P. 1
SMA_X_1

SMA_X_1

|Views: 40|Likes:
Published by Illyas Janu

More info:

Published by: Illyas Janu on Apr 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPS, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

1.

1 BENTUK PANGKAT
MENU UTAMA
1.2 BENTUK AKAR
1.4 PERSAMAAN KUADRAT
1.5 FUNGSI KUADRAT
1.6 SISTEM PERSAMAAN LINEAR DAN
KUADRAT
1.3 BENTUK LOGARITMA
BAB I MATERI MATEMATIKA
SMA KELAS X SEMESTER 1
BENTUK PANGKAT
Sebelum mempelajari materi pangkat bulat negatif, perlu diingat kembali sifat
sifat yang berlaku pada pangkat bulat positif.
MENU UTAMA KE MATERI
Sifat 1.1: Jika m, n adalah sebarang bilangan bulat positif, dan
a sebarang bilangan real maka
n m n m
a a a
+
= ×
Sifat 1.2: Jika m, n bilangan bulat positif, bilangan real dan 0 = a
maka

n m
n
m
a
a
a
÷
=
jika m > n dan
m n n
m
a a
a
÷
=
1
jika m < n
a
Sifat 1.3: Jika m, n bilangan bulat positif, dan bilangan real maka
( )
mn
n
m
a a =
a
BENTUK PANGKAT
MENU UTAMA KE MATERI
Sifat 1.4: Jika m, n bilangan bulat positif, dan a, b bilangan real maka
( )
m m
m
b a ab × =
Sifat 1.5: Jika m, n bilangan bulat positif, dan a, b bilangan real, 0 = b
maka
m
m
m
b
a
b
a
=
|
.
|

\
|
BENTUK PANGKAT
Selain pangkat bulat positif, akan didefinisikan pula pangkat nol.

MENU UTAMA KE MATERI
Definisi 1.1: Jika a bilangan real dan
maka 1
0
= a
Definisi 1.2 :
n
n
a
a
1
=
÷

( dan n bilangan bulat positif) 0 = a
0 = a
BENTUK AKAR
Kita akan memperluas operasi perpangkatan,
sehingga berlaku untuk pangkat pecahan atau disebut
juga pangkat rasional.
MENU UTAMA KE MATERI
Definisi 1.3 Misalkan a dan b bilangan real, n bilangan bulat positif,


dan antara a, b dan n terdapat hubungan b
n
= a.
Bilangan b dinamakan akar pangkat n dari a

Definisi 1.4 n
n
a a =
1
asalkan
n
a
ada
Definisi 1.5
( )
n m
n
m
n
m
n
m
a a a a = = =
1
1

BENTUK LOGARITMA
MENU UTAMA KE MATERI
Definisi 1.6 Logaritma x dengan basis (pokok) a, a > 0,
dilambangkan log
a
x, ialah pangkat atau eksponen
yang akan dimiliki oleh x seandainya ia dituliskan
sebagai suatu bilangan berpangkat dengan basis a.
Dengan kata lain, log
a
x = y bermakna bahwa x =a
y
.
Karena a
y
> 0 untuk semua bilangan nyata y bila a > 0, maka haruslah
x > 0. Jadi log
a
x hanya didefinisikan bila x > 0. Bila basis a = 10, log
10

x biasanya cukup ditulis sebagai log x saja. Logaritma dengan basis 10
dinamakan logaritma biasa. Jadi, log x = y bermakna bahwa x = 10y.
Di Indonesia loga x lebih sering ditulis
a
log x. Namun untuk
membiasakan dengan notasi yang digunakan di dunia internasional, kita
akan menggunakan notasi log
a
x.

BENTUK LOGARITMA
Berikut ini sifat-sifat pokok logaritma yang diperlukan untuk
memecahkan berbagai soal yang berkaitan dengan logaritma.
MENU UTAMA KE MATERI
Teorema 1.1 Jika x adalah sembarang bilangan nyata positif, maka
x a
x
a
= log
Bukti: Misalkan y a
x
a
= log
. Menurut definisi logaritma, a
x =
a
y

x a
x
a
= log yang berimplikasi x = y, maka
BENTUK LOGARITMA
MENU UTAMA KE MATERI
Teorema 1.2 Jika x adalah sembarang bilangan nyata positif, maka
x a
x
a
=
log
Bukti: misalkan p =
x
a
log
maka x = a
p.
Dengan mensubstitusikan

p ke dalam

persamaan x = a
p
akan diperoleh

x =
x
a
a
log
atau x a
x
a
=
log
BENTUK LOGARITMA
MENU UTAMA KE MATERI
Teorema 1.3 Hukum Logaritma untuk Perkalian.
Jika x dan y adalah sembarang bilangan nyata positif, maka
y x xy
a a a
log log log + =
. dan maka N, log dan M log
N M
a y a x y x
a a
= = = =
Dengan demikian
N M
a a xy =
=
N M+
a
Oleh karenanya,
y x a xy
a a a a
log log N M log log
N M
+ = + = =
+ .
Bukti: Misalkan
=
BENTUK LOGARITMA
Teorema 1.4 Hukum Logaritma untuk Pembagian.
Jika x dan y adalah sembarang bilangan nyata positif, maka
y x
y
x
a a a
log log log ÷ =
|
|
.
|

\
|
Bukti: Misalkan
. dan maka N, log dan M log
N M
a y a x y x
a a
= = = =
Dengan demikian
N
M
a
a
y
x
=
=
N M÷
a
Oleh karenanya,
y x a
y
x
a a a a
log log N M log log
N M
÷ = ÷ = =
|
|
.
|

\
|
÷
MENU UTAMA KE MATERI
=
BENTUK LOGARITMA
MENU UTAMA KE MATERI
Teorema 1.5 : Jika x dan n adalah bilangan nyata dan x > 0, maka
x n x
a
n
a
log log =
Bukti: Misalkan
. maka M, log
M
a x x
a
= =
Dengan demikian,
( )
M M n
n
n
a a x = =
Jadi x n a x
a
n
a
n
a
log n M log log
M
= = = .
BENTUK LOGARITMA
Teorema 1.6 : Jika x dan n adalah bilangan nyata dan x > 0, maka
x
n
x
a
n
a
log
1
log =
Bukti: Misalkan
. Maka . M log
M
a x x
a
= =
Dengan demikian
( )
n
n
n
n
a a x x
M
1
M
1
= = =
Jadi
x
n n
a x
a
n
a
n
a
log
1 M
log log
M
= = =
.
MENU UTAMA KE MATERI
MENU UTAMA KE MATERI
PERSAMAAN KUADRAT
Bentuk umum Persamaan Kuadrat
0 ; 0
2
= = + + a c bx ax
Persamaan kuadrat merupakan persamaan yang pangkat tertinggi
peubahnya sama dengan dua. Persamaan kuadrat mempunyai
akar-akar yang dapat dicari dengan:
1. PEMFAKTORAN
2. MELENGKAPKAN BENTUK KUADRAT SEMPURNA
3. MENGGUNAKAN RUMUS (abc)
PERSAMAAN KUADRAT
 PEMFAKTORAN
0
2
= + + c bx ax
x ax o +
2
mempunyai faktor yang sama dengan c x + |
Dalam sistem bilangan nyata berlaku ab = 0 · a = 0 atau b = 0 untuk
sembarang bilangan nyata a dan b. Persamaan kuadrat dapat
diselesaikan dengan menjadikan salah satu ruas bernilai nol dan
ruas yang lain berbentuk perkalian yaitu dari bentuk umum
mencari dua bilangan yang hasil kalinya sama dengan hasil kali a
dan c, dan jumlahnya sama dengan b. Misalnya akar-akar tersebut
o dan |, kemudian ubahlah bx menjadi ox + |x, sehingga
dan selanjutnya dapat difaktorkan dengan menggunakan sifat
distributif.
MENU UTAMA KE MATERI
PERSAMAAN KUADRAT
 MELENGKAPKAN BENTUK KUADRAT SEMPURNA
MENU UTAMA KE MATERI
Persamaan ( ) 0 , 0 real, konstanta , , ;
2
> = = ÷ q a adalah q p a dan q p ax
dapat diselesaikan dengan mudah setelah diubah menjadi
bentuk yang ekuivalen dengannya yaitu
q p ax ± = ÷
Bentuk
( )
2
p ax ÷
disebut bentuk kuadrat sempurna.
0
2
= + + c bx ax dapat diubah menjadi
( ) 0
2
= + ÷ q p x a
Oleh karena itu 0
2
= + + c bx ax
dapat diselesaikan dengan cara mengubahnya menjadi
( ) 0
2
= + ÷ q p x a
.
Persamaan kuadrat
PERSAMAAN KUADRAT
 MENGGUNAKAN RUMUS (ABC)
MENU UTAMA KE MATERI
Rumus ini biasanya ditulis sebagai
a
ac b b
x
2
4
2
2 , 1
÷ ± ÷
=
dan dikenal sebagai rumus abc.
PERSAMAAN KUADRAT
 Diskriminan Persamaan Kuadrat
Dari rumus abc ini tampak bahwa banyaknya
akar persamaan kuadrat hanya ditentukan
dari hasil perhitungan ungkapan aljabar yang
ada di dalam tanda akar. Oleh karena itu,
ungkapan aljabar ini disebut diskriminan
persamaan kuadrat dan ditulis sebagai
D = b2 – 4ac. Dengan demikian, diperoleh
sifat berikut:
MENU UTAMA KE MATERI
PERSAMAAN KUADRAT

 mempunyai akar kembar (bilangan rasional) jika dan
hanya jika D = 0;
 mempunyai dua akar (berbeda) jika dan hanya jika D
> 0; (dalam hal D merupakan kuadrat sempurna,
maka akar-akarnya merupakan bilangan rasional,
sedangkan dalam hal lainnya kedua akarnya
merupakan bilangan irasional);
 tidak mempunyai akar (bilangan nyata) jika dan
hanya jika D < 0.
Sifat 1.7 Persamaan kuadrat 0
2
= + + c bx ax
MENU UTAMA KE MATERI
PERSAMAAN KUADRAT
Sifat 1.8: Bilangan x
1

dan x
2

merupakan akar-akar dari

persamaan kuadrat 0
2
= + + c bx ax
(atau 0
2
= + +
a
c
x
a
b
x ) jika dan hanya jika
a
b
x x ÷ = +
2 1
dan x1. x2 =
a
c
.
MENU UTAMA KE MATERI
Fungsi Kuadrat
untuk bilangan-bilangan nyata a, b, dan c
merupakan konstanta serta a = 0 disebut fungsi
kuadrat dari x dan grafiknya disebut parabol.Titik
maksimum atau minimum parabol disebut titik
ekstrem fungsi kuadrat atau puncak atau titik
balik parabol.
Grafik Fungsi Kuadrat
Definisi 1.7 : Fungsi y = f (x) = 0
2
= + + c bx ax
MENU UTAMA KE MATERI
Fungsi Kuadrat
MENU UTAMA KE MATERI
Sifat 1.9 Fungsi kuadrat y = f(x) =
c bx ax + +
2
dapat disajikan dalam bentuk


y = f(x) =
2
2
2
4
4
2 a
ac b
a
b
x a
÷
÷
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
÷
÷
Fungsi Kuadrat
 minimum jika dan hanya jika a > 0.
Parabolnya dikatakan cekung ke atas
 maksimum jika dan hanya jika a < 0 .
Parabolnya dikatakan cekung ke
bawah
Sifat 1.10 Fungsi kuadrat y = f(x) = c bx ax + +
2
mempunyai:
MENU UTAMA KE MATERI
Fungsi Kuadrat
MENU UTAMA KE MATERI
Sifat 1.11 Titik ekstrem atau puncak parabola fungsi kuadrat
y = f(x) = c bx ax + +
2
ialah
|
|
.
|

\
|
÷ ÷
2
2
4
4
,
2 a
ac b
a
b
sedangkan sumbu setangkupnya ialah garis
a
b
x
2
÷
=
Jadi sumbu setangkupnya selalu melalui
titik ekstremnya dan sejajar sumbu Y
Fungsi Kuadrat
MENU UTAMA KE MATERI
Sifat 1.12 Grafik fungsi kuadrat y = f(x) =
c bx ax + +
2
bersifat:
a.memotong sumbu X pada dua titik berlainan
jika dan hanya jika D > 0.
•Tidak memotong sumbu X jika dan hanya jika D < 0.
a.Menyinggung sumbu X jika dan hanya jika D = 0.

Fungsi Kuadrat
MENU UTAMA KE MATERI
Sifat 1.13 Grafik fungsi kuadrat y = f(x) =
c bx ax + +
2
dapat diperoleh dengan menggeser grafik fungsi kuadrat

y = g (x) = ax2 sejauh
a
b
2
÷
satuan dalam arah mendatar dan
2
2
4
4
a
ac b ÷ satuan dalam arah tegak, sedangkan arah pergeserannya
ialah:

a. dalam arah sumbu X positif jika dan hanya jika ab < 0
( a dan b berlawanan tanda)
b. dalam arah sumbu X negatif jika dan hanya jika ab > 0
( a dan b bertanda sama)
c. dalam arah sumbu Y positif jika dan hanya jika D < 0
d. dalam arah sumbu Y negatif jika dan hanya jika D > 0

Fungsi Kuadrat
MENU UTAMA KE MATERI
Jadi dapat disimpulkan bahwa banyaknya titik potong dengan sumbu X
bergantung pada nilai-nilai a, b, dan c, akibatnya letak parabol terhadap
sumbu X juga bergantung pada nilai-nilai a, b, dan c.
Grafik fungsi kuadrat f(x) =
0
2
= + + c bx ax
dapat dilukis dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menentukan titik potong grafik dengan sumbu Y, jika x = 0.
b. Menentukan titik potong grafik dengan sumbu X, jika y = 0
atau mencari akar persamaan
0
2
= + + c bx ax
c. Menentukan puncak parabola
( )
a
D
y
a
b
x y x
p p p p
4
dan
2
; ,
÷
=
÷
=
d. Lukislah beberapa titik yang dianggap perlu dengan mengingat posisi

setangkupnya terhadap garis
a
b
x
2
÷
=
e. Telusuri jejak titik-titik tersebut.
Kedudukan fungsi kuadrat terhadap sumbu X dapat dilihat dari
nilai a dan diskriminan seperti pada sifat berikut.
untuk mempermulus jejaknya.
Fungsi Kuadrat
MENU UTAMA KE MATERI
Sifat 1.14: Grafik fungsi kuadrat f(x) = 0
2
= + + c bx ax
1. Tidak memotong sumbu X jika dan hanya jika D < 0.
a. Terletak di atas sumbu X jika dan hanya jika D < 0 dan a > 0.
Dalam hal ini fungsi kuadratnya disebut definit positif,
(f(x) > 0 untuk semua bilangan nyata x).
b. Terletak di bawah sumbu X jika dan hanya jika
D < 0 dan a < 0. Dalam hal ini fungsi kuadratnya disebut
definit negatif, (f(x) < 0 untuk semua bilangan nyata x).
2. Menyinggung sumbu X jika dan hanya jika D = 0
3. Memotong sumbu X pada dua titik berlainan jika dan hanya jika
D > 0.
Membentuk Fungsi Kuadrat
MENU UTAMA KE MATERI
Fungsi kuadrat dapat ditentukan berdasarkan sifat-sifat yang
ada yaitu;
a.Melalui koordinat titik balik yang diketahui
|
|
.
|

\
|
÷ ÷
2
2
4
4
,
2 a
ac b
a
b
dapat dibentuk fungsi kuadrat yaitu y = f(x) =
2
2
2
4
4
2 a
ac b
a
b
x a
÷
÷
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
÷
÷
b. Jika diketahui titik potong dengan sumbu X di (o,0) dan (0,|)
dapat dibentuk fungsi kuadrat dengan menggunakan
( )( ) | o ÷ ÷ = x x a y
c. Jika diketahui tiga titik sebarang dapat dibentuk fungsi kuadrat
menggunakan c bx ax y + + =
2
.

Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat
• Persamaan Linear dan Persamaan Linear
• Persamaan Linear dan Persamaan Kuadrat
• Persamaan Kuadrat dan Persamaan Kuadrat


MENU UTAMA KE MATERI
Persamaan Linear dan Persamaan Linear

Bentuk umum persamaan linear dua peubah adalah ax + by = c;
dimana x, y adalah peubah; a, b = 0. Persamaan linear dua peubah
dapat dibentuk melalui titik (x
1
, y
1
) dengan gradien = m, diperoleh
persamaan y = m (x ÷ x
1
) + y
1
. Selain itu, dapat juga ditentukan
melalui dua titik (x
1
,y
1
) dan (x
2
,y
2
) sehingga diperoleh persamaan
0 ; 0 ;
1 2 1 2
1 2
1
1 2
1
= ÷ = ÷
÷
÷
=
÷
÷
x x y y
x x
x x
y y
y y
Melalui titik (a, 0) dan
(0, b) diperoleh persamaan
0 ; 0 ; 0 = = = + b a
b
y
a
x
Persamaan linear tiga peubah
mempunyai bentuk umum
ax + by + cz = d;
x, y dan z adalah peubah; a = 0, b = 0, dan c = 0. Sistem persamaan
linear dibedakan menjadi sistem persamaan linear homogen dan non
homogen. Sistem persamaan linear dikatakan homogen jika beberapa
persamaan linear pada saat bersamaan c
1

= c
2

= 0 untuk sistem
persamaan linear dua peubah dan d
1

= d
2

= d
3

= 0 untuk persamaan
linear tiga peubah. Sistem persamaan linear non homogen jika
beberapa persamaan linear pada saat bersamaan c
1
, c
2
=
0
untuk sistem persamaan linear dua peubah dan d
1
, d
2
, d
3

= 0 untuk
persamaan linear tiga peubah.
MENU UTAMA KE MATERI
Persamaan Linear dan Persamaan Linear

Sistem persamaan linear dan linear dapat diselesaikan dengan:
(a) Metode Subtitusi
Substitusi artinya penggantian. Persamaan linear dua peubah
a
1
x + b
1
y = c
1
dan a
2
x + b
2
y = c
2
dapat diselesaikan dengan langkah
sebagai berikut:
1. Ubahlah salah satu persamaan menjadi y = f (x) atau x = f (y)
2. Substitusikan f (x) ke peubah y atau f (y) ke peubah x pada
persamaan lain sehingga terbentuk satu persamaan linear dengan
satu peubah
3. Selesaikan persamaan linear yang terbentuk
4. Substitusikan hasilnya ke salah satu persamaan semula untuk
mendapat nilai peubah yang lain.

MENU UTAMA KE MATERI
Persamaan Linear dan Persamaan Linear

MENU UTAMA KE MATERI
Persamaan linear dua peubah a
1
x + b
1
y = c
1
dan a
2
x + b
2
y = c
2

dapat diubah dengan langkah
1
1
1
1
a
c
y
a
b
x +
÷
=
kemudian disubstitusikan ke dalam persamaan yang kedua
a
2
x + b
2
y = c
2
didapat
2 1 2 1
2 1 2 1
2 1 2 1
2 1 2 1
a b b a
a c c a
b a a b
a c c a
y
÷
÷
=
+ ÷
÷
=
dan
2 1 2 1
2 1 2 1
a b b a
c b b c
x
÷
÷
=
. Himpunan penyelesaiannya adalah:
)
`
¹
¹
´
¦
÷
÷
÷
÷
2 1 2 1
2 1 2 1
2 1 2 1
2 1 2 1
,
a b b a
a c c a
a b b a
c b b c
.
Persamaan Linear dan Persamaan Linear

Persamaan linear tiga peubah
a
1
x + b
1
y + c
1
z = d
1
, a
2
x + b
2
y + c
2
z = d
2

dan a
3
x + b
3
y + c
3
z = d
3
dapat diselesaikan dengan cara yang sama
seperti persamaan linear dua peubah, akan diperoleh

( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
1 2 2 1 3 1 3 3 1 2 2 3 3 2 1
1 2 2 1 3 1 3 3 1 2 2 3 3 2 1
1 2 2 1 3 1 3 3 1 2 2 3 3 2 1
1 2 2 1 3 1 3 3 1 2 2 3 3 2 1
1 2 2 1 3 1 3 3 1 2 2 3 3 2 1
1 2 2 1 3 1 3 3 1 2 2 3 3 2 1
c b c b a c b c b a c b c b a
d b d b a d b d b a d b d b a
z
c b c b a c b c b a c b c b a
c d c d a c d c d a c d c d a
y
c b c b a c b c b a c b c b a
c b c b d c b c b d c b c b d
x
÷ + ÷ ÷ ÷
÷ + ÷ ÷ ÷
=
÷ + ÷ ÷ ÷
÷ + ÷ ÷ ÷
=
÷ + ÷ ÷ ÷
÷ + ÷ ÷ ÷
=


Dari penyelesaian tersebut di atas, nilai x, y, z mempunyai
penyebut yang sama, dimana nilai penyebut ini tidak boleh sama
dengan nol.
MENU UTAMA KE MATERI
Persamaan Linear dan Persamaan Linear

MENU UTAMA KE MATERI
(b) Metode Eliminasi
Untuk menyelesaikan dengan jalan mengubah koeffisien
salah satu peubah menjadi 0. Dengan cara ini akan terbentuk
dua persamaan, yang masing-masing hanya mengandung satu
peubah. Caranya ialah dengan mengalikan masing-masing
persamaan dengan koeffisien masing-masing peubah.
Persamaan Linear dan Persamaan Linear

MENU UTAMA KE MATERI
(c) Metode Determinan Matrik
Sistem persamaan linear dapat diselesaikan dengan determinan
matrik. Sistem persamaan linier dua peubah digunakan
determinan matrik 2×2 sedangkan sistem persamaan linier tiga
peubah digunakan determinan matrik 3×3.

A =
(
¸
(

¸

d c
b a
, determinan A dinotasikan A = ad – bc .
(
(
(
¸
(

¸

3 3 3
2 2 2
1 1 1
c b a
c b a
c b a
, determinan A dinotasikan
A
=
( ) ( )
3 2 1 3 2 1 3 2 1 3 2 1 3 2 1 3 2 1
c a b b c a a b c b a c a c b c b a + + ÷ + +
Sistem persamaan linier a
1
x + b
1
y = c
1
dan a
2
x + b
2
y = c
2
mempunyai penyelesaiannya
D
D
y dan
D
D
x
y
x
= =
.
A =
Persamaan Linear dan Persamaan Linear

MENU UTAMA KE MATERI
1 2 2 1
2 2
1 1
1 2 2 1
2 2
1 1
1 2 2 1
2 2
1 1
; ; c a c a
c a
c a
D b c b c
b c
b c
D b a b a
b a
b a
D
y x
÷ = = ÷ = = ÷ = =
Jadi
1 2 2 1
1 2 2 1
1 2 2 1
1 2 2 1
b a b a
c a c a
y dan
b a b a
b c b c
x
÷
÷
=
÷
÷
=
Persamaan linear tiga peubah
a1x + b1y + c1z = d1; a2x + b2y + c2z = d2; dan
a3x + b3y + c3z = d3 dapat diselesaikan dengan cara yang
sama seperti sistem persamaan linear dua peubah, yaitu
D
D
z
D
D
y
D
D
x
z
y
x
= = = ; ;
.
Persamaan Linear dan Persamaan Kuadrat

MENU UTAMA KE MATERI
Penyelesaian sistem persamaan adalah titik potong kedua grafik
tersebut. Persamaan kuadrat y = ax
2
+ bx + c = 0 dan
persamaan linier y = mx + n digambarkan dalam bentuk grafik
sebagai berikut.

Persamaan Linear dan Persamaan Kuadrat

MENU UTAMA KE MATERI
Untuk menentukan titik potong kedua grafik digunakan metode
substitusi, kemudian mencari akar persamaan kuadrat.
( ) ( )
( )
a
n c a m b m b
x x
n c x m b ax
n c mx bx ax
n mx c bx ax
2
4 ) ( ) (
,
0
0
2
2 1
2
2
2
÷ ÷ ÷ ± ÷ ÷
=
= ÷ + ÷ +
= ÷ + ÷ +
+ = + +
Harga x disubstitusikan terhadap y sehingga diperoleh titik
potong kedua grafik tersebut.
Persamaan Kuadrat dan Persamaan Kuadrat

MENU UTAMA KE MATERI
Sistem persamaan kuadrat dan kuadrat merupakan penyelesaian
dari dua persamaan kuadrat yang merupakan titik potong kedua
grafik dari persamaan tersebut.
Persamaan y = ax
2
+ bx + c dan y = px
2
+ qx + r digambarkan
dalam grafik sebagai berikut.
Persamaan Kuadrat dan Persamaan Kuadrat

Cara menyelesaikannya dengan metode substitusi yaitu:

0 ) ( ) ( ) (
2
2 2
= ÷ + ÷ + ÷
+ + = + +
r c x q b x p a
r qx px c bx ax
Harga x didapat dengan mencari akar-akar persamaan kuadrat,
selanjutnya disubstitusikan ke peubah y, sehingga diperoleh
titik potong kedua kurva.
MENU UTAMA KE MATERI

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->