MAKALAH TEORI BELAJAR PEMROSESAN INFORMASI

KELOMPOK 1 Khamid Sirojul Munir Erlin Winarni Nur Maulidatul I Arinta Priliana P Ahmad Alfian R Y 44014110 4401411089 4401411094 44014111 44014111

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012

Tentu saja dalam proses belajar terdapat teori-teori yang memunculkan adanya belajar. kita sebagai insan tak bisa bertolak dengan adanya teori belajar yang telah ada sebelumnya.BAB I PENDAHULUAN A. Era globalisasi telah membawa berbagai perubahan yang memunculkan adanya teori – teori belajar yang baru guna menyempurnakan teori – teori yang telah ada sebelumnya. Bagaimana sejarah teori belajar ? 2. Proses belajar terjadi berkat siswa mempelajari sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. LATAR BELAKANG Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Akan tetapi. para ilmuwan terus mengembangkan teori – teori belajar sebagai temuan mereka untuk mengembangkan pemikiran belajar mereka. dalam hal ini. RUMUSAN MASALAH 1. benda-benda atau hal-hal yang dijadikan bahan belajar. Pengertian dari belajar sangat beragam. penulis akan mengkaji salah teori belajar pemrosesan informasi. B. Sebagaimana kita ketahui bahwa belajar merupakan hal yang penting dalam bidang pendidikan. Dari zaman dahulu. Dengan bermunculnya teori – teri yang baru akan menyempurnakan teori – teori yang sebelumnya. Bahkan. Sebagai tindakan. tentunya setiap teori belajar memiliki keistimewaan tersendiri. Lingkungan yang dipelajari oleh siswa berupa keadan alam. Berbagai teori belajar dapat dikaji dan diambil manfaat dengan adanya teori tersebut. Tindakan belajar dari suatu hal tersebut nampak sebagai perilaku belajar yang nampak dari luar. banyak dari para ahli yang mengartikan secara berbeda-beda definisi dari belajar. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Bagaimana teori belajar pemrosesan informasi ? . tak jarang dalam setiap teori belajar juga terdapat kritikan – kritikan untuk penyempurnaan teori tersebut.

. khususnya teori belajar pemrosesan informasI. MANFAAT Dengan disusunnya makalah ini. TUJUAN Adapun tujuan dengan disusunnya makalah ini adalah untuk menambah wawasan pengetahuan mahasiswa / mahasiswi tentang pemikiran teori belajar pemrosesan informasi.C. D. diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita mengenai teori – teori belajar yang ada saat ini.

SEJARAH TEORI BELAJAR .BAB II PEMBAHASAN A.

Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera. MEMORI INFORMA SI JANGKA PENDEK INPUT SENSORY REGISTER INITIAL PROCESSI NG SISWA DIBERI KESEMPATAN UNTUK PENGUATAN (KEGIATAN) LUPA TIDAK ADA RESPON MEMORI JANGKA PANJANG Skema teori belajar pemrosesan informasi Komponen pertama dari sistem memori yang dijumpai oleh informasi yang masuk adalah registrasi penginderaan. dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak. Teori belajar pemrosesan informasi lebih menekankan bahwa dalam belajar akan terjadi peoses pemaknaan di otak peserta didik terhadap informasi yang dipelajari. Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. mengapa seseorang cepat lupa terhadap suatu informasi. Dengan teori ini dapat dijelaskan mengapa seseorang dapat memahami suatu informasi.B. penyimpanan. TEORI PEMROSESAN INFORMASI Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan. Registrasi penginderaan menerima sejumlah besar informasi dari indera dan .

bertahan dalam waktu sangat singkat.Memori jangka pendek adalah sistem penyimpanan informasi dalam jumlah terbatas hanya dalam beberapa detik. Memori jangka panjang dibagi menjadi tiga bagian: 1.Informasi yang dipersepsi seseorang dan mendapat perhatian. Interpretasi seseorang terhadap rangsangan dikatakan sebagai persepsi. Memori jangka panjang merupakan bagian dari system memori tempay menyimpan informasi untuk periode panjang. Memori semantic. yaitu bagian memori jangka panjang yang menyimpan gambaran dari pengalaman-pengalaman pribadi kita. Kedua. maka dengan cepat informasi itu akan hilang. Ketiga komponen tersebut adalah : 1. Pertama. karena persepsi dipengaruhi status mental. Memori episodik. orang harus menaruh perhatian pada suatu informasi bila informasi itu harus diingat. kapasitas. yaitu memori jangka pendek. Komponen pemrosesan informasi dipilah berdasarkan perbedaan fungsi. .menyimpannya dalam waktu yang sangat singkat. seseorang memerlukan waktu untuk membawa semua informasi yang dilihat dalam waktu singkat masuk ke dalam kesadaran. tidak lebih dari dua detik. Memori procedural adalah memori yang menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu. serta proses terjadinya “lupa”. Persepsi dari stimulus tidak langsung seperti penerimaan stimulus. Sensory Receptor (SR) Sensory Receptor (SR) merupakan sel tempat pertama kali informasi diterima dari luar. motivasi. Satu cara untuk menyimpan informasi dalam memori jangka pendek adalah memikirkan tentang informasi itu atau mengungkapkannya berkali-kali. pengetahuan. yaitu suatu bagian dari memori jangka panjang yang menyimpan fakta dan pengetahuan umum. pengalaman masa lalu. dan banyak faktor lain. Bila tidak terjadi suatu proses terhadap informasi yang disimpan dalam register penginderaan. Di dalam SR informasi ditangkap dalam bentuk aslinya. 3. bentuk informasi. akan ditransfer ke komponen kedua dari sistem memori. dan informasi tadi mudah terganggu atau berganti. 2. Keberadaan register penginderaan mempunyai dua implikasi penting dalam pendidikan.

Menyajikan bahab perangsang . Reigeluth dan Stein (1983) mengatakan pengetahuan ditata didalam struktur kognitif secara hirarkhis. sampai informasi yang diinginkan diperoleh. 1) berisi semua pengetahuan yan telah dimiliki individu. Persoalan lupa pada tahapan ini disebabkan oleh kesulitan atau kegagalan memunculkan kembali informasi yang diperlukan. dari informasi yang paling umum dan inklusif ke informasi yang paling umum dan rinci. Working Memory (WM) Working Memory (WM) diasumsikan mampu menangkap informasi yang diberi perhatian oleh individu. 2) mempunyai kapasitas tidak terbatas. 3) sekali informasi disimpan di dalam LTM ia tidak akan pernah terhapus atau hilang. upayakan jumlah informasi tidak melebihi kapasitas disamping melakukan pengulangan. Ausubel (1968) mengemukakan bahwa perolehan pengetahuan baru merupakan fungsi srtuktur kognitif yang telah dimiliki individu. Sembilan tahapan dalam peristiwa pembelajaran sebagai cara-cara eksternal yang berpotensi mendukung proses-proses internal dalam kegiatan belajar adalah: 1. dan diakhiri dengan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan (retrieval). Long Term Memory (LTM) Long Term Memory (LTM) diasumsikan. diikuti dengan penyimpanan informasi (storage). Ingatan terdiri dari struktur informasi yang terorganisasi dan proses penelusuran bergerak secara hirarkhis. Artinya agar informasi dapat bertahan dalam WM. Karakteristik WM adalah memiliki kapasitas terbatas (informasi hanya mampu bertahan kurang lebih 15 detik tanpa pengulangan) dan informasi dapat disandi dalam bentuk yang berbeda dari stimulus aslinya. Memberitahukan tujuan pembelajaran kepada siswa 3. Teori belajar pemrosesan informasi mendeskripsikan tindakan belajar merupakan proses internal yang mencakup beberapa tahapan. 3. Menarik perhatian 2. Merangsang ingatan pada pra syarat belajar 4. Ini berarti pengetahuan yang lebih umum dan abstrak yang diperoleh lebih dulu oleh individu dapat mempermudah perolehan pengetahuan baru yang rinci Proses pengolahan informasi dalam ingatan dimulai dari proses penyandian informasi (encoding). Sejalan dengan teori pemrosesan informasi.2.

5. Penyajian pengetahuan memenuhi aspek c. Menilai unuk kerja 9. BAB III . Adanya transfer belajar pada lingkungan kehidupan yang sesungguhnya f. Memberikan bimbingan beljar 6. Memberikan balikan informative 8. Cara berpikir yang berorientasi pada proses lebih menonjol b. Balikan informative memberikan rambu-rambu yang jelas tentang tingkat unjuk kerja yang telah dicapai dibandingkan dengan unjuk kerja yang diharapkan. Kapabilitas belajar dapat disajikan lebih lengkap d. Kontrol belajar memungkinkan belajar sesuai irama masingmasing individu g. Meningkatkan retensi dan alih belajar keunggulan strategi pembelajaran yang berpijak pada teori pemrosesan informasi: a. Adanya keterarahan seluruh kegiatan belajar kepada tujuan yang ingin dicapai e. Mendorong unjuk kerja 7.

BAB III PENUTUP KESIMPULAN .

Semarang: Universitas Negeri Semarang FMIPA . Sigit.2009.Strategi Belajar Mengajar.DAFTAR PUSTAKA Saptono.