SYARIAT ISLAM / ‫الشــريعة السـلمية‬

Oleh : Prof. Dr. I. Syarief Hidayat, MS.

‫بســم الله الرحمـن الرحـيم‬
1. PENGERTIAN Kata syari’at (‫ ) شـريعة‬adalah kata dalam bahasa Arab yang berasal dari kata dasar ‫( شـرع‬syara’a) yang berarti “memperkenalkan”, “mengetengahkan”, “menetapkan”. Pada kehidupan masyarakat Arab ada sebuah kata yang berasal dari satu kata dasar dengan kata syari’at yaitu kata masyru’at (‫ ) مشـروعة‬dihubungkan dengan kata almā (‫ ) المـاء‬menjadi masyru’at at almā yang berarti “sumber air”, dan syara’a berarti “menandai” atau “menggambar jalan yang jelas menuju sumber air” (Ensiklopedi Islam IV ; 1994 : 345) . Dalam Islam kata syariat juga disebut syara’ dan kata alsyari’at dihubungkan dengan kata al-Islamiyah (‫ ) السـلمية‬menjadi alsyariat al-islamiyyah yang berarti peraturan Islam/hukum Islam/undang-undang Islam. Al-Syari’at al-Islamiyyah itu merupakan syari’at Allah, yaitu undangundang Allah. Syari’at dalam arti terminologi adalah “peraturan dan hukum Allah yang mengatur segala aspek dasar kehidupan manusia yang diturunkan melalui wahyu kepada nabi dan rasul-Nya”. Cyril Glasse (1999 : 382) menyatakan bahwa syariat adalah sistem hukum, artinya syariat merupakan satu kesatuan hukum yang menunjukkan adanya kaitan erat antara satu bagian dengan bagian lainnya. Syariat Islam merupakan inti kedua setelah aqidah (tata-keimanan) dalam sistematika ajaran Islam, karena itu pelaksanaan syariat sebagai hukum Allah dalam kehidupan orang mukmin baik dalam kehidupan individual maupun kehidupan kolektif merupakan realisasi nyata dari keimanannya dan konsekuensi logis dari syahadat yang telah diikrarkannya. 2. SYARIAT SEBAGAI HUKUM DAN PERATURAN ALLAH Kesempurnaan dan kematangan rencana Allah tidak hanya terbatas pada penciptaan alam semesta yang di dalamnya termasuk penciptaan manusia, tetapi juga disertai dengan rencana yang utuh dan komprehensif dalam pengaturannya dengan penetapan aturan dan hukumnya. Sehubungan dengan hal itu dengan kodrat dan iradat-Nya Allah menetapkan dua macam hukum/peraturan yang berkaitan dengan hukum alam semesta dan hukum khusus bagi umat manusia. Pertama, hukum dan peraturan yang berkaitan dengan alam semesta termasuk di dalamnya umat manusia, adalah bahwa alam tidak tercipta atas faktor kebetulan atau atas kehendak alam sendiri, karena alam sebagai objek tidak memiliki daya kemampuan dan kemauan apapun, alam semesta tercipta atas rencana dan disain Allah yang sangat sempurna yang ditetapkan sejak azali (alam ide sebelum penciptaan). Allah ciptakan alam semesta dan Allah tetapkan karakter dan hukumnya sendiri-sendiri, kemudian masing-masing terikat kuat patuh mengikuti hukum yang telah ditetapkan baginya, tak ada satu pun makhluk ciptaan-Nya yang bisa keluar dari hukum-Nya dan tak ada satu bagian alam pun yang bisa lepas dari hukum ini ; matahari, bumi, bulan, bintang, seluruh planet, manusia dan semua makhluk ciptaan-Nya patuh kepada hukum ini. ( al-Furqan: 25 ; al-Thalaq : 3). Hukum inilah yang disebut dengan Sunnatullah atau “hukum Allah” dan dalam terminologi sekular dinyatakan sebagai “hukum alam”, “hukum pemberian alam”, atau “anugerah alam”. Sifat sunnatullah itu eksak artinya pasti berlaku dan berjalan sesuai ketetapan Allah (al-Qamar : 49), dan immutable atau tetap tidak mengalami

1

al-Syariat al-Islamiyyah atau syariat Islam. Al-Baqarah : 185). Pada dasarnya syariat Islam berkaitan dengan dua alur hubungan manusia.tahwil (perubahan) sejak diciptakannya sampai kapanpun ( al-Isra : 77). karena itulah maka sumber utama syari’at Islam adalah wahyu. dll. Artinya bahwa Syariat Islam ditetapkan sesuai dengan kemampuan manusia. kejahatan.. dan kerusakan dunia yang mereka benci . 3. c. Pada ibadat zakat dan haji misalnya. pada sunnatullah manusia sebagai bagian dari alam tidak mampu mengelak. Selain itu syariat Islam bukan hanya bagi kepentingan umat manusia. Dalam syariat Islam ditetapkan berbagai aturan dan hukum yang mengatur semua aspek dasar kehidupan manusia. Kedua. tetapi juga bagi kepentingan alam semesta. Syariat Islam memiliki cakupan yang luas yang berkaitan dengan seluruh aspek dasar kehidupan manusia. tetapi dalam menghadapi hukum kedua ini manusia diberi kebebasan untuk menerima atau menolaknya (Q. pada ibadat shalat bagi musafir bisa dilakukan dengan jamak/qashar. Syari’at Islam adalah hukum ciptaan Sang Pencipta alam dan pencipta umat manusia. Syariat Islam menghalalkan kabaikan. kecuali bila Allah yang menetapkannya menghendaki. b. karena mereka adalah pewaris Nabi. dialah al-Quran. Syariat Islam diturunkan dengan sifat dan karakter tertentu yang pada dasarnya diperuntukan bagi kepentingan dan keberuntungan umat manusia. dan bagi hukum yang secara eksplisit tidak ada ketetapannya dalam alquran dan sunnah Rasul. Syariat Islam mengarahkan manusia ke arah kesenangan dan kebahagiaan yang mereka senangi. Syariat Islam mengharamkan keburukan. pada ibadat shaum bagi mereka yang sakit bisa dilakukan di lain waktu. Al-Rum : 30). Kemudian sumber kedua adalah sunnah Rasul sebagai model dan contoh pertama dalam melaksanakan syariat. maka ketentuan hukum diizinkan untuk ditetapkan berdasarkan hasil ijtihad ulama (upaya penelitian dalam penetapan hukum). kewajiban hanya ditetapkan bagi mereka yang memiliki kemampuan. bukan pula ciptaan rasul Allah. Syari’at Islam diturunkan melalui wahyu. Artinya bahwa seluruh aturan dan hukum yang ditetapkan dalam syariat Islam mencakup seluruh aspek kehidupan manusia di dunia yang berguna bukan hanya terbatas pada kehidupan umat manusia dalam kehidupan dunia saja. yaitu hubungan vertikal dengan Allah ( Hablun Minallah) dan 2 . yaitu bahwa seluruh ketentuan syariat sesuai dengan karakter fisik dan rohani manusia. baik rela maupun tidak rela semua tunduk patuh kepada-Nya.. ketika tidak ada air atau berhalangan menggunakan air bisa mengganti wudhu dengan tayammum. tidak ada sebuah aturanpun yang mengandung unsur-unsur yang memberatkan. yaitu hukum Allah yang mengatur kehidupan manusia. dan kenikmatan dunia yang mereka senangi. dan menjauhkan manusia dari kesengsaraan yang tidak mereka senangi dan mereka dibenci. yaitu : a. Al-Kahfi : 29). RUANG LINGKUP SYARIAT ISLAM Syari’at Islam bukan aturan dan hukum ciptaan manusia. Tidak bertentangan dengan fitrah atau karakter dasar manusia. Tetapi hukum ini pada penerapannya lain dengan sunnatullah. keindahan. tetapi lebih jauh pada kehidupan akhirat. Universal dan menyeluruh. Allah menghendaki keringanan bagi hamba-Nya dan sama sekali tidak berkehendak memberatkan hamba-Nya (Q. Tidak memberatkan hamba-Nya (al-Baqarah : 286). tidak ada satupun ketentuan yang bertentangan dengan fitrah dasar manusia (Q.

yaitu Tuhan Yang Maha Esa yang berhak menerima penghambaan seluruh makhuk-Nya dan pengakuan hamba-nya akan kerendahan diri di hadapan-Nya. hukum riba. yaitu suatu hukum perilaku mukallaf berupa tuntutan keras (perintah) untuk melakukan suatu perbuatan dengan konsekuensi janji pahala bagi pelakunya dan sangsi hukuman bagi pelanggarnya. berupa tuntutan lunak untuk meninggalkan suatu perbuatan (larangan lunak/anjuran untuk ditinggalkan). jaminan. a) Al-Qanun al-Khash adalah hukum syari’at yang berkaitan dengan Hukum Perdata. sewa menyewa. Syariat Islam mengatur hubungan ini dalam aturan ibadat yang semuanya menggambarkan keagungan Allah sebagai ilāh (‫)الــه‬. e) Haram. d) Makruh. shalat dan shaum. dengan konsekuensi janji pahala bagi yang meninggalkannya dan tanpa sangsi hukuman bagi pelakunya. Kelima hukum itu berkaitan dengan perilaku mukallaf : a) Wajib. Ali Imran : 112). dan sangsi hukuman bagi yang melakukannya. Ketentuan-ketentuan ibadat dalam Al-Quran dan tatalaksananya oleh Rasulullah telah disusun oleh ulama mujtahidin dalam sebuah ilmu yang dikenal dengan Ilmu Fiqih khususnya Fiqih Ibadat. 2) Syariat Islam yang berkaitan dengan hubungan antar-manusia disebut mu’amalat (hukum pergaulan). Selain itu. yaitu ibadat dengan diri seperti syahadat. berupa kebebasan untuk melakukan atau meninggalkan suatu perbuatan. hubungan penghambaan diri kepada-Nya. yaitu suatu hukum perilaku mukallaf. yaitu suatu hukum perilaku mukallaf berupa tuntutan lunak (anjuran) untuk melakukan suatu perbuatan. utang piutang. dan mengatur Ibadat Ijtimaiyah yaitu ibadat dengan segala yang dimiliki seperti ibadat haji. zakat. yaitu suatu hukum perilaku mukallaf. berupa tuntutan untuk meninggalkan suatu perbuatan (larangan keras). yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia ( Hablun Minannas) (Q. dll. qiradh (pemberian modal). serikat dan perseroan. dan hubungan manusia dengan alam. shalat. yaitu suatu hukum perilaku mukallaf. dengan konsekuensi janji pahala bagi yang meningalkannya.hubungan horizontal. dengan konsekuensi janji pahala bagi pelakunya. syariat juga menetapkan bahwa segala perbuatan muslim yang bertolak dari keikhlasan di atas jalan amal salih dan bertitik tuju ridla Allah sebagai ibadat penghambaan kepada-Nya yang disebut ibadat ghair mahdlah. yaitu Al-Qanun al-Khash (Aturan Khusus) dan Al-Qanun al’Am (Aturan Umum). Syariat Islam mengatur penghambaan dalam bentuk mahdlah (ibadat murni) yang terdiri atas Ibadat Nafsiyah. c) Mubah atau jaiz. b) Sunnat. Karena itu dasar-dasar ibadat ini tersimpulkan dalam lima rukun Islam. yaitu syahadat. termasuk di dalamnya Hukum Niaga yang meliputi hukum jualbeli. shaum. Para ulama masa lampau berhasil membuat formula hukum berdasarkan ayat-ayat al-Quran dan Sunnah Rasul/hadits nabi dan menyimpulkan lima hukum syara’ atau hukum taklif (hukum tuntutan) bagi setiap mukallaf (setiap orang muslim yang baligh dan berakal sehat). di samping ibadat mahdlah. Ada dua bentuk muamalat. mengatur Ibadat Maliyah penghambaan diri dengan harta seperti zakat. musaqah/muzara’ah/mukhabarah (paroan pertanian dan perkebunan). tanpa konsekuensi janji pahala atau sangsi hukuman. dan haji. Selain itu juga hukum yang 3 . tanpa sangsi hukuman bagi pelanggarnya. 1) Syariat Islam yang mengatur hubungan manusia dengan Allah adalah hubungan ubudiyah.

yang menepati janjinya dengan Allah dengan syahadat yang diucapkannya. penata. hukum berzina. tidak memerlukan pengagungan dan penghambaan makhluk-Nya. Syariat Islam justru diturunkan semata-mata untuk kepentingan umat manusia. bahwa Dia akan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada mereka yang patuh melaksanakan syariatnya dan menunjukkan ketaatan kepada-Nya. 4. justru Allah pencipta. Syariat juga untuk menguji dan menentukan siapa di antara hamba-Nya yang membangkang kepada-Nya. berupa kebahagiaan abadi dan hakiki dalam kehidupan akhirat (Luqman : 8-9 . Dalam hal ini Abu A’la Maududi (Ibid : 131) menegaskan bahwa syari’at Islam berfungsi melindungi berbagai hak yang mesti berada di tangan pemiliknya. hukum mencuri. dialah yang akan menerima murka dan azab-Nya.berkaitan dengan Munakahat (Pernikahan). merekalah yang berhak menerima janji Allah menerima anugerah terbesar. 2) Syariat Islam berfungsi menjaga dan melindungi hak asasi dan menyerahkannya kepada pemiliknya. An-Nisa : 14). dan seandainya seluruh makhluk-Nya termasuk seluruh umat manusia melakukan pembangkangan dan perlawanan dengan kebencian kepada-Nya tidak akan mengurangi keagungan dan keluhuran-Nya sedikitpun. syari’at Islam diturunkan semata-mata bagi umat manusia bukan bagi kepentingan Allah. FUNGSI DAN MANFAAT SYARI’AT ISLAM Dilihat dari fungsi dan manfaatnya. yang merendahkan. demikian pula kasih sayang-Nya mengalahkan murkaNya. Syariat merupakan alat seleksi yang akurat untuk menguji hamba-Nya dalam menentukan siapa di antara hamba-Nya yang bertakwa kepada-Nya. dll. Allah tidak perlu apapun dari makhluk-Nya. seperti Jinayat (hukum pidana) yang meliputi hukum Qishah (hukuman mati bagi pembunuh). Banyak ayat Alquran yang menyatakan janji Allah bagi hamba-Nya. dll. tidak akan menambah keagungan Allah sedikitpun. Abul A’la Maududi (1986 : 127) menegaskan bahwa syariat Islam menjadikan kehidupan manusia terikat dengan kaidah yang pasti dan bijak yang di dalamnya terkandung kemaslahatan umat manusia. Allah Maha Kaya tidak perlu pemberian makhluk-Nya. dan siapa pula yang mengabaikan dan mendepak syariat Islam dalam menjalankan kepemimpinannya. dan mematuhi syariat-Nya. Syariat juga alat akurat pengukur siapa di antara hamba-Nya yang diberi kekuasaan dalam kehidupan dunia yang patuh menerapkan syariat Islam dalam kepemimpinannya. Selain itu hukum Khilafat (tatanegara) dan hukum Jihad (Hukum Perang dan Damai). yang digambarkan oleh Rasulullah bahwa seandainya seluruh makhluk-Nya termasuk seluruh umat manusia menunjukkan ketaatan dan kepatuhan dengan kecintaan kepada-Nya. Perilaku umat manusia tidak ada pengaruhnya sedikitpun terhadap keagungan dan keluhuran Allah swt. Pemilik segala hak secara mutlak 4 . Allah Maha Suci dari segala kebutuhan. al-Taghabun : 16). dan pemilik alam semesta yang memberi segala sesuatu kepada makhluk-Nya. hukum yang berkaitan dengan Waratsat (Waris). berupa kesengsaraan dan penderitaan abadi dalam kehidupan akhirat (Q. al-A’raf : 156). Allah Maha Agung secara mutlak tidak tergantung pada pihak lain. hukum khamr. b) Al-Qanun ‘Am adalah aturan atau hukum publik. meremehkan. 1) Syari’at Islam diturunkan atas dasar rahmat kasih sayang-Nya yang Maha Luas bagi hamba-Nya. al-Ahqaf : 13-14 . An-Nisa : 60). dan mengabaikan syariat-Nya (Q. dan ketika Allah ciptakan alam semesta Allah tetapkan kasih sayang-Nya yang besar yang meliputi segala sesuatu (Q.

karena anugerah-Nya yang tiada terhingga dan tidak pernah putus dari kehidupan hamba-Nya (Q. Al-Baqarah : 284). Al-Isra : 70). merendahkan diri di hadapan-Nya. karena kebenaran yang diturunkan-Nya dan karena petunjuk hidup yang diberikanNya ke arah keselamatan dan kebahagiaan yang abadi dan hakiki ( Q. Hak-hak Allah swt (Haqqullah/Hak Ilahy) Allah sebagai Khāliq (Tuhan Pencipta alam semesta). Dalam pengadilan-Nya di Akhirat Allah berhak mengampuni kesalahan hamba-Nya atau mengazabnya sebagaimana diinformasikan dalam wahyu-Nya (Q. An-Nisa : 59). Syariat menetapkan berbagai hukum dan ketentuan bagi hamba-Nya untuk memberikan hak-hak Allah sebagai pemilik nhak mutlak. diimani keesaan-Nya dan tidak disekutukan dengan sesuatu apapun (Q. sesuai dengan kemampuan masing-masing. Allah diimani sesuai dengan informasi keimanan yang diwayukan melalui Rasul-Nya. 1) Hak untuk diimani keberadaan-Nya. dan kedua haq al-adamy yaitu hak asasi manusia.. 5) Hak mutlak atas iradat-Nya (kehendak-Nya). Hak-hak Adamy (manusia) Atas kodrat dan iradat-Nya Allah menciptakan umat manusia pada kedudukan tertinggi di atas makhluk lainnya (Q. A. 5 . AsSyura : 4).. dan Ilah Yang Maha Suci. 3) Hak untuk dita’ati dan dipatuhi. tetapi Allah berikan pula sebagian hak kepada makhluk-Nya. Hak-hak asasi Allah itu mesti diserahkan kepada-Nya. Allah memiliki hak mutlak atas segala kehendak-Nya. Karena itulah maka hak-hak asasi yang harus diberikan dan dilindungi itu pertama haqqullah yaitu hak asasi Allah sebagai pemilik hak mutlak. Maha Agung. tak ada yang mampu memaksa-Nya saat Allah tidak menghendaki sesuatu. Al-Baqarah : 21 . 4) Hak untuk mendapat penghambaan (diibadahi) . menjadi hamba-Nya sesuai dengan keagungan-Nya dan sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan-Nya (Q. termasuk berhak mengampuni atau mengazab hamba-Nya. Rabb. B. Al-Isra : 23).hanyalah Allah. An-Nisa : 136). Al-Baqarah : 30). 2) Hak untuk dimuliakan dan diagungkan setinggi-tingginya. sebagai Rabb (Tuhan Penata dan Pengatur alam semesta). Karena itulah maka setiap hamba-Nya yang mu’min diwajibkan memberikan hak orang lain yang menjadi pemiliknya. Setiap mu’min terikat untuk menjadi hamba-Nya.. dan tak ada pula yang mampu menghalanginya saat Allah berkehendah untuk sesuatu. yaitu dilaksanakan apa yang diperintahkan-Nya dan dihindari segala yang dilarang dan dibenci-Nya. dan sebagai Ilāh (Tuhan yang berhak mendapat penghambaan alam semesta) yang memberi hidup dan berbagai fasilitasnya memiliki berbagai hak yang harus diberikan oleh setiap hamba ciptaanNya. dan Maha Tinggi. Ali Imran : 179 . sebagaimana juga orang lain memiliki kewajiban untuk memberikan hak dia. Selain itu Allah mengangkat umat manusia sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini (Q. Allah memiliki hak untuk diperlakukan sesuai dengan posisi-Nya sebagai Khalik. dan Allah berikan sejumlah hak kepada mereka.

1969 : 101). Membunuh berarti menghilangkan dan merampas hak hidup seseorang. Syariat menetapkan hukum haram untuk membunuh. At-Taubah : 60) bila dalam masyarakatnya masih ada kaum budak. yaitu hak diri sebagai individu dan sebagai bagian dari masyarakat dan hak atas harta. Semua ini adalah untuk melindungi hak hidup rakyatnya.Ada dua hak adami yang mendasar yang ditetapkan oleh Allah dalam syariat Islam. bahwa siapa yang menghilangkan hak hidup seseorang berarti ia kehilangan hak hidupnya. 1). Penguasa yang meletakkan dasar-dasar syairat Islam. yang diancam hukuman oleh Allah.. (2) hak kemerdekaan. yaitu hak sebagai manusia merdeka dan hak kemerdekaan beragama. tak ada seorangpun di antara manusia yang lahir sebagai budak. padahal mereka itu dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merdeka” (Assiba’I . Syariat Islam juga mencabut hak hidup bagi pezina dan pembangkang dan orang murtad. Hak menghidupkan dan mematikan mutlah berada di tangan-Nya. dan hal ini merupakan pelanggaran besar dan dosa besar. dan ketenteraman idup). (akal. a) Hak Hidup. As-Syura : 41). Sehubungan dengan hal ini maka Syariat Islam mengharamkan seseorang memperbudak orang lain dan suatu bangsa menjajah dan memperbudak bangsa jajahannya. Al-Baqarah : 178-179). walaupun dengan melalui perbuatan yang semula diharamkan. kecuali bagi mereka yang melakukan pelangaran berat terhadap syariat seperti membunuh. Syariat Islam juga membenarkan seseorang untuk membela dirinya saat hak hidupnya terancam (Q. dan (6) hak berdaulat . berzina. 6 . (5) hak menyayangi dan disayangi. Syariat Islam melindungi hak hidup seseorang yang telah diberikan oleh Tuhannya. Hak Diri Termasuk hak diri manusia adalah (1) hak hidup. b) Hak Kemerdekaan Hak Kemerdekaan diberikan oleh Allah kepada umat manusia antara lain dalam tiga prinsip hak. dan kewajiban penguasa yang mendapat amanah sebagai khalifah Allah (wakil Allah) untuk melaksanakan hukum qishash (hukuman mati bagi pembunuh). dan murtad serta berontak thd. Umar bin Khattab pernah mengucapkan kepada Amr bin Ash sebuah kalimat yang selanjutnya menjadi terkenal : “Sejak kapan kau memperbudak manusia itu. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah yang menyatakan bahwa dalam hukum qishash tersimpan maksud melindungi hak hidup manusia (Q. kemudian hanya kepada-Nya semua akan kembali. (3) hak persamaan harkat dan derajat (4) hak perlindungan nilai kemanusiaan. kehormatan. Darah manusia itu haram artinya haram ditumpahkan. demikian pula bagi penguasa yang tidak melaksanakan syariat berupa hukum qishash adalah pelanggaran besar. keturunan.. yaitu hakkullah dan hak adami. Allah yang menghidupkan umat manusia dan Allah pula yang mematikan mereka. (1) Hak sebagai Manusia Merdeka Allah melahirkan manusia ke bumi ini dalam keadaan merdeka. Syariat Islam juga mewajibkan orang kaya untuk mengeluarkan sebagian hartanya untuk zakat antara lain untuk memerdekaan hamba sahaya (Q. berarti ia telah melanggar dua hak.

Akibatnya manusia terkelompokkan ke dalam dua kelompok besar. dan Allah sendiri menegaskannya bahwa tidak ada paksaan dalam agama (Q. yaitu mu’minun (orangorang beriman) dan kafirun (orang-orang kafir). baik Dia mengampuninya atau mengazabnya (Q. dengan kemerdekaan ini.. Al-Isra : 70).. Al-Baqarah : 284).. Tinggi rendahnya martabat manusia dalam pandangan Allah pencipta dan rabbnya hanya ditentukan oleh tingkat kepatuhan dan ketakwaan kepadaNya (Q. manusia perlu mengetahui bahwa Allah satu-satunya penguasa alam semesta memiliki hak kebebasan mutlak untuk memperlakukan mereka yang melakukan pembangkangan dalam pengadilan-Nya di akhirat. Al-Hujurat : 13) d) Hak Perlindungan Nilai Kemanusiaan (Perlindungan Perlindungan Keturunan. (1) Hak Perlindungan Akal. kulit putih tidak lebih tinggi dari kulit hitam. Setiap orang dilahirkan dalam keadaan terhormat dan hal ini ditetapkan oleh Allah penciptanya dalam firman-Nya. dan mengerti serta 7 . ia tidak memahami apa yang dikatakannya. dan kehilangan kesadaran akan dirinya. hak perlindungan kehormatan diri. Islam memerintahkan manusia untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang mengakibatkan kerusakan diri (Q. hak perlindungan keturunan. membuat manusia mabuk. dan Perlindungan Kehormatan). Untuk perlindungan kemanusiaan dan kehormatan umat manusia Allah menetapkan beberapa ketentuan dan hukum. Kehormatan seseorang dan niali-nilai kemanusiaannya dilindungi oleh syariat Islam. Akal. Hak-hak ini antara lain hak perlindungan akal. Manusia bebas untuk memeluk agama apapun yang mereka percayai. Al-Baqarah : 195) dan memerintahkan untuk menjaga kesehatan akal.(2) Hak Kemerdekaan Beragama Allah memberi kebebasan kepada umat manusia untuk beriman (menerima) atau kufur (menolak) terhadap kebenaran tersebut (Q. bahwa dalam syariat Islam Allah tidak memaksa manusia untuk menerima Islam sebagai agama pedoman hidupnya.. Al-Kahfi : 29). kaum pria tidak lebih tinggi dari kaum wanita. dan hak mendapat keamanan dan ketenangan hidup. ia tidak mengerti apa yang dilakukannya. artinya berbeda dengan hukum sunnatullah.. Meminum khamr dan menyalahgunakan narkoba akan merusak jaringan otak. satu bangsa atau suku bangsa tidak lebih tinggi dari bangsa atau suku bangsa lainnya. Almaidah : 90-91). ia mesti tetap sadar akan siapa dirinya. mereka bebas untuk menerima Islam sebagai agamanya atau menolak kebenaran Islam dan mengambil agama bathil di luar agama benar. Dalam hal ini Dia telah memberi penjelasan yang lengkap melalui para nabi dan para rasul-Nya kepada umat manusia yang berakal yang memiliki kemampuan berpikir mengenai konsekuensi dari sikap menerima atau menolak kebenaran Islam. al-Baqarah : 256).. c) Hak Persamaan Harkat dan Derajat Allah menciptakan manusia dalam harkat dan derajat yang sama. Syariat melindungi kesehatan akal manusia dengan penetapan haram untuk khamr (minuman keras) dan mukhaddirat (naskoba) (Q. seorang kaya tidak lebih tinggi dari orang miskin. bahwa Allah telah menempatkan Bani Adam (manusia) pada kedudukan terhormat (Q. Namun demikian.

Syariat mengharamkan bersatunya seorang laki-laki dengan perempuan tanpa pernikahan. Syariat Islam menegaskan hukuman dera 40 kali bagi peminum khamr dan Allah melaknat setiap pihak yang membantu peredarannya. Ar-Rum : 30. Di antara hamba Allah yang diamanatkan secara khusus untuk selalu dihormati dalam keadaan apapun adalah kedua orang tua (Q. mereka telah mengorbankan hidup mereka. Penguasa sebagai khalifatullah wajib melaksanakan sangsi yang ditetapkan syariat bagi para pelanggar dengan menjatuhkan hukuman mati. An-Nisa : 34). mendidik dengan kasih sayang yang tidak akan terbalaskan oleh siapapun. karena mereka memiliki keturunan yang jelas terlindungi hukum syara’ (Q. Seringnya terjadi kehilangan kesadaran akan diri karena mabuk. Dengan pernikahan hekormatan manusia terpelihara. akan mengakibatkan seseorang semakin jauh dari kebenaran. dan nilai kemanusiaannya semakin jatuh terpuruk di bawah garis insaniah. mencari-cari kesalahan. karena pelanggaran-pelanggaran syariat dan kemanusiaan yang dilakukannya. Hubungan hewani adalah murni hubungan biologis tanpa tanggung jawab. mengharamkan hubungan sejenis. mengharamkan perziaan. dan hubungan insani melalui pernikahan adalah hubungan yang penuh makna kamanusiaan dan penuh tanggungjawab. Al-Isra : 23). kecuali bila ia tidak lagi menghormati dirinya. (3) Hak Perlindungan Kehormatan Diri. dan menetapkan hukum haram melakukan penghinaan. Dengan kesempurnaan akal pikiran manusia memiliki hak untuk berilmu yang akan meningatkan manusia pada martabat yang lebih tinggi di sisi Allah. AnNur : 24).memahami setiap apa yang dilakukannya. dengan akad tanggung jawab beralih kepada suaminya dan hak wanita yang mesti mendapat perlindungan terpenuhi dan terlindungi. Hak kehormatannya mesti diberikan kepadanya. sikap merendahkan. Manusia yang telah ditempatkan oleh pencipta pada posisi terhormat memiliki hak untuk dihormati oleh sesama makhluk-Nya. An-Nisa : 4 .12). dan mengharamkan perkawinan sedarah. Seorang wanita yang diamanatkan oleh Allah mesti dilindungi. Ancaman hukuman Allah ditetapkan bagai pelanggar hak kehormatan seseorang yang telah dimuliakan-Nya. Al-Hujurat : 11. Dengan syariat hak perlindungan nilai kemanusiaan seseorang akan terjamin dan mengantarkan manusia ke martabat kemanusiaan. sebelum menikah berada di bawah lindungan dan tanggung jawab bapaknya atau walinya. membesarkan. Salah satu faktor pembeda antara makhluk insani dan makhluk hewani adalah kejelasan keturunan dan hubungan darah melalui pernikahan. Dengan pernikahan tanggungjawab seseorang dalam suatu keluarga akan tampak jelas. Seorang laki-laki yang berfungsi sebagai suami memiliki tanggung jawab yang besar terhadap istri dan anak-anaknya dalam keluarganya (Q. Untuk perlindungan hak kehormatan manusia syariat Islam menetapkan kewajiban manusia untuk saling menghormati saling menghargai satu sama lain. Pelanggaran terhadap syariat dalam hubungan ini menentukan hukuman yang harus dijatuhkan kepada para pelanggarnya. dan buruk sangka kepada orang lain (Q. membimbing. (2) Hak Perlindungan Keturunan. karena lewat mereka manusia lahir ke bumi. 8 . hukum rajam (dilempari batu) atau hukuman dera 100 kali.

Hak atas harta terdiri atas (1) hak milik. dan Allah tetapkan bagiannya masing-masing. e) Hak Berdaulat dan Hak untuk Memimpin dan Dipimpin Allah ciptakan manusia sebagai makhluk sosial. Apabila penguasa sebagai khalifatullah menegakkan hukum ini secara tegas. Kaidah sosial Islam menegaskan bahwa dalam hidup bermasyarakat baik masyarakat sekala kecil. dan (3) hak fakir miskin atas sebagian harta orang kaya. yang tidak mungkin hidup normal memenuhi nilai kemanusiaan tanpa hidup dalam kelompok. Al-Maidah : 33). dan Allah janjikan kasih sayang yang luas di Hari Akhir bagi hamba-Nya yang menunjukkan sikap penghambaan diri di hadapan-Nya dan menanamkan kasih sayang dalam hidup-Nya (Q. Sifat rahman dan rahim Allah menjadi bagian yang harus dijadikan tuntunan bagi hidup manusia dengan selalu menyebutnya setiap kali hendak melakukan suatu perbuatan baik. yaitu hukum potong tangan dan kaki bersilang dan hukuman mati ( Q. adil. an-Nahl : 71). Ali Imran : 28 ..... Syariat Islam menetapkan bagaimana muamalat antar individu dan antar kelompok mestinya berjalan. Allah membagikan anugerah-Nya berupa rezki kepada umat manusia sebagai bekal hidup mereka. Ali Imran : 159).. Sementara orang non-muslim (kafir) dan orang yang menyetujui kekafiran tidak berhak menjadi pimpinan dalam lingkungan muslim (Q.. Setiap muslim yang memiliki persyaratan tertentu yang dibutuhkan bagi seorang pemimpin memiliki hak untuk diangkat sebagai pimpinan sesuai dengan hasil msyawarah di antara kaum muslimin (Q. Ar-Rum : 21). 57 . f) Hak Menyayangi dan Disayangi. 2).. Al-Baqarah : 284).(4) Hak Perlindungan Ketenangan Hidup (Keamanan) Syariat Islam melindungi ketenteraman hidup setiap individu. Allah ciptakan manusia atas kasih sayang-Nya. yaitu seorang pimpinan yang melaksanakan fungsinya sebagai khalifatullah dengan menegakkan syariat Allah dalam kepemimpinannya. Al-Isra : 24). mereka mendapat rezki dalam jumlah yang berbeda (Q. Ali Imran : 159). At-Taubah : 23). seorang anak berhak menerima kasih sayang kedua orang tuanya (Q. maupun masyarakat dalam sekala besar seperti suatu negara mesti ada seorang yang menjadi pimpinan (sebagaimana digambarkan dalam shalat jamaah lebih dari dua orang mesti ada di antara mereka yang menjadi imam atau pimpinan). dan konsekuen terhadap pelanggar syariat. Hak atas Harta Alam semesta adalah ciptaan Allah dan sekaligus milik-Nya. Ghafir : 9). Al-Isra : 30 . Manusia hidup dalam suatu lingkungan kecil unit terkecil masyarakat yaitu keluarga dan mereka pun hidup dalam lingkungan manusia yang lebih luas. (2) hak tasharrauf (hak guna pakai). Allah tetapkan kasih sayangNya bagi umat manusia (Q. Syariat Islam mengharamkan perampokan yang meresahkan dan merugikan masyarakat. maka setiap individu dan masyarakat akan terjamin ketenangan dan keamanannya di manapun mereka berada dan kemanapun mereka berangkat. 9 . Syariat Islam menetapkan hukuman berat bagi qathi althariq (perampok) dengan hukuman berat. Manusia diperintahkan untuk hidup saling menyayangi (Q. Al-Maidah : 51. Masyarakat muslim memiliki hak untuk dipimpin oleh Amir al-Mu’minin. dan sebaliknya orang tua berhak atas kasih sayang anaknya. artinya segala yang di langit dan di bumi milik Allah (Q.

miskin. bahwa mencuri atau merampas harta yang menjadi milik seseorang adalah pelanggaran/dosa yang menurut syariat dalam jumlah tertentu ada konsekuensinya berupa hukuman potong tangan (Q.. ia dituntut untuk konsekuen terhadap pengakuannya itu. kemudian Allah berikan hak tasharruf atas harta kepada hambanya. 35. Setiap muslim terikat dengan kewajiban terhadap syariat Islam. sementara konsekuensi dari pembangkangan terhadap syariat-Nya adalah kemaksiatan (Q. 5. Allah titipkan rezki fakir miskin dalam harta mereka. Bahwa Seorang muslim terikat diri untuk mengimani kebenaran segala aturan Allah yang ditetapkan dalam wahyu-Nya (al-Quran) tanpa reserve dan menolak kebenaran segala hukum dan aturan yang bertentangan dengan syariat Allah. umat manusia diperintahkan untuk berpegang pada tali hubungan dengan Allah. yaitu mujahadah fil-Islam. 47). anak yatim dan lainnya (Q. yang akan berdampak positif terhadap kehidupan akhirat yang abadi. 2) Hak Tasharruf (Hak Guna Pakai) Segala makhluk di langit dan di bumi semua milik Allah ( Q. Mengimani kebenaran syariat Islam. berusaha dengan segala kesungguhan patuh kepada Allah dan rasul-Nya... Allah memberikan kepada manusia atas sejumlah harta yang direzkikan kepada mereka. Syariat Islam menegaskan. Semua hukum yang bertentangan dengan hukum Allah dinyatakan sebagai hukum Jahiliyah (Q. 3) Hak Fakir Miskin dan Yatim atas Sebagian Harta Orang Kaya . Al-Maidah : 38) yang harus dilakukan oleh penguasa yang mendapatkan amanah sebagai khalifatullah. infak dan bentuk lainnya merupakan hak fakir. Al-Maidah : 44. sidkah. Sebagian dari harta zakat. berpegang pada tali ikatan perjanjian dengan Allah (Q. 10 . Pengingkaran akan kewajiban zakat adalah kemaksiatan dan pembangkangan kepada Allah dan termasuk kemurtadan. Al-Nisa : 60). dan hamba-Nya bisa menggunakannya atas izin-Nya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.. An-Nisa : 13-14)yang berkaitan dengan murka dan laknatNya. SIKAP MUSLIM TERHADAP SYARIAT ISLAM Seorang hamba yang telah mengakui kebenaran Islam dan telah mengikrarkan pengakuannya dalam dua kalimat syahadat. barusaha menaati syariat-Nya dalam batas kemampuannya. At-Taubah : 60). dan terancam hukuman berat di Hari Akhir nanti (Q.1) Hak Milik atas Harta. Kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya dengan patuh menjalankan syariat-Nya merupakan suatu tuntutan yang tidak bisa ditawar-tawar sebagai konsekuensi logis terhadap syahadat yang telah diucapkannya. Al-Maidah : 50) dan juga dinyatakan sebagai hukum Thaghut / hukum Syetan (Q. Konsekuensi dari kepatuhan kepada Allah adalah keridhaan dan rahmat kasih sayang-Nya. Allah amanatkan sejumlah riski pada harta orang kaya. Beberapa sikap dasar yang harus dimiliki muslim adalah : a.. Al-Baqarah : 284). Sehubungan dengan hal itu. Ali Imran : 103). Syariat menegaskan adanya kewajiban orang kaya untuk mengeluarkan sebagian harta yang berada di bawah kekuasaannya. ia telah mengikat perjanjian dengan Allah dengan perjanjian yang kuat. selama bukan untuk kepentingan ma’shiat.

Dengan sikap seperti ini. 11 . Pokok-Pokok Pikiran tentang Islam. Alquran Alkarim 2. e. Daar Al-Fikr. nasihat-nasihat yang baik. Usaha Enterprises. dan Allah adalah satu-satunya penguasa dan hakim dalam pengadilan Akhirat. Di samping itu ia mesti berupaya menghindari pelanggaran terhadap syariat Islam sekecil apapun. kehidupan pribadi dan dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan kemampuannya. DAFTAR PUSTAKA 1. Al-Taubah : 59). Al-Nahl : 125). 1994 .. 1976 . Bandung. iapun akan rida dengan aturan dan hukum Allah yang ditetapkan dalam syariat-Nya bagaimana pun adanya ( Q. 5. 3. Sosialisme Islam. maupun melalui tulisan. syariat. Rida menerima seluruh syariat Allah sebagai hukum dan aturan yang mengatur hidup umat manusia (Al-Bayyinat : 8). al-Tin : 8). Mengimani bahwa hukum Allah adalah hukum yang adil yang ditetapkan oleh Allah pencipta manusia yang Maha Adil dan Bijaksana (Q. Musthafa Husni. dan bagi penguasa berupaya menerapkan syariat Islam dalam kehidupan bernegara sesuai dengan posisi dan kedudukannya.lisan. Ichtiar Baru Van Hoeve. Jakarta. c. seorang muslim dituntut untuk memiliki sikap husnuzzan (berbaik sangka) kepada Allah. Al-Nisa : 59). Endang Saifuddin. Setiap muslim mukallaf terikat untuk mengetahui dan memahami Islam dan syariatnya. al-An’am : 152 ) menetapkan hukum yang adil dan tidak pernah mendhalimi hamba-Nya (. ia akan rida akan segala keputusan Allah bagi dirinya. Jakarta. Dengan keimanan akan keadilan Allah dan keimanan akan kasih sayang-Nya yang luas.. Berupaya dengan segala kesungguhan menerapkan syariat Islam dalam f. Assiba’i. Wallahu a’lam. Ensiklopedi Islam. Diponegoro. mendakwahkan dengan cara dan metode yang bijaksana... 4.. Berupaya memahami seluruh syariat Islam dengan mengkaji sumber d. Shafwah at-Tafasir.b. Dengan kata lain ia mesti taat terhadap ketentuan Allah dan patuh terhadap tuntunan Rasulullah ( Q. Al-Maidah : 8. Beirut. Ali. Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. Allah memberi jalan yang mudah untuk mendapatkan anugerah-Nya yang lebih luas melalui ketetapan-Nya. Dr. 1969 . sebelum kewajiban lainnya dilaksanakan. dan iapun akan berusaha keras untuk mematuhinya dalam batas-batas kemampuannya. Ali Imran : 104). Ia memiliki kewajiban mempelajari syariat Islam sesuai dengan kemampuannya. Setiap muslim mesti meyakini bahwa segala yang ditetapkan oleh Allah merupakan kasih sayang-Nya bagi umat manusia. Ali Imran : 132 . itulah mendakwahkan kebenarannya melalui upaya dakwah bilhal (keteladanan).. Meyakini kebenaran syariat Islam dan upaya manaatinya tidaklah cukup. Ali Imran : 108). dan Allah sendiri Yang Maha Adil (Q. Allah memerintahkan manusia untuk bertindak adil. melalui berbagai kajian Islam yang berlandaskan ayat-ayat Allah dan sunnah Rasulullah. As-Shabuni. Anshari. Mendakwahkan kebenaran dan keadilan syariat Allah kepada orang lain khususnya yang berada dalam tanggung jawab dan jangkauannya (Q. dan perdebatan yang sehat (Q. 1976.

PT. Abul A’la. Ensiklopedi Islam . Syirkah Manar Ad-Dauliyah. Kuwait. 12 . 8. Salimiah. Raja Grafindo Persada. Cyril. Jakarta. Glasse. Maududi.6. As-Sayyid. Prinsip-Prinsip Islam. International Islamic Federation of Student Organisations. Cairo. Sabiq. Fiqh As-Sunnah. 1999 . 1995 . 7. 1986.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful