P. 1
Teori Belajar Motorik

Teori Belajar Motorik

|Views: 57|Likes:
Published by Bee Firer
belajar motorik
belajar motorik

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Bee Firer on Apr 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

Teori Belajar Motorik

A. Konsep dan Metode Pembelajaran Gerak Setiap manusia memiliki kemampuan belajar. Bayangkan jika kemampuan itu dihilangkan atau dikurangi, manusia akan tertinggal dalam segala hal dan mengalami banyak kekurangan dalam kemampuannya. Dengan demikian, kemampuan untuk belajar sangatlah penting untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sehingga dapat mempertahankan hidupnya. Pada zaman yang serba maju sekarang ini, kemampuan belajar itu menjadi lebih penting, karena begitu banyak kemampuan yang harus dimiliki. Bayangkan bagaimana jadinya jika manusia hanya di lengkapi oleh kemampuan yang dibawanya sejak lahir. Kita tidak akan bisa berbicara, menulis, apalagi melakukan kegiatan-kegiatan fisik yang kompleks yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pernahkah Anda membayangkan bagaimana kita belajar berbicara, belajar berjalan, serta belajar menguasai berbagai hal yang sekarang kita kuasai? Pernahkah Anda menghitung waktu yang dihabiskan untuk menguasai keterampilan-keterampilan tersebut? Pernah jugakah Anda mempertanyakan bagaimana kita mempelajari semua itu? Kondisi-kondisi apa yang harus disiapkan supaya pembelajaran yang kita lakukan memberikan hasil yang baik? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin jarang kita pertanyakan, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Wajar pengertian kita tentang hakikat belajar sangat terbatas. Apalagi jika dipertanyakan lebih jauh tentang proses apa yang sebenarnya terjadi dalam diri kita manakala kita belajar. Bahan pelatihan ini akan mencoba mengungkap pertanyaan-pertanyaan di atas, khususnya dikaitkan dengan pembelajaran gerak. Pengertian dalam bidang ini akan sangat berguna bagi guru pendidikan jasmani (penjas) dalam menciptakan proses pembelajaran gerak yang lebih baik. 1. Pengertian Belajar Gerak Konsep pembelajaran gerak merupakan dasar bagi pelaksanaan proses pembelajaran dan pelatihan gerak atau keterampilan gerak. Pengertian yang mantap dalam hal hakikat dan definisi pembelajaran gerak merupakan bantuan yang sangat berguna bagi guru penjas. Proses pembelajaran tampaknya terjadi setiap waktu. Hampir dalam segala aspek yang kita kuasai sekarang, semuanya terjadi karena proses belajar. Coba bayangkan kembali proses pembelajaran ketika mempelajari keterampilan mengendarai sepeda. Apakah Anda langsung dapat mengendarai sepeda ? Jawabannya adalah “tidak”. Ketika Anda belajar mengendarai sepeda waktu masih kecil atau pada saat sudah dewasa, kesulitan pasti timbul. Anda tidak otomatis dapat meluncur dengan mulus ketika pertama kali mencoba. Paling sedikit, keseimbangan akan terganggu, apalagi ketika Anda harus mengayuh pedal. Hanya setelah mencoba beberapa kali, bahkan ratusan kali, barulah kemampuan Anda terlihat nyata. Apa kesimpulan yang bisa kita tarik dari kasus pembelajaran di atas ? Minimal ada dua hal yang dapat ditarik sebagai kesimpulan : 3

4

Pertama, untuk menguasai sesuatu kita perlu mencapainya melalui proses belajar. Kedua, belajar merupakan proses yang memerlukan waktu, dan hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan. Ketika seseorang mempelajari keterampilan gerak, perubahan nyata yang terjadi adalah meningkatnya mutu keterampilan itu. Ini dapat diukur dengan beberapa cara, misalnya dengan melihat skor yang dihasilkan, atau dengan melihat keberhasilan melakukan gerak yang tadinya belum dikuasai. Tetapi yang terjadi sebenarnya bukan hanya itu, sebab ada perubahan tambahan atau pengalihan kemampuan yang mendasari penampilan pada penguasaan keterampilan yang baru. Perbaikan kemampuan inilah yang membuat penampilan betambah baik. Apakah semua keterampilan yang kita kuasai benar-benar hasil belajar? Bagaimana dengan keterampilan gerak yang kita kuasai sejak kecil? Jelas! kecuali gerakan refleks, semua gerakan manusia, termasuk berjalan, berlari, memegang, dan semua keterampilan lainnya adalah hasil belajar. Refleks adalah respons yang proses terjadinya tidak melalui pusat kesadaran. Kapan kita mempelajarinya? Tentu ketika kita masih kecil, sebagian bahkan dipelajari ketika kita masih bayi. Kemampuan-kemampuan yang dipelajari dimasa lalu dan sekarang, akan mempengaruhi keterampilan yang akan kita miliki di masa-masa mendatang. Berdasarkan beberapa penjelasan dan contoh di atas, maka pembelajaran gerak dapat didefinisikan sebagai berikut : Pembelajaran gerak adalah serangkaian proses yang berkaitan dengan latihan atau pembekalan pengalaman yang akan menyebabkan perubahan dalam kemampuan individu untuk bisa menampilkan gerak yang terampil Definisi di atas, mengandung 3 aspek penting yang harus dikemukakan sebagai berikut : a. Belajar dipengaruh latihan atau pengalaman Perkembangan kemampuan memang dapat terjadi tanpa berlatih. Kemampuan tersebut berkembang misalnya, karena pengaruh kematangan dan pertumbuhan. Perubahan kemampuan ini tentu akan miningkatkan keterampilan, namun hanya sampai pada batas minimal. Contoh sederhana kasus ini adalah keterampilan berlari. Tanpa berlatih dalam arti sebenarnya, kemampuan berlari tetap akan berkembang karena adanya pengaruh kematangan. Siapapun anak yang normal pasti akan dapat melakukan ini tanpa harus berlatih. Namun perlu dipertanyakan sampai di manakah tingkat keterampilan ini dapat berkembang jika tidak dilatih khusus. Perubahan keterampilan karena faktor kematangan, jelas tidak dapat dikatakan sebagai hasil belajar. Hal ini disebabkan perubahan tersebut bukan karena hasil latihan. Dalam definisi di atas dikatakan bahwa perubahan yang terjadi harus melibatkan adanya latihan atau pemberian pengalaman tertentu.

karena jika hanya berpedoman pada perubahan yang terjadi dalam penampilan bisa menyesatkan. sehingga bentuknya berubah dari bentuk semula. terjadi banyak perubahan dalam system saraf pusat. Ini perlu ditekankan. Pemantauan proses belajar dilakukan melalui perubahan yang terjadi dalam tingkat penampilan (performa) c. sehingga gerak yang ditampilkan tampak menjadi lebih baik. Banyak perubahan dalam penampilan yang terjadi oleh sebab lain. Apa yang bisa dilakukan adalah melihat perubahan-perubahan yang terjadi lewat penampilan geraknya. Ketika air itu dingin kembali. Perubahan tersebut terjadi karena penganyaman berbagai kemampuan dan pengalaman gerak dalam system memori otak. Konsekuensi lainnya adalah bahwa guru atau pelatih perlu mengetahui adanya perubahan itu dengan cara mengenali kemampuan belajar pada titik awal pembelajaran dan kemampuan yang dicapai. Perubahan yang terjadi relatif menetap Perubahan yang terjadi dalam penampilan dapat dianggap sebagai hasil belajar. Dengan demikian dapat diukur penambahan atau perubahannya. Prinsip 2 : Proses belajar terjadi di dalam system saraf pusat yang tidak nampak. Bukti ini hendaknya menuntun guru atau pelatih agar mampu memberikan pengalaman yang lebih berarti bagi orang sedang belajar. Anak tidak akan sampai pada keadaan “terampil” dan kemampuan yang mendasarinya tidak akan berkembang sempurna. Proses demikian umumnya tidak bisa langsung dapat diamati. wujudnya akan berubah kembali . Proses inilah yang biasanya memantapkan perubahan yang terjadi menjadi relatif menetap.5 Jadi membiarkan anak berkembang keterampilannya tanpa memberinya pengalaman yang berguna. Latihan menyebabkan adanya perubahan “papan panel” di dalam otak berbentuk perbaikan program gerak. Perubahan dalam diri individu dapat diibaratkan air dan telur. jika perubahan tersebut bersifat menetap. Prinsip 1 : Belajar gerak selalu melibatkan proses latihan yang relatif dirancang secara sengaja. sama halnya dengan tidak memberi kesempatan pada anak untuk belajar. Belajar tidak langsung dapat diamati Ketika latihan berlangsung. Air akan mendidih jika dipanaskan. b. Latihan adalah proses pengulangan memberi pengalaman coba dan gagal. Bukti adanya perubahan inilah yang harus dijadikan pegangan oleh guru atau pelatih bahwa belajar telah terjadi. yang sifatnya baik sementara maupun menetap.

apa yang harus disimpulkan jika pertambahan keterampilan pada satu pembelajaran terlihat nyata. Luarnya tetap sama. Ini diibaratkan anak memasuki kotak hitam. Ini harus dihindari. akan menyesatkan. menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kemajuan pembelajaran itu dapat diukur. Menyandarkan diri sepenuhnya pada perubahan keterampilan setiap kali pembelajaran. Hal itu meliputi hal-hal sebagai berikut : . Tidak ada ciri yang bisa menandai bahwa air itu pernah berubah. Proses belajar akan merubahnya menjadi orang yang berbeda. Orang yang melihat anak itu masuk ke kotak hitam semata-mata hanya dapat menduga apa yang terjadi di dalamnya. walaupun telur didinginkan kembali. Berbeda halnya dengan telur.6 menjadi air. tetapi hanya sesaat. dan keluar lagi dengan penampilan yang berbeda. kemampuan tetap akan melekat. Keterampilan bersepeda tidak akan hilang sampai kapanpun jika sebelumya sudah dikuasai dengan baik. Faktor penting yang perludiyakini di sini adalah latihan akan mempengaruhi penampilan secara menetap. Masih banyak contoh lain yang bisa dikemukakan. Misalnya. Prinsip 3 : Perubahan kemampuan hasil dari belajar bersifat menetap dan tidak mudah hilang. Sebab biasanya kesimpulan tersebut bisa menggiring guru atau anak pada rasa frustrasi. karena menganggap atau merasa tidak ada peningkatan kemampuan. Telur itu sudah berubah dari telur mentah menjadi telur matang. tetapi kemampuannya sudah berubah. sedang pada pembelajaran lain tidak terlihat ? Persoalan lainnya yang harus diperhatikan adalah bagaimana jika perilaku yang baru dikuasai itu hilang lagi pada masa-masa berikutnya ? Tidak ada seorang pun yang dapat memastikan apa yang terjadi dalam diri individu ketika ia belajar. Jalan yang dapat ditempuh untuk menghindari frustrasi adalah dengan mengetahui hakikat dan pola perkembangan hasil belajar. Guru dan murid bisa sampai pada kesimpulan yang keliru tentang hasil pembelajarannya. Orang yang belajar mengikuti perumpamaan telur di atas. 2. dalam kondisi apapun ia berada. Wujudnya sudah berubah total dari keadaannya semula. dan akan berguna ketika suatu waktu dibutuhkan. Mengukur Pembelajaran Gerak Pengertian bahwa proses pembelajaran dalam diri individu tidak dapat diamati. Kemanapun orang itu pergi. Perubahan itu bersifat menetap. Contoh paling nyata dalam kasus ini adalah keterampilan bersepeda yang telah kita singgung sebelumnya. Itulah ibarat orang yang berubah penampilannya. Telur akan matang jika direbus. Perubahan kemampuan itu akan menjadi ciri dari orang yang telah belajar.

misalnya dalam satu bulan atau satu caturwulan. Gejala ini nampak dalam proses latihan yang panjang dan dicirikan dengan adanya masa kemajuan anak yang tidak pernah beranjak atau mengalami kemandegan. . Kecenderungan lupa bisa hilang atau dapat melakukan lagi setelah beberapa kali percobaan. yang normal terjadi dalam proses latihan. Ini bisa terjadi karena faktor “lupa” dan proses penyesuaian di dalam pusat saraf. Setiap orang yang terlibat dalam proses latihan pasti akan mengalami gejala plateau. Dalam hal belajar hal yang perlu diperhatikan adalah gejala terjadinya lupa dan kemandegan peningkatan hasil belajar. sebaiknya jangan panik dan jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa anak tidak belajar atau tidak berbakat. Bahkan atlet top sekalipun. hasilnya akan menunjukkan garis menanjak jika yang dikumpulkan adalah nilai keberhasilan anak dalam melakukan tugasnya. Ketika gejala tersebut datang. Tingkat keterampilan yang sudah dicapai pada latihan sebelumnya kadang-kadang bisa hilang dimasa latihan berikutnya. Dan jumlah kesalahan yang dilakukan akan berkurang ketika anak semakin terlatih. Bila anak menemui gejala ini. Bila yang dicatat adalah jumlah kesalahan. gejala plateau terlihat dalam garis mendatar. Dalam grafik. Jumlah keberhasilan akan meningkat setiap kali anak melakukan latihan. Nilai keberhasilan Lama belajar Jumlah kesalahan Lama belajar Gambar Kurve hasil belajar gerak Itu semua berarti bahwa anak memang mengalami kemajuan.7 a. Keterampilan itu kembali akan membaik dan bertambah di saat-saat berikutnya. Naik Turunnya Perkembangan Belajar Hasil perkembangan belajar yang terlihat dari keterampilan anak dapat dikumpulkan dalam waktu yang cukup panjang. maka garis yang terbentuk akan menurun. Dalam bentuk grafik. mereka merasa prestasinya menurun dan tidak pernah membaik. Gejala kedua yang sering dipermasalahkan dalam proses latihan adalah apa yang lazim disebut plateau.

serta alat yang digunakan secara memadai. Cara ini akan meningkatkan penampilan secara sementara. guru penjas harus mengetahui beberapa pengaruh latihan terhadap hasil belajar. Guru boleh menyimpulkan bahwa perubahan keterampilan anak yang bersifat menetap merupakan ukuran keberhasilan pembelajaran. Kondisi baru ini bisa berupa beban kerja yang bertambah atau pola keterampilan anak akan bertambah. kemajuan yang diperoleh biasanya berlangsung pesat. Misalnya. kondisi latihan dapat pula menimbulkan perubahan yang sifatnya sementara. Pengaruh positif. Ini tentu menyangkut alokasi waktu. sehingga anak mampu meraih perubahan yang di inginkan. Di masa-masa awal latihan. Tugas guru penjas dalam proses pembelajaran adalah menemukan cara untuk menimbulkan kondisi latihan yang dapat merangsang perubahan yang sifatnya menetap. cara guru dalam memberikan instruksi dan dorongan yang dapat meningkatkan motivasi. Plateau ini akan kembali muncul ketika keterampilan akan bertambah. Kondisi tersebut harus diciptakan dalam setiap pelaksanaan pembelajaran. Hal Ini disebabkan karena adanya pengaruh . tempat. walaupun perubahan itu memang dirancang secara sengaja oleh guru. yaitu : Pengaruh yang relatif menetap sehingga disebut sebagai hasil belajar Pengaruh yang bersifat sementara. 2) Pengaruh latihan yang bersifat sementara Di samping menghasilkan perubahan yang menetap. Setelah itu kemajuan dapat dicapai dalam beberapa hari latihan. Mari kita simak kedua jenis pengaruh latihan tersebut sebagai berikut. Pengaruh positif berarti dapat meningkatkan penampilan. Pengaruh yang sifatnya sementara itu bisa positif bisa juga negatif. Keterampilan tersebut tidak akan hilang dalam beberapa hari bahkan beberapa tahun kemudian. Kondisi tersebut di antaranya adalah dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan gerak keterampilan yang dipelajari secara berulang-ulang.8 Apakah sebenarnya gejala plateau itu ? mengapa gejala ini selalu muncul pada proses pembelajaran gerak ? Beberapa ahli menyatakan bahwa plateau adalah proses penyesuaian sistem saraf dan sistem fisiologis di dalam tubuh dengan kondisi baru. b. Sedangkan perubahan keterampilan yang sifatnya sementara tidak bisa dijadikan ukuran. Sifat Pengaruh Latihan Karena pembelajaran harus melibatkan proses latihan. Ini merupakan gejala umum dalam setiap proses latihan. sedangkan pengaruh negatif menurunkan penampilan. bahkan ada pula yang harus diselesaikan dalam waktu tahunan. Karena itu pengaruh ini disebut pengaruh sementara. Perkembangan keterampilan biasanya menunjukkan pola yang khas. Pengaruh latihan dapat dikelompokan menjadi dua macam. Pengaruh ini menghasilkan perubahan yang menetap dalam diri anak sehingga dapat menampilkan keterampilan itu di masa berikutnya. sehingga dijadikan sebuah hukum latihan. 1) Pengaruh latihan yang menetap Pengaruh utama latihan adalah memantapkan keterampilan gerak agar menetap.

pemberian istirahat di antara kegiatan latihan akan menghindari kelelahan yang mengganggu. mampukah suatu keterampilan yang dipelajari di lapangan dialihkan ke situasi lain yang berbeda.9 motivasi yang dapat memberikan tenaga tambahan. Kondisi latihan bisa menyebabkan anak mengalami perubahan penampilan yang bersifat negatif. tingkat penampilannya pasti menurun. anak yang daya tahannya kurang akan mengalami kelelahan yang lebih cepat daripada anak yang daya tahanya baik. Keterampilan yang diperlihatkan setelah satu proses pembelajaran belum dapat dikatakan sebagai gambaran kemampuan anak yang sesungguhnya. Waktu pengukuran. Lebih baik pengukuran hasil belajar gerak dilakukan saat kondisi tubuh anak normal. anak menangkap sebagai rangsangan tambahan. Pengalihan Hasil Belajar dan Merancang Latihannya Salah satu teori penting dalam proses pembelajaran adalah pengalihan (transfer) hasil belajar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengukuran adalah sebagai berikut. Pertimbangan kedua yang harus diperhitungkan adalah kemampuan individual untuk mengatasi pengaruh sementara dari latihan. Namun demikian. jika hal ini terjadi secara berulang-ulang perubahannya akan bersifat menetap. Tetapi perubahan yang terjadi dengan cara seperti ini hanya bersifat sementara. Persoalannya adalah. dan tidak memberikan kemajuan apa-apa. apakah keterampilan memasukkan bola ke basket yang dilatih khusus di luar permainan dapat dialihkan . Misalnya. juga akan menyebabkan penampilan anak menurun. Aspek yang diukur. Karena itu kondisi latihan demikian perlu dihindarkan. Jika pengukuran dilakukan dalam keadaan siswa lelah. Sebagai contoh. tingkat kemajuan keterampilan anak akan terpengaruh. Pengaruh latihan terhadap anak yang satu akan berbeda dengan anak lainnya. Ketika anak merasa lelah. Karena itu sebaiknya guru menunda penilaian kemajuan anak setelah beberapa waktu lamanya. 3. Ketika guru memberi dorongan atau informasi tentang kemajuan belajar. Salah satu contoh adalah akibat kelelahan. Karena itu. artinya penampilannya menjadi menurun. Pengaruh Negatif. Mengukur kemajuan anak hendaknya tidak dikaitkan langsung dengan apa yang dipertunjukkan anak segera setelah proses pembelajaran selesai. kurang menarik. Contoh lain misalnya pemberian bantuan lewat kontak fisik atau secara verbal pada saat berlatih dapat juga meningkatkan penampilan. Kondisi latihan yang membosankan. 3) Memisahkan Pengaruh Menetap dan Sementara Apa perlunya guru penjas mengetahui seluruh gejala yang diuraikan di atas? keperluannya adalah agar guru dapat membedakan dan memisahkan perubahan yang terjadi pada diri anak untuk keperluan pengukuran kemajuan belajar. Ini merupakan persoalan klasik bukan hanya dalam pembelajaran pendidikan jasmani tetapi juga dalam pendidikan secara umum. Demikian juga dengan kondisi perasaan yang dihasilkan dari pujian dan penghargaan guru atau teman.

Pengalihan dekat. Misalnya keterampilan yang kompleks seperti lompat jauh. ini disebut pengalihan jauh. yaitu pengalihan dekat dan pengalihan jauh. Merancang Persiapan Pembelajaran Gerak Ketika kita melaksanakan tugas sebagai guru penjas atau pelatih. Pengalihan jauh. B. Ada dua cara yang bisa ditempuh dalam merancang latihan untuk pengalihan. metode apa yang harus dipilih. serta strategi apa yang harus diterapkan agar siswa dapat belajar dengan efektif. termasuk dapat dialihkan secara keseluruhan pada lompat jauh yang utuh. Kita kadang merasa sulit untuk menentukan porsi dan cara menyampaikan semua bahan yang telah kita persiapkan. keterampilan yang terpotong-potong ini harus diatur secara sistematis. dapat dipotong-potong menjadi bagian-bagian. Misalnya latihan tembakan bebas sebanyak mungkin dari berbagai arah dan jarak agar dapat diterapkan dalam permainan yang sebenarnya. Latihan yang demikian umumnya dinamakan pengalihan dekat. Yang pertama adalah menciptakan kondisi latihan semirip mungkin dengan kondisi yang akan dihadapi. sehingga pada saatnya mudah disatukan. . Salah satu aspek penting dalam proses latihan adalah sejauh mana latihan itu beralih pada situasi di luar latihan yang menyerupai latihan. aspek pengalihan menjadi faktor penting keberhasilan pembelajaran itu. Kesemua pertanyaan di atas tidak diragukan lagi merupakan persoalan semua guru Penjas. Pengalihan juga dapat terbantu dengan memodifikasi keterampilan menjadi lebih mudah untuk dilatih. Sebagai contoh. dalam suasana pembelajaran gerak. Hal ini mendukung prinsip latihan yang menyatakan bahwa perubahan menetap yang terjadi sebagai hasil belajar harus dapat digunakan pada saat diperlukan. Transfer merupakan aspek penting dalam pembelajaran. Suasana dan pengorganisasian latihan yang dirancang untuk memudahkan timbulnya kemampuan pengalihan belajar merupakan faktor penting. Latihan diarahkan sedemikian rupa supaya mirip dengan suasana permainan atau pertandingan yang sebenarnya. Dengan demikian. Jika guru penjas atau pelatih mengembangkan kemampuan gerak umum dengan maksud meningkatkan kemampuan yang khusus. pendidikan jasmani yang mengajarkan berbagai macam pola gerak dominan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berbagai macam permainan.10 dengan hasil yang sama ke dalam permainan sebenarnya ? Apakah kemahiran menari mendukung keterampilan mendribel bola basket ? Transfer atau pengalihan hasil belajar adalah peggunaan hasil belajar pada waktu lampau dalam mempelajari materi belajar berikutnya. Hal ini bisa dilaksanakan selama guru penjas memiliki dasar yang kuat dalam merancang proses latihan yang tepat. Namun begitu. sering kita dihadapkan pada pertanyaan. program apa yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Tahapan pembelajaran ini akan membantu dalam menentukan apa dan bagaimana tugas dapat diberikan. Ini semua merupakan tanda awal untuk peningkatan kemampuan di waktu berikutnya. demonstrasi. Contohnya. dan tahap otonom. Berdasarkan pengenalan siswa terhadap pengalaman gerak. 1. Tahap Gerak (Motor Stage) . banyak keterampilan mempunyai ciri gerak yang sama.11 Modul ini mencoba menyoroti masalah yang berkaitan dengan strategi dan persiapan pembelajaran gerak. tugas yang harus dipelajari oleh siswa benar-benar merupakan tugas baru. Pemahaman terhadap siswa diarahkan pada persoalan seberapa jauh siswa sudah mengenal keterampilan yang diajarkan. Untuk membantu anak dalam mempelajari hal baru. kasar. film. yaitu tahap pemahaman konsep gerak. b. guru Penjas perlu mengenal tahapan pembelajaran dalam hal gerak. belum pasti dan belum disertai saat gerak yang tepat (timing). di mana lengan harus disiapkan. pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi tiga tahapan. Karena itu. dan informasi lisan lainnya akan sangat berguna. tahap gerak. Misalnya pemberian penjelasan taktik permainan bersamaan dengan menguraikan teknik gerak akan mengacaukan perhatian siswa. Jangan terlalu dirisaukan jika penampilan pada tahap ini masih kelihatan kaku. Dalam tahap ini masalah yang dihadapi oleh anak adalah penguasaan informasi tentang cara melaksanakan tugas gerak. siswa biasanya akan banyak dipersulit oleh keputusan yang harus dibuat.. Instruksi. Tahapan Pemahaman Konsep Gerak (Kognitif) Dalam tahap ini. Berdasarkan pengalaman siswa tadi. Ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran sudah ditemukan oleh anak. Sebagai pemula. Misalnya. Untuk kepentingan perancangan tugas. penyampaian informasi tentang tugas yang dipelajari harus jelas. sehingga siswa mempunyai gambaran yang jelas. maka tingkat kemampuan siswa dapat dikelompokan berdasarkan tahapan pembelajaran. serta ke mana pandangan harus diarahkan. Kemukakan ciri dari keterampilan yang kira-kira sudah dipelajari siswa. a. Pertanyaan. tentang bagaimana berdiri dalam sikap yang baik. merupakan pertanyaanpertanyaan yang biasa muncul pada anak yang belajar keterampilan gerak yang baru dikenal. Pertambahan kemampuan dalam tahap ini biasanya sangat cepat. dsb. dan apa yang harus dilihat. sehingga menuntut banyak perhatian. Salah satu tujuan pengajaran adalah memungkinkan siswa mengalihkan informasi masa lalu ke tugas yang dihadapi. kapan melakukannya. cegahlah pemberian informasi yang terlalu banyak dan bersamaan. kapan gerak harus dimulai. Tahapan Pembelajaran Gerak Rancangan tugas pembelajaran gerak harus disesuaikan dengan siswa yang dilibatkan. Keterlibatan pikiran dalam proses belajar tahap ini masih cukup besar.

Dalam keterampilan yang memerlukan kecepatan gerak seperti bulutangkis. Masih banyak terjadi penambahan-penambahan dalam hal otomatisasi. Usaha fisik dan mental dalam menghasilkan keterampilan akan berkurang. anak mulai mambangun program gerak untuk menyelesaikan gerakan. secara bertahap siswa memasuki tahap otonom. sebab kemampuan siswa sudah sangat tinggi. Menurunnya tuntutan perhatian pada cara pelaksanaan gerak. Antisipasi berkembang dengan cepat. Siswa mulai menunjukkan sikap dan kontrol yang terjaga. c. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama daripada tahap pemahaman konsep gerak. Keyakinan diri dan kemampuan untuk menilai kesalahan diri lebih terkembangkan.12 Tahapan berikut dalam pembelajaran gerak adalah tahapan gerak atau tahapan asosiatif. Program gerak inilah yang mengontrol aksi seseorang ketika bergerak dalam waktu yang relatif lama. Efesiensi gerak mulai meningkat. Program gerak adalah suatu rangkaian mekanisme yang mengontrol terbentuknya gerak. Terjadinya tahap ini disebabkan oleh meningkatnya otomatisasi indera dalam menganalisis pola-pola lingkungan. siswa membangun cara untuk memanfaatkan respons yang menghasilkan umpan balik. Pemahaman menguasai bentuk dan urutan gerak diwujudkan dalam gerak tubuh. Tahap Otonomi Setelah banyak melakukan latihan. Dalam tahap ini. pelaku mulai dapat merasakan dan memahami kesalahannya sendiri. bentuk dan gaya kian ditingkatkan. Pelaku menemukan ciri lingkungan yang dapat dijadikan tanda-tanda untuk mengatur ketepatan waktu bergerak. Artinya siswa mungkin bisa tetap berada pada tahap gerak ini tanpa pernah meningkat ke tingkat berikutnya dalam beberapa lama. Dalam tahapan ini. Gerak yang dipelajari mulai ajeg. membebaskan siswa untuk menampilkan kegiatan kognitif tingkat tinggi. serta bagaimana si pelaku melakukannya. membuat gerak lebih halus dan tidak terburu-buru. Keajegan penampilan gerak secara terhadap meningkat. . Akan tetapi proses pembelajaran masih sangat jauh dari selesai. seperti keseimbangan dalam senam. pengeluaran energi makin berkurang sebagai akibat otot yang berfungsi semakin relevan dengan tugas gerak. beberapa bulan. Artinya pelaksanaan gerak tidak lagi dipikirkan dan dapat terjadi begitu ada rangsang. masalah-masalah pemahaman sudah terpecahkan. yang melibatkan perkembangan gerak otomatis. Barangkali beberapa minggu. atau bahkan lebih lama lagi. Sedangkan dalam gerakan yang lebih lambat. Ia mulai dapat memberikan perhatian pada detail gerakan. Apakah setiap siswa sudah pasti dapat memasuki tahap terakhir ini ? Teori mengatakan tidak selalu. Beberapa ahli menilai gejala ini dapat terjadi karena adanya program gerak yang sudah terbentuk. Di samping itu. Hal ini bergantung kepada tingkat dan kualitas latihan. Keputusan-keputusan tentang strategi permainan. sehingga fokusnya berpindah pada pengorganisasian pola gerak yang lebih efektif untuk meningkatkan aksi. tingkatan keterampilan naik dari tahap pemahaman tadi. dan pelibatan pikiran ketika bergerak semakin berkurang pula. Perkembangan penampilan memang berjalan lamban. disertai keyakinan yang meningkat.

2. serta faktor lainnya akan terus meningkat. Memperkenalkan keterampilan kepada siswa pada awal pembelajaran merupakan satu upaya untuk memotivasi siswa belajar. Seorang siswa yang tidak termotivasi tidak akan mau berlatih. Bagaimana Memotivasi Sering terjadi bahwa masalah motivasi diabaikan oleh para guru atau pelatih. bersama-sama oleh guru dan siswa. siswa yang termotivasi akan menghabiskan waktu dan usahanya untuk melakukan tugas yang diberikan. Menetapkan tujuan belajar. Pemberian Motivasi dan Instruksi Sebelum menentukan program pembelajaran. misalnya agar menjadi pemain yang baik dalam tim sekolah atau perkumpulan tertentu. a. atau oleh siswa sendiri. Pada kelas yang sedang belajar bola voli akan menyadarkan anak bahwa permainan bola voli ternyata menarik. Selain mengenai manfaat. Memotivasi siswa dapat dilakukan dengan cara memperkenalkan keterampilan dan menetapkan tujuan belajar. . dan irama gerak. sehingga mengarahkan pada pembelajaran yang lebih efektif. Agar tujuan tersebut tercapai. dan demonstrasi. Namun demikian. setiap guru harus menyadari bahwa tujuan yang ditetapkan dapat dicapai hanya melalui latihan dan usaha. Berjanji pada diri sendiri dalam menggapai suatu tujuan merupakan motivasi yang sungguh kuat. Mintalah siswa untuk mencoba menetapkan tujuan belajarnya sendiri. Ia akan berlatih lebih serius. upaya memperkenalkan keterampilan tadi harus dikaitkan dengan makna dan manfaat bagi siswa yang bersangkutan.13 Perkembangan gaya. Dengan kesadaran itu umumnya akan memberikan rangsangan motivasional pada anak untuk belajar dengan sungguhsungguh. akan meningkatkan motivasi anak. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang diminta menetapkan tujuan belajarnya sendiri. pemutaran film atau video pertandingan bola voli tingkat dunia. penjelasan tentang bagaimana keterampilan itu ditampilkan dalam tingkat yang sebenarnya. Sebagai contoh. bentuk. Para ahli sepakat bahwa memberikan penjelasan tentang manfaat suatu keterampilan. Memperkenalkan keterampilan. Cara lain untuk menumbuhkan motivasi adalah dengan cara menetapkan sasaran atau tujuan belajar. Hal itu meliputi pemberian motivasi. akan menjadikan siswa memiliki tujuan dan arah dalam belajar. Akibatnya hasil belajar tidak optimal. Sebaliknya. instruksi. Padahal motivasi akan menentukan bagaimana siswa menjalani proses pembelajaran. guru Penjas perlu memperhatikan beberapa faktor yang berhubungan dengan sesuatu yang harus dipersiapkan sebelum proses pembelajaran berlangsung. Penetapan sasaran atau tujuan belajar dapat dilakukan oleh guru. menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dari pada siswa yang hanya diminta melakukan sebaik-baiknya.

tujuan yang terlalu rendah dan mudah akan menurunkan motivasi. Sebaliknya. kemampuan ini akan memperjelas cara untuk mencapainya. video. Karena itu. Artinya berikanlah informasi yang paling cocok terlebih dahulu. dan pemberian demonstrasi adalah di antaranya. Informasi yang terlalu banyak akan segera terlupakan. c.  Hanya digunakan sebagai teknik pengalihan nilai pra-latihan. . Teori pengolahan informasi menyatakan bahwa informasi yang dapat ditangkap oleh sistem memory amat terbatas. sajian model. kemudian susulkan detilnya bersamaan dengan pelaksanaan latihan. Instruksi tersebut biasanya diucapkan (meskipun bisa juga dituliskan) dan memberikan informasi tentang aspek yang paling penting dari suatu keterampilan. dan  Menawarkan saran atau memperbaiki yang bersifat korektif pada penampilan yang bersangkutan. Tujuan utamanya adalah agar siswa mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang keterampilan yang akan dipelajari. instruksi yang diberikan haruslah singkat dan bersifat langsung. atau demonstrasi langsung. yaitu :  Memberikan instruksi dan arah seperlunya. Pemberian Instruksi Pemberian instruksi adalah salahsatu prosedur dalam setiap pengajaran. Karena itu. banyaknya pemberian instruksi haruslah diperhitungkan. Beberapa prosedur seperti pemberian instruksi. klip film. seperti gambar. Informasi dalam bentuk lisan kadang-kadang dibatasi oleh ketepatan dan kebenarannya. Di samping itu. Kesemua ketentuan ini akan sangat relevan terutama jika siswa yang dihadapi adalah siswa pemula. b. 1) Sajian model dan demonstrasi Media yang paling baik dalam pemberian instruksi pra-latihan adalah alatalat bantu visual.14 Tujuan yang terlalu tinggi dan tidak dapat dicapai justru akan meruntuhkan minat siswa yang bersangkutan. Tekankan pada satu atau dua konsep umum saja. STOP ! Pemberian instruksi perlu memperhatikan empat hal. Memberikan tugas Memberikan tugas pada anak merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh guru.  Mendorong siswa untuk memberikan respons pada tanda-tanda khusus. Membagi-bagi inormasi selama latihan berlangsung akan sangat berguna. Berikan instruksi yang bermakna dan menghubungkannya dengan sesuatu yang telah dipelajari oleh siswa.

serta memberikan gambaran ideal tentang usaha yang perlu dilakukan. dan demonstrasi dapat memberikan banyak informasi yang harus diperhatikan. Karenanya memberikan tanda-tanda yang tepat akan sangat baik manfaatnya agar siswa tidak kebanjiran informasi. Prosedur ini merupakan bagian dari upaya pembelajaran dan mengamati (observational learning). Misalnya guru berkata “jangan perhatikan kerasnya pukulan. Jumlah latihan . Guru menunjukkan hal-hal penting pada saat penampilan model. timbul dari mengamati dan meniru aksi orang lain. Dalam hal ini tidak perlu diperdebatkan apakah model yang tampil sebaiknya guru atau kawan siswa sendiri.15 Informasi tentang keterampilan melalui media tidak terbatas oleh penggunaan kata-kata. model. Demonstrasi dan modeling tidak efektif jika siswa sebagai pengamat tidak menaruh perhatian. Prosedur ini memungkinkan siswa memperoleh gambaran tentang bagaimana gerakan yang akan dipelajari. a. modeling dapat juga dilakukan bersamaan dengan pemberian instruksi. Di samping itu. 3) Demostrasi akan memberikan pengaruh yang lebih baik jika diulang lebih dari sekali. 4. dan selanjutnya dapat menampilkan atau melakukannya sendiri. kemudian mencoba merekam gambaran tersebut. Oleh karena itu. perhatikan bagaimana lengan bergerak !”. 4) Akan sangat membantu jika dapat menampilkan demonstrasi dalam bentuk film. Tidak dapat diragukan bahwa hasil pembelajaran. tetapi lebih baik dikuatkan oleh gambaran nyata tentang gerakan yang akan dipelajari. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam latihan adalah jumlah latihan dan kualitas latihan. Seperti juga instruksi. yang penting model tadi harus menampilkan gambaran dari keterampilan yang dimaksud. Siapapun yang tampil tidak menjadi masalah. Prinsip Dasar Latihan Dalam pelaksanaannya. Misalnya menekankan bagaimana tangan bergerak atau bagaimana kaki dikoordinasikan dengan tangan selama tahap tertentu dari gerak yang dipelajari. Pembelajaran mengamati berarti siswa menambah informasinya dengan hanya mengamati penampilan orang lain. latihan memerlukan pengolahan secara seksama. Cara ini hasilnya sangat efektif. terutama dalam latihan tahap-tahap awal. 2) Guru harus menyampaikan informasi sebanyak yang dapat diproses oleh kemampuan siswa. guru hendaknya berpedoman pada empat hal berikut ini : 1) Para siswa harus disadarkan agar mengamati contoh yang diberikan dengan perhatian penuh. siswa harus memberikan perhatian pada gerak yang ditampilkan. Sebagai pegangan untuk mengoptimalkan pemberian demonstrasi.

hasil yang dicapai. Siswa dituntun dengan berbagai cara memulai permulaan gerak. maka pada latihan berikutnya. Contohnya pada pembelajaran sepak bola atau menari. Ada bimbingan yang longgar. Kualitas latihan Selain jumlah latihan. Harapannya adalah. Semakin banyak latihan dilakukan. Dalam pengembangannya metode ini mempunyai beberapa tujuan. jumlah latihan harus melebihi tahap itu. Dengan kata lain. Penting bagi guru penjas untuk terampil mengorganisasi dan merancang kegiatan latihan secara efektif. Setiap bimbingan tentu hanya memberi siswa bantuan bersifat sementara selama proses latihan berlangsung. Misalnya pada saat membimbing siswa belajar berenang. tergantung dari pembelajarannya. Kondisi-kondisi seperti kesadaran belajar akan tujuan dan arah latihan. Hal itu ditentukan oleh jenis keterampilan serta siapa yang melakukannya. Tetapi jika tanpa memperhatikan kualitas latihan. Jumlah latihan menunjukan pada faktor waktu yang dihabiskan oleh siswa atau atlet. semakin besar kemungkinan keterampilan tingkat tinggi dapat dicapai. Seberapa banyak jumlah latihan yang ideal ? untuk menjawab pertanyaan ini memang tidak mudah. 1) Jenis belajar terbimbing Metode bimbingan terdiri atas beberapa jenis. c. siswa akan frustrasi dan bosan berlatih karena tidak melihat dan merasakan adanya kemajuan. yang hanya memberikan sedikit bantuan untuk tampil. Ada juga bimbingan yang ketat dan bersifat kontak langsung dengan siswa. Seorang siswa boleh saja mengeluarkan seluruh upaya dalam masa latihan yang panjang. Teknik bimbingan Teknik atau metode bimbingan adalah metode yang paling umum dalam latihan. Untuk mencapai kesuksesan dalam keterampilan gerak perlu memperbanyak atau memaksimalkan jumlah latihan. ketika bantuan . Penggunaan metode bimbingan amat penting terutama dalam cabangcabang olahraga yang berbahaya seperti senam atau renang. Para ahli sependapat. bahwa jumlah latihan ditentukan oleh adanya overlearning. serta motivasi belajar merupakan faktor-faktor yang menentukan kualitas latihan. harus ada pengulangan yang lebih dari jumlah yang minimal. Bantuan yang diberikan akan memperkecil timbulnya bahaya atau menghilangkan rasa takut. Yang paling utama adalah tujuan mengurangi kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa pola yang tepat sudah dilakukan. hal pokok lainnya dalam latihan adalah kualitas latihan. Pelatih hanya memberikan tanda-tanda yang berbentuk arahan ketika menolong siswa untuk mengerti tentang tugas yang dilakukan. Proses latihanlah yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam keterampilan.16 Sudah menjadi keyakinan bahwa variabel yang paling penting dalam belajar gerak adalah latihan. ketika target ideal pembelajaran tercapai. b. Maksudnya.

Tugas berbahaya. metode bagian. Bimbingan fisik. Penggunaan prosedur bimbingan perlu digunakan pada situasi yang berbahaya. yaitu untuk mengurangi rasa takut atau keraguan dari siswa. selanjutnya siswa mampu melakukan dengan lebih baik lagi. d.17 dihilangkan. lalu meminta siswa untuk . Bagaimana guru bisa mengajarkan keterampilan yang kompleks tersebut ? Apakah guru cukup memberi contoh seluruh gerakan. prosedur bimbingan dapat menjadi berguna. metode global bagian. Dalam hal ini. dapat mencegah terjadinya cedera. metode latihan padat dan terdistribusi. 2) Efektivitas metode latihan terbimbing Hasil penelitian menunjukan bahwa metode latihan terbimbing kurang mendukung tercapainya keterampilan. dan pada jenis keterampilan yang bagaimana metode ini baik di gunakan. Dari kenyataan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa metode latihan terbimbing mengandung unsur kekurangan atau kelemahan. ada beberapa metode latihan yang perlu dipahami oleh guru. seperti sabuk penopang yang sering digunakan oleh pesenam dalam mempelajari gerakan baru. metode progresif. Namun demikian bukan berarti bahwa latihan terbimbing tidak bisa lagi digunakan dalam proses latihan gerak. Keuntungannya tetap ada jika metode bimbingan ini diterapkan pada dua kondisi latihan seperti di bawah ini : Latihan dini. Ketika siswa sudah meningkat kemampuannya. Kepercayaan siswa bahwa dirinya tidak akan cedera dapat menambah keektifan konsentrasi terhadap pola gerak yang sedang dipelajari. lontar martil. Prosedur itu dapat membantu siswa dalam : (1) menangkap gambaran dasar dari suatu keterampilan. Selain metode bimbingan. maka guru atau pelatih harus memberikan bimbingan langsung pada saat-saat kritis. Siswa yang dibimbing secara berlebihan kurang mampu mempertahankan kemajuan setelah bimbingan dilepaskan. maka penampilan yang bagus karena adanya bimbingan praktis hilang. seperti misalnya lempar lembing. jika bimbingan yang diberikan pada waktu latihan sangat dominan. prosedur bimbingan mempunyai nilai manfaat lain. Beberapa penelitian mengenai metode ini telah memberikan gambaran yang jelas mengenai kapan. Dalam latihan yang sangat dini. tetapi ia masih tetap siap jika sewaktu-waktu bantuan diperlukan. bantuan guru dapat secara bertahap dikurang. atau rangkaian dalam senam. pada kondisi apa. Bimbingan dianggap efektif untuk menampilkan sesuatu jika bimbingan itu terus ada selama latihan. Hal ini menampilkan prinsip penting dari latihan terbimbing. ketika siswa sedang mengembangkan gagasan tugas gerak yang paling sederhana. (2) memberikan petunjuk umum tentang apa yang harus dilakukan. Jika alat yang diperlukan tidak tersedia. Metode Keseluruhan Vs Bagian Beberapa keterampilan terdiri dari beberapa gerakan yang sangat kompleks. dan (3) memberikan informasi tenang cara yang tepat untuk membuat upaya pertama. Jika bimbingan dihilangkan. yaitu : metode keseluruhan (global). Bimbingan harus segera dihentikan ketika siswa mulai dapat melakukan tugas secara mandiri.

Tahap ini diakhiri hingga semua siswa mempunyai gambaran yang jelas tentang kekurangan dan kelebihan mereka. maka semua siswa mencoba melakukan lompat jauh dari mulai awalan hingga mendarat. Apabila keterampilan yang dipelajari tersebut adalah lompat jauh gaya lenting. Siswa akan merasa dijejali terlalu banyak informasi jika harus mempelajari keterampilan demikian secara langsung. 2) Metode Bagian Metode bagian atau part method adalah suatu cara mengajar yang membagi keterampilan menjadi bagian-bagian. Demikian seterusnya hingga keterampilan yang bersangkutan dirasa sudah dicapai dengan baik. tahap ini sering digunakan guru untuk memberitahukan kesalahan-kesalalahan yang masih mereka buat. bagaimana melatihnya dan di mana siswa berlatih ? Untuk bisa menjawab semua pertanyaan di atas. atau hanya lembaran tugas. d) Percobaan : anak diberi kesempatan mencoba kembali dengan tujuan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang masih dibuat. e) Pemantapan : setelah beberapa kali terlibat dalam proses review dan percobaan ulang. yang kemudian dilakukan review kembali. Caranya dimulai dengan mengajarkan bagian-bagian terkecil dari suatu keterampilan dan pada akhirnya . 1) Metode Global Metode global atau keseluruhan adalah cara mengajar yang dilakukan dengan menampilkan keterampilan secara utuh. Pada intinya tahap ini memberikan gambaran utuh (keseluruhan) tentang ketrampilan yang akan dipelajari. Hal pertama yang dapat dibayangkan oleh kita adalah bagaimana anak mampu mengingat semua gerak tadi ? Hal kedua. demonstrasi langsung. c) Review : yaitu tahap dimana guru mengundang siswa untuk saling mengungkapkan masalah-masalah yang ditemukan selama percobaan. penayangan gambar atau foto. guru Penjas atau pelatih perlu mengetahui perbedaan serta penerapan metode bagian dan metode keseluruhan. Dalam pelaksanaannya. Percobaan kedua ini tetap dilakukan secara keseluruhan. Tahap ini bisa dilakukan dengan cara uraian lisan.18 berlatih ? Ataukah guru perlu memperlihatkan film tentang keterampilan dimaksud berulang-ulang ? Pasti sulit bagi guru untuk menampilkan semua aspek keterampilan tersebut sekaligus kepada siswa. b) Percobaan : yaitu tahap dimana semua siswa mencoba menguasai keterampilan yang dimaksud dengan cara melakukan sendiri secara utuh dari keseluruhan rangkaian keterampilan yang dipelajari. Pada tahap ini hendaknya guru sudah semakin spesifik dalam memberikan umpan balik yang berguna untuk memantapkan keterampilan. metode global ini mengikuti urutan sebagai berikut : a) Pembukaan : yaitu tahap memperkenalkan keterampilan yang akan dipelajari. maka siswa akan semakin mantap kemampuannya. Atau dalam kondisi kelas yang lebih bersifat satu arah.

c) Review : hingga tahap ini seluruh rangkaian yang ditempuh pada metode keseluruhan masih sama. kemampuan berikutnya yang dilatih adalah tolakan. Analisis ini bermanfaat juga untuk melatih anak dalam melihat bagaimana suatu keterampilan terbangun. sehingga setiap anak akan melihat kekurangannya masing-masing. review untuk metode campuran akan menekankan pada masalah-masalah yang dihadapi siswa sebagai suatu unit yang terpisah agar dapat dilatih secara terpisah pula. Pelaksanaan metode campuran adalah sebagai berikut : a) Pembukaan : sama seperti yang diuraikan dalam metode keseluruhan.19 digabungkan menjadi suatu keterampilan yang utuh. yang pertama kali dilatih adalah awalnnya. . b) Analisis : tahap untuk mengenali bagian-bagian yang membangun suatu keterampilan. setelah dirasa cukup. tahap ini adalah untuk memberikan pengertian yang utuh tentang materi atau keterampilan yang akan dipelajari. hingga semua bagian dikuasai. Demikian juga jika yang masih salah adalah cara mendarat. dan apa fungsi dari masing-masing bagian. Lebih khusus lagi. dengan menggabungkan kelebihan-kelebihan dari keduanya. Bedanya. 3) Metode global bagian Metode global bagian (whole-part method) adalah campuran dari kedua metode yang sudah dibahas di atas. Setelah awalan dikuasai. Pengkoreksian atau diskusi yang dilakukan dalam tahap ini lebih bersifat individual. bagaimana urutannya. c) Melatih : tahap berikutnya adalah melatih bagian-bagian secara berurutan. e) Sintesis : latihan bagian yang dilaksanakan di atas. maka yang akan ditekankan pada latihan ini adalah latihan awalan. Misalnya dalam lompat jauh. d) Sintesis : setelah setiap bagian yang membangun suatu keterampilan dapat dikuasai. namun biasanya untuk menyatukan ke dalam satu ketrampilan yang utuh bagi sebagian anak merupakan hal yang sulit terutama bagi anak yang mempunyai kemampuan dasar yang rendah. kemudian dilanjutkan dengan latihan keseluruhan. untuk memperlihatkan kepada siswa bagaimana keterampilan yang dimaksud terdiri dari bagianbagian yang digabungkan. maka yang dilatih oleh siswa adalah teknik mendarat. yaitu pelaksanaan praktek secara keseluruhan. Demikian terus. dengan pemberian umpan balik yang cukup pula. Dengan demikian tahapan pelaksanaannya adalah sebagian berikut : a) Pembukaan : sama seperti dalam tahap pengajaran metode keseluruhan. Meskipun setiap bagian telah dikuasai. d) Melatih bagian : kesalahan-kesalahan yang masih terjadi atau ditemukan dari tahap percobaan keseluruhan diminta untuk dilatih lagi oleh setiap siswa secara bagian. segera dilanjutkan dengan latihan keseluruhan lagi. Jika setiap kesalahan atau kelemahan sudah dapat diperbaiki maka segera anak mencoba lagi secara keseluruhan. b) Percobaan : sama seperti dalam pelaksanaan percobaan dalam metode keseluruhan. Misalnya jika anak yang bersangkutan lemah dalam awalan. Oleh karena itu pelaksanaan tahap ini memerlukan waktu yang cukup.

Tahap kedua. metode latihan yang dapat dipilih adalah latihan padat (massed practice) dan latihan terdistribusi (distributed practice) Latihan padat dicirikan dengan tidak adanya waktu istirahat di antara ulangan. Sedangkan dengan latihan terdistribusi tugas tersebut diselesaikan dengan cara membaginya menjadi beberapa bagian. kemudian kembali ke latihan bagian dan seterusnya. Semakin lama tahapan latihan semakin lengkap. Setiap bagian akan diselingi istirahat. 4) Metode Progresif Metode progresif (progressive method) adalah cara mengajar yang memecah bahan latihan atau keterampilan dalam beberapa bagian. yang menunjukan pola gerak yang kompleksitasnya semakin meningkat. Perlu ditekankan bahwa pemisahan keterampilan menjadi bagian-bagian pada metode ini berbeda sifatnya dengan metode bagian sebelumnya. e) Tahap terakhir. bagian satu dan bagian dua tadi ditambah lagi dengan bagian tiga. . Inti itulah yang kemudian dijadikan bagian pertama. Metode Latihan Padat Dan Terdistribusi Dikaitkan dengan penggunaan waktu dalam proses latihan. Demikian seterusnya hingga seluruh bagian yang tersisa akhirnya dapat dipelajari secara keseluruhan. sikap melenting di udara dianggap sebagai intinya. meminta anak menolak dari bangku dan melenting sebelum mendarat. e. d) Tahap keempat. tugas itu akan diselesaikan tanpa istirahat. Yang harus dilakukan adalah mencoba menentukan inti (core) dari keterampilan yang bersangkutan. jarak. Coba lihat misalnya tahapan pelaksanaan mengajar lompat jauh berikut ini: a) Tahap peratma : meminta anak untuk melatih posisi melenting dengan cara melompat dari bangku yang disediakan di pinggir bak lompat dengan dua kaki b) Tahap kedua. metode progresif ini mengikuti jalur sebagai berikut. latihan hanya melibatkan satu bagian dari suatu keterampilan. Tahap kesatu. Tahap ketiga. Artinya tahap pertama mengandung bagian yang lebih kecil dari pada tahap berikutnya. sehingga menampilkan latihan pola gerak yang lebih panjang. dan kecapatan yang sebenarnya. bagian pertama tadi digabung dengan bagian kedua. pelaksanaan lompat jauh dengan awalan. Pada prinsipnya. Dalam mengajar lompat jauh gaya lenting misalnya. jika tugas latihan adalah lari 30 menit.20 f) Pemantapan : tahap pemantapan dilakukan berganti-ganti antara latihan bagian ke latihan keseluruhan. Yang harus dilakukan berikutnya adalah menentukan tahapan-tahapan latihan yang disusun secara progresif. sementara kaki yang satu berada di tanah dan kemudian melenting dan mendarat c) Tahap ketiga. meminta anak menolak dari bangku dengan satu kaki (kaki terkuat). tetapi diawali dengan 3 langkah lari. mengulang tahapan sebelumnya dengan awalan yang lebih panjang. Misalnya.

C. Anda disarankan menekuni bagian B materi pelatihan ini sebelum beranjak ke bagian C. Dalam pengaturan latihan yang baik. guru harus mengalokasikan waktu yang cukup bagi anak-anak. Akibatnya. Patokannya adalah. Pemberian umpan balik yang tepat berperan sebagai unsur pengukuh. akan menurunkan penampilan pada ulangan penampilan seri latihan berikutnya dan mungkin malah menggangu proses belajar. Umpan balik diakui terkait langsung dengan penciptaan kualitas latihan seperti disingung dalam bagian B. kemampuan guru dalam hal ini amat diperlukan. a. sedangkan latihan terdistribusi mempunyai istirahat lebih panjang diantara waktu-waktu latihan atau ulangan. latihan terpusat dan acak. baik dalam proses pembelajaran gerak di sekolah maupun dalam pelatihan olahraga prestasi. Melatih Tugas Jamak Anggaplah Anda sebagai guru atau pelatih bermaksud mengajarkan beberapa keterampilan sekaligus dalam satu minggu atau satu pertemuan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Perbedaan nyata dari kedua latihan tersebut adalah pengaruh rasa capai terlebih pada metode padat. Pengaturan Latihan Dan Pemberian Umpan Balik Persoalan yang sering dipertanyakan dalam praktik latihan. Untuk tujuan meningkatkan keterampilan. Bagian ini membahas secara sederhana bagaimana pengaturan latihan dan pemberian umpan balik dapat dilaksanakan. Persoalan berikut yang juga penting adalah kemampuan guru dalam memberikan umpan balik. Mengingat jumlah dan kualitas latihan amat ditentukan oleh kemampuan pengaturan kelas dan proses latihan. yang fungsinya memberikan informasi yang tepat tentang apa yang telah diperbuat dan yang harus diperbuat. Karenanya memilih bentuk pengaturan latihan yang tepat memastikan pencapaian hasil yang dapat dipertanggung jawabkan. Ada beberapa bentuk pengaturan latihan yang penting yaitu : melatih tugas jamak.21 Tidak selamanya kedua metode tadi dapat dibedakan secara tegas. 1. agar tidak terjadi salah pengertian dan mempertukarkan dengan pengertian metode latihan. sehingga jumlah latihan memenuhi syarat yang diperlukan. adalah mutu hasil belajar dan latihan yang masih rendah. Pengaturan latihan yang Anda pelajari berikut ini merupakan hal yang baru dalam wacana pelatihan dan pembelajaran. latihan padat biasanya mengurangi waktu istirahat di antara latihan atau ulangan. Karena itu. Jumlah latihan dan kualitas latihan menjadi masalah sentral dalam menciptakan latihan yang efektif. serta faktor yang mendasari keduanya. latihan terdistribusi dinilai lebih efektif. Pengaturan Latihan Terdapat banyak bentuk pengaturan latihan. Hal ini sebenarnya bertalian erat dengan jumlah curahan waktu aktif belajar atau berlatih yang tersedia bagi anak-anak kurang. Kemampuan guru atau pelatih dalam mengatur latihan amat menentukan jumlah curahan waktu aktif belajar. . dan melatih tugas tunggal.

melatih satu keterampilan berulang-ulang tanpa terganggu kegiatan lain. Cara ini dianggap khas karena memungkinkan siswa berlatih secara terfokus. yaitu selesaikan satu hal dahulu sebelum berpindah ke hal lain. Siswa seolah berputar untuk . Sekarang bandingkan dengan cara latihan acak yang dipilih guru lain seperti digambarkan dalam ilustrasi berikut : Ibu Ani mengatur latihan secara berbeda. Ia meminta siswa agar melakukan latihan ketiga keterampilan tadi secara sekaligus dengan cara selang seling. dan pukulan cop (dropshort) dalam bulutangkis. Latihan terpusat merupakan cara yang lazim dipilih. Jumlah pukulan secara keseluruhan dari tiap keterampilan adalah 50 kali. Sama dengan jumlah yang harus dilakukan siswa Pak Ahmad. Setiap keterampilan dilakukan lain. anak tersebut langsung melakukan smes. Bisakah Anda membayangkan bagaimana latihan terpusat dilaksanakan ? Ini mudah karena sesuai dengan cara umum dalam menyusun jadwal. 1) Latihan Terpusat dan Acak Pengaturan latihan terpusat digambarkan dengan ilustrasi sebagai berikut : Pak Ahmad mengambil keputusan untuk melatih ketiga keterampilan yang disebutkan di atas dengan cara menyuruh siswanya melatih keterampilan servis (tugas A) dulu. Bagaimana Anda mengatur latihan agar ketiga dasar tadi dilakukan para siswa ? Apakah Anda akan mengatur ketiga keterampilan itu dilatihkan secara berurutan satu persatu ? Ataukah Anda akan mengaturnya secara acak tanpa memperhatikan urutannya ? Ataukah Anda akan membiarkan siswa memilih sendiri dengan resiko ada keterampilan yang kurang mendapat tekanan? Dua cara pengaturan latihan yang lazim dilakukan untuk tugas jamak (lebih dari satu tugas gerak) adalah pengaturan latihan terpusat (blocked practice) dan latihan acak (random practice). tanpa dipisahkan oleh jenis keterampilannya. Cara ini tampak masuk akal karena dianggap memungkinkan anak untuk berkosentrasi penuh dan meghaluskan geraknya. Dengan demikian siswa terpusat pada satu tugas sebelum berpindah ke tugas lain.22 Keterampilan yang dimaksud misalnya. Setelah tugas A diselesaikan. Setelah itu baru berpindah ke latihan keterampilan pukulan cop (tugas C) juga dengan jumlah pengulangan yang sama. Setelah anak memukul servis satu kali. menyerupai sebuah putaran dalam lingkaran. latihan acak menghendaki siswa melakukan berbagai keterampilan itu dalam satu waktu yang bersamaan. yaitu 50 kali. teknik servis. teknik smes. Anak disuruh menyelesaikan latihan tugas A sebanyak 50 kali. Seperti dapat terlihat pada dua ilustrasi di atas. anak baru diminta untuk melatih keterampilan smes (tugas B) jumlah pengulangan sama. kemudian melakukan pukulan cop dan kembali melakukan servis lagi.

manakah menurut Anda latihan yang lebih efektif ? Cara latihan manakah yang telah membuat siswa lebih “belajar” ? Sebagai guru tentu kita harus bijaksana melihat persoalan tersebut. Untuk memberikan gambaran hasil penelitian yang paling lengkap. menurut Anda. keterampilan siswa Ibu Ani ternyata lebih unggul dalam segala hal. “Pengaturan latihan manakah menurut Anda yang paling baik pengaruhnya terhadap peningkatan keterampilan anak ? Siswa siapakah yang lebih baik penampilannya dalam ketiga keterampilan diatas. bukan berarti bahwa Anda harus membuang cara latihan terpusat. anak dari kelompok terpusat ternyata dilampaui kemampuannya oleh anak kelompok acak. Ini karena hasil penelitian tersebut bertentangan dengan apa yang kita percayai selama ini. Namun demikian. Latihan acak ternyata memberikan hasil yang lebih baik daripada latihan terpusat. Latihan acak menyebabkan anak memiliki kemampuan untuk mengalihkan (transfer) keterampilan anak kepada keadaan lain. Kesimpulan pertama menunjukkan bahwa pengaturan latihan terpusat mampu meningkatkan keterampilan anak lebih pesat daripada latihan acak jika tes langsung dilaksanakan pada saat latihan. Keunggulan yang diperlihatkan oleh latihan acak hanya sekedar dorongan bahwa latihan acak jangan sampai diabaikan.23 melakukan semua keterampilan dengan cara acak. Dengan dasar pemikiran tersebut. Menurut arti belajar yang dibahas dalam bagian A. baik dengan tes acak maupun dengan tes terpusat. apakah siswa Pak Ahmad atau siswa Ibu Ani ? Kesimpulan penelitian tentang persoalan di atas ternyata cukup mengejutkan. sehingga anak tidak melakukan tugas yang sama dua kali berturut-turut. Jika ditanyakan pada Anda. perlu dikemukakan bagaimana kesimpulan tersebut bisa ditarik. Kedua : ketika kemampuan mereka diukur jauh setelah proses latihan selesai. kesimpulan apakah yang harus dibuat ? Benarkah siswa Ibu Ani lebih unggul keterampilannya daripada siswa Pak Ahmad ? Mengapa hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa latihan acak lebih unggul dari latihan terpusat ? Kita kembalikan kepada arti belajar. Dalam hal ini. Anak memiliki keterampilan yang lebih menetap. perubahan keterampilan yang terjadi harus bersifat menetap dan mampu dialihkan kepada situasi dan waktu lain. Tampaknya hasil penelitian membingungkan kita sebagai guru. Marilah kita anggap bahwa siswa Pak Ahmad dan Ibu Ani dalam contoh di atas sebagai kelompok penelitian yang diperbandingkan. Dari dua kelompok penelitian di atas dihasilkan beberapa kesimpulan : Pertama : dari segi penguasaan gerak ketika diukur segera setelah selesai proses latihan. siswa Pak Ahmad ternyata lebih unggul. Jadi pengetahuan latihan . Ini menujukan bahwa pembelajaran dengan latihan acak sebenarnya lebih unggul daripada latihan terpusat. ketika di tes beberapa waktu kemudian. Keterampilan mereka lebih menonjol dari keterampilan siswa Ibu Ani dalam segala hal.

proses pengingat ini tidak pernah terjadi sehingga berlangsung monoton. Menurut hipotesis ini. barulah latihan acak bisa diterapkan. latihan hendaknya diatur lewat latihan terpusat. Para ahli menyebutkan beberapa alasan di balik keunggulan latihan acak. Untuk anak yang masih berbeda dalam tahap penguasaan konsep gerak (lihat bagian B). adanya gejala lupa yang wajar timbul dalam proses latihan. Pengalaman ini tidak akan ditemui anak jika diatur lewat latihan acak. Setelah tahap ini terlewati. Kedua. 3) Implikasi Praktis Latihan Acak Keunggulan latihan acak hendaknya tidak disalah artikan dengan menyimpulkan bahwa pembelajaran gerak yang efektif adalah menyuruh anak bermain langsung. Di samping itu ada keterangan. 2) Keunggulan Latihan Acak Mengapa latihan acak lebih unggul dari latihan terpusat ? Tentu ada alasan logisnya. meningkatnya keberbedaan dan kebermaknaan ini menghasilkan ingatan yang lebih tahan lama. Alasannya adalah anak memerlukan pengalaman sukses walau hanya sekali-sekali. dari segi kebermaknaan. baik dalam tes yang bersifat acak maupun bersifat terpusat. Contoh yang paling tepat untuk menggambarkan pelaksanaan latihan acak adalah yang lazim disebut latihan jalur halang rintang.24 acak sebagai dari latihan terpusat yang selama ini sudah dikenal luas. Dengan latihan terpusat gejala lupa akan muncul manakala keterampilan yang sudah dipelajari tertindih oleh keterampilan lain yang baru.  Manfaat latihan acak terbukti lebih baik dalam tes yang ditunda dibanding latihan terpusat. latihan acak seolah menampilkan tugas yang berbeda dari sebelumnya. . sehingga dapat disimpulkan lebih sesuai dengan tuntutan belajar. bahwa latihan acak hanya efektif untuk anak yang sudah mencapai tahap pembelajaran gerak dimana tahap penguasaan konsep telah dilewati. Sedangkan dalam latihan acak. Baru mencoba sekali. Keberbedaan ini untuk sistem memori dianggap lebih bermakna karena selalu merangsang pikiran sebelumnya. gejala lupa tadi seolah terus dikikis oleh pengulangan yang berkali-kali dilakukan secara selang seling. STOP ! Hal-hal penting yang harus Anda ketahui  Latihan terpusat dapat meningkatkan performa anak pada saat proses latihan berlangsung  Latihan acak dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengalihkan keterampilan kepada kondisi dan waktu lain. sudah berpindah ke gerak atau tugas baru. yaitu : Pertama. Dalam latihan terpusat.

atau lazim disebut variable practice. Jika mungkin diupayakan agar dalam latihan anak mengalami berbagai kondisi yang terjadi dalam keadaan sebenarnya. terutama banyak dipopulerkan oleh teori pengolahan informasi. misalnya dalam bulutangkis atau permainan lain. Ketika anak dihadapkan pada pembelajaran suatu jenis gerak. latihan terpusat untuk tugas tunggal dipandang kurang efektif. biasakan penggunaan latihan acak dengan melibatkan beberapa tugas latihan dalam satu pertemuan. Sebelumnya. dinyatakan kurang efektif dan sebaiknya tidak selalu digunakan. atau pengulangan yang sama dalam jangka waktu tertentu.  Ketika keterampilan sudah semakin dikuasai. Latihan yang bervariasi pada dasarnya melatih banyak kemungkinan dalam variasi gerak. Hampir sama seperti dalam latihan untuk tugas jamak. variasikan pengaturan latihan dengan pengaturan acak  Jika patokan atau tujuan akhir pembelajaran bersifat acak. anak harus diberi variasi sebanyak mungkin ketika sedang mempelajari salah satu teknik dasarnya. Keterampilan apapun yang dipelajari dilakukan dalam kondisi yang bervariasi sehingga meningkatkan kemampuan pengalihan dan penggunaannya di masa-masa yang berbeda. Melatih Tugas Tunggal Di bagian sebelumnya sudah dibahas pengaturan latihan untuk tugas yang jamak. apa yang diperlukan oleh siswa yang belajar .  Drill. aturlah latihan secara terpusat untuk meningkatkan keterampilan dengan cepat dan memberi pengalaman sukses. latihanya harus dirancang agar bervariasi.  Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan jika pada masa-masa awal penggunaan latihan acak prestasi anak terlihat menurun. Misalnya dalam latihan smes. harus melatih smes dengan ketinggian dan arah bola yang berbedabeda. Bagaimana pengaturan latihan dapat dilaksanakan bila tugas latihan hanya satu atau tunggal ? Apakah prinsip pengacakan masih berlaku ? Atau lebih baik mengambil latihan terpusat. PENERAPAN PRAKTIS  Pada tahap awal pembelajaran gerak. Itulah inti dari latihan bervariasi. Jenis dan Fungsi Umpan Balik Istilah umpan balik dianggap penting setelah populernya aliran kognitif dalam mengembangkan teori belajar. 2.25 b. bagaimanakah pengaturan latihan yang tepat jika tugas yang dipelajari hanya satu ? Cara yang bisa ditempuh adalah dengan pengaturan latihan yang bervariasi. jangan terlalu banyak menggunakan pengaturan latihan terpusat.  Dalam pelajaran penjas. Contohnya jika anak diharapkan mampu bermain baik dalam permainan bulutangkis yang memiliki variasi gerak. Pertanyaannya adalah.

a. Ada dua jenis umpan balik ekstrinsik. Umpan balik ekstrinsik Umpan balik ekstrinsik sering juga disebut umpan balik tambahan atau dari luar. seperti suara guru yang memberikan koreksi. umpan balik bersifat netral. ia mendengar bunyi saat raket kontak dengan bola. Informasi yang datang kepada pelaku biasanya datang dari luar dirinya melalui alat buatan. tidak otomatis bahwa . Itulah yang disebut umpan balik intrinsik. Karena itu. atau contoh lainnya. 1) Pengetahuan hasil. Pada saat gerak itu berakhir. atau bisa juga disebut umpan balik dari dalam diri orang itu sendiri. umpan balik ekstrinsik merupakan masukan tambahan dari umpan balik intrinsik yang secara alamiah sudah bisa ditangkap oleh anak. Umpan balik instrinsik. oleh aliran Behavioris dinamakan hadiah atau sesuatu yang menimbulkan reinforcement. Ini bisa dicontohkan dengan aksi ketika seseorang melakukan pukulan tenis. Jika geraknya salah. Ketika seorang petenis mengayunkan raket untuk memukul bola. yaitu umpan balik intrinsik dan umpan balik ekstrinsik. lengan dan bahu bergerak. ia melihat raket mengayun. maka anak dapat memelihara pola gerak yang benar untuk ditingkatkan Umpan balik secara umum dapat digolongkan ke dalam dua jenis. lebih sering istilah umpan balik sendiri sudah langsung menunjuk pada umpan balik ekstrinsik. Dengan demikian.26 atau berlatih. Umpan balik diperlukan oleh anak yang sedang belajar gerak. karena kehadirannya dapat mengukuhkan perilaku atau gerak yang sedang dilakukan. umpan balik harus diberikan agar anak segera mengubah geraknya. Umpan balik instrinsik adalah informasi yang diperoleh sebagai akibat melakukan aksi tertentu. Jika seseorang terus berlatih tanpa henti. b. Artinya. tetapi bisa juga menunjukkan pada sesuatu yang benar. bukan hanya menunjukkan sesuatu yang salah. Umpan balik (feedback) diartikan sebagai informasi yang disampaikan kepada siswa berkaitan dengan tugas gerak yang dilakukannya. dsb. hanya dari merasakan kesemua keadaan tadi. nilai yang diberikan. jika anda mendengar istilah umpan balik dalam modul ini atau modul-modul lainnya. menendang bola. ia akan merasakan bagaimana panggul. ukuran hasil dari gerakan pelaku. Pada dasarnya. yaitu pengetahuan hasil dan pengetahuan performa. orang itu akan merasakan bahwa pukulan benar atau salah. Sering diungkapkan bahwa “latihan sendiri tidak membuat sempurna” ini adalah ungkapan yang menyatakan bahwa kualitas latihan amat menentukan. Sebaliknya. yang dimaksud adalah umpan balik yang harus diberikan oleh guru. Hal ini dilakukan dengan anggapan bahwa umpan balik instrinsik belum cukup memberikan pengaruh pada siswa yang sedang berlatih. jika gerak benar.

dapat juga mengatakan. Orang itu bisa saja masih banyak melakukan kesalahan teknik karena tidak pernah mendapatkan umpan balik yang benar. maka guru sedang menerapkan umpan balik yang berjenis pengetahuan performa. dan segera dilakukan beberapa penyesuaian pada gerak berikutnya. atau tentang sesuatu di luar itu. Luruskan “ atau. Pada dasarnya umpan balik ini bersifat pemberitahuan hasil yang dicapai oleh seorang anak. Di samping guru menyebutkan hasil sebagai sebuah koreksi. “Kakinya terlalu bengkok. Pengetahuan performa dibedakan dari pengetahuan hasil didasarkan pada apa yang disampaikan guru. Guru dapat mencampurkan penggunaan dari keduanya. Cobalah simak perbedaan antara pengetahuan hasil (PH) dan pengetahuan performa (PP) berikut ini. Atau. Karena itulah umpan balik ini disebut pengetahuan hasil. Umpan balik dianggap sangat menentukan kualitas latihan. Guru cukup mengatakan : “bolanya meleset sedikit ke kiri”. tujuh“ Ini dikatakan dengan anggapan bahwa siswa mengetahui skala penilaian yang digunakan adalah skala 1 hingga sepuluh. sehingga bola jatuh duluan”. Pada pelaksanaannya. Bagaiamana guru dapat menerapkan pemberian umpan balik dalam katagori ini ? Guru harus dapat memberikan informasi kepada siswa tentang hasil dari usaha gerak siswa itu. Contoh dari pengetahuan performa diantaranya dicirikan dari perkataan guru seperti. Perbedaan PH dan PP Pengetahuan Hasil Persamaan Lisan atau diomongkan Ekstrinsik Diberikan setelah gerakan selesai Lisan atau diomongkan Ekstrinsik Diberikan setelah gerakan selesai Perbedaan Informasi tentang hasil dikaitkan dengan tujuan di lingkungan Informasi tentang skor atau target Informasi tentang gerak atau tubuh Pengetahuan Performa Informasi tentang alur atau kesadaran tubuh . guru pun langsung menyebutkan tentang gerakan tubuh siswa. 2) Pengetahuan performa. apakah tentang tubuh atau gerak siswa. ia akan segera mengetahui hasil itu. Ketika anak diberitahu hasil geraknya. “Nilai guling depanmu. Jika ini yang dilakukan. antara pengetahuan hasil dan pengetahuan performa tidak dapat dipisahkan. “Gerakan tanganmu terlalu lambat.27 keterampilan bisa sempurna.

merupakan hal penting bagi terjadinya pembelajaran. umpan balik tidak terlalu penting dan harus diusahakan tidak berlebih. PENERAPAN PRAKTIS    Nyatakan tujuan gerakan dengan jelas di awal latihan sehingga umpan balik dapat memberi petunjuk bagaimana memperbaiki keselahan. 3) Informasi tentang kesalahan. . Di dalam tugas yang memungkinkan siswa mengetahui kesalahan sendiri. 2) Umpan balik ekstrinsik dalam bentuk PH akan mempercepat pembelajaran dan pemantapannya.28 Beberapa hal mengenai pengetahuan hasil dapat dirangkum sebagai berikut : 1) Jika siswa mempunyai pengetahuan tentang kesalahannya sendiri tidak akan terjadi pemebelajaran. baik ekstrinsik maupun intrinsik. Buat penilaian apakah siswa dapat mengetahui kesalahan sendiri ? Jika tidak berikan umpan balik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->