Sistem Pemerintahan Indonesia (Lembaga-lembaga Tinggi Negara) 

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kekuasaan negara adalah kekuasaan mengatur, menertibkan ,dan memajukan kepentingan umum dalam rangka mencapai tujuannya. Kekuasaan itu biasanya di serahkan kepada lembaga negara yang bekerja, baik sendiri maupun berhubungan. Penyerahan kekuasaan kepada lembaga negara di maksudkan agara tujuan nasional lebih efisien, karena hal itu memberi perlindungan dan jamnan hak asasi manusia, yaitu warga negara selain di atur juga di beri kesempatan mengenai haknya (misalnya berbicara, mencari nafkah, dan persamaan dalam hukum). Kekuasaan kelembagaan negara umumnya berpedoman pada Trias Politica dari Montesquieu tentang pemisahan kekuasaan atau dari John Lock tentang pembagian kekuasaan. Kita ketahui saat ini negara kita memakai asas trias politica tidak murni. Artinya pembagian kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif tidak mengikuti asas Montesquieu secara penuh, jadi masih ada interperensi dari lembaga-lembaga ekskutif, legislatif, dan yudikatif itu sendiri. Jika adanya interperensi berarti kita dapat menemukan adanya hubungan lembaga-lembaga eksekutif, yudikatif, maupun legislatif. Untuk membahas hal tersebut akan di jelaskan lebih rinci pada pembahasan. Semoga makalah ini menjadi ilmu bagi pembaca maupun penulis. Dalam pembahasaan tersebut akan di bahas mengenai “Hubungan eksekutif, legislatif, dan yudikatif dalam prespektif fungsi, kedudukan, dan wewenangnya”. 1.2 Rumusan Masalah Mengacu pada latar belakang diatas maka kami mengambil sebuah permasalahan sebagai berikut: 1. Apa tugas, fungsi,dan kedudukan Lembaga tinggi Negara tersebut (Eksekutif, Legiskatif dan Yudikatif) dalam prespektif Ketatanegaraan di Indonesia? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk persyaratan tugas dari dosen pembimbing. serta untuk memberikan wawasan serta pengetahuan kepada para pembaca khususnya mengenai studi tentang lembaga-lembaga tinggi Negara BAB II PEMBAHASAN 2.1 Lembaga-Lembaga Tinggi Negara Sebelum dan Sesudah Amandemen Undang-undang dibuat harus sesuai dengan keperluan dan harus peka zaman, artinya aturan yang dibuat oleh para DPR kita sebelum di syahkan menjadi Undang-undang sebelumnya harus disosialisasikan dahulu dengan rakyat, apakah tidak melanggar normanorma adat atau melanggar hak-hak azazi manusia. Salah satu bukti bahwa UndangUndang yang sudah tidak relevan lagi dengan kondisi zamanya adalah Undang-Undang dasar 1945. Dengan mengalami empat kali perubahan yang masing-masing tujuanya tidak lain hanya untuk bisa sesuai dengan kehendak rakyat dan bangsa kita, dalam arti bisa mewakili aspirasi rakyat yang disesuaikan zamanya , dimana dalam amandemen yang ke-4 rakyat memegang kekuasaan yang paling tinggi, sangat berbeda dengan sebelum

amandemen yang MPR merupakan wakil rakyat untuk mewujudkan aspirasinya yang salah satu tugasnya adalah dalam memilih Presiden dan Wakil Presiden, karena dianggap sebagai bentuk pemerintahan yang korup, syarat dengan aroma KKN yang membentuk kekuasaan tak terbatas terhadap Presidenya. Kita tahu bahwa dalam masa Orde Baru Presiden kita tidak pernah mengalami pergantian selama 32 tahun meski telah mengalami Pemilihan Umum sebanyak tidak kurang dari 6 kali Pemilu. Oleh sebab itu para mahasiswa kita dan para aktivis lainya mengadakan Reformasi yang berimbas juga pada reformasi didalam isi Undang-Undang Dasar 1945. Adapun perbedaan kelembagaan dan tugas kenegaraaan sebelum dan sesudah amandemen ke -4. A. Sebelum Amandemen Ke -4 Pada saat sebelum amandemen ke-4 lembaga tertinggi Negara adalah MPR seperti yang tersebut dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 2 menyebutkan bahwa kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Pemusyarawatan Rakyat.Adapun lembaga Tinggi Negara pada saat itu adalah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),Presiden, Badan Pemeriksa Keuangan BPK, Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan Mahkamah Agung. Berikut bagan Lembaga Negara sebelum amandemen yang ke-4.

Tugas kenegaraan Lembaga Tinggi Negara Sebelum amandemen: 1. MPR • Sebagai Lembaga Tertinggi Negara diberi kekuasaan tak terbatas (super power) karena “kekuasaan ada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR” dan MPR adalah “penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia” yang berwenang menetapkan UUD, GBHN, mengangkat presiden dan wakil presiden. • Susunan keanggotaannya terdiri dari anggota DPR dan utusan daerah serta utusan golongan yang diangkat. Dalam praktek ketatanegaraan, MPR pernah menetapkan antara lain: • Presiden, sebagai presiden seumur hidup. • Presiden yang dipilih secara terus menerus sampai 7 (tujuh) kali berturut turut. • Memberhentikan sebagai pejabat presiden. • Meminta presiden untuk mundur dari jabatannya. • Tidak memperpanjang masa jabatan sebagai presiden. • Lembaga Negara yang paling mungkin menandingi MPR adalah Presiden, yaitu dengan memanfaatkan kekuatan partai politik yang paling banyak menduduki kursi di MPR. 2. PRESIDEN / WAPRES • Presiden memegang posisi sentral dan dominan sebagai mandataris MPR, meskipun kedudukannya tidak “neben” akan tetapi “untergeordnet”. • Presiden menjalankan kekuasaan pemerintahan negara tertinggi (consentration of power and responsiblity upon the president). • Presiden selain memegang kekuasaan eksekutif (executive power), juga memegang kekuasaan legislative (legislative power) dan kekuasaan yudikatif (judicative power). • Presiden mempunyai hak prerogatif yang sangat besar. • Tidak ada aturan mengenai batasan periode seseorang dapat menjabat sebagai presiden serta mekanisme pemberhentian presiden dalam masa jabatannya. 3. DPR • Memberikan persetujuan atas RUU yang diusulkan presiden.

. menurut pasal 3 UUD 1945 ( perubahan Ketiga ). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). seperti juga DPR. Sesudah Amandemen Ke-4 Sebagai kelembagaan Negara. Majelis Permusyawaran Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan UUD b. yaitu sebagai Badan legislative terdiri dari anggota MPR. Mahkamah Agung (MA). UUD memberikan pembagian kekuasaan (separation of power) kepada 6 Lembaga Negara dengan kedudukan yang sama dan sejajar. Dalam pasal 1 ayat (2) yang telah mengalami perubahan perihal kedaulatan disebutkan bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang dasar sehingga tampaklah bahwa MPR RI tidak lagi menjadi pelaku/pelaksana kedaulatan rakyat. dan Mahkamah Konstitusi (MK). Lembaga Negara lama yang dihapus adalah dewan Pertimbangan Agung (DPA). Juga susunan MPR RI telah berubah keanggotaanya.Majelis Permusyawaran Rakyat hanya dapat memberhentikan presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut undang-undang dasar ( impeachment ).PA. a. sedang badan yudikatif terdiri atas kekuasaan kehakiman yaitu mahkamah konstitusi (MK) sebagai lembaga baru. DPR. • Sistem konstitusional berdasarkan perimbangan kekuasaan (check and balances) yaitu setiap kekuasaan dibatasi oleh Undang-undang berdasarkan fungsi masing-masing. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). • Meminta MPR untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban presiden. antara lain adanya lembaga Negara yang dihapus maupun lahir baru.PN. B. 4. DPA DAN BPK • Di samping itu. BPK dan MA. Mahkamah Agung (MA). seperti Hakim. dan Komisi Yudisial (KY) juga lembaga baru. dan Badan pemeriksa keuangan tetap ada hanya diatur tersendiri diluar kesemuanya/dan sejajar. Presiden. dengan pemisahan kekuasaan. penghormatan kepada hak asasi manusia serta kekuasaan yang dijalankan atas prinsip due process of law. Tugas dan kewenagan MPR RI sesudah perubahan. Majelis Permusyawaran Rakyat melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. Perubahan (Amandemen) UUD 1945: • Mempertegas prinsip negara berdasarkan atas hukum [Pasal 1 ayat (3)] dengan menempatkan kekuasaan kehakiman sebagai kekuasaan yang merdeka. MA • Merupakan lembaga tinggi Negara dari peradilan Tata Usaha Negara. yaitu terdiri atas anggota DPR dan Dewan Perakilan Daerah (DPD). Badan Eksekutif Presiden dan wakil Presiden.dan PM.• Memberikan persetujuan atas PERPU. Perlu dijelaskan pula bahwa susunan ketatanegaraan dalam kelembagaan Negara juga mengalami perubahan. UUD 1945 tidak banyak mengintrodusir lembaga-lembaga negara lain seperti DPA dan BPK dengan memberikan kewenangan yang sangat minim. DPD. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). c. yang kesemuanya direkrut melalui pemilu. MPR RI tidak lagi diberikan sebutan sebagai lembaga tertinggi Negara dan hanya sebagai lembaga Negara. • Memberikan persetujuan atas Anggaran. yaitu Presiden. • Mengatur mekanisme pengangkatan dan pemberhentian para pejabat negara. seperti juga. 5. Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi dimana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan sepenuhnya menurut UUD.

BPK. 2. 5. DPD. BPK • Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD. MK. 3. • Menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN. fungsi anggaran.• Setiap lembaga negara sejajar kedudukannya di bawah UUD 1945. • Menghilangkan supremasi kewenangannya. • Menata kembali lembaga-lembaga negara yang ada serta membentuk beberapa lembaga negara baru agar sesuai dengan sistem konstitusional dan prinsip negara berdasarkan hukum. DPR • Posisi dan kewenangannya diperkuat. • Membatasi masa jabatan presiden maksimum menjadi dua periode saja. • Mempunyai kewenangan mengajukan dan ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah. sedangkan DPR hanya memberikan persetujuan saja) sementara pemerintah berhak mengajukan RUU. 4. • Menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden (karena presiden dipilih secara langsung melalui pemilu). • Berwenang mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan negara (APBN) dan daerah (APBD) serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. • Mempertegas fungsi DPR. . yaitu: fungsi legislasi. DPR. • Kekuasaan legislatif sepenuhnya diserahkan kepada DPR. • Tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD. MA. • Mengintegrasi peran BPKP sebagai instansi pengawas internal departemen yang bersangkutan ke dalam BPK. • Susunan keanggotaanya berubah. PRESIDEN • Membatasi beberapa kekuasaan presiden dengan memperbaiki tata cara pemilihan dan pemberhentian presiden dalam masa jabatannya serta memperkuat sistem pemerintahan presidensial. dan fungsi pengawasan sebagai mekanisme kontrol antar lembaga negara. DPD • Lembaga negara baru sebagai langkah akomodasi bagi keterwakilan kepentingan daerah dalam badan perwakilan tingkat nasional setelah ditiadakannya utusan daerah dan utusan golongan yang diangkat sebagai anggota MPR. • Dipilih secara langsung oleh masyarakat di daerah melalui pemilu. • Berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi. • Keberadaanya dimaksudkan untuk memperkuat kesatuan Negara Republik Indonesia. hubungan pusat dan daerah. MPR • Lembaga tinggi negara sejajar kedudukannya dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Presiden. yaitu terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan angota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih secara langsung melalui pemilu. Tugas Lembaga Tinggi Negara sesudah amandemen ke-4 : 1. • Mempunyai kekuasan membentuk UU (sebelumnya ada di tangan presiden. RUU lain yang berkait dengan kepentingan daerah. • Proses dan mekanisme membentuk UU antara DPR dan Pemerintah. • Penyempurnaan pada sisi kedudukan dan kewenangan maing-masing lembaga negara disesuaikan dengan perkembangan negara demokrasi modern.

• Mempunyai kewenangan: Menguji UU terhadap UUD. • Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. KOMISI YUDISIAL • Tugasnya mencalonkan Hakim Agung dan melakukan pengawasan moralitas dank ode etik para Hakim. • Memperbaiki syarat dan mekanisme pengangkatan calon presiden dan wakil presiden menjadi dipilih secara langsung oleh rakyat melui pemilu. MAHKAMAH AGUNG • Lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman. 2. MAHKAMAH KONSTITUSI • Keberadaanya dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi (the guardian of the constitution). • Hakim Konstitusi terdiri dari 9 orang yang diajukan masing-masing oleh Mahkamah Agung. Kepolisian. memutus pembubaran partai politik. juga mengenai pemberhentian jabatan presiden dalam masa jabatannya. 6. kewajiban.2 KEPRESIDENAN Wewenang. memutus sengketa hasil pemilu dan memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan atau wakil presiden menurut UUD. DPR dan pemerintah dan ditetapkan oleh Presiden. Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara. Advokat/Pengacara dan lain-lain. legislatif. lingkungan Peradilan Agama. sehingga mencerminkan perwakilan dari 3 cabang kekuasaan negara yaitu yudikatif.• Kewenangan pengangkatan duta dan menerima duta harus memperhatikan pertimban gan DPR. membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan DPR . dan hak Presiden antara lain: • Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD • Memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat. menguji peaturan perundang-undangan di bawah Undang-undang dan wewenang lain yang diberikan Undang-undang. lingkungan Peradilan militer dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). Presiden melakukan pembahasan dan pemberian persetujuan atas RUU bersama DPR serta mengesahkan RUU menjadi UU. yaitu kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan [Pasal 24 ayat (1)]. dan Angkatan Udara • Mengajukan Rancangan Undang-Undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 8. amnesti dan abolisi harus memperhatikan pertimbangan DPR. dan eksekutif. • Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (dalam kegentingan yang memaksa) • Menetapkan Peraturan Pemerintah • Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri • Menyatakan perang. • Di bawahnya terdapat badan-badan peradilan dalam lingkungan Peradilan Umum. 7. Angkatan Laut. • Kewenangan pemberian grasi. • Badan-badan lain yang yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-undang seperti : Kejaksaan.

tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan tingkat nasional • Menguasai angkatan darat. dan wewenang MPR tersebut memang tidak berarti menghilangkan peran penting MPR dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum dalam Sidang Paripurna MPR. laut dan udara serta kepolisian.3 Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Berubahnya kedudukan MPR juga berimplikasi kepada tugas dan wewenang MPR. tugas. tanda jasa. MPR masih berwenang untuk: a. MPR juga tidak mempunyai tugas dan wewenang untuk menetapkan garis-garis besar daripada haluan negara sebagaimana diatur dalam Pasal 3 UUD NRI Tahun 1945 sebelum diubah. dan tanda kehormatan lainnya yang diatur dengan UU • Meresmikan anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah • Menetapkan hakim agung dari calon yang diusulkan oleh Komisi Yudisial dan disetujui DPR • Menetapkan hakim konstitusi dari calon yang diusulkan Presiden. memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden . melantik dan memberhentikan duta serta konsul untuk Negara lain. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung • Memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR • Memberi gelar. kecuali jika Presiden dan/atau Wakil Presiden berhalangan tetap sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (2) dan ayat (3) UUD NRI Tahun 1945.• Membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan DPR • Menyatakan keadaan bahaya. Berubahnya kedudukan. Tugas dan Fungsi Presiden Sebagai Kepala Negara • Melangsungkan perjanjian dengan Negara lain • Mengadakan perdamaian dengan Negara lain • Menyatakan Negara dengan Negara lain • Mengumumkan perang terhadap Negara lain • Menggangkat. Selain itu. b. dan Mahkamah Agung • Mengangkat dan memberhentikan anggota Komisi Yudisial dengan persetujuan DPR. Dalam mengangkat duta. Sebagai Kepala Pemerintahan • Memimpin kabinet • Menggangkat dan melantik mentri-mentri • Memberhentikan mentri-mentri • Mengawasi operasional pembangunan • Menerima mandat dari MPR RI 2. c. • Mengangkat duta dan konsul. • Menerima surat kepercayaan dari Negara lain melalui duta dan konsul Negara lain • Memberi gelar. Presiden memperhatikan pertimbangan DPR • Menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR. • Memberi grasi. DPR. MPR tidak lagi mempunyai tugas dan wewenang untuk memilih dan men¬gangkat Presiden dan Wakil Presiden.

• Memberikan pertimbangan kepada Presiden untuk mengangkat duta. yang dipilih berdasarkan hasil Pemilihan Umum. Tugas dan wewenang DPR • Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama • Membahas dan memberikan persetujuan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang • Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan • Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD • Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU. d. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah/janji. 2.4 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilihan umum. • Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh DPD terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah. pembentukan. diberhentikan. pendidikan. e. • Memberikan persetujuan kepada Presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota Komisi Yudisial • Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden • Memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan mengajukannya kepada Presiden untuk ditetapkan. APBN.dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam Sidang Paripurna MPR. berhenti. menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat • Memperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undang-undang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak. serta memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. dan agama. Masa jabatan anggota DPR adalah 5 tahun. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jaba¬tannya. dan perjanjian dengan negara lain • Menyerap. membuat perdamaian. menerima penempatan duta negara lain. serta kebijakan pemerintah • Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan DPD • Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Anggota DPR periode 2009–2014 berjumlah 560 orang. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. menghimpun. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. dan memberikan pertimbangan dalam pemberian amnesti dan abolisi • Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang. pemekaran dan .

pelaksanaan Nasional Anggaran. dan integrasi wilayah lokal. dan sumber daya ekonomi lainnya. Mahkamah Agung merupakan pengadilan kasasi yang bertugas membina keseragaman dalam penerapan hukum melalui putusan kasasi dan peninjauan kembali menjaga agar semua hukum dan undang-undang diseluruh wilayah negara RI diterapkan secara adil. Sebagai Pengadilan Negara Tertinggi. pajak. 2. Nomor : III/MPR/1978. • mengawasi penegakan hukum tertentu. Fungsi. • mengamati dan mengawasi penegakan UU Otonomi Daerah. pembentukan. hubungan pusat dan daerah. • memberikan masukan pada pemilihan dan pengangkatan anggota kepada Badan Pemeriksa Keuangan. tepat dan benar. • mengusulkan Tagihan ke DPR dan terlibat dalam pembahasan RUU terkait untuk lokal atau Otonomi (Daerah hal. pendidikan. yang dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain Badan Kehakiman menurut Undang-undang.penggabungan daerah. pembesaran. dan agama. pelaksanaan APBN. • Dan masalah lain yang berkaitan dengan alokasi pendapatan antara Pemerintah Pusat dan Daerah / Pemerintah Daerah. Hubungan Pusat dan Daerah Pemerintah. dan agama. • DPD juga memberikan masukan kepada DPR mengenai hal-hal yang terkait dengan RUU tentang APBN dan Tagihan yang berhubungan dengan perpajakan. Sebagai badan yang melaksanakan Kekuasaan Kehakiman. pendidikan.5 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Tugas. serta pembentukan. hubungan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya) . . wajib melaksanakan amanat yang digariskan dalam pelaksanaan tugas. dan Kewenangan DPD : • mengusulkan rekomendasi yang melibatkan diskusi dan pertimbangan yang berhubungan dengan bidang legislatif tertentu. pendidikan. Mahkamah Agung memiliki fungsi-fungsi dan tugas. pembesaran. fungsi dan wewenangnya mengacu pada arah kebijakan Hukum Garis-garis Besar Haluan Negara sesuai dengan Ketetapan MPR Nomor: IV/MPR/1999 serta kedudukannya sebagai penyelenggara Kekuasaan Kehakiman berdasarkan Pasal 24 dan Pasal 25 Undang-Undaiig Dasar 1945. dan agama. perpajakan. sebagai berikut: 1. 2. Fungsi Peradilan a. Pasal 2 dan Pasal 32 Undang-undang Nomor 14 Tahun 1985. Mahkamah Agung adalah merupakan Pengadilan Negara Tertinggi dari semua lingkungan peradilan yang dalam melaksakan tugasnya terlepas dari pengaruh Pemerintah dan pengaruh-pengaruh lain serta melakukan pengawasan tertinggi atas perbuatan pengadilan yang lain seperti tersebut dalam Pasal 10 ayat (2) dan ayat (4) Undang-undang Nomor 14 Tahun 1970. sumber daya alam. dan integrasi wilayah lokal.6 Mahkamah Agung (MA) Mahkamah Agung sebagai salah satu Lembaga Tinggi Negara sebagaimana telah ditetapkan dalam Ketetapan MPR. Selanjutnya Pasal 24 dan Pasal 25 UUD 1945 beserta Penjelasannya menyatakan bahwa Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila demi terselenggaranya Negara Hukum R.I.

b. 2. yakni dalam hal menerima. 29. 14 Tahun 1985) . b. Selanjutnya Perubahan Pertama Undang-undang . Pasal 79 Undang-undang No.semua sengketa yang timbul karena perampasan kapal asing dan muatannya oleh kapal perang Republik Indonesia berdasarkan peraturan yang berlaku (Pasal 33 dan Pasal 78 Undang-undang Mahkamah Agung No 14 Tahun 1985) c.33 dan 34 Undang-undang Mahkamah Agung No.14 Tahun 1985). Disamping tugasnya sebagai Pengadilan Kasasi. Erat kaitannya dengan fungsi peradilan ialah hak uji materiil. yaitu wewenang menguji/menilai secara materiil peraturan perundangan dibawah Undang-undang tentang hal apakah suatu peraturan ditinjau dari isinya (materinya) bertentangan dengan peraturan dari tingkat yang lebih tinggi (Pasal 31 Undang-undang Mahkamah Agung Nomor 14 Tahun 1985). cepat dan biaya ringan.semua sengketa tentang kewenangan mengadili. dan menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya. Mahkamah Agung dapat membuat peraturan acara sendiri bilamana dianggap perlu untuk mencukupi hukum acara yang sudah diatur Undang-undang. Mahkamah Agung memberikan nasihat kepada Presiden selaku Kepala Negara dalam rangka pemberian atau penolakan grasi (Pasal 35 Undang-undang Mahkamah Agung No. teguran dan petunjuk yang diperlukan tanpa mengurangi kebebasan Hakim (Pasal 32 Undang-undang Mahkamah Agung Nomor 14 Tahun 1985). Fungsi Pengawasan a.permohonan peninjauan kembali putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (Pasal 28.b. dan meminta keterangan tentang hal-hal yang bersangkutan dengan teknis peradilan serta memberi peringatan.14 Tahun 1985).Terhadap pekerjaan Pengadilan dan tingkah laku para Hakim dan perbuatan Pejabat Pengadilan dalam menjalankan tugas yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pokok Kekuasaan Kehakiman. Mahkamah Agung memberikan nasihat-nasihat atau pertimbangan-pertimbangan dalam bidang hukum kepada Lembaga Tinggi Negara lain (Pasal 37 Undang-undang Mahkamah Agung No. Fungsi Nasehat a. Mahkamah Agung dapat mengatur lebih lanjut hal-hal yang diperlukan bagi kelancaran penyelenggaraan peradilan apabila terdapat hal-hal yang belum cukup diatur dalam Undang-undang tentang Mahkamah Agung sebagai pelengkap untuk mengisi kekurangan atau kekosongan hukum yang diperlukan bagi kelancaran penyelenggaraan peradilan (Pasal 27 Undang-undang No. Mahkamah Agunbg juga melakukan pengawasan : . 4.Terhadap Penasehat Hukum dan Notaris sepanjang yang menyangkut peradilan (Pasal 36 Undang-undang Mahkamah Agung Nomor 14 Tahun 1985).14 Tahun 1970. tanpa mengurangi kebebasan Hakim dalam memeriksa dan memutuskan perkara (Pasal 4 dan Pasal 10 Undang-undang Ketentuan Pokok Kekuasaan Nomor 14 Tahun 1970). mengadili. Mahkamah Agung berwenang memeriksa dan memutuskan pada tingkat pertama dan terakhir . . 3. Fungsi Mengatur a.30.14 Tahun 1985). Mahkamah Agung melakukan pengawasan tertinggi terhadap jalannya peradilan di semua lingkungan peradilan dengan tujuan agar peradilan yang dilakukan Pengadilanpengadilan diselenggarakan dengan seksama dan wajar dengan berpedoman pada azas peradilan yang sederhana. . memeriksa.

2.14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. Dengan kata lain. Sehingga. susunan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan Pengadilan (Undang-undang No. 35 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-undang No.7 Mahkamah Konstitusi (MK) Kedudukan MK Digantikannya sistem division of power (pembagian kekuasaan) dengan separation of power (pemisahan kekuasaan) mengakibatkan perubahan mendasar terhadap format kelembagaan negara pasca amandemen UUD 1945. Lembaga-lembaga negara itu memperoleh kekuasaan berdasarkan UUD dan di saat bersamaan dibatasi juga oleh UUD. Artinya sekarang. Prinsip pemisahan kekuasaan yang tegas antara cabang-cabang kekuasaan legislatif.14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman). Mahkamah Agung dapat diserahi tugas dan kewenangan lain berdasarkan Undang-undang. Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara) sebagaimana dimaksud Pasal 10 Ayat (1) Undang-undang No. itu adalah pendapat yang keliru. sangat tidak beralasan mengatakan posisi dan kedudukan MK lebih tinggi dibanding lembaga-lembaga negara lainnya.14 Tahun 1970 secara organisatoris. berdasar Pasal 2 ayat (2) Undang-undang Nomor 14 Tahun 1970 serta Pasal 38 Undang-undang Nomor 14 Tahun 1985.Dasar Negara RI Tahun 1945 Pasal 14 Ayat (1). tanpa mempertimbangkan lagi adanya kualifikasi sebagai lembaga negara tertinggi atau tinggi. Fungsi Administratif a. semua lembaga negara berkedudukan dalam level yang sejajar atau sederajat. 5. (Pasal 38 Undang-undang No. memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya. Akibat utama dari anutan sistem separation of power. Namun demikian. Dalam konteks anutan sistem yang demikian. Mahkamah Agung berwenang mengatur tugas serta tanggung jawab. Mahkamah Agung berwenang meminta keterangan dari dan memberi petunjuk kepada pengadilan disemua lingkunga peradilan dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 25 Undang-undang No. Fungsi Lain-Lain Selain tugas pokok untuk menerima. dalam memberikan pertimbangan hukum mengenai rehabilitasi sampai saat ini belum ada peraturan perundang-undangan yang mengatur pelaksanaannya.14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung). eksekutif dan yudikatif dengan mengedepankan adanya hubungan checks and balances antara satu sama lain. 6. kedaulatan rakyat tidak lagi diserahkan sepenuhnya kepada satu lembaga melainkan oleh UUD. administrative dan finansial sampai saat ini masih berada dibawah Departemen yang bersangkutan. Mahkamah Agung diberikan kewenangan untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden selaku Kepala Negara selain grasi juga rehabilitasi. lembaga-lembaga negara tidak lagi terkualifikasi ke dalam lembaga tertinggi dan tinggi negara. lembaga negara dibedakan berdasarkan fungsi dan perannya sebagaimana diatur dalam UUD 1945. kedaulatan sekarang tidak terpusat pada satu lembaga tetapi disebar kepada lembaga-lembaga negara yang ada. . Badan-badan Peradilan (Peradilan Umum. walaupun menurut Pasal 11 (1) Undangundang Nomor 35 Tahun 1999 sudah dialihkan dibawah kekuasaan Mahkamah Agung. Pasca amandemen UUD 1945. b. MK menjadi salah satu lembaga negara baru yang oleh konstitusi diberikan kedudukan sejajar dengan lembagalembaga lainnya. b. Peradilan Agama.

ini juga terjadi di negara-negara lain yang sebelumnya menganut sistem supremasi parlemen dan kemudian berubah menjadi negara demokrasi. mekanisme yang disepakati adalah judicial reviewyang menjadi kewenangan MK. Jika suatu undang-undang atau salah satu bagian daripadanya dinyatakan terbukti tidak selaras dengan konstitusi. Dalam hal ini MK memiliki kedudukan. kewenangan serta kewajiban konstitusional menjaga atau menjamin terselenggaranya konstitusionalitas hukum. Melalui kewenangan judicial review ini. Sementara. Sehingga semua produk hukum harus mengacu dan tak boleh bertentangan dengan konstitusi. Fungsi dan Peran MK Fungsi dan peran utama MK adalah adalah menjaga konstitusi guna tegaknya prinsip konstitusionalitas hukum. Dalam rangka menjaga konstitusi. Empat kewenangan MK adalah: 1. yaitu (1) memutus sengketa antarlembaga negara. (2) memutus pembubaran partai politik. MK dibentuk dengan fungsi untuk menjamin tidak akan ada lagi produk hukum yang keluar dari koridor konstitusi sehingga hak-hak konstitusional warga terjaga dan konstitusi itu sendiri terkawal konstitusionalitasnya. Mengawal konstitusi berarti menegakkan konstitusi yang sama artinya dengan “menegakkan hukum dan keadilan”. Bahkan. 4. yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. Menguji undang-undang terhadap UUD 1945. Perkara-perkara semacam itu erat dengan hak dan kebebasan para warga negara dalam dinamika sistem politik demokratis yang dijamin oleh UUD. Untuk menguji apakah suatu undang-undang bertentangan atau tidak dengan konstitusi. fungsi pengujian undang-undang itu tidak dapat lagi dihindari penerapannya dalam ketatanegaraan Indonesia sebab UUD 1945 menegaskan bahwa anutan sistem bukan lagi supremasi parlemen melainkan supremasi konstitusi. seperti sengketa hasil pemilu. 2. Fungsi dan peran MK di Indonesia telah dilembagakan dalam Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 yang menentukan bahwa MK mempunyai empat kewenangan konstitusional (conctitutionally entrusted powers) dan satu kewajiban konstitusional (constitusional obligation). Fungsi lanjutan selain judicial review. dan (3) memutus sengketa hasil pemilu. Sebab. maka produk hukum itu akan dibatalkan MK. Ketentuan itu dipertegas dalam Pasal 10 ayat (1) huruf a sampai dengan d Undang-Undang Nomor 24 tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. berdasarkan Pasal 7 ayat (1) sampai dengan (5) dan Pasal 24 C ayat (2) UUD . dan tuntutan pembubaran sesuatu partai politik. Demikian halnya yang melandasi negara-negara yang mengakomodir pembentukan MK dalam sistem ketatanegaraannya. UUD 1945 memberikan otoritas kepada MK untuk menjadi pengawal konstitusi. 3.Selanjutnya. Memutus perselisihan tentang hasil pemilu. Fungsi lanjutan semacam itu memungkinkan tersedianya mekanisme untuk memutuskan berbagai persengketaan (antar lembaga negara) yang tidak dapat diselesaikan melalui proses peradilan biasa. Karena itu. MK menjalankan fungsinya mengawal agar tidak lagi terdapat ketentuan hukum yang keluar dari koridor konstitusi. Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara. Memutus pembubaran partai politik. UUD 1945 adalah hukum dasar yang melandasi sistem hukum yang berlaku di Indonesia. fungsi-fungsi penyelesaian atas hasil pemilihan umum dan pembubaran partai politik dikaitkan dengan kewenangan MK.

Mekanisme yang ketat dalam pelaksanaannya diperlukan agar tidak berlawanan dengan arus kuat demokrasi. tujuan. Sesuai prinsip hierarki hukum. tidak demokratis. . mekanisme yang disepakati adalah judicial review. MK menjadi lembaga negara yang mengawal agar tidak lagi terdapat ketentuan hukum yang keluar dari koridor konstitusi. Partai politik dapat dibubarkan oleh MK jika terbukti ideologi. asas. kewajiban MK adalah memberi keputusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum. Dalam sistem presidensial. e). MK dalam hal ini. yang berarti sederajat tetapi saling mengendalikan satu sama lain. Hal ini mungkin terjadi mengingat sistem relasi antara satu lembaga dengan lembaga lainnya menganut prinsip check and balances.. c) Pembubaran Partai Politik Kewenangan ini diberikan agar pembubaran partai politik tidak terjebak pada otoritarianisme dan arogansi. Kewenangan ini diatur pada Pasal 80 sampai dengan Pasal 85 UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. dalam melaksanakan kewenangan masing-masing timbul kemungkinan terjadinya perselisihan dalam menafsirkan amanat UUD. a) Pengujian Undang-undang terhadap UUD1945 Mengenai pengujian UU. atau tidak memenuhi syarat sebagai Presiden dan atau Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945. diatur dalam Bagian Kesembilan UU Nomor 24 Tahun 2003 dari Pasal 50 sampai dengan Pasal 60. dan wakil presiden serta terpilihnya pasangan presiden dan wakil presiden. dan 3). Untuk menguji apakah suatu undang-undang bertentangan atau tidak dengan konstitusi. d) Perselisihan Hasil Pemilu Perselisihan hasil Pemilu adalah perselisihan antara KPU dengan Peserta Pemilu mengenai penetapan perolehan suara hasil Pemilu secara nasional. Melalui kewenangan judicial review. b) Sengketa Kewenangan Konstitusional Antar Lembaga Negara Sengketa kewenangan konstitusional lembaga negara adalah perbedaan pendapat yang disertai persengketaan dan klaim lainnya mengenai kewenangan yang dimiliki oleh masingmasing lembaga negara tersebut. program dan kegiatannya bertentangan dengan UUD 1945. 2). Pasal 74 sampai dengan Pasal 79 UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi telah mengatur kewenangan ini.1945 yang ditegaskan dalam Pasal 10 ayat (2) UU Nomor 24 Tahun 2003. maka produk hukum itu dibatalkan MK. Terpilihnya anggota DPD. dan berujung pada pengebirian kehidupan perpolitikan yang sedang dibangun. Jika undang-undang atau bagian di dalamnya itu dinyatakan terbukti tidak selaras dengan konstitusi. sesuai prinsip supremacy of law dan equality before law. tidak boleh isi suatu peraturan undang-undang yang lebih rendah bertentangan atau tidak mengacu pada peraturan di atasnya. Hal ini telah ditentukan dalam Bagian Kesepuluh UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi dari Pasal 74 sampai dengan Pasal 79. pada dasarnya presiden tidak dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya habis. Perselisihan hasil pemilu dapat terjadi apabila penetapan KPU mempengaruhi 1). Sebagai produk politik. ini dikarenakan presiden dipilih langsung oleh rakyat. Kewenangan mengenai ini telah diatur dalam Pasal 61 sampai dengan Pasal 67 UU Nomor 24 Tahun 2003. Sebagai akibat relasi yang demikian itu. Penetapan pasangan calon yang masuk pada putaran kedua pemilihan presiden. Undang-undang adalah produk politik biasanya merupakan kristalisasi kepentingan-kepentingan politik para pembuatnya. Pendapat DPR mengenai Dugaan Pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden. isinya mungkin saja mengandung kepentingan yang tidak sejalan atau melanggar konstitusi. atau perbuatan tercela. akan menjadi wasit yang adil untuk menyelesaikannya. Perolehan kursi partai politik peserta pemilu di satu daerah pemilihan. Namun.

Pembentuk UU hanya sebagai pihak terkait yang memberikan keterangan tentang latar belakang dan maksud dari ketentuan UU yang dimohonkan. Mengajukan calon Hakim Agung ke DPR. dan c.presiden dapat diberhentikan apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum sebagaimana yang ditentukan dalam UUD. tetapi juga menurut pembentuk UU. Putusan Final dan Mengikat Putusan MK bersifat final dan mengikat (final and binding).8 Komisi Yudisial (KY) Komisi Yudisial berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. Meskipun dasar permohonan pengujian adalah adanya hak konstitusional pemohon yang dirugikan. Oleh karena itu. sebelum ada putusan pengadilan yang menyatakan seorang presiden bersalah. Keluhuran Martabat Serta Perilaku Hakim Komisi Yudisial mempunyai tugas: a. Hal ini berarti. bukan sebagai tergugat atau termohon yang harus bertanggungjawab atas kesalahan yang dilakukan. Artinya. Selain itu juga ditentukan putusan MK memiliki kekuatan hukum tetap sejak dibacakan dalam persidangan MK. tetapi semua pihak yang terkait dengan ketentuan yang diputus oleh MK. 2. Tugas Komisi Yudisial: 1. 2. serta perilaku hakim. Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa putusan MK bersifat final.14 Putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap memiliki kekuatan hukum mengikat untuk dilaksanakan. keluhuran martabat. dan d. Mengusulkan Pengangkatan Hakim Agung Komisi Yudisial mempunyai tugas: a. Hal itu dimaksudkan agar ketentuan yang diuji tidak ditafsirkan menurut pandangan pemohon atau MK saja. Tetapi proses pemberhentian tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip negara hukum. Dalam perkara pengujian UU misalnya. Menetapkan calon Hakim Agung. b. Melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran perilaku hakim. presiden tidak bisa diberhentikan. yaitu tegaknya konstitusi. Menerima laporan pengaduan masyarakat tentang perilaku hakim. Semua pihak termasuk penyelenggara negara yang terkait dengan ketentuan yang diputus oleh MK harus patuh dan tunduk terhadap putusan MK. Melakukan seleksi terhadap calon Hakim Agung. Namun dalam pengambilan sikap tentang adanya pendapat semacam ini harus melalui proses pengambilan keputusan di DPR yaitu melalui dukungan 2/3 (dua pertiga) jumlah seluruh anggota DPR yang hadir dalam sidang paripurna yang dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) anggota DPR. sehingga diperoleh keyakinan hukum apakah bertentangan atau tidak dengan konstitusi. Dalam hal ini hanya DPR yang dapat mengajukan ke MK. Pengadilan yang dimaksud dalam hal ini adalah MK. c. yang terikat dan harus melaksanakan Putusan MK tidak hanya dan tidak harus selalu pembentuk UU. yang diuji adalah norma UU yang bersifat abstrak dan mengikat umum. tidak ada peluang menempuh upaya hukum berikutnya pasca putusan itu sebagaimana putusan pengadilan biasa yang masih memungkinkan kasasi dan Peninjauan Kembali (PK). b. DPR dan Presiden. namun sesungguhnya tindakan tersebut adalah mewakili kepentingan hukum seluruh masyarakat. Menjaga dan Menegakkan Kehormatan. Kedudukan pembentuk UU. Melakukan pendaftaran calon Hakim Agung. Membuat laporan hasil pemeriksaan berupa rekomendasi yang disampaikan kepada .

Mahkamah Agung dan tindasannya disampaikan kepada Presiden dan DPR. Sedangkan DPR mengantikan peran presiden sebagai pihak yang kepadanya diajukan calon Hakim Agung. Dalam ketentuan yang terdapat didalam Pasal 24 A ayat (3) UUD 1945 tersebut menyuratkan bahwa Komisi Yudisial telah mengambil alih fungsi-fungsi yang selama ini diperankan oleh MA. • Keputusan Presiden mengenai pengangkatan Hakim Agung. . tidak dijabarkan tentang fungsi Komisi Yudisial. Wewenang (bevoegdheid) mengandung pengertian tugas (plichten) dan hak (rechten) Berefleksi dari kelemahan perekrutan hakim agung pada masa orde lama. BUMD. tidak dijabarkan tentang fungsi Komisi Yudisial. • Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh hakim agung yang diangkat oleh presiden. Sementara itu. 2. didalam ketentuan Pasal 8 undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sisebutkan sebagai berikut: • Hakim agung diangkat oleh presiden dari nama calon yang diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. badan layanan umum. Tugas BPK BPK bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh pemerintah pusat. pemerintah daerah. ayat (4) dan ayat (5) ditetapkan dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja sejak pengajuan calon diterima presiden. • Calon hakim agung sebagai mana dimaksud pada ayat (1) dipilih Dewan Perwakilan Rakyat dari nama calon yang diusulkan oleh Komisi Yudisial. orde baru dan pada awal reformasi maka didalam pasal 24 A ayat (3) UUD 1945 dikatakan sebagai berikut : “Calon hakim angung diusulkan Komisi Yudisial kepada Dewan Pewakilan Rakyat untuk mendapatkan persetujuan dan selanjutnya ditetapkan sebagai hakim angung oleh Presiden”. Dalam Pasal 24B Undang-Undang Dasar 1945 digunakan Istilah “wewenang” untuk menunjuk fugsi yang harus dilakukan oleh Komisi Yudisial. Pemerintah dan DPR sebagaimaan siatur dalam Pasal 8 UndangUndang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung. Presiden hanya sebagai pihak yang mengangkat hakim agung dalam kedudukannya sebagai Kepala Negara. Wewenang dan Tugas Komisi Yudisial dalam Rekruitmen Calon Hakim Angung Dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2004 Tentang Komisi Yudisial digunakan istilah wewenang dan tugas. Ketua dan Wakil Ketua Muda Mahkamah Agung sebagaimana dimaksud pada ayat (1). DPR dan Pemerintah kepada komisi yudisial dan dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2004 Tentang Komisi Yudisial digunakan istilah wewenang dan tugas. Menindak lanjuti pengalihan fungsi-fungsi pengusulan calon hakim agung yang selama ini diperankan MA. lembaga Negara lainnya. BUMN. 15 tahun 2006).9 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) merupakan lembaga negara yang diamanatkan untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara secara bebas dan mandiri (pasal 23E ayat (1) UUD 1945. bank Indonesia. dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan Negara (Pasal 6 ayat(1) UU No. • Pemilihan calon hakim agung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan paling lama 14 (empat belas) hari sidang sejak nama calon diterima Dewan Perwakilan Rakyat. • Ketua Muda Mahkamah Angung dianggkat oleh Presiden diantara hakim angung yang diajukan oleh ketua Mahkamah Angung.

3. data. menetukan waktu dan metode pemeriksaan serta menyusun dan menyajikan laporan pemeriksaan. 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan Negara . menetapkan jenis dokumen. lembaga Negara lainnya.UU No. pembukuan dan tata usaha keuangan Negara. pemerintah daerah.(Pasal 9 ayat (1) UU No. rekening koraqn. memberi pertimbanga atas rancangan system pengendalian intern pemerintah puast/pemerintah Daerah sebelumditetapkan oleh Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah.Wewenang BPK 1. dan daftar lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan Negara. 6. menetapkan kode etik pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara.UU No 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara . 4. meminta keterangan dan/atau dokumen yang wajib diberikan oeh setiap orang. memenuhi semua kebutuhan dan harapan pemilik kepentingan. menetapkan standar pemeriksaan keuangan Negara setelah konsultasi dengan pemerintah pusat/pemerintah daerah yang wajib digunakan dalam pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara. serta informasi mengenai pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara yang wajib disampaikan kepada BPK. serta pemeriksaan perhitungan-perhitungan. 3. badan layanan umum. 7. Bank Indonesia. 5.15 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara . mewujudkan BPK RI sebagai pust regulator di bidang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara 4. 2. 10. menggunakan tenaga ahli dan/atau tenaga pemeriksa di luar BPK yang bekerja untuk dan atas nama BPK. di tempat pelaksanaan kegiatan. Landasan operasional ditetapkan: . melakukan pemeriksaan di tempat penyimpanan uang dan barang milik Negara. pertanggung jawaban. BUMD. 2. menentukan objek pemeriksaan. BUMN. merncanakan dan melaksanakan pemeriksaan. dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan Negara. membina jabatn fungsional pemeriksa. unit organisasi pemerintah pusat. bukti-bukti.UU No.surat-surat. 8. 9. 15 tahun 2006) Tujuan BPK 1. mendorong terwujudnya tata kelola yang baik atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara. memberi pertimbangan atas standar akuntansi pemerintahan. mewujudkan BPK RI sebagai lembaga pemeriksa keuangan Negara yang independent dan professional.

html . hendaknya para pejabat pemerintah harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas. Kepresidenan. Inu Kencana. MPR menjadi lembaga yang setingkat dengan DPR. dengan adanya pergeseran yang ada pada lembag-lembaga tinggi Negara. David. Pemikiran dan Perubahan Politik Indonesia. Sehingga untuk mengambil suatu keputusan haruslah mempertimbangkan keuntungan dan kerugian yang akan berdampak pada rakyat. pada masa setelah amandemen. Talizuduhu. New Delhi : Prentice Hall of India Private Ltd Easton. masih banyak sekali penyimpangan-penyimpang yang terjadi dalam proses implementasinya. The Political System. 1994 . Modern Political Analysis.blogspot. 3. dipilih langsung oleh rakyat. Seorang pejabat pemerintah dalam lembaga-lembaga tinggi Negara harus mengemban amanat yang sebaik mungkin yang telah dipercayakan rakyat. Karena mereka adalah pemimpin yang harus memberikan contoh pada masyarakatnya. DAFTAR PUSTAKA Alfian. Robert. 1986 . Bandung : Mandar Maju Diposkan oleh Ana Jauharul Islam di Senin. Namun dalam kenyataannya. 2011 http://chicha14. adanya suatu perubahan dalam struktur maupun proses dalam pemerintahan pada masa sebelum dan sesudah amandemen merupakan suatu langka yang harus ditempuh demi mencapai tujuan nasional Bangsa Indonesia. DPD. New York : Alferd Knopf Ndaraha.2 Saran Dalam melakukan berbagai proses kebijakan pada sistem pemerintahan di lembagalembaga tinggi negara. Yang terakhir. April 18. yakni pada sector pemilihan umum presiden maupun kepala daerah. 1971. Metodologi Pemerintahan Indonesia. Sehingga.com/2011/04/sistem-politik-indonesia-lembaga. Hal ini dilakukan bertujuan untuk memperbaiki kinerja yang ada di pemerintahan pusat.BAB III PENUTUP 3. 1983 . dapat disimpulkan bahwasanya ada beberapa poin yang memang dirubah pada struktur kelembagaan pada era sebelum dan sesudah amandemen. Dalam pemilihan umum presiden. Pergeseran yang paling nampak adalah terjadi pada MPR yang bukan lagi menjadi lembaga tertnggi Negara seperti sebelum amandemen.1 Kesimpulan Dari beberapa penjelasan mengenai lembaga-lembaga tinggi Negara di atas. dan lain-lain. Jakarta : Bina Aksara Syafiie. namun setelah amandemen MPR menjadi lembaga tinggi Negara yang beranggotakan DPR dan DPD. Jakarta : Gramedia Dahl. setelah amandemen. Akhirnya. sistem pemerinthan juga harus melakukan proses yang sebaik mungkin untuk mencapai tujuan Nasional sesuai dengan yang tercantum pada pembukaan UUD 1945. Ilmu Pemerintahan. Hal ini bertujuan untuk melakukan proses demokrasi yang lebih mengedepankan partisipasi rakyat. Selain itu ada juga beberapa perubahan yang cukup signifikan. 1978 .

Disamping itu sangat sulit mendeteksinya dengan dasar-dasar hukum yang pasti. Sebagai akibatnya. oleh karena sangat sulit memberikan pembuktian-pembuktian yang eksak. Dalam sistem Parlemen. Legislatif juga kadangkala menulis perjanjian dan memutuskan perang. Namun akses perbuatan korupsi merupakan bahaya latent yang harus diwaspadai baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat itu sendiri. kewenangan dan fungsi badan lembaga tersebut. adalah badan deliberatif pemerintah dengan kuasa membuat hukum. sedangkan proses birokrasi relaif lambat. legislatif adalah badan tertinggi dan menujuk eksekutif. yang akan menarik hati bagi anggota-anggota DPR. Kami akan memulai dengan apa yang disebut legislatif serta siapakah legislatif itu. Badan legislasi di negara-negara demokrasi disusun sedemikian rupa sehingga dapat mewakili mayoritas dari rakyat dan pemerintah bertanggung jawab kepadanya. Pengertian Legislatif Legislatif. PENDAHULUAN Akhir-akhir ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan publik. Banyak para ahli mengemukakan pendapatnya tentang masalah korupsi ini. PEMBAHASAN A. Akan tetapi walau bagaimanapun korupsi ini merugikan negara dan dapat meusak sendi-sendi kebersamaan bangsa. legislatif biasanya juga memiliki kuasa untuk menaikkan pajak dan menerapkan budget dan pengeluaran uang lainnya. korupsi sangat sukar bahkan hampir tidak mungkin dapat diberantas. . Mereka ini juga akan menduduki status sosial yang tinggi dimata masyarakat. sehingga setiap orang atau badan menginginkan jalan pintas yang cepat dengan memberikan imbalan. korupsi adalah “benalu sosial” yang merusak struktur pemerintahan. Dalam prakteknya. tujuan dan maksud dari masalah yang telah kami ambil ini. Korupsi adalah produk dari sikap hidup satu kelompok masyarakat yang memakai uang sebagai standard kebenaran dan sebagai kekuasaaan mutlak. sehingga timbul golongan pegawai yang termasuk OKB-OKB (orang kaya baru) yang memperkaya diri sendiri (ambisi material). Dengan tetap mempertahankan isi bobot yang terkandung dalam makalah ini. Sebagai tambahan atas menetapkan hukum. Dalam sistem Presidensial. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas “Bagaimana korupsi menggerogoti DPR?”. yaitu parlemen (parliament) yang menekankan unsur bicara (parler) dan merundingkan. legislatif adalah cabang pemerintahan yang sama. dan asembli nasional(assembly) yang mengutamakan unsur berkumpul. Praktek ini akan berlangsung terus menerus sepanjang tidak adanya kontrol dari pemerintah dan masyarakat. ada yang pro ada pula yang kontra. Legislatif dikenal dengan beberapa nama. Tim Penyusun BAB II . kaum koruptor yang kaya raya dan para politisi korup yang berkelebihan uang bisa masuk ke dalam golongan elit yang berkuasa dan sangat dihormati. Lalu kami juga akan membahas tugas. dan bebas. kami berharap makalah ini dapat membantu anda dalam menjelaskan arti. Korupsi dimulai dengan semakin mendesaknya usaha-usaha pembangunan yang diinginkan. dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan pada umumnya.imbalan dengan cara memberikan uang pelicin (uang sogok). kongres. Kami juga akan menjelaskan tentang arti dan penyebab korupsi.LEMBAGA LEGISLATIF DAN KORUPSI DI INDONESIA BAB I . Pada dasarnya. Terima kasih. Pada hakekatnya. terutama dalam media massa baik lokal maupun nasional. dari eksekutif.

2. . Lembaga ini disebut juga People’s representative Body yang mengutamakan representasi dan keterwakilan anggotaanggotanya. Masalah Perwakilan (Representasi) Dibagi menjadi 2 kategori yaitu: 1. Wewenang ini tercermin di bidang legislatif maupun pengawasan (kontrol). C. Anggota-anggotanya juga mudah dipengaruhi oleh fluktuasi situasi poitik karena dipilih langsung oleh rakyat. Tetapi dalam pemerintahan yang mempunyai sistem presidensial. Perwakilan Fungsional (functional representation) Peran anggota parlemen sebagai trustee dan juga pengemban mandat perwakilan. D. Prinsip ini paling sesuai dengan konsep demokrasi. Majelis Tinggi dasn Majelis Rendah Majelis Tinggi Keanggotaan majelis ini ditentukan berdasarkan: Filipina) Majelis tinggi mempunyai masa jabatan lebih lama dibanding anggota majelis rendah. Perwakilan Politik (political representation) Pada saat ini anggota badan legislatif mewakili rakyat melalui partai politik. Sistem ini memberikan kesempatan kepada provinsi atau negara bagian untuk memajukan kepentingannya masing-masing. adalah lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat dan memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang. B. Masa jabatannya biasa sudah ditentukan.Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bobot wewenang majelis ini lebih besar dibanding majelis tinggi. anggaran. Majelis Rendah Keanggotaan majelis ini dipilih dalam pemilihan umum. biasanya wewenangnya kurang daripada badan yang mewakili rakyat. Majelis ini juga dianggap sebagai yang paling pening. dan pengawasan. majelis tidak mempunyai wewenang itu. Tetapi sistem ini dibatasi kekuasaannya karena memberi peluang untuk menyalahgunakan wewenang itu. Yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai kemampuan berbicara dan bertindak atas nama suatu kelompok yang lebih besar. tetapi di beberapa negara majelis ini dapat dibubarkan oleh perdana menteri untuk diadakan pemilihan baru. majelis ini dapat menjatuhkan kabinet. DPR memiliki fungsi legislasi. Bobot wewenang majelis tinggi juga kebih kecil dibandinhkan majelis rendah. Fungsi Badan Legislatif . Sistem Satu Majelis dan Sistem Dua Majelis Sistem ini mencerminkan mayoritas dari kehendak rakyat karena biasanya dipilih secara langsung oleh masyarakat dan prosedur pengambilan keputusan dapat berjalan relatif cepat. E. Di negara yang mempunyai sistem pemerintahan parlementer.

serta penggabungan daerah. Pengelolaan sumberdaya alam dan sumberdaya ekonomi lainnya. Pajak. Pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Tugas dan wewenang: • Memberikan pertimbangan kepada DPR Bidang Terkait: RUU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembentukan. Tugas dan wewenang: • Dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang dan menyampaikan hasil pengawasannya kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti. RUU yang berkaitan dengan pajak. Perimbangan keuangan pusat dan daerah. Bidang Terkait : Otonomi daerah.Tugas dan wewenang: • Dapat mebuat kebijakan (policy) dan mengajukan rancangan undang-undang (RUU) kepada DPR • Ikut membahas RUU Badan legislasi diberi hak inisiatif. hak untuk mengadakan amandemen terhadap rancangan undang-undang yang disusun oleh pemerintah. Dan juga fungsi lainnya sebagai sarana rekrutmen politik. pemekaran. http://toraerdo. Perimbangan keuangan pusat dan daerah. dan penggabungan daerah. oversight) melalui sidang panitia-panitia legislatif melalui hak-hak kontrol yang khusus sepert hak bertanya. pendidikan. interpelasi (meminta keterangan). Pengelolaan sumberdaya alam serta sumberdaya ekonomi lainnya. • Menerima hasil pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan BPK • Mengawasi aktivitas badan eksekutif agar sesuai dengan kebijakkan yang ditetapkan (scrutiny. Hubungan pusat dan daerah.com/2010/06/lembaga-legislatif-dan-korupsi-di. dan agama. Bidang Terkait: Otonomi daerah. dan badan legislatif tinggal membahas dan mengamandemennya. hak angket (penyelidikan). pendidikan. yaitu merupakan training ground bagi generasi muda yang ingin mendapat pengalaman di bidang poltik sampai ke tingkat nasional. Hubungan pusat dan daerah. Pembentukan dan pemekaran.html . dan terutama di bidang budget atau anggaran. Pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan. dan mosi(pernyataan tidak percaya). Mayoritas undang-undang dirumuskan dan dipersiapkan oleh badan eksekutif. Bagi anggota badan legislatif juga terbuka kesempatan untuk bertindak sebagai pembawa suara rakyat dan mengajukan beraneka pandangan secara dinamis dalam masyarakat.blogspot. dan agama.

dan bebas. karena itulah lembaga legislatif sering dinamakan sebagai badan atau dewan perwakilan rakyat. legislatif adalah cabang pemerintahan yang sama. LEMBAGA NEGARA Negara Republik Indonesia mengenal konsep trias politika. di dalam trias politika tersebut tercakup semua lembaga negara yang ditetapkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.} C. Di negara yang menganut sistem pemerintahan presidensil ini. ataupun asembli nasional. Lembaga-lembaga negara tersebut ialah: Pemerintah (eksekutif) Mahkamah Agung (yudikatif) Badan Pemeriksa Keuangan (yudikatif) Dewan Pertimbangan Agung (yudikatif) Majelis Permusyawaratan Rakyat (legislatif) Dewan Permusyawaratan Rakyat (legislatif). Sebagai badan deliberatif pemerintah. Beberapa pokok yang terkait dengan lembaga legislatif yakni bahwa presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Maksudnya……. Selain itu Parlemen terdiri atas dua (bikameral). Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. legislatif berfungsi sebagai Penetapan Undang-Undang. PENGERTIAN LEMBAGA LEGISLATIF Legislatif berasal dari kata “legislate” yang berarti lembaga yang bertugas membuat undang-undang. yaitu DPR dan DPD. Presiden juga berada di luar pengawasan langsung DPR dan tidak bertanggung jawab terhadap parlemen. yang terdiri atas MPR dan DPR. Anggotanya dianggap sebagai perwakilan rakyat. maupun yudikatif. tidak terpisahkan dari lahirnya apa yang disebut sebagai Demokrasi tidak langsung (indirect democrasi). Sistem pemerintahan yang dipakai di Indonesia adalah sistem pemerintahan presidensial yang telah diamandemen. {Sejarah munculnya dewan perwakilan rakyat. dari eksekutif. JENIS LEMBAGA LEGISLATIF Lembaga legislatif terdiri dari MPR dan DPR.. kongres. legislatif adalah badan tertinggi yang menujuk eksekutif. Sedangkan dalam sistem presiden. Nama lain yang sering dipakai juga adalah parlemen. yang terdiri dari legislatif. eksekutif. ini berbeda dengan bentuk demokrasi langsung (direct democrasi) yang pernah dilakukan dalam police (kota/negara) Yunani kuno. Dalam sistem parlemen. B. .tugas legislatif (subject: Ind Political system LEMBAGA LEGISLATIF A.

Dalam UUD 1945 hanya ada 3 pasal yang berbicara tentang wewenang MPR.Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Tugas: . Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dipilih melalui pemilu Ps 20 (1) DPR berkuasa membentuk UU Ps 20 (5) jika 30 hari tidak disahkan oleh presiden maka sah menjadi UU . Sedangkan kekuasaan majelis berdasarkan pasal 37 adalah mengenai perobahan uud. Pasal 37. Kekuasaan majalis yang bukan merupakan legislative adalah mengenai pemilihan presiden dan wakil presiden.” 174) Dari isi ketiga pasal tersebut dapat diambil kesimpulan. Walaupun hanya 3 pasal tersebut mengatur wewenag majelis. majelis permusyawaratan rakyat menetapkan uud dan garis garis besar haluan Negara 2. menetarkan ud. Ketiga pasal itu adalah: 1. memilih presiden dan wakil presiden. tidak berarti bahwa kekuasaan mejelis terbatas mengenai keempat hal. Pasal 3. Yang termasuk kekuasaan legislate adalah menetapkan UUD.memberikan masukan dan mengawasi pelaksnaan dari rencana pemb nas . dan ayat (2) “Putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah anggota yang hadir. dan garis-garis besar haluan Negara. karena berdasarkan pasal 1 ayat (2) uud 1945 sesungguhnya kekuasaan majelis itu sangat luas. yaitu: Menurut uud 1945 kekuasaan majelis itu dapat dibagi atas kekuasaan legislative dan yang bukan merupakan kekuasaan legislative. dan garis-garis besar haluan Negara. ayat (1) “untuk mengubah uud sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah anggota MPR harus hadir”.Mwlantik presiden dan wapres ANGGOTA: DPR DAN DPD Wewenang. Batas kekuasaan majelis itu hanyalah azas-azas yang terdapat dalam uud 1945 kepada majelis berdasarkan pasal 1ayat (2). serta merobah uud dasar. Pasal 6 ayat (2) “presiden dan wakil presiden dipilih oleh MPR deengan suara terbanyak” dan 3.

mulai dari turun-temurun. dan India. Sistem dua kamar atau dua majelis (bicameral system) Lembaga perwakilan dibentuk sebagai lembaga untuk mewakili kepentingan khususnya negaranegara bagian. ataupun dipilih (AS. sistem satu kamar atau satu majelis (monocameral system) (cari penjelasannya) D. sistem dua majelis biasanya lebih terdorong oleh pertimbangan bahwa satu majelis dapat mengimbangi dan membatasi kekuasaan majelis lainnnya. angket. Keanggotaan badan majelis tinggi bermacammacam.Ps 20 A (1): DPR punya fungsi legislative. usul dan pendapat serta hak imunitas. seperti hak inisiatif. b. MODEL LEMBAGA LEGISLATIF a.) Fungsi kontrol fungsi ini bertujuan untuk menjaga tindakan pemerintah atau badan eksekutif sesuai dengan kebijakan dan perundang undangan yang telah ditetapkan. India. Dalam negara kesatuan. sedangkan majelis rendah dipilih melalui pemilu atau partai politik. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT MEMPUNYAI WEWENANG YAKNI: Hak bertanya Hak interpelasi Hak angket Hak inisiatif Hak budget Hak amandemen Dengan adanya wewenang dpr seperti tersebut yang di atas. anggaran dan pengawasan Ps 20 A (2): DPR punya hak interplasi. hak . Dalam menjalankan fungsi kontrol ini. Contohnya negara federal Amerika Serikat. Filipina). Karena itu meskipun disebut sebagai majelis rendah. Australia. maka sepanjang tahun dapat terjadi musyawarah yang teratur antara pemerintah dengan dewan dpr. mereka mempunyai wewenang yang lebih tinggi daripada majelis tinggi. dua majelis terdiri dari badan perwakilan rakyat yang dikenal sebagai majelis rendah (lower house) dan majelis tinggi (higher house). C. FUNGSI BADAN LEGISLATIF Fungsi legislatif yaitu wewenang badan legislatif untuk menentukan kebijakan dan membuat undang undang disertai dengan hak hak tertentu yang dimilikinya. ditunjuk (di Inggris). Dan dpr mempunyai kebijaksanaan dan politik pemeritah. badan legislatif mempunyai beberapa hak tertentu lainya. (cari contoh kasus) Biasanya. menyatakan pendapat Ps20 A (3): DPR punya hak mengajukan pertanyan. hak amandemen dan hak budget (cari penjelasannya masing2 hak diatas. hak untuk mengajukan pertayaan.

maka biasanya suatu panitia angket dibentuk oleh DPR yang dalam menjalankan tugasnya akan melaporkan hasilnya kepada badan legislatif. Fungsi anggaran yaitu badan legisltif bersama sama dengan pemerintah (eksekutif) dalam menyusun dan mengesahkan anggaran negara. hak bertanya hak ini dipakai badan legislatif untuk mengkontrol kegiatan eksekutif. Untuk keperluan tersebut. Dalam hal ini badan eksekutif wajib memberikan penjelasan pada saat sidang Pleno di DPR. F. Badan Legislatif di Indonesia. badan legislatif dapat bertanya kepada eksekutif mengenai suatu hal atau kebijakan yang diambil oleh eksekutif. yang selanjutnya menjadi acuan perumusan pendapat DPR mengenai hal yang telah diselidiki.interpelasi yaitu hak untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijaksanaannya didalam suatu bidang. E. Perkembangan . HAK BADAN LEGISLATIF 1. dengan harapan pemerintah memperhatikan pendapat DPR tersebut. Dalam hak ini mungkin terjadi perselisihan antara DPR dan pemerintah. maka selanjutnya penggunaan hak interpelasi ini dapat menuju ke tindakan ”mosi tidak percaya” (cari arti mosi tidak percaya dan contoh kasusny) hak angket adalah wewenag anggota badan legislatif untuk mengadakan penyelidikan sendiri. hak angket yaitu hak bagi anggota badan legislatif untuk mengadakan penyelidikan mengenai suatu masalah dengan harapan agar diperhatikan oleh pemerintah. Jika tidak ditemukan forum setelah eksekutif memberikan penjelasan. maka akan dilakukan pemungutan suara. hak interpelasi hak ini digunakan dalam meminta keterangan kepada eksekutif mengenai kebijakan suatu bidang. hak mosi yaitu hak untuk mengajukan sikap tidak percaya kepada pemerintah yang dalam sistem parlementer dapat berujung pada pengunduran diri kabinet atau terjadi krisis kabinet (hak mosi tidak dikenal dalam sistem presidensial-cari tau kenapa?).

Karena itu. Meskipun RUU sudah disetujui oleh DPR.com/question/index?qid=20120228044616AAMUipN . dalam menjalankan fungsi legislasi ini. Pada tahun 1949-1950 KNI berubah menjadi Dewan Perwakilan Rakyat dan terdapat juga Senat Republik Indonesia Serikat. Mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar 2. Memilih Wakil Presiden 6. Melakukan pembahasan.yahoo. Pada masa transisi terbentuk DPR Peralihan (1959-1960). yang bertugas sampai tahun 1966. dalam pembuatan undang undang. Indonesia tidak menganut asal trias politica murni. baik DPR maupun eksekutif atau presiden. Dimulai sejak tahun 1971 ketika Orde Baru berkuasa. Artinya. Melantik Presiden dan Wakil Presiden hasil pemilihan umum 3. Pada tahun 1960 dibentuk DPR Gotong Royong dalam demokrasi terpimpin (Orde Lama).answers. maka tidak dapat diajukan lagi dalam persidangan DPR di masa itu.Pada masa sebelum kemerdekaan lembaga legislatif pertama adalah Vilkskraad (1918) bentukan Belanda. Bukan hanya lembaga legislatif.html Fungsi dan Peran Badan Legislatif : 1. namun 1999 terjadi Era Reformasi dan membentuk DPR baru. Memformulasikan dan menegakkan legislasi 6. sehingga yang digunakan adalah pembagian kekuasaan. Ketika kemerdekaan direbut Indonesia dibentuklah Komiti Nasional Indonesia (1945-1949). Legislatif dalam pembuatan undang undang. diadakan PEMILU setiap 5 tahunan yang manghasilkan DPR hingga pada tahun 1997. Pada 1966-1971 di dalam masa Demokrasi Pancasila (Orde Baru) yang berfungsi sebagai lembaga legislatif adalah DPR Gotong Royong. Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden 5. Dilanjutkan dengan DPR Sementara (1950-1956). Memutuskan usul DPR untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya 4. http://kinaraapsari. Memilih Presiden dan Wakil Presiden http://id. Kemudian dari hasil PEMILU 1955 terbentuklah DPR yang bertugas 1056-1959. Sarana untuk membuat sikap-sikap populer dan nilai yang berdampak kepada pemerintahan dan politik secara umum atau dikenal dengan sosialisasi politik 3.blogspot. RUU tersebut belum dapat di sahkan atau berlaku apabila belum disetujui oleh Presiden. Demikian juga rancangan ndang undang yang diajukan oleh badan eksekutif. jika tidak disetjui oleh DPR. Ajudikasi 8.com/2009/04/tugas-legislatif-subject-ind-political. Kontrol terhadap eksekutif? Lembaga Legislatif bikameral merupakan salah satu lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia Tugas dan wewenang : 1. Rekrutmen pemimpin-pemimpin politik 4. Mewakili berbagai kepentingan masyarakat 7. diskusi. badan legislatif bekerjasama dengan badan eksekutif. badan eksekutif juga dapat mengajukan rancangan undang undang. harus memiliki kerjasama yang serasi sehingga dapat tercipta hubungan yang saling menguntungkan dan seimbang. dan pemilihan kebijakan-kebijakan 2.

Menurut Undang-Undang Dasar 1945. DPD. Apa saja fungsi dan wewenang lembaga Yudikatif ? 4. MA. MA. Eksekusif. yakni MPR. Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur tentang alat perlengkapan negara (lembaga-lembaga negara). Untuk mengetahui fungsi dan wewenang lembaga Eksekusif. BAB II PEMAHASAN Sebelum perubahan UUD 1945. KY. Apa saja fungsi dan wewenang lembaga Eksekusif ? 3. DPR. Rumusan Masalah 1. DPR. untuk menjalankan mekanisme pemerimtahan di Negara Republik Indonesia. 1. Lembaga Legislatif Dalam ketatanegaraan Indonesia . dan BPK. dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagaimana akan dijelaskan dibawah ini. 2. peran. dan Kekuasaan Kehakiman. dan BPK. Yudikatif. Reformasi ketatanegaraan di Indonesia terkait dengan lembaga kenegaraan sebagai hasil dari proses Amandemen UUD 1945 dapat dilihat pada tugas pokok dan fungsi lembaga tersebut yang dikelompokan dalam kelembagaan Legeslatif. MK. Apa saja fungsi dan wewenang lembaga Legislatif ? 2. MK. 3. yakni MPR. DPD. MPR Seiring dengan tuntutan reformasi keberadaan MPR dalam sistem ketatanegaraan Indonesia banyak melahirkan perdebatan. MPR. Tujuan Penulisan Untuk mengetahui fungsi dan wewenang lembaga Legislatif. A.yakni PRESIDEN.lembaga-lembaga negara sesudah amandemen 1945 BAB I PENDAHULUAN A. Satu pihak mengiginkan MPR dihilangkan karena fungsinya sebagai . kelengkapan atau kelembagaan negara menjadi delapan. 4. maka didirikan lembaga tertinggi negara. Apa saja fungsi dan wewenang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ? C. Untuk mengetahui fungsi dan wewenang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). posisi masing-masing lembaga setara. lembaga legislatif dipresentasikan pada tiga lembaga. alat-alat kelengkapan negara lembaga kepresidenan. yang mana setelah amandemen UUD 1945 ada delapan lembaga. MPR. kewenangan dan tanggung jawabnya masing-masing. 1. adalah dalam rangka mengadakan pembatasan kekuasaan yang dipegang oleh suatu badan untuk menuju cita-cita bangsa Indonesia. Setelah amandemen keseluruhan terhadap UUD 1945. KY. Latar Belakang Penyelenggaraan pemerintahan suatu negara akan berjalan dengan baik apabila didukung oleh lembaga-lembaga negara yang saling berhubungan satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan dalam mewujudkan nilai-nilai kebangsaan dan perjuangan negara sesuai dengan kedudukan. dan DPD. B. DPR. Untuk mengetahui fungsi dan wewenang lembaga Yudikatif.[1] yaitu sebagai lembaga tinggi negara yang memiliki korelasi satu sama lain dalam menjalankan fungsi check and balances antar lembaga tinggi tersebut. lembaga tinggi negara merupakan komponen yang melaksanakan atau menyelenggarakan kehidupan bernegara. PRESIDEN. DPA. DPR. BPK.

DPR mempunyai fungsi legislasi anggaran. yakni hak meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang berdampak kepada kehidupan bermasyarakat da bernegara. sedangkan DPD dimaksudkan untuk mewakili daerah-daerah. serta kebijakan pemerintah. DPD adalah lembaga negara dalam sistem ketatanegaan Republik Indonesia yang merupakan wakil daerah propinsi dan dipilih melalui pemilihan umum. sedangkan dalam sistem parlemen para menteri dipimpin oleh seorang perdana menteri. rangka Restrukturisasi parlemen di Indonesia menjadi dua kamar telah diadopsi.lembaga perwakilan rakyat sudah cukup dilakukan oleh DPR. 2. membuat perdamaian. Memberikan persetujuan kepada presiden untuk menyatakan perang. dan perjanjian dengan negara lain. maka dinilai telah menghilangkan satu pilar penting dalam sistem ketatanegaraan kita yang justru perlu dilestarikan. menghimpun. B. 1. 2. APBN. para menteri merupakan pembantu presiden dan langsung dipimpin olehnya. 2. bahwa jika MPR ditiadakan atau hanya sekedar dianggap nama dari parlemen dua kamar (bicameral). mengajukan pertanyaan. menampung. yang keduanya secara bersama-sama dapat disebut sebagai MPR. atau Presiden beserta menteri-menterinya. 8. yakni melakukan penyelidikan terhadap kebijakan pemerintah yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang undangan. menyampaikan usul dan pendapat. membela diri. Menyerap. ikut dalam pembahasan dan memberikan pertimbangan yang berkaitan dengan bidang legislasi tertentu. sementara pihak lain menginginkan MPR tidak dibubarkan. Dan menyatakan pendapat diluar institusi. Salah satu keberatan pihak yang mempertahankan keberadaan MPR berargumen. serta hak protokoler. Membahas dan memberikan persetujuan peraturan pemerintah pengganti UU. Perbedaan keduanya terletak pada hakikat kepentingan yang diwakili masing-masing. Tugas utama lembaga Eksekusif adalah menjalankan undang-undang. DPD DPD merupakan lembaga baru dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Memberikan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang tertentu. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuanagan negara yang disampaikan oleh BPK. Pengajuan usul. Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD. 3. Membentuk UU yang dibahas dengan presiden untuk mendapat persetujuan bersama. dan pengawasan. Dalam negara demokrasi kemauan negara dinyatakan melalui undang-undang. Kekuasaan eksekusif mencakup beberapa bidang sebagai berikut . Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan menginstruksikannya dalam pembahasan. hak imunitas. DPR dimaksudkan untuk mewakili rakyat. Kekuasaan Eksekusif dimaknai sebagai kekuasaan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kemauan negara dan pelaksanaan UU. sedangkan prinsip perwakilan dianggap tercermin dalam kelembagaan DPR. Prinsip permusawaratan tercermin dalam kelembagaan MPR. seperti Raja. DPR DPR adalah lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat dan memegang kekuasaan membentuk UU. Lembaga Eksekusif Di negara-negara demokratis. 6. Perdana Menteri. 1. . 4. 5. dan menindaklanjuti aspirasi rakyat. Dalam sistem presidensial seperti di Indonesia. Dengan demikian resmilah pengertian dewan perwakilan di Indonesia mencakup DPR dan DPD. Keberadaan MPR mengandung nilai historis. lembaga eksekusif terdiri dari kepala negara. dan memiliki fungsi . Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU. karena jika kedudukannya sebagai suatu lembaga negara dihilangkan. Dalam menjalankan fungsinya. Diantara tugas dan wewenang DPR adalah . maka sila “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusawaratan” menjadi berubah. anggota DPR memiliki hak interpelasi. anggota DPR juga memilikimhak mengajukan RUU. 7. Dan DPR juga memilik hak angket. 3.

dan abolisi. Mengajukan rancangan UU kepada DPR. Menurut UUD 1945 kewajiban dan wewenang Mahkamah Konstitusi (MK) adalah sebagai berikut : 1. dan tata usaha negara. wewenang. Mahkamah Agung (MA) Mahkamah Agung (MA) adalah satu kekuasaan hakim di Indonesia. Memegang kekuasaan pemerintahaan menurut UUD. dan kedudukan antara presiden dan MPR adalah setara. menyelenggarakan perang. 2. 6. Mengajukan tiga orang hakim konstitusi. Mengangkat dan memberhentikan menteri. 5. 2. serta menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR. Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD. dan membuat peraturan.1. 4. Legislatif. Sebagai kepala negara presiden adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia. 1. Diplomatik. Memberikan pertimbangan dalam hal presiden memberi grasi dan rehabilitasi. Sedangkan kewaajiban. sebagai kepala pemerintah presiden dibantu oleh para menteri dalam kabinet. diperlukan sebuah lembaga khusus yang menangani sengketa tersebut. Yudikatif. Menetapkan peraturan pemerintah. Disamping perubahan mengenai penyelenggaraan kekuasaan kehakiman. lembaga ini bersifat mandiri. 2. Membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan DPR. 3. 3. serta prilaku hakim. Berdasarkan perubahan tersebut ditegaskan bahwa kekuasaan kehakiman dilaksanakan pertama oleh mahkamah agung dan badan peradilan yang ada dibawahnya dalam lingkungan peradilan umum. dan menyelenggarakan administrasi negara. dan tanda kehormatan lainnya yang diatur dengan UU. Mahkamah Konstitusi (MK) Sedangkan Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan lembaga baru yang diperkenalkan oleh perubahan ketiga UUD 1945 atau setelah amandemen. Kedua oleh mahakamah konstitusi. 2. yakni memberi grasi. Memberi gelar. yang disebut Mahkamah Konstitusi (MK). agama. dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung. dan hak presiden ialah sebagai berikut : 1. karena tidak ada lagi lembaga tertinggi negara. Dalam ketatanegaraan di Indonesia. Maka apabila terjadi persengketaan antar lembaga tinggi negara. melakukan pembahasan dan memberikan persetujuan atas RUU bersama DPR. Setelah amandemen presiden tidak lagi bertanggung jawab kepada MPR. memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang . Menurut UUD 1945 kewajiban dan wewenanag Mahakamah Agung (MA) adalah sebagai berikut : 1. dan udara. militer. yakni melaksanakan UU serta peraturan-peratuiran lain. 5. sebagaimana tercantum dalam UUD 1945. dan memepunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh undang-undang. tanda jasa. 8. 3. amnesti. 9. serta mengesahkan RUU menjadi UU. bahwa kekuasaan eksekusif dilakukan oleh presiden yang dibantu oleh wakil presiden dalam menjalankan tugasnya. Mengangkat duta dan konsul. dan sebagainya. dan juga mempunyai wewenang lain dalam rangka menegakkankehormatan. rehabilitasi. Administratif. menguji peraturan pada perundang-undangan dibawah undang-undang. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. Militer. amnesti. bahawa kekuasaan kehakiman di Indonesia dilakukan oleh Mahkamah Agung Mahkamah Konstitusi. Memberi grasi. Salah satu yang menyebabkan lahirnya lembaga ini adalah. yaitu Komisi Yudisial (KY). sesuai dengan UUD 1945 setelah amandemen. 7. yakni mengatur angkatan bersenjata. yakni menyelenggarakan hubungan diplomatik dengan negara-negara lain. 4. Memegang kekuasaan tertinggi atas angkatan darat. keluhuran martabat. Lembaga Yudikatif Amandemen UUD 1945 telah membawa perubahan kehidupan ketatanegaraan dalam pelaksanaan kekuasaan kehakiman. laut. C. yakni membuat rancangan UU yang diajukan kelembaga legislatif. UUD 1945 juga mengintroduksi suatu lembaga baru yang berkaitan dengan penyelenggaraan kekuasaan kehakiman.

karena itu hubungan kerja BPK dan parlemen sangatlah erat. memutuskan pembubaran partai politik. pengawasan. Hakim Mahkamah Konstitusi. Simpulan Sebelum perubahan UUD 1945. militer. Memeriksa tanggung jawab keuangan negara dan memberitahukan hasil pemeriksaan kepada DPR. Memberi putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden atau wakil presiden menurut UUD 1945. BPK. BPK pada pokoknya lebih dekat menjalankan fungsi parlemen.agama. Fungsi Yudikatif : yaitu melakukan tuntutan perbendeharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap pegawai negeri yang perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya. 2. Hakim pada badan peradilan disemua lingkungan peradilan yang berada dibawah mahkamah agung. MK. seperti peradilan umum. 2. alat-alat kelengkapan negara lembaga kepresidenan. 2. MA. BPK mempunyai tugas dan wewenang yang sangat strategis. yakni : 1. yaitu sebagai lembaga tinggi negara yang memiliki korelasi satu sama lain dalam menjalankan fungsi check and balances antar lembaga tinggi tersebut. dan kekuasaan kehakiman. Setelah amandemen keseluruhan terhadap UUD 1945. dan kekayaan negara. Dibentuknya komisi yudisial dalam struktur kehakiman di Indonesia. yakni MPR.[2] BAB III PENUTUP A. dan kemungkinan pemberhentian hakim. BPK mempunyai tiga fungsi pokok. DPD. Fungsi Rekomendatif : yaitu memberikan pertimbangan kepada pemerintah tentang pengurusan keuangan negara. keluhuran martabat. 3. Fungsi Operatif : yaitu melakukan pemeriksaan . serta prilaku hakim dalam rangka mewujudkan kebenaran dan keadilan berdasarkan ketuhanan yang maha esa. Dari tugas dan wewenang tersebut. Hakim Agung dan Mahkamah Agung. dan memutuskan perselisihan tentang hasil pemilihan umum. karena menyangkut aspek yang berkaitan dengan sumber dan penggunaan anggaran serata keuangan negara yaitu : 1. DPR. BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri. Reformasi ketatanegaraan di Indonesia terkait dengan lembaga kenegaraan sebagai hasil dari proses Amandemen UUD 1945 dapat dilihat pada tugas pokok dan fungsi lembaga tersebut yang . dan DPD. DPRD. Dalam menjalankan tugasnya komisi yudisial melakukan pengawasan terhadap : 1. dalah agar warga masyarakat diluar lembaga struktur resmi lembaga parlemen dapat dilibatkan dalam proses pengangkatan . 3. DPA. MPR. KY. Komisi Yudisial (KY) Komisi Yudisial (KY) adalah lembaga negara yang bersifat mandiri dan dalam pelaksanaan wewenangnya bebas dari campur tangan atau pengaruh kekuasaan lainnnya. D. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sesuai dengan fungsinya sebagai badan pemeriksa keuangan.kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. serta menimbulkan kerugian bagi negara. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga dan menegakkan kehormatan . penilaian kinerja. Bahkan BPK bisa dikatakan mitra kerja yang erat bagi DPR. dan BPK. kelengkapan atau kelembagaan negara menjadi delapan. dan badan peradilan lainnya. BPK adalah lembaga negara yanag mempunyai wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. DPR. 3. posisi masing-masing lembaga setara. dan penelitian atas penguasaan dan pengurusan keuanga negara. PRESIDEN. 2. terutama dalam mengawasi kinerja pemerintahan yang berkenaan dengan soal keuangan. 3. Memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara. Menurut UUD 1945. Memeriksa semua pelaksanaan APBN.

Jakarta 2009. Bandung. 1999. 1999. Pendidikan Kewarganegaraan. Menuju masyarakat madani. Remaja Roskarya. Jakarta. Demokrasi dan Sivil Society. Ridwan. Dr.html http://sahabatdaniel.com/2011/12/lembaga-lembaga-negara-sesudah. Jakarta. marilah kita tumbuhkan rasa Nasionalisme dan Patriotisme kita. 1999. 1999.html http://zridoangk. Eksekusif.dikelompokan dalam kelembagaan Legeslatif. Ø Azyumardi Azra. Prof. masyarakat madani pemikiran : teori dan relevanismenya dengan cita-cita reformasi. Adi Suryadi. B. http://zenuciha.blogspot. Komarudin Hidayat. Jakarta. LP3ES.html . Raja Grafindo Persada. M.blogspot. Kencana Prenada Media Group. LSAF.com/2009/03/tugas-dan-wewenang-lembaga-tinggi.blogspot. Ø Hikam . Dr. Dr. Himbauan Dengan mengetahui lembaga-lembaga negara serta fungsi dan wewenangnya. Ø Deden. Pembangunan Masyarakat Madani dan Tantanmgan Demokratisasi di Indonesia. Yudikatif. dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagaimana akan dijelaskan dibawah ini.com/2010/10/peranan-fungsi-serta-hubungan-dpr-dan. DAFTAR PUSTAKA Ø Azyumardi Azra. Muhammad. Prof. Prof. Ø Culla. dan Nurjulianti.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful