mesti ada di antara mereka yang menjadi imam atau pimpinan). Al-Isra : 30 . artinya segala yang di langit dan di bumi milik Allah (Q. 2). Al-Maidah : 51. adil.

Mengimani kebenaran syariat Islam. Semua hukum yang bertentangan dengan hukum Allah dinyatakan sebagai hukum Jahiliyah (Q. Pengingkaran akan kewajiban zakat adalah kemaksiatan dan pembangkangan kepada Allah dan termasuk kemurtadan... Sebagian dari harta zakat.1) Hak Milik atas Harta. Ali Imran : 103). Al-Nisa : 60). 47). An-Nisa : 13-14)yang berkaitan dengan murka dan laknatNya. berusaha dengan segala kesungguhan patuh kepada Allah dan rasul-Nya. kemudian Allah berikan hak tasharruf atas harta kepada hambanya. Al-Maidah : 50) dan juga dinyatakan sebagai hukum Thaghut / hukum Syetan (Q. Setiap muslim terikat dengan kewajiban terhadap syariat Islam. Beberapa sikap dasar yang harus dimiliki muslim adalah : a. dan hamba-Nya bisa menggunakannya atas izin-Nya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Al-Baqarah : 284). miskin. Al-Maidah : 38) yang harus dilakukan oleh penguasa yang mendapatkan amanah sebagai khalifatullah. dan terancam hukuman berat di Hari Akhir nanti (Q. Bahwa Seorang muslim terikat diri untuk mengimani kebenaran segala aturan Allah yang ditetapkan dalam wahyu-Nya (al-Quran) tanpa reserve dan menolak kebenaran segala hukum dan aturan yang bertentangan dengan syariat Allah. Allah amanatkan sejumlah riski pada harta orang kaya. umat manusia diperintahkan untuk berpegang pada tali hubungan dengan Allah.. Konsekuensi dari kepatuhan kepada Allah adalah keridhaan dan rahmat kasih sayang-Nya. 35. Sehubungan dengan hal itu. 3) Hak Fakir Miskin dan Yatim atas Sebagian Harta Orang Kaya . Kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya dengan patuh menjalankan syariat-Nya merupakan suatu tuntutan yang tidak bisa ditawar-tawar sebagai konsekuensi logis terhadap syahadat yang telah diucapkannya. 2) Hak Tasharruf (Hak Guna Pakai) Segala makhluk di langit dan di bumi semua milik Allah ( Q. sementara konsekuensi dari pembangkangan terhadap syariat-Nya adalah kemaksiatan (Q.. selama bukan untuk kepentingan ma’shiat. Al-Maidah : 44. Allah memberikan kepada manusia atas sejumlah harta yang direzkikan kepada mereka. infak dan bentuk lainnya merupakan hak fakir. berpegang pada tali ikatan perjanjian dengan Allah (Q. yang akan berdampak positif terhadap kehidupan akhirat yang abadi. anak yatim dan lainnya (Q. SIKAP MUSLIM TERHADAP SYARIAT ISLAM Seorang hamba yang telah mengakui kebenaran Islam dan telah mengikrarkan pengakuannya dalam dua kalimat syahadat.. sidkah. 10 . barusaha menaati syariat-Nya dalam batas kemampuannya. Syariat menegaskan adanya kewajiban orang kaya untuk mengeluarkan sebagian harta yang berada di bawah kekuasaannya. ia dituntut untuk konsekuen terhadap pengakuannya itu. At-Taubah : 60). 5. ia telah mengikat perjanjian dengan Allah dengan perjanjian yang kuat. bahwa mencuri atau merampas harta yang menjadi milik seseorang adalah pelanggaran/dosa yang menurut syariat dalam jumlah tertentu ada konsekuensinya berupa hukuman potong tangan (Q. yaitu mujahadah fil-Islam. Allah titipkan rezki fakir miskin dalam harta mereka. Syariat Islam menegaskan.

Meyakini kebenaran syariat Islam dan upaya manaatinya tidaklah cukup. syariat. melalui berbagai kajian Islam yang berlandaskan ayat-ayat Allah dan sunnah Rasulullah. As-Shabuni.. 3. Allah memerintahkan manusia untuk bertindak adil. e.. c. Dengan sikap seperti ini. Ali Imran : 108).. 1969 . dan bagi penguasa berupaya menerapkan syariat Islam dalam kehidupan bernegara sesuai dengan posisi dan kedudukannya. Setiap muslim mesti meyakini bahwa segala yang ditetapkan oleh Allah merupakan kasih sayang-Nya bagi umat manusia. 1994 . Wallahu a’lam. Allah memberi jalan yang mudah untuk mendapatkan anugerah-Nya yang lebih luas melalui ketetapan-Nya.. Beirut. Ichtiar Baru Van Hoeve. dan Allah adalah satu-satunya penguasa dan hakim dalam pengadilan Akhirat. Anshari. Usaha Enterprises. Ensiklopedi Islam. Pokok-Pokok Pikiran tentang Islam. al-Tin : 8). Musthafa Husni. 5. seorang muslim dituntut untuk memiliki sikap husnuzzan (berbaik sangka) kepada Allah. Berupaya dengan segala kesungguhan menerapkan syariat Islam dalam f. Dr. sebelum kewajiban lainnya dilaksanakan. Al-Maidah : 8. Mengimani bahwa hukum Allah adalah hukum yang adil yang ditetapkan oleh Allah pencipta manusia yang Maha Adil dan Bijaksana (Q.. Ali Imran : 104). Alquran Alkarim 2. 1976. dan Allah sendiri Yang Maha Adil (Q. Berupaya memahami seluruh syariat Islam dengan mengkaji sumber d. Rida menerima seluruh syariat Allah sebagai hukum dan aturan yang mengatur hidup umat manusia (Al-Bayyinat : 8). 11 . Endang Saifuddin. Jakarta. al-An’am : 152 ) menetapkan hukum yang adil dan tidak pernah mendhalimi hamba-Nya (. Ia memiliki kewajiban mempelajari syariat Islam sesuai dengan kemampuannya. Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. nasihat-nasihat yang baik. Bandung. Al-Taubah : 59). 1976 . maupun melalui tulisan. itulah mendakwahkan kebenarannya melalui upaya dakwah bilhal (keteladanan). dan perdebatan yang sehat (Q. kehidupan pribadi dan dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan kemampuannya. iapun akan rida dengan aturan dan hukum Allah yang ditetapkan dalam syariat-Nya bagaimana pun adanya ( Q. Diponegoro. Jakarta. Ali Imran : 132 . ia akan rida akan segala keputusan Allah bagi dirinya. Di samping itu ia mesti berupaya menghindari pelanggaran terhadap syariat Islam sekecil apapun.. 4. Al-Nisa : 59). Shafwah at-Tafasir.b. Al-Nahl : 125). Assiba’i. Daar Al-Fikr. dan iapun akan berusaha keras untuk mematuhinya dalam batas-batas kemampuannya. Sosialisme Islam. Dengan kata lain ia mesti taat terhadap ketentuan Allah dan patuh terhadap tuntunan Rasulullah ( Q. Dengan keimanan akan keadilan Allah dan keimanan akan kasih sayang-Nya yang luas.lisan. mendakwahkan dengan cara dan metode yang bijaksana. Setiap muslim mukallaf terikat untuk mengetahui dan memahami Islam dan syariatnya. Ali. Mendakwahkan kebenaran dan keadilan syariat Allah kepada orang lain khususnya yang berada dalam tanggung jawab dan jangkauannya (Q. DAFTAR PUSTAKA 1.

Jakarta. Raja Grafindo Persada. 1999 . Maududi. Cyril. 1986. Ensiklopedi Islam . International Islamic Federation of Student Organisations. Glasse. 8. 7. Syirkah Manar Ad-Dauliyah. Salimiah. Cairo. Fiqh As-Sunnah. 12 . Abul A’la. As-Sayyid. 1995 .6. Kuwait. Prinsip-Prinsip Islam. Sabiq. PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful