MODUL PENELITIAN TINDAKAN KELAS OLEH: DRS. SUNYONO, M.Si.

PENDAHULUAN
1.1 Tinjauan Mata Diklat
Guru memegang peranan yang sangat penting dan strategis dalam upaya membentuk watak bangsa dan mengembangkan potensi siswa dalam kerangka pembangunan pendidikan di Indonesia. Kehadiran guru hingga saat ini bahkan sampai akhir zaman nanti tidak akan pernah dapat digantikan oleh teknologi secanggih apapun. Oleh sebab itu, dalam melaksanakan tugas-tugas guru yang cukup komplek dan unik, diperlukan guru yang memiliki kemampuan yang maksimal untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan diharapkan secara kontinyu guru dapat meningkatkan kompetensinya. Usman (2002) menyatakan bahwa guru dengan kompetensi tinggi adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan, sehingga Ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal. Berdasarkan pernyataan di atas, coba Anda lakukan refleksi diri masing-masing. Apakah Anda sudah melaksanakan tugas secara maksimal? Sebagai guru, Anda perlu memahami bahwa salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh guru adalah mendidik, mengajar, dan melatih siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi siswa dalam kehidupannya. Dalam melaksanakan tugas tersebut, guru seyogyanya tidak hanya mampu mengajarkan pengetahuan dan mendidik siswa agar menjadi manusia yang berbudi luhur, tetapi juga guru harus mampu mengajarkan keterampilan hidup dan melatih siswa agar dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam kehidupannya di masyarakat. siswa secara profesional. Hal ini berarti bahwa guru dituntut mampu menguasai bidang studi yang diampunya dan membelajarkannya pada Oleh sebab itu, guru seyogyanya selalu melakukan penilaian terhadap kinerjanya sendiri, terutama dalam pembelajaran di kelas, sehingga guru akan dapat mengetahui bahwa pembelajarannya perlu diperbaiki kualitasnya. Dengan demikian, guru akan dapat secara terus-menerus berusaha melakukan perbaikan pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Guru yang inovatif, kreatif, dan produktif adalah guru yang selalu mencari dan menemukan hal-hal baru dan mutakhir untuk kepentingan kualitas pembelajaran di kelas (Sunyono, 2007). Kemampuan tersebut dapat dilihat dari upaya guru dalam melakukan perbaikan kualitas proses
Drs. Sunyono, M.Si.

1

pembelajaran melalui penelitian yang dilaksanakan dalam lingkup kelasnya sendiri atau lebih dikenal dengan sebutan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

HAKEKAT PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
A. Pengertian, Karakteristik, dan Manfaat PTK

A1. Pengertian PTK Penelitian Tindakan Kelas (PTK) akhir-akhir ini telah menjadi trend untuk dilakukan oleh guru sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu jenis penelitian yang dilakukan oleh guru untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelasnya. Menurut Suharsimi (2002) bahwa PTK merupakan paparan gabungan definisi dari tiga kata ”penelitian, tindakan, dan kelas. Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat bagi peneliti atau orang-orang yang berkepentingan dalam rangka peningkatan kualitas diberbagai bidang. Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang dalam pelaksanaannya berbentuk rangkaian periode / siklus kegiatan. Sedangkan kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama dan tempat yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru yang sama. Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan terjemahan dari classroom Action Research yaitu suatu Action Research (penelitian tindakan) yang dilakukan di kelas. Menurut John Elliot (1982) bahwa PTK adalah tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya. Seluruh prosesnya mencakup; telaah, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pengaruh yang menciptakan hubungan antara evaluasi diri dengan perkembangan profesional. Pendapat lain, Kemmis dan Mc Taggart (1988) mengatakan bahwa PTK adalah suatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan praktik sosial. Sedangkan Carr dan Kemmis menyatakan bahwa PTK adalah suatu bentuk refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan (guru, siswa, atau kepala sekolah) dalam situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran dari: (a) praktik-parktik sosial atau pendidikan yang dilakukan sendiri, (b) pengertian mengenai praktik-praktik tersebut, (c) situasi-situasi (lembaga-lembaga) tempat praktik-praktik tersebut dilaksanakan (Hardjodiputro, 1997).

Drs. Sunyono, M.Si.

2

Peralatan atau sarana pembelajaran. Karakteristik PTK Berdasarkan pengertian di atas. yang dicermati dapat guru. atau keduanya. sebaiknya kita kaji juga makna kelas dalam PTK. merupakan kegiatan yang sedang diterapkan dan dapat diatur / direkayasa dalam bentuk tindakan. Agar Anda dapat lebih memahami makna PTK secara utuh dan benar. Sunyono. PTK berfokus pada kelas atau pada proses pembelajaran yang terjadi di kelas. dapat dicermati objeknya ketika siswa yang bersangkutan sedang asyik mengikuti proses pembelajaran di kelas / lapangan / laboratorium atau bengkel. yaitu: Drs. 3 . atau ketika siswa sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. maupun ketika siswa sedang asyik mengerjakan tugas rumah di malam hari. Guru. sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. atau siswa itu sendiri. dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di kelas. penataan peralatan pembelajaran. komponen dalam suatu kelas yang dapat dikaji melalui PTK adalah a. f. b. bengkel. dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar). Misalnya yang dapat digolongkan kegiatan pengelolaan adalah cara mengelompokkan siswa. praktik di laboratorium. atau di tempat lain. Makna kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik (siswa) yang sedang belajar yang tidak hanya terbatas di dalam ruangan tertutup saja. Dengan demikian. materi. dapat dicermati ketika yang bersangkutan sedang mengajar di kelas. Siswa. kita dapat memperoleh ciri atau karakteristik dari PTK dibandingkan dengan penelitian lain. atau ketika guru sedang mengadakan kunjungan ke rumah siswa. bukan pada input kelas (silabus. atau ketika mereka sedang mengikuti kerja bakti di luar sekolah. guru. siswa. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar atau sebagai bahan yang ditugaskan kepada siswa. c. Materi pelajaran. sarana pembelajaran. Pengelolaan. d. pengaturan tempat duduk. di rumah. A2. M. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran. sedang membimbing siswa yang sedang berdarmawisata. Hasil pembelajaran. merupakan produk yang harus ditingkatkan dan terkait dengan proses pembelajaran. tetapi dapat juga ketika siswa sedang melakukan karyawisata. PTK harus tertuju atau mengkaji mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. e. Dengan demikian. dan sebagainya. cara guru memberikan tugas.Si.Berdasarkan pendapat para ahli tersebut.

dan sekolah. sehingga PTK mempunyai manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. dalam PTK dikenal adanya siklus tindakan yang meliputi: perencanaan – pelaksanaan – observasi – refleksi – revisi (perencanaan ulang). Untuk melakukan refleksi. Manfaat PTK Menyimak pengertian dan karakteristik PTK di atas. yang harus diperbaiki dengan prakarsa perbaikan dari gru itu sendiri. dan membuat catatan. Sunyono. dan hasil belajar siswa diharapkan akan meningkat. PTK bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan terus-menerus selama PTK dilakukan. dan lain-lain) akan dengan cepat dapat dianalisis dan didiagnosis. 4. teknik. menarik. mampu membiasakan guru untuk menulis. Dengan kata lain. misalnya: – – – – Apakah penjelasan saya terlalu cepat? Apakah saya sudah memberi contoh konkrit dan memadai? Apakah hasil latihan di kelas / pekerjaan siswa sudah saya komentari? Apakah bahasa yang saya gunakan dapat mudah dipahami siswa? 3. Drs. Dengan demikian. 5. PTK merupakan penelitian yang dilakukan melalui refleksi diri (self reflective inquiry).1. Anda tentu telah mengenal bahwa dalam PTK ada 3 (tiga) komponen yang menjadi sasaran utama PTK. PTK dilakukan di dalam kelas. A3. yaitu siswa / pembelajaran. bukan oleh orang dari luar. kesalahan dan kesulitan dalam proses pembelajaran (baik strategi. 4 . karena PTK mampu membelajarkan guru untuk berfikir kritis dan sistematis. guru. 2. Masalah pada PTK muncul dari kesadaran pada diri guru. Oleh sebab itu. maka pembelajaran akan mudah dilaksanakan. Tiga komponen itulah yang akan menerima manfaat dari PTK. konsep. sehingga kesalahan dan kesulitan tersebut tidak akan berlarut-larut. Jika kesalahan yang terjadi dapat segera diperbaiki.Si. masalah dalam PTK berasal dari permasalahan nyata dan aktual yang terjadi dalam pembelajaran di kelas. guru sebaiknya bertanya pada diri sendiri. M. PTK merupakan bagian penting dari upaya pengembangan profesinalisme guru. Manfaat bagi siswa dan pembelajaran Tujuan PTK adalah memperbaiki kualitas proses pembelajaran dengan sasaran akhir memperbaiki hasil belajar siswa. Dengan adanya pelaksanaan PTK. a. PTK berfokus pada masalah praktis bukan problem teoritis. Fokus penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran di kelas yang berupa prilaku guru dan siswa dalam beriteraksi.

guru dapat berkembang dan meningkatkan kinerjanya secara profesional. Dengan PTK. namun guru itu sendiri berperan sebagai perancang dan pelaku perbaikan tersebut. dan mengembangkan alternatif pemecahan masalah / kelemahan yang ada pada dirinya dalam pembelajaran. 5 . Guru yang demikian adalah guru yang memiliki kepercayaan diri yang kuat. 3. dan tantangan pembelajaran dan pendidikan masa depan. dan menganalisis kinerjanya sendiri di dalam kelas.Si. 4. M. guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri. Beberapa manfaat PTK bagi guru antara lain: 1. tentu saja akan selalu menemukan kekuatan. Guru yang selalu melakukan PTK yang inovatif dan kreatif akan memiliki sikap kritis dan reflektif terhadap hasil belajar yang dicapai siswa. melakukan evaluasi diri. sehingga diharapkan dapat menghasilkan teori-teori dan praktik-praktik pembelajaran. PTK yang dilakukan oleh guru dapat menjadi model bagi siswa dalam meningkatkan prestasinya. Drs. kelemahan. namun juga sebagai peneliti dibidangnya yang selalu ingin melakukan perbaikan-perbaikan pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Selain PTK dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Keduanya akan dapat terwujud. dan mampu memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya. Guru memiliki kemampuan memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang mendalam terhadap apa yang terjadi dikelasnya. Dalam hal ini. Manfaat bagi guru. 2. Guru yang selalu merefleksi diri. guru tidak lagi hanya sebagai seorang praktisi yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakan selama ini. Sunyono. melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi siswanya Keberhasilan proses dalam perbaikan ini akan menimbulkan rasa puas bagi guru. karena guru mampu menilai. jika guru memiliki kemampuan dan kemauan untuk melakukan PTK. karena Ia telah melalui pembelajaran yang dikelolanya.Ini menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara pembelajaran dan perbaikan hasil belajar siswa. b. Guru tidak hanya menjadi penerima hasil perbaikan dari orang lain. guru akan merasa lebih percaya diri. Sikap kristis inilah yang akan dijadikan model bagi siswa untuk terus merefleksi diri sebagaimana yang dilakukan oleh gurunya. merefleksi diri. Dengan melakukan PTK. Melalui PTK.

M. Agar Anda dapat merasakan Drs. Sekolah tidak akan berkembang.c. maka sekolah tersebut akan berkembang pesat. jika sekolah yang para gurunya memiliki keterampilan dalam melaksanakan PTK tentu saja sekolah tersebut akan memperoleh manfaat yang besar. jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil memperbaiki proses pembelajaran atau belum berhasil memecahkan masalah yang menjadi kerisauan guru. Sunyono. karena peningkatan kualitas pembelajaran mencerminkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. dan refleksi (reflecting). Siklus / daur dalam PTK meliputi 4 tahap. Pelaksanaan 6 . Namun. a. Langkah-Langkah PTK Anda telah mempelajari bahwa PTK dilaksanakan melalui tahapan-tahapan yang dikenal dengan istilah siklus (daur). Ada hubungan yang erat antara berkembangnya suatu sekolah dengan berkembangnya kemampuan guru. dan perumusan hipotesis tindakan. Tahap-Tahap dalam PTK Keempat tahap tersebut merupakan suatu siklus atau daur. pengamatan (observing). jika gurunya tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri. Kaitannya dengan PTK. yaitu perencanaan (planning).Si. B. pelaksanaan (acting). analisis masalah. namun guru menyadari bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki guna memecahkan masalah tersebut. Manfaat bagi sekolah Sekolah yang para gurunya memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan atau perbaikan kinerjanya secara profesional. Hasil refleksi dari siklus sebelumnya yang telah dilakukan akan digunakan untuk merevisi rencana atau menyusun perencanaan berikutnya. Perencanaan Refleksi Pengamatan Gambar 1. Identifikasi masalah Salah satu ciri PTK adalah munculnya masalah memang dirasakan oleh guru sebagai sesuatu yang masih sulit dipecahkan. tahapan tersebut selalu didahului oleh suatu tahapan pra PTK yaitu identifikasi masalah. perumusan masalah. sehingga setiap tahap akan selalu berulang kembali.

Dari pertanyaan tersebut. karena keterbatasan alat dan bahan. Mengapa hasil belajar dan peran serta siswa dalam pembelajaran selalu rendah ? 2. maka sebaiknya dituliskan semua. Sunyono. setiap diberi pertanyaan tidak satupun siswa berani menjawabnya. lalu seleksi masalah mana yang paling mungkin dilakukan dan dipecahkan melalui PTK?.adanya masalah dan mampu mengungkap masalah tersebut. Siswa kurang aktif dan cenderung pasif. jika diberi tugas mengerjakan sebuah keterampilan. Jika telah ditemukan. lalu pikirkanlah apa yang harus anda lakukan untuk mengatasi masalah-masalah di atas. • • • • • • • Siswa tidak dapat melihat hubungan antara topik yang satu dengan lainnya. Apakah saya dalam mengajar menggunakan istilah-istilah yang sulit dipahami siswa? 5. Identifikasi masalah dilakukan dengan mencari masalah-masalah yang muncul di kelas. 7 . Tingkat kehadiran siswa rendah (setiap kali pertemuan lebih dari 3 orang bolos tanpa izin). Contohnya: • • • • Rata-rata hasil tes siswa pada tahun sebelumnya selalu rendah < 5. selanjutnya lakukanlah analisis dengan instrospeksi diri melalui pertanyaan-pertanyaan: 1.0 Kemampuan berfikir rasional siswa sangat lemah. Apakah nada suara saya tidak bisa didengar oleh siswa ? Dan sebagainya. maka Anda sebagai seorang guru dituntut untuk jujur pada diri sendiri dan menyadari bahwa pembelajaran yang dikelola merupakan bagian penting dari dunia Anda. setiap diberi kesempatan bertanya. Kegiatan praktikum tidak pernah dilakukan. M. Apakah contoh-contoh yang selalu saya berikan kurang konkrit dan sulit diterima siswa? 4.Si. Siswa kurang dapat mengaitkan isi pelajaran dengan keadaan alam sekitarnya. b. Kurangnya dukungan orang tua terhadap belajar anak. Perhatikan rambu-rambu dalam merancang Drs. Demikian juga. Apakah cara mengajar saya yang kurang menarik ? 3. tidak satupun siswa yang berani untuk bertanya. Perhatian siswa cenderung tidak fokus. Analisis masalah dan perumusan masalah Setelah masalah di kelas berhasil Anda identifikasi. Sebagian besar (40 %) siswa berasal dari keluarga tidak mampu (ekonomi lemah). Siswa kurang terampil.

Contoh: 1. Hipotesis ini disusun berdasarkan kajian berbagai teori. Penerapan metode eksperimen berbasis lingkungan pada pembelajaran kimia kelas X SMA Swadhipa Natar dapat meningkatkan aktivitas siswa baik dalam pembelajaran maupun dalam eksperimen kimia. melibatkan proses belajar dan mengajar. dan tidak layaknya prasarana adalah masalah-masalah yang tidak mudah dipecahkan dengan PTK.PTK dengan melihat bidang yang layak dijadikan fokus PTK. Masalah yang berhasil dianalisis mungkin lebih dari satu dan masih cukup luas untuk dikaji. jika Drs. guru perlu menyusun rencana tindakan dengan terlebih dahulu merumuskan hipotesis tindakan. Hipotesis tindakan adalah dugaan guru tentang cara yang dianggap terbaik dalam mengatasi masalah. Misalnya dari contoh masalah yang berhasil diidentifikasi di atas. masalah ekonomi orang tua. Contoh rumusan masalah: • • • Apakah penerapan metode eksperimen berbasis lingkungan dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas X SMA Swadhipa Natar dalam belajar kimia? Tugas dan bahan ajar yang bagaimana yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII SMP ”SS” Gunungmadu dalam belajar Bahasa Inggris? Bagaimana pengembangan pembelajaran berbasis PBL (Problem Based Learning) pada mata pelajaran IPS untuk kelas V SDN 04 Bandar Lampung? c. diskusi dengan teman sejawat. 2. Perumusan hipotesis tindakan Setelah masalah dirumuskan. Tugas akan lebih menantang dan berhasil dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII SMP ”SS” Gunungmadu dalam belajar Bahasa Inggris. M. serta refleksi pengalaman sendiri sebagai guru. 2. Oleh sebab itu. masalah tersebut perlu dirumuskan yang pada umumnya dalam bentuk kalimat tanya. dukungan orang tua. Sunyono. sangat menarik minat guru 4. ditangani oleh guru 3. keterbatasan alat dan bahan. guru perlu memfokuskan perhatiannya pada masalah yang mungkin dapat dipecahkan dengan PTK. ingin diubah / diperbaiki dan mudah dilakukan oleh guru melalui PTK. hasil penelitian yang pernah dilakukan dan relevan.Si. Selanjutnya. Bidang tersebut adalah yang: 1. 8 .

Pak Yamin melakukan persiapan dan perencanaan untuk melaksanakan PTK di kelasnya. Berangkat dari hasil pelaksanaan pra-PTK.Si. seorang guru Kelas IV SDN 01 Endangrejo Lampung Tengah telah berhasil mengidentifikasi masalah yang terjadi pada pembelajaran IPA di kelasnya dan berhasil merumuskan masalah sebagai berikut: ”Apakah pembelajaran dengan metode eksperimen pola SEQIP pada mata pelajaran IPA dapat meningkatkan aktivitas dan penguasaan materi siswa kelas IV SD 01 Endangrejo?”. maka perancangan PTK dapat kita buat. Perncanaan yang disusun Pak Yamin adalah: • • • menetapkan materi pokok pada mata pelajaran IPA yang menjadi sumber masalah rendahnya hasil belajar siswa.materi tugasnya diambil dari buku pelajaran yang dimiliki siswa atau dari lingkungan kehidupan siswa sehari-hari. jika disajikan melalui diskusi dan masalah yang di bahas adalah masalah yang masih hangat dan terkait dengan kehidupan sehari-hari atau dari lingkungan siswa. menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. sampai pada instrumen pengamatan (observasi) dan evaluasi. yaitu PTK akan dilakukan dalam tiga siklus tindakan. 9 . Penerapan PBL pada mata pelajaran IPS akan lebih menarik dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SDN 04 Bandar Lampung . Selanjutnya. Tuliskanlah rencana tindakan yang diperlukan untuk melaksanakan PTK. melalui tahapan-tahapan dalam PTK B1. menetapkan rencana siklus tindakan. merumuskan alternatif tindakan untuk memecahkan Kemudian Pak Yamin. Sunyono. masalah tersebut dan merumuskan hipotesis tindakan (jawaban sementara terhadap masalah tersebut) yaitu ”Pembelajaran IPA Kelas IV SD dengan menggunakan metode eksperimen pola SEQIP dapat meningkatkan aktivitas dan penguasaan materi IPA siswa”. Contoh ilustrasi Bapak Yamin. Perencanaan tindakan Berdasarkan masalah dan hipotesis tindakan yang telah berhasil dirumuskan. silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang mencakup metode / teknik mengajar. Drs. 3. Rencana tindakan ini mencakup seluruh langkah tindakan secara rinci. M. selanjutnya susunlah perencanaan tindakan untuk menguji secara empiris hipotesis tindakan yang telah ditentukan di atas. mulai dari materi / bahan ajar.

10 . Pada PTK yang dilakukan oleh guru. menyusun rencana evaluasi (tes hasil belajar) untuk melihat tingkat penguasaan materi siswa pada tiap siklusnya. membagi topik bahasan kepada kelompok dengan cara random (acak) dan menyenangkan. Secara ringkas. guru SMP Sriwijaya Natar telah merancang sebuah skenario pembelajaran dalam rangka perbaikan kualitas proses pembelajrannya. Contoh: Ibu Rini. Ibu Rini (guru) bertindak sebagai moderator. sekretaris. menyusun alat (instrumen) observasi baik untuk siswa maupun untuk guru peneliti. peran guru dalam pembelajaran yang dinilai Drs. dll. Presentasi dan diskusi pleno: masing-masing kelompok menyajikan hasil kerjanya / diskusinya dalam pleno kelas. siswa yang aktif berdiskusi. Pelaksanaan tindakan Pada tahap ini merupakan tahap implementasi (pelaksanaan) dari semua rencana tindakan yang telah dibuat. Kegiatan kelompok: mengumpulkan bacaan. lembar OHT hasil kerja kelompok. B2. Contoh berikut menyajikan ringkasan skenario pembelajaran yang akan dilakukan pada tahap pelaksanaan tindakan. siswa melakukan diskusi. setiap kelompok 3 lembar plastik OHT) untuk persiapan presentasi. Ibu Rini telah merancang penerapan metode diskusi dan pemberian tugas dalam pembelajaran mata pelajaran IPS untuk semester 2 kelas VII selama 3 siklus. Waktu dan jumlah siklus yang dilakukan tersebut dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan sajian beberapa materi pokok dari mata pelajaran tertentu. dengan jumlah siklus tertentu. mengambil kesimpulan sebagai hasil pembelajaran.Si. Tentu saja rencana tindakan di atas harus sudah ”dilatihkan” kepada pelaksana tindakan (guru peneliti) untuk dapat dilaksanakan di kelas agar sesuai dengan skenario pembelajaran yang dibuat. pelaksanaan tindakan ini umumnya dilakukan dalam waktu antara 2 sampai 3 bulan. Strategi dan skenario pembelajaran yang telah ditetapkan pada perencanaan harus benar-benar diterapkan dan mengacu pada kurikulum yang berlaku. Sunyono. menuliskan hasil diskusi pada OHT (disediakan guru. Format tugas dari ibu Rini dalam pembelajarannya: pembagian kelompok kecil sesuai jumlah materi pokok. Jenis data yang dikumpulkan Ibu Rini: makalah kelompok.• • • menyusun bahan ajar berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang berisi eksperimen pola SEQIP. oleh dan dari anggota kelompok. pilih ketua. M. melalui diskusi anggota kelompok bekerja / belajar memahami materi.

Sunyono. guru sebagai peneliti melakukan pengamatan dan mencatat semua hal-hal yang diperlukan dan terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. skor 3 bila agak tepat. kualitas diskusi. Jumlah Siswa tiap siklus Siklus 1 Siklus 2 Dst Jlh % Jlh % Jlh % Contoh instrumen aktivitas On Task: No Aspek Aktivitas Siklus I Jlh % Siklus 2 Jlh % dst 1 Bertanya pada guru 2. guru dapat mengamati aktivitas Off Task (yaitu aktivitas yang tidak dikehendaki) atau aktivitas On Task (yaitu aktivitas siswa yang diinginkan). Lembar pengamatan yang disusun bergantung dari data apa yang akan dikumpulkan. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan lembar / instrumen observasi / evaluasi yang telah disusun.Si. M. Termasuk juga pengamatan secara cermat pelaksanaan skenario pembelajaran dari waktu ke waktu dan dampaknya terhadap proses dan hasil belajar siswa. dsb Petunjuk: Berilah tanda (√) di bawah skor 5 apabila anda anggap bahwa cara melakukan aspek aktivitas sangat tepat. dsb. B3. Menjawab pertanyaan guru 3 Menjawab pertanyaan dari teman 4 Memberikan pendapat dalam diskusi 6 Ketepatan mengumpulkan tugas. Contoh instrumen aktivitas Off Task: No 1 2 3 4 5 Komponen Off Task Ngobrol Mengganggu Teman Keluar Masuk Kelas Melamun / Mengantuk Mainan HP.oleh observer (teman sejawat yang juga guru IPS). presentasi. partisipasi siswa dalam pembelajaran. Data yang dikumpulkan dapat berupa data kuantitatif (hasil tes. dan lain-lain. nilai tugas. ulangan harian. skor 2 bila tidak tepat. Tahap pengamatan / observasi Tahap pengamatan / observasi ini sebenarnya berjalan bersamaan dengan tahap pelaksanaan tindakan. 11 . Pada tahap ini. dan skor 1 bila sangat tidak tepat atau tidak dilakukan untuk setiap pernyataan di bawah ini! Contoh instrumen pengamatan terhadap guru yang mengajar disajikan berikut: Drs. skor 4 bila tepat. dll). misalnya guru peneliti akan mengkaji aktivitas siswa dalam pembelajaran. tetapi juga data kualitatif yang menggambarkan keaktivan siswa. dan catatan lapangan selama proses pembelajaran berlangsung.

bergantung pada data yang ingin Anda dapatkan untuk menguji hipotesis dan menjawab permasalahan. membandingkan data yang diperoleh dengan data sebelumnya. 10. Data yang telah dikumpulkan hendaknya dicek untuk mengetahui keabsyahannya dengan teknik tertentu. guru bisa dibantu oleh pengamat (observer) dari luar yaitu teman sejawat atau pakar. Sunyono. 2. 3. PTK yang dilaksanakan menjadi bersifat kolaboratif. A = Ada (dilakukan). Dalam tahap observasi ini. 1. 6. apabila terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada setiap siklusnya dan lebih dari 80 % siswa memperoleh nilai ≥ 70. dan sebagainya. Observer ini hanya bertindak membantu melakukan pengamatan dan tidak boleh terlibat terlalu jauh dalam pengambilan keputusan tindakan yang dilakukan oleh guru peneliti. Selain instrumen-instrumen observasi yang bersifat terstruktur tersebut. K = (kurang dilakukan). 3. 4. Anda masih dapat mengembangkan lagi instrumen-instrumen observasi lain. observasi juga dapat dilakukan dengan instrumen terbuka. 9. B. 7. baik nilai kognitif maupun psikomotor”. 12 . Dengan kehadiran observer dari luar ini. atau membandingkan data yang diperoleh dengan kriteria tertentu (indikator keberhasilan yang ditetapkan oleh peneliti sendiri) atau kriteria yang telah baku (misalnya nilai standar UN). C. 2. 8. Contoh indikator yang ditetapkan oleh peneliti: ”Penelitian tindakan kelas ini berhasil. 1. disarankan agar teman sejawat yang menjadi observer adalah yang bidang studinya sama atau serumpun. 2. 5. 1. 4. Aspek yang Diamati Pendahuluan Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran Menghubungkan dengan pelajaran yang lalu Menghubungkan materi dengan lingkungan sehari-hari untuk memotivasi siswa Kegiatan Inti Menguasai materi pelajaran dengan baik Ksesuaian materi yang di bahas dengan indikator Berperan sebagai fasilitator Mengajukan pertanyaan pada siswa Memberi waktu tunggu pada siswa untuk menjawab pertanyaan Memberi kesempatan siswa untuk bertanya Menguasai penggunaan alat dan bahan praktik Memberikan bimbingan pada kegiatan praktikum Kejelasan menyajikan konsep Memberi contoh konkrit penerapan kimia dalam kehidupan sehari-hari dan terkait dengan teknologi Memberi motivasi dan penguatan Penutup Membimbing siswa diskusi dan membuat kesimpulan Mengaitkan materi dengan pelajaran yang akan datang Memberi tugas pada siswa Mengadakan evaluasi TA K A Keterangan: TA = tidak ada (tidak dilakukan).No A. misalnya teknik triangulasi. 3.Si. Drs. misalnya dengan menggunakan catatan lapangan atau dengan cara wawancara. M. 11.

SMP. Menyusun Proposal (Usulan) PTK Peneliti PTK dalam bentuk kolaborasi dapat terdiri dari dosen LPTK dan guru (TK. sintesis.B4. Dengan melakukan refleksi. Penerapan Keterampilan Metode Menulis Bahasa Kimia Inggris Siswa SMP “SS” untuk Gunungmadu melalui Pemberian Tugas Terstruktur.Si. Tahap refleksi Dengan dibantu oleh hasil analisis data. Sunyono. Hasil refleksi digunakan untuk menentukan langkah-langkah lebih lanjut dalam upaya mencapai tujuan PTK. maka PTK akan dilanjutkan pada siklus berikutnya melalui tahap-tahap yang sama dengan siklus sebelumnya C. Pelaksanaan Metode Diskusi dan Pemberian Tugas dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Sriwijaya Natar. Eksperimen Berbasis Lingkungan Meningkatkan Aktivitas Siswa Kelas X SMA Swadhipa Natar. Peningkatan b. bahkan ada pihak sponsor yang mensyaratkan jumlah kata pada judul PTK tidak boleh lebih dari 15 kata. tindakan perbaikan. Contoh judul PTK: a. guru akan dapat menetapkan apa yang telah dicapai dari PTK yang dilakukannya. namun mampu menggambarkan masalah yang diteliti. Usulan / proposal PTK merupakan langkah awal dari kegiatan PTK. sedangkan langkah akhirnya adalah pelaporan PTK dan desiminasi. M. dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan yang telah dilakukan. dan tempat penelitian. apa yang belum dapat dicapai. SD. c. Guru juga merenung: mengapa satu usaha perbaikan berhasil dan mengapa usaha yang lain gagal?. 13 . Hasil refleksi berupa kesimpulan yang mantap dan tajam. Judul PTK haruslah dirumuskan secara singkat dan jelas. Drs. Judul penelitian hendaknya disusun tidak lebih dari 18 kata. Refleksi dalam PTK mencakup kegiatan analisis. Judul. Sistematika Usulan PTK 1. SMA/SMK). guru merenungkan diri: mengapa satu kejadian berlangsung? dan mengapa seperti itu kejadiannya?. dan apa yang masih perlu diperbaiki lagi pada pembelajaran berikutnya. hasil yang diharapkan. Bila masalah PTK belum tuntas atau indikator belum tercapai.

Perhatikan kembali bagian B (b) di atas. 3. Sebagai ilustrasi dapat dilihat contoh berikut: Contoh: Masalah yang dirumuskan: ”Bagaimana penerapan metode diskusi dan pemberian tugas pada mata pelajaran IPS di kelas VII Semester 2 dalam meningkatkan hasil belajar siswa?. M. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pada akar penyebab timbulnya masalah dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. Sunyono. penyebab timbulnya masalah. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas (PTK). Pemecahan masalah. Dalam rumusan masalah dapat dijelaskan definisi. Pendahuluan Bagian ini merupakan bagian yang menjelaskan tentang masalah pembelajaran di kelas. Selanjutnya dicari alternatif pemecahan masalahnya. Pada bagian ini berisi uraian tentang alternatif tindakan yang diambil untuk memecahkan masalah. atau dengan kata lain bagian ini menguraikan / menjelaskan Latar Belakang Masalah. b. dan alasan mengapa masalah itu penting untuk diteliti. Pada bagian ini umumnya terdiri dari jabaran tentang perumusan masalah. Sebaiknya rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat tanya. proses identifikasi masalah. Tujuan: Kemukakan secara singkat tujuan penelitian tindakan kelas yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada rumusan masalah yang telah dikemukakan.Si.2. Tujuan penelitian ini berkaitan dengan usaha mencari jawaban apakah tindakan perbaikan yang kita lakukan berhasil sebagaimana yang diharapkan. 4. 2) Mendiskripsikan bagaimana teknik pemberian tugas yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Contoh ilustrasi 2. Perumusan dan Pemecahan Masalah a. Tujuan dan manfaat penelitian a. Penelitian tindakan kelas melalui kolaborasi antara dosen FKIP Unila (Bp. 14 . Perumusan masalah. dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. asumsi. Tujuan penelitiannya: 1) Mendiskripsikan cara menerapkan metode diskusi pada mata pelajaran IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Sunyono) dengan guru SMA Swadhipa Natar (Ibu Siti Maryatun) dilakukan terhadap kelas X Drs.

5. seorang guru melakukan PTK dengan menerapkan model pembelajaran berkelompok (learning together). c) bagaimana keterkaitan atau pengaruh penerapan model pembelajaran tersebut dengan perubahan yang diharapkan atau terhadap masalah yang akan dipecahkan. d) bagaimana prakiraan hasil (hipotesis tindakan) dengan dilakukannya penerapan model tersebut pada pembelajaran terhadap masalah yang akan dipecahkan. Sunyono. b) bagaimana bentuk tindakan yang dilakukan dalam penerapan teori tersebut pada pembelajaran. M. dan hendaknya dijabarkan dari berbagai hasil penelitian yang sesuai. dan lain-lain. 15 . dan Apakah penerapan metode eksperimen berbasis lingkungan dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas X SMA Swadhipa Natar dalam Drs. sehingga nampak manfaatnya bagi siswa. Sebagai contoh. b. strategi pembelajarannya. Manfaat Penelitian: Uraikan manfaat PTK ini terhadap kualitas pembelajaran dan/atau pendidikan. temuan. apa persyaratannya. Kajian pustaka Pada bagian ini dicantumkan uraian kajian teori dan pustaka yang relevan dan menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan PTK. maka pada kajian pustaka harus jelas dapat dikemukakan: a) bagaimana teori learning together itu.Si. sebagainya.semester 2 SMA Swadhipa Natar dengan menerapkan metode eksperimen kimia berbasis lingkungan. 2) Meningkatkan aktivitas psikomotorik (keterampilan) siswa pada saat eksperimen di laboratorium dari siklus ke siklus. Masalah yang dirumuskan: belajar kimia? Tujuan penelitiannya: 1) Meningkatkan aktivitas belajar siswa pada saat pembelajaran kimia di semester 2 kelas X dari siklus ke siklus. dan mungkin juga komponen sekolah lainnya. Lihat pembahasan sebelumnya. siapa saja tokoh-tokoh yang mendukung / mengemukakan teori tersebut. apa yang spesifik dari teori ini. guru. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan. Kemukakan juga teori. sekolah. dan hasil penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada pembelajaran di kelas. skenario pembeljarannya.

Jumlah siklus yang dilakukan bergantung pada kepuasan peneliti. tetapi hendaknya lebih dari satu siklus dan minimal 2 (dua) siklus tindakan. Drs. Metode penelitian / Prosedur penelitian Prosedur penelitian hendaknya dirinci mulai dari perencanaan. analisis dan persiapan siklus berikutnya. observasi dan evaluasi.Si. Perhatikan daur (siklus) PTK berikut: Rencana Tindakan Analisis & Refleksi Siklus 1 Observasi Pelaksanaan Tindakan Analisis & Refleksi Siklus 2 Observasi Perbaikan Rencana Tindakan Pelaksanaan Tindakan DST 7.6. dan penyerahan laporan. Jadwal kegiatan penelitian Jadwal pelaksanaan penelitian meliputi persiapan. Jadwal penelitian sebaiknya dibuat dalam bentuk bar chart dan disusun sesuai dengan waktu yang ditetapkan. pelaksanaan. M. pelaksanaan tindakan. Sunyono. Tunjukkan juga siklus-siklus tindakan yang hendak dilakukan dengan menguraikan indikator keberhasilan yang ingin dicapai dalam setiap siklusnya. hingga analisis dan refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus tindakan. 16 . penyusunan laporan.

Volume. Kompendium Didaktik Kimia. nip. pangkat / golongan. Sponsor/Sumber dana. dll). Drs. D. 2005. 2005.G.. 734 – 736. Laporan Hasil Penelitian (PTK). bidang keahlian. Biaya penelitian Berisi rincian pengeluaran biaya penelitian. H. 2005. 1986. Kota penerbit.. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Inovasi Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Daftar pustaka ditulis secara konsisten mengikuti urutan abjad dan mengikuti aturan tertentu. Sunyono. mulai dari honor/upah peneliti. maka nama penulis diganti dengan sebutan ”Anonim”. 9.. Judul penelitian. K. 1995.. Bare. Sunyono... • • Untuk buku teks: Nama penulis. Tahun.. M.Si.. and Goldsby.. Optimalisasi Pembelajaran Kimia pada Siswa Kelas XI Semester 1 SMA Swadhipa Natar melalui Penerapan Metode Eksperimen Menggunakan Bahan yang Ada di Lingkungan. Show. • Untuk Jurnal/Majalah: Nama Penulis. Tahun.. Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi. More Chemistry in a Soda Bottle.. Dit.. Heri Purwanto. Bandar Lampung. Contoh: Anonim.PPTK & KPT Ditjen Dikti. Jika sumber bacaan (buku atau lainnya) tidak ada nama penulis.A.. Jenis penelitian. Pembinaan Tutor Sebaya sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Kognitif Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran Fisika Dasar I di Jurusan Fisika FMIPA UNS. W. 17 . 10. A Conversation of Mass Activity. alamat rumah. Penerbit: CV. S. sampai pada penyusunan laporan. Remaja Karya. No.. 72 (8). Nama jurnal/majalah (huruf miring). pelaksanaan observasi. nama. analisis data. telpon.A. Universitas Lampung. Journal of Chemical Education. Vossen.. Personalia penelitian Seluruh tim peneliti yang terlibat harus tercantum dengan jelas. pelaksanaan (pra observasi.. persiapan. Judul buku. Pedoman Penyusunan Usulan dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas Tahun Anggaran 2006. Tahun. alamat sekolah. Daftar Pustaka Semua pustaka yang dirujuk guna mendukung penelitian yang dilaksanakan harus dituliskan pada bagian ini. 2001. Judul Tulisan. misalnya American Psychology Association (APA). Duffy. jabatan.D. Jakarta.. Kota. dan tugas pada pelaksanaan PTK.8. Penerbit. • Untuk Hasil Penelitian/Laporan Penelitian: Nama Peneliti.. Bandung..

PTK tidak boleh selalu menghabiskan banyak waktu. Instrumen Observasi dan Evaluasi 2..myschoolnet.. Kegiatan refleksi (perenungan/pemikiran) dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional (menggunakan konsep ilmiah dan ada dasar teorinya) yang mantap dan valid guna melakukan perbaikan tindakan dalam upaya memecahkan masalah yang muncul. Lain-lain yang dianggap perlu.my/laman_map/belajar/belajar02/htm. MELAKSANAKAN DAN MELAPORKAN PTK A.ppk. PTK merupakan penelitian yang mengikutsertakan secara aktif peran guru dan siswa dalam berbagai tindakan. umunya meliputi: 1.Mohammad. T. Curriculum Vitae Semua Tim Peneliti (jika kelompok) 4. 11. Oleh sebab itu. Mengapa Mengantuk Saat Belajar?. Drs.kpm. c. PTK tidak boleh mengganggu proses pembelajaran dan tugas-tugas guru di sekolah. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Melaksanakan PTK Berdasarkan uraian materi pada Kegiatan Belajar 1. M. Pelaksanaan PTK harus konsisten dengan rancangan yang telah dibuat. 3. karena itu PTK harus dirancang dan dipersiapkan secara rinci dan matang. Tindakan perbaikan terhadap situasi dan kondisi pembelajaran dilakukan dengan segera dan dilakukan secara praktis (dapat dilakukan di kelas). http//www. Lampiran Pada bagian beisi lampiran-lampiran yang diperlukan untuk mendukung usulan PTK. 2004. 2. Sunyono.Si. yaitu: 1. Diakses tanggal 23 Juli 2007. dalam melaksanakan PTK hendaknya selalu memperhatikan hal-hal berikut ini: a. Rancangan Pembelajaran (Silabus dan RPP) 3. 18 . b. setidaknya ada tiga hal penting yang perlu diingat.

yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. B. lembar isian. Lakukan penjelasan kepada murid tentang kegiatan dan pengamatan yang akan dilakukan. yaitu: 1. 19 . harus disadari bahwa guru harus mampu dan mau melakukan perbaikan pembelajaran. dan yang diamati. e.Si. Data kuantitatif merupakan data yang diperoleh melalui tes penguasaan materi siswa yang berupa nilai siswa dalam setiap daur (siklus). dan jenis-jenis observasi. dsb). PTK harus dilaksanakan secara berdaur (bersiklus). Caranya: • • • Lakukan pertemuan dengan semua anggota tim (jika kolaborasi) untuk menyamakan persepsi. Data kualitatif merupakan data yang diperoleh melalui observasi (pengamatan) langsung terhadap jalannya proses pembelajaran. pengamat. Jika PTK dilakukan secara mendiri. Observasi yang baik diawali dengan melakukan perencanaan bersama antara peneliti. 2. Fokus. yaitu fokus umum dan fokus khusus. pedoman wawancara. Ada dua jenis fokus dalam pelaksanaan observasi. dan kelengkapan lainnya. Melaksanakan PTK Anda masih ingat bahwa data yang perlu dikumpulkan dalam pelaksanaan PTK dapat dibedakan menjadi 2 (dua). buku sumber. Dalam melaksanakan PTK. M. mempublikasikan. setiap siklus harus dilakukan evaluasi melalui refleksi guna perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya. waktu. sehingga rancangan yang dibuat benarbenar dapat dilaksanakan dengan penuh kesungguhan. mata pelajaran. B1.d. alat rekaman (audio/video). Pelaksanaan PTK harus mengikuti etika kerja yang berlaku (ada ijin dari kepala sekolah. Sunyono. dan untuk melakukan observasi pada kegiatan pembelajaran Anda perlu mengenal prinsip dasar observasi. f. Prinsip observasi Ada lima prinsip dasar observasi yang akan dijelaskan secara singkat di bawah ini. penyamaan persepsi dilakukan bersama murid untuk memberikan penjelasan tentang kegiatan pembelajaran. Perencanaan bersama. dan sebagainya. catatan lapangan. Contoh-contoh lembar observasi telah diuraikan pada Kegiatan Belajar 1 (bagian B3). ada usulan. menyusun laporan. Drs. Data kualitatif diperoleh melalui instrumen pengamatan yang dapat berbentuk angket.

Guru peneliti yang diobservasi harus diberi kesempatan pertama untuk memberikan penafsiran data. artinya mencatat data apa adanya. Balikan diberikan berdasarkan data faktual yang direkam secara cermat dan sistematis. 4. Observasi akan mudah dilakukan dan membantu guru dalam pelaksanaan PTK. Balikan harus segra dilakukan setelah pengamatan dalam bentuk diskusi. jangan membuat penafsiran atau pendapat pada saat mengumpulkan data. 20 . e. terutama keseluruhan proses pembelajaran. Membangun Kriteria. Sunyono. observasi dapat dibedakan menjadi 4 jenis. b. Hasil observasi harus dievaluasi guna memperoleh balikan. Menciptakan suasana kondusif dan menghindari terjadinya sesuatu yang dapat menakuti guru atau siswa. Dalam melakukan observasi fokus. Keterampilan Observasi. B2. Menahan diri untuk tidak cepat mengambil keputusan dalam menginterpretasikan suatu peristiwa.• • Fokus umum adalah seluruh kegiatan yang berkaitan dengan PTK. Fokus khusus adalah tindakan-tindakan yang telah dirumuskan dalam hipotesis tindakan (biasanya ditunjukkan pada skenario pembelajaran). sebelumnya perlu dilakukan uji coba instrumen. 3. 5. Jenis-Jenis Observasi Bila dilihat dari cara melakukan. hal yang perlu diperhatikan adalah a. Setiap indikator yang terjadi dalam proses pembelajaran untuk direkam dalam pembelajaran. d. Data hasil pengamatan diinterpretasikan dengan melihat kriteria keberhasilan yang telah disepakati sebelumnya. untuk memperoleh balikan ini. perlu diperhatikan manfaat dan faktor subjektif yang mungkin saja dapat terjadi. Balikan / Feedback. Diskusi yang dilakukan harus mengarah kepada perkembangan strategi pembelajaran untuk membangun konsep pembelajaran yang disepakati bersama. Dalam melakukan observasi yang harus dikuasai oleh pengamat adalah Penggunaan segala jenis instrumen. jika kriteria keberhasilan PTK telah disepakati dan ditetapkan sebelumnya.Si. M. yaitu: Drs. c.

keterampilan siswa dalam merangkai alat. Dalam pelaksanaannya.Guru kurang memotivasi siswa. dan contoh yang diberikan tidak menyentuh kebutuhan siswa. ada 2 anak yang menjawab . Observasi terstruktur. alat perekam audio/video. dampak penguatan pada siswa. aspek yang diamati adalah pemberian penguatan guru. Observasi sistematik. pengamat mengandalkan penggunaan koding atau skala interaksi yang melihat interaksi guru dan murid. Pak Yamin (Guru SDN 01 Endangrejo) melaksanakan PTK untuk siklus 1. Observasi terfokus secara khusus ditujukan untuk mengamati aspek-aspek tertentu dalam proses pembelajaran. yang berisi rekaman perkembangan guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Dilihat dari aspek yang akan diamati. jenis pertanyaan yang diajukan guru. Dalam observasi terbuka. pengamat menggunakan instrumen observasi yang terstruktur dan siap pakai. 3. 4. dan sebagainya.Si. dan lain-lain. pengamat hanya tinggal membubuhkan tanda check list (V) pada tempat yang disediakan. 21 . Observasi terfokus. Sunyono. maka data yang diamati dikategorikan menjadi penguatan verbal dan nonverbal. perhatian belum mengarah pada semua siswa. Contoh 1.1. Pengamat dapat menggunakan teknikteknik tertentu dalam merekam jalannya pembelajaran.Setelah diberi arahan dan dituntun. misalnya: partisipasi siswa dalam pembelajaran. 2. pengamat tidak menggunakan lembar observasi. Misalnya. pengamat hanya membubuhkan tanda (V). M. Dalam observasi terstruktur ini. Observasi Terbuka. Pada pertemuan pertama catatan yang ditulis oleh pengamat adalah Nama Guru yg Diamati: Kelas tempat Mengajar: Tanggal Pengamatan : Mata Pelajaran : Nama Pengamat : Kejadian yang diamati : Respon siswa : Yamin IV 12 September 2006 Ilmu Pengetahuan Alam Suharyanto Ketika Guru mengajukan pertanyaan: ” Mengapa permukaan bulan yang terlihat dari bumi hampir selalu sama? . Sama dengan observasi terstruktur. Lain-Lain : Drs. tetapi hanya menggunakan kertas kosong untuk merekam kejadian dalam pembelajaran yang diamati. Misalnya. observasi sistematis ini lebih rinci dibanding observasi terstruktur. Teknik tersebut dapat berupa penggunaan catatan lapangan.Tidak ada yang menjawab pada kesempatan pertama .Anak-anak kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran . Catatan lapangan Catatan lapangan ini dapat berupa catatan harian guru.

B3.32 19 2. M. dan lain-lain. data diseleksi dan jika memungkinkan data direduksi atau ada yang dibuang.95 32 5.11 Drs. Pada tahap ini. pada setiap pertemuan pembelajaran akan muncul interpretasi pengamat atau guru yang dimanfaatkan untuk melakukan penyesuaian rencana perbaikan pembelajaran. Hasil Pengamatan/Observasi Aktivitas siswa dalam Pembelajaran (Diskusi) Siklus No Komponen yang Diamati I II III Jumlah % Jumlah % Jumlah 1. misalnya: a. Analisis data Analisis data setelah observasi tidak sama dengan interpretasi yang dilakukan pada saat observasi. jika pembelajaran siklus 1 direcanakan 3 kali pertemuan.21 19 50. Ketepatan mengumpulkan 33 86.58 14 3. grafik. maka analisis data dilakukan setelah ketiga pembelajaran tuntas dilaksanakan. Data yang telah diorganisasikan selanjutnya dideskripsikan sehingga memiliki makna.84 35 92.Si.84 39.47 84. Menjawab pertanyaan guru 13 34.42 30 78.00 15 4. tabel. Setelah dideskripsikan dibuatlah kesimpulan dalam bentuk pernyataan atau uraian singkat. Bertanya pd guru 14 36.21 92. b.84 10 26. Tahap seleksi dan pengelompokan data. Analisis data ini dapat dilakukan dengan beberapa tahap. Interpretasi dilakukan pada saat observasi atau pada saat diskusi balikan. Memberikan pendapat 13 34. Tahap pemaparan dan deskripsi data. Misalnya.00 36. Contoh : Data tentang aktivitas siswa dalam pembelajaran dan hasil tes penguasaan materi siswa pada mata pelajaran kimia di kelas XI semester 1 dengan penerapan metode eksperimen berbasis lingkungan Tabel 1. Analisis dan Refleksi 1. c. dan pada setap akhir daur (siklus) pembelajaran diadakan analsis data secara keseluruhan untuk menghasilkan informasi yang dapat menjawab masalah dan menguji hipotesis tindakan yang telah dirancang guru. sedangkan analisis data dilakukan setelah satu paket (siklus) pembelajaran dilaksanakan secara keseluruhan. 22 . Aktif dlm diskusi 26 68. Tahap penyimpulan atau pemberian makna. diagram. Dengan demikian. Sunyono. Kemudian data diorganisasikan sesuai dengan hipotesis atau pertanyaan masalah penelitian yang ingin dicari jawabannya.11 35 tugas % 50.21 12 31. Mendiskripsikan data dapat dilakukan dalam bentuk narasi.

00 Selanjutnya data di tampilan dalam bentuk diagram 70 60 Prosentase Siswa 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Siklus Sangat Baik Baik Kurang Gambar 1. Prosentase Siswa yang Mencapai Ketuntasan Belajar dan Kriteria Keberhasilan Tindakan (Hasil Belajar/Hasil Tes Tiap Siklus) Siklus I II III Nilai Jumlah % Jumlah % Jumlah % (org) (org) (org) < 60.74 20 52. Sunyono. M. Prosentase Aktivitas Siswa pada Pembelajaran Data hasil belajar (tes tiap akhir siklus) dapat dilihat pada gamber berikut.37 15 39.32 14 36.Si.84 18 47.Tabel 2.00 13 34. 74 Nilai Hasil Tes 72 70 68 66 64 62 1 2 3 Siklus Gambar 2.47 17 44.63 ≥ 70.42 0 0 60 – 69. Refleksi Refleksi dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan berdasarkan data yang telah terkumpul dan kemudian melakukan evaluasi Drs. 23 .21 7 18.90 10 26. Rerata Nilai Hasil Belajar Siswa (Hasil Tes) 2.

Drs. Gambar tata surya yang dibawa oleh guru tidak sempat digunakan. Pak Yamin dan Pak Suharyanto (observer) duduk bersama dan dihadiri pengawas (sebagai pakar) membahas hasil-hasil pengamatannya selama pembelajaran berlangsung. Sunyono. Perhatian guru harus menyeluruh. g. Ketika percobaan (eksperimen) dilakukan terjadi keributan kecil. hanya 30% siswa yang selalu aktif bertanya. d. Hasilnya bahwa hasil tes penguasaan materi siswa sudah cukup baik (rata-rata di atas ketuntasan belajar minimal sekolah) meskipun pembelajaran belum optimal dimana sedikit sekali siswa yang aktif dan guru tidak fokus dalam pembelajaran. Pembelajaran akan lebih dioptimalkan dengan memaksimalkan sarana yang ada (misdalnya alat bantu/media). Berdasarkan hasil telaah ini. c. e. refleksi dilakukan. dan hanya satu yang benar pada pertemuan pertama. Sebaran pertanyaan akan diusahakan lebih merata (minimal 10 anak). M. yaitu: a. Sebelum melaksanakan percobaan. dan berdiskusi. berikut diberikan satu contoh: Contoh refleksi Untuk lebih memahami bagaimana Berdasarkan data hasil observasi dan tes hasil belajar siswa yang dilakukan pada akhir siklus 1. Mengapa perhatian saya saat pembelajaran hanya terpusat pada beberapa siswa saja? c. Pak Yamin melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut: a. terampil melaksanakan percobaan. Partisipasi siswa dalam pembelajaran juga tidak memuaskan. Mengapa saya tidak dapat menyebarkan pertanyaan kepada minimal 10 siswa untuk setiap kali pertemuan? b. karena semua anak ingin mencoba. Memperbanyak jumlah pertanyaan yang akan diberikan kepada siswa.guna menyempurnakan tindakan berikutnya.Si. guru lebih dahulu membacakan aturan melaksanakan percobaan. Pak Yamin membuat rencana perbaikan pada pembelajaran siklus 2. Hasil pengamatannya menunjukkan: Hanya 2 orang siswa yang mendapat kesempatan menjawab pertanyaan guru. Berdasarkan data yang terkumpul tersebut. Sedangkan pada peretemuan-pertemuan berikutnya meningkat tetapi masih sangat sedikit. Apakah saya terpaku kepada siswa tertentu yang duduk di depan atau di belakang? Apakah siswa yang duduk di tengah tidak pernah mendapat perhatian saya dan tidak pernah saya beri kesempatan untuk menjawab pertanyaan dan bertanya? d. Pak Yamin berusaha menelaah untuk mencari masalah yang muncul pada pembelajaran yang telah dilaksanakannya. Pada pembentukan kelompok. yaitu secara keseluruhan hanya 8 orang saja (dari 3 kali pertemuan). b. 24 . Setelah percobaan. tidak terfokus dan terpaku pada siswa tertentu saja. Mengapa pembentukan kelompok dan eksperimen mebuat siswa menjadi ribut? Apakah saya tidak menentukan aturan pembentukan kelompok dan tidak membacakan aturan dalam bereksperimen? Selanjutnya dengan dibantu teman sejawat dan pengawas. f. setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerjanya. guru akan menetukan aturan dan syarat pengelompokan.

meliputi: BAB I. gambar. prosedur pelaksanaan. b. atau daftar gambar. Sunyono. Bagian ini meliputi: a. Menyusun Laporan PTK C1.C. Halaman Judul (Kulit Muka) Halaman Pengesahan Abstrak Abstrak merupakan uraian singkat tetapi lengkap yang memuat hal-hal pokok yang diawali dengan judul penelitian. lebih dari 250 kata. c. Ungkapkan gejala-gejala kesenjangan yang terdapat di kelas selama ini sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan. hasil temuan/penelitian. daftar grafik. maupun peta sebaiknya dibuat daftar isi sendiri dengan nama daftar tabel. 25 . grafik. permasalahan dan tujuan. d. di dalamnya dikemukakan tujuan penelitian. 2. M. Ada baiknya kalau diutarakan kerugian-kerugian apa yang bakal muncul apabila masalah tersebut dibiarkan tidak diteliti dan keuntungan-keuntungan Abstrak sebaiknya ditulis dalam Bahasa Inggris atau dapat juga dalam Bahasa Indonesia dan tidak Drs. daftar diagram. cukup pendek saja sekitar satu halaman.Si. masalah yang muncul. dan kesimpulan. diagram. Daftar isi Daftar ini menunjukkan bagian-bagian dari laporan dan dari sini dapat dilihat hubungan antara bagian yang satu dengan bagian lainnya. Untuk tabel. Kata Pengantar Kata pengantar sebaik tidak terlalu panjang. PENDAHULUAN A. Sistematika laporan PTK Sistematika laporan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang telah di keluarkan oleh Dirjen PMPTK (Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan) adalah 1. Latar Belakang Kemukakan hal-hal yang memicu terjadinya permasalahan mulai dari yang kaitannya kurang erat sampai kepada yang kaitannya sangat erat (khusus) terhadap masalah. Kata pengantar ini sebaiknya ditulis oleh peneliti itu sendiri. e. Bagian isi. siapa penyandang dananya (sponsor) dan ucapan terima kasih kepada yang memberikan bantuan. Bagian awal.

rumusan tujuan ini harus konsisten dengan rumusan masalah dan mencerminkan pula proses penelitiannya.Si. Dalam rumusan masalah tersebut harus nampak variabel-variabel yang diteliti. PROSEDUR PENELITIAN Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang telah dilakukan. maka itu hanya dibolehkan Drs. Dalam kajian pustaka harus memuat hal-hal sebagai berikut: 1) teori utama dan teori turunannya dalam bidang yang diteliti. Lihat penjelasan sebelumnya D. Lihat kembali penjelasan pada bagian proposal. Sunyono. B. BAB III. tentu saja harus sesuai dengan proposal yang telah disusun sebelumnya. 2) yang pernah dilakukan oleh orang lain dalam bidang yang diteliti 3) pengetahuan/sesuatu yang telah diketahui berdasarkan hasil penelitian terdahulu. karena dengan kajian pustaka dapat ditunjukkan kedudukan suatu penelitian di tengah-tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang yang diteliti. M. Bila memungkinkan keterkaitan antara satu variabel dengan variabel lainnya ditonjolkan. Oleh sebab itu. KAJIAN TEORI DAN PUSTAKA Lihat lagi uraian pada bagian proposal. Kajian pustaka ini sangat penting dalam suatu karya ilmiah. Tujuan Penelitian Rumusan tujuan penelitian mengarah kepada hasil yang ingin dicapai setelah penelitian selesai dilakukan. Lihat kembali penjelasan sebelumnya. Ketidaksesuaian antara proposal dengan Laporan PTK bila memang terjadi. Definisi operasional untuk setiap variabel yang diteliti harus nampak indikator-indikatornya yang kemudian akan dijabarkan dalam instrumen penelitian.apa yang bakal diperoleh apabila masalah tersebut dipecahkan melalui penelitian. Rumusan Masalah Rumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan yang singkat dan jelas. 26 . Manfaat Penelitian Lihat bagian proposal BAB II. C. 4) kajian komprehensif. sehingga dapat diketahui bahwa masalah yan dirumuskan memang harus diteliti.

dan grafik sangat baik digunakan untuk menyajikan data. Strategi dan metode penting yang membuat cooperative learning berhasil meningkatkan hasil belajar siswa hendaknya dituliskan secara sistematis. guru. motivasi belajar / aktivitas belajar. pada Laporan perlu diuraikan cara melakukan observasi terstruktur tersebut dan siapa observernya. Contoh: Jika pertanyaan penelitian yang dikemukakan pada rumusan masalah adalah ”Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa melalui cooperative learning? Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat diperoleh melalui tes penguasaan materi dan atau observasi langsung untuk melihat motivasi siswa selama proses pembelajaran. teknik penjaringan data. Drs. Tunjukkkan adanya perbedaan antara tindakan pembelajaran yang telah dilakukan secara inovatif dengan pembelajaran biasa tanpa inovasi atau pembelajaran yang sering dilakukan selama ini.Si. Pada prosedur penelitian juga perlu diuraikan secara rinci cara refleksi yang dilakukan. dan hasil belajar. Kemukakan adanya perubahan / kemajuan / perbaikan yang terjadi pada diri siswa. 27 . guru perlu mendeskripsikan proses pembelajaran yang telah berlangsung. Dengan demikian. Kemukakan alat pengumpul data. Pembahasan dalam bab ini disajikan dalam bentuk siklus-siklus. sesuai dengan jumlah siklus yang telah dijalankan. M. misalnya direncanakan pada proposal cara melakukan observasi adalah dengan observasi terbuka. lingkungan kelas. dan hipotesis tindakan yang telah dirumuskan sebelumnya. Sunyono. Dalam kesimpulan. observasi tersebut tidak dapat dilakukan dan yang dilakukan adalah observasi terstruktur. diagram. BAB V. serta proses triangulasi yang dilakukan untuk menunjukkan keakuratan data yang diperoleh. Pada refleksi diakhir setiap siklus berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan (dapat melalui grafik atau diagram atau lainnya) dan kelemahan-kelamahan yang terjadi selama tindakan pembelajaran berlangsung. Namun. karena berbagai kendala. tujuan penelitian. Apa saja yang dilakukan pada setiap siklus dan target yang ingin dicapai pada setiap siklusnya jjuga perlu diuraikan secara jelas. Oleh sebab itu. tetapi berisi juga produk dan proses. BAB IV.pada teknis lapangan. Tabel. SIMPULAN DAN SARAN 1) Simpulan Sajikan simpulan dari hasil penelitian sesuai dengan analisis. kendala-kendala tersebut perlu diuraikan secara singkat. Jawaban tidak saja berupa hasil. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bagian ini menyajikan uraian dari tiap siklus dengan data lengkap.

28 . menghendaki adanya perubahan pengaturan jadwal di sekolah. Etika dalam menulis Laporan PTK Ada beberapa etika yang harus diikuti oleh guru yang melaksanakan PTK dalam menuliskan laporan hasil PTK-nya. karena hal itu kurang relevan. ijin penelitian. Benar “Untuk meningkatkan interaksi pembelajaran guru harus mengefektifkan metode bertanya dengan cara merumuskan struktur pertanyaan yang benar. dan dokumen-dokumen lain yang dipandang perlu. Jangan kurang memberikan saran tentang perlunya PTK ini diteruskan atau diperluas. data penelitian. contoh lembar jawaban dari siswa / guru. Benar : 2. bermanfaat. walaupun dalam jangkauan keterterapannya (range of generalizability) terbatas. guru dilatih untuk disiplin dan jujur. sehingga pemberian saran sebenarnya PTK bersifat kontekstual. Berisi lampiran tentang instrumen yang digunakan dalam penelitian. biodata peneliti. • Dengan PTK. “Dinas Pendidikan / Kepala sekolah perlu menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan bertanya guru”. Bagian penunjang. sebaiknya guru mengefektifkan metode bertanya”. Kejujuran dan kedisiplinan merupakan modal awal dalam mengerjakan atau mencapai sesuatu. termasuk dalam menulis karya ilmiah atau laporan penelitian.Si. Contoh Saran: Salah : : 1. dsn sebagainya). C2. dapat meliputi: Daftar pustaka (lihat Kegiatan Belajar 1) Lampiran-lampiran. peningkatan keterampilan guru mengajar. Foto-foto kegiatan. Hal yang perlu dipahami Drs. “Untuk meningkatkan interaksi pembelajaran. Sunyono. antara lain: • Ingat prinsip PTK. 3. M. bahwa PTK bukan untuk pembenaran diri (self justification) akan tetapi untuk mengungkap kebenaran. dan memberi kesempatan kepada murid untuk berfikir sebelum menjawab”.2) Saran Saran diperlukan apabila hasil penelitian menyangkut pendukung bagian lain sekolah. atau menyangkut sistem yang lebih luas dari sekedar kelas (misalnya.

dan cara kerja). guru peneliti PTK harus memiliki objektivitas yang tinggi. telah melakukan penelitian dengan menerapkan metode eksperimen berbasis lingkungan pada pembelajaran kimia Kelas X Semester I SMA Swadhipa Natar. 1998) 2. sehingga siswa dapat menemukan fakta-fakta. informasi. Oleh sebab itu. konsep-konsep dan teori-teori dengan keterampilan proses dan sikap ilmiah siswa sendiri (Soetarjo dan Soejitno. apakah tujuan tercapai atau tidak. Oleh sebab itu. lingkungan ternayata dapat lebih mengefektifkan proses pembelajaran di kelas. Perlu diperhatikan bahwa ada dua peran PTK. Apakah hipotesis terbukti atau tidak. yaitu peran involvement (melibatkan guru secara langsung sebagai subjek) dan peran Improvement (menempatkan guru untuk melakukan perbaikan. M. konsep.bahwa penulis laporan (dalam hal ini guru) harus jujur pada diri sendiri dan kepada masyarakat yang akan membaca laporan PTK ini. siswa lebih Drs. itu adalah hasil penelitian. yang hasilnya menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimen dengan bahan-bahan yang digunakan berbasis aktif. 29 . Data yang telah dikumpulkan harus ditafsirkan secara objektif. • Dalam hal mengutip pendapat/teori atau menggunakan sumber dari buku atau laporan penelitian orang lain. termasuk pola berfikir. Kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan keterampilan proses merupakan kegiatan pembelajaran yang direncanakan. Sunyono. dkk (2006). hindarkan usaha-usaha untuk memanipulasi data agar hasil penelitian cocok dengan hipotesis atau tujuan.Si. dan terampil dalam setiap pelaksanaan praktikum. kreatif. Objektivitas sangat berkaitan dengan kejujuran. gambar. Sunyono. tanpa mempertimbangkan tingkat keberhasilan PTK. karena objektoivitas yang tinggi mencerminkan hasil penelitian yang benar-benar sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. atau hasil penelitian orang lain. • Objektivitas. Mengutip disini termasuk menggunakan data. • Dalam melaporkan hasil PTK harus apa adanya. harus dicantumkan sumbernya dan penulisnya. Contoh cara mengutip: 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful