POSYANDU

posyandu adalah sistem pelayanan yang dipadukan antara satu program dengan program lainnya yang merupakan forum komunikasi pelayanan terpadu dan dinamis seperti halnya program KB dengan kesehatan atau berbagai program lainnya yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat (BKKBN, 1989). Pengertian Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga. berencana yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini. Yang dimaksud dengan nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini yaitu dalam peningkat mutu manusia masa yang akan datang dan akibat dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia ada 3 intervensi yaitu : 1. Pembinaan kelangsungan hidup anak (Child Survival) yang ditujukan untuk menjaga kelangsungan hidup anak sejak janin dalam kandungan ibu sampai usia balita. 2. Pembinaan perkembangan anak (Child Development) yang ditujukan untuk membina tumbuh/kembang anak secara sempurna, baik fisik maupun mental sehingga siap menjadi tenaga kerja tangguh. 3. Pembinaan kemampuan kerja (Employment) yang dimaksud untuk memberikan kesempatan berkarya dan berkreasi dalam pembangunan bangsa dan negara. Intervensi 1 dan 2 dapat dilaksanakan sendiri oleh masyarakat dengan sedikit bantuan dan pengarahan dari petugas penyelenggara dan pengembangan Posyandu merupakan strategi yang tepat untuk intervensi ini. Intervensi ke 3 perlu dipersiapkan dengan memperhatikan aspek-aspek Poleksesbud. Manfaat Posyandu 1. Bagi Masyarakat  Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar  Memperoleh bantuan dalam pemecahan masalah kesehatan  Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan terpadu 2. Bagi Kader, pengurus Posyandudan tokoh Masyarakat  Mendapatkan informasi tentang upaya kesehatan  Dapat membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan 3. Bagi Puskesmas  Sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan strata 1  Membantu masyarakat dalam pemecahan masalah kesehatan  Meningkatkan efisiensi waktu, tenaga dan dana dengan pemberian pelayanan secara terpadu 4. Bagi Sektor Lain  Lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah  Meningkatkan efiseiansi pemberian pelayanan sesuai tupoksi masing-masing C. Jenis Posyandu Untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian posyandu diperlukan intervensi sebagai berikut : 1. Posyandu pratama (warna merah) Posyandu tingkat pratama adalah posyandu yang masih belum mantap, kegiatannya belum bisa rutin tiap bulan dan kader aktifnya terbatas. Keadaan ini dinilai ‘gawat’ sehingga intervensinya adalah pelatihan kader ulang. Artinya kader yang ada perlu ditambah dan dilakukan pelatihan dasar lagi. 2. Posyandu madya (warna kuning) Posyandu pada tingkat madya sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun dengan rata-rata jumlah kader tugas 5 orang atau lebih. Akan tetapi cakupan program utamanya (KB, KIA, Gizi, dan Imunisasi) masih rendah yaitu kurang dari 50%. Ini berarti, kelestarian posyandu sudah baik tetapi masih rendah cakupannya. Intervensi untuk posyandu madya ada 2 yaitu :

Intervensi pada posyandu di tingkat ini adalah : a.B. Penggarapan dengan pendekatan PKMD untuk menentukan masalah dan mencari penyelesaiannya. Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera. melahirkan dan nifas) 2. termasuk menentukan program tambahan yang sesuai dengan situasi dan kondisi setempat. Gizi dan Imunisasi) lebih dari 50%. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB Berta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera. dan cakupan 5 program utamanya (KB. memperbanyak program tambahan sesuai dengan masalah dan pendekatan PKMD.Kes/Inst. Intervensinya dilakukan pembinaan program dana sehat. 4. 4. agar di desa tersebut dapat tumbuh Dana Sehat yang kuat dengan cakupan anggota minimal 50% KK atau lebih. Posyandu purnama (warna hijau) Posyandu pada tingkat purnama adalah posyandu yang frekuensinya lebih dari 8 kali per tahun. F. D. Sesuai Inmendagri Nomor 9 Tahun 1990 tentang Peningkatan Pembinaan mutu Posyandu ditingkat desa kelurahan sebagai berikut : . bahkan mungkin sudah ada Dana Sehat yang masih sederhana. 3. b. 21/Men. Meningkatkan kerja sama lintas sektoral untuk menyelenggarakan Posyandu dalam lingkup LKMD dan PKK. Pelatihan Toma dengan modul eskalasi posyandu yang sekarang sudah dilengkapi dengan metoda simulasi. Membudayakan NKKBS. 1I2/HK-011/ A/1985 tentang penyelenggaraan Posyandu yaitu : 1. Meningkatkan fungsi dan peranan LKMD PKK dan mengutamakan peranan kader pembangunan. Sudah ada program tambahan. KIA. dana sehat sebagai cara penyelenggaraan dan pengelolaan pemeliharaan kesehatan secara paripurna. Melaksanakan pembentukan Posyandu di wilayah/di daerah masing-masing dari melaksanakan pelayanan paripurna sesuai petunjuk Depkes dan BKKBN. Undang-undang no. Gerakan Ketahanan Keluarga dan Gerakan Ekonomi Keluarga Sejahtera.a. E. a. Tujuan penyelenggara Posyandu. Dasar Pelaksanaan Surat Keputusan Bersama: Mendagri/Menkes/BKKBN. 5.23 tahun 1985. 2. Angka Kematian Ibu ( ibu Hamil. 3. Pengelola Posyandu. Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). rata-rata jumlah kader tugas 5 orang atau lebih. Masing-masing No. 1. Pelatihan Dana Sehat. Mengembangkan peran serta masyarakat dalarn meningkatkan fungsi Posyandu serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam program – program pembangunan masyarakat desa 3./IV 1985. Penggarapan dengan pendekatan PKMD untuk mengarahkan masyarakat menetukan sendiri pengembangan program di posyandu b. 4. Posyandu mandiri (warna biru) Adalah posyandu yang telah melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali pertahun dengan jumlah kader 5 orang atau lebih dimana cakupan ke-5 kegiatan utamanya lebih dari 50% dan dapat melaksanakan sumber dana dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat. 23 tahun 1992 pasal 66 .

Ketua I LKMD (Tokoh Masyarakat) 3. Ketua Pelaksana : Ketua II LKMD/Ketua Seksi 10 LKMD ( Ketua Tim. Sekretaris : Ketua Seksi 7 LKMD 5.I. Penanggungjawab umum : Ketua Umum LKMD (Kades/Lurah). 3) Musyawarah masyarakat desa membicarakan hasil survey mawas diri.1.BKKBN .d. • Menyusunan rencana. • Menganalisis masalah dan menetapkan aIternatif pemecahan masalah. .Tim Penggerak PKK .PMD (Pembinaan Masyarakat Desa) . Penggungjawab operasional. KB. 6) Pembinaan. 2) Survey mawas diri yang dilaksanakan oleh kader PKK di bawah bimbinganteknis unsur kesehatan dan KB . 5. Kegiatan Pokok Posyandu : KIA KB lmunisasi. • Menyiapkan kader. Tingkat Propinsi : .Bappeda .d.Kaur Bang (Kepala Urusan Pembangunan) • PD (Kader Pembangunan Desa) 4 Pokjanal Posyandu bertugas : • Menyiapkan data dan kelompok sasaran serta cakupan program. yang dibantu Petugas KB-Kes. a.sarana dan prasarana posyandu. 5) Pelatihan kader Posyandu. • Melakukan pemantauan dan bimbingan. Langkah – langkah pembentukan : 1) Pertemuan lintas program dan lintas sektoral tingkat kecamatan.      Pembentukan Posyandu. Pelaksana: Kader PKK. biaya posyandu 4) Pemilihan kader Posyandu.l.I 3 Tingkat Kecamatan : • Tingkat Pembina LKMD Kec ( puskesmas. 2.l 2 Tingkat Kab/Kodya : . Pokjanal Posyandu Pokjanal posyandu yang dibentuk disemua tingkatan pemerintahan terdiri dari unsur Instansi dan Lembaga terkait secara langsung dalam pembinaan Posyandu yaitu : 1. Pembina petugas Lapangan. b.Kantor Depkes/Kantor Dinkes . Penanggulangan Diare. • Menginformasikan masalah kepada instansi/lembaga terkait.PMD .BKKBN . • Melaporkan kegiatan kepada Ketua Harian Tim Pembina LKMD.Bappeda . Penggerak PKK 4. Gizi.

Pembentukan Posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan Puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai sedngkan satu Posyandu melayani 100 balita.b. Kriteria pembentukan Posyandu. .

perawat ). kriteria kader Posyandu : 1) Dapat membaca dan menulis. Keberhasilan Posyandu tergambar melalui cakupan SKDN S : Semua baita diwilayah kerja Posyandu. 4) Mempunyai waktu yang cukup. • WUS dan PUS. Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh LKMD. Peserta Posyandu mendapat pelayanan meliputi : 1) Kesehatan ibu dan anak : • Pemberian pil tambah darah (ibu hamil) • Pemberian vitamin A dosis tinggi ( bulan vitamin A pada bulan Februarii danAgustus) • PMT (Pemberian Makanan Tambahan) • lmunisasi. D : Balita yang ditimbang. 4) Penyuluhan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi sesuai permasalahan dilaksanakan oleh kader PKK melalui meja IV dengan materi dasar dari KMS alita dan ibu hamil. K : Semua balita yang memiliki KMS. 3) Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat. 2) Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan. Pada hari buka Posyandu dilakukan pelayanan masyarakat dengan sistem 5 (lima) meja yaitu : Meja I : Pendaftaran. 2) Keluarga berencana. Keberhasilan program terliat melalui grafik pada kartu KMS setiap bulan. Sasaran Posyandu : • Bayi/Balita. pembagian Pil KB dan Kondom. 6) Berpenampilan ramah dan simpatik. 3) Pemberian Oralit dan pengobatan. Meja V : Pelayanan KB Kes : ��Imunisasi ��Pemberian vitamin A Dosis Tinggi berupa obat ��tetes ke mulut tiap Februari dan Agustus. Kader.c. ��Pembagian pil atau kondom ��Pengobatan ringan. 5) Bertempat tinggal di wilayah Posyandu. Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan serta petugas kesehatan dari KB. N : Balita yang naik berat badannya Keberhasila Posyandu berdasarkan : . • Penimbangan balita rutin perbulan sebagai pemantau kesehatan balita melalui pertambahan berat badan setiap bulan. 6. Pelaksanaan Kegiatan Posyandu. • Ibu hamil/ibu menyusui. 7) Diterima masyarakat setempat. Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V merupakan meja pelayanan paramedis (Bidan desa. b. ��Kosultasi KB-Kes. Meja II : Penimbangan Meja III : Pengisian KMS Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS.

d. f. Register Ibu hamil dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember. 3) Pengumpul data dan informaosi adalah Tim Penggerak PKK dan LKMD dengan menggunakan instrumen : a. kelahiran /kematian dan nifas oleh ketua kelompok Dasa Wisma (kader PKK) . Pemerintah bantuannya berupa dana stimulant atau dalam bentuk sarana dan prasarana Posyandu. b.Petugas pada meja I sampai dengan IV dilaksanakan oleh Kader PKK sedangkan meja V merupakan meja pelayanan paramedic (Bidan desa. Dengan kata lain pembinaan merupakan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi karena didasarkan pada informasi yang tepat. Dana. Register anak balita dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember. Definisi . Hasil Usaha Pengurus dan kader Posyandu dapat melakukan usaha dimana hasilnya dapat disumbangkab untuk pengelolaan Posyandu. G. Dana pelaksanaan Posyandu berasal dari swadaya masyarakat melalui gotong royong dengan kegiatan jimpitan beras dan hasil potensi desa lainnya serta sumbangan dari donatur yang tidak mengikat yang dihimpunan melalui kegiatan Dana Sehat. Catatan ibu hamil. pembinaan akan lebih terarah apabila di dasarkan pada informasi yang lengkap. kelahiran dan kematian bayi dan kematian ibu hamil melahirkan dan nifas. OLeh sebab itu Sistem Informasi Posyandu merupakan bagian penting dari pembinaan Posyandu secara keseluruhan. Konkritnya. yang dapat digunakan untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan anak. infak dsb b. II. Oleh karenanya 1. KMS (Kartu Menuju Sehat) KMS (Kartu Menuju Sehat) untuk balita adalah alat yang sederhana dan murah. Masyarakat 1) Iuran Pengguna Posyandu 2) Iuran masyarakat umum dalam bentuk dana sehat 3) Sumbangan dari perorangan atau kelompok masyarakat 4. perawat. SISTEM INFORMASI POSYANDU (SIP) Sistem informasi Posyandu adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelola Posyandu.PUS alam wilayah ketiga Posyandu bulan Januari s/d Desember. H. Register WUS. Swasta/ Dunia Usaha Misalnya dengan menjadikan Posyandu sebagai anak angkat perusahaan dan bantuannya dapat berupa dana. Register bayi dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember. c. g. Dana social keagamaa. e. petugas KB). 2) Pemerintah Desa bertanggung jawab atas tersediannya data dan informasi Posyandu. baik dalam lingkup terbatas maupun lingkup yang lebih luas. akurat dan aktual.Sumber Daya a. contohnya Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan Taman Obat Keluarga (TOGA) d. Data pengunjung petugas Posyandu. Data hasil kegiatan Posyandu. c. Pembiayaan Posyandu 1. c. prasarana atau tenaga sukarelawan. Mekanisme Operagional SIP : 1) Penggung jawab Sistem Informasi Posyandu adalah Pokjanal Posyandu di Propinsi dan Dati II di tingkat kecamatan adalah Tim Pembina LKMD/Kelurahan berkoordinasi dengan LKMD Seksi 10. misalnya zakat.

atau Garis pertumbuhannya mendatar. mengikuti pita pertumbuhan sesuai dengan umurnya (Depkes RI. perkembangan anak. imunisasi. KMS juga berisi pesan-pesan penyuluhan kesehatan dan gizi bagi orang tua balita tenta ng kesehatan anaknya (Depkes RI. Gambar 2. kondisi kesehatan pemberian ASI eksklusif. dan Makanan Pendamping ASI. tetapi pindah ke pita warna dibawahnya. dan harus selalu dibawa setiap kali mengunjungi posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan. 2. KMS berisi catatan penting tentang pertumbuhan. meliputi : pertumbuhan. pemberian kapsul vitamin A. yang dapat digunakan untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan anak. Manfaat KMS (Kartu Menuju Sehat) a) Sebagai media untuk mencatat dan memantau riwayat kesehatan balita secara lengkap. pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas/ Rumah Sakit. penanggulangan diare. Oleh karenanya KMS harus disimpan oleh ibu balita di rumah. (Depkes RI. 2000). pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI. termasuk bidan dan dokter. Cara Memantau Pertumbuhan Balita Pertumbuhan balita dapat diketahui apabila setiap bulan ditimbang. Indikator KMS bila balita naik berat badannya b. 2000). penanggulangan diare. dan harus selalu dibawa setiap kali mengunjungi posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan. Pada balita yang sehat. perkembangan. atau 2) Garis pertumbuhannya naik dan pindah ke pita warna diatasnya. berat badannya akan selalu naik. b) Sebagai media edukasi bagi orang tua balita tentang kesehatan anak c) Sebagai sarana komunikasi yang dapat digunakan oleh petugas untuk menentukan penyuluhan dan tindakan pelayanan kesehatan dan gizi. KMS (Kartu Menuju Sehat) untuk balita adalah alat yang sederhana dan murah. termasuk bidan dan dokter. pemberian kapsul vitamin A. Balita naik berat badannya bila : 1) Garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna. Balita tidak naik berat badannya bila : 1) 2) 3) Garis pertumbuhannya turun. kondisi kesehatan anak.KMS harus disimpan oleh ibu balita di rumah. 2000) 3. hasil penimbangan dicatat di KMS. a.1. pelaksanaan imunisasi. . Rangkaian garis-garis pertumbuhan anak tersebut membentuk grafik pertumbuhan anak. dan antara titik berat badan KMS dari hasil penimbangan bulan lalu dan hasil penimbangan bulan ini dihubungkan dengan sebuah garis. atau Garis pertumbuhannya naik.

sehingga harus langsung dirujuk ke Puskesmas/ Rumah Sakit. Balita sehat. Gambar 2. jika : Berat badannya selalu naik mengikuti salah satu pita warna atau pindah ke pita warna diatasnya. Berat badan balita tiga bulan berturut-turut tidak naik (3T). e. Berat badan balita dibawah garis merah artinya pertumbuhan balita mengalami gangguan pertumbuhan dan perlu perhatian khusus. sehingga harus langsung dirujuk ke Puskesmas/ Rumah Sakit. Gambar 2. . Indikator KMS bila pertumbuhan balita mengalami gangguan pertumbuhan dan perlu perhatian khusus d. artinya balita mengalami gangguan pertumbuhan.4.Gambar 2.2.3. f. Indikator KMS bila berat badan balita tidak stabil Balita tumbuh baik bila: Garis berat badan anak naik setiap bulannya. Indikator KMS bila balita tidak naik berat badannya c.

Bagian tubuh yang rusak diganti. Namun. Begitu juga untuk yang menjalani operasi atau yang baru melahirkan. menyapu. Gambar 2. Kulit dan rambut terus berganti. atau 2) Garis pertumbuhannya naik dan pindah ke pita warna diatasnya. 1) Berat badan Umur 1 – 6 tahun = ( tahun ) x 2 + 8 2) Tinggi badan Umur 1 tahun = 1. Selama sakit banyak bagian tubuh yang rusak. Indikator KMS bila balita naik berat badannya Balita tidak naik berat badannya bila : 1) 2) 3) Garis pertumbuhannya turun. setelah sakit kita perlu banyak makan makanan bergizi. tubuh manusia tumbuh dan dipelihara. serta tenaga memasak zat makanan dan memakainya. Dalam keadaan tidurpun tubuh tetap membutuhkan tenaga untuk bernafas.1. Manfaat nutrisi a. Sel-sel tubuh memasak dan mengolah zat makanan yang masak agar zat makanan dapat dipakai untuk pekerjaan tubuh. makin banyak zat makanan yang harus ditambahkan. Pengukuran status gizi dengan NCHS Kriteria keberhasilan nutrisi ditentukan oleh status gizi : 1) Gizi baik. Mungkin juga banyak kehilangan darah sehingga makin lama sakit berlangsung. makanan perlu diatur agar sesuai dengan kebutuhan tubuh. dan mutunya sesuai dengan kebutuhan sehari-hari (Nadesul. Nutrisi untuk pertumbuhan Dengan makanan bergizi. degup jantung. jika berat badan menurut umur ≤ 60% standart WHO – NHCS. b. Semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. atau Garis pertumbuhannya mendatar. . c. jika berat badan menurut umur 61% sampai 80% standart WHO – NHCS. Mungkin juga sebagian selnya mati. Selama orang juga kurang makan sehingga tubuh kekurangan berbagai zat makanan yang dibutuhkannya. Untuk itu. 2001). Makanan sebagai suku cadang Makanan juga bermanfaat untuk memulihkan badan yang baru sembuh dari sakit. ( Supariasa. Jumlahnya harus memadai. sel – sel tubuh terus bertumbuh.4. 2) Gizi kurang. Balita naik berat badannya bila : 1) Garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna. tetapi pindah ke pita warna dibawahnya.5 x tinggi badan lahir Umur 2 – 12 tahun = umur ( tahun ) x 6 + 77 5. Makanan sebagai bensin tubuh Makanan juga dibutuhkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti mandi. atau Garis pertumbuhannya naik. jika BB menurut umur > 80% standart WHO – NHCS. 2002)  Rumus Antropometri pada anak : ( Soetjiningsih : 1998). 3) Gizi buruk. juga berkebun.

sehingga harus langsung dirujuk ke Puskesmas/ Rumah Sakit. Indikator KMS bila berat badan balita tidak stabil e) Balita tumbuh baik bila: Garis berat badan anak naik setiap bulannya. 6.2. d) Berat badan balita tiga bulan berturut-turut tidak nail (3T). artinya balita mengalami gangguan pertumbuhan. Pengukuran status gizi dengan NCHS .4.Gambar 2. Indikator KMS bila balita tidak naik berat badannya Berat badan balita dibawah garis merah artinya pertumbuhan balita mengalami gangguan pertumbuhan dan perlu perhatian khusus. jika : Berat badannya selalu naik mengikuti salah satu pita warna atau pindah ke pita warna diatasnya. Gambar 2. f. sehingga harus langsung dirujuk ke Puskesmas/ Rumah Sakit. Balita sehat.

Jumlahnya harus memadai. Bagian tubuh yang rusak diganti. Mungkin juga banyak kehilangan darah sehingga makin lama sakit berlangsung. Selama orang juga kurang makan sehingga tubuh kekurangan berbagai zat makanan yang dibutuhkannya. degup jantung. makin banyak zat makanan yang harus ditambahkan. Nutrisi untuk pertumbuhan Dengan makanan bergizi. c. 3) Gizi buruk. Mungkin juga sebagian selnya mati. tubuh manusia tumbuh dan dipelihara. sel – sel tubuh terus bertumbuh. Makanan sebagai bensin tubuh Makanan juga dibutuhkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti mandi. Manfaat nutrisi a. Semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Untuk itu. jika berat badan menurut umur 61% sampai 80% standart WHO – NHCS.5 x tinggi badan lahir Umur 2 – 12 tahun = umur ( tahun ) x 6 + 77 7. 2001). Namun. 8. jika BB menurut umur > 80% standart WHO – NHCS. b. 1) Berat badan Umur 1 – 6 tahun = ( tahun ) x 2 + 8 2) Tinggi badan Umur 1 tahun = 1. Makanan sebagai suku cadang Makanan juga bermanfaat untuk memulihkan badan yang baru sembuh dari sakit. Selama sakit banyak bagian tubuh yang rusak.Kriteria keberhasilan nutrisi ditentukan oleh status gizi : 1) Gizi baik. Begitu juga untuk yang menjalani operasi atau yang baru melahirkan. serta tenaga memasak zat makanan dan memakainya. Dalam keadaan tidurpun tubuh tetap membutuhkan tenaga untuk bernafas.Contoh KMS . Sel-sel tubuh memasak dan mengolah zat makanan yang masak agar zat makanan dapat dipakai untuk pekerjaan tubuh. menyapu. juga berkebun. dan mutunya sesuai dengan kebutuhan sehari-hari (Nadesul. 2002) Rumus Antropometri pada anak : ( Soetjiningsih : 1998). setelah sakit kita perlu banyak makan makanan bergizi. 2) Gizi kurang. jika berat badan menurut umur ≤ 60% standart WHO – NHCS. ( Supariasa. Kulit dan rambut terus berganti. makanan perlu diatur agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Angka-angka yang terdapat pada ujung garis berat badan setiap kelompok usia dalam kilogram. d. Menghubungkan 2 titik di KMS Ada 2 pendapat: 1) Hanya dapat dihubungkan apabila bulan sebelumnya dating ke posyandu menimbang 2) Arah pertumbuhan/ trend dapat dihubungkan kapan saja. . ( kelebihan 1 minggu berarti maju ¼ kolom) Membuat Grafik 1. b. Garis berat badan. adalah garis-garis mendatar yang dimulai dari sumber berat badan. Kolom bulan. e.Kartu Menuju Sehat yang Dipakai di Indonesia Bagian-Bagian dari KMS (http://www.com) a.dkk-bpp. Garis usia. Beberapa kemungkinan dari hasil pencatatan berat badan balita pada KMS adalah sebagai berikut : a. yakni garis tipis dari atau kebawah dan terakhir pada kolom-kolom bernomor yang menyatakan usia balita dalam bulan. Tidak harus digaris tegak Titik garis berat badan jika umurnya tepat di tanggal lahir bulan itu. Grafik pertumbuhan anak tidak naik berkaitan dengan nafsu makan anak menurun karena sakit. Menurut Umur. Kolom –kolom ini disediakan untuk menuliskan nama-nama bulan secara berurutan sesudah bulan kelahiran. 9. atau karena ibunya sakit (pola asuh tidak baik). adalah kolom yang berada dibagian bawah KMS pada setiap kelompok usia. Sumber berat badan. garis tegak lurus yang terdapat pada sisi kiri setiap kelompok usia dalam KMS b. 1 titik BB di KMS). dibulatkan kebawah ( umur 2 bulan dan umur 2 bulan lebih 3 minggu ditempat yang sama). ( tiap kunjungan. c. Pertumbuhan balita yang baik apabila mengikuti arah lengkungan garis pada KMS. adalah kolom bulan yang terletak paling kiri dan bergaris tebal. Cara Mengisi KMS Identitas Mengisi Berat Badan Lahir Tanggal Lahir Mengisi bulan dalam KMS Memplot Berat Badan: BB diletakkan di garis tegak/ vertical Terdapat 2 variasi: Menurut bulan kunjungan. atau penyebab lain yang perlu digali dari ibu. 2. Kolom bulan lahir. Grafik pertumbuhan anak naik berkaitan dengan nafsu makan anak yang baik/ meningkat berarti ibu telah cukup memberi makanan dengan gizi seimbang. Kolom ini disediakan untuk diisi dengan bulan lahir balita serta tahunnya.

Dalam aplikasi dengan menggunakan KMS tumbuh normal jika grafik pertumbuhan berat badan anak sejajar dengan kurva baku. . 5 ARAH GARIS PERTUMBUHAN Tumbuh kejar atau Catch-Up Growth atau N1(arah garis pertumbuhan melebihi arah garis baku) Tumbuh normal atau N2(arah garis pertumbuhan sejajar atau berimpit dengan arah garis baku) Growth Faltering atai T1 (arah garis pertumbuhan kurang dari arah garis baku atau pertumbuhan kurang dari yang diharapkan) Flat-Growth atau T2 (arah garis pertumbuhan datar atau berat badan tetap) Loss of Growth atau T3 (arah garis pertumbuhan turun dari arah garis baku) b. Pengertian tumbuh normal Yaitu pertumbuhan normal jika berat badan dan panjang badan tumbuh pada persentil yang sama.a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful