PEMAHAMAN KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP KEAMANAN DAN KETERTIBAN SEBAGAI KEGIATAN MENINGKATKAN KETAHANAN WILAYAH

KARYA TULIS ILMIAH diajukan guna melengkapi tugas Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan Jurusan Akuntansi Kelas B

Disusun oleh : Azzam Firdausy Aini S. Hariati Angga Makatita R. Arie Fitriansyah Christian Adi C. Pramudya Indra W. (100810301127) (100810301xxx) (100810301xxx) (100810301xxx) (100810301xxx) (100810301106)

Diah Ayu Kartika .N (100810301074)

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER 2011

BAB 1 PENDAHULUAN 1. etnic cleansing. dan lingkungan. tetapi sekaligus juga mengamankan keselamatan warga negara dan umat manusia. Oleh karenanya keamanan tidak lagi hanya berorientasi pada keamanan negara untuk menghadapi ancaman tradisonal yang mengandalkan kekuatan militer semata. konflik komunal. perang saudara. Sektor keamanan tidak lagi dipandang sebagai ranah militer semata. keamanan dalam negeri (internal security). akan tetapi juga ditujukan untuk melindungi keamanan dan keselamatan umat manusia dari situasi dan kondisi ketidak-amanan yang disebabkan oleh faktor-faktor nonmiliter baik yang berasal dari luar maupun dalam negeri. Akhir-akhir ini situasi dan kondisi ketidak-amanan lebih banyak disebabkan oleh ancaman-ancaman non tradisional akibat ketidakmampuan atau kegagalan negara maupun dunia internasional dalam mengelola aspek-aspek politik. sebagian besar negara-negara yang semula menganut sistem totaliter ataupun otoriter kini mengadopsi sistem demokrasi dan melakukan redefinisi bahkan reformasi sektor keamanan. dan keamanan insani (human security). militer. Karenanya konsep keamanan lebih dipandang sebagai satu kesatuan yang menyeluruh mencakup pertahanan negara (defence). akan tetapi telah menjadi ranah multisektor. serta berbagai ancaman fisik maupun non fisik lainnya yang membahayakan hidup dan kehidupan umat manusia. Sektor keamanan tidak hanya bertujuan mengamankan negara. keamanan publik (public security). Sejak semangat demokrasi berkembang pesat. Problematika tersebut terlihat dalam berbagai fenomena seperti perdebatan mengenai pengartian tentang keamanan . Reformasi sektor keamanan (security sector reform) yang telah dilakukan Indonesia sejak memasuki era reformasi masih menimbulkan berbagai problematika yang terkait dengan konsep dan sistem keamanan ketertiban nasional. Keselamatan umat manusia kemudian menjadi isu universal yang diperjuangkan oleh negara-negara di semua belahan dunia.1 Latar Belakang Globalisasi yang membawa nilai-nilai demokrasi dan HAM telah membangkitkan kesadaran universal untuk menyelamatkan umat manusia dari ancaman perang antar negara. ekonomi.

praktisi. Kedua. menempatkan keamanan nasional Indonesia sebagai konsep keamanan bangsa Indonesia yang berorientasi pada kepentingan nasional berdasarkan filosofi Pancasila dan amanat Pembukaan UUD RI 1945 untuk mempertahankan eksistensi negara bangsa serta jati dirinya di tengah dinamika dan perubahan zaman. akuntabilitas. Munculnya polemik menunjukkan bahwa semua pihak sangat berkepentingan dan memberikan perhatian yang sunguh-sungguh terhadap sektor keamanan. Berangkat dari adanya berbagai fenomena tersebut. polemik yang demikian tidak bisa dibiarkan begitu saja karena akan sangat mempengaruhi efektifitas operasionalisasi sektor keamanan dalam menjalankan tugas dan fungsi yang diemban. maupun nasional. dapat mengakomodasi berbagai kepentingan dalam masyarakat. teoritis. dan tuntutan zaman. . birokrat. Paling tidak ada enam pokok-pokok pikiran yang mendasar. dan keamanan negara. baik lingkungan global. Kesemuanya itu telah menimbulkan polemik yang berkepanjangan. memperkenalkan konsep keamanan nasional bagi bangsa Indonesia yang berdasarkan pertimbangan empiris. sehingga tidak melupakan kegagalan dan keberhasilan masa lalu. Konsep keamanan nasional yang demikian itu akan responsif terhadap dinamika perkembangan lingkungan. transparansi. dan status kementerian dan lembaga yang terkait dengan fungsi keamanan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. berjangkauan kedepan. regulasi yang belum lengkap dan belum tersinkronisasi. Tidak ada yang dapat menjamin masa depan keamanan negara bangsa ketika konsep keamanan nasional masih saja harus terus berkutat dalam polemik tersebut. Dengan demikian diharapkan ada persamaan persepsi tentang keamanan nasional. Implementasinya dikelola secara sinergis oleh semua kementerian dan lembaga serta didukung partisipasi masyarakat. regional. Ketiga. politisi. Pertama. dirasakan perlu untuk menyusun konsep keamanan nasional bagi Bangsa Indonesia. dan tentu saja merespon dinamika perkembangan zaman. Persamaan persepsi mengenai keamanan nasional merupakan bagian yang amat penting sehingga tidak ada lagi polemik berkepanjangan yang dapat mengganggu efektifitas implementasi dan operasionalisasi fungsi keamanan. Namun di sisi lain. menempatkan konsep keamanan nasional bangsa Indonesia sebagai kesepakatan bersama antara pemikiran dan pandangan para ilmuwan. kalangan militer dan civil society dengan tetap merujuk kepentingan nasional dalam kerangka menyelamatkan bangsa dan negara dengan menjunjung prinsip-prinsip demokrasi. perbedaan pemahaman serta pengertian tentang keamanan.ketertiban nasional. perdebatan mengenai fungsi keamanan dengan fungsi pertahanan. dan adaptif terhadap dinamika perkembangan lingkungan. dan partisipasi.

keruntuhan ekonomi dan krisis keuangan. menyinergikan berbagai peraturan perundangan terkait keamanan yang saat ini ”berserakan” dan sektoral sesuai tugas serta fungsi kementerian dan lembaga negara lainnya. Karenanya keamanan menjadi bersifat comprehensive. Kesemuanya itu mengakibatkan pergeseran paradigma konsep keamanan nasional. serta terkait dengan perkembangan internasional. bahkan dapat menjadi bahan masukan bagi Undang-Undang Keamanan nasional sebagai payung hukum yang mengatur seluruh unsur yang terlibat dalam kemanan nasional. Upaya mengatasi ancaman tersebut memerlukan dimensi transnasional dan bergerak diluar pandangan atau konsep keamanan tradisional yang berfokus hanya pada ancaman militer saja. fungsi lintas sektoral. Konsep keamanan nasional yang semula hanya berorientasi pada state centered security kini bergeser dan semakin meluas sehingga orientasinya mencakup state centered security dan people centered security. Kesamaan pemahaman ini kemudian akan sangat menolong dalam merumuskan substansi Kemanan Nasional. Kelima. mengantisipasi dinamika eksternal baik pada tingkat regional maupun global terkait paradigma keamanan. human trafficking. seperti fungsi kementerian dan lembaga (aktor-aktor negara). peran non aktor negara. kemiskinan kronis yang terus berlangsung. Ancaman tradisional berubah dalam magnitude dan kualitasnya. Keamanan bukan hanya menjadi domain kepentingan negara tetapi juga domain kepentingan individu dan masyarakat pada umumnya. Aparat keamanan harus dapat menjalankan tugas . baik yang ancaman tradisional maupun nontradisional. merespon kompleksitas dan interrelasi antar berbagai bentuk dan jenis ancaman. health pandemic. Seiring dengan era globalisasi tersebut harus diakui bahwa gangguan Kamtibmas cenderung meningkat. tidak bersifat tunggal tetapi majemuk sehingga pengelolaannya menjadi tanggung jawab kolektif. antara lain dalam bentuk gerakan separatis. Penyinergian memerlukan satu kesamaan pemahaman tentang konsep keamanan nasional. sedangkan ancaman nontradisional semakin kompleks.Keempat. kejahatan etnis. dan partisipasi masyarakat dalam mengelola keamanan nasional sebagai suatu tanggung jawab kolektif. Oleh karena itu dibutuhkan konsep keamanan komprehensif yang mendayagunakan seluas mungkin peluang untuk menanggulangi ancaman dengan cara yang terpadu. climate change. Diakui bahwa konsep keamanan pada era globalisasi sangat dipengaruhi oleh perkembangan kesadaran atas pentingnya demokrasi dan HAM bagi perdamaian dan keselamatan umat manusia di dunia. Keenam. terorisme internasional. Salah satu upaya penting untuk mengatasinya yaitu diperlukan peningkatan kualitas aparat keamanan.

peran tokoh agama dalam melakukan pendekatan kepada pelaku pelanggaran. Perpaduan antara kekuatan aparatur dan kekuatan masyarakat tentunya akan menjadi kekuatan yang sangat tangguh dalam mengatasi masalah kamtibnas. serta menghimbau masyarakat agar tidak berbuat sesuatu yang dilarang menurut hokum. Karena reformasi itu sendiri bermakna sebagai upaya untuk mendapatkan perubahan yang lebih baik dari keadaan yang tidak atau kurang baik di era sebelumnya. dan norma-norma yang ada di masyarakat.2. kepribadian dan tingkah laku yang baik di dalam masyarakat.2 Indikator 1. maka tidak ada lagi pelanggaran kamtibnas yang terjadi atau sedikitnya terjadinya penurunan tingkat pelanggaran. Ahlak dan Moral pada diri masing-masing individu sesuai ajaran agama yang dianut. sikap. Sejauh ini peran aparat keamanan sudah baik tetapi hal tersebut hendaknya perlu lebih tingkatkan lagi dengan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. agama.1 Faktor penyabab timbulnya kerawanan sosial? 1. Untuk itu perlu juga peran serta para pemimpin agama. Tidak menutup kemungkinan warga masyarakat yang berpikiran sempit memanfaatkan era perubahan sekarang ini untuk kepentingan pribadi.3 Bagaimana bentuk pengamanan aktifitas dan penanganan kerawanan sosial terhadap wilayah lain? .2. Jika seluruh tokoh tersebut bekerjasama dengan baik dan saling berkesinambungan. 1.2 Seberapa besar tingkat pengetahuan masyarakat (kepedulian masyarakat untuk menciptakan masyarakat dalam situasi kondusif)? 1.2.dengan baik dan juga dapat memberikan contoh. Faktor yang sangat penting untuk menekan angka kriminalitas adalah peningkatan kualitas Iman. Semua itu tidak semata-mata menjadi tanggungjawab aparat keamanan tetapi juga menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat beserta unsur-unsur di dalamnya. Untuk itu dibutuhkan peran penuh masyarakat untuk mencegah terjadinya pelanggaran kamtibnas. dan pemerintah dalam hal ini aparat negara sebagai alat dan media terakhir dalam pengentasan pelanggaran kamtibnnas. tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk memberikan masukan dan pengertian terhadap hal-hal yang baik kepada warganya.

3. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengetahuan masyarakat (kepedulian masyarakat untuk menciptakan masyarakat dalam situasi kondusif).4.2 Untuk mengetahui faktor penyabab timbulnya kerawanan sosial.2 1.3 Untuk mengetahui bagaimana bentuk pengamanan aktifitas dan penanganan kerawanan sosial terhadap wilayah lain.1.3 Faktor apa yang paling berpengaruh terhadap terciptanya kamtibnas Implikasi keamanan terhadap pertahanan wilayah dalam kaitannya dengan ketahanan nasional.4.3.1 Sejauh mana kepedulian masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban.4. 1.3 Rumusan Masalah : 1. 1.4 Tujuan dan Manfaat 1. . 1.1 1.3.

Konsep ini menekankan kepada kemampuan pemerintah dalam melindungi integritas teritorial negara dari ancaman yang datang dari luar dan dari dalam negara tersebut.. keamanan ketertiban nasional secara umum diartikan sebagai kebutuhan dasar untuk melindungi dan menjaga kepentingan nasional suatu bangsa yang menegara dengan menggunakan kekuatan politik. Pemahaman terhadap makna dan substansi yang terkandung di dalamnya akan bervariasi tergantung kepada tata nilai. para ilmuwan biasanya menafsirkan keamanan yang secara sederhana dapat dimengerti sebagai suasana bebas dari segala bentuk ancaman bahaya.sebagai kondisi tidak adanya ancaman fisik (militer) yang berasal dari luar. Keamanan ketertiban nasional juga bisa diartikan sebagai kebutuhan untuk memelihara dan mempertahankan eksistensi negara melalui kekuatan ekonomi.” . damai. yang di dalamnya tercakup rasa nyaman..1 Landasan Teori Keamanan Ketertiban Nasional (Kamtibnas) dapat dimaknai baik sebagai kondisi maupun sebagai fungsi. dan ketakutan . Walter Lippmann merangkum kecenderungan ini dengan pernyataannya yang terkenal. Keamanan Ketertiban Nasional akan memproduksi dan menciptakan rasa aman dalam pengertian luas. Berdasarkan berbagai literatur. dapat keluar sebagai pemenang.BAB 2 PEMBAHASAN 2. tenteram dan tertib. Dalam konsep-konsep tradisional. persepsi dan kepentingan. Kondisi keamanan semacam ini merupakan kebutuhan dasar umat manusia disamping kesejahteraan. Kepentingan nasional kemudian menjadi faktor dominan dalam konsep keamanan ketertiban nasional suatu bangsa. dan jika dapat menghindari perang atau jika terpaksa melakukannya. ekonomi dan militer untuk menghadapi berbagai ancaman baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri. “suatu bangsa berada dalam keadaan aman selama bangsa itu tidak dapat dipaksa untuk mengorbankan nilai-nilai yang dianggapnya penting (vital) . militer dan politik serta pengembangan diplomasi. kecemasan. Sebagai fungsi.

akan tetapi dinamika lapangan masih mengindikasikan belum terwujudnya kesepahaman bersama terhadap substansi Kamtibnas.Dengan semangat yang sama. masyarakat terhadap komponen lainnya. Sesuai dengan proses terjadinya kerawanan sosial dibagi dalam empat tingkatan sebagai berikut: 1. Reformasi sektor keamanan di Indonesia masih terus berlangsung. 2. kelompok terhadap kelompok lainnya. ancaman diasumsikan berasal dari luar wilayah negara. Pengertian kerawanan sosial itu sendiri adalah suatu keresahan sosial yang terjadi akibat dari konflik yang timbul karena perbedaan pendapat suatu masyarakat atau golongan tertentu. kedua. Penyebabnya antara lain dikarenakan para pihak terkait masih mempunyai persepsi yang berbeda tentang pengembangan konsep dan sistem Kamtibnas Indonesia yang mampu menampung kepentingan bangsa Indonesia. penggunaan kekuatan militer untuk menghadapi ancaman-ancaman itu. Keadaan ini ditandai dengan adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap masyarakat lainnya. masyarakat terhadap kelompok. identifikasi “nasional” sebagai “negara”. bahwa masalah utama yang dihadapi setiap negara adalah membangun kekuatan untuk menangkal (to deter) atau mengalahkan (to defeat) suatu serangan. Aman.2 Faktor Penyabab Timbulnya Kerawanan Sosial Dalam penerapan Keamanan dan Ketertiban Nasional terdapat masalah yang menyebabkan terjadinya kerawanan sosial bagi kelangsungan hidup masyarakat di Indonesia. ketiga. masyarakat terhadap pemerintah. kolom keamanan nasional dalam International Encylopedia of the Social Sciences mendefinisikan keamanan sebagai “kemampuan suatu bangsa untuk melindungi nilai-nilai internalnya dari ancaman luar". Konflik dengan pemecahan dan penyelesaian masalah yang tidak memuaskan masyarakat atau golongan akan memicu keresahan. 2. Resah. kelompok terhadap kelompok lainnya. . Tiga ciri penting dari pengertian tradisional itu adalah: pertama. Keadaan ini dimana kondisi lingkungan masyarakat belum terjadi tandatanda konflik/perselisihan baik antar masyarakat. dan.Tak heran jika Arnold Wolfers sampai pada kesimpulan . dan kelompok terhadap komponen lainnya. demonstrasi/anarkis ataupun separatism yang mengakibatkan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban nasional. dan kelompok terhadap pemerintah. masyarakat terhadap kelompok.

otonomi daerah dan lingkungan hidup. Demonstratif. fisik serta intervensi dari kekuatan imperalis dan kolonialis dalam segala bentuk dan manifestasinya (Ancaman GAM. Reformasi tersebut disertai dengan isu berkembangnya Hak Asasi Manusia (HAM). konflik antar suku dan Organisasi Teroris Internasional).3. Faktor-faktor penyebab timbulnya kerawanan sosial adalah sebagai berikut :  Kondisi sosial. sehingga mereka mengekspresikan dirinya secara berlebihan. demokratisasi. Pemerintah saat ini belum menyiapkan perangkat kebijakan maupun perangkat hukum yang mengatur tata cara kehidupan berdemokrasi yang baik sehingga masih ada kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat. Ancaman dari luar negeri. Ancaman kehidupan negara dan bangsa Indonesia juga berasal dari dalam negeri. Tingginya tingkat pengangguran menyebabkan naiknya angka tindak kriminalitas yang pada akhirnya menganggu keamanan serta ketertiban di masyarakat. sehingga presiden yang mempunyai peran penting. Namun sejak keruntuhan Soeharto pada tahun 1998 telah mengakibatkan terjadinya reformasi di segala bidang. Konflik antar suku. Anarkis. Keadaan ini ditandai dengan perkembangan kondisi ketidakpuasan yang berwujud tindakan atraktif berupa protes menjadi tindakan brutal tanpa terkendali dan merusak. seperti subversi dan pemberontakan baik mental dan fisik masyarakat di Indonesia. pada masa Orde lama maupun dimasa Orde Baru keduanya memiliki kekuasaan mutlak dan sentralistis. Bangsa Indonesia sejak tahun 1945. dan menimbulkan konflik antara pemerintah pusat dan daerah. Pengertian HAM dan demokratisasi banyak disalahartikan bangsa Indonesia.  Kondisi ekonomi. Sejak terjadinya krisis di tahun 1997 timbul berbagai kasus kerawanan sosial yang dipicu oleh potensi kesenjangan ekonomi. 4. OPM. kelompok agama serta antar perusahaan industri dengan lingkungan masyarakat.  Kondisi Hankam. Keadaan ini ditandai dengan berkembangnya kondisi ketidakpuasan menjadi tindakan atraktf yang berwujud demonstrasi sebagai pengungkapan protes rasa ketidakpuasan. . seperti: infiltrasi dan subversi mental.

yaitu kepentingan politik pemerintah yang mempengaruhi keadilan hukum itu sendiri. proses terjadinya kerawanan sosial. Masyarakat merupakan unsur utama dari sebuah Negara. Banyak kejadian yang membuat situasi tidak kondusif terjadi akibat ulah warga yang tidak taat hukum. Kompleksnya permasalahan kerawanan sosial menyebabkan penanggulangannya harus dilaksanakan secara konprehensif integral yang dilaksanakan oleh seluruh masyarakat dan pemerintah. sebaliknya penanggulangan secara negatif adalah menghilangkan keretakan-keretakan yang ada dalam masyarakat.kebanyakan mereka yang tidak taat hukum terjadi karena kurangnya kesadaran dan. Kedua adalah kesadaran hukum masyarakat masih rendah. . dan dilaksanakan oleh seluruh instansi/institusi yang terkait serta masyarakat. Pertama adalah intervensi pihak lain. masyarakat dan negara. Kondisi Hukum. Saat ini bangsa Indonesia belum bisa menegakkan hukum secara adil. Permasalahan hukum dan penegakannya serta kewibawan aparat penegak hukum merupakan salah satu syarat utama penanggulangan kerawanan sosial. sehingga banyak masyarakat yang masih melakukan pelanggaran hukum. 2. Kerawanan sosial di dalam masyarakat merupakan permasalahan kompleks dalam kehidupan yang sampai sekarang belum dapat diatasi secara sempurna. Karenanya dimulai dari masyarakat pada lingkup kecil misalnya. kesadaran hukum . Pada dasarnya penanggulangan kerawanan sosial secara menyeluruh adalah menyediakan lingkungan yang kondusif untuk kehidupan manusia secara lebih manusiawi. Lalu wilayah RT/RW yang mengadakan ronda dan mewajibkan warganya untuk ikut serta. keluarga yang mengajari anggota keluarganya untuk taat hukum dan menjaga ketertiban. Ada dua masalah yang mempengaruhi penegakan hukum saat ini. Penanggulangan secara positif adalah penanggulangan yang digunakan untuk meningkatkan ikatan yang ada dalam masyarakat.3 Kepedulian Masyarakat untuk Menciptakan Situasi Kondusif Masyarakat mempunyai peran penting dalam menjaga kondisi keamanan dan ketertiban. Penanggulangan kerawanan sosial di Indonesia supaya berhasil secara optimal harus dirumuskan berdasarkan ideologi Pancasila.dan pendidikan kewarganegaraan juga penting ditanamkan pada diri masyarakat sejak dini. Maka dari itu peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. mencakup masalah individu. Strategi penanggulangan dapat dilaksanakan secara positif dan negatif. Dan seterusnya sampai pertahanan nasional.