Propeler Dan Shaft

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Praktik Industri
Arah kebijakan pembangunan pada era global di bidang pendidikan harus dilaksanakan mengingat pemenuhan tenaga yang berkualitas sangat diperlukan. Salah satu indikator keberhasilan dalam peningakatan kualitas sumber daya manusia sangat diperlukan sebagai modal untuk mewujudkan proses industrialisasi. Hal itu untuk mendapatkan tenaga-tenaga profesional, kompetitif seiring dengan perkembangan IPTEK. Dunia pendidikan menjadi alat utama pembangunan sumber daya manusia. Sistem pendidikan berperan untuk membentuk peserta didik yang unggul dan siap bersaing di pasar global ini. Kondisi pendidikan sekarang ini, belum kondusif untuk menghasilkan tenaga yang profesional. Meskipun instansi dilengkapi dengan berbagai peralatan yang memadai dan di asuh oleh tenaga pengajar yang pengalaman dengan berbagai metode dan alat pengajar, namun kegiatan belajar mengajar terutama praktik masih bersifat simulasi. Hal ini berbeda dengan dunia kerja yang sesungguhnya. Dunia industri institusi pendidikan harus mempunyai program. Program itu umumnya lebih kondusif untuk membentuk dan mendidik tenaga kerja yang disiplin, kreatif, kompetitif, mandiri, inovatif, dan beretos kerja tinggi. Kualitas pekerjaan, waktu esok ( Delivery time ), biaya (cost), pelayanan (service) menjadi faktor pesaing yang utama agar usaha industri memenangkan pasar. Etos kerja dan penguasaan kiat kerja yang baik sebagai SDM yang professional akan terbentuk melalui kebiasaan dan internasialisasi nilai-nilai yang diperoleh melalui bekerja da penghayatan atas pekerjaan yang menjadi tanggung jawab dalam dunia usaha yang sulit diperoleh di dunia pendidikan.

1. Pemilihan Tempat Kerja
Relevan antara mata kuliah yang didapat dikampus dengan kondisi yang ada di bidang industry merupakan suatu acuan dalam pemilihan tempat yang akan digunakan

untuk kerja praktik. Disamping terjangkaunya dari segi pengetahuan, pengalaman, waktu, dan pendanaan. Oleh karena itu, pemilihan tempat praktik yang saya ambil adalah PT.TIARA NUSA TEKNIK. Pemilihan tempat praktik di PT. TIARA NUSA TEKNIK merupakan persetujuan dari pihak fakultas dan pihak industri, sehingga kami berharap dengan memilih tempat prakik disini akan mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan secara langsung di lapangan. Terutama pada bagian atau devisi bengkel utama pada bagian pemesinan produksi atau fabrikasi yang mana disana banyak memproduksi dan memperbaiki komponen-komponen kapal laut. Hal ini ada kesesuaian dengan mata kuliah yang di dapat di kampus.

2. Pemilihan Bidang yang Dipelajari
Pemilihan bidang yang dipelajari dalam industri menyesuaikan dengan pembimbing industri dengan berlatar belakang jurusan di Fakultas dan kesesuaian dengan permasalahan yang ada di lapangan. Para mahasiswa praktik industri akan melaksanakan orientasi yang mana nanti akan dikenalkan pada bagian-bagian lain dari bengkel utama, selanjutnya akan mendapatkan judul permasalahan dan dikaji langsung dilapangan. Pemilihan bidang yang saya pelajari dalam kerja praktik adalah “ PROSES PENGERINDAAN PROPELLER ”. Sudut pitch sangat penting dalam propeller supaya kecepatan kapal dapat stabil. Apabila proses pembuatan pitch kurang atau lebih satu millimeter akan berpengaruh pada gaya dorong yang dihasilkan kapal. Oleh karena itu, perhitungan dalam pembuatan pitch pada sebuah propeller. Perhitungan pitch ini harus memperhatikan besar kecilnya system penggerak seperti motor induk, system transmisi, gear box, dan motor induk yang akan digunakan di kapal.

B. Tujuan Khusus Praktik Industri
Di jurusan Teknik Mesin UNY kerja praktik merupakan program kulikuler yang mana harus ditempuh oleh mahasiswa,melalui praktik kerja langsung di perusahaan atau industri pada jangka waktu yang telah ditentukan. Adapun secara umum kerja praktik industri mempunyai tujuan agar mahasiswa dapat mengenal komponen di dalam industri sehingga dapat menambah pengalaman kerja dan mengaplokasikan teori yang didapat secara factual dalam dunia kerja. Sedangkan tujuan khusus praktik indusri adalah :

a. Proses pembubutan propeller (baling-baling) dan proses finishing
propeller yaitu proses pengerindaan untuk mencari pitch yang di gunakan sebagai acuan jarak aksial yang ditempuh/diambil oleh propeller (balingbaling) pada satu kali putaran penuh.

b. Mengetahui standar-standar lubang poros propeller yang digunakan
perusahaan tersebut.

c. Mengetahui cara menghitung pitch dari ukuran propeller. d. Mengetahui proses balacing untuk mencari keseimbangan dari berbagai
jenis propeller (baling-baling) misalnya propeller 3 Daun, 4 Daun, 5 Daun.

C. Manfaat atau Kegunaan Praktik Indusri
Kerja praktik industri akan dapat menimbulkan manfaat bagi mahasiswa praktik indistri, bagi fakultas, bagi industri itu sendiri yaitu :

1. Bagi mahasiswa : a. Memperoleh pengetahuan yang nyata tentang
kondisi suatu perusahaan baik dari segi manajemen yang diterapkan, kondisi fisik, teknologi yang digunakan, kinerja para karyawan serta prosesproses industri. b. Memperoleh pengalaman nyata yang berguna untuk meningkatkan ketrampilan teknik yang relevan sesuai jurusan yang ditekuni. c. Mengetahui perkembangan ilmu dan teknologi sesuai dengan tuntunan perkembangan industri.

d. Dapat membina hubungan yang baik dengan
industri sehingga memungkinkan untuk dapat bekerja di industri tempat pelaksanaan PI tersebut setelah lulus dari kuliah. 2. Bagi lembaga pendidikan

a. Terjalinnya hubungan baik antara FT-UNY dengan PT Tiara Nusa Teknik
(TNT), sehingga memungkinkan kerja sama dalam ketenagakerjaan dan kerjasama lainnya. b. Terjalin hubungan umpan balik untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga selalu sesuai dengan perkembangan dunia industri.

3. Bagi perusahaan a. Memperoleh masukan-masukan baru dari lembaga pendidikan melalui mahasiswa
yang sedang melakukan PI.

b. Dapat menjalin hubungan (relasi) yang baik dengan lembaga pendidikan
khususnya FT-UNY. c. Perusahaan semakin dikenal oleh lembaga pendidikan sebagai pemasok tenaga kerja dan masyarakat sebagai konsumen.

D. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan suatu metode atau cara untuk mendapatakan data-data yang dibutuhkan dalam menyalesaikan praktik industry. Adapun metode yang digunakan adalah : 1. Metode Observasi Merupakan metode yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung objek dan permasalahan yang terjadi dilapangan atau tempat kerja, terutama masalah setting perangkat-perangkat dan kegiatan mengatasi masalah koneksi internet.

2. Metode Interview
Merupakan metode yang dilakukan dengan cara tanya jawab atau wawancara dengan nara sumber yang memiliki kapasitas dan informasi yang dibutuhkan dalam melakukan praktik indusri.

3. Metode Referensi

. atau halaman web yang mendukung. official website.Merupakan metode yang dilakukan dendan membaca referensi baik berupa manual suatu perangkat.

ini merupakan potensi yang luar biasa dan dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan program pembangunan nasional. Sistem penggerak kapal terdiri dari motor induk.Pendirian perusahaan ini merupakan gagasan dari Bapak Adrianus Seciawanto. dan Bapak Winardi Gani. Sangat minimnya hasil penangkapan ikan ini adalah karena ketidak berdayaan masyarakat nelayan kita sebagai pelaku utama pada industri perikanan tangkap. dan khusususnya industri perikanan tangkap. Sejarah Perusahaan PT.dalam usaha penagkapan ikan di laut maupun pengelolaan hasil tangkap. Tiara Nusa Teknik merupakan industri yang bergerak di bidang produksi dan jasa pelayanan perbaikan dan pembuatan komponen kapal laut. dan propeller. Alasan mereka mendirikan perusahaan tersebut karena Negara Indonesia merupakan negara maritime yang sebagian besar wilayahnya adalah lautan yang kaya akan sumber daya hayati berupa perikanan. sering ketiga hal tersebut hanya dipilih langsung tanpa diketahui karakteristik propeller.karena kesulitanmodal serta minimnya penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi kapal perikanan. Salah satu masalah yang terdapat di kapal perikanan adalah onkos opeasional kapal akibat tidak direncanakannya sistem penggerak kapal yang baik. Bapak Waluyo. sistem transmisi.5 juta ton per tahunnya. Sehingga hal ini menyebabkan para nelayan tidak mampu untuk mengembangkan usaha perikanannya. gear box. Hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian dari pemerintah maupun sektor lain terhadap industri kelautan secara umum. Namun apabila kita lihat pendapatan negara dari sumber daya hayati ini. masih sangat jauh dari target yang diharapkan.BAB II PROFIL PT TIARA NUSA TEKNIK ( TNT ) A. Potensi sumber daya hayati berupa ikan tersebut diperkirakan + 6. Mininnya sentuhan teknologi dalam pembangunan dan perencanaan kapal perikanan yang dibangun di galangan kapal tradisional. dimana desain dan perencanaan hanya mengikuti pola tradisional atau berdasarkan pengalaman. dan motor induk yang akan digunakan dikapal .

maupun propeller kapal cepat (kapal patroli) serta membantu para nelayan dalam perbaikan propeller. Modifikasi gen-set dengan sistem water coller. Hal utama lainnya adalah propeller yang dipakai tanpa perhitungan dengan mengikuti prinsip perencanaan rekayasa rancang bangun.perikanan. Surabaya. dan sirip. Nikel Aluminium Bronze ( Libral ) 2. Shaft menggunakan stainless stell dan stern tube menggunakan pipa dan kuningan Selain memproduksi perusahaan ini juga menerima perbaikan dan modifikasi seperti : 1. Perbaikan ( servis ) gear box. Ambon. Sulawesi. Bronze b. dan Irian Jaya. serta dasar teknologi perkapalan.Tiara Nusa Teknik antara lain : 1. 2. . kaplan. Manganise Bronze c. perusahaan ini didirikan di Dadap. Produksi yang dihasilkan di PT. Shaft ( AS ) dan stern tube ( koker / rumah AS ). Propeller : a. Propeller berbagai tipe misalnya propeller tipe daun bulat. 2. Sehingga timbul ketidak cocokan antara propeller dengan mesin induk. Sedangkan bahan baku yang digunakan adalah : 1. Pada tahun 2000. Hasil dari produksi tersebut akan dipasarkan untuk pemasaran dalam negeri saja misalnya Jakarta. Tangerang sebagai lokasinya yang sebagian penduduknya mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Sumatera. Pembangunan perusahaan ini diharapkan dapat membantu oknun-oknum pemerintahan seperti BKI ( Biro Klasifikasi Indonesia ) untuk pembuatan propeller kapal perang. Kalimantan.

Misi perusahaan PT TIARA NUSA TEKNIK adalah “ memproduksi dengan memesarkan produknya di seluruh penjuru nusantara maupun import luar negeri dengan cara terbaik. Meningkatkan profibilitas melalui peningkatan produksi. peningkatan volume penjualan. Visi dan Misi Perusahaan Visi perusahaan PT TIARA NUSA TEKNIK adalah sebagai “ perusahaan yang produksinya berkualitas dan standart internasional ”. . peningkatan produk bernilai tambah penekanan biaya produksi serta pengembangan bentuk-bentuk maaupun tipe propeller. shaft. Tujuan agar dapat membantu instansi-instansi negeri maupun swasta dalam perbaikan kapal guna mencapai usaha yang menghasilkan keuntungan dengan cara : 1. Menjalani kegiatan pokok meliputi pembuatan propeller. Menarik konsumen dengan cara memberikan pelayanan yang meliputi perawatan dan perbaikan mesin gear box dan propeller. dengan biaya yang komulatif serta dapat digunakan seoptimal mumgkin. Strategi yang kami kembangkan untuk mencapai Visai da Misi adalah sebagai berikut : 1. Menjalankan usaha yang sejalan dengan kegiatan pokok perusahaan dalam arti yang seluas-luasnya. 2.B. C. 3. 2. kepuasan pelanggan adalan nomor satu”. Mampu memproduksi produk kami secara efisien dengan mutu yang tinggi dengan standar internasional memenuhi ketepatan waktu dan kepuasan pelanggan. Maksud dan Tujuan Pendirian Perusahaan Maksud dan tujuan pendirian perusahaan PT TIARA NUSA TEKNIK adalah karena peluang usaha seperti memproduksi alat gerak kapal laut sangat jarang di jumpai di negara kita. Gen-set. dan gear box.

efisien. Begitu juga dengan PT TIARA NUSA TEKNIK yang memiliki struktur organisasi diformulasikan berdasarkan spesialisasi dan fungsi masing-masing anggota di dalam unit kerja perusahaan. fungsi. Di dalamstruktur organisasi dibedakan tugas.dan jabatan dalam mengelola perusahan.D. baik besar maupun kecil tidak terlepas dari struktur organisasi. Dengan adanya struktur organisasi yang baik maka usaha-usaha yang dilakukan dapat menjadi lebih efektif. dan produktif. Struktur ini mampu mengantisipasi kebutuhan organisasi yang lebih baik dan kinerja yang lebih efisien danmencapai target dan tujuan perusahaan. Adapun struktur organisasi itu sendiri adalah suatu sistem kejasama antara dua orang atau lebih dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi Di dalam setiap perusahaan. Struktur organisasi pada PT TIRA NUSA TEKNIK pada bagian workshop dapat dilihat pada gambar sebagi berikut : .

Mengatur pembayaran dari pembeli agar tepat waktu. e. Menyusun rencana anggaran yang dibutukan untuk operasional perusahaan. g. Deskripsi Jabatan 1. Melakukan pembinaan dan pengendalian atas kegiatan umum administrasi dan kepegawaian. 2. Membuat keputusan-keputusan mengenai keuangan yang dibutuhkan c. pemasaran dan pengawasan meliputi kegiatan pemasaran dan penjualan. d. Mencatat semua transaksi penjualan rumah baik tunai maupun kredit dan membuat laporan penjualan secara berkala. Menerima pembayaran uang tanda jadi dan uang pelunasan pembayaran dari pembeli untuk penjualan tunai. Sruktur Organisasi E. Menganalisa dan menyusun laporan keuangan dari rekap penerimaan uang setiap akhir periode akuntansi. 3. pengembangan. f. Administrasi Keuangan Tugasnya adalah: a. b. Menjalankan pengurusan dan pengelolaan sesuai dengan kebijakasanaan umum yang digariskan serta melakukan pengawasan terhadap bawahan. b. c. Melakukan pembinaan dan pengendalian atas kegiatan perencanaan. Menerima pembayaran uang tanda jadi dari pembeli dan transfer rekening dari bank untuk penjulan secara kredit. Direktur Teknik Tugasnya adalah: a.Gambar1. Kepala Bengkel .

Membuat sepi atau pasak pada propeller pada lubang poros. Membubut propeller bubut rata maupun bubut dalam untuk rumah poros AS dan membuat shaft. Kepala Teknik Mesin Tuganya adalah : a. Membentuk propeller sampai jadi. . Membuat keputusan-keputusan mengenai bagai mana agar pelaksanaan produksi berjalan lancar memberikan solusi apa bila teknisi – teknisi mempunyai kesulitan dalam pekerjaannya/bagianya. Mengawasi pekerja-pekerja di lapangan dan langsung memberikan instruksi yang berkaitan dengan tugas mereka. dan mesin gerinda tangan. c.Tugasnya adalah : a. b. Mengawasi pekerja-pekerja di lapangan dan langsung memberikan instruksi yang berkaitan dengan tugas mereka. c. 4. b. Menentukan dan pembentukan sudut pitch propeller dengan perbandingan perbadingan yang diperlukan. Melakukan pembinaan dan pengendalian kepada bawahannya. Bagian Bubut . Skrap Tugasnya adalah : a. b. 6. Bagian Finishing Tugasnya adalah : a. b. Menentukan pajang diameter tebal daun pajang daun propeller dengan alat ukur. Melakukan pembinaan dan pengendalian kepada bawahannya. 5.

Membuat keputusan-keputusan mengenai bagai mana agar pelaksanaan produksi berjalan lancar memberikan solusi apa bila teknisi – teknisi mempunyai kesulitan dalam pekerjaannya/bagianya. Membantu teknisi dalam proses bubut maupun skrap propeller. Kegiatan Industri Pada perancangan baling-baling (Propeller) kapal. pengiriman dll. besarnya selisih (10 – 15%) yang dipilih tersebut. Kapal sebaiknya dijadwalkan untuk melaksanakan dry docking.c. rated speed). BAB III KEGIATAN KEAHLIAN A. Pembantu Teknisi Tugasnya adalah : a. SERVICE RATING = 85 – 90 % = {Brake Power Trials} / {Brake Power Manufacturer Rating} . Maka daya yang tersedia masih mencukupi kebutuhan untuk mempertahankan kondisi servis kapal. 7. ketika kapal dalam operasi servisnya harus merunning engine pada kondisi 100% nominal dari maximum continuous power rating. besarnya daya yang di-absorb oleh balingbaling adalah umumnya berkisar 85 – 90% dari nominal power pada nominal speed (rated power. seiring dengan kenyataan adanya binatangbinatang laut yang tumbuh menempel di lambung kapal. Membantu teknisi dalam finishing produk pelapisan (penecetan). b. Sehingga. pemaketan. didasari pada permintaan‟ Owner serta pertimbangan teknis dari kekhususan bentuk lambung kapal itu sendiri .

Setelah itu baru kita bias menentukan ukuran propeller seperti banyaknya daun (4 daun/ 3 daun/5daun/dll).Untuk memperoleh rancangan daun propeller yang optimal.daya mesin yang akan digunakan (HP). Walaupun demikian untuk mendapatkan rancangan propeller secara praktis dapat dilakukan dengan uji coba secara sistematis.Jumlah daun propeller . Karena dalam propeller tersebut dipengaruhi oleh banyak parameter atau faktor yang harus dipertimbangkan.Garis tengah propeller . dll Rasio ini harus dihitung dengan seluruh pertimbangan teknis. dan diameter lubang poros yang .Rasio langkah ulir propeller. gear box (ratio). maka dibutuhkan keahlian dan keterampilan seorang desainer kapal dengan dasar pertimbangan hasil penelitian dan data-data eksperimen propeller yang telah dilakukan di lapangan. Sebelum melakukan proses permesinan kita harus mengetahui guna propeller itu sendiri dibuat untuk digunakan pada kapal apa dulu contoh kapal feri .diamer propeller. Proses Produksi Bahan cor terbuat dari bahan bronze (kuningan ) yang telah berbentuk propeller akan diproses untuk mendapatkan ukuran panjang bonggol. dan koreksi-koreksi yang digunakan. kapal barang atau kapal cepat Setelah itu kita harus mengetahui besar volume labung kapal yang terendam air. meliputi kondisi lingkungan. Rotasi putaran per menit (RPM) mesin. Namun kondisi operasi kapal akan mempengaruhi efisiensi propeller sehingga parameter dalam mendesain propeler kapal perikanan harus dipertimbangkan antara lain : . disamping itu perlunya penyederhanaan konsep dari berbagai teori tentang desain propeller. B. tipe bahan bakar. Pemilik kapal selalu menghendaki agar kapalnya dapat dioperasikan seekonomis mungkin. dan besar picth. dengan kemampuan motor pengerak maksimum pada laju kisaran nominal kapal harus dapat berlayar dengan kecepatan setinggi mungkin.Rasio luasan daun propeller .

Pekerjaan yang dilakukan pada proses ini adalah : a. b. Mesin bubut yang digunakan adalah mesin bubut konvensional 1. b. Pahat rata dan pahat tirus dalam. Katrol. Membubut tirus dalam. Kesehatan dan keselamatan kerja 1. Cekam dan perlengkapan penyangga benda kerja. Champer. Menggunakan topi sebagai pelindung kepala. d. 4. Alat pendukung yang digunakan : a. 2. 3. c. Menggunakan kaca mata. c. Menggunakan sepatu safety.sudah ditentukan standar ukuranya. b. c. Membuat got dalam ( alur dalam ). Menggunakan pakaian kerja. Proses Pemesinan Pembuatan Propeller a. Urutan proses pembuatannya sebagai berikut : 1. Membubut muka atau facing. Langkah Kerja . 2. Misalnya kita akan membuat propeller ukuran diameter 1500 x 1700 dengan ukuran sepi dan pitch yang telah ditentukan standar perusahaan (table standar konus dapat dilihat pada lembar lampiran).

Lepas benda kerja lalu dibalik. Geser eretan sampai pahat mengenai benda kerja sehingga pahat melakukan penyayatan. 10. Proses pembubutan selesai. Atur eretan dengan sudut penyayatan sekitar 10 . Lakukan pembubutan facing hingga rata. Lakukan pemakanan sampai ukuran yang diinginkan lalu di champer. 5. 4. 11.. Matikan mesin dan ukur kedalaman ( diameter lubang) dengan jangka sorong dan di ukur dengan mal yang telah dibuat sesuai ukuran as poros apakah kocak atau tidak. Ganti pahat rata muka dengan pahat rata dalam ( pahat tirus ). 2. Lepaskan benda kerja jangan lupa menggunakan katrol untuk menggangkat lalu lepaskan mur alat pendukungnya. Lakukan kembali pembubutan rata muka atau facing sampai ukuran yang diinginkan.1. 3. 9. 7. Berikut adalah gambar proses pembubutan dalam : . 6. Pasang pahat rata muka pada eretan atas. 8.

40 20 .90 Pahat Karbida Tabel 1.70 30 .120 75 .40 25 .110 60 .215 140 -185 110 .Gambar 2.230 170 .45 25 . Kecepatan potong Cs ( mm/menit ) Bahan yang Dikerjakan Untuk Pekerjaan Untuk pekerjaan Bahan pendingin Bor Mild steel 80 Bubut 100 sekrap 65 Frais 100 kasar 90 Halus 100 Ulir 35 yang digunakan Soluble oil .150 60 .75 120 .215 140 -215 Kasar 110 .30 45 .45 Halus 185 .140 90 . Pembubutan dalam Berikut adalah table kecepatan potong pemakanan pada pada proses pemesinan yang dipakai : Pahat HSS Bahan Halus Baja perkakas Baja karbon Baja menengah Baja cor Kuningan Aluminium 75 – 100 70 – 90 60 -85 40 – 45 85 – 110 70 – 110 Kasar 25 .140 185 .

dan lainya. 2.S. Proses Pekerjaan dengan Mesin Gerinda Tangan Proses pengerjaan dengan mesin gerinda tangan bertujuan untuk membentuk benda kerja seperti merapihkan hasil pemotongan. Pelindung mata.Steel Cast Iron Stainles Steel Brass 40 50 50 50 40 40 80 80 70 60 90 80 30 25 Soluble oil 50 Soluble oil Tanpa Coolant 65 65 160 50 190 90 100 80 300 95 150 30 200 Tanpa Coolant Soluble oil Tanpa Coolant Terpein/kerosen Copper Bronze Aluminium Zink Plastik 180 65 190 100 160 190 65 330 130 160 100 50 130 100 120 300 100 500 250 200 180 90 200 150 140 250 100 300 200 200 50 25 50 45 40 Tool steel 30 50 30 70 50 75 20 Soluble oil Catatan : Pekerjaan sekrap tanpa Coolant Tabel 2. Untuk pekerjaan ini dibutuhkan peralatan keselamatan kerja antara lain : a.C. Daftar Kecepatan Potong Cs dalam feed/ menit untuk cutter H.S.H. b. membentuk kelengkungan pada propeller yang bersudut. Pelindung hidung ( masker ). . merapikan permukaan daun propeller.

Apabila sudut pitch yang dibuat kurang maka akan mempengaruhi gaya dorong kapal (kecepatan kapal kurang maksimal) dan dapat menyebabkan suara bising dari mesin induk. Merapihkan daun propeller agar bisa untuk di mal. e. serta dapat membuat kapal tidak mudah melakukan manufer kemudian akan mempengaruhi biaya operasionalnya. Mal ( terbuat dari kertas ). d. d. Ukur diameter propeller untuk mendapatkan ukuran panjang daun propeller dengan menggunakan mistar multi radius.4 tebal 8. Suatu propeller yang dilempar progresif supaya mempercepat gerak kapal lebih baik daripada pitch propeller yang paling lurus dan juga kembangan ujung puncak sangat baik. Misalnya propeller yang akan digerinda berukuran 1500 x 1700 langkah-langkah proses pengerindaan propeller sebagai berikut : a. Kelengkungan sudut pitch sangat penting karena berfungsi mendorong fluida dan membantu motor pada mesin induk menyesuaikan ke beban yang berbeda.300 m/min. Bantalan dan mistar lurus.0 Panjang 750 Lebar 583. Mesin gerinda tangan dan batu gerinda ( merk SPEC A24S ukuran 180 x 6 x22 mm) max speed 4. Lakukan pengemalan daun propeller dengan menggunakan spidol. Handel tangan pada mesin gerinda. b. Perlengkapan balancing. Berikut adalah contoh hasil pengukuranya ( dalam mm ) : R ( Radius ) 1.5 . b. c.c. Pelatatan yang digunakan antara lain : a. Pakaian kerja. Mistar multi radius ( sebagai alat ukur ). c.

2 516.5 187.9 0.3 421.9 486.2 9.3 365.7 0.5 0.5 582.25 675 600 525 450 375 300 262.8 O.8 20.5 36.4 569 547.8 45 50 58 Tabel 3.7 28.4 0.0. Ukuran Panjang Propeller 0.35 0.9 .8 0.7 440.6 0.2 13.

trailing edge 0. dengan panjang 2 mm dan sudut 3 .6 0.35 leading edge Gambar 3. ukuran daun propeller d. Mencari tinggi sudut pitch yang akan digunakan yakni radius 0.7 0.4 0.25 0. 263 3 433 Gambar 4.5 0. Perhitungan picth propeller Perhitungannya : 433 – 263 = 170 ( pitch yang dipakai ) .

Gambar 5. Proses menaikan propeller ke banlancing . Lakukan pengerindaan permukaan pitch sampai pitch yang ditentukan. Naikan propeller ke atas balancing untuk mengetahui keseimbangan dari masing-masing daun propeller. Gambar 6. Proses mencari pitch propeller e. f.

Salah satu alat gerak mekanik dalam kapal adalah propeller. Yaitu alat gerak mekanik dan non-mekanik. C. Proses balancing g. Pitch adalah jarak aksial yang ditempuh/diambil oleh propeler pada satu kali putaran penuh (3600). Sedangkan pada kapal – kapal sekarang. Pengertian Propeller Propeller (alat gerak kapal) adalah alat yang dapat digunakan untuk memindahkan/menggerakkan kapal dari satu tempat ke tempat lainnya. Bermula dari Archimedes yang menggunakan propeller untuk memindahkan air. banyak yang menggunakan alat gerak mekanik sebagai penggeraknya. Alat gerak non-mekanik biasanya digunakan pada kapal – kapal konvensional. Perkembangan propeller sangat pesat dan beragam. Alat gerak kapal ini. hingga sekarang telah banyak jenis – jenis propeler yang lebih efektif dan efisien dalam penggunaannya.Gambar 7.pengertian pitch pada propeler.jika di-analogi-kan suatu jarak yang telah ditempuh oleh suatu titik kedudukan pada sudut selama 1 X putaran. Pada prinsipnya. kemudian dibedakan menjadi dua. . Menimbang berat propeller. Pembahasan 1.

sedemikian rupa sehingga air membentuk seperti mur dan propeller membentuk seperti baut. Hub yaitu silinder padat yang terletak dipusat propeller atau juga disebut tempat yang digunakan untuk AS propeller. propeller tersebut mengulir sendiri terhadap air. . Bagian-bagian dalam propeller antar lain : a. h. Leading edge yaitu tepi ujung sebelah atas propeller.55 .Propeler dengan sudut daun yang kecil akan menggerakkan kapal ke depan dengan jarak yang sedikit pada setiap putarannya (kapal bergerak maju dengan pelan). Trailing edge yaitu tepi ujung sebelah atas propeller. g. k. Progressive pitch yaitu perhitungan pitch propeller dari yang terkecil sampai terbesar. c. Rake line yaitu garis depan atau belakang propeller pada sumbu axis untuk perputaran propeller. Kuningan atau maangan bertegangan tinggi adalah bahan yang pada umumnya dipakai untuk kapal-kapal kecil. Diameter dari propeller didefinisikan sebagai diameter per putaran dari suatu lingkaran yang dimulai dari ujungnya. besarnya umumnya berkisar 0. b. Straight pitch yaitu pitch yang diambil langsung dari garis yang ditentukan missal 0.75. j. Sudut-sudut dan boss-nya dituang menjadi satu kesatuan dan jumlah daun 3 umumnya yang dipakai untuk kapal-kapal kecepatan tinggi. Semua ini membuat kapal melaju. Pitch propeller adalah suatu jarak yang telah ditempuh oleh suatu titik kedudukan pada sudu selama 1 X putaran.7.0. f. Blade number yaitu penambahan sudut kemiringan propeller. Bila berputar. sebuah propeller dapat dibayangkan sebagai sebuah sekrup yang berulir besar. e. Propeller membutuhkan sedikit power untuk menggerakkan propeler dan mengakibatkan kecepatan putar propeller tinggi. Untuk tujuan analitis. d. Cupped trailing edge yaitu ujung tertinggi dari trailing edge. i. Besaran Pitch ratio didefinisikan sebagai suatu koefisien dari pitch di bagi dengan diameter.

empat. enam serta dapat dijumpai dua unit propeller ( twin screw ). Bagian-bagian propeller 2. Macam-macam Propeller Propeller memiliki beberapa model atau macam antara lain : propeller dengan jumlah daun tiga. Blade tip yaitu jangkau maksimal kemiringan dari pusat propeller. Letaknya terpisah antara leading edge dan trailing edge. Bentuk daun propeller dapat dilihat pada gambar berikut : . lima. Gambar 8.l. satu unit ( single screw ) pada kapal perikanan.

Bentuk daun no 5 digunakan pada kapal yang menggunakan nozel dengan tingkat kebisingan dan getaran minimum. mundur dan manuver terutama saat menebar. 3.Gambar 9. Prisip kerja Propeller Propeler sebagai alat penghasil daya dorong yang dibutuhkan oleh kapal untuk bergerak ke depan. Bentuk daun no 4 digunakan pada kapal yang menggunakan nozel. . Bentuk daun no 3 digunakan pada putaran tinggi dan diameter propeller kecil. dimana satu kali putaran propeler akan bergerak maju sejauh P ( pitch propeler) atau sepanjang langkah ulir pada baut dan mur. Dengan prinsip kerja seperti baut dan mur. Bentuk daun propeller      Bentuk daun no 1 digunakan pada kondisi operasi berat. Namun karena media tempat propeler bekerja adalah fluida yang tidak dapat dimanfaatkan (fluida cair) maka satu langkah propeler tidak sama panjang dengan langkah ulir yang seharusnya. dan menarik jaring kembali serta perjalanan menuju fishing grounddengan kecepatan penuh. Bentuk daun no 2 digunakan jika terdapak kebisingan dan geteran pada kapal.

terjadi juga penurunan kecepatan setempat yang menaikkan tekanan pada sisi muka daun propeller.a ( k Newton ) Reaksi air pada propeler ini merupakan gaya dorong ke depan (teori momentum). serta penurunan pada punggungnya. dengan mengambil air pada kecepatan tertentu dan membuangnya ke belakang pada kecepatan yang relatif besar. Sirkulasi menimbulkan peningkatan kecepatan setempat. Jika tiap detiknya propeler tersebut bekerja pada air sejumlah W ton dan kecepatan air tersebut adalah a m/detik2. Lihat pada gambar 10 Gambar 10. Bp Delta Diagram .Pada hakekatnya propeler adalah alat reaksi. Fenomena diatas terjadi karena pada propeler terdapat aliran sirkulasi yang menghasilkan daya angkat oleh daun propeler. maka gaya yang akan diberikan pada air tersebut adalah : F = W.

Ada beberapa pengertian mengenai daya yang sering digunakan didalam melakukan estimasi terhadap kebutuhan daya pada sistem penggerak kapal. agar kapal dapat bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain dengan kecepatan servis sebesar VS. (iv) Daya Poros (Shaft Power-PS). dan (vi) Daya yang diindikasi (Indicated Power-PI). dapat digunakan persamaan sebagai berikut . (iii) Daya yang disalurkan (Delivered Power-PD). (v) Daya Rem (Brake Power-PB). Elemen daun propeller 4. Daya yang disalurkan (PD ) ke alat gerak kapal adalah berasal dari Daya Poros (PS). maka akan mengalami gaya hambat (resistance) yang berlawanan dengan arah gerak kapal tersebut. Daya Efektif ini merupakan fungsi dari besarnya gaya hambat total dan kecepatan kapal. Definisi dan Formula Secara umum kapal yang bergerak di media air dengan kecepatan tertentu. sedangkan Daya Poros sendiri bersumber dari Daya Rem (PB) yang merupakan daya luaran motor penggerak kapal. Daya Efektif (PE) adalah besarnya daya yang dibutuhkan untuk mengatasi gaya hambat dari badan kapal (hull).Gambar 11. (1) . Untuk mendapatkan besarnya Daya Efektif kapal. antara lain : (i) Daya Efektif (Effective Power-PE). Besarnya gaya hambat yang terjadi harus mampu diatasi oleh gaya dorong kapal (thrust) yang dihasilkan dari kerja alat gerak kapal (propulsor). (ii) Daya Dorong (Thrust Power-PT).

PD merupakan daya yang disalurkan oleh motor penggerak ke baling-baling kapal (propeller) yang kemudian dirubahnya menjadi Daya Dorong kapal (PT). Daya Dorong merupakan fungsi dari gaya dorong dan laju aliran fluida yang terjadi saat alat gerak kapal bekerja. satuan kN Va = Kecepatan advanced aliran fluida di bagian Buritan kapal [m/det] = Vs ( 1 – w ). dimana : PD = Daya Yang Disalurkan. satuan kNm . dlm. dlm. Variabel yang berpengaruh pada daya ini adalah Torsi Yang Disalurkan dan Putaran baling-baling. satuan kN VS = Kecepatan Servis kapal [{Kec. dlm m/det} Daya Dorong (PT) adalah besarnya daya yang dihasilkan oleh kerja dari alat gerak kapal (propulsor) untuk mendorong badan kapal. dlm. satuan kWatt RT = Gaya Hambat Total.dimana : PE = Daya Efektif. satuan kWatt QD = Torsi Baling-baling kondisi dibelakang badan kapal. sehingga persamaan untuk menghitung PD adalah sebagai berikut . Adapun persamaan Daya Dorong dapat dituliskan sebagai berikut . dlm. dlm Knots} * 0.5144 = {Kec. yang mana w adalah wake fraction (fraksi arus ikut) Daya Yang Disalurkan ( PD ) adalah daya yang diserap oleh baling-baling kapal guna menghasilkan Daya Dorong sebesar PT. dlm. satuan kWatt T = Gaya Dorong. dimana : PT = Daya Dorong. atau dengan kata lain. dlm.

daya yang digunakan adalah PS. dlm. satuan rps Daya Poros (PS) adalah daya yang terukur hingga daerah di depan bantalan tabung poros (stern tube) dari sistem perporosan penggerak kapal. Efisiensi pada Sistem Penggerak Kapal Sistem penggerak kapal memiliki beberapa definisi tentang daya yang ditransmisikan mulai dari daya yang dikeluarkan oleh motor penggerak hingga daya yang diberikan oleh alat gerak kapal ke fluida sekitarnya. meskipun untuk beberapa hal sesungguhnya bukanlah suatu nilai konversi daya secara langsung. 5. Sementara itu. Rasio dari daya. pada umumnya. istilah Daya Rem (Brake Power. maka besarnya losses akan semakin bertambah. Untuk kapal-kapal yang berpenggerak dengan Turbin Gas. .3 %. Jika kamar mesin terletak dibelakang dari badan kapal. maka besarnya losses akibat sistem transmisi perporosan tersebut adalah berkisar 2 . Namun bila kamar mesin terletak agak ke tengah atau jauh di depan. Gaya-gaya yang bekerja pada system penggerak kapal Pada sistem penggerak kapal yang menggunakan Marine Diesel Engines ( type of medium to high speed ).daya tersebut sering dinyatakan dengan istilah efisiensi. PB ) adalah daya yang dihasilkan oleh motor penggerak utama (main engine) dengan tipe marine diesel engines Gambar 12.nP = Putaran Baling-balin. maka pengaruh rancangan sistem transmisi perporosan adalah sangat besar didalam menentukan besarnya daya PS.

aB) : Twin scew ships . pada umumnya diambil angka sekitar 1. W=l-VAVB ( 8 ) Wstandar = 0.5 x Cp-0.5 x Cp-0. 0 • Cp : single screw ship with steren bulb Wstandar = 0.Aw ( 7 ) Sedangkan. dimana t adalah Thrust Deduction Factor yang dapat diperoleh dengan persamaan sebagai berikut .12 : untuk kapal dengan baling-baling tunggal = 0.3+0.4.3•(0. (6) standar = 0. Efisiensi Lambung ini merupakan suatu bentuk ukuran kesesuaian rancangan lambung (stern) terhadap propulsor arrangement-nya. Perhitunganperhitungan yang sering digunakan dalam untuk mendapatkan efisiensi lambung kapal adalah sebagai berikut : ηHull= PEPT ( 4 ) ηHull = R x VsT x Vs ηHull = T(l-t)x VsT x Vs (l-w) ηHull = (l-t)(l-w) ( 5 ) t dan w merupakan propulsion parameters.Efisiensi Lambung. w adalah wake fraction yang dapat dicari dengan menggunakan persamaan sebagai berikut. 0 • Cp-0. Maka nilai Efisiensi Lambung inipun dapat lebih dari satu. sehingga efisiensi ini bukanlah bentuk power conversion yang sebenarnya. 0 • Cp : single screw ship with normal = 0. 0HULL..19 : untuk kapal dengan balingbaling kembar Dimana Cp = koefisien Prisatik = ∀L. adalah rasio antara daya efektif (PE) dan daya dorong (PT).Cp = ∀L.B.05.

sebagai berikut . ηg=PpPg ( 12 ) Berikut ini adalah beberapa arrangement dari transmisi daya yang sering digunakan pada sistem penggerak kapal. secara mekanis umumnya dapat didefinisikan dengan lebih dari satu macam tipe efisiensi. adalah rasio antara daya dorong (PT) dengan daya yang disalurkan (PD). namun pada umumnya diambil nilainya adalah berkisar satu. sebagai berikut . ηRR=ρBη0=T x Va2πnQDT x VanQ0=QDQ0 ( 11 ) sehingga 0RR sesungguhnya bukanlah merupakan suatu sifat besaran efisiensi yang sebenarnya (bukan merupakan power conversion). Efisiensi ini merupakan power conversion. Efisiensi ini merupakan product dari keseluruhan efisiensi masing-masing individual komponen terpasang. 0PROP. yangmana sangat tergantung dari bentuk konfigurasi pada stern arrangement-nya. . 0RR . Efisiensi baling-baling (open water) : η0=l x Va2πQpB ( 9 ) Efisiensi baling-baling (behind the ship) : ηB = PTPD=T x Va2πQpB ( 10 ) Karena ada dua kondisi tersebut. dan perbedaan nilai yang terjadi adalah terletak pada dimana pengukuran Torsi Balingbaling (Propeller Torque) tersebut dilakukan. maka muncul suatu rasio efisiensi yaitu yang dikenal dengan sebutan Efisiensi Relative-Rotative. a : jarak antara 2 poros ( m ). 0S . Maka besarnya efisiensi relative-rotative dapat pula lebih besar dari satu. Efisiensi Baling-baling (Propeller Efficiency). yang merupakan perbandingan bantara Efisiensi Baling-baling pada kondisi di belakang kapal dengan Efisiensi Balingbaling pada kondisi di air terbuka.Dimana. Yakni. apakah pada kondisi open water (QO) atau pada kondisi behind the ship (QD). Efisiensi ini dapat dinyatakan seperti persamaan. b : lebar kapal ( m ). sebagai berikut . Efisiensi ini hanya perbandingan dari besaran nilai efisiensi yang berbeda. Persamaan berikut ini menunjukkan kedua kondisi dari Efisiensi Baling-baling. Efisiensi Transmisi Poros (Shaft Transmission Efficiency).

terlihat bahwa karakteristik badan kapal secara hidrodinamis akan mempengaruhi terhadap kinerja propeller. Karakteristik Lambung dan Baling-Baling Kapal Salah satu tahapan yang sangat berpengaruh didalam melaksanakan proses Analisa Engine . dsb. = 0. Namun demikian. meliputi Tahanan Gesek. Arrangement Efisiensi Keseluruhan (Overall Efficiency.Propeller Matching adalah tahap pemodelan dari karakteristik badan kapal yang dirancang/diamati.Gambar 13. Secara sederhana Tahanan Total Kapal dapat diperoleh dengan persamaan. Tahanan Udara. Tahanan Gelombang. ηp-PEPr X PrPp X PDPs-ηHull X ηB X ηs-ηHullX ηRRX ηs ( 13 ) ηHULL. 0P ). a. Besarnya gaya hambat total ini merupakan jumlah dari semua komponen gaya hambat (tahanan) yang bekerja di kapal. yang dikenal juga dengan sebutan Propulsive Efficiency. 6. ηo. Pada Persamaan (9) dan (10). atau ada juga yang menyebutnya Propulsive Coefficient adalah merupakan hasil dari keseluruhan efisiensi di masingmasing phrase daya yang terjadi pada sistem propulsi kapal (sistem penggerak kapal). Hal ini disebabkan karena Karakteristik Badan Kapal mempunyai efek langsung terhadap karakteristik baling-baling (propeller). sebagai berikut . Tahanan kapal dan kecepatan servis Tahanan kapal ini merupakan gaya hambat dari media fluida yang dilalui oleh kapal saat beroperasi dengan kecepatan tertentu. dan ηRR adalah tergantung pada karakteristik hydrodynamics. sedangkan ηs adalah tergantung pada karakteristik mekanis dari sistem propulsi kapal. sebagai berikut . peranan yang terpenting adalah upaya-upaya guna mengoptimalkan ηP. Efisiensi Keseluruhan dapat diperoleh dengan persamaan.5 × ρ × ×S× (16) . Tahanan Appendages.

=α× (17) Gambar 14. Setiap tipe dari masing-masing baling-baling kapal. Model persamaan untuk karakteristik kinerja baling-baling kapal adalah sebagai berikut. Sehingga kajian terhadap karakteristik baling-baling kapal tidak dapat digeneralised untuk keseluruhan bentuk atau tipe dari baling-baling. Dan jika variabel-variabel tersebut adalah constant ( " ). dimana ρ adalah massa jenis fluida (Kg/m3). . CT adalah koefisien tahanan total kapal. maka Persamaan 16 dapat dituliskan sebagai berikut . memiliki karakteristik kurva kinerja yang berbeda-beda. Karakteristik Propeller Karakteristik Propeler diperoleh dari hasil penelitian dan eksperimen beberapa seri propeler (seri B) dengan parameter yang dipakai sebagai berikut : Jumlah daun propeler Perbandingan luas daun propeler Rasio langkah propeler Koefisien gaya dorong Koefisien torsi Koefisien beban gaya dorong Efisiensi propeler Slip yang terjadi Secara umum karakteristik dari baling-baling kapal pada kondisi open water test adalah seperti yang direpresentasikan pada Diagram KT – KQ – J (lihat Gambar 4). Karastristik pada tahanan kapal b..S merupakan luasan permukaan basah dari badan kapal (m2).

Advanced dari fluida yg melintasi propeller disk 0O = Efisiensi Baling-baling pd kondisi open water N = Putaran Baling-baling D = Diameter Baling-baling TProp = Gaya Dorong Baling-baling (Propeller Thrust) QProp = Torsi Baling-baling (Propeller Torque) ρ = Massa Jenis Fluida (Fluid Density) Gambar 15. Diagram Kt-Kq-j (open water Test) c. Interaksi lambung kapal dan baling-baling .= (18) KQ = (20) (19) (21) dimana : KT = Koefisien Gaya Dorong (Thrust) Baling-baling KQ = Koefisien Torsi Baling-baling J = Koefisien Advanced Baling-baling VA = Kec.

KT=β xVA2n2D2 ( 26 ) Sehingga diperoleh hubungan persamaan. (27) Jika ditambahkan untuk kebutuhan Hull Service Margin. maka perlu ditambahkan allowances sebesar ±20% dari nilai KT tersebut. hasil tabulasi tersebut di-plot-kan pada Diagram Openwater Test balingbaling tersebut seperti yang di-ilustrasi-kan pada gambar-gambar berikut ini. (28) Langkah berikutnya adalah dengan membuat „tabulasi‟ dari Pers. yaitu kebutuhan yang dikarenakan dalam perhitungan perencanaan. (21) (22) (23) (24) Jika β=α(1-t )(1-w)2ρD2 (25 ) Maka Pers. sebagai berikut . Kemudian. yaitu dari angka terendah bergerak secara gradual ke angka tertingginya. (28). Metodenya adalah dengan mengolah Pers. antara lain : �� “perfect surfaces” pada lambung dan balingbaling kapal. (25) menjadi. �� calm wind & seas. Dan notasinya pun ditambahkan sub-script “SM”. yangmana analisanya dikondisikan untuk ideal conditions. yang artinya adalah service-margins . (21). sebagai berikut .Interaksi lambung kapal dan baling-baling (Hull & Propeller Interaction) merupakan upaya-upaya pendekatan diatas kertas untuk mendapatkan karakteristik kinerja balingbaling saat beroperasi untuk kondisi behind the ship. . (20) dan Pers. Harga “J” diambil dari Diagram Openwater Test baling-baling yang akan digunakanpada kapal. (2 ) dan Pers.

yangmana pada Kurva (1) merupakan trendline koefisien propeller thrust untuk trial conditions. (31) . Selanjutnya. kedua angka KQ dan KQ-SM inilah yang digunakan untuk menentukan karakteristik beban propeller (propeller load characteristics).Gambar 16. yang kemudian dikembangkan seperti persamaan dibawah ini. (29) (30) Jika KQ . Kurva (3. maka diperoleh koefisien torsi baling-baling. (29) dan Pers. variabel yang terlibat adalah propeller torque dan propeller speed. maka Pers. KQ-SM . Contoh table perhitungan Kt &Krsm Gambar 17 contoh p.16) adalah trendline dari propeller thrust coefficient pada kondisi hull service margin dan dengan menarik kurva J (4) sedemikian hingga melewati titik KT-SM. KQ pada kondisi trial. Sedangkan. yaitu KQ dan KQ – SM.lotting pada kurva Kt &Krsm(open water Test) Pada Gambar 6 terlihat bentuk interaksi dari kinerja propeller pada kondisi di belakang badan kapal. d. diperoleh harga koefisien propeller torque. Dan dengan melihat keadaan kurva J (3). pada kondisi hull service margin. KQ-SM. D . (30) dapat ditulis kembali sebagai berikut. Karakteristik Beban dan Baling-Baling ( Propeller Load Characteristics ) Didalam mengembangkan „trend‟ karakteristik beban propeller. D adalah konstan. Untuk propeller torque merupakan hasil pengolahan secara grafis dari hull & propeller interaction.

(31) dan Pers. maka trend karakteristik propeller power ( ∞ Propeller Load ) dapat diperoleh sebagai berikut . tabel perhitungan PProp= f(n3) . (32) tersebut diatas. Gambar 18. yang diperoleh dari “engine speed” setelah diturunkan oleh mechanical gears (perhatikan gears ratio-nya).15 dan gambar 3.(32) Dari kedua Pers. [Power] = [Torque] * [Speed] (33) (34) Tahap berikutnya adalah mentabulasikan Persamaan (33) dan Persamaan (34) dengan inputan “propeller speed”.16 mengilustrasikan tentang tabulasi dan trend dari propeller power yang dikembangkan. Gambar 3.

Permulaan pembentukan retak : termasuk pembentukan awal kerusakan lelah yang dapat dihilangkan dengan pelunakan / anil ternal yang sesuai. 3. terlihat bentuk korosi kavitasi yang terjadi pada baling-baling kapal laut (propeller) yang . Korosi Tipe korosi yang terjadi pada baling-balng kapal laut (propeller) yang terbuat dari paduan Mangan Bronze adalah tipe Korosi Kavitasi. b. Tahap ini sering dinamakan pertumbuhan retakan tahap I. daripada dalam pipa atau tangki temoat fluida mengalir didalam permukaan logam yang diam. 4.Gambar 19. Pertumbuhan retak pada bidang-bidang tegangan tarik tinggi : meliputi pertumbuhan retak pada tegak lurus tegangan tarik maksimum. sedemikian hingga penampang yang tersisa. tidak mampu menahan beban yang ada (patah). Faktor-Faktor yang Menyebabkan Berubahnya Sudut Pitch a. Biasanya dinamakan pertumbuhan retakan tahap II. Kelelahan Logam (fatik logam) Penelitian perubahan –perubahan struktur dasar yang terjadi apabila logam mengalami tegangan berulang secara tepat telah menjadi proses kelelahan menjadi tahapan berikut: 1. 2. kasus dan eksperimen. Bentuk Korosi Kavitasi ini cenderung dialami lebih banyak oleh komponen-komponen yang mempunyai kecepatan tinggi dalam fluida. Pertumbuhan retak penggelinciran pita (slip band crack growtk) : melibatkan pertumbuhan lebih lanjut retakan pada bidang awal dimana dengan tegangan geser yang tinggi . Kegagalan ulet ultimat : terjadi apabila retak mencapai pajang yang cukup besar. Karatristik beban propeller 7. Penelitian korosi pada baling-baling kapal laut (propeller) dilakukan dengan cara studi perpustakaan.

terbuat dari paduan Mangan Bronze. Waktu operasi: 5 tahun. Keausan Propeller Kerusakan pada komponen mesin merupakan masalah yang sering terjadi pada komponen elemen mesin. Pengertian Propeller tanpa pasak Propeller tanpa pasak adalah propeller yang dalam penggunaannya tidak membutuhkan pasak sebagai alat penyanggahnya supaya tidak mudah lepas dipakai dari shaft ( poros AS ) serta tidak membutuhkan baut sebagai pengikatnya. Bentuk – bentuk kerusakan yang sering terjadi meliputi keausan. c. d. Alasan dari pakar propeller menggunakan metode tanpa pasak (keyless propeller) adalah mengontrol secara efektif penyambungan ( fitting ) antara propeller dan porosnya tanpa harus memperbesar . merupakan kombinasi antar Korosi Erosi dan Korosi Lubang (pitting) dan umumnya paduan ini sangat tahan terhadap unsur Cl (Chlorida). dalam hal ini kerusakan yang sering terjadi saya analisa dari sudut pandang yaitu : Menganalisa gaya – gaya yang terjadi propeller yang bergerak berputar dengan gaya yang besar dari mesin Induk BAB IV PROPELLER TANPA PASAK A. Akibat benturan ( impack ) Pada saat baling-baling kapal laut (propeller) bergerak atau perputar untuk memberikan gaya dorong agar kapal laut dapat bergerak sering kali mengalami kendala baling – baling kapal (propeller) membentur karang – karang yang akan menyebabkan propeller tidak normal dan sudut pitch akan berubah.

mengurangi tegangantegangan bengkok. serta dapat memudahkan pemasangan dan pelepasan propeller dari poros AS ( shaft ) Desain propeller dengan pasak harus dihindari karena geometris pasak dan alur pasak secara tidak disadari mengakibatkan keterputusan atau discontinuities aliran gaya pada poros dan dapat menimbulkan konsentrasi-konsentrasi tegangan (stress concentrations) yang hanya bisa dihilangkan dengan memperbaiki rancang bangun atau desainnya. menghindari adanya pasak dan alur pasak yang sering menimbulkan tegangan-tegangan pada poros propeller. Sehingga propeller tanpa pasak ini dirancang dengan konis ukuran taper 112. .ukuran atau dimensi boss dari propeller. Konsentrasi-konsentrasi tegangan ini masih tetap ada walaupun misalnya bisa dijamin bahwa pasaknya tidak memikul beban puntir walaupun pemasangannya dengan baik sampi terdengar suara “ denting ” yang mantap dari pukulan terakhir pada kunci pengikat (spanner) mur propeller (propeller nut) tidak selalu dipastikan bahwa pasak duduk dialurnya dipasang dengan pas.

Metode sambungan dengan menggunakan flense ( flange fitting ). Hal ini yang membuat kesulitan atau masalah pada pabrik yang memproduksi propeller dan shaft ( . Metode pemasangan dengan injeksi minyak ( oil-injection fitting ). Metode sambungan dengan menggunakan flensa Metode sambungan dengan menggunakan flensa paling sederhana dan menjadi standar penyambungan atau pemasangan pada propeller jenis controllable pitch (CCP) dimana perbandingan antara diameter boss dan propeller cukup besar sehingga sangat cocok untuk digunakan untuk keperluan ini. Mur penekan hirdolik Sampai pada saat ini ada (3) metode propeller tanpa pasak (keyless) yang digunakan. Metode ini juga terbukti cukup berhasil digunakan pada propeller dengan fixed pitch (FPP).Gambar 20. Metode pemasangan Pilgrim ( pilgrim fitting ). Metode dengan menggunakan sambungan flensa ini membutuhkan sebuah jenis muff untuk penyambungan dengan poros antara (intermediate shaft) agar poros propeller bisa dicabut kearah belakang. Permukaan kedua flensa bisa tersambung rapat membutuhkan baut-baut pas (fitted bolts) dan pena-pena pas pelurus sambungan (dowels) untuk memindahkan daya puntir dari poros ke propeller tanpa resiko terjadinya pergerakan atau goyang. atau sebuah bantalan poros yang terpisah (split bearing) disterntube agar poros propeller bisa dicabut kebelakang atau ke depan. 2. 3. B. terutama pada propeller untuk kapal-kapal besar anrata lain : 1.

000 tenaga kuda dengan daya masing-masing kapal 25. hal ini terbukti sejak awal tahun 1968 dan dalam kurun waktu 10 tahun lebih dari 200 kapal telah menggunakan metode pemasangan pilgrim ini karena dapat memindahkan daya total sebesar 5.000.3). Propeller harus dirancang supaya mampu menahan daya puntir dan beban dorong daun propeller yang ditentukan oleh peraturan klasifikasi. Kelebihan dari segi teknisnya sebagai berikut : 1. Peningkatan koefisien gesek (coefficient of friction) yang cukup memadai untuk pemindahan daya puntir bisa dicapai dibandingkan apabila menggunakan metode injeksi minyak. Buyan dari Pilgrim Enngineering Development Ltd dan Stone Manganese Marine Ltd. 2.poros AS ) karena masing-masing membutuhkan pekerjaan yang sangat tinggi tingkat ketelitiannya. Penggunaan selongsong besi tuang memiliki koefisien pemuaian yang sama dengan bahan pososnya dan dapat mengurangi tegangan yang tinggi akibat kontraksi panas pada saat pemasangan yang dilakukan pada suhu di bawah nol. .W. Metode ini memiliki banyak kelebihan teknis dibandingkan dengan metode-metode lainnya. Metode Pemasangan Pilgrim (Pilgrim Fitting) Metode pemasangan pilgrim pertama kali dikembangkan oleh T. Hal ini akan menjadi bentuk yang terlihat pada gambar 4. C. 3. Tingkat toleransi kelonggaran (interference fit) yang cukup memadai dan terkontrol tanpa menimbulkan masalah-masalah tegangan yang umumnya terjadi pada pemasangan propeller yang menggunakan pasak.000 tenaga kuda maka dari itu metode ini digunakan untuk kapal-kapal besar yang setara dengan tenaga yang besar. Gambar 21.2 diatas. Propeller dengan pengikat lewat flensa Metode sambungan flensa memungkinkan pangkal propeller (boss) memiliki rongga atau lubang cukup besar pada saat pengecorannya yang masih ada bahan cukup besar supaya logam cair bisa mengalir dengan mudah ke bagian atas dan kemudian menjadi dingin secara merata tanpa “ hot spot”. 4. Koefisien gesek dapat dilihat dari diagram pada gambar (4.

Pemasangan propeller dengan metode pigrim Pada dasarnya metode pilgrim sangat sederhana hanya sebuah selongsongan (sleeve) yang terbuat dari besi tuang dimasukkan dalam lubang pada boss propeller yang terbuat dari perunggu khusus untuk beban berat (heavy duty bronze). Pasangan ini dimasukkan pada ujung poros propeller yang kering dan bebas gemuk. . dengan angka toleransi (interference) yang sesuai dengan mur pilgrim tanpa injeksi minyak supaya jarak geser ke samping (axial travel) dipantau dengan sebuah clock gauge. Gambar 22..

. Injeksi minyak lumas haruslah sesuai dengan toleransi yang dianjurkan apabila injeksi minyak kelebilan akan mengakibatkan kebocoran atau penyumbatan dalam sistem hidroliknya. Boss propeller dengan metode pilgrim D. Pemasangan dengan Injeksi Minyak Pemasangan dengan injeksi minyak banyak digunakan dalam pemasangan propeller karena tidak harus melakukan pengecekan koefisien gesek antara lubang pada boss propeller yang terbuat dari libral (nikel aluminiun bronze) dengan poros propeller yang tebuat dari baja stainless steel.Gambar 23. Gambar 24. Pemasangan dengan metode injeksi Lubang poros propeller di buat alur sebagai tempat mengalirnya miyak yang berfungsi sebagai pelumasan supaya poros AS dapat mengurangi koefisien gesek yang ditimbukan pada saat kapal bekerja.

Untuk menentukan sebuah propeller kita harus mempertimbangkan gaya hambatan.BAB V PENUTUP A. . Lebar dan tebal propeller. Hal tersebut merupakan parameter yang digunakan untuk memilih seri propeller kapal tersebut antara lain : 1. dan mesin yang akan digunakan. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi propeller (balingbaling) khusus untuk kapal laut. Berat propeller Parameter diatas harus diperhitungkan secara detail agar biaya pengoperasiannya bisa seekonomis mungkin dan hasilnya bisa memuaskan. Jumlah daun propeller. Ratio langkah propeller. 3. Tinggi pitch propeller. Mengembangkan produksi dengan kualitas yang lebih bagus lagi. 2. daya efektif. 4. B. Saran 1. Bagi PT Tiara Nusa Teknik a. 5. Karena perusahaan ini salah satu perusahaan yang sangat bonafit dan masih jarang di Indonesia. Besar ukuran diameter propeller. Kesimpulan Kegiatan praktik industri di PT Tiara Nusa Teknik merupakan hal yang sangat mengesankan. efisiensi besar volume lambung kapal. 6.

Industri diharapkan dapat meningkatkan hubungan kerjasama dengan lembaga pendidikan sebagai sarana untuk mencari bibit tenaga kerja professional dan sebagai sarana menuju dunia kerja. Melengkapi alat keselamatan kerja seperti memakai baju kerja (wear pack ). b. 2. 3. Bagi Mahasiswa a. Mahasiswa diharapkan dapat mempergunakan waktu praktik indusri secara maksimal untu mengetahui proses produksi dan kegiatan yang ada di perusahaan b. . Menambah kegiatan praktikum di kampus untuk meningkatakan ketermpilan yang dibutuhkan di dunia industry. Meningkatkan komunikasi antar karyawan dan pegawai agar tidak terjadi missed comunication. Fakultas menyediakan dana untuk dosen pembimbing agar bisa memantau kegiatan mahasiswa yang sedang melaksanakan praktik industry. d. c. c. Melakukan quality control pada proses produksi baik awal bahan sampai proses pengemasan. Mahasiswa dapat memberikan masukan atau usulan-usulan yang bermaanfat bagi perusahaan. Mahasiwa yang melaksanakan praktik industri sebaiknya sering berkonsultasi pada dosen pembimbing dan pembimbing industry supaya dalam pembuatan laporan tidak ada kesalahan yang banyak. Bagi Fakultas a. e.b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful