PERHITUNGAN CADANGAN NIKEL MENGGUNAKAN

METODE PENAMPANG TEGAK DAN METODE DAERAH
PENGARUH PADA BUKIT TLC-3 TAMBANG TENGAH DI PT
ANTAM Tbk. UBPN POMALAA KABUPATEN KOLAKA
SULAWESI TENGGARA

TUGAS AKHIR II

Oleh
Zaenal Abbidin Kamarullah
NIM : 711106072

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
YOGYAKARTA
2010

PERHITUNGAN CADANGAN NIKEL MENGGUNAKAN
METODE PENAMPANG TEGAK DAN METODE DAERAH
PENGARUH PADA BUKIT TLC-3 TAMBANG TENGAH DI PT
ANTAM Tbk. UBPN POMALAA KABUPATEN KOLAKA
SULAWESI TENGGARA
TUGAS AKHIR II
Karya Tulis ini Sebagai Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Pada Program Studi
Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
Oleh :
Zaenal Abbidin Kamarullah
NIM. 711106072

Yogyakarta, November 2010
Menyetujui
Pembimbing II

Pembimbing I

(Ir. St. Soebantidjo, Msi)
NIP : 131476787

(Ir. Ag. Isjudarto, M.T)
NIK : 19730068
Mengetahui :
Kaprodi Teknik Pertambangan

(Ir. Ag. Isjudarto, M.T)
NIK : 19730068
ii

HALAMAN PERSEMBAHAN

Katakanlah ; Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang
tidak mengetahui! sesungguhnya orang yang berakallha yang dapat menerima pelajaran.
(Q.S 39 : 9)
Allah meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58 : 11)

Sekiranya saya mengucap banyak syukur dan pujian sebesar-besarnya kepada Allah
SWT karena dengan nikmat dan karuniaNYA yang diberikan kepada saya
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir 2 ini dengan baik.
Tak lupa pula salawat dan salam saya haturkan keharibaan junjungan Nabi besar
Muhammad SAW beserta keluar, sahabat dan pengikut beliau yang merupakan
panutan bagi kaum muslimin dan muslimat
Karya Tulis ini Kupersembahkan Kepada
1. Kedua orang tuaku tercinta Ibu Farida Mukarram dan Ayah Umayyah
Kamarullah yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidikku yang
tidak sanggup penulis gantikan dengan apapun.
2. Adik-adik tercinta (Ridwan Kamarullah, Nurhafni Kamarullah dan
Nurhasanah Kamarullah) terima kasih atas dukungan dan support
selama ini.
3. Istri dan Anak-anak tercinta (Zaitum Marichar Sahib, Nurul Chalwa
Luqyana, Alfiah Fairus) yang juga meberikan semangat dan dorongan
serta doanya dalam suka dan duka.
Tak lupa pula penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Rekan-rekan seperjuangan tambang 03
Aques, Yuyun, Pace Jhon, Krisi, Manto, Aba, Pedro, Nikson, Yesri,
Brown, Rini, Gusti, Anang, Topan, Yusias, Sahidul, terima kasih untuk
semuanya dan untuk kebersamaannya.
2. Rekan-rekan HMTA STTNAS Yogyakarta

ii

iii . Dan semua pihak baik langsung maupun tidak langsung yang telah membantu penulis selama menjalankan proses di bangku kuliah sampai selesainya penulisan Tugas Akhir I ini. K Sil. Ian. 4. Sohib-Sohib dan Saudara Acango. Ko uci. Dr Ichad. Ode 07. Gei. dan teman dekat serta saudara yang tidak penulis sebutkan satupersatu terima kasih telah memberi dorongan dan nasehatnya. Fatimah. Noval. Uceng. Lia 06. Beni 04. viva tambang yes. Selalu dalam loyalitas HMTA. Lalu 08. Oyong 09 serta semua anggota HMTA yang tidak dapat disebtkan satu persatu. Non 02.Zulfi 02. K Uban. Al 04. Utam 04. Alfi 07. Marito 07. 3.

bahkan dalam memperkirakan waktu yang akan dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha penambangannya. Berdasarkan data yang tersedia di peta kemajuan tambang maka perhitungan cadangan dapat dilakukan dengan mengetahui jumlah cadangan berdasarkan metode yang dipakai.8515 WMT dan dengan metode penampang tegak didapatkan hasil sebesar 742.15 WMT. iv . penentuan kerja produksi. dan juga dapat menganalisa kadar rata-rata Ni. yakni metode penampang tegak dan metode daerah pengaruh. Sebab dari hasil perhitungan cadangan yang baik dan akurat yang sesuai dengan keberadaannya dilapangan dapat menentukan investasi yang akan ditanam oleh investor sebagai penanaman modal dalam usaha penambangan. Hasil perhitungan dengan metode penampang tegak didapatkan cadangan nikel sebesar 659.800 WMT dengan selisih dari kedua metode tersebut sebesar 82.SARI Penambangan bahan galian merupakan kegiatan dalam rangka penyediaan bahan baku untuk keperluan pembangunan disegala bidang. kualitas.844. persentase kesalahan ini menurut Mc. Maka dari itu usaha pertambangan tidak lepas dari pekerjaan-pekerjaan dalam mencari bahan tambang. Kelvey dianggap rendah dengan mengasumsikan pada klasifikasi cadangan terukur dengan persentase kesalahan 20%.955. sedangkan persentasi kesalahan sebesar 13%. Estimasi cadangan merupakan salah satu pekerjaan yang penting dalam mengevaluasi suatu proyek pertambangan. dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dari suatu endapan. cara penambangan yang akan dilakukan. dimana diperlukan suatu perkiraan mengenai keberadaan bahan galian agar dapat dimanfaatkan secara maksimal Perhitungan cadangan berperan penting dalam menentukan jumlah.

Bapak Ir. v .T selaku Ketua Program Studi Teknik Pertambangan. M. selaku pembimbing penulis selama melakukan penelitian. 4. Bapak Wiwit Setiawan ST. H. M. Soebantijo. Penulisan tugas akhir II ini berdasarkan data yang tersedia dari peta kemajuan tambang pada tanggal 31 Oktober 2008. adalah sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana teknik pada Program Studi Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. Ircham. 6. Bapak Imron Rosyidin ST Selaku Manajer. Msi selaku Dosen Pembimbing II. Serta semua pihak yang telah membantu penulis selama proses penyusunan sampai selesainya tugas akhir II ini.T selaku Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. Bapak Ir.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena dengan karunia dan inayahNYA penulis dapat menyelesaikan tugas akhir II ini dengan baik. 2. Isjudarto. dan juga selaku Dosen Pembimbing I 5. St. Tujuan penulisan tugas akhir II ini dengan judul Perhitungan Cadangan Nikel Menggunakan Metode Penampang Tegak dan Metode Daerah Pengatuh Pada Bukit TLC-3 Tambang Tengah di PT. bimbingan serta saran-saran dalam penyusunan tugas akhir ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Bapak Ir. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. Atas segala bantuan. 3. ANTAM UBPN Pomalaa Kolaka Sulawesi Tenggara. Ag. Staf Pomalaa Mining Manager.

Dan semoga tugas akhir II ini dapat bermanfaat bagi kita semua Amin Yogyakarta.…. semoga kritik dan salam dapat memberikan motifasi kepada penulis untuk lebih baik lagi kedepan. oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan dari pembaca sekalian.Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan tugas akhir II ini.2011 Penulis vi .

20 vii .2.3..5.2. Morfologi……………………………….3.3. Lokasi Kesampaian Daerah……………………. Geologi Umum Sulawesi………………. Genesa Endapan Nikel………………………… 13 2.1.4.DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL………………………………………………… i HALAMAN PENGESAHAN……………………………………….5..4. Keadaan Geologi Penelitian…………………. Stratigrafi Daerah Penelitian…………… 9 2.6. Fisiografi………………………………. 4 TINJAUAN UMUM 2. 2 1.4.. Tujuan Penelitian………………………………. ii HALAMAN PERSEMBAHAN……………………………………. 11 2. vi DAFTAR ISI………………………………………………………… vii DAFTAR GAMBAR………………………………………………… x DAFTAR TABEL…………………………………………………… xi DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………… xii BAB I BAB II PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah………………………… 1 1.2.. 2 1. 7 2. Perumusan Masalah…………………………….. 5 2. iii SARI…………………………………………………………………..2.. Metode Penelitian……………………………… 3 1.. 7 2... 2 1..1. 8 2. Manfaat Penelitian…………………………….1. 7 2.2.. Batasan Masalah………………………………. Struktur Geologi………………………. Kondisi Iklim dan Curah Hujan……………….2.2. v KATA PENGANTAR……………………………………………….2.

1.2. Saran……………………………………………. Metode Perhitungan Cadangan………………… 37 3.5. 51 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….1. Kegiatan Eksplorasi…………………………….. 46 PEMBAHASAN 5.. Metode Penampang Tegak……………… 38 3. 49 Kesalahan Perhitungan………………………….1. Kesimpulan……………………………………… 51 6. 49 5..4. Metode Daerah Pengaruh………………………. 5.1.5. 50 KESIMPULAN DAN SARAN 6.. Pengertian Cadangan…………………………… 33 3.4.2. 39 Penentuan Batas Cadangan…………………….4.1.1.. 52 LAMPIRAN…………………………………………………………… 53 viii . BAB IV Penambangan Bijih Nikel………………………. 35 3. 42 HASIL PENELITIAN 4.2.2.2.1. Metode Daerah Pengaruh……………….2. BAB VI 21 DASAR TEORI 3. Perhitungan Cadangan………………………….2. 29 3. Perhitungan Cadangan………………………….1. Metode Penampang Tegak……………… 49 5. BAB III BAB V 3. Metode Penampang Tegak……………………… 44 4. Metode Daerah Pengaruh……………….3.

21 2. Pengukuran Kemajuan Tambang…………………………………… 22 2.1. 31 3.14. 119 G.DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 2..2. Peta Geologi Daerah Pomalaa……………………………………… 13 2. 32 3. Metode Eksplorasi…………………………………………………..9.10. Grafik Rata-Rata Hari Hujan……………………………………….1.8. Grafik Rata-Rata Curah Hujan…………………………………….13. Kegiatan Pemboran…………………………………………………. Metoda Penampang Standar………………………………………. Penampang Endapan Nikel Laterit…………………………………. Penampang Endapan Nikel Sulfida………………………………… 16 2.11.3.. 12 2. 19 2.7.5. Klasifikasi Cadangan………………………………………………. Peta Lokasi Penelitian……………………………………………… 6 2. Peta Lubang Bor dan Sayatan………………………………………. Alat Analisis Kadar Pada Bijih Nikel……………………………… 26 2.. Skema Pembentukan NIkel Laterit………………………………….2. 26 2. Stratigrafi Lembar Kolaka…………………………………………. 24 2.. Proses Pengolahan dan Pemurnian Bijih Nikel……………………. 35 3. 28 3.4.6.1. 17 2.3. Diagram Alir Tahap-Tahap Kegiatan Pertambangan………………..5.4. 39 3. 20 2..12.1. Kegiatan Pereparasi Conto…………………………………………. Persiapan Daerah Penambangan……………………………………. 120 ix . Metoda Daerah Pengaruh…………………………………………… 41 F. Peta Lubang Bor dan Daerah Pengaruh……………………………. 22 2...

44 4......................... 45 4. 13 4. 54 x ..1.. 53 B................ Data Analisa Titik Bor dan Kadar....................2...... Perhitungan Cadangan Menggunakan Metode Daerah Pengaruh 47 A.........1.1................ Perhitungan Metoda Penampang Standar.. Data Curah Hujan dan Hari Hujan............... Perhitungan Cadangan Dengan Metode Penampang Tegak................3.1.DAFTAR TABEL Tabel Halaman 2........ Mineral Utama yang Mengandung Nikel…………………….....

...... Perhitungan Cadangan Dengan Metode Penampang Tegak...................... 54 C.. Data Analisa Titik Bor dan Kadar....... Perhitungan Cadangan Dengan Metode Daerah Pengaruh.......................... 119 G........................................ Data Curah Hujan dan Hari Hujan........... 53 B................ Peta Lubang Bor dan Daerah Pengaruh.............................. Perhitungan Luas Sayatan Metode Penampang Tegak............................ Peta Lubang Bor dan Sayatan.....DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman A.............. 120 xi ........ 100 F..... 94 E........ 80 D..

BAB I PENDAHULUAN 1. Maka dari itu usaha pertambangan tidak lepas dari pekerjaan-pekerjaan dalam mencari bahan tambang. dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dari suatu endapan. penentuan kerja produksi. akan banyak lagi mineral-mineral yang akan dibutuhkan dimasa yang akan datang. betapa pentingnya mineral bagi kehidupan manusia. Nikel merupakan salah satu bahan galian tambang yang digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Selain itu terdapat pula kendala saat ini dimana semakin berkurangnya cadangan nikel yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Mulai dari jaman batu sampai jaman besi (logam). maka dari salah satu 1 . sehingga makin maju dan modern kehidupan manusia. dimana diperlukan suatu perkiraan mengenai keberadaan bahan galian agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Kalau ditinjau dari sejarah. kualitas. dimana kebutuhan akan nikel semakin besar seiring meningkatnya penggunaan unsur nikel tersebut dalam pembangunan. dimana penamaan suatu periode atau jaman disebut berdasarkan pemakaian mineral saat itu.1 Latar Belakang Penambangan bahan galian merupakan kegiatan dalam rangka penyediaan bahan baku untuk keperluan pembangunan disegala bidang. Estimasi cadangan merupakan salah satu pekerjaan yang penting dalam mengevaluasi suatu proyek pertambangan. Bila dilihat secara keseluruhan. Bahkan para ahli berpendapat kemajuan peradaban manusia dapat diukur dengan pemakaian mineral. cara penambangan yang akan dilakukan. bahkan dalam memperkirakan waktu yang akan dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha penambangannya. Perhitungan cadangan berperan penting dalam menentukan jumlah. Sebab dari hasil perhitungan cadangan yang baik dan akurat yang sesuai dengan keberadaannya dilapangan dapat menentukan investasi yang akan ditanam oleh investor sebagai penanaman modal dalam usaha penambangan.

genesa. Aneka Tambang (Tbk) Unit Bisnis Pertambangan Nikel Operasi Pomalaa. 1. dan mineralisasi pada daerah penelitian. salah satunya menggunakan metode penampang tegak. diperlukan suatu metode eksplorasi yang lebih akurat dan sesuai. Untuk menentukan estimasi cadangan diperlukan metode estimasi yang sesuai dengan kodisi geologi. dengan endapan bijih nikel merupakan endapan yang bersifat heterogen.2 Perumusan Masalah Penelitian yang dilakukan dengan mencari data analisa pemboran melalui pengamatan langsung daerah penambangan yang pada saat ini semakin berkurang.cara untuk menyelidiki cadangan nikel yang lebih banyak. sehingga diperlukan metode lain yang sesuai dengan endapan bijih. maka penulis mencoba untuk menghitung nilai evaluasi cadangan bijih nikel di PT. Antam (Tbk) UBPN Pomalaa hanya menggunakan metode daerah pengaruh.Antam Tbk UBPN) Sulawesi Tenggara terutama di tambang tengah pada bukit TLC 3 dengan membandingkan Metode penampang tegak dengan metode daerah pengaruh.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah cadangan bijih nikel yang sesuai dengan Cut Off Grade (COG) yakni 1. Adapun permasalahan yang dihadapi. 1. sehingga perlu diadakan pencarian kembali dan perhitungan cadangan nikel sesuai COG dengan menggunakan metode yang tepat. metode perhitungan cadangan yang dilakukan PT.6 %. dan mengetahui penyebaran endapan bijih nikel dari hasil analisa conto dan hasil pemboran endapan bijih nikel 1.3 Batasan Masalah Batasan masalah pada penelitian ini mengarah pada perhitungan cadangan menggunakan metode penampang dan metode daerah pengaruh. (PT. dan memperoleh gambaran suatu metode estimasi cadangan yang sesuai untuk digunakan dalam 2 .

dan peta sebaran endapan nikel. Data Primer Data primer diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan. peta topografi. c.5 Metode Penelitian Metode penilitian yang dilakukan di PT. mana yang lebih sesuai. ini dengan tinjauan geologi. dan mineralisasinya dengan mengunakan metode penampang tegak dan metode daerah pengruh dengan cara membandingkan kedua metode tersebut. Antam (Tbk) UBPN Operasi Pomalaa pada tambang tengah di bukit TLC 3. peta geologi. B. Jumlah titik bor. berupa data analisis kadar. Pengambilan Data Pengambilan data dilakukan dengan dua cara yakni 1. b.mengestimasi cadangan bijih nikel di PT. Pengambilan conto. Tahapan metode ini terdiri dari A. ANTAM POMALAA ini merupakan metode kuantitatif. Data Sekunder Data sekunder didapat dari mengumpulkan data dari instansi terkait. 1. yang terdiri dari: a. kemudian melakukan perhitunganperhitungan terhadap alternatif pemecah masalah. Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan dan analisis data yang ada untuk mendapatkan alternatif pemecahan permasalahan yang dibahas. Kesimpulan Sebagai rekomendasi kepada perusahaan untuk menyelesaikan permaslahan di lapangan berdasarkan hasil penelitian ini 3 . Cara penambangan. genesa. sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang dibahas C. 2.

B. Sebagai masukan metode mana yang sesuai dengan perhitungan cadangan nikel.1. 4 . Mengetahui pola sebaran endapan nikel.6 Manfaat Penilitian Manfaat yang diperoleh dari penilitian ini adalah : A.

secara adsminitrasi terletak di daerah Pomalaa Kabupaten Kolaka. Disebelah Selatan berbatasan dengan Sungai Oko-Oko D. Curah hujan rata-rata per tahun 1980 mm.32°C dengan musim kering terjadi pada bulan Mei-Agustus sedangkan musin hujan terjadi pada bulan September-April. Disebelah Timur berbatasan dengan Perbukitan Maniang C. Secara geografis terletak pada 121°31’ BT . Disebelah Utara berbatasan dengan Sungai Huko-Huko B. sedangkan Pomalaa terletak disebelah Selatan kota Kolaka dengan jarak ± 29 km. Disebelah Barat berbatasan dengan Teluk Mekongga Dearah penelitian memiliki iklim tropis dengan temperatur berkisar antara 25° . Angin Barat merupakan angin kencang yang biasanya terjadi di bulan Februari-Maret. Sulawesi Selatan dimana harus melewati Teluk Bone di penyeberangan Bajoe berjarak ± 178 km dari Makasar. 5 . UBPN Operasi Pomalaa. Propinsi Sulawesi Tenggara berbatasan dengan : A. Lokasi penelitian berbatasan langsung dengan Propinsi Sulawesi Tengah di sebelah Utara Sulawesi Tenggara dimana dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat ke Kolaka dari Kendari. Ibukota Propinsi Sulawesi Tenggara adalah Kota Kendari berjarak ± 165 km dari Kolaka. dengan rata-rata hari hujan 129 hari.1 Lokasi dan Kesampaian Daerah Lokasi penambangan bahan galian bijih nikel yang dilakukan oleh PT.BAB II TINJAUAN UMUM 2. Peta lokasi dan kesampaian daerah dapat dilihat pada gambar 2. Antam (Tbk).4°18’ LS. Kabupaten Kolaka.(Penyebrangan Teluk Bone) – Kolaka – Pomalaa. atau dapat juga ditempuh dari Makasar.121°40’ BT dan 4°10’ LS . Jadi rute menuju lokasi penelitian sebagai berikut Makasar – Bajoe .1. Unit Bisnis Pertambangan Nikel Operasi Pomalaa. Propinsi Sulawesi Tenggara.

Keterangan: : Jalan U : Sungai : Gunung Skala 0 14 : Ibukota propinsi : Ibukota Kabupaten 28 : Lokasi Penelitian (Sumber : Arsip PT. ANTAM POMALAA) Gambar 2.1 Peta Lokasi Penelitian 6 .

daerah karst dan morfologi dataran rendah. Daerah konsesi pertambangan PT. yaitu perbukitan dan dataran rendah. dicirikan oleh batuan ofiolit yang berupa batuan ultramafik peridotit. 1992 (arsip PT. intrusi neogen dan sedimen mesozoikum. pergerakan ke barat Lempeng Pasifik dan Lempeng Eurasia di bagian selatantenggara (Herman dan Hasan Sidi.2. dunit. C. piroksenit dan serpentinit yang diperkirakan berumur kapur. yaitu: morfologi pegunungan.Tbk UBPN Operasi Pomalaa).1. Tbk UBPN Operasi pomalaa). Antam. daerah penelitian termasuk dalam morfologi Lembar Kolaka. B. dicirikan oleh adanya jalur gunung api paleogen. harzburgit. Geologi Umum Sulawesi Sulawesi dan sekitarnya merupakan daerah dengan tatanan geologi yang sangat kompleks. Mandala Geologi Banggai Sula.2. 7 . morfologi daerah Pomalaa terbagi 2. Antam.2. Hal ini disebabkan karena Sulawesi terletak pada zona konvergen antara 3 lempeng litosfer. yaitu Lempeng Australia di bagian utara. yang dapat dibedakan menjadi beberapa satuan morfologi. Daerah perbukitan menempati hampir seluruh daerah pertambangan yang meliputi daerah Tambang Utara. Pulau Sulawesi dan sekitarnya terdiri dari 3 Mandala Geologi yaitu: A. dicirikan oleh batuan dasar berupa batuan metamorf Permo-Karbon. Mandala Geologi Sulawesi Timur.2. Tbk UBPN Operasi Pomalaa termasuk dalam morfologi perbukitan.2 Keadaan Geologi Penelitian 2. Tambang Tengah dan Tambang Selatan dengan ketinggian rata-rata daerah mencapai 250 meter di atas permukaan air laut dengan tingkat kelerengan landai sampai sedang. 2. Berdasarkan pembagian morfologi Lembar Kolaka. Mandala Geologi Sulawesi Barat. Aneka Tambang. 2000 dalam arsip PT. perbukitan. batuan Plutonik yang bersifat granites berumur Trias dan batuan sedimen Mesozoikum. Morfologi Menurut Hasanudin dkk.

B. Sungai Lahumbuti. Sangihe-Minahasa System. The Buton System. Sungai Konaweha.Tenggara. Antam Tbk UBPN Pomalaa) dikelompokkan menjadi tujuh system. G. Satuan ini membentuk perbukitan bergelombang dengan ketinggian berkisar antara 75 meter samapai 750 meter atas permukaan air laut. Ketinggian berkisar dari beberapa meter sampai 75 meter atas permukaan air laut. Satuan dataran rendah terdapat didaerah muara-muara sungai besar seperti.satuan pegunungan. Satuan perbukitan terdapat dibagian Barat dan Timur lembar sekitar kaki perbukitan. F. The Makasar System. Daerah ini umumnya bertonjolan halus sampai kasar dan berlereng sedang sampai curam. Menurut Rusmana dkk 1998 (Arsip PT. yaitu : A. Sungai Sampera. Fisiografi Sulawesi dan pulau-pulau kecil disekitarnya secara fisiografis oleh Van Bemmelen 1994 (Arsip PT. E. dengan arah punggungnya memanjang Barat Laut. Sulawesi Tenggara adalah daerah lembar Kendari dan Kolaka morfologinya dapat dibedakan menjadi empat satuan yaitu. 8 . Satuan pegunungan sebagian besar menenpati daerah di Tengah dan Barat lembar. D. Pegunungan Tangkelomboke. sebagian diantara Perbukitan Mekongga dan Perbukitan Tangkelomboke. System of The Lesser Surda Island.3. satuan perbukitan. Northern Part of Celebes Orogen. serta sebagian lagi di bagian Barat Kendari. dan Pegunungan Matarombeo. satuan karst. Pegunungan tersebut antara lain.2. dan lain-lain. sebagian terdapat dibagian Utara Perbukitan Matarombeo. Pegunungan Mekongga. C. dan dataran rendah. Pegunungan Abuki. Satuan Karst. Ketinggian puncakpuncaknya berkisar antara 750 meter samapai 3000 meter atas permukaan laut.2. Southern Part of Celebes Orogen. Central Part of Celebas Orogen. ANTAM Tbk UBPN Pomalaa).

Mandala Geologi Sulawesi Timur dicirikan oleh gabungan batuan ultramafik. Batuan ultramafik ini diperkirakan batuan tertua dan menjadi alas di Mandala Sulawesi Timur. b. secara regional satuan batuan di Lembar Kolaka dapat dikelompokkan menjadi 2 Mandala Geologi Sulawesi Timur dan Mandala Geologi Banggai Sula. Stratigrafi Daerah Penelitian Menurut Van Bemmelen. pada lengan tenggara Pulau Sulawesi.Tbk UBPN Operasi pomalaa). serpentinit. 1949 dan Hutchison. Antam.2. Stratigrafi Lembar Kolaka juga dapat dikelompokkan menjadi 2 Mandala. dunit. Mandala Geologi Sulawesi Timur Mandala geologi sulawesi timur disebut juga lajur ofiolit Sulawesi Timur. mikrogabro basal. tersusun oleh batuan ultramafik. batuan ultramafik kebanyakan masif peridotit. mafik. Antam. dolerit dan setempat-setempat gabro malihan dan amfibolit.2. umur satuan ini belum diketahui secara pasti. malihan dan sedikit batuan sedimen pelagos. diduga berumur Kapur Awal. 9 . sebagian besar harzburgit. mafik dan malihan. berturut-turut dari tua ke muda adalah sebagai berikut: a. 1994 (arsip PT. Menurut Simanjuntak dkk. Kompleks Ultramafik Satuan ini terdiri dari: Harzburgit.4. Menurut Hasanudin dkk. Kompleks Pompangeo ini bersentuhan tektonik dengan batuan ultramafik dan mafik (ofiolit Sulawesi Timur). 1983 (arsip PT. diantaranya sekis mika. Formasi Pompangeo (Kompleks Pompangeo) Formasi ini tersusun oleh berbagai jenis sekis.Tbk UBPN Operasi Pomalaa). yaitu: 1. sekis klorit. gabro. Sedangkan Mandala Geologi Banggai Sula dicirikan oleh kelompok batuan sedimen malih. 1992 (arsip PT. sekis kuarsa-mika dan setempat geneis. Tbk UBPN Operasi Pomalaa). Antam. dunit dan sedikit berasosiasi dengan gabro dan basalt. hornfels dan ekologit. tetapi diduga tidak lebih tua dari Trias Awal-Kapur Akhir.

Formasi Meluhu Formasi ini tersusun oleh filit. satuan ini diperkirakan berumur Kapur Akhir. kuarsit. Kelompok tersebut berturut-turut dari tua ke muda: 10 . Formasi Matano dikelompokkan menjadi lajur ofiolit Sulawesi Timur. Formasi Laonti Tersusun oleh batugamping malihan. Pualam Satuan ini terdapat secara setempat-setempat dengan ketebalan dari beberapa meter sampai puluhan meter.c. batusabak. pualam dan filit. Kompleks Mekongga Kompleks ini tersusun oleh sekis. umumnya diperkirakan berumur lebih tua dari Trias. Formasi Mantano Formasi ini tersusun oleh kalsiluit dengan sisipan rijang dan batu sabak. d. Kedudukannya melensa dan setempat menjari dengan batuan asal sedimen di Formasi Pompangeo. Mandala Tukang Besi-Buton Mandala Tukang Besi-Buton tersusun oleh formasi yang berturut-turut dari tua ke muda yaitu: a. Kedua Mandala tersebut tertindih oleh kelompok Molasa Sulawesi. batupasir terubah. Kompleks ini tertindih tak selaras oleh Formasi Meluhu dan Formasi Laonti. bahkan mungkin Permo-Karbon. c. Kedudukan formasi laonti menjari dengan formasi meluhu dan menunjukkan bahwa umurnya Trias Atas. sedimen klastik pasca Orogenesa Neogen. Hubungan antara batuan ultramafik dan mafik dengan batuan malihan adalah berhubungan secara tektonik. 2. geneis dan kuarsit. b. Formasi Meluhu merupakan satuan tertua pada Mandala Arjung Tukang Besi-Buton yang tersingkap disini dan menjadi alas batuan tersier dengan Formasi Laonti hubungannya menjari. serpih dan batugamping malihan.

5. setempat terdapat konglomerat dan batupasir yang belum padat. napal pasiran dan batupasir. ƒ Formasi Buara Formasi ini tersusun oleh terumbu koral. sedangkan kelompok kedua menyebar kearah tenggara mulai Gunung Watumohae dan Bombakau sampai ke Torobulu. kelompok pertama menyebar kearah timur. Formasi ini tertindih secara tak selaras oleh Formasi Boepinang dan selaras dengan Formasi Eimiko. Berdasarkan kedudukan stratigrafinya yang selaras di atas Formasi Langkolawa. batupasir dan napal. ƒ Formasi Emoiko Formasi ini tersusun oleh kalkarenit. Struktur Geologi Struktur geologi daerah penelitian merupakan jalur batuan beku ultra basa. formasi ini berumur plistosen. tertindih pula secara tak selaras oleh Formasi Buara dan Formasi Alangga. umumnya berkisar antara Miosen Akhir-Pliosen. tertindih pula secara tak selaras oleh Formasi Buara dan Formasi Alangga. Formasi ini menindih tak selaras formasi Eimoko dan Boepinang.ƒ Formasi Langkowala Formasi ini tersusun oleh batupasir. Umur Formasi Langkolawa ialah Miosen Akhir atau Akhir Miosen Tengah. ƒ Formasi Boepinang Formasi ini tersusun oleh batu lempung pasiran. menindih selaras dan setempat tak selaras oleh Formasi Langkolawa. ƒ Formasi Alangga Formasi ini tersusun oleh konglomerat dan batupasir. Formasi ini masih memperlihatkan hubungan yang menerus dengan pertumbuhan terumbu pada pantai yang berumur Resen. batugamping koral. 2. Jalur ini terbagi 2 kelompok.2. Formasi ini mempunyai hubungan menjari dengan Formasi Eimoko. serpih dan konglomerat. Kemudian kedua kelompok ini bergabung lagi ke 11 . Jalur batuan beku ultrabasa di Sulawesi Tenggara mulai daerah Pomalaa.

Untuk menentukan jenis batuan ultrabasa Pomalaa ini perlu dilakukan pemeriksaan mikroskopis atas sejumlah conto batuan yang dianggap belum begitu lapuk dari beberapa bukit yang telah ditambang. Stratigrafi Lembar Kolaka 12 . terlihat juga batuan ultrabasa di Pomalaa ini telah mengalami proses serpentinisasi yang cukup kuat. Di daerah Pomalaa singkapan batuan ultrabasa ini umumnya telah mengalami pelapukan. berwarna kuning-coklat berbintik hitam atau abu-abu putih dengan warna kehijauan pada bagian luar tepi/pinggirnya. 1992) Gambar 2.ujung tenggara di Sulawesi Tenggara.2. Conto diambil dari beberapa rock sample dan core sample. Kuarter UMUR FORMASI/SATUAN Holosen Plistosen Miosen Kenozoikum Tersier Pliosen Akhir Aluvium Endapan Aluvium Kolovium Rawa Formasi Buara Formasi Alangga Formasi Boepinang Anggota Batupasir Formasi Eemoiko Formasi Langkowala Anggota Konglomerat Tengah Paleozoikum Mesozoikum Awal Oligosen Eosen Paleosen Kapur Jura Trias Perm Karbon Formasi Kabaena Pualam Komplek Ultramafik Pompangeo Mandala Geologi Sulawesi Timur Formasi Boroboro Formasi Laonti mafik Mandala Geologi Banggai Sula (Hasanuddin dkk.

1).94 ƒ Siegenit ƒ (Co.3 Peta Geologi Daerah Pomalaa 2.67 ƒ Heazlewoodit ƒ Ni3S2 ƒ 73.86 ƒ Violarit ƒ Ni2FeS4 ƒ 38.0 500 1000 ( Bag.22 ƒ Millerit ƒ NiS ƒ 64.Fe)9S8 ƒ 34. sifat maupun komposisi kimia mineralnya (Tabel 2.92 Arsenida ƒ Nikolit 13 .1 Mineral utama yang mengandung nikel. baik dilihat dari segi cara pembentukan. Tabel 2.Ni)3S4 ƒ 28. ANTAM. Pengukuran & Ekploras PT.3 Genesa Endapan Nikel Ada beberapa mineral utama yang mengandung nikel dalam endapan bijih nikel di alam ini. (Kajian nikel Dept ESDM 1985) Mineral Rumus Kimia Kandungan Nikel Sulfida ƒ Pentlandit ƒ (Ni.89 ƒ NiAs ƒ 43.30 ƒ Linnaete ƒ (Fe. Tbk UBPN POMALAA 2008) Gambar 2.Co.Ni)3S4 ƒ Bervariasi ƒ Polidimit ƒ Ni3S4 ƒ 57.

balok (stringers) dan celah yang kosong (fissure filling) di sekitar induk batuan beku.40 Antimonida ƒ Breithauptit Arsenat ƒ Annabergit Silikat dan oksida ƒ Garnierit ƒ (Ni. Deposit nikel yang mengandung sulfida terdapat pada atau dekat peridotit atau intrusi norit yang diperkirakan saling berkaitan. diperkirakan tebalnya 2. piroksenit atau serpentin sehingga akan menghasilkan formasi laterit yang kaya akan besi dan 14 . Zone diantara kerak bumi dan inti bumi.85 ƒ Rammelsbergit ƒ NiAs2 ƒ 28.8H2O ƒ 29. Tetesan sulfida yang jatuh bersama-sama itu. Deposit nikel pada umumnya dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam.15 ƒ Gersdorfit ƒ NiAsS ƒ 35. kemudian membentuk zone sulfida di bagian dasar intrusi. Formasi deposit nikel sulfida diperkirakan merupakan hasil dari proses pemisahan magma (magmatic segregation).53 ƒ Ni3As2O8.Mg)6Si4O10(OH)8 ƒ Berkisar sampai 47% ƒ Limonit bernikel ƒ (Fe.0. Deposit tersebut tersebar dalam badan yang masif atau terkonsentrasi di dalam urat bijih (vein). yaitu nickelcopper sulfida. dunit. dengan panjang beberapa ratus meter sampai ribuan meter. lensa (lenticular) atau lembaran (sheetlike). Pelapukan tersebut akan menyingkap peridotit. Badan bijih pada umumnya berbentuk memanjang (elongated).nH2O ƒ Rendah tapi beragam Inti bumi diperkirakan terdiri atas besi dengan kandungan nikel sekitar 7%. Tetesan cairan sulfida diperkirakan memisah dari keluarga magma mafis atau ultra mafis magma selama kristalisasi.3% nikel.Ni)O(OH). Endapan laterit dibentuk oleh pelapukan dan erosi pada periode waktu yang lama. yaitu yang disebut mantel (mantle). nickel silicate dan laterites and serpentines (Kajian nikel Dept ESDM 1985).ƒ Maucherit ƒ Ni11As8 ƒ 51.1% .42 ƒ NiSb ƒ 32.898 km dan mengandung 0.

1 Endapan bijih nikel primer atau sulfida Endapan nikel dalam bentuk sulfida terdapat pada atau dekat suatu badan batuan yang kandungan besinya tinggi. Endapan tersebut adalah batuan beku intrusi di permukaan bumi yang berasal dari terobosan magma pijar. Penampang endapan nikel sulfida dapat dilihat pada gambar 2. Disebut nikel silikat karena nikel terdapat sebagai hydrosilicate garnierite atau sebagai nickel-bearing talc atau antigorit.55%) dan mengandung nikel sekitar 1%. maka penambangan bijih nikel sulfida dilakukan dengan cara tambang dalam. yaitu: endapan bijih nikel primer/sulfida dan endapan bijih nikel sekunder/laterit. Deposit mineral ini terbentuk sewaktu dan setelah proses pendinginan magma gabro dan norit (ultra basa/ultra mafis).3. yang di dalamnya terdapat mineral pentlandit ((Ni. Tipe laterit ini dihasilkan dari pelapukan pada batuan peridotit segar. 2. Berdasarkan cara terjadinya. bervariasi dari gabro yang dikenal dari norit sampai peridotit. Badan bijih biasanya mencapai panjang beberapa antara beberapa ratus sampai ribuan meter. Laterit-laterit yang dibentuk dari pelapukan serpentin biasanya kaya akan kandungan besi (45% . Intrusi ini membentuk sekelompok massa yang pada keadaan tertentu menyebar dengan membentuk lapisan-lapisan serta di lain saat membentuk suatu bentuk yang tidak teratur. Fe)9S8) dan khalkopirit (CuFeS2).nikel.4. 15 . mengandung magnesium dan silikon nisbi rendah. Mengingat proses terjadinya jauh di bawah permukaan bumi. endapan nikel dapat digolongkan menjadi dua macam. Nikel silikat mengandung besi kurang dari 30% dan kandungan nikelnya mencapai 1. Tipe kedua dari nickelferous iron laterite adalah nikel silikat.5%. yaitu ketika magma mencari jalan ke atas dan mengadakan intrusi di bagian atas kerak bumi (tanpa sampai ke permukaan bumi). Bijih nikel yang utama adalah mineral phyrotit (Fe7S8). dunit dan piroksenit.

Proses pelapukan terjadi karena pergantian musim panas dan dingin yang silih berganti. Batuan ini banyak mengandung olivin.2 Endapan bijih nikel sekunder atau laterit Mineral nikel yang terdapat di daerah Pomalaa pada dasarnya adalah bijih lateritis. termasuk nikel. sehingga batuan menjadi pecah-pecah dan mengalami pelapukan. Batuan peridotit sangat mudah terpengaruh oleh pelapukan lateritik.30% nikel. Proses pelapukan dimulai pada batuan peridotit. magnesium silikat dan besi silikat yang pada umumnya mengandung 0. Sementara ion-ion yang mempunyai berat jenis kecil dihanyutkan oleh air.3. Air tanah yang kaya CO2 berasal dari udara luar dan tumbuhtumbuhan akan menghancurkan olivin.(Sumber : Kajian nikel Dept ESDM 1985) Gambar : 2. Bijih nikel laterit merupakan hasil pelapukan (weathering) batuan ultrabasa peridotit yang terdapat di atas permukaan bumi. Pada umumnya bijih nikel laterit mengandung unsur besi. yaitu hasil pelapukan batuan ultrabasa yang mengandung nikel. besi akan bersenyawa 16 . mengalami pengayaan di tempat.4 Penampang endapan nikel sulfida 2. nikel dan silika ke dalam larutan cenderung untuk membentuk suspensi koloid dari partikelpartikel silika yang submikroskopik. Ion-ion yang mempunyai berat jenis besar. kobalt dan khromium. Penguraian olivin. angin atau media lain ke dataran yang lebih rendah. magnesium. Di dalam larutan.

Adanya erosi air tanah asam dan erosi di permukaan bumi.). Zat-zat tersebut dibawa ke tempat yang lebih dalam. Perbandingan antara nikel dengan magnesium di dalam endapan lebih besar dari pada larutan. (Sumber : Kajian nikel Dept ESDM 1985) Gambar 2. Hematit (Fe2O3) dan kobalt dalam jumlah kecil. Dalam hal ini proses pengayaan bersifat kumulatif (lihat Gambar 2. Jadi besi oksida akan mengendap dekat dengan permukaan tanah. yaitu geothit FeO(OH). Tetapi jika dinetralisasi karena adanya reaksi dengan batuan dan tanah. Akhirnya endapan ini akan menghilangkan air dengan membentuk mineral-mineral seperti karat. Kandungan nikel pada zat terendapkan akan semakin bertambah banyak dan selama itu magnesium tersebar pada aliran air tanah. Sedang magnesium. nikel silika tertinggal di dalam larutan selama air masih asam. maka zat-zat tersebut akan cenderung mengendap sebagai hydrosilikat.dengan oksida dan mengendap sebagai ferri hidroksida.5. Serpentin terurai ke dalam komponen-komponennya bersama-sama dengan terurainya olivin. selanjutnya diendapakan sehingga terjadi pengayaaan pada bijih nikel. Kadangkadang olivin di dalam batuan diubah menjadi serpentin sebelum tersingkap di permukaan. akan menyerang nikel-nikel yang telah diendapkan. Nikel mempunyai sifat kurang kelarutannya dibandingkan magnesium.5. karena ada sedikit magnesium yang terbawa oleh air tanah. Penampang endapan nikel laterit 17 .

Keadaan ini merupakan suatu kadar yang sudah dapat ditambang.Proses pengkayaan dimulai dari suatu batuan yang mengandung 0. Pembagian yang sempurna dari besi dan nikel ke dalam zone-zone yang berbeda. pemisahan nikel dari besi lebih baik. Besi dalam material ini paling banyak berbentuk mineral ferri oksida yang pada umumnya membentuk gumpalan (disebut limonit). Hal ini berlawanan dengan endapan nikel yang bertipe silikat (kadang-kadang disebut sebagai bijih serpentin). Perlu ditambahkan bahwa endapan nikel laterit terletak pada lapisan bumi yang kaya akan besi. Waktu yang diperlukan untuk proses pengayaan tersebut mungkin dalam beberapa ribu atau bahkan berjuta-juta tahun. Skema pembentukan endapan nikel daerah Pomalaa sebagai berikut: 18 . Sehingga endapan nikel dapat ditunjukkan dengan adanya jenis limonit tersebut atau sebagai nickelferous iron ore. tidak pernah ada. Pengayaan besi dan nikel terjadi melalui pemindahan magnesium dan silika. sehingga akan dihasilkan 1.25% nikel.50% bijih nikel. Bijih nikel pada endapan laterit yang mempunyai kadar paling tinggi terdapat dengan dasar zone pelapukan dan diendapkan pada retakan-retakan di bagian atas dari lapisan dasar (bedrock).

Co) Konsentrasi residu Fe oksidasi Al hidroksida Ni .1%) Proses Serpentinisasi Peridotit serpentinit Proses Pelapukan dan Lateritisasi Peridotit – Serpentinit (lapuk) Bahan yang terbawa bersama larutan Terlarut sebagai larutan Ca – Mg karbonat Konsentrasi celah dari senyawa karbonat Urat – urat : Magnesit (MgCO3) Dolomit (CaMg)CO3 Kalsit (CaCO3) Zona paling bawah (Zona Bedrock) Bahan yang tertinggal (Fe. MgO Urat – urat garnierite Urat –urat krisopras Zona Tengah (Zona Saprolit) Gambar 2. AL.Skema Pembentukan Nikel Laterit Batuan Induk Peridotit (Ni Primer + 0.Co Terbawa sebagai partikel koloidal Konsentrasi Residu Fe. Ni. Mn.6. SiO2. Co Saprolit Soft Brown Ore Hard Brown Ore Konsentrasi Celah Zona paling atas (Zona overburden dan limonit) Ni. Skema pembentukan nikel laterit 19 . Cr. Ni.

efisiensi alat dan kondisi pekerja. Grafik rata-rata curah hujan 20 . Tbk UBPN Operasi Pomalaa diketahui curah hujan tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun (2002-2007) terjadi pada bulan April sebesar 372. temperatur serta tekanan udara dapat mempengaruhi kondisi tempat kerja. Tbk UBPN Operasi Pomalaa. Elemen-elemen iklim seperti hujan. Grafik Curah Hujan 400 350 250 200 Rata-rata curah hujan 150 100 50 Ju li Ag us tu Se s pt em be r O kt ob er N ov em be D r es em be r Ju ni M ei Ap ril 0 Ja nu ar i Fe br ua ri M ar et Curah hujan 300 Bulan Gambar 2. Pada PT. Aneka tambang. Grafik curah hujan dan hari hujan wilayah Pomalaa ditunjukkan pada gambar 2.4 Kondisi Iklim dan Curah Hujan Salah satu ciri tambang terbuka yang membedakannya dengan tambang bawah tanah adalah pengaruh iklim pada kegiatan penambangan. Hari hujan terbesar pada bulan April dan hari hujan terendah pada bulan Agustus.266 mm/bln. Aneka Tambang.7. Sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Agustus sebesar 58. curah hujan yang turun tiap tahun rata-rata cukup tinggi.2.564 mm/bln.8. Dari stasiun pengamatan curah hujan PT.7 dan gambar 2.

Rencana penentuan titik-titik bor dibuat pada peta topografi berskala 1 : 500 dengan grid pattern system yaitu membagi peta sehingga berbentuk bujur sangkar dengan jarak 25 meter antar titik bor. Awal dari kegiatan ini adalah membuat rencana titik-titik bor. Grafik rata-rata hari hujan 2. Penyebaran cadangan C. Penambangan Bijih Nikel Kegiatan pada Industri Pertambangan PT. Kegiatan Eksplorasi Pekerjaan eksplorasi pada PT.8. Tbk UBPN Operasi Pomalaa terdiri atas beberapa kegiatan utama yaitu: 1. 21 .5. Tbk UBPN Operasi Pomalaa mempunyai tujuan untuk mengetahui: A. Aneka Tambang. Macam cadangan B. Aneka Tambang. Kuantitas dan kualitas cadangan Adapun kegiatan eksplorasi yang dilakukan yaitu: a.Grafik Rata-rata hari hujan 14 12 Hari hujan 10 8 Rata-rata hari hujan 6 4 2 Ju li Ag us tu Se s pt em be r O kt ob er N ov em be D r es em be r Ju ni M ei Ap ril Ja nu ar i Fe br ua ri M ar et 0 Bulan Gambar 2. Kegiatan Pemboran Kegiatan pemboran merupakan kegiatan utama pada eksplorasi untuk mengetahui kuantitas dan kualitas cadangan.

Gambar 2. Cipta Utama Gambar 2. Pengukuran Kemajuan Tambang Selain kegiatan eksplorasi. Tbk UBPN Operasi Pomalaa dilakukan oleh CV. Kegiatan Pemboran b. Aneka Tambang.10. Hal ini bertujuan untuk mengetahui jumlah cadangan nikel yang telah dieksploitasi pada suatu daerah penambangan sekaligus untuk mengetahui sisa cadangan yang dapat dieksploitasi selanjutnya. Pengukuran Kemajuan Tambang 22 . Alat yang digunakan adalah Theodolith Nikon Semi Digital.Kegiatan pemboran pada PT. tim eksplorasi memiliki tugas penting lainnya yaitu melakukan pengukuran terhadap kemajuan tambang.9.

Alat yang digunakan adalah Bulldozer D85E-SS.2. Kegiatan Penambangan Kegiatan penambangan bijih nikel di PT. sambil memasang patok-patok kembali. dikenal dua macam jalan. Aneka Tambang. ƒ Land Clearing (Pembabatan) Pekerjaan pembabatan dilakukan setelah lokasi penambangan telah ditentukan. Pekerjaan tersebut meliputi: ƒ Pioneering (pembuatan jalan produksi) Jalan produksi adalah jalan yang digunakan oleh dump truck untuk mengangkut bijih nikel ke tempat penimbunan bijih (stock yard) dari front penambangan atau sebaliknya. Dari hasil pengukuran inilah dapat diketahui stripping sudah selesai atau perlu dilanjutkan lagi. ƒ Stripping of over burden Kegiatan ini dilakukan apabila pekerjaan pembabatan selesai. Persiapan daerah penambangan Merupakan persiapan awal sebelum melakukan kegiatan penambangan. Tbk UBPN Operasi Pomalaa dilakukan secara tambang terbuka dengan sistem open cut (selective mining). Pekerjaan ini meliputi pembersihan daerah rencana penambangan dari semak-semak dan pohon-pohon. Tahapan pada kegiatan penambangan adalah: a. Berdasarkan perbedaan kondisi jalan. Alat yang digunakan adalah Bulldozer D85E-SS. yaitu jalan utama yang menghubungkan tempat penimbunan dari kaki bukit dan cabang jalan utama yang menghubungkan kaki bukit ke front penambangan. 23 . Pengontrolan terhadap hasil stripping adalah dengan jalan mengadakan pengukuran terhadap tempat-tempat yang sudah dikerjakan.

Alat muat yang digunakan adalah Backhoe Komatsu PC 200 sedangkan untuk pengangkutan dari lokasi tambang ke stock yard menggunakan Dump Truck Nissan Diesel CWM 432 HTRA yang berkapasitas 20 ton. Oleh karena itu untuk mengangkut bijih nikel ke ore ship digunakan tongkang yang ditarik oleh tug boat. 3. Setia Budi Guna Abadi (SBGA). Kegiatan penambangan pada PT. Sumber Setia Budi (SSB). Aneka Tambang. Ore ship yang berlabuh berasal dari beberapa negara yaitu Australia. Jepang dan Cina. Penambangan Sistem penambangan yang digunakan adalah open cut dengan metode selective mining. Persiapan daerah penambangan b. Pada kedua pelabuhan tersebut kapal tidak dapat merapat ke pantai karena dangkal. Tbk UBPN Operasi Pomalaa dilakukan oleh pihak beberapa pihak kontraktor antara lain PT. Sistem selective mining digunakan karena sistem ini dianggap cukup efektif dalam memenuhi target produksi bijih nikel untuk saat ini. Aneka Tambang. Tbk UBPN Operasi Pomalaa terdiri dari Pelabuhan Pomalaa dan Pelabuhan Tanjung Leppe. PT.Gambar 2. Pengapalan Pelabuhan yang ada di PT.11. Untuk memindahkan bijih nikel dari stock yard ke ore ship dibutuhkan peralatan darat dan peralatan laut. 24 . Jembatan Mas dan PT.

Macam-macam peralatan yang dipakai adalah: ƒ Tug boat dipergunakan untuk menarik tongkang yang telah berisi bijih nikel untuk dibawa ke ore ship. Macam-macam peralatan yang dipakai berdasarkan sistem yang digunakan adalah: ƒ Bijih Nikel diangkut secara langsung oleh dump truck ke dalam tongkang. Untuk menarik sebuah tongkang digunakan 1 tug boat.a. Kegiatan preparasi conto ini dikerjakan oleh pihak kontaktor yaitu CV. Alat muat yang digunakan adalah Wheel Loader. Kapasitas tongkang yang digunakan adalah 500 ton. Peralatan Laut Yang dimaksud dengan peralatan laut adalah segala macam alat yang digunakan untuk pemuatan bijih ke ore ship yang beroperasi di laut. 4. conto produksi dan conto pengapalan. Preparasi conto Preparasi conto adalah pekerjaan mempersiapkan conto baik dalam hal ukuran maupun jumlah sebelum conto tersebut dikirim ke laboratorium untuk dianalisa. Putra Mekongga. 25 . Alat muat yang digunakan adalah Wheel Loader. ƒ Tongkang dipergunakan untuk membawa bijih nikel ke ore ship. Kegiatan preparasi conto meliputi conto eksplorasi. Peralatan darat Yang dimaksud dengan peralatan darat adalah segala macam alat yang digunakan untuk kepentingan pemuatan bijih yang operasinya di darat. Tongkang diletakkan di bawah feeder sehingga bijih nikel tersebut akan langsung menuju tongkang. b. ƒ Bijih Nikel diangkut dengan dump truck kemudian ditumpahkan pada feeder yang telah disiapkan pada pelabuhan.

Gambar 2. Tbk UBPN Operasi Pomalaa menjadi ferronikel. Kegiatan preparasi conto 5. Nama 3 unit pabrik pengolahan 26 . Pengolahan. batu kapur dan slag. Saat ini.12. Peleburan dan Pemurnian Bijih Nikel dari lokasi tambang selain diekspor ada pula yang diolah sendiri oleh PT. Analisis Kadar Analisa kadar dilakukan dengan menggunakan X-Ray Spectrometer Simultix 12 (Rigaku). Penentuan kadar/unsur-unsur tidak hanya dilakukan untuk ore tetapi juga untuk metal. Aneka Tambang. Gambar 2. Aneka Tambang.13. Tbk UBPN Operasi Pomalaa memiliki 3 unit pabrik pengolahan bijih nikel. PT. Alat Analisa Kadar pada bijih nikel 6.

27 . b.14.nikel tersebut adalah Feni 1. Beberapa cara penghijauan yaitu: ƒ Sistem Pot: Sistem ini digunakan pada daerah bekas tambang yang lokasinya berbatu-batu dan sulit untuk mendapatkan tanah humus. Kegiatan reklamasi pada lahan tambang ini terdiri dari: a. Hal ini berfungsi untuk mengatur aliran air dan mengurangi kekeruhan air khususnya air hujan sebelum dialirkan ke sungai atau ke laut dan mengantisipasi terjadinya genangan air hujan pada lubang-lubang bekas penambangan dan jalan tambang . peleburan dan pemurnian bijih nikel dapat dilihat pada gambar 2. Pembuatan sistem penyaliran dan kolam pengendapan. ƒ Sistem Teras: Sistem ini digunakan pada daerah bekas tambang yang topografinya landai serta mudah mendapatkan tanah humus. 7. Penghijauan daerah bekas tambang Sistem penghijauan pada daerah bekas tambang tersebut disesuaikan dengan lingkungan daerah bekas tambang tersebut. Feni 2 dan Feni 3. Reklamasi Salah satu kegiatan yang sangat penting dalam industri pertambangan adalah reklamasi pada lahan tambang. Bagan proses pengolahan.

Peleburan dan Pemurnian Bijih Nikel 28 . PPTM.Bijih Nikel Batubara Antrasit Batu Kapur Pengeringan dengan Rotary Dryer Pengayakan Pengayakan Pengayakan Pemecahan Pemecahan Pemecahan Penimbangan Penimbangan Penimbangan Pencampuran Kalsinasi dengan Rotary Kiln Umpan Panas Peleburan Desulfurisasi Deoksidasi Pemurnian Pencetakan Pengerjaan Akhir Fe-Ni (Sumber : Teknologi Pertambangan Indonesia. Proses Pengolahan. 1994) Gambar 2.14.

evaluasi. yang meliputi pekerjaan-pekerjaan untuk mendapatkan ukuran. bentuk. Menurut Mc. letak (posisi).E dan Alan M. eksplorasi. Selain itu eksplorasi dapat juga diartikan sebagai pekerjaan selanjutnya setelah ditemukannya endapan mineral berharga. dimana kegiatan dimulai dari propeksi. Tahapan kegiatan eksplorasi biasanya dilakukan berbeda untuk setiap jenis endapan mineralnya dan bahkan untuk endapan mineral yang sama sekalipun. pengolahan. Bateman (ore deposit 1987). ekstraksi. Studi Literatur Studi literatur merupakan suatu kegiatan untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berkaitan dengan penentuan daerah cebakan mineral yang dieksplorasi. bahan kuliah teknik eksplorasi Prodi Teknik Pertambangan Fakultas Teknk Universitas Lambung Mangkurat 2006). hal ini bergantung pada jenis bahan galian.BAB III DASAR TEORI 3. dan jumlah cadangan dari endapan tersebut (Nurhakim. Kinstry H. dan pemasaran sampai reklamasi. kepentingan masing-masing serta kondisi geologi dan endapan mineral itu sendiri. Namun seluruh kegiatan tersebut selalu dilakukan. B. eksplorasi didefinisikan sebagai kegiatan yang tujuan akhirnya adalah penemuan geologis berupa endapan mineral yang bernilai ekonomis.1 Kegiatan Eksplorasi Eksplorasi merupakan bagian dari kegiatan pertambangan. Adapun kegiatan eksplorasi meliputi tahap-tahap sebagai berikut : A. Ini dikarenakan adanya perbedaan penekanan pada tahap-tahap eksplorasi yang dilakukan pada jenis endapan tertentu. Tahap Pengamatan 29 . penambangan. kadar rata-rata. pemakaian bahan galian tersebut dan permintaan pasar.

D. Metode Tidak Langsung Menghasilkan suatu anomali yang dapat ditafsirkan sebagai gejala geologi yang dilacak dengan. Penyelidikan Pendahuluan Mempersempit daerah prospek dengan cara pemetaan geologi. geokimia. Hasil yang didapat adalah endapan ekonomis dan sudah didapat cadangan terukur. 30 . untuk menentukan layak atau tidaknya dilakukan eksplorasi. Hasil yang didapat adalah endapan yang mungkin ekonomis dan masih merupakan cadangan tereka. Metode Langsung Menghasilkan gejala geologi tersebut dapat diamati dengan mata geologist . 2. C. atau geofisika udara untuk sasaran eksplorasi. Eksplorasi Lanjut Penentan secara pasti sifat-sifat yang diperlukan sebagai data persiapan penambangan dan persiapan produksi. metode geofisika dan metode geokimia. Eksplorasi Detil Melanjutkan penyelidikan pada sasaran-sasaran eksplorasi dan mendapatkan cadangan yang merupakan cadangan terindikasi.Analisa data sekunder dan peninjauan lapangan. metode geologist. E. Dan metode dari eksplorasi itu sendiri terdiri dari : 1.

Prospeksi Ada Ekplorasi Pendahuluan Eksplo Eksplorasi Detail rasi Lanjut Eksplorasi Tidak ada Stop Analisis dan Perhitungan Cadangan Evaluasi Studi Kelayakan Tidak Layak Stop Arsip Layak Development Penambangan Pengolahan/Ekstraks i Pemasaran (Partanto Prodjosumarto. pengantar teknologi mineral ITB. Bandung 1996) Gambar 3.1 Diagram Alir Tahap-Tahap Kegiatan Pertambanga 31 .

Metoda Eksplorasi Metoda Geologi Survei Indera Jauh Dari ruang angkasa: Analisa Citra Satelit Dari Udara : Analisa Foto Udara. Citra Radar. dll Survei Geologi Permukaan Survei Geologi Tinjau (Reconnaissance) Suvei Geologi Singkapan Sumur Uji dan Paritan Pemboran Eksplorasi Survei Geologi Bawah Tanah Metoda Geofisika Metoda Geokimia Penyontohan Aliran Sungai Survei Geofisika Udara Survei Gravitasi Penyontohan Batuan Survei Magnetik Penyontohan Tanah Survei Geofisika Darat Survei Seismik Survei Gravitasi Survei Magnetik Survei Geolistrik Resistivitas SP IP EM Loging Sumur (Sumber : Nurhakim. 2006) Gambar 3.2 Metode Eksplorasi 32 .

komposisi. jenis . Klasifikasi cadangan di Amerika menurut US Berau Of Mine and US Geological Survey (USBM and USGS) dan usulan Mc. Kelvey yang dimaksud dengan cadangan (reserves) adalah bagian dari sumber daya terindikasi dari suatu komoditas mineral yang dapat diperoleh secara ekonomis dan tidak bertentangan dengan hukum dan kebijaksanaan pemerintah pada saat itu. dan kelanjutan endapan mineral serta batas penyebarannya dapat ditentukan dengan tepat. sedangkan kadarnya diperoleh dari hasil analisa conto. Ini diperhitungkan dari beberapa titik conto. misalnya dari pemboran. sebagian besar perhitungannya didasarkan kepada kadar dan kelanjutan endapan mineral yang 33 . dan kelanjutan endapan mineral serta batas penyebarannya belum dapat dihitung secara tepat dan baru disimpulkan/dinyatakan berdasar indikasi. kedudukan . ketebalan. ketebalan. B.2 Pengertian Cadangan Menurut Mc. Kelvey. Cadangan Terduga/Tereka (infered) Cadangan terduga adalah cadangan yang diperhitungkan kuantitasnya berdasarakan pengetahuan geologi. Cadangan Terkira/Teridikasi (indicated) Cadangan terkira adalah cadangan yang jumlah tonase dan kadarnya sebagian diperoleh dari hasil perhitungan pemercontoan dan sebagian lagi dihitung sebagai proyeksi untuk jarak tertentu berdasarkan keadaan geologi setempat titik-titik pemerconto dan pengukuran jaraknya tidak perlu rapat sehingga struktur.3. Struktur. serta batas dari penyebaran. Jarak titik-titik pengambilan conto dan pengukuran sangat dekat dan terperinci. Batas kesalahan baik kuantitas maupun kualitas 20% . 1973 sebagai berikut : A. C. kadar. Batas kesalahan perhitungan baik kuantitas maupun kualitas tidak boleh lebih dari 20%. Suatu cadangan mineral biasanya digolongkan berdasarkan ketelitian dari eksplorasinya. kelanjutan endapan mineral. singkapan dan paritan. kedudukan. sehingga model geologi endpan mineral dapat diketahui dengan jelas. kadar.40%. Cadangan Terukur Cadangan terukur adalah cadangan yang kuantitasnya dihitung dari pengukuran nyata.

mempunyai ciri endapan sama. ekonomi. mempertimbangkan keadaan geologi. bentuk. Selain itu juga Mc. Kelvey ini berdasarkan pada : a. Klasifikasi cadangan yang diusulkan Mc. Di Indonesia mengikuti klasifikasi cadangan menurut Mc. kuantitasnya sesuai dengan tahap eksplorasinya. Toleransi penyimpangan kesalahan terhadap perhitungan cadangan adalah 60%. Kriteria keyakinan geologi didasarkan tingkat keyakinan mengenai endapan mineral yang meliputi ukuran. Tingkat kesalahan adalah penyimpangan kesalahan baik kuantitas maupun kualitas cadangan yang masih bisa diterima sesuai dengan tahap ekplorasinya. Kelvey membagi cadangan didasarkan pada kenaikan tingkat pelaksanaan ekonomi dan tingkat keyakinan geologi yang dapat dilihat pada gambar 3. Kenaikan tingkat kelayakan ekonomi.3 34 . Kenaikan tingkat keyakinan geologi. b. sebaran. Kelvey. karena dianggap paling detil. dan memiliki wawasan luas tentang klasifikasi cadangan. Kriteria kelayakan ekonomi didasarkan pada faktorfaktor ekonomi layak atau tidaknya berdasarkan kondisi ekonomi pada saat itu.

Adapun tujuan dari perhitungan cadangan yaitu agar dapat menentukan jumlah dan mutu kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan untuk dieksploitasi sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan lapangan untuk memperoleh data guna perhitungan cadangan adalah sebagai berikut : 35 .3 Perhitungan Cadangan Setelah kita melakukan ekplorasi pada tahap-tahap kegiatan penambangan kemudian melakukan analisa dan perhitungan cadangan seperti terlihat pada Gambar 3. efisiensi operasi. control kehilangan dalam penambangan.Total Resources Identified Undiscovered Teridikasi Tak Terindikasi Demontrated Hypothermal Speculatives Terunjuk Hypotetik Spekulatif Measured Indicated Terukur Terindikasi ekonomi Cadangan Sub Marginal. dan sebagainya. Paramarginal Reserve Sub Economic Economic Kenaikan Tingkat Kelayakan Ekonomi Totalitas Sumber Daya Mineral Tereka Resources Kenaikan Tingkat Keyakinan Geologi (Sumber : Mc. Dengan perhitungan cadangan akan dapat mengetahui biaya produksi. Kelvey dalam Abdul Rauf Perhitungan cadangan endapan mineral.3 Klasifikasi Cadangan dan Sumber Daya Mineral 3. membantu perencanaan. 1998) Gambar 3. unsur produksi tambang.1.

f. untuk pengambilan topografi. Observasi Lapangan Merupakan gambaran praktis kondisi dan keadaan dilapangan meliputi pengambilan data geografi dan demografi. uji laboratorium dan analisa. b. Secara teoritis akan lebih optimal. singkapan sesuai dengan metodenya. E. Pengambilan Data Geologi Dapat dilakukan dengan studi literatur dan pengecekkan langsung dilapangan. a. 36 . dikomunikasikan. Untuk endapan yang terpencar dapat terjadi penafsiran yang salah. Tertua dan paling umum digunakan. Pengolahan Data Dilakukan di lapangan (pengecekkan mudah) atau dikirim ke kantor termasuk pekerjaan studio. Kelemahannya rumit data terbatas tidak optimal. endapan. Metode Non Konvensional. Pengembangan teori matematik dan statistik. b. d. Metode Konvesional a. tanah. B. C. bentang alam. Mudah diterapkan. dan lereng awal jika peta telah tersedia maka hanya dilakukan ploting. karena cendrung menilai kadar tinggi saja. Pengambilan Conto Dapat berupa air.A. Kelemahannya sering menghasilkan perkiraan salah. adapun metode perhitungan cadangan dapat dikategorikan menjadi : 1. c. 2. Mudah di adaptasi dengan semua edapan mineral. dan dipahami. Untuk Estimasi cadangan tidak lepas dari metode yang akan digunakan. Pemetaan Tidak mutlak dilaksanakan. c. D. e. Kadar suatu luasan diasumsikan konstan sehingga tidak optimal secara matematika.

Jenis Bahan Galian.4 Metode Perhitungan Cadangan Dalam melakukan metode perhitungan cadangan haruslah ideal dan sederhana. Bijih nikel merupakan jenis bahan galian golongan B yang mempunyai bentuk dan geometri yang sederhana. Pemilihan metode untuk perhitungan cadangan tergantung pada : A. C. Kriteria untuk mengkategorikan endapan bahan galian ini didasarkan atas pendekatan geologi. Secara umum endapan-endapan bahan galian dapat dikategorikan atas sederhana (simple) atau kompleks (complex) tergantung dari distribusi kadar dan bentuk geometrinya. dan memiliki assosiasi dengan mineral-mineral lainnya. Untuk kategori kompleks dicirikan dengan kadar pada batas endapan dan pada tubuh bijihnya sangat bervariasi serta bentuk geometrinya yang kompleks. Maka tingkat kebenaran perhitungan cadangan tergantung pada ketepatan dan kesempurnaan pengetahuan atas endapan mineral seperti asumsi-asumsi yang digunakan untuk menginterprestasikan variabel-veriabel pada batas-batas endapan dan pada perumusan matematika. cepat dalam pengerjaan dan dapat dipercaya sesuai dengan keperluan dan kegunaan. 37 . Metode perhitungan harus dipilih secara hati-hati dan rumusan yang dipilih harus sederhana dan mempermudah perhitungan sehingga dapat menghasilkan tingakat ketepatan yang sama dengan metode yang komplek. Keadaan Geologi dari Endapan Mineral Topografi daerah penelitian berupa perbukitan bergelombang B.3. sedangkan untuk kategori sederhana dicirikan dengan bentuk geometri yang sederhana dan kadar pada batas endapan maupun pada badan bijih relatif homogen. Ketersediaan Data Tidak adanya data lubang bor yang menunjukkan ketebalan endapan bijih nikel sehingga data merupakan indikasi secara geologi saja.

dalam hal ini adalah nikel. Metode Penampang Tegak (Cross Section) Prinsip dari metode ini yaitu pembuata sayatan pada badan bijih.4.3.1. Kemudian dihitung luasan masing-masing badan bijih tersebut. Untuk perhitungan volume dapat menggunakan rumus sebagai berikut : A. Volume penampang yang sejajar V : Volume Cadangan S1 : Luas Penampang Satu S2 : Luas Penampang Dua L : Jarak Antar Penampang 2. Rumus luas rata-rata 1.S2 = Luas Penampang Ujung M = Luas Penampang Tengah L = Jarak Antar S1 dan S2 V = Volume Cadangan 38 . Untuk menghitung tonase digunakan rumus T = V x BJ Dimana : T = Tonase (ton) V = Volume (m3) BJ = Berat Jenis Material (ton/ m3) Rumus Prismoida V = (S1 + 4M + S2) S1. dan untuk menghitung volumenya digunakan jarak antar penampang.

2. Rumus Kerucut Terpancung k S1 : Luas Penampang Atas S2 : Luas Penampang Bawah L : Jarak Antara S1 dan S2 V : Volume Cadangan (Abdul Rauf 1998) Gambar 3.4.3. Metoda Penampang Standar 3. Sedangkan kadar dari masing-masing 39 .4. Metode Daerah Pengaruh Perhitungan cadangan menggunakan metode daerah pengaruh (Area Of Influence) merupakan salah satu metode estimasi cadangan secara konvensional. metode ini mempunyai luas daerah pengaruh yang sama dengan luas daerah pengaruh dari titik-titik conto terdekat. Dalam hal ini pola luasan yang dibentuk segi empat sama sisi dengan luas 625m2.

dan luas daerah pengaruh setiap titik dihitung dengan membagi jarak antara dua titik conto yang berdekatan menjadi dua. Ukuran blok dapat ditantukan secara subyektif berdasarkan pengalaman dan perhitungan cadangan sejenis yang pernah dilakukan sebelumnya. hubungan letak. Pada metode daerah pengaruh ini semua faktor ditentukan untuk titik tertentu pada endapan mineral. dimana bagian dari endapan yang akan diestimasi cadangannya diganti oleh beberapa prisma poligon.titik conto bervariasi. dilakukan dengan cara mengkalikan luas daerah pengaruh tiap-tiap poligon dengan tebal bijih pada daerah pengaruh tersebut (tebal pada tiap-tiap poligon) Volume dari masing-masing daerah pengaruh dapat diestimasi dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : V=axt Keterangan : V = Volume daerah pengaruh (m3) a = Luas daerah pengaruh (m2) t = Tebal bijih (m) Sedangkan untuk mengestimasi volume total dari masing-masing poligon digunakan persamaan sebagai berikut : Vtotal = V1 + V2 + V3 +… + Vn atau 40 . setiap prisma poligon atau blok menggambarkan volume daerah pengaruh suatu titik conto. dan ruang titk conto di sekelilingnya. Ukuran blok yang ditentukan oleh tiap-tiap titik conto dipengaruhi langsung oleh spasi conto. Dengan demikian untuk mengestimasi volume daerah pengaruh tiap-tiap poligon. Metode ini umumnya menggunakan nilai titik conto yang berada dipusat blok sebagai pengganti terbaik nilai rata-rata luas tertentu didalam blok tersebut tanpa mempertimbangkan pengaruh. diekstensikan (perluasan) sejauh setengah jarak dari titik-titik sekitarnya yang membentuk daera pengaruh. maka ukuran blok dibatasi. Dengan demikian pengaruh dari tiap-tiap titik akan membentuk suatu poligon tertutup. Jika spasi rapat maka ukuran blok akan semakin kecil begitu juga sebaliknya.

V2.5 Metode Daerah Pengaru 41 . t2. V3.…. V3. .Tn = Tonase bijih dari masing-masing poligon (WMT) γ = Densitas Batuan (Ton/m3) V1. …. … tn = Tebal bijih dari masing-masing poligon (m) Untuk estimasi tonase bijih total digunakan persamaan sebagai berikut : T = T1 + T2 + T3 + … + Tn = (V1 x γ x C1) + (V2 x γ x C2) + (V3 x γ x C3) + … (Vn x γ x Cn) Sedangkan rata-rata diestimasi dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : CAV = C1V1 + C2V2 + C3V3 + … + CnVn V1 + V2 + V3 + … Vn Keterangan : T = Tonase bijih total dari cadangan (WMT) T1.… . … Vn = Volume masing-masing poligon (m3) a1. a2. C3. … an = Luas daerah pengaruh dari masing-masing poligon (m2) t1. t3.Vn = Volume dari masing-masing poligon (m3) C1. V2.= a1 x t1 + a2 x t2 + a3 x t3 + … + an x tn Keterangan : V1.Cn = Kadar dari masing-masing poligon (%) Keterangan : Berprospek Tidak Berprospek Gambar 3. T2. a3. C2. T3.

Batas cadangan didasarkan atas nilai kandungan bijih nikel (kadar) didalam bijih dengan acuan nilai Cut Off Grade sebesar 1. 2. 42 .5. Terdapat dua kriteria dalam penentuan batas cadangan. Penanganan masalah ketidakteraturan bentuk endapan dan ketidakmerataan distribusi kadar merupakan satu rangkaian dalam penentuan batas-batas cadangan.6 %.3. Penentuan Batas Cadangan Ketidakteraturan bentuk endapan bijih dan ketidakmerataan distribusi kadar akan menimbulkan kesulitan dalam penentuan batas-batas endapan bijihnya. Penentuan batas cadangan didasarkan pada interprestasi geologi atas daerah mineralisasi. sehingga batas-batas struktur maupun litologi juga merupakan batas cadangan. yaitu : 1.

43 .00 Ha 2. Kualitas LGSO ini merupakan permintaan akan negara Australia dimana selain nikel.40 Ha 4.0% Up atas permintaan dari Negara Jepang.60% sampai 2.BAB IV HASIL PENELITIAN Berdasarkan analisa-analisa maka penentuan layak tidaknya bijih nikel akan ditambang didasarkan pada hasil ekplorasi yang telah dilaksanakan Pada usaha penambangan yang dikelola oleh PT. KW 98PP0215 = 599.00 Ha + Total Kuasa Wilayah = 8314. KW 98PP0214 = 2372.0% dengan kadar besi (Fe) > 5% dan Bassisity > 50%. dan Korea Selatan. yaitu antara 1. High Grade Pabrik Kualitas ini untuk memenuhi kebutuhan akan pabrik FeNi 1 dan 2 yang dikelola PT. Antam (Tbk) sendiri yang akan menghasilkan Ferro-nikel sebagai bahan setengah jadi untuk dapat diproses selanjutnya 2. KW 98PP0216 = 3759.40 Ha Di mana lokasi tambang tengah terletak di KW 98 PP0216. Low Grade Saprolit Ore (LGSO) Kualitas nikel untuk LGSO ini memiliki kualitas yang kadar Ni rendah. mereka juga akan mengolah besi (Fe) sebagai mineral asosiasi. Thailland. High Grade Saprolit Ore (HGSO) Dimana nikel yang mempunyai kualitas ekspor dengan kadar berkisar 2. Eropa.00 Ha 3. KW 98PP0213 = 1584. Di PT. Antam (Tbk) UPBN operasi Pomalaa ini memiliki 4 Kuasa Wilayah (KW) penambangan yang terdiri dari : 1. b. High Grade a. Antam (Tbk) UBPN Operasi Pomala membutuhkan kualitas pasar yang terbagi atas 2 kualitas yaitu: 1.

. . . . . . .F cn Pn=Qn.c1 S2 S3 L2 F Q2=V2. b. satuan berat raw material / berat metal. Perhitungan Cadangan Dengan Metode Penampang Tegak Perhitungan cadangan dengan metode penampang tegak menggunakan metode standar. dengan menghubungkan titik-titik pengamatan terluar.1. Perhitungan volume. . .c2 . Perhitungan cadangan dengan metoda penampang tegak ini dilakukan dengan beberapa tahap : 1. 44 . Mengitung luasan masing-masing sayatan dengan menggunakan rumus 1/3 simpson. Pada metode standar ini dengan prosedur : a. n Tonage Faktor Cadangan Raw Material Kadar Cadangan Mineral/ Metal L1 F Q1=V1. .F c2 P2=Q2.1.4. Membuat sayatan pada badan bijh. dengan membagi beberapa segmen yang berjumlah genap pada masing-masing sayatan. Penentuan faktor rata-rata. .F c1 P1=Q1. . 2. . Prosedur Perhitungan Metoda Penampang Standar (Sumber : Abdul Rauf 1998) Blok Seksi Luas Jarak Antar Seksi 1 A-A' B-B' S1 S2 2 B-B' C-C' .cn Volume . yakni mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of gradual changes). Y-Y' Z-Z' Sn Sn Ln F Qn=Vn. Penentuan luas semua seksi. . d. Tabel 4. . c. Perhitungan cadngan.

2.4848 100 19111 1.56 275. Tabel 4.74 645.92 36433.56 748 748 131. Hasil Perhitungan Cadangan Nikel Menggunakan Metode Penampang Tegak BLOK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 TOTAL SEKSI A‐A' B‐B' B‐B' C‐C' C‐C' D‐D' D‐D' E‐E' E‐E' F‐F' F‐F' G‐G' G‐G' H‐H' H‐H' I‐I' I‐I' J‐J' J‐J' K‐K' K‐K' L‐L' L‐L' M‐M' M‐M' N‐N' LUAS PENAMPANG (m2) 672.24 50 5433.496.088 50 21529.4 329.08 100 16847 1.92 14864.92 41336.92 36910.56 1.8515 45 .8515 WMT sebagaimana terlampir (lampiran D).92 63280. 4.9 1.0752 100 7341.92 145457.727 m3 dan cadangan raw material sebesar 659.92 92881.9968 100 75759.18 204.18 853 853 275. Menghitung volume antar sayatan yang stu dengan yang lain berdasarkan blok-blok.11 1.09 1.92 10433.606 954.606 1.69 948.92 32346.34 1.69 1.12 100 19224 1.872 JARAK ANTAR PENAMPANG (m) VOLUME (m3) DENSITY (ton/m3) TONASE (WMT) 100 32958.92 93946.7328 100 21498.92 36693.59 1.4835 100 48930.3.64 50 18975.74 954.0128 100 48376.09 948.92 41277. Menghitung cadangan dengan mengalikan jumlah volume total dengan berat jenis material.34 645.6 1.872 343727 659955.955.69 411 411 374 374 377 377 329.4 204.0256 50 7742 1.04 1.92 14095. Maka dengan menggunakan rums pada tabel diatas di dapat hasil perhitungan volume sebesar 343.496.18 1.

luas. dan analisis kadar Ni dibuat dalam satu tabel teratur dan terangkum. ketebalan tanah penutup. (Area of Influence) perhitungan-perhitungan berdasarkan kedalaman lubang bor. Total tonase bijih nikel diperoleh dengan menjumlahkan seluruh tonase bijih nikel dari tiap-tiap blok/poligon. dilakukan dengan jalan mengkalikan luas dari tiap-tiap poligon dengan tebal bijih dari masing-masing poligon tersebut.. b. Adapun langkah-langkah perhitungan adalah sebagai berikut: a. Memasukkan data no blok. V=a×t Keterangan : V : volume daerah pengaruh (m3) a : luas daerah pengaruh (m2) t : tebal endapan nikel (m) c. dan ketebalan bijih nikel ke dalam lajur tabel yang telah dibuat. Perhitungan Cadangan Dengan Metode Daerah Pengaruh Estimasi cadangan dengan menggunakan daerah pengaruh.4. sehingga akan didapat estimasi luas dari masing-masing segi banyak hasil penggambaran secara manual. jarak pengaruh. Kemudian untuk mendapatkan volume dari masing-masing poligon. Estimasi cadangan dengan menggunakan metode ini dilakukan dengan membuat blok-blok daerah pengaruh berdasarkan aturan metode poligon. T = V × BJ Keterangan : T : tonase (WMT) V : volume (m3) BJ: densitas batuan (ton/m3) d. ketebalan. Tonase bijih nikel didapatkan dari hasil perkalian antara volume poligon dengan densitas batuan yang mempunyai kadar Ni. 46 .2.

92 12 1.92 10 1. Hasil perhitungan cadangan nikel menggunakan metode daerah pengaruh TB 651A 650A 649A 648B 641A 641B 642A 643A 645A 645B 619A 617A 617B 615A 612A 592A 592B 593A 594A 596A 596B 597A 598B 574A 573A 572A 571A 570A 569A 546B 547A 548A 549A LUAS (m2) 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 KETEBALAN DENSITAS (m) (ton/m3) 10 1.92 10 1.92 14 1. dan jumlah tonase sebesar 742.92 7 1.92 12 5 1.92 11 1.92 7 1.92 18 1.875 m3.92 15 1.92 6 1.92 14 1.92 9 1.92 8 1.92 1.92 7 1.92 9 1.92 9 1.Maka dengan langkah perhitungan diatas didapat hasil perhitungan volume sebesar 386.92 5 1.92 9 1.3.800 WMT (lampiran E) Tabel 4.92 13 1.92 14 1.92 11 1.92 VOLUME (m3) 6250 7500 7500 3125 6250 9375 4375 4375 6250 4375 6875 5625 5625 6250 3125 11250 5625 5000 8750 11250 4375 5000 3750 8125 5625 5625 10000 8750 6875 6250 8750 5625 3750 TONASE (WMT) 12000 14400 14400 6000 12000 18000 8400 8400 12000 8400 13200 10800 10800 12000 6000 21600 10800 9600 16800 21600 8400 9600 7200 15600 10800 10800 19200 16800 13200 12000 16800 10800 7200 47 .92 9 1.92 18 1.92 16 1.92 10 1.92 8 1.92 7 1.92 10 1.92 9 1.92 6 1.

92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.529A 528B 528A 527A 505A 506A 507A 508A 494C 493A 492A 473F 473E 473A 473B 473D 475A 471F 470D 472B 471A 470A 469A 449 450A TOTAL 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 8 13 9 10 6 14 11 14 12 16 10 10 16 20 17 7 10 7 6 18 11 12 9 7 8 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 5000 8125 5625 6250 3750 8750 6875 8750 7500 10000 6250 6250 10000 12500 10625 4375 6250 4375 3750 11250 6875 7500 5625 4375 5000 386875 9600 15600 10800 12000 7200 16800 13200 16800 14400 19200 12000 12000 19200 24000 20400 8400 12000 8400 7200 21600 13200 14400 10800 8400 9600 742800 48 .92 1.

955.BAB V PEMBAHASAN 5. dan lubang bor sendiri berjumlah 58 titik bor. pada perhitungan cadangan ini dibuat 14 sayatan sesuai dengan pola pemboran dengan jarak antar sayatan 100 m dan 50 m. Cadangan dihitung tiap-tiap blok (tabel 4.1.1. Penggunaan rumus rata-rata dianggap paling sederhana serta cocok untuk menghitung volume cadangan yang terletak diantara dua penampang dengan luas penampang 1 (S2) dan luas penampang 2 (S2) serta jarak antar penampang (L).8515 WMT. Sayatn-sayatan tersebut dibagi dalam 13 blok daerah penambangan. digunakan rumus 1/3 simpson untuk menghitug luasan dari masing-masing sayatan. Hasil perhitungan cadangan dengan metode daerah pengaruh yakni 742. 5.2). Metode Daerah Pengaruh Untuk perhitungan cadangan menggunakan daerah pengaruh. Kemudian dihitung volume dengan mengalikan ketebalan dengan luasan tiap daerah pengaruh. Bentuk luasan daerah pengaruh dibuat dengan menggunakan surfer 8.800 WMT. 49 . Metode Penampang Tegak Untuk perhitungan dengan menggunakan metode penampang tegak. Perhitungan Cadangan 5.1. Hasil perhitungan cadangan nikel dengan metode penampang tegak diperoleh jumlah cadangan sebesar 659. kemudian digunakan rumus rata-rata (mean area formula) untuk menghitung volume.1. Pembuatan sayatan sendiri dilakukan dengan menggunakan program Autocad 2005 dan Quicksurf 2005.2. dibuat luasan membentuk segi empat sama sisi dengan luasan 25 × 25.

Jumlah cadangan nikel yang didapat mempunyai jumlah selisih sebesar 82. Persen kesalahan tersebut menunjukan bahwa kesalahan perhitungan cadangan yang dilakukan relatif rendah. Quicksurf dan Surfer dalam menentukan luas daerahnya. Terdapatnya perbedaan jumlah dari perhitungan cadangan dengan dua metode tersebut dari kedua bentuk metode menunjukan perbedaan perhitungan. Kesalahan Perhitungan Hasil perhitunga yang didapat dari kedua metode ini memiliki selisih perbedaan besar cadangan.15 WMT.2. Dari perhitungan kedua metode tersebut didapatkan persen kesalahan sebesar 13 %. Kelvey dengan toleransi tingkat kesalahan perhitungan untuk cadangan terukur yaitu 20%. 50 . ini didasarkan pada klasifikasi cadangan menurut Mc. Faktor kesalahan lainnya adalah tingkat ketelitian dari program Autocad. nilai ini didapat dengan rumus dibawah ini : = 13%.844.5.

800 WMT. dan untuk metode daerah pengaruh sebesar 742.BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6. Besarnya cadangan nikel dihitung dengan merode penampang tegak sebesar 659. c. Saran Saran yang dapat penulis berikan berdasarkan hasil perhitungan cadangan nikel menggunakan metode penampang tegak dan metode daerah pengaruh yaitu : a. 6. Kedua metode tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Persen kesalahan perhitungan cadangan adalah sebesar 13%.8515 WMT.955. Perbedaan hasil perhitungan diharapkan dapat saling melengkapi. quicksurf dan surfer diperlukan ketelitian dalam penggambaran. 51 . murah dan dapat diterapkan secara umum. b. sedangkan kekurangan dari kedua metode tersebut adalah dalam menghitung luasan menggunakan Autocad. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan-perhitungan yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut a.2.1. b. Dalam kegiatan lebih lanjut (penambangan) sebaiknya menggunakan perkiraan jumlah cadangan dengan jumlah nilai cadangan yang kecil. Kelebihannya yaitu : sederhana.

Blais. Dep Teknik Pertambangan.” Perhitungan Cadangan Endapan Mineral”. Nurhakim. UNLAM.” Pengantar Teknologi Mineral”. Metode Perhitungan Cadangan. Diktat Kuliah. 2005 4. -----. ITB. 1992 5. Jurusan Teknik Pertambangan. STTNAS Yogyakarta.A. Kajian Nikel. -----. R. Partanto Prodjosumarto. Teknologi Pertambangan Indonesia. ANTAM UBPN Pomalaa.” Rancangan Teknis Sistem Penyaliran di Bukit TBL Tambang Tengah PT. 1985 9. 1994 Prodi Teknik 52 . Agus Haris. 1996 8. UPN ‘Veteran’ Yogyakarta. “Arsip PT. Pertambangan. J. PPTM. Gill. ITB. Abraham Beda. 2006 7. Program Studi Teknik Pertambangan.A. The Canadian Institute Of Mining and Metalurgy.” Ore Reserve Estimation and Grade Control”. Hasanudin dkk. Modul Responsi. V. Abdul Rauf. 2008 3.” Dep Energi dan Sumber Daya Mineral. Haw.” Teknik Eksplorasi”. Modul Kuliah. ANTAM Tbk UBPN POMALAA.E. Banjarbaru. 1998 2. Bandung. Bahan Kuliah. Bandung. Bandung. 1968 6.DAFTAR PUSTAKA 1. Tugas Akhir.

8 16 264. H Hari (mm) 6.5 24.98 11.6 4 34.68 7 9.7 10 15.79 10 7.8 5 78.46 8 23.3 9 97.68 2.37 25. H Hari (mm) 40.1 Tabel data cura hujan dan hari hujan Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 2002 C.54 11 7.8 5 0 0 0.25 13.05 18 404.5 5.3 13 323.24 7 0.32 4.96 2 2004 C.25 16 251.74 15 11.04 78 245.75 1975.45 7 7 13 116.6 13 6 10 15.67 8 2.7 7 24.36 7.3 167 .2 18 40.75 C.05 24 63 9 35. H Hari (mm) 9.8 2.H (mm) 2007 Hari 22.64 10.6 Hari 10 172.5 2.5 8.2 79 172.5 1.25 5.99 115 177.6 14 7.9 14 14.5 7 19.2 14 37.74 1 4 9 16.6 32.5 8 27.5 9.65 23 144.93 12.17 2 8 13 44.62 12 40.4 9.3 3 13.41 19 27.5 56.76 25.2 9 24.72 77 173.5 30.5 4 1.5 10.55 19 221.LMPIRAN A DATA CURAH HUJAN DAN HARI HUJAN Tabel A.32 27.65 7 18.41 13 5.6 1 0 0 2006 C. Hujan (mm) 23.71 1 0 0 16.73 90. H Hari (mm) 33.35 40.55 4 0 0 10.21 1 2003 C.91 12 15.95 5 1.97 1 0 0 0 0 T A HU N 2005 C.81 42.3 7 10 20 0.

07 0.89 10.10 9.78 1.25 43.05 15.58 21.89 0.15 228.79 20.5 2087.03 0.35 10.37 52.82 1.LAMPIRAN B DATA ANALISA TITIK BOR DAN KADAR Tabel B.05 NILAI KADAR (%) TEBAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 Ni CO Fe SiO2 CaO MgO 2.06 8.5 2087.48 19.58 39.31 9.73 0.86 40.82 0.65 46.15 228.5 2112.1 Data analisa titik bor dan kadar KOORDINAT TITIK BOR 651A 650A EASCO NORCO ELEVASI 2087.12 46.20 26.12 0.80 1.00 10.03 0.47 1.65 18.78 0.5 2087.13 1.71 0.5 2112.05 220.23 9.47 35.03 0.79 0.5 2112.15 228.5 2087.03 0.5 2112.63 18.78 20.05 220.61 8.15 220.15 228.92 0.04 43.27 9.32 45.78 15.10 9.29 18.90 48.02 0.02 0.86 0.5 2112.16 40.05 220.05 0.05 220.00 2.52 23.08 0.41 47.71 42.03 0.5 2087.22 35.04 0.82 10 KADAR RATA‐ RATA Ni (%) 1.36 12.71 21.5 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 228.89 41.05 0.45 1.98 0.82 0.5 2087.31 12 0.05 220.92 26.88 0.5 2087.47 0.04 0.88 0.75 RATA‐RATA KETEBALAN (m) .06 0.5 2112.72 0.60 0.5 2087.15 228.51 18.27 1.5 2087.58 44.82 1.15 228.15 228.08 1.51 24.58 16.06 0.89 0.15 45.76 13.08 13.95 7.5 2112.15 228.87 1.98 0.99 15.08 0.29 26.15 228.46 37.67 0.56 1.37 1.39 11.74 2.84 0.05 220.

5 2187.24 1.43 1.03 0.10 0.39 210.5 2187.86 0.05 220.03 0.89 15.11 1.39 210.04 0.64 17.5 2087.51 37.16 31.79 1.09 68.19 9.80 7.5 2087.74 1.5 2187.5 2187.39 51.39 210.51 15.98 29.07 1.5 2137.04 0.11 10.40 0.82 40.18 230.30 0.03 0.34 38.07 0.57 0.04 0.5 2137.69 1.08 1.64 11.39 43.71 28.04 0.56 1.05 210.48 1.34 15.61 24.60 29.48 22.40 1.74 43.39 210.05 220.5 2112.07 0.39 210.87 22.03 0.64 9.92 19.39 209.39 210.5 2137.08 0.5 2087.14 52.27 4.5 2137.80 0.65 12.18 209.5 2137.06 0.03 0.02 0.39 210.62 8.87 1.86 0.05 220.55 0.70 15.45 1.05 220.5 2137.00 12 0.06 14.5 2137.62 41.10 31.44 28.08 1.75 0.12 5.50 10.46 42.52 13.39 210.95 0.69 0.71 32.5 2137.17 29.91 25.5 2137.82 0.99 1.05 0.04 0.12 11.03 0.13 1.41 6.77 0.00 1.13 15.85 24.5 2112.78 49.04 16.60 17.06 0.10 0.16 0.41 1.68 8.55 16.64 42.39 210.18 19.90 1.5 2137.23 1.649A 648B 641A 2112.12 10 1.34 7.29 39.00 15.18 209.15 230.99 5 1.73 24.53 52.78 1.5 2137.15 39.70 9.15 1.36 0.06 11.39 210.11 1.07 0.98 42.94 0.69 1.85 8.86 24.77 1.83 37.12 1.80 9.39 210.5 2187.5 2137.15 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 1 2 3 0.64 9.76 21.77 1.67 51.86 5.02 0.18 209.06 0.94 38.33 0.84 0.63 9.96 16.99 49.82 0.20 18.18 209.79 0.5 2112.06 0.83 0.91 21.08 0.82 0.95 14.5 2112.15 230.34 .5 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1625 ‐1600 ‐1600 ‐1600 220.25 1.

68 211.03 0.15 230.23 16.52 8.54 49.5 2112.5 2112.14 6.01 13.22 1.5 2112.34 38.96 26.32 2.40 6.42 1.79 0.84 2.39 0.5 2087.48 220.68 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 2 3 1.72 0.45 22.55 23.00 1.86 0.5 2112.15 230.65 44.86 0.90 0.06 0.36 10.10 55.17 56.73 1.48 220.43 51.76 1.31 9.43 0.5 2112.5 2137.86 9.98 34.5 2112.641B 642 A 2087.91 62.65 16.22 21.59 22.29 7.5 2112.73 0.88 53.78 50.82 23.02 0.15 220.19 1.70 15.89 0.5 2112.5 2112.89 1.16 1.31 12.02 0.74 0.49 44.55 16.10 56.61 0.05 0.97 0.17 1.99 19.46 9.27 10.27 47.64 17.20 25.74 0.96 0.09 8.05 0.91 8.00 15 1.51 54.27 33.69 1.26 45.34 18.50 8.03 0.48 220.48 220.62 2.30 39.04 0.32 9.60 76.48 220.84 0.43 48.58 1.69 19.68 211.39 17.5 2112.48 220.15 230.48 220.78 0.5 2137.48 211.48 220.21 1.86 0.61 9.37 6.06 0.83 1.5 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 230.15 230.03 0.05 0.51 20.02 0.26 38.75 0.76 1.5 2112.39 43.07 0.29 2.06 10.03 0.48 220.08 1.03 0.5 2087.06 0.71 19.00 62.67 47.5 2112.5 2087.35 24.04 0.26 0.47 1.11 44.48 220.03 0.48 220.02 0.15 230.52 9.5 2112.97 0.78 1.5 2087.5 2112.06 0.66 2.17 0.87 9.66 23.5 2087.84 0.5 2112.15 230.27 25.24 15.82 .95 14.87 0.81 39.16 1.50 7 0.13 49.88 0.02 0.68 25.48 220.29 52.48 220.44 0.5 2137.97 22.73 10.48 220.55 8.5 2087.02 0.04 12.03 0.02 0.06 0.60 0.

5 2187.03 0.5 2187.73 1.83 21.35 10.67 40.60 20.22 0.5 2187.17 23.63 3.57 27.11 25.33 219.37 219.50 0.22 21.33 222.24 1.28 7.37 219.14 1.37 219.10 0.02 0.49 1.5 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1600 211.68 33.86 23.31 9.85 29.16 1.55 23.91 8.12 1.49 41.07 0.01 1.5 2162.5 2162.45 7 1.57 1.03 0.14 41.71 47.5 2162.48 21.28 27.87 1.5 2162.37 219.56 1.5 2187.03 .28 0.03 0.98 36.52 11.78 1.16 10 1.18 1.07 0.54 49.21 5.21 218.64 25.5 2112.65 80.75 12.03 0.86 18.46 15.24 14.68 7.03 0.5 2112.21 1.93 29.00 7 2.03 53.5 2187.98 1.94 35.43 48.30 45.51 28.03 0.02 0.5 2187.04 0.75 11.42 0.23 1.03 0.5 2162.80 2.36 2.37 219.08 12.47 1.99 1.5 2112.37 219.97 30.04 11.64 19.03 0.76 2.01 0.22 43.27 47.09 11.98 1.02 0.33 222.44 0.41 1.03 0.37 219.75 0.66 41.03 0.90 31.30 1.55 30.13 9.58 1.18 30.16 0.34 1.643A 645A 645B 2137.5 2187.29 43.82 11.33 222.41 17.01 0.68 222.06 0.37 219.61 9.03 0.03 0.68 211.53 50.40 9.59 22.46 2.5 2162.26 17.29 1.52 43.82 8.92 1.5 2162.36 0.37 219.54 30.19 0.10 44.75 15.37 218.21 218.06 0.13 29.05 0.33 5.5 2112.29 16.44 40.5 2187.33 222.02 18.07 43.78 0.21 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 0.03 0.5 2137.00 1.75 25.5 2137.97 1.19 1.98 1.65 0.07 0.68 211.5 2187.33 222.33 222.5 2137.21 0.31 1.86 51.02 0.90 1.5 2187.16 11.08 18.38 1.21 218.24 43.68 211.

73 57.21 31.5 2137.14 30.74 22.26 216.5 2137.35 225.88 15.49 53.35 225.72 59.75 0.35 225.21 218.38 2.99 6.58 22.62 52.26 216.35 225.68 31.5 2087.16 1.03 0.26 216.5 2112.59 1.60 8.86 9.59 21.58 9.66 0.98 2.90 2.16 12.78 10.72 1.77 1.19 0.73 0.13 0.64 15.94 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 2.05 0.03 0.5 2137.06 0.79 0.11 1.52 0.03 1.04 0.03 0.54 21.5 2087.33 1.21 218.83 0.98 36.20 26.619A 617A 617B 2112.63 1.03 0.44 6.94 1.26 216.03 0.33 0.48 46.26 17.26 216.30 9.44 8.44 1.59 7.07 0.32 .35 225.5 2162.34 1.07 1.26 219.52 0.28 6.5 2087.5 2087.20 1.20 41.52 1.34 16.58 0.09 0.31 1.08 20.31 37.88 54.5 2137.19 8.74 2.04 7.24 4.06 0.5 2162.01 49.04 0.16 14.05 18.07 0.04 0.77 0.03 0.09 0.58 22.65 1.87 1.21 225.06 0.88 18.60 0.75 4.13 57.5 2087.87 9 1.02 1.14 52.73 9 0.21 0.5 2087.5 2087.38 49.56 17.35 225.5 2087.90 55.72 16.58 54.5 2137.67 18.26 216.01 0.86 62.27 40.18 1.42 40.70 59.62 18.11 15.86 25.22 10.89 32.17 11.61 57.5 2137.5 2087.5 2137.85 0.94 1.45 11.26 216.5 2087.94 0.49 9.5 ‐1600 ‐1600 ‐1600 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 218.26 216.35 225.24 43.03 0.92 0.05 10.02 16.86 5.49 0.94 219.13 18.28 0.5 2087.99 1.03 0.5 2137.21 12.04 42.05 0.90 6.5 2112.35 225.15 0.35 225.02 1.35 216.19 0.69 17.11 1.16 1.06 0.09 28.90 23.5 2137.75 50.03 0.35 225.03 0.03 0.

54 46.32 0.02 0.71 1.60 28.66 1.74 22.65 .96 0.03 0.02 0.07 0.70 46.74 23.68 51.06 0.34 1.5 2.68 1.04 217.14 4.59 24.82 217.5 2187.25 0.5 2087.31 224.31 224.61 8.34 1.11 0.90 25.19 10.94 219.88 5.88 47.93 30.31 8.94 219.27 1.32 27.54 28.37 51.94 219.5 2162.27 1.55 1.06 0.5 2162.40 37.51 24.43 1.31 224.37 25.94 219.30 8.90 45.40 1.04 200.63 1.55 10.5 2087.04 200.87 1.76 22.5 2162.31 224.29 10.94 224.01 44.03 0.96 8.00 53.94 219.72 45.52 48.11 1.615A 612A 592A 2162.02 0.5 2162.46 18 1.78 1.96 1.15 1.31 47.5 2187.31 44.03 0.53 1.5 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1575 ‐1550 ‐1550 ‐1550 219.03 0.03 0.5 2162.53 10 1.51 1.5 2187.50 25.5 2162.59 1.74 1.04 0.5 2187.74 1.31 224.22 9.46 1.03 0.76 1.31 224.79 13.85 53.52 5.5 2162.26 22.20 21.40 51.63 1.69 1.2 0.19 24.5 2187.68 19.02 0.15 1.23 0.03 0.03 0.5 2187.36 1.5 2162.5 2187.03 0.5 2187.81 26.31 224.59 1.47 1.06 0.04 200.31 224.02 0.31 224.70 10.89 10.59 23.04 200.3 13.36 20.63 55.06 21.5 2162.93 12.90 12.82 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 1 2 3 1.31 200.14 1.98 53.65 1.78 13.51 18.8 34.79 19.02 23.41 1.23 0.08 1.30 12.82 217.16 1.31 1.03 0.82 8.02 0.51 19.02 0.5 2162.20 28.37 5 1.02 0.75 1.07 0.56 45.81 1.5 2162.46 9.3 44.5 2087.68 10.93 0.56 44.01 2.97 0.57 10.82 19.94 24.39 25.18 1.94 219.53 25.5 2187.2 32.30 1.5 2187.33 21.

89 19.61 1.17 11.82 217.28 28.38 2.85 1.55 1.66 0.92 0.92 24.05 0.19 9 0.99 217.39 14.99 215.24 27.5 2087.02 0.58 54.5 2112.48 30.13 25.47 50.02 0.13 57.5 2087.44 6.07 0.73 0.85 17.99 215.82 215.03 2.66 15.71 11.12 1.14 20.03 0.10 2.06 0.06 0.82 217.95 1.02 0.09 0.31 1.89 31.5 2112.82 217.82 217.26 2.77 0.06 2.07 0.5 2112.37 1.65 15.99 215.86 9.82 217.57 30.79 1.02 0.5 2087.45 1.82 217.77 1.82 2.5 2087.12 0.82 217.5 2112.28 6.96 32.5 2137.30 1.04 0.5 2112.40 8.09 1.90 55.5 2112.82 217.94 19.5 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 217.11 15.82 26.13 0.90 21.73 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1.83 16.99 215.59 7.50 1.01 0.88 18.84 6.37 7.90 23.03 0.04 0.13 15.86 17.21 2.5 2087.02 0.23 2.03 0.83 0.5 2112.14 52.82 217.82 217.02 0.74 6.02 0.02 0.39 17.05 10.22 10.20 1.5 2087.13 2.72 15.67 10.21 8.49 53.95 .91 0.77 1.70 16.52 0.99 1.51 8.34 16.09 16.02 0.82 217.67 18.66 1.44 29.48 46.5 2087.82 217.99 215.39 26.95 8 0.41 0.06 1.03 0.91 2.86 8.02 0.592B 593 A 2087.37 1.5 2087.63 0.02 0.99 215.90 9.06 0.69 17.31 37.82 217.59 33.82 217.5 2087.5 2087.85 2.99 215.60 8.18 26.88 0.79 0.86 62.94 1.76 13.34 19.48 2.09 1.98 9.25 0.13 5.5 2087.04 23.5 2112.23 7.88 1.5 2112.5 2087.38 1.61 42.10 14.99 215.86 25.54 20.75 4.59 28.5 2087.86 5.43 6.5 2087.

71 58.5 2187.5 2137.51 33.02 0.81 15.29 8.80 11.19 15.57 0.62 51.03 0.46 225.33 54.10 0.5 2162.63 0.77 11.16 50.03 0.5 2162.60 1.91 22.54.05 0.12 14.04 0.75 0.46 226.86 56.90 37.08 19.10 19.40 10.46 225.97 23.03 0.31 1.20 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 2 3 4 1.19 26.87 10.38 19.03 0.62 0.31 21.50 2.49 1.36 10.75 0.46 225.25 20.83 1.76 18.36 0.94 1.5 2137.43 21.46 225.43 2.74 0.09 0.01 1.86 2.05 30.51 0.5 2162.46 225.09 0.73 217.5 2162.5 2162.37 15.19 8.03 0.61 0.5 2187.80 8.60 2.5 2137.77 1.63 21.15 48.53 13.81 11.93 10.48 11.73 0.59 1.77 11.05 0.03 54.75 .73 217.20 226.46 225.55 49.5 2162.00 14.97 17.31 27.49 29.02 16.66 57.46 225.5 2162.63 14 1.47 0.34 14.46 225.52 1.73 225.46 225.5 2162.5 2162.95 1.51 0.594A 596A 2137.05 0.89 10.52 10.65 38.23 69.59 49.20 10.98 1.88 1.05 0.46 225.01 42.23 71.25 0.5 2162.20 1.5 2137.52 2.82 48.03 0.90 17.38 1.10 16.13 13.5 2162.03 0.5 2162.04 0.84 19.04 0.88 31.03 0.05 0.51 7.04 49.37 46.64 2.84 0.92 0.73 217.27 0.48 0.5 2162.97 0.83 49.63 1.73 217.73 217.20 226.46 225.73 217.91 1.03 0.98 1.86 7.5 2187.95 35.03 0.44 11.46 225.26 0.85 9.19 17.5 2137.04 0.46 225.23 1.77 9.31 19.5 2137.10 15.5 2187.20 226.98 0.5 2162.67 18 2.55 2.22 1.03 0.07 1.08 .06 0.84 1.75 13.5 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 217.28 0.50 52.

86 0.5 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 226.26 10.5 2187.71 12.34 21.74 26.94 0.15 1.04 13.26 221.03 0.46 211.06 0.37 55.26 221.05 1.98 7.56 1.39 12.22 50.72 0.34 15.92 9.04 0.20 226.64 2.72 21.10 0.20 226.596B 597A 2187.5 2212.76 24.5 2212.24 0.04 0.17 14.28 34.23 0.49 51.94 1.20 226.59 20.05 22.15 4.10 43.5 2187.10 13.18 1.87 14.20 226.26 221.80 0.20 226.20 226.26 211.76 52.46 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 2.81 0.06 0.10 0.29 20.15 47.38 8 2.86 34.30 1.07 0.5 2187.5 2187.37 12.5 2212.37 1.5 2212.59 22.24 8.03 0.5 2187.94 0.26 221.26 1.5 2187.52 10.14 36.5 2237.04 0.20 226.63 2.84 52.79 11.03 0.69 19.5 2187.04 0.37 22.26 221.80 2.81 0.20 226.06 0.92 43.30 21.93 0.41 8.46 211.05 8.86 17.39 1.58 21.30 2.20 221.22 11.75 16.73 0.03 0.15 21.15 31.14 2.04 0.10 14.17 10.41 21.48 1.5 2237.84 1.72 47.5 2187.58 8.5 2237.90 0.04 0.26 221.5 2187.28 45.5 2212.5 2212.03 0.86 0.34 8.22 11.40 22.00 0.83 2.10 1.04 0.83 1.37 1.41 43.73 8.81 0.20 226.5 2187.40 27.97 0.88 0.24 .37 1.20 226.89 0.53 1.20 226.17 49.03 13.26 2.80 23.53 12.10 0.62 1.04 0.26 7 1.14 1.38 1.05 8.87 48.79 21.33 42.46 211.5 2187.90 1.03 0.06 0.5 2187.50 1.5 2212.11 24.05 55.04 0.98 1.79 0.79 12.18 30.44 12.20 226.20 42.5 2187.99 22.74 0.13 43.01 32.82 20.20 226.01 1.5 2237.59 47.

34 14.10 55.77 9.72 1.89 10.28 0.29 8.58 9.03 56.31 20.61 20.5 2087.5 2262.5 2087.79 1.5 2087.51 206.30 1.5 2087.75 13.36 1.04 0.51 210.32 1.38 16.5 2237.02 0.77 1.00 13.83 204.32 1.33 48.5 2237.00 13.02 1.98 6.04 0.10 22.57 1.02 0.02 0.75 7.04 1.50 1.89 17.23 71.58 5 1.53 1.00 0.72 16.17 53.83 204.92 44.92 44.29 46.88 1.02 0.51 210.35 1.77 1.54.75 .55 1.26 8.83 204.5 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1550 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 211.97 7.86 1.52 2.97 13.46 211.84 9.14 7.53 1.19 16.02 0.51 210.51 210.22 1.61 52.03 54.72 206.79 1.5 2087.08 1.13 0.51 210.5 2087.93 10.90 55.66 57.83 204.5 2262.52 1.52 20.46 204.47 0.04 0.88 0.09 52.85 9.89 17.03 0.38 19.68 48.93 24.5 2112.04 0.80 8.00 1.87 0.5 2087.03 0.98 56.5 2087.51 210.02 0.51 210.09 52.17 53.51 210.65 1.88 0.72 16.63 9.40 59.27 .5 2262.18 0.92 8.65 1.83 210.5 2112.03 0.53 23.18 1.04 0.04 49.62 0.55 1.19 17.22 1.18 8 1.09 21.30 8.04 0.5 2087.5 2087.5 2262.92 1.85 9.20 0.02 0.05 24.51 210.5 2087.36 47.50 2.51 210.84 9.5 2112.48 0.05 0.02 0.03 0.5 2262.72 206.03 0.72 5 6 7 8 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 3 2.02 0.46 211.5 2087.98 21.28 0.85 9.67 1.11 64.04 0.51 210.97 2.29 20.42 13 1.04 9.02 0.55 21.01 44.598B 574A 573A 2237.17 4.41 15.71 0.5 2087.75 50.46 211.89 9.51 210.10 1.89 62.84 0.5 2237.66 18.05 0.18 0.02 7.78 1.40 17.

98 0.02 19.57 12.72 215.69 215.44 51.93 0.17 1.69 215.97 1.42 16 2.52 1.90 223.61 5.5 2112.07 1.55 2.57 9.92 8.95 45.90 223.23 1.72 206.98 8.5 2137.62 0.5 2162.70 1.69 215.90 223.13 6.5 2137.5 2162.92 20.05 49.93 1.5 2112.30 18.93 1.07 9 1.64 1.74 1.572A 571A 2112.40 1.03 0.83 49.10 19.13 0.65 53.02 1.65 46.02 0.47 9.46 8.86 0.5 2162.35 1.68 10.03 0.03 1.02 0.90 7.03 0.18 2.06 0.69 223.61 1.08 62.49 5.5 2162.98 21.69 215.5 2112.82 2.5 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 206.68 11.32 1.90 223.30 39.32 15.03 0.03 0.09 12.77 12.51 7.38 1.5 2162.21 1.19 1.5 2137.16 1.79 3.10 15.5 2162.5 2137.98 8.63 1.66 0.14 11.02 0.62 1.46 9.5 2137.68 32.61 52.16 55.50 19.52 2.90 223.11 6.57 0.84 49.35 2.26 1.43 19.50 44.5 2137.60 1.02 55.02 0.05 0.72 206.02 0.13 33.83 46.03 0.03 0.23 19.69 215.52 1.04 0.07 0.5 2162.03 0.26 .03 0.19 1.5 2162.5 2137.08 12.5 2162.18 42.89 27.69 215.86 0.15 1.38 12.55 1.51 11.60 15.75 17.72 206.77 64.66 1.70 9.90 223.86 1.55 7.72 9.02 1.90 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1.50 12.23 19.93 51.5 2162.90 223.90 223.5 2137.02 0.95 19.10 21.72 206.79 56.61 8.82 1.45 20.32 1.05 0.45 7.90 223.07 52.03 0.90 223.5 2137.09 1.5 2162.5 2112.69 215.69 215.62 0.96 0.06 9.22 25.57 0.42 1.30 46.44 2.57 1.30 36.06 0.03 0.52 12.14 20.

72 17.31 1.40 1.88 10.41 52.51 224.43 9.5 2187.76 54.5 2187.94 1.5 2162.68 14.87 9.27 46.38 46.57 49.84 1.03 0.71 15.51 224.5 2187.51 224.51 224.24 18.05 0.90 19.51 224.01 1.20 17.07 2.06 0.87 11.93 34.04 0.5 2212.17 11.32 1.03 0.04 0.02 0.37 1.36 10.60 8.18 9.03 0.09 3.50 1.90 223.03 0.58 9.09 45.69 11.68 8.13 45.02 0.34 1.20 1.12 1.03 0.07 48.54 16.81 51.5 2187.03 0.04 14.5 2187.20 1.08 12.98 6.51 224.52 43.78 11.04 0.21 10.05 0.09 1.21 2.78 0.5 2187.5 2187.5 2187.71 7.00 12.51 10.41 1.51 220.61 45.5 2187.92 1.5 2162.12 1.66 8.30 47.83 0.5 2162.47 9.47 1.56 8.47 22.87 1.09 8.61 2.79 49.46 19.15 49.16 1.03 0.04 0.63 2.61 10.5 2212.18 10.02 19.45 2.44 1.02 0.76 1.03 0.19 1.17 7.02 0.00 3.31 220.03 0.5 2212.51 224.51 224.51 224.02 16.78 46.35 12.13 3.51 224.05 0.90 224.5 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 223.45 6.13 1.570A 569A 2162.5 2212.13 4.06 0.5 2212.90 223.98 4.31 220.51 224.5 2212.57 .5 2162.89 1.67 48.45 1.04 0.20 43.39 2.51 224.5 2187.03 11.33 49.90 223.65 10.5 2187.04 40.51 52.97 1.53 2.31 44.48 1.02 0.85 41.40 1.31 220.5 2187.44 2.90 223.00 11.10 52.02 16.54 14.31 10.82 2.31 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 3.86 20.49 1.77 1.05 1.5 2187.35 54.31 220.58 14 1.36 1.92 12.54 11 1.51 1.31 220.51 224.51 1.28 15.03 0.5 2187.26 0.

59 22.02 16.39 23.78 1.34 1.31 220.68 25.47 1.64 1.08 1.54 213.29 1.5 2212.48 2.91 1.89 1.5 2137.77 1.00 44.35 2.5 2112.00 .36 8.04 0.22 21.03 0.41 48.75 213.5 2112.5 2137.5 2212.87 9.02 12.75 213.53 1.5 2112.21 49.02 0.54 2.57 25.53 8.03 0.19 1.49 19.54 49.31 220.03 0.31 199.16 23.04 0.09 14.85 50.12 9.22 1.29 37.26 0.75 213.5 2212.76 2.5 2112.66 17.63 15.31 220.38 10.5 2137.12 1.58 1.61 27.54 199.46 1.31 9.54 199.70 15.04 0.10 14.5 2137.5 2112.78 50.39 18.61 1.59 1.06 0.54 199.64 17.60 44.95 14.5 2137.54 36.98 17.54 199.75 213.75 213.54 1.21 1.5 2137.54 199.19 20.26 45.70 0.49 44.79 43.58 0.75 213.99 12.5 2137.54 199.41 47.06 0.30 19.55 23.22 1.02 0.39 43.06 2.64 2.89 2.50 10.28 1.03 0.55 16.14 14 2.01 48.67 12.03 0.48 11.02 0.31 220.16 47.27 47.02 0.44 1.42 19.23 16.60 12.5 2112.67 40.75 213.75 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2.07 54.02 2.54 199.60 49.5 2137.85 2.85 1.18 1.54 199.546B 547A 2212.33 9.86 9.61 9.28 49.5 2112.02 1.43 48.5 2137.35 1.26 12.75 213.5 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1525 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 220.02 0.75 213.02 0.91 46.64 2.54 199.91 8.66 23.80 10 2.06 0.32 21.04 17.5 2112.5 2112.5 2112.34 38.27 33.5 2137.03 0.68 1.18 20.5 2212.37 6.89 1.04 0.51 1.56 11.63 12.05 0.47 1.00 18.22 46.14 1.03 0.06 0.36 2.16 1.86 2.02 0.97 0.60 1.03 0.19 2.

5 2137.30 2.70 9.56 6.96 198.30 23.80 1.68 52.12 50.52 21.96 198.91 1.5 2187.73 1.5 2112.5 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1500 ‐1475 ‐1475 ‐1475 ‐1475 ‐1475 ‐1475 213.27 9.07 1.17 29.75 213.25 220.26 45.02 0.92 0.10 31.94 1.82 19.74 1.01 0.20 23.21 0.25 220.42 49.29 1.75 213.5 2162.35 80.91 25.96 198.89 23.79 1.05 56.95 10.84 0.80 0.91 7.25 220.03 0.30 8 1.27 16.51 14.70 24.25 220.74 218.5 2162.96 198.34 52.25 220.85 8.93 18.86 0.90 10.03 0.74 218.63 1.37 0.5 2187.79 10.62 8.74 218.06 0.74 218.20 9.03 1.02 0.05 14.94 36.5 2187.30 12.5 2162.98 1.71 32.74 218.02 0.07 0.35 55.02 10.72 0.57 1.03 0.80 47.25 218.22 1.07 0.03 11.23 1.75 220.25 220.96 0.48 24.86 24.04 0.83 1.03 0.44 0.38 52.04 0.02 0.55 1.5 2112.94 66.59 1.43 8.07 48.98 9 1.5 2187.34 8.93 18.17 53.03 0.37 31.63 9.96 198.25 1.74 198.86 0.08 0.34 53.38 1.86 10.12 1.49 6.60 81.81 8.5 2137.19 1.23 4.5 2162.5 2187.05 0.5 2137.04 0.82 40.02 0.24 14.27 11.5 2162.81 0.25 220.62 0.95 9.5 2112.96 14.84 10.5 2112.5 2187.87 22.52 47.22 65.5 2112.5 2162.94 1.73 24.19 15.34 1.80 0.29 1.51 37.10 0.09 0.83 2.47 57.94 1.5 2162.05 14.5 2162.5 2112.98 1.78 1.03 0.96 1.18 0.75 213.41 6.25 220.56 7.64 1.08 1.12 19.07 0.548A 549A 529A 2137.96 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 2.21 6 1.28 0.03 53.13 15.94 10.83 1.5 2162.42 1.02 0.48 .03 0.48 14.

528B

528A

527A

2112.5
2112.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2187.5

‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475

198.96
198.96
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
210.97
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
214.48
217.24

7
8
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1

1,27
1,10
0,94
1,42
2,90
3,06
3,61
2,51
2,94
2,46
2,23
2,46
1,93
1,94
1,24
0,68
0,73
1,29
0,60
2,06
1,79
1,91
1,71
1,77
0,58

0,04
0,04
0,10
0,11
0,09
0,08
0,09
0,04
0,04
0,03
0,02
0,03
0,03
0,03
0,02
0,05
0,07
0,04
0,02
0,03
0,03
0,03
0,03
0,04
0,05

13,89
15,06
23,50
19,34
17,19
17,20
17,58
16,58
10,48
9,27
3,11
12,40
7,93
11,01
5,19
16,85
23,11
16,41
7,36
9,68
9,48
11,21
11,21
14,77
13,34

38,62
41,78
40,39
39,58
36,90
35,55
34,77
33,88
39,49
42,20
10,80
44,60
47,2
45,27
54,22
54,50
47,40
44,03
79,25
50,75
54,07
53,38
53,38
45,27
68,88

0,69
1,69
0,73
0,81
0,96
0,94
0,81
0,89
0,90
0,83
0,70
0,80
0,85
0,87
0,72
0,65
0,60
1,07
0,74
1,71
1,24
1,57
1,57
1,75
1,58

29,20
18,27
4,14
5,68
13,59
15,79
14,13
15,96
21,57
28,36
5,14
23,49
27,29
25,94
31,05
4,20
3,97
8,12
7,08
18,88
17,00
20,08
16,60
14,75
2,60

13

2,28

9

1,46

10

1,64

505A

506A

2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2112.5
2112.5
2112.5
2112.5
2112.5
2112.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2137.5

‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1475
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450

217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
217.24
197.96
197.96
197.96
197.96
197.96
197.96
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80
207,80

2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

0,68
2,41
1,60
1,74
1,55
2,60
2,23
1,71
1,26
1,22
2,37
2,50
2,31
1,42
1,78
2,75
1,28
2,43
2,18
1,41
2,61
2,53
2,09
2,53
2,59

0,05
0,04
0,04
0,05
0,04
0,04
0,03
0,03
0,03
0,13
0,06
0,04
0,03
0,02
0,03
0,10
0,10
0,12
0,11
0,10
0,13
0,15
0,14
0,14
0,11

17,51
13,47
13,67
20,97
18,89
17,92
11,33
12,11
11,18
23,90
14,28
9,53
8,86
5,96
7,63
10,85
14,68
16,74
10,47
19,54
29,96
31,78
29,15
31,31
25,48

57,79
47,25
52,75
44,25
48,25
45,56
49,82
55,93
61,12
32,14
35,73
41,52
45,22
44,07
44,01
44,02
55,96
44,36
46,69
43,55
20,67
22,37
21,13
17,67
26,23

0,62
1,46
1,38
0,82
1,25
1,21
0,98
1,06
1,90
0,92
1,77
1,50
1,11
1,82
1,45
1,47
0,85
1,00
1,69
0,70
0,64
0,67
0,73
0,67
1,15

3,83
15,37
12,11
6,55
7,24
12,04
14,58
13,36
13,46
8,92
19,73
24,26
25,99
29,68
28,77
22,57
6,89
11,17
17,96
6,00
2,42
3,64
65,4
3,64
6,18

6

2,02

14

2,13

507A

508A

2137.5
2137.5
2137.5
2137.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2162.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5
2187.5

‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450
‐1450

207,80
207,80
207,80
207,80
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
215.65
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69
210.69

11
12
13
14
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

2,56
1,52
2,27
1,09
0,84
0,93
0,31
0,37
0,75
0,56
0,46
0,35
0,36
2,85
0,56
1,07
0,81
1,16
2,54
1,11
1,51
1,14
1,09
1,11
1,65

0,08
0,05
0,06
0,04
0,11
0,03
0,04
0,03
0,09
0,07
0,05
0,04
0,03
0,04
0,02
0,06
0,07
0,05
0,06
0,04
0,03
0,02
0,03
0,03
0,03

16,69
7,18
9,64
22,29
18,34
1,08
16,09
3,91
16,36
14,46
9,02
4,96
7,56
18,34
5,90
34,64
20,09
23,91
8,69
20,67
8,52
7,27
10,56
10,47
10,73

38,36
42,63
42,32
40,00
47,37
83,53
52,71
69,49
47,29
54,38
71,14
79,20
70,57
36,35
87,40
27,62
30,99
36,81
44,70
45,00
50,32
55,66
56,02
36,62
53,33

1,27
1,21
1,23
0,67
0,70
0,67
1,11
0,67
0,67
0,61
0,64
0,63
0,23
0,87
0,61
0,63
0,66
0,70
0,82
0,79
2,82
2,52
1,16
1,24
0,93

13,23
29,20
23,62
8,71
3,40
3,53
6,73
3,55
4,31
3,84
3,21
1,02
3,23
14,80
7,57
2,91
2,46
5,11
28,11
4,14
16,05
15,02
11,53
15,64
17,30

11

0,57

14

1,28

03 0.03 0.66 0.04 0.20 1.44 6.5 2137.71 15.68 1.30 209.09 0.06 0.12 41.18 0.55 6.19 1.69 204.47 5.25 1.77 0.03 0.5 2162.05 0.50 26.18 204.81 0.90 55.53 0.5 2137.75 0.98 0.03 1.79 0.91 2.21 1.96 1.57 46.15 10.5 2137.33 1.07 0.59 7.69 210.30 209.13 57.38 16.04 11.07 0.58 17.55 0.73 50.31 53.68 23.33 0.86 62.80 1.5 2137.03 0.22 44.18 204.14 13.67 1.13 18.45 16.5 2137.30 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1.83 0.69 1.28 1.28 17.06 0.88 18.59 21.89 32.18 204.18 204.5 2187.50 24.12 0.31 37.18 204.5 2137.05 0.31 53.09 32.95 11.22 10.15 3.03 0.90 23.5 2162.60 8.33 54.48 46.03 0.98 35.09 0.5 2187.49 21.11 8.07 0.18 209.5 2162.5 2162.76 30.92 1.04 0.69 210.5 2137.69 17.30 209.77 1.52 26.06 0.5 2162.67 18.73 0.49 0.18 204.57 32.49 53.5 2137.72 0.35 17.5 2187.75 4.68 1.61 57.14 52.15 1.69 19.87 1.13 0.58 1.5 2137.18 204.66 6.5 2162.04 0.06 0.18 204.43 1.38 .93 23.5 2162.5 2162.5 2162.30 209.18 204.18 204.71 9.50 0.30 209.76 0.50 14 1.01 0.58 12.79 0.17 11.5 2137.90 6.66 0.03 0.34 16.58 54.30 209.05 10.77 12 1.62 18.76 0.70 0.97 1.04 0.30 209.03 0.76 7.50 26.28 6.69 210.11 15.04 1.21 0.28 6.77 39.5 2137.86 5.18 204.81 0.15 1.494C 493A 2187.79 6.11 9.5 2137.5 ‐1450 ‐1450 ‐1450 ‐1450 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 210.05 0.14 54.92 0.05 18.91 1.30 209.86 25.13 13.44 17.

59 20.5 ‐1412.14 51.66 21.23 13.74 0.12 10.5 2162.5 2150 2150 2150 2150 2150 2150 2150 2150 2150 2150 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1425 ‐1412.29 13.29 51.63 44.02 0.5 2162.14 0.07 0.38 50.15 56.05 57.03 0.10 1.68 200.66 1.45 58.01 2.5 ‐1412.5 2187.81 2.5 ‐1412.35 204.79 21.05 0.03 0.68 200.21 0.78 0.35 204.68 200.35 0.5 2187.04 0.35 204.35 204.86 8.71 11.5 2187.39 2.92 14.5 ‐1412.5 2187.06 47.68 200.69 8.14 1.16 1.5 209.80 11.96 22.53 2.23 16.66 1.02 0.09 10.71 0.04 0.68 204.79 1.68 200.02 0.64 24.35 9.39 57.66 1.04 0.33 1.77 45.44 1.07 14.25 8.86 8.27 17.32 21.73 1.06 0.66 12.50 54.5 2162.19 65.55 1.89 23.89 40.07 0.03 14.70 0.89 1.78 50.23 8.35 204.70 10 1.5 ‐1412.95 2.75 2.09 14.30 200.03 0.94 33.30 209.26 10.5 2187.47 39.06 0.91 21.90 1.5 ‐1412.92 20.59 45.47 21.05 0.77 19.05 1.47 43.01 20.95 1.35 10 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2.5 ‐1412.03 0.5 2187.22 47.69 17.5 2162.03 0.58 0.53 52.65 51.41 11.49 9.09 8.03 1.45 13.43 2.30 209.04 1.35 204.74 .07 0.57 15.96 1.03 0.95 1.68 200.68 200.5 2187.5 2187.40 12.50 1.44 44.5 ‐1412.84 12.13 1.48 1.70 48.68 200.61 9.5 2187.76 11 1.30 209.39 1.41 11.15 8.30 209.21 1.01 17.02 0.66 1.95 41.10 20.34 1.00 43.82 2.04 0.35 204.03 0.58 2.20 16.05 1.02 0.68 200.29 1.63 2.03 0.14 1.35 204.5 2187.01 2.5 ‐1412.81 14.39 19.06 7.24 1.33 10.84 1.492A 473F 2162.35 204.

03 0.06 0.76 31.60 1.97 204.53 1.35 2212.5 2162.55 2.98 25.97 195.5 ‐1412.37 1.5 2162.74 204.74 204.89 9.78 1.19 1.94 2.22 11.77 50.94 48.50 47.32 3.42 27.76 25.25 26.5 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 195.5 2162.20 0.02 0.03 0.00 1.5 2162.5 ‐1412.96 1.52 1.74 204.65 13.71 1.26 46.53 16.5 ‐1412.02 0.74 204.11 1.5 2162.5 2212.5 2162.25 21.5 ‐1412.74 204.26 38.52 1.93 30.5 2162.42 11.97 195.79 44.94 19.03 0.5 2212.5 ‐1412.48 2.35 0.5 2162.5 ‐1412.07 1.5 2162.32 20 1.89 2.5 ‐1412.66 18.5 2162.79 1.74 204.76 1.51 0.21 23.02 8.99 0.02 12.60 2.03 0.13 20.12 10.89 1.01 0.5 ‐1412.77 14.49 21.03 0.79 2.40 45.68 1.00 12.74 204.03 0.59 28.5 ‐1412.5 2212.58 1.51 37.03 0.07 24.85 13.74 195.37 1.85 0.51 1.5 2212.97 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 1.30 8.94 1.20 20.5 ‐1412.02 0.93 51.59 43.5 ‐1412.03 0.40 2.42 2.57 2.32 12.37 0.08 21.86 13.5 2162.18 19.92 1.66 .04 0.47 1.5 2162.74 1.5 2162.06 22.81 2.54 0.74 204.13 21.5 ‐1412.67 1.65 25.51 19.84 0.74 204.74 204.19 11.52 0.71 44.97 195.5 2162.97 195.02 0.5 ‐1412.39 16 2.42 13.41 1.02 24.45 51.07 0.98 0.99 47.5 2212.48 50.06 6.68 2.03 0.19 23.5 2212.26 2.22 9.06 12.74 204.36 10.25 1.74 204.97 195.36 2.02 6.03 0.473E 473A 2150 2162.10 2.76 13.5 2162.44 29.12 9.74 204.03 0.16 2.32 25.5 ‐1412.5 ‐1412.37 44.18 1.68 9.04 0.49 1.54 20.79 11.35 45.74 204.5 ‐1412.97 195.5 2212.07 23.30 19.5 ‐1400 ‐1400 ‐1400 204.64 43.04 14.99 9.35 2.23 24.74 204.14 20.5 ‐1412.

71 0.03 0.34 19.5 2137.97 204.80 31.74 6.18 26.40 0.5 2137.29 45.02 0.37 1.56 14.09 1.05 0.13 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1.96 32.71 11.03 0.74 66.85 0.91 2.5 2212.59 19.5 2212.03 0.10 2.48 1.86 9.05 0.60 18.23 1.13 204.00 0.79 0.5 2137.5 2212.05 15.69 0.97 195.92 24.37 7.26 1.90 9.57 30.69 8.473B 2212.04 7.02 0.78 1.46 38.15 1.97 195.13 204.13 204.02 0.87 1.02 0.39 14.5 2137.33 1.13 204.15 8.06 0.60 9.13 204.92 53.13 204.06 0.66 1.65 15.06 1.55 1.75 0.78 15.47 48.98 9.88 0.66 17.79 0.03 0.10 9.85 2.13 2.52 17 1.5 2137.19 8.97 195.02 0.03 2.97 195.76 1.5 2137.05 0.5 2137.13 204.05 0.66 15.97 195.97 2.41 1.97 195.59 33.75 1.39 26.03 0.68 2.02 0.13 15.40 8.5 2137.05 0.09 16.13 43.88 1.5 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 195.76 49.67 1.04 0.13 204.25 1.85 17.13 204.72 15.64 1.72 50.73 53.5 2137.97 195.88 2.23 2.5 2137.90 1.17 13.5 2212.15 1.10 8.72 17.94 1.26 .17 55.22 1.43 6.00 1.92 11.47 55.5 2137.24 27.5 2137.13 25.5 2212.97 195.5 2137.32 17.36 38.98 1.21 2.83 11.5 2212.22 0.97 195.13 14.5 2212.97 195.13 204.00 13.89 19.06 0.5 2212.86 17.12 16.88 1.5 2212.48 30.61 1.83 11.59 15.63 3.26 18.67 9.28 28.00 9.46 7.02 0.67 10.97 195.05 0.98 0.63 10.96 0.21 8.5 2212.47 2.86 21.62 50.35 53.02 0.03 0.13 204.13 204.5 2212.

52 204.53 17.84 7.51 19.44 20.44 14.47 1.5 2137.17 5.52 47.12 198.03 0.70 2.5 2137.57 0.13 204.10 0.5 2162.54 40.98 14 15 16 17 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 1.39 41.86 13.59 1.05 0.5 2187.21 1.20 12.83 49.59 27.05 69.86 2.94 .67 45.5 2162.5 2137.31 14.03 0.5 2137.36 19.30 17.86 14.09 54.13 204.5 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1400 ‐1387.99 2.02 0.98 201.97 1.52 204.96 47.81 21.60 13.5 2187.473D 475A 471F 2137.71 0.12 198.75 14.5 2162.04 0.80 0.44 1.18 12.06 0.5 2187.17 19.12 198.58 9.81 0.63 29.52 28.84 0.78 1.5 2162.03 0.78 29.12 201.85 40.41 9.03 0.5 2187.20 1.5 2137.39 1.12 198.63 19.32 1.52 204.87 1.03 0.03 0.82 13.95 33.96 1.33 10.37 17.57 10.58 11.06 0.89 7 2.04 0.90 22.09 21.14 1.04 0.12 198.29 0.23 56.70 2.80 2.74 0.69 46.13 1.12 198.50 9.74 1.59 59.5 2162.5 2162.5 ‐1387.5 2137.67 2.5 2162.97 1.5 2187.55 24.76 5.12 198.5 2187.79 10.42 10.52 204.5 204.87 17.40 23.16 10.70 42.03 0.81 4.50 8.08 1.58 1.13 204.04 0.5 2187.42 1.10 0.36 43.98 201.10 0.5 2137.50 47.37 1.03 0.17 1.59 1.64 0.70 0.88 1.38 1.34 47.02 0.52 198.25 0.86 10 1.12 198.97 12.5 ‐1387.56 2.55 7.98 52.75 50.52 204.5 2187.72 11.08 1.13 204.92 1.04 0.5 2187.52 50.5 2187.04 0.75 0.04 0.03 14.36 20.18 1.19 15.98 52.62 7.12 198.83 1.00 1.72 13.91 1.03 0.98 201.03 0.36 51.09 0.52 204.59 51.88 11.58 0.23 11.99 47.5 ‐1387.48 7 1.

79 10.92 31.22 46.23 4.68 1.44 0.85 1.32 21.80 48.29 191.60 49.68 48.77 2.5 2112.50 22.61 1.29 191.97 18.20 23.02 0.06 0.02 0.18 1.91 9.41 47.470D 472B 2137.84 1.04 0.5 ‐1387.36 51.5 2112.02 2.63 15.29 191.80 1.02 0.5 ‐1387.26 0.5 2112.29 191.53 8.54 1.54 36.19 0.71 205.96 12.5 2162.29 191.02 0.41 48.51 25.63 12.16 23.07 48.03 0.51 1.5 2112.71 0.39 23.75 45.49 19.00 10.5 2112.80 10.01 48.5 2112.98 201.23 16.28 1.59 1.94 10.71 205.29 191.03 0.64 1.02 0.06 28.65 2.5 2112.32 1.61 27.32 9.25 39.33 9.10 0.12 2.5 ‐1387.84 10.5 2137.76 25.50 10.07 1.26 45.29 191.42 19.02 0.69 1.70 .03 0.35 55.46 49.82 22.71 205.99 12.02 0.5 ‐1387.29 191.56 11.69 1.5 2162.55 2.89 49.29 191.88 1.10 14.05 0.19 1.71 205.71 1.96 22.5 2162.62 1.02 17.5 ‐1387.5 2112.29 5 6 7 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1.17 18 1.81 1.24 8.5 ‐1387.02 0.89 1.02 0.87 1.67 40.03 0.04 17.29 191.5 2112.5 ‐1387.76 1.69 1.07 54.71 205.53 1.70 1.59 14.98 205.06 0.02 0.89 47.02 0.59 2.5 2112.38 1.5 2112.12 19.29 191.5 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 201.5 2137.60 44.01 0.5 2112.25 1.14 2.95 1.5 ‐1387.91 46.18 1.94 36.5 ‐1387.07 0.65 1.94 2.36 46.52 2.29 191.71 191.02 0.32 27.28 7.98 201.29 191.81 22.25 1.49 22.29 191.45 27.5 2112.80 23.5 2112.85 12.23 1.53 2.05 6 2.57 37.92 0.83 7.64 1.53 1.5 2162.99 27.5 2162.5 2112.5 2162.09 10.29 191.57 25.5 2112.06 0.48 11.10 10.

04 1.36 49.63 57.18 202.49 2.18 202.10 13.52 20.19 2.33 1.03 9.03 0.15 45.56 2.03 0.29 64.27 11 2.5 2162.03 0.22 1.07 0.49 1.51 5.40 12.18 202.07 2.18 202.61 7.5 2137.5 2162.02 0.27 10.37 1.96 204.48 8.5 2112.36 27.41 50.80 6.98 1.18 13.02 0.96 13.471A 470A 2112.81 10.5 2162.68 54.16 1.61 2.5 2162.45 1.77 10.96 204.08 42.33 47.53 51.83 18.33 12.02 0.34 52.96 204.68 0.16 2.96 2.12 19.52 20.24 7.18 202.5 2137.32 2.5 2162.45 1.5 2137.66 40.60 19.02 0.77 1.74 1.61 58.5 2162.02 0.68 18.80 1.02 0.96 204.5 2137.72 1.23 50.14 49.02 8.91 1.67 59.88 1.06 0.05 17.25 51.07 1.01 0.83 1.18 202.03 0.80 1.5 2137.17 0.5 2162.05 0.96 204.81 2.19 9.96 204.29 202.83 58.13 1.81 17.96 204.18 202.65 17.90 1.21 12 1.37 14.11 0.55 1.5 2162.18 202.66 11.56 11.5 2162.18 11.92 2.46 1.5 2137.18 202.96 204.63 19.03 0.29 191.59 42.5 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 191.98 1.5 2137.96 17 18 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2.55 21.77 .96 204.04 0.48 1.03 22.02 0.08 0.5 2162.50 2.18 204.5 2137.25 49.5 2162.92 12.96 204.22 48.30 2.01 21.17 20.10 56.88 26.5 2137.83 12.03 0.03 0.96 204.36 51.36 2.02 10.21 2.69 0.52 4.46 31.01 0.41 55.03 0.31 1.69 1.50 1.68 1.03 0.93 18.08 19.02 0.47 11.81 2.18 202.61 9.19 1.13 21.57 1.80 51.96 20.13 8.69 48.5 2162.81 5.5 2137.62 2.81 24.5 2137.

58 184.79 1.02 0.45 0.49 195.03 1.89 15.5 2100 2100 2100 2100 2100 2100 2100 2137.79 1.36 9 1.5 2151.49 195.33 53.49 195.53 19.02 1.72 49.03 0.22 17.54 27.91 0.92 197.49 195.5 2137.03 0.79 7.92 184.36 2.5 2151.41 26.5 2151.59 49.02 2.27 53.02 0.03 1.46 1.04 0.81 1.64 53.31 8.87 24.05 24.5 2137.92 197.29 7 1.61 11.24 51.92 197.37 0.65 18.86 1.71 19.36 7.5 2151.45 1.5 2137.76 8.59 1.58 2.41 21.04 0.02 10.00 47.5 2137.13 1.28 25.58 184.61 6.30 0.5 2137.06 24.5 2137.58 195.73 8.25 52.81 0.49 49.469A 449 450A 2151.51 10.20 48.92 197.92 197.02 1.93 1.35 15.04 1.61 11.53 17.00 34.02 1.85 26.01 1.5 2151.43 1.14 53.83 1.44 26.40 1.92 197.41 25.35 57.57 0.02 0.49 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 1.02 0.81 65.43 1.28 8.40 41.59 1.39 22.81 0.5 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1375 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 ‐1350 197.47 0.19 26.61 8 1.01 1.58 184.65 11.18 1.95 55.58 184.5 2151.99 7.98 44.35 0.5 2151.78 0.58 184.98 11.18 0.5 2151.03 0.24 1.70 1.30 0.36 53.02 2.58 184.22 1.02 1.5 2137.58 9.84 1.80 8.97 21.92 197.02 0.61 0.04 20.57 1.49 195.65 7.42 1.70 0.03 1.07 16.39 0.34 53.02 0.49 195.92 197.69 11.99 0.40 20.81 27.35 8.78 9.50 22.02 1.39 8.64 53.49 195.40 51.04 47.02 22.95 .42 1.42 1.02 48.03 2.09 58.50 10.51 1.66 2.02 7.03 0.01 2.

Penampang A-A’ L = 0. dengan membagi segmen-segmen tiap luasan penampang. jumlah segmen genap 1.67 x [1002] L = 671.34 79 .LAMPIRAN C PERHITUNGAN LUAS SAYATAN METODE PENAMPANG TEGAK Untuk perhitungan luasan metode penampang tegak digunakan rumus 1/3 simpson.

Penampang B-B’ L = 0.2.74 80 .83 x [778] L = 645.

Penampang C-C’ L = 1.167 x [818] L = 954.3.606 81 .

167 x [1282] L = 1496.09 82 .4. Penampang D-D’ L = 1.

5. Penampang E-E’ L = 0.83 x [1143] L = 948.69 83 .

6.5 x [822] L = 411 84 . Penampang F-F’ L = 0.

7.5 x [748] L = 374 85 . Penampang G-G’ L = 0.

8. Penampang H-H’

L = 0.5 x [754]
L = 377

86

9. Penampang I-I’

L = 0.3 x [1098]
L = 329.4

87

10. Penampang J-J’

L = 0.83 x [246]
L = 204.18

88

11.5 x [1706] L = 853 89 . Penampang K-K’ L = 0.

12. Penampang L=L’ L = 0.56 90 .83 x [332] L = 275.

5 x [1496] L = 748 91 .13. Penampang M-M’ L = 0.

872 92 . Penampang N-N’ L = 0.416 x [317] L = 131.14.

Blok 1 : sayatan A-A’ dengan sayatan B-B’ V = 32958.0128 ton Blok 2 : B-B’ dengan C-C’ V = 48376.92 ton/m3 T = 63280.92 ton/m3 T = 92881.9968 ton 93 .34 m3 T = V × BJ = 32958.LAMPIRAN D PERHITUNGAN JUMLAH CADANGAN DENGAN METODE PENAMPANG TEGAK (CROSS SECTION) Perhitungan Volume dan Tonase Pada peta cadangan nikel dibagi menjadi 13 blok. dan dihitung berdasarkan sayatan.04 m3 × 1.34 m3 × 1. Untuk mendapatkan jumlah cadangan pada masing-masing blok dilakukan dengan cara mengalikan jumlah volume dengan densitas material yakni 1.04 m3 T = V × BJ = 48376.92 ton/m3.

106 m3 × 1.92 ton/m3 T = 41277.4848 ton Blok 6 : F-F’ dengan G-G’ 94 .59 m3 T = V × BJ = 48930.Blok 3 : C-C’ dengan D-D’ V = 75759.106 m3 T = V × BJ = 75759.59 m3 × 1.92 ton/m3 T = 145457.92 ton/m3 T = 93946.69 m3 × 1.69 m3 T = V × BJ = 21498.4835 ton Blok 4 : D-D’ dengan E-E’ V = 48930.7328 ton Blok 5 : E-E’ dengn F-F’ V = 21498.

92 ton/m3 T = 32346.92 ton/m3 T = 10433.12 ton Blok 7 : G-G’ dengan H-H’ V = 19224 m3 T = V × BJ = 19224 m3 × 1.9 m3 × 1.92 ton/m3 T = 36693.088 ton 95 .08 ton Blpk 8 : H-H’ dengan I-I’ V = 16847 m3 T = 16847 m3 × 1.24 ton Blok 9 : I-I’ dengan J-J’ V = 5433.92 ton/m3 T = 36910.9 m3 T = V × BJ = 5433.V = 19111 m3 T = V × BJ = 19111 m3 × 1.

92 ton/m3 T = 41336.0256 ton Blok 11 : K-K’ dengan L-L’ V = 7742 m3 T = V × BJ = 7742 m3 × 1.Blok 10 : J-J’ dengan K-K’ V = 21529.0752 ton Blok 13 : M-M’ dengan N-N’ 96 .92 ton/m3 T = 36433.56 m3 T = V × BJ = 18975.92 ton/m3 T = 14864.18 m3 T = V × BJ = 21529.56 m3 × 1.18 m3 × 1.64 ton Blok 12 : L-L’ dengan M-M’ V = 18975.

606 1.92 32346.56 JARAK ANTAR PENAMPANG (m) VOLUME (m3) DENSITY (ton/m3) 100 32958.496.727m3 Jumlah total tonase = 659.09 948.34 1.92 145457.69 1.69 411 411 374 374 377 377 329.8515 ton Tabel D.4 204.18 1.92 41277.872 ton Jumlah total Volume = Blok (1 + 2 +3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 + 12 + 13) = 343.59 1.08 100 16847 1.92 41336.04 1.1.6 m3 × 1.496.12 100 19224 1.955.74 645.92 14864.9 1.09 1.4835 100 48930.606 954.6 m3 T = V × BJ = 7341.V = 7341.0128 100 48376.74 954.92 36693.18 204. Hasil Perhitungan Cadangan Nikel Menggunakan Metode BLOK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 SEKSI LUAS PENAMPANG (m2) A‐A' B‐B' B‐B' C‐C' C‐C' D‐D' D‐D' E‐E' E‐E' F‐F' F‐F' G‐G' G‐G' H‐H' H‐H' I‐I' I‐I' J‐J' J‐J' K‐K' K‐K' L‐L' 672.92 92881.088 50 21529.92 63280.0256 50 7742 1.7328 100 21498.92 10433.9968 100 75759.92 ton/m3 T = 14095.69 948.64 TONASE (WMT) 97 .34 645.11 1.92 93946.24 50 5433.18 853 853 275.4848 100 19111 1.4 329.92 36910.

955.6 1.8515 98 .872 343.56 1.56 748 748 131.12 13 TOTAL L‐L' M‐M' M‐M' N‐N' 275.92 36433.0752 100 7341.872 50 18975.727 659.92 14095.

92 ton/m3 = 14400 ton TB 649A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 12 m Volume = 625 m2 × 12 99 .92 ton/m3 = 12000 ton TB 650A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 12 m Volume = 625 m2 × 12 = 7500 m3 Tonase = 7500 m3 × 1.LAMPIRAN E PERHITUNGAN JUMLAH CADANGAN NIKEL MENGGUNAKAN METODE DAERAH PENGARUH Perhitungan jumlah cadangan dengan metode daerah pengaruh dalah sebagai berikut : TB 651A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.

92 ton/m3 = 27648 ton TB 648B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =5m Volume = 625 m2 × 5 = 3125 m3 Tonase = 3125 m3 × 1.92 ton/m3 = 6000 ton TB 641A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 18000 ton 100 .= 7500 m3 Tonase = 14400 m3 × 1.92 ton/m3 = 12000 ton TB 641B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 15 m Volume = 625 m2 × 15 = 9375 m3 Tonase = 9375 m3 × 1.

92 ton/m3 = 12000 ton TB 645B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 101 .TB 642A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.92 ton/m3 = 8400 ton TB 643A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.92 ton/m3 = 8400 ton TB 645A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.

= 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.92 ton/m3 = 10800 ton TB 617B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.92 ton/m3 = 8400 ton TB 619A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 11 m Volume = 625 m2 × 11m = 6875 m3 Tonase = 6875 m3 × 1.92 ton/m3 = 10800 ton 102 .92 ton/m3 = 13200 ton TB 617A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.

92 ton/m3 = 6000 ton TB 592A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 18 m Volume = 625 m2 × 18m = 11250 m3 Tonase = 11250 m3 × 1.92 ton/m3 = 12000 ton TB 612A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =5m Volume = 625 m2 × 5m = 3125 m3 Tonase = 3125 m3 × 1.92 ton/m3 = 21600 ton TB 592B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9m 103 .TB 615A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10m = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.

92 ton/m3 = 16800 ton TB 596A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 18 m Volume = 625 m2 × 18 m = 11250 m3 Tonase = 11250 m3 × 1.= 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.92 ton/m3 = 9600 ton TB 594A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 14 m Volume = 625 m2 × 14 m = 8750 m3 Tonase = 8750 m3 × 1.92 ton/m3 = 21600 ton 104 .92 ton/m3 = 10800 ton TB 593A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =8m Volume = 625 m2 × 8 m = 5000 m3 Tonase = 5000 m3 × 1.

TB 596B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7m = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.152 ton TB 574A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 13 m Volume = 625 m2 × 13 m 105 .92 ton/m3 = 9600 ton TB 598A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =6m Volume = 625 m2 × 6 m = 3750 m3 Tonase = 3750 m3 × 1.92 ton/m3 = 8400 ton TB 598A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =8m Volume = 625 m2 × 8 m = 5000 m3 Tonase = 5000 m3 × 1.92 ton/m3 = 1.

92 ton/m3 = 19200 ton 106 .92 ton/m3 = 10800 ton TB 572A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9 m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.= 8125 m3 Tonase = 8125 m3 × 1.92 ton/m3 = 10800 ton TB 571A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 16 m Volume = 625 m2 × 16 m = 10000 m3 Tonase = 10000 m3 × 1.92 ton/m3 = 15600 ton TB 573A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9 m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.

TB 570A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 14 m

Volume

= 625 m2 × 14 m
= 8750 m3

Tonase

= 8750 m3 × 1,92 ton/m3
= 16800 ton

TB 569A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 11 m

Volume

= 625 m2 × 11 m
= 6875 m3

Tonase

= 6875 m3 × 1,92 ton/m3
= 13200 ton

TB 546B
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 10 m

Volume

= 625 m2 × 10 m
= 6250 m3

Tonase

= 6250 m3 × 1,92 ton/m3
= 12000 ton

TB 547A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 14 m

Volume

= 625 m2 × 14 m
107

= 8750 m3
Tonase

= 8750 m3 × 1,92 ton/m3
= 16800 ton

TB 548A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=9m

Volume

= 625 m2 × 9 m
= 5625 m3

Tonase

= 5625m3 × 1,92 ton/m3
= 10800 ton

TB 549A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=6m

Volume

= 625 m2 × 6 m
= 3750 m3

Tonase

= 3750 m3 × 1,92 ton/m3
= 7200 ton

TB 529A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=8m

Volume

= 625 m2 × 8 m
= 5000 m3

Tonase

= 5000 m3 × 1,92 ton/m3
= 9600 ton

108

TB 528B
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 13 m

Volume

= 625 m2 × 13 m
= 8125 m3

Tonase

= 8125 m3 × 1,92 ton/m3
= 15600 ton

TB 528A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=9m

Volume

= 625 m2 × 9 m
= 5625 m3

Tonase

= 5625 m3 × 1,92 ton/m3
= 10800 ton

TB 527A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

= 10 m

Volume

= 625 m2 × 10 m
= 6250 m3

Tonase

= 6250 m3 × 1,92 ton/m3
= 12000 ton

TB 505A
Luas daerah pengaruh

= 625 m2

Ketebalan

=6m

Volume

= 625 m2 × 6 m
109

92 ton/m3 = 16800 ton TB 507A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 11 m Volume = 625 m2 × 11 m = 6875 m3 Tonase = 6875 m3 × 1.92 ton/m3 = 13200 ton TB 508A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 14 m Volume = 625 m2 × 14 m = 8750 m3 Tonase = 8750 m3 × 1.92 ton/m3 = 7200 ton TB 506A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 14 m Volume = 625 m2 × 14 m = 8750 m3 Tonase = 8750 m3 × 1.= 3750 m3 Tonase = 3750 m3 × 1.92 ton/m3 = 16800 ton 110 .

92 ton/m3 = 19200 ton TB 492A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 m = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 14400 ton TB 493A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 16 m Volume = 625 m2 × 16 = 10000 m3 Tonase = 10000 m3 × 1.TB 494C Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 12 m Volume = 625 m2 × 12 m = 7500 m3 Tonase = 7500 m3 × 1.92 ton/m3 = 12000 ton TB 473F Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 m 111 .

92 ton/m3 = 12000 ton TB 473E Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 16 m Volume = 625 m2 × 16 m = 10000 m3 Tonase = 10000 m3 × 1.92 ton/m3 = 24000 ton TB 473B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 17 m Volume = 625 m2 × 17 m = 10625 m3 Tonase = 10625 m3 × 1.= 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 19200 ton TB 473A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 20 m Volume = 625 m2 × 20 m = 12500 m3 Tonase = 12500 m3 × 1.92 ton/m3 = 20400 ton 112 .

92 ton/m3 = 8400 ton TB 475A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 10 m Volume = 625 m2 × 10 m = 6250 m3 Tonase = 6250 m3 × 1.92 ton/m3 = 12000 ton TB 471F Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 m = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.92 ton/m3 = 8400 ton TB 470D Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =6m Volume = 625 m2 × 6 m 113 .TB 473D Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.

92 ton/m3 = 13200 ton TB 470A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 12 m Volume = 625 m2 × 12 = 7500 m3 Tonase = 7500 m3 × 1.92 ton/m3 = 21600 ton TB 471A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 11 m Volume = 625 m2 × 11 m = 6875 m3 Tonase = 6875 m3 × 1.92 ton/m3 = 7200 ton TB 472B Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan = 18 m Volume = 625 m2 × 18 m = 11250 m3 Tonase = 11250 m3 × 1.92 ton/m3 = 14400 ton 114 .= 3750 m3 Tonase = 3750 m3 × 1.

92 ton/m3 = 8400 ton TB 450A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =8m Volume = 625 m2 × 8 m = 5000 m3 Tonase = 5000m3 × 1.92 ton/m3 = 10800 ton TB 449 Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =7m Volume = 625 m2 × 7 m = 4375 m3 Tonase = 4375 m3 × 1.92 ton/m3 = 9600 ton 115 .TB 469A Luas daerah pengaruh = 625 m2 Ketebalan =9m Volume = 625 m2 × 9 m = 5625 m3 Tonase = 5625 m3 × 1.

92 16 1.92 15 1.92 14 1.92 10 1.92 8 1.92 7 1.92 9 1.92 6 1.92 11 1.92 12 1.92 8 1.92 18 1.1.92 7 1.92 9 1.92 8 1.92 12 5 1.92 10 1.92 13 1.92 18 1.92 10 1.Tabel E.92 6 1.92 1.92 7 1.92 VOLUME (m3) 6250 7500 7500 3125 6250 9375 4375 4375 6250 4375 6875 5625 5625 6250 3125 11250 5625 5000 8750 11250 4375 5000 3750 8125 5625 5625 10000 8750 6875 6250 8750 5625 3750 5000 8125 5625 6250 TONASE (WMT) 12000 14400 14400 6000 12000 18000 8400 8400 12000 8400 13200 10800 10800 12000 6000 21600 10800 9600 16800 21600 8400 9600 7200 15600 10800 10800 19200 16800 13200 12000 16800 10800 7200 9600 15600 10800 12000 116 .92 14 1.92 9 1.92 14 1. Hasil Perhitungan Cadangan Menggunakan Daerah Pengaruh TB 651A 650A 649A 648B 641A 641B 642A 643A 645A 645B 619A 617A 617B 615A 612A 592A 592B 593A 594A 596A 596B 597A 598B 574A 573A 572A 571A 570A 569A 546B 547A 548A 549A 529A 528B 528A 527A LUAS (m2) 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 KETEBALAN DENSITAS (m) (ton/m3) 10 1.92 9 1.92 10 1.92 13 1.92 7 1.92 10 1.92 9 1.92 9 1.92 11 1.92 9 1.92 5 1.

92 1.92 1.92 1.92 1.505A 506A 507A 508A 494C 493A 492A 473F 473E 473A 473B 473D 475A 471F 470D 472B 471A 470A 469A 449 450A TOTAL 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 625 6 14 11 14 12 16 10 10 16 20 17 7 10 7 6 18 11 12 9 7 8 1.92 1.800 117 .92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 1.92 3750 8750 6875 8750 7500 10000 6250 6250 10000 12500 10625 4375 6250 4375 3750 11250 6875 7500 5625 4375 5000 386.92 1.875 7200 16800 13200 16800 14400 19200 12000 12000 19200 24000 20400 8400 12000 8400 7200 21600 13200 14400 10800 8400 9600 742.92 1.92 1.92 1.

Kab Kolaka.LAMPIRAN F PETA LUBANG BOR DAN SAYATAN PETA LUBANG BOR & SAYATAN -1300 -1350 Skala 1 : 500 N 0 M -1400 L 100 200 300 400 LEGENDA K J I -1450 Garis Kontur (Interval Kontur 3 m) H G Lubang Bor F -1500 Sayatan E D -1550 Lokasi : Areal penambangan nikel tambang tengah bukit TLC-3 C PT. Sulawesi Tenggara B -1600 -1650 Nama A Oleh : Zaenal Abbidin Kamarullah No. Mhs : 71106072 Jurusan : Teknik Pertambangan SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA 2100 2150 2200 2250 2300 2350 2400 . Antam Tbk UBPN Pomalaa.

Sulawesi Tenggara 619A 617A 617B 615A 612A Nama -1600 -1650 641A 641B 642A 651A 650A 649A 643A 645A Oleh : Zaenal Abbidin Kamarullah No. Antam Tbk UBPN Pomalaa.Kab Kolaka. Mhs : 71106072 Jurusan : Teknik Pertambangan 645B 648B SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA 2100 2150 2200 2250 2300 2350 2400 .LAMPIRAN G PETA LUBANG BOR DAN DAERAH PENGARUH PETA LUBANG BOR & DAERAH PENGARUH -1300 -1350 449 450A Skala 1 : 500 472B -1400 471A 470A 471F 470D 473B 473D 473F 0 475A 200 300 400 LEGENDA 473E 493A 492A 505A 506A 507A 508A 529A 528B 528A 527A 546B 547A 548A 549A 574A 573A 572A 571A 570A 569A 592A 592B 593A 594A 596A 596B -1500 100 473A 494C -1450 -1550 469A Garis Kontur (Interval Kontur 3 m) Lubang Bor Daerah Pengaruh 597A Lokasi : Areal penambangan nikel tambang tengah bukit TLC-3 598B PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful