P. 1
MAKALAH PSIKOMETRI

MAKALAH PSIKOMETRI

|Views: 798|Likes:
Published by Chairun Filhayani
psikometri
psikometri

More info:

Published by: Chairun Filhayani on Apr 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2014

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat-Nyalah laporan ini selesai tepat pada waktunya. Tak lupa ucapan terimakasih saya ucapkan kepada:

1. Seluruh dosen mata kuliah Psikometri yang telah memberikan pemahaman terkait topic. 2. Orang tua saya yang telah memberikan dukungan yang bersifat material maupun immaterial. 3. Semua teman saya yang telah turut memberikan informasi terkait topik, yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.

Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal „Alamiin. Laporan ini disusun sebagai langkah untuk memahami konsep pembelajaran siswa dalam rangka untuk mengetahui aplikasi teori skinner terhadap pembelajaran. Dalam Penulisan laporan ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan ini. Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan,khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.

...................................................................................... KETERGANTUNGAN KOEFISIEN RELIABILITAS ......................................... E.............................. KESIMPULAN ... SARAN ........................................................... JENIS-JENIS RELIABILITAS..................................................... RELIABILITAS YANG DIPERCEPAT ........................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................1 DAFTAR ISI ........... KESALAHAN STANDAR PENGUKURAN ................................ PENGERTIAN RELIABILITAS ....2 BAB I PENDAHULUAN A..... F..........5 B......................................................................18 DAFTAR PUSTAKA ............................................17 B.........................................................................3 B................ LATAR BELAKANG .......................... TUJUAN PENELITIAN ...... BAB III PENUTUP A...................................4 BAB II PEMBAHASAN A........................................................................................................ KOEFISIEN KORELASI ............ G....................................... RELIABILITAS DITERAPKAN PADA TES DAN SKOR ....................................... D....9 C................................................

namun kemungkinan itu sangatlah kecit sekali dan tidak akan banyak berpengaruh terhadap hasil akhir dari sebuah pengujian. Yang dimana setiap penelitian tersebut biasanya memerlukan sebuah pengujian agar nantinya mampu menjadi sebuah hasil ilmiah yang benar-benar valid dan bersifat riel tanpa adanya kebohongan ataupun ketidaknyataan yang mengesankan data yang diperoleh bersifat dibuat-buat. yang berguna untuk menunjukkaan kevalidtan dari hasil sebuah penelitian yang kita lakukan. Kalaupun ada ketidakcocokan itu merupakan kekeliruan yang acak. . maka kesimpulan itu berlaku dengan sempurna untuk seluruh kejadian yang sejenis. Uji reliabilitas mampu menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap sekor atau tingkat kecocokan sekor dengan sekor sesungguhnya. adalah muncul banyaknya para peneliti-peneliti muda yang kini lebih kritis lagi dalam meneliti objek-objek yang ada. Jika makin cocok dengan sekor sesungguhnya maka makin tinggi tingkat reliabilitasnya. banyak sekali para peneliti ataupun bukan peneliti yang banyak melakukan sebuah riset guna memenuhi tugas ataupun sebagai pembuktian dari sebuah kejadian. Agar kajian kita bisa bersifat riel maka kita sebagai seorang peneliti harus menguji terlebih dahulu hasil penelitian kita yang disebut dengan uji reabilitas. Jadi kemungkinan munculnya kesalahan masih tetap ada.BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Salah satu aspek positif kemajuan dari dunia penelitian yang ada di Indonesia. Perkiraan semacam itu sama sekali tidak benar dan sangat menyesatkan (Sutrisno. Nah untuk menghindari hal-hal yang semacam itu maka kita harus melakukan reabilitas. 1981). Rebilitas ini bisa dicapai melalui tingkat kecocokan di antara sekor pada lebih dari sekali pengukuran. Di Indonesia. Kebanyakan dari kita mengira bahwa jika kita mempunyai kesimpulan dari hasil penelitian kita terhadap kejadian-kejadian yang terbatas.

maka variable yang dibuat akan semakin reliable karena informasi yang dimiliki semakin mendetail. Kualitas pengukuran dapat ditingkatkan dengan berbagai cara sejauh definisi dan pemahaman yang digunakan oleh peneliti kemudian tetap sama. yakni dengan membuat satu atau lebih draftatau dalam sebuah pengukuran sebelum menuju ke tahap hipotesis (pretest). Gunakan tes pilot.B. perhitungan reliabilitas berguna untuk melakukan perbaikan pada alat ukur yang dikonstruksi. pengukuran terdahulu dapat dipergunakan sebagai patokan dari pengukuran yang dilakukan peneliti saat ini. Menggunakan level pengukuran yang tepat. Dimana perbaikan alat ukur dilakukan melalui analisis butir untuk mengetahui butir mana yang perlu diperbaiki. Dengan adanya lebih dari satu indikatoryang spesifik . . peneliti dapat melakikan pengukuran dari range yang lebih luas terhadapkonten definisi konseptual. TUJUAN PENELITIAN Mengkonsep satu variable dengan jelas. prinsipnya adalah mereplikasi pengukuran yang pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu dari literature-literatur yag berkaitan. Semakin tinggi atau semakin tepat level pengukuran. Setiap pengukuran harus merujuk pada satu dan hanya satu konsep /variable. Selanjutnya. Namun pada pengukuran sesungguhnya. perhitungan reliabilitas dilakukan untuk memberi informasi tentang kualitas sekor hasil ukur kepada mereka yang memerlukannya. Prinsip dasarnya adalah mencoba melakukan pengukuran pada level paling tepat yang mungkin diperoleh. Sebuah variable harus spesifik agar dapat menguragiintervensi informasi dari variable lain. Dalam penggunaan pilot studies. Pada konstruksi alat ukur. Tentunya perolehan tersebut bisa di jadikan acuan bagi peneliti untuk menghasilkan penelitian yng bisa dipertanggung jawabkan di kemudian hari. Gunakan lebih dari satu indicator.

reliabilitas tes menunjukkan sejauh mana perbedaan-perbedaan individu dalam skor tes dapat dianggap sebagai penyebab dari perbedaan atau penyebab dari kesalahan dalam pencarian peluang.BAB II PEMBAHASAN A. para psikolog menerima variabilitas sebagai segi instrinsik semua perilaku dan berusaha menyelidiki serta memilah banyak sumber variabilitas semacam itu. apakah dua orang penilai memberikan skor yang mirip (reliabilitas antar penilai). atau untuk pengukuran yang lebih subjektif. Dalam pengertian luas. Hasil dari pengujian awal diharapkan akan konsisten dangan pengujian-pngujian berikutnya. Faktor-faktor yang dapat dianggap sebagai varian kesalahan untuk satu tujuan dapat dianggap sebagai varian . dan hasil pengujian yang sama dengan menggunakan berbagai pernyatan-pernyataan membangun (konsistensi internal). Pengertian Reliabilitas Reliabilitas. Reliabilitas selalu menunjukan keandalan instrument penelitian dalam berbagai bentuk. hasil pengujian yang sama jika dilakukan oleh orang yang sama dalam waktu berbeda (pengetesan ulang).yakni hasil pengujian yang sama jika dilakukan oleh orang yang berbeda (inter-penilai). atau juga dapat berada dalam kondisi pengujian yang berbeda. Pada penelitian reliabilitas tak lepas dari ketergantungan (dependabiliti). Reliabilitas merupakan konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji ulang dengan tes yang sama dalam kesempatan berbeda. Hasil selalu berupa numerik dan tidak boleh berubah-ubah. atau keandalan merupakan konsistensi dari serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur. Hal tersebut bisa berupa pengukuran dari alat ukur yang sama (tes dengan tes ulang akan memberikan hasil yang sama. karena merupakan karakteristik dari proses ukuran. atau dengan seperangkat item yang ekuivalen. Konsep ketergantungan ini sangat berkaitan erat dengan keterandalan. Dewasa ini. Reliabilitas skor bergantung pada definisi varian kesalahan.hasil pengujian yang sama jika dilakukan oleh orang yang berbeda dalam waktu yang bersamaan dengan tes yang berbeda (bentuk pralel).

instruksi. dan seterusnya. Korelasi nol menunjukkan tidak adanya hubungan sama sekali. batas waktu.00. Orang dengan skor tertinggi pada variabel 1 mungkins aja memiliki skor yang berbeda dengan variabel 2. Karena semua jenis reliabilitas menyangkut derajat konsistensi atau kesepakatan antara dua perangkat skor yang diturunkan secara independen. Yang paling umum adalah koefisien korelasi produk-momen Pearson.nol akan terjadi. Korelasi seperti ini akan memiliki nilai +1.kebenaran dalam tujuan lain. jika individu dengan skor tertinggi pada variabel 1 juga mendapatkan skor tertinggi pada varabel 2. Koefisien korelasi bisa dihitung dengan berbagai cara. Setiap tes seharusnya didampingi oleh pernyataan reliabilitas. Jika setiap sampel diperoleh secara acak untuk menentukan variabel 1 dan variabel 2. KOEFISIEN KORELASI Koefisien korelasi menyatakan derajat kesesuaian atau hubungan antara dua perangkat skor. Individu nomor dua terbaik pada variabel 1 juga nomor dua terbaik pada variabel 2. maka perubahan dari hari ke hari pada skor kegembiraan-depresi akan relevan bagi maksud tes ini dan karenanya. jika kita ingin mengukur fluktuasi suasana hati. B. Meskipun telah dikondisikan tes dengan kondisi pengetesan maksimum. sampai dengan individu yang memiliki skor terendah. Ketika penguji berusaha mempertahankan kondisi-kondisi pengetesan dengan mengendalikan lingkungan pengetesan. akan mustahil memprediksi posisi relatif individu dakan variabel 2 berdasarkan pengetahuannya mengenai variabel 1. Dengan demikian. Contoh. tergantung pada hakikat data. sebagaimana hal ini dapat terjadi karena adanya peluang. Dalam kondisi ini. dan faktor lainnya. rapport. tak satu tes pun dapat dipercaya seratus persen. semua jenis reliabilitas dapat diungkapkan dalam istilah koefisien korelasi. Koefisien korelasi ini tidak . maka korelasi nol atau mendekati. akan menjadi bagian dari varian kebenaran skor yang ada. Akan ada korelasi sempurna antara variabel 1 dan 2. mereka berusaha mengurangi varian kesalahan dan membuat skor-skor tes lebih dapat dipercaya.

orang yang ada di atas rata-rata akan menerima skor standar positif. korelasi yang tinggipun bahkan gagal memenuhi “tes signifikansi”. rata-rata. Yang jelas.pel berukuran sama lainnya. kita memaksudkan bahwa peluang-peluangnya tidak lebih besar daripada 1 dari 100 sehingga korelasi populasinya 0. Contoh: Kita mungkin ingin tahu apakah matematika dan kemampuan membaca punya korelasi diantara anak-anak sekolah Amerika yang usianya sama seperti anak-anak sekolah yang kita tes. . namun juga besar simpangannya di atas atau di bawah rata-rata kelompok. yang sungguh-sungguh di tes tidak akan merupakan sampel yang memadai untuk generalisasi bagi populasi seluas itu. SIGNIFIKANSI STATISTIK Dalam riset psikologis biasanya kita tertarik untuk melakukan generalisasi di atas sampel particular individu yang di tes sampai populasi yang diwakili sampel itu. 10 kasus misalnya. Namun. simpangan baku. Selama bertahun-tahun. Tingkat signifikansi merujuk pada resiko kesalahan yang hendak kita tanggung dalam menarik kesimpulan dari data kita. tingkat signifikansi merupakan cara tradisional untuk mengevaluasi korelasi. Ada prosedur statistic untuk memperkirakan fluktuasi yang mungkin untuk bisa diharapakan dari sampel ke sampel dalam ukuran dari korelasi. Ketika kita mengatakan bahwa korelasi itu “signifikan pada tingkat 1% (0. Bila posisi tiap orang dinyatakan dalam kaitan-kaitan skor standar. dan ukuranukuran kelompok lain manapun.01)”.hanya mempertimbangkan posisi orang dalam kelompok. Dalam praktik sesungguhnya tidak mutlak perlu adanya konversi setiap raw score ke dalam skor standar sebelum menemukan hasil silangnyam karena konversi ini bisa dibuat sekali untuks elamanya setelah hasil silang ditambahkan. yang dapat dibandingkan akan menghasilkan koreasi yang jauh lebih rendah atau lebih tinggi. sudah mulai disadari bahwa prosedur ini memiliki kekurangan dan cacah. Sa. sementara yang ada di bawah rata-rata akan menerima skor negatif.

Koralasi antara jumlah kata-kata yang tertulis dalam dua bentuk tes ini adalah 0. (lihat. Dalam kasus ini. Dua surat ini dipilih oleh para penulis tes karena untuk maksud ini kesulitannya hamper sama. KOEFISIEN RELIABILITAS Koefisien korelasi telah digunakan dalam analisis data psikometrik. Pengukuran reliabilitas tes mewakili satu aplikasi koefisien-koefisien seperti ini. membayang-bayangi pergeseran penting dalam analisis atas koefisien korelasi dalam tahun-tahun mendatang. ujung pensil yang patah. Korelasi ini tinggi dan signifikan pada tingkat 0. Dalam satu bentuk. Koefisien reliabilitas dalam kasus ini hanyalah korelasi antara skor-skor yang didapatkan oleh orang yang sama pada dua penyelenggaraan tes. Tren terhadap interval kepecayaan sebagai suplemen dan bukan pengganti untuk pengetesan signifikansi. Di samping itu juga . dan lain-lain. misalnya Carver 1993). skor-skor 104 orang pada bentuk-bentuk ekuivalen dari tes-tes World Fluency2 memiliki korelasi. Bentuk kedua sama. Contoh sebuah koefisien reliabilitas yang dihitung oleh metode produk momen Pearson.72. kecuali surat lain yang digunakan. para peserta tes diberi waktu 5 menit untuk menulis sebanyak mungkin kata-kata yang dimulai dengan sebuah surat yang ada. Variasi-variasi ini sebagian diakibatkan dari kondisi pengetesan yang tidak terkontrol seperti perubahan eksterm pada cuaca. C.01. (grafik 4-3 Hal:101). Varian kesalahan berhubungan dengan fluktuasi acak kinerja dari satu kesempatan tes ke kesempatan lainnya.Pendekatan lain yang semakin mendapat perhatian mempertimbangkan besaran actual korelasi yang didapatkan dan memperkirakan “interval kepercayaan” di dalam korelasi populasi kemungkinan jatuh pada tingkat kepercayaan yang spesifik. JENIS-JENIS RELIABILITAS Reliabilitas Tes-Retes Metode paling jelas untuk menemukan reliabilitas skor tes ialah dengan mengulang tes yang sama pada kesempatan kedua.

Praktik mungkin akan menghasilkan kadar perbaikan yang bervariasi dalam skor-skor retes individu yang berbeda. makin tinggi reliabilitasnya. koefisien ini menggabungkan dua jenis reliabilitas. kecemasan. letih. karena dua jenis ini penting bagi kebanyakan maksud pengetesan. Korelasi antara skor-skor yang didapatkan pada dua bentuk itu merupakan keofisien reliabilitas tes. reliabilitas bentuk-alternatif memberikan ukuran yang berguna untuk mengevaluasi banyak tes. reliabilitas bentuk-alternatif seharusnya selalu disertai oleh pernyataan tentang panjang interval antara penyelenggaraan tes. dan juga deskripsi pengalaman-pengalaman relevan yang memengaruhi. Dengan begitu. Reliabilitas Bentuk-Alternatif Satu cara untuk menghindari kesulitan yang ditemukan dalam reliabilitas tes dan tes ulang adalah melalui penggunaan bentuk-bentuk tes lainnya. makin rentanlah skor terhadap perubahan sehari-hari yang acak dalam kondisi peserta tes atau lingkungan pengetesan. bukan antara peristiwa-peristiwa. pengetesan ulang (retes) dengan tes yang sama bukanlah teknik yang tepat untuk menemukan koefisien reliabilitas. ketegangan emosi. Dengan demikian. Meskipun tampak sederhana dan blak . Jika kedua bentuk itu diselenggarakan langsung berturut-turut. Seperti reliabilitas retes. Akan tetapi. orang yang sama bisa dites dengan satu bentuk pada kesempatan kedua. Varian kesalahan dalam kasus ini merepresentasikan fluktuasi dalam kinerja dari satu perangkat soal ke perangkat lain. seperti sakit.blakan. teknik tes dan tes ulang menampilkan berbagai kesulitan ketika diterapkan pada kebanyakan tes psikologis. dan lain-lain. untuk sebagian besar tes-tes psikologis. tetapi tidak merepresentasikan fluktuasi sepanjang waktu. Akan tetapi. . Perlu dicatat bahwa koefisien reliabilitas semacam itu adalah ukuran stabilitas temporal dan konsistensi respons terhadap berbagai butir soal contoh (bentuk-bentuk tes). Reliabilitas tes ulang menunjukkan sejauh mana skor pada tes dapat digeneralisasikan untuk berbagai kesempatan yang berbeda. korelasi yang dihasilkan menunjukan reliabilitas antara bentukbentuk saja.terdapat variasi-variasi yang muncul dari peserta tes itu sendiri.

paruhan yang pertama dan paruhan kedua tidak akan ekuivalen. karena hanya dibutuhkan penyelenggaraan tunggal atas satu bentuk tes. karena hanya ada satu kesempatan tes. bentuk-bentuk paralel tes seharusnya merupakan tes-tes yang disusun secara mandiri untuk memenuhi spesifikasi yang sama. Seandainya soal-soal dalam kelompok semacam ini harus ditempatkan dalam paruhan- . Satu hal yang perlu diwaspadai dalam membuat pemisahan ganjil-genap seperti itu berkaitan dengan kelompok-kelompok butir soal yang berhadapan dengan satu masalah. Secara mendasar. pembagian seperti itu akan menghasilkan skor-separuh yang hampir ekuivalen. Untuk mendapatkan reliabilitas belah-separuh. tergantung pada perbedaan dan tingkat kesulitan soal. contoh-contoh ilustratif. Tes apa pun bisa dibagi dengan berbagai cara. Reliabilitas Belah-Separuh (Split-half Reliability) Dari penyelenggaraan tunggal atas satu bentuk tes. dua skor didapatkan untuk setiap orang dengan membagi tes menjadi paruhan-paruhan yang ekuivalen. Kisaran dan tingkat kesulitan soal-soal ini seharusnya juga sama. praktik. Instruksi. Tes-tes ini seharusnya berisi jumlah soal yang sama dan seharusnya mencakup jenis isi yang sama. dan semua aspek tes lain harus dicek dalam hal ekuivalensinya. Dalam kasus ini. Jenis reliabilitas ini kadang kala disebut koefisien konsistensi internal. bentuk-bentuk itu betul-betul parallel. Prosedur yang memadai bagi kebanyakan maksud adalah mendapatkan skor pada soal-soal genap dan ganjil dari tes. mungkin untuk mencapai ukuran reliabilitas lewat berbagai prosedur belah-separuh. kebosanan. Stabilitas sementara skor-skor tidak masuk dalam reliabilitas semacam itu. seperti pertanyaan-pertanyaan yang merujuk pada diagram mekanis tertentu atau halaman tertentu dalam tes membaca. Jika soal-soal ini aslinya diatur menurut tingkat kesulitan yang kurang lebih sama. Tampak bahwa reliabilitas belah-separuh merupakan ukuran yang konsisten dalam kaitan dengan sampling isi.Dalam pengembangan bentuk-bentuk alternative. dan juga efek-efek kumulatif pemanasan. dan banyak factor lain yang berbeda-beda dari awal sampai akhir tes. Dengan cara ini. keletihan. Dalam kebanyakan tes. masalah pertama adalah bagaimana membagi tes dalam rangka mendapatkan paruhan-paruhan yang paling ekuivalen. format. seluruh kelompok soal seharusnya tetap disatukan dengan satu atau separuh lainnya. batas waktu. tentu saja harus dicurahkan perhatian untuk memastikan bahwa.

Hanya dibutuhkan varian dari perbedaan antara skor-skor tiap orang pada dua tes-tes . Di pihak lain. dalam reliabilitas tes-retes dan reliabilitas bentuk alternative. Metode alternatif untuk mendapatkan reliabilitas belah-separuh dikembangkan oleh Rulon (1939). n adalah 4. korelasinya dihitung antara dua perangkat skor yang masing-masing didasarkan pada 50 soal. semakin dapat diandalkan tes itu.paruhan tes yang berbeda dari tes. rumus itu dapat disederhanakan sebagai berikut: rtt = untuk rbb adalah korelasi dari tes-tes paruhan. seharusnya dicatat bahwa korelasi ini sesungguhnya memberikan reliabilitas dari separuh-tes saja. Jika semuaa hal sama. rumus ini selalu melibatkan penggandaan panjang tes. seperti berikut: rnm = ( ) dimana rnm adalah koefisien yang diperkirakan . Ketika diterapkan pada reliabilitas belah-separuh. Akan tetapi. Efek yang akan dihasilkan pada koefisiennya dengan memperpanjang atau memperpendek tes. jika diturunkan dari 60 ke 30. Contohnya. Masuk akal jika kita berekspektasi bahwa. dapat diperkirakan dengan rumus Spearman-Brown. kita akan sampai pada ukuran lebih memadai dan lebih konsisten. semakin panjang tes. rnm adalah koefisien yang diperoleh. n adalah ½. dan n adalah jumlah waktu tes itu diperpanjang atau diperpendek. dengan sampel perilaku lebih besar. Dalam kondisi ini. jika seluruh tes terdiri dari 100 butir soal. kesamaan skor-skor paruhan akan dibesar-besarkan. karena kesalahan tunggal apa pun dalam memahami masalah ini akan memengaruhi soal-soal dalam kedua paruhan. jika jumlah soal tes ditingkatkan dari 25 menjadi 100. Begitu dua skor-paruhan ini didapatkan untuk tiap orang. tiap skor didasarkan pada jumlah soal penuh pada tes. skor-skor ini bisa dikorelasikan dengan metode yang biasa. Rumus Spearman-Brown digunakan secara luas dalam menghitung reliabilitas dalam bentuk ini. Jadi.

semakin tinggilah konsistensi antarsoal. Reliabilitas Kuder-Richardson dan Koefisien Alpha Metode keempat untuk mendapatkan reliabilitas. yang sama dengan koefisien reliabilitas. dibagi dengan varian skor-skor total. yang kontras dengan tes yang terdiri dari 10 kosakata. Semakin homogeny domainnya. tetapi kurang baik pada penambahan. Konsistensi antarsoal ini dipengaruhi oleh dua sumber varian kesalahan: (1) pencuplikan isi ( sebagaimana dalam bentuk alternatif dan reliabilitas belah-separuh). Sampel yang lebih ekstrem akan ditunjukkan oleh tes terdiri dari 40 soal kosakata. sementara yang lain memuat soal-soal pertambahan. pengurangan. dan perkalian. Dalam tes kedua. satu peserta tes bisa menunjukkan kinerja lebih baik dalam pengurangan daripada dalam operasi aritmetik lainnya. yang juga menggunakan administrasi tunggal dari suatu bentuk tunggal. Perbedaan apa pun antara skor-skor seseorang pada dua tes paruhan menampilkan varian kesalahan atau varian yang tidak relevan. Varian-varian perbedaan-perbedaan ini. sedangkan peserta tes lainnya bisa mencapai skor yang relative baik pada tes pembagian. hasilnya adalah proporsi varian “benar” untuk penggunaan tes tertentu.00. dan seterusnya. Contoh . Dalam tes kedua.separuh (SD ) dan varian skor total ( SD ) dua nilai ini disubstitusikan dalam rumus berikut. (2) heterogenitas dari domain perilaku yang disampelkan. 10 hubungan ruang. Ketika varian skor ini dikurangkan dari 1. 10 penalaran aritmetik. didasarkan pada konsistensi respons terhadap semua butir soal dalam tes. barangkali tidak ada atau ada sedikit hubungan antara kinerja individu pada berbagai jenis soal. yang lebih heterogen. dan 10 soal kecepatan persepsi. pengurangan. memberikan proporsi varian kesalahan dalam skor-skor itu. . perkalian dan pembagian tes terdahulu barangkali akan menunjukan lebih banyak konsistensi antarsoal daripada yang kedua tersebut. yang menghasilkan reliabilitas seluruh tes secara langsung : rtt = 1- menarik untuk memperhatikan hubungan rumus ini dengan definisi varian kesalahan. jika suatu tes mencakup soal perkalian saja.

Banyak kombinasi lain yang jelas bisa menghasilkan skor total sama 20. Pertanyaan yang amat relevan dalam kaitan ini adalah apakah criteria yang sedang diprediksi oleh tes itu pada dirinya sendiri relatif homogen atau heterogen. Smith mungkin telah menyelesaikan 10 soal kosakata dengan benar. .Tampak bahwa skor tes akan menjadi kurang ambigu bila berasal dari tes-tes yang relatif homogeny. Andaikan dalam tes 40 soal amat heterogen yang dikutip sebelumnya. Akan tetapi. heterogenitas soal-soal tes tidak akan dengan sendirinya mewakili varian kesalahan. Ia bisa gagal pada dua atau tiga kata lebih mudah dan dengan tepat memberikan respons pada dua atau tiga soal lebih sulit di atas kata ke-20 . jones mungkin telah menerima skor 20 dengan menyelesaikan 5 soal kecepatan persepsi. 10 soal kecepatan persepsi dan tidak satupun soal penalaran aritmetik dan hubungan ruang. tes homogen jelas bukan predictor yang memadai menurut criteria yang amat heterogen. Bisakah kita menyimpulkan bahwa kinerja keduanya pada tes ini sama? Sama sekali tidak. jika soal-soalnya diatur dalam tingkat kesulitan yang meningkat. 5 hubungan ruang. interpretasi tidak ambigu atas skor-skor tes bisa dipadukan dengan cakupan criteria yang memadai. masing-masing mengukur berbagai fase criteria heterogen. Tes-tes inteligensi tradisional memberikan contoh yang baik tentang tes-tes heterogen yang dirancang untuk memprediksi criteria heterogen. Jadi.tetapi variasi individu seperti ini agak berbeda dalam perbandingan dengan variasi yang ditemukan dalam tes yang lebih heterogen. Meskipun tes-tes homogeny lebih disukai karena skor-skornya memungkinkan interpretasi yang agak tidak ambisius. Lagi pula. dan tidak satupun soal kosakata. 10 penalaran aritmetik. Dalam tes kosakata yang relatif homogeny. di pihak lain. Skor ini akan memiliki arti yang berbeda jika didapatkan lewat kombinasi soal-soal yang tidak sama. mungkin lebih baik menyusun berbagai tes yang relatif homogeny. baik smith maupun jones mendapatkan nilai 20. Sebaliknya. dalam prediksi yang punya criteria heterogen. skor 20 barangkali akan berarti bahwa peserta tes telah berhasil dengan 20 kata pertama. dalam kasus semacam ini.

Tidak seperti koefisien reliabilitas. perbedaan dalam koefisien-koefisien reliabilitas maupun kesalahan-kesalahan pengukuran tidak bisa diandaikan tetap konstan ketika tingkat kemampuan sangat bervariasi. SEM IQ pada tes ini adalah: 15√ = 5. Interpretasi Perbedaan Skor tt = 15 √ = 15 (0. RELIABILITAS YANG DIPERCEPAT E. KESALAHAN STANDAR PENGUKURAN Interpretasi Skor-skor Individu (Standard Error of Measurement) SEM lebih banyak digunakan dalam pengetesan daripada koefisien reliabilitas.Untuk menginterpretasikan skor individu. jika IQ simpangan pada tes inteligensi tertentu memiliki simpangan baku 15 dan koefisien reliabilitas 0. Akan tetapi. SEM memberikan perlindungan terhadap penekanan yang tidak tepat pada skor numerik tunggal. kesalahan standar pengukuran merupakan alat yang lebih tepat. KETERGANTUNGAN KOEFISIEN RELIABILITAS F.D. kesalahan pengukuran bersifat independen terhadap variabilitas kelompok berdasarkan kesalahan pengukuran dihitung.33) . Kesalahan pengukuran standar bisa dihitung dengan rumus berikut: SEM = SDt √ SDt rtt = simpangan baku skor tes = koefisien reliabilitas tt Misalnya. Kesalahan standar pengukuran dan koefisien reliabilitas merupakan cara-cara alternatif untuk mengungkapkan reliabilitas tes.89.

tes-tes ini digunakan untuk membedakan antara orang yang memiliki dan orang yang tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan . Bila reliabilitas sampel menurun. baik bila membandingkan skor tes dari orang yang berbeda maupun ketika membandingkan skor tes dari orang yang berbeda maupun ketika membandingkan skor individu yang sama dalam kemampuan yang berbeda. Setiap korelasi yang ada. G. RELIABILITAS DITERAPKAN PADA TES PENGUASAAN DAN SKOR POTONG Implikasi utama dari pengetesan penguasaan adalah reduksi dalam variabilitas skor-skor di kalangan individu. Kesalahan standar tentang perbedaan antara dua skor dapat ditemukan dari kesalahan standar perbedaan antara dua skor dan SEM1 dan SEM2 adalah kesalahan standar dari pengukuran skor-skor yang terpisah. Perbedaan yang ada dipengaruhi oleh kesalahan-kesalahan peluang yang ada dalam suatu skor. Dalam praktik sesungguhnya. koefisien korelasinya akan turut menurun. sebagai berikut: Dalam substitusi ini. SD yang sama digunakan untuk tes 1 dan 1. termasuk koefisien-koefisien reliabilitas. karena skor-skornya harus diungkapkan dalam kaitan dengan skala yang sama sebelum dibandingkan. Pertanyaan yang sering diajukan tentang skor-skor tes berhubungan dengan posisi relatif individu pada berbagai area. dipengaruhi oleh variabilitas kelompok tempat koefisien itu dihitung. Hal ini terdapat dalam tes WAIS-R. kita dapat menuliskan rumus ini kembali secara langsung dalam kaitan dengan koefisien reliabilitas. yang berfungsi sebagai alat pemeriksa penekanan yang ebrlebihan pada perbedaan-perbedaan kecil antara skor-skor. Sikap hati-hati seperti ini perlu ada.Tiap skor dapat berfluktuasi. SEdiff = SD √ Dengan mengganti SD√ 11 11-r22 untuk SEM1 dan SD√ 22 untuk SEM2.

Tujuan khusus pengadaan tes ini dapat sangat bervariasi.untuk aktivitas tertentu. dari memperoleh izin mengemudi atau penugasan pada pekerjaan khusus tertentu sampai maju ke unit berikut dalam program pengajaran yang dibuat khusus untuk individu atau penerimaan pada program belajar tertentu. .

. Teknik paralel (equivalent form) Ada dua Peranan Koefisien Reliabilitas yaitu : 1.BAB III PENUTUP A. Reliabilitas pada Gabungan Sekor (Komposit) 2. SARAN Semoga dengan adanya makalah ini mampu membantu para peneliti dalam pengujian setiap hasil penelitian yang dilakukannya. Reliabilitas Seimbang (Equivalence Reliability) Ada tiga teknik dasar yang dapat diterapkan oleh peneliti dalam menguji Reliabilitas suatu penelitian yaitu: 1. Karena penelitian yang sudah melalui uji penelitian sudah dianggap bagus dan memenuhi standart. Teknik pengukuran ulang (test-retest) 2. Berikut adalah jenis-jenis uji reliabilitas yang dibagi menjadi 3 jenis yaitu : 1. Reliabilitas Terwakili (Representative Reliability) 3. Reliabilitas pada Selisih Sekor Didalam pengujian sebuah hasil penelitian juga diperlukan sebuah rumus-rumus untuk menunjukkan bahwa hasil penelitian yang kita lakukan valid dan dapat dipertanggung jawabkan. B. Teknik belah dua 3. Reliabilitas Stabil (Stability Reliability) 2. KESIMPULAN dengan uji reliabilitas maka penelitian yang dihasilkan akan memiliki sebuah mutu yang berkualitas.

Dan diharapkan dengan adanya makalah ini tidak hanya berguna bagi para peneliti saja. namun bagi semua khalayak umum yang dimana mampu menunjang dalam hal pendidikan dan sosial. .

DAFTAR PUSTAKA .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->