Penulis Farida Ariani Slamet Mulyana Asep Penyunting Abd. Rohim H.S. Reviewer Teuku Alamsyah (Universitas Negeri Syah Kuala) Sugeng (LPMP Kalimantan Tengah) Nugroho (Universitas Negeri Semarang) Elita Burhanuddin (P4TK Bahasa) Abdul Rahim (P4TK Bahasa) Sarifah Mastura (LPMP Sulawesi Tengah)

KATA PENGANTAR
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bahasa memiliki tugas dan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas guru bahasa, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya. Dalam rangka memperbaiki mutu dan profesionalitas mereka, PPPPTK Bahasa berperan serta secara aktif dalam proyek Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU). Sebagai suatu lembaga yang dikelola secara profesional, PPPPTK Bahasa menyediakan program pendidikan dan pelatihan berkualitas yang sejalan dengan reformasi pendidikan serta tuntutan globalisasi yang tertuang dalam program Education for All (EFA). Selain itu, PPPPTK Bahasa meningkatkan kompetensi guru melalui penyediaan bahan ajar yang akan digunakan sebagai sarana untuk mencapai kompetensi yang diinginkan. Dalam menjawab amanat Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, PPPPTK Bahasa menyelenggarakan berbagai pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Pencapaian kompetensi tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan bahan ajar yang telah disusun dalam kegiatan pelatihan di KKG dan MGMP. Kritik dan saran untuk perbaikan sangat diperlukan dan dapat dikirimkan ke PPPPTK Bahasa, Jalan Gardu, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta 12640, Telepon (021) 7271034, Faksimili (021) 7271032, dan email: admin@pppptkbahasa.net

Jakarta, Maret 2010 Kepala Pusat,

Dr. Muhammad Hatta, M.Ed. NIP 19550720 198303 1 003

ii

...................... 2 C. Karakteristik Pembelajaran Mendengarkan ........................... 1 B....................... 28 6............... 3 BAB II PEMBELAJARAN MENDENGARKAN.................................................... Tujuan Mendengarkan................. 4 3......................... 4 1....................... 34 DAFTAR PUSTAKA .......... Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator . 20 BAB III RANCANGAN PEMBELAJARAN MENDENGARKAN ................................................... 4 2............ 10 5................................. Pembelajaran Mendengarkan .................. 24 3...................................................................................................... 20 6.......................................................... Jenis Mendengarkan ........... 4 A Konsep Mendengarkan .................... Latar Belakang ..................... 40 iii ............................................................... Penentuan Sumber dan Media Pembelajaran................................................................................ 30 BAB IV RANGKUMAN...... Pengembangan Langkah Pembelajaran...... 7 B........................................ ii BAB I PENDAHULUAN ............... Kriteria Pemilihan dan Penyusunan Bahan Pembelajaran Mendengarkan ................................................................ 3 D............................ 8 1......... i DAFTAR ISI ........................ Penentuan Metode ...................... Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dalam Mendengarkan ..........................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...................... 23 2...................... Konsep Pembelajaran Mendengarkan ................................. 25 4........................ 7 5...................... Rancangan Tindak Lanjut .......................................... Sasaran ............ Penentuan Materi dan Pemilihan Bahan Ajar............................................................................................... 9 3.......... 1 A..................................................... Kriteria Penilaian Pembelajaran Mendengarkan ......................................... 8 2........................................... Pengertian Mendengar .......................... 26 5....... 32 BAB V PENILAIAN.... Penentuan Media Pembelajaran Mendengarkan ............................................................................................................................... Penilaian Hasil Belajar .................... 39 LAMPIRAN ƒ Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .................................................................................................................... Tahapan Mendengarkan..... Metode Pembelajaran Mendengarkan .................................................... 29 7................. Alokasi Waktu................................... 23 1................................................................................................................. 5 4.......................... Tujuan................. 10 4..........................................................

membaca. siswa-guru.” Goleman (2001:224) mengatakan bahwa “Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat menaksir dari seluruh waktu yang disediakan untuk berkomunikasi. membaca. dan menulis. SMA. 16% untuk membaca. Program Peningkatan Mutu Pendidikan (PPMP) melalui penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat tahun 2007 terhadap proses pembelajaran di SD. Semua kegiatan tersebut membutuhkan kemampuan mendengarkan yang maksimal. Proses belajar yang dilaluinya itu akan menjadikan yang bersangkutan memiliki kemampuan mendengarkan yang efektif. Burhan (1971:83) menyatakan bahwa “Pada umumnya orang setiap hari menggunakan waktu komunikasinya 45% untuk mendengarkan. Hal ini menunjukkan bahwa waktu yang digunakan untuk mendengarkan lebih banyak jika dibandingkan dengan waktu yang digunakan untuk berbicara. membaca. SMP. kemampuan mendengarkan cukup penting baik bagi siswa maupun bagi guru.” Pendapat tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mendengarkan dapat ditingkatkan melalui pembelajaran seperti kemampuan-kemampuan berbahasa yang lainnya yaitu kemampuan berbicara. 23% untuk bicara. dan siswa-siswa. Dalam interaksi dimaksud berlangsung kegiatan tanya jawab. Seorang siswa diyakini akan berhasil dalam mengikuti pelajaran jika mampu mendengarkan dengan baik. dan 55% untuk mendengarkan” Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa waktu yang digunakan untuk berkomunikasi 50% untuk mendengarkan. Kedua hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa dalam proses pembelajaran terjadi interaksi antara guru-siswa. kemampuan mendengarkan berperan penting baik bagi siswa maupun bagi guru. dan penyimpulan pembelajaran. dalam konteks pembelajaran. dan menulis. bahwa “Kemampuan dasar dapat mendengarkan dibawa sejak lahir dan akan berkembang melalui proses belajar. dan 9% untuk menulis. Burhan (1971:81) menjelaskan. Demikian juga seorang guru akan berhasil dalam melaksanakan pembelajaran jika mampu mendengarkan dengan baik.” Tompkins dan Hoskisson (1991:121) menyatakan bahwa “Seseorang menggunakan waktu komunikasinya 50% untuk mendengarkan dan 50% untuk berbicara. pemberian penguatan. siswa-guru-siswa. pemberian penjelasan. Beberapa penelitian menyimpulkan. 30% untuk berbicara. dan menulis. Dengan demikian.BAB I PENDAHULUAN A. Dalam konteks pembelajaran. Latar Belakang Setiap orang yang lahir dengan normal pasti dilengkapi dengan kemampuan mendengarkan. dan SMK diperoleh hasil sebagai berikut. Terhadap kompetensi dasar kemampuan mendengarkan guru cenderung tidak melaksanakan proses pembelajaran dengan alasan (a) kompetensi dasar mendengarkan tidak diteskan baik pada Pembelajaran Mendengarkan – KKG 1 . 22% digunakan untuk membaca dan menulis.

konsep pembelajaran mendengarkan. sebagai bekal dalam menjalani kehidupannya pada masa kini dan yang akan datang. dan (d) guru belum terlatih atau belum terbiasa menyiapkan bahan ajar yang berupa rekaman. Waktu 15 menit Kegiatan Kegiatan Pendahuluan Melakukan orientasi kelas Melakukan tanya jawab tentang konsep mendengarkan. modul suplemen ini berupaya memberi tawaran kepada para guru. Kegiatan Inti Melakukan pembentukan tiga kelompok dan pembagian materi: a. ulangan umum. proses pembelajaran bahasa Indonesia aspek mendengarkan yang dilakukan oleh guru di sekolah baik pada jenjang pendidikan SD. SMP. SMA. siswa mendengarkan teks yang dibacakan oleh guru atau diperdengarkan melalui tape recorder. kelompok konsep pembelajaran 2. guru kesulitan menyiapkan media dan bahan ajar. kelompok konsep mendengarkan b. No. dengan rincian seperti berikut. sebagian besar siswa tidak terlibat sepenuhnya dalam proses pembelajaran. B. 10 menit Pembelajaran Mendengarkan – KKG 2 . Berdasarkan temuan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa. (c) penyaiapan bahan ajar mendengarkan membutuhkan alat perekam. Dengan demikian diharapkan para guru memiliki konsep pembelajaran sesuai dengan tuntutan Badan Standar Nasional Pendidikan dan Sistem Pendidikan Nasional dan menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan berpikir deduktif dan induktif serta memiliki kemampuan memperoleh pengetahuan dan kemampuan menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Guna menyikapi hal tersebut. Alokasi Waktu Adapun waktu yang dibutuhkan untuk memahami konsep-konsep dalam modul ini adalah 240 menit. Pembelajaran mendengarkan cenderung bersifat verbalisme. proses pembelajaran kurang inovatif. 1. sedangkan alat tersebut belum tentu dimiliki oleh setiap sekolah. dan konsep rancangan pembelajaran mendengarkan yang telah dikuasai dan dilaksanakan di sekolah. serta rancangan pembelajaran mendengarkan. dan SMK belum berjalan sepenuhnya sesuai dengan tuntutan kurikulum. dan ada sebagian guru cenderung melewatkan saja Standar Kompetensi aspek mendengarkan. khususnya guru kelas tinggi Sekolah Dasar tentang konsep mendengarkan dan konsep pembelajaran mendengarkan.ulangan harian. (b) pelaksanaan pembelajaran mendengarkan tidak menarik dan membosankan siswa sebab pembelajarannya bersifat monoton. atau ujian nasional.

membedakan konsep mendengar. Menyimpulkan hasil kegiatan Melakukan refleksi 7. 75 kabupaten mitra Program BERMUTU. kelompok rancangan pembelajaran mendengarkan Melakukan diskusi kelompok Melakukan presentasi kelas a. Mempraktikan RPP dan dilakukan pengamatan Mendiskusikan hasil pengamatan. 8. 5. 10 menit 5 menit C. Tujuan Setelah mempelajari modul ini. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 3 . D. guru SD dapat: 1. dan menyimak.4. 60 menit 50 menit 90 menit mendengarkan c. 6. mendengarkan. dan 3. menjelaskan konsep pembelajaran mendengarkan. 2. Menugasi kelompok menyusun silabus dan RPP pembelajaran mendengarkan b. membuat rancangan pembelajaran mendengarkan. Sasaran Sasaran modul ini adalah guru-guru sekolah dasar anggota KKG (Kelompok Kerja Guru) dari 16 provinsi.

memperoleh pengetahuan secara langsung atau melalui radio/televisi. hasil dengaran tersebut harus dipahami. Pada tahap ini dibutuhkan konsentrasi yang tinggi. agar hasil dengaran sesuai dengan apa yang disampaikan oleh orang lain kepadanya. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 4 . Dalam komunikasi tersebut kita akan menyampaikan dan menerima informasi. Tarigan juga menambahkan bahwa tujuan lain dari mendengarkan adalah: a. Oleh karena itu. meningkatkan keefektifan berkomunikasi. Selanjutnya. menikmati keindahan audio yang diperdengarkan atau dipagelarkan. b. b. Proses menyampaikan informasi secara lisan disebut berbicara. lalu diterjemahkan dengan kata-kata sendiri agar mudah diingat. a. kita selalu berkomunikasi lisan dengan orang lain untuk berbagai tujuan. 2. Sedangkan proses menerima informasi disebut mendengarkan. memperoleh informasi yang ada hubungannya dengan profesi. memberikan respon yang tepat. Tujuan mendengarkan menurut Tarigan (1981:14) adalah: a. KONSEP MENDENGARKAN 1. Tahap menangkap dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya. Tahap ini sangat penting untuk menentukan keberhasilan mendengarkan. c. b. memahami. mengumpulkan data untuk membuat keputusan. d. Tujuan Mendengarkan Dalam kehidupan sehari-hari. dan mengingat dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya.BAB II PEMBELAJARAN MENDENGARKAN A. tahapan berikutnya adalah mengingat dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya. Ketiga tahapan proses mendengarkan itu adalah sebagai berikut.” Dalam konsep tersebut terdapat tiga tahapan proses mendengarkan. Tahap memahami dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya. c. Tahap menangkap dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya merupakan tahapan awal. Tahap mengingat dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya. Pengertian Mendengarkan Menurut Burhan (1971:81) mendengarkan adalah suatu proses menangkap.

3. Standar Kompetensi 1. mengapresiasi bahan dengaran menghargainya (1972:42). penjelasan narasumber. 4. 8. dan mendengarkan intensif. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi terdapat tujuan mendengarkan bagi siswa sekolah dasar. cerita tentang suatu peristiwa 7. agar dapat menikmati serta Tujuan Mendengarkan Menurut Standar Isi Dalam Permendiknas No. cerita pendek anak. mengevaluasi hasil dengaran. percakapan Pembelajaran Mendengarkan – KKG 5 . Mendengarkan Ekstensif Mendengarkan ekstensif adalah proses mendengarkan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Jenis-Jenis Mendengarkan Tarigan (1983:22) membagi jenis mendengarkan atas dasar proses mendengar yang diperoleh dari dua jenis yaitu mendengarkan ekstensif. 3. 6. Berdasarkan standar kompetensi di atas dapat dijelaskan tujuan pembelajaran mendengarkan bagi siswa sekolah dasar adalah untuk memahami: 1. Memahami penjelasan narasumber dan cerita rakyat secara lisan. seperti: mendengarkan siaran radio.drama pendek. Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun. 4. wacana lisan. Memahami wacana lisan tentang berita dan drama pendek. berikut isi standar kompetensi di atas. dan d. 9. 3. Memahami teks dan cerita anak yang dibacakan. 6. televisi. penjelasan tentang petunjuk denah. Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah. Untuk mengetahui tujuan mendengarkan bagi siswa sekolah dasar. pantun. 5. pengumuman. Tujuan tersebut terimplisit dalam Standar Kompetensi. cerita rakyat. Memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek anak yang disampaikan secara lisan. 2. berita 10. 2. 5.c.

kantor pos. serta menjaga perhatian agar terpusat pada makna pembicaraan serta menghindari berbagai hal yang dapat mengganggu. Tetapi. pengumuman. Sedangkan kita sendiri menggunakan bahasa nasional. atau yang lainnya. Cara yang dapat dilakukan agar kita dapat mendengarkan dengan konsentrasi yang tinggi adalah kita harus mampu menjaga pikiran agar tidak terpecah dan perasaan agar tenang. memahami. suara televisi. 3) Mendengarkan estetika Mendengarkan estetika atau mendengarkan apresiatif yaitu proses mendengarkan untuk menikmati dan menghayati keindahan misalnya mendengarkan: pembacaan puisi. Kamidjan dan Suyono. Kemampuan menggunakan bahasa daerah tersebut dilakukan tanpa sengaja dan tanpa sadar. kita tinggal di suatu daerah yang menggunakan bahasa daerah. Mendengarkan intensif memerlukan konsentrasi tinggi yaitu pemusatan pikiran terhadap makna pembicaraan. Mendengarkan Intensif Mendengarkan intensif adalah proses mendengarkan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan konsentrasi yang tinggi untuk menangkap. kenyataannya orang tersebut mampu menggunakan bahasa daerah dengan baik. dan yang sejenisnya. 2) Mendengarkan sosial Mendengarkan sosial adalah proses mendengarkan yang dilakukan oleh masyarakat dalam kehidupan sosial atau di tempat umum seperti di pasar. Misalnya. lagu. dan sebagainya. rekaman drama. 4) Mendengarkan pasif Mendengarkan pasif adalah proses mendengarkan suatu yang dilakukan tanpa sadar. cerita. atau di tempat yang umum lainnya. Ada empat jenis kegiatan mendengarkan ekstensif yang meliputi mendengarkan sekunder. siaran radio. seseorang sedang membaca suatu bacaan sambil mendengarkan percakapan orang lain. Mendengarkan intensif adalah mendengarkan pemahaman yaitu proses mendengarkan dengan tujuan untuk memahami makna pembicaraan dengan baik. Berbeda dengan mendengarkan ekstensif yang lebih menekankan pada hiburan. terminal. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 6 . sosial. 1) Mendengarkan sekunder Mendengarkan sekunder adalah proses mendengarkan yang terjadi secara kebetulan. dan sebagainya. kontak sosial. Misalnya. Setelah beberapa lama tanpa disadari kita dapat mampu menggunakan bahasa daerah tersebut. stasiun. estetika. dan mengingat informasinya. dan pasif. (2002:12) menjelaskan ciri-cirinya sebagai berikut.orang di pasar.

jenis kelamin dapat mempengaruhi proses mendengarkan. Oleh karena itu. Orang akan bersikap menerima pada hal-hal yang menarik dan menguntungkan baginya. 5. Tahapan Mendengarkan Tarigan. motivasi. mudah dipengaruhi. kebosanan atau kejenuhan yang menyebabkan tidak adanya perhatian terhadap pokok pembicaraan. Apabila seseorang yang memiliki motivasi yang kuat untuk mengerjakan sesuatu. dan tidak emosi. dan sikap tidak senang terhadap pembicara akan mempengaruhi proses mendengarkan. rasional. maka dapat diharapkan hasilnya sangat memuaskan. Tahap mengevaluasi tahap menerima pesan. Gaya mendengarkan seorang pria berbeda dengan gaya seorang perempuan. Begitu juga bila kita berprasangka buruk atau kurangnya simpati terhadap pembicara.4. Bila kita menilai bahwa isi pembicaraan itu berharga bagi kita. Teori-Teori di atas dapat digunakan sebagai kajian teori yang terdapat pada Bab II ketika melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas(PTK) Pembelajaran Mendengarkan – KKG 7 . aktif. berpandangan sempit terhadap isi pembicaraan. memahami. mengalah. jenis kelamin. psikologis. Begitu pula halnya dengan mendengarkan. (1990:58) menjelaskan tahapan-tahapan mendengarkan yaitu tahapan mendengarkan. analitik. Telinga yang kurang sehat karena penyakit atau ketuaan akan mempengaruhi proses mendengarkan. maka kita akan bersemangat mendengarkannya. Gaya mendengarkan seorang pria pada umumnya bersifat objektif. Tahap memahami adalah tahap memahami isi pembicaraan. Dalam proses mendengarkan kita melibatkan sistem penilaian diri. Tahap mendengarkan merupakan tahap mendengarkan pembicaraan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mendengarkan Tarigan. menginterpretasi. mudah mengalah dan emosional. Tahap menginterpretasi adalah tahap menafsirkan isi yang tersirat dalam pembicaraan. dan tahap mengevaluasi. lembut. keras kepala atau tidak mau mundur. (1986:99-107) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan mendengarkan yaitu faktor fisik. pengalaman. Sikap sikap menerima atau sikap menolak akan mempengaruhi proses mendengarkan. tidak mudah dipengaruhi . keras hati. Seseorang yang memiliki pengalaman yang luas terhadap isi pembicaraan dan ditambah dengan penguasaan kosa kata yang lebih akan dapat melakukan proses mendengarkan dengan baik. tetapi ia akan bersikap menolak pada hal-hal yang tidak menarik dan tidak menguntungkan baginya. Sedangkan gaya mendengarkan seorang perempuan pada umumnya bersifat pasif. dan pendapat yang disampaikan oleh pembicara yang selanjutnya menanggapinya. Kedua hal ini memberi dampak pada pendengar yaitu dampak positif dan negatif. dan yang lainnya. egois terhadap masalah pribadi. ide. sikap.

satuan pendidikan dan karakteristik peserta didik (BSNP. Konsep Pembelajaran Mendengarkan Departemen Pendidikan Nasional (2002b:13) menjelaskan bahwa kompetensi dasar merupakan uraian yang memadai atas kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa dalam berkomunikasi lisan (menyimak dan berbicara) dan berkomunikasi tertulis (membaca dan menulis). konsep pembelajaran mendengarkan harus memberikan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja yang terkait dengan penerapan konsep. konsep pembelajaran mendengarkan haruslah dilakukan secara berkelompok. serta melatih kerjasama dan berkomunikasi secara empati. Pembelajaran secara berkelompok memungkinkan siswa bersosialisasi mau menghargai perbedaan pendapat. PEMBELAJARAN MENDENGARKAN 1. tanggung jawab belajar berada pada diri siswa.2006:3). Oleh karena itu. dan kemampuan. Proses penguasaan dan pengembangan kompetensi dasar pembelajaran mendengarkan tersebut dilakukan oleh siswa secara terus-menerus dalam proses pembelajaran. Guru bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang mampu mendorong prakarsa. Oleh karena itu. sikap.B. Pembelajaran hendaknya dirancang mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran. kondisi dan potensi daerah. Pembelajaran secara berkelompok akan mendorong siswa untuk berinteraksi dengan siswa sekelompoknya atau kelompok lain. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 8 . Pembelajaran merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun pemahamannya. konsep pembelajaran mendengarkan harus disesuaikan dengan kekhasan. kaidah. Kompetensi dasar pembelajaran mendengarkan adalah kompetensi berkomunikasi menerima informasi yang harus dikuasai oleh siswa. Ini berarti bahwa konsep pembelajaran mendengarkan yang dilakukan oleh siswa merupakan kegiatan mendengarkan sebagaimana yang dialami oleh siswa dalam kehidupan nyata di masyarakat. dan tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. Kompetensi ini harus dimiliki dan dikembangkan secara berkelanjutan seiring dengan perkembangan siswa untuk mahir berkomunikasi dan memecahkan masalah. satuan pendidikan serta kondisi peserta didik. Kompetensi dasar ini dicapai melalui proses pemahiran yang dilatihkan dan dialami. Proses pembelajaran mendengarkan yang dilakukan oleh siswa harus merupakan proses pemahiran mendengarkan yang dilatihkan dan dialami. Oleh karena itu. dan memantapkan gagasannya. Tujuan ini disusun dengan mempertimbangkan kekhasan. Oleh karena itu. Mereka saling mengomunikasikan gagasan yang dapat mempertajam. motivasi. memperdalam. kondisi dan potensi daerah. Kegiatan pembelajaran bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan yang bermuara pada tujuan pendidikan nasional. dan prinsip ilmu yang dipelajari.

perintah. syair lagu. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 9 . a. 2. Pembelajran berbahasa reseptif itu meliputi mendengarkan berita. yaitu pembelajaran mendengarkan dan pembelajaran membaca disebut penbelajaran bahasa reseptif. Konsep pembelajaran mendengarkan yang dilakukan oleh siswa merupakan kegiatan mendengarkan sebagaimana yang dialami oleh siswa dalam kehidupan nyata di masyarakat. pesan. kondisi dan potensi daerah. bunyi atau suara. yaitu belajar berbahasa adalah belajar berkomunikasi. c. konsep pembelajaran mendengarkan dapat disusun sebagai berikut. Konsep pembelajaran mendengarkan haruslah dilakukan secara berkelompok. Pembelajaran berkomunikasi bila dilihat dari keaktifan berbahasanya diperoleh dua jenis pembelajaran berkomunikasi yaitu pembelajaran menerima infomasi dan pembelajaran menyampaikan infomasi. cerita binatang. dan menonton drama anak. Sedangkan berkomuniasi secara tertulis adalah pembelajaran menulis dan pembelajaran membaca. Pembelajaran menyampaikan infomasi terdiri atas dua pembelajaran yaitu pembelajaran berbicara dan pembelajaran menulis disebut pembelajaran bahasa produktif. Konsep pembelajaran mendengarkan harus memberikan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja yang terkait dengan penerapan konsep. pidato. laporan. dapat dijelaskan bahwa kerekteristik pembelajaran mendengarkan adalah pembelajaran bahasa lisan yang bersifat menerima informasi/pembelajaran berbahasa reseptif. Pembelajaran menerima infomasi terdiri atas dua pembelajaran. d. pantun. pengumuman. satuan pendidikan dan peserta didik. cerita anak-anak. pembicaraan narasumber. petunjuk. Karakteristik Pembelajaran Mendengarkan Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia berorientasi pada hakikat pembelajaran bahasa. puisi anak. dialog atau percakapan. b.cerita rakyat. kaidah. khutbah. Pembelajaran berkomunikasi secara lisan adalah pembelajaran berbicara dan pembelajaran mendengarkan. Berdasarkan uraian di atas. Konsep pembelajaran mendengarkan harus disesuaikan dengan kekhasan. lisan. Oleh karena itu. ceramah. serta perintah yang didengar dengan memberikan respon secara tepat serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan mendengarkan hasil sastra berupa dongeng.Berdasarkan penjelasan di atas. dan prinsip ilmu yang dipelajari. bunyi bahasa. lagu. penjelasan. pembelajaran mendengarkan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi.

Ini berarti bahwa bahan pembelajaran mendengarkan haruslah berupa informasi dunia nyata siswa atau pengalaman nyata siswa. Ini berarti bahwa bahan pembelajaran mendengarkan haruslah berupa informasi yang berupa masalah yang sedikit melebihi kemampuan siswa. kondisi dan potensi daerah. Tugas yang menantang adalah tugas yang sedikit melebihi kemampuan siswa. jika tugas terlalu sulit (jauh dari kemampuan siswa) akan menimbulkan kecemasan. jika materi yang dipelajarinya disampaikan secara terstruktur sesuai dengan tingkat perkembangan kognitifnya. Beberapa pernyataan tersebut adalah: (a) siswa akan termotivasi untuk belajar jika disediakan materi baru atau gagasan yang asli atau baru dan berbeda dengan yang telah dimilikinya. Kriteria Pemilihan dan Penyusunan Bahan Pembelajaran Mendengarkan Siswa akan termotivasi untuk belajar jika disediakan materi baru atau gagasan yang asli atau baru dan berbeda dengan yang telah dimilikinya. Ini berarti bahwa bahan pembelajaran mendengarkan haruslah sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa. Keaslian atau kebaruan ini akan mempengaruhi prestasi belajar. dan bila terlalu mudah (di bawah kemampuan siswa) akan menimbulkan kebosanan. 4. Ini berarti bahwa bahan pembelajaran mendengarkan merupakan informasi terbaru atau informasi yang up to date yang berbeda dengan informasi-informasi yang telah dipelajarinya. jika materi yang dipelajarinya disampaikan secara terstruktur sesuai dengan tingkat perkembangan kognitifnya. Berdasarkan uraian di atas terdapat pernyataan yang dapat digunakan sebagai kriteria pemilihan dan atau penyusunan bahan pembelajaran mendengarkan. Tujuannya adalah: Pembelajaran Mendengarkan – KKG 10 . sehingga pembelajaran dapat dinilai dengan tepat. (d) Bahan pembelajaran mendengarkan haruslah disesuaikan dengan kekhasan. Metode Pembelajaran Mendengarkan Untuk meningkatkan pembelajaran mendengarkan. Tugas yang menantang adalah tugas yang sedikit melebihi kemampuan siswa.3. Keaslian atau kebaruan ini akan mempengaruhi prestasi belajar. satuan pendidikan dan peserta didik. Siswa akan termotivasi untuk belajar. Sebaliknya. Siswa akan termotivasi untuk belajar. Tugas yang menantang akan meningkatkan motivasi belajar siswa. di bawah ini akan dijelaskan beberapa metode pengajaran mendengarkan. (c) Model pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang mengaitkan materi yang dipelajari oleh siswa dengan situasi dunia nyatanya. (b) Tugas yang menantang akan meningkatkan motivasi belajar siswa.

Siswa: (Menuliskan hasil simakannya) Tes biasanya menilai keterampilan seseorang. Di ujung kayu itu terdapat bulatan yang berwarna coklat. di bawah ini dipaparkan beberapa metode yaitu: a.. misalnya. maka orang tersebut disuruh menjalankan mobil. belok. Simak-Tulis (Dikte) Dalam teknik ini. b. Oleh sebab itu. Bagi guru yang sudah memahami atau mengetahuinya atau sudah mempraktekkannya. mundur. guru membacakan atau memperdengarkan sebuah wacana singkat (diperdengarkan cukup satu kali). maka contoh ini sebagai penyegaran kembali terhadap hal yang sudah diketahui. Guru: Tes biasanya menilai keterampilan seseorang. Siswa mendengarkan dengan tekun. misalnya.Contoh lain menilai kecakapan memotong rambut. maka orang tersebut disuruh menjalankan mobil. cara memotong rambut dan menyisirnya dan lainlain. lambat. maju. Jika kita ingin menilai keterampilan seseorang dalam mengemudikan mobil. Jika kita ingin menilai keterampilan seseorang dalam mengemudikan mobil.1) 2) Bagi guru yang belum mengenal.Contoh lain menilai kecakapan memotong rambut. Contoh: Guru : Harganya cukup murah hanya Rp. kencang. Siswa mendengarkan dengan baik. Tangkainya biasanya terbuat dari kayu. lambat.per kotak kecil. Isi kotak kecil itu panjangnya kira-kira 4-5 cm. Lalu kita mengamati bagaimana caranya ia memegang gunting. maju. Bulatan itu akan menyala bila digoreskan pada kotaknya. Lalu kita mengamati bagaimana caranya ia memegang gunting. belok.Simak-Terka Guru menyuruh siswa mendeskripsikan suatu benda yang diperdengarkan atau dibacakan oleh guru. Contoh. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 11 . cara memotong rambut dan menyisirnya dan lain-lain. dan seterusnya. dan seterusnya. kencang.. Apakah nama benda itu? Siswa : (Menerka) Korek api. mengetahui atau memahami maka contoh ini adalah hal baru yang perlu dipahami. mundur. 200.

Apabila dilakukan oleh beberapa siswa maka guru membisikkan pada siswa pertama. Siswa : Ibu memasak nasi di dapur tadi malam. siswa menyebutkan kalimat tersebut. Siswa yang salah mendapat hukuman. : Duduk. Setiap mengatakan Simon berkata “Silakan duduk” siswa lain menurutinya. maka dihukuman. Memperluas Kalimat Guru menyebutkan sebuah kalimat. d. Hasilnya adalah kalimat yang sudah diperluas dengan menambahkan kata atau kelompok kata yang telah diucapkan. (Apabila ada yang berdiri maka dihukum) : “Duduk!” : Tidak ada yang duduk. Contoh: Guru Guru : Ibu memasak nasi di dapur tadi malam. : Ibu memasak nasi di dapur tadi malam. siswa pertama membisikkan pada siswa kedua dan seterusnya. Kemudian guru mengucapkan kata atau kelompok kata lain. siswa terakhir harus menuliskan di papan tulis atau menyebukan kalimat tadi dengan nyaring. Tetapi apabila Simon mengatakan “Simon” Siswa lainnya tidak boleh mengikutinya.c. e. Simon Berkata Seorang siswa berperan sebagai Simon dan maju ke depan kelas. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 12 . Apabila ada yang duduk. Kembali guru mengulangi kalimat tadi. Siswa : Ibu memasak nasi di dapu tadi malam sewaktu hujan lebat. Bisik Berantai Bisik berantai ini dapat dilakukan secara berkelompok atau beberapa siswa. Kecermatan mendengarkan ucapan Simon menentukan pemberian reaksi yang tepat atau salah. Contoh: Siswa Simon berkata Siswa Simon Siswa : Semua berdiri : “Duduklah!’. Siswa melengkapi kalimat tadi dengan kelompok kata yang disebutkan terakhir oleh guru.

. ke depan kelas. Menyelesaikan Cerita Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Dari beberapa kalimat tersebut maka dapat dibaca kalimat mana yang paling tepat. Ayah ke kantor bersama Deri dan menurutinya Guru : Memeriksa ucapan terakhir siswa....Contoh: Guru Ayah berharap ayah akan ke kantor bersama Deri dan Deri akan menurutinya. G. judulnya bebas atau boleh juga ditentukan oleh guru...... guru mempersilakannya untuk duduk.... dan selanjutnya sampai selesai (kelompok empat). Setelah bercerita. ……………… ………………..... Perbedaan yang dilakukan secara berkelompok adalah masing-masing siswa terakhir yang terdapat dalam setiap kelompok menuliskan kalimatnya dalam secarik kertas dengan menuliskan nomor kelompok dan menyerahkannya pada guru. Model ini boleh juga dilakukan dengan cara perorangan dengan cara yang sama.... Siswa : A... Cerita tersebut dilanjutkan oleh kelompok kedua. beberapa menit kemudian. Ayah berharap ke kantor bersama Deri dan Deri menurutinya ...... : f... Kelompok tersebut disuruh bercerita.... Tugas guru adalah menuliskan kalimat dari semua wakil kelompok di papan tulis. Guru memanggil anggota kelompok pertama. setiap kelompok beranggotakan 3 – 4 orang.. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 13 . misalnya kelompok 1.. Ayah berharap akan ke kantor bersama Deri dan Deri menurutinya B....

cerita akan dilanjutkan oleh Fajar. Identifikasi Kata Kunci Dalam mendengarkan suatu kalimat. : Bagus.) Apa yang harus saya ceritakan Bu? Guru Rengga : Pagi ini saya terlambat karena jam beker yang biasa membangunkan tidak berdering. Fajar duduk kembali. Tetapi sayang. Rupanya saya lupa memutarnya tadi malam. semua pakaian kotor. lalu melirik kepada guru! : Ayo. Mari kita mulai. bagus. Bannya kempes pula di tengah jalan. Badan basah kuyup. lanjutkan cerita tadi. Bu guru memarahiku lagi. Rengga! Silakan duduk. penggantinya adalah Soni. Reni ke depan.) Mendehem-dehem sebentar. : Ini suatu peringatan buat kalian. Ternyata kendaraan yang akan kutumpangi selalu penuh. Cepat-cepat saya pergi mandi. Selanjutnya.) kebingungan. Rengga ke depan : Bebas. hangus pula. Cerita ini akan disusun oleh empat kelompok. Judulnya masih rahasia. Kata-kata yang dapat mewakili seluruh isi tersebut disebut kata kunci (Key word). : Bagus. Sialnya. Sekarang bagian terakhir hanya satu kalimat. g. Bagian demi bagian akan ditampilkan di depan kelas. Guru : Bagus. sungguh sial hari ini. kita tidak perlu menangkap semua kata-kata tetapi cukup diingat kata-kata kunci yang merupakan inti dari pembicaraan karena melalui kata-kata kuncilah menjadi Pembelajaran Mendengarkan – KKG 14 .Contoh: Guru : Sekarang kita akan menyusun suatu cerita. : (Reni ke depan. bagus. Dengan demikian lengkaplah sudah cerita kita. Tidak tahu apa yang akan diceritakan karena tadi tidak mendengarkan. : (Fajar ke depan. Setiap orang selalu siap melanjutkan cerita. Guru Reni Dalam sebuah wacana atau bacaan selalu memiliki sejumlah kata yang mengungkapkan isi keseluruhan kalimat. bahwa kalian ada yang melalaikan tugas. apa saja boleh Rengga : (Ke depan. terlambat di dekolah. Guru Sita Guru Sita Guru Fajar Guru Soni : Bagus. Cerita akan dilanjutkan oleh Sita. Soni. Sita! : Cepat-cepat aku berpakaian. : Aku sarapan nasi. Lalu cepat-cepat aku pergi ke sekolah. Coba. badan sudah basah sabun mandi tidak ada. Memang nasibku. sehingga aku memakai pakaian bekas kemarin. paragraf atau wacana. Turun dari kendaraan. Dapat kenderaan yang kosong. paragraf atau wacana.) Berpikir keras. aku disambut hujan lebat. : (Sita ke depan.

28 Cimanuk habis terbakar dalam hujan lebat setelah melandas di lapangan terbang Branti. Garuda – terbakar – Branti Garuda terbakar di Branti. saya akan bacakan kalimat lain. Sundulan kepalanya sering memperdayakan kiper lawan. siswa dapat menentukan. Guru : Bagus. Identifikasi Kalimat Topik Guru : Dalam sebuah wacana terdiri dari beberapa paragraf.simakan selalu mempunyai makna yang lengkap. cenderung hidup berkelompok. kalimat-kalimat Manusia. Lawan sukar mengambil bola dari kakinya. Amin benar-benar pemain bola jempolan. Carilah kata-kata kuncinya. Menyingkat/Merangkum Mendengarkan bahan simakan yang agak panjang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kalimat topik bisa terdapat di awal. Guru : i. Manusia – hidup – berkelompok Manusia hidup berkelompok. Kalimat topiknya ialah “Amin benar-benar pemain bola jempolan”. Larinya cepat bagaikan kijang. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 15 . yang utuh sehingga sampai pada yang baik yang primitif maupun yang bahan modern. Siswa : Mendengarkan paragraf lisan secara cermat. Siswa : Siswa mendengarkan dengan teliti. Setiap paragraf minimal mengandung dua unsur yaitu kalimat topik dan kalimat pengembang. Menyetop bola dengan dada dan kaki dapat ia lakukan secara sempurna. Bola seolah-olah menurut kehendaknya.Contoh: Simaklah kalimat berikut ini baik-baik! Carilah kata-kata kunci dari kalimat berikut. Guru : Bagus! Sekarang simak. h. Siswa : Mendengarkan. Akhirnya. tengah dan akhir paragraf Contoh: Guru : Simaklah baik-baik rekaman paragraf berikut. Tembakan kaki kanan dan kiri tepat arahnya dan sangatlah keras. Menentukan kata kunci. Pesawat Garuda F. Salah satu caranya adalah melalui menyingkat atau merangkum. Luar biasa! Tepat dan sangat bagus. Operan bolanya tepat dan terarah.

bawang putih bisa menurunkan tekanan darah bagi mereka yang menderita tekanan darah tinggi. Tapi khasiatnya sangatlah banyak. Sebab itu pula dua pabrik obat di AS tengah berlomba membuat obat-obatan dengan bahan baku bahan putih. Setelah selesai. Rekaman hanya sekali diputar. Parafrase Suatu cara yang digunakan orang dalam memahami isi puisi dengan cara mengutarakan isi puisi dengan kata-kata sendiri dalam bentuk prosa. Oleh sebab itu beberapa pabrik obat di AS memproduksi bawang putih sebagai bahan baku. Bahkan bila dikunyah mentah-mentah. bawang putih berkhasiat banyak yaitu menyembuhkan bermacam penyakit. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 16 . Di samping itu bawang putih juga menurunkan kolestrol dan mengurangi produksi lemak dalam tubuh.Menyingkat atau merangkum berarti merangkum bahan yang panjang menjadi Contoh: sesedikit mungkin. penyakit yang kerap menyerang kaki para atlet serta gatal-gatal pada kulit. Kurang lebih bisa disamakan dengan antibiotik karena bawang putih mengandung sulfur. Guru : Bagus! Rupanya kalian sudah pintar. Bawang putih segar atau mentah telah terbukti bisa menyembuhkan infeksi di tenggorokan. (KOMPAS. Terlebih setelah tahu bahwa bawang putih juga dapat bekerja baik melawan jamur infeksi. bawang putih sejak lama diketahui amat bermanfaat bagi kesehatan. Biar aromanya kurang sedap. Selain melezatkan makanan. Pendek kata ia bisa dijadikan obat sejumlah penyakit. perut. Namun. kalimat yang singkat tersebut dapat mewakili Guru : Simaklah baik-baik rekaman berikut! kalimat yang panjang. Hasil rangkumannya adalah sebagai berikut. Manfaat Bawang Putih Bawang putih memang tak sedap baunya. dan kulit. kemudian rangkumlah isinya dalam beberapa kalimat. Puisi yang sudah direkam atau dibacakan guru diperdengarkan kepada siswa. j. 23 Maret 2002) Siswa : Mendengarkan rekaman dengan penuh perhatian. siswa mengutarakan kembali dalam bentuk prosa.

Adakah Tersisa Waktu Untukku Ketika ibu bertanya padaku Nak. Maka jawabku kadang bercampur ragu Oh. Tuhanlah Yang Maha Tahu Beberapa besar nikmat dan karunia atasku Karya.anakku. bakti dan ciptaku bisa terpadu. memanja dan mengadu Oh .Contoh: Ibu. sanggupkah engkau bagi waktumu Antara tugas dan tanggung jawab yang penuh liku Serta cinta. Dikutip dari buletin Polwan. bakti dan masa depan tanah airku. kau adalah tumpuan harapan ayah bundamu Kudambakan kau kelak jadi pimpinan negara dan bangsaku Demi cinta. (Renungan seorang Polwan. Dan bila sang suami bertanya lembut penuh rayu Sayangku. telah kupilih tumpahan hatiku. Dan lemahlah akhirnya sendi tulangku Bila datang si kecil anakku merajuk rayu Ibu. suamiku. adakah tersisa waktu untukku Aku ingin bercanda. sudah benarkah pilihan cintamu Kujawab dengan hati yang tegar tetapi sendu Benar ibu. Walau kata pengabdian pada saat ini terasa semua Namun hatiku telah terpatri tekadku Hanya ini yang ingin kubaktikan sebagai balas budiku Atas jerih payah serta curahan kasih sayang bundaku. kasih dan bakti pada diriku. September 1982) Pembelajaran Mendengarkan – KKG 17 . Oleh Monalisa.

apakah pilihan itu sudah tepat. Anaknya juga bertanya. Melalui Polwan ini akan berbakti pada negara. Ia menjawab dengan pasti itulah pilihan hatinya. Apakah ia masih mempunyai waktu untuk bercanda. Menjawab Pertanyaan Cara lain untuk mengajarkan mendengarkan yang efektif ialah melalui latihan dengan menjawab pertanyaan apa. Tugasnyapun tidak akan diabaikan. Hasilnya adalah sebagai berikut. dan bilamana yang diajukan sesuai dengan bahan yang disimak. Pertanyaan dari ibunda. bakti dan masa depan negara. Suaminya bertanya apakah ia dapat membagi waktu antara tugas dan suami. Ibu rela berkorban demi cinta. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 18 . Melalui Polwan ini ia membalas kasih sayang ibundanya. Ia menjawab. memanjakan dan menampung pengaduan anaknya. siapa. Seorang wanita memilih Polisi Wanita (Polwan) sebagai langkah pengabdian. cintanya pada suami tidak berkurang. Banyak pertanyaan yang timbul atas pilihan wanita tersebut. di mana. Ibunda bertanya. mengapa. k.Siswa : Mendengarkan rekaman dengan penuh perhatian. mana. Mereka mencoba memahami garis besar isi puisi. Dengan bijaksana ia menjawab. Kuharap dikau menjadi pimpinan negara. suami dan anaknya.

Siswa : Siswa mendengarkan dengan tekun Guru : Menyuruh siswa mengambil buku latihan dan menjawab pertanyaan guru. namun pada tahun ajaran 2002 mencapai 300 siswa. “Karena itu lebih baik membuka sekolah kejuruan dari pada sekolah umum”. Setelah selesai. a. “Arus lulusan SMA tidak berhenti. Pendidikan Harus Hasilkan Pekerjaan serta Pendapatan Pendidikan sekolah meupun luar sekolah yang menghasilkan anak didik yang bisa mendapat penghasilan sendiri atau bisa dapat bekerja adalah amat pentig agar pengangguran jangan sampai menggejala pada usia dini. Hal serupa dikemukakannya pula dalam pengarahan pada jajaran Depdiknas NTB. Setiap tahun biasanya siswa kelas I hanya sekitar 50 orang. Ujar Mendiknas Prof. “Ini kan bukti bahwa lulusan sekolah kejuruan ini mampu hidup dan menghasilkan” katanya. Siapa yang berbicara? b. Mengapa hal itu dibicarakan? Siswa : Menjawab pertanyaan guru. katanya. Selesai meninjau SMKK Mataram. Menurut Malik Fajar. Mataram. serta guru dan mahasiswa di Universitas Mataram. pada akhir kunjungan kerja dua hari di Provinsi NTB. sehingga kaum muda pada usia produktif tidak menganggur. pendidikan luar sekolah seperti kursus harus menghasilkan anak yang siap dikerjakan. Bila hal itu dibicarakan? e. Di mana hal itu dibicarakan? d. Malik Fajar menyatakan gembira melihat minat masuk sekolah kejuruan tersebut. jawablah pertanyaan sesuai dengan hasil simakan.Contoh: Guru : Simaklah baik-baik bacaan berikut ini. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 19 . Malik Fajar hari Rabu di pelabuhan udara Selaparang. Tiap tahun yang tidak diterima di perguruan tinggi bertambah”. Apa yang dibicarakan? c. Selasa malam.

Sebagai contoh pada kompetensi dasar “Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk membuat tape”. a. Kriteria Penilaian Pembelajaran Mendengarkan Sesuai dengan namanya tes mendengarkan. 6. Begitulah cara yang kita gunakan untuk menentukan media pembelajar. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 20 . Penentuan Media Pembelajaran Mendengarkan Media pembelajaran merupakan alat bantu yang digunakan guru untuk mempermudah proses pembelajaran. Berdasarkan penjelasan tersebut. b. Jadi. Oleh karena itu. bahan tes yang diujikan disampaikan secara lisan dan diterima siswa melalui sarana pendengaran. Media yang dapat digunakan untuk itu adalah alat ucap guru atau siswa atau rekaman yang dibuat oleh guru untuk kepentingan pembelajaran tersebut. Nurgiyantoro (2001:239) mengemukakan bahwa penilaian mendengarkan dapat dilakukan seperti berikut. proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar tersebut guru memperdengarkan terlebih dahulu petunjuk membuat tape. antarkejadian. Kemampuan pemahaman yang dimaksud mungkin terhadap isi wacana. Karakteristik pembelajaran mendengarkan adalah pembelajaran berbahasa lisan yang bersifat pasip atau menerima informasi.5. belum menuntut kerja kognitif tingkat tinggi. Tingkat pemahaman Tes pada tingkat pemahaman menuntut siswa ubtuk memahami wacana yang diperdengarkan. Tingkat ingatan Tes kemampuan mendengarkan pada tingkat ingatan untuk mengingat fakta atau menyebutkan kembali fakta-fakta yang terdapat dalam wacana yang diperdengarkan. dan tahun. dapat berupa nama. antarfaktor. hubungan antaride. hubungan sebab akibat. Proses pembelajaran merupakan urutan kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk menguasai kompetensi dasar. peristiwa. angka. Tes bisa berbentuk tes objektif isian singkat atau pilihan ganda. Akan tetapi kemampuan pemahaman pada tingkat pemahaman (C2) ini belum kompleks benar. dapat ditentukan bahwa media pembelajaran yang digunakan untuk menguasai kompetensi dasar tesebut adalah guru yang bersangkutan atau tape recorder. penentuan media pembelajaran selalu berkaitan dengan kompetensi dasar. Media yang digunakan untuk memperdengarkan petunjuk membuat tape dapat melalui pembacaan langsung oleh guru atau melalui tape recorder.

Analisis yang dilakukan berupa analisis detail-detail informasi. c. butir-butir tes tingkat ini belum sulit. Dengan kata lain. dan lain-lain. yaitu: a. sebab akibat. Aspek yang Dinilai Aspek yang dinilai dalam mendengarkan didasarkan pada ruang lingkup dan tingkat kedalaman pembelajaran serta Kompetensi Dasar yang sudah ditetapkan di dalam Kurikulum khususnya dalam indikator. Tingkat Analisis Tes kemampuan mendengarkan pada tingkat analisis pada hakikatnya juga merupakan tes untuk memahami informasi dalam wacana yang diteskan. jawaban yang tepat secara pasti belum dapat ditentukan.kemampuan pemahaman dalam tingkat yang sederhana. Tingkat Penerapan Butir-butir tes kemampuan mendengarkan yang dapat dikategorikan tes tingkat penerapan adalah butir tes yang terdiri dari pernyataan (diperdengarkan) dan gambar-gambar sebagai alternatif jawaban yang terdapat di dalam lembar tugas. dapat diketahui aspek apa belum tercapai yang ada dalam indikator. Tanpa melakukan analisis wacana. Bagi siswa. butir tes tingkat analisis lebih kompleks dan sulit daripada butir tes pada tingkat pemahaman. 1) Aspek Kebahasaan: a) Pemahaman isi b) Kelogisan penafsiran c) Ketepatan penangkapan isi d) Ketahanan konsentrasi e) Ketelitian menangkap dan kemampuan memahami 2) Aspek Nonkebahasaan: a) Pelaksanaan dan Sikap b) Menghormati c) Menghargai d) Konsentrasi /kesungguhan mendengarkan e) Kritis Pembelajaran Mendengarkan – KKG 21 . d. hubungan situasional. mempertimbangkan bentuk dan aspek kebahasaan tertentu. Akan tetapi. Adapun menurut Power dalam Safari (1997:61) mengemukakan dua hal penting dalam ujian mendengarkan. dapat diketahui aspek yang belum dikuasai dalam pengalaman belajar yang dikembangkan dalam indikator. siswa dituntut untuk melakukan kerja analisis. Sedangkan bagi guru. untuk memahami informasi atau lebih tepatnya memilih alternatif jawaban yang tepat itu. Secara umum aspek yang dinilai dalam pembelajaran mendengarkan adalah sebagai berikut. Dengan demikian. menemukan hubungan kelogisan.

B. (2) Darlis menulis surat. binatang atau tanaman dan lain-lain berdasarkan deskripsi yang disampaikan. Misal: (1) Nani makan pisang.05”. D) berdasarkan karangan yang didengar. kami berlibur ke Bandung. guru dapat memilih bentuk pertanyaan sebagai berikut. Contoh: Soal : Diperdengarkan kata “pasif” (Siswa menirukan/menuliskan) b) Melaksanakan petunjuk/perintah yang diperdengarkan Contoh: Soal: Diperdengarkan sebuah petunjuk/perintah “Pelajaran di kelas dimulai pukul 07. kapan. siapa. Contoh: Bagaimana sifat tokoh A dalam cerita yang kamu simak tadi? g) Menentukan satu diantara empat gambar (A. e) Menerima dan menyampaikan pesan atau hal-hal penting yang diperoleh melalui telepon. bertaring dan ganas dalam memangsa hewan tangkapan. siswa disuruh menunjukkan nama atau kegiatan yang tepat berdasarkan gambar dari kata atau kalimat yang diperdengarkan. (3) Kakak membaca koran. C. Bentuk-bentuk pertanyaan Mendengarkan Dalam penilaian mendengarkan. f) Menanyakan berbagai hal berdasarkan tema atau topik yang didengar. Contoh: Sejak tanggal 21 sampai dengan 30 Oktober 2001. bagaimana (berdasarkan pertanyaan yang didengar) Contoh: Apakah yang dikerjakan siswa? d) Menerka nama benda. (4) Ibu menanak nasi. a) Mengucapkan kembali (menirukan) hal yang didengar. Contoh: Setelah diperdengarkan beberapa kata atau kalimat.b. Contoh: Seekor binatang yang merajai hutan. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 22 . di mana. (Siswa menuliskan) c) Menjawab pertanyaan apa.

yaitu pertama adalah indikator merupakan uraian kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam berkomunikasi secara spesifik. dapat dinyatakan bahwa kompetensi dasar adalah kompetensi berkomunikasi yang harus dikuasai oleh siswa melalui kegiatan berbahasa sebagaimana yang dialami oleh siswa dalam kehidupan nyata di masyarakat. Ini berarti bahwa untuk menguasai indikator tersebut siswa harus melakukan kegiatan berkomunikasi sebagaimana yang tertulis pada indikator dan yang dialami oleh siswa dalam kehidupan nyata di masyarakat. b. maka siswa tersebut dinyatakan telah mampu mencapai kompetensi dasar tersebut. 2003b:13). Pembelajaran Mendengarkan – KKG 23 . Indikator Indikator merupakan uraian kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam berkomunikasi secara spesifik yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil belajar (Depdiknas. Kompetensi dasar ini dicapai melalui proses pemahiran yang dilatihkan dan dialami. Dengan demikian. Dalam pernyataan tersebut terdapat dua hal penting. Hal penting kedua adalah indikator dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil belajar. Penjabaran Kompetensi Dasar Menjadi Indikator a. Berdasarkan uraian di atas. bahwa indikator itu merupakan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa selama dan sesudah proses pembelajaran. indikator dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil belajar. Oleh karena itu. Kompetensi ini harus dimiliki dan dikembangkan secara berkelanjutan seiring dengan perkembangan siswa untuk mahir berkomunikasi dan memecahkan masalah. Ini berarti bahwa proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa merupakan kegiatan berbahasa sebagaimana yang dialami siswa dalam kehidupan nyata di masyarakat. Itulah sebabnya. Selain itu. Maksud kegiatan berkomunikasi secara spesifik adalah topik komunikasinya harus spesifik. kegiatan berkomunikasi yang dilakukan oleh siswa secara spesifik. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa merupakan proses pemahiran yang dilatihkan dan dialami. dapat dinyatakan bahwa apabila seorang siswa mampu melakukan indikator dan setelah dinilai dia memperoleh skor sesuai dengan atau lebih tinggi dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kompetensi Dasar Kompetensi dasar merupakan uraian yang memadai atas kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa dalam berkomunikasi lisan (menyimak dan berbicara) dan berkomunikasi tertulis (membaca dan menulis).BAB III RANCANGAN PEMBELAJARAN MENDENGARKAN 1. Dengan kata lain. proses penguasaan dan pengembangan kompetensi dasar dapat dilakukan oleh siswa secara terus-menerus dalam proses pembelajaran.

Kompetensi Dasar: Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk memelihara bibit ikan atau membuat tape. Kompetensi Dasar: Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk akan menjadi: Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk memelihara bibit ikan (bagi daerah perikanan) atau mendengarkan penjelasan tentang petunjuk membuat tape (bagi daerah industri tape). Begitu juga indikatornya harus mengikutinya. Selanjutnya. 3) Menyampaikan isi petunjuk dengan tepat kepada orang lain. Berdasarkan penjelasan tersebut. materi pembelajaran tersebut dikembangkan oleh guru menjadi bahan ajar. Indikatornya: a) Mencatat pokok-pokok petunjuk membuat tape atau memelihara ikan sesuai dengan yang didengar b) Menuliskan isi petunjuk membuat tape atau memelihara ikan ke dalam beberapa kalimat Pembelajaran Mendengarkan – KKG 24 . 1) Mencatat pokok-pokok petunjuk sesuai dengan yang didengar. Berikut ini penulis kutipkan kembali kompetensi dasar dan indikator di atas sebagai alat bagi teman-teman guru untuk menentukan materi dan mengembangkannya menjadi bahan ajar. 2) Menuliskan isi petunjuk membuat tape atau memelihara ikan ke dalam beberapa kalimat. “mendengarkan penjelasan tentang petunjuk” dan sekaligus merupakan tugastugas yang harus dikerjakan oleh siswa sebagai tolok ukur untuk menilai ketercapaian hasil belajar adalah sebagai berikut. 3) Menyampaikan isi petunjuk membuat tape atau memelihara ikan dengan tepat kepada orang lain.Sebagai contoh.” Uraian kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam berkomunikasi secara spesifik tersebut di dalamnya terdapat materi pembelajaran. Penentuan Materi dan Pemilihan Bahan Ajar Depdiknas. (2003b:13) menjelaskan bahwa indikator merupakan uraian kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam berkomunikasi secara spesifik yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil belajar. dan potensi daerah. Indikator dapat dispesifikkan sesuai dengan kekhasan. 2. Materi pembelajaran adalah materi yang harus dikuasai oleh siswa melalui pembelajaran. kompetensi dasar dan indikator di atas akan menjadi sebagai berikut. 1) Mencatat pokok-pokok petunjuk membuat tape atau memelihara ikan sesuai dengan yang didengar. kondisi. urutan indikator yang merupakan urutan kegiatan berbahasa yang akan dilakukan oleh siswa untuk menguasai kompetensi dasar. Materi tersebut sudah tertulis dalam kompetensi dasar dan indikator. 2) Menuliskan isi petunjuk ke dalam beberapa kalimat. maka Indikatornya akan menjadi sebagai berikut.

dan ketepatan kalimat.c) Menyampaikan isi petunjuk membuat tape atau memelihara ikan dengan tepat kepada orang lain Di dalam kompetensi dasar dan indikator tersebut terdapat materi yang harus dipelajari oleh siswa. Oleh karena itu. 3. 2. dapat dikatakan bahwa urutan indikator merupakan tahapan pembelajaran inti yang dilakukan oleh siswa untuk mencapai kompetensi dasar. Selanjutnya. maka kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh siswa adalah pertama siswa harus mampu mencatat pokokpokok petunjuk membuat tape sesuai dengan yang didengar. Menyampaikan isi petunjuk membuat tape dengan tepat kepada orang lain. yaitu petunjuk memelihara bibit ikan atau membuat tape. Ketika siswa mencatat pokok-pokok petunjuk membuat tape sesuai dengan yang didengar. Metode yang terdapat dalam rangkaian teknik tersebut adalah metode penemuan atau inkuiri. 3. Menuliskan isi petunjuk membuat tape ke dalam beberapa kalimat. temuan tersebut dikembangkan ke dalam beberapa kalimat sesuai dengan bunyi indikator kedua. pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia baik secara lisan maupun tertulis (Depdiknas. Selanjutnya. sementara temannya menilai kesesuaian informasi dengan tema. siswa diminta untuk menuliskan isi petunjuk membuat tape ke dalam beberapa kalimat. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 25 . Berdasarkan penjelasan di atas. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa tersebut adalah teknik pembelajaran. Kemudian. Penentuan Metode Belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Rangkaian dari teknik pembelajaran tersebut merupakan metode.2003b:5). maka siswa dituntut untuk menemukan pokok-pokok petunjuk. ketepatan kata. selanjutnya siswa ditugasi mengerjakan indikator yang ketiga yaitu untuk menyampaikan isi petunjuk membuat tape dengan tepat kepada orang lain. Sebagai contoh. Bahan ajarnya adalah teks yang diperdengarkan melalui tape rekorder atau dibacakan oleh guru atau siswa. berikut ini dikutipkan lagi kompetensi dasar dan indikator sebagai berikut. siswa ditugasi untuk menyampaikan isi petunjuk membuat tape dengan tepat kepada orang lain. Indikator 1. Mencatat pokok-pokok petunjuk membuat tape sesuai dengan yang didengar. Bila pengujian tersebut dinyatakan benar. Kompetensi Dasar Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk membuat tape. Mengapa metode inkuiri? Sekarang kita perhatikan penjelasan berikut ini. Dengan demikian. Kegiatan berkomunikasi tersebut merupakan tahapantahapan pembelajaran inti yang harus dilakukan oleh siswa.

Depdiknas (2002a:5) menjelaskan bahwa memahami bagaimana cara mempelajari atau cara memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dipelajarinya menjadi lebih penting dibandingkan dengan pengetahuan. atau pun menulis.” Kedua pendapat di atas menyatakan bahwa siswa perlu mengetahui apa manfaat mempelajari materi itu sebelum pembelajaran dimulai. 4. apa manfaatnya. dalam status apa mereka. dan tahap penutup.Berdasarkan penjelasan di atas. Dengan demikian. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi pembelajaran. dan bagaimana mencapainya. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 26 . membaca. 2001 dalam Depdiknas. 2003c:13). a. maka metode yang digunakan untuk mencapai kompetensi dasar adalah metode inkuiri atau metode penemuan. Teman-teman guru yang berbahagia mengapa hal itu harus dilakukan? Hal itu dilakukan oleh kita agar siswa mau menempatkan dirinya sebagai seseorang yang membutuhkan bekal hidup dan meningkatkan motivasi siswa. Pembelajaran Tahap Pendahuluan Dalam pembelajaran tahap pendahuluan siswa diajak untuk memahami kompetensi dasar yang akan dicapai dan memahami indikator yang akan dilakukan oleh siswa dalam pembelajaran ini. (Smith. siswa akan menyadari bahwa cara mempelajari atau cara memperoleh pengetahuan dan keterampilan dapat digunakan untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru dan bekal belajar sepanjang hayat. Mereka mempelajari sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya. tahap inti. Segala sesuatu yang akan kita kerjakan harus menjanjikan manfaat bagi diri sendiri atau kita tidak termotivasi untuk mengerjakannya. Dengan begitu mereka akan memposisikan dirinya sebagai siswa yang memerlukan bekal untuk hidupnya nanti. Pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat Depdiknas (2002a:1) yang menyatakan bahwa dalam pembelajaran siswa perlu mengerti apa makna belajar.” Selain itu De Porter (2000:26) menjelaskan pendapat yang sama yaitu “Sebelum kita melakukan segalanya dalam hidup ini. baik secara sadar atau tidak kita akan bertanya pada diri sendiri.” (Depdiknas. Pengembangan Langkah Pembelajaran Langkah-langkah pembelajaran mendengarkan sama dengan langkah-langkah pembelajaran aspek berbahasa yang lainnya yaitu aspek berbicara.2003b:41). Perlu diketahui bahwa kegiatan memahami manfaat mendengarkan tersebut sebagai upaya menumbuhkan atau meningkatkan motivasi siswa agar siswa merasa butuh terhadap kemampuan mendengarkan yang tertulis dalam kompetensi dasar dan merasa butuh terhadap kegiatan mendengarkan yang tertulis dalam rangkaian indikator. apa manfaatnya bagiku. Selanjutnya siswa ditugasi untuk memahami atau menemukan sendiri manfaat memiliki kemampuan mendengarkan yang tertulis dalam kompetensi dasar dan manfaat melakukan kegiatan mendengarkan yang tertulis dalam rangkaian indikator. “Siswa perlu memahami manfaat belajar dan bagaimana cara memperoleh/ mempelajari menjadi lebih penting karena dapat digunakan untuk mempelajari pengetahuan baru atau sebagai bekal untuk belajar sepanjang hayat. Oleh karena itu. Langkah-langkah pembelajaran tersebut meliputi pembelajaran tahap pendahuluan.

menyelesaikan masalah. 9) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik. dan sumber belajar lainnya. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. dan konfirmasi. menyenangkan. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. guru: 1) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan.eksplorasi. turnamen. studio. media pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses. 6) rnenfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan balk lisan maupun tertulis. maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. dan kemandirian sesuai dengan bakat. menganalisis. 4) memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 27 . dan bertindak tanpa rasa takut. dan e) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium. serta produk yang dihasilkan. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. b) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. 8) memfasilitasi peserta didik melakukan pameran. dan sumber belajar lain. Eksplorasi. d) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. inspiratif. Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi. elaborasi. dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis. 7) memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok. Dalam kegiatan elaborasi. 2) memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas. minat.2. diskusi. Dalam kegiatan eksplorasi. c) memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru. secara individual maupun kelompok. kreativitas. 5) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar. menantang. isyarat. tulisan. atau lapangan. 3) memberi kesempatan untuk berpikir. guru: a) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam terkembang jadi guru belajar dari aneka sumber. festival. lingkungan. Elaborasi. guru: 1) membiasakan peserta didik mendengarkan yang beragam melalui tugastugas tertentu yang bermakna.

Bila kompetensi dasar yang ingin dicapai berbunyi. Penentuan Sumber dan Media Pembelajaran Depdiknas. penilaian dan refleksi.” maka bahan ajarnya adalah teks pesan untuk diperdengarkan. 3) memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. Misal topiknya tentang pertandingan sepak bola. 3. Mengapa pengalaman siswa? Kita sudah memaklumi bahwa pesan tentang pertandingan sepak bola sudah menjadi pengalaman siswa.” Uraian kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam berkomunikasi secara spesifik tersebut di dalamnya terdapat materi pembelajaran. Ketika guru menyusun teks yang akan diperdengarkan sebagai bahan ajar. Materi tersebut sudah tertulis dalam kompetensi dasar dan indikator. “Mendengarkan pesan lewat tatap muka atau telepon dan mencatat isi pesan. c) memberi acuan agar peserta didik dapatmelakukan pengecekan hasil eksplorasi.” Dalam kompetensi dasar tersebut sudah terdapat sumber belajar yaitu pengalaman siswa. pesan tentang pertandingan sepak bola sudah pernah Pembelajaran Mendengarkan – KKG 28 . e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. dan tindaklanjut. (contoh langkah-langkah pembelajaran dapat dilihat pada RPP terlampir) 4. (2003b:13) menjelaskan bahwa “Indikator merupakan uraian kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam berkomunikasi secara spesifik yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil belajar. Selanjutnya. Teks tersebut dapat disusun sendiri oleh guru. maka guru harus menjadikan keunggulan daerah atau pengalaman siswa sebagai topik bahan ajar tersebut. Maka kompetensi dasarnya adalah “Mendengarkan pesan tentang pertandingan sepak bola lewat tatap muka atau telepon dan mencatat isi pesan. d) memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh. 4) memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan. materi pembelajaran tersebut dikembangkan oleh guru menjadi bahan ajar. Maksudnya. b) membantu menyelesaikan masalah. dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar.2) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber. Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan. Materi pembelajaran adalah materi yang harus dikuasai oleh siswa melalui pembelajaran. umpan balik.

sejalan dengan pendapat Taylor dalam Moesa (1982:97) yang menyatakan. Sedangkan. melainkan rangkaian sikap. misalnya kompetensi dasar. ”Mendengarkan pembacaan berita di televisi atau radio. maka dapat dikatakan bahwa penilaian proses lebih menekankan pada apa yang dapat dilakukan oleh siswa (keterampilan) dan manfaatnya dalam dunia kerja daripada pengetahuan. Depdiknas (2002a: 19) menjelaskan. penilaian proses merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.” Selanjutnya dijelaskan.” maka sumber belajarnya adalah berita di televisi atau radio. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 29 . bukan ditekankan pada sebanyak mungkin informasi yang diperoleh pada akhir pembelajaran. Jadi.” Penilaian proses dilakukan untuk memperoleh informasi yang benar dan akurat tentang apa yang telah diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa serta untuk menjelaskan manfaatnya dalam konteks kehidupan nyata. bukan tujuan. “Pembelajaran yang benar. untuk menentukan sumber belajar dan media pembelajaran sangat bergantung pada kompetensi dasar yang akan dicapai. persepsi. Tetapi sebaliknya. bahwa “Pengetahuan merupakan alat untuk mencapai tujuan. Penilaian proses adalah penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran untuk mengetahui kemajuan belajar siswa dan kelancaran proses pembelajaran guru dapat dengan segera mengetahui siswa yang mengalami kemacetan belajar dan memberikan bantuan agar siswa yang bersangkutan dapat mengatasinya. Oleh karena itulah. menyelesaikan/memecahkan masalah. perasaan. jika tidak secara aktif mengambil bagian dalam proses pembelajaran untuk pendapatkan pengetahuan tersebut. Cara memperoleh pengetahuan lebih penting dari pengetahuan itu sendiri. memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari.bahkan sering didengar oleh siswa. teks pengumuman tentang pertandingan sepak bola tersebut adalah media pembelajaran.” Penilaian proses lebih menekankan pada apa yang dapat dilakukan oleh siswa (keterampilan) dan manfaatnya dalam dunia kerja daripada pengetahuan. seperti tempat kerja. dan kemampuan berpikir secara bebas dan jelas.” Sehubungan dengan pendapat di atas. Sebab pendidikan bukanlah kumpulan pengatahuan. nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian menjelaskan bahwa penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. televisi atau radio adalah media pembelajarannya. “Penilaian proses memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya untuk menyelesaikan tugas-tugas. Pernyataan di atas. atau mengekspresikan pengetahuannya dengan cara mensimulasikan situasi di dalam dunia nyata. Hymes (1991:halaman) dalam Depdiknas (2003c:25) menjelaskan. Penilaian Hasil Belajar Permendiknas. pandangan. apabila bahan ajar itu diambil dari kegiatan berbahasa yang nyata terjadi dalam masyarakat. Sedangkan. bahwa “Siswa tidak akan memiliki pengetahuan. 5.

” Dalam penjelasan tersebut dinyatakan bahwa indikator dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil belajar. Depdiknas. Pada akhir pembelajaran siswa ditugasi untuk memberikan respon dengan cara berpikir ke belakang. dan sikap sesuai dengan indikator yang dicapainya. (1) apa manfaat dan Pembelajaran Mendengarkan – KKG 30 . Indikator 1) Mencatat pokok-pokok petunjuk membuat tape sesuai dengan yang didengar. alat tesnya harus relevan dengan atau mengukur indikator. Oleh karen itu. maka dapat dikemukakan bahwa refleksi adalah proses berpikir analisissintesis atau deduktif-induktif terhadap apa yang baru dipelajari dan dilakukan atau respon siswa terhadap kejadian. aktivitas.Sehubungan dengan pernyataan tersebut. Alat tes yang dibuat guru untuk mengukur ketercapaian indikator adalah sebagai berkut. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian. 2) Menuliskan isi petunjuk membuat tape ke dalam beberapa kalimat. c) Sampaikan isi petunjuk membuat tape dengan tepat kepada orang lain. Kompetensi Dasar Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk membuat tape. pengetahuan. dikutipkan kompetensi dasar dan indikator di atas sebagai cara bagi guru untuk menyusun alat tes sebagai berikut. 6. Ini berarti bahwa alat tes yang dibuat olah guru harus relevan dengan indikator dan dilaksanakan untuk mengukur ketercapaian hasil belajar selama proses pembelajaran. bahwa untuk menilai atau mengukur ketercapaian hasil belajar adalah indikator. b) Tuliskan isi petunjuk membuat tape ke dalam beberapa kalimat. Dalam pembelajaran siswa telah melakukan berbagai aktivitas pembelajaran yang bermakna untuk memperoleh keterampilan. (2003b:13) menjelaskan bahwa “Indikator merupakan uraian kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam berkomunikasi secara spesifik yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil belajar. 3) Menyampaikan isi petunjuk membuat tape dengan tepat kepada orang lain. atau pengetahuan yang baru diterima. Berikut ini. Wardani (2002: 2. atau pengetahuan yang baru diterimanya.” Depdiknas (2002a:18) menjelaskan. Dengan kata lain.” Berdasarkan pendapat di atas.”Refleksi adalah proses berpikir ke belakang yang dilakukan oleh siswa dengan menggunakan proses berpikir analisis-sintesis atau deduktif-induktif. baik secara analisis-sintesis atau deduktif-induktif tentang. a) Catat pokok-pokok petunjuk membuat tape sesuai dengan yang didengar.24) menjelaskan. aktivitas. Rancangan Tindak Lanjut Rancangan tindak lanjut merupakan kelanjutan dari refleksi. ”Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa yang sudah kita lakukan.

(2) mencari sebab-sebab kegagalan pencapaian indikator serta bagaimana solusi untuk mengatasinya serta (3) kapan dan di mana indikator-indikator yang telah dilakukan oleh siswa tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan nyata di masyarakat. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 31 . dicatat. pesan.seberapa banyak indikator yang dapat dicapainya dan yang gagal dicapai. Hasil refleksi siswa tersebut berupa kesan. dan dijadikan dasar oleh guru untuk melakukan peningkatan dan perbaikan hasil belajar serta untuk memperbaiki perencanaan pelaksanaan pembelajaran yang bersangkutan dan menyusun perencanaan pelaksanaan pembelajaran berikutnya. atau saran yang harus ditanggapi.

dan (3) tahap mengingat dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya. yaitu (1) tahap menangkap dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya. dan (2) mendengarkan intensif.(6) mengevaluasi hasil dengaran. dan menulis. (3) mengumpulkan data untuk membuat keputusan.(5) menikmati keindahan audio yang diperdengarkan atau dipagelarkan. Bahan pembelajaran mendengarkan merupakan informasi yang berupa masalah yang sedikit melebihi kemampuan siswa. Bahan pembelajaran mendengarkan merupakan informasi terbaru atau informasi yang up to date yang berbeda dengan informasi-informasi yang telah dipelajarinya. Ada tiga tahapan proses mendengarkan. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 32 . dan mengingat dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya. Tompkins dan Hoskisson. Agar pembelajaran mendengarkan bermakna bagi siswa. Ada dua jenis mendengarkan menurut Tarigan. memahami. yaitu (1) mendengarkan ekstensif. (2) tahap memahami dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya. Mendengarkan adalah suatu proses menangkap. 2. sosial. membaca. Kemampuan mendengarkan yang baik dalam berbagai kehidupan nyata memiliki peranan yang sangat penting baik di lapangan pekerjaan maupun di bidang pendidikan. estetika.BAB IV RANGKUMAN Berdasarkan beberapa hasil penelitian Burhan. dan (7) mengapresiasi bahan dengaran agar dapat menikmati serta menghargainya. Tujuan mendengarkan adalah untuk: (1)memperoleh informasi yang ada hubungan dengan profesi (2) meningkatkan keefektifan berkomunikasi. maka guru dalam pemilihan dan penyusunan pembelajaran mendengarkan harus didasarkan pada kriteria berikut: 1. (4) memberikan respon yang tepat. 3. serta menyelamatkan uang dan pernikahan. Kemampuan mendengarkan yang efektif sangat membantu dalam membangun hubungan dan karier. mengembangkan akal dan rasa percaya diri. yang terdiri dari mendengarkan sekunder. (4) memperoleh pengetahuan secara langsung atau melalui radio/ televisi. dan pasif. Goleman dapat disimpulkan bahwa waktu yang digunakan untuk mendengarkan lebih banyak dibandingkan dengan waktu yang digunakan untuk berbicara. memahami dan memecahkan masalah/konflik. Bahan pembelajaran mendengarkan haruslah setaraf dengan tingkat perkembangan kognitif siswa.

Adapun kriteria yang dapat digunakan dalam mendengarkan adalah (1) alat penilaian harus merupakan kegiatan mendengarkan sebagaimana yang dialami oleh siswa dalam kehidupan nyata di masyarakat. satuan pendidikan dan peserta didik. Bahan pembelajaran mendengarkan haruslah disesuaikan dengan kekhasan. dan (3) tahap penutup. selain itu kegiatan evaluasi proses atau evaluasi formatif juga dapat dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. satuan pendidikan dan peserta didik. Tahap inti merupakan urutan kegiatan berbahasa sebagaimana yang dialami oleh siswa dalam kehidupan nyata di masyarakat untuk mencapai kompetensi dasar. Kompetensi dasar merupakan uraian yang memadai atas kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa dalam berkomunikasi lisan (menyimak dan berbicara) dan berkomunikasi tertulis (membaca dan menulis). kondisi dan potensi daerah. menemukan sendiri manfaat memiliki kemampuan mendengarkan yang tertulis dalam rangkaian indikator. Kompetensi ini harus dimiliki dan dikembangkan secara berkelanjutan seiring dengan perkembangan siswa untuk mahir berkomunikasi dan memecahkan masalah.4. Langkah-langkah pembelajaran mendengarkan meliputi (1) pembelajaran tahap pendahuluan. serta mengucapkan terima kasih dan salam untuk membiasakan siswanya untuk meningkatkan kesadaran diri sebagai hamba Tuhan. (2) Alat penilaian harus mengukur indikator. Dengan kata lain. Bahan pembelajaran mendengarkan haruslah berupa informasi dunia nyata siswa atau pengalaman nyata siswa. 5. Indikator merupakan uraian kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam berkomunikasi secara spesifik yang dialami oleh siswa dan dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil belajar. Pada tahap pendahuluan kegiatannya antara lain: menumbuhkan dan meningkatkan motivasi siswa misalnya dengan memahami kompetensi dasar dan indikator. dapat dikatakan bahwa kompetensi dasar adalah kompetensi berkomunikasi yang harus dikuasai oleh siswa melalui kegiatan berbahasa sebagaimana yang dialami oleh siswa dalam kehidupan nyata di masyarakat. kondisi dan potensi daerah. pada kegiatan penutup dapat memberikan tugas kelompok atau individu untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang baru dimilikinya dalam kehidupan nyata. Terakhir. Untuk mengukur keberhasilan mendengarkan diperlukan alat penilaian. kondisi dan potensi daerah. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru adalah untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 33 . Kekhasan. Kompetensi dasar ini dicapai melalui proses pemahiran yang dilatihkan dan dialami. (2) tahap inti. satuan pendidikan dan peserta didik suatu daerah hakikatnya adalah cara mencari nafkah yang dilakukan oleh masyarakat daerah tersebut dan merupakan pengalaman hidup siswa yang dapat dicapai dengan cara mengintegrasikannya ke dalam kompetensi dasar dan indikator. Alat penilaian yang digunakan harus didasarkan pada kriteria penilaian tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan.

c. Menceritakan kembali cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang. d. 4. Isi cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang. 2. Kegiatan Pendahuluan Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang: 1) Kompetensi dasar yang akan dicapai 2) Indikator-indikator yang akan dikerjakan 3) Manfaat memiliki kemampuan mendengarkan cerita rakyat dan mendiskusikannya 4) Membentuk kelompok 5) Menyiapkan tempat duduk setiap kelompok Pembelajaran Mendengarkan – KKG 34 . Langkah-langkah Pembelajarannya adalah sebagai berikut. Tuliskan alat penilaiannya! 7. Nama-nama tokoh dan karakter tokoh-tokohnya b.BAB V PENILAIAN Tugas-tugas: 1. siswa ditugsi untuk menemukan sendiri sesuatu yang tertulis pada indikator.. c. Tentukan sumber dan media pembelajarannya! 6.secara tertulis dengan kalimat runtut dan mudah dipahami.. Tentukan metode pembelajaran yang relevan dengan indikator -indikator di atas! 4. Latar cerita rakyat cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang.. a. a. Menuliskan latar cerita rakyat cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang. Tentukan materi pembelajarannya! 3. Tuliskan langkah-langkah pembelajarannya! 5. b. Metode Pembelajaran yang relevan adalah…. Susunlah Indikator berdasarkan KD “Mendengarkan cerita rakyat”! 2. Metode inkuri. Materi Pembelajarannya adalah. Menuliskan tanggapan terhadap isi cerita rakyat cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang. Mendaftar nama-nama tokoh dan menuliskan (secara singkat) watak tokoh cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang. Jelaskan rancangan tindak lanjutnya! Kunci Jawaban 1. Indikator a. d. 3. Tanggapan terhadap isi cerita rakyat cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang.

3) Siswa ditugasi mengerjakan tugas-tugas di atas.b. 4) Guru berkeliling melakukan penilaian proses dengan cara mengunjungi setiap kelompok untuk melihat ketercapaian hasil belajar setiap kelomok. c) merefleksi manfaat kompetensi dasar d) merefleksi manfaat cerita rakyat lainnya yang ada di lingkungannya.secara tertulis dengan kalimat runtut dan mudah dipahami! c. Tuliskan latar cerita rakyat cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang! d. Media pembelajaran 1) Alat ucap guru dan atau siswa 2) Tape recorder 6.secara tertulis dengan kalimat runtut dan mudah dipahami! c. Tuliskan nama-nama tokoh dan jelaskan secara singkat watak tokoh cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang! b. Tuliskan latar cerita rakyat cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang! d. Kegiatan Inti 1) Siswa dalam kelompok ditugasi untuk memahami tugas-tugas yang telah diterimanya sebagai berikut. a) mencari cerita rakyat lainnya yang ada di lingkungannya. c. membantu kelompok yang membutuhkannya. 5) Setiap kelompok ditugasi melaporkan satu nomor hasil kerjanya di depan kelas dan ditanggapi serta dinilai oleh kelompok lain. Kegiatan Penutup 1. Tuliskan kembali isi cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang. Sumber pembelajaran 1) Buku-buku cerita rakyat 2) Anggota masyarakat yang memiliki cerita rakyat sekitar b. a. Setiap individu ditugasi untuk. Tuliskan nama-nama tokoh dan jelaskan secara singkat watak tokoh cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang! b. Sumber dan media pembelajaran a. Alat penilaian a. Tuliskan tanggapan terhadap isi cerita rakyat cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang! Pembelajaran Mendengarkan – KKG 35 . Guru mengucapkan terima kasih lalu memberikan salam sebagai tanda berakhirnya pembelajaran 2. dan memberikan motivasi terhadap kelompok yang diprediksi telah mencapai KKM. Tuliskan tanggapan terhadap isi cerita rakyat cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang! 2) Siswa mendengarkan pembacaan cerita rakyat tiga kali berturut. 3. b) mengerjakan kembali rangkaian indikator. Tuliskan kembali isi cerita rakyat dengan tokoh utama seorang pedagang.

3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian diturunkan dari perumusan masalah. e. Masalah yang baik dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. nilai peserta didik rendah b. Tujuan penelitian merupakan pernyataan dari pertanyaan penelitian. motode inkuiri sebagai alternatif pembelajaran 1. Apakah dengan menggunakan metode inkuiri dapat meningkatkan nilai peserta didik? b. Ketidaksesuaian antara kondisi ideal dan kondisi nyata tersebut merupakan masalah penelitian. dan mudah. Kondisi ideal ini dikaitkan dengan kondisi nyata yang dialami oleh guru di dalam kelas. c. sedang. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 36 . metode konvensional d. Rancangan tindak lanjut a. b. f. Model pembelajaran di atas dapat diangkat sebagai judul Penelitian Tindakan Kelas. Melakukan remedial berdasarkan solusi di atas. Adapun yang dapat dijadikan kata-kata kunci dalam latar belakang ini adalah: a. Menganalisis butir soal untuk mencari soal yang sulit.1 Latar Belakang Contoh kerangka yang dapat dihasilkan dari topik di atas adalah Diuraikan tentang kondisi ideal mengenai pembelajaran membaca di sekolah. Mencari solusi untuk mengatasi kesulitan siswa. Menugasi siswa untuk mencari cerita rakyat yang lain dari masyarakat. Kondisi ini dapat diperoleh melalui tulisan sejumlah ahli. Mencari sebab-sebab kesulitan siswa dalam menjawab soal yang sulit. d. Menugasi siswa untuk mengerjakan tugas-tugas di atas. motivasi peserta didik rendah c. g. Contoh: a. Memperbaiki rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan solusi tersebut.2 Perumusan Masalah Rumusan masalah dapat disajikan melalui dua cara.7. Adapun judulnya adalah “Cara Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Memahami Cerita Rakyat dengan Menggunakan Metode Inkuiri di Kelas IV Sekolah Dasar” Dari judul di atas maka dapat dijabarkan menjadi kerangka sebagai berikut: Bab I Pendahuluan 1. yaitu pernyataan dan pertanyaan. Apakah dengan menggunakan metode inkuiri motivasi belajar siswa dapat meningkat? 1.

Langkah-langkah harus jelas sesuai dengan indikator yang mau dicapai.3 Pembahasan atau siklus dapat dilanjutkan apabila indikator belum tuntas sampai dianggap siswa sudah berhasil. 4.6 Strategi Pemodelan 2.5 Teknik dan Instrumen Penelitian 3.4 Rencana Tindakan Diuraikan tentang siklus penelitian 3.5 Proses Membaca Cerita 2. dan peneliti. kepala sekolah.2 Subjek Peneltian 3. Catatan: 1. Perubahan harus jelas dari siklus 1 ke siklus 2 dengan memaparkan proses pembelajaran sampai pada hasil atau nilai peserta didik. Adapun masalahnya adalah: 4.4 Konsep Metode Inkuiri 2.2 Pembahasan dilanjutkan (siklus 2) dengan menggambarkan perubahan dari siklus 1 atau indikator yang belum berhasil.7 Tahapan Strategi Pemodelan Bab III Metodologi Penelitian 3. 4. Jelaskan pada siklus pertama ini indikator yang sudah dan belum berhasil.6 Teknik Analisis Data Bab IV Hasil dan Pembahasan Pada bab ini harus tergambar hasil belajar dari masing-masing siklus. 2. pengambil kebijakan di bidang pemerintahan.1 Setting Penelitian 3.4 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian dirumuskan dengan memperjelas sasaran manfaat.3 Sumber Data 3. Perhatikan siklus ini tergambar dari Rencana Persiapan Pembelajaran. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 37 .3 Prinsip Membaca Cerita 2.1 Pembahasan pembelajaran sebelum menggunakan metode inkuiri (siklus 1)yang digambarkan dengan jelas dalam proses pembelajaran diakhiri dengan hasil atau nilai belajar siswa. Manfaat penelitian dapat ditujukan ke pihak guru.1 Konsep cerita 2.2 Cara Membaca cerita 2. Bab II Kajian Teori 2.Contoh: Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan meningkatkan kemampuan memahami cerita melalui metode inkuiri peserta didik pada Kelas IV-2 SD VII NTB 1.

Bab V. Simpulan dan Saran Simpulan Dalam simpulan memuat atau menjawab rumusan masalah dengan menggunakan metode inkuiri motivasi belajar dan hasilbelajar peserta didik meningkat. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 38 . Saran Saran yang dapat dituliskan salah satunya adalah: Guru dalam mengajar dapat menggunakan metode inkuiri sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran membaca cerita.

No. Moesa. Pendidikan Dasar dan Menengah. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pendekatan Kontekstual.Y. Tarigan. (2000). nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian: Jakarta: Diknas. (1971). Departemen Pendidikan Nasional. Gagasan Baru dalam Pendidikan. Permendiknas. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: BSNP. (2003). Wardani. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi. (2002). Jakarta: Diknas. Kegiatan Belajar Mengajar. (2002) Penelitian Tindakan Kelas. Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. (1981). Depdiknas: Direktorat PLP Goleman. Permendiknas. Jakarta: Depdiknas. Mendengarkan sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. (2003). Pembelajaran dan Pengajaran Kontekstual. Departemen Pendidikan Nasional. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. B dan Henarchi. Depdiknas: Direktorat PLP. Departemen Pendidikan Nasional.22. Quantum Learning.DAFTAR PUSTAKA Badan Standar Nasional Pendidikan (2006) Panduan Penyusunan KTSP Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: UT. (2001). Jakarta: Mutiara. Deporter. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. (1982). tentang Standar Isi. (2002). D. Departemen Pendidikan Nasional. Angkasa: Bandung. Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup. Bandung: Kaifa. Burhan. Pengajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Puskur Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Puskur. (2002). (2003). Pembelajaran Mendengarkan – KKG 39 . Depdiknas: Dikmenjur. M. M. Problema Bahasa dan Bandung: Ganeca.

Menjelaskan ciri-ciri bahasa pengumuman hari libur kenaikan kelas yang didengar 3. Siswa dalam kelompok ditugasi untuk memahami tugas-tugas yang telah diterimanya sebagai berikut. Kegiatan Inti a. d. Guru berkeliling melakukan penilaian proses dengan cara mengunjungi setiap kelompok untuk melihat ketercapaian hasil belajar setiap kelomok. Siswa ditugasi mengerjakan tugas-tugas di atas. Menuliskan isi pengumuman hari libur kenaikan kelas yang didengar dalam bentuk kalimat Materi Pembelajaran Pengumuman hari libur kenaikan kelas Bahan Ajar Teks Pengumuman Metode Pembelajaran Metode inkuiri Langkah-langkah Pembelajaran 1. c. Siswa mendengarkan pembacaan pengumuman tiga kali berturut. Kegiatan Pendahuluan Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang: 1) Kompetensi dasar yang akan dicapai 2) Indikator-indikator yang akan dikerjakan 3) Manfaat memiliki kemampuan mendengarkan mendiskusikannya 4) Membentuk kelompok 5) Menyiapkan tempat duduk setiap kelompok pengumuman dan 2. Menuliskan pokok-pokok pengumuman hari libur kenaikan kelas yang didengar 2.LAMPIRAN Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kompetensi Dasar Mendengarkan pengumuman hari libur kenaikan kelas Indikator 1. 1) Tuliskan pokok-pokok pengumuman hari libur kenaikan kelas yang didengar! 2) Jelaskan ciri-ciri bahasa pengumuman hari libur kenaikan kelas yang didengar! 3) Tuliskan isi pengumuman hari libur kenaikan kelas yang didengar dalam bentuk kalimat! b. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 40 .

1) mencari pengumuman yang ada di lingkungannya. Kegiatan Penutup a. 2. Tuliskan pokok-pokok pengumuman hari libur kenaikan kelas yang didengar! 2. 4) merefleksi manfaat kegiatan berbahasa yang tetulis pada indikator. Setiap kelompok ditugasi melaporkan satu nomor hasil kerjanya di depan kelas dan ditanggapi serta dinilai oleh kelompok lain. dan memberikan motivasi terhadap kelompok yang diprediksi telah mencapai KKM. 1. Jelaskan ciri-ciri bahasa pengumuman hari libur kenaikan kelas yang didengar! 3. KKM yang dicapai 24. Alat Penilaian 1. Pembelajaran Mendengarkan – KKG 41 . Soal nomor 3 bila dijawab dengan benar dan lengkap isi pengumuman diberi skor 30.membantu kelompok yang membutuhkannya. 3) merefleksi manfaat kompetensi dasar. 2. KKM yang dicapai 16 3. Soal nomor 2 bila dijawab dengan benar dan lengkap ciri-ciri bahasa pengumuman diberi skor 20. Penilaian a. Guru mengucapkan terima kasih lalu memberikan salam sebagai tanda berakhirnya pembelajaran. b. b. KKM yang dicapai 40. Pedoman Penilaian Skor maksimal ditetapkan 100 KKM yang ingin dicapai 80% atau skor 80 dengan rincian sebagai berikut. e. Setiap individu ditugasi untuk. 2) mengerjakan kembali rangkaian indikator. Tuliskan isi pengumuman hari libur kenaikan kelas yang didengar dalam bentuk kalimat ! c. Soal nomor 1 bila dijawab dengan benar dan lengkap seluruh pokok pengumuman ada diberi skor 50. Prosedur Penilaian formatif dilaksanakan secara lisan dan tertulis selama proses pembelajaran berlangsung.

Pembelajaran Mendengarkan – KKG 1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful