BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Menunda kehamilan adalah hak setiap pasangan. Salah satu cara untuk menunda kehamilan adalah penggunaan kontrasepsi (Indriati,dkk 2008). Sedangkan menurut Mochtar (1998), alat kontrasepsi dianggap mempunyai efektivitas baik, bila angka kehamilan/kegagalan berkisar antara 0-10%. Banyak perempuan mengalami kesulitan didalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini tidak hanya kerena keterbatasan metode yang tersedia, tetapi oleh ketidaktahuan mereka tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut (Saifuddin, 2006). Kontrasepsi mantap atau sterilisasi pada wanita adalah suatu kontrasepsi permanen yang dilakukan dengan cara melakukan tindakan pada kedua saluran telur sehingga menghalangi pertemuan sel telur (ovum) dengan sel mani (sperma) dan hanya dikerjakan atas indikasi medis dan terutama dilakukan pada waktu yang bersamaan dengan tindakan obstetrik operatif perabdominal seperti pada secsio negara (Mochtar, 1998). Kecocokan antara suatu metode kontrasepsi dari setiap klien tergantung pada sejumlah faktor. Dalam menentukan metode mana yang akan digunakan, dipengaruhi oleh kepentingan pribadi. Tingkat kepentingan berbeda dari satu pasangan ke pasangan lain (Brahm, 2006). Sterilisasi wanita adalah bentuk kontrasepsi yang sangat efektif dengan angka kegagalan 1-5 per 1000 kasus, yang berarti efektivitasnya 99,4-99,8% per 100 wanita pertahun (Everest, 2007). Saat ini, negara 60% pasangan usia reproduksi di seluruh dunia menggunakan kontrasepsi (Glasier, 2005). Selama 20 tahun terakhir, hampir satu juta orang Amerika setiap tahun menjalankan operasi strilisasi, dan akhir-akhir ini lebih banyak wanita daripada pria (Speroff, 2005). Di Inggris, hampir 30% pasangan, dan hampir 50% dari mereka yang berusia lebih dari 40, mnggunakan sterilisasi wanita atau pria sebagai metode kontrasepsi mereka. Diperkirakan terdapat lebih dari 150 juta wanita yang memilih sterilisasi

1

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara atau keempat di wilayah Asia Pasifik. Artinya calon peserta tersebut tidak dipaksa atau ditekan untuk menjadi peserta kontap. yang sebagian besar hidup di negara berkembang (Glasier. daan kontrasepsi tubektomi merupakan paling efektif (Kompas. mereka tidak memiliki kecemasan akan kehamilan. alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) dan Medis Operasi Wanita (MOW) biasa disebut tubektomi sedangkan bagi 2 . yaitu mencapai 248 orang per 100. Penyebab langsung kematian ibu tersebut terutama adalah pendarahan (30%). 2002). 2007) Tujuan program KB sesungguhnya bukan untuk mengurangi jumlah penduduk. Wanita yang melakukan sterilisasi sering kali merasa dibebaskan. dkk.000 kelahiran hidup.000 kelahiran hidup (BPS. dengan majunya tingkat pendidikan. 2006). keracunan kehamilan/ pre eklamsi (25%). angka ini mengalami penurunan namun masih jauh dari target Millenium Development Goal’s (MDGs) tahun 2015 yaitu 102/100. 2005). dan komplikasi persalinan (8%) (SKRT. infeksi (12%). 2007). Peserta atau pasangan yang akan mengikuti kontrasepsi mantap harus secara sukarela dan mengikuti kontrasepsi mantap atas keinginannya sendiri. Dimasyarakat modern. Jika dibandingkan dengan AKI tahun 2002 yaitu 307/100. Ada beberapa metode atau alat KB yang bisa digunakan. 2008). persalinan macet (5%).sebagai metode kontrasepsi. susuk atau implant. suntik KB. metode kontrasepsi mantap (kontap) merupakan pilihan ibu-ibu di daearah perkotaan. Dan digunakan lebih dari 50 juta pasangan di seluruh dunia. bagi wanita antara lain pil KB. Pengaturan kehamilan dan jarak melahirkan diperlukan untuk mencapai target MDGs tersebut. Peserta sudah mengetahui bahwa disamping kontap masih ada cara kontrasepsi lain yang dapat mencegah kehamilan yang bersifat sementara tetapi peserta tetap memilih kontap (Suratun. 2005).000 kelahiran hidup. Banyak ibu-ibu diperkotaan memilih dan merencanakan keluarga kecil. Tujuan yang benar dari program KB adalah mengendalikan pertumbuhan penduduk serta meningkatkan keluarga kecil berkualitas melalui penggunaan alat kontrasepsi sehingga bermanfaat bagi kesehatan ibu dan anak (BKKBN. Seringkali ketakutan akan kehamilan memicu permintaan akan sterilisasi (Everett.

3 . kondom dan Medis Operasi Pria (MOP) atau vasektomi (Manuaba. di Indonesia jumlah pelayanan tubektomi sebanyak 54 % kasus.93 % kasus. Dari informasi BKKBN Pusat (2008). yang melakukan tubektomi sebanyak 1. Pada tahun 2008 Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebanyak 0.78 % kasus tubektomi. Dari hasil rekapitulasi BKKBN Kota Banda Aceh dari bulan Januari s/d Desember 2005 di dapatkan data tubektomi sebanyak 0.pria biasanya dengan cara pantang berkala. 1998). dan Januari s/d April 2009 didapatkan data tubektomi sebanyak 1. Sedangkan di Rumah Sakit Zainoel Abidin Tahun 2008 mencatat jumlah peserta KB secara keseluruhan sebanyak 75 % orang.6 % orang (Buku Register).65 % kasus. senggama terputus.

1. Jenis-jenis Kontraspsi Menurut Hartanto (2004) ada beberapa jenis kontrasepsi yaitu : 2. daya kerjanya dapat diatur menurut kebutuhan. Kontra berarti “melawan” atau “mencegah”. tidak memerlukan motivasi terus menerus. Kontrasepsi dapat reversible (kembali) atau permanen (tetap). Kontrasepsi yang reversible adalah metode kontrasepsi yang dapat dihentikan setiap saat tanpa efek lama di dalam mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk mempunyai anak lagi. sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma yang mengakibatkan kehamilan. mudah pelaksanaannya. Coitus Interruptus. Istilah kontrasepsi berasal dari kata kontra dan konsepsi. Metode Simpto-Termal. Pantang Berkala. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma. tidak menimbulkan gangguan sewaktu melakukan koitus.1. Metode Lendir Serviks (Bilings). 2008). 4 . Metode Suhu Badan Basa (Termal). dan dapat diterima penggunaannya oleh pasangan yang bersangkutan. Fertility Awareness Mewthode. Kontrasepsi Kontrasepsi adalah menghidari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara sel telur dengan sel sperma (Suratun. Metode Kalender (Ogino-Knaus). tidak menimbulkan efek yang mengganggu kesehatan. 2.BAB II TINJUAN PUSTAKA 2. murah harganya sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.1. Kontrasepsi permanen adalah kontrasepsi yang tidak dapat mengembalikan kesuburan dikarenakan melibatkan tindakan operasi. Metode Sederhana (1) KB alamiah Natural Family Planning.1. Kontrasepsi ideal harus memenuhi syarat-syarat antara lain dapat dipercaya. Metode Rhythm.1. Periodik Abstinens.1.

scure contraception. Kontrasepsi mantap adalah suatu metode kontrasepsi yang pada pria disebut vasektomi dan pada wanita disebut tubektomi. Implanon : Implant biodegradable 2) Intra Uterin Devices (IUD. Barrier Intra-Vaginal : Diagfragma. ST-1425. Norplant. Vaginal tablet. atau kontrasepsi operatif (surgical contraception). Menurut Mochtar (1998). dan Vaginal soluble film. Spons (Sponge). Vaginal foam. Mini-Pil. alat. istilah kontrasepsi mantap merupakan terjemahan dari bahasa Inggris. Nama lain adalah sterilisasi (strelization). Morning – after pill (2) Injeksi/suntikan (DMPA.(2) Dengan Alat Mekanis (Barrier) : Kondom pria. Microcapsules).2. NET-EN. 2008). Kontrasepsi Mantap (Tubektomi) Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang berarti „mencegah‟ atau „melawan‟. Microspheres.1. Sedangkan menurut Siswasudarmo. Vaginal jelly. AKDR) 3) Kontrasepsi mantap 2.et. Kontrasepsi mantap pada wanita yang 5 .al (2007). Vagibal suppositoria. 2. Metode Modern 1) Kontrasepsi Hormonal (1) Per-oral Pil oral kombinasi (POK). Norplant-2. kontrasepsi atau antikonsepsi (conception control) adalah cara untuk mencegah terjadinya konsepsi. Sedangkan konsepsi berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan. Pada wanita sterilisasi lazimnya dilakukan dengan memotong dan mengambil sebagian saluran telur (tuba) sehingga dikenal istilah tubektomi.2. (3) Sub-kutis : Implant Alat Kontrsepsi Bawah Kulit (AKBK) : Implant Non-biodegradable. Kap Serviks (Cervical Cap). Kondom wanita. Kimiawi : Spermisid. atau obat-obatan. Dengan demikian. yang dimaksud dengan kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat dari pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut (Indiarti & Hotimah.1. Vaginal cream.

Pengertian Tubektomi Tubektomi atau kontap wanita ialah suatu kontrasepsi permanen untuk mencegah keluarnya ovum dengan cara tindakan mengikat atau memotong pada kedua saluran tuba. Ternyata teknik yang sederhana ini mudah. 2007). Dengan demikian maka ovum yang matang tidak akan bertemu dengan sperma karena adanya hambatan pada tuba (Suratun dkk. Selanjutnya Mark dan Webb (1968) melakukan sayatan kecil yang tersembunyi di balik lipatan kulit bawah pusat pada akseptor pasca persalinan.1. Kefektifian Tubektomi Angka kegagalannya hanya 0. sehingga parutnya tidak kelihatan. Dan untuk menempatkan rahim sedemikian rupa ke depan dinding perut dipergunakan elevator rahim Ramathibodi sehingga tuba Fallopii dengan mudah ditampilkannya.4 per 100 wanita pertahun.5 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan.1.al.2. Teknik pembedahan tubektomi (Minilap) dapat dibedakan anatara pasca persalinan.1. 2. aman dan murah sesuai untuk program kontap di negara-negara berkembang. lokasi minilaparotomi untuk mencapai tuba. Teknik ini pertama kali diperkenalkan oleh Uchida dkk (1961) di Jepang untuk akseptor kontrasepsi mantap (kontap) atau sterilisasi pada wanita pasca persalinan. dan teknik pembedahan tubektomi. 2008). kegagalan ini umumnya karena kesalahan tehnik operasi tetapi mungkin juga karena rekanalisasi (Siswasudarmo. Sedangkan menurut Saifuddin (2008).2. diantaranya Vitoon Osathanondh (1972) dari Thailand mengembangkan teknik minilaparotomi yang sederhana dengan memakai alat-alat yang sederhana pula. Pembedahan tubektomi minilap merupakan salah satu teknik kontap pada wanita yang resikonya sedikit tetapi manfaatnya banyak.disebut tubektomi ialah suatu pembedahan dengan cara mini laparatomi (minilap) yaitu tindakan pada tuba fallopii wanita melalui irisan kecil di dinding perut ± 2-3 cm yang dapat mengakibatkan wanita tersebut tidak dapat hamil.et. angka kefektifannya 0. pasca keguguran. 2. Untuk akseptor masa interval baru dikembangkan sejak tahun 1970-an. dan masa interval berdasarkan atas saat melakukan pembedahan. 6 .2-0. Kemudian dilakukan pengikatan atau pemotongan. anestesi lokal tanpa tinggal di rumah sakit.

7 . hlm.3. Jenis-jenis Tubektomi a.2. kesederhanaannya. hanya memerlukan alatalat yang sederhana dan tidak mahal terutama alat-alat bedah standar. hlm. 2004.2. 2. Minilaparotomi merupakan metode sterilisasi wanita yang paling sering dilakukan di seluruh dunia karena keamananya.2. 5) Pascapersalinan 6) Pasca keguguran 7) Paham dan secara sukarela setuju dengan prosedur ini Yang Sebaiknya Tidak Menjalani Tubektomi 1) Hamil (sudah terdeteksi atau dicurigai) 2) Perdarahan vaginal yang belum terjelaskan (hingga harus dievaluasi).2. 2006). dan kemudahan adaptasinya terhadap lingkungan bedah (Speroff. Minilaporatomi Adalah sterilisasi tuba yang dilakukan melalui suatu insisi suprapubik kecil dengan panjang biasanya 3-5 cm. Keuntungan minilaparotomi dapat dikerjakan oleh setiap tenaga medis yang memiliki dasar-dasar ilmu bedah dan keterampilan bedah. komplikasi umumnya hanya komplikasi minor dan dapat dilakukan segera setelah melahirkan (Hartanto. Yang Dapat Menjalani dan Yang Sebaiknya Tidak Menjalani Tubektomi Yang Dapat Menjalani Tubektomi 1) Usia > 26 tahun 2) Paritas > 2 3) Yakin telah mempunyai besar keluarga yang sesuai dengan kehendaknya 4) Pada kehamilannya akan menimbulkan resiko kesehatan yang serius. Darney. 3) Infeksi sistemik atau pelvic yang akut (hingga masalah itu disembuhkan atau dikontrol) 4) Tidak boleh menjalani proses pembedahan 5) Kurang pasti mengenai keinginannya untuk fertilitas di masa depan 6) Belum memberikan persetujuan tertulis.1. (Saifuddin.357).251).1.

Ligasi biasa Ligasi biasa jarang dikerjakan lagi sekarang karena angka kegagalan tinggi. 2004. tekhnik ligasi tuba falopii antara lain: 1. Laparoskopi adalah suatu pemeriksaan endoskopik dari bagian dalam rongga peritoneum dengan alat laparoskop yang dimasukkan melalui dinding anterior abdomen (Hartanto. Ligasi atau pengikatan tuba falopii untuik mencegah perjalanan dan pertemuan spermatozoa dan ovum . operasi ini meninggalkan bekas luka parut kecil yang masih dapat terlihat.Kerugian minilaparotomi yaitu waktu operasi sedikit lebih lama dibandingkan dengan laparoskopi yang rata-rata memerlukan 10-20 menit.1: Minilaparotomi b. 8 . hlm.252). sukar pada wanita yang sangat gemuk bila ada perlekatan-perlekatan pelvis atau pernah mengalami operasi pelvis. rasa sakit abdomen yang singkat karena luka insisi terjadi pada 50% wanita. angka kejadian infeksi luka operasi lebih tinggi dibandingkan dengan laparoskopi. Gambar 2. Pernah dicoba untuk melakukan ligasi dengan dua ikatan tetapi menyebabkan terjadinya hydrosalpinx diantara dua ikatan sehingga cara ini tiadak dipakai lagi. Cara oklusi tuba falopii Cara oklusi tuba falopii adalah dengan ligasi tuba falopii.

yaitu : a. Salpingektomi Sebagai suatu cara kontap wanita yang biasa / rutin . Ligasi +penjepitan tuba falopii Teknik Madlener Bagian tengah tuba falopii diangkat sehingga membentuk suatu loop. Teknik Cooke Suatu segmen tuba fallopii dijepit dan dirusak. Pars ampularis tuba falopii dibelah /dibagi(division) b.silicon). Ujung /puntung medial ditanamkan kedalam kantong yang dibuat dalam mesosalpinx. Ujung atau puntung distal ditanamkan kedalam mesosalpinx Teknik wood a. 4. Ligasi + pembelahan/pembagian+penanaman Ada dua teknik ligasi ini. yaitu : Teknik irving a. Teknik Pomeroy 1) Merupakan teknik kontap wanita yang paling sering dikerjakan. Dasar dari loop diikat dengan 9 . 3. reversibilitas tidak ada dan morbiditas lebih tinggi ( perdarahan ) b. kemudian ujung proximal ditanamkan dalam ligamentum rotundum.2. tidak / jarang dikerjakan karena prosedurnya luas. Ujung atau puntung proximal ditanamkan dalam myometrium uterus c. Dasar dari loop dijepit dengan klem kemudian diikat dengan benang yang tidak diserap(silk. Tuba falopii diikat pada 2 tempat dengan benang yang dapt diserap kemudian dibagi diantara kedua ikatan. Ligasi + Reseksi tuba fallopii Ada empat teknik dalam ligasi ini. Bagian tengah tuba fallopii dijepit dengan klem lalu diangkat sehingga membentuk suatu loop. b. Kedua ujung atau puntung yang dibelah atau dibagi diikat dengan benang yang dapat diserap c.

10 .2: Teknik Pomeroy c. Teknik Pritchard’s = Teknik Parkland 1) Suatu segmen kecil dari tuba fallopii dipisahkan dari mesosalpinx. 2) Dengan diserapnya benang ikatan maka ujung-ujung tuba fallopii akan saling terpisah. Gambar 2. Bagian loop diatas ikatan dipotong. 3) Teknik Pomeroy memusnahkan tuba fallopii sepanjang kurang lebih 3-4 cm.benang yang dapat diserap ( plain catgut ).

Utero tubal junction diikat dengan benang yang dapat diserap. Ligasi + Reseksi + Penanaman tuba fallopii Ada dua teknik dalam ligasi ini. Pada teknik ini tidak didapatkan gangguan suplai darah ovarium.2) Masing-masing ujung dari segmen tersebut diikat dengan benang chromic kemudian dipotong diantara kedua ikatan dan segmen tuba fallopii dibuang. d. Insisi tuba fallopii proximal dari ikatan. b. 5. Maka ujung tuba fallopii yang telah diikat secara otomatis membenamkan dirinya dibawah serosa . Fimbriektomi Kroener Bagian 1/3 distal tuba fallopii diikat dengan dua ikatan benang silk dan ujung fimbrae dieksisi. sehingga terjadi spasme vaskuler local dan pembengkakan dari mesosalpinx. 2) Serosa diinsisi dan dibebaskan kebelakang. Teknik Uchida 1) Larutan garam fisiologis.yaitu : a. Reseksi Cornu Merupakan prosedur yang ekstensif yang memerlukan laparotomi. 4) Pinggir dari insisi serosa dikumpulkan sekitar ujung distal tubafallopii dan diikat secara ikatan rangkaian kantong sehingga tuba fallopii ditinggalkan menonjol ke dalam cavum abdomen. Myometrium uterus disekitarnya dieksisi terbentuk baji( untuk mencegah endometriosis dan kehamilan ektopik ) dan bagian proximal dari segmen distal tuba fallopii ditanam kedalam ligamentum latum. membebaskannya dari mesosalpinx kemudian membuang 1 cm dari tuba fallopii.adrenalin ( 1 : 1000 ) disutikan dibawah serosa pars ampularis. ujung yang pendek diikat dengan benang yang tidak diserap dan segmen tuba fallopii dibuang. 11 . dan terjadi pemisahan dari permukaan serosa dengan bagian muskularis tuba fallopii. 3) Segmen sepanjang 5 cm dari bagian proximal tuba fallopi diputuskan / dipotong.

terutama luka bakar usus Elektro-koagulasi Uni polar merusak 20-50 % dari tuba falopi b. Elektro-koagulasi Bipolar Dikembangkan pada tahun 1970an. Dengan tubal clips.Thermo-koagulasi belum banyak dipakai dan efektivitasnya masih belum diketahui dengan jelas.Elektro-koagulasi / termo koagulasi (fulgurasi) Elektro-koagulasi adalah tindakan membakar suatu segmen dari tuba falopi dengan arus listrik frekuensi tinggi atau dengan panas. Thermo-koagulasi Merusak Tuba falopi dengan panas sehingga shock dan luka bakar elektrik tidak terjadi pada jaringan/organ lain. Arus listrik mengalir di antara kedua jepitan dari forsep laparoskop sehingga hanya sebagian kecil saja dari tuba falopi yang terlibat. sehingga terjadi oklusi dari tuba falopii. kolpotomi atau kuldoskopi. Dengan memakai aliran listrik voltase rendah (6 volt ) atau temperature rendah(umumnya <1400C). 3-4 cm pada pomeroy dan 3-6 cm elektrokoagulasi. Tubal Clips Tubal clips tidak dipakai sesering seperti ligasi atau fulgurasi tuba fallopi disebabkan karena angka kegagalannya cukup tinggi. Bahaya koagulasi Unipolar dapat terjadi luka bakar pada jaringan atau organ lain. resiko terjadinya luka pada jaringan/organ sekitarnya dapat dikurangi. Tubal clips menyebabkan kerusakan yang lebih sedikit/ kecil pada tuba falopii (kira-kira 4 mm)dibandingkan cara-cara oklusi tuba falopii lainnya. Dikenal 2 macam elektro-koagulasi : a. 12 . Tubal clips dipasang pada isthmus tuba falopii 2-3 cm dari uterus melalui laparotomi. laparoskopi. untuk mengurangi terjadinya luka bakar usus. kerusakan tuba falopii < 1 cm dibandingkan denagan 1-3 cm pada tubal rings. Elektro-koagulasi Uni polar Dikembangkan pada tahun 1960 an Arus listrik mengalir dari forsep laparoskop melalui tubuh wanita ke suatu lempeng logam yang diletakan di bawah bokong atau paha wanita.

loaded clips Ditemukan dan dipakai awal 1970-an oleh Hulka.5 per 100 wanita dengan model spring loaded clips mutahkir(dikanal dengan sebagai Rocket Clips di inggris dan Wolf Clips di amerika serikat).Macam-macam tubal clips: 1. Tantalum hemo-clips Terbuat dari tantalum. Morbiditas dengan tuba clips hanya minor saja: Reflex vaso-vagal seperti mual. mempunyai alur-alur pada bagian dalamnya agar lebih kuat menjepit tuba falopii. Setelah dipasang pada tuba falopii silicon akan ditekan sehingga terjadi atrofi jaringan tuba falopii. Untuk mengurangi angka kegagalan dan mempertinggi efektivitasnya dicoba dengan memasang dua tubal clips pada masing-masing tuba falopii(wheeless dan penelitian-penelitian lain) tetapi ternyata angka kegagalannya masih tetap tinggi. suatu logam yang tidak bereaksi dengan jaringan(non tissue reactive). bila dipasang dengan benar angka kegagalan < 0. 13 . dengan angka kegagalan lebih dari 10 % yang disebabkan karena: Terlepas/merosot dari tuba falopii Klips membuka sedikit sehingga timbul lagi tubal patensi (mungkin disebabkan oleh tekanan sekresi intra luminal yang meninggi ) Klips memutuskan/ memotong tuba falopi sehingga terjadi rekanalisasi. 2. Spring . Nyeri atau kejang perut. terbuat dari titanium dengan permukaan dalam clips dilapisi silicon.M Filshie. b. pingsan.Clemens. Tantalum hemo-clips kurang efektif. Dikembangkan pada tahun 1973 oleh G. brankhikardia dan hipotensi. Filshie=nothingham clips a. Terdiri dari 2 rahang bergigi palstik yang dipegang oleh suatu pegas stainless steel yang harus didorong kedepan agar cipsnya menutupi dan menjepit tuba falopii. yang disusul dengan mengembangnya silicon sehingga tuba falopii tetap tersumbat. 3.

000 wanita di seluruh dunia dengan angka kegagalan 0.200 wanita. insisi kecil sehingga luka parut sedikit sekali. kurang menyebabkan rasa sakit bila dibandingkan dengan mini laparotomi.000 kontap wanita. dapat dipakai juga untuk diagnostik maupun terapi. sangat berguna bila jumlah calon akseptor banyak. Dikembangkan awal 1970-an oleh W. Keuntungan laparoskopi yaitu komplikasi rendah dan pelaksanaannya cepat (rata-rata 5-15 menit). Pada model mutakhir filishe clips yaitu Mark-6. 14 . Sejak januari 1983 telah dilakuakan 43. angka kegagalan lebih rendah lagi yaitu hanya 1 kehamilan pada 1. harga peralatanya mahal dan memerlukan perawatan yang teliti. Terdapat 6 model Filshie clips yang telah dicoba pada > 10.3: Filshie Clips 4.6 per 100.c. lebih sukar dipelajari. Sekarang bleier clips tidak dibuat dan tiadak dipakai lagi oleh karena angka kegagalannya yang tinggi sekali dan sering timbul persoalanpersoalan dengan aplikatornya. tidak dianjurkan untuk digunakan segera post-partum (Hartanto. Bleier Clips a. Gambar 2. 2004). Kerugian laparoskopi resiko komplikasi dapat serius (bila terjadi). Dengan Mark-6 clips dan dilaporkan terjadi hanya 20 kehamilan.Bleier di jerman mempunyai panjang 10 mm dan lebar 4 mm terbuat dari plastic b. memerlukan keahlian dan keterampilan dalam bedah abdomen.

seperti hemophilia. Indikasi dan Kontra indikasi Tubektomi a. paru-paru.1.5. apalagi dengan usia yang relatif lanjut (misal grandemultigravida. Secara lebih luas. sebaiknya dilakukan dalam 2 minggu pertama dari siklus haid ataupun setelahnya. waktu palaksanaan tubektomi sebaiknya dilakukan pada saat : a) Pasca persalinan. dapat dilakukan pada hari yang sama dengan evakuasi rahim atau keesokan harinya c) Dalam masa interval (keadaan tidak hamil).4. Indikasi Dengan sifatnya yang permanen. sebaiknya dalam jangka waktu 48 jam pasca persalinan. sesio sesarea dua kali atau lebih dan lain-lain.2. 15 . Waktu Pelaksanaan Tubektomi Menurut Suratun dkk (2008). dan penyakit kronik lainnya. ginjal. Tetapi tidak semua penyakit tersebut merupakan indikasi. indikasi sterilisasi dapat dibagi lima macam yaitu : 1) Indikasi Medis Yang termasuk indikasi medis adalah penyakit yang berat kronik seperti jantung. b) Pasca keguguran. 2.1. yakni paritas lima atau lebih dengan umur 35 tahun atau lebih). 2) Indikasi Obstetris Indikasi obstetris adalah keadaan di mana resiko kehamilan berikutnya meningkat meskipun secara medis tidak menunjukkan kelainan apa-apa. 3) Indikasi Genetik Indikasi genetik adalah penyakit herediter yang membahayakan kesehatan dan keselamatan anak. seandainya calon akseptor menggunakan salah satu cara kontrasepsi dalam siklus tersebut.2. hanya yang membahayakan keselamatan Ibu kalau ia mengandung merupakan indikasi untuk sterilisasi.2. termasuk kedalam indikasi obstetric adalah multiparitas (banyak anak). sterilisasi hanya cocok untuk pasangan yang tidak menginginkan anak lagi.

5) Indikasi Ekonomis Indikasi ekonomis artinya pasangan suami istri menginginkan sterilisasi karena merasa beban ekonomi keluarga menjadi terlalu berat dengan bertambahnya anak dalam keluarga tersebut (siswosudarmo. ketidaksetujuan terhadap operasi dari salah satu pasangan. Konta indikasi Kontra indikasi kontrasepsi mantap pada wanita adalah masalah hubungan. Kontap merupakan tindakan operasi. b. Tubektomi merupakan cara KB jangka panjang yang tidak memerlukan tindakan ulang artinya cukup sekali dikerjakan.253). Sebagaimana cara KB lainya kontap bersifat praktis artinya tidak membutuhkan kunjungan ulang yang terjadwal dan tidak mengganggu hubungan sexsual. KB suntik maupun susuk. 2007. dapat dikatakan continuation rate-nya praktis 100%. Meskipun kontap harus ditempuh melalui operasi tubektomi merupakan cara yang paling aman. hlm. 2. sehingga syarat 16 .52-53). Kerugian kontap adalah sifatnya permanent. Keuntungan dan Kerugian Tubektomi Keuntungan yang utama bahwa kontap merupakan suatu metode cara KB yang paling efektif disbanding seluruh cara yang tersedia. Cara ini hanya cocok untuk mereka yang tidak ingin mempunyai anak lagi. Karena cara ini permanent.1.4) Indikasi Kontrasepsi Indikasi kontrasepsi adalah indikasi yang murni ingin menghentikan (mengakhiri) kesuburan. 2008.6. bukan sebagai cara penjarangan. bebas dari efek samping asal semua prosedur dan persyaratan operasi terpenuhi. hlm. sehingga calon ibu klien harus menyadari betul bahwa sekali dilakukan sterilisasi hamper tidak mungkin hamil kembali.2. Bebas dari efek samping hormonal sebagaimana pil. Keefektifannya tercapai begitu operasi selesai dikerjakan. dan keadaan sakit atau disabilitas yang dapat meningkatkan resiko pada operasi (Everett. artinya pasangan tersebut tidak menginginkan anak lagi meskipun tidak terdapat keadaan lain yng membahayakan keselamatan Ibu seandainya ia hamil. Dengan kata lain cara ini selain tidak user dependent.

Pemeriksaan laboratorium meliputi pemerisaan darah lengkap. Konseling perihal kontrasepsi dan jelaskan kepada klien bahwa ia mempunyai hak untuk berubah pikiran setiap waktu sebelum prosedur dilakukan. 2007). riwayat diabetes mellitus.3. c.2. e. Informed consent harus diperoleh.4. 2009.294). Umumnya penandatanganan dokumen Informed consent dilakukan setelah calon akseptor dan pasangannya mendapatkan konseling (Pinem. 17 . pemerintah maupun swasta. Pemeriksaan fisik: meliputi kondisi-kondisi yang mungkin mempengaruhi keputusan pelaksanaan operasi atau anestesi. Komplikasi Yang Mungkin Terjadi dan Penanganannya a) Infeksi luka.1. pemeriksaan urin dan pap smear. Tempat pelayanan kontrasepsi mantap Pelayanan kontraspsi mantap dapat dilakukan : 1) Puskesmas 2) Tempat pelayanan kesehatan dengan fasilitas dokter bedah. b. d. bronchitis. 2. Standard consent form harus ditandatangani oleh suami atau istri yang dari calon akseptor kontrasepsi mantap sebelum dilakukan. 2.et. alergi dan pengobatan yang dijalani saat ini. b) Demam pasca operasi (> 38 c).7. Persiapan Pre-operatif Tubektomi a. Menanyakan riwayat medis yang mempengaruhi keputusan pelaksanaan operasi atau anestesi antara lain meliputi penyakit-penyakit pelvis.operasi harus terpenuhi terutama yang menyangkut pencegahan infeksi (Siswasudarmo. riwayat penyakit paruparu seperti asthma. 2. 3) Tindakan kontrasepsi mantap ini murah dan ringan sehingga dapat dilakukan dilapangan (Puskesmas).al. pernah mengalami problem dengan anestesi. obati infeksi berdasarkan apa yang ditemukan. hlm. pernah mengalami operasi abdominal atau pelvis. penyakit-penyakit perdarahan. apabila terlihat infeksi luka obati dengan antibiotik.

Mulai lagi aktivitas normal secara bertahap (sebaiknya dapat kembali ke aktivitas normal dalam waktu 7 hari setelah pembedahan). Amati hal ini biasannya akan berhenti dengan berjalannya waktu tetapi dapat membutuhkan drainase bila ekstensif.5. lakukan reparasi primer.MK-84). 2006. Perawatan dan Informasi postoperatife Jagalah luka operasi tetap kering hingga pembalut dilepaskan. d) Hematoma subkutan. mengontrol perdarahan dan obati berdasarkan apa yang ditemukan (Saifuddin. g) Perdarahan superficial (tepi-tepi kulit atau subkutan). gunakan packs yang hangat dan lembab ditempat tersebut.c) Luka pada kandung kemih. intestinal (jarang terjadi). 2. hlm. e) Emboli gas yang diakibatkan laparoskopi (sangat jarang terjadi). hindari mengangkat benda-benda berat dan apabila merasa sakit minumlah 1 atau 2 analgesik (penghilang rasa sakit) setiap 4 hingga 6 jam 18 . apabila ditemukan pascaoperasi. hindarilah hubungan intim hingga merasa cukup nyaman.dirujuk kerumah sakit yang tepat bila perlu. Apabila kandung kemih atau usus luka dan diketahui sewaktu operasi. pastikan adanya infeksi. atau abses dan obati berdasarkan apa yang ditemukan. f) Rasa sakit pada lokasi pembedahan.

III.Ed. “Pedoman Klinis Kontrasepsi”. Hartanto.(2004). dkk.Rustam. Hellen. “Metodologi Penelitian Kesehatan”.DAFTAR PUSTAKA Brahm.2 – Jakarta : PT.Cet. Operasi Kebidanan Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Dokter Umum.”Teknologi Kontrasepsi”.Ed. Ferre.(2008).Cet. Ida Bagus Gde.S.(1998).2. Manuaba. Ed.1-Yokyakarta : Pegasus.Cet.dkk. A.2Jakarta : EGC. Ilmu Kebidanan. Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan.4. Notoatmodjo.(2002).al.kompas. “Bahagia Menjalani Kehamilan Sehat”.Cet.1.http://www.”Sinopsi Obstetri : Obstetri Operatif.(2008). Siswasudarmo.(1999). Everett.”Ragam Metode Kontrasepsi”.(2007).1-Jakarta : EGC. Jakarta : EGC. Indiarti. (2006).”Perawatan Maternitas”.Cet. Suratun.2 – Jakarta : EGC.”Buku Saku Kontrasepsi dan Kesehatan Seksual reproduktif”. Wiknjosastro.Ed.Jakarta : Trans Info Media.”Pelayanan Kelarga Berencana dan Pelayanan Kontrasepsi”.2Jakarta : EGC.2-Yogyakarta:Gadjah Mada University.1-Jakarta : EGC.Rineka Cipta. (1998). Speroff Leon. 19 .”Keluarga Berencana dan Kontrasepsi”. Hanifa.(2007).”Kontrasepsi Mantap”. Cet.Cet.Cet.”Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi”. 1999.2-Jakarta : EGC.Cet.Ed. ed.(2005). Obstetri Sosial”.5-Jakarta : CV Muhasari.htm. Manuaba. Kompas. Mochtar. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka. Glasier.1999.(2006).(2005).1-Jakarta : EGC.et.dikutip tanggal 23-42009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful