P. 1
Farmakognosi i Bahan Ajar

Farmakognosi i Bahan Ajar

|Views: 449|Likes:
Published by Mifti Syawali

More info:

Published by: Mifti Syawali on Apr 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2014

pdf

text

original

FARMAKOKNOSI I

Oleh : Drs. Asram Ahmad.Apt Dra. Elida Hanum Husni. MSi.Apt Prof, Dr, Amri Bakhtiar. MS. Apt

1

FARMAKOGNOSI I
LITERATURE. Pharmakognosi, Phytochemistry and medicinal Plants (Jean Bruneton). Pharmakognosy (Tyler., et al). Pharmacognosy (Treans and Evans) Seydler (1815). Farmakognosi.
pharmacon = obat. gnosis = pengetahuan.

Berasal dari bahasa Yunani yang kemudian diberi pengertian oleh beberapa ahli seperti Fluckiger: Farmakognosi adalah Ilmu Pengetahuan untuk mendapatkan obatobatan dari tumbuh-tumbuhan, hewan dan mineral, yang berhubungan dengan biologis, biokimia dan ilmu perdagangan obat-obatan dan khasiatnya. Berkembang terus dan akhirnya Farmakognosi menjadi suatu ilmu tentang obat yang meliputi: Sejarah – distribusi – kultivasi (tumbuh) – koleksi – pembuatan preparat obat – perdagangan – identifikasi – evaluasi – pengawetan – penggunaan obat – substansi yang diperdagangkan (simplisia) – dan 2 mempunyai khasiat pada manusia dan binatang.

 Disimpulkan: Farmakognosi meliputi pengetahuan  Identifikasi dan evaluasi dari obat-obatan.  Lebih tegas lagi Farmakognosi adalah ilmu yang  mempelajari bahan untuk obat.  Bahan dasar untuk obat pada umumnya berasal dari bahan alami (Natural Product) yang disediakan dalam bentuk simplisia.  Simplisia : Bahan obat yang berasal dari alam (Natural  Product) seperti dari tumbuhan, hewan dan  mineral yang dikumpulkan dan dikeringkan  tampa mengalami proses selanjutnya.  ―Materia Medika Indonesia”  Simplisia adalah Bahan yang dijumpai di Alam yang terdiri dari seluruh tumbuhan dan herba, bagian getah tumbuhan, ekstrak, sekresi dan konstituen lain, seluruh bagian hewan, ekstrak, sekresi dan konstituen lain yang strukturnya belum dirobah (asli seperti di Alam) belum mengalami apa-apa.
3

 Bentuk Simplisia: Padat, setengah padat, dan cair.  Kesimpulan : Simplisia adalah bahan dari alam yang belum  mengalami pengolahan sempurna. Pengolahan sempurna yaitu –Ekstraksi, Destilasi, Pencampuran dan lainnya.

 BAHAN ALAM. ( Natural Product )
 Natural Product : adalah bahan-bahan obat yang diperoleh dari:  Tumbuhan atau bahagian dari tumbuhan seperti;
 Seluruh tanaman (Herba), daun (folium), akar (radix), buah (fructus), Kulit (cortex), bunga (flos), umbi (rhizom), getah dll.

 Hawan seperti:
 Organ hewan, ekstrak, sekresi, bahagian tertentu hewan.

 Mineral.  Bahan alam yang belum diolah atau dengan sedikit pengolahan ada yang  dapat langsung digunakan untuk pengobatan seperti jamu dan obat  tradisional.  Obat tradisional: Obat-obat yang dalam bentuk asal atau bentuk simplisia  telah digunakan sebagai obat.  Tetapi ada juga obat tradisional yang digunakan setelah  diekstraksi bahan berkhasiatnya.
4

   
 

Pengolahan bahan alam untuk mengambil bahan berkhasiatnya tergantung kepada sifat kimia dan sifat fisikanya. Pada umumnya penarikan zat berkhasiat dari tumbuhan adalah seperti: Ekstraksi. penarikan dengan zat penarik yang cocok dalam bentuk tunggal ataupun campuran.dapat caranya;
      Maserasi (perendaman), bahan direndam beberapa lama dengan pelarut yang cocok, pisahkan dan dikeringkan. Perkolasi. Dengan memakai alat perkolasi. Cairan penyari dilalukan pada bahan dan ditampung. Cairan kemudian diuapkan. Sokletasi dengan zat kimia tertentu. Memakai alat soklet. Destilasi. Biasanya untuk minyak menguap (minyak atsiri)

  

Perasan ; untuk zat yang mudah rusak kena panas atau ingin menarik zat berkhasiat sesuai dengan aslinya. Penarikan dengan zat kimia tertentu.
5

 PEMBUATAN SIMPLISIA.
 Ada beberapa hal yang penting dan mendasar pada pembuatan suatu simplisia obat sehingga suatu simplisia tersebut memenuhi syarat.

 A. Pengumpulan.
    

Dari tumbuhan liar (hutan) Dari tanaman budidaya (sengaja ditanam) Hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu pengumpulan adalah dimana tanaman mengandung zat berkhasiat optimal (tinggi):
 Waktu----------- pagi – siang – sore.  Bagian tanaman yang akan diambil / digunakan. Secara umum aturan tersebut adalah sebagai berikut: Akar (radix) dan Umbi (rizhom) dikumpulkan pada saat pertumbuhan telah berhenti.  Kulit (cortex) untuk daerah tropis dikumpulkan pada saat tanaman telah dewasa dan daerah sub tropis dipanan pada musim semi.  Daun dan pucuk (folium) dikumpulkan pada saat fotosintesa berlangsung sangat aktif ditandai dengan melihat apakah tanaman tersebut sedang berbunga atau berbuah, tetapi buah belum masak.  Bunga (flos) dikumpulkan pada saat bunga telah membentuk benang sari atau polen.  Buah (fructus) dikumpulkan pada saat buah telah tua tetapi belum masak.  Biji (semen) dikumpulkan pada waktu buah telah masak, sedapat mungkin biji belum tumbuh.
6

B. Cara Panen.
Dengan tangan ------- biaya tinggi Dengan mesin.-------- tidak dapat untuk semua simplisia.

C. Pengeringan.
Tujuan  Menghilangkan air supaya:
 Tidak tumbuh jamur.  Enzim jadi tidak aktif yang dapat merusak zat aktif.  Simplisia dan kandungan kimia tidak rusak.

Cara-cara.  Diangin-anginkan, baik untuk bahan yang mengandung minyak atsiri.  Matahari langsung, baik untuk rhizom.  Tempat terlindung, untuk mempertahankan warna. (mis: Cabe)  Pengeringan buatan. Lebih baik karena:
 Temperatur dapat diatur sesuai kebutuhan.  Cepat menstop kerja enzim.  Efisien dan sirkulasi udara merata.
7

 D. Garbling. (Penyortiran)  Yang termasuk pekerjaan garbling ini adalah:  - Mimisahkan / menghilangkan pengotor, benda benda asing dan bagian-bagian tumbuhan lain yang tidak  diperbolehkan.  Menghilangkan kotoran, pasir, logam dan zat tambahan.  Contoh: Folia harus bebas ranting, Rhizom harus bebas batang dll.
 E. Pengepakan / Penyimpanan / Pengawetan.  Pengepakan tergantung pada perjalanan simplisia.  Bagi simplisia yang diperdagangkan perlu pengepakan yang benar  agar mutu simplisia tetap tinggi.  Misalnya : untuk daun dan herba dibungkus dengan kuat dan padat  dan dengan berat tiap bungkus maksimum 100 kg.  Untuk bahan yang mudah lembab harus dibungkus dengan  bahan kaleng.  Penyimpanan dan pengawetan juga perlu diperhatikan sesuai  dengan sifat dari simplisia, dan ini biasanya ada aturan-aturan  tertentu / khusus.
8

F. Standarisasi Simplisia.  Simplisia yang memiliki terapi distandarisasi dalam Farmakope-farmakope seperti:  USP  National Formularium  Farmakope Indonesia.  Dan lain-lain buku resmi yang tidak tercantum dalam Farmakope.  Didalam Farmakope tercantum antara lain:  Monografi  Penggunaan / khasiat.  Dosis maksimum / dosis lazim.  Simplisia yang telah dimuat dalam Farmakope disebut Simplisia  Resmi dan yang belum disebut Simplisia Tidak Resmi, atau  simplisia resmi adalah:  Mempunyai nilai terapi.  Terstandarisasi.  Tercantum dalam Farmakope.  Simplisia tak resmi adalah:  Diakui, tapi tidak tercantum dalam Farmakope
9

G. Evaluasi / Pemeriksaan.  Mengevaluasi suatu simplisia berarti mengidentivikasi atau menentukan kualitas dan kemurnian suatu simplisia dan pemeriksaan pemalsuan               Secara skematis yang dapat dilakukan pemeriksaan adalah; - Organoleptis ------- bentuk, bau, warna dan rasa. - Mikroskopis ------- Untuk mengidentivikasi jaringan yang spesifik. Karena setiap bahan simplisia tersebut bisa ditentukan spesifikasinya masing-masing dibawah mikroskop. - Biologis / Farmakologis ------ dengan memakai binatang percobaan. - Pemeriksaan kimia ----- dengan reaksi kimia tertentu. - Pemeriksaan Fisika ----- Kelarutan, Spesifik grafitasi, pemutaran bidang terpolarisasi. Dan lainnya. - Kelembaban (kadar air) -----Gravimetris. Azeotrop dan Trimetri - Kadar abu. - Penentuan dengan Kromatografi.
10

 Pengelompokan / Pembagian / Klasifikasi Simplisia dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain:  Berdasarkan Familinya
 Solanacaea, Rubiacaea dll.

 Berdasarkan khasiatnya.
 Obat jantung, obat diabetes dll.

 Berdasarkan golongan senyawa kimia zat berkhasiatnya
 Karbohidrat.  Alkaloid.  Glikosida.  Tanin.  Lemak.  Minyak atsiri.  Resin dan Resin kombinasi.

11

Glikosoda
 Suatu senyawa bila dihidrolisa gula + bukan gula  (glikon) (aglikon)  Gula yang terbentuk: - glukosa (umum), ramnosa, digitoksosa, simarosa.  campuran dua atau lebih gula diatas.  Aglikon yang terbentuk: - steroid, antraquinon, triterpen, flavon, dll.  Gula-gula terikat pada gugus OH dari senyawa bukan gula.  Fungsi 1. Bagi tanaman - Pengaturan (metabolisme)  - Perlindungan dan kesehatan tanaman.  2. Bidang Farmasi: - tergantung dari jenis glikosidanya a.l:  Jantung,  laxantsia,  lokal iritan kuat  analgetik.  dll.
12

 Penggolongan bisa bermacam-macan a.l berdasarkan:  Khasiat  Inti aglikon.(kimia)  Gula pembentuknya dll.
      Penggolangan Glikosida (umum) 1. Cardioaktif glikosida. 2. Antrakuinon 3. Saponin. 4. Sianopor. 5. Isitiosianat

6.Flavonal. 7. Alkohol. 8. Aldehid. 9. Lakton. 10. Fenol. 11. Glikosida netral.

13

CARDIOAKTIF GLIKOSIDA.  Aglikonnya adalah steroid yaitu: cardenolida dan bufadienolida.

14

 Bentuk glikosida lebih aktif dari bentuk aglikonnya mudah larut.  absorbsi lebih cepat.  Kerja : - meningkatkan kontraksi sistole  - myocardium (menaikkan cardiac out put).  - Menaikkan sekresi ginjal (mengurangi edema).  1. Species : Digitalis lanata. Ehrh.  Digitalis purpurea. L.  Famili : Scropulariaceae.  Simplisia : Daun.  - Daun yang telah dikeringkan pada temp 50–600C  - Gyc tidak akan terhidrolisa oleh enzim.  Banyak tumbuh di Eropa dan Amerika.  Dikenal 12 species, digitalis disebut juga Fox Cloves.  Yang sering digunakan sebagai obat adalah yang dua diatas.  D. lanata berdaun agak kecil dengan warna hujau tua sedangkan  D. purpurea daunnya lebih besar dengan warna hijau abu-abu.

15

Isi : D. purpurea mengandung 3 seri struktur gikosida / aglikon.  Tipe A digitoxin /glikosida purpurea A / glikosid A / digitalin.gula digitoxosa  Tipe B gitoxin / glikosida purpurea B / glikosid B  Tipe E digitoxin / glikosida purpurea E / glikosid E  Gulanya terdiri dari 4 monosakarida yaitu :  satu D-glukosa ; tiga digitoxosa.  Kandungan lain: Flavonoid, antraquinon, saponin, digitonin, tigonin dan  digitanol glikosida.  D. lanata mengandung 5 seri struktur gikosida:  Tipe A. B. dan E. untuk daun segar sedangkan pada daun  kering ada terdapat gikosida skunder yang disebut  asetildigoxin, asetilgitoxin dan asetilgitaloxin.  Tipe C: Lanatosid C / digoxin.  Tipe D. Lanatosin D / digitanin. Penggunaan:  D. purpuirea dipakai sebagai preparat galenika (bubuk dan tinctura)  D. lanata :industri ekstraksi glikosida, gagal jantung, supraventraculer  tachicardi, atrial flutter dan atrial fibrallation.
16

2. Species : Stropanthus gratus.  Famili : Apocynaceae.  Simplisia: Biji.  Banyak terdapat didaerah afrika, yang  dulunya dipakai sebagai racun panah

17

Isi: Glikosida ouabain 3 – 8%
  Ouabain sangat polar bila dihidrolisa ouabagenin + ramnosa. Penggunaan : - Tidak diabsorsi secara oral, dipakai iv.  - Tonikum jantung dengan bekerja capat dan  - lama kerja pendek (digunakan untuk  pertolongan pertama jantung akut (iv).
18

ANTRAKUINON GLIKOSIDA
 Struktur :  Halaman antraquinon (tugas)  Pada struktur terdapat adanya gugus fenolik yang bersifat khas.  Gulanya biasa terdiri dari glukosa, ramnosa dan apiosa yang secara  normal terletak pada C8 glukosa atau C6 (ramnosa atau apiosa)

 Segar glikosidanya adalah tipe antron (mono antron) dan  bila dikeringkan akan terjadi oksidasi dan dimerisasi oleh enzim  menjadi glikosida di-antron
 Pengaruh pengeringan:  Temperatur 40 C antron glikosida enzim dimerik  Temperatur diatas 40C ikatan glikosida antron pecah, oksidasi  antrakuinon + gula

 Kegunaan utama dari simplisia ini adalah  Laksatif  Pewarna.

19

Contoh simplisia yang mengandung glikosida Antrakuinon. = Senna = Cascara sagrada (Buckthrom) = Cape Aloe = Rhubab = Cochineal.

20

 1. Species 

: (1) Cassia angustifolia Valhl ---- Tinnevelly Senna. : (2) Cassia senna. L ---- Alexandria senna (Daun Jati Cina )

     

Famili : Leguminosae (Caesalpinaceae) Simplisia : Senna. ( daun yang telah dikeringkan) Semak rendah. Tumbuh didaerah padang pasir. Banyak tumbuh di Arab, Afrika Barat (Somalia), Asia (India & Pakistan. Banyak ditemukan di Afrika Utara terutama Sudan. Simplisia umumnya dikeringkan dengan panas mata hari atau panas buatan.
21

Isi :
      - Glikosida Senosida ---- aglikon tipe di-antron. - Mayoritas : Senosida A dan B (dari 8.8‘ –diglikosida) - Senosida C dan D (isomer) - Antron bebas. - Sedikit glikosida antrakuinon lain seperti aloe emodin, rhein.dll - Monomerik glikosida antron seperti rhein antron dan aloe emodin antron

     

Penggunaan : Laksan atau Pencahar untuk mengatasi sembelit/konstipasi, ambeien, setelah operasi rectal anal, pengosongan lambung sebelum foto rontgent, Antiinflammatory (anti bengkak) Regenerasi Sel Obat cuci perut (colon cleansing) Mengurangi kolesterol, apabila anda makan yang kaya akan karbohidrat dan kolesterol tinggi minumlah teh ini. Teh Daun Jati Cina ini cocok bagi pria dan wanita yang memiliki kelebihan berat badan
22

2. Species: Rhamnus purshianus . DC ( =Frangula purshiana . DC)  Famili : Rhamnaceae.  Simplisia : Cascara Sagrada (Cortex batang yang dikeringkan)  Tanaman tumbuh disepanjang pantai Barat Amerika Utara.(AS & Kanada)  Simplisia dikumpulkan dari tumbuhan liar.  Pengumpulan dilakukan pada bulan Mei sampai akhir musim  panas.  Kulit dipotong-potong tipis + 5 mm kemudian dikeringkan dan disimpan.  Dalam penyimpanan sering berlumut/berjamur. Isi :  Glikosida hidroksi antrakuinon terutama O-glikosida 6 – 9%  Cascarosida A,B,C dan D yaitu C-glikosida 70% = C-10 isomer Aloin (=barbaloin dan krisaloin 8-O--D-glukosida)  Senyawa abb:  Rumus . Penggunaan:  Laksativ kuat (powdwr dan ekstrak) Powder dibuat infus dan dekok.  Penggunaan dikombinasi dengan spasmilitik.
23

3. Species : Rhamnus frangula .L (=Frangula alnus .Miller)  Famili : Rhamnaceae.  Simplisia : Buckthorn (Kulit batang dan ranting kering).  Tumbuhan berupa semak dengan tinggi 3 – 5 m, daun oval,  pembuluh sekunder sejajar, berlekukan dan pinggir tajam.  Bunga pada dasar daun, kecil putih kehijauan.  Buah berdaging warna merah bila masah hitam dengan biji 2-3 buah.  Banyak terdapat di Eropah Timur, Balkan sampai Polandia  Pengumpulan pada musim bunga, kulit tipis lembut (0,5-2mm)  permukaan luar coklat abu-abu, kerutan memanjang dan  berlekuk dengan lentisel abu-abu (sayatan melintang.  Permukaan dalam coklat merah.  Simplisia kering disimpan bisa > dari 1 tahun. Isi :  Turunan 1,8-dehidroksi antrakuinon 2-8%  Emodin. <0,1%  Sedikit alkaloid siklopeptida. Penggunaan :  Sama dengan Cascara sagrada.
24

4. Species : Aloe ferox . Miller (Cape Aloe) (lidah buaya)

            

Aloe vera (L) Burm.f. (=Aloe barbadensis. Miller) (Curacao aloe) Famili : Liliaceae. Simplisia : Sari Aloe dan getah kering Aloe. Genus Aloe ada lebih dari 150 species dan ada yang hibrida. Cape aloe bunganya merah sedangkan Curacao aloe bunganya kuning. Aloe tanaman herba, daun berdaging, mengkilat, pinggir daun sering berduri dengan ujung runcing dan panjang berfariasi. Aloe berasal dari Afrika Selatan yang menyebar keseluruh dunia. Penyiapan simplisia dengan memotong-motong daun secara melintang,cairan keluar dengan spontan dan ditampung, dipekatkan dengan pemanasan rendah (tradisionil). Sari kental coklat tua (Curacao aloe) kehijauan mengkilat ( cape aloe). Gel diperoleh setelah jaringan luar dikupas / dihilangkan kemudian digiling.
Isi ; Aloe (umum) - Derifat hidroksi antrakuinon 15-40% yang terdiri dari: - Aloe emodin antron-10-C-glukosida. - Aloin (barbaloin) - Hidroksi aloin = (aloinosida). Penggunaan : - Laksatif - Gel untuk kosmetologi (bentuk krim dan cair) seperti untuk sun-lotion, krim, pelembab bibir, salep obat dll.

   

  

25

5. Species : Rheum palmatum .L  Famili : Poligonaceae.  Simplisia : Rhei radix (Rhubarb) (daerahKelembah)  Tumbuhan berupa herba yang tinggi,  perenial,rhizom ringan,  tangkai daun panjang mengkilat, tulang  daun bawah kemerahan..  Bunga kecil dengan malai besar.  Simplisia merah coklat. Isi :  Antrakuinon glikosida 60-80% (terutama  emodin, fisceon, aloe emodin dan krisofanol  glikosida. Kegunaan :  Laksan (powder).

26

6. Species : Rheum compactum. L  Rheum rhamponticum. L.  Famili : Poligonaceae.  Simplisia. Rhampontic Rhubab rizhom dan radix  Sejenis tanaman hias daun dapat  dimakan, jarang digunakan untuk obat.  Banyak tumbuh di Cina, India, Pakistan  dan pegunungan Himalaya. Isi :  - Derivat antrakuinon. Rhein antron.  - Stilben glikosida raponticin. Penggunaan ;  Catarticum

27

7. Species : Coccus cacti. (sejenis insekta)  Famili : Coccidae.  Simplisia : Cochineal , Insek betina (besar larva) yang  dikeringkan.  Insekta ini hidup dan memakan tanaman  Spc: Nappalea cochinellifera  Oputia coccinellifera  Fam : Cactaceae  Insekta betina yang produktif dengan ciri badan besar  mirip larva dikumpulkan kemudian distem / air panas  kemudian dikeringkan. Isi :  Glokosida (as. Carmin)/merah karmin (antrakuinon) 9-10%.  Lemak 10%  Lilin 2% Penggunaan :  Pewarna (alami).
28

SAPONIN GLIKOSIDA
 Saponin sapo = busa onis = sabun  Sifat :  Aktif permukaan, karena itu kadang-kadang dapat  sebagai deterjen.  Contoh ―Soap wood” Saponaria officinalis  Sapindus rarak (minang = tandikia)  Haemolitik.  Toksis terhadap hewan berdarah dingin. (tidak spesifik)  Rasa pahit.  Ada yang mengandung―sapotoxin‖yang bersifat racun.  Struktur berdasarkan aglikonnya dibagi atas 2 grup:  Saponin Steroid.  Saponin Triterpenoid.
29

30

 Kegunaan:  Bahan sintesa hormon steroid untuk kontrasepsi dan  pengobatan seperti: anti inflamatory, esterogen,  androgen dan progestin.  Bahan yang sering digunakan sebagai bahan semi sintesis hormon steroid dari alam adalah:  Saponin steroid  Fitosterol  Kolesterol  Asam empedu.  Saponin steroid (sapogenin) yang sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan hormon steroid adalah:  Diosgenin. Diosin  Hecogenin. Heconin  Smilagenin Smilanin  Dan sarsapogenin . Sarsaponin.
31

SUMBER DIOSGENIN  Species : Discorea spp.  Famili : Diocoreaceae.  Simplisia : Umbi yang dikeringkan.(minang = gaduang) dis:  ―Yams‖  Diascorea mempunyai 600 species.  Banyak tumbuh didaerah tropis, dan dimakan umbinya.  Tumbuhan herba perenial, berumbi, daun cordata  acuminata, bunga kecil unisexual.  Tumbuh liar dan dikebunkan, panen dilakukan setelah daun  gugur. Setiap jenis mempunyai kandungan saponin yang berbeda jenis dan jumlahnya.  Beberapa jenis yang sering digunakan adalah a.l:  Dioscorea opposita .Thumb  D. esculenta (lour) Burk  D. alata L dll 
32

Di Amerika Tengah sering dijumpai jenis:  D. composita Hemsl  D. floribunda Mart & Gal  D. mexicana Gill  D. spiculiflora Hemsl Di Cina ditemui juga jenis:  D. zingiberensis C.H.Wright.  D. pantaica Prai &Burk.  Jenis yang paling banyak menghasilkan Diosgenin adalah D. floribunda sebanyak + 500 kg / hektar.  Diocin 2 mol L-ramnosa & 1 mol D-glukosa.
33

 SIMPLISIA/SAPONIN sebagai ANTI INFLAMATORY
 Species : Glycyrrhiza glabra .L.  Famili : Fabaceae (Leguminosae).  Simplisia : Licirice (akar kayu manis cina, succus liquiritae)

34

 Dalam bentuk simplisia digunakan sebagai:
• • • • Pemanis. Pengobatan Ulcer (bangsa Yunani) Obat batuk (tabib Arab). Mengurangi efek samping laksan.

 Licorice adalah akar kering yang banyak sekarang digunakan untuk farmasi dan Food teknologi.  Tumbuhan berbentuk perineal, belukar tegak berselang (11,5 m) daun menyirip gasal dengan daun 7-17 helai.  Bunga majemuk, tandan tegak, sedikit berwarna gelap.  Buah pipih berbentuk polong.  Negara penghasil utama, Turki, Iran, Unisofyet, Cina dan Pakistan.  Radix : bau dan rasa yang karakteristik
35

 SIMPLISIA/SAPONIN sebagai DERMATOLOGI
 Species : Centela asiatica . L.  Famili : Apiaceae.  Simplisia : Hydrocortiles (Gotu Kola) (Coin Indian) (kaki Kuda)

36

 Tanaman berupa herba perenial yang tumbuh mulai dari India Madagaskar dan Indonesia.  Mudah diidentifikasi dengan melihat bentuk daunnya kecil bulat, lebih kurang berbentuk jantung. (cordate).
 Nama Lokal Pegaga (Aceh), daun kaki kuda (Melayu), ampagaga (batak), antanan (sunda), gagan-gagan, rendeng (jawa), taidah (bali) sandanan (irian) broken copper coin, buabok (Inggris), paardevoet (Belanda), gotu kola (India), ji xue cao
37

 Isi:  Minyak menguap.  glikosida, flavonol, saponin, polialkin dan sterol.  Penggunaan:  Di India dulu sebagai pengobatan penyakit kulit (dermatologi)  Ekstraknya:  Luka bekas oerasi.  Luka bakar ringan.  Radang sendi dan memar.  Untuk oral digunakan menghilangkan gejala penyakit vena dan pembuluh limpa.  Berdasarkan penelitian farmakologi yang dilakukan, efek farmakologi utama dari pegagan ini diketahui berasal dari kandungan glikosida triterpenoida yaitu Asiaticoside yang berfungsi meningkatkan perbaikan dan penguatan sel-sel kulit, stimulasi pertumbuhan kuku, rambut, dan jaringan ikat, meningkatkan perkembangan pembuluh darah serta menjaganya dalam jaringan penghubung (connective tissue), meningkatkan pembentukan mucin (zat utama pembentuk mucus) dan komponen-komponen dasar pembentuk lainnya, seperti hyaluronic acid dan chondroitin sulfate, meningkatkan daya kompak (tensile integrity) dermis (jaringan kulit di bawah epidermis), meningkatkan proses keratinisasi (pembentukan keratin) epidermis melalui perangsangan pada lapisan luar kulit, dan meningkatkan efek keseimbangan pada jaringan penghubung.

38

 Species : Panax ginseng . C.A.  Famili : Araliaceae.  Simplisia : Ginseng.

39

 Simplisia diambil dari radix yang dihasilkan oleh negaranegara seperti Korea, Cina , Nepal Manchuria Siberia dan negara lainya.  Korean Ginseng: adalah tanaman herba kecil, daun palmatilobat, bunga putih dan merah arbei.  Banyak tumbuh didaerah pergunungan mulai dari Nepal, Manchuria, Siberia Timur sampai Cina dan Korea.  Macam2 simplisia yang dijumpai:
 Korean Ginseng.(Korea)  American Ginseng (Amerika Utara) dari Panax quinquefolium L.  San Chi Ginseng (Cina Utara dan Vietnam) dari Panax notoginseng Wall dan Panax japonicus C>A>Meyer  Himalayan Ginseng (Himalaya) dari Panax pseudoginseng.

 Cara penyiapan simpl: Radix dicuci keringkan di udara panas 12-14 hari.
40

 Isi:
 Saponin + 20 macam dan 5 macam glikosida dari tetrasiklis aglikon dan juga khusus protopanaxadiol dan protopanaxatriol.  Koren Ginseng Ssaponin 1-3% dan setiap ginseng yang lain kadar saponin tergantung dari tempat tumbuhnya.  Polisakharida, vitamin, sterol, asam amino dan peptida, minyak menguap 0,5%, dan poli alkil.

 Kegunaan:
 CNS stimulan untuk anemia, diabetes, syaraf, insomnia, ulcer.  Meningkatkan ketahanan pada kelelahan dan stres.  Meningkatkan daya ingat dan sex.  Berefek anabolik  Mempengaruhi kelenjer endokrin dan efek imun.  Sebagai tonikum, memperbaiki dan awet muda, tetapi aktivitas farmakologisnya sukar dibuktikan.

 Catatan: Efek tidak ada yang menonjol, tidak ada toksis akut, tetepi pemakaian dibatasi maximum 3 bulan.
41

SIANOFOR GLIKOSIDA
     Glikosida hidrolisa/enzim Asam Cianida (HCN) Enzim yang mempengaruhi (Enzim Endogen) Glukosidase. Hidroksinitril liase. Biasanya sianofor glikosida adalah turunan mandelonitril (benzaldehidsinohidrin)  Terbentuknya sianida secara umum pada tanaman adalah akibat terjadinya pengrusakan jaringan tanaman secara fisis.  Contoh : penghancuran, memar atau akibat jamur yang berkontak dengan glikosida ini dalam cacuola dan enzim (sitoplasma.)  Contoh glikosidanya:
 Amygdalin Bitter Almond, kernel Apricort, Cherry Laurel (Fam.Fagaceae).  Prunasin Prunus padus (D-Mandelonitril)  Prulaurasin daun Cherry Laurel (aglikon rasemik Mandelonitril)  Sambunigrin Sambucus nigra (aglikon L-mandelonitril)

 Hidrolisa terjadi:  Kopian hal23  Hanya satu simplisia yang berguna dalam bidang Farmasi yaitu: Cherry laurer dari:species Prunus laurocerasus L.

42

 Species : Prunus lauroserasus.L.  Famili : Rosaceae.  Simplisia : Daun kering (Cherry laurel)

43

 Tunaman asli dari Eropa timur.  Berupa semak yang selalu hijau, tandan bunga berwarna putih, buah kecil oval, berwarna merah dan kalau masak jadi hitam.  Daun dihaluskan, bau seperti bitter almond.  Isi:
 Prunasin (-)-(R)-mandelonitril--D-glukosida

 1,2 – 1,8 gr / 100 gr simplisia segar.  Penggunaan:
 Secara tradisional : Sari air formulasi.

   

Sirop : * Kondisi broncho pulmonary. * Aromatikum. * Stimulasi pernafsan. Juga secara tradisional dipercaya sebagai:
 Sedative.  Ekspektoran.
44

ISOTIOSIANAT GLIKOSIDA

 derivat alifatis  Aglikonnya  derifat aromatis  contohnya: Sinigrin.  Sinalbin   Sinigrin dan Sinalbin mustard oil.

isotiosianat

pada Black mustard. pada White mustard
dihidrolisa

45

 Species : Brassica nigra Koch.  B. juncea (Linn)  Famili : Cruciferae (Brassicaceae)  Simplicia : Black mustard. Semen dari buah masak yang dikeringkan.  (Sinapis nigra semen)

46

 Tanaman adalah herba annual, batang tegak ramping, bunga kuning, daun menyirip, kadang-kadang empat sisi, tangkai pendek.  Berasal dari eropah dan Asia Tenggara dan didataran daerah yang beriklim sedang. Penghasil terutama Inggris dan India.  Isi :
 Minyak lemak 30-35%.  Glikosida sinigrin, tetapi dengan adanya enzim mirosin dan air dalam sel yang sama akan terjadi hidrolisa menjadi mustard oil.

  C3H5 – NH – CH =CH2  Sinigrin   Penggunaan:

S – C6H11O6 mirosin + H2O OSO3K

S=C=N – CH2 – CH Alil isotiosianat (Mustard oil) + KHSO4 + C6H12O6

 Lokal iritan dan emesis.  Rubifacient  Condiment (bumbu masak)

47

 Species : Brassica alba (Linne) Hooker filius  Famili : Crucifere (Brassicaceae)  Simplisia : White mustard. Semen buah masak yang dikeringkan.  (Sinapis alba semen)  Tumbuhan mirip dengan Black mustard hanya berbeda kandungan glikosidanya yaitu : Glikosida Sinalbin  CH-N=C=S  Sinalbin mirosin + air  OH  Akrinil isotiosianat  (memberi rasa pedas dan tidak berbau dibanding alilisotiosianat)

48

FLAVONOL GLIKOSIDA
 Aglikonnya adalah Flavonoid.  Dialam flavonoid ditandai dengan terlihatnya pigmen kuning.  Contoh: Rutin. Kuersetin, hesperidin, hesperitin, diosmin dan narigin. Yang empat terakhir terda[at didalam buah Citrus.  Khasiat:  Pengobatan gangguan kapiler dan vena (tunggal/campuran)  Topical untuk plebology (radang pembuluh darah)  Dalam perdagangan sering digunakan untuk:  Pengobatan gangguan pada vena, pembuluh limpa, lelah tungkai, kram dan kelelahan lain serta edema.  Penumpukan acute  Kontrasepsi intra urine.  Gangguan sirkulasi pada retina..
49

 flovonoid tersusun dari dua cincin aromatis yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga dengan susunan C6-C3-C6 . 

50

 SIMPLISIA yang mengandung FLAFONOID.
 Species : Ginkgo biloba L. (Maidenhair Tree).  Famili : Ginkgoaceae.  Simplisia : Folia dan fructus yang dikeringkan atau segar.

51

        

- Berasal dari Perancis - Banyak ditanam di Korea, Erancis Selatan dll. - Buah baunya spesifik, bau tidak enak.

Isi: Flavonoid 24% .(Kuersetin dan esternya) Biflavonoid 6% (ginkgolide.) Diterpen. Sterol, alifatis alkohol, keton dan as.organik, siskuiterpen dan sakarida.  Penggunaan:  Pengobatan arteri kronik.  Pengobatan gejala pikun., vertigo,tinitis dan pendengaran hilang.
52

 Species : Sapora japonica L (Japanese pagoda)  Famili : Fabaceae.  Simplisia : Kuncup bunga.  Tanamn berbatang tinggi.  Banyak ditanam didaerah beriklim sedang.  Asli tanaman Cina Tengah dan Utara.  Banyak ditanam di Jepang dan negara lainnya.  Isi:  Rutin 15-20% (Kuersetin-3-rutinosid)  Penggunaan :  Pewarna sutra pengganti pencelup buatan.

53

 Species : Citrus spp.  Famili : Rutaceae.  Simplisia : pericarp buah..
 Tumbuhan daerah Timur.  Banyak mempunyai species, varietas dan hibridanya.  Flavonoid nya disebut juga citroflavonoid.

 Isi:
 Flavonoid:
• • • • Hesperidin Neo hesperidin. Eriodyctin dan eriocitrin Flavon glikosida (diosmin dan rutin)

 Pektin  Minyak menguap.

 Penggunaan:
 Gangguan vena yang kronik dengan gejala kejang pada malam hari, dengan dosis 1 gram/hari selama 8 minggu.  Dosis rendah untuk fragiliti kapiler.
54

ALKOHOL GLIKOSIDA.
 Species : Salix alba L dan Spc lainnya.  Famili : Salicaceae.  Simplisia : Cortex Salicin
 Batang berbentuk diocius  Banyak terdapat dieropah.  Komposisi dan kadar dari glikosidanya tergantung dari spc nya dan tempat tumbuh.

 Isi:
 Salicin yang bila dihidrolisa menjadi Saligenin + glukosa. Salicin adalah glikosida dari salisil alkohol terbentuk bersamaan dengan salicortin dan turunan benzoil.  Populin (benzoin salicin) komponen yang terdapat pada kuncup.

 Penggunaan.:
 Anti inflamatori secara tradisional, ditandai ikatan as. Salisilat, yang timbul karena teroksidasi menjadi salisil alkohol dalam saluran cerna.
55

ALDEHID GLIKOSIDA
 Contoh:
     Salinigrin. Helicin = isomer dari salinigrin Amygdalin Vanilla, suatu bentuk simplisia. Vanillin adalah aglikon yang terbantuk selama pengawetan buah vanilla. Secara kimia vanillin adalah metil protokatekhuat aldehid.

        

: Vanilla planifolia .Andrews (Mexican atau Bourbon Vanilla.) Famili : Orchidaceae. Simplisia : Buah tua yang difermentasi. Tanaman asli Mexico. Tanaman memanjat perenial, akar hawa melengket pada batang. Tumbuhan daerah tropis temp 180C dengan kelembaban tinggi. Buah terbentuk setelah berumur 6-10 tahun Buah tua difermentasi dngan merendam dengan air hangat, segera dibalut dengan kain wool semalam, membutuhkan + 2 bulan pengeringan.  Kehilangan berat70-80%.  Karakteristik pada warna dan bau. 56

Species

 Isi:  2 glikosida (glukovanillin atau avenin dan glukovanilat alkohol. Selama fermentasi
 avenin Hidrolisa  glukovanillat alakohol vanillin + glukosa Hidrolisa vanillat alkohol + glukosa

       

oksidasi vanillat aldehid (vanillin) gula 10% minyak lemak 10% Catatan: Vanillin dapat dibuat secara semi sintetis dengan bahan dasar: coniverin (glikosida kambium pinus) eugenol (fenol pada komponen minyak cengkeh) Lignin.
57

FENOL GLIKOSIDA
       Arbutin pada tanaman Uva ursi hidrolisa hidrokuinon + glukosa hesperidin flavonol glikosida. Phloridzin pada Rosaceus. Baptisin paIris species. Species : Artostaphylos uva-ursi (L) Spreng. Famili : Ericaceae. Simplisia : Daun kering. (Bearberry)
 Tumbuhan semak yang selalu hijau.  Terdapat di Eropa, Asia Amerika Serikat Utara dan Canada.  Bunga berbentuk lonceng putih.

 Isi:
 Glikosida arbutin 6-10%  Allactanin 15-20%.  Flavonoid.

 Penggunaan:
 Diuretika.  Adstringentia..
58

LAKTON GLIKOSIDA
 Contoh :
 Coumarin (lakton dari as.o-hidroksi sinamat.  Scopolin  Limettin.

 Coumarin:
 Tak berwarna, kristal prisma dan berbau wangi.  Pahit, aromatis dan rasa panas.  Larut dalam alkohol.

 Dapat diisolasi dari:  Species : Anthoxanthum odoratum L  Famili : Graminae.  Penggunaan ;  Flavoring .

59

GLIKOSIDA LAIN DAN NETRAL
 Species : Gentiana lutea Linne.  Famili : Gentianaceae.  Simplisia : Radix yang dikeringkan.
 Herba yang tingginya 1-1,5 m daun kering, tulang daun sejajar dengan letak berlawanan.  Bunga kuning.  Asli tanaman Eropah tengah dan Selatan, juga Asia kecil.  Radix O 10-40 mm, pendek, rapuh kuning kemerahan.  Jenis masing-masing dibedakan oleh warna bagian dalam radix.  Jang dijual dipasaran berasal dari Perancis dan Spanyol.
60

 Isi:
Glikosida pahit Gentiopikrin 2% Alkaloid 0,6-0,8% (gentanin) Pikmen kuning Xanthon, gentisin, isogentisin dan glikosida gentiosida. Gentisid, isogentisin dan turunan. Tanin. Gula, trisakaridagentionosa.

 Penggunaan.:
Zat pahit, penambah nafsu makan. Yellew gentian sebagai coloris.
61

62

LIPID
 Deff : Lipid =Lemak, minyak dan lilin adalah ester dari alkohol  dengan asam lemak berantai panjang.  Lemak dan minyak alkoholnya adalah gliserol. Lilin alkoholnya mempunyai BM yang lebih tinggi  Lemak pada suhu kamar berupa padat.  Minyak pada suhu kamar berupa cair.  Lilin pada suhu kamar berupa padat dengan titik leleh yang lebih tinggi.  Secara kimia minyak dan lemak adalah gliserida dari as lemak:  Rumus: CH2 - O - CO - R R = asam lemak.  CH - O - CO - R’  CH2 - O - CO - R‖
63

       

Contoh asam lemak yang umum dijumpai: Caproi : CH3(CH2)4COOH Myristic : CH3(CH2)12COOH Caprilic : CH3(CH2)6COOH Stearic : CH3(CH2)14COOH Capric : CH3(CH2)8COOH Palmitic : CH3(CH2)16COOH Lauric : CH3(CH2)10COOH Arachidic: CH3(CH2)18COOH Oleic : CH3(CH2)7CH = CH(CH2)7COOH Linoleic : CH3(CH2)4CH = CHCH2 = CH(CH2)7COOH Linolenic : CH3CH2CH=CH2CH2CH=CHCH2=CH(CH)7COOH

64

        
   

Sumber dan cara mendapatkannya: Tanaman (nabati) – Peras tekanan tinggi (m. stabil) - Dalam keadaan dingin (cold pressed oil) virgin oil - Dalam keadaan panas (hot pressed oil) - Ekstraksi dengan pelarut organik. minyak cair kecuali cacao. Hewan (hewani) Lemak dipisah dari jaringan lain.dilelehkan disaring diputihkan dengan ozon. Minyak nabati sering disebut minyak stabil dan sering diklasifikasikan sebagai minyak kering, semi kering dan minyak tidak kering. Klasifikasi ini berdasarkan kemampuannya menyerap oksigen dari udara. Oksigen memenuhi ikatan rangkap untuk membentuk oksida yang dapat berpolimerisasi menjadi lapisan keras. Sifat ini sangat penting dalam industri cat. Minyak tidak kering dapat digunakan sebagai minyak pelumas.

65

        

Tes kualitas : Tes nilai asam / angka asam Jumlah asam lemak bebas yang terdapat dalam minyak. Anka penyabunan / saponifikasi. Jumlah mgr potasium hidroksida yang diperlukan untuk menyabunkan asam lemak dari 1 gr lemak/minyak. Angka Richard-Meisel. Jumlah ml 0,1 larutan potasium hidroksida yang diperlukan untuk menetralkan asam lemak larut air yang diperoleh dengan hidrolisa 5 gr lemak. Angka Yodin Menunjukkan ketidak jenuhan. Konstanta fisik lainnya seperti:
 titik cair.  indek bias  grafitasi spesif

66

MINYAK STABIL. 1. Species : Prunus amygdalus Batsch.  Famili : Rosaceae.  Simplisia : Sweet Almond Oil – minyak almon manis.  Prunus adalah nama klasik dari pohon Plum. Amigdalus bahasa Yunani yang berarti pohon Almond  Tanaman berasal dari Asia kecil, Iran dan Syria dan dihasilkan didaerah tropis.  Juga dikenal minyak almond pahit yang mengandung Amygdalin dan menghasilkan juga minyak menguap.  Yang dimakan hanya almond manis sedangkan yang pahit setelah perendaman dalam air untuk mendapatkan minyak menguap.  Minyak diperoleh secara peras.  Isi :  Minyak 45 – 50% yang komponennya adalah;
 Oleat 77%.  Linoleat 17%, Palmitat 5% Miristat 1%.

 Kegunaan  Emolient &

Bahan kosmetika.
67

 2. Species : Arachis hipogea. Linne.  Famili : Leguminosae.  Simplisia : Biji masak Peanut oil. -minyak kacang tanah.  Berupa tanaman rendah tahunan yang berasal dari Brazilia,  Berbuah polong yang terletak didalam tanah. Ada beberapa macam varietas.  Minyak berasal dari hasil perasan dari bijinya.  Kadang-kadang disebut Arachis oil.  Minyak berupa cairan tidak berwarna atau kekuningan, bau seperti kacang dengan rasa lembut.  Isi:  M.lemak 45%: Oleat 65%.- Linoleat 18-30%- Palmitat 8-10%  stearat, arachidat, behenat, dan lignoserat total 12%  Protein 20% -- Thiamin HCl  Kegunaan: -Pelarut injeksi.-minyak makan-pelumas-pembuat sabun.

68

 3.Species : Zea mays. Linne.  Famili : Graminae.  Simplisia : Biji (embrio) minyak jagung – Corn oil.  Dipenggilingan embrio dipisahkan dari amilumnya.  Mendapatkan minyaknya dgn tekanan dan pemanasan.  Minyak berupa cairan jernih , kuning terang dengan bau dan rasa yang khas memusingkan.  Isi:  Terdiri dari camp. Gliserida yang terdiri dari:  o Linoleat 50%. o Palmitat 10%
 Oleat 37%. o Stearat 3%

Penggunaan.
 Pelarut injeksi  Minyak makan.  Jika dihidrogenasi, sebagai shortening in baking kue

69

 4. Spcies : Olea europea Linne.  Famili : Oleaceae.  Simplisia: Buah masak. Olive oil – M. zaitun – Sweet oil   Olea – oliva (latin – olaion (Yunani) = minyak.  Tanaman berupa pohon > 10 meter, mempunyai umur yang panjang, berasal dari Palestina, telah dipanen di negara-negara Mediterania, A.S, Eropa dan negara sub tropik lainnya.  Minyak diperoleh dgn cara perasan buah yang telah dikuliti sbb:  Muti I diperoleh dengan perasan tekanan rendah.  Mutu II. Dilanjutkan dengan tekanan yang lebih tinggi.  Mutu III. Dilanjutkan dengan + air panas dengan tekanan yang lebih tinggi lagi.  Dikenal 2 macam minyak yaitu Varietas Turkish dan Italia yang juga berbeda komposisi minyaknya, cairan berwarna kuning pucat atau kuning kehijauan, berbau lemas namun khas, rasa lembut agak pedas.   Isi: * Varietas Turkish - Minyak dengan komposisi:  Asam oleat 75%. Asam palmitat 10%. Asam linoleat 9%.  Sedikit asam stearat, myristat, linoleat .  * Varietas Italia - Minyak dengan komposisi:  Asam oleat 65% .Asam palmitat 15%.Asam linoleat 15%.  sedikit komponen lainnya.  Penggunaan: o Laxant. - Linement - Dental cemen - Plester  o Pembuat sabun - Minyak goreng (minyak slada)
70

 5. Species : Recunus communis Linne  Famili : Euphorbiaceae.  Simplisia: Biji Minyak Astor. (ol.resini) (castor oil)
 Biji astor adalah biji yang masak, Recinus – Latin --- Kutu (hama) karena benih mirip kutu.  Minyak diperoleh dengan cara peras dingin.  Lalu dipanaskan untuk menghilangkan albumin yang beracun.  Minyak merupakan cairan kental, transparan hampir tidak berwarna tau kuning pucat.  Bau sedikit memusingkan serta rasa lembut dan khas.  Tumbuh pada iklim sedang dan tropis, berupa pohon sampai 15 m  Buah berupa kapsul dengan 3 rongga, tiap rongga mengandung biji. Berasal dari India. Penghasil India, Amerika Latin, Afrika, Eropa dan A.S bagian selatan.  Telah dipakai sebagai obat sejak abad ke 18. 

71

 Isi  Minyak 45 – 55 % (triglikosid)
• triricinolein. 75% • cinoleoglycerida

 Protein 20%  Alkaloid.  Resin.  Juga mengandung Alergen yang memnyebabkan alergi bagi yang sensitf terletak pada fraksi protein.

 Kegunaan.
 Katartic purgativ  Minyak pelumas  Pembuat sabun  Bahan pembakaran internal mesin.

 Dosis 15 – 60 ml.

72

 6. Species : Sesamum indicum. Linne  Famili : Pedaliaceae  Simplisia: Biji Sesami oil .  Sesamum, bahasa Yunani , yaitu nama asli dari tanamannya, indicum sehubungan dengan habitatnya di India.  Berupa tanaman herba tahunan + 1 meter,  Asal Asia Selatan, penghasil Afrika, Hindia timur dan barat, A.S.  Bijinya kecil, datar, oval, kuning atau coklat kemerahan dengan rasa manis berminyak.  Minyak diperoleh secara perasan. berupa cairan kuning pucat, hampir tidak berbau dan berasa lembut.  Isi :  Minyak 45 – 55% komp:
 - Oleat dan linoleat aa 4 - Palmitat 9%. - Stearat 4%.

 Protein 25% & getah 4%  Kegunaan:  Bahan pembantu dalam bidang farmasi , Pel. Injeksi., Laxantif.  Demulcen dan emulien
73

 7. Spcies : Cocos nucifera. Linne.  Famili : Palmae.  Simplicia: Buah Coconut oil - minyak kelapa  Cocos, bahasa Yunani yang berarti “berry” atau “pill” Nucifera, bahasa Latin “buah”.  Copra adalah kernel masak yang dikeringkan dgn sinar mata hari.  Tanamannya semua kita telah tahu. OK.  Minyaknya diperoleh secara perasan.  Kadang-kadang minyak mudah tengik karena mengandung asam-asam bebas yang dapat dihilangkan.minyak berwarna kuning pucat sampai tak berwarna.  Pada suhu diatas 28OC cair, pada 20OC setengah padat dan 15OC padat dan rapuh.  Isi:  Copra mengandung minyak 65%.  Kernel segar mgd minyak 30-40%. Yang komponennya.:  Laurat 50%. Myristat 20%. Palmitat 10%. Caprilat 9%.  Caproat 8%.Stearat 3%.  Penggunaan:  minyak makan, pembuat sabun, untuk permen coklat, bahan dasar salep. 74 kosmetik

 kosmetik  8. Species. Linnum usitatisinum. Linne  Famili : Linaceae.  Simplisia : Biji Linseed atau Flaxseed Oil (ol.lini)  Linnum dari kata Latin = benang,ini berhubungan dengan serat yaitu serat Rami, Usitatisinum , nama Latin = sangat bermanfaat.  Tanaman bersifat tanaman tahunan yang dipanen didaerah sedang dan tropis, baik serat ataupun bijinya.  Penghasilnya adalah A.s, Eropa, Kanada dan Ameroka Latin.  Tanaman Rami  Batang Biji  Serat kulit Jerami Minyak 0 Bungkil  Benang linen Kertas Cat, pernis makanan sapi  tali, kain, perma dll minyak cat,  dani, handuk dll sabun

75

  Minyak diperoleh dari buah yang masak, yang dipenen dengan mesin otomatis pada ladang pertanian modern dengan pemerasan panas.  Minyak berupa cairan berwarna kuning, bau khas, rasa tidak enak, dibiarkan diudara terbuka akan berwarna gelap, dengan rasa dan bau yang lebih keras.  Isi  Minyak 30–40%. - Linpleat 50%  Oleat 22%.  Linoleat 12% dll  Protein  o. Gom  Kegunaan:  Demulcent catartic  Luka bakar  Minyak cat.  Dengan pengolahan tertentu digunakan sbg minyak makan

76

MINYAK NABATI YANG UMUM DI KONSUMSI

            

Selain minyak kelapa juga: 9. Species : Elaeis guineensis Jack Famili : Palmae. Simplisia : Daging buah ( minyak sawit ) Berasal dari Afrika Barat. Banyak ditanam di Amerika Selatan (Brazil) Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia,) Afrika (Nigeria, Zaire dan Camerun.) Tinggi batang 15 – 30 meter. Buah kemerah-merahan. Tiap tandan terdapat 1000-2000 buah. Buah dikempa tau diekstraksi dengan pelarut tertentu akan didapatkan ―Palm Kernel Oil‖ Sifat mirip minyak kelapa pada temperatur sedang berupa padat. Mengandung karoten sehingga minyak berwarna merah tajam (red oil). Isi: Minyak lemak dengan komposisi;
 Miristat 0,5-2%, linoleat 6,5%, oleat 36-44%, palmitat 41-47%, stearat 5,5-6%.

 Penggunaan:  Minyak goreng  Pembuat sabun  Pembuat margarin.
77

 10. Species : Heliantus annus. (bunga mata hari)  Famili : Asteraceae.  Simplisia : Biji ( minyak biji bunga mata hari)(SUNFLOWER OIL)  Berasal dari Amerika Utara.  Tanaman herba dengan bunga yang khas besar berwarna kuning.  Tiap tangkai bunga mengandung banyak biji.  Daun besar cordotum.  Isi :  Minyak lemak 20 – 30% dengan komposisi:
 Palmitat 3-10%, stearat 1-10%, oleat 14-15%, linoleat 5575% a-linoleat dibawah 0,3%.

 Kegunaan:  Minyak makan (diet lemak).

78

     
          

11. Species : Glycine soya. Siebold at Zucarini (Kacang kedele) Famili : Leguminosae. Simplisia.: Biji masak Soybean oil. Minyak kedele. Tanaman tahunan, dgn buah polong yang mengandung 2 – 5 biji. Minyaknya diperoleh cara tekanan. Tepung Soybean adalah tepung yang dari kedele yang telah dihilangkan minyaknya (didekortikasi)digunakan pendeteksi kadar nitrogen urea dalam darah dengan reaksi enzimatis dari urease yang terdapat dalam tepung soybean. Bungkil Soybean untuk makanan ternak yang kaya akan protein dan juga pospor dan potasium. Soybean berfungsi sebagai sumber lecithin yang dipisahkan dari minyaknya, sebagai pengotrol lemak dalam tubuh. Merupakan minyak kering. Isi :- Minyak 20% dengan komponennya: Linoleat 50%. Oleat 30%. Linolenat 7% Palmitat dan stearat 14%.(asam jenuh) Karbihidrat 35%. Protein 50%. Enzim ureaceae. Kegunaan: Untuk bahan cat, sumber lecithin dan bahan dasar steroid. Tidak digunakan sebagai makanan secara oral hanya sebagai makanan parentral.
79

      
    

12. Species : Gossypium hirsutum Linne Famili : Malvaceae. Simpl: Cottonseed oil - minyak biji kapas. (cottonseed oil) Minyak diperoleh secara tekanan panas. Minyak berwarna kuning pucat. Tidak berbau dan berasa lembut. Bila diperlakukan dengan tekanan dingin maka pada minyak akan ikut zat gosypol (0,6%)yang beracun, sebaliknya dapat dihilangkan dengan perlakuan alkali, sebelum dijadikan makanan ternak gosypol dihilangkan dulu. Isi: - Minyak 30%: Linoleat 40%. Oleat 30%. Palmitat 20%. Myristat 3%, Stearat, arachidat aa 1% Kegunaan Pelarut injeksi. Dan pembuat sabun
80

LEMAK DAN SENYAWA LAINNYA. MINYAK LEMAK UNTUK OBAT

.

 13. Species Theobroma cacao Linne (coklat)  Famili : Sterculiaceae.  Simplisia : Cacao seed atau cacao bean (biji coklat) Olium cacao  Theobroma --Yunani -- “makanan dewa” Cacao -- Astek -- pohon.  Cacao telah lama dimanfaatkan oleh suku Astek dan Mexico, kemudian dibudidayakan di Amerika.  Tanaman berupa pohon dengan tinggi mencapai 12 meter.  Berasal dari Mexico, namun secara luas dibudidayakan di daerah tropis, seperti di Indonesia.  Buah besar dan berdaging, warna kuning atau kemerahan.  Mengandung lima baris biji masing-masing terdiri 10 atau 12 biji.  Penghasil coklat dinia adalah, Equador, Mexico, Trinidat, Amerika tengah, Brazil Afrika Selatan, Srilagka, Folipina, Malaisia dan Indonesia.  Biji dipisahkan, dibiarkan berfermentasi, yang berobah dari putih menjadi coklat pekat pekat kemerahan.  Dijemur kemudian baru diolah sesuai dengan kebutuhan.  Warna merah dari biji disebabkan oleh ―cacao red‖ yang terbentuk oleh peristiwa fermentasi gliseridanya.  Jika bijinya dipanggang, theobromin yang terdapat pada karnelnya masik kedalam kulit, yang kemudian digunakan sebagai sumber senyawa turunan xanthin.  Minyak diperoleh dari biji panggang yang disebut Minyak Theobroma, atua Cacao Buter Cocoa Buter ,berupa zat padat putih kekuningan, berbau sedikit memusingkan dan rasa lembut seperti coklat, mencair pada suhu 30-35OC.
81

 Isi :  Minyak 35-50%
 Oleat 37%, Stearat 34%, Palmitat 26%, Linoleat 2%

 Pati 15%.  Protein 15%.  Theobromin 1-4%  Coffein 0,07-0.36%.  Kegunaan:  Bahan dasar supositoria.  Bahan makanan dengan pengolahan tertentu seprti:
 Cacao/coklat, tepung yang diperoleh dari biji panggang.  Sirup cacao dan permen. Dsb.
82

 14. Species : Taraktogenos kurzii King.  Hydnocarpus wihtiana Blume atau Pierre.  Famili : Flacourtiaceae.  Simplisia : Semen.
 Asal tanaman dari Burma, Thailand dan India Timur.  Pengekspor terbesar dari Calcuta (India).  Minyak diperoleh dari kempa dingin kernel.

 Isi:  Minyak lemak dengan komposisi:
 Grup siklopenten gliserida (dextro) yaitu:
 Hidnocarpat (C18) 45% dan chaulmograt (C16) 20%. Asam galat 15%, oleat 12%, palmitat 6%.

 Penggunaan: o Mycobacterium leprae & M. Tuberculosis.  Kekuatan 10 x fenol.  Dapat diganti dengan sulfon organik
83

 15. Species : Sus crofa L var domestikus Gray  Famili : Suide.  Simplisia : Lemak murni abdomen babi. (ADEPS SUILUS)  Lemak diambil dari abdomen babi yang kemudian dimurnikan.  Pemisahan dilakukan dengan mengempa pada temp 00C akan memisah Adeps murni (adeps oil)  Campuran padat berupa stearin.  Isi:  Minyak lemak dengan komposisi:
 Oleat 48%, palmitat 28%, actadecadienat 11%, stearat 9%,

     

Miristat 3%. Penggunaan: Emolien Dapat tengik + Benzoin (menyan)1% disebut Adeps benzoin) Anti busa Lubrican.

84

           

16. Species : Ovis aries Linne LANOLIN Famili : Bovidae Simplisia : Lemak murni bulu domba Pemerian: Adalah substansi seperti lemak dari bulu domba. Mengandung 25-30% air, disebut juga Hydrous Wool Fat. Masa seperti salep, putih kekuningan, sedikit berbau dan khas. Dipanaskan akan memisahkan air pada lapisan bawah. Isi. Unsur utama kholesterol Ester asam lano palmitat, lanoserat, carnaubat, oleat, myristat. Kegunaan:
     Dasar salep yang dapat menyerap air. Pemakaian obat external lainnya. Contactan allergennic pada orang yang hyperseneitif Bahan dalam cream kosmetik dan cream kulit. Anhidrous Lanolin adalah lanolin yang telah dihilankan airnya hingga tinggal taklebih dari 0,25% air, yang digumnakan sebagai dasar salep yang lebih kuat menyerap air. Dan juga akan bersifat emulient.
85

LILIN (waxes)

 Definisi: - Ester yang terbentuk akibat kondensasi dari asam berikat An lurus dengan berat molekul tinggi dengan alkohol berat molekul tinggi terutama berikatan lurus.  Pada tanaman:  Ditemukan pada didingsel bahagian luar dari epidermis, terutama pada buahn daun yang fungsinya sebagai pelindung terhadap penetrasi atau menghalangi kehilangan air  Lilin dalam bidang farmasi digunakan untuk memperkeras salep dan cream kosmetik.  Dalam industri dan seni digunakan sebagai lapisan pelindung.
86

 Contoh-contoh lilin.  SPERMACETI.  Species : Phycetes macoocephalus Linne  Famili : Physeterridae.  Simplisia : # Adalah lilin yang diperoleh dari kepala ikan paus  Physetes --- bahasa Yunani berarti pipa peniup, --- semburan air ikan paus. Macoocephalus --- Yunani berarti kepala besar.  Ikan ini tersebar luas dilaut tropis dan sub tropis. Terutama samudra Pasifik dan Hindia. Panjang mencapai 20 meter. Kepala besar, 1/3 dari tubuhnya, diameter 9 meter.  Bahagian depan craniumnya terdapat rongga yang mengandung cairan minyak yang jumlahnya 10-12 barel.  Dengan pendinginan cairan spermaceti sebanyak 10-12% akan memisah, dimurnikan dengan kompresi, dicuci dengan alkali lemah dan panas.  Spermaceti yang murni dibekukan  Pemerian:  Berbentuk massa yang agak keras dan tembus cahaya mempunyai keretakan kristal berkilau seperti mutiara.  Bau memusingkan dengan rasa lembut.
87

 Komposisi spermaceti:  Terdiri dari campuran hexadecyl ester dari asam lemak:
• • • • • Hexadecyl dodecanoat (cetyl laurat) Hexadecyl tetradecanoat (cetyl myristat) Hexadecyl hexadecanoat (cetyl palmitat) Hexadecyl decanoat (cetyl stearat) Semuanya paling sedikit 85% dari total ester.

 Kegunaan:
 Bahan pembantu bidang farmasi seperti dalam bedak cream.  Mempunyai sifat emolient.

 Bahan lain:  Syntetik Spermaceti adalah sutau campuran ester dari alkohol lemak jenuh dan asam lemak jenuh yang dibuat secara sintetis,  Pembuatan sintetis ini dapat menyelamatkan sejumlah ikan paus.  Cetyl alkahol adalah campuran alkohol padat yang terdiri dari terutama cetyl alkohol atau 1-hexadecanoat, yang digunakan sebagai bahan pembantu dalam pengemulsi dan bahan pengeras. 88

     
          

LILIN LEBAH (BEESWAX) Species : Apis Mellifera Linne Famili : Apidaceae. Simplisia : Beeswax – Yellow Wax – Lilin lebah. Adalah lilin yang telah dimurnikan dari sarang lebah. Dihasilkan dalam sel-sel pada permukaan ventral dari empat segmen terakhir pada abdomen lebah pekerja. Dimurnikan dengan mencairkannya dalam air, dan disaring beberapa kali, dan dibiarkan mengeras. Lilin berbentuk padat. Warna kuning sampai coklat keabuan. Bau seperti madu dengan rasa khas. Didinginkan menjadi agak rapuh dan retak-retak yang kabur. Isi : Alkyl ester dari asam lemak dan asam wax 72% terutama myricyl oalmitat, asam wax bebas 14% terutama asam cerotat dan sejenisnya. Hidrokarbon 12%, unsurunsur lainnya termasuk polon dan propolis yang menentukan warna lilin. Kegunaan: Bahan pengeras dan bahan Cerata. Oinment dan dalam bedak cream. (lilin yang telah diputihkan) Keperluan industri.
89

 CARNAUBA WAX.  Species : Copernicia prunifera Mueller.  Famili : Palmae  Simplisia: Lilin Carnauba – Carnauba Wax.  Diperoleh dari daun.  Tanaman tumbuh didaerah Brazil dan Argentina.  Lilin diperoleh dengan memanaskan daun, lilin dipisah dan dimurnikan.  Isi : Alkyl ester asam wax 80% terutama myricyl cerotate, alkohol  Mono stearat bebas 10%, lakton, resin dll.  Kegunaan:  Pabrik lilin, pernis wax, polishes perabot dan kulit  Pengganti lilin lebah.
90

 . Species : Lycopodium clavatum. Linne.  Famili : Lycopodiaceae.  Simplisia : Spora.  Diperoleh dengan mengguncang-guncang strobile masak, spera yang jatuh ditampung dengan kain. Lycopodiumdari bahasa Yunani berarti ‗mirip kaki srigala‘. Penghasil utama adalah india, juga Kanada dan Uni Soyet. Lycopodium adalah bubuk kuning pucat yang ringan, tidak berasa dan hampir tidak berbau, mengapung di air tetapi tidak terbasahi, cepat terbakar jika dilemparkan ke lidah api, diameter 25-40 mikron.  Isi : Lemak 50 %. Komponen - Oleat 55%  - Hexadec-9-enoat 30%  Kegunaan - Penabur dalam pembuatan tablet.  - Sebahagian besar pembuat kembang api dan petasan.
91

 ASAM LEMAK.  Sejumlah asam lemak serta garam dan turunannya digunakan sebagai bahan dasar atau bahan pembantu dalam Farmasi. Asam lemak ini biasanya diperdapat dari hidrolisa asam lemak atau minyak. Materialnya berupa campuran dan komposisinya berfariasi sesuai menurut subernya.  Asam Stearat.  Pemerian:
 Yang dipakai dalam bidang farmasi mengandung tidak kurang dari, 40% asam palmitat, 40% asam stearat jamlah keduanya tidak kurang dari 90%, Yang murni, tidak kurang dari 90% asam stearat, Total tidak kurang dari 48%.  Berupa bubuk/bahan padat yang keras.,putih agak kekuningan, hampir tak larut dalam air,

     

Kegunaan. Bahan pembantu dalam sediaan emulsi dan tablet lubricant. Calsium stearat dan Nagnesium Stearat untuk tablet lubricant. Zinc Stearat digunakan pembersih serbuk. Sodium Stearat sebagai bahan pengemulsi dan pengeras.

92

 b) Asam Oleat.  Pemerian.  Diperoleh dari lemak stabil tertentu. Selalu diperoleh dari hasil sampingan pembuatan asam stearat.  Berupa cairan yang tidak berbau, berminyak berwarna kuning pucat. Tak larut dalam air namun bercampur dengan alkohol. Berwarna gelap bila diabiarkan diudara terbuka.  Kegunaan.  Bahan pembantu dalam emulsi.  Ethyl Oleat juga bahan pembantu dalam emulsi.
       c). Asam Linoleat dan asam Linolenat. Pemerian. Diperoleh dari minyak linseet Merupakan asan okta-dekanoat yang tidak jenuh. Penting dalam makanan yang dikenal dengan vitamin P. Penggunaan. Sebagai bahan makanan.

93

       
      

d). Asam Undecylinat.
Pemerian. Dibuat dengan pirolisis terhadap asam asam recinoleat dari minyak astor. Bahan yang selalu dikombinasi dengan Zinc Andecylinat. Penggunaan. Anti jamur pada kulit dalam bentuk serbuk atau salep. Calsium andecylinat digunakan dalam bentuk bubuk pada gangguan kulit dari jamur. e). Sodium Morrhuat. Pemerian. Adalh garam sodium dari asam lemak minyak ikan. Penggunaan: Tersedia dalam bentuk steril yang digunakan sebagai pengeras tulang. Untuk menghilangkan pembuluh darah yang melebar. Dosis penyuntikan pada pembuluh darah 1 ml dari 5% bahagian larutan.

94

95

 Adalah: Suatu zat yang berbau spesifik yang terdapat pada beberapa tanaman, karena sifatnya yang mudah menguap disebut juga:  Minyak menguap.  Minyak etheris.  Essential oil.(bau yang harum)  Pemerian:
 Tidak bewarna, atau sedikit bewarna kuning.  Teroksidasi oleh udara – warna menjadi gelap.  Disimpan pada wadah kering terisi penuh ditempat dingin dan tertutup rapat.

 Terdapatnya didalam tanaman:  (Tergantung pada jenis tanamannya, misalnya pada)
    Rambut kelenjer (pada Famili Labiatae). Sel parenchim yang mengalami perobahan (Famili piperaceae) Pada tabung2 minyak ―vitae‖ ( famili Umbeliverae) Saluran schizogen dan saluran schizolizogen (Pinaceae dan Rutaceae). Dll.

96

 Terbentuknya;
 Langsung dari protoplasma dari penguraian lapisan2 mengandung resin pada diding sel  Hidrolisa dari glikosida tertentu.

 Bahagian yang mengandung m.a  (tergantung juga dari jenis tanamannya)
 Pada selusuh jaringan tanaman, (mis, Coniferum)  Pada cortex dan daun, ( mis, Cinamomum)  Pada pericarp dari fruktus, (mis, Cubeba)  Pada kulit buah, (mis, Citrus)  Pada bunga, (mis, mawar)

 Kegunaan oleh tanaman:
 Pengusir serangga, (insekta repelent)  Penarik serangga (untuk penyerbukan)

97

 Perbedaan antara:  MINYAK ATSIRI MINYAK LEMAK
    Mudah menguap Kena udara berubah warna Tidak meninggalkan noda bila diteteskan pada kertas Tidak menguap Kena udara menjadi tengik Meninggalkan noda

 Sifat-sifat m.a.
 Optis aktif.  Bau spesifik.  Larut dalam pelarut organik.  Tidak larut dalam air, tapi yang terlarut cukup untuk memberikan bau  Dialam bercampur dengan zat organik lainnya. Seperti senyawa hidrokarbon, alkohol,keton dll.
98

 Cara-cara memperoleh m.a:  1. Destilasi uap (agak tahan pemanasan)
 Langsung (bahan satu bejana dengan air), ini untuk bahan yang tahan dididihkan, biasanya yang berbentuk serbuk kering.  Tak langsung (uap dialirkan dari bejana lain), ini untuk bahan yang tidak tahan dididihkan dengan air, baik untuk bahan segar.

2. Destilasi kering (tahan pemanasan) tanpa memakai / penambahan air
 Khusus untuk ol.empereumatika, dari destilasi kayu.(bentuk ter)

 3. Enfluarage (untuk bahan tak tahan panas) mis: bunga ros.  Cara: taburkan bahan diatas lempeng yang telah dilapisi  m.lemak, biarkan beberapa lama, ulangi beberapa kali  sampai m.lemak jenuh akan m.a. ekstraksi dengan  alkohol sehingga m.a terpisah.  4. Cara peras (juga untuk yang tidak tahan pemanasan)  5. Penarikan dengan pelarut organik untuk mendapatkan aroma tidak berobah dari aslinya  Komponen m.a. Bahagian yang mencair disebut oleopten.  Bahagian yang padat disebut streopten  Contoh: Oleum menthepiperithae,maka minyaknya seb oleoptennya  Sebagai stereoptennya adalah komponennya yaitu Timol dan  mentol yang dapat dikristalkan (berupa padat).

99

 Pemisahan komponen m.a.  Minyak atsiri terdiri dari campuran berbagai macam komponen:  Merendahkan temperatur, dgn ini akan dapat dokristalkan stereoptennya.  Penyulingan bertingkat sesuai dengan titik didih masingmasing komponen.  Rekristalisasi bertingkat dengan pelarut yang tepat.  Kromatografi gas.  Pemisahan dengan reaksi kimia tertentu.  Gol asam bebas dengan Natrium karbonat.  Senyawa bersifat basa dengan HCl, terjadi endapan.  Fenol-fenol dengan NaOH, akan terbentuk fenolat.

100

 Pemakaian m.a
Carminativ (penambah nafsu makan) Bumbu masak. Corigen odoris. Antiseptik. Efek pengobatan.

 Kimia minyak atsiri :  Minyak atsiri adalah suatu campuran beberapa senyawa kimia yang kadang kala sangat komplek.
101

 Penggolongan m.a biasanya adalah berdasarkan komponen utama yang dikandungnya, hal ini disebabkan karena :  M.a terdiri dari senyawa2 turunan terpen2.  Pembentukan senyawa2 yang membangun m.a. secara alami terjadi melalui proses oksigenasi terpen2 tersebut.  Senyawa-senyawa yang teroksigenasi inilah nantinya yang menyebabkan bau yang karakteristik dari m.a. dan membentuk senyawa-senyawa alkohol, aldehid, keton, fenol, eter fenolik, ester dan oksida.  Berdasarkan golongan itu pulalah m.a digolongkan .yaitu;
        Golongan Hidrokarbon, alkohol, aldehid, keton, fenol, eter fenolik, oksida dan golongan ester.

102

 Biaosintesis.
 Tergantung dari senyawa pembentuk minyak atsiri tersebut
• Turunan-turunan terpen yang terbentuk melalui jalur asam asetat – mevelonat.

 Senyawa-senyawa aromatis yang terbentuk melalui jalur asam skhimat – fenilpropanoat

 I. GOLONGAN HIDROKARBON.  Dalam m.a golongan ini terdapat komponen senyawa Hidrokarbon. Senyawa ini terdiri dari terpen2 yang tidak teroksigenasi seperti mono terpen, sesqui terpen dan diterpen.  Contoh:  Mono siklik terpen: Di siklik terpen. Sisqui terpen  Limonen o Pinen o Kadinen  Terpenolen o Sabinen o Zingiberen   terpinen o Tuyen o Selinen   felandren

103

                 

1. Species : Piper nigrum. L (merica hitam) (black papper) Famili : Piperaceae. Simplisia : Fructus Tanaman berkayu yang memanjat, perenial. Asal dari Vietnam, India dan dibudidayakan didaerah tropik lainnya. A.S mengimport sekitar 40 juta ton/tahun. Diambil dari buah yang belum sempuna masak. Dikeringkan pada sinar mata hari atau panas buatan. Isi : M.Atsiri 1 – 1,2%. Chavisin 1%  dan  pinen. Dipenten.  phelandren Limonen Pati 50% Minyak lemak 1% Alkaloida piperin 4,5 – 8% penyebab rasa pedas.
104

 Pemakaian:
 Bumbu masak.  Iritansia.  Stimulansia.  Obat demam.  Karena banyak dipakai maka sering dipalsukan dengan:  Kulit merica itu sendiri.  Cabe  Amilum.  Serbuk gergaji.  Kapur.  Gipsum.
105

                       

2. Species : Pinus palustris. Famili : Pinaceae. Simplisia: Oleo resin (getah) Getah merupakan hasil sekret dari batang. Minyak atsiri diperoleh dari destilasi uap oleo resinnya yang disebut Oleo therebentinae atau terpentin. Pinus adalah tanaman berkayu yang tinggi yang tumbuh di hampir seluruh dunia. Pemerian minyak terpentin: Cairan tak berwarna. Bau khas atau karakteristik. Rasa karakteristik, tajam dan tak enak. Isi : Minyak atsiri : pinen 64% ---memutar kekanan β pinen 33% ---memutar kekiri. Dipenten. Metil carvikol. Terpinolen. Pemakaian: Lokal iritan. Antiseptik lemah dan insektisida Diuretik. Antelmentik. Pembuat kamfer sintetik (pinen) Pelarut cat. Semir sepatu.

106

Reactived Turpentin Oil.
 Adalah minyak terpentin yang telah dimurnikan lagi dengan penyulingan dari larutan natrium hidroksida dalam air.  Minyak ini digunakan untuk pemakaian Internal: yaitu untuk:
Lokal iritan. Ekspektoran. Diuretik. Antiseptik saluran kencing. Antelmentik. Dosis lazim 0,3 m
107

II. GOLONGAN ALKOHOL. Alkohol yang terdapat dalam minyak atsiri ini dapat digolongkan atas: - Alkohol asiklik. Alkohol mono terpen. Alkohol sisqui terpen. Diantaranya yang terpenting adalah: geraniol, citronelol, linalool, mentol, borneol, santalol, ginggerol. Sebagai precusor dalam biosintesa golongan alkohol ini adalah asam asetat. 1. Species. : Mentha piperita. L Famili : Labiatae. Simplisia : Folia. (oleum mentha piperita)(ol.menthepip)=minyak permen. Disebut juga American pepermin oil. Diambil bagian yg diatas tanah yang sedang berbunga, pada jaringan muda terbentuk senyawa menthofuran berbau tak enak, maka diambil tanaman yang sedang berbunga. Tanaman herba, perenial. Penyebaran dgn umbi. Asal Eropah dan banyak di Amerika Serikat & Kanada. Juga ada yang dari Jepang dgn Spc: Mentha arvensis.L Minyak pepermin Jepang hanya digunakan untuk suber mentol karena bau yang kurang tapi kadar mentol tinggi Mentol sintetik dapat dibuat dari hidrogenasi timol dan dari senyawa pinen Mentol alam berbentuk l. mentol (memutar kekiri) sedangkan sintetis memutar kekanan (d) dan rasemik (d dan l) Diperkirakan 54% minyak permen digunakan untuk permen karet, 9% untuk gula2, 6% pasta gigi dan 6% untuk jelli. Selam proses pengeringan banyak sekali minyak yang hilang, maka untuk pengambilan minyak dipakai bahan segar.
108

 Pemerian:  Tak berwarna atau kuning pucat. Bau permen yang tajam. Rasa pedas yang diikuti rasa dingin bila udara dikeluarkan dari mulut.  Isi : Ol. menthepip 1%:  mentol bebas 50 – 78%  mentol ester 5 – 20%  acetaldehid, As.asetat, as.valeret,  pinen & felandren  Pemakaian:  - M.Atsiri:  Karminatif  Pengharum  Stimulant  - Mentol.:  Topikal untuk: counter iritan, antiseptik. Dan stimulant.  Dalam untuk : Depresan terhadap jantung
109

  
 

INTERKONVERSI TERPEN-TERPEN DALAM PEPERMIN (proses bio genetik)
O piperitenon


O      O    menton O menthofuran (bau tak enak) piperiton O pulegon jaringan muda tanaman

  

O OH O – C – CH3 Mentol metil salisilat Skema ini dimulai dari keton tak jenuh piperitenon sampai terbentuk senyawa-senyawa alkohol jenuh mentol melibatkan reaksi-reaksi oksidasi,reduksi siklitasi. Mentofuran hanya terbentuk pada jaringan muda, sehingga megurangi mutu dari ol. Menthepip.

110

 2. Species : Elettaria cardamomum. L (gardamunggu)  Famili : Zingiberaceae  Simplisia: Fructus ( ol. Cardamommi.)  Herba perenial, tinggi 2 – 3 meter, daun panjang, bunga berwarna putih kehijauan bertangakai pendek.  Buah berbentuk kapsul dengan panjang 1-2 cm berwarna coklat terang  Dikeringkan pada sinar mata hari.  Minyak didapat dengan penyulingan uap.  Asal Malabar, banyak dibudidayakan di Guatemala, Srilangka dan Indonesia.  Isi : Minyak menguap 3 – 6%:  Bornrol.  Limonen.  Sineol.  d.  terpineol  Terpinil asetat.  Pemekaian.:  Pengharum.  Stimulan.  Karminatif  Bumbu masak/rempah.  Pembuat tct cardamomi.

111

 2. Species : Elettaria cardamomum. L (gardamunggu)  Famili : Zingiberaceae  Simplisia: Fructus ( ol. Cardamommi.)  Herba perenial, tinggi 2 – 3 meter, daun panjang, bunga berwarna putih kehijauan bertangakai pendek.  Buah berbentuk kapsul dengan panjang 1-2 cm berwarna coklat terang  Dikeringkan pada sinar mata hari.  Minyak didapat dengan penyulingan uap.  Asal Malabar, banyak dibudidayakan di Guatemala, Srilangka dan Indonesia.  Isi : Minyak menguap 3 – 6%:  Bornrol.  Limonen.  Sineol.  d.  terpineol  Terpinil asetat.  Pemekaian.:  Pengharum.  Stimulan.  Karminatif  Bumbu masak/rempah.  Pembuat tct cardamomi.

112

 3. Species : Rosa galica. L.  damascena. M.  alaba. L.  centifolia  Famili : Rosaceae.  Simplisia : Bunga (Petala rosa) ol. Rosarum.  Minyak diperoleh dengan dua cara:
 Destilasi uap.  Enfluarage untuk minyak yang lebih mendekati bau aslinya.

 Penghasil utama Bulgaria, Perancis, Turki dan Maroko.  Air hasil penyulingan minyak mawar dapat digunakan sebagai ―air mawar‖ untuk pengharum.  Untuk 1 liter Ol. Rosarum dibutuhkan 3 ton petala rosa.  Isi :  M.Atsiri :
    Geraniol. l. sitronelol. Nerol. Eugenol.

Pemakaian : Parfumeri.

113

              

III. GOLONGAN ALDEHID. Terdiri dari: Aldehid siklik. Aldehid asiklik. Aldehid aromatik. Contoh : Geranial. Citronelal. Sinamil aldehid. Vanillin. Beberapa simplisia yang penting: Kayu manis. Kulit jeruk manis / pahit / lemon. Minyak badam pahit. Minyak citronella.
114

             
      

1. Species : Cinamommun Burmanii ( Kayu manis ) Lurerii Zeylanicum. Cassiae. Famili : Lauraceae. Simplisia : Cortex (kulit manis) Cinamom dari bahasa Arab – kayu manis. Diambil dari yang berumur 6 tahun keatas. Btang dikuliti, dibersihkan dandikeringkan pada sinar mata hari. Daun dan ranting bisa untuk disuling minyaknya (cassia oil) Banyak dibudidayakan di Srilanka, Asia Tenggara, Indonesia. Tiap negara penghasil mempunyai perbedaan rendemen minyak. Isi : Minyak menguap 2 – 6%:
 Sinamil aldehid 80% - 95%.  Senyawa-senyawa terpen dll.

Manitol (rasa manis) Tanin. Pemakaian: Flaforing agent. Carminatif. Anti septik. Bumbu masak.
115

         

2. Species : Andropogon nordus. L (sereh wangi = serai) Famili : Graminae. Simplisia : Folia (Ol. Citronella) Tanaman asli Indonesia yang juga banyak dibudidayakan di Srilanka, florida Amerika Serikat. Berupa tanaman perdu. Minyak diperoleh dengan destilasi uap. Isi : M. atsiri :
  Geranial (citral) Citronelal.

CH3 CH2OH CHO

CH3

           CH3 Pemakaian : Parfumeri. Insektisida Obat gosok Geraniol CH3 Geranial CH3 CH3

Geraniol CH3 CH3 CH3
H CH2OH H CHO

Geranial CH3 CH3 CH3

116

 3. Species : Citrus lemon. L  Famili : Rutaceae.  Simplisia: Kulit jeruk masak segar.  Berasal dari India utara dan tersebar luas ke Eropah dan Amerika serta daerah sub tropis lainnya.  Tanaman berupa pohon hijau, tak terlalu besar dengan daun berkilat.  Kulit buah berwarna kuning, diamil dngan memarut.  Cara-cara memperoleh m. atsiri:  Kulit buah diparut, lalu diperas dengan kantong2 kanvas, minyak yang dihasilkan keruh, kemudian dibiarkan mengendap (didekantasi)  Proses ―sponge‖, jeruk dikupas, kulitnya dipotong-potong, minyaknya yang keluar diserap dengan sponge.  Buah seluruhnya ditekan dengan memutar pada wadah berbentuk piring yang diberi jarum logam (mirip diblender) minyak yang keluar ditampun (India).  Langsung dengan mesin2 yang kerjanya mirip No 3. Italia)  Dengan tekanan yang sangat tinggi, kemudian disentrifugal dengan cepat.  Penyulingan uap, ini tidak dipakai pada sediaan farmasi.

117

 Isi :  M. atsiri :
    d. limonenen 90% Citral 4% (terpenting) Citronelal. Geranil asetat.

           

Hesperidin. Zat pahit. Zat mirip tanin Ca Oxalat. Persyaratan: minyak lemon yang berbau terebitinat tidak boleh lagi dipakai (bau ini disebabkan penguraian terpen atau pemalsuan) Pemalsuan : # Dengan m. terpentin. # Dengan senyawa terpen. Pemakaian : Flafor. Stimulant Karminatif. Aromaticum
118

                 

IV. GOLONGAN KETON. Mono siklik keton. Disiklik terpen keton. Non terpen keton. Sebagai prekusornya mevelonat dan as.asetat 1. Species : Cinamommum camphora. Famili : Lauraceae. Simplisia : Kayu, ranting, daun dan akar. (Ol. Camphora) Minyak didapat dengan destilasi uap. Tanaman berupa pohon, berasal dari daerah laut tengah. Penghasil adalah Srilanka, Brazil, Jamaica, Florida, California. Dari minyaknya bisa diisolasi campher alam dgn cara: Sentrifugasi , lalu disublimasi. Minyak langsung disublimasi pada temperatur tertentu. Kamper alam bersifat optis aktif sedangkan yang sintetis tidak optis aktif. Rotasi optik spesifik kamper alam adalah + 41O dan + 43O Kamper sintetis bisa dibuat dari senyawa pinen: Prinsipnya; pinen ----- ester bornil,dihidrolisa ------isobornil , dioksidasi ----- kamper.

119

 CH3  O   CH3         Isi Kamfer Borneol. Pemakaian : Antipiretik. Obat gatal2 Anti infeksi. Kamper : M.atsiri : CH3 C CH3

CH3 OH CH3 C Bor neol

120

 Isi :  M.menguap :
• • • • • Timol. Carvacrol. p. simen. Borneol. Linalool.

OH

 Resin.  Tanin.  Gum. Timol  Timol ada yang didapat dari ol.thymi dan ada yang sintetis.  Dari ol.thymi diperoleh 2 cara:
 Pendinginan ------ kristal timol.  Mereaksikan dengan larutan NaOH ----- timolat + air. Kemudian direaksikan dengan suatu basa ----- timol bebas dan dimurnikan.

Pemerian.:
 Bentuk kristal kasar.  Bau aromati dengan rasa pedas.  Mudah disublimasi.

Pemakaian : Anti bakteri dan anti jamur (obat luar) 0.1 – 1%

121

                  

2. Species : Eugenia caryophylata. (cengkeh) Famili : Myrtaceae. Simplisia : Bunga. (ol. Caryophili). Cengkeh adalah tanaman pohon dengan tinggi 15 meter. Asal Malabar, dibudidayakan di Indonesia, Madagaskar, India Barat dan Zamzibar. Bunga dikumpulkan ketika warna hijau telah berubah menjadi merah muda. Dikeringkan pada sinar mata hari.Akan kehilangan berat 2/3 nya. Suplai dunia terbesar adalah dari Zamzibar + 4/5 nya. Isi : M. atsiri 14 – 20%: dari berat kering. 70 – 90% Eugenol. Asam gallotanat dan Asam oleonat. Vanilin. Pemakaian : Flafor. Obat sakit gigi. Antiseptik. Karminativ. Untuk pembuat vanilin dari kadar eugenol tinggi. 65% untuk rokok.

122

 B. Didapat dari destilasi kering. Disebut Oleum Empireumatika.   1. Species : Betula pendula.  Famili : Betulaceae.  Simplisia : Kayu dan kulit kayu. (Kreosot)  Dengan penyulingan kayu ini didapat sejenis ―ter‖,(terbrech) yang disebut ol. Rusci. Kental, coklat kehijauan dan bau spesifik.  Kemudian ol. Rusci disuling uap sehingga didapatkan ―Kreosot‖ (suatu senyawa fenol yang didapatkan dari ter kayu)  Pemerian:  Cairan seperti minyak, .  Hampir tak berwarna atau berwarna kuning.  Berbau tajam. Rasa membakar.  Dapat bercampur dengan alkohol, eter dan minyak lemak.  Isi :  Kreosot. (camp senyawa fenol)
 Guayakol.  Kreoaot.

 Pemakaian:  Ol.Rusci untuk obat luar berbtk lotio sbg antiseptik parasitisit.  Kreosot untuk disinfektan dan ekspektorant
123

               

2. Species : Pinus palustris. Famili : Pinaceae. Simplisia : Kayu. Pemerian: Cairan sangat kental. Warna coklat kehitaman. Bau karakteristik. Rasa pedas. Isi : Terpentin yang mengandung bahan2 resin. Sedikit campuran terpentin, asam asetat dan metil alkohol. Pemakaian: Iritasi lokal (local iritant). Antiseptik. Ekspektorant.

124

 Pada penyulingan didapatkan 4 macam produk:  Destilat air dengan jumlah 10-20% sebahagian besar merupakan senyawa asam asetat, metil alkohol dan aseton.  Destilat berminyak 10-15% terdiri dari senyawa mesitilen, toluen, kumen, ksilen dan menten (didapat pada suhu 150OC  Destilat berminyak yang didapat pada suhu 150O250OC yang lebih berat dari destilat no 2. merupakan minyak kreosot yang terdiri dari senyawa2 fenol, kreosot, parafin, naftalen dll.  masa yang resinous jumlah 50-65% zar-zat yang menimbulkan bau ter.
125

 VI. GOLONGAN ETER FENOLIK.   Didalam minyak atsiri juga terdapat beberapa senyawa eter fenolik, diantaranya yang terpenting a.l:  Anetol pada ol. Anisi.  Miristisin pada minyak pala.  CH = CH – CH3 O  H3CO O  O  OH2 – CH = CH2  Anetol Miristisin  Sedang biosintesanya dimulai dari fenil alanin.

126

 1. Species : Pinpinella anisum. (Adas)  Famili : Umbelliferae.  Simplisia : Buah kering (anisi fructus) (ol. Anisi) (m. Adas)  Tanaman herba.  Asal sia Kecil, Mesir dan Yunani dibudidayakan di Jerman, Spanyol, Italia dan sekarang juga di Indonesia.  Minyak didapat dengan destilasi uap.  Species : Illicium ferum juga menghasilkan minyak atsiri yang disebut Chinese Star Anise Oil karena penghasilnya Cina.  Species : Illicium religiosum (japanis Star Anise oil), sangat beracun karena mengandung zat yamhg disebut anoninum.  Isi : m. atsiri :  80 – 90%.  Metil carvicol.  p. metoxi fenil aceton.  Kegunaan:  Flaforing agent.  Carminativ. Dosis 0.1 ml.
127

                 

2. Species : Myristica fragran. (pala) Famili : Myrtaceae. Simplisia : Biji. (ol. Miristica). Tanaman pohon asal Malabar dan pulau sekitarnya. Dibudidayakan didaerah tripis lainnya termasuk Indonesia. Dapat berbuah sepanjang tahun. Bahagian pericarpnya kaya akan daging buah. Biji dikeluarkan dan bahagian luar biji disebut mace / maces. Biji dan maces dikeringkan dengan sinar mata hari. Isi : M.atsiri 8 – 15% ;
  Miristin Safrol.

M. lemak 25 – 40%. Sedikit protein. Pemakaian: Flafor. Bumbu masak. Obat diare pada kanker usus. Halusinogen pada dosis 15 gram.

128

 VII. GOLONGAN OKSIDA.   Biosintesa dimulai dari asam mevelonat seperti, Sineol dimulai dari penggabungan 2 mol asam mevalonat.  1. Species : Chenopodium ambrosoides, var Anthelmeticum.  Famili : Chenopodiaceae.  Simplisia : Duah. (ol.Chenopodii).  Berasal dari India Barat, banyak ditanam di A.S terutama daerah Myriland  Minyaknya juga dikenal dengan nama Baltimore oil.  Minyaknya juga terdapat pada daun dan bunga.  Isi : Minyak atsiri 1 – 2% (buah): CH3  Askaridol 60 – 80%  p. simen. +/- 20% O  l. limonen.  d. kamfen. O  Penggunaan : Obat cacing : - Cacing gelang  - cacing pita CH  CH3 CH3

129

         

2. Species : Eucalyptus globulus. (ol. Eucalypti) Malaleuca leucadenron. (ol. Minyak kayu puti). Famili : Myrtaceae. Simplisia : Daun. Tanaman pohon asal Australia timur dan Tasmania. Banyak dibudidayakan di Eropah Selatan, California dll. Kayu puti ada dibudidayakan di Indonesia. Didapat dengan destilasi uap. Isi : M. atsiri 3 – 6% mengandung
    Eukaliptol (sineol) 70% untuk ol. Eukaliptus. Eukaliptol (sineol) 40 – 50% untuk ol. Kayu puti. Eucalipten d. pinen

      

Harsa. Zat pahit. Pemakaian: Flafor. Antiseptik. Ekspektorant. Diaporitikum. (o.gosok)
130

 VIII. GOLONGAN ESTER.  Berbagai senyawa ester terdapat didalam minyak atsiri diantaranya adalah ester2 asetat dari  Borneol,  terpineol,  geraniol (suatu alkohol).  Dalam praktek minyak wangi ada yang dibiarkan beberapa lama agar terjadi proses esterifikasi dalam minyak tersebut yang dapat memperbaiki bau minyak wangi.  Biosintesa dimulai dari asam sinamat.
131

 1. Species : Gaulteria procumbens.  Famili : Ericaceae.  Simplisia : Folia.  Simplisia disebut juga Winter green, Teaberry Checkerberry.  Tanaman semak perenial dengan batang ramping menjalar atau terbenam didalam tanah.  Tanaman ini biasanya terdapat di A.S, Kanada.  Bau karakteristik aromatik.  Minyak mempunyai kandungan utama metil salisilat.  Metil salisilat juga ada yang dibuat sintetis.  Produk-produk metil salisilat harus mencantumkan asalnya apakah dari tanaman atau sintetis  M.atsiri didapat dengan destilasi uap dengan nama:
    Gauteria oil. Winter green oil. Betula oil. Sweet Birch oil.

Isi

: M.atsiri yang mengandung 98% metil salisilat.

132

 COOH CH3     Penggunaan ;  Lokal iritan.  Flafor.  Antiseptik.  Anti reumatik.

OH - C

O

OCH3

133

                    

2. Species : Lavandula angustifolia. Miller. Lavandula vera. DeCandolle Famili : Labiatae. Simplisia : Flos (bunga) minyak lavender. Bunga telah digunakan sejak zaman Romawi sebagai pengharum air dalam bak mandi. Sampai sekarang bunga dan minyak masih digunakan sebagai pengharum. Berasal dari Italia, perancis, Spanyol dan Afrika timur laut dan dibudidayakan di AS, Inggris dan Swedia. Minyak diperdapat dengan penyulingan uap bunga, didapat minyak lavender (Lavender Oil). Bunga yang dihasilkan di daerah Mediterania mempunyai kualitas yang lebih baik dari daerah lain yang hawanya lebih dingin. Isi : Minyak atsiri 0,8 – 2,8%. L. linalil asetat 30 – 60% Geraniol. L-linalool. Limonen. Senyawa seskuiterpen. Senyawa ester dari asam butirat. Pemakaian : Parfumeri. Corigenodoris.

134

 RESIN DAN RESIN KOMBINASI  Resin : Suatu senyawa kimia yang komplek, amorf, biasanya terbentuk dalam saluran / rongga schizogen dan schizolizigen. Jadi merupakan hasil akhir dari suatu metabolisme  Terbentuknya dalam tanaman adalah hasil oksidasi dari terpan.  Sifat fisika : Keras, transparan  Bila di[anaskan jadi lembek.  Sifat kimia: merupakan campuran yang komplek dari- Resin acid  resin alkohol.  Recinotanol  Resenes dan  Ester.  - Larut dalam air.  Kegunaan: Bidang farmasi dan teknik.

135

        
           

Resin juga sering ditemui dalam bentuk campuran dengan senyawa lain: Oleo resin , yaitu campuran resin dengan minyak menguap. Contoh; Resin terpentin Canada balsem. Copaiba. Aspidium Cubeba Capsicum. Gum Resin, yaitu campuran resin dan Gum dan oleo Gum Resin, yaitu campuran minyak menguap, Gum dan resin Contoh, Assa foetida. (oleo resin) Gamboge. (oleo resin) Myrhae. (oleo gum resin) Balsam, Campuran resin dengan asam sinamat / benzoat, atau campuran keduanya, atau ester kedua asam ini. Contoh : Benzoin Peru Balsem Tolu Balsem Styrax Glyco Resin, Kombinasi resin yang berbentuk glikosidal. Contoh : Ipomoea. Yalap. Padophylum.
136

 Resin.  -Suatu senyawa yang keras, setelah dimurnikan tidak larut dalam air, larut dalam pelaryt organik.  - Bila dipanaskan jadi lembek.  - Setelah dilarutkan dalam pelarut organik, bila dipanaskan akan tinggal berupa filem.  - Bila dibakar terbentuk nyala yang berasap.  Resin acid, sebahagian besar terdiri dari oxyacid, yaitu kombinasi asam karboksilat dengan phenol.  Dalam bentuk esternya dengan alkali terjadi penyabunan membentuk suatu masa berupa suspensi koloidal dimana garam dari suspensi ini dikenal dengan Recenat (recenates)  Guna , untuk pernis dan pembuat sabun.  Contoh Recenat: abietic acid yang terdapat dalam Rocin / Colophony.  Copaivic acid ……………………. Copaiba.  Guaiaconic acid …………………. Guaiac.  Pimeric acid ……………………... Burgundi  Sandaracolic acid ……………….. Sandarac  Comniforic acid ………………….. Myrhae.

137

 Resin alkohol, adalah suatu komplek dari alkohol bermolekul tinggi dikenal dengan nama Resinotanol. Resinol adalah alkohol bermolekul tinggi dalam bentuk bebas / ester dengna asam-asam aromatik yang sama seperti asam benzoat, salisilat, cynamat.  Resinotanol memberikan hasil positif dangan FeCl3, sedangkan recinol memberikan reaksi negatif.  Contoh recinotanol:  Contoh recinol: - Benzo recinol ( dari benzoin.)  - Storesinol ( dari Storax )  - Guayac resinol ( dari Guaiyac resin)  Recenes: Suatu substansi alam yang komplek  Merupakan suatu senyawa yang netral / komplek dan tidak mempunyai sifat kimia yang khas, yaitu berupa garam / ester.  Contoh: Alban dan fluapil ......... Gutta perca.  Damarresen ................ Damar.  Olibanoresen .............. Olibanum.  Dll.

138

                 

Cara-cara memperoleh resin: ekstraksi dengan alkohol kemudian diendapkan dengan air. Contoh: resin yalapa. Resin scamoni. Resin podophylum. Resin Ipomoea. Dengan memisahkan minyaknya dari oleo resin. Contoh: Resin dari terpentin. Copaiba resin dari Copaiba. Dengan memanaskan bahagian tanaman yang mengandung resin. Contoh: Guayac resin dari Guayac wood. Mengumpulkan resin yang telah diekskresikan, baik yang keluar secara alamiah ataupun dengan melukai tanaman. Contoh: Burgundy. Mastic. Sandarak. Mengumpulkan resin baku. (fosil-fosil resin.) Contoh : Copal. Damar.

139

    

            

Species yang menghasilkan Resin. Species : Pinus palustris. Miller. Famili : Pinaceae Simplisia : Rosin / colophony. Dalam perdagangan dijumpai dalam berbagai bentuk mulia dari yang bagus (pucat) sampai yang sangat kotor, hampir hitam. Yang dipakai dalam farmasi yang transparan. Rosin adalah suatu masa yang bulat-bulat kecil dan sangat kelat. Transparan, kadang2 juga berubah jadi kuning. Rapuh / mudah pecah. Bau terebentinat. Larut dalam pelarut organik. Biasanya bercampur dengan minyak menguap. Larutan dalam alkohol bila ditambahkan air akan terbentuk masa seperti susu. Dipanaskan dengan air akan mencair dan menjadi masa yang lengket. Isi: - abietic acid. Anhidrat 80 – 90%. Bila ditambah alkohol mudah dikristalkan. -. Silvic acid. - Sapinic acid. - Pimaric acid. - Resenes.

140

 Isi: - abietic acid. Anhidrat 80 – 90%. Bila ditambah alkohol mudah dikristalkan.  -. Silvic acid.  - Sapinic acid.  - Pimaric acid.  - Resenes.  Pemakaian.- pembuat plester.  - ointmen.  - diuretic hewan.  Teknik: - Untuk pembuat cat.  - tinta.  - sabun.  - pembersih lantai dll.
141

     

Spcies lain : Padophylum emodi. Wallich. Yang dikenal dengan Indian padophylum yang banyak tumbuh didaerah perg. Himalaya. Menghasilkan lebih banyak resin 12%. Dan padophylotoxinnya 2x lebih banyak. Cara memperoleh: Perkolasi dengan alkohol, dipekatkan kemudian dibiarkan mengendap, dicuci dengan air 2x dan dikeringkan....serbuk. Sifat: serbuk amorf warna kuning kehijauan atau coklat hitam. Warna berobah jadi gelap bila dipanaskan 25oC Ringan, Rasa pahit, mengiritasi selaput lendir. Pemakaian:- Camp Tct Benzoin untuk Luar. Tumor inhibitor. Drastic Purgatif.

         Isi: - abietic acid. Anhidrat 80 – 90%. Bila ditambah alkohol mudah dikristalkan.  -. Silvic acid.  - Sapinic acid.  - Pimaric acid.  - Resenes.

142

143

KEGUNAAN TANIN
 Dalam industri 1. Penyamak kulit 2. Pembuat tinta. 3. Pewarna. 4. Reagen pendeteksi gelatin, protein alkaloid dan logam berat.


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Dalam Farmasi Adstringen. Diuretik. Anti hipertensi. Anti bakteri dan virus Anti oksidan. obat luka bakar. Antidot alkaloid.
144

PEMBAGIAN TANIN
1. Katekol tanin 2. Pirogalol tanin.
Perbedaan
Katekol tanin Pirogalol
pirogalol asagalat/asam elegat lar. Biru tdk terb endapan
145

tanin
Dipanaskan. Dipanaskan dgn HCl FeCl3 Aqua Brom katekol lar; plobapen (merah) lar, hijau terbentuk endapan

Epicatechin (EC) Epikatekin (EC)

Epigallocatechin (EGC)

146

CONTOH TANAMAN YANG MENGANDUNG PIROGALOL TANIN

 Species : Uncaria gambir  Famili : Rhanoceae  Simplisia: Gambir ---- Pale catechu.

147

Adalah getah yang diperoleh dari daun dan ranting yang direbus kemudian dikempa, airnya lalu dikeringkan. Isi ; - Asam katechu tannat 22-50%. - Pyrokatekol. - Catekhin. - Gambir fluoresen. - Catechu red. Kegunaan: - Adstringen - Pencelup kain. - Anti oksidan. - Penyamak kulit. - Obat tradisional.

148

Species : Querkus infectoria. Oliver Famili : Fagaceae. Simplisia : Nut Gall / Gallae (tonjolan).

149

Terbentunya Gall/tonjolan
 1. telur serangga diletakkan pada tanaman ini, berkembang. Terbentuk larva yang mengeluarkan sejenis enzim dan dengan cepat larva akan dikelilingi oleh amylum.  2. larva jadi kepompong sebahagian amilum akan digantikan oleh asam gallat dan tanin.  3. setelah insekta bersayap hampir seluruh gall ini telah digantikan oleh asam tannat dan sedikit an gallnya menjadi lebih rapuh yang disebut asam gallat.

150

 Isi  - asam tannat (utama) 50 – 70%  - asam gallat 2 – 9%  - asam ellegat  - pati dan resin

 Kegunaan.  # Sumber asam tannat yang digunakan untuk:  - Pembuat tanin.  - Pencelup kain.  - Pembuat tinta.  # Adstringen.
151

 Asam Tannat / asam gallotannat / tannin.  adalah tanin yang diperoleh dari Nut Gall:  - berbentuk tepung,  - diekstrak dengan campuran eter, alkohol dan air, cairan dipisahkan menjadi 2 bahagian, lapisan encer mengandung asam gallotanin (asam tannat) dan lapisan eter mengandung asam gallat bebas. Komposisi: asam tannat bukanlah senyawa tunggal yang homogen, namun terdiri dari campuran ester dari asam gallatan glukosa dengan campuran yang sangat berfariasi tergantung sumbernya. Sifat: - amorf, berkilau, coklat terang sampai putih kuning - bau memusingkan , rasa menggigit. - larut dalam air, alkohol dan aseton.tak larut dalam eter, CCl3, benzen Kegunaan: - adstringen. 152 - obat luka bakar dan luka kecil.

153

ALAKALOID
Definisi (W.Meisner. abad ke 19) _ Produk alam bereaksi basa. Inisial lain: Mengandung nitrogen. Atom N adalah bahagian heterosiklis system. Bahan alam yang terbatas penyebarannya. Umumnya berstruktur komplek. Memiliki aktivitas farmakologi yang nyata. Terbentuk didalam tanaman. Dijumpai dalam bentuk garamnya. Penyebaran alkaloid: Angiosprmae: Famili : Leguminosae, Papaverinaceae, Ranunculaceae, Rubiacea, Solanaceae, Berberidaceae. Famili : Lbiatae dan rosaceae hamper tak ada ditemui alk. Gimnospermae: hanya pada F. Taxaceae Monocotyl : Famili. Amaryllidaceae dan Liliaceae. Jamur : Spc. Clavisep purpurea dan Ipomeas pc tertentu dari famili Convolvulaceae Bakteri : Pseudomonas aeruginosa (pyocynine)

154

Terdapatnya didalam tanaman;  Pada seluruh jaringan tanaman dan tersimpan dalam vacuola.  Biji, buah, daun, bahagian bawah batang, akar, rizhom an radix, kulit batang.  Penamaan.  Nama generic tumbuhan (Hydrastine, Atropin)  Nama spesifik tumbuhan(Erythroxylon coca – Cocaine)  ( Atropa belladonna – beladonine)  Nama umum simplisia (ergot – Ergotamine)  Aktivitas biologis. (Emesis – Emetine, Hipnoti sedative – Morphine).  Nama penemu. (Pellitierine) Sifat alkaloid.  Rasa pahit.  Bersifat basa.  Tidak larut dalam air, larut dalam pelarut organic.  Dapat membentuk garam yang larut dalam air.  BM 100 – 900.  Bentuk N kuartener – sifat berbeda dengan primer dan skunder.  Umum berupa kristal, sedikit yang amorf.  Bentuk garan berupa kristal.  Dengan logam berat (Hg,Au,Pt dan lainnya–endapan kristal.
155

Pereaksi pengenal alkaloid.  Wagner‘s – J2 dalam KI.  Mayer‘s -- K2HgI4.  Dragendorf Bi Subnitrat, KI. Pereaksi spesifik alkaloid.  P, dimetilaminobenzaldehid untuk ergot dan pirolizidin  Cerium dan ammonium sulfat untuk:  Indol ------ kuning.  Dihidroindol -------- merah.  Beta aniline acrilat ----- biru.  Ninhidrin untuk alkaloid aril alkyl amin.  Vitali-Morin untuk ester dari as.tropat.  FeCl3 / HCl untuk tropolon  FeCl3 dalam as.perklorat untuk rauwalfia. Kegunaan Alkaloid bagi tumbuhan. (kemungkinan)  Melindungi tanaman dari hama serangga dan hewan lainnya.  Sebagai hasil detoksikasi, yaitu melambangkan kunci metabolit senyawa yang dapat berbahaya bagi tanaman itu sendiri
156

 Aktivitas Farmakologis dan kegunaan:  Pada CNS (SSP)
 depresan contoh morfin , scopolamine.  stimulant contoh: strichnin, coffein.

 Pada saraf otonom:
 Sympatomimetik contoh: efedrin.  Sympatolitik, contoh: yohimbin, ergot.  Parasimpatomimetik : contoh plocarpin.  Ancolinergic, contoh : atropine, hyoscyamin  Ganglioplegic spartein, nicotin.

 Curare,
 Anastesi lokal (cocaine),  Fibrilasi (quinine)  Anti tumor (vimblastin)  Antimalaria (quinine)  Anti bacteria (bebrine)  Antiemetikum (emetine)

157

 Klasifikasi berdasarkan struktur inti kimianya;
• Piridin dan Piperidin (arecolin, pellitierin, lobelin dan nicotin. • Tropan , ini kondensasi piridin dan piperidin. (atropine, hiosiamin, hioscin • Quinolin, (kina) • Isoquinolin, (hidrastin, tubocurarin, emetin dan alkaloid opium tertentu) • Indol, (reserpin, ergonovin). • Imidazol, (pilokarpin). • Fenantren, (morfin, Codein). • Steroid, (aconitin) • Lupinan, (spartein) • Amin, (efedrin) • Purine, (coffein, theophyllin)

 Kerangka Struktur Inti Alkaloid.
158

1. ALKALOID PIRIDIN DAN PIPERIDIN. Species : Areca catechu. Linn Famili : Palmae Simplicia : Semen masak. Betel nut, areca nut, buah pinang  Banyak tubuh di India Srilangka dan asia tropis lainnya termasuk Indonesia.  Penghasil terbanyak India  Tinggi bisa mencapai 30 meter.  Buah banyak, berupa tandan.  Makroskopis : biji tunggal dengan selaput tipis, endosperm besar  Di India dipakai sebagai stimulant, dimakan bersama daun sirih, gambir dan kapur yang dikenal dengan ―Pansupari‖ Isi Alkaloid total 0,45%, terbanyak arecollin  Arecolin  Arecaedine  Guvacine.  guvacoline.  Kandungan lain, Tanin 15%  Minyak lemak  Gum. 159Kegunaan / khasiat  Adstringen  stimulant 159  Antelmentic pada ternak.

Species : Punica granatum. Linn (Delima) Famili : Punicaceae. Simplisia : Kulit akar kering.  Tanaman semak, asli India Barat Daya  Tumbuh didaerah subtropics dan tropis  Buah mempunyai banyak biji.  Kulit buah masak bewarna kemerahan.  Seluruh bagian tanaman mengandung alkaloid, terbanyak pada akar.  Alkaloid pelletierin ditemukan 1870, sebagai antelmentic, terikat sbg pelletierin tanat. Isi/Kandungan:  Alkaloid: pada kulit batang 0,6%, kulit akar 3%
    Pelletierine. Isopelletierine. Metilisopelletierin. Ketiganya berupa lemek. Pseudopelletierin, berupa kristal.

 Tanin 22% Penggunaan:  Adstrinen (karena tannin)  Antelmenticum , taenafuge an vermifuge.
160

           
    

2. ALKALOID TROPAN. Species : Atropa belladonna. Linn var acuminate Famili : Solanaceae. Simplisia : Folia dan Herba Atropa = atropis = tidak fleksibel. Belladona (Italia) Bella = cantik, Donna = gadis. Tanaman herba perennial, tiggi kurang 1m. Tumbuh di eropah tengah bahagian selatan dan asia kecil. Banyak ditanam di Inggris. Sifat midriatik dipopulerkan 1802 tapi sifat analgetik belum diakui sampai 1860. Panen saat mulai berbuah (alkaloid tertinggi)setelah musim hujan, kemudian dikeringkan. Daun berkualitas baik dipanen dengan pemetikan, kemudian langsung dikeringkan pada temperature rendah dan teduh. Isi : Daun mengandung alkaloid 1%. ¾ hasil isolasi didapat campuran L-hyoscyamin (90%) sisanya atropine dan scopolamine Daun segar sedikit atropine yang ditemukan, tetapi selama proses ekstraksi terjadi rasemisasi yang membentuk atropine. Pada akar, tapi pada daun tidak ditemukan yatu:
 Dehydrasi atopin (apoatropin, aposcopolamin,beladonine dan cuscohigrin.       Akar 0,6%. Batang, 0,05%. Daun 0,4%. Buah belum masak 0,19%. Buah masak, 0,21%. Biji, 0,33%

 Perbandingan kadar alkaloid yang terdapat pada:

161

 Kagunaan :  Parasimpatetik depresan (spasmoitik)  Antikolinergik , mengontrol kelebihan aktivitas motorik saluran cerna dan kejang saluran urin.  Pembuat sediaan Tct.Beladona.  Pemalsuan :  Dengan daun scopula, poko root, solanum nigrum. Ini biasa dideteksi berdasarkan karakteristik jaringan.  Tanaman lain sebagai sumber alkaloid :  Hyoscyamus muticus  Duboisia myoporoides dan D. leichardii
162

               

SOLANACEUS ALKALOID. Tropan alkaloid umumnya terdapat pada Fam.Solanaceae. Kira2 20 genera dari Fam Solanaceae mengandung alkaloid. Secara prinsip alkaloid golongan tropan ini adalah; L.Hyoscyamin. Atropine. (d.l.Hyoscyamin). Scopolamin (hyoscin). Anhidrat atropine (apotropin) dan isomer2nya. Belladonine. SIMPLISIANYA; Hyoscyamus (Henbene dan Egyption henbane. Stramonium. Withania. Duboisia. Pituri. Andragora.
163

       
     

Simplisia : Hyscyamus atau Henbene (Daun atau herba kering). Species : Hyoscyamus nigra. Linn. Famili : Solanaceae. Mengandung tidak kurang 0,04% alkaloid. Tanaman annual atau bienual herba. Asli Eropa Barat dan Afrika Utara. Banyak dibudidayakan di Rusia, Balkan, Belgia, Inggris dan Jerman. Dipanen saat tanaman berbunga, kemudian dikeringkan hati2. Isi. : Hyoscyamin. Scopolamin. Guna: Parasimpatolitik. Sekarang jarang digunakan.

164

Simplicia : Egyption Hebene (daun dankuncup bunga kering). Species : Hyoscyamus muticus. L. Famili : Solanaceae.  Asli dan ditanam di Mesir, California selatan penanaman dengan irigasi.  Spesifikasi tanaman: batangnya berambut, tapi tidak ada rambut kelenjer. Isi : alkaloid total 1,5% dan terbanyak Hyoscyamin. Guna : Bahan baku alkaloid (sumber alkaloid)‘
165

                  

Simpliscia : Stramonium , Jimson Weed, Jamestown Weed. ( Daun, bunga atau puik dan ranting kering) Species : Datura stramonium. Linn atau var tatula (Linn) Torrey Famili : Solanaceae. Tanaman herba dengan tinggi lebih kurang 2 meter. Rumput yang sangat berbahaya. Sering menyebabkan anak2 keracunan, terutama setelah memakan semen. Gejala toksis = keracunan atropine. Tanaman asli laut Caspian, diakui di Eropa dan Amerika Utara Banyak ditanam di Eropa Tengah dan Amerika Selatan. Daerah penghasil utama dulu Argentina sekarang Eropa. Panen tanaman berbunga dan dikeringkan hati2. D. Stramonium var tatula berwarna ungu ditanam di Amerika Selatan. Beda dengan D. stramonium, bunga dan batang keunguan. Digunakan sebagai sumber atropine Kandungan: Hyoscyamine dan Scopolamine Kegunaan : Suatu antikolinergik kerja menyerupai Belladone. Bubuk tanaman dalam sediaan yang dibakar (dihirup) untuk pengobatan asma atau disebut ―asma powder‖ FDA menyatakan ramuan Asma powder hanya dapat diperoleh dengan resep.
166

     
            

Golongan Tropan yang lain. Species : Erythroxylon coca. Lamark dis. juga Huanaco coca. E. truxillense. Rusby Truxillo coca. Famili : Erytroxylaceae. Simplisia : Coca atau coca folium. Tanaman semak dengan ketinggian berbeda sesuai dengan geografis tempat tumbuh.Di Bolivia 70-80 cm Tanaman asli Amerika Selatan. Sudah ditanam di Ceylon dan P. Jawa. Rasa kurang pahit seperti alkaloid lainnya. Dikunyah terasa lidah tebal. Tiga varietas dari dua species utama (E.coca dan E.novagranatense) yang ditanam sebagai sumber daun dengan kadar cocain yang tinggi: E. coca Lanmark var coca. Tumbuh di Peru dipegunungan Cusco dan Huanaco, Yungas dan Cochabomba di Bolivia disebut Huanaco atau Pruvian Coca. Ciri2 tanaman ini; Daun lebar, hijau tua, elips, kaku, runcing dan ujung tumpul. Varietas Plowan ditanam dilembah Amazon. E.coca var spruceanum (E. truxillense) dis.Truxillo Peruvian coca atau Java coca. Daun kecil, lancip, tipis, warna hijau terang. E
167

  
         

E. novagranatense (Moris) Hieron var novagranantense. Tumbuh di Colombia dan Venezuela. Daun hijau kekuningan, terang, elips, memanjang, stipula robek . jarang diperdagangkan. Var.truxillense (Rusby) Plowan, tumbuh pada daerah kering, Peru Utara dan Equador. Daun elips, sangat sempit, warna hijau pucat. Pengumpulan pada musim semi, bulan Juni dan musim hujan. Cocain pertama kali diisolasi 1860. 1884 digunakan sebagai obat orang bodoh berbentuk teh (diseduh). Isi : - Daun coca mengandung 3 tipe dasar alkaloid : Turunan ecgonin (Cocaine, cinamil cocaine, α dan β truxillene) Tropin (tropa cocaine, cuscohygrine) Metil salisilat. Flavonoid. Tannin.

168

 Kadar alkaloid tergantung species, varietas, tempat tumbuh  Tingkat pengembangan daun saat dipanen.
 Huanaco coca, mengandung 0,5 – 1% alkaloid.  Java coca mengandung 1 – 2% alkaloid  Truxillo coca berasal dari perkebunan yang sama dengan java coca tapi mengandung jumlah alkaloid yang rendah.

Tahun 1569 penduduk asli menggunakan daun + kapur dikunyah untuk penambah tenaga pada perjalanan jauh, merasa tidak lelah dan kurang rasa lapar.  Bahaya mengunyah coca:  Gangguan fisis, sosial dan moral.  Menyebabkan euphoria coca.  Jumlah banyak jadi racun.  Kegunaan : local anastesi.

169

 3. QUINOLIN ALKALOID.  Umumnya berasal dari Cinchona (kina).  Alkaloidnya  Kinin.(chinin)  Kinidin (chinidin).  Cinkonin (cinchonin)  Cinkonidin. (cinchondin)  Species : Cinchonae succirubra. Pavon et Trimen.  C. ledgeriana (Howard) Moens e Trimen.  C. calisaya. Weddell atau hibridanya.  Famili : Rubiaceae.

170

      
   

Simplisia : Cinchonae , Cinchonae cortex atau cortex Peruvian. Tanaman asli perg. Andes di Equador dan Peru. Tumbuh pada 1000 – 3000 m dari permukaan laut. Dibudidayakan juga di Indonesia dan India. Dikenal ada 36 species hibridanya. Sebelum PD II Indonesia pemasok 90% dunia. Awal penggunaan kina sebagai obat oleh orang Indian dengan tidak sengaja meminum air genangan kolam yang tumbang pohon kina kedalamnya, demam menjadi sembuh. Penanaman dapat dengan biji, umur 2 tahun sudah bias dicangkokkan. Umur 6 – 9 tahun sudah bisa dipanen. Kulit muda kering mengandung 3 X lebih banyak alkaloid dari yang tua. Sekarang sudah ada yang sintetis yaitu:
 Kloroquin.  Quinarin.  Primacrin.

 Hibridanya berasal dari C. ledgeriana dan C. calisaya yang menghasilkan alkaloid lebih banyak.  Penyiapan simplisia dengan jalan menumbangkan pohon yang dilakukan dengan traktor supaya terbongkar bersama akar2nya, kemudian dikuliti batang dan akar secepatnya. 171  Kualitas ditentukan oleh alkaloid kininnya.

 Isi :  Alkaloid total 18%  As.Sikotanat 2- 4% yang mudah terurai----merah.  Kegunaan:  Anti malaria dan tonikum   Overdosis : tuli sementara dan gangguan penglihatan. Gejalanya elinga mendenging dan disebut cinchonism
172

 Species : Remijia purdiena Triana dan  R. penduculata. Fluckiger.  Famili : Rubiaceae.  Simplisia : kulit batang yang dikeringkan.  Asal Colombia Tengah dan Selatan.  Kulit batang bewarna merah tembaga, keras, kompak dan berat.  Mikroskopis: sel batu panjang.  Kandungan : alkaloid 2 - 6% sepertiganya kinin.  Kegunaan : Sumber Kinidine.

173

                

4. ISOKINOLIN ALKALOID. Simplisia yang termasuk grup ini adalah: Opium dan alkaloidnya. Ipeca ------- Emetin. Hydrastis ----- hydrastine Sanguinaria -------sanguinarine. Curare -------tubocurarine Beberis ------berberine. Opium . Opium alkaloid: Morfin. Codein. Tebain. Papaverin. Species : Papaver somniferum Linn atau varietas album De Candolle. 174 Fam. : papaveraceae

     
   


      

Simplisia : eksudat menyerupai susu kemudian dikeringkan. (poppy) Tanaman herba annual, bunga besar memisah, warna bervariasi putih – pink atau parple. Biji warnanya juga berfariasi, putih terang . Pertama ditanam ditimur laut daerah Mediterania. Kemudian opium juga selanjutnya dikenal di India pada abad XV, abad XIX di Mesedonia. Persia (Iran) pertengahan abad XIX. Pertama kali diekstraksi oleh ―Sertürner‖ 1806. Penanaman , Panen dan Perdagangan. Penanaman secaa resmi dikontrol oleh ― International Narcotics Control Broad ― dari PBB. Kebanyakan sekarang diproduksi secara gelap, baik dari Turki sampai perbatasan Birma, Thailand Laos yang dikenal dengan daerah segi tiga emas (―Golden Triangel‖) Sebahagian besar opium diproduksi dari jerami Poppy (seluruh bahagian tanaman yang dikeringkan) Cara penanaman: Biji disemai pada pasir. Setelah kecambah tingginya 15cm baru dipindahkan kekebun (bulan oktober). April atau Mei tumbuhan mulai berbunga (60cm). Juni/Juli buah sudah tua dengan buah capsul 5 – 8 buah / batangnya. Capsul tua diameter 4cm warna berubah menjadi hijau kebiruan sampai kekuningan, kemudian diambil getahnya dengan menoreh selingkar buah. Menoreh tidak boleh menembus endosperm yang bias mengakibatkan masuknya getah kedalam kapsul. Latex / getah yang keluar akan menggumpal, dikumpul dan dikeringkan.
175

          
     

Pemerian Opium: Bentuk bulat, masa pipih diameter 8-15cm, berat 0,3-2kg Bahagian luar coklat pucat atau abu2. Keras dan mudah patah. Bahagian dalam kasar atau hampir lembut, coklat kemerahan. Bau karakteristik dengan rasa sangat pahit. Jenis OPIUM di perdagangan. Turkish opium. Asal Turki mengandung 10-21% Morfin. Indian opium. Dihasilkan di Ghazipur dikonsumsi di India atau di eksport ke Amerika dan Inggris Mengandung morfin anhidrat 4-11%. Berbentuk kue lembut dengan berat 5kg. Chinese Opium. Asal cina. Mengandung morfin 4-11% Berbentuk plat bulat.
176

       

Isi/Kandungan: Opium mengandung lebih kurang 25 macam alkaloid yang berbeda , yang terpenting: Morfin 4-20%. Codein 0,8-2,5% Nescapin (non narkotik) 4-8% Papaverin 0,5-2,5% Tebain 0,5-2%. Alkaloid lain : Narcein, protopin, laudanin, codamin, eriptopin, lanthopin, meconoidin dll.  Selain alkaloid opium juga mengandung:  Asam mekonat 3-5% bebas atau terikat dnegan morfin, codein, dan alkaloid lainnya.
 Berupa kristal prisma yang larut dalam air dan alcohol.  Dengan FeCl3 -------- merah + HCl ---warna hilang.

 Kegunaan. :
    Pembuat ekstrak opium. Bekerja terhadap CNS (menstimulir ----depresan. Analgetik, hipnotik an narkotik. Over dosis --- pristaltik dan gerak pupil mata berlebihan..
177

 Pemalsuan:
Bubur buah dan daun ara. Fragmen kapsul buah opium. Tragacanth, lilin lebah, bubuk biji cumini, pati.

 Biji opium:
 Hitam kebiruan atau putih kekuningan.  Bentuk tak beraturan dengan diameter 0,5-1mm, retikuler dengn hilum kekuningan.  Ndosperm berminyak putih.  Embryo curvet .  Rasa sedikit dan lemah.  Guna bumbu masak.
• Kandugan.  Minyak lemak 50% sedian parentral.  Tidak mengandung alkaloid.  Bahan tambahan makanan kaleng.

178

 IPECA  Spc : Cephaelis ipececuanhae. (Brotero) A. Richard  Rio atau Brazilian Ipeca.  C. Acuminata. Karsten. Cartagena, Nicaragua atau  Panama Ipecae.  Famili : Rubiacea.  Simplisia : Rhizoma dan Radix (kering).  Tanaman semak, rhizome tipis, akar liat.  Asli Brazil (C. Ipecacuanhae)  Asli Columbia (C. acuminate) sampai Panama dan Nicaragua  C. ipecacuanhae juga ditanam di Mlaysia dan India.  Panen pada musim panas sewaktu sinar mata hari banyak.
179

 Kandungan :  5 alkaloid (2-2,5%)  Kulit mgd 3 alkaloid.
 Emetin.  Sepalin.  Psychotrin.

 Pati. 40%.  Rio atau Brazil Ipeca alkaloid total 2% , 1/3 cephalin, 2/3 emetin.  Cartagena (Colombia) dan Panama alkaloid total 2,2%.  Rhizom dan radix ---- Nicaragua dan Costarika ---alk ≥ 2,5%  Secara ratio perbandingan Emetin dan Cephalin konstan yaitu, 1/3 emetin dan 2/3 cephalin.  Sekarang tanaman ini menjadi langka sehingga UU di Amerika Selatan , setelah dipanen Akar harus ditanam lagi.  Penggunaan :  Emeticum. Dalam bentuk sirup Ipeca, Dosis 15 ml  Ipeca fluidextract yg kekuatannya 15 x sirup Ipeca.  Emetine HCl (guna).
 Anti amuba .  Radang gusi.  Bersifat ekspektoransia dan emesis.
180

     

HIDRASTIS. Species : Hydrastis Canadensis Linne. Famili : Ranunculaceae. Simplisia : Rizhom dan radix. (Golden seal). Tanaman herba perennial, rhizome pendek horizontal, banyak, radix tipis. Ditanam di Oregon, Washinton, California Utara, Tennesse, Michigan , Wincansin.  Pertama dipakai oleh bangsa Indian Cheroke sbg:
 Pewarna.  Obat demam.

       

Panen pada musim gugur. Penanaman dengan rizhom, panenan pada umur 3-4 tahun. Kandungan : Hydrastin (terpenting) 1,5-4%. Barberin. Kanadin. Kegunaan : Adstrinen pada inflamasi lapisan mucosa
181

 Species : Mahonia aquifolium. (Pursh) Nuttall.  Famili : Berberidaceae.  Simplisia : Rhizoma dan Radix kering. Oregon Grape Root atau  Berberis Aquafolium.  Tanaman semak menjalar.  Rocky Mountain.  Penghasil, Washinton, Oregon dan California.  Kandungan :  Berberin.  Oxyanthaine.  Berbamine (isomer dari oxyacanthine).  Kegunaan : Sumber berberin.

182

 SANGUINARIA.  Specieas : Sanguinaria candensis. Linn  Famili : Papaveraceae.  Simplisia : Rhizom kering.  Tanaman herba, rendah, perennial, rhizome bercabang, horizontal, radix pipih, mengandung getah merah oranye.  Tumbuh dihutan terbuka Amerika Utara.  Bangsa Indian menggunakan untuk :
 Pewarna muka.  Emetic kuat.  Obat batuk.

 Dipanen pada musim panas, rizhom digali, pisahkan akarnya, keringkan

183

 Kandungan:  Sanguinarine 1%.  Cholerythine.  Protopine.  Allocryptine.  Sifat alkaloid:  Basa tak berwarna.  Bentuk garam berwarna (NO3 dan SO4) –merah, sedangkan garam Cholerythrine—kekuningan.  Protropine juga ada dalam Opium.  Kegunaan :  Stimulan.  Ekspektoran  Emetikum.
184

           

CURARE : Species ; Strychnos castelnaei Weddell. S. toxyfera . Bentham. S. crevauxii. G. Planchon. Famili : Loganiacae. Dan Species : Chondodendron tomentosum. Ruizet Pavon. Famili : Menispermaceae. Simplisia : Curare, ekstrak kering kasar kulit batang. (South American Arrow Poison) Curare berasal dari kata Woorari atau urari (India) = racun. Digunakan oleh bangsa Indian untuk racun panah. Pembuatan ekstrak Curare:
     Kulit muda dipotong2 + bahan lain. Didihkan dalam air. Saring atau perkolasi dengan air. Uapkan /pekatkan ------ pasta. Jemur sampai kering dan dicetak.

 Dipasaran terdapat berbagai jenis bentuk tergantung cetakan yaitu:
 Calabash curare (labu).  Tube curare (bambo)  Pot curare (pot tanah).
185

 Curare asal Amazon dan pergunungan Ecudorian berupa:
 Kecoklatan atau hitam.  Mengkilat.  Masa seperti resin.  Rasa sangat pahit.  Mudah larut dalam air dingin dan alcohol encer.

 Simplisia mengandung sekurang kurangnya beberapa alkaloid dan senyawa kuartener, tapi komposisi tergantung bbaku tumbuhan.  Kandungan :  Kandungan utama yang terpenting, senyawa kuartener atau d-Tubocurarine (bis benzyl isokinolin)   Rumus (tugas)
186

                 

Sifat ekstrak : Efek paralisa pada otot (Curareform effect) Toksis pada pembuluh darah. Efk mirip histamine. Efek Curare : Aktivitas neuromuscular (syaraf otot) Kerja heterogen (sangat bervariasi) Penggunaan terbatas pada pengobotan. Tubocurarin HCl diperoleh dari C. tomentosum. Penentuan kadar (Bio Assay). Metoda ―Head Drops‖ Hewan percobaan Kelinci Pada dosis kecil terjadi relaksasi otot---- kepala terkulai (karakteristik). Kegunaan : Relaksasi otot rangka—mejamin relaksasi otot tanpa anastesi. Pengatur konvulsi pada keracunan (Strichnine) dan tetanus. Tambahan pada shock terapi untuk penderita neuropsychiatri. Tambahan diagnosa myasthenia gravis.
187

 5. INDOL ALKALOID.  Alkaloid yang terpenting:  Strichnine dan Brucine (dimetoxksi strichnin).  Physostigmine.  Trichnine dan Brucine juga mengandung inti kinolin sehingga beberapa penulis mengklasifikasikannya kedalam grup kinolin.  Simplisia dan alkaloid terpenting.  Rauwolfia ------- Reserpine.  Catharantus (Vinca) ----- Vinblastin, Vincristine.  Nux Vomica ------- Strychnin dan Brucin.  Physostigma ------- Physostigmine.  Ergot ----- Ergotamine, Ergonovine.

188

    
   


  

Species : Rauwolfia serpentine (Linne) Bentham ex Kurz. Famili : Apocynaceae. Simplisia : Rauwolfia , Radix kering. Rauwolfia berasal dari nam peneliti/Botanis Jerman abad ke 16. ―Dr. Leonhard Rauwolf‖. Kandungan alkaloid tidak kurang 0,15% alkaloid grup reserpinresinamin dihitung sebagai Reserpin. Indian menggunakannya untuk obat bisa ular. Garcia de Orta (1563) telah diketahuinya dpt gunakan sebagai obat, yang terdapat dibuku tumbuhan obat dari India. Tetapi dokter2 di Eropa meragukannya. Pada tahun 1952 baru diakui, setelah ―Miller‖ berhasil mengisolasi alkaloid reserpine dari tumbuhan ini. Tanaman berupa herba tegak sampai 1 meter, batang silendris, kulit pucat, bila dilukai keluar latex dengan warna pucat. Daun sederhana dan opposite, 3-6, bunga putih---merah rose pucat, terminal dan aksial. Buah berbiji tunggal 2 lobus bila tua hitam keunguan. Asli India Burma, Srilanka, Vietnam, Malaysia, Indonesia (R. Sumatrana, Pulai pandak) dan Filipina. Dalam perdagangan banyak yang berasal dari India dan Thailand.
189

 Kandungan :  Total alkaloid 0,5%-2,5%, suatu campuran komplek 30 senyawa yang berbeda. Indol yang tebanyak.  Tercatat 3 grup utama dari alkaloid:
 Derifat tipe Yohimbin (indol basa lemah) sangat menarik karena mempunyai 6 asimetris senter ( pada 16, 17 dan 18)----- reserpine dan resinamin. Juga ada yohimbin, corynathein dan beberapa isomernya.  Pada penentuan kualitatif digunakan NaNO2/H2SO4 ----oksidasi-------- 3,4 dehidro (turunan reserpin) yang berwarna.

         

Rumus reserpin.(tugas) Penggunaan : Anti hipertensi . Sedative. Memperlambat denyut nadi. Bentuk simplisia -----tranquilizer Pengepakan dan penyimpanan simplisia: Musim mempengaruhi persentase alkaloidnya. Alkaloid tertentu mudah terhidrolisa, maka penyimpanan biasanya dikempa dalam bentuk tablet.  Dalam kontainar tertutup, sejuk, kering dan terjamin dari insekta.

190

 Alkaloid Reserpin untuk perdagangan diperoleh dari 4 species yang berbeda.:  R. serpentine.  R. micranta.  R. tetraphylla. (dari Mexico dan Guatemala).  R. vomitoria.  Untuk obat tradisional (Sumbar) R. Sumatrana. (pulai pandak)  Catatan dalam ekstraksi:  R.serpentina ------- reserpin dan rescinamin keduanya terikut dalam ekstraksi.  R. tetraphylla ------- reserpin dan deserpidin.  R. vomitoria -------- reserpin harus dipisah dari resin.
191

     
          

Species

: Catharantus roseus G. Dan. Nama resmi Vinca rosea. Famili : Apocynaceae. Simplisia : catharantus herba kering. Herba tegak, selalu berbunga atau semak berkayu, tinggi 40-80 cm. Asli Madagaskar, tersebar luas didaerah tropis, sering digunakan sebagai tanaman hias Bunga violet, rose, atau putih bentuk ocellate. Telah banyak diteliti sebagai anti kanker. Alkaloid aktif dalam simplisia relative sedikit, dari 500 kg catharanthus hanya ada 1 gram Vincristin Kbutuhan simplisia didapat dari alam liar dan budi daya di Madagaskar, Australia, Afrika Selatan, Amerika Selatan, India Barat, Eropa dan USA. Kandungan: ada 4 alkaloid dimerik indol – indolin. Vimblastin. Vincristin. Vinrocidin. Vincristin. Aktivitas ; Oncolytic. 192

      
    

Species : Strychnos nux vomica. Linne. Famili : Loganiaceae. Simplisia : Semen kering. (nux vomca). Strichnos --- Yunani ---- tanaman racun. Nux biji (kacang) , vomica –muntah (vomiting)---Latin Tumbuhan batang kecil tinggi 12 m dengan buah berri 3-5 biji. Asli tanaman India Timur, dijumpai juga di Srilanka, sepajang pantai Malabar dan Afrika Utara. Perdagangan dating dari Kamboja dan Srilanka. Telah dikenal di Eropa sejak abat 16. Awal penggunaan sebagai racun ikan, untuk obat mulai dekenal tahun 1640. Alkaloid terbanyak terdapat pada dinding sel tipis epidermis. Strichnin terkonsentrasi pada dinding sel dekat bahagian tengah biji, dan brucin dekat bahagian luar epidermis.
193

Penggunaan;
 Strichnin Sentral depresan. (sangat beracun).  Brucin, kurang toksis disbanding strichnin  Kelarutan:  Brucin larut dalam air dan alcohol.  Strichnin sulfat mudah larut dalam air dan alcohol.  Brucin sulafat sedikit larut.  Kandungan :  Alkaloid 1,5 – 5%, utama strychnine dan brucin ini 1/3 – ½ dari alkaloid total.  Alkaloid terbanyak terdapat didalam dinding sel epidermis.  Guna : Sumber strichnin dan brucin. (sentral depresan).

194

     
         

Spc : Physostigma venenosum. Palfour. Famili : Leguminose. Simplisia : semen kering, Calabar semen, Ordeal Bean. Tanaman perennial, berkayu, memanjat. Tumbuh di pinggir sungai I Afrika Barat. Daniell (1886) menerangkan bahwa kegunaan semen oleh bangsa Calabar kuno adalah untuk esere yaitu mensucikan atau membunuh criminal. Kandungan: Alkaloid total tidak kurang dari 0,15%. Phsostigmin (eserin), mayoritas 0,04-0,3%. Eseramin. Geneserin dan physovenin. Kegunaan : Inhibitor reversible dari cholin esterase. Opthalmologi (glaucoma) ointment 0,25% Conyunctiva. Rumus physostigmin salisilat.
195

     

    

Spc : Clavisep purpurea. (Fries) Tulasne. Famili : Hypocreaceae. Simplisia : Ergot, Rye Ergot, scale curnotum (sejenis jamur) Tumbuh pada tanaman Rye ( Spc. Secale cereale) Linne. Fam. Graminae sebagai saprofit dan parasit. Tanaman ini tumbuh pada tanaman lain secara saprofit (menompang). Sebelum diperkenalkan pada pertanian modern, dulu secara periodic jamur ini menyerang ladang rye (gandum hitam) di Rusia dan Eropah Timur lainya. Scelerotia dari jamur ini ikut terpanen bersama gandum. Tepung gandum terkontaminasi, nantinya akan termakan dan menyebabkan penyakit pada manusia dan lembu -------- Ergotism. Karakteristik ergotism ini adalah gangrene pada kaki dan tangan, membatasi aliran darah-------vasokonstriksi. Ergot menghasilkan tidak kurang 0,15% dari alkaloid total yng dihitung sebagai Ergotoxin, dan alkaloid larut air tidak kurang dari 0,01% sebagai ergonovin. Penghasil utama adalah Rusia, Balkan, Portugal, Cekoslowakia, Jerman, Hongaria dan Swis. Disini semua ladang gandum dimanfaatkan secara maksimal dengan cara gandum diinfeksi dengan Ergot (spora), setelah 6 minggu Sclerotia Ergot dipanen. Rumus alkaloid ergot 196

     

Kandungan : (simplisia) Alkaloid. Ergonovin. Ergotamine. Ergocristin. Ergocriptin.
 Alkaloid dibagi 2 grup (kelarutan dlm air)
• • Larut air – Ergonovin. Tak larut, Ergonovin dan ergotoxin.

             

(alkaloid peptida). Minyak lemak. Pigmen. Ergosterol. Kegunaan ; Sumber alkaloid. Oxitoxic. Alkaloid semisintesis: Metilergonovin. Dehidroergotamin. Hidergin. Metal lisergat. Catatan : alkaloid alami dan semi sintetis merupakan asam Lisergat .

197

 6. IMIDAZOL ALKALOID   Mempunyai cincin imidazol (glyoxalin) ini terlihat pada Pilocarpin dalam tanaman Pilocarpus.  Pilocarpin juga suatu mono asam tertier basa, yang mengandung grup lakton.  Biosintesa .  Terkesan bahwa alkaloid ini berkemungkinan terbentuk dari histidin atau dari suatu metabolit yang sama. Tetapi dalam prcobaan dari asli biosintesis tidak ada.  Alkaloid dan simplisia yang terpenting dalam grup ini :  Pilocarpin -------- pilocarpus.

198

 Species : Pilocarpus jaborandi. Holmes-Parnambuco jaborandi  P. microphyllus. Stapf. Maranham-Maranham -,, P. pinnatifolius. Lemaire – Paraguay jaborandi.  Famili : Rutaceae.  Simplisia : Daun (folia jaborandi).
 Tanaman semak, asli Brazil.  Semua jenis jaborandi diperdagangkan.  Disimpan pada kondisi dibawah ideal dalam satu tahun alakloidnya akan hilang sebanyak 50% .  Disimpan dalam 2 tahun praktis alkaloid akan hilang semuanya.

 Kandungan ;
 Daun segar atau yang aru dikeringkan mengandung pilocarpin 0,5%-1%.  Beberapa spc. Mengandung; isoplocarpin, pilocarpidin, dan pilosin.

  Struktur pilocarpin  Pilocarpin merupakan Lakton dari asam pilocarpat dengan inti glyoxalin (imidazol)  Kegunaan : Cholinergic ( ophthalmic ) ----- untuk glaucoma.  Oral kadang2 untuk menstimulir saliva.
199

 7. STEROID ALKALOID.  Karakteristik ------- intinya adalah Siklo pentano fenantren.  Terbentuk dari kolesterol atau prekusor yang sama dengan kolesterol.  Simplisia yang terpenting dalam grup ini adalah:  Veratrum veride.  Veratrum album.  Aconite (aconitin)  Larkspur.  Spc: : Veretrum virie . Aiton.  Fam : Liliacea  Simplisia : radix dan rhizome kering.  Penyiapan simplisia dengan menggali rizhom----dibersihkan------ipotong memanjang---keringkan.

200

 Kandungan : alkaloid pada umumnya terdiri dari tiga grup  (berdasarkan konstituen kimia) yaitu :  Grup I . Terdiri dari ester steroida basa (alkamin) dengan asam organic yang meliputi : cevadin, germidin, germitrin, neogeritrin, neoprotoveratrin, protoveratrin dan veratramin.  Grup II Pseudojervin dan veratrosin ----- glukosida alkamin dengan alkaminnya ----- germin, jervin, rubejervin dan veratramin.  Grup III ---- ester alkamin, germidin dan germetrin .  Rumitnya dan relative tidak stabilnya jumlah kandungan kimianya merupakan masalah pada standarisasi biologis dari simplisia ini.  Kegunaan : Bersifat hipotensif, cardiac depressant dan sedative.  Tincture di Amerika sebagai cardiac depressant.
201

         
   

8. LUPINAN ALKALOID Contoh alkaloid dari grup ini adalah: Spartein suatu alkaloid cair. Lupinin suatu alkaloid kristal. Spc : Cytisus scooarius (Linne) Link. Famili : Lguminosae Simplisia : Pucuk (kering) Tumbuhan herba Tumbuh di Eropa dan Asia Barat dan ditanam di Amerika Serikat. Di Eropa alkaloid maximum terbentuk di pucuk ( mei ) menurun setelah berbunga (Juni) Kandungan : Spartein 1,5% 2 alkaloid minor, Sarothaine dan genistein. Kegunaan : Oxytocic.

202

 9. AMIN ALKALOID.  Alkaloid ini tidak mempunyai N heterosiklis.  Kebanyakan adalah turunan fenil alanin sederhana dan diperoleh dari asam amino umum (fenil alanin atau tirosin)  Spc : Ephedra sinica . Stapf.  Famili : Gnetaceae.  Simplisia : herba – Ma Huang – Ephedra.  Ma = adstringen, Huang = kuning.  Telah digunakan sebagai obat di Cina sejak 500 tahun yang lalu.  Tahun 1923 diisolasi dari simplisia ini efedrin.  Tanaman dijumpai dekat pantai di Cina Selatan, sekaligus pensuplai pasar Amerika.  Sekarang Ephedra juga berasal dari India Barat Laut dan Pakistan.  Suatu tumbuhan rendah, herba, dioseus, daun sedikit tinggi 60-90 cm.  Batang hijau, silinder, tegak, kecil berlobang diameter 1,5 mm.  Bongkol 4-6cm.

203

 Kandungan : Efedrin. Sekarang ada yang sintetis.  Kegunaan :  Klas adrenergic (bronchodilator)  Merangsang saraf simpatik.  Depresan (lemah)  Kerja pada otot jantung dan efek mirip epineprin.  Meningkatkan tekanan darah.  Midriatic.  Specis lain yang mengandung Ephedrin:  E. sinica.  E. equistina Bunge.  E . distachya Linne.

204

   
       

Spc : Colchicum autumnale. Linne. Famili : Liliaceae. Simplisia : semen masak dan Umbi Ditanam di Inggris, eropah Tengah dan Selatan, afrika utara dan Amerika Serikat. Tumbuh diaerah rerumputan. Mempunyai bunga 2-6. umbi muncul pada musim semi sebelum daun muncul. Dulu Bangsa Arab dulu digunakan sebagai Gout, tapi karena beracun maka pemakaian dikesampingkan. Pertengahan abad ke 17 kembali digunakan di Eropah. Kandungan : Kolkisin. Semen 0,8%. Umbi 0,6%. Kegunaan ; simplisia : sumber alkaloid Kolkisin.
205

     

10. PURIN BASE ALKALOID. Purin ---- turunan inti hetero siklis terdiri dari: 6 angota cicin pyrimidin. 5 anggota cincin imidazol. 6 N N N1 5

7 8  N  2 4 9N  N N  N  Pyrimidine Imidazol Purine  Purin sendiri tidak dijumpai di alam, tetapibeberapa turunannya penting secara biologis.  Yang penting dalam pengobatan dalam grup in adalah semua derifat metilasi dari 2 , 6 dioxypurin ( Xanthin).  Coffein -----1, 3, 7 trimethil xanthin.  Theophylin – 1, 3 dimethyl xanthin.  Theobromin – 3, 7 dimethil xanthin.
206

        


   

  

Simplisia yang mengandung Coffein. Species : Cola nitida (ventenat) Famili : Sterculiaceae. Simplicia ; Kola, Cola, Kolanuts, Cotyledon kering. Batang besar, asli Afrika Barat, Congo. Ditanam di Afrika Timur, Srilanka, Indonesia, Brazil India Barat dan Jamaica. Dalam perdagangan terutama berasal dari Afrika Barat dan India Barat. Polong berwarna coklat, panjang 5-10 cm, dirontokkan dari batang dan dikumpulkan. Biji diangkat dari polong, selubung luar dibuang. Keluarkan kotiledon dan lepaskan hati2. Kola segar cendrung cepat berjamur, maka untuk perdagangan dikeringkan dulu dengan sinar mata hari. Kandungan : Coffein 3,5% Theobromin. Pada semen segar Purin derivate terikat pada cola catechin tannin. Selama proses pengeringan komplek pecah menghasilkan coffein bebas dan theobromin, dengan perobahan kolacatechin tak berwarna menjadi COKLAT MERAH. Kegunaan : Sentral stimulant dari coffein. Bahan tambahan beberapa minuman bersoda.

207

                     

Species

: Coffea Arabica Linne. Liberica Heirn. Famili : Rubiaceae. Simplisia : Semen masak, Coffea semen, Coffea Bean, Coffee Sead. Selubung semen semua dibuang. Roasted coffea (kopi rendang). Kopi direndang sampai warna coklat tua dan menghasilkan aroma karakteristik. Tumbuhan batang kecil selalu hijau ataun semak. Berasal dari Ethiopia dan bahagian lain Afrika. Ditanam didaerah lain seperti. Indonesia, Srilanka. Amerika tengah dan selatan, terutama Brazil lebih dari 600.000 ton per tahun. Tiap batang ---- 0,5 – 5Kg. Kandungan : Coffein 1-2%. Trigonellin 0,25%. Tanin 3-5%. Glukos dan dextrin 15%. M.lemak 10-13%. Protein 10-13%. Abu total 4-7%---hampir semua larut dalam asam. Kegunaan : Stimulant dan diuretic. Minuman.

208

209

LIPID
Deff : Lipid =Lemak, minyak dan lilin adalah ester dari alk dengan asam lemak berantai panjang. Lemak dan minyak alkoholnya adalah gliserol. Lilin alkoholnya mempunyai BM yang lebih tinggi Lemak pada suhu kamar berupa padat. Minyak pada suhu kamar berupa cair. Lilin pada suhu kamar berupa padat dengan titik leleh yang lebih tinggi. Secara kimia minyak dan lemak adalah gliserida dari as lemak: Rumus: CH2 - O - CO - R R = asam lemak. CH - O - CO - R‘ CH2 - O - CO - R‖

210

Contoh asam lemak yang umum dijumpai:
    Caproi : CH3(CH2)4COOH Caprilic : CH3(CH2)6COOH Capric : CH3(CH2)8COOH Lauric : CH3(CH2)10COOH Myristic : Stearic : Palmitic : Arachidic: CH3(CH2)12COOH CH3(CH2)14COOH CH3(CH2)16COOH CH3(CH2)18COOH

 Oleic : CH3(CH2)7CH = CH(CH2)7COOH  Linoleic : CH3(CH2)4CH = CHCH2 = CH(CH2)7COOH  Linolenic : CH3CH2CH=CH2CH2CH=CHCH2=CH(CH)7COOH

211

Sumber dan cara mendapatkannya:
 Tanaman (nabati) – Peras tekanan tinggi  (m. stabil) - Dalam keadaan dingin (cold pressed oil) virgin oil  - Dalam keadaan panas (hot pressed oil)  - Ekstraksi dengan pelarut organik.  Minyak cair kecuali cacao.  Hewan (hewani) Lemak dipisah dari jaringan lain.dilelehkan  disaring diputihkan dengan ozon.

 Minyak nabati sering disebut minyak stabil dan sering diklasifikasikan sebagai minyak kering, semi kering dan minyak tidak kering.  Klasifikasi ini berdasarkan kemampuannya menyerap oksigen dari udara.  Oksigen memenuhi ikatan rangkap untuk membentuk oksida yang dapat berpolimerisasi menjadi lapisan keras.  Sifat ini sangat penting dalam industri cat.  Minyak tidak kering dapat digunakan sebagai minyak pelumas. 

212

Tes kualitas :

 Tes nilai asam / angka asam  Jumlah asam lemak bebas yang terdapat dalam minyak.  Anka penyabunan / saponifikasi. Jumlah mgr potasium hidroksida yang diperlukan untuk menyabunkan asam lemak dari 1 gr lemak/minyak.  Angka Richard-Meisel. Jumlah ml 0,1 larutan potasium hidroksida yang diperlukan untuk menetralkan asam lemak larut air yang diperoleh dengan hidrolisa 5 gr lemak.  Angka Yodin Menunjukkan ketidak jenuhan.  Konstanta fisik lainnya seperti:  titik cair.  indek bias  grafitasi spesif
213

 Penggunaan  Farmasi
Pambawa medicated soaps Sebahagian kecil berkhasiat obat (ol. Choulmogra sebagai obat Lepra dan Tuberculosis) Makanan berkalori tinggi dan minyak goreng.

 Industri dan seni.
Sabun Cat, vernis dll.

214

 MINYAK STABIL.
 1. Species : Prunus amygdalus Batsch.  Famili : Rosaceae.  Simplisia : Sweet Almond Oil – minyak almon manis.

215

 Prunus adalah nama klasik dari pohon Plum. Amigdalus bahasa Yunani yang berarti pohon Almond  Tanaman berasal dari Asia kecil, Iran dan Syria dan dihasilkan didaerah tropis.  Juga dikenal minyak almond pahit yang mengandung Amygdalin dan menghasilkan juga minyak menguap.  Yang dimakan hanya almond manis sedangkan yang pahit setelah perendaman dalam air untuk mendapatkan minyak menguap.  Minyak diperoleh secara peras.  Isi :  Minyak 45 – 50% yang komponennya adalah;
 Oleat 77%.  Linoleat 17%, Palmitat 5% Miristat 1%.

 Kegunaan  Emolient &

Bahan kosmetika.
216

 2. Species
 

: Arachis hipogea. Linne.

Famili : Leguminosae. Simplisia : Biji masak Peanut oil. -minyak kacang tanah.

217

 Berupa tanaman rendah tahunan yang berasal dari Brazilia,  Berbuah polong yang terletak didalam tanah. Ada beberapa macam varietas.  Minyak berasal dari hasil perasan dari bijinya.  Kadang-kadang disebut Arachis oil.  Minyak berupa cairan tidak berwarna atau kekuningan, bau seperti kacang dengan rasa lembut.  Isi:  M.lemak 45%: Oleat 65%.- Linoleat 18-30%- Palmitat 8-10%  stearat, arachidat, behenat, dan lignoserat total 12%  Protein 20% -- Thiamin HCl  Kegunaan: -Pelarut injeksi.-minyak makan-pelumaspembuat sabun.

218

 3.Species : Zea mays. Linne.  Famili : Graminae.  Simplisia : Biji (embrio) minyak jagung – Corn oil.  Dipenggilingan embrio dipisahkan dari amilumnya.  Mendapatkan minyaknya dgn tekanan dan pemanasan.  Minyak berupa cairan jernih , kuning terang dengan bau dan rasa yang khas memusingkan.  Isi:  Terdiri dari camp. Gliserida yang terdiri dari: o Linoleat 50%. o Palmitat 10%
 Oleat 37%. o Stearat 3%

Penggunaan.
 Pelarut injeksi  Minyak makan.  Jika dihidrogenasi, sebagai shortening in baking kue

219

 4. Spcies : Olea europea Linne.  Famili : Oleaceae.  Simplisia: Buah masak. Olive oil – M. zaitun – Sweet oil

220

 Olea – oliva (latin – olaion (Yunani) = minyak.  Tanaman berupa pohon > 10 meter, mempunyai umur yang panjang, berasal dari Palestina  Minyak diperoleh dgn cara perasan buah yang telah dikuliti sbb:  Muti I diperoleh dengan perasan tekanan rendah.  Mutu II. Dilanjutkan dengan tekanan yang lebih tinggi.  Mutu III. Dilanjutkan dengan + air panas bertekanan yang lebih tinggi lagi.  Dikenal 2 macam minyak yaitu Varietas Turkish dan Italia yang juga berbeda komposisi minyaknya, cairan berwarna kuning pucat atau kuning kehijauan, berbau lemas namun khas, rasa lembut agak pedas.   Isi: * Varietas Turkish - Minyak dengan komposisi:  Asam oleat 75%. Asam palmitat 10%. Asam linoleat 9%.  Sedikit asam stearat, myristat, linoleat .  * Varietas Italia - Minyak dengan komposisi:  Asam oleat 65% .Asam palmitat 15%.Asam linoleat 15%. sedikit komponen lainnya.  Penggunaan: o Laxant. - Linement - Dental cemen - Plester  o Pembuat sabun - Minyak goreng (minyak slada)

221

 5. Species : Recunus communis Linne  Famili : Euphorbiaceae.  Simplisia: Biji Minyak Astor. (ol.resini) (castor oil)

222

 Biji astor adalah biji yang masak, Recinus – Latin --- Kutu (hama) karena benih mirip kutu.  Minyak diperoleh dengan cara peras dingin.  Lalu dipanaskan untuk menghilangkan albumin yang beracun.  Minyak merupakan cairan kental, transparan hampir tidak berwarna tau kuning pucat.  Bau sedikit memusingkan serta rasa lembut dan khas.  Tumbuh pada iklim sedang dan tropis, pohon sampai 15 m  Buah berupa kapsul dengan 3 rongga, tiap rongga mengandung biji.  Berasal dari India. Penghasil India, Amerika Latin, Afrika, Eropa dan A.S bagian selatan.  Telah dipakai sebagai obat sejak abad ke 18.

223

 Isi  Minyak 45 – 55 % (triglikosid)
• triricinolein. 75% • cinoleoglycerida

 Protein 20%  Alkaloid.  Resin.  Juga mengandung Alergen yang memnyebabkan alergi bagi yang sensitf terletak pada fraksi protein.

 Kegunaan.
 Katartic purgativ  Minyak pelumas  Pembuat sabun  Bahan pembakaran internal mesin.

 Dosis 15 – 60 ml.
224

 6. Species : Sesamum indicum. Linne  Famili : Pedaliaceae  Simplisia: Biji Sesami oil .

225

 Sesamum, bahasa Yunani , yaitu nama asli dari tanamannya, indicum sehubungan dengan habitatnya di India.  Berupa tanaman herba tahunan + 1 meter,  Asal Asia Selatan, penghasil Afrika, Hindia timur dan barat, A.S.  Bijinya kecil, datar, oval, kuning atau coklat kemerahan dengan rasa manis berminyak.  Minyak diperoleh secara perasan. berupa cairan kuning pucat, hampir tidak berbau dan berasa lembut.
 Isi :  Minyak 45 – 55% komp:
 - Oleat dan linoleat aa 4 - Palmitat 9%. - Stearat 4%.

 Protein 25% & getah 4

 Kegunaan:  Bahan pembantu dalam bidang farmasi , Pel. Injeksi., Laxantif.  Demulcen dan emulien

226

 7. Spcies : Cocos nucifera. Linne.  Famili : Palmae.  Simplicia: Buah Coconut oil - minyak kelapa  Cocos, bahasa Yunani yang berarti ―berry‖ atau ―pill‖ Nucifera, bahasa Latin ―buah‖.  Copra adalah kernel masak yang dikeringkan dgn sinar mata hari.  Tanamannya semua kita telah tahu. OK.  Minyaknya diperoleh secara perasan.  Kadang-kadang minyak mudah tengik karena mengandung asam-asam bebas yang dapat dihilangkan.minyak berwarna kuning pucat sampai tak berwarna.  Pada suhu diatas 28OC cair, pada 20OC setengah padat dan 15OC padat dan rapuh.  Isi:  Copra mengandung minyak 65%.  Kernel segar mgd minyak 30-40%. Yang komponennya.:  Laurat 50%. Myristat 20%. Palmitat 10%. Caprilat 9%.  Caproat 8%.Stearat 3%.  Penggunaan:  minyak makan, pembuat sabun, untuk permen coklat, bahan dasar salep. kosmetik

227

 8. Species. Linnum usitatisinum. Linne  Famili : Linaceae.  Simplisia : Biji Linseed atau Flaxseed Oil (ol.lini)

228

 Linnum dari kata Latin = benang,ini berhubungan dengan serat yaitu serat Rami, Usitatisinum , nama Latin = sangat bermanfaat.  Tanaman bersifat tanaman tahunan yang dipanen didaerah sedang dan tropis, baik serat ataupun bijinya.  Penghasilnya adalah A.s, Eropa, Kanada dan Ameroka Latin.         Tanaman Rami Batang Serat kulit Benang linen tali, kain, perma dani, handuk dll Jerami Kertas dll Biji Minyak Cat, pernis minyak cat, sabun 0 Bungkil makanan sapi

Minyak diperoleh dari buah yang masak, yang dipenen dengan mesin otomatis pada ladang pertanian modern dengan pemerasan panas.  Minyak berupa cairan berwarna kuning, bau khas, rasa tidak enak, dibiarkan diudara terbuka akan berwarna gelap, dengan rasa dan bau yang lebih keras.
229

Isi

 Minyak 30–40%. =Linpleat 50% =Oleat 22%. =Linoleat 12% dll  Protein  Gom

   

Kegunaan: Demulcent catartic Luka bakar Minyak cat. Dengan pengolahan tertentu digunakan sbg minyak makan

230

MINYAK NABATI YANG UMUM DI KONSUMSI
           Selain minyak kelapa juga: 9. Species : Elaeis guineensis Jack Famili : Palmae. Simplisia : Daging buah ( minyak sawit ) Berasal dari Afrika Barat. Banyak ditanam di Amerika Selatan (Brazil) Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia,) Afrika (Nigeria, Zaire dan Camerun.) Tinggi batang 15 – 30 meter. Buah kemerah-merahan. Tiap tandan terdapat 1000-2000 buah. Buah dikempa tau diekstraksi dengan pelarut tertentu akan didapatkan ―Palm Kernel Oil‖ Sifat mirip minyak kelapa pada temperatur sedang berupa padat. Mengandung karoten sehingga minyak berwarna merah tajam (red oil).

 Isi:  Minyak lemak dengan komposisi;
 Miristat 0,5-2%, linoleat 6,5%, oleat 36-44%, palmitat 41-47%, stearat 5,5-6%.

   

Penggunaan: Minyak goreng Pembuat sabun Pembuat margarin.

231

10. Species : Heliantus annus. (bunga mata hari)  Famili : Asteraceae.  Simplisia : Biji (minyak biji bunga mata hari) (SUNFLOWER OIL)

232

 Berasal dari Amerika Utara.  Tanaman herba dengan bunga yang khas besar berwarna kuning.  Tiap tangkai bunga mengandung banyak biji.  Daun besar cordotum.

Isi :  Minyak lemak 20 – 30% dengan komposisi:
 Palmitat 3-10%,  stearat 1-10%,  oleat 14-15%, linoleat 55-75%  a-linoleat dibawah 0,3%.

Kegunaan:
 Minyak makan (diet lemak).
233

     

11. Species : Glycine soya. Siebold at Zucarini (Kacang kedele) Famili : Leguminosae. Simplisia.: Biji masak Soybean oil. Minyak kedele. Tanaman tahunan, dgn buah polong yang mengandung 2 – 5 biji. Minyaknya diperoleh cara tekanan. Tepung Soybean adalah tepung yang dari kedele yang telah dihilangkan minyaknya (didekortikasi)digunakan pendeteksi kadar nitrogen urea dalam darah dengan reaksi enzimatis dari urease yang terdapat dalam tepung soybean.  Bungkil Soybean untuk makanan ternak yang kaya akan protein dan juga pospor dan potasium.  Soybean berfungsi sebagai sumber lecithin yang dipisahkan dari minyaknya, sebagai pengotrol lemak dalam tubuh.  Merupakan minyak kering.         Isi :- Minyak 20% dengan komponennya: Linoleat 50%. Oleat 30%. Linolenat 7% Palmitat dan stearat 14%.(asam jenuh) Karbihidrat 35%. Protein 50%. Enzim ureaceae. Kegunaan: Untuk bahan cat, sumber lecithin dan bahan dasar steroid. Tidak digunakan sebagai makanan secara oral hanya sebagai makanan parentral.
234

 12. Species : Gossypium hirsutum Linne  Famili : Malvaceae.  Simpl : Cottonseed oil - minyak biji kapas. (cottonseed oil)

235

   

 
  

Minyak diperoleh secara tekanan panas. Minyak berwarna kuning pucat. Tidak berbau dan berasa lembut. Bila diperlakukan dengan tekanan dingin maka pada minyak akan ikut zat gosypol (0,6%)yang beracun, sebaliknya dapat dihilangkan dengan perlakuan alkali, sebelum dijadikan makanan ternak gosypol dihilangkan dulu. Isi: - Minyak 30%: Linoleat 40%. Oleat 30%. Palmitat 20%. Myristat 3%, Stearat, arachidat aa 1% Kegunaan Pelarut injeksi. Dan pembuat sabun LEMAK DAN SENYAWA LAINNYA.

236

 LEMAK DAN SENYAWA LAINNYA.  MINYAK LEMAK UNTUK OBAT.  13. Species Theobroma cacao Linne (coklat)  Famili : Sterculiaceae.  Simplisia : Cacao seed atau cacao bean (biji coklat) Olium cacao  Theobroma --Yunani -- ―makanan dewa‖ Cacao -- Astek -pohon.  Cacao telah lama dimanfaatkan oleh suku Astek dan Mexico, kemudian dibudidayakan di Amerika.
 Tanaman berupa pohon dengan tinggi mencapai 12 meter.  Berasal dari Mexico, namun secara luas dibudidayakan di daerah tropis, seperti di Indonesia.
237

 Buah besar dan berdaging, warna kuning atau kemerahan.  Mengandung lima baris biji masing-masing terdiri 10 atau 12 biji.  Penghasil coklat dinia adalah, Equador, Mexico, Trinidat, Amerika tengah, Brazil Afrika Selatan, Srilagka, Folipina, Malaisia dan Indonesia.  Biji dipisahkan, dibiarkan berfermentasi, yang berobah dari putih menjadi coklat pekat pekat kemerahan.
 Dijemur kemudian baru diolah sesuai dengan kebutuhan.  Warna merah dari biji disebabkan oleh ―cacao red‖ yang terbentuk oleh peristiwa fermentasi gliseridanya.  Jika bijinya dipanggang, theobromin yang terdapat pada karnelnya masik kedalam kulit, yang kemudian digunakan sebagai sumber senyawa turunan xanthin.  Minyak diperoleh dari biji panggang yang disebut Minyak Theobroma, atua Cacao Buter Cocoa Buter ,berupa zat padat putih kekuningan, berbau sedikit memusingkan dan rasa lembut seperti coklat, mencair pada suhu 30-35OC.
238

 Isi :
 Minyak 35-50%
 Oleat 37%, Stearat 34%, Palmitat 26%, Linoleat 2%

   

Pati 15%. Protein 15%. Theobromin 1-4% Coffein 0,07-0.36%.

Kegunaan:  Bahan dasar supositoria.  Bahan makanan dengan pengolahan tertentu seprti:
 Cacao/coklat, tepung yang diperoleh dari biji panggang.

 Sirup cacao dan permen
239

 14. Species : Taraktogenos kurzii King.  Hydnocarpus wihtiana Blume atau Pierre.  Famili : Flacourtiaceae.  Simplisia : Semen.

240

 Asal tanaman dari Burma, Thailand dan India Timur.  Pengekspor terbesar dari Calcuta (India).  Minyak diperoleh dari kempa dingin kernel.

Isi:  Minyak lemak dengan komposisi:
 Grup siklopenten gliserida (dextro) yaitu:
 Hidnocarpat (C18) 45% dan chaulmograt (C16) 20%. Asam galat 15%, oleat 12%, palmitat 6%.

Penggunaan: o Mycobacterium leprae & M. Tuberculosis.
Kekuatan 10 x fenol. Dapat diganti dengan sulfon organik
241

 15. Species : Sus crofa L var domestikus Gray  Famili : Suide.  Simplisia : Lemak murni abdomen babi. (ADEPS SUILUS)  Lemak diambil dari abdomen babi yang kemudian dimurnikan.  Pemisahan dilakukan dengan mengempa pada temp 00C akan memisah Adeps murni (adeps oil)  Campuran padat berupa stearin

Isi:
 Minyak lemak dengan komposisi:  Oleat 48%, palmitat 28%, actadecadienat 11%, stearat 9%, Miristat 3%.

Penggunaan:
    Emolien Dapat tengik + Benzoin (menyan)1% disebut Adeps benzoin) Anti busa Lubrican.

242

 16. Species : Ovis aries Linne LANOLIN  Famili : Bovidae  Simplisia : Lemak murni bulu domba     Adalah substansi seperti lemak dari bulu domba. Mengandung 25-30% air, disebut juga Hydrous Wool Fat. Masa seperti salep, putih kekuningan, sedikit berbau dan khas. Dipanaskan akan memisahkan air pada lapisan bawah.

 Isi.  Unsur utama kholesterol  Ester asam lano palmitat, lanoserat, carnaubat, oleat, myristat.  Kegunaan:
     Dasar salep yang dapat menyerap air. Pemakaian obat external lainnya. Contactan allergennic pada orang yang hyperseneitif Bahan dalam cream kosmetik dan cream kulit. Anhidrous Lanolin adalah lanolin yang telah dihilankan airnya hingga tinggal taklebih dari 0,25% air, yang digumnakan sebagai dasar salep yang lebih kuat menyerap air. Dan juga akan bersifat emulient. 243

 Contoh-contoh lilin.  SPERMACETI.  Species : Phycetes macoocephalus Linne  Famili : Physeterridae.  Simplisia : # Adalah lilin yang diperoleh dari kepala ikan paus  Physetes --- bahasa Yunani berarti pipa peniup, --- semburan air ikan paus. Macoocephalus --- Yunani berarti kepala besar.  Ikan ini tersebar luas dilaut tropis dan sub tropis. Terutama samudra Pasifik dan Hindia. Panjang mencapai 20 meter. Kepala besar, 1/3 dari tubuhnya, diameter 9 meter.  Bahagian depan craniumnya terdapat rongga yang mengandung cairan minyak yang jumlahnya 10-12 barel.  Dengan pendinginan cairan spermaceti sebanyak 10-12% akan memisah, dimurnikan dengan kompresi, dicuci dengan alkali lemah dan panas.  Spermaceti yang murni dibekukan  Pemerian:  Berbentuk massa yang agak keras dan tembus cahaya mempunyai keretakan kristal berkilau seperti mutiara.  Bau memusingkan dengan rasa lembut.
244

 LILIN (waxes)  Definisi: - Ester yang terbentuk akibat kondensasi dari asam berikat An lurus dengan berat molekul tinggi dengan alkohol berat molekul tinggi terutama berikatan lurus.  Pada tanaman:  Ditemukan pada didingsel bahagian luar dari epidermis, terutama pada buahn daun yang fungsinya sebagai pelindung terhadap penetrasi atau menghalangi kehilangan air  Lilin dalam bidang farmasi digunakan untuk memperkeras salep dan cream kosmetik.  Dalam industri dan seni digunakan sebagai lapisan pelindung.
245

 Komposisi spermaceti:  Terdiri dari campuran hexadecyl ester dari asam lemak:
• • • • • Hexadecyl dodecanoat (cetyl laurat) Hexadecyl tetradecanoat (cetyl myristat) Hexadecyl hexadecanoat (cetyl palmitat) Hexadecyl decanoat (cetyl stearat) Semuanya paling sedikit 85% dari total ester.

  Kegunaan:
 Bahan pembantu bidang farmasi seperti dalam bedak cream.  Mempunyai sifat emolient.

 Bahan lain:  Syntetik Spermaceti adalah sutau campuran ester dari alkohol lemak jenuh dan asam lemak jenuh yang dibuat secara sintetis,  Pembuatan sintetis ini dapat menyelamatkan sejumlah ikan paus.  Cetyl alkahol adalah campuran alkohol padat yang terdiri dari terutama cetyl alkohol atau 1-hexadecanoat, yang digunakan sebagai bahan pembantu dalam pengemulsi dan bahan pengeras

246

                

LILIN LEBAH (BEESWAX) Species : Apis Mellifera Linne Famili : Apidaceae. Simplisia : Beeswax – Yellow Wax – Lilin lebah. Adalah lilin yang telah dimurnikan dari sarang lebah. Dihasilkan dalam sel-sel pada permukaan ventral dari empat segmen terakhir pada abdomen lebah pekerja. Dimurnikan dengan mencairkannya dalam air, dan disaring beberapa kali, dan dibiarkan mengeras. Lilin berbentuk padat. Warna kuning sampai coklat keabuan. Bau seperti madu dengan rasa khas. Didinginkan menjadi agak rapuh dan retak-retak yang kabur. Isi : Alkyl ester dari asam lemak dan asam wax 72% terutama myricyl oalmitat, asam wax bebas 14% terutama asam cerotat dan sejenisnya. Hidrokarbon 12%, unsurunsur lainnya termasuk polon dan propolis yang menentukan warna lilin. Kegunaan: Bahan pengeras dan bahan Cerata. Oinment dan dalam bedak cream. (lilin yang telah diputihkan) Keperluan industri.
247

   

CARNAUBA WAX. Species : Copernicia prunifera Mueller. Famili : Palmae Simplisia: Lilin Carnauba – Carnauba Wax.

248

 Diperoleh dari daun.  Tanaman tumbuh didaerah Brazil dan Argentina.  Lilin diperoleh dengan memanaskan daun, lilin dipisah dan dimurnikan.  Isi :  Alkyl ester asam wax 80% terutama myricyl cerotate, alkohol  Mono stearat bebas 10%, lakton, resin dll.  Kegunaan:  Pabrik lilin, pernis wax, polishes perabot dan kulit  Pengganti lilin lebah.

249

 . Species : Lycopodium clavatum. Linne.  Famili : Lycopodiaceae.  Simplisia : Spora.

250

 Diperoleh dengan mengguncang-guncang strobile masak, spera yang jatuh ditampung dengan kain. Lycopodiumdari bahasa Yunani berarti ‗mirip kaki srigala‘. Penghasil utama adalah india, juga Kanada dan Uni Soyet. Lycopodium adalah bubuk kuning pucat yang ringan, tidak berasa dan hampir tidak berbau, mengapung di air tetapi tidak terbasahi, cepat terbakar jika dilemparkan ke lidah api, diameter 25-40 mikron.
Isi :  Lemak 50 %.

Komponen - Oleat 55% - Hexadec-9-enoat 30%

Kegunaan  - Penabur dalam pembuatan tablet.  - Sebahagian besar pembuat kembang api dan petasan.
251

 ASAM LEMAK.  Sejumlah asam lemak serta garam dan turunannya . Asam lemak ini biasanya diperdapat dari hidrolisa asam lemak atau minyak. Materialnya berupa campuran dan komposisinya berfariasi sesuai menurut subernya.  Asam Stearat.  Pemerian:
 Yang dipakai dalam bidang farmasi mengandung tidak kurang dari, 40% asam palmitat, 40% asam stearat jamlah keduanya tidak kurang dari 90%, Yang murni, tidak kurang dari 90% asam stearat, Total tidak kurang dari 48%.  Berupa bubuk/bahan padat yang keras.,putih agak kekuningan, hampir tak larut dalam air,

Kegunaan.
    Bahan pembantu dalam sediaan emulsi dan tablet lubricant. Calsium stearat dan Nagnesium Stearat untuk tablet lubricant. Zinc Stearat digunakan pembersih serbuk. Sodium Stearat sebagai bahan pengemulsi dan pengeras.

252

 b) Asam Oleat.  Pemerian.  Diperoleh dari lemak stabil tertentu. Selalu diperoleh dari hasil sampingan pembuatan asam stearat.  Berupa cairan yang tidak berbau, berminyak berwarna kuning pucat. Tak larut dalam air namun bercampur dengan alkohol. Berwarna gelap bila diabiarkan diudara terbuka. Kegunaan.  Bahan pembantu dalam emulsi.  Ethyl Oleat juga bahan pembantu dalam emulsi.  c). Asam Linoleat dan asam Linolenat.  Pemerian.  Diperoleh dari minyak linseet  Merupakan asan okta-dekanoat yang tidak jenuh.  Penting dalam makanan yang dikenal dengan vitamin P. Penggunaan.  Sebagai bahan makanan.
253

 d) Asam Undecylinat.
    Pemerian. Dibuat dengan pirolisis terhadap asam asam recinoleat dari minyak astor. Bahan yang selalu dikombinasi dengan Zinc Andecylinat. Penggunaan. Anti jamur pada kulit dalam bentuk serbuk atau salep. Calsium andecylinat digunakan dalam bentuk bubuk pada gangguan kulit dari jamur. e). Sodium Morrhuat. Pemerian. Adalh garam sodium dari asam lemak minyak ikan. Penggunaan: Tersedia dalam bentuk steril yang digunakan sebagai pengeras tulang. Untuk menghilangkan pembuluh darah yang melebar. Dosis penyuntikan pada pembuluh darah 1 ml dari 5% bahagian larutan.

     

254

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->