Bagaimana Korelasi iman dan Amal Sholeh

Rasulullah bersabda :

1310 ‫) ص( نهّ ر سـٕل ـ‬: ٌ ‫ـًـ‬

‫ ـرٌ ف ـي شـر ـ كـ ٌ ـٕ ٌ ٔ نـ ـًـم‬, ‫ّ نهّ ـ ـ م‬ ًْ

“Iman dan amal itu bersaudara, mereka berserikat dalam satu ikatan/hubungan, Allah tidak menerima salah satu dari keduanya kecuali bersama saudaranya itu.”

‫ ) ص( ع ُّ ـ‬:

‫م‬

ٌ ً ‫ال‬

‫ عًم‬, ‫ال ٔ عًم‬

ًٌ

“Tidak diterima iman tanpa amal dan amal tanpa iman.”

Iman dan Amal Sholeh Yang Bagaimana ? Apa dan bagaimana implementasi Iman dan amal sholeh ?
Menurut Rasulullah SAW dalam banyak hadisnya, ternyata implementasi iman dan amal sholeh harus dihiasi dengan al-akhlak al-karimah, akhlak yang baik, baik dari segi ucapan maupun perbuatan. Beberapa contoh tentang implementasi iman dan amal sholeh :

A. Mencintai orang lain dan berkata baik 1364 ‫ ) ص( ع ُّ ـ‬: ‫ً ٌ ف م‬ ‫ عزٔجم نهّ ذك ر ف ي‬,ٌ ٔ ٌ ّ‫ نه‬, ٔ ّ‫ نه‬, ‫َ كن س ٔ ًم‬ ‫ي ن ه ُس‬ ‫ ن ُ ف سك‬, ِ‫ن ٓى ٔ كر‬ ِ‫ نُفسك ي كر‬, ٌ ٔ ‫ٔ ر ٕل‬ ً .

“Iman paling afdhal hendaknya engkau mencinta karena Allah, membenci karena Allah, engkau beramal dengan lisanmu dalam mengingat Allah, dan engkau mencintai manusia seperti engkau mencintai diri sendiri, engkau membenci mereka seperti engkau membenci diri sendiri, dan hendaknya engkau berkata yang baik atau engkau diam.” Kita harus sepakati bahwa bahasa lain tidak beriman adalah kafir. Jadi kalau ada redaksi bahasa tidak disebut beriman kepada Allah berarti sama saja orang tersebut kafir di hadapan Allah SWT. Karena secara bahasa “kafara” selain bermakna ingkar kepada Allah. Juga “kafara” berarti menutupi. Sehingga orang yang akhlaknya buruk kepada orang lain itu dapat disebut kafir karena dia menutupi kebaikan dan akhlak baiknya.

‫ ) ص( نهّ ر سٕل ـ‬: ٌ ‫نرجم‬ ٕ‫ س‬, ٌٕ‫ه ّ يع نس َّ ٔ ك‬

ٌٕ‫ك‬ ٕ‫ س‬,

ٔ

ُ‫ن س َ ّ يع ه ّ كٌٕ ي ي‬ ‫ن‬ ّ‫ عًهّ ٕن‬, ٍ‫ج رِ ٔ ي‬ ّ ٕ

dan juga lisan dengan hatinya sama. sehingga kita bukan tergolong orang kafir.” Demikian pembahasan sekilas tentang korelasi iman dan amal sholeh serta akhlak baik.” ‫ل‬ ٔ ‫هللا ر سٕل‬ ‫هلل‬ ( ‫هللا ص ه‬ ‫ر ٔ ن ٕو‬ ّ ‫)ٔ س هى ٔآن ّ ع ه‬: ٍ‫يٍ ك ٌ ي‬ ‫ ض فّ ف ه كرو‬.” B.” ٍ‫أ كى ي‬ ّ ًٌٕ‫ٔ ِ نس َّ يٍ نًسه‬ ٍ‫ي‬ ‫سهى يٍ ٔ نًسهى نُفسّ ي‬ ‫أ كى‬ ٍ‫شرِ ج رِ ي‬ “Tidak disebut beriman/kafir salah seorang diantaramu sehingga dia mencintai saudaranya seperti mencintai diri sendiri. tidak disebut beriman alias kafir salah seorang kalian sehingga tetangganya aman dari keburukannya. dan tetangganya aman dengan pemeliharaannya. sehingga hati dan lisannya sama. ٔ ٍ‫هلل آي‬ ٍ‫عر ٌ ٔأ ِٕ ك س ي‬ “Tidak beriman kepada Allah. tamu dll. Semoga kita semua tergolong orang beriman yang selalu beramal sholeh yang memiliki akhlak yang baik kepada orang lain.“Sesungguhnya seseorang tidak disebut mukmin. ‫ل‬ ٔ ‫)ٔ س هى ٔآن ّ ع ه ّ هللا ص ه ( هللا ر سٕل‬: ‫هلل آيٍ ي‬ ٍ‫ي‬ ‫ج ع ٔأ ِٕ ش ع‬. Mencintai orang lain dan tidak berbuat buruk kepada orang lain ‫ٔ ِ نس َّ يٍ نً يٌُٕ سهى يٍ نً يُ ٍ أكًم‬ “Orang mukmin yang paling sempurna adalah orang mukmin yang dimana mukmin lainnya selamat dari keburukan lisan dan tangannya. orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. siapa yang kenyang sementara saudaranya kelaparan. Peduli terhadap Orang Lain Seperti tetangga. . maka hendaklah berbuat baik kepada tetangganya” C. sedangkan saudaranya telanjang tak berpakaian. ٍ‫ج رِ فه س‬ “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah memuliakan tamunya. dan yang disebut muslim yang sesungguhnya adalah muslim yang dimana muslim lain selamat dari keburukan lisan dan tangannya. dan ucapannya tidak menyalahi amalnya. Tidak beriman kepada Allah siapa yang berpakaian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful