MAKALAH INTERAKSI SOSIAL

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Sosial

Disusun oleh: Adnana Husada Putra K8412001 Amalia Devi Evi Nurngaeni K8412004 K8412028

Kelas A

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN SOSIOLOGI ANTROPOLOGI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Tuhan sebaigai Khalifah di bumi ini, oleh karena itu manusia memiliki suatu yang khas dalam kehidupannya, salah satu kekhasan dari manusia adalah manusia diciptakan selain sebagai makhluk individu, ia juga diciptakan sebagai makhluk sosial. Insting dari makhluk atau manusia sosial inilah yang menyebaban manusia memiliki keinginan untuk selalu hidup bersama, karana manusia yang menurut Aris Toteles yaitu bahwa manusia adalah Zoon Politicom yaitu manusia sosial yang memiliki keinginan untuk selalu mengimbangi dirinya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Manusia dalam kehidupannya sebagai makhluk sosial ini menyebabkan manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang sepanjang hidupnya bersosialisasi dengan orang lain dalam proses interaksi. Interaksi sosial inilah yang menghasilkan banyak bentuk sosialisasi. Bisa berupa interaksi antar individu, interaksi individu dengan kelompok, dan interaksi antara kelompok. Sedangkan syarat terjadinya interaksi sosial adalah terjadi kontak sosial dan terjadi komunikasi. Maka dari itu dalam kehidupan kesehariannya manusia yang dikodratkan selain sebagai makhluk indivdu juga sebagai makhluk sosial tak bisa lepas dari yang namanya interksi sosial. Maka dari itu penulis dalam hal ini membicarakn mengenai interaksi sosial. Mengenai apa , bagaimana dan mengapa interaksi itu, akan dibahas dalam makalah ini.Manusia dalam hidup
bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial. .

1. Untuk mengetahui faktor pendorong dan pengghambat terjadinya interaksi sosial 4. Untuk mengetahui macam dari interaksi sosial 5. Apa saja syarat terjadinya interksi sosial? 3. Untuk mengetahui syarat terjadinya iteraksi sosial 3.4 Manfaat Penulisan 1. Untuk mengetahui pengertian interksi sosial 2. Bagi Pembaca Bisa dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi diri pada khususnya dan mengetahui dan menyadari bahwa sebenarnya manusia hidup itu sangat sering bersosialisasi. Apa saja pola-pola dari interaksi sosial? 5. Apa saja faktor yang mempengaruhi interaksi sosial? 4. 2. Untuk mengetahui bentuk interaksi sosial 1. . Bagi Penulis Menambah pengetahuan interaksi sosial.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Penulisan 1. Apa itu interaksi sosial? 2. sekaligus menambah wawasan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan interaksi sosial. Apa saja bentuk dari interaksi sosial? 1.

antara individu dengan kelompok. 2. ASTRID. Hasil interaksi sangat ditentukan oleh nilai dan arti serta interpretasi yang diberikan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi ini. maupun antara kelompok dengan kelompok lainnya. SUSANTO Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial.1 Pengertian Interaksi Sosial Berikut ini adalah pengertian dan definisi interaksi sosial menurut para ahli: 1. atau antara individu dan kelompok 5. GILLIN & GILLIN . BONNER Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih yang saling mempengaruhi.BAB II PEMBAHASAN 2. S. 4. antarkelompok. SOERJONO SOEKANTO Interaksi sosial merupakan dasar proses sosial yang terjadi karena adanya hubunganhubungan sosial yang dinamis mencakup hubungan antarindividu. mengubah. 3. atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. KIMBALL YOUNG & RAYMOND W. MACK Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antar individu.

antar kelompok atau antar individu dan kelompok. Jadi secara harfiah kontak social berarti “bersamasama menyentuh. individu dengan kelompok. Maka kontak social dapat terjadi walaupun dua pihak hanya saling berhadapan atau bertatap muka. dan kelompok dengan kelompok 6. chating dsb. . MURDIYATMOKO & HANDAYANI Interaksi sosial adalh hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial. jadi tercipta adanya hubungan timbal balik. MARYATI & SURYAWATI INteraksi sosial adalah kontak aau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu.Interaksi sosial adalah suatu hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu. sedangkan dalam gejala social tidak selalu berarti hubungan badaniah.” Secara fisik kontak sosial baru terjadi apabila terjadi hubungan badaniah. Kontak social adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial dan masing-masing pihak saling bereaksi meski tidak harus bersentuhan secara fisik. 2. dan dapat saling mempengaruhi antara keduanya atau sebaliknya. KONTAK SOSIAL Kontak sosial berasal dari bahasa latin ” con” atau “cum” yang artinya “bersama-sama” dan “tango” yang artinya “ menyentuh”. video call. 7.2 Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial Syarat mutlak terbentuknya hubungan interaksi sosial menurut Soerjono Soekamto. 1. tetapi ada yang mempergunakan alat bantu komunikasi seperti telepon. Pada zaman sekarang kontak sosial tidak selamanya bersifat langsung. Jadi yang dimaksud dengan interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu yang lain.

Antara orang perorangan dengan kelompok Misalnya sekelompok penjahat yang memeras sopir taksi c. Kontak sosial dapat terjadi dalam tiga bentuk antara lain : a. Macam-macam Kontak social Dalam kehidupan sehari-hari dikenal beberapa macam kontak social antara lain : .Non verbal / Non gestural Yaitu kontak sosial yang tidak mempergunakan kata-kata atau bahasa melainkan dengan isyarat.Verbal / gestural Yaitu kontak yang terjadi melalui saling menyapa. Kontak sosial dapat bersifat positive dan dapat bersifat negative Kontak social yang bersifat positive mengarah pada kerjasama.Antar orang-perorangan Misalnya seorang ibu yang sedang menimang-nimang anaknya dengan penuh kasih saying b.Antara kelompok dengan kelompok lainnya Misalnya dua klub bola basket sedang bertanding. bau parfum dll. atau berjabat tangan 2.Kontak sosial dapat terjadi melalui dua cara yaitu sbb : 1.Misalnya kedipan mata. Misalnya Ketika Novita bertemu dengan Clara dan saling melempar senyuman akan terjadi suasana yang menyenangkan (bersifat positive). akan tetapi apabila Novita tersenyum dan Clara membalas dengan muka yang masam situasinya akan menjadi tidak menyenangkan (bersifat negative). lambaian tangan. saling berbicara. Adapun yang bersifat negative mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan suatu interaksi social.

Kontak langsung Yaitu kontak yang terjadi dimana pihak komunikator menyampaikan pesannya secara langsung kepada pihak komunikan melalui tatap muka (face to face) maupun melalui alat bantu media komunikasi Contoh : *Paidi mengedipkan matannya ketika bertemu dengan Minah gadis pujaan hatinya.Kontak tidak langsung Yaitu kontak sosial yang terjadi dimana pihak komunikator menyampaikan pesannya kepada pihak komunikan melalui perantara pihak ketiga.Kontak social menurut cara-cara yang dilakukan dapat dibagi menjadi dua yaitu : 1.a.Kontak Primer Yaitu Kontak sosial yang terjadi apabila komunikator berhubungan secara langsung dengan komunikan melalui tatap muka / face to face. *Seorang pasien berkonsultasi dengan dokter pribadinya melalui pesawat Telepon 2. .Kontak sekunder Yaitu kontak sosial yang terjadi apabila pesan dari komunikator disampaikan kepada komunikan melalui pihak ketiga atau melalui media komunikasi.Menurut proses terjadinya kontak social terdiri dari : 1. Contoh : guru Bimbingan konseling wawancara dengan siswa 2. Contoh : *Bento menyampaikan salamnya kepada Tina melalui Heni *Seseorang yang mengirimkan uang kepada saudaranya melalui jasa Kantor Pos b.

Komunikasi lebih ditekankan pada bagaimana pesannya itu diproses. Suatu proses komunikasi dikatakan komunikatif apabila pesan yang disampaikan diproses secara berdaya guna dan berhasil guna.Dalam prosesnya Kontak sekunder dapat dibedakan menjadi dua yaitu : (1) Sekunder langsung Yaitu kontak sosial yang dilakukan oleh pihak komunikator kepada pihak komunikan dengan menggunakan bantuan alat komunikasi langsung. radio. Contoh : Hendra menanyakan PR Matematika kepada Jono melalui HP (2) Kontak sekunder tidak langsung Yaitu kontak sosial yang dilakukan oleh pihak komunikator kepada pihak komunikan dengan bantuan pihak ketiga/perantara. memenuhi. atau melaksanakan keinginan si komunikator dengan baik. Berbeda dengan kontak social yang pengertiannya lebih ditekankan kepada orang atau kelompok yang berinteraksi. dan mudah dimengerti. Maka Komunikasi merujuk pada proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain yang dilakukan secara langsung maupun melalui alat bantu agar orang lain memberikan tanggapan atau respon tertentu. Orang yang menyampaikan komunikasi disebut komunikator sedangkan orang yang menerima komunikasi disebut komunikan. . Maka secara harfiah komunikasi berarti berhungan atau bergaul dengan orang lain. seperti telepon (HP). internet. rasional. efisien. Dikatakan berdaya guna apabila pesan disampaikan secara praktis. Proses komunikasi terjadi pada saat kontak sosial berlangsung. Dan dikatakan berhasil guna apabila pesan itu jelas maksud dan tujuannya sehingga komunikan menanggapi. televise. KOMUNIKASI Kata komunikasi berasal dari bahasa Latin “ communicare” yang berarti “berhubungan”. 2. Contoh : Amelia minta tolong kepada Bu Siska untuk menyampaikan pesannya kepada Bona putranya.

dan simpati. anggukan tanda setuju dll. 2. Dengan demikian komunikasi dapat menghasilkan kerja sama antar perorangan atau antar kelompok manusia. gerak-gerik badan. Imitasi adalah dorongan untuk meniru orang lain. hal ini akan menyulitkan komunikasi. .” Selain itu dalam komunikasi penguasaan bahasa juga memegang peranan yang sangat penting.misalnya senyum dapat ditafsirkan sebagai keramaha-tamahan dan sikap bersahabat. tetapi juga dapat menghasilkan suatu pertentangan akibat kesalahpahaman dan tidak mampu mengendalikan diri. Ada media atau alat yang digunakan dalam komunikasi 3. yaitu pengirim/komunikator (sender) dan penerima/komunikan (receiver) 2. atau sikap yang menunjukkan perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah maupun dalam keadaan tergabung. Dalam proses komunikasi terdapat unsure-unsur antara lain : 1. seperti faktor imitasi. Ada respon atau reaksi / umpan balik (feed back) dari pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi. Ada dua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi. 1996) bahwa yang melandasi interaksi sosial adalah faktor imitasi.Dengan demikian arti penting dari komunikasi adalah “seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain.Tarde (lihat Gerungan. Tafsiran tersebut dapat terwujud melalui pembicaraan. Empat faktor yang menjadi dasar proses interaksi sosial adalah sebagai berikut : • Faktor Imitasi Seperti yang dikatakan oleh G.3 Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor yang ada diluar individu. Ada pesan (message) atau persoalan yang dibahas bersama dalam komunikasi 4. Sebab jika kita tidak mengerti bahasa yang diucapkan oleh orang yang kita ajak bicara. sugesti. identifikasi.

baik yang datang dari diri sendiri. sedangkan yang . hal itu karena meskipun mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat atau dalam interaksi sosial. Dalam imitasi. orang yang mengimitasi keadaannya aktif. bahkan masyarakat itu baru menjadi masyarakat sebenarnya. (Hetero-sugesti) yaitu sugesti yang datang dari orang lain. sehingga faktor auto-sugesti di sini sangat berperan penuh.Menurut Tarde faktor imitasi ini merupan satu-satunya faktor yang melandasi interaksi sosial. namun imitasi bukan merupakan satu-satunya faktor yang mendasari interaksi sosial. Untuk mengadakan imitasi atau meniru ada faktor psikologi lain yang berperan yakni sikap menerima. mengagumi terhadap apa yang diimitasi . Peran sugesti dan imitasi dalam interaksi sosial hampir sama. • Faktor Sugesti Yang dimaksud dengan sugesti ialah pengaruh psikis. apabila manusia mulai mengimplementasi kegiatan manusia lainnya ( Tarde: Ia Societe e’est I’ imitation) Namun pendapat Tarde sekarang tidak diterima oleh masyarakat. karena itu imitasi tidak berlangsung dengan sendirinya. namun pada dasarnya keduanya berbeda. Misalnya seseorang sering merasa sakit walau secara objektif ia dalam keadaan sehat. sugesti yang datang dari dalam diri individu uang bersangkutan. Sugesti dibedakan menjadi dua yaitu: (1) Auto-sugesti: yaitu sugesti terhadap diri sendiri. yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritiik dari individu yang bersangkutan. Baik Auto-sugesti maupun Hetero-sugesti dalam kehidupan sehari-hari memegang peranan yang penting. seperti yang dikatakan oleh Gerungan (1966:36) Menurut Tarde. maupun yang datang dari orang lain. Masyarakat itu tiada lain dari pengelompokan manusia dari yang lain dan sebaliknya. tapi karena auto-sugesti orang tersebut merasa tidak dalam keadaan sehat.

diimitasi adalah pasif. dalam arti bahwa yang diimitasi tidak dengan aktif membenarkan apa yang dibuatnya. Misalnya anak yang belajar norma-norma sosial dari orang tuanya ditempuh dengan dua cara yaitu: pertama anak mempelajari dan menerima norma-norma sosilal itu karena orang tua dengan sengaja mendidiknya. dan kelompok dengan kelompok yang bersifat dinamis dan mempunyai pola tertentu. pendapa-pendapat dan sebagainya agar orang lain dapat menerima apa yang diberikannya itu. . Contoh: membantu orang lain yang terkena musibah hingga memunculkan emosional yang mampu merasakan orang yang terkena musibah tersebut. Sementara dalam sugesti orang dengan sengaja dan aktif membenarkan pandanagn-pandangan. 2. individu dengan kelompok.4 Pola-pola Interaksi Sosial Interaksi sosial merupakan suatu proses yang dapat memberikan pola interaksinya. • Faktor Identifikasi Yaitu istilang yang dikemukakan oleh Freud. yang artinya merupakan suatu dorongan untuk menjadi identik dengan orang lain. • Faktor Simpati Merupakan perasaan atau rasa tertarik pada orang lain. Pola interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1) Didasarkan atas kedudukan sosial (status) dan peranannya. Pola interkasi sosial merupakan bentuk jalinan interaksi yang terjadi antara individu dengan individu. Ke dua kesadaran akan norma-norma yang diperoleh anak dengan jalan identifikasi.

dan keadaan tertentu. Dimana setiap perilaku didasari kepentingan kelompok. seperti: jarak sosial. Berarti interaksi sosial dapat teriadi kapan dan dimanapun. perasaan simpati dan antipati. berdasarkan bentuknya. yaitu: 1) Pola interaksi individu dengan indiuidu Dalam mekanismenya.5 Bentuk-bentuk interaksi sosial Gillin dan gillin menggolongkan proses sosial yang muncul akibat dari adanya interaksi sosial menjadi dua jenis. institusi. 4) Tidak mengenal waktu. dan dapat berakibat positif atau negatif terhadap kehidupan masyarakat. baik yang mengarah pada kesempurnaan maupun kehancuran. 2) Pola ini merupakan bentuk hubungan antara individu dengan individu sebagai anggota suatu kelompok yang menggambarkan mekanisme kegiatan kelompoknya. dan segala akibat dari hubungan merupakan tanggung jawab bersama. interaksi ini dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan yang mengakibatkan munculnya beberapa fenomena. ras.2) Merupakan suatu kegiatan yang terus berlanjut dan berakhir pada suatu titik yang merupakan hasil dari kegiatan tadi. intensitas dan frekuensi interaksi. tempat. 3) Pola interaksi kelompok dengan kelompok Hubungan ini mempunyai ciri-ciri khusus berdasarkan pola yang tampak. Dari pola-pola tersebut. 3) Mengandung dinamika. yakni proses yang mengarah pada terwujudnya persatuan dan . dan agama. organisasi. termasuk juga di dalamnya perbedaan jenis kelamin dan usia. 2. diatur dengan tatacara yang ditentukan kelompoknya. interaksi sosial dapat diklasifikasikan menjadi tiga pola. Pola interaksi antar kelompok dapat terjadi karena aspek etnis. partai. Artinya dalam proses interaksi sosial terdapat berbagai keadaan nilai sosial yang diproses. dan lainnya.

yaitu : 1. b. Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lainnya. keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik. Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). Berdasarkan sifatnya a. Kerja sama kontrak (contractual cooperation). c. yaitu kerjasama sebagai hasil dari perintah atasan kepada bawahan atau penguasa terhadap rakyatnya.integrasi sosial (asosiatif) dan proses oposisi yang berarti cara berjuang untuk melawan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu (disosiatif). Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima. yang disepakati bersama. yaitu kerjasama atas dasar syarat-syarat atau ketetapan tenentu.Cooley : ”kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingankepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut. Berikut adalah bentuk-bentuk dari asosiatif : a) Kerja Sama (cooperation) Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama tersebut berkembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. Fungsi Kerjasama digambarkan oleh Charles H. yaitu kerjasama yang terjadi secara sertamerta. Asosiaatif Asosiatif merupakan bentuk interaksi yang akan mendorong terciptanya pola keteraturan sosial. kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna” Bentuk kerja sama dapat dibagi menjadi dua. Kerja sama langsung (directed cooperation). Kerja sama spontan (spontaneus cooperation). . A. Dalam perkembangan selanjutnya.

Berdasarkan pelaksanaannya a. yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek tertentu. yaitu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dan dua organisasi atau lebih. b) Akomodasi Akomodasi (accomodation) dalam sosiologi memiliki dua pengertian. e. Akomodasi mempunyai beberapa bentuk. pembuatan jalan layang Pasopati di Bandung. pelaksanaan politik organisasi sebagai satu-satunya cara untuk menghindari konflik yang bisa mengguncang organisasi. yaitu kerjasama sebagian atau unsur- unsur tertentu dari sistem sosial. 2. Contoh: amandemen terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. b. yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antara Kooptasi. akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Kerukunan atau gotong royong bargaining. Koalisi. Maksudnya. c. sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan. Contoh: pengeboran minyak di Natuna antara Indonesia dengan Amerika.d. yaitu kerja sama antara dua organisasi atau lebih yang keduanya mempunyai tujuan yang sama. Joint-venture. yaitu sebagai berikut: . Tetapi. Sedangkan akomodasi sebagai suatu proses menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan. Kerja sama tradisional (traditional cooperation). yaitu menggambarkan suatu keadaan dan proses. pada koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil karena mereka memiliki strukturya masing-masing. mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi yang menggambarkan suatu keadaan berarti adanya keseimbangan interaksi sosial yang berkaitan dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Contoh: koalisi antara dua partai politik. d. Menurut Gillin dan Gillin.

Contoh: dalam sistem perbudakan atau penjajahan. yaitu bentuk akomodasi untuk mempertemukan keinginan- keinginan dari pihak-pihak yang bertikai untuk tercapainya kesepakatan bersama. Sikap dasar untuk melaksanakan kompromi adalah semua pihak bersedia untuk merasakan dan memahami keadaan pihak lainnya. Konsiliasi bersifat lebih lunak dan membuka kesempatan kepada pihak-pihak yang bertikai untuk mengadakan asimilasi. 5) Konsiliasi (conciliation). 6) Toleransi (toleration). yaitu bentuk akomodasi apabila pihak-pihak yang berselisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri. Kadang-kadang toleransi terjadi secara tidak sadar dan tanpa direncanakan karena adanya keinginan-keinginan untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari perselisihan yang saling . Contoh: Perjanjian antara Indonesia dengan Malaysia tentang batas wilayah perairan. Namun. Berarti. pihak ketiga yang bertindak sebagai penengah bersikap netral dan tidak mempunyai wewenang untuk memberi keputusan-keputusan penyelesaian perselisihan antara kedua belah pihak. terjadi penguasaan (dominasi) suatu kelompok atas pada kelompok yang lemah. 4) Mediasi (mediation). RI hanya menjadi fasilitator. Contoh: panitia tetap penyelesaian masalah ketenagakerjaan mengundang perusahaan dan perwakilan karyawan untuk menyelesaikan pemogokan. 3) Arbitrasi (arbitration). yaitu bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agat tercapai suatu penyelesaian. sehingga dilakukan melalui pihak ketiga. yaitu bentuk akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak pihak tertentu terhadap pihak lain yang lebih lemah. sedangkan keputusan mau berdamai atau tidak tergantung niat baik masing-masing faksi yang bertikai. yaitu bentuk akomodasi yang terjadi tanpa persetujuan yang resmi. 2) Kompromi (compromise).1) Koersi (coercion). Contoh: mediasi pemerintah RI untuk mendamaikan faksi-faksi yang berselisih di Kamboja. yaitu suatu bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitrasi. Pihak ketiga di sini dapat ditunjuk oleh dua belah pihak atau oleh suatu badan yang dianggap berwenang. Contoh: pertentangan antara karyawan dan pengusaha. diselesaikan melalui serikat buruh serta Departemen Tenaga Kerja sebagai pihak ketiga.

menrugikan kedua belah pihak. Contoh: umat yang tidak berpuasa pada bulan Ramadhan. tetapi karena anak mereka saling menjalin cinta yang tidak mungkin dipisahkan. dan bukan ZEE. yaitu penyelesain masalah atau sengketa melalui pengadilan atau jalur hukum. yaitu bentuk akomodasi ketika kelompok yang bertikai mempunyai kekuatan yang seimbang. sehingga per-tentangan atau ketegangan antara keduanya akan berhenti dengan sendirinya. Lalu keduanya sadar bahwa tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur. 7) Stalemate. 3) Menghindarkan persaingan yang dapat merugikan salah satu pihak. tidak makan di sembarang tempat. Contoh: adanya persengketaan Indonesia-Australia tentang batas ZEE berakhir setelah dilakukan pembagian eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi di Cclah Timor. yaitu bentuk akomodasi yang merupakan untuk mengakhiri suatu pertentangan dengan cara mengalihkan perhatian pada objek bersama. 8) Ajudikasi (adjudication). dapat disimpulkan bahwa akomodasi memiliki fungsi dan tujuan sebagai berikut : 1) Mencegah timbulnya pertentangan untuk sementara waktu. 2) Mengurangi pertentangan yang telah terjadi akibat adanya perbedaan faham. 9) Displacement. 10) Konversi. Dari bentuk-bentuk akomodasi tersebut. 4) Mengkoordinasikan pihak—pihak yang berbeda pendapat agar tidak mengarah pada pertentangan. 6) Mengusahakan peleburan antara kelempok-kelompok sosial yang terpisah. . Persengketaan yang terjadi karena keberadaan sumberdaya alam. 5) Memungkinkan terjadinya kerja sama antar kelempok sosial. Contoh: Persengketaan tanah warisan yang diselesaikan di pengadilan. Contoh: dua keluarga besar bermusuhan karena perbedaan prinsip. yaitu bentuk akomodasi dalam menyelesaikan konflik dimana salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain. Contoh: pcrsaingan antara Blok Barat dan Blok Timur Eropa berhenti dengan sendirinya tanpa ada pihak yang kalah ataupun menang. sikap permusuhan pun luluh dan bersedia saling menerima pertunangan anak-anaknya.

Gillin dan Gillin menjelaskan bahwa suatu proses sosial dikategorikan pada asimilasi apabila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. Selain persyaratan di atas. 3) Setiap orang sebagai kelompok melakukan interaksi secara langsung dan intensif secara terus-menerus. Artinya. proses asimilasi akan berjalan lancar apabila ditunjang oleh faktorfaktor berikut : Sikap toleransi 1) Kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi 2) Sikap menghormati dan menghargai orang asing dan kebudayaannya 3) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat 4) Persamaan dalam unsur—unsur kebudayaan universal . 8) Menghasilkan sintesis atau titik temu antara yang berbeda pendapat agar menghasilkan suatu pola baru yang disepakati bersama. 2) Terjadi pergaulan antar individu atau kelompok secara intensif dalam waktu yang relatif lama. Artinya. sikap. 2) Mempererat kesatuan tindakan. 4) Setiap individu melakukan identifikasi diri dengan kepentingan bersama. menyesuaikan kemauannya dengan kemauan kelompok. 1) Berkurangnya perbedaan karena adanya usaha-usaha untuk mengurangi dan menghilangkan perbedaan antara orang atau kelompok. 3) Kebudayaan masing-masing kelompok tersebut saling berubah dan menyesuaikan diri. sehingga perbedaan-perbedaan yang ada akan hilang atau melebur menjadi satu. asimilasi terjadi setelah melalui tahap kerjasama dan akomodasi. Asimilasi dapat terbentuk apabila terdapat tiga persyaratan berikut : 1) Terdapat sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda. Demikian pula antara kelompok yang satu dengan kelompok lain. c) Asimilasi Asimilasi (assimilation) berarti proses penyesuaian sifat-sifat asli yang dimiliki dengan Sifat-sifat lingkungan sekitar. dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama. Asimilasi merupakan proses sosial tahap lanjut atau tahap penyempurnaan.7) Memberikan gambaran atau pedoman agar perencanaan perubahan sosial disesuaikan dengan situasi dan kcndisi masyarakat.

karena tidak bisa menggunakannya maka pekerjaan akan menjadi lebih lama dari mesin tik. musik Melayu bertemu dengan musik Spanyol menghasilkan musik keroncong. rasialisme. akulturasi tersebut akan relatif lebih cepat. kerja keras sangat diperlukan dalam mayarakat modern. Contoh: Candi Borobudur merupakan perpaduan kebudayaan India dengan kebudayaan Indonesia. Akulturasi bisa terjadi dalam waktu yang relatif lama apabila masuknya melalui proses pemaksaaan. 6) Adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan-pertentangan pribadi. apartheid. Contoh: dengan menggunakan komputer dapat memudahkan pekerjaan dari pada penggunaan mesin tik. Sebaliknya. Padahal. . 3) Adanya prasangka negatif atau adanya perasaan takut terhadap pengaruh kebudayaan baru yang dihadapi. d) Akulturasi Akulturasi (acculturation) adalah berpadunya unsur-unsur kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru. Contoh: etnosentrime. 2) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi. sehingga kelompok tersebut memisahkan diri dan menjadikan jarak yang semakin jauh. atau sikap menutup diri (isolasi). 4) Adanya perasaan bahwa kebudayaan kelompok tertentu lebih tinggi dari pada kebudayaan kelompoknya. Lamanya proses akulturasi sangat tergantung pada persepsi masyarakat setempat terhadap budaya luar yang masuk. warna kulit atau rambut. adapula faktor-faktor yang menjadi penghambat terjadinya asimilasi adalah sebagai berikut : 1) Terisolasinya kehidupan suatu kelompok tertentu dalam masyarakat. 5) Adanya perbedaan ciri-ciri fisik. Akan tetapi.5) Perkawinan campuran antara kelompok yang berbeda budaya 6) Adanya musuh bersama dari luar Sebaliknya. apabila masuknya melalui proses damai. seperti tinggi badan. Contoh: kehidupan suku pedalaman Baduy. Contoh: kerja keras dapat menjadikan sikap orang menjadi serakah. 7) Adanya gangguan golongan minoritas terhadap golongan yang berkuasa. Contoh: adanya gangguan golongan minoritas Jepang yang tinggal di Amerika setelah penyerangan pangakalan Angkatan Laut Amerika Serikat Pearl Harbor oleh tentara Jepang pada tahun 1941. tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaannya yang asli.

ketidakpastian. penolakan. Hasil dari suatu persaingan akan diterima dengan kepala dingin oleh berbagai pihak yang bersaing. Karena itu. tanpa ada rasa dendam. persaingan sangat baik bagi Anda untuk meningkatkan prestasi. Misalnya. Penyebab . masing—masing pihak telah menyadari akan ada yang menang dan kalah. Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang sama-sama menuntut dipenuhi. Menyalurkan kepentingan serta nilai-nilai dalam masyarakat. menimbulkan konflik. Disosiatif Walaupun proses sosial ini kurang mendorong terciptanya keteraturan sosial. ada juga manfaatnya demi tercipta suatu keteraturan sosial. Persaingan terjadi apabila beberapa pihak menginginkan sesuatu yang jumlahnya sangat terbatas atau sesuatu yang menjadi pusat perhatian umum. Karena sejak awal. persaingan dilakukan secaea sehat atau sportif. Persaingan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut : a. Persaingan dilakukan dengan norna dan nilai yang diakui bersama.B. misalnya untuk menjadi juara kelas. Proses disosiatif dapat dibedakan ke dalam tiga bentuk sebagai berikut : 1) Persaingan Persaingan (Competition) merupakan suatu proses sosial ketika berbagai pihak saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. 2) Kontravensi Kontravensi (contravension) merupakan proses sosial yang ditandai adanya ketidakpuasan. Dengan kata lain. dan penyangkalan terhadap kepribadian seseorang atau kelompok yang tidak diungkapkan secara terbuka. kemampuannya. keraguan. Walau demikian. dalam sepakbola dikenal istilah fair play. terutama yang Menyeleksi individu yang pantas memperoleh status dan peran yang sesuai dengan padahal sulit dipenuhi semuanya secara serentak. agar tidak sampai terjadi perselisihan secara terbuka. Sehingga kecil kemungkinan persaingan menggunakan kekerasan atau ancaman. b. c. Bahkan cenderung ke arah oposisi yang berarti cara yang bententangan dengan seseorang ataupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Kontravcnsi adalah sikap menentang secara tersembunyi. Contoh: persaingan 12 besar para penyanyi dalam acara Akademi Fantasi Indonesia (AFI) yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta.

khianat. b. 3) Pertikaian Pertikaian merupakan proses sosial bentuk lanjut dari kontravensi. Akibat positif dari adanya kontravensi yang mengarah pada terjadinya keteraturan sosial. memaki melalui Surat selebaran. Dalam diskusi ilmiah misalnya pada suatu seminar-seminar tentang permasalahan tertentu. bahkan mereka merasa lebih erat dan siap berkorban demi kelompoknya untuk menghadapi ancaman yang datang dari luar. e. memfitnah.kontravensi antara lain perbedaan pendirian antara kalangan tertentu dengan kalangan lain dalam masyarakat. atau mencerca. contoh: penolakan. Menambah rasa memiliki/kesatuan yang kuat (solidaritas) dalam kelompok. protes. subversi. melainkan secara psikologis. penyebaran desas-desus. Misalnya adanya pertentangan antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya maka rasa persatuan atau memiliki kelompok akan lebih kuat dari masing-masing anggotanya. perselisihan sudah bersifat terbuka. Dalam hal ini. c. sehinga dapat ditemukan pendapat atau pilihan-pilihan yang lebih kuat sebagai jalan keluar suatu pemecahan masalah yang di seminarkan tersebut. contoh: mengejutkan pihak lawan. provokasi. b. Perang dingin merupakan kontravensi karena tujuannya membuat lawan tidak tenang atau resah. Kontravensi sederhana. atau bisa juga dengan pendirian masyarakat. Kontravensi intensif. gangguan. antara lain: a. Menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker. Mendorong adanya perubahan atau memperbaiki kelemahan-kelemahan sehingga memiliki sesuatu yang lebih benar dan baik lagi. dan intimidasi. contoh: menyangkal pernyataan orang di depan umum. Kontravensi taktis. Sebab. Kontravensi umum. d. biasanya perbedaan pendapat justru diharapkan untuk melihat kelemahan-kelemahan suatu pendapat. Melawan secara psikologis merupakan hal yang tersembunyi (tidak terbuka). perlawanan. Semakin tajam perbedaan mengakibatkan amarah dan rasa benci . lawan tidak diserang secara fisik. terdapat lima bentuk kontravensi sebagai berikut : a. c. Pertikaian terjadi karena semakin tajamnya perbedaan antara kalangan tertentu dalam masyarakat. mengancam pihak lawan. Kontravensi rahasia. contoh: pembocoran rahasia. contoh: penghasutan.

Perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok. konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan yang sulit didamaikan. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula. Konflik politik . dan keyakinan. Konflik dalam cakupan kecil misalnya konflik dalam keluarga.yang mendorong tindakan untuk melukai. Konflik pribadi Konflik antar kelas sosial Konflik internasional b. Konflik memiliki bentuk-bentuk khusus. adat istiadat. c. e. d. Sebagai proses sosial. Namun. c. Pertikaian jelas sekali mengarah pada disintegrasi antar individu maupun kelompok. 4) Konflik Pertentangan atau konflik (conflict) adalah suatu perjuangan individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman dan kekerasan. entah dalam cakupan kecil ataupun besar. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya konflik adalah sebagai berikut : a. pengetahuan. Perbedaan tersebut antara lain menyangkut ciri fisik. Pengertian konflik yang paling sederhana adalah saling memukul (configere). Konflik merupakan situasi wajar dalam setiap masyarakat. diantaranya sebagai berikut : a. menghancurkan atau menyerang pihak lain. diantaranya menyangkut bidang ekonomi. Dalam definisi yang lebih luas. politik. sedangkan konflik dalam cakupan besar misalnya konflik antargolongan atau antarkampung. di mana pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat. b. konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua pihak atau lebih. Konflik rasial d. tidak ada satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik. konflik tidak hanya berwujud pertentangan fisik semata. kepandaian. dan sosial. Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan. Bahkan.

Contoh: Konflik mengenai kebebasan informasi. Konfiik juga akan membawa akibat positif asalkan masalah yang dipertentangkan dan kalangan yang bertentangan memang konstruktif. Kalangan yang satu menghendaki bebasnya informasi. Adanya pertentangan dalam suatu kelompok atau organisasi sosial merupakan hal biasa. Perubahan kepribadian pada individu. Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang mengalai konflik dengan kelompok lain. Keretakan hubungun antara anggota kelompok. BAB III PENUTUP . Apabila dari pertentangan tersebut dapat dihasilkan kesepakatan. Artinya. c. Kedua kalangan sama-sama menginginkan masyarakat yang semakin berkualitas. misalnya akibat konflik antarsuku. Dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik. e. Hasil dan akibat suatu konflik adalah sebagui berikut : a. misalnya adanya rasa benci dan saling curiga akibat perang. maka akan terwujud integrasi yang lebih erat dari sebelumnya. d. b. dengan alasan melatih masyarakat untuk menyaring informasi secara mandiri.Konflik kadang-kadang diperlukan dalam suatu kelompok atau organisasi sosial. konflik itu sama-sama dilandasi kepentingan menjadikan masyarakat lebih baik. Kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia. Kalangan yang lain manghandaki adanya lembaga sensor karena khawatir adanya informasi yang tidak mendidik.

kontravensi. Ø Bentuk-bentuk interaksi sosial meliputi proses hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan.Kesimpulan Ø Interaksi sosial adalah hubungan-kontak sosial dan komunikasi. Ø Syarat-syarat terjadinya interaksi soisial adalah dengan adanya asosiatif (kerja sama. danasimilasi)dan disosiatif (persaingan. maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. antara kelompok-kelompok manusia. dan pertentangan). akomodasi. DAFTAR PUSTAKA .

wordpress. A. Bandung.Gerungan.A.. D.html http://harsosmanwedi. 1966. 1994. and Sears.O. S.com/rpp-klas-x/ . New Jersey. Prentice Hall.E. Englewood Cliffs. Prof. Dr. http://carapedia. Eresco. Social Psicology. Bima Walgito. L. Psikologi Sosial.com/pengertian_definisi_interaksi_sosial_menurut_para_ahli_info965. W. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta Taylor. PT. Peplau. 1999. Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). 8th Edition.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful