PERHITUNGAN CADANGAN NIKEL MENGGUNAKAN

METODE PENAMPANG TEGAK DAN METODE DAERAH
PENGARUH PADA BUKIT TLC-3 TAMBANG TENGAH DI PT
ANTAM Tbk. UBPN POMALAA KABUPATEN KOLAKA
SULAWESI TENGGARA

TUGAS AKHIR II

Oleh
Zaenal Abbidin Kamarullah
NIM : 711106072

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
YOGYAKARTA
2010

PERHITUNGAN CADANGAN NIKEL MENGGUNAKAN
METODE PENAMPANG TEGAK DAN METODE DAERAH
PENGARUH PADA BUKIT TLC-3 TAMBANG TENGAH DI PT
ANTAM Tbk. UBPN POMALAA KABUPATEN KOLAKA
SULAWESI TENGGARA
TUGAS AKHIR II
Karya Tulis ini Sebagai Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Pada Program Studi
Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
Oleh :
Zaenal Abbidin Kamarullah
NIM. 711106072

Yogyakarta, November 2010
Menyetujui
Pembimbing II

Pembimbing I

(Ir. St. Soebantidjo, Msi)
NIP : 131476787

(Ir. Ag. Isjudarto, M.T)
NIK : 19730068
Mengetahui :
Kaprodi Teknik Pertambangan

(Ir. Ag. Isjudarto, M.T)
NIK : 19730068
ii

HALAMAN PERSEMBAHAN

Katakanlah ; Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang
tidak mengetahui! sesungguhnya orang yang berakallha yang dapat menerima pelajaran.
(Q.S 39 : 9)
Allah meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58 : 11)

Sekiranya saya mengucap banyak syukur dan pujian sebesar-besarnya kepada Allah
SWT karena dengan nikmat dan karuniaNYA yang diberikan kepada saya
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir 2 ini dengan baik.
Tak lupa pula salawat dan salam saya haturkan keharibaan junjungan Nabi besar
Muhammad SAW beserta keluar, sahabat dan pengikut beliau yang merupakan
panutan bagi kaum muslimin dan muslimat
Karya Tulis ini Kupersembahkan Kepada
1. Kedua orang tuaku tercinta Ibu Farida Mukarram dan Ayah Umayyah
Kamarullah yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidikku yang
tidak sanggup penulis gantikan dengan apapun.
2. Adik-adik tercinta (Ridwan Kamarullah, Nurhafni Kamarullah dan
Nurhasanah Kamarullah) terima kasih atas dukungan dan support
selama ini.
3. Istri dan Anak-anak tercinta (Zaitum Marichar Sahib, Nurul Chalwa
Luqyana, Alfiah Fairus) yang juga meberikan semangat dan dorongan
serta doanya dalam suka dan duka.
Tak lupa pula penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Rekan-rekan seperjuangan tambang 03
Aques, Yuyun, Pace Jhon, Krisi, Manto, Aba, Pedro, Nikson, Yesri,
Brown, Rini, Gusti, Anang, Topan, Yusias, Sahidul, terima kasih untuk
semuanya dan untuk kebersamaannya.
2. Rekan-rekan HMTA STTNAS Yogyakarta

ii

Dan semua pihak baik langsung maupun tidak langsung yang telah membantu penulis selama menjalankan proses di bangku kuliah sampai selesainya penulisan Tugas Akhir I ini. Gei. dan teman dekat serta saudara yang tidak penulis sebutkan satupersatu terima kasih telah memberi dorongan dan nasehatnya. Al 04. K Uban. Ode 07. Uceng. iii . 3. Alfi 07. 4. Utam 04. Marito 07. Beni 04. Noval. Lia 06. Selalu dalam loyalitas HMTA. Non 02. Sohib-Sohib dan Saudara Acango.Zulfi 02. Dr Ichad. viva tambang yes. Lalu 08. Ian. Fatimah. Ko uci. K Sil. Oyong 09 serta semua anggota HMTA yang tidak dapat disebtkan satu persatu.

persentase kesalahan ini menurut Mc.8515 WMT dan dengan metode penampang tegak didapatkan hasil sebesar 742. dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dari suatu endapan. kualitas. iv . cara penambangan yang akan dilakukan. sedangkan persentasi kesalahan sebesar 13%.844. yakni metode penampang tegak dan metode daerah pengaruh. dan juga dapat menganalisa kadar rata-rata Ni. bahkan dalam memperkirakan waktu yang akan dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha penambangannya. Sebab dari hasil perhitungan cadangan yang baik dan akurat yang sesuai dengan keberadaannya dilapangan dapat menentukan investasi yang akan ditanam oleh investor sebagai penanaman modal dalam usaha penambangan. penentuan kerja produksi. Berdasarkan data yang tersedia di peta kemajuan tambang maka perhitungan cadangan dapat dilakukan dengan mengetahui jumlah cadangan berdasarkan metode yang dipakai. Kelvey dianggap rendah dengan mengasumsikan pada klasifikasi cadangan terukur dengan persentase kesalahan 20%.15 WMT. Hasil perhitungan dengan metode penampang tegak didapatkan cadangan nikel sebesar 659.800 WMT dengan selisih dari kedua metode tersebut sebesar 82. dimana diperlukan suatu perkiraan mengenai keberadaan bahan galian agar dapat dimanfaatkan secara maksimal Perhitungan cadangan berperan penting dalam menentukan jumlah. Maka dari itu usaha pertambangan tidak lepas dari pekerjaan-pekerjaan dalam mencari bahan tambang.SARI Penambangan bahan galian merupakan kegiatan dalam rangka penyediaan bahan baku untuk keperluan pembangunan disegala bidang. Estimasi cadangan merupakan salah satu pekerjaan yang penting dalam mengevaluasi suatu proyek pertambangan.955.

M. Tujuan penulisan tugas akhir II ini dengan judul Perhitungan Cadangan Nikel Menggunakan Metode Penampang Tegak dan Metode Daerah Pengatuh Pada Bukit TLC-3 Tambang Tengah di PT. 2. Soebantijo. Ag. Penulisan tugas akhir II ini berdasarkan data yang tersedia dari peta kemajuan tambang pada tanggal 31 Oktober 2008. Ircham. H.T selaku Ketua Program Studi Teknik Pertambangan.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena dengan karunia dan inayahNYA penulis dapat menyelesaikan tugas akhir II ini dengan baik. dan juga selaku Dosen Pembimbing I 5. adalah sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana teknik pada Program Studi Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. 6. ANTAM UBPN Pomalaa Kolaka Sulawesi Tenggara. St. 3.T selaku Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. Bapak Ir. Msi selaku Dosen Pembimbing II. Bapak Imron Rosyidin ST Selaku Manajer. Bapak Ir. 4. Serta semua pihak yang telah membantu penulis selama proses penyusunan sampai selesainya tugas akhir II ini. Atas segala bantuan. bimbingan serta saran-saran dalam penyusunan tugas akhir ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Bapak Ir. Bapak Wiwit Setiawan ST. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. M. selaku pembimbing penulis selama melakukan penelitian. v . Staf Pomalaa Mining Manager. Isjudarto.

Dan semoga tugas akhir II ini dapat bermanfaat bagi kita semua Amin Yogyakarta.…. semoga kritik dan salam dapat memberikan motifasi kepada penulis untuk lebih baik lagi kedepan. oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan dari pembaca sekalian.2011 Penulis vi .Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan tugas akhir II ini.

Manfaat Penelitian…………………………….5.2.2. ii HALAMAN PERSEMBAHAN……………………………………. Latar Belakang Masalah………………………… 1 1.2..2.2. Genesa Endapan Nikel………………………… 13 2. 4 TINJAUAN UMUM 2. vi DAFTAR ISI………………………………………………………… vii DAFTAR GAMBAR………………………………………………… x DAFTAR TABEL…………………………………………………… xi DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………… xii BAB I BAB II PENDAHULUAN 1. Lokasi Kesampaian Daerah……………………. 11 2. 7 2.3.4. 2 1. Batasan Masalah………………………………. 2 1..3. 20 vii . Morfologi………………………………..... v KATA PENGANTAR………………………………………………. Tujuan Penelitian………………………………. Fisiografi………………………………. Metode Penelitian……………………………… 3 1. iii SARI…………………………………………………………………. Perumusan Masalah……………………………. 2 1.2.5.2. 7 2. Struktur Geologi………………………. 5 2.. 8 2.DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL………………………………………………… i HALAMAN PENGESAHAN………………………………………. 7 2.3..1. Geologi Umum Sulawesi……………….1.. Keadaan Geologi Penelitian………………….4. Stratigrafi Daerah Penelitian…………… 9 2.6.1.2..4... Kondisi Iklim dan Curah Hujan……………….

5..4. 51 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………...2.2. Metode Daerah Pengaruh……………….1. Kegiatan Eksplorasi……………………………. 42 HASIL PENELITIAN 4. Metode Daerah Pengaruh……………………….3.4.1. 49 Kesalahan Perhitungan………………………….1.. 50 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1.2.2. Saran……………………………………………. Metode Penampang Tegak……………… 49 5. Metode Penampang Tegak……………… 38 3. 35 3. 49 5. Pengertian Cadangan…………………………… 33 3. 5.2. 46 PEMBAHASAN 5. 52 LAMPIRAN…………………………………………………………… 53 viii . 29 3. Metode Perhitungan Cadangan………………… 37 3. Perhitungan Cadangan…………………………. BAB VI 21 DASAR TEORI 3.4.5.2. Metode Daerah Pengaruh………………..1.1. BAB III BAB V 3.1. Perhitungan Cadangan…………………………. Kesimpulan……………………………………… 51 6. Metode Penampang Tegak……………………… 44 4.2. BAB IV Penambangan Bijih Nikel……………………….1. 39 Penentuan Batas Cadangan…………………….

Peta Lubang Bor dan Sayatan……………………………………….7.2..13.1. Metoda Daerah Pengaruh…………………………………………… 41 F. Proses Pengolahan dan Pemurnian Bijih Nikel……………………. 35 3.4. Persiapan Daerah Penambangan……………………………………. 31 3. Peta Lokasi Penelitian……………………………………………… 6 2. 24 2.11. Penampang Endapan Nikel Sulfida………………………………… 16 2. Peta Lubang Bor dan Daerah Pengaruh…………………………….12. 26 2. 19 2. Peta Geologi Daerah Pomalaa……………………………………… 13 2. Grafik Rata-Rata Curah Hujan……………………………………. 32 3. Alat Analisis Kadar Pada Bijih Nikel……………………………… 26 2. Pengukuran Kemajuan Tambang…………………………………… 22 2. 20 2..5.. 120 ix . 12 2.14.. 39 3.1. Klasifikasi Cadangan………………………………………………. Kegiatan Pereparasi Conto…………………………………………. Grafik Rata-Rata Hari Hujan……………………………………….10.8.5.4.3. 28 3. 17 2.DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 2.9. 119 G. 22 2.2. Kegiatan Pemboran………………………………………………….1.. 21 2. Metode Eksplorasi…………………………………………………. Diagram Alir Tahap-Tahap Kegiatan Pertambangan………………. Metoda Penampang Standar……………………………………….6.1.... Skema Pembentukan NIkel Laterit………………………………….. Penampang Endapan Nikel Laterit………………………………….3. Stratigrafi Lembar Kolaka………………………………………….

.........3...... Perhitungan Cadangan Dengan Metode Penampang Tegak.. Perhitungan Cadangan Menggunakan Metode Daerah Pengaruh 47 A........1....1..... Data Curah Hujan dan Hari Hujan........... 13 4... 44 4........................1.......... 53 B.... 45 4...DAFTAR TABEL Tabel Halaman 2... Perhitungan Metoda Penampang Standar..... 54 x ................... Data Analisa Titik Bor dan Kadar.....2......1........ Mineral Utama yang Mengandung Nikel……………………............

119 G.. Data Curah Hujan dan Hari Hujan............ Perhitungan Cadangan Dengan Metode Daerah Pengaruh.... Peta Lubang Bor dan Daerah Pengaruh.... 94 E..... 54 C............... Perhitungan Luas Sayatan Metode Penampang Tegak..................................................................... 53 B.... 80 D.......................................... 100 F. Perhitungan Cadangan Dengan Metode Penampang Tegak....... 120 xi .... Data Analisa Titik Bor dan Kadar........................... Peta Lubang Bor dan Sayatan........DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman A..........................

Bila dilihat secara keseluruhan. maka dari salah satu 1 . cara penambangan yang akan dilakukan. Nikel merupakan salah satu bahan galian tambang yang digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Mulai dari jaman batu sampai jaman besi (logam).1 Latar Belakang Penambangan bahan galian merupakan kegiatan dalam rangka penyediaan bahan baku untuk keperluan pembangunan disegala bidang. betapa pentingnya mineral bagi kehidupan manusia. Estimasi cadangan merupakan salah satu pekerjaan yang penting dalam mengevaluasi suatu proyek pertambangan. dimana penamaan suatu periode atau jaman disebut berdasarkan pemakaian mineral saat itu. Perhitungan cadangan berperan penting dalam menentukan jumlah. Bahkan para ahli berpendapat kemajuan peradaban manusia dapat diukur dengan pemakaian mineral.BAB I PENDAHULUAN 1. penentuan kerja produksi. akan banyak lagi mineral-mineral yang akan dibutuhkan dimasa yang akan datang. Selain itu terdapat pula kendala saat ini dimana semakin berkurangnya cadangan nikel yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. kualitas. bahkan dalam memperkirakan waktu yang akan dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha penambangannya. sehingga makin maju dan modern kehidupan manusia. dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dari suatu endapan. Maka dari itu usaha pertambangan tidak lepas dari pekerjaan-pekerjaan dalam mencari bahan tambang. dimana diperlukan suatu perkiraan mengenai keberadaan bahan galian agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sebab dari hasil perhitungan cadangan yang baik dan akurat yang sesuai dengan keberadaannya dilapangan dapat menentukan investasi yang akan ditanam oleh investor sebagai penanaman modal dalam usaha penambangan. Kalau ditinjau dari sejarah. dimana kebutuhan akan nikel semakin besar seiring meningkatnya penggunaan unsur nikel tersebut dalam pembangunan.

(PT. Adapun permasalahan yang dihadapi.cara untuk menyelidiki cadangan nikel yang lebih banyak.2 Perumusan Masalah Penelitian yang dilakukan dengan mencari data analisa pemboran melalui pengamatan langsung daerah penambangan yang pada saat ini semakin berkurang. 1. sehingga diperlukan metode lain yang sesuai dengan endapan bijih. 1.6 %. dengan endapan bijih nikel merupakan endapan yang bersifat heterogen. dan mineralisasi pada daerah penelitian.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah cadangan bijih nikel yang sesuai dengan Cut Off Grade (COG) yakni 1. diperlukan suatu metode eksplorasi yang lebih akurat dan sesuai. Untuk menentukan estimasi cadangan diperlukan metode estimasi yang sesuai dengan kodisi geologi. salah satunya menggunakan metode penampang tegak. Aneka Tambang (Tbk) Unit Bisnis Pertambangan Nikel Operasi Pomalaa.Antam Tbk UBPN) Sulawesi Tenggara terutama di tambang tengah pada bukit TLC 3 dengan membandingkan Metode penampang tegak dengan metode daerah pengaruh. Antam (Tbk) UBPN Pomalaa hanya menggunakan metode daerah pengaruh. sehingga perlu diadakan pencarian kembali dan perhitungan cadangan nikel sesuai COG dengan menggunakan metode yang tepat.3 Batasan Masalah Batasan masalah pada penelitian ini mengarah pada perhitungan cadangan menggunakan metode penampang dan metode daerah pengaruh. dan memperoleh gambaran suatu metode estimasi cadangan yang sesuai untuk digunakan dalam 2 . genesa. dan mengetahui penyebaran endapan bijih nikel dari hasil analisa conto dan hasil pemboran endapan bijih nikel 1. maka penulis mencoba untuk menghitung nilai evaluasi cadangan bijih nikel di PT. metode perhitungan cadangan yang dilakukan PT.

5 Metode Penelitian Metode penilitian yang dilakukan di PT. mana yang lebih sesuai. c. B. peta geologi. Data Sekunder Data sekunder didapat dari mengumpulkan data dari instansi terkait. Cara penambangan. Data Primer Data primer diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan. dan peta sebaran endapan nikel. peta topografi. kemudian melakukan perhitunganperhitungan terhadap alternatif pemecah masalah. Tahapan metode ini terdiri dari A. Jumlah titik bor.mengestimasi cadangan bijih nikel di PT. ANTAM POMALAA ini merupakan metode kuantitatif. 1. ini dengan tinjauan geologi. Pengambilan conto. yang terdiri dari: a. Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan dan analisis data yang ada untuk mendapatkan alternatif pemecahan permasalahan yang dibahas. 2. sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang dibahas C. genesa. Kesimpulan Sebagai rekomendasi kepada perusahaan untuk menyelesaikan permaslahan di lapangan berdasarkan hasil penelitian ini 3 . dan mineralisasinya dengan mengunakan metode penampang tegak dan metode daerah pengruh dengan cara membandingkan kedua metode tersebut. berupa data analisis kadar. b. Antam (Tbk) UBPN Operasi Pomalaa pada tambang tengah di bukit TLC 3. Pengambilan Data Pengambilan data dilakukan dengan dua cara yakni 1.

Mengetahui pola sebaran endapan nikel. Sebagai masukan metode mana yang sesuai dengan perhitungan cadangan nikel.1.6 Manfaat Penilitian Manfaat yang diperoleh dari penilitian ini adalah : A. 4 . B.

Peta lokasi dan kesampaian daerah dapat dilihat pada gambar 2. Disebelah Timur berbatasan dengan Perbukitan Maniang C. UBPN Operasi Pomalaa.1 Lokasi dan Kesampaian Daerah Lokasi penambangan bahan galian bijih nikel yang dilakukan oleh PT. Propinsi Sulawesi Tenggara. Curah hujan rata-rata per tahun 1980 mm. Jadi rute menuju lokasi penelitian sebagai berikut Makasar – Bajoe . Lokasi penelitian berbatasan langsung dengan Propinsi Sulawesi Tengah di sebelah Utara Sulawesi Tenggara dimana dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat ke Kolaka dari Kendari. Disebelah Barat berbatasan dengan Teluk Mekongga Dearah penelitian memiliki iklim tropis dengan temperatur berkisar antara 25° .32°C dengan musim kering terjadi pada bulan Mei-Agustus sedangkan musin hujan terjadi pada bulan September-April.4°18’ LS. atau dapat juga ditempuh dari Makasar. Sulawesi Selatan dimana harus melewati Teluk Bone di penyeberangan Bajoe berjarak ± 178 km dari Makasar.1. Ibukota Propinsi Sulawesi Tenggara adalah Kota Kendari berjarak ± 165 km dari Kolaka.BAB II TINJAUAN UMUM 2. Kabupaten Kolaka.(Penyebrangan Teluk Bone) – Kolaka – Pomalaa. Secara geografis terletak pada 121°31’ BT . secara adsminitrasi terletak di daerah Pomalaa Kabupaten Kolaka. Angin Barat merupakan angin kencang yang biasanya terjadi di bulan Februari-Maret. 5 . Disebelah Selatan berbatasan dengan Sungai Oko-Oko D. dengan rata-rata hari hujan 129 hari. Antam (Tbk). Unit Bisnis Pertambangan Nikel Operasi Pomalaa. Propinsi Sulawesi Tenggara berbatasan dengan : A.121°40’ BT dan 4°10’ LS . Disebelah Utara berbatasan dengan Sungai Huko-Huko B. sedangkan Pomalaa terletak disebelah Selatan kota Kolaka dengan jarak ± 29 km.

1 Peta Lokasi Penelitian 6 . ANTAM POMALAA) Gambar 2.Keterangan: : Jalan U : Sungai : Gunung Skala 0 14 : Ibukota propinsi : Ibukota Kabupaten 28 : Lokasi Penelitian (Sumber : Arsip PT.

dicirikan oleh batuan dasar berupa batuan metamorf Permo-Karbon. C. Morfologi Menurut Hasanudin dkk. morfologi daerah Pomalaa terbagi 2.2. Antam. dicirikan oleh batuan ofiolit yang berupa batuan ultramafik peridotit.2. perbukitan. Mandala Geologi Banggai Sula. 2. yaitu: morfologi pegunungan. Hal ini disebabkan karena Sulawesi terletak pada zona konvergen antara 3 lempeng litosfer. Mandala Geologi Sulawesi Timur.2. yang dapat dibedakan menjadi beberapa satuan morfologi. Tambang Tengah dan Tambang Selatan dengan ketinggian rata-rata daerah mencapai 250 meter di atas permukaan air laut dengan tingkat kelerengan landai sampai sedang. Tbk UBPN Operasi pomalaa). Berdasarkan pembagian morfologi Lembar Kolaka. 7 . harzburgit. intrusi neogen dan sedimen mesozoikum. dicirikan oleh adanya jalur gunung api paleogen. yaitu perbukitan dan dataran rendah. dunit. Daerah perbukitan menempati hampir seluruh daerah pertambangan yang meliputi daerah Tambang Utara.1. batuan Plutonik yang bersifat granites berumur Trias dan batuan sedimen Mesozoikum. Tbk UBPN Operasi Pomalaa termasuk dalam morfologi perbukitan.2. Daerah konsesi pertambangan PT. yaitu Lempeng Australia di bagian utara. Pulau Sulawesi dan sekitarnya terdiri dari 3 Mandala Geologi yaitu: A. pergerakan ke barat Lempeng Pasifik dan Lempeng Eurasia di bagian selatantenggara (Herman dan Hasan Sidi. daerah penelitian termasuk dalam morfologi Lembar Kolaka.2 Keadaan Geologi Penelitian 2.Tbk UBPN Operasi Pomalaa). Antam. piroksenit dan serpentinit yang diperkirakan berumur kapur. Aneka Tambang. 2000 dalam arsip PT. Geologi Umum Sulawesi Sulawesi dan sekitarnya merupakan daerah dengan tatanan geologi yang sangat kompleks. 1992 (arsip PT. daerah karst dan morfologi dataran rendah. Mandala Geologi Sulawesi Barat. B.

sebagian terdapat dibagian Utara Perbukitan Matarombeo. G. Satuan perbukitan terdapat dibagian Barat dan Timur lembar sekitar kaki perbukitan. Pegunungan Abuki.satuan pegunungan. Menurut Rusmana dkk 1998 (Arsip PT.2. 8 . satuan perbukitan. Satuan ini membentuk perbukitan bergelombang dengan ketinggian berkisar antara 75 meter samapai 750 meter atas permukaan air laut. B. F. Satuan dataran rendah terdapat didaerah muara-muara sungai besar seperti. dan lain-lain. Daerah ini umumnya bertonjolan halus sampai kasar dan berlereng sedang sampai curam. yaitu : A. Satuan pegunungan sebagian besar menenpati daerah di Tengah dan Barat lembar. Antam Tbk UBPN Pomalaa) dikelompokkan menjadi tujuh system. System of The Lesser Surda Island. Sangihe-Minahasa System. dan dataran rendah. Pegunungan Tangkelomboke.2. The Makasar System.Tenggara. E. dan Pegunungan Matarombeo. C. satuan karst. dengan arah punggungnya memanjang Barat Laut.3. sebagian diantara Perbukitan Mekongga dan Perbukitan Tangkelomboke. Southern Part of Celebes Orogen. Central Part of Celebas Orogen. Sulawesi Tenggara adalah daerah lembar Kendari dan Kolaka morfologinya dapat dibedakan menjadi empat satuan yaitu. Pegunungan tersebut antara lain. Ketinggian berkisar dari beberapa meter sampai 75 meter atas permukaan air laut. Sungai Lahumbuti. Fisiografi Sulawesi dan pulau-pulau kecil disekitarnya secara fisiografis oleh Van Bemmelen 1994 (Arsip PT. Northern Part of Celebes Orogen. Satuan Karst. Sungai Konaweha. D. ANTAM Tbk UBPN Pomalaa). The Buton System. Sungai Sampera. Ketinggian puncakpuncaknya berkisar antara 750 meter samapai 3000 meter atas permukaan laut. serta sebagian lagi di bagian Barat Kendari. Pegunungan Mekongga.

1949 dan Hutchison. Sedangkan Mandala Geologi Banggai Sula dicirikan oleh kelompok batuan sedimen malih. Menurut Hasanudin dkk. sebagian besar harzburgit. diantaranya sekis mika. malihan dan sedikit batuan sedimen pelagos. 1983 (arsip PT. dunit. 1992 (arsip PT.Tbk UBPN Operasi Pomalaa). sekis klorit. dolerit dan setempat-setempat gabro malihan dan amfibolit. dunit dan sedikit berasosiasi dengan gabro dan basalt. Mandala Geologi Sulawesi Timur dicirikan oleh gabungan batuan ultramafik.2. yaitu: 1. mikrogabro basal. Mandala Geologi Sulawesi Timur Mandala geologi sulawesi timur disebut juga lajur ofiolit Sulawesi Timur.4. diduga berumur Kapur Awal. Menurut Simanjuntak dkk. mafik dan malihan. serpentinit. Antam.2. Formasi Pompangeo (Kompleks Pompangeo) Formasi ini tersusun oleh berbagai jenis sekis. pada lengan tenggara Pulau Sulawesi. Stratigrafi Daerah Penelitian Menurut Van Bemmelen. 1994 (arsip PT. sekis kuarsa-mika dan setempat geneis. batuan ultramafik kebanyakan masif peridotit. umur satuan ini belum diketahui secara pasti. secara regional satuan batuan di Lembar Kolaka dapat dikelompokkan menjadi 2 Mandala Geologi Sulawesi Timur dan Mandala Geologi Banggai Sula. Antam. mafik. gabro. Batuan ultramafik ini diperkirakan batuan tertua dan menjadi alas di Mandala Sulawesi Timur. Kompleks Pompangeo ini bersentuhan tektonik dengan batuan ultramafik dan mafik (ofiolit Sulawesi Timur).Tbk UBPN Operasi pomalaa). tersusun oleh batuan ultramafik. 9 . Stratigrafi Lembar Kolaka juga dapat dikelompokkan menjadi 2 Mandala. b. hornfels dan ekologit. tetapi diduga tidak lebih tua dari Trias Awal-Kapur Akhir. berturut-turut dari tua ke muda adalah sebagai berikut: a. Tbk UBPN Operasi Pomalaa). Antam. Kompleks Ultramafik Satuan ini terdiri dari: Harzburgit.

Mandala Tukang Besi-Buton Mandala Tukang Besi-Buton tersusun oleh formasi yang berturut-turut dari tua ke muda yaitu: a. c. batusabak. Formasi Mantano Formasi ini tersusun oleh kalsiluit dengan sisipan rijang dan batu sabak. Pualam Satuan ini terdapat secara setempat-setempat dengan ketebalan dari beberapa meter sampai puluhan meter. geneis dan kuarsit. 2. Formasi Matano dikelompokkan menjadi lajur ofiolit Sulawesi Timur. b. Formasi Meluhu Formasi ini tersusun oleh filit. Kelompok tersebut berturut-turut dari tua ke muda: 10 . pualam dan filit.c. Kedudukan formasi laonti menjari dengan formasi meluhu dan menunjukkan bahwa umurnya Trias Atas. Hubungan antara batuan ultramafik dan mafik dengan batuan malihan adalah berhubungan secara tektonik. Kompleks ini tertindih tak selaras oleh Formasi Meluhu dan Formasi Laonti. Kompleks Mekongga Kompleks ini tersusun oleh sekis. umumnya diperkirakan berumur lebih tua dari Trias. Formasi Laonti Tersusun oleh batugamping malihan. sedimen klastik pasca Orogenesa Neogen. Kedua Mandala tersebut tertindih oleh kelompok Molasa Sulawesi. kuarsit. d. serpih dan batugamping malihan. satuan ini diperkirakan berumur Kapur Akhir. Formasi Meluhu merupakan satuan tertua pada Mandala Arjung Tukang Besi-Buton yang tersingkap disini dan menjadi alas batuan tersier dengan Formasi Laonti hubungannya menjari. bahkan mungkin Permo-Karbon. batupasir terubah. Kedudukannya melensa dan setempat menjari dengan batuan asal sedimen di Formasi Pompangeo.

menindih selaras dan setempat tak selaras oleh Formasi Langkolawa. Umur Formasi Langkolawa ialah Miosen Akhir atau Akhir Miosen Tengah. ƒ Formasi Alangga Formasi ini tersusun oleh konglomerat dan batupasir. Struktur Geologi Struktur geologi daerah penelitian merupakan jalur batuan beku ultra basa. Kemudian kedua kelompok ini bergabung lagi ke 11 . Formasi ini menindih tak selaras formasi Eimoko dan Boepinang.5. ƒ Formasi Boepinang Formasi ini tersusun oleh batu lempung pasiran. Jalur batuan beku ultrabasa di Sulawesi Tenggara mulai daerah Pomalaa. sedangkan kelompok kedua menyebar kearah tenggara mulai Gunung Watumohae dan Bombakau sampai ke Torobulu. kelompok pertama menyebar kearah timur. umumnya berkisar antara Miosen Akhir-Pliosen. formasi ini berumur plistosen. Berdasarkan kedudukan stratigrafinya yang selaras di atas Formasi Langkolawa. napal pasiran dan batupasir. serpih dan konglomerat.ƒ Formasi Langkowala Formasi ini tersusun oleh batupasir. 2. tertindih pula secara tak selaras oleh Formasi Buara dan Formasi Alangga. Formasi ini masih memperlihatkan hubungan yang menerus dengan pertumbuhan terumbu pada pantai yang berumur Resen.2. Formasi ini mempunyai hubungan menjari dengan Formasi Eimoko. ƒ Formasi Emoiko Formasi ini tersusun oleh kalkarenit. setempat terdapat konglomerat dan batupasir yang belum padat. tertindih pula secara tak selaras oleh Formasi Buara dan Formasi Alangga. batugamping koral. Formasi ini tertindih secara tak selaras oleh Formasi Boepinang dan selaras dengan Formasi Eimiko. batupasir dan napal. Jalur ini terbagi 2 kelompok. ƒ Formasi Buara Formasi ini tersusun oleh terumbu koral.

Conto diambil dari beberapa rock sample dan core sample.ujung tenggara di Sulawesi Tenggara. terlihat juga batuan ultrabasa di Pomalaa ini telah mengalami proses serpentinisasi yang cukup kuat. Stratigrafi Lembar Kolaka 12 . Kuarter UMUR FORMASI/SATUAN Holosen Plistosen Miosen Kenozoikum Tersier Pliosen Akhir Aluvium Endapan Aluvium Kolovium Rawa Formasi Buara Formasi Alangga Formasi Boepinang Anggota Batupasir Formasi Eemoiko Formasi Langkowala Anggota Konglomerat Tengah Paleozoikum Mesozoikum Awal Oligosen Eosen Paleosen Kapur Jura Trias Perm Karbon Formasi Kabaena Pualam Komplek Ultramafik Pompangeo Mandala Geologi Sulawesi Timur Formasi Boroboro Formasi Laonti mafik Mandala Geologi Banggai Sula (Hasanuddin dkk. berwarna kuning-coklat berbintik hitam atau abu-abu putih dengan warna kehijauan pada bagian luar tepi/pinggirnya. Di daerah Pomalaa singkapan batuan ultrabasa ini umumnya telah mengalami pelapukan. Untuk menentukan jenis batuan ultrabasa Pomalaa ini perlu dilakukan pemeriksaan mikroskopis atas sejumlah conto batuan yang dianggap belum begitu lapuk dari beberapa bukit yang telah ditambang.2. 1992) Gambar 2.

Co.86 ƒ Violarit ƒ Ni2FeS4 ƒ 38. sifat maupun komposisi kimia mineralnya (Tabel 2.0 500 1000 ( Bag. baik dilihat dari segi cara pembentukan. Pengukuran & Ekploras PT. Tabel 2. (Kajian nikel Dept ESDM 1985) Mineral Rumus Kimia Kandungan Nikel Sulfida ƒ Pentlandit ƒ (Ni.Fe)9S8 ƒ 34.1). ANTAM.Ni)3S4 ƒ Bervariasi ƒ Polidimit ƒ Ni3S4 ƒ 57.3 Peta Geologi Daerah Pomalaa 2.89 ƒ NiAs ƒ 43.67 ƒ Heazlewoodit ƒ Ni3S2 ƒ 73.30 ƒ Linnaete ƒ (Fe.92 Arsenida ƒ Nikolit 13 .1 Mineral utama yang mengandung nikel.Ni)3S4 ƒ 28.3 Genesa Endapan Nikel Ada beberapa mineral utama yang mengandung nikel dalam endapan bijih nikel di alam ini.94 ƒ Siegenit ƒ (Co. Tbk UBPN POMALAA 2008) Gambar 2.22 ƒ Millerit ƒ NiS ƒ 64.

balok (stringers) dan celah yang kosong (fissure filling) di sekitar induk batuan beku.0. nickel silicate dan laterites and serpentines (Kajian nikel Dept ESDM 1985). Deposit nikel pada umumnya dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam. lensa (lenticular) atau lembaran (sheetlike).Mg)6Si4O10(OH)8 ƒ Berkisar sampai 47% ƒ Limonit bernikel ƒ (Fe.1% . Pelapukan tersebut akan menyingkap peridotit. Deposit tersebut tersebar dalam badan yang masif atau terkonsentrasi di dalam urat bijih (vein). yaitu yang disebut mantel (mantle).40 Antimonida ƒ Breithauptit Arsenat ƒ Annabergit Silikat dan oksida ƒ Garnierit ƒ (Ni. Deposit nikel yang mengandung sulfida terdapat pada atau dekat peridotit atau intrusi norit yang diperkirakan saling berkaitan.42 ƒ NiSb ƒ 32. Tetesan sulfida yang jatuh bersama-sama itu.898 km dan mengandung 0. diperkirakan tebalnya 2.8H2O ƒ 29. dunit. Tetesan cairan sulfida diperkirakan memisah dari keluarga magma mafis atau ultra mafis magma selama kristalisasi.3% nikel.ƒ Maucherit ƒ Ni11As8 ƒ 51. Zone diantara kerak bumi dan inti bumi. Formasi deposit nikel sulfida diperkirakan merupakan hasil dari proses pemisahan magma (magmatic segregation).15 ƒ Gersdorfit ƒ NiAsS ƒ 35. Endapan laterit dibentuk oleh pelapukan dan erosi pada periode waktu yang lama.Ni)O(OH). Badan bijih pada umumnya berbentuk memanjang (elongated).85 ƒ Rammelsbergit ƒ NiAs2 ƒ 28. yaitu nickelcopper sulfida.53 ƒ Ni3As2O8.nH2O ƒ Rendah tapi beragam Inti bumi diperkirakan terdiri atas besi dengan kandungan nikel sekitar 7%. kemudian membentuk zone sulfida di bagian dasar intrusi. piroksenit atau serpentin sehingga akan menghasilkan formasi laterit yang kaya akan besi dan 14 . dengan panjang beberapa ratus meter sampai ribuan meter.

Nikel silikat mengandung besi kurang dari 30% dan kandungan nikelnya mencapai 1. yang di dalamnya terdapat mineral pentlandit ((Ni. Penampang endapan nikel sulfida dapat dilihat pada gambar 2. Tipe kedua dari nickelferous iron laterite adalah nikel silikat. Endapan tersebut adalah batuan beku intrusi di permukaan bumi yang berasal dari terobosan magma pijar. Fe)9S8) dan khalkopirit (CuFeS2). Bijih nikel yang utama adalah mineral phyrotit (Fe7S8).3. maka penambangan bijih nikel sulfida dilakukan dengan cara tambang dalam. yaitu: endapan bijih nikel primer/sulfida dan endapan bijih nikel sekunder/laterit. mengandung magnesium dan silikon nisbi rendah.4. Tipe laterit ini dihasilkan dari pelapukan pada batuan peridotit segar. Berdasarkan cara terjadinya. yaitu ketika magma mencari jalan ke atas dan mengadakan intrusi di bagian atas kerak bumi (tanpa sampai ke permukaan bumi). 15 . dunit dan piroksenit. Deposit mineral ini terbentuk sewaktu dan setelah proses pendinginan magma gabro dan norit (ultra basa/ultra mafis).1 Endapan bijih nikel primer atau sulfida Endapan nikel dalam bentuk sulfida terdapat pada atau dekat suatu badan batuan yang kandungan besinya tinggi. Disebut nikel silikat karena nikel terdapat sebagai hydrosilicate garnierite atau sebagai nickel-bearing talc atau antigorit. Mengingat proses terjadinya jauh di bawah permukaan bumi.5%. Intrusi ini membentuk sekelompok massa yang pada keadaan tertentu menyebar dengan membentuk lapisan-lapisan serta di lain saat membentuk suatu bentuk yang tidak teratur. bervariasi dari gabro yang dikenal dari norit sampai peridotit.nikel. Laterit-laterit yang dibentuk dari pelapukan serpentin biasanya kaya akan kandungan besi (45% . 2. endapan nikel dapat digolongkan menjadi dua macam. Badan bijih biasanya mencapai panjang beberapa antara beberapa ratus sampai ribuan meter.55%) dan mengandung nikel sekitar 1%.

Batuan ini banyak mengandung olivin.(Sumber : Kajian nikel Dept ESDM 1985) Gambar : 2. Batuan peridotit sangat mudah terpengaruh oleh pelapukan lateritik.30% nikel. mengalami pengayaan di tempat. besi akan bersenyawa 16 . magnesium silikat dan besi silikat yang pada umumnya mengandung 0.4 Penampang endapan nikel sulfida 2. Ion-ion yang mempunyai berat jenis besar. Penguraian olivin. Sementara ion-ion yang mempunyai berat jenis kecil dihanyutkan oleh air. yaitu hasil pelapukan batuan ultrabasa yang mengandung nikel.2 Endapan bijih nikel sekunder atau laterit Mineral nikel yang terdapat di daerah Pomalaa pada dasarnya adalah bijih lateritis. Bijih nikel laterit merupakan hasil pelapukan (weathering) batuan ultrabasa peridotit yang terdapat di atas permukaan bumi. Air tanah yang kaya CO2 berasal dari udara luar dan tumbuhtumbuhan akan menghancurkan olivin.3. magnesium. Di dalam larutan. kobalt dan khromium. sehingga batuan menjadi pecah-pecah dan mengalami pelapukan. termasuk nikel. Proses pelapukan dimulai pada batuan peridotit. angin atau media lain ke dataran yang lebih rendah. Proses pelapukan terjadi karena pergantian musim panas dan dingin yang silih berganti. Pada umumnya bijih nikel laterit mengandung unsur besi. nikel dan silika ke dalam larutan cenderung untuk membentuk suspensi koloid dari partikelpartikel silika yang submikroskopik.

Zat-zat tersebut dibawa ke tempat yang lebih dalam.dengan oksida dan mengendap sebagai ferri hidroksida. Tetapi jika dinetralisasi karena adanya reaksi dengan batuan dan tanah. Perbandingan antara nikel dengan magnesium di dalam endapan lebih besar dari pada larutan. Sedang magnesium. akan menyerang nikel-nikel yang telah diendapkan. yaitu geothit FeO(OH). Penampang endapan nikel laterit 17 . Serpentin terurai ke dalam komponen-komponennya bersama-sama dengan terurainya olivin. Kandungan nikel pada zat terendapkan akan semakin bertambah banyak dan selama itu magnesium tersebar pada aliran air tanah.5.5. Dalam hal ini proses pengayaan bersifat kumulatif (lihat Gambar 2. Akhirnya endapan ini akan menghilangkan air dengan membentuk mineral-mineral seperti karat. selanjutnya diendapakan sehingga terjadi pengayaaan pada bijih nikel. Nikel mempunyai sifat kurang kelarutannya dibandingkan magnesium. Adanya erosi air tanah asam dan erosi di permukaan bumi. nikel silika tertinggal di dalam larutan selama air masih asam. Kadangkadang olivin di dalam batuan diubah menjadi serpentin sebelum tersingkap di permukaan. Jadi besi oksida akan mengendap dekat dengan permukaan tanah.). (Sumber : Kajian nikel Dept ESDM 1985) Gambar 2. karena ada sedikit magnesium yang terbawa oleh air tanah. Hematit (Fe2O3) dan kobalt dalam jumlah kecil. maka zat-zat tersebut akan cenderung mengendap sebagai hydrosilikat.

Waktu yang diperlukan untuk proses pengayaan tersebut mungkin dalam beberapa ribu atau bahkan berjuta-juta tahun. Pengayaan besi dan nikel terjadi melalui pemindahan magnesium dan silika.Proses pengkayaan dimulai dari suatu batuan yang mengandung 0. Sehingga endapan nikel dapat ditunjukkan dengan adanya jenis limonit tersebut atau sebagai nickelferous iron ore. Besi dalam material ini paling banyak berbentuk mineral ferri oksida yang pada umumnya membentuk gumpalan (disebut limonit).25% nikel. Pembagian yang sempurna dari besi dan nikel ke dalam zone-zone yang berbeda. Hal ini berlawanan dengan endapan nikel yang bertipe silikat (kadang-kadang disebut sebagai bijih serpentin). sehingga akan dihasilkan 1. Skema pembentukan endapan nikel daerah Pomalaa sebagai berikut: 18 . Keadaan ini merupakan suatu kadar yang sudah dapat ditambang. Perlu ditambahkan bahwa endapan nikel laterit terletak pada lapisan bumi yang kaya akan besi. Bijih nikel pada endapan laterit yang mempunyai kadar paling tinggi terdapat dengan dasar zone pelapukan dan diendapkan pada retakan-retakan di bagian atas dari lapisan dasar (bedrock).50% bijih nikel. tidak pernah ada. pemisahan nikel dari besi lebih baik.

Mn. AL. SiO2. Co) Konsentrasi residu Fe oksidasi Al hidroksida Ni .Skema Pembentukan Nikel Laterit Batuan Induk Peridotit (Ni Primer + 0. Cr.1%) Proses Serpentinisasi Peridotit serpentinit Proses Pelapukan dan Lateritisasi Peridotit – Serpentinit (lapuk) Bahan yang terbawa bersama larutan Terlarut sebagai larutan Ca – Mg karbonat Konsentrasi celah dari senyawa karbonat Urat – urat : Magnesit (MgCO3) Dolomit (CaMg)CO3 Kalsit (CaCO3) Zona paling bawah (Zona Bedrock) Bahan yang tertinggal (Fe. Ni.6. Ni. MgO Urat – urat garnierite Urat –urat krisopras Zona Tengah (Zona Saprolit) Gambar 2. Co Saprolit Soft Brown Ore Hard Brown Ore Konsentrasi Celah Zona paling atas (Zona overburden dan limonit) Ni. Skema pembentukan nikel laterit 19 .Co Terbawa sebagai partikel koloidal Konsentrasi Residu Fe.

Dari stasiun pengamatan curah hujan PT. Aneka Tambang. Tbk UBPN Operasi Pomalaa. Tbk UBPN Operasi Pomalaa diketahui curah hujan tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun (2002-2007) terjadi pada bulan April sebesar 372. Hari hujan terbesar pada bulan April dan hari hujan terendah pada bulan Agustus.564 mm/bln. Grafik rata-rata curah hujan 20 . Aneka tambang.2. temperatur serta tekanan udara dapat mempengaruhi kondisi tempat kerja. Elemen-elemen iklim seperti hujan.266 mm/bln.8. Grafik curah hujan dan hari hujan wilayah Pomalaa ditunjukkan pada gambar 2.4 Kondisi Iklim dan Curah Hujan Salah satu ciri tambang terbuka yang membedakannya dengan tambang bawah tanah adalah pengaruh iklim pada kegiatan penambangan. Sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Agustus sebesar 58. curah hujan yang turun tiap tahun rata-rata cukup tinggi.7. efisiensi alat dan kondisi pekerja. Pada PT. Grafik Curah Hujan 400 350 250 200 Rata-rata curah hujan 150 100 50 Ju li Ag us tu Se s pt em be r O kt ob er N ov em be D r es em be r Ju ni M ei Ap ril 0 Ja nu ar i Fe br ua ri M ar et Curah hujan 300 Bulan Gambar 2.7 dan gambar 2.

Penambangan Bijih Nikel Kegiatan pada Industri Pertambangan PT. Penyebaran cadangan C.5. 21 . Kuantitas dan kualitas cadangan Adapun kegiatan eksplorasi yang dilakukan yaitu: a. Tbk UBPN Operasi Pomalaa terdiri atas beberapa kegiatan utama yaitu: 1. Kegiatan Eksplorasi Pekerjaan eksplorasi pada PT. Rencana penentuan titik-titik bor dibuat pada peta topografi berskala 1 : 500 dengan grid pattern system yaitu membagi peta sehingga berbentuk bujur sangkar dengan jarak 25 meter antar titik bor. Aneka Tambang. Macam cadangan B. Tbk UBPN Operasi Pomalaa mempunyai tujuan untuk mengetahui: A.Grafik Rata-rata hari hujan 14 12 Hari hujan 10 8 Rata-rata hari hujan 6 4 2 Ju li Ag us tu Se s pt em be r O kt ob er N ov em be D r es em be r Ju ni M ei Ap ril Ja nu ar i Fe br ua ri M ar et 0 Bulan Gambar 2. Kegiatan Pemboran Kegiatan pemboran merupakan kegiatan utama pada eksplorasi untuk mengetahui kuantitas dan kualitas cadangan. Awal dari kegiatan ini adalah membuat rencana titik-titik bor. Aneka Tambang.8. Grafik rata-rata hari hujan 2.

Kegiatan pemboran pada PT. tim eksplorasi memiliki tugas penting lainnya yaitu melakukan pengukuran terhadap kemajuan tambang. Alat yang digunakan adalah Theodolith Nikon Semi Digital. Pengukuran Kemajuan Tambang 22 . Tbk UBPN Operasi Pomalaa dilakukan oleh CV. Aneka Tambang. Hal ini bertujuan untuk mengetahui jumlah cadangan nikel yang telah dieksploitasi pada suatu daerah penambangan sekaligus untuk mengetahui sisa cadangan yang dapat dieksploitasi selanjutnya. Kegiatan Pemboran b. Gambar 2.10.9. Cipta Utama Gambar 2. Pengukuran Kemajuan Tambang Selain kegiatan eksplorasi.

Alat yang digunakan adalah Bulldozer D85E-SS. Tbk UBPN Operasi Pomalaa dilakukan secara tambang terbuka dengan sistem open cut (selective mining). ƒ Land Clearing (Pembabatan) Pekerjaan pembabatan dilakukan setelah lokasi penambangan telah ditentukan. Pekerjaan ini meliputi pembersihan daerah rencana penambangan dari semak-semak dan pohon-pohon. sambil memasang patok-patok kembali. Pengontrolan terhadap hasil stripping adalah dengan jalan mengadakan pengukuran terhadap tempat-tempat yang sudah dikerjakan. Kegiatan Penambangan Kegiatan penambangan bijih nikel di PT. Persiapan daerah penambangan Merupakan persiapan awal sebelum melakukan kegiatan penambangan. yaitu jalan utama yang menghubungkan tempat penimbunan dari kaki bukit dan cabang jalan utama yang menghubungkan kaki bukit ke front penambangan. Berdasarkan perbedaan kondisi jalan. Tahapan pada kegiatan penambangan adalah: a. Dari hasil pengukuran inilah dapat diketahui stripping sudah selesai atau perlu dilanjutkan lagi. ƒ Stripping of over burden Kegiatan ini dilakukan apabila pekerjaan pembabatan selesai. Pekerjaan tersebut meliputi: ƒ Pioneering (pembuatan jalan produksi) Jalan produksi adalah jalan yang digunakan oleh dump truck untuk mengangkut bijih nikel ke tempat penimbunan bijih (stock yard) dari front penambangan atau sebaliknya.2. Aneka Tambang. 23 . dikenal dua macam jalan. Alat yang digunakan adalah Bulldozer D85E-SS.

24 . Aneka Tambang. 3. Setia Budi Guna Abadi (SBGA). Untuk memindahkan bijih nikel dari stock yard ke ore ship dibutuhkan peralatan darat dan peralatan laut. Jembatan Mas dan PT. Sistem selective mining digunakan karena sistem ini dianggap cukup efektif dalam memenuhi target produksi bijih nikel untuk saat ini. Pada kedua pelabuhan tersebut kapal tidak dapat merapat ke pantai karena dangkal. Oleh karena itu untuk mengangkut bijih nikel ke ore ship digunakan tongkang yang ditarik oleh tug boat. Tbk UBPN Operasi Pomalaa dilakukan oleh pihak beberapa pihak kontraktor antara lain PT. Kegiatan penambangan pada PT.11. Ore ship yang berlabuh berasal dari beberapa negara yaitu Australia. Aneka Tambang. PT. Tbk UBPN Operasi Pomalaa terdiri dari Pelabuhan Pomalaa dan Pelabuhan Tanjung Leppe. Persiapan daerah penambangan b. Jepang dan Cina. Penambangan Sistem penambangan yang digunakan adalah open cut dengan metode selective mining. Pengapalan Pelabuhan yang ada di PT. Alat muat yang digunakan adalah Backhoe Komatsu PC 200 sedangkan untuk pengangkutan dari lokasi tambang ke stock yard menggunakan Dump Truck Nissan Diesel CWM 432 HTRA yang berkapasitas 20 ton. Sumber Setia Budi (SSB).Gambar 2.

Putra Mekongga. ƒ Bijih Nikel diangkut dengan dump truck kemudian ditumpahkan pada feeder yang telah disiapkan pada pelabuhan. Kegiatan preparasi conto meliputi conto eksplorasi. Macam-macam peralatan yang dipakai adalah: ƒ Tug boat dipergunakan untuk menarik tongkang yang telah berisi bijih nikel untuk dibawa ke ore ship. 4. Peralatan darat Yang dimaksud dengan peralatan darat adalah segala macam alat yang digunakan untuk kepentingan pemuatan bijih yang operasinya di darat. Preparasi conto Preparasi conto adalah pekerjaan mempersiapkan conto baik dalam hal ukuran maupun jumlah sebelum conto tersebut dikirim ke laboratorium untuk dianalisa. Kapasitas tongkang yang digunakan adalah 500 ton. Alat muat yang digunakan adalah Wheel Loader. Macam-macam peralatan yang dipakai berdasarkan sistem yang digunakan adalah: ƒ Bijih Nikel diangkut secara langsung oleh dump truck ke dalam tongkang. 25 . Kegiatan preparasi conto ini dikerjakan oleh pihak kontaktor yaitu CV. conto produksi dan conto pengapalan. Peralatan Laut Yang dimaksud dengan peralatan laut adalah segala macam alat yang digunakan untuk pemuatan bijih ke ore ship yang beroperasi di laut. b. Alat muat yang digunakan adalah Wheel Loader. Untuk menarik sebuah tongkang digunakan 1 tug boat.a. Tongkang diletakkan di bawah feeder sehingga bijih nikel tersebut akan langsung menuju tongkang. ƒ Tongkang dipergunakan untuk membawa bijih nikel ke ore ship.

Aneka Tambang. Saat ini. batu kapur dan slag. Tbk UBPN Operasi Pomalaa memiliki 3 unit pabrik pengolahan bijih nikel.13. Nama 3 unit pabrik pengolahan 26 . Aneka Tambang.Gambar 2.12. Analisis Kadar Analisa kadar dilakukan dengan menggunakan X-Ray Spectrometer Simultix 12 (Rigaku). Kegiatan preparasi conto 5. Gambar 2. PT. Tbk UBPN Operasi Pomalaa menjadi ferronikel. Peleburan dan Pemurnian Bijih Nikel dari lokasi tambang selain diekspor ada pula yang diolah sendiri oleh PT. Penentuan kadar/unsur-unsur tidak hanya dilakukan untuk ore tetapi juga untuk metal. Alat Analisa Kadar pada bijih nikel 6. Pengolahan.

7. Penghijauan daerah bekas tambang Sistem penghijauan pada daerah bekas tambang tersebut disesuaikan dengan lingkungan daerah bekas tambang tersebut. 27 . b. peleburan dan pemurnian bijih nikel dapat dilihat pada gambar 2. Reklamasi Salah satu kegiatan yang sangat penting dalam industri pertambangan adalah reklamasi pada lahan tambang. Kegiatan reklamasi pada lahan tambang ini terdiri dari: a. Bagan proses pengolahan. Pembuatan sistem penyaliran dan kolam pengendapan. ƒ Sistem Teras: Sistem ini digunakan pada daerah bekas tambang yang topografinya landai serta mudah mendapatkan tanah humus.nikel tersebut adalah Feni 1. Beberapa cara penghijauan yaitu: ƒ Sistem Pot: Sistem ini digunakan pada daerah bekas tambang yang lokasinya berbatu-batu dan sulit untuk mendapatkan tanah humus.14. Feni 2 dan Feni 3. Hal ini berfungsi untuk mengatur aliran air dan mengurangi kekeruhan air khususnya air hujan sebelum dialirkan ke sungai atau ke laut dan mengantisipasi terjadinya genangan air hujan pada lubang-lubang bekas penambangan dan jalan tambang .

Peleburan dan Pemurnian Bijih Nikel 28 . Proses Pengolahan. 1994) Gambar 2.14. PPTM.Bijih Nikel Batubara Antrasit Batu Kapur Pengeringan dengan Rotary Dryer Pengayakan Pengayakan Pengayakan Pemecahan Pemecahan Pemecahan Penimbangan Penimbangan Penimbangan Pencampuran Kalsinasi dengan Rotary Kiln Umpan Panas Peleburan Desulfurisasi Deoksidasi Pemurnian Pencetakan Pengerjaan Akhir Fe-Ni (Sumber : Teknologi Pertambangan Indonesia.

dimana kegiatan dimulai dari propeksi. Adapun kegiatan eksplorasi meliputi tahap-tahap sebagai berikut : A. evaluasi. Namun seluruh kegiatan tersebut selalu dilakukan.BAB III DASAR TEORI 3. Tahap Pengamatan 29 . Studi Literatur Studi literatur merupakan suatu kegiatan untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berkaitan dengan penentuan daerah cebakan mineral yang dieksplorasi. Bateman (ore deposit 1987). ekstraksi. penambangan. kepentingan masing-masing serta kondisi geologi dan endapan mineral itu sendiri. letak (posisi). bentuk. Kinstry H. dan jumlah cadangan dari endapan tersebut (Nurhakim. pengolahan.1 Kegiatan Eksplorasi Eksplorasi merupakan bagian dari kegiatan pertambangan. eksplorasi didefinisikan sebagai kegiatan yang tujuan akhirnya adalah penemuan geologis berupa endapan mineral yang bernilai ekonomis. Selain itu eksplorasi dapat juga diartikan sebagai pekerjaan selanjutnya setelah ditemukannya endapan mineral berharga. pemakaian bahan galian tersebut dan permintaan pasar. yang meliputi pekerjaan-pekerjaan untuk mendapatkan ukuran. kadar rata-rata. dan pemasaran sampai reklamasi. Menurut Mc. hal ini bergantung pada jenis bahan galian. B. eksplorasi.E dan Alan M. bahan kuliah teknik eksplorasi Prodi Teknik Pertambangan Fakultas Teknk Universitas Lambung Mangkurat 2006). Ini dikarenakan adanya perbedaan penekanan pada tahap-tahap eksplorasi yang dilakukan pada jenis endapan tertentu. Tahapan kegiatan eksplorasi biasanya dilakukan berbeda untuk setiap jenis endapan mineralnya dan bahkan untuk endapan mineral yang sama sekalipun.

Dan metode dari eksplorasi itu sendiri terdiri dari : 1. geokimia. Metode Langsung Menghasilkan gejala geologi tersebut dapat diamati dengan mata geologist . 30 . metode geofisika dan metode geokimia. E. atau geofisika udara untuk sasaran eksplorasi. Eksplorasi Lanjut Penentan secara pasti sifat-sifat yang diperlukan sebagai data persiapan penambangan dan persiapan produksi. untuk menentukan layak atau tidaknya dilakukan eksplorasi. Hasil yang didapat adalah endapan yang mungkin ekonomis dan masih merupakan cadangan tereka.Analisa data sekunder dan peninjauan lapangan. D. metode geologist. Penyelidikan Pendahuluan Mempersempit daerah prospek dengan cara pemetaan geologi. Eksplorasi Detil Melanjutkan penyelidikan pada sasaran-sasaran eksplorasi dan mendapatkan cadangan yang merupakan cadangan terindikasi. Metode Tidak Langsung Menghasilkan suatu anomali yang dapat ditafsirkan sebagai gejala geologi yang dilacak dengan. Hasil yang didapat adalah endapan ekonomis dan sudah didapat cadangan terukur. 2. C.

Prospeksi Ada Ekplorasi Pendahuluan Eksplo Eksplorasi Detail rasi Lanjut Eksplorasi Tidak ada Stop Analisis dan Perhitungan Cadangan Evaluasi Studi Kelayakan Tidak Layak Stop Arsip Layak Development Penambangan Pengolahan/Ekstraks i Pemasaran (Partanto Prodjosumarto.1 Diagram Alir Tahap-Tahap Kegiatan Pertambanga 31 . Bandung 1996) Gambar 3. pengantar teknologi mineral ITB.

Metoda Eksplorasi Metoda Geologi Survei Indera Jauh Dari ruang angkasa: Analisa Citra Satelit Dari Udara : Analisa Foto Udara.2 Metode Eksplorasi 32 . 2006) Gambar 3. Citra Radar. dll Survei Geologi Permukaan Survei Geologi Tinjau (Reconnaissance) Suvei Geologi Singkapan Sumur Uji dan Paritan Pemboran Eksplorasi Survei Geologi Bawah Tanah Metoda Geofisika Metoda Geokimia Penyontohan Aliran Sungai Survei Geofisika Udara Survei Gravitasi Penyontohan Batuan Survei Magnetik Penyontohan Tanah Survei Geofisika Darat Survei Seismik Survei Gravitasi Survei Magnetik Survei Geolistrik Resistivitas SP IP EM Loging Sumur (Sumber : Nurhakim.

misalnya dari pemboran. Cadangan Terduga/Tereka (infered) Cadangan terduga adalah cadangan yang diperhitungkan kuantitasnya berdasarakan pengetahuan geologi. komposisi. Kelvey yang dimaksud dengan cadangan (reserves) adalah bagian dari sumber daya terindikasi dari suatu komoditas mineral yang dapat diperoleh secara ekonomis dan tidak bertentangan dengan hukum dan kebijaksanaan pemerintah pada saat itu. sehingga model geologi endpan mineral dapat diketahui dengan jelas. Batas kesalahan perhitungan baik kuantitas maupun kualitas tidak boleh lebih dari 20%. Batas kesalahan baik kuantitas maupun kualitas 20% . C. sedangkan kadarnya diperoleh dari hasil analisa conto. B.40%. 1973 sebagai berikut : A. kelanjutan endapan mineral. ketebalan. Cadangan Terukur Cadangan terukur adalah cadangan yang kuantitasnya dihitung dari pengukuran nyata. kedudukan. kadar. Suatu cadangan mineral biasanya digolongkan berdasarkan ketelitian dari eksplorasinya. kadar. kedudukan . sebagian besar perhitungannya didasarkan kepada kadar dan kelanjutan endapan mineral yang 33 . singkapan dan paritan. ketebalan. serta batas dari penyebaran. Klasifikasi cadangan di Amerika menurut US Berau Of Mine and US Geological Survey (USBM and USGS) dan usulan Mc. Cadangan Terkira/Teridikasi (indicated) Cadangan terkira adalah cadangan yang jumlah tonase dan kadarnya sebagian diperoleh dari hasil perhitungan pemercontoan dan sebagian lagi dihitung sebagai proyeksi untuk jarak tertentu berdasarkan keadaan geologi setempat titik-titik pemerconto dan pengukuran jaraknya tidak perlu rapat sehingga struktur. Struktur. jenis .2 Pengertian Cadangan Menurut Mc. Jarak titik-titik pengambilan conto dan pengukuran sangat dekat dan terperinci.3. Kelvey. dan kelanjutan endapan mineral serta batas penyebarannya belum dapat dihitung secara tepat dan baru disimpulkan/dinyatakan berdasar indikasi. dan kelanjutan endapan mineral serta batas penyebarannya dapat ditentukan dengan tepat. Ini diperhitungkan dari beberapa titik conto.

Kelvey ini berdasarkan pada : a. dan memiliki wawasan luas tentang klasifikasi cadangan. sebaran. Kenaikan tingkat kelayakan ekonomi. Kriteria keyakinan geologi didasarkan tingkat keyakinan mengenai endapan mineral yang meliputi ukuran. Di Indonesia mengikuti klasifikasi cadangan menurut Mc. kuantitasnya sesuai dengan tahap eksplorasinya. karena dianggap paling detil. b. bentuk. Klasifikasi cadangan yang diusulkan Mc. Selain itu juga Mc. Tingkat kesalahan adalah penyimpangan kesalahan baik kuantitas maupun kualitas cadangan yang masih bisa diterima sesuai dengan tahap ekplorasinya. mempertimbangkan keadaan geologi.mempunyai ciri endapan sama.3 34 . Toleransi penyimpangan kesalahan terhadap perhitungan cadangan adalah 60%. ekonomi. Kelvey. Kenaikan tingkat keyakinan geologi. Kriteria kelayakan ekonomi didasarkan pada faktorfaktor ekonomi layak atau tidaknya berdasarkan kondisi ekonomi pada saat itu. Kelvey membagi cadangan didasarkan pada kenaikan tingkat pelaksanaan ekonomi dan tingkat keyakinan geologi yang dapat dilihat pada gambar 3.

Paramarginal Reserve Sub Economic Economic Kenaikan Tingkat Kelayakan Ekonomi Totalitas Sumber Daya Mineral Tereka Resources Kenaikan Tingkat Keyakinan Geologi (Sumber : Mc.1. 1998) Gambar 3. Kelvey dalam Abdul Rauf Perhitungan cadangan endapan mineral. Kegiatan lapangan untuk memperoleh data guna perhitungan cadangan adalah sebagai berikut : 35 . control kehilangan dalam penambangan. unsur produksi tambang. membantu perencanaan. efisiensi operasi.3 Perhitungan Cadangan Setelah kita melakukan ekplorasi pada tahap-tahap kegiatan penambangan kemudian melakukan analisa dan perhitungan cadangan seperti terlihat pada Gambar 3.3 Klasifikasi Cadangan dan Sumber Daya Mineral 3. Dengan perhitungan cadangan akan dapat mengetahui biaya produksi. Adapun tujuan dari perhitungan cadangan yaitu agar dapat menentukan jumlah dan mutu kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan untuk dieksploitasi sesuai dengan kebutuhan. dan sebagainya.Total Resources Identified Undiscovered Teridikasi Tak Terindikasi Demontrated Hypothermal Speculatives Terunjuk Hypotetik Spekulatif Measured Indicated Terukur Terindikasi ekonomi Cadangan Sub Marginal.

Pemetaan Tidak mutlak dilaksanakan. Untuk Estimasi cadangan tidak lepas dari metode yang akan digunakan. C. adapun metode perhitungan cadangan dapat dikategorikan menjadi : 1. Observasi Lapangan Merupakan gambaran praktis kondisi dan keadaan dilapangan meliputi pengambilan data geografi dan demografi. tanah. Pengembangan teori matematik dan statistik. b. d. karena cendrung menilai kadar tinggi saja. Pengambilan Conto Dapat berupa air. Mudah diterapkan. singkapan sesuai dengan metodenya. Kadar suatu luasan diasumsikan konstan sehingga tidak optimal secara matematika. 2. c. a. dan dipahami. dan lereng awal jika peta telah tersedia maka hanya dilakukan ploting. bentang alam. 36 . Untuk endapan yang terpencar dapat terjadi penafsiran yang salah. untuk pengambilan topografi. b. e. Pengambilan Data Geologi Dapat dilakukan dengan studi literatur dan pengecekkan langsung dilapangan. E. Metode Non Konvensional. Mudah di adaptasi dengan semua edapan mineral. Tertua dan paling umum digunakan. c. endapan. B. uji laboratorium dan analisa.A. Kelemahannya rumit data terbatas tidak optimal. Kelemahannya sering menghasilkan perkiraan salah. dikomunikasikan. D. Pengolahan Data Dilakukan di lapangan (pengecekkan mudah) atau dikirim ke kantor termasuk pekerjaan studio. f. Metode Konvesional a. Secara teoritis akan lebih optimal.

dan memiliki assosiasi dengan mineral-mineral lainnya. cepat dalam pengerjaan dan dapat dipercaya sesuai dengan keperluan dan kegunaan.4 Metode Perhitungan Cadangan Dalam melakukan metode perhitungan cadangan haruslah ideal dan sederhana. sedangkan untuk kategori sederhana dicirikan dengan bentuk geometri yang sederhana dan kadar pada batas endapan maupun pada badan bijih relatif homogen. Metode perhitungan harus dipilih secara hati-hati dan rumusan yang dipilih harus sederhana dan mempermudah perhitungan sehingga dapat menghasilkan tingakat ketepatan yang sama dengan metode yang komplek.3. Jenis Bahan Galian. Untuk kategori kompleks dicirikan dengan kadar pada batas endapan dan pada tubuh bijihnya sangat bervariasi serta bentuk geometrinya yang kompleks. Ketersediaan Data Tidak adanya data lubang bor yang menunjukkan ketebalan endapan bijih nikel sehingga data merupakan indikasi secara geologi saja. C. Pemilihan metode untuk perhitungan cadangan tergantung pada : A. Maka tingkat kebenaran perhitungan cadangan tergantung pada ketepatan dan kesempurnaan pengetahuan atas endapan mineral seperti asumsi-asumsi yang digunakan untuk menginterprestasikan variabel-veriabel pada batas-batas endapan dan pada perumusan matematika. 37 . Secara umum endapan-endapan bahan galian dapat dikategorikan atas sederhana (simple) atau kompleks (complex) tergantung dari distribusi kadar dan bentuk geometrinya. Keadaan Geologi dari Endapan Mineral Topografi daerah penelitian berupa perbukitan bergelombang B. Bijih nikel merupakan jenis bahan galian golongan B yang mempunyai bentuk dan geometri yang sederhana. Kriteria untuk mengkategorikan endapan bahan galian ini didasarkan atas pendekatan geologi.

Untuk menghitung tonase digunakan rumus T = V x BJ Dimana : T = Tonase (ton) V = Volume (m3) BJ = Berat Jenis Material (ton/ m3) Rumus Prismoida V = (S1 + 4M + S2) S1. Rumus luas rata-rata 1. Volume penampang yang sejajar V : Volume Cadangan S1 : Luas Penampang Satu S2 : Luas Penampang Dua L : Jarak Antar Penampang 2.3. Untuk perhitungan volume dapat menggunakan rumus sebagai berikut : A. dalam hal ini adalah nikel.S2 = Luas Penampang Ujung M = Luas Penampang Tengah L = Jarak Antar S1 dan S2 V = Volume Cadangan 38 . Kemudian dihitung luasan masing-masing badan bijih tersebut. dan untuk menghitung volumenya digunakan jarak antar penampang.4. Metode Penampang Tegak (Cross Section) Prinsip dari metode ini yaitu pembuata sayatan pada badan bijih.1.

2.4.4. Sedangkan kadar dari masing-masing 39 . Metoda Penampang Standar 3.3. Metode Daerah Pengaruh Perhitungan cadangan menggunakan metode daerah pengaruh (Area Of Influence) merupakan salah satu metode estimasi cadangan secara konvensional. metode ini mempunyai luas daerah pengaruh yang sama dengan luas daerah pengaruh dari titik-titik conto terdekat. Dalam hal ini pola luasan yang dibentuk segi empat sama sisi dengan luas 625m2. Rumus Kerucut Terpancung k S1 : Luas Penampang Atas S2 : Luas Penampang Bawah L : Jarak Antara S1 dan S2 V : Volume Cadangan (Abdul Rauf 1998) Gambar 3.

titik conto bervariasi. Metode ini umumnya menggunakan nilai titik conto yang berada dipusat blok sebagai pengganti terbaik nilai rata-rata luas tertentu didalam blok tersebut tanpa mempertimbangkan pengaruh. Jika spasi rapat maka ukuran blok akan semakin kecil begitu juga sebaliknya. Dengan demikian untuk mengestimasi volume daerah pengaruh tiap-tiap poligon. Dengan demikian pengaruh dari tiap-tiap titik akan membentuk suatu poligon tertutup. setiap prisma poligon atau blok menggambarkan volume daerah pengaruh suatu titik conto. dimana bagian dari endapan yang akan diestimasi cadangannya diganti oleh beberapa prisma poligon. dilakukan dengan cara mengkalikan luas daerah pengaruh tiap-tiap poligon dengan tebal bijih pada daerah pengaruh tersebut (tebal pada tiap-tiap poligon) Volume dari masing-masing daerah pengaruh dapat diestimasi dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : V=axt Keterangan : V = Volume daerah pengaruh (m3) a = Luas daerah pengaruh (m2) t = Tebal bijih (m) Sedangkan untuk mengestimasi volume total dari masing-masing poligon digunakan persamaan sebagai berikut : Vtotal = V1 + V2 + V3 +… + Vn atau 40 . dan luas daerah pengaruh setiap titik dihitung dengan membagi jarak antara dua titik conto yang berdekatan menjadi dua. Pada metode daerah pengaruh ini semua faktor ditentukan untuk titik tertentu pada endapan mineral. maka ukuran blok dibatasi. diekstensikan (perluasan) sejauh setengah jarak dari titik-titik sekitarnya yang membentuk daera pengaruh. dan ruang titk conto di sekelilingnya. hubungan letak. Ukuran blok dapat ditantukan secara subyektif berdasarkan pengalaman dan perhitungan cadangan sejenis yang pernah dilakukan sebelumnya. Ukuran blok yang ditentukan oleh tiap-tiap titik conto dipengaruhi langsung oleh spasi conto.

… . V3. T3. t2. a3. V3.Cn = Kadar dari masing-masing poligon (%) Keterangan : Berprospek Tidak Berprospek Gambar 3. T2. .…. C3.5 Metode Daerah Pengaru 41 .Vn = Volume dari masing-masing poligon (m3) C1. …. t3.= a1 x t1 + a2 x t2 + a3 x t3 + … + an x tn Keterangan : V1. … Vn = Volume masing-masing poligon (m3) a1. … an = Luas daerah pengaruh dari masing-masing poligon (m2) t1. V2. a2.Tn = Tonase bijih dari masing-masing poligon (WMT) γ = Densitas Batuan (Ton/m3) V1. C2. V2. … tn = Tebal bijih dari masing-masing poligon (m) Untuk estimasi tonase bijih total digunakan persamaan sebagai berikut : T = T1 + T2 + T3 + … + Tn = (V1 x γ x C1) + (V2 x γ x C2) + (V3 x γ x C3) + … (Vn x γ x Cn) Sedangkan rata-rata diestimasi dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : CAV = C1V1 + C2V2 + C3V3 + … + CnVn V1 + V2 + V3 + … Vn Keterangan : T = Tonase bijih total dari cadangan (WMT) T1.

Penentuan batas cadangan didasarkan pada interprestasi geologi atas daerah mineralisasi. Penanganan masalah ketidakteraturan bentuk endapan dan ketidakmerataan distribusi kadar merupakan satu rangkaian dalam penentuan batas-batas cadangan. Batas cadangan didasarkan atas nilai kandungan bijih nikel (kadar) didalam bijih dengan acuan nilai Cut Off Grade sebesar 1. Terdapat dua kriteria dalam penentuan batas cadangan.5. Penentuan Batas Cadangan Ketidakteraturan bentuk endapan bijih dan ketidakmerataan distribusi kadar akan menimbulkan kesulitan dalam penentuan batas-batas endapan bijihnya.3. 2. yaitu : 1. sehingga batas-batas struktur maupun litologi juga merupakan batas cadangan.6 %. 42 .

40 Ha Di mana lokasi tambang tengah terletak di KW 98 PP0216. KW 98PP0216 = 3759.00 Ha + Total Kuasa Wilayah = 8314.00 Ha 2.40 Ha 4. Kualitas LGSO ini merupakan permintaan akan negara Australia dimana selain nikel. mereka juga akan mengolah besi (Fe) sebagai mineral asosiasi.BAB IV HASIL PENELITIAN Berdasarkan analisa-analisa maka penentuan layak tidaknya bijih nikel akan ditambang didasarkan pada hasil ekplorasi yang telah dilaksanakan Pada usaha penambangan yang dikelola oleh PT. b. Antam (Tbk) sendiri yang akan menghasilkan Ferro-nikel sebagai bahan setengah jadi untuk dapat diproses selanjutnya 2. yaitu antara 1. Eropa. Di PT. Low Grade Saprolit Ore (LGSO) Kualitas nikel untuk LGSO ini memiliki kualitas yang kadar Ni rendah. 43 .0% dengan kadar besi (Fe) > 5% dan Bassisity > 50%. Antam (Tbk) UBPN Operasi Pomala membutuhkan kualitas pasar yang terbagi atas 2 kualitas yaitu: 1. High Grade Pabrik Kualitas ini untuk memenuhi kebutuhan akan pabrik FeNi 1 dan 2 yang dikelola PT.60% sampai 2. Thailland. High Grade a. High Grade Saprolit Ore (HGSO) Dimana nikel yang mempunyai kualitas ekspor dengan kadar berkisar 2. KW 98PP0213 = 1584. KW 98PP0215 = 599. Antam (Tbk) UPBN operasi Pomalaa ini memiliki 4 Kuasa Wilayah (KW) penambangan yang terdiri dari : 1. KW 98PP0214 = 2372.00 Ha 3.0% Up atas permintaan dari Negara Jepang. dan Korea Selatan.

. n Tonage Faktor Cadangan Raw Material Kadar Cadangan Mineral/ Metal L1 F Q1=V1. Perhitungan cadngan. . 2.cn Volume . Perhitungan volume. . Prosedur Perhitungan Metoda Penampang Standar (Sumber : Abdul Rauf 1998) Blok Seksi Luas Jarak Antar Seksi 1 A-A' B-B' S1 S2 2 B-B' C-C' . satuan berat raw material / berat metal.F c1 P1=Q1.F cn Pn=Qn. Penentuan luas semua seksi. 44 . Perhitungan Cadangan Dengan Metode Penampang Tegak Perhitungan cadangan dengan metode penampang tegak menggunakan metode standar. .1. d. . . dengan membagi beberapa segmen yang berjumlah genap pada masing-masing sayatan.c1 S2 S3 L2 F Q2=V2. Y-Y' Z-Z' Sn Sn Ln F Qn=Vn.c2 . Perhitungan cadangan dengan metoda penampang tegak ini dilakukan dengan beberapa tahap : 1. . b. Mengitung luasan masing-masing sayatan dengan menggunakan rumus 1/3 simpson. . dengan menghubungkan titik-titik pengamatan terluar.4. .F c2 P2=Q2. Pada metode standar ini dengan prosedur : a. . yakni mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of gradual changes). Tabel 4. Membuat sayatan pada badan bijh. .1. Penentuan faktor rata-rata. c. . . . .

727 m3 dan cadangan raw material sebesar 659.496.12 100 19224 1.09 1.8515 45 .7328 100 21498.955.606 954.92 41336.34 1.088 50 21529.11 1.8515 WMT sebagaimana terlampir (lampiran D).92 93946.92 14864.92 36693.872 JARAK ANTAR PENAMPANG (m) VOLUME (m3) DENSITY (ton/m3) TONASE (WMT) 100 32958.872 343727 659955.18 204. Hasil Perhitungan Cadangan Nikel Menggunakan Metode Penampang Tegak BLOK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 TOTAL SEKSI A‐A' B‐B' B‐B' C‐C' C‐C' D‐D' D‐D' E‐E' E‐E' F‐F' F‐F' G‐G' G‐G' H‐H' H‐H' I‐I' I‐I' J‐J' J‐J' K‐K' K‐K' L‐L' L‐L' M‐M' M‐M' N‐N' LUAS PENAMPANG (m2) 672.64 50 18975.24 50 5433.09 948.92 10433.0128 100 48376. 4.92 36910.4 329.4848 100 19111 1.92 32346.92 36433.9 1.9968 100 75759.0256 50 7742 1.56 748 748 131.69 411 411 374 374 377 377 329. Menghitung cadangan dengan mengalikan jumlah volume total dengan berat jenis material.56 1.2. Tabel 4.496.92 14095.92 63280.74 645. Maka dengan menggunakan rums pada tabel diatas di dapat hasil perhitungan volume sebesar 343.3.4 204.59 1.92 41277.34 645.04 1. Menghitung volume antar sayatan yang stu dengan yang lain berdasarkan blok-blok.6 1.92 92881.18 1.4835 100 48930.606 1.0752 100 7341.92 145457.08 100 16847 1.74 954.69 948.18 853 853 275.56 275.69 1.

Tonase bijih nikel didapatkan dari hasil perkalian antara volume poligon dengan densitas batuan yang mempunyai kadar Ni. ketebalan tanah penutup.. dan analisis kadar Ni dibuat dalam satu tabel teratur dan terangkum. Kemudian untuk mendapatkan volume dari masing-masing poligon. b. dan ketebalan bijih nikel ke dalam lajur tabel yang telah dibuat. Perhitungan Cadangan Dengan Metode Daerah Pengaruh Estimasi cadangan dengan menggunakan daerah pengaruh. Estimasi cadangan dengan menggunakan metode ini dilakukan dengan membuat blok-blok daerah pengaruh berdasarkan aturan metode poligon.4. Adapun langkah-langkah perhitungan adalah sebagai berikut: a. luas. T = V × BJ Keterangan : T : tonase (WMT) V : volume (m3) BJ: densitas batuan (ton/m3) d. jarak pengaruh. ketebalan. 46 . sehingga akan didapat estimasi luas dari masing-masing segi banyak hasil penggambaran secara manual. (Area of Influence) perhitungan-perhitungan berdasarkan kedalaman lubang bor. dilakukan dengan jalan mengkalikan luas dari tiap-tiap poligon dengan tebal bijih dari masing-masing poligon tersebut. Memasukkan data no blok. V=a×t Keterangan : V : volume daerah pengaruh (m3) a : luas daerah pengaruh (m2) t : tebal endapan nikel (m) c. Total tonase bijih nikel diperoleh dengan menjumlahkan seluruh tonase bijih nikel dari tiap-tiap blok/poligon.2.

92 16 1.875 m3.Maka dengan langkah perhitungan diatas didapat hasil perhitungan volume sebesar 386.92 14 1.92 10 1.92 11 1.92 9 1.92 9 1.92 7 1.92 15 1.92 9 1.92 14 1.3.800 WMT (lampiran E) Tabel 4.92 9 1.92 1.92 6 1.92 18 1.92 18 1.92 7 1.92 12 1.92 10 1.92 9 1.92 12 5 1.92 9 1.92 8 1.92 8 1.92 7 1.92 10 1.92 11 1.92 10 1.92 7 1.92 5 1. dan jumlah tonase sebesar 742.92 VOLUME (m3) 6250 7500 7500 3125 6250 9375 4375 4375 6250 4375 6875 5625 5625 6250 3125 11250 5625 5000 8750 11250 4375 5000 3750 8125 5625 5625 10000 8750 6875 6250 8750 5625 3750 TONASE (WMT) 12000 14400 14400 6000 12000 18000 8400 8400 12000 8400 13200 10800 10800 12000 6000 21600 10800 9600 16800 21600 8400 9600 7200 15600 10800 10800 19200 16800 13200 12000 16800 10800 7200 47 .92 13 1. Hasil perhitungan cadangan nikel menggunakan metode daerah pengaruh TB 651A 650A 649A 648B 641A 641B 642A 643A 645A 645B 619A 617A 617B 615A 612A 592A 592B 593A 594A 596A 596B 597A 598B 574A 573A 572A 571A 570A 569A 546B 547A 548A 549A LUAS (m2) 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 KETEBALAN DENSITAS (m) (ton/m3) 10 1.92 6 1.92 14 1.

92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 5000 8125 5625 6250 3750 8750 6875 8750 7500 10000 6250 6250 10000 12500 10625 4375 6250 4375 3750 11250 6875 7500 5625 4375 5000 386875 9600 15600 10800 12000 7200 16800 13200 16800 14400 19200 12000 12000 19200 24000 20400 8400 12000 8400 7200 21600 13200 14400 10800 8400 9600 742800 48 .92 1.92 1.92 1.529A 528B 528A 527A 505A 506A 507A 508A 494C 493A 492A 473F 473E 473A 473B 473D 475A 471F 470D 472B 471A 470A 469A 449 450A TOTAL 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 8 13 9 10 6 14 11 14 12 16 10 10 16 20 17 7 10 7 6 18 11 12 9 7 8 1.

Kemudian dihitung volume dengan mengalikan ketebalan dengan luasan tiap daerah pengaruh.BAB V PEMBAHASAN 5. dibuat luasan membentuk segi empat sama sisi dengan luasan 25 × 25. 5. dan lubang bor sendiri berjumlah 58 titik bor. Perhitungan Cadangan 5. kemudian digunakan rumus rata-rata (mean area formula) untuk menghitung volume. Bentuk luasan daerah pengaruh dibuat dengan menggunakan surfer 8. Hasil perhitungan cadangan dengan metode daerah pengaruh yakni 742.2. Hasil perhitungan cadangan nikel dengan metode penampang tegak diperoleh jumlah cadangan sebesar 659.1.1.2).1.8515 WMT. Sayatn-sayatan tersebut dibagi dalam 13 blok daerah penambangan. Pembuatan sayatan sendiri dilakukan dengan menggunakan program Autocad 2005 dan Quicksurf 2005. 49 .1. Penggunaan rumus rata-rata dianggap paling sederhana serta cocok untuk menghitung volume cadangan yang terletak diantara dua penampang dengan luas penampang 1 (S2) dan luas penampang 2 (S2) serta jarak antar penampang (L).955. Metode Daerah Pengaruh Untuk perhitungan cadangan menggunakan daerah pengaruh. digunakan rumus 1/3 simpson untuk menghitug luasan dari masing-masing sayatan. Metode Penampang Tegak Untuk perhitungan dengan menggunakan metode penampang tegak.800 WMT. Cadangan dihitung tiap-tiap blok (tabel 4. pada perhitungan cadangan ini dibuat 14 sayatan sesuai dengan pola pemboran dengan jarak antar sayatan 100 m dan 50 m.

5.844. nilai ini didapat dengan rumus dibawah ini : = 13%. Kelvey dengan toleransi tingkat kesalahan perhitungan untuk cadangan terukur yaitu 20%.2. Quicksurf dan Surfer dalam menentukan luas daerahnya. Faktor kesalahan lainnya adalah tingkat ketelitian dari program Autocad. Kesalahan Perhitungan Hasil perhitunga yang didapat dari kedua metode ini memiliki selisih perbedaan besar cadangan. Terdapatnya perbedaan jumlah dari perhitungan cadangan dengan dua metode tersebut dari kedua bentuk metode menunjukan perbedaan perhitungan. 50 . Jumlah cadangan nikel yang didapat mempunyai jumlah selisih sebesar 82.15 WMT. ini didasarkan pada klasifikasi cadangan menurut Mc. Dari perhitungan kedua metode tersebut didapatkan persen kesalahan sebesar 13 %. Persen kesalahan tersebut menunjukan bahwa kesalahan perhitungan cadangan yang dilakukan relatif rendah.

800 WMT. Dalam kegiatan lebih lanjut (penambangan) sebaiknya menggunakan perkiraan jumlah cadangan dengan jumlah nilai cadangan yang kecil.955. dan untuk metode daerah pengaruh sebesar 742. b. Besarnya cadangan nikel dihitung dengan merode penampang tegak sebesar 659. c.1. b. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan-perhitungan yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut a. murah dan dapat diterapkan secara umum. Kedua metode tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. 51 .BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6. sedangkan kekurangan dari kedua metode tersebut adalah dalam menghitung luasan menggunakan Autocad. Persen kesalahan perhitungan cadangan adalah sebesar 13%. quicksurf dan surfer diperlukan ketelitian dalam penggambaran.2. Saran Saran yang dapat penulis berikan berdasarkan hasil perhitungan cadangan nikel menggunakan metode penampang tegak dan metode daerah pengaruh yaitu : a. 6. Perbedaan hasil perhitungan diharapkan dapat saling melengkapi. Kelebihannya yaitu : sederhana.8515 WMT.

V. ANTAM UBPN Pomalaa. -----. Teknologi Pertambangan Indonesia.” Perhitungan Cadangan Endapan Mineral”. 1996 8. Metode Perhitungan Cadangan. ANTAM Tbk UBPN POMALAA. 1968 6. Bahan Kuliah. Banjarbaru. The Canadian Institute Of Mining and Metalurgy. Bandung. R. Kajian Nikel. Bandung. Abdul Rauf. Hasanudin dkk.” Ore Reserve Estimation and Grade Control”. Blais. Pertambangan. “Arsip PT. Dep Teknik Pertambangan. Nurhakim. Agus Haris. UNLAM. 1998 2. Abraham Beda.A. Partanto Prodjosumarto. PPTM.DAFTAR PUSTAKA 1.” Teknik Eksplorasi”.” Pengantar Teknologi Mineral”.E. -----. Gill.” Rancangan Teknis Sistem Penyaliran di Bukit TBL Tambang Tengah PT. J. 2005 4. 2008 3. Jurusan Teknik Pertambangan. Modul Kuliah. Program Studi Teknik Pertambangan. ITB. Tugas Akhir.A. Haw. Bandung. 1994 Prodi Teknik 52 . Modul Responsi. ITB. STTNAS Yogyakarta. 1992 5. Diktat Kuliah.” Dep Energi dan Sumber Daya Mineral. 1985 9. UPN ‘Veteran’ Yogyakarta. 2006 7.

5 2.21 1 2003 C.95 5 1.98 11.3 7 10 20 0.71 1 0 0 16.8 5 78.45 7 7 13 116.5 4 1.3 167 .1 Tabel data cura hujan dan hari hujan Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 2002 C.5 8 27.97 1 0 0 0 0 T A HU N 2005 C. H Hari (mm) 6.65 7 18.96 2 2004 C.2 18 40. H Hari (mm) 9.3 9 97.91 12 15.6 1 0 0 2006 C.5 30.74 15 11.79 10 7.35 40.8 16 264.2 9 24.7 7 24.5 10.9 14 14.24 7 0.67 8 2.6 13 6 10 15.05 24 63 9 35.65 23 144. Hujan (mm) 23. H Hari (mm) 33.3 13 323.2 79 172.68 2.76 25.81 42.17 2 8 13 44.41 13 5.37 25.72 77 173.46 8 23.32 4.6 Hari 10 172.7 10 15.6 14 7.2 14 37.93 12.64 10.25 5.25 13.3 3 13.H (mm) 2007 Hari 22.55 19 221.5 56.73 90. H Hari (mm) 40.74 1 4 9 16.5 8.41 19 27.68 7 9.6 32.25 16 251.99 115 177.75 1975.LMPIRAN A DATA CURAH HUJAN DAN HARI HUJAN Tabel A.8 5 0 0 0.6 4 34.5 5.54 11 7.5 7 19.36 7.32 27.62 12 40.5 24.75 C.05 18 404.5 1.5 9.8 2.04 78 245.4 9.55 4 0 0 10.

78 0.31 12 0.89 41.5 2112.12 0.15 220.82 1.5 2087.32 45.82 0.10 9.05 220.46 37.15 228.67 0.05 15.05 0.58 39.06 0.98 0.1 Data analisa titik bor dan kadar KOORDINAT TITIK BOR 651A 650A EASCO NORCO ELEVASI 2087.5 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 228.15 228.5 2087.05 220.78 15.22 35.08 1.92 26.06 0.LAMPIRAN B DATA ANALISA TITIK BOR DAN KADAR Tabel B.05 0.07 0.5 2087.58 16.36 12.03 0.27 9.08 0.48 19.72 0.90 48.60 0.75 RATA‐RATA KETEBALAN (m) .78 1.99 15.41 47.58 21.88 0.16 40.35 10.05 220.92 0.03 0.52 23.5 2087.04 43.23 9.03 0.80 1.82 10 KADAR RATA‐ RATA Ni (%) 1.79 20.06 8.71 42.84 0.76 13.05 NILAI KADAR (%) TEBAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 Ni CO Fe SiO2 CaO MgO 2.56 1.73 0.08 0.63 18.88 0.05 220.89 0.27 1.29 26.5 2112.78 20.04 0.15 228.79 0.65 46.31 9.98 0.89 10.47 0.5 2087.5 2087.86 0.47 1.02 0.15 228.82 0.00 10.5 2112.5 2112.5 2112.39 11.08 13.00 2.05 220.03 0.87 1.71 0.58 44.03 0.04 0.71 21.74 2.5 2087.25 43.51 18.15 228.5 2112.12 46.61 8.5 2112.37 52.47 35.15 228.02 0.10 9.82 1.45 1.37 1.20 26.15 228.13 1.5 2087.95 7.29 18.15 45.5 2087.86 40.89 0.05 220.15 228.15 228.65 18.51 24.

87 22.5 2187.5 2112.45 1.5 2137.16 0.15 39.5 2137.70 15.98 42.77 1.39 51.5 2137.649A 648B 641A 2112.51 15.39 43.5 2112.5 2137.5 2187.57 0.79 0.86 0.04 0.39 210.11 10.56 1.5 2137.5 2187.05 210.30 0.06 0.91 21.39 210.5 2112.5 2187.5 2187.39 210.69 1.04 0.50 10.18 209.78 1.86 0.51 37.03 0.5 2087.79 1.13 1.07 0.03 0.69 1.00 15.5 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1600 ‐1600 ‐1600 220.11 1.06 0.5 2087.05 220.5 2112.94 38.5 2137.62 41.71 32.85 24.09 68.34 38.80 9.5 2137.07 1.08 0.18 209.10 0.10 0.95 0.76 21.84 0.06 0.12 11.85 8.12 5.34 .89 15.68 8.34 15.03 0.96 16.03 0.83 0.39 210.5 2137.99 5 1.24 1.78 49.77 1.60 17.39 210.90 1.12 1.74 43.82 40.04 0.20 18.16 31.82 0.92 19.95 14.39 210.00 1.12 10 1.39 210.65 12.06 0.39 210.08 1.64 42.94 0.08 0.61 24.75 0.02 0.62 8.39 210.00 12 0.14 52.39 209.18 209.5 2087.17 29.70 9.86 5.06 11.64 9.15 230.5 2137.41 1.5 2137.55 0.43 1.86 24.64 9.87 1.55 16.64 17.83 37.74 1.03 0.02 0.48 22.33 0.23 1.5 2137.05 220.07 0.77 0.18 19.99 1.46 42.99 49.27 4.60 29.36 0.98 29.63 9.05 0.11 1.41 6.52 13.40 0.53 52.10 31.64 11.15 230.5 2137.34 7.39 210.40 1.25 1.69 0.03 0.04 0.80 0.73 24.04 16.08 1.80 7.05 220.67 51.29 39.71 28.19 9.18 230.82 0.15 1.15 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 1 2 3 0.13 15.48 1.06 14.91 25.07 0.82 0.18 209.44 28.39 210.05 220.04 0.

48 220.51 20.65 16.97 22.48 220.21 1.27 25.89 0.66 23.91 8.01 13.40 6.67 47.5 2087.88 53.55 23.13 49.69 19.87 0.24 15.03 0.23 16.37 6.5 2112.43 51.55 16.04 12.31 12.5 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 230.05 0.36 10.48 220.06 0.45 22.29 2.52 8.05 0.641B 642 A 2087.48 220.89 1.26 0.27 33.35 24.03 0.84 2.58 1.75 0.02 0.08 1.86 0.32 2.02 0.44 0.5 2112.00 15 1.5 2112.26 45.05 0.86 9.74 0.34 38.82 23.5 2112.20 25.73 10.22 21.60 0.34 18.78 50.99 19.42 1.96 0.54 49.64 17.73 1.02 0.5 2112.39 0.00 1.59 22.06 0.48 220.03 0.31 9.14 6.27 47.62 2.79 0.5 2112.26 38.43 0.76 1.17 0.15 220.06 0.5 2112.06 0.16 1.98 34.95 14.02 0.84 0.15 230.81 39.68 211.61 0.02 0.5 2112.43 48.03 0.65 44.78 1.03 0.5 2112.30 39.48 220.71 19.48 220.61 9.69 1.47 1.88 0.5 2087.48 211.03 0.02 0.15 230.76 1.50 8.5 2137.91 62.50 7 0.48 220.66 2.5 2087.03 0.5 2112.17 56.29 7.10 56.72 0.5 2112.86 0.19 1.46 9.74 0.22 1.48 220.86 0.68 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 2 3 1.17 1.55 8.5 2137.82 .02 0.5 2087.84 0.68 25.15 230.15 230.04 0.27 10.97 0.5 2137.5 2112.60 76.48 220.11 44.51 54.15 230.07 0.90 0.87 9.5 2112.48 220.97 0.06 0.83 1.16 1.48 220.5 2112.78 0.70 15.10 55.48 220.73 0.49 44.00 62.52 9.5 2087.5 2112.06 10.04 0.5 2087.96 26.39 17.15 230.39 43.32 9.09 8.29 52.48 220.68 211.

83 21.68 211.33 222.14 1.86 23.21 218.37 219.33 219.27 47.21 5.82 11.07 0.19 1.03 0.18 1.03 0.61 9.44 40.02 0.21 1.13 29.56 1.03 0.03 0.75 15.90 31.33 222.75 11.08 12.03 0.11 25.76 2.33 222.24 1.98 1.63 3.03 0.29 16.28 7.22 0.19 0.16 11.03 0.37 219.85 29.08 18.93 29.16 1.67 40.68 211.55 23.73 1.10 0.5 2162.35 10.75 0.40 9.42 0.03 0.07 0.33 5.98 1.5 2187.38 1.64 25.21 0.80 2.23 1.68 211.22 43.29 43.64 19.09 11.5 2187.78 1.03 0.5 2137.34 1.57 27.05 0.03 .26 17.03 0.643A 645A 645B 2137.14 41.54 49.21 218.97 1.75 25.47 1.5 2112.5 2162.07 0.5 2137.33 222.31 1.68 222.13 9.60 20.5 2112.90 1.43 48.5 2162.00 1.78 0.37 219.21 218.86 18.06 0.36 2.5 2112.41 1.03 0.10 44.16 10 1.98 36.99 1.03 53.04 0.68 7.52 11.37 219.5 2162.36 0.03 0.5 2162.04 11.82 8.5 2137.24 14.37 219.37 219.45 7 1.57 1.16 0.18 30.28 0.65 80.5 2162.33 222.5 2187.5 2112.5 2187.51 28.66 41.75 12.5 2187.03 0.30 1.02 18.53 50.30 45.49 1.37 218.24 43.28 27.37 219.44 0.68 33.94 35.02 0.65 0.97 30.02 0.46 15.01 1.17 23.01 0.00 7 2.5 2187.87 1.5 2187.01 0.55 30.59 22.5 2187.33 222.5 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 211.58 1.31 9.54 30.29 1.37 219.52 43.46 2.49 41.71 47.98 1.5 2187.5 2187.86 51.06 0.02 0.12 1.91 8.48 21.5 2162.21 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 0.50 0.07 43.22 21.92 1.37 219.41 17.

75 50.21 218.5 2137.26 216.72 1.70 59.26 216.61 57.44 6.27 40.62 18.75 4.21 12.15 0.5 2137.5 2087.03 0.03 0.38 49.42 40.64 15.619A 617A 617B 2112.04 0.03 0.33 1.03 0.98 2.5 2087.33 0.35 225.26 216.03 0.04 42.13 18.03 0.17 11.35 225.87 1.5 2162.5 2137.35 225.77 1.14 52.90 23.72 59.06 0.5 2087.35 225.66 0.26 216.08 20.32 .19 0.16 1.5 2137.85 0.18 1.35 225.5 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 218.02 1.60 0.03 0.13 0.20 1.5 2087.16 14.16 1.69 17.21 225.5 2137.05 18.21 0.49 0.86 9.07 1.94 1.99 1.02 16.88 18.03 0.78 10.24 4.5 2087.09 0.04 7.21 31.34 1.04 0.44 8.22 10.5 2137.05 0.05 10.5 2112.35 225.58 22.5 2087.07 0.75 0.90 2.11 1.49 53.35 225.58 9.94 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 2.52 0.5 2112.59 21.11 1.13 57.5 2087.54 21.62 52.34 16.88 54.35 225.19 8.60 8.04 0.5 2087.88 15.07 0.26 17.73 57.03 0.01 0.94 219.79 0.28 6.48 46.5 2137.28 0.09 0.02 1.92 0.26 216.09 28.35 225.06 0.16 12.21 218.73 0.45 11.86 5.5 2162.5 2087.06 0.77 0.52 0.83 0.5 2087.20 41.73 9 0.35 216.89 32.94 1.26 216.58 54.86 62.03 0.24 43.74 22.38 2.35 225.90 55.98 36.30 9.58 22.11 15.26 216.90 6.56 17.20 26.14 30.5 2137.68 31.86 25.99 6.67 18.65 1.03 1.52 1.44 1.5 2087.19 0.63 1.74 2.26 216.01 49.06 0.03 0.59 7.05 0.59 1.31 1.87 9 1.26 219.31 37.72 16.5 2137.49 9.58 0.94 0.

5 2162.71 1.03 0.59 24.94 219.76 1.52 48.26 22.51 18.00 53.19 24.5 2087.5 2187.5 2162.04 200.04 200.85 53.61 8.74 1.30 12.5 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1550 ‐1550 ‐1550 219.5 2162.41 1.54 28.5 2187.59 1.53 10 1.94 24.79 19.5 2187.5 2187.56 44.31 224.5 2087.51 1.32 27.82 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 1 2 3 1.40 37.07 0.90 45.51 19.02 0.5 2162.51 24.615A 612A 592A 2162.93 0.46 1.37 5 1.20 21.40 51.5 2162.33 21.04 217.16 1.82 217.03 0.03 0.74 22.31 224.01 44.31 224.19 10.76 22.90 12.94 219.46 9.8 34.31 224.2 0.72 45.07 0.68 1.36 20.63 55.37 25.23 0.31 224.5 2162.74 23.34 1.88 5.43 1.04 0.59 23.60 28.81 1.50 25.65 1.18 1.5 2187.36 1.94 219.31 8.31 224.96 1.22 9.5 2187.56 45.14 4.31 224.70 46.79 13.03 0.68 19.06 0.93 12.30 1.94 219.97 0.03 0.5 2162.94 219.5 2087.31 47.5 2187.31 224.20 28.01 2.94 219.5 2.70 10.2 32.90 25.82 8.11 0.25 0.5 2162.02 0.31 224.63 1.59 1.98 53.27 1.27 1.31 44.11 1.02 0.5 2162.02 0.52 5.37 51.31 200.32 0.15 1.08 1.68 10.03 0.63 1.5 2162.46 18 1.5 2187.04 200.03 0.02 23.5 2162.89 10.74 1.78 13.47 1.03 0.29 10.02 0.94 224.06 0.30 8.31 1.3 44.34 1.3 13.68 51.04 200.69 1.23 0.03 0.5 2187.02 0.53 1.93 30.02 0.87 1.15 1.78 1.14 1.39 25.75 1.88 47.55 10.57 10.5 2187.96 0.66 1.82 217.40 1.65 .02 0.55 1.06 21.81 26.54 46.03 0.96 8.82 19.53 25.06 0.

25 0.24 27.10 14.5 2087.14 52.38 1.71 11.5 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 217.49 53.94 1.04 0.39 26.82 217.31 37.76 13.77 1.04 23.55 1.99 215.03 0.13 0.65 15.99 215.99 1.14 20.19 9 0.82 217.34 19.99 217.02 0.06 2.37 1.66 15.02 0.91 0.83 16.50 1.99 215.92 0.90 9.592B 593 A 2087.03 0.86 8.61 42.86 25.82 217.96 32.86 17.57 30.31 1.74 6.12 0.39 17.09 0.06 0.98 9.03 2.20 1.90 23.06 0.82 217.82 217.82 217.02 0.5 2112.83 0.22 10.99 215.30 1.13 2.88 18.5 2087.59 33.02 0.5 2087.5 2087.5 2087.59 28.02 0.61 1.63 0.21 2.13 5.5 2112.66 0.82 2.82 217.02 0.28 28.44 29.51 8.06 0.54 20.5 2112.99 215.02 0.82 26.94 19.89 19.11 15.99 215.58 54.82 215.82 217.45 1.5 2087.5 2087.04 0.5 2137.99 215.82 217.85 2.5 2087.05 10.5 2087.05 0.59 7.82 217.23 7.90 55.5 2087.89 31.13 25.79 1.06 1.37 1.02 0.40 8.92 24.67 10.82 217.99 215.95 8 0.26 2.90 21.39 14.43 6.73 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1.5 2112.41 0.09 1.12 1.09 1.02 0.5 2112.48 2.13 57.07 0.5 2087.95 1.85 17.5 2087.85 1.86 9.48 30.37 7.18 26.86 5.5 2112.07 0.21 8.03 0.10 2.84 6.91 2.47 50.67 18.77 1.60 8.02 0.09 16.44 6.88 1.23 2.52 0.69 17.5 2087.48 46.70 16.34 16.01 0.66 1.75 4.02 0.5 2112.5 2112.86 62.13 15.5 2087.28 6.73 0.17 11.77 0.88 0.95 .72 15.82 217.82 217.38 2.03 0.79 0.82 217.5 2112.

63 1.85 9.06 0.5 2162.04 0.82 48.05 0.62 51.5 2162.03 0.48 0.63 0.63 14 1.5 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 217.5 2187.60 2.95 35.5 2187.5 2187.88 1.53 13.20 1.23 69.34 14.03 0.03 0.08 19.04 0.5 2187.31 19.75 0.07 1.91 1.01 42.54.5 2162.5 2162.48 11.36 0.26 0.52 10.31 1.66 57.73 217.49 1.46 225.05 0.29 8.02 16.46 225.36 10.5 2137.12 14.60 1.73 217.65 38.73 217.80 11.62 0.46 225.5 2162.31 27.46 225.40 10.08 .49 29.5 2137.03 0.77 1.20 10.5 2162.46 225.73 225.55 2.46 225.73 0.20 226.87 10.5 2137.97 0.98 1.43 2.81 15.84 0.25 0.04 0.37 15.03 0.63 21.83 1.20 226.59 49.97 23.71 58.03 0.92 0.84 1.74 0.73 217.46 226.46 225.09 0.5 2162.52 2.5 2162.5 2162.19 8.77 9.67 18 2.03 0.13 13.76 18.83 49.00 14.98 0.80 8.75 13.37 46.04 49.44 11.5 2137.31 21.28 0.03 54.27 0.81 11.5 2162.38 1.51 0.25 20.5 2137.91 22.90 37.43 21.16 50.10 15.94 1.05 0.33 54.84 19.23 71.10 0.22 1.50 52.10 19.98 1.23 1.5 2162.46 225.03 0.77 11.5 2162.19 26.86 2.03 0.15 48.52 1.20 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 2 3 4 1.51 33.93 10.86 56.02 0.5 2162.97 17.75 0.51 0.05 30.09 0.5 2137.38 19.03 0.75 .10 16.01 1.46 225.5 2162.89 10.46 225.46 225.73 217.20 226.59 1.46 225.50 2.51 7.57 0.19 15.77 11.90 17.05 0.86 7.55 49.95 1.88 31.47 0.19 17.04 0.61 0.46 225.64 2.73 217.03 0.05 0.594A 596A 2137.

5 2187.34 21.53 12.46 211.37 1.28 45.20 226.52 10.93 0.49 51.86 0.81 0.20 226.06 0.05 22.04 0.44 12.04 0.24 8.04 0.03 0.64 2.79 11.41 43.06 0.20 226.5 2187.26 221.05 8.87 14.5 2237.20 221.98 7.30 2.41 21.5 2187.41 8.03 0.07 0.74 0.98 1.86 17.26 2.5 2187.63 2.03 0.24 0.56 1.48 1.20 226.5 2212.5 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 226.94 0.46 211.5 2212.10 0.80 23.15 21.84 1.01 32.22 50.04 13.05 1.5 2187.75 16.596B 597A 2187.20 226.20 226.26 221.71 12.20 226.23 0.26 221.04 0.73 0.81 0.03 0.5 2187.20 226.15 31.26 221.20 226.11 24.26 10.89 0.76 52.04 0.88 0.73 8.04 0.00 0.05 8.06 0.10 43.90 0.20 226.46 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 2.40 22.18 30.59 20.83 2.5 2212.17 49.14 2.39 1.10 14.79 21.26 221.03 0.94 0.53 1.81 0.05 55.84 52.37 1.38 8 2.29 20.72 47.06 0.15 47.62 1.5 2187.26 7 1.39 12.37 22.58 21.38 1.17 14.92 43.20 42.03 0.26 221.18 1.5 2187.03 13.01 1.10 13.90 1.40 27.04 0.37 55.82 20.22 11.30 1.5 2212.86 34.5 2187.76 24.20 226.59 47.5 2187.99 22.33 42.13 43.26 211.37 1.17 10.5 2237.5 2237.20 226.72 0.92 9.26 1.5 2187.34 15.69 19.97 0.86 0.15 1.34 8.10 1.50 1.83 1.04 0.14 1.80 2.5 2212.28 34.22 11.59 22.5 2212.24 .58 8.74 26.04 0.20 226.10 0.79 0.79 12.80 0.37 12.94 1.15 4.5 2237.14 36.5 2187.30 21.87 48.5 2212.46 211.5 2187.72 21.10 0.

51 210.03 0.50 1.93 24.79 1.77 1.66 57.51 210.72 1.04 9.84 0.92 8.02 0.52 20.13 0.46 211.30 8.02 0.02 0.28 0.75 7.32 1.22 1.36 47.80 8.40 17.86 1.55 1.02 0.67 1.08 1.04 0.09 52.00 1.98 6.65 1.75 13.03 56.30 1.83 204.72 16.88 0.17 53.5 2087.63 9.38 16.68 48.90 55.38 19.04 49.04 0.00 13.02 0.01 44.42 13 1.5 2087.5 2112.51 210.20 0.92 1.10 55.03 0.52 2.32 1.17 4.85 9.5 2087.65 1.48 0.66 18.75 50.5 2087.51 210.19 16.51 210.58 5 1.98 21.29 20.51 210.62 0.58 9.41 15.03 0.18 8 1.31 20.89 17.72 5 6 7 8 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 3 2.18 0.5 2087.04 0.83 210.02 1.27 .53 1.88 1.09 21.09 52.5 2237.5 2087.04 0.87 0.02 0.5 2112.93 10.89 9.17 53.03 0.5 2262.34 14.04 0.51 210.97 13.83 204.05 0.10 1.61 52.5 2087.55 1.46 204.29 8.51 210.14 7.78 1.23 71.35 1.72 206.5 2262.5 2087.02 0.5 2262.03 0.18 1.5 2262.89 62.51 210.72 16.61 20.5 2237.97 2.5 2262.46 211.5 2237.5 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 211.10 22.598B 574A 573A 2237.04 1.5 2087.72 206.50 2.84 9.28 0.98 56.51 210.97 7.89 17.5 2087.75 .51 210.11 64.04 0.83 204.92 44.02 0.84 9.55 21.36 1.54.77 9.5 2087.92 44.83 204.71 0.00 0.47 0.04 0.46 211.89 10.26 8.18 0.5 2112.02 0.02 7.02 0.51 206.19 17.22 1.79 1.85 9.29 46.85 9.77 1.33 48.40 59.57 1.53 1.00 13.53 23.51 210.05 0.05 24.52 1.88 0.5 2087.5 2087.03 54.

92 8.16 1.50 19.06 9.03 0.44 2.65 46.5 2162.55 1.79 56.5 2137.90 223.50 12.77 64.65 53.90 223.03 0.52 2.44 51.5 2137.30 39.57 0.40 1.93 1.03 0.61 8.5 2137.5 2137.61 52.23 19.86 1.69 215.49 5.42 16 2.62 0.98 21.35 2.83 46.68 32.5 2137.03 0.60 1.86 0.03 0.55 7.72 206.62 0.23 1.06 0.69 215.42 1.04 0.90 223.5 2112.51 7.30 18.5 2162.72 206.69 215.70 1.5 2112.69 223.82 1.07 0.60 15.5 2112.90 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1.26 .95 19.90 223.05 0.82 2.5 2137.98 8.93 1.08 12.18 42.14 11.90 223.64 1.52 1.5 2137.79 3.43 19.57 9.05 49.5 2162.30 46.68 11.5 2162.46 8.17 1.05 0.55 2.5 2162.10 15.03 0.02 0.84 49.69 215.51 11.52 12.47 9.89 27.93 0.46 9.72 206.57 0.03 0.18 2.5 2162.98 0.62 1.69 215.23 19.5 2162.90 223.90 223.68 10.90 223.13 0.09 12.52 1.02 0.97 1.5 2162.5 2137.02 0.69 215.61 5.5 2137.72 215.22 25.38 12.32 1.72 9.26 1.75 17.38 1.32 1.08 62.66 0.02 55.13 6.02 19.57 1.14 20.03 0.96 0.13 33.5 2162.10 21.10 19.45 7.30 36.63 1.90 223.57 12.86 0.69 215.09 1.77 12.32 15.02 1.16 55.90 7.07 1.70 9.5 2162.83 49.02 0.74 1.07 9 1.03 0.19 1.02 1.72 206.45 20.35 1.69 215.02 0.5 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 206.03 1.06 0.03 0.90 223.03 0.66 1.572A 571A 2112.19 1.5 2112.02 0.21 1.61 1.15 1.93 51.92 20.98 8.07 52.11 6.5 2162.95 45.50 44.

03 0.570A 569A 2162.51 224.03 11.13 1.51 224.51 224.50 1.78 11.51 220.78 46.98 6.03 0.45 2.05 0.51 1.78 0.33 49.28 15.38 46.88 10.90 223.87 11.02 0.5 2187.63 2.61 10.5 2162.03 0.51 52.31 220.44 2.17 7.03 0.47 22.03 0.94 1.5 2187.27 46.05 0.03 0.37 1.47 1.57 .66 8.5 2162.53 2.52 43.00 12.10 52.41 1.40 1.35 54.04 0.5 2187.90 223.87 1.76 54.5 2187.51 224.20 1.45 6.44 1.31 10.5 2162.39 2.31 220.24 18.5 2212.56 8.5 2212.69 11.17 11.00 3.5 2187.04 0.51 224.40 1.03 0.5 2187.13 45.09 8.93 34.05 0.77 1.51 224.20 1.51 224.49 1.5 2212.07 48.68 14.5 2187.85 41.54 11 1.5 2187.31 220.5 2187.15 49.51 224.90 224.72 17.31 44.48 1.12 1.82 2.04 14.09 1.97 1.51 224.5 2212.58 14 1.05 1.51 224.83 0.51 224.06 0.71 15.07 2.90 223.46 19.5 2187.45 1.92 1.68 8.04 40.03 0.71 7.61 2.09 3.26 0.5 2187.30 47.54 14.47 9.02 16.31 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 3.06 0.79 49.31 1.36 10.19 1.13 3.32 1.02 0.51 10.04 0.02 0.04 0.98 4.5 2187.21 2.34 1.5 2162.51 224.03 0.41 52.36 1.61 45.90 19.02 19.86 20.21 10.03 0.87 9.31 220.16 1.51 224.84 1.58 9.5 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 223.76 1.02 0.04 0.20 17.31 220.92 12.43 9.81 51.5 2212.89 1.60 8.5 2212.02 0.08 12.18 10.67 48.20 43.02 16.5 2187.13 4.01 1.57 49.18 9.90 223.65 10.54 16.12 1.09 45.5 2187.00 11.35 12.51 1.

75 213.30 19.22 1.59 22.54 199.51 1.5 2137.47 1.5 2112.03 0.27 47.02 0.22 21.54 199.18 1.75 213.35 2.5 2112.5 2112.89 1.5 2137.5 2137.29 37.5 2112.31 220.06 0.53 1.57 25.89 2.06 0.5 2112.54 199.79 43.54 199.38 10.03 0.16 23.31 220.75 213.80 10 2.56 11.31 220.16 1.03 0.5 2212.91 46.75 213.34 1.5 2137.00 44.39 23.85 1.55 16.03 0.63 12.34 38.60 44.54 199.35 1.02 12.54 199.5 2112.91 1.31 199.76 2.02 2.85 50.55 23.5 2212.78 1.54 1.54 199.41 48.68 25.04 0.68 1.53 8.50 10.26 0.31 220.48 11.02 0.39 18.02 16.64 2.01 48.91 8.95 14.98 17.03 0.37 6.60 12.99 12.14 14 2.05 0.43 48.31 9.78 50.5 2137.54 49.04 0.87 9.04 0.19 2.5 2137.89 1.18 20.06 2.32 21.5 2137.02 0.66 17.66 23.49 19.546B 547A 2212.54 199.41 47.06 0.02 0.75 213.27 33.5 2137.03 0.10 14.67 40.33 9.09 14.47 1.12 9.07 54.61 1.63 15.26 12.58 0.86 2.26 45.61 27.23 16.46 1.70 15.02 1.02 0.48 2.75 213.64 2.77 1.29 1.5 2112.75 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2.22 1.86 9.85 2.21 1.97 0.5 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 220.60 49.49 44.59 1.5 2212.14 1.12 1.04 17.54 36.54 213.22 46.58 1.03 0.54 199.28 49.06 0.61 9.5 2112.75 213.70 0.04 0.54 2.36 8.5 2137.02 0.5 2137.5 2112.16 47.64 1.19 20.64 17.19 1.00 .75 213.21 49.60 1.00 18.67 12.02 0.39 43.5 2112.42 19.36 2.44 1.28 1.75 213.03 0.5 2212.08 1.

23 1.86 0.05 14.02 0.03 0.96 198.48 14.79 10.56 6.21 6 1.38 1.10 0.5 2162.5 2162.03 0.96 198.04 0.83 1.89 23.03 0.07 48.43 8.34 1.83 2.5 2137.57 1.09 0.22 1.98 1.35 80.5 2112.5 2187.80 0.87 22.35 55.07 1.5 2162.94 66.74 218.5 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1475 ‐1475 ‐1475 ‐1475 ‐1475 ‐1475 213.5 2162.05 56.19 15.62 8.26 45.73 24.80 1.51 37.48 .08 1.52 21.94 10.5 2162.25 220.98 9 1.03 0.84 10.27 9.10 31.29 1.13 15.23 4.04 0.07 0.73 1.74 218.02 0.25 220.5 2112.20 23.07 0.41 6.90 10.08 0.07 0.96 198.01 0.18 0.75 213.55 1.5 2162.03 11.22 65.19 1.74 218.5 2162.38 52.56 7.5 2112.5 2137.96 14.75 213.42 1.68 52.03 0.92 0.25 220.74 198.04 0.70 24.74 1.28 0.93 18.12 19.47 57.12 1.96 1.48 24.5 2162.25 220.30 12.74 218.93 18.25 218.17 53.25 220.03 0.03 0.75 213.70 9.85 8.44 0.91 7.79 1.17 29.02 0.82 19.25 220.5 2187.06 0.94 1.25 1.96 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 2.94 1.5 2187.94 1.42 49.94 36.59 1.12 50.5 2112.02 0.20 9.64 1.91 1.29 1.5 2112.5 2137.96 0.75 220.80 0.05 14.21 0.84 0.83 1.30 23.63 9.60 81.03 53.02 10.74 218.72 0.86 24.02 0.5 2112.52 47.63 1.34 53.91 25.37 0.30 8 1.02 0.05 0.5 2162.82 40.25 220.95 9.86 0.34 8.49 6.548A 549A 529A 2137.5 2187.03 1.5 2187.95 10.81 8.30 2.27 11.5 2187.51 14.37 31.24 14.25 220.96 198.71 32.27 16.62 0.80 47.96 198.86 10.78 1.98 1.34 52.81 0.

528B

528A

527A

2112.5
2112.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2187.5

‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475

198.96
198.96
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
217.24

7
8
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1

1,27
1,10
0,94
1,42
2,90
3,06
3,61
2,51
2,94
2,46
2,23
2,46
1,93
1,94
1,24
0,68
0,73
1,29
0,60
2,06
1,79
1,91
1,71
1,77
0,58

0,04
0,04
0,10
0,11
0,09
0,08
0,09
0,04
0,04
0,03
0,02
0,03
0,03
0,03
0,02
0,05
0,07
0,04
0,02
0,03
0,03
0,03
0,03
0,04
0,05

13,89
15,06
23,50
19,34
17,19
17,20
17,58
16,58
10,48
9,27
3,11
12,40
7,93
11,01
5,19
16,85
23,11
16,41
7,36
9,68
9,48
11,21
11,21
14,77
13,34

38,62
41,78
40,39
39,58
36,90
35,55
34,77
33,88
39,49
42,20
10,80
44,60
47,2
45,27
54,22
54,50
47,40
44,03
79,25
50,75
54,07
53,38
53,38
45,27
68,88

0,69
1,69
0,73
0,81
0,96
0,94
0,81
0,89
0,90
0,83
0,70
0,80
0,85
0,87
0,72
0,65
0,60
1,07
0,74
1,71
1,24
1,57
1,57
1,75
1,58

29,20
18,27
4,14
5,68
13,59
15,79
14,13
15,96
21,57
28,36
5,14
23,49
27,29
25,94
31,05
4,20
3,97
8,12
7,08
18,88
17,00
20,08
16,60
14,75
2,60

13

2,28

9

1,46

10

1,64

505A

506A

2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2112.5
2112.5
2112.5
2112.5
2112.5
2112.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5

‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450

217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
197.96
197.96
197.96
197.96
197.96
197.96
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80

2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

0,68
2,41
1,60
1,74
1,55
2,60
2,23
1,71
1,26
1,22
2,37
2,50
2,31
1,42
1,78
2,75
1,28
2,43
2,18
1,41
2,61
2,53
2,09
2,53
2,59

0,05
0,04
0,04
0,05
0,04
0,04
0,03
0,03
0,03
0,13
0,06
0,04
0,03
0,02
0,03
0,10
0,10
0,12
0,11
0,10
0,13
0,15
0,14
0,14
0,11

17,51
13,47
13,67
20,97
18,89
17,92
11,33
12,11
11,18
23,90
14,28
9,53
8,86
5,96
7,63
10,85
14,68
16,74
10,47
19,54
29,96
31,78
29,15
31,31
25,48

57,79
47,25
52,75
44,25
48,25
45,56
49,82
55,93
61,12
32,14
35,73
41,52
45,22
44,07
44,01
44,02
55,96
44,36
46,69
43,55
20,67
22,37
21,13
17,67
26,23

0,62
1,46
1,38
0,82
1,25
1,21
0,98
1,06
1,90
0,92
1,77
1,50
1,11
1,82
1,45
1,47
0,85
1,00
1,69
0,70
0,64
0,67
0,73
0,67
1,15

3,83
15,37
12,11
6,55
7,24
12,04
14,58
13,36
13,46
8,92
19,73
24,26
25,99
29,68
28,77
22,57
6,89
11,17
17,96
6,00
2,42
3,64
65,4
3,64
6,18

6

2,02

14

2,13

507A

508A

2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5

‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450

207,80
207,80
207,80
207,80
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69

11
12
13
14
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

2,56
1,52
2,27
1,09
0,84
0,93
0,31
0,37
0,75
0,56
0,46
0,35
0,36
2,85
0,56
1,07
0,81
1,16
2,54
1,11
1,51
1,14
1,09
1,11
1,65

0,08
0,05
0,06
0,04
0,11
0,03
0,04
0,03
0,09
0,07
0,05
0,04
0,03
0,04
0,02
0,06
0,07
0,05
0,06
0,04
0,03
0,02
0,03
0,03
0,03

16,69
7,18
9,64
22,29
18,34
1,08
16,09
3,91
16,36
14,46
9,02
4,96
7,56
18,34
5,90
34,64
20,09
23,91
8,69
20,67
8,52
7,27
10,56
10,47
10,73

38,36
42,63
42,32
40,00
47,37
83,53
52,71
69,49
47,29
54,38
71,14
79,20
70,57
36,35
87,40
27,62
30,99
36,81
44,70
45,00
50,32
55,66
56,02
36,62
53,33

1,27
1,21
1,23
0,67
0,70
0,67
1,11
0,67
0,67
0,61
0,64
0,63
0,23
0,87
0,61
0,63
0,66
0,70
0,82
0,79
2,82
2,52
1,16
1,24
0,93

13,23
29,20
23,62
8,71
3,40
3,53
6,73
3,55
4,31
3,84
3,21
1,02
3,23
14,80
7,57
2,91
2,46
5,11
28,11
4,14
16,05
15,02
11,53
15,64
17,30

11

0,57

14

1,28

92 1.33 54.49 0.5 2137.30 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1.44 17.59 7.67 1.06 0.58 17.22 44.98 35.03 0.5 2137.50 14 1.03 0.76 30.58 54.18 204.59 21.5 2162.49 21.5 2137.5 2162.05 0.18 204.13 0.87 1.31 53.04 11.5 2162.69 204.13 57.97 1.60 8.69 210.30 209.5 2162.5 2162.86 5.66 0.77 12 1.81 0.05 0.18 204.5 2187.73 0.92 0.89 32.28 1.5 2137.11 9.03 1.5 2162.30 209.09 0.20 1.69 1.05 10.61 57.28 6.04 0.43 1.03 0.73 50.01 0.5 2137.68 1.06 0.76 0.77 39.50 0.93 23.25 1.33 1.13 18.06 0.75 4.77 1.62 18.79 0.66 0.5 2137.15 10.18 204.12 41.68 1.71 9.22 10.494C 493A 2187.5 2187.49 53.68 23.91 2.57 32.18 209.21 0.72 0.38 16.86 62.75 0.15 1.50 26.5 2137.11 8.55 0.30 209.18 0.79 6.86 25.14 52.07 0.18 204.69 210.53 0.58 1.44 6.88 18.95 11.5 2162.5 2137.03 0.81 0.05 0.50 26.07 0.50 24.21 1.18 204.04 0.28 17.18 204.67 18.06 0.5 2137.69 17.04 1.03 0.14 54.5 2137.18 204.45 16.04 0.79 0.90 6.5 2187.57 46.30 209.19 1.5 2162.15 1.13 13.30 209.96 1.5 2137.34 16.47 5.83 0.18 204.18 204.03 0.03 0.09 32.30 209.58 12.70 0.09 0.66 6.5 2162.35 17.03 0.18 204.71 15.33 0.04 0.69 19.77 0.38 .5 ‐1450 ‐1450 ‐1450 ‐1450 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 210.76 0.5 2137.98 0.90 55.69 210.30 209.31 37.12 0.14 13.17 11.80 1.05 18.31 53.90 23.15 3.30 209.28 6.55 6.76 7.11 15.48 46.52 26.07 0.91 1.

35 204.07 0.86 8.5 2162.07 0.30 209.5 2187.89 40.14 1.33 1.24 1.59 45.14 0.29 51.5 ‐1412.77 45.03 0.53 52.21 1.74 0.21 0.76 11 1.5 2187.26 10.03 0.57 15.23 8.5 2187.84 1.27 17.07 0.03 0.05 0.68 204.5 ‐1412.23 13.5 ‐1412.35 204.5 2187.95 2.16 1.22 47.492A 473F 2162.00 43.5 ‐1412.14 51.70 0.68 200.5 ‐1412.02 0.03 0.35 204.03 0.5 209.92 20.07 14.74 .58 0.09 10.01 2.30 209.25 8.5 2187.47 43.61 9.92 14.44 1.82 2.45 13.5 2162.02 0.66 1.03 0.03 1.79 1.68 200.06 47.5 2187.02 0.05 1.15 56.19 65.90 1.35 204.20 16.75 2.78 0.5 2187.77 19.81 14.48 1.35 204.69 8.39 2.5 2187.29 1.5 ‐1412.68 200.63 2.66 1.58 2.35 204.09 14.95 41.68 200.68 200.30 200.23 16.95 1.04 0.78 50.96 22.04 0.35 0.69 17.05 0.10 1.41 11.03 0.12 10.35 9.34 1.01 2.43 2.71 0.5 2187.33 10.35 204.89 23.50 54.45 58.35 204.44 44.13 1.40 12.53 2.41 11.79 21.06 7.68 200.04 0.05 57.5 ‐1412.84 12.39 19.89 1.64 24.06 0.73 1.66 1.68 200.01 17.95 1.5 2162.5 ‐1412.81 2.47 39.86 8.5 2162.09 8.59 20.32 21.70 48.01 20.05 1.30 209.15 8.39 1.38 50.02 0.35 204.06 0.5 ‐1412.5 2150 2150 2150 2150 2150 2150 2150 2150 2150 2150 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1412.66 12.63 44.71 11.96 1.03 14.68 200.68 200.10 20.29 13.66 1.30 209.5 2187.66 21.02 0.04 0.70 10 1.04 1.14 1.49 9.65 51.80 11.47 21.94 33.91 21.39 57.03 0.55 1.50 1.35 10 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2.

97 195.74 195.03 0.07 1.74 204.60 1.74 204.35 45.89 2.74 204.26 2.02 0.5 ‐1400 ‐1400 ‐1400 204.66 .97 195.40 45.74 204.92 1.49 21.78 1.36 10.03 0.52 1.5 2162.5 ‐1412.04 14.84 0.65 25.68 1.57 2.36 2.20 20.5 2162.03 0.12 9.97 195.74 204.32 12.11 1.16 2.5 2212.5 2162.51 1.47 1.74 204.97 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 1.5 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 195.97 195.10 2.96 1.20 0.44 29.65 13.42 2.5 ‐1412.5 2162.77 50.5 ‐1412.5 2162.01 0.71 1.97 195.35 2212.37 1.77 14.79 44.35 0.02 0.03 0.76 1.26 46.5 2162.23 24.66 18.5 2212.5 ‐1412.94 48.19 11.02 12.94 19.97 204.74 204.03 0.03 0.5 2162.5 ‐1412.93 51.25 1.39 16 2.42 27.37 1.02 0.40 2.51 37.74 204.03 0.32 25.26 38.03 0.93 30.76 13.52 1.74 204.06 22.5 ‐1412.94 2.51 19.94 1.5 ‐1412.86 13.79 11.473E 473A 2150 2162.5 2212.5 ‐1412.67 1.30 8.76 25.5 2162.53 1.5 2162.32 20 1.85 13.42 11.5 ‐1412.54 20.99 9.74 204.74 1.85 0.5 ‐1412.5 2162.59 28.5 2212.51 0.04 0.41 1.54 0.60 2.25 26.79 2.5 ‐1412.52 0.5 2212.18 1.30 19.98 25.03 0.22 9.5 ‐1412.07 24.76 31.59 43.5 2162.5 ‐1412.02 24.18 19.35 2.74 204.07 0.48 50.32 3.68 9.25 21.68 2.5 ‐1412.00 12.5 2162.97 195.02 6.55 2.14 20.48 2.49 1.74 204.81 2.02 8.5 2212.21 23.37 44.79 1.02 0.5 2162.5 ‐1412.5 2162.13 21.00 1.08 21.37 0.19 1.19 23.64 43.50 47.03 0.71 44.12 10.45 51.06 0.99 0.22 11.99 47.5 ‐1412.42 13.5 ‐1412.53 16.89 9.04 0.5 2212.58 1.98 0.5 2162.74 204.06 12.74 204.07 23.13 20.06 6.03 0.89 1.74 204.

48 30.88 1.13 2.34 19.02 0.13 204.5 2212.5 2137.473B 2212.13 204.32 17.90 1.72 17.24 27.5 2137.96 32.17 13.37 1.13 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1.86 9.17 55.79 0.23 1.13 204.06 0.5 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 195.87 1.26 18.10 9.5 2137.29 45.03 0.05 0.61 1.86 21.97 195.10 2.76 1.97 195.03 0.73 53.63 10.5 2212.5 2137.71 0.37 7.5 2137.97 204.74 66.26 .13 204.68 2.13 204.67 10.22 1.98 1.92 11.13 25.13 204.92 53.55 1.47 2.5 2212.97 195.75 0.5 2212.64 1.88 1.02 0.72 50.13 14.03 0.02 0.56 14.03 0.97 195.40 8.5 2212.35 53.72 15.10 8.98 9.05 0.06 1.59 15.96 0.92 24.67 1.15 1.22 0.5 2137.97 195.00 9.86 17.02 0.5 2137.60 18.66 15.97 195.00 13.97 2.5 2212.03 0.03 2.02 0.69 0.00 1.39 26.59 33.75 1.57 30.15 1.5 2212.46 7.21 2.5 2137.46 38.88 0.04 0.5 2137.69 8.85 0.48 1.97 195.5 2212.5 2137.89 19.80 31.39 14.05 0.91 2.02 0.09 1.36 38.13 43.88 2.43 6.63 3.05 15.78 15.13 204.71 11.85 17.28 28.47 48.06 0.5 2137.97 195.90 9.78 1.60 9.5 2212.06 0.13 204.09 16.26 1.13 204.05 0.40 0.85 2.04 7.76 49.66 1.94 1.97 195.97 195.15 8.5 2212.13 15.79 0.18 26.5 2137.74 6.13 204.00 0.13 204.83 11.65 15.62 50.13 204.98 0.02 0.97 195.05 0.05 0.5 2212.12 16.83 11.23 2.03 0.19 8.21 8.47 55.41 1.59 19.66 17.52 17 1.02 0.25 1.5 2137.33 1.67 9.

5 2162.13 204.41 9.5 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1387.60 13.5 2162.52 204.08 1.17 19.48 7 1.42 1.06 0.59 51.29 0.21 1.80 2.13 204.09 54.31 14.02 0.30 17.70 2.03 0.58 0.44 14.04 0.74 0.5 2162.79 10.12 198.71 0.55 24.36 43.5 2162.34 47.5 2187.09 0.5 2137.5 2187.04 0.03 0.98 52.85 40.47 1.05 0.04 0.20 1.02 0.10 0.03 0.72 13.12 198.10 0.52 204.36 51.97 1.59 27.95 33.59 1.39 1.63 19.99 47.5 2187.98 14 15 16 17 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 1.12 198.03 0.87 17.81 0.5 2187.94 .92 1.52 47.55 7.5 ‐1387.88 11.5 2187.03 0.70 2.70 0.96 1.23 11.91 1.63 29.51 19.52 28.53 17.13 1.52 204.98 201.50 9.12 198.10 0.19 15.98 201.36 19.98 52.5 2187.39 41.04 0.58 1.5 ‐1387.5 2162.5 2137.12 198.5 2137.52 198.72 11.38 1.59 59.16 10.62 7.87 1.84 7.12 198.86 10 1.57 10.23 56.78 1.50 47.03 0.83 49.5 2162.5 2187.56 2.5 2162.86 2.64 0.33 10.04 0.5 204.54 40.67 2.70 42.5 2187.44 20.52 204.5 2137.97 12.08 1.44 1.12 201.52 204.58 9.12 198.5 2137.81 4.473D 475A 471F 2137.5 2137.75 14.13 204.52 50.59 1.98 201.5 2187.5 2137.5 ‐1387.04 0.67 45.13 204.80 0.17 5.76 5.75 50.12 198.18 12.52 204.50 8.57 0.86 13.96 47.90 22.69 46.04 0.74 1.20 12.03 0.36 20.82 13.06 0.14 1.75 0.99 2.05 69.86 14.37 1.03 0.78 29.12 198.88 1.5 2187.97 1.03 0.58 11.84 0.18 1.83 1.81 21.03 0.42 10.00 1.89 7 2.25 0.09 21.03 14.37 17.40 23.32 1.17 1.

5 2112.29 5 6 7 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1.23 16.29 191.5 ‐1387.29 191.87 1.61 1.99 27.29 191.02 0.53 1.56 11.85 1.79 10.59 14.02 0.5 2137.44 0.53 2.70 1.5 2112.98 201.5 ‐1387.82 22.25 1.91 9.20 23.5 2112.29 191.5 ‐1387.5 2162.41 48.03 0.61 27.89 47.5 2137.03 0.71 205.23 4.00 10.94 2.49 22.49 19.05 0.71 205.04 0.69 1.80 1.5 2162.71 0.12 19.18 1.53 1.18 1.5 ‐1387.14 2.02 0.26 45.48 11.89 1.32 1.02 0.97 18.92 31.99 12.02 0.5 ‐1387.26 0.60 44.22 46.19 0.29 191.39 23.80 48.32 9.96 12.45 27.5 2162.94 10.470D 472B 2137.02 17.54 1.29 191.09 10.29 191.02 0.07 48.02 0.5 2112.59 1.41 47.71 205.06 0.50 22.65 1.35 55.5 2112.71 191.71 205.25 1.29 191.19 1.96 22.5 2112.02 0.02 2.62 1.03 0.16 23.06 0.01 0.69 1.02 0.85 12.02 0.29 191.5 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 201.81 1.5 2112.25 39.57 37.88 1.07 0.68 1.29 191.50 10.05 6 2.53 8.33 9.95 1.64 1.91 46.63 12.24 8.29 191.65 2.07 1.06 28.5 2112.46 49.98 205.80 10.57 25.77 2.29 191.29 191.71 205.94 36.69 1.54 36.98 201.5 2112.64 1.5 2162.5 2112.67 40.06 0.75 45.80 23.5 2112.51 1.5 2112.10 10.12 2.04 17.52 2.02 0.70 .5 2112.03 0.5 ‐1387.92 0.10 0.83 7.5 2112.5 2112.5 ‐1387.5 2162.28 7.55 2.5 ‐1387.17 18 1.36 46.02 0.76 1.5 2162.89 49.42 19.60 49.36 51.32 21.5 ‐1387.5 2112.81 22.51 25.23 1.84 1.59 2.63 15.28 1.01 48.10 14.07 54.29 191.29 191.68 48.71 1.84 10.76 25.38 1.32 27.

68 0.96 204.19 1.02 0.18 202.45 1.04 0.74 1.91 1.18 11.40 12.36 51.13 1.18 202.18 202.05 0.60 19.02 0.96 204.88 26.41 55.30 2.63 19.03 22.49 1.25 49.96 204.5 2137.06 0.81 17.03 0.14 49.56 11.27 10.15 45.02 0.5 2162.47 11.96 204.80 1.25 51.65 17.46 31.02 0.52 4.56 2.03 0.33 1.5 2162.69 0.5 2137.66 11.16 2.51 5.33 12.55 21.41 50.61 2.36 27.5 2137.03 0.5 2137.32 2.03 0.37 14.03 0.08 19.5 2162.45 1.07 0.81 24.29 64.96 204.81 2.81 5.80 6.61 9.11 0.10 13.02 8.13 8.68 1.96 204.96 13.19 2.03 9.61 58.96 20.03 0.80 51.08 42.18 202.5 2162.03 0.04 1.21 2.17 20.53 51.01 0.03 0.18 202.17 0.81 10.80 1.48 8.5 2162.29 191.72 1.81 2.12 19.63 57.34 52.19 9.59 42.5 2162.77 1.48 1.77 10.68 18.23 50.07 2.96 204.21 12 1.02 0.92 12.24 7.13 21.92 2.18 202.52 20.5 2162.37 1.02 0.5 2137.49 2.33 47.5 2137.62 2.22 48.61 7.02 0.98 1.18 202.50 1.5 2137.03 0.5 2112.57 1.05 17.18 13.83 1.77 .96 17 18 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2.27 11 2.5 2137.46 1.52 20.29 202.18 202.55 1.83 12.66 40.01 21.5 2137.83 18.90 1.471A 470A 2112.96 204.18 204.50 2.36 49.5 2137.68 54.36 2.02 0.22 1.5 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 191.96 204.93 18.5 2162.18 202.96 204.96 204.07 1.5 2162.01 0.69 1.10 56.88 1.83 58.5 2162.5 2137.96 2.67 59.08 0.69 48.18 202.5 2162.16 1.98 1.31 1.02 10.5 2162.

5 2100 2100 2100 2100 2100 2100 2100 2137.91 0.02 2.50 22.41 26.19 26.03 2.69 11.40 41.41 25.27 53.06 24.49 195.57 0.92 197.97 21.95 .78 9.09 58.02 1.02 0.40 1.58 184.71 19.49 195.87 24.02 1.59 1.03 0.30 0.5 2151.13 1.5 2137.58 184.58 184.03 1.35 0.70 0.40 51.04 0.42 1.04 1.18 1.04 20.42 1.89 15.50 10.02 0.22 1.98 11.04 0.51 1.03 0.58 2.39 0.61 0.54 27.5 2151.03 0.65 11.36 7.72 49.66 2.53 17.49 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 1.469A 449 450A 2151.03 1.65 7.35 15.79 1.28 25.85 26.73 8.46 1.40 20.43 1.29 7 1.43 1.36 9 1.95 55.57 1.61 11.49 195.00 47.49 195.44 26.61 11.64 53.02 48.92 197.58 184.49 195.39 22.81 65.58 9.5 2137.81 1.07 16.86 1.59 1.59 49.36 53.30 0.02 0.02 0.36 2.5 2151.01 1.02 10.41 21.5 2151.81 27.25 52.02 1.5 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 197.02 1.5 2151.92 197.92 197.76 8.99 7.24 51.34 53.5 2137.37 0.98 44.65 18.20 48.5 2151.58 184.78 0.42 1.84 1.24 1.92 197.49 49.47 0.35 57.02 7.92 197.02 0.5 2137.49 195.83 1.99 0.03 1.31 8.02 1.92 197.5 2137.64 53.04 47.79 1.00 34.28 8.45 0.39 8.81 0.5 2137.49 195.45 1.02 2.02 0.81 0.80 8.5 2151.33 53.61 6.58 195.5 2137.93 1.02 22.35 8.14 53.18 0.03 0.92 197.5 2151.58 184.61 8 1.01 2.79 7.05 24.70 1.22 17.01 1.92 184.51 10.53 19.

LAMPIRAN C PERHITUNGAN LUAS SAYATAN METODE PENAMPANG TEGAK Untuk perhitungan luasan metode penampang tegak digunakan rumus 1/3 simpson.67 x [1002] L = 671. dengan membagi segmen-segmen tiap luasan penampang. jumlah segmen genap 1. Penampang A-A’ L = 0.34 79 .

Penampang B-B’ L = 0.83 x [778] L = 645.74 80 .2.

Penampang C-C’ L = 1.606 81 .167 x [818] L = 954.3.

09 82 . Penampang D-D’ L = 1.167 x [1282] L = 1496.4.

83 x [1143] L = 948.5. Penampang E-E’ L = 0.69 83 .

6. Penampang F-F’ L = 0.5 x [822] L = 411 84 .

7. Penampang G-G’ L = 0.5 x [748] L = 374 85 .

8. Penampang H-H’

L = 0.5 x [754]
L = 377

86

9. Penampang I-I’

L = 0.3 x [1098]
L = 329.4

87

10. Penampang J-J’

L = 0.83 x [246]
L = 204.18

88

11.5 x [1706] L = 853 89 . Penampang K-K’ L = 0.

83 x [332] L = 275. Penampang L=L’ L = 0.56 90 .12.

5 x [1496] L = 748 91 . Penampang M-M’ L = 0.13.

416 x [317] L = 131.872 92 . Penampang N-N’ L = 0.14.

34 m3 T = V × BJ = 32958. Untuk mendapatkan jumlah cadangan pada masing-masing blok dilakukan dengan cara mengalikan jumlah volume dengan densitas material yakni 1.04 m3 T = V × BJ = 48376.0128 ton Blok 2 : B-B’ dengan C-C’ V = 48376.9968 ton 93 . Blok 1 : sayatan A-A’ dengan sayatan B-B’ V = 32958.34 m3 × 1.92 ton/m3 T = 63280.92 ton/m3.LAMPIRAN D PERHITUNGAN JUMLAH CADANGAN DENGAN METODE PENAMPANG TEGAK (CROSS SECTION) Perhitungan Volume dan Tonase Pada peta cadangan nikel dibagi menjadi 13 blok.04 m3 × 1.92 ton/m3 T = 92881. dan dihitung berdasarkan sayatan.

106 m3 T = V × BJ = 75759.4848 ton Blok 6 : F-F’ dengan G-G’ 94 .69 m3 T = V × BJ = 21498.92 ton/m3 T = 41277.4835 ton Blok 4 : D-D’ dengan E-E’ V = 48930.7328 ton Blok 5 : E-E’ dengn F-F’ V = 21498.59 m3 T = V × BJ = 48930.92 ton/m3 T = 145457.Blok 3 : C-C’ dengan D-D’ V = 75759.106 m3 × 1.69 m3 × 1.92 ton/m3 T = 93946.59 m3 × 1.

V = 19111 m3 T = V × BJ = 19111 m3 × 1.92 ton/m3 T = 36910.92 ton/m3 T = 10433.9 m3 T = V × BJ = 5433.08 ton Blpk 8 : H-H’ dengan I-I’ V = 16847 m3 T = 16847 m3 × 1.24 ton Blok 9 : I-I’ dengan J-J’ V = 5433.12 ton Blok 7 : G-G’ dengan H-H’ V = 19224 m3 T = V × BJ = 19224 m3 × 1.9 m3 × 1.92 ton/m3 T = 32346.92 ton/m3 T = 36693.088 ton 95 .

92 ton/m3 T = 41336.18 m3 T = V × BJ = 21529.0752 ton Blok 13 : M-M’ dengan N-N’ 96 .56 m3 × 1.0256 ton Blok 11 : K-K’ dengan L-L’ V = 7742 m3 T = V × BJ = 7742 m3 × 1.92 ton/m3 T = 36433.Blok 10 : J-J’ dengan K-K’ V = 21529.18 m3 × 1.92 ton/m3 T = 14864.64 ton Blok 12 : L-L’ dengan M-M’ V = 18975.56 m3 T = V × BJ = 18975.

34 645.92 ton/m3 T = 14095.04 1.69 948.09 948.V = 7341.727m3 Jumlah total tonase = 659.496.92 41336.1.69 411 411 374 374 377 377 329.606 1.56 JARAK ANTAR PENAMPANG (m) VOLUME (m3) DENSITY (ton/m3) 100 32958.74 954.12 100 19224 1.59 1.92 36693.0256 50 7742 1.9 1.606 954.088 50 21529.8515 ton Tabel D.4 204.18 853 853 275.872 ton Jumlah total Volume = Blok (1 + 2 +3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 + 12 + 13) = 343.74 645.955.0128 100 48376.92 93946.64 TONASE (WMT) 97 .92 36910.18 1.92 63280.6 m3 T = V × BJ = 7341.92 145457.34 1.11 1.496.18 204.92 32346.08 100 16847 1. Hasil Perhitungan Cadangan Nikel Menggunakan Metode BLOK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 SEKSI LUAS PENAMPANG (m2) A‐A' B‐B' B‐B' C‐C' C‐C' D‐D' D‐D' E‐E' E‐E' F‐F' F‐F' G‐G' G‐G' H‐H' H‐H' I‐I' I‐I' J‐J' J‐J' K‐K' K‐K' L‐L' 672.7328 100 21498.9968 100 75759.4835 100 48930.92 92881.09 1.4848 100 19111 1.6 m3 × 1.24 50 5433.92 41277.69 1.4 329.92 10433.92 14864.

8515 98 .6 1.56 1.92 14095.727 659.0752 100 7341.872 343.12 13 TOTAL L‐L' M‐M' M‐M' N‐N' 275.56 748 748 131.872 50 18975.955.92 36433.

LAMPIRAN E PERHITUNGAN JUMLAH CADANGAN NIKEL MENGGUNAKAN METODE DAERAH PENGARUH Perhitungan jumlah cadangan dengan metode daerah pengaruh dalah sebagai berikut : TB 651A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 14400 ton TB 649A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 12 m Volume = 625 m2 × 12 99 .92 ton/m3 = 12000 ton TB 650A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 12 m Volume = 625 m2 × 12 = 7500 m3 Tonase = 7500 m3 × 1.

92 ton/m3 = 18000 ton 100 .92 ton/m3 = 12000 ton TB 641B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 15 m Volume = 625 m2 × 15 = 9375 m3 Tonase = 9375 m3 × 1.92 ton/m3 = 6000 ton TB 641A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 27648 ton TB 648B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =5m Volume = 625 m2 × 5 = 3125 m3 Tonase = 3125 m3 × 1.= 7500 m3 Tonase = 14400 m3 × 1.

92 ton/m3 = 12000 ton TB 645B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 101 .92 ton/m3 = 8400 ton TB 645A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 8400 ton TB 643A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.TB 642A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.

= 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.92 ton/m3 = 13200 ton TB 617A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.92 ton/m3 = 10800 ton 102 .92 ton/m3 = 8400 ton TB 619A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 11 m Volume = 625 m2 × 11m = 6875 m3 Tonase = 6875 m3 × 1.92 ton/m3 = 10800 ton TB 617B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.

92 ton/m3 = 21600 ton TB 592B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9m 103 .92 ton/m3 = 6000 ton TB 592A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 18 m Volume = 625 m2 × 18m = 11250 m3 Tonase = 11250 m3 × 1.92 ton/m3 = 12000 ton TB 612A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =5m Volume = 625 m2 × 5m = 3125 m3 Tonase = 3125 m3 × 1.TB 615A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10m = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.

92 ton/m3 = 10800 ton TB 593A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =8m Volume = 625 m2 × 8 m = 5000 m3 Tonase = 5000 m3 × 1.92 ton/m3 = 16800 ton TB 596A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 18 m Volume = 625 m2 × 18 m = 11250 m3 Tonase = 11250 m3 × 1.92 ton/m3 = 9600 ton TB 594A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 14 m Volume = 625 m2 × 14 m = 8750 m3 Tonase = 8750 m3 × 1.= 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.92 ton/m3 = 21600 ton 104 .

92 ton/m3 = 9600 ton TB 598A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =6m Volume = 625 m2 × 6 m = 3750 m3 Tonase = 3750 m3 × 1.152 ton TB 574A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 13 m Volume = 625 m2 × 13 m 105 .92 ton/m3 = 1.92 ton/m3 = 8400 ton TB 598A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =8m Volume = 625 m2 × 8 m = 5000 m3 Tonase = 5000 m3 × 1.TB 596B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7m = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.

92 ton/m3 = 19200 ton 106 .92 ton/m3 = 10800 ton TB 572A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9 m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.92 ton/m3 = 15600 ton TB 573A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9 m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.= 8125 m3 Tonase = 8125 m3 × 1.92 ton/m3 = 10800 ton TB 571A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 16 m Volume = 625 m2 × 16 m = 10000 m3 Tonase = 10000 m3 × 1.

TB 570A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 14 m

Volume

= 625 m2 × 14 m
= 8750 m3

Tonase

= 8750 m3 × 1,92 ton/m3
= 16800 ton

TB 569A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 11 m

Volume

= 625 m2 × 11 m
= 6875 m3

Tonase

= 6875 m3 × 1,92 ton/m3
= 13200 ton

TB 546B
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 10 m

Volume

= 625 m2 × 10 m
= 6250 m3

Tonase

= 6250 m3 × 1,92 ton/m3
= 12000 ton

TB 547A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 14 m

Volume

= 625 m2 × 14 m
107

= 8750 m3
Tonase

= 8750 m3 × 1,92 ton/m3
= 16800 ton

TB 548A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=9m

Volume

= 625 m2 × 9 m
= 5625 m3

Tonase

= 5625m3 × 1,92 ton/m3
= 10800 ton

TB 549A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=6m

Volume

= 625 m2 × 6 m
= 3750 m3

Tonase

= 3750 m3 × 1,92 ton/m3
= 7200 ton

TB 529A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=8m

Volume

= 625 m2 × 8 m
= 5000 m3

Tonase

= 5000 m3 × 1,92 ton/m3
= 9600 ton

108

TB 528B
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 13 m

Volume

= 625 m2 × 13 m
= 8125 m3

Tonase

= 8125 m3 × 1,92 ton/m3
= 15600 ton

TB 528A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=9m

Volume

= 625 m2 × 9 m
= 5625 m3

Tonase

= 5625 m3 × 1,92 ton/m3
= 10800 ton

TB 527A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 10 m

Volume

= 625 m2 × 10 m
= 6250 m3

Tonase

= 6250 m3 × 1,92 ton/m3
= 12000 ton

TB 505A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=6m

Volume

= 625 m2 × 6 m
109

= 3750 m3 Tonase = 3750 m3 × 1.92 ton/m3 = 16800 ton 110 .92 ton/m3 = 13200 ton TB 508A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 14 m Volume = 625 m2 × 14 m = 8750 m3 Tonase = 8750 m3 × 1.92 ton/m3 = 7200 ton TB 506A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 14 m Volume = 625 m2 × 14 m = 8750 m3 Tonase = 8750 m3 × 1.92 ton/m3 = 16800 ton TB 507A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 11 m Volume = 625 m2 × 11 m = 6875 m3 Tonase = 6875 m3 × 1.

92 ton/m3 = 14400 ton TB 493A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 16 m Volume = 625 m2 × 16 = 10000 m3 Tonase = 10000 m3 × 1.92 ton/m3 = 19200 ton TB 492A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 m = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 12000 ton TB 473F Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 m 111 .TB 494C Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 12 m Volume = 625 m2 × 12 m = 7500 m3 Tonase = 7500 m3 × 1.

92 ton/m3 = 24000 ton TB 473B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 17 m Volume = 625 m2 × 17 m = 10625 m3 Tonase = 10625 m3 × 1.= 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 19200 ton TB 473A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 20 m Volume = 625 m2 × 20 m = 12500 m3 Tonase = 12500 m3 × 1.92 ton/m3 = 20400 ton 112 .92 ton/m3 = 12000 ton TB 473E Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 16 m Volume = 625 m2 × 16 m = 10000 m3 Tonase = 10000 m3 × 1.

92 ton/m3 = 12000 ton TB 471F Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 m = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.TB 473D Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.92 ton/m3 = 8400 ton TB 470D Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =6m Volume = 625 m2 × 6 m 113 .92 ton/m3 = 8400 ton TB 475A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 m = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.

92 ton/m3 = 7200 ton TB 472B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 18 m Volume = 625 m2 × 18 m = 11250 m3 Tonase = 11250 m3 × 1.= 3750 m3 Tonase = 3750 m3 × 1.92 ton/m3 = 21600 ton TB 471A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 11 m Volume = 625 m2 × 11 m = 6875 m3 Tonase = 6875 m3 × 1.92 ton/m3 = 14400 ton 114 .92 ton/m3 = 13200 ton TB 470A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 12 m Volume = 625 m2 × 12 = 7500 m3 Tonase = 7500 m3 × 1.

92 ton/m3 = 8400 ton TB 450A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =8m Volume = 625 m2 × 8 m = 5000 m3 Tonase = 5000m3 × 1.92 ton/m3 = 10800 ton TB 449 Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 m = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.92 ton/m3 = 9600 ton 115 .TB 469A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9 m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.

92 16 1.92 18 1.92 14 1.92 6 1.92 8 1.92 7 1. Hasil Perhitungan Cadangan Menggunakan Daerah Pengaruh TB 651A 650A 649A 648B 641A 641B 642A 643A 645A 645B 619A 617A 617B 615A 612A 592A 592B 593A 594A 596A 596B 597A 598B 574A 573A 572A 571A 570A 569A 546B 547A 548A 549A 529A 528B 528A 527A LUAS (m2) 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 KETEBALAN DENSITAS (m) (ton/m3) 10 1.1.92 13 1.92 8 1.92 VOLUME (m3) 6250 7500 7500 3125 6250 9375 4375 4375 6250 4375 6875 5625 5625 6250 3125 11250 5625 5000 8750 11250 4375 5000 3750 8125 5625 5625 10000 8750 6875 6250 8750 5625 3750 5000 8125 5625 6250 TONASE (WMT) 12000 14400 14400 6000 12000 18000 8400 8400 12000 8400 13200 10800 10800 12000 6000 21600 10800 9600 16800 21600 8400 9600 7200 15600 10800 10800 19200 16800 13200 12000 16800 10800 7200 9600 15600 10800 12000 116 .92 10 1.92 12 1.92 9 1.92 9 1.92 10 1.92 8 1.92 10 1.92 1.92 13 1.92 5 1.92 9 1.92 14 1.92 7 1.92 18 1.92 6 1.92 7 1.92 9 1.92 15 1.92 10 1.92 12 5 1.92 9 1.92 10 1.92 11 1.92 14 1.92 11 1.92 9 1.92 9 1.92 7 1.Tabel E.

92 1.92 1.92 1.92 3750 8750 6875 8750 7500 10000 6250 6250 10000 12500 10625 4375 6250 4375 3750 11250 6875 7500 5625 4375 5000 386.505A 506A 507A 508A 494C 493A 492A 473F 473E 473A 473B 473D 475A 471F 470D 472B 471A 470A 469A 449 450A TOTAL 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 6 14 11 14 12 16 10 10 16 20 17 7 10 7 6 18 11 12 9 7 8 1.92 1.92 1.92 1.92 1.875 7200 16800 13200 16800 14400 19200 12000 12000 19200 24000 20400 8400 12000 8400 7200 21600 13200 14400 10800 8400 9600 742.92 1.92 1.92 1.92 1.800 117 .92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.

Kab Kolaka. Sulawesi Tenggara B -1600 -1650 Nama A Oleh : Zaenal Abbidin Kamarullah No. Mhs : 71106072 Jurusan : Teknik Pertambangan SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA 2100 2150 2200 2250 2300 2350 2400 .LAMPIRAN F PETA LUBANG BOR DAN SAYATAN PETA LUBANG BOR & SAYATAN -1300 -1350 Skala 1 : 500 N 0 M -1400 L 100 200 300 400 LEGENDA K J I -1450 Garis Kontur (Interval Kontur 3 m) H G Lubang Bor F -1500 Sayatan E D -1550 Lokasi : Areal penambangan nikel tambang tengah bukit TLC-3 C PT. Antam Tbk UBPN Pomalaa.

Antam Tbk UBPN Pomalaa.Kab Kolaka. Sulawesi Tenggara 619A 617A 617B 615A 612A Nama -1600 -1650 641A 641B 642A 651A 650A 649A 643A 645A Oleh : Zaenal Abbidin Kamarullah No.LAMPIRAN G PETA LUBANG BOR DAN DAERAH PENGARUH PETA LUBANG BOR & DAERAH PENGARUH -1300 -1350 449 450A Skala 1 : 500 472B -1400 471A 470A 471F 470D 473B 473D 473F 0 475A 200 300 400 LEGENDA 473E 493A 492A 505A 506A 507A 508A 529A 528B 528A 527A 546B 547A 548A 549A 574A 573A 572A 571A 570A 569A 592A 592B 593A 594A 596A 596B -1500 100 473A 494C -1450 -1550 469A Garis Kontur (Interval Kontur 3 m) Lubang Bor Daerah Pengaruh 597A Lokasi : Areal penambangan nikel tambang tengah bukit TLC-3 598B PT. Mhs : 71106072 Jurusan : Teknik Pertambangan 645B 648B SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA 2100 2150 2200 2250 2300 2350 2400 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful