PERHITUNGAN CADANGAN NIKEL MENGGUNAKAN

METODE PENAMPANG TEGAK DAN METODE DAERAH
PENGARUH PADA BUKIT TLC-3 TAMBANG TENGAH DI PT
ANTAM Tbk. UBPN POMALAA KABUPATEN KOLAKA
SULAWESI TENGGARA

TUGAS AKHIR II

Oleh
Zaenal Abbidin Kamarullah
NIM : 711106072

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
YOGYAKARTA
2010

PERHITUNGAN CADANGAN NIKEL MENGGUNAKAN
METODE PENAMPANG TEGAK DAN METODE DAERAH
PENGARUH PADA BUKIT TLC-3 TAMBANG TENGAH DI PT
ANTAM Tbk. UBPN POMALAA KABUPATEN KOLAKA
SULAWESI TENGGARA
TUGAS AKHIR II
Karya Tulis ini Sebagai Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Pada Program Studi
Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
Oleh :
Zaenal Abbidin Kamarullah
NIM. 711106072

Yogyakarta, November 2010
Menyetujui
Pembimbing II

Pembimbing I

(Ir. St. Soebantidjo, Msi)
NIP : 131476787

(Ir. Ag. Isjudarto, M.T)
NIK : 19730068
Mengetahui :
Kaprodi Teknik Pertambangan

(Ir. Ag. Isjudarto, M.T)
NIK : 19730068
ii

HALAMAN PERSEMBAHAN

Katakanlah ; Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang
tidak mengetahui! sesungguhnya orang yang berakallha yang dapat menerima pelajaran.
(Q.S 39 : 9)
Allah meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58 : 11)

Sekiranya saya mengucap banyak syukur dan pujian sebesar-besarnya kepada Allah
SWT karena dengan nikmat dan karuniaNYA yang diberikan kepada saya
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir 2 ini dengan baik.
Tak lupa pula salawat dan salam saya haturkan keharibaan junjungan Nabi besar
Muhammad SAW beserta keluar, sahabat dan pengikut beliau yang merupakan
panutan bagi kaum muslimin dan muslimat
Karya Tulis ini Kupersembahkan Kepada
1. Kedua orang tuaku tercinta Ibu Farida Mukarram dan Ayah Umayyah
Kamarullah yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidikku yang
tidak sanggup penulis gantikan dengan apapun.
2. Adik-adik tercinta (Ridwan Kamarullah, Nurhafni Kamarullah dan
Nurhasanah Kamarullah) terima kasih atas dukungan dan support
selama ini.
3. Istri dan Anak-anak tercinta (Zaitum Marichar Sahib, Nurul Chalwa
Luqyana, Alfiah Fairus) yang juga meberikan semangat dan dorongan
serta doanya dalam suka dan duka.
Tak lupa pula penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Rekan-rekan seperjuangan tambang 03
Aques, Yuyun, Pace Jhon, Krisi, Manto, Aba, Pedro, Nikson, Yesri,
Brown, Rini, Gusti, Anang, Topan, Yusias, Sahidul, terima kasih untuk
semuanya dan untuk kebersamaannya.
2. Rekan-rekan HMTA STTNAS Yogyakarta

ii

Oyong 09 serta semua anggota HMTA yang tidak dapat disebtkan satu persatu. Ode 07. Utam 04.Zulfi 02. Ian. Marito 07. K Sil. Lalu 08. Al 04. iii . 4. Gei. Selalu dalam loyalitas HMTA. Beni 04. 3. Uceng. K Uban. Sohib-Sohib dan Saudara Acango. Lia 06. Non 02. Dr Ichad. Ko uci. Fatimah. viva tambang yes. dan teman dekat serta saudara yang tidak penulis sebutkan satupersatu terima kasih telah memberi dorongan dan nasehatnya. Alfi 07. Noval. Dan semua pihak baik langsung maupun tidak langsung yang telah membantu penulis selama menjalankan proses di bangku kuliah sampai selesainya penulisan Tugas Akhir I ini.

Estimasi cadangan merupakan salah satu pekerjaan yang penting dalam mengevaluasi suatu proyek pertambangan. cara penambangan yang akan dilakukan. dan juga dapat menganalisa kadar rata-rata Ni.844. Berdasarkan data yang tersedia di peta kemajuan tambang maka perhitungan cadangan dapat dilakukan dengan mengetahui jumlah cadangan berdasarkan metode yang dipakai. Hasil perhitungan dengan metode penampang tegak didapatkan cadangan nikel sebesar 659. bahkan dalam memperkirakan waktu yang akan dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha penambangannya. Kelvey dianggap rendah dengan mengasumsikan pada klasifikasi cadangan terukur dengan persentase kesalahan 20%.SARI Penambangan bahan galian merupakan kegiatan dalam rangka penyediaan bahan baku untuk keperluan pembangunan disegala bidang. sedangkan persentasi kesalahan sebesar 13%. iv .955.8515 WMT dan dengan metode penampang tegak didapatkan hasil sebesar 742. dimana diperlukan suatu perkiraan mengenai keberadaan bahan galian agar dapat dimanfaatkan secara maksimal Perhitungan cadangan berperan penting dalam menentukan jumlah. persentase kesalahan ini menurut Mc. kualitas.800 WMT dengan selisih dari kedua metode tersebut sebesar 82. dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dari suatu endapan. Maka dari itu usaha pertambangan tidak lepas dari pekerjaan-pekerjaan dalam mencari bahan tambang. penentuan kerja produksi. Sebab dari hasil perhitungan cadangan yang baik dan akurat yang sesuai dengan keberadaannya dilapangan dapat menentukan investasi yang akan ditanam oleh investor sebagai penanaman modal dalam usaha penambangan. yakni metode penampang tegak dan metode daerah pengaruh.15 WMT.

bimbingan serta saran-saran dalam penyusunan tugas akhir ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. M. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. Atas segala bantuan. ANTAM UBPN Pomalaa Kolaka Sulawesi Tenggara. 6. St. Bapak Ir. Soebantijo. Ircham. v . adalah sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana teknik pada Program Studi Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. selaku pembimbing penulis selama melakukan penelitian. Isjudarto. dan juga selaku Dosen Pembimbing I 5. Ag. Bapak Imron Rosyidin ST Selaku Manajer. 2. Bapak Ir. 3. 4. Tujuan penulisan tugas akhir II ini dengan judul Perhitungan Cadangan Nikel Menggunakan Metode Penampang Tegak dan Metode Daerah Pengatuh Pada Bukit TLC-3 Tambang Tengah di PT. Bapak Wiwit Setiawan ST. Staf Pomalaa Mining Manager. Bapak Ir. M. H.T selaku Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. Penulisan tugas akhir II ini berdasarkan data yang tersedia dari peta kemajuan tambang pada tanggal 31 Oktober 2008.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena dengan karunia dan inayahNYA penulis dapat menyelesaikan tugas akhir II ini dengan baik. Msi selaku Dosen Pembimbing II.T selaku Ketua Program Studi Teknik Pertambangan. Serta semua pihak yang telah membantu penulis selama proses penyusunan sampai selesainya tugas akhir II ini.

….Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan tugas akhir II ini.2011 Penulis vi . oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan dari pembaca sekalian. semoga kritik dan salam dapat memberikan motifasi kepada penulis untuk lebih baik lagi kedepan. Dan semoga tugas akhir II ini dapat bermanfaat bagi kita semua Amin Yogyakarta.

. 8 2. vi DAFTAR ISI………………………………………………………… vii DAFTAR GAMBAR………………………………………………… x DAFTAR TABEL…………………………………………………… xi DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………… xii BAB I BAB II PENDAHULUAN 1. Metode Penelitian……………………………… 3 1. Genesa Endapan Nikel………………………… 13 2... ii HALAMAN PERSEMBAHAN…………………………………….2. Batasan Masalah………………………………. 20 vii .1.5.6. 11 2. 2 1. v KATA PENGANTAR……………………………………………….2. Latar Belakang Masalah………………………… 1 1.4..2. 7 2.. Manfaat Penelitian…………………………….2.2.3. 7 2. 5 2. Stratigrafi Daerah Penelitian…………… 9 2.DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL………………………………………………… i HALAMAN PENGESAHAN……………………………………….. Tujuan Penelitian……………………………….2..3. Struktur Geologi………………………. 2 1.3. Fisiografi……………………………….. Kondisi Iklim dan Curah Hujan………………. 4 TINJAUAN UMUM 2. Geologi Umum Sulawesi………………. 2 1.1.. 7 2.4. Morfologi……………………………….1. Keadaan Geologi Penelitian………………….. Lokasi Kesampaian Daerah…………………….4. iii SARI…………………………………………………………………..5.2. Perumusan Masalah…………………………….2..

Perhitungan Cadangan…………………………. Pengertian Cadangan…………………………… 33 3. Metode Daerah Pengaruh……………….1.1.. 49 5. Kesimpulan……………………………………… 51 6..1.1. 42 HASIL PENELITIAN 4.. BAB VI 21 DASAR TEORI 3.2.2. 5.4.2. Saran…………………………………………….1. Metode Daerah Pengaruh………………………. Perhitungan Cadangan………………………….1. 51 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….2. 50 KESIMPULAN DAN SARAN 6. Metode Penampang Tegak……………… 49 5. 39 Penentuan Batas Cadangan……………………. Kegiatan Eksplorasi……………………………. BAB IV Penambangan Bijih Nikel………………………. Metode Penampang Tegak……………… 38 3. 49 Kesalahan Perhitungan…………………………. 52 LAMPIRAN…………………………………………………………… 53 viii . Metode Daerah Pengaruh……………….5. 29 3. 35 3.4.1.2.1. Metode Penampang Tegak……………………… 44 4. BAB III BAB V 3.5.2. 46 PEMBAHASAN 5. Metode Perhitungan Cadangan………………… 37 3.3.2..4..

22 2.7.10.. Peta Lubang Bor dan Daerah Pengaruh…………………………….. Peta Lubang Bor dan Sayatan………………………………………. Penampang Endapan Nikel Laterit………………………………….13.1. 17 2. 32 3. 35 3.3. Metoda Daerah Pengaruh…………………………………………… 41 F.11.4. 19 2.4. Stratigrafi Lembar Kolaka…………………………………………. 26 2. Diagram Alir Tahap-Tahap Kegiatan Pertambangan……………….3. Grafik Rata-Rata Hari Hujan……………………………………….9. Kegiatan Pemboran………………………………………………….2.DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 2. Klasifikasi Cadangan………………………………………………. 24 2.. Metode Eksplorasi………………………………………………….1.12.. Alat Analisis Kadar Pada Bijih Nikel……………………………… 26 2. Peta Lokasi Penelitian……………………………………………… 6 2. Proses Pengolahan dan Pemurnian Bijih Nikel…………………….. 20 2.5.. 12 2. Penampang Endapan Nikel Sulfida………………………………… 16 2.6.5. Persiapan Daerah Penambangan……………………………………. Pengukuran Kemajuan Tambang…………………………………… 22 2.2. Metoda Penampang Standar……………………………………….1.. 120 ix . 39 3..8. 21 2. 28 3.. 119 G. Skema Pembentukan NIkel Laterit…………………………………. 31 3. Peta Geologi Daerah Pomalaa……………………………………… 13 2.14. Grafik Rata-Rata Curah Hujan…………………………………….1. Kegiatan Pereparasi Conto………………………………………….

....2....... Mineral Utama yang Mengandung Nikel……………………................3...1.....1.......1.......................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 2....... Data Analisa Titik Bor dan Kadar.1.............. 53 B. 45 4...................... 13 4.......... Perhitungan Metoda Penampang Standar.... Perhitungan Cadangan Dengan Metode Penampang Tegak.. Perhitungan Cadangan Menggunakan Metode Daerah Pengaruh 47 A......... Data Curah Hujan dan Hari Hujan...... 44 4..... 54 x .

... Perhitungan Cadangan Dengan Metode Daerah Pengaruh......................... 53 B................ 94 E......................... Perhitungan Cadangan Dengan Metode Penampang Tegak......... Data Curah Hujan dan Hari Hujan.......................... 54 C.. 119 G............................. Peta Lubang Bor dan Daerah Pengaruh.. 120 xi .......................... Data Analisa Titik Bor dan Kadar....................... Perhitungan Luas Sayatan Metode Penampang Tegak...... 100 F......DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman A......... 80 D.................... Peta Lubang Bor dan Sayatan...

Sebab dari hasil perhitungan cadangan yang baik dan akurat yang sesuai dengan keberadaannya dilapangan dapat menentukan investasi yang akan ditanam oleh investor sebagai penanaman modal dalam usaha penambangan. penentuan kerja produksi. dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dari suatu endapan. Perhitungan cadangan berperan penting dalam menentukan jumlah. Mulai dari jaman batu sampai jaman besi (logam). dimana kebutuhan akan nikel semakin besar seiring meningkatnya penggunaan unsur nikel tersebut dalam pembangunan.BAB I PENDAHULUAN 1. betapa pentingnya mineral bagi kehidupan manusia. Bila dilihat secara keseluruhan. akan banyak lagi mineral-mineral yang akan dibutuhkan dimasa yang akan datang. bahkan dalam memperkirakan waktu yang akan dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha penambangannya. Estimasi cadangan merupakan salah satu pekerjaan yang penting dalam mengevaluasi suatu proyek pertambangan. Kalau ditinjau dari sejarah. cara penambangan yang akan dilakukan. kualitas. Selain itu terdapat pula kendala saat ini dimana semakin berkurangnya cadangan nikel yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Maka dari itu usaha pertambangan tidak lepas dari pekerjaan-pekerjaan dalam mencari bahan tambang. dimana penamaan suatu periode atau jaman disebut berdasarkan pemakaian mineral saat itu. Nikel merupakan salah satu bahan galian tambang yang digunakan dalam berbagai bidang kehidupan.1 Latar Belakang Penambangan bahan galian merupakan kegiatan dalam rangka penyediaan bahan baku untuk keperluan pembangunan disegala bidang. maka dari salah satu 1 . sehingga makin maju dan modern kehidupan manusia. dimana diperlukan suatu perkiraan mengenai keberadaan bahan galian agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan para ahli berpendapat kemajuan peradaban manusia dapat diukur dengan pemakaian mineral.

(PT. Aneka Tambang (Tbk) Unit Bisnis Pertambangan Nikel Operasi Pomalaa.2 Perumusan Masalah Penelitian yang dilakukan dengan mencari data analisa pemboran melalui pengamatan langsung daerah penambangan yang pada saat ini semakin berkurang. Adapun permasalahan yang dihadapi. dan mengetahui penyebaran endapan bijih nikel dari hasil analisa conto dan hasil pemboran endapan bijih nikel 1. 1. dan memperoleh gambaran suatu metode estimasi cadangan yang sesuai untuk digunakan dalam 2 .6 %. dengan endapan bijih nikel merupakan endapan yang bersifat heterogen. genesa. dan mineralisasi pada daerah penelitian.cara untuk menyelidiki cadangan nikel yang lebih banyak.Antam Tbk UBPN) Sulawesi Tenggara terutama di tambang tengah pada bukit TLC 3 dengan membandingkan Metode penampang tegak dengan metode daerah pengaruh. salah satunya menggunakan metode penampang tegak.3 Batasan Masalah Batasan masalah pada penelitian ini mengarah pada perhitungan cadangan menggunakan metode penampang dan metode daerah pengaruh. sehingga perlu diadakan pencarian kembali dan perhitungan cadangan nikel sesuai COG dengan menggunakan metode yang tepat. maka penulis mencoba untuk menghitung nilai evaluasi cadangan bijih nikel di PT.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah cadangan bijih nikel yang sesuai dengan Cut Off Grade (COG) yakni 1. sehingga diperlukan metode lain yang sesuai dengan endapan bijih. Untuk menentukan estimasi cadangan diperlukan metode estimasi yang sesuai dengan kodisi geologi. 1. Antam (Tbk) UBPN Pomalaa hanya menggunakan metode daerah pengaruh. diperlukan suatu metode eksplorasi yang lebih akurat dan sesuai. metode perhitungan cadangan yang dilakukan PT.

Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan dan analisis data yang ada untuk mendapatkan alternatif pemecahan permasalahan yang dibahas. Pengambilan conto. dan mineralisasinya dengan mengunakan metode penampang tegak dan metode daerah pengruh dengan cara membandingkan kedua metode tersebut. 1. 2. dan peta sebaran endapan nikel. Tahapan metode ini terdiri dari A. ini dengan tinjauan geologi. kemudian melakukan perhitunganperhitungan terhadap alternatif pemecah masalah. c.5 Metode Penelitian Metode penilitian yang dilakukan di PT. genesa. Data Sekunder Data sekunder didapat dari mengumpulkan data dari instansi terkait. B. Kesimpulan Sebagai rekomendasi kepada perusahaan untuk menyelesaikan permaslahan di lapangan berdasarkan hasil penelitian ini 3 . berupa data analisis kadar. Pengambilan Data Pengambilan data dilakukan dengan dua cara yakni 1. Cara penambangan.mengestimasi cadangan bijih nikel di PT. yang terdiri dari: a. sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang dibahas C. b. Jumlah titik bor. Antam (Tbk) UBPN Operasi Pomalaa pada tambang tengah di bukit TLC 3. peta topografi. Data Primer Data primer diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan. mana yang lebih sesuai. ANTAM POMALAA ini merupakan metode kuantitatif. peta geologi.

4 .1. B. Mengetahui pola sebaran endapan nikel. Sebagai masukan metode mana yang sesuai dengan perhitungan cadangan nikel.6 Manfaat Penilitian Manfaat yang diperoleh dari penilitian ini adalah : A.

Jadi rute menuju lokasi penelitian sebagai berikut Makasar – Bajoe . Peta lokasi dan kesampaian daerah dapat dilihat pada gambar 2.4°18’ LS. Lokasi penelitian berbatasan langsung dengan Propinsi Sulawesi Tengah di sebelah Utara Sulawesi Tenggara dimana dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat ke Kolaka dari Kendari. Ibukota Propinsi Sulawesi Tenggara adalah Kota Kendari berjarak ± 165 km dari Kolaka.121°40’ BT dan 4°10’ LS .(Penyebrangan Teluk Bone) – Kolaka – Pomalaa.BAB II TINJAUAN UMUM 2. Propinsi Sulawesi Tenggara. atau dapat juga ditempuh dari Makasar. Sulawesi Selatan dimana harus melewati Teluk Bone di penyeberangan Bajoe berjarak ± 178 km dari Makasar. UBPN Operasi Pomalaa. Kabupaten Kolaka. dengan rata-rata hari hujan 129 hari. Secara geografis terletak pada 121°31’ BT . Unit Bisnis Pertambangan Nikel Operasi Pomalaa. Propinsi Sulawesi Tenggara berbatasan dengan : A. sedangkan Pomalaa terletak disebelah Selatan kota Kolaka dengan jarak ± 29 km. secara adsminitrasi terletak di daerah Pomalaa Kabupaten Kolaka. Disebelah Utara berbatasan dengan Sungai Huko-Huko B. Curah hujan rata-rata per tahun 1980 mm. Disebelah Barat berbatasan dengan Teluk Mekongga Dearah penelitian memiliki iklim tropis dengan temperatur berkisar antara 25° . Angin Barat merupakan angin kencang yang biasanya terjadi di bulan Februari-Maret.1. Antam (Tbk).1 Lokasi dan Kesampaian Daerah Lokasi penambangan bahan galian bijih nikel yang dilakukan oleh PT. 5 . Disebelah Timur berbatasan dengan Perbukitan Maniang C. Disebelah Selatan berbatasan dengan Sungai Oko-Oko D.32°C dengan musim kering terjadi pada bulan Mei-Agustus sedangkan musin hujan terjadi pada bulan September-April.

1 Peta Lokasi Penelitian 6 .Keterangan: : Jalan U : Sungai : Gunung Skala 0 14 : Ibukota propinsi : Ibukota Kabupaten 28 : Lokasi Penelitian (Sumber : Arsip PT. ANTAM POMALAA) Gambar 2.

pergerakan ke barat Lempeng Pasifik dan Lempeng Eurasia di bagian selatantenggara (Herman dan Hasan Sidi. Geologi Umum Sulawesi Sulawesi dan sekitarnya merupakan daerah dengan tatanan geologi yang sangat kompleks. daerah karst dan morfologi dataran rendah. Hal ini disebabkan karena Sulawesi terletak pada zona konvergen antara 3 lempeng litosfer. intrusi neogen dan sedimen mesozoikum.2. C. Tbk UBPN Operasi Pomalaa termasuk dalam morfologi perbukitan. Mandala Geologi Sulawesi Timur. morfologi daerah Pomalaa terbagi 2.2 Keadaan Geologi Penelitian 2. piroksenit dan serpentinit yang diperkirakan berumur kapur. Antam. yaitu Lempeng Australia di bagian utara. 1992 (arsip PT. Antam. dicirikan oleh batuan dasar berupa batuan metamorf Permo-Karbon. Berdasarkan pembagian morfologi Lembar Kolaka. dunit. Morfologi Menurut Hasanudin dkk. Tambang Tengah dan Tambang Selatan dengan ketinggian rata-rata daerah mencapai 250 meter di atas permukaan air laut dengan tingkat kelerengan landai sampai sedang. Mandala Geologi Banggai Sula. 2.2. Aneka Tambang.Tbk UBPN Operasi Pomalaa).2. perbukitan. 2000 dalam arsip PT. Mandala Geologi Sulawesi Barat. dicirikan oleh batuan ofiolit yang berupa batuan ultramafik peridotit. Daerah perbukitan menempati hampir seluruh daerah pertambangan yang meliputi daerah Tambang Utara. Pulau Sulawesi dan sekitarnya terdiri dari 3 Mandala Geologi yaitu: A. B. yang dapat dibedakan menjadi beberapa satuan morfologi. yaitu: morfologi pegunungan. 7 .2.1. harzburgit. batuan Plutonik yang bersifat granites berumur Trias dan batuan sedimen Mesozoikum. Daerah konsesi pertambangan PT. daerah penelitian termasuk dalam morfologi Lembar Kolaka. Tbk UBPN Operasi pomalaa). yaitu perbukitan dan dataran rendah. dicirikan oleh adanya jalur gunung api paleogen.

Satuan perbukitan terdapat dibagian Barat dan Timur lembar sekitar kaki perbukitan. Fisiografi Sulawesi dan pulau-pulau kecil disekitarnya secara fisiografis oleh Van Bemmelen 1994 (Arsip PT.3. satuan perbukitan. dan dataran rendah. sebagian terdapat dibagian Utara Perbukitan Matarombeo. System of The Lesser Surda Island. dan lain-lain. satuan karst. The Buton System. B. 8 . Pegunungan Tangkelomboke. Menurut Rusmana dkk 1998 (Arsip PT. sebagian diantara Perbukitan Mekongga dan Perbukitan Tangkelomboke. Sungai Lahumbuti.2. Sungai Sampera. D. Northern Part of Celebes Orogen. Sulawesi Tenggara adalah daerah lembar Kendari dan Kolaka morfologinya dapat dibedakan menjadi empat satuan yaitu. Pegunungan Abuki. Ketinggian berkisar dari beberapa meter sampai 75 meter atas permukaan air laut. The Makasar System. dan Pegunungan Matarombeo. Antam Tbk UBPN Pomalaa) dikelompokkan menjadi tujuh system.satuan pegunungan. serta sebagian lagi di bagian Barat Kendari. E. C. Pegunungan Mekongga. Sungai Konaweha. Satuan pegunungan sebagian besar menenpati daerah di Tengah dan Barat lembar.2. Sangihe-Minahasa System.Tenggara. Satuan Karst. Southern Part of Celebes Orogen. yaitu : A. G. Satuan dataran rendah terdapat didaerah muara-muara sungai besar seperti. Satuan ini membentuk perbukitan bergelombang dengan ketinggian berkisar antara 75 meter samapai 750 meter atas permukaan air laut. ANTAM Tbk UBPN Pomalaa). Daerah ini umumnya bertonjolan halus sampai kasar dan berlereng sedang sampai curam. Ketinggian puncakpuncaknya berkisar antara 750 meter samapai 3000 meter atas permukaan laut. F. Central Part of Celebas Orogen. Pegunungan tersebut antara lain. dengan arah punggungnya memanjang Barat Laut.

umur satuan ini belum diketahui secara pasti.2. Kompleks Ultramafik Satuan ini terdiri dari: Harzburgit. tetapi diduga tidak lebih tua dari Trias Awal-Kapur Akhir. sekis klorit. Antam. Sedangkan Mandala Geologi Banggai Sula dicirikan oleh kelompok batuan sedimen malih. Batuan ultramafik ini diperkirakan batuan tertua dan menjadi alas di Mandala Sulawesi Timur. mafik. tersusun oleh batuan ultramafik. Mandala Geologi Sulawesi Timur dicirikan oleh gabungan batuan ultramafik. serpentinit. Antam. Mandala Geologi Sulawesi Timur Mandala geologi sulawesi timur disebut juga lajur ofiolit Sulawesi Timur. Formasi Pompangeo (Kompleks Pompangeo) Formasi ini tersusun oleh berbagai jenis sekis. diantaranya sekis mika. sebagian besar harzburgit. Menurut Simanjuntak dkk. 1994 (arsip PT. secara regional satuan batuan di Lembar Kolaka dapat dikelompokkan menjadi 2 Mandala Geologi Sulawesi Timur dan Mandala Geologi Banggai Sula. dunit dan sedikit berasosiasi dengan gabro dan basalt. sekis kuarsa-mika dan setempat geneis. yaitu: 1. berturut-turut dari tua ke muda adalah sebagai berikut: a. dunit.Tbk UBPN Operasi Pomalaa). 1949 dan Hutchison. Stratigrafi Daerah Penelitian Menurut Van Bemmelen. 9 .2. Menurut Hasanudin dkk. b. Tbk UBPN Operasi Pomalaa). diduga berumur Kapur Awal.Tbk UBPN Operasi pomalaa).4. hornfels dan ekologit. Kompleks Pompangeo ini bersentuhan tektonik dengan batuan ultramafik dan mafik (ofiolit Sulawesi Timur). 1992 (arsip PT. pada lengan tenggara Pulau Sulawesi. 1983 (arsip PT. gabro. Antam. Stratigrafi Lembar Kolaka juga dapat dikelompokkan menjadi 2 Mandala. dolerit dan setempat-setempat gabro malihan dan amfibolit. mafik dan malihan. batuan ultramafik kebanyakan masif peridotit. malihan dan sedikit batuan sedimen pelagos. mikrogabro basal.

Pualam Satuan ini terdapat secara setempat-setempat dengan ketebalan dari beberapa meter sampai puluhan meter. Formasi Meluhu merupakan satuan tertua pada Mandala Arjung Tukang Besi-Buton yang tersingkap disini dan menjadi alas batuan tersier dengan Formasi Laonti hubungannya menjari. geneis dan kuarsit. bahkan mungkin Permo-Karbon. batupasir terubah. Hubungan antara batuan ultramafik dan mafik dengan batuan malihan adalah berhubungan secara tektonik. kuarsit. 2. pualam dan filit. Mandala Tukang Besi-Buton Mandala Tukang Besi-Buton tersusun oleh formasi yang berturut-turut dari tua ke muda yaitu: a. Kompleks ini tertindih tak selaras oleh Formasi Meluhu dan Formasi Laonti. Kelompok tersebut berturut-turut dari tua ke muda: 10 .c. batusabak. Kedudukan formasi laonti menjari dengan formasi meluhu dan menunjukkan bahwa umurnya Trias Atas. umumnya diperkirakan berumur lebih tua dari Trias. d. Kedudukannya melensa dan setempat menjari dengan batuan asal sedimen di Formasi Pompangeo. Formasi Matano dikelompokkan menjadi lajur ofiolit Sulawesi Timur. Formasi Meluhu Formasi ini tersusun oleh filit. satuan ini diperkirakan berumur Kapur Akhir. b. serpih dan batugamping malihan. sedimen klastik pasca Orogenesa Neogen. Kompleks Mekongga Kompleks ini tersusun oleh sekis. c. Kedua Mandala tersebut tertindih oleh kelompok Molasa Sulawesi. Formasi Laonti Tersusun oleh batugamping malihan. Formasi Mantano Formasi ini tersusun oleh kalsiluit dengan sisipan rijang dan batu sabak.

Kemudian kedua kelompok ini bergabung lagi ke 11 . umumnya berkisar antara Miosen Akhir-Pliosen.ƒ Formasi Langkowala Formasi ini tersusun oleh batupasir.5. Jalur batuan beku ultrabasa di Sulawesi Tenggara mulai daerah Pomalaa. ƒ Formasi Emoiko Formasi ini tersusun oleh kalkarenit. sedangkan kelompok kedua menyebar kearah tenggara mulai Gunung Watumohae dan Bombakau sampai ke Torobulu. setempat terdapat konglomerat dan batupasir yang belum padat. batugamping koral. Umur Formasi Langkolawa ialah Miosen Akhir atau Akhir Miosen Tengah. napal pasiran dan batupasir. tertindih pula secara tak selaras oleh Formasi Buara dan Formasi Alangga. ƒ Formasi Boepinang Formasi ini tersusun oleh batu lempung pasiran. ƒ Formasi Alangga Formasi ini tersusun oleh konglomerat dan batupasir. Struktur Geologi Struktur geologi daerah penelitian merupakan jalur batuan beku ultra basa. Formasi ini masih memperlihatkan hubungan yang menerus dengan pertumbuhan terumbu pada pantai yang berumur Resen. formasi ini berumur plistosen. Formasi ini tertindih secara tak selaras oleh Formasi Boepinang dan selaras dengan Formasi Eimiko. ƒ Formasi Buara Formasi ini tersusun oleh terumbu koral. Formasi ini menindih tak selaras formasi Eimoko dan Boepinang.2. 2. serpih dan konglomerat. Formasi ini mempunyai hubungan menjari dengan Formasi Eimoko. tertindih pula secara tak selaras oleh Formasi Buara dan Formasi Alangga. batupasir dan napal. kelompok pertama menyebar kearah timur. Berdasarkan kedudukan stratigrafinya yang selaras di atas Formasi Langkolawa. menindih selaras dan setempat tak selaras oleh Formasi Langkolawa. Jalur ini terbagi 2 kelompok.

Conto diambil dari beberapa rock sample dan core sample. Stratigrafi Lembar Kolaka 12 . berwarna kuning-coklat berbintik hitam atau abu-abu putih dengan warna kehijauan pada bagian luar tepi/pinggirnya. terlihat juga batuan ultrabasa di Pomalaa ini telah mengalami proses serpentinisasi yang cukup kuat. Kuarter UMUR FORMASI/SATUAN Holosen Plistosen Miosen Kenozoikum Tersier Pliosen Akhir Aluvium Endapan Aluvium Kolovium Rawa Formasi Buara Formasi Alangga Formasi Boepinang Anggota Batupasir Formasi Eemoiko Formasi Langkowala Anggota Konglomerat Tengah Paleozoikum Mesozoikum Awal Oligosen Eosen Paleosen Kapur Jura Trias Perm Karbon Formasi Kabaena Pualam Komplek Ultramafik Pompangeo Mandala Geologi Sulawesi Timur Formasi Boroboro Formasi Laonti mafik Mandala Geologi Banggai Sula (Hasanuddin dkk. Untuk menentukan jenis batuan ultrabasa Pomalaa ini perlu dilakukan pemeriksaan mikroskopis atas sejumlah conto batuan yang dianggap belum begitu lapuk dari beberapa bukit yang telah ditambang. 1992) Gambar 2.2. Di daerah Pomalaa singkapan batuan ultrabasa ini umumnya telah mengalami pelapukan.ujung tenggara di Sulawesi Tenggara.

sifat maupun komposisi kimia mineralnya (Tabel 2. ANTAM. Tabel 2.Ni)3S4 ƒ 28.30 ƒ Linnaete ƒ (Fe.3 Peta Geologi Daerah Pomalaa 2. Pengukuran & Ekploras PT.1).94 ƒ Siegenit ƒ (Co.92 Arsenida ƒ Nikolit 13 .22 ƒ Millerit ƒ NiS ƒ 64.0 500 1000 ( Bag.Co.89 ƒ NiAs ƒ 43. Tbk UBPN POMALAA 2008) Gambar 2.1 Mineral utama yang mengandung nikel.Ni)3S4 ƒ Bervariasi ƒ Polidimit ƒ Ni3S4 ƒ 57.86 ƒ Violarit ƒ Ni2FeS4 ƒ 38. baik dilihat dari segi cara pembentukan.3 Genesa Endapan Nikel Ada beberapa mineral utama yang mengandung nikel dalam endapan bijih nikel di alam ini.67 ƒ Heazlewoodit ƒ Ni3S2 ƒ 73.Fe)9S8 ƒ 34. (Kajian nikel Dept ESDM 1985) Mineral Rumus Kimia Kandungan Nikel Sulfida ƒ Pentlandit ƒ (Ni.

Badan bijih pada umumnya berbentuk memanjang (elongated). piroksenit atau serpentin sehingga akan menghasilkan formasi laterit yang kaya akan besi dan 14 .1% .42 ƒ NiSb ƒ 32.nH2O ƒ Rendah tapi beragam Inti bumi diperkirakan terdiri atas besi dengan kandungan nikel sekitar 7%. diperkirakan tebalnya 2.898 km dan mengandung 0.ƒ Maucherit ƒ Ni11As8 ƒ 51. yaitu yang disebut mantel (mantle). Zone diantara kerak bumi dan inti bumi.85 ƒ Rammelsbergit ƒ NiAs2 ƒ 28.0. Deposit nikel yang mengandung sulfida terdapat pada atau dekat peridotit atau intrusi norit yang diperkirakan saling berkaitan. dengan panjang beberapa ratus meter sampai ribuan meter. balok (stringers) dan celah yang kosong (fissure filling) di sekitar induk batuan beku.Mg)6Si4O10(OH)8 ƒ Berkisar sampai 47% ƒ Limonit bernikel ƒ (Fe. nickel silicate dan laterites and serpentines (Kajian nikel Dept ESDM 1985).3% nikel.15 ƒ Gersdorfit ƒ NiAsS ƒ 35.8H2O ƒ 29. Deposit tersebut tersebar dalam badan yang masif atau terkonsentrasi di dalam urat bijih (vein).40 Antimonida ƒ Breithauptit Arsenat ƒ Annabergit Silikat dan oksida ƒ Garnierit ƒ (Ni. Tetesan cairan sulfida diperkirakan memisah dari keluarga magma mafis atau ultra mafis magma selama kristalisasi. Formasi deposit nikel sulfida diperkirakan merupakan hasil dari proses pemisahan magma (magmatic segregation).53 ƒ Ni3As2O8. Tetesan sulfida yang jatuh bersama-sama itu. Pelapukan tersebut akan menyingkap peridotit. yaitu nickelcopper sulfida.Ni)O(OH). dunit. Endapan laterit dibentuk oleh pelapukan dan erosi pada periode waktu yang lama. kemudian membentuk zone sulfida di bagian dasar intrusi. Deposit nikel pada umumnya dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam. lensa (lenticular) atau lembaran (sheetlike).

1 Endapan bijih nikel primer atau sulfida Endapan nikel dalam bentuk sulfida terdapat pada atau dekat suatu badan batuan yang kandungan besinya tinggi. Nikel silikat mengandung besi kurang dari 30% dan kandungan nikelnya mencapai 1. Intrusi ini membentuk sekelompok massa yang pada keadaan tertentu menyebar dengan membentuk lapisan-lapisan serta di lain saat membentuk suatu bentuk yang tidak teratur.55%) dan mengandung nikel sekitar 1%. yang di dalamnya terdapat mineral pentlandit ((Ni. yaitu ketika magma mencari jalan ke atas dan mengadakan intrusi di bagian atas kerak bumi (tanpa sampai ke permukaan bumi). Penampang endapan nikel sulfida dapat dilihat pada gambar 2. Endapan tersebut adalah batuan beku intrusi di permukaan bumi yang berasal dari terobosan magma pijar. Berdasarkan cara terjadinya.5%.4. Bijih nikel yang utama adalah mineral phyrotit (Fe7S8). Disebut nikel silikat karena nikel terdapat sebagai hydrosilicate garnierite atau sebagai nickel-bearing talc atau antigorit. 15 .nikel. mengandung magnesium dan silikon nisbi rendah. Mengingat proses terjadinya jauh di bawah permukaan bumi. Tipe kedua dari nickelferous iron laterite adalah nikel silikat. Deposit mineral ini terbentuk sewaktu dan setelah proses pendinginan magma gabro dan norit (ultra basa/ultra mafis). 2. yaitu: endapan bijih nikel primer/sulfida dan endapan bijih nikel sekunder/laterit. dunit dan piroksenit.3. Fe)9S8) dan khalkopirit (CuFeS2). bervariasi dari gabro yang dikenal dari norit sampai peridotit. maka penambangan bijih nikel sulfida dilakukan dengan cara tambang dalam. Tipe laterit ini dihasilkan dari pelapukan pada batuan peridotit segar. endapan nikel dapat digolongkan menjadi dua macam. Laterit-laterit yang dibentuk dari pelapukan serpentin biasanya kaya akan kandungan besi (45% . Badan bijih biasanya mencapai panjang beberapa antara beberapa ratus sampai ribuan meter.

4 Penampang endapan nikel sulfida 2. kobalt dan khromium. termasuk nikel.30% nikel. Ion-ion yang mempunyai berat jenis besar. besi akan bersenyawa 16 . Batuan peridotit sangat mudah terpengaruh oleh pelapukan lateritik. sehingga batuan menjadi pecah-pecah dan mengalami pelapukan. magnesium silikat dan besi silikat yang pada umumnya mengandung 0. Bijih nikel laterit merupakan hasil pelapukan (weathering) batuan ultrabasa peridotit yang terdapat di atas permukaan bumi. Air tanah yang kaya CO2 berasal dari udara luar dan tumbuhtumbuhan akan menghancurkan olivin. Batuan ini banyak mengandung olivin. mengalami pengayaan di tempat. Proses pelapukan terjadi karena pergantian musim panas dan dingin yang silih berganti. Di dalam larutan.2 Endapan bijih nikel sekunder atau laterit Mineral nikel yang terdapat di daerah Pomalaa pada dasarnya adalah bijih lateritis. Sementara ion-ion yang mempunyai berat jenis kecil dihanyutkan oleh air. nikel dan silika ke dalam larutan cenderung untuk membentuk suspensi koloid dari partikelpartikel silika yang submikroskopik. Penguraian olivin. Pada umumnya bijih nikel laterit mengandung unsur besi. yaitu hasil pelapukan batuan ultrabasa yang mengandung nikel.3. magnesium.(Sumber : Kajian nikel Dept ESDM 1985) Gambar : 2. Proses pelapukan dimulai pada batuan peridotit. angin atau media lain ke dataran yang lebih rendah.

Akhirnya endapan ini akan menghilangkan air dengan membentuk mineral-mineral seperti karat.5. Hematit (Fe2O3) dan kobalt dalam jumlah kecil.5. Kandungan nikel pada zat terendapkan akan semakin bertambah banyak dan selama itu magnesium tersebar pada aliran air tanah. Adanya erosi air tanah asam dan erosi di permukaan bumi. Penampang endapan nikel laterit 17 .dengan oksida dan mengendap sebagai ferri hidroksida. yaitu geothit FeO(OH). karena ada sedikit magnesium yang terbawa oleh air tanah. Serpentin terurai ke dalam komponen-komponennya bersama-sama dengan terurainya olivin. Kadangkadang olivin di dalam batuan diubah menjadi serpentin sebelum tersingkap di permukaan. selanjutnya diendapakan sehingga terjadi pengayaaan pada bijih nikel. Sedang magnesium. (Sumber : Kajian nikel Dept ESDM 1985) Gambar 2. nikel silika tertinggal di dalam larutan selama air masih asam. Tetapi jika dinetralisasi karena adanya reaksi dengan batuan dan tanah. Dalam hal ini proses pengayaan bersifat kumulatif (lihat Gambar 2. maka zat-zat tersebut akan cenderung mengendap sebagai hydrosilikat. Jadi besi oksida akan mengendap dekat dengan permukaan tanah.). Nikel mempunyai sifat kurang kelarutannya dibandingkan magnesium. akan menyerang nikel-nikel yang telah diendapkan. Zat-zat tersebut dibawa ke tempat yang lebih dalam. Perbandingan antara nikel dengan magnesium di dalam endapan lebih besar dari pada larutan.

Besi dalam material ini paling banyak berbentuk mineral ferri oksida yang pada umumnya membentuk gumpalan (disebut limonit). tidak pernah ada. Hal ini berlawanan dengan endapan nikel yang bertipe silikat (kadang-kadang disebut sebagai bijih serpentin). pemisahan nikel dari besi lebih baik. Skema pembentukan endapan nikel daerah Pomalaa sebagai berikut: 18 .25% nikel. Keadaan ini merupakan suatu kadar yang sudah dapat ditambang. Pembagian yang sempurna dari besi dan nikel ke dalam zone-zone yang berbeda. Perlu ditambahkan bahwa endapan nikel laterit terletak pada lapisan bumi yang kaya akan besi.50% bijih nikel. sehingga akan dihasilkan 1. Bijih nikel pada endapan laterit yang mempunyai kadar paling tinggi terdapat dengan dasar zone pelapukan dan diendapkan pada retakan-retakan di bagian atas dari lapisan dasar (bedrock). Pengayaan besi dan nikel terjadi melalui pemindahan magnesium dan silika. Waktu yang diperlukan untuk proses pengayaan tersebut mungkin dalam beberapa ribu atau bahkan berjuta-juta tahun. Sehingga endapan nikel dapat ditunjukkan dengan adanya jenis limonit tersebut atau sebagai nickelferous iron ore.Proses pengkayaan dimulai dari suatu batuan yang mengandung 0.

Co Terbawa sebagai partikel koloidal Konsentrasi Residu Fe. Mn. Co) Konsentrasi residu Fe oksidasi Al hidroksida Ni . Ni. Ni.6. Co Saprolit Soft Brown Ore Hard Brown Ore Konsentrasi Celah Zona paling atas (Zona overburden dan limonit) Ni. Cr. MgO Urat – urat garnierite Urat –urat krisopras Zona Tengah (Zona Saprolit) Gambar 2. Skema pembentukan nikel laterit 19 . AL.Skema Pembentukan Nikel Laterit Batuan Induk Peridotit (Ni Primer + 0.1%) Proses Serpentinisasi Peridotit serpentinit Proses Pelapukan dan Lateritisasi Peridotit – Serpentinit (lapuk) Bahan yang terbawa bersama larutan Terlarut sebagai larutan Ca – Mg karbonat Konsentrasi celah dari senyawa karbonat Urat – urat : Magnesit (MgCO3) Dolomit (CaMg)CO3 Kalsit (CaCO3) Zona paling bawah (Zona Bedrock) Bahan yang tertinggal (Fe. SiO2.

Hari hujan terbesar pada bulan April dan hari hujan terendah pada bulan Agustus. Dari stasiun pengamatan curah hujan PT. temperatur serta tekanan udara dapat mempengaruhi kondisi tempat kerja. Elemen-elemen iklim seperti hujan. Sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Agustus sebesar 58. Aneka tambang.7.266 mm/bln.8.7 dan gambar 2. Grafik Curah Hujan 400 350 250 200 Rata-rata curah hujan 150 100 50 Ju li Ag us tu Se s pt em be r O kt ob er N ov em be D r es em be r Ju ni M ei Ap ril 0 Ja nu ar i Fe br ua ri M ar et Curah hujan 300 Bulan Gambar 2. Grafik curah hujan dan hari hujan wilayah Pomalaa ditunjukkan pada gambar 2.564 mm/bln. Tbk UBPN Operasi Pomalaa diketahui curah hujan tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun (2002-2007) terjadi pada bulan April sebesar 372. curah hujan yang turun tiap tahun rata-rata cukup tinggi. Grafik rata-rata curah hujan 20 .4 Kondisi Iklim dan Curah Hujan Salah satu ciri tambang terbuka yang membedakannya dengan tambang bawah tanah adalah pengaruh iklim pada kegiatan penambangan.2. Pada PT. Aneka Tambang. Tbk UBPN Operasi Pomalaa. efisiensi alat dan kondisi pekerja.

21 . Penambangan Bijih Nikel Kegiatan pada Industri Pertambangan PT. Awal dari kegiatan ini adalah membuat rencana titik-titik bor.5. Kuantitas dan kualitas cadangan Adapun kegiatan eksplorasi yang dilakukan yaitu: a. Rencana penentuan titik-titik bor dibuat pada peta topografi berskala 1 : 500 dengan grid pattern system yaitu membagi peta sehingga berbentuk bujur sangkar dengan jarak 25 meter antar titik bor.Grafik Rata-rata hari hujan 14 12 Hari hujan 10 8 Rata-rata hari hujan 6 4 2 Ju li Ag us tu Se s pt em be r O kt ob er N ov em be D r es em be r Ju ni M ei Ap ril Ja nu ar i Fe br ua ri M ar et 0 Bulan Gambar 2. Aneka Tambang. Macam cadangan B.8. Tbk UBPN Operasi Pomalaa mempunyai tujuan untuk mengetahui: A. Aneka Tambang. Kegiatan Eksplorasi Pekerjaan eksplorasi pada PT. Grafik rata-rata hari hujan 2. Tbk UBPN Operasi Pomalaa terdiri atas beberapa kegiatan utama yaitu: 1. Kegiatan Pemboran Kegiatan pemboran merupakan kegiatan utama pada eksplorasi untuk mengetahui kuantitas dan kualitas cadangan. Penyebaran cadangan C.

9. Pengukuran Kemajuan Tambang 22 . Pengukuran Kemajuan Tambang Selain kegiatan eksplorasi. tim eksplorasi memiliki tugas penting lainnya yaitu melakukan pengukuran terhadap kemajuan tambang. Tbk UBPN Operasi Pomalaa dilakukan oleh CV. Cipta Utama Gambar 2. Kegiatan Pemboran b. Gambar 2. Aneka Tambang. Hal ini bertujuan untuk mengetahui jumlah cadangan nikel yang telah dieksploitasi pada suatu daerah penambangan sekaligus untuk mengetahui sisa cadangan yang dapat dieksploitasi selanjutnya.Kegiatan pemboran pada PT. Alat yang digunakan adalah Theodolith Nikon Semi Digital.10.

Tbk UBPN Operasi Pomalaa dilakukan secara tambang terbuka dengan sistem open cut (selective mining). dikenal dua macam jalan. Berdasarkan perbedaan kondisi jalan.2. Pekerjaan tersebut meliputi: ƒ Pioneering (pembuatan jalan produksi) Jalan produksi adalah jalan yang digunakan oleh dump truck untuk mengangkut bijih nikel ke tempat penimbunan bijih (stock yard) dari front penambangan atau sebaliknya. Alat yang digunakan adalah Bulldozer D85E-SS. 23 . yaitu jalan utama yang menghubungkan tempat penimbunan dari kaki bukit dan cabang jalan utama yang menghubungkan kaki bukit ke front penambangan. Aneka Tambang. Tahapan pada kegiatan penambangan adalah: a. Pekerjaan ini meliputi pembersihan daerah rencana penambangan dari semak-semak dan pohon-pohon. Alat yang digunakan adalah Bulldozer D85E-SS. ƒ Land Clearing (Pembabatan) Pekerjaan pembabatan dilakukan setelah lokasi penambangan telah ditentukan. Kegiatan Penambangan Kegiatan penambangan bijih nikel di PT. Pengontrolan terhadap hasil stripping adalah dengan jalan mengadakan pengukuran terhadap tempat-tempat yang sudah dikerjakan. Dari hasil pengukuran inilah dapat diketahui stripping sudah selesai atau perlu dilanjutkan lagi. sambil memasang patok-patok kembali. Persiapan daerah penambangan Merupakan persiapan awal sebelum melakukan kegiatan penambangan. ƒ Stripping of over burden Kegiatan ini dilakukan apabila pekerjaan pembabatan selesai.

3. Penambangan Sistem penambangan yang digunakan adalah open cut dengan metode selective mining. Alat muat yang digunakan adalah Backhoe Komatsu PC 200 sedangkan untuk pengangkutan dari lokasi tambang ke stock yard menggunakan Dump Truck Nissan Diesel CWM 432 HTRA yang berkapasitas 20 ton. Sistem selective mining digunakan karena sistem ini dianggap cukup efektif dalam memenuhi target produksi bijih nikel untuk saat ini. Kegiatan penambangan pada PT. Aneka Tambang. Sumber Setia Budi (SSB). Untuk memindahkan bijih nikel dari stock yard ke ore ship dibutuhkan peralatan darat dan peralatan laut. Persiapan daerah penambangan b. Jembatan Mas dan PT. Aneka Tambang. Tbk UBPN Operasi Pomalaa terdiri dari Pelabuhan Pomalaa dan Pelabuhan Tanjung Leppe. Pada kedua pelabuhan tersebut kapal tidak dapat merapat ke pantai karena dangkal. Pengapalan Pelabuhan yang ada di PT.11.Gambar 2. Ore ship yang berlabuh berasal dari beberapa negara yaitu Australia. Oleh karena itu untuk mengangkut bijih nikel ke ore ship digunakan tongkang yang ditarik oleh tug boat. Jepang dan Cina. Tbk UBPN Operasi Pomalaa dilakukan oleh pihak beberapa pihak kontraktor antara lain PT. Setia Budi Guna Abadi (SBGA). PT. 24 .

Peralatan Laut Yang dimaksud dengan peralatan laut adalah segala macam alat yang digunakan untuk pemuatan bijih ke ore ship yang beroperasi di laut. Tongkang diletakkan di bawah feeder sehingga bijih nikel tersebut akan langsung menuju tongkang. Macam-macam peralatan yang dipakai berdasarkan sistem yang digunakan adalah: ƒ Bijih Nikel diangkut secara langsung oleh dump truck ke dalam tongkang. Untuk menarik sebuah tongkang digunakan 1 tug boat. ƒ Tongkang dipergunakan untuk membawa bijih nikel ke ore ship. conto produksi dan conto pengapalan. Kegiatan preparasi conto meliputi conto eksplorasi. 25 . 4. Putra Mekongga. Alat muat yang digunakan adalah Wheel Loader. ƒ Bijih Nikel diangkut dengan dump truck kemudian ditumpahkan pada feeder yang telah disiapkan pada pelabuhan. Kapasitas tongkang yang digunakan adalah 500 ton. Alat muat yang digunakan adalah Wheel Loader. Preparasi conto Preparasi conto adalah pekerjaan mempersiapkan conto baik dalam hal ukuran maupun jumlah sebelum conto tersebut dikirim ke laboratorium untuk dianalisa. b.a. Peralatan darat Yang dimaksud dengan peralatan darat adalah segala macam alat yang digunakan untuk kepentingan pemuatan bijih yang operasinya di darat. Macam-macam peralatan yang dipakai adalah: ƒ Tug boat dipergunakan untuk menarik tongkang yang telah berisi bijih nikel untuk dibawa ke ore ship. Kegiatan preparasi conto ini dikerjakan oleh pihak kontaktor yaitu CV.

Alat Analisa Kadar pada bijih nikel 6. Aneka Tambang. Analisis Kadar Analisa kadar dilakukan dengan menggunakan X-Ray Spectrometer Simultix 12 (Rigaku). Tbk UBPN Operasi Pomalaa menjadi ferronikel. Penentuan kadar/unsur-unsur tidak hanya dilakukan untuk ore tetapi juga untuk metal.12. batu kapur dan slag.Gambar 2. Nama 3 unit pabrik pengolahan 26 . Gambar 2. Pengolahan. PT. Kegiatan preparasi conto 5.13. Aneka Tambang. Peleburan dan Pemurnian Bijih Nikel dari lokasi tambang selain diekspor ada pula yang diolah sendiri oleh PT. Saat ini. Tbk UBPN Operasi Pomalaa memiliki 3 unit pabrik pengolahan bijih nikel.

Kegiatan reklamasi pada lahan tambang ini terdiri dari: a. 7. peleburan dan pemurnian bijih nikel dapat dilihat pada gambar 2.14. 27 . Pembuatan sistem penyaliran dan kolam pengendapan. Penghijauan daerah bekas tambang Sistem penghijauan pada daerah bekas tambang tersebut disesuaikan dengan lingkungan daerah bekas tambang tersebut. Beberapa cara penghijauan yaitu: ƒ Sistem Pot: Sistem ini digunakan pada daerah bekas tambang yang lokasinya berbatu-batu dan sulit untuk mendapatkan tanah humus. b. Reklamasi Salah satu kegiatan yang sangat penting dalam industri pertambangan adalah reklamasi pada lahan tambang. Hal ini berfungsi untuk mengatur aliran air dan mengurangi kekeruhan air khususnya air hujan sebelum dialirkan ke sungai atau ke laut dan mengantisipasi terjadinya genangan air hujan pada lubang-lubang bekas penambangan dan jalan tambang . ƒ Sistem Teras: Sistem ini digunakan pada daerah bekas tambang yang topografinya landai serta mudah mendapatkan tanah humus. Bagan proses pengolahan. Feni 2 dan Feni 3.nikel tersebut adalah Feni 1.

Bijih Nikel Batubara Antrasit Batu Kapur Pengeringan dengan Rotary Dryer Pengayakan Pengayakan Pengayakan Pemecahan Pemecahan Pemecahan Penimbangan Penimbangan Penimbangan Pencampuran Kalsinasi dengan Rotary Kiln Umpan Panas Peleburan Desulfurisasi Deoksidasi Pemurnian Pencetakan Pengerjaan Akhir Fe-Ni (Sumber : Teknologi Pertambangan Indonesia. Peleburan dan Pemurnian Bijih Nikel 28 . 1994) Gambar 2. PPTM.14. Proses Pengolahan.

yang meliputi pekerjaan-pekerjaan untuk mendapatkan ukuran. penambangan. Namun seluruh kegiatan tersebut selalu dilakukan. B. kepentingan masing-masing serta kondisi geologi dan endapan mineral itu sendiri. Tahapan kegiatan eksplorasi biasanya dilakukan berbeda untuk setiap jenis endapan mineralnya dan bahkan untuk endapan mineral yang sama sekalipun. letak (posisi). Menurut Mc. pengolahan. pemakaian bahan galian tersebut dan permintaan pasar. Studi Literatur Studi literatur merupakan suatu kegiatan untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berkaitan dengan penentuan daerah cebakan mineral yang dieksplorasi. bahan kuliah teknik eksplorasi Prodi Teknik Pertambangan Fakultas Teknk Universitas Lambung Mangkurat 2006). Selain itu eksplorasi dapat juga diartikan sebagai pekerjaan selanjutnya setelah ditemukannya endapan mineral berharga. bentuk. Ini dikarenakan adanya perbedaan penekanan pada tahap-tahap eksplorasi yang dilakukan pada jenis endapan tertentu. dan pemasaran sampai reklamasi. Adapun kegiatan eksplorasi meliputi tahap-tahap sebagai berikut : A. kadar rata-rata. ekstraksi. dan jumlah cadangan dari endapan tersebut (Nurhakim.E dan Alan M. hal ini bergantung pada jenis bahan galian. evaluasi.BAB III DASAR TEORI 3. eksplorasi didefinisikan sebagai kegiatan yang tujuan akhirnya adalah penemuan geologis berupa endapan mineral yang bernilai ekonomis. Tahap Pengamatan 29 . dimana kegiatan dimulai dari propeksi. Kinstry H. eksplorasi. Bateman (ore deposit 1987).1 Kegiatan Eksplorasi Eksplorasi merupakan bagian dari kegiatan pertambangan.

C. 30 . Eksplorasi Lanjut Penentan secara pasti sifat-sifat yang diperlukan sebagai data persiapan penambangan dan persiapan produksi. Dan metode dari eksplorasi itu sendiri terdiri dari : 1. Penyelidikan Pendahuluan Mempersempit daerah prospek dengan cara pemetaan geologi. Eksplorasi Detil Melanjutkan penyelidikan pada sasaran-sasaran eksplorasi dan mendapatkan cadangan yang merupakan cadangan terindikasi. geokimia. E. D. 2. metode geologist.Analisa data sekunder dan peninjauan lapangan. untuk menentukan layak atau tidaknya dilakukan eksplorasi. atau geofisika udara untuk sasaran eksplorasi. Metode Langsung Menghasilkan gejala geologi tersebut dapat diamati dengan mata geologist . metode geofisika dan metode geokimia. Hasil yang didapat adalah endapan yang mungkin ekonomis dan masih merupakan cadangan tereka. Hasil yang didapat adalah endapan ekonomis dan sudah didapat cadangan terukur. Metode Tidak Langsung Menghasilkan suatu anomali yang dapat ditafsirkan sebagai gejala geologi yang dilacak dengan.

Bandung 1996) Gambar 3.Prospeksi Ada Ekplorasi Pendahuluan Eksplo Eksplorasi Detail rasi Lanjut Eksplorasi Tidak ada Stop Analisis dan Perhitungan Cadangan Evaluasi Studi Kelayakan Tidak Layak Stop Arsip Layak Development Penambangan Pengolahan/Ekstraks i Pemasaran (Partanto Prodjosumarto.1 Diagram Alir Tahap-Tahap Kegiatan Pertambanga 31 . pengantar teknologi mineral ITB.

2006) Gambar 3. dll Survei Geologi Permukaan Survei Geologi Tinjau (Reconnaissance) Suvei Geologi Singkapan Sumur Uji dan Paritan Pemboran Eksplorasi Survei Geologi Bawah Tanah Metoda Geofisika Metoda Geokimia Penyontohan Aliran Sungai Survei Geofisika Udara Survei Gravitasi Penyontohan Batuan Survei Magnetik Penyontohan Tanah Survei Geofisika Darat Survei Seismik Survei Gravitasi Survei Magnetik Survei Geolistrik Resistivitas SP IP EM Loging Sumur (Sumber : Nurhakim. Citra Radar.Metoda Eksplorasi Metoda Geologi Survei Indera Jauh Dari ruang angkasa: Analisa Citra Satelit Dari Udara : Analisa Foto Udara.2 Metode Eksplorasi 32 .

Struktur.2 Pengertian Cadangan Menurut Mc. C. Cadangan Terukur Cadangan terukur adalah cadangan yang kuantitasnya dihitung dari pengukuran nyata. ketebalan.40%. Suatu cadangan mineral biasanya digolongkan berdasarkan ketelitian dari eksplorasinya. Klasifikasi cadangan di Amerika menurut US Berau Of Mine and US Geological Survey (USBM and USGS) dan usulan Mc.3. komposisi. misalnya dari pemboran. Ini diperhitungkan dari beberapa titik conto. kadar. Batas kesalahan baik kuantitas maupun kualitas 20% . Kelvey yang dimaksud dengan cadangan (reserves) adalah bagian dari sumber daya terindikasi dari suatu komoditas mineral yang dapat diperoleh secara ekonomis dan tidak bertentangan dengan hukum dan kebijaksanaan pemerintah pada saat itu. Jarak titik-titik pengambilan conto dan pengukuran sangat dekat dan terperinci. Cadangan Terduga/Tereka (infered) Cadangan terduga adalah cadangan yang diperhitungkan kuantitasnya berdasarakan pengetahuan geologi. dan kelanjutan endapan mineral serta batas penyebarannya dapat ditentukan dengan tepat. B. Kelvey. jenis . Batas kesalahan perhitungan baik kuantitas maupun kualitas tidak boleh lebih dari 20%. serta batas dari penyebaran. kadar. kedudukan . sedangkan kadarnya diperoleh dari hasil analisa conto. sebagian besar perhitungannya didasarkan kepada kadar dan kelanjutan endapan mineral yang 33 . 1973 sebagai berikut : A. singkapan dan paritan. kelanjutan endapan mineral. sehingga model geologi endpan mineral dapat diketahui dengan jelas. dan kelanjutan endapan mineral serta batas penyebarannya belum dapat dihitung secara tepat dan baru disimpulkan/dinyatakan berdasar indikasi. Cadangan Terkira/Teridikasi (indicated) Cadangan terkira adalah cadangan yang jumlah tonase dan kadarnya sebagian diperoleh dari hasil perhitungan pemercontoan dan sebagian lagi dihitung sebagai proyeksi untuk jarak tertentu berdasarkan keadaan geologi setempat titik-titik pemerconto dan pengukuran jaraknya tidak perlu rapat sehingga struktur. kedudukan. ketebalan.

Kelvey. bentuk. ekonomi. Kenaikan tingkat kelayakan ekonomi.mempunyai ciri endapan sama. Di Indonesia mengikuti klasifikasi cadangan menurut Mc. karena dianggap paling detil. Kriteria keyakinan geologi didasarkan tingkat keyakinan mengenai endapan mineral yang meliputi ukuran. b. Klasifikasi cadangan yang diusulkan Mc. Kelvey membagi cadangan didasarkan pada kenaikan tingkat pelaksanaan ekonomi dan tingkat keyakinan geologi yang dapat dilihat pada gambar 3. mempertimbangkan keadaan geologi. Kriteria kelayakan ekonomi didasarkan pada faktorfaktor ekonomi layak atau tidaknya berdasarkan kondisi ekonomi pada saat itu.3 34 . sebaran. dan memiliki wawasan luas tentang klasifikasi cadangan. Kenaikan tingkat keyakinan geologi. kuantitasnya sesuai dengan tahap eksplorasinya. Selain itu juga Mc. Kelvey ini berdasarkan pada : a. Tingkat kesalahan adalah penyimpangan kesalahan baik kuantitas maupun kualitas cadangan yang masih bisa diterima sesuai dengan tahap ekplorasinya. Toleransi penyimpangan kesalahan terhadap perhitungan cadangan adalah 60%.

Kelvey dalam Abdul Rauf Perhitungan cadangan endapan mineral.Total Resources Identified Undiscovered Teridikasi Tak Terindikasi Demontrated Hypothermal Speculatives Terunjuk Hypotetik Spekulatif Measured Indicated Terukur Terindikasi ekonomi Cadangan Sub Marginal. Paramarginal Reserve Sub Economic Economic Kenaikan Tingkat Kelayakan Ekonomi Totalitas Sumber Daya Mineral Tereka Resources Kenaikan Tingkat Keyakinan Geologi (Sumber : Mc.1. control kehilangan dalam penambangan. membantu perencanaan. dan sebagainya. Dengan perhitungan cadangan akan dapat mengetahui biaya produksi. Kegiatan lapangan untuk memperoleh data guna perhitungan cadangan adalah sebagai berikut : 35 . unsur produksi tambang.3 Perhitungan Cadangan Setelah kita melakukan ekplorasi pada tahap-tahap kegiatan penambangan kemudian melakukan analisa dan perhitungan cadangan seperti terlihat pada Gambar 3. Adapun tujuan dari perhitungan cadangan yaitu agar dapat menentukan jumlah dan mutu kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan untuk dieksploitasi sesuai dengan kebutuhan.3 Klasifikasi Cadangan dan Sumber Daya Mineral 3. 1998) Gambar 3. efisiensi operasi.

uji laboratorium dan analisa. f. Kadar suatu luasan diasumsikan konstan sehingga tidak optimal secara matematika. Pemetaan Tidak mutlak dilaksanakan. endapan. Mudah diterapkan. Metode Konvesional a. Pengambilan Data Geologi Dapat dilakukan dengan studi literatur dan pengecekkan langsung dilapangan. Kelemahannya sering menghasilkan perkiraan salah. d. Metode Non Konvensional. B. E. karena cendrung menilai kadar tinggi saja. Untuk endapan yang terpencar dapat terjadi penafsiran yang salah. D. Untuk Estimasi cadangan tidak lepas dari metode yang akan digunakan. Secara teoritis akan lebih optimal. adapun metode perhitungan cadangan dapat dikategorikan menjadi : 1. untuk pengambilan topografi. bentang alam. 36 .A. a. Pengambilan Conto Dapat berupa air. b. Kelemahannya rumit data terbatas tidak optimal. Tertua dan paling umum digunakan. Observasi Lapangan Merupakan gambaran praktis kondisi dan keadaan dilapangan meliputi pengambilan data geografi dan demografi. dan lereng awal jika peta telah tersedia maka hanya dilakukan ploting. c. Mudah di adaptasi dengan semua edapan mineral. c. 2. Pengolahan Data Dilakukan di lapangan (pengecekkan mudah) atau dikirim ke kantor termasuk pekerjaan studio. singkapan sesuai dengan metodenya. e. tanah. b. dan dipahami. Pengembangan teori matematik dan statistik. dikomunikasikan. C.

Secara umum endapan-endapan bahan galian dapat dikategorikan atas sederhana (simple) atau kompleks (complex) tergantung dari distribusi kadar dan bentuk geometrinya. Bijih nikel merupakan jenis bahan galian golongan B yang mempunyai bentuk dan geometri yang sederhana.4 Metode Perhitungan Cadangan Dalam melakukan metode perhitungan cadangan haruslah ideal dan sederhana. Untuk kategori kompleks dicirikan dengan kadar pada batas endapan dan pada tubuh bijihnya sangat bervariasi serta bentuk geometrinya yang kompleks. Kriteria untuk mengkategorikan endapan bahan galian ini didasarkan atas pendekatan geologi. Pemilihan metode untuk perhitungan cadangan tergantung pada : A. Metode perhitungan harus dipilih secara hati-hati dan rumusan yang dipilih harus sederhana dan mempermudah perhitungan sehingga dapat menghasilkan tingakat ketepatan yang sama dengan metode yang komplek. C. Jenis Bahan Galian. 37 . sedangkan untuk kategori sederhana dicirikan dengan bentuk geometri yang sederhana dan kadar pada batas endapan maupun pada badan bijih relatif homogen. Keadaan Geologi dari Endapan Mineral Topografi daerah penelitian berupa perbukitan bergelombang B. Ketersediaan Data Tidak adanya data lubang bor yang menunjukkan ketebalan endapan bijih nikel sehingga data merupakan indikasi secara geologi saja. dan memiliki assosiasi dengan mineral-mineral lainnya.3. Maka tingkat kebenaran perhitungan cadangan tergantung pada ketepatan dan kesempurnaan pengetahuan atas endapan mineral seperti asumsi-asumsi yang digunakan untuk menginterprestasikan variabel-veriabel pada batas-batas endapan dan pada perumusan matematika. cepat dalam pengerjaan dan dapat dipercaya sesuai dengan keperluan dan kegunaan.

Metode Penampang Tegak (Cross Section) Prinsip dari metode ini yaitu pembuata sayatan pada badan bijih. Rumus luas rata-rata 1. Volume penampang yang sejajar V : Volume Cadangan S1 : Luas Penampang Satu S2 : Luas Penampang Dua L : Jarak Antar Penampang 2. Kemudian dihitung luasan masing-masing badan bijih tersebut.1. Untuk menghitung tonase digunakan rumus T = V x BJ Dimana : T = Tonase (ton) V = Volume (m3) BJ = Berat Jenis Material (ton/ m3) Rumus Prismoida V = (S1 + 4M + S2) S1. Untuk perhitungan volume dapat menggunakan rumus sebagai berikut : A.S2 = Luas Penampang Ujung M = Luas Penampang Tengah L = Jarak Antar S1 dan S2 V = Volume Cadangan 38 .3.4. dan untuk menghitung volumenya digunakan jarak antar penampang. dalam hal ini adalah nikel.

Rumus Kerucut Terpancung k S1 : Luas Penampang Atas S2 : Luas Penampang Bawah L : Jarak Antara S1 dan S2 V : Volume Cadangan (Abdul Rauf 1998) Gambar 3. Metoda Penampang Standar 3.4. metode ini mempunyai luas daerah pengaruh yang sama dengan luas daerah pengaruh dari titik-titik conto terdekat. Sedangkan kadar dari masing-masing 39 .3.4. Metode Daerah Pengaruh Perhitungan cadangan menggunakan metode daerah pengaruh (Area Of Influence) merupakan salah satu metode estimasi cadangan secara konvensional.2. Dalam hal ini pola luasan yang dibentuk segi empat sama sisi dengan luas 625m2.

maka ukuran blok dibatasi. Pada metode daerah pengaruh ini semua faktor ditentukan untuk titik tertentu pada endapan mineral. Dengan demikian pengaruh dari tiap-tiap titik akan membentuk suatu poligon tertutup. dan ruang titk conto di sekelilingnya. Metode ini umumnya menggunakan nilai titik conto yang berada dipusat blok sebagai pengganti terbaik nilai rata-rata luas tertentu didalam blok tersebut tanpa mempertimbangkan pengaruh. Ukuran blok dapat ditantukan secara subyektif berdasarkan pengalaman dan perhitungan cadangan sejenis yang pernah dilakukan sebelumnya. dilakukan dengan cara mengkalikan luas daerah pengaruh tiap-tiap poligon dengan tebal bijih pada daerah pengaruh tersebut (tebal pada tiap-tiap poligon) Volume dari masing-masing daerah pengaruh dapat diestimasi dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : V=axt Keterangan : V = Volume daerah pengaruh (m3) a = Luas daerah pengaruh (m2) t = Tebal bijih (m) Sedangkan untuk mengestimasi volume total dari masing-masing poligon digunakan persamaan sebagai berikut : Vtotal = V1 + V2 + V3 +… + Vn atau 40 . Jika spasi rapat maka ukuran blok akan semakin kecil begitu juga sebaliknya. setiap prisma poligon atau blok menggambarkan volume daerah pengaruh suatu titik conto. hubungan letak.titik conto bervariasi. Dengan demikian untuk mengestimasi volume daerah pengaruh tiap-tiap poligon. dan luas daerah pengaruh setiap titik dihitung dengan membagi jarak antara dua titik conto yang berdekatan menjadi dua. diekstensikan (perluasan) sejauh setengah jarak dari titik-titik sekitarnya yang membentuk daera pengaruh. dimana bagian dari endapan yang akan diestimasi cadangannya diganti oleh beberapa prisma poligon. Ukuran blok yang ditentukan oleh tiap-tiap titik conto dipengaruhi langsung oleh spasi conto.

. a3. V2.…. T3. t2. C3. C2. V3. V3. T2. a2.Tn = Tonase bijih dari masing-masing poligon (WMT) γ = Densitas Batuan (Ton/m3) V1. … tn = Tebal bijih dari masing-masing poligon (m) Untuk estimasi tonase bijih total digunakan persamaan sebagai berikut : T = T1 + T2 + T3 + … + Tn = (V1 x γ x C1) + (V2 x γ x C2) + (V3 x γ x C3) + … (Vn x γ x Cn) Sedangkan rata-rata diestimasi dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : CAV = C1V1 + C2V2 + C3V3 + … + CnVn V1 + V2 + V3 + … Vn Keterangan : T = Tonase bijih total dari cadangan (WMT) T1.5 Metode Daerah Pengaru 41 .Vn = Volume dari masing-masing poligon (m3) C1. … an = Luas daerah pengaruh dari masing-masing poligon (m2) t1. … Vn = Volume masing-masing poligon (m3) a1. t3. V2.= a1 x t1 + a2 x t2 + a3 x t3 + … + an x tn Keterangan : V1. ….Cn = Kadar dari masing-masing poligon (%) Keterangan : Berprospek Tidak Berprospek Gambar 3.… .

42 . Terdapat dua kriteria dalam penentuan batas cadangan. Penanganan masalah ketidakteraturan bentuk endapan dan ketidakmerataan distribusi kadar merupakan satu rangkaian dalam penentuan batas-batas cadangan. yaitu : 1. sehingga batas-batas struktur maupun litologi juga merupakan batas cadangan.6 %.3. Penentuan batas cadangan didasarkan pada interprestasi geologi atas daerah mineralisasi.5. Penentuan Batas Cadangan Ketidakteraturan bentuk endapan bijih dan ketidakmerataan distribusi kadar akan menimbulkan kesulitan dalam penentuan batas-batas endapan bijihnya. 2. Batas cadangan didasarkan atas nilai kandungan bijih nikel (kadar) didalam bijih dengan acuan nilai Cut Off Grade sebesar 1.

KW 98PP0215 = 599.00 Ha + Total Kuasa Wilayah = 8314. Eropa. Antam (Tbk) UBPN Operasi Pomala membutuhkan kualitas pasar yang terbagi atas 2 kualitas yaitu: 1. KW 98PP0216 = 3759. Antam (Tbk) sendiri yang akan menghasilkan Ferro-nikel sebagai bahan setengah jadi untuk dapat diproses selanjutnya 2.40 Ha Di mana lokasi tambang tengah terletak di KW 98 PP0216. Di PT. Kualitas LGSO ini merupakan permintaan akan negara Australia dimana selain nikel. High Grade a. High Grade Pabrik Kualitas ini untuk memenuhi kebutuhan akan pabrik FeNi 1 dan 2 yang dikelola PT.00 Ha 3. dan Korea Selatan. High Grade Saprolit Ore (HGSO) Dimana nikel yang mempunyai kualitas ekspor dengan kadar berkisar 2.0% Up atas permintaan dari Negara Jepang. Low Grade Saprolit Ore (LGSO) Kualitas nikel untuk LGSO ini memiliki kualitas yang kadar Ni rendah. KW 98PP0213 = 1584. b. KW 98PP0214 = 2372.0% dengan kadar besi (Fe) > 5% dan Bassisity > 50%.60% sampai 2. 43 . Antam (Tbk) UPBN operasi Pomalaa ini memiliki 4 Kuasa Wilayah (KW) penambangan yang terdiri dari : 1. Thailland.BAB IV HASIL PENELITIAN Berdasarkan analisa-analisa maka penentuan layak tidaknya bijih nikel akan ditambang didasarkan pada hasil ekplorasi yang telah dilaksanakan Pada usaha penambangan yang dikelola oleh PT. mereka juga akan mengolah besi (Fe) sebagai mineral asosiasi. yaitu antara 1.40 Ha 4.00 Ha 2.

cn Volume . . dengan membagi beberapa segmen yang berjumlah genap pada masing-masing sayatan. . Pada metode standar ini dengan prosedur : a. Y-Y' Z-Z' Sn Sn Ln F Qn=Vn.c2 . . yakni mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of gradual changes). . . .4. . d.F c2 P2=Q2. 44 . Penentuan faktor rata-rata. n Tonage Faktor Cadangan Raw Material Kadar Cadangan Mineral/ Metal L1 F Q1=V1. Tabel 4. satuan berat raw material / berat metal. Mengitung luasan masing-masing sayatan dengan menggunakan rumus 1/3 simpson. b.1. . . 2. . . . . dengan menghubungkan titik-titik pengamatan terluar.1.F c1 P1=Q1. Perhitungan cadngan. . Penentuan luas semua seksi.F cn Pn=Qn. c. .c1 S2 S3 L2 F Q2=V2. Membuat sayatan pada badan bijh. Prosedur Perhitungan Metoda Penampang Standar (Sumber : Abdul Rauf 1998) Blok Seksi Luas Jarak Antar Seksi 1 A-A' B-B' S1 S2 2 B-B' C-C' . Perhitungan Cadangan Dengan Metode Penampang Tegak Perhitungan cadangan dengan metode penampang tegak menggunakan metode standar. Perhitungan cadangan dengan metoda penampang tegak ini dilakukan dengan beberapa tahap : 1. Perhitungan volume.

9968 100 75759.606 954.872 343727 659955.955. Menghitung volume antar sayatan yang stu dengan yang lain berdasarkan blok-blok.4 329.24 50 5433.496. 4.9 1.7328 100 21498.92 10433.872 JARAK ANTAR PENAMPANG (m) VOLUME (m3) DENSITY (ton/m3) TONASE (WMT) 100 32958.496.0752 100 7341.92 32346.92 93946.56 275.69 948.64 50 18975.4848 100 19111 1.0256 50 7742 1.92 92881.92 63280. Hasil Perhitungan Cadangan Nikel Menggunakan Metode Penampang Tegak BLOK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 TOTAL SEKSI A‐A' B‐B' B‐B' C‐C' C‐C' D‐D' D‐D' E‐E' E‐E' F‐F' F‐F' G‐G' G‐G' H‐H' H‐H' I‐I' I‐I' J‐J' J‐J' K‐K' K‐K' L‐L' L‐L' M‐M' M‐M' N‐N' LUAS PENAMPANG (m2) 672.09 948.8515 45 .92 41277.11 1.04 1.92 36693.18 204.92 14864.34 1.18 853 853 275.088 50 21529. Tabel 4.92 36910.727 m3 dan cadangan raw material sebesar 659.92 14095.56 748 748 131.8515 WMT sebagaimana terlampir (lampiran D).74 645.3.56 1.69 1.34 645.606 1.92 41336.0128 100 48376.09 1.92 145457. Menghitung cadangan dengan mengalikan jumlah volume total dengan berat jenis material.4 204. Maka dengan menggunakan rums pada tabel diatas di dapat hasil perhitungan volume sebesar 343.92 36433.4835 100 48930.08 100 16847 1.18 1.6 1.2.59 1.69 411 411 374 374 377 377 329.74 954.12 100 19224 1.

. (Area of Influence) perhitungan-perhitungan berdasarkan kedalaman lubang bor. T = V × BJ Keterangan : T : tonase (WMT) V : volume (m3) BJ: densitas batuan (ton/m3) d. Memasukkan data no blok. sehingga akan didapat estimasi luas dari masing-masing segi banyak hasil penggambaran secara manual. Adapun langkah-langkah perhitungan adalah sebagai berikut: a. dan analisis kadar Ni dibuat dalam satu tabel teratur dan terangkum. 46 . Kemudian untuk mendapatkan volume dari masing-masing poligon. dan ketebalan bijih nikel ke dalam lajur tabel yang telah dibuat. Perhitungan Cadangan Dengan Metode Daerah Pengaruh Estimasi cadangan dengan menggunakan daerah pengaruh.2. dilakukan dengan jalan mengkalikan luas dari tiap-tiap poligon dengan tebal bijih dari masing-masing poligon tersebut. ketebalan tanah penutup. Total tonase bijih nikel diperoleh dengan menjumlahkan seluruh tonase bijih nikel dari tiap-tiap blok/poligon. Tonase bijih nikel didapatkan dari hasil perkalian antara volume poligon dengan densitas batuan yang mempunyai kadar Ni. Estimasi cadangan dengan menggunakan metode ini dilakukan dengan membuat blok-blok daerah pengaruh berdasarkan aturan metode poligon. luas. jarak pengaruh. b.4. ketebalan. V=a×t Keterangan : V : volume daerah pengaruh (m3) a : luas daerah pengaruh (m2) t : tebal endapan nikel (m) c.

92 10 1.92 9 1.92 14 1.92 7 1.92 16 1.92 11 1.92 18 1.92 14 1.92 12 1. dan jumlah tonase sebesar 742.92 10 1.92 VOLUME (m3) 6250 7500 7500 3125 6250 9375 4375 4375 6250 4375 6875 5625 5625 6250 3125 11250 5625 5000 8750 11250 4375 5000 3750 8125 5625 5625 10000 8750 6875 6250 8750 5625 3750 TONASE (WMT) 12000 14400 14400 6000 12000 18000 8400 8400 12000 8400 13200 10800 10800 12000 6000 21600 10800 9600 16800 21600 8400 9600 7200 15600 10800 10800 19200 16800 13200 12000 16800 10800 7200 47 .92 15 1.3.92 11 1.92 9 1.92 9 1.92 10 1.875 m3.92 18 1.92 6 1.92 1.Maka dengan langkah perhitungan diatas didapat hasil perhitungan volume sebesar 386.92 6 1.92 8 1.92 14 1.800 WMT (lampiran E) Tabel 4.92 9 1.92 5 1. Hasil perhitungan cadangan nikel menggunakan metode daerah pengaruh TB 651A 650A 649A 648B 641A 641B 642A 643A 645A 645B 619A 617A 617B 615A 612A 592A 592B 593A 594A 596A 596B 597A 598B 574A 573A 572A 571A 570A 569A 546B 547A 548A 549A LUAS (m2) 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 KETEBALAN DENSITAS (m) (ton/m3) 10 1.92 9 1.92 9 1.92 8 1.92 7 1.92 13 1.92 10 1.92 7 1.92 12 5 1.92 7 1.

92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 5000 8125 5625 6250 3750 8750 6875 8750 7500 10000 6250 6250 10000 12500 10625 4375 6250 4375 3750 11250 6875 7500 5625 4375 5000 386875 9600 15600 10800 12000 7200 16800 13200 16800 14400 19200 12000 12000 19200 24000 20400 8400 12000 8400 7200 21600 13200 14400 10800 8400 9600 742800 48 .92 1.92 1.92 1.529A 528B 528A 527A 505A 506A 507A 508A 494C 493A 492A 473F 473E 473A 473B 473D 475A 471F 470D 472B 471A 470A 469A 449 450A TOTAL 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 8 13 9 10 6 14 11 14 12 16 10 10 16 20 17 7 10 7 6 18 11 12 9 7 8 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.

Sayatn-sayatan tersebut dibagi dalam 13 blok daerah penambangan.800 WMT. Kemudian dihitung volume dengan mengalikan ketebalan dengan luasan tiap daerah pengaruh. digunakan rumus 1/3 simpson untuk menghitug luasan dari masing-masing sayatan.955. Pembuatan sayatan sendiri dilakukan dengan menggunakan program Autocad 2005 dan Quicksurf 2005.1.BAB V PEMBAHASAN 5. Perhitungan Cadangan 5. dan lubang bor sendiri berjumlah 58 titik bor. 49 . pada perhitungan cadangan ini dibuat 14 sayatan sesuai dengan pola pemboran dengan jarak antar sayatan 100 m dan 50 m.1. Metode Penampang Tegak Untuk perhitungan dengan menggunakan metode penampang tegak. Bentuk luasan daerah pengaruh dibuat dengan menggunakan surfer 8.2). Metode Daerah Pengaruh Untuk perhitungan cadangan menggunakan daerah pengaruh. Cadangan dihitung tiap-tiap blok (tabel 4.1. dibuat luasan membentuk segi empat sama sisi dengan luasan 25 × 25. Hasil perhitungan cadangan dengan metode daerah pengaruh yakni 742.2. kemudian digunakan rumus rata-rata (mean area formula) untuk menghitung volume. 5. Penggunaan rumus rata-rata dianggap paling sederhana serta cocok untuk menghitung volume cadangan yang terletak diantara dua penampang dengan luas penampang 1 (S2) dan luas penampang 2 (S2) serta jarak antar penampang (L).8515 WMT. Hasil perhitungan cadangan nikel dengan metode penampang tegak diperoleh jumlah cadangan sebesar 659.1.

15 WMT. Jumlah cadangan nikel yang didapat mempunyai jumlah selisih sebesar 82. nilai ini didapat dengan rumus dibawah ini : = 13%. Kesalahan Perhitungan Hasil perhitunga yang didapat dari kedua metode ini memiliki selisih perbedaan besar cadangan. 50 . Quicksurf dan Surfer dalam menentukan luas daerahnya.844.2. ini didasarkan pada klasifikasi cadangan menurut Mc. Persen kesalahan tersebut menunjukan bahwa kesalahan perhitungan cadangan yang dilakukan relatif rendah. Kelvey dengan toleransi tingkat kesalahan perhitungan untuk cadangan terukur yaitu 20%. Faktor kesalahan lainnya adalah tingkat ketelitian dari program Autocad. Dari perhitungan kedua metode tersebut didapatkan persen kesalahan sebesar 13 %.5. Terdapatnya perbedaan jumlah dari perhitungan cadangan dengan dua metode tersebut dari kedua bentuk metode menunjukan perbedaan perhitungan.

51 .1. Persen kesalahan perhitungan cadangan adalah sebesar 13%. b. Dalam kegiatan lebih lanjut (penambangan) sebaiknya menggunakan perkiraan jumlah cadangan dengan jumlah nilai cadangan yang kecil. b. 6. Kedua metode tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Saran Saran yang dapat penulis berikan berdasarkan hasil perhitungan cadangan nikel menggunakan metode penampang tegak dan metode daerah pengaruh yaitu : a. quicksurf dan surfer diperlukan ketelitian dalam penggambaran. murah dan dapat diterapkan secara umum.BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan-perhitungan yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut a.955. sedangkan kekurangan dari kedua metode tersebut adalah dalam menghitung luasan menggunakan Autocad. c. Perbedaan hasil perhitungan diharapkan dapat saling melengkapi.800 WMT. Besarnya cadangan nikel dihitung dengan merode penampang tegak sebesar 659.8515 WMT. Kelebihannya yaitu : sederhana.2. dan untuk metode daerah pengaruh sebesar 742.

Modul Responsi. Dep Teknik Pertambangan. Haw. Program Studi Teknik Pertambangan. Bandung. V.A. Tugas Akhir. Teknologi Pertambangan Indonesia. 1968 6.” Teknik Eksplorasi”. 2006 7. -----. 2008 3. PPTM. Jurusan Teknik Pertambangan. 1992 5. Agus Haris. Pertambangan. UNLAM. 1998 2. ANTAM Tbk UBPN POMALAA. Bandung. Abdul Rauf. Kajian Nikel. Hasanudin dkk. R. 1985 9.A. ITB.” Pengantar Teknologi Mineral”. 2005 4. -----.DAFTAR PUSTAKA 1.E. Modul Kuliah. Metode Perhitungan Cadangan.” Rancangan Teknis Sistem Penyaliran di Bukit TBL Tambang Tengah PT. Banjarbaru. STTNAS Yogyakarta. ANTAM UBPN Pomalaa. 1994 Prodi Teknik 52 . UPN ‘Veteran’ Yogyakarta. J. The Canadian Institute Of Mining and Metalurgy. Gill.” Ore Reserve Estimation and Grade Control”. Nurhakim. 1996 8.” Perhitungan Cadangan Endapan Mineral”.” Dep Energi dan Sumber Daya Mineral. “Arsip PT. Abraham Beda. Bahan Kuliah. ITB. Bandung. Blais. Diktat Kuliah. Partanto Prodjosumarto.

55 19 221.1 Tabel data cura hujan dan hari hujan Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 2002 C.2 79 172.6 32.2 14 37.68 2. Hujan (mm) 23.41 19 27. H Hari (mm) 40.8 5 0 0 0.41 13 5.21 1 2003 C.72 77 173.05 18 404.45 7 7 13 116.68 7 9.5 1.3 3 13.3 7 10 20 0.5 4 1.25 5.6 1 0 0 2006 C.6 4 34.96 2 2004 C.05 24 63 9 35.71 1 0 0 16.5 8.25 13.17 2 8 13 44.3 9 97.8 5 78.8 16 264.79 10 7.35 40.54 11 7.3 13 323.2 18 40.5 56.73 90.24 7 0. H Hari (mm) 9.5 9.32 27.04 78 245.LMPIRAN A DATA CURAH HUJAN DAN HARI HUJAN Tabel A.7 7 24.46 8 23.74 15 11.76 25.64 10.5 8 27.65 23 144.6 Hari 10 172.81 42. H Hari (mm) 6.5 24.67 8 2.97 1 0 0 0 0 T A HU N 2005 C.75 C.6 13 6 10 15.7 10 15.H (mm) 2007 Hari 22.99 115 177.5 10.3 167 .93 12.6 14 7.55 4 0 0 10.74 1 4 9 16.62 12 40.37 25.65 7 18.2 9 24.5 5.4 9.36 7.5 7 19.25 16 251.91 12 15.32 4.95 5 1.98 11.5 30.75 1975. H Hari (mm) 33.5 2.9 14 14.8 2.

03 0.06 0.23 9.15 228.15 228.05 220.47 0.5 2087.04 0.02 0.47 1.5 2112.74 2.73 0.10 9.5 2112.82 0.32 45.05 220.99 15.5 2112.5 2087.86 0.15 228.5 2087.67 0.48 19.03 0.86 40.5 2112.95 7.87 1.29 26.51 24.05 220.37 1.75 RATA‐RATA KETEBALAN (m) .71 0.25 43.15 45.82 0.45 1.47 35.88 0.5 2112.80 1.10 9.LAMPIRAN B DATA ANALISA TITIK BOR DAN KADAR Tabel B.58 44.5 2112.16 40.5 2087.15 228.78 15.79 0.78 1.15 228.78 20.82 1.51 18.78 0.71 42.22 35.82 10 KADAR RATA‐ RATA Ni (%) 1.98 0.52 23.03 0.27 1.05 0.5 2087.12 0.41 47.05 0.03 0.63 18.05 220.58 16.15 220.5 2087.04 0.29 18.00 2.15 228.27 9.07 0.20 26.5 2112.58 39.1 Data analisa titik bor dan kadar KOORDINAT TITIK BOR 651A 650A EASCO NORCO ELEVASI 2087.03 0.05 NILAI KADAR (%) TEBAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 Ni CO Fe SiO2 CaO MgO 2.13 1.12 46.00 10.31 9.5 2087.89 10.76 13.5 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 228.98 0.65 18.05 15.71 21.79 20.05 220.15 228.36 12.89 0.31 12 0.92 0.46 37.08 13.65 46.05 220.08 1.84 0.15 228.90 48.37 52.06 0.08 0.35 10.39 11.88 0.56 1.60 0.82 1.02 0.06 8.89 41.04 43.15 228.58 21.89 0.72 0.92 26.5 2087.5 2087.08 0.61 8.

39 210.80 0.5 2112.09 68.20 18.08 1.04 0.48 22.74 1.84 0.56 1.15 230.74 43.87 1.46 42.05 210.34 15.41 6.33 0.85 24.86 0.99 49.78 49.39 210.11 1.64 17.68 8.61 24.05 220.60 17.5 2087.14 52.70 9.99 1.86 5.94 38.29 39.06 0.06 0.39 210.06 11.96 16.67 51.11 10.77 1.48 1.5 2087.64 11.57 0.5 2137.73 24.43 1.07 0.5 2137.83 0.24 1.51 37.00 12 0.5 2187.5 2137.06 0.15 230.39 210.08 0.04 0.90 1.69 1.04 0.5 2187.07 0.12 11.5 2137.23 1.91 25.30 0.5 2187.39 210.99 5 1.5 2087.04 16.51 15.83 37.12 1.62 41.05 220.64 42.5 2112.80 7.649A 648B 641A 2112.82 0.05 220.00 1.77 1.62 8.39 210.91 21.89 15.94 0.5 2137.18 19.85 8.03 0.18 209.10 0.78 1.05 220.98 42.15 39.44 28.03 0.16 31.55 16.00 15.92 19.41 1.18 230.08 0.39 43.18 209.18 209.5 2187.03 0.82 0.36 0.07 0.39 209.03 0.50 10.07 1.53 52.40 1.39 51.79 0.5 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1600 ‐1600 ‐1600 220.10 0.03 0.15 1.55 0.63 9.40 0.71 32.69 0.5 2137.39 210.13 1.5 2137.02 0.12 5.34 .64 9.06 0.13 15.45 1.82 0.86 24.95 14.75 0.10 31.15 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 1 2 3 0.05 0.08 1.98 29.12 10 1.5 2187.04 0.79 1.5 2137.76 21.39 210.27 4.19 9.77 0.5 2112.52 13.16 0.5 2112.69 1.06 14.04 0.70 15.80 9.39 210.34 38.65 12.71 28.5 2137.87 22.39 210.03 0.82 40.02 0.60 29.5 2137.86 0.5 2137.17 29.39 210.11 1.95 0.18 209.34 7.5 2137.25 1.64 9.

27 47.86 0.73 0.31 12.48 220.5 2087.78 1.76 1.86 0.39 43.84 2.34 18.5 2137.00 1.29 52.06 0.02 0.03 0.65 44.16 1.86 0.69 1.43 51.02 0.03 0.66 2.72 0.06 0.60 76.5 2112.48 220.48 220.5 2112.29 2.61 0.67 47.13 49.48 220.5 2112.73 1.68 211.07 0.89 0.96 0.65 16.5 2112.75 0.15 230.55 23.04 0.71 19.69 19.39 17.68 211.5 2087.51 54.90 0.05 0.40 6.02 0.02 0.48 220.70 15.48 220.55 8.99 19.03 0.55 16.15 230.05 0.46 9.84 0.52 9.74 0.89 1.22 21.5 2112.15 220.5 2112.64 17.48 211.32 9.00 62.5 2087.74 0.23 16.48 220.95 14.14 6.78 0.15 230.97 0.35 24.66 23.58 1.87 9.5 2137.5 2112.76 1.5 2112.81 39.32 2.83 1.17 1.27 25.97 22.15 230.17 0.20 25.52 8.02 0.49 44.04 0.5 2112.17 56.5 2112.47 1.96 26.48 220.68 25.91 8.78 50.15 230.27 10.00 15 1.48 220.91 62.11 44.03 0.16 1.10 56.43 0.60 0.88 0.26 0.641B 642 A 2087.02 0.5 2112.30 39.5 2087.43 48.05 0.03 0.5 2087.21 1.02 0.09 8.10 55.24 15.48 220.08 1.37 6.79 0.5 2087.48 220.06 0.48 220.5 2112.59 22.73 10.03 0.19 1.39 0.51 20.5 2112.48 220.22 1.31 9.5 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 230.06 0.04 12.54 49.26 45.34 38.36 10.42 1.5 2112.06 0.06 10.01 13.68 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 2 3 1.48 220.82 23.5 2137.27 33.44 0.86 9.45 22.26 38.84 0.82 .97 0.15 230.61 9.5 2112.50 7 0.29 7.98 34.03 0.62 2.50 8.87 0.88 53.

643A 645A 645B 2137.57 1.07 0.01 1.68 222.28 27.40 9.68 33.75 15.5 2137.33 5.14 41.03 0.5 2187.04 0.23 1.10 44.44 0.61 9.16 11.5 2112.37 219.64 19.29 1.11 25.5 2137.12 1.68 211.78 0.5 2187.29 16.86 23.75 12.5 2187.68 211.16 10 1.00 7 2.78 1.03 0.09 11.16 1.01 0.5 2162.21 218.02 0.04 11.65 80.93 29.59 22.37 219.38 1.83 21.33 222.49 41.75 25.03 .36 0.37 219.33 222.33 222.33 222.01 0.46 2.17 23.21 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 0.33 222.43 48.87 1.30 45.42 0.94 35.5 2137.03 0.90 31.76 2.19 1.28 7.37 218.90 1.58 1.07 0.82 8.37 219.29 43.5 2187.22 21.36 2.63 3.52 43.82 11.02 0.02 18.26 17.48 21.5 2162.41 1.5 2162.35 10.5 2112.21 218.24 1.03 0.07 0.5 2187.53 50.03 0.03 0.5 2187.06 0.55 23.21 1.98 1.21 0.47 1.37 219.5 2162.03 0.49 1.5 2112.13 29.54 30.37 219.07 43.05 0.98 1.41 17.03 0.37 219.24 43.66 41.57 27.13 9.08 18.92 1.50 0.10 0.86 18.27 47.91 8.5 2112.5 2187.5 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 211.56 1.03 0.45 7 1.06 0.03 0.5 2187.02 0.16 0.31 1.18 30.18 1.03 0.98 36.03 0.30 1.52 11.00 1.71 47.03 0.99 1.55 30.51 28.08 12.44 40.03 53.86 51.67 40.73 1.75 11.85 29.98 1.80 2.02 0.14 1.64 25.5 2162.97 1.68 7.46 15.37 219.21 5.5 2162.5 2162.5 2187.28 0.24 14.60 20.68 211.54 49.5 2187.22 43.33 222.22 0.37 219.33 219.75 0.34 1.65 0.19 0.97 30.21 218.31 9.

21 31.5 2137.49 0.62 52.59 7.03 0.5 2087.06 0.20 26.73 0.19 0.01 0.79 0.75 0.58 22.03 0.03 0.94 219.14 52.5 2087.03 0.04 0.49 9.27 40.87 1.05 0.48 46.06 0.58 22.88 15.58 0.78 10.61 57.04 0.5 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 218.85 0.11 1.26 216.74 2.5 2162.72 1.86 25.90 6.09 0.83 0.21 218.58 54.619A 617A 617B 2112.94 0.45 11.94 1.16 12.87 9 1.44 1.20 1.59 21.03 0.44 8.5 2087.33 1.35 225.86 62.77 0.64 15.18 1.70 59.86 9.5 2087.63 1.90 23.21 225.5 2162.35 216.16 14.35 225.65 1.02 16.35 225.98 2.92 0.5 2137.26 219.5 2087.21 218.5 2087.05 10.13 57.11 1.35 225.32 .99 6.88 18.52 1.06 0.98 36.26 216.74 22.35 225.52 0.09 0.38 2.14 30.07 0.34 16.24 4.72 16.86 5.5 2087.90 2.42 40.02 1.88 54.62 18.67 18.68 31.21 12.11 15.02 1.73 9 0.04 0.69 17.94 1.28 0.5 2087.5 2087.5 2137.56 17.49 53.35 225.16 1.5 2137.60 8.52 0.03 1.34 1.73 57.35 225.90 55.24 43.30 9.09 28.89 32.35 225.03 0.5 2137.03 0.28 6.75 50.75 4.31 1.01 49.15 0.26 216.19 0.17 11.26 216.38 49.5 2112.94 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 2.35 225.22 10.44 6.35 225.04 42.16 1.26 216.60 0.72 59.58 9.13 0.5 2137.31 37.5 2112.21 0.07 1.04 7.26 216.26 216.03 0.03 0.07 0.66 0.5 2137.03 0.20 41.19 8.54 21.06 0.05 0.08 20.5 2137.5 2087.03 0.99 1.5 2087.05 18.5 2137.33 0.26 216.26 17.59 1.13 18.77 1.

53 10 1.03 0.60 28.68 1.04 0.26 22.97 0.41 1.06 0.5 2087.37 5 1.70 10.5 2187.94 219.31 224.615A 612A 592A 2162.93 30.56 45.32 0.03 0.5 2162.90 25.37 25.87 1.8 34.51 18.5 2162.78 13.36 20.5 2162.74 22.40 1.59 1.14 4.94 24.2 32.31 8.02 0.5 2187.5 2187.88 47.96 0.15 1.25 0.40 51.31 224.03 0.01 44.94 224.33 21.02 0.94 219.75 1.5 2087.70 46.3 13.55 1.5 2162.68 19.55 10.36 1.51 19.20 28.5 2187.3 44.82 217.02 0.02 0.32 27.5 2162.94 219.5 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1550 ‐1550 ‐1550 219.31 224.03 0.81 1.82 8.59 1.47 1.14 1.06 21.03 0.5 2162.02 0.61 8.98 53.23 0.94 219.5 2187.04 200.46 1.96 1.34 1.30 12.65 .30 1.00 53.5 2162.93 0.66 1.07 0.5 2187.94 219.85 53.03 0.74 23.15 1.02 0.82 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 1 2 3 1.03 0.74 1.82 217.81 26.04 217.52 5.69 1.88 5.31 47.53 1.90 12.68 51.2 0.11 1.71 1.59 24.04 200.01 2.02 0.31 224.31 224.16 1.02 23.06 0.29 10.04 200.27 1.5 2187.5 2187.94 219.04 200.03 0.56 44.34 1.59 23.31 224.54 46.50 25.76 22.63 55.37 51.96 8.19 24.93 12.90 45.22 9.23 0.31 224.39 25.89 10.27 1.43 1.79 19.79 13.19 10.06 0.52 48.68 10.20 21.72 45.40 37.30 8.5 2187.5 2162.31 200.5 2.5 2162.76 1.65 1.5 2087.63 1.5 2187.31 1.82 19.5 2162.63 1.11 0.31 224.31 224.07 0.54 28.18 1.51 24.53 25.02 0.03 0.5 2162.51 1.74 1.57 10.31 44.46 9.46 18 1.03 0.78 1.08 1.

5 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 217.79 1.59 28.75 4.5 2087.02 0.13 2.82 26.86 8.5 2087.06 0.89 31.98 9.5 2087.95 1.89 19.82 217.25 0.94 1.88 1.66 1.77 1.02 0.86 62.99 215.592B 593 A 2087.47 50.82 217.5 2087.06 0.13 0.05 10.50 1.99 215.06 1.02 0.65 15.10 2.5 2087.24 27.39 17.12 1.41 0.82 215.5 2112.48 46.26 2.02 0.06 0.06 2.82 217.18 26.90 55.11 15.82 217.85 2.54 20.02 0.44 29.79 0.5 2112.01 0.21 2.99 217.86 9.5 2112.5 2087.02 0.39 14.66 0.96 32.13 57.71 11.03 0.07 0.10 14.30 1.67 18.82 2.17 11.02 0.38 1.61 1.72 15.55 1.45 1.92 0.43 6.61 42.82 217.5 2087.48 2.31 1.99 215.21 8.90 23.19 9 0.99 215.86 5.09 0.02 0.05 0.34 19.70 16.82 217.13 5.58 54.04 23.57 30.04 0.82 217.83 0.49 53.63 0.14 20.82 217.69 17.73 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1.99 215.95 8 0.03 0.90 21.99 1.76 13.82 217.37 7.13 25.5 2087.37 1.86 17.02 0.23 2.14 52.12 0.5 2087.5 2112.07 0.77 1.22 10.99 215.28 6.04 0.02 0.34 16.52 0.85 17.5 2087.20 1.37 1.83 16.39 26.82 217.5 2112.31 37.59 33.03 0.91 0.90 9.09 16.48 30.5 2087.28 28.5 2137.94 19.60 8.59 7.51 8.40 8.82 217.5 2112.84 6.73 0.92 24.5 2087.82 217.99 215.66 15.99 215.5 2112.5 2112.38 2.23 7.85 1.5 2112.03 0.88 18.03 2.09 1.5 2087.91 2.74 6.82 217.95 .86 25.02 0.67 10.82 217.13 15.77 0.5 2087.44 6.88 0.09 1.

95 35.75 0.90 17.31 27.36 0.03 0.36 10.76 18.08 .71 58.82 48.46 225.03 0.93 10.52 1.51 0.46 225.03 54.23 71.5 2162.5 2162.05 0.09 0.46 225.03 0.59 49.33 54.90 37.5 2162.46 225.91 22.22 1.46 225.98 1.38 1.01 42.63 0.20 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 2 3 4 1.5 2187.54.5 2162.05 30.83 49.86 7.73 217.77 11.5 2187.46 225.5 2162.20 1.38 19.46 225.03 0.73 225.81 15.59 1.5 2137.5 2137.77 9.05 0.64 2.34 14.04 0.12 14.98 0.5 2162.05 0.95 1.97 23.67 18 2.5 2137.84 19.51 0.52 2.98 1.06 0.46 225.5 2137.05 0.07 1.46 225.55 2.05 0.88 31.16 50.73 0.50 2.66 57.5 2137.73 217.26 0.43 2.10 16.03 0.03 0.49 29.46 225.75 0.29 8.5 2162.10 0.20 226.31 21.44 11.27 0.43 21.73 217.88 1.63 21.63 14 1.37 15.46 225.31 1.09 0.5 2162.01 1.04 0.83 1.02 16.77 1.55 49.92 0.86 2.80 8.5 2162.03 0.19 15.28 0.5 2137.13 13.03 0.73 217.25 20.87 10.5 2162.19 26.57 0.91 1.60 2.5 2162.84 0.89 10.25 0.75 13.31 19.65 38.03 0.50 52.594A 596A 2137.73 217.08 19.46 225.02 0.47 0.97 17.85 9.03 0.5 2162.15 48.46 226.48 11.20 226.04 0.5 2187.86 56.51 33.20 10.60 1.20 226.04 49.5 2162.52 10.19 8.51 7.84 1.40 10.10 19.53 13.63 1.19 17.62 51.94 1.80 11.04 0.5 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 217.03 0.61 0.00 14.23 1.48 0.23 69.5 2187.5 2162.81 11.10 15.49 1.97 0.46 225.74 0.37 46.75 .73 217.77 11.62 0.

07 0.15 21.10 14.10 0.79 11.37 55.10 13.24 .92 9.86 0.83 1.18 30.04 0.5 2237.58 8.20 226.14 1.03 0.28 45.5 2187.03 0.81 0.86 0.80 2.06 0.79 12.44 12.17 10.05 8.01 32.596B 597A 2187.72 21.30 21.38 8 2.5 2187.50 1.99 22.5 2187.26 211.86 17.28 34.22 50.10 0.04 0.10 43.72 0.20 226.37 1.86 34.24 8.5 2187.94 0.87 14.20 226.5 2212.87 48.22 11.5 2237.46 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 2.92 43.82 20.40 27.05 1.53 1.73 8.93 0.29 20.26 221.20 226.03 13.80 0.5 2237.34 21.41 21.18 1.39 1.20 226.5 2212.5 2187.59 20.04 13.20 226.20 226.37 22.76 52.04 0.22 11.56 1.90 1.81 0.03 0.79 0.76 24.62 1.98 7.53 12.20 226.03 0.14 2.04 0.26 221.30 1.26 7 1.5 2187.58 21.04 0.26 221.34 15.04 0.15 4.5 2212.20 226.20 221.17 14.01 1.5 2212.84 52.59 47.81 0.46 211.59 22.06 0.05 55.41 43.05 8.26 221.34 8.5 2212.74 0.5 2212.26 221.46 211.89 0.46 211.38 1.13 43.14 36.39 12.5 2187.05 22.5 2187.83 2.75 16.23 0.5 2237.37 1.26 10.5 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 226.5 2187.26 221.20 226.52 10.98 1.37 12.40 22.97 0.15 1.94 1.69 19.30 2.20 226.94 0.00 0.10 1.20 226.84 1.04 0.5 2187.90 0.15 47.49 51.41 8.26 1.17 49.73 0.5 2212.20 226.10 0.80 23.11 24.24 0.5 2187.15 31.88 0.20 42.33 42.03 0.03 0.5 2187.06 0.79 21.06 0.26 2.63 2.04 0.71 12.64 2.37 1.5 2187.04 0.74 26.48 1.72 47.

92 44.19 17.00 1.02 0.97 7.04 0.17 53.03 0.22 1.5 2087.5 2087.89 62.97 13.40 59.5 2262.5 2262.75 7.04 9.31 20.46 211.00 13.36 1.02 0.75 50.51 210.98 6.83 204.93 24.63 9.03 0.02 1.85 9.5 2262.5 2087.72 16.38 16.42 13 1.09 52.65 1.67 1.53 1.29 8.32 1.32 1.5 2087.04 0.55 1.02 0.22 1.5 2237.02 0.02 0.68 48.00 13.03 0.10 55.19 16.72 16.38 19.598B 574A 573A 2237.09 52.58 9.5 2112.84 9.30 1.72 1.02 0.18 8 1.58 5 1.89 10.65 1.04 49.87 0.5 2087.34 14.5 2087.71 0.98 56.88 0.48 0.75 .51 210.47 0.33 48.84 9.72 206.54.52 2.50 1.88 0.13 0.51 210.17 4.17 53.50 2.46 211.55 21.51 210.04 1.14 7.51 210.5 2087.5 2087.5 2237.00 0.18 1.77 1.36 47.53 1.23 71.40 17.10 1.04 0.88 1.03 54.62 0.83 204.28 0.26 8.04 0.79 1.80 8.55 1.05 24.51 210.92 8.83 210.72 5 6 7 8 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 3 2.84 0.5 2262.04 0.5 2087.75 13.28 0.20 0.27 .5 2087.04 0.5 2112.10 22.05 0.01 44.5 2237.29 46.41 15.03 0.30 8.5 2262.51 206.77 1.86 1.05 0.52 20.5 2112.53 23.61 20.83 204.5 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 211.79 1.89 9.89 17.66 18.02 0.85 9.03 0.02 7.03 56.78 1.09 21.5 2087.18 0.51 210.02 0.92 1.46 204.08 1.29 20.02 0.04 0.97 2.92 44.51 210.51 210.89 17.02 0.77 9.72 206.90 55.51 210.51 210.57 1.11 64.52 1.46 211.5 2087.51 210.66 57.61 52.93 10.83 204.18 0.85 9.5 2087.98 21.35 1.

50 12.30 39.69 215.14 11.45 20.77 64.07 0.09 12.5 2162.18 2.03 0.57 0.30 18.52 2.72 206.98 8.49 5.22 25.86 1.70 1.61 52.44 2.03 0.77 12.90 223.68 10.5 2162.57 1.69 215.69 215.68 11.02 0.5 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 206.06 0.13 6.86 0.92 8.5 2137.86 0.60 15.03 0.14 20.93 1.98 0.15 1.84 49.04 0.5 2162.5 2162.11 6.69 215.52 1.5 2137.90 223.61 8.90 223.02 1.02 0.05 0.5 2137.57 0.50 19.10 21.06 9.13 33.03 0.19 1.83 46.74 1.64 1.42 16 2.23 1.65 46.43 19.32 15.69 215.52 12.5 2162.30 36.02 19.35 2.44 51.95 19.08 62.5 2137.10 15.60 1.38 1.06 0.98 8.98 21.02 0.69 215.02 55.47 9.09 1.90 223.08 12.02 0.42 1.32 1.5 2137.16 55.90 223.89 27.16 1.30 46.5 2112.03 0.46 9.5 2162.93 0.72 206.45 7.03 0.79 56.61 5.5 2137.92 20.19 1.66 0.62 1.02 0.26 1.90 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1.572A 571A 2112.55 2.07 9 1.82 2.40 1.10 19.5 2162.23 19.61 1.63 1.13 0.82 1.5 2162.66 1.02 0.51 7.97 1.75 17.03 0.5 2162.05 49.05 0.69 223.70 9.72 9.65 53.5 2112.03 0.38 12.5 2162.79 3.21 1.02 1.23 19.90 223.5 2112.72 206.46 8.5 2162.90 223.93 51.68 32.26 .5 2137.90 7.93 1.90 223.52 1.55 1.18 42.69 215.96 0.03 0.07 52.57 12.69 215.72 206.07 1.35 1.72 215.83 49.95 45.57 9.62 0.03 0.55 7.32 1.90 223.5 2137.5 2112.17 1.90 223.62 0.50 44.5 2137.03 0.03 1.51 11.

51 224.15 49.20 17.51 1.06 0.47 22.5 2187.57 .09 3.87 11.05 0.07 2.35 54.03 0.87 9.44 1.94 1.90 223.78 11.5 2212.88 10.51 224.03 0.26 0.02 16.04 0.79 49.67 48.04 40.72 17.41 1.5 2187.56 8.5 2187.03 11.54 11 1.45 2.33 49.13 45.31 220.69 11.5 2187.28 15.03 0.51 224.09 8.68 8.61 2.57 49.02 0.5 2187.76 1.03 0.38 46.44 2.71 15.5 2162.82 2.02 0.03 0.27 46.51 224.08 12.61 45.78 46.65 10.40 1.51 224.04 0.31 1.02 19.18 10.51 1.90 224.51 224.77 1.71 7.90 223.86 20.92 12.97 1.20 1.10 52.09 45.43 9.84 1.66 8.31 220.32 1.18 9.90 223.5 2162.12 1.48 1.04 0.52 43.19 1.03 0.78 0.40 1.98 6.51 224.17 11.5 2212.5 2187.5 2187.02 16.07 48.13 1.68 14.5 2187.04 0.37 1.46 19.54 14.02 0.51 224.31 220.20 1.51 10.5 2162.35 12.89 1.5 2162.41 52.87 1.05 1.51 224.47 1.21 2.20 43.5 2212.31 220.05 0.03 0.83 0.45 6.06 0.03 0.31 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 3.93 34.98 4.51 224.5 2187.81 51.90 223.92 1.09 1.31 44.51 52.5 2187.00 12.21 10.31 10.36 1.5 2212.00 3.51 224.51 220.03 0.61 10.5 2212.54 16.13 4.58 14 1.00 11.570A 569A 2162.53 2.51 224.85 41.90 19.5 2187.50 1.03 0.5 2187.5 2212.5 2187.13 3.02 0.24 18.47 9.51 224.02 0.45 1.63 2.5 2187.30 47.5 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 223.60 8.16 1.12 1.76 54.04 14.36 10.01 1.05 0.39 2.34 1.49 1.17 7.31 220.58 9.04 0.

5 2112.67 12.27 33.76 2.89 1.5 2112.03 0.54 213.46 1.31 9.58 1.16 47.33 9.21 49.35 2.63 15.57 25.75 213.03 0.54 2.02 0.34 1.61 27.22 1.12 9.75 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2.10 14.22 46.64 2.44 1.06 0.66 23.5 2212.47 1.89 2.95 14.97 0.5 2112.34 38.02 1.28 1.5 2112.85 1.86 2.5 2137.53 1.48 11.64 17.66 17.5 2137.75 213.5 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 220.18 20.03 0.19 2.55 16.5 2112.04 17.05 0.54 199.36 8.75 213.86 9.5 2212.68 25.58 0.75 213.56 11.78 1.26 0.55 23.03 0.5 2137.5 2112.5 2137.29 37.91 46.38 10.39 43.91 1.14 1.59 1.60 44.02 0.16 23.39 18.02 2.26 12.49 19.77 1.31 220.64 2.75 213.78 50.5 2137.67 40.5 2112.06 2.91 8.09 14.60 12.5 2212.35 1.06 0.02 0.31 220.80 10 2.03 0.85 2.54 199.00 44.29 1.08 1.18 1.54 199.51 1.546B 547A 2212.75 213.02 12.19 20.5 2137.50 10.60 1.02 0.31 220.54 199.16 1.02 16.30 19.47 1.36 2.5 2112.22 1.32 21.98 17.14 14 2.07 54.00 18.04 0.70 0.79 43.12 1.31 220.48 2.54 199.28 49.31 199.19 1.99 12.04 0.54 199.54 49.5 2112.5 2137.02 0.03 0.64 1.02 0.43 48.70 15.75 213.60 49.54 199.01 48.06 0.42 19.26 45.5 2137.53 8.85 50.54 36.37 6.75 213.21 1.87 9.5 2212.27 47.04 0.75 213.04 0.59 22.22 21.49 44.61 9.89 1.5 2137.02 0.54 199.06 0.41 48.41 47.54 199.63 12.39 23.03 0.23 16.54 1.61 1.00 .5 2137.68 1.03 0.5 2112.

84 0.5 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1475 ‐1475 ‐1475 ‐1475 ‐1475 ‐1475 213.98 1.83 2.02 0.62 8.48 14.38 52.25 220.98 1.91 1.94 1.86 10.51 14.5 2187.94 10.71 32.04 0.22 1.5 2162.48 24.25 218.73 24.18 0.12 19.5 2162.72 0.96 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 2.94 66.21 0.96 198.17 29.38 1.82 40.25 220.79 10.74 218.5 2112.74 218.80 0.23 4.548A 549A 529A 2137.74 218.56 7.03 11.02 0.19 15.96 0.5 2162.5 2137.03 0.82 19.24 14.96 198.21 6 1.5 2112.78 1.09 0.75 213.30 2.26 45.25 1.5 2137.07 0.80 0.25 220.13 15.5 2112.96 198.86 0.68 52.07 0.17 53.03 0.95 9.5 2112.25 220.74 1.34 53.5 2112.84 10.91 25.48 .27 9.75 213.30 12.37 0.20 9.03 53.43 8.96 14.08 0.94 1.5 2162.49 6.70 9.98 9 1.03 0.60 81.74 218.05 14.86 24.62 0.03 0.92 0.57 1.28 0.74 218.44 0.85 8.5 2187.25 220.12 50.25 220.34 8.02 10.5 2162.34 52.83 1.86 0.55 1.51 37.5 2187.83 1.70 24.96 1.12 1.04 0.56 6.01 0.35 55.64 1.02 0.87 22.22 65.27 16.34 1.07 1.47 57.23 1.29 1.10 0.30 23.52 47.80 1.20 23.37 31.07 0.30 8 1.5 2137.75 213.95 10.5 2162.63 1.5 2112.90 10.05 14.81 0.02 0.80 47.5 2187.10 31.94 1.25 220.02 0.42 49.5 2187.52 21.5 2162.5 2162.03 1.81 8.35 80.02 0.07 48.59 1.27 11.63 9.93 18.29 1.03 0.08 1.75 220.5 2162.89 23.5 2187.96 198.73 1.96 198.03 0.41 6.05 0.74 198.25 220.91 7.04 0.94 36.05 56.79 1.42 1.93 18.19 1.06 0.03 0.

528B

528A

527A

2112.5
2112.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2187.5

‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475

198.96
198.96
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
217.24

7
8
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1

1,27
1,10
0,94
1,42
2,90
3,06
3,61
2,51
2,94
2,46
2,23
2,46
1,93
1,94
1,24
0,68
0,73
1,29
0,60
2,06
1,79
1,91
1,71
1,77
0,58

0,04
0,04
0,10
0,11
0,09
0,08
0,09
0,04
0,04
0,03
0,02
0,03
0,03
0,03
0,02
0,05
0,07
0,04
0,02
0,03
0,03
0,03
0,03
0,04
0,05

13,89
15,06
23,50
19,34
17,19
17,20
17,58
16,58
10,48
9,27
3,11
12,40
7,93
11,01
5,19
16,85
23,11
16,41
7,36
9,68
9,48
11,21
11,21
14,77
13,34

38,62
41,78
40,39
39,58
36,90
35,55
34,77
33,88
39,49
42,20
10,80
44,60
47,2
45,27
54,22
54,50
47,40
44,03
79,25
50,75
54,07
53,38
53,38
45,27
68,88

0,69
1,69
0,73
0,81
0,96
0,94
0,81
0,89
0,90
0,83
0,70
0,80
0,85
0,87
0,72
0,65
0,60
1,07
0,74
1,71
1,24
1,57
1,57
1,75
1,58

29,20
18,27
4,14
5,68
13,59
15,79
14,13
15,96
21,57
28,36
5,14
23,49
27,29
25,94
31,05
4,20
3,97
8,12
7,08
18,88
17,00
20,08
16,60
14,75
2,60

13

2,28

9

1,46

10

1,64

505A

506A

2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2112.5
2112.5
2112.5
2112.5
2112.5
2112.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5

‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450

217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
197.96
197.96
197.96
197.96
197.96
197.96
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80

2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

0,68
2,41
1,60
1,74
1,55
2,60
2,23
1,71
1,26
1,22
2,37
2,50
2,31
1,42
1,78
2,75
1,28
2,43
2,18
1,41
2,61
2,53
2,09
2,53
2,59

0,05
0,04
0,04
0,05
0,04
0,04
0,03
0,03
0,03
0,13
0,06
0,04
0,03
0,02
0,03
0,10
0,10
0,12
0,11
0,10
0,13
0,15
0,14
0,14
0,11

17,51
13,47
13,67
20,97
18,89
17,92
11,33
12,11
11,18
23,90
14,28
9,53
8,86
5,96
7,63
10,85
14,68
16,74
10,47
19,54
29,96
31,78
29,15
31,31
25,48

57,79
47,25
52,75
44,25
48,25
45,56
49,82
55,93
61,12
32,14
35,73
41,52
45,22
44,07
44,01
44,02
55,96
44,36
46,69
43,55
20,67
22,37
21,13
17,67
26,23

0,62
1,46
1,38
0,82
1,25
1,21
0,98
1,06
1,90
0,92
1,77
1,50
1,11
1,82
1,45
1,47
0,85
1,00
1,69
0,70
0,64
0,67
0,73
0,67
1,15

3,83
15,37
12,11
6,55
7,24
12,04
14,58
13,36
13,46
8,92
19,73
24,26
25,99
29,68
28,77
22,57
6,89
11,17
17,96
6,00
2,42
3,64
65,4
3,64
6,18

6

2,02

14

2,13

507A

508A

2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5

‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450

207,80
207,80
207,80
207,80
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69

11
12
13
14
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

2,56
1,52
2,27
1,09
0,84
0,93
0,31
0,37
0,75
0,56
0,46
0,35
0,36
2,85
0,56
1,07
0,81
1,16
2,54
1,11
1,51
1,14
1,09
1,11
1,65

0,08
0,05
0,06
0,04
0,11
0,03
0,04
0,03
0,09
0,07
0,05
0,04
0,03
0,04
0,02
0,06
0,07
0,05
0,06
0,04
0,03
0,02
0,03
0,03
0,03

16,69
7,18
9,64
22,29
18,34
1,08
16,09
3,91
16,36
14,46
9,02
4,96
7,56
18,34
5,90
34,64
20,09
23,91
8,69
20,67
8,52
7,27
10,56
10,47
10,73

38,36
42,63
42,32
40,00
47,37
83,53
52,71
69,49
47,29
54,38
71,14
79,20
70,57
36,35
87,40
27,62
30,99
36,81
44,70
45,00
50,32
55,66
56,02
36,62
53,33

1,27
1,21
1,23
0,67
0,70
0,67
1,11
0,67
0,67
0,61
0,64
0,63
0,23
0,87
0,61
0,63
0,66
0,70
0,82
0,79
2,82
2,52
1,16
1,24
0,93

13,23
29,20
23,62
8,71
3,40
3,53
6,73
3,55
4,31
3,84
3,21
1,02
3,23
14,80
7,57
2,91
2,46
5,11
28,11
4,14
16,05
15,02
11,53
15,64
17,30

11

0,57

14

1,28

5 2137.72 0.22 44.18 204.98 35.14 52.69 204.28 1.31 53.5 2162.34 16.5 2137.48 46.04 11.90 55.77 1.07 0.67 1.61 57.03 0.66 0.86 25.5 ‐1450 ‐1450 ‐1450 ‐1450 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 210.06 0.20 1.33 1.30 209.5 2187.05 0.31 37.79 0.69 17.38 16.18 204.49 21.30 209.93 23.50 14 1.03 0.68 1.5 2162.05 0.69 210.03 0.04 0.05 0.81 0.69 19.25 1.52 26.66 0.75 4.5 2162.90 6.18 204.73 0.76 0.04 0.15 1.77 39.5 2162.90 23.5 2162.49 0.18 209.19 1.13 57.68 1.33 0.15 10.5 2137.18 204.50 26.09 0.12 41.31 53.83 0.43 1.22 10.81 0.21 1.06 0.03 0.30 209.494C 493A 2187.50 24.79 6.92 0.13 18.58 17.5 2137.80 1.73 50.60 8.14 54.50 26.57 46.17 11.14 13.89 32.5 2137.5 2162.5 2137.87 1.18 204.49 53.77 12 1.55 0.44 17.70 0.76 30.58 1.30 209.97 1.45 16.69 1.96 1.5 2162.18 204.91 1.05 10.30 209.50 0.5 2187.04 0.04 1.5 2137.03 0.91 2.5 2137.92 1.28 17.77 0.67 18.18 204.21 0.55 6.18 0.38 .30 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1.28 6.79 0.11 15.5 2137.86 62.01 0.18 204.76 7.57 32.09 32.07 0.06 0.03 0.5 2137.75 0.71 9.88 18.33 54.53 0.03 1.68 23.59 7.95 11.5 2137.71 15.13 0.06 0.5 2162.30 209.5 2162.47 5.11 9.44 6.59 21.69 210.66 6.98 0.12 0.30 209.18 204.5 2137.86 5.69 210.30 209.18 204.5 2187.13 13.18 204.05 18.76 0.04 0.11 8.07 0.62 18.15 1.58 12.09 0.03 0.03 0.15 3.58 54.35 17.28 6.

35 204.30 209.43 2.5 2187.29 51.5 ‐1412.39 19.35 0.68 204.86 8.92 14.03 0.32 21.48 1.03 0.70 48.58 0.71 11.26 10.75 2.73 1.29 1.57 15.23 16.35 204.70 0.53 2.35 204.79 1.77 45.59 45.05 1.86 8.79 21.5 2187.07 0.5 2187.15 8.35 204.77 19.96 1.82 2.492A 473F 2162.35 9.02 0.14 1.95 1.41 11.02 0.5 2187.05 57.04 1.63 44.63 2.13 1.5 2187.64 24.69 8.39 2.35 204.84 12.07 0.44 1.30 200.66 1.33 1.61 9.44 44.04 0.29 13.95 2.89 1.16 1.45 58.21 0.47 21.96 22.55 1.66 1.59 20.23 8.09 10.35 204.78 0.14 0.01 20.04 0.24 1.76 11 1.06 0.92 20.02 0.5 2150 2150 2150 2150 2150 2150 2150 2150 2150 2150 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1412.47 39.74 0.5 209.01 2.03 0.5 ‐1412.38 50.71 0.66 21.5 ‐1412.30 209.89 40.5 2187.27 17.05 1.91 21.5 ‐1412.5 2162.53 52.10 20.81 2.03 0.03 0.47 43.30 209.5 2187.03 0.5 2162.66 12.50 1.68 200.04 0.35 204.80 11.68 200.22 47.03 1.5 2187.65 51.68 200.39 1.5 ‐1412.09 8.58 2.50 54.5 2162.20 16.19 65.23 13.00 43.5 2162.5 2187.68 200.95 41.49 9.78 50.90 1.5 ‐1412.89 23.06 47.07 14.40 12.39 57.35 10 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2.69 17.66 1.74 .25 8.05 0.10 1.84 1.02 0.45 13.03 14.30 209.06 7.94 33.07 0.09 14.03 0.95 1.68 200.14 51.12 10.35 204.68 200.33 10.35 204.05 0.15 56.5 ‐1412.14 1.68 200.66 1.70 10 1.21 1.03 0.34 1.5 2187.68 200.41 11.5 ‐1412.06 0.81 14.04 0.02 0.01 17.68 200.01 2.5 ‐1412.

5 ‐1412.85 13.74 204.74 204.08 21.473E 473A 2150 2162.5 ‐1412.32 25.02 12.5 ‐1412.5 ‐1412.74 204.74 204.5 ‐1412.25 26.76 31.22 11.5 ‐1412.42 2.74 1.42 13.66 18.74 204.5 2162.51 19.12 9.74 204.97 204.5 2162.03 0.94 19.04 14.42 11.03 0.97 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 1.98 0.37 1.99 0.65 13.84 0.54 0.97 195.32 20 1.12 10.06 22.00 12.5 2162.13 21.07 23.02 24.53 16.26 46.97 195.19 11.44 29.74 204.5 2162.97 195.5 2162.06 0.45 51.89 1.41 1.01 0.03 0.74 204.77 50.5 2162.03 0.26 38.5 2212.5 2212.65 25.76 13.5 ‐1412.97 195.19 1.48 2.96 1.5 2212.52 0.35 2.5 2162.93 51.51 0.67 1.5 2162.20 20.64 43.04 0.04 0.5 2162.5 2212.74 204.97 195.11 1.5 2162.89 2.81 2.51 37.59 43.5 2212.79 1.07 1.5 ‐1412.99 9.16 2.97 195.07 24.02 0.37 0.5 ‐1412.26 2.40 2.5 2162.57 2.35 0.06 12.51 1.54 20.25 21.02 8.39 16 2.5 ‐1400 ‐1400 ‐1400 204.03 0.94 2.78 1.48 50.10 2.93 30.66 .19 23.36 10.68 1.94 1.92 1.98 25.5 2162.74 195.49 21.03 0.74 204.74 204.03 0.18 19.00 1.20 0.60 2.86 13.74 204.77 14.71 44.30 8.5 ‐1412.49 1.5 ‐1412.55 2.36 2.02 0.85 0.5 2212.23 24.5 ‐1412.03 0.02 6.5 2162.5 2212.76 1.52 1.03 0.50 47.76 25.5 ‐1412.35 2212.06 6.74 204.5 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 195.40 45.07 0.30 19.68 2.68 9.47 1.18 1.37 1.58 1.74 204.59 28.42 27.03 0.03 0.5 2162.60 1.32 12.25 1.5 ‐1412.89 9.79 2.5 ‐1412.53 1.5 ‐1412.02 0.35 45.79 11.14 20.22 9.52 1.74 204.5 2162.02 0.99 47.94 48.79 44.21 23.71 1.13 20.32 3.37 44.5 ‐1412.

13 204.13 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1.26 18.00 9.23 2.79 0.72 15.71 11.78 1.86 17.15 8.88 0.28 28.86 9.62 50.98 1.59 33.13 15.5 2137.63 10.55 1.5 2212.39 14.05 0.41 1.03 0.63 3.61 1.90 9.92 53.92 11.47 48.36 38.5 2137.59 15.02 0.60 18.02 0.03 0.34 19.47 55.13 14.5 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 195.64 1.5 2137.5 2137.90 1.5 2137.67 10.69 8.13 25.97 195.5 2212.89 19.5 2137.48 1.98 9.83 11.5 2212.5 2137.15 1.04 0.43 6.23 1.32 17.97 204.97 195.05 15.13 204.80 31.75 1.92 24.22 1.24 27.37 7.40 8.22 0.02 0.13 43.5 2137.75 0.76 1.03 0.5 2137.5 2212.97 195.97 2.00 13.96 32.09 16.66 1.13 204.05 0.59 19.06 0.74 6.97 195.40 0.5 2212.13 204.02 0.97 195.473B 2212.85 0.06 0.17 13.05 0.02 0.97 195.97 195.21 2.83 11.26 .15 1.72 17.68 2.5 2137.67 1.13 204.88 1.17 55.5 2212.05 0.05 0.57 30.85 17.13 204.47 2.13 204.04 7.60 9.10 2.37 1.00 0.73 53.66 17.39 26.33 1.46 7.10 9.97 195.86 21.5 2137.71 0.5 2212.66 15.13 204.13 204.13 204.67 9.76 49.5 2212.94 1.06 1.48 30.78 15.02 0.13 204.02 0.13 204.5 2137.5 2212.88 2.98 0.03 0.10 8.72 50.25 1.12 16.88 1.74 66.97 195.21 8.18 26.03 2.52 17 1.26 1.05 0.87 1.03 0.85 2.97 195.56 14.69 0.91 2.96 0.06 0.65 15.02 0.09 1.19 8.97 195.00 1.5 2212.46 38.13 2.03 0.35 53.79 0.29 45.5 2212.5 2137.

51 19.5 2137.70 42.92 1.21 1.00 1.82 13.59 27.48 7 1.52 204.5 2137.44 14.76 5.52 198.78 1.39 1.63 19.5 2187.5 2187.09 21.5 2162.86 2.03 0.52 50.67 45.10 0.78 29.30 17.04 0.13 1.96 47.05 69.12 198.03 0.64 0.5 2162.5 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1387.12 198.44 1.81 21.10 0.5 2187.79 10.04 0.58 0.5 204.5 2187.20 1.69 46.03 0.56 2.52 204.02 0.86 10 1.06 0.03 0.5 2162.39 41.12 198.97 1.75 14.18 1.44 20.13 204.05 0.5 2162.17 5.12 198.59 59.20 12.02 0.36 20.59 51.36 51.72 11.5 ‐1387.5 2137.5 2187.98 52.5 2187.41 9.52 204.67 2.37 17.42 10.58 11.5 2162.53 17.98 201.94 .95 33.18 12.81 0.03 0.5 2137.75 0.84 7.38 1.31 14.5 2187.37 1.52 204.5 2137.09 54.74 0.54 40.03 14.58 9.40 23.12 198.59 1.03 0.98 201.09 0.5 2162.80 0.06 0.04 0.36 43.47 1.57 10.13 204.19 15.5 2187.36 19.13 204.90 22.99 47.08 1.50 9.03 0.5 2162.87 17.71 0.89 7 2.14 1.52 28.96 1.5 ‐1387.03 0.75 50.70 2.17 19.81 4.59 1.33 10.12 201.88 1.473D 475A 471F 2137.72 13.29 0.60 13.83 49.91 1.88 11.84 0.87 1.55 7.85 40.70 0.03 0.52 204.5 2187.62 7.50 47.5 2137.16 10.12 198.17 1.57 0.83 1.55 24.50 8.80 2.03 0.70 2.5 2187.98 201.99 2.98 52.23 11.52 204.42 1.04 0.97 12.04 0.08 1.25 0.12 198.52 47.97 1.86 14.5 ‐1387.04 0.23 56.12 198.58 1.13 204.5 2137.74 1.98 14 15 16 17 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 1.12 198.86 13.32 1.10 0.63 29.04 0.34 47.

49 19.03 0.77 2.5 ‐1387.12 2.10 14.71 1.02 0.02 0.25 1.10 10.70 1.82 22.64 1.54 36.29 191.5 ‐1387.53 2.76 1.94 10.46 49.5 ‐1387.29 191.16 23.07 1.07 0.80 1.94 2.56 11.5 ‐1387.55 2.23 4.06 0.29 191.09 10.80 23.32 1.12 19.02 0.32 27.87 1.85 12.71 0.41 47.5 2112.63 15.50 10.81 22.02 0.91 46.84 1.88 1.54 1.29 191.5 2162.63 12.14 2.5 ‐1387.85 1.59 14.5 2137.89 1.22 46.5 2112.02 0.71 205.83 7.36 46.69 1.51 1.39 23.97 18.32 9.07 54.01 0.79 10.60 44.5 2112.5 2162.19 0.29 191.5 ‐1387.48 11.03 0.68 48.04 0.02 17.29 5 6 7 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1.98 201.5 2112.53 1.99 12.67 40.5 ‐1387.02 0.89 47.5 2162.28 7.5 ‐1387.36 51.81 1.5 2162.69 1.71 205.5 2112.71 205.02 2.50 22.5 2112.59 1.20 23.19 1.94 36.41 48.29 191.26 0.23 1.65 2.02 0.64 1.5 2162.60 49.24 8.02 0.05 6 2.68 1.5 2112.5 2112.42 19.5 ‐1387.61 1.05 0.18 1.5 2112.04 17.53 1.71 205.53 8.96 22.5 2112.57 25.29 191.29 191.5 2112.91 9.03 0.29 191.5 2112.98 201.51 25.5 2112.61 27.75 45.76 25.65 1.5 2112.29 191.92 31.5 2162.35 55.49 22.99 27.06 0.45 27.01 48.02 0.62 1.5 2137.5 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 201.06 28.29 191.44 0.28 1.70 .23 16.69 1.80 48.29 191.52 2.59 2.32 21.10 0.57 37.02 0.02 0.29 191.5 2112.33 9.92 0.29 191.71 191.17 18 1.80 10.07 48.470D 472B 2137.71 205.89 49.03 0.84 10.5 2112.26 45.02 0.25 1.00 10.06 0.96 12.25 39.38 1.98 205.18 1.29 191.95 1.

30 2.10 13.21 12 1.96 204.5 2137.24 7.02 0.50 1.31 1.13 8.45 1.69 0.02 0.46 1.96 204.03 0.81 24.5 2137.59 42.5 2162.62 2.96 204.02 0.37 1.5 2162.81 2.83 12.66 11.40 12.02 0.5 2162.01 0.77 1.96 204.61 58.07 1.07 0.49 2.48 8.41 50.19 9.90 1.32 2.03 9.04 1.02 0.36 2.68 1.17 20.77 10.52 20.33 1.96 13.56 11.19 2.74 1.02 0.83 1.03 22.36 51.69 48.91 1.5 2137.5 2137.55 21.41 55.63 19.96 20.03 0.21 2.18 202.23 50.18 202.05 17.471A 470A 2112.02 0.80 1.10 56.69 1.25 49.63 57.18 202.96 204.5 2162.5 2137.08 0.11 0.22 1.5 2162.51 5.52 4.12 19.98 1.5 2137.03 0.83 18.52 20.96 204.33 47.5 2137.61 7.96 204.5 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 191.04 0.65 17.27 10.18 204.47 11.50 2.92 2.5 2162.37 14.22 48.29 191.96 17 18 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2.81 17.08 42.34 52.02 0.29 202.77 .96 204.83 58.55 1.57 1.49 1.03 0.60 19.13 21.53 51.5 2137.5 2162.18 13.5 2137.96 204.72 1.02 10.03 0.5 2137.81 2.36 49.17 0.18 202.66 40.29 64.88 1.96 204.03 0.01 0.68 18.5 2137.03 0.93 18.5 2162.18 202.16 2.5 2162.18 11.03 0.92 12.80 6.88 26.01 21.33 12.61 2.03 0.27 11 2.61 9.68 54.06 0.46 31.81 5.16 1.5 2162.98 1.08 19.5 2162.25 51.81 10.02 8.45 1.67 59.5 2112.36 27.14 49.80 1.07 2.18 202.18 202.18 202.18 202.80 51.15 45.18 202.05 0.56 2.68 0.96 204.13 1.48 1.5 2162.96 2.19 1.

20 48.79 7.49 195.33 53.61 11.43 1.92 197.66 2.39 22.78 0.49 49.70 1.01 1.35 0.81 0.92 197.79 1.46 1.49 195.86 1.40 41.61 11.41 21.42 1.5 2137.71 19.01 2.28 25.28 8.59 49.51 10.49 195.35 57.02 0.64 53.03 2.30 0.5 2151.70 0.04 0.02 0.04 20.61 6.53 17.31 8.80 8.58 184.92 197.99 7.5 2151.02 2.54 27.45 0.5 2151.65 11.57 0.03 0.40 20.58 195.92 197.95 .49 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 1.5 2151.13 1.58 184.47 0.59 1.5 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 197.03 0.89 15.51 1.25 52.49 195.49 195.5 2137.06 24.42 1.02 0.92 197.79 1.91 0.04 0.49 195.29 7 1.65 18.57 1.53 19.92 197.50 10.43 1.58 184.73 8.92 197.02 2.02 10.37 0.02 1.5 2151.99 0.92 197.65 7.02 22.87 24.5 2137.02 1.03 1.469A 449 450A 2151.39 8.24 51.40 1.58 9.19 26.30 0.01 1.81 65.95 55.76 8.27 53.64 53.09 58.61 0.92 184.83 1.22 1.02 0.41 26.61 8 1.98 44.02 48.41 25.04 47.14 53.03 0.02 1.40 51.58 184.97 21.93 1.5 2151.03 0.18 0.58 184.02 7.58 184.50 22.81 27.5 2137.02 0.02 1.81 1.36 9 1.35 15.35 8.39 0.5 2151.69 11.05 24.5 2100 2100 2100 2100 2100 2100 2100 2137.18 1.36 2.03 1.98 11.49 195.07 16.22 17.34 53.5 2137.00 47.04 1.02 0.03 1.42 1.59 1.5 2137.45 1.72 49.36 7.58 2.5 2137.5 2151.44 26.24 1.85 26.02 1.84 1.00 34.81 0.78 9.36 53.

Penampang A-A’ L = 0.34 79 . jumlah segmen genap 1. dengan membagi segmen-segmen tiap luasan penampang.LAMPIRAN C PERHITUNGAN LUAS SAYATAN METODE PENAMPANG TEGAK Untuk perhitungan luasan metode penampang tegak digunakan rumus 1/3 simpson.67 x [1002] L = 671.

83 x [778] L = 645.2.74 80 . Penampang B-B’ L = 0.

Penampang C-C’ L = 1.606 81 .3.167 x [818] L = 954.

167 x [1282] L = 1496. Penampang D-D’ L = 1.4.09 82 .

Penampang E-E’ L = 0.83 x [1143] L = 948.5.69 83 .

Penampang F-F’ L = 0.6.5 x [822] L = 411 84 .

5 x [748] L = 374 85 .7. Penampang G-G’ L = 0.

8. Penampang H-H’

L = 0.5 x [754]
L = 377

86

9. Penampang I-I’

L = 0.3 x [1098]
L = 329.4

87

10. Penampang J-J’

L = 0.83 x [246]
L = 204.18

88

Penampang K-K’ L = 0.5 x [1706] L = 853 89 .11.

56 90 .83 x [332] L = 275. Penampang L=L’ L = 0.12.

13.5 x [1496] L = 748 91 . Penampang M-M’ L = 0.

416 x [317] L = 131.872 92 .14. Penampang N-N’ L = 0.

Blok 1 : sayatan A-A’ dengan sayatan B-B’ V = 32958. dan dihitung berdasarkan sayatan.LAMPIRAN D PERHITUNGAN JUMLAH CADANGAN DENGAN METODE PENAMPANG TEGAK (CROSS SECTION) Perhitungan Volume dan Tonase Pada peta cadangan nikel dibagi menjadi 13 blok. Untuk mendapatkan jumlah cadangan pada masing-masing blok dilakukan dengan cara mengalikan jumlah volume dengan densitas material yakni 1.34 m3 T = V × BJ = 32958.92 ton/m3.34 m3 × 1.04 m3 T = V × BJ = 48376.0128 ton Blok 2 : B-B’ dengan C-C’ V = 48376.92 ton/m3 T = 63280.92 ton/m3 T = 92881.04 m3 × 1.9968 ton 93 .

4835 ton Blok 4 : D-D’ dengan E-E’ V = 48930.92 ton/m3 T = 145457.92 ton/m3 T = 41277.Blok 3 : C-C’ dengan D-D’ V = 75759.59 m3 T = V × BJ = 48930.7328 ton Blok 5 : E-E’ dengn F-F’ V = 21498.69 m3 × 1.69 m3 T = V × BJ = 21498.92 ton/m3 T = 93946.106 m3 T = V × BJ = 75759.59 m3 × 1.106 m3 × 1.4848 ton Blok 6 : F-F’ dengan G-G’ 94 .

9 m3 × 1.088 ton 95 .24 ton Blok 9 : I-I’ dengan J-J’ V = 5433.92 ton/m3 T = 32346.9 m3 T = V × BJ = 5433.92 ton/m3 T = 36910.V = 19111 m3 T = V × BJ = 19111 m3 × 1.92 ton/m3 T = 36693.12 ton Blok 7 : G-G’ dengan H-H’ V = 19224 m3 T = V × BJ = 19224 m3 × 1.08 ton Blpk 8 : H-H’ dengan I-I’ V = 16847 m3 T = 16847 m3 × 1.92 ton/m3 T = 10433.

18 m3 T = V × BJ = 21529.0256 ton Blok 11 : K-K’ dengan L-L’ V = 7742 m3 T = V × BJ = 7742 m3 × 1.56 m3 × 1.92 ton/m3 T = 41336.0752 ton Blok 13 : M-M’ dengan N-N’ 96 .64 ton Blok 12 : L-L’ dengan M-M’ V = 18975.Blok 10 : J-J’ dengan K-K’ V = 21529.92 ton/m3 T = 14864.18 m3 × 1.92 ton/m3 T = 36433.56 m3 T = V × BJ = 18975.

92 36910.04 1.496.6 m3 × 1.92 63280.92 41336.V = 7341.09 1.9968 100 75759.8515 ton Tabel D.1.4835 100 48930.0256 50 7742 1.872 ton Jumlah total Volume = Blok (1 + 2 +3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 + 12 + 13) = 343.69 411 411 374 374 377 377 329.9 1.7328 100 21498.12 100 19224 1.34 645.69 948.92 10433.92 92881.34 1.92 41277.088 50 21529.64 TONASE (WMT) 97 .92 93946.606 954.92 36693.69 1.955.56 JARAK ANTAR PENAMPANG (m) VOLUME (m3) DENSITY (ton/m3) 100 32958.496.11 1.4 204.727m3 Jumlah total tonase = 659.74 954.74 645.09 948.4 329.08 100 16847 1.92 ton/m3 T = 14095. Hasil Perhitungan Cadangan Nikel Menggunakan Metode BLOK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 SEKSI LUAS PENAMPANG (m2) A‐A' B‐B' B‐B' C‐C' C‐C' D‐D' D‐D' E‐E' E‐E' F‐F' F‐F' G‐G' G‐G' H‐H' H‐H' I‐I' I‐I' J‐J' J‐J' K‐K' K‐K' L‐L' 672.92 145457.92 32346.606 1.59 1.0128 100 48376.24 50 5433.6 m3 T = V × BJ = 7341.18 1.4848 100 19111 1.92 14864.18 204.18 853 853 275.

955.872 343.6 1.92 14095.727 659.872 50 18975.12 13 TOTAL L‐L' M‐M' M‐M' N‐N' 275.92 36433.56 748 748 131.0752 100 7341.8515 98 .56 1.

92 ton/m3 = 14400 ton TB 649A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 12 m Volume = 625 m2 × 12 99 .92 ton/m3 = 12000 ton TB 650A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 12 m Volume = 625 m2 × 12 = 7500 m3 Tonase = 7500 m3 × 1.LAMPIRAN E PERHITUNGAN JUMLAH CADANGAN NIKEL MENGGUNAKAN METODE DAERAH PENGARUH Perhitungan jumlah cadangan dengan metode daerah pengaruh dalah sebagai berikut : TB 651A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.

92 ton/m3 = 18000 ton 100 .92 ton/m3 = 12000 ton TB 641B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 15 m Volume = 625 m2 × 15 = 9375 m3 Tonase = 9375 m3 × 1.92 ton/m3 = 27648 ton TB 648B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =5m Volume = 625 m2 × 5 = 3125 m3 Tonase = 3125 m3 × 1.= 7500 m3 Tonase = 14400 m3 × 1.92 ton/m3 = 6000 ton TB 641A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.

TB 642A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.92 ton/m3 = 8400 ton TB 643A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.92 ton/m3 = 8400 ton TB 645A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 12000 ton TB 645B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 101 .

= 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.92 ton/m3 = 10800 ton TB 617B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.92 ton/m3 = 13200 ton TB 617A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.92 ton/m3 = 10800 ton 102 .92 ton/m3 = 8400 ton TB 619A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 11 m Volume = 625 m2 × 11m = 6875 m3 Tonase = 6875 m3 × 1.

92 ton/m3 = 21600 ton TB 592B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9m 103 .92 ton/m3 = 6000 ton TB 592A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 18 m Volume = 625 m2 × 18m = 11250 m3 Tonase = 11250 m3 × 1.TB 615A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10m = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 12000 ton TB 612A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =5m Volume = 625 m2 × 5m = 3125 m3 Tonase = 3125 m3 × 1.

92 ton/m3 = 16800 ton TB 596A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 18 m Volume = 625 m2 × 18 m = 11250 m3 Tonase = 11250 m3 × 1.92 ton/m3 = 10800 ton TB 593A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =8m Volume = 625 m2 × 8 m = 5000 m3 Tonase = 5000 m3 × 1.92 ton/m3 = 9600 ton TB 594A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 14 m Volume = 625 m2 × 14 m = 8750 m3 Tonase = 8750 m3 × 1.= 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.92 ton/m3 = 21600 ton 104 .

152 ton TB 574A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 13 m Volume = 625 m2 × 13 m 105 .92 ton/m3 = 9600 ton TB 598A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =6m Volume = 625 m2 × 6 m = 3750 m3 Tonase = 3750 m3 × 1.92 ton/m3 = 8400 ton TB 598A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =8m Volume = 625 m2 × 8 m = 5000 m3 Tonase = 5000 m3 × 1.92 ton/m3 = 1.TB 596B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7m = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.

92 ton/m3 = 19200 ton 106 .92 ton/m3 = 10800 ton TB 571A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 16 m Volume = 625 m2 × 16 m = 10000 m3 Tonase = 10000 m3 × 1.92 ton/m3 = 10800 ton TB 572A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9 m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.= 8125 m3 Tonase = 8125 m3 × 1.92 ton/m3 = 15600 ton TB 573A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9 m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.

TB 570A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 14 m

Volume

= 625 m2 × 14 m
= 8750 m3

Tonase

= 8750 m3 × 1,92 ton/m3
= 16800 ton

TB 569A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 11 m

Volume

= 625 m2 × 11 m
= 6875 m3

Tonase

= 6875 m3 × 1,92 ton/m3
= 13200 ton

TB 546B
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 10 m

Volume

= 625 m2 × 10 m
= 6250 m3

Tonase

= 6250 m3 × 1,92 ton/m3
= 12000 ton

TB 547A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 14 m

Volume

= 625 m2 × 14 m
107

= 8750 m3
Tonase

= 8750 m3 × 1,92 ton/m3
= 16800 ton

TB 548A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=9m

Volume

= 625 m2 × 9 m
= 5625 m3

Tonase

= 5625m3 × 1,92 ton/m3
= 10800 ton

TB 549A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=6m

Volume

= 625 m2 × 6 m
= 3750 m3

Tonase

= 3750 m3 × 1,92 ton/m3
= 7200 ton

TB 529A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=8m

Volume

= 625 m2 × 8 m
= 5000 m3

Tonase

= 5000 m3 × 1,92 ton/m3
= 9600 ton

108

TB 528B
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 13 m

Volume

= 625 m2 × 13 m
= 8125 m3

Tonase

= 8125 m3 × 1,92 ton/m3
= 15600 ton

TB 528A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=9m

Volume

= 625 m2 × 9 m
= 5625 m3

Tonase

= 5625 m3 × 1,92 ton/m3
= 10800 ton

TB 527A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 10 m

Volume

= 625 m2 × 10 m
= 6250 m3

Tonase

= 6250 m3 × 1,92 ton/m3
= 12000 ton

TB 505A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=6m

Volume

= 625 m2 × 6 m
109

92 ton/m3 = 16800 ton TB 507A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 11 m Volume = 625 m2 × 11 m = 6875 m3 Tonase = 6875 m3 × 1.92 ton/m3 = 16800 ton 110 .92 ton/m3 = 7200 ton TB 506A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 14 m Volume = 625 m2 × 14 m = 8750 m3 Tonase = 8750 m3 × 1.92 ton/m3 = 13200 ton TB 508A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 14 m Volume = 625 m2 × 14 m = 8750 m3 Tonase = 8750 m3 × 1.= 3750 m3 Tonase = 3750 m3 × 1.

92 ton/m3 = 12000 ton TB 473F Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 m 111 .TB 494C Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 12 m Volume = 625 m2 × 12 m = 7500 m3 Tonase = 7500 m3 × 1.92 ton/m3 = 19200 ton TB 492A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 m = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 14400 ton TB 493A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 16 m Volume = 625 m2 × 16 = 10000 m3 Tonase = 10000 m3 × 1.

92 ton/m3 = 24000 ton TB 473B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 17 m Volume = 625 m2 × 17 m = 10625 m3 Tonase = 10625 m3 × 1.92 ton/m3 = 20400 ton 112 .92 ton/m3 = 19200 ton TB 473A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 20 m Volume = 625 m2 × 20 m = 12500 m3 Tonase = 12500 m3 × 1.= 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 12000 ton TB 473E Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 16 m Volume = 625 m2 × 16 m = 10000 m3 Tonase = 10000 m3 × 1.

92 ton/m3 = 8400 ton TB 475A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 m = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 12000 ton TB 471F Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 m = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.TB 473D Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.92 ton/m3 = 8400 ton TB 470D Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =6m Volume = 625 m2 × 6 m 113 .

92 ton/m3 = 7200 ton TB 472B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 18 m Volume = 625 m2 × 18 m = 11250 m3 Tonase = 11250 m3 × 1.92 ton/m3 = 14400 ton 114 .92 ton/m3 = 13200 ton TB 470A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 12 m Volume = 625 m2 × 12 = 7500 m3 Tonase = 7500 m3 × 1.92 ton/m3 = 21600 ton TB 471A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 11 m Volume = 625 m2 × 11 m = 6875 m3 Tonase = 6875 m3 × 1.= 3750 m3 Tonase = 3750 m3 × 1.

92 ton/m3 = 8400 ton TB 450A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =8m Volume = 625 m2 × 8 m = 5000 m3 Tonase = 5000m3 × 1.TB 469A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9 m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.92 ton/m3 = 10800 ton TB 449 Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 m = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.92 ton/m3 = 9600 ton 115 .

92 14 1.92 7 1.92 8 1.92 14 1.92 13 1.92 5 1.92 12 5 1.92 9 1.92 7 1.92 1.92 11 1.92 10 1.92 10 1.92 9 1.1.92 12 1.92 8 1.92 13 1.92 14 1.92 18 1.92 10 1.92 6 1. Hasil Perhitungan Cadangan Menggunakan Daerah Pengaruh TB 651A 650A 649A 648B 641A 641B 642A 643A 645A 645B 619A 617A 617B 615A 612A 592A 592B 593A 594A 596A 596B 597A 598B 574A 573A 572A 571A 570A 569A 546B 547A 548A 549A 529A 528B 528A 527A LUAS (m2) 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 KETEBALAN DENSITAS (m) (ton/m3) 10 1.92 9 1.92 9 1.Tabel E.92 6 1.92 11 1.92 10 1.92 9 1.92 7 1.92 18 1.92 9 1.92 9 1.92 16 1.92 7 1.92 VOLUME (m3) 6250 7500 7500 3125 6250 9375 4375 4375 6250 4375 6875 5625 5625 6250 3125 11250 5625 5000 8750 11250 4375 5000 3750 8125 5625 5625 10000 8750 6875 6250 8750 5625 3750 5000 8125 5625 6250 TONASE (WMT) 12000 14400 14400 6000 12000 18000 8400 8400 12000 8400 13200 10800 10800 12000 6000 21600 10800 9600 16800 21600 8400 9600 7200 15600 10800 10800 19200 16800 13200 12000 16800 10800 7200 9600 15600 10800 12000 116 .92 8 1.92 15 1.92 10 1.

92 1.92 1.505A 506A 507A 508A 494C 493A 492A 473F 473E 473A 473B 473D 475A 471F 470D 472B 471A 470A 469A 449 450A TOTAL 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 6 14 11 14 12 16 10 10 16 20 17 7 10 7 6 18 11 12 9 7 8 1.92 1.92 3750 8750 6875 8750 7500 10000 6250 6250 10000 12500 10625 4375 6250 4375 3750 11250 6875 7500 5625 4375 5000 386.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.800 117 .92 1.92 1.875 7200 16800 13200 16800 14400 19200 12000 12000 19200 24000 20400 8400 12000 8400 7200 21600 13200 14400 10800 8400 9600 742.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.

Kab Kolaka. Mhs : 71106072 Jurusan : Teknik Pertambangan SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA 2100 2150 2200 2250 2300 2350 2400 . Antam Tbk UBPN Pomalaa. Sulawesi Tenggara B -1600 -1650 Nama A Oleh : Zaenal Abbidin Kamarullah No.LAMPIRAN F PETA LUBANG BOR DAN SAYATAN PETA LUBANG BOR & SAYATAN -1300 -1350 Skala 1 : 500 N 0 M -1400 L 100 200 300 400 LEGENDA K J I -1450 Garis Kontur (Interval Kontur 3 m) H G Lubang Bor F -1500 Sayatan E D -1550 Lokasi : Areal penambangan nikel tambang tengah bukit TLC-3 C PT.

Antam Tbk UBPN Pomalaa. Sulawesi Tenggara 619A 617A 617B 615A 612A Nama -1600 -1650 641A 641B 642A 651A 650A 649A 643A 645A Oleh : Zaenal Abbidin Kamarullah No. Mhs : 71106072 Jurusan : Teknik Pertambangan 645B 648B SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA 2100 2150 2200 2250 2300 2350 2400 .Kab Kolaka.LAMPIRAN G PETA LUBANG BOR DAN DAERAH PENGARUH PETA LUBANG BOR & DAERAH PENGARUH -1300 -1350 449 450A Skala 1 : 500 472B -1400 471A 470A 471F 470D 473B 473D 473F 0 475A 200 300 400 LEGENDA 473E 493A 492A 505A 506A 507A 508A 529A 528B 528A 527A 546B 547A 548A 549A 574A 573A 572A 571A 570A 569A 592A 592B 593A 594A 596A 596B -1500 100 473A 494C -1450 -1550 469A Garis Kontur (Interval Kontur 3 m) Lubang Bor Daerah Pengaruh 597A Lokasi : Areal penambangan nikel tambang tengah bukit TLC-3 598B PT.