KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena atas petunjuk-Nya, serta berkat

rahmat, karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.Shalawat dan salam tidak lupa pula penulis hadiahkan kepada Rasulullah SAW yang telah membawa kedamaian dan penerangan kepada umatnya Penulis mengucapkan terimakasih kepada ayah dan bunda tercinta yang telah mencurahan segala perhatiannya kepada penulis. Serta kepada kepala sekolah beserta guru guru SMA Negeri 1 Mandau yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan makalah ini seterusnya kepada sahabat-sahabat tercinta yang selalu mendukung penulis dalam membuat makalah ini Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya.Untuk itu penulis membutuhkan masukan dari pembaca demi sempurnanya makalah ini Penulis juga berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya bagi generasi penerus bangsa agar lebih memperhatikan pentingnya pendidikan itu sendiri Duri,14 April 2011

Penulis

LEMBAR PENGESAHAN

Judul

: UPAYA PEMERINTAH DALAM MENGATASI PEMERATAAN PENDIDIKAN TERHADAP ANAK DALAM SUDUT PANDANG MASYARAKAT

Penulis Sekolah

:DEWI NURHASANAH PUTRI :SMA NEGERI 1 MANDAU

MENGETAHUI KEPALA SEKOLAH PEMBIMBING

IRZALDI,SPd

ASNAINI,SPd

Daftar Isi .

Tidak hanya itu tetapi Hari ini jutaan anak di negeri ini sedang terpuruk dalam kehidupan yang mengerikan. namun masih banyak jumlah anak yang belum dapat menikmati hak untuk memperoleh pendidikan tersebut secara optimal. yaitu berupa wajar 9 tahun. masyarakat dan pemerintah berusaha memberikan hak anak yang berupa pendidikan tersebut. Sebagai salah satu yang perlu diperoleh anak dalam mengarungi kehidupan di hari yang akan datang. Namun demikian walapun pendidikan dasar telah lama dicanangkan sebagai suatu kewajiban. Hal itu berkenaan dengan mahalnya biaya pendidikan yang harus ditanggung oleh peserta didik. Terserak di jalan-jalan berdebu sebagai . Yang tentunya mempunyai hak yang layak dalam kehidupan ini. Mereka berusaha untuk dapat memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera sebagai cita-citanya melalui proses pendidikan. Permasalahan ekonomi yang dialami orang tua atau keluarga seringkali menjadi kendala rutin dan rumit dalam kelangsungan pendidikan. Di antaranya adalah pendidikan.BAB 1 PENDAHULUAN 1. Sehingga wajar kalau orang tua.1 Latar Belakang Anak merupakan bagian dari warga masyarakat bahkan bangsa ini. Dalam hal ini dapat memperoleh pendidikan sesuai kebutuhan guna mencapai cita-cita merupakan dambaan setiap anak bangsa ini.

seragam.bahwa pemerintah Negara Indonesia berkewajiban antara lain mencerdaskan kehidupan bangsa. sejak pabrik sepatu.sampai saat ini pemerintah masih melakukan berbagai upaya agar hak-hak anak dalam pendidikan dapat terpenuhi secara optimal. Sumenep. pengamen bahkan mencopet. Trasportasi. Apa yang dialami buruh anak di sana. Namun dana BOS tersebut ternyata juga tidak dapat menjangkau seluruh operasional proses pendidikan dan pengajaran.Untuk mewujudkan hal itu pemerintah telah melakukan berbagai upaya diantaranya memberikan hak memperoleh pendidikan bagi anak tersebut.pengemis.UUD 1945 mewajibkan pemerintah mengusahakan dan menyelenggaraka satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan UUD 1945 pasal 31 ayat 2.maka pasal 31 ayat 1 menetapkan tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran.dan permasalahan ini perlu dikaji lebih dalam lagi . di Palangkaraya. tidak lebih baik daripada rekan-rekan mereka di tenda pengungsian maupun di kolong jembatan. Sesuai dengan tujuan Negara Republik Indonesia yang tercermin dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.Dengan demikian. Oleh pemerintah telah diberikan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Terkapar di tenda-tenda pengungsian. Terlebih berkenaan dengan biaya di luar operasional yang harus dikelola oleh lembaga pendidikan. buku pelajaran dan lain-lainnya merupakan komponen yang harus banyak ditanggung oleh orang tua secara maksimal. pabrik tahu atau sampai jermal penangkapan ikan di tengah laut lepas. sehingga orang tua juga harus masih banyak berperan dalam pendidikan. Makassar atau di Medan. Maka dari itu upaya diatas belum cukup. Belum terhitung mereka yang menjadi pekerja paksa di pabrik-pabrik.

Kendala apa yang menyebabkan pendidikan di Indonesia tidak merata? 3.2 Perumusan Masalah 1.4 Manfaat Penulisan Manfaat penulisan makalah ini dapat dijadikan masukan untuk pembacanya dan juga kepada pemerintah agar pendidikan di Indonesia lebih di mantapkan lagi .3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui upaya-upaya pemerintah dalam menjalankan hak pendidikan terhadap anak. Upaya apakah yang harus dilakukan pemerintah dalam pemerataan pendidikan? 1. 1. Yang paling utama kepada generasi muda agar dapat memahami arti pentingnya pendidikan .pemerataan pendidikan dan manfaat pendidikan tersebut.1. Bagaimanakah kondisi pendidikan anak Indonesia saat ini? 2.

Tidak itu saja.1 Arti Penting Pendidikan PENDIDIKAN merupakan hal yang sangat fundamental dalam meningkatkan kualitas kehidupan dan merupakan faktor penentu perkembangan sosial dan ekonomi sosial yang lebih baik.BAB II KAJIAN TEORI 2. Menurut pendapat lain adalah sebagai berikut: . Bentuk perhatian ini khususnya tercermin dengan peningkatan anggaran yang dialokasikan bagi pendidikan sampai penyempurnaan berbagai regulasi yang berlaku untuk memajukan dunia pendidikan ini. pendidikan merupakan sarana yang paling strategis untuk mengangkat harkat dan martabat suatu bangsa. Saat ini pemerintah sangat memperhatikan segala aspek pendidikan yang ada untuk dikembangkankan kembali agar pendidikan di Indonesia menjadi yang terdepan dalam pembangunan.

Perseorangan atau golongan 3. Dari berbagai prespektif di atas. Golongan III Proses pembelajaran secara langsung maupun tidak langsung antara seseorang maupun golongan yang dengan sengaja atau tidak disengaja melakukan kegiatan pembelajaran baik di sesuatu ruangan maupun secara terbuka untuk menambahkan ilmu pengetahuan kepada seseorang yang belum faham akan pendidikan itu. Karena : 1. Dan inilah berbagai ungkapan dari golongan-golongan itu. Untuk menambahkan wawasan kepada yang belum mengetahui akan wawasan itu. . ungkapan dari golongan III adalah ungkapan yang sangat kuat. Di dalam ruangan maupun terbuka 4. Pendidikan dilakukan secara langsung maupun tak langsung 2. Golongan II Pendidikan adalah kegiatan belajar mengajar di sekolah antara guru dengan muridnya untuk mencerdaskan pada murid yang akan menjadi penerus bangsa.Banyak golongan menyebutkan arti dari pendidikan. Golongan I Pendidikan adalah proses belajar mengajar antara pengajar dengan yang diajar untuk mendapatkan suatu pengetahuan yang diharapkan dan akan menjadi sebuah bekal untuk masa depannya.

Dengan adanya perencanaan seperti itu dapat disimpulkan bahwa faktor utama yang harus dijadikan pedoman dalam melaksanakan pendidikan nasional. Oleh . Adapun kelima faktor tersebut adalah: a. b. Kita bermain juga termasuk belajar. pendidikan bukanlah sekadar hanya dalam sekolah saja. Sebab mutu suatu lembaga pendidikan yang berjalan tanpa berpegang pada tujuan akan sulit mencapai apa yang diharapkan.2 Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan Dalam pelaksanaan pendidikan di suatu lembaga pendidikan tidak terlepas dari lima faktor pendidikan agar kegiatan pendidikan terlakana dengan baik. maka faktor tujuan perlu diperhatikan. Karena tujuan dari itu adalah untuk menambahkan wawasan. sekolah senantiasa harus berpegang pada tujuan sehingga mampu menghasilkan output yang berkualitas. Faktor Tujuan Untuk meningkatkan mutu pendidikan. Apabila salah satu faktor tidak ada maka mutu pendidikan tidak dapat tercapai dengan baik karena faktor yang satu dengan yang lainnya saling melengkapi dan saling berhubungan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan. Faktor Guru (pendidik) Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. intruksional maupun tujuan yang lain yang sebih sempit. Karena tanpa sadar kita dilatih untuk menambahkan wawasan dalam mengetahui cara belajar berjalan 2. dan itu juga termasuk pendidikan.Jadi. Kita ketika kecil dibantu untuk berjalan oleh orang tua atau orang lain.

d. Yang dikatagorikan sebagai alat pendidikan adalah sesuatu yang dapat memenuhi tercapainya tujuan pendidikan yaitu sarana. guru harus benar-benar membawa siswanya kepada tujuan yang ingin dicapai. adalah segala usaha atau tindakan dengan sengaja yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. e. prasarana dan kurikulum. Faktor Lingkungan/ Masyarakat Kemajuan pendidikan sedikit banyak dipengaruhi oleh masyarakat termasuk orang tua siswa. Guru harus mampu mempengaruhi siswanya. Guru merupakan salah satu faktor penentu dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. karena tanpa adanya bantuan dan kesadaran dari masyarakat sulit untuk melaksanakan . Faktor Siswa Anak didik atau siswa merupakan objek dari pendidikan. Guru harus berpandangan luas dan kriteria bagi seorang guru ialah harus memiliki kewibawaan. Faktor Alat Yang dimaksud faktor alat (alat pendidikan). sehingga mutu pendidikan yang akan dicapai tidak akan lepas dengan ketergantungan terhadap kondisi fisik tingkah laku dan minat bakat dari anak didik. karena itu perlu dilakukan upaya untuk menyediakan alat-alat tersebut.karena itu. Alat pendidikan ini merupakan masalah yang esensial dalam pendidikan. karena gurulah yang merupakan aktor utama dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. c.

maka otonomi sekolah bermitra kerja dengan Komite Sekolah. Sekolah dan masyarakat merupakan dua kelompok yang tidak dapat dipisahkan dan saling melengkapi satu sama lainnya. mediator antara pemerintah dan masyarakat . Karena itulah dibentuklah komite sekolah berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan No 044/V/2002 tentang pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. mengontrol. mendukung penyelenggaraan pendidikan.peningkatan mutu pendidikan. Peran Komite Sekolah memberi pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan.

Berbeda dari kondisi terburuk umum di tengah masyarakatnya.29 menekankan soal pendidikan sebagai hak anak yang harus dipenuhi. dan sosialisasi nilai-nilai kehidupan yang positif. Hal ini bertujuan agar anak-anak dipastikan berada dalam wilayah aman.1 Kondisi Pendidikan Indonesia Pentingnya pendidikan anak merupakan bagian tak terpisahkan dari persoalan mencerdaskan bangsa. negara. pencernaan. Pendidikan adalah upaya humanisasi. Karena melalui proses tersebut. Bahkan dalam situasi seperti ini. pendidika justru merupakan cermin terbalik. dan masyarakat berada dalam kondisi terburuk. Konvensi Hak Anak (KHA) pasal 28 . yang memungkinkan anak-anak memiliki sebuah wilayah damai dalam situasi konflik. anak-anak diasah melalui seperangkat pengetahuan untuk memiliki kesadaran dan kemauan yang positif dalam menemukan dan merumuskan tujuan untuk dirinya sendiri. Termasuk ketika bangsa. Bahwa anak-anak membutuhkan pendidikan demi tumbuh kembangnya yang baik di masa-masa mendatang. dengan refleksi. dan bekal untuk kehidupan selanjutnya.BAB III PEMBAHASAN 3. .

khususnya pemenuhan pendidikan dalam situasi krisis (bencana dan konflik). dalam sebuah survei mutu pendidikan. Karena itu.Sejauh pemantauan YPHA.2 Masalah-masalah yang di hadapi pemerintah dalam menjalankan hak pendidikan anak 3. Data-data periode Januari – Maret 2008 menunjukkan bahwa. dengan indikasi sejumlah anak terancam putus sekolah dengan berbagai alasan. Indonesia menempati .2. Buktinya.2 TIDAK MERATANNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA Indonesia adalah negara berkembang yang masih mengalami berbagai proses pembangunan. pemerintah dan lembaga-lembaga pemegang mandat pemenuhan hak anak belum mempunyai mekanisme penanganan bencana yang baik. terjadi pelanggaran hak anak di bidang pendidikan. yang perlu diperhatikan secara serius dalam memaksimalkan perhatian dan pemenuhan kepentingan terbaik anak di bidang pendidikan. Di sektor pendidikan. YPHA terdorong untuk menunjukkan alasan-alasan signifikan. Proses ini dilandasi oleh tujuan: ♦ Memperlihatkan sejumlah alasan signifikan yang menjadi faktor penghambat pemenuhan kepentingan terbaik anak di bidang pendidikan ♦ Mendorong para pemegang mandat KHA untuk memiliki mekanisme penanganan bencana yang ramah anak ♦ Memaksimalkan perhatian dan dukungan masyarakat terhadap pemenuhan kepentingan terbaik anak di bidang pendidikan 3. Indonesia masih kurang mengembangkan SDM yang dimiliki masyarakat.

06% yang berarti 37. terutama di daerah tertinggal. Itupun belum memperhitungkan jumlah anak yang putus .8% dan SLTA 31.urutan ketiga dari bawah di antara 40 negara lain. termasuk kurangnya pemerataan pendidikan.5%. Namun.4%. SMU dan Perguruan Tinggi terjadi ketidakmerataan pendidikan dengan angka partisipasi bersekolah yang kecil.94% yang tidak dapat melanjutkan ke pendidikan SMP. angka partisipasi murni SD di Indonesia cukup bagus sebesar 94. Jika melihat angka partisipasi murni untuk usia SMP tahun 2005/2006 (data dari Depdiknas) maka menunjukkan angka 62. Padahal menurut saya. Sistem pendidikan di Indonesia selalu disesuaikan dengan kondisi politik dan birokrasi yang ada. Ketidakmerataan ini umumnya terjadi pada kelompok masyarakat pedesaan dan kelompok miskin. APM untuk usia SLTP masih berkisar 54. Untuk level pendidikan SMP. Dapat terlihat bahwa pemerataan pendidikan di Indonesia belum tercapai.20%. Berdasarkan data yang diperoleh dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dari periode 2001/02 sampai 2005/06. Yang lebih penting adalah bagaimana pelaksanaan di lapangan. Pemerataan pendidikan masyarakat miskin di Indonesia dapat dibagi menjadi pemerataan pendidikan formal dan non-formal Pendidikan Formal Masalah pemerataan pendidikan merupakan masalah di bidang pendidikan pada negara berkembang seperti Indonesia. seperti dapat terlihat pada tahun 1999 Angka Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia SD mencapai 94. itu bukanlah masalah utama dalam meningkatkan mutu pendidikan.

maka jumlah tersebut akan berkurang.64% pada level SMU. Anggaran yang dialokasikan untuk penanggulangan anak-anak putus sekolah sangat sedikit dan cenderung berkurang setiap tahunnya.Sampai dengan tahun 2006. pendidikan non formal yang berfungsi baik sebagai transisi dari dunia sekolah ke dunia kerja (transition from school to work) maupun sebagai bentuk pendidikan sepanjang hayat belum dapat diakses secara luas oleh masyarakat. Pendidikan Non-formal Seperti halnya pendidikan formal. padahal menurut UU Sistem Pendidikan Nasional 2003 seharusnya 20% dari APBN. Pada saat yang sama. Masalah anggaran ini juga termasuk masalah yang cukup besar karena anggaran untk pendidikan telah ditetapkan namun belm dapat berjalan namun malah berkurang.sekolah. apalagi pendidikan non formal yang pada umumnya membutuhkan biaya yang cukup mahal sehingga tidak dapat terangkau oleh masyarakat miskin. Hal ini juga belum memperhitungkan anak putus sekolah di level pendidikan SMU. 3. pendidikan non-formal pun mengalami permasalahan dalam hal pemerataan pendidikan. kesadaran masyarakat khususnya yang berusia dewasa untuk terus-menerus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya masih sangat rendah. APM sebesar 42. menunjukkan lebih besarnya jumlah anak usia SMU yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke level SMU.2. Padahal anak-anak putus sekolah setiap tahunnya bertambah dengan krisis ekonomi dan beban hidup yang makin meningkat karena kenaikan BBM. .3Anggaran yang tidak sesuai dengan ketetapan Undang-Undang Anggaran pendidikan yang dialokasi dari APBN ternyata kurang dari 10%.

Sehingga harus ada yang menjadi korban dan salah satunya anggaran pendidikan.4. Polemik demi polemik silih berganti muncul dan saling terkait. Akibat biaya pendidikan yang mahal.2.1 Pendidikan Murah. kemudian muncul soal gedung sekolah yang rusak. Apalagi banyaknya bencana alam dan musibah yang menimpa negeri ini membuat pemerintah harus mengencangkan ikat pinggang mengatur anggaran keuangannya. Hal ini bisa dilihat dari anggaran pendidikan nasional yang masih berada di bawah nilai anggaran yang diperlukan. permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah biaya pendidikan yang mahal dan sangat mempengaruhi mutu pendidikan. Kecenderunganya. pemerintah ingin menuntaskan wajib belajar atau wajar sembilan tahun. Banyak anak putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu membiayai sekolah mereka. Berkualitas bagi anak Indonesia Dunia pendidikan kita tidak pernah lepas dari masalah. dan akhirnya masalah kemampuan biaya sekolah menjadi persoalan serius di dunia pendidikan. Jika masalah pendanaan itu tidak mendapat perhatian maka program wajar yang telah ditetapkan dipastikan tidak akan terealisasi. . Meski dalam UU Sistem Pendidikan Nasional telah ditetapkan untuk anggaran pendidikan harus sebesar 20 persen dari total APBN.1 Upaya pemerintah memenuhi hak anak dalam pendidikan 4. Awalnya muncul masalah nasib guru. Padahal. Memang. soal biaya bisa menjadi persoalan utama dalam dunia pendidikan di Indonesia. membuat masyarakat di bawah garis kemiskinan tidak mampu membiayai pendidikan anaknya. Bahkan boleh dikata. pemerintah kita dewasa ini kesulitan memberikan perhatian kepada masalah pendidikan.

Namun. Meski demikian. Program ini sudah banyak tersebar di beberapa daerah termasuk bagi merekaa yang belajar di sekolah swasta. masih banyak sektor-sektor lain yang harus diperhatikan oleh negara untuk diberi anggaran melalui kebijakan-kebijakan liberalisasi. Dana pendidikan di negara asing itupun di luar gaji dan pendidikan kedinasan dan sumbangan dari pengusaha terutama untuk membiayai penelitian. Ini dikarenakan adanya kenyataan anggaran yang seharusnya disalurkan ke sektor pendidikan namun justru diperuntukkan bagi sektor politik. Indonesia sudah tertinggal jauh dengan negara-negara tetangga dalam peningkatan mutu pendidikan dan harus bisa diatasi. maka dunia pendidikan akan terus berada dalam krisis mutu dan jauh tertinggal dari negara-negara berkembang lainnya. Sebetulnya prosentasi anggaran pendidikan tersebut masih jauh tertinggal dari anggaran pendidikan di luar negeri yang mencapai sebesar 40 persen. kebijakan yang dapat mendorong majunya dunia pendidikan seharusnya tetap diperioritaskan oleh pemerintah. Salah satunya di .BOS(Bantuan Operasional Sekolah-red) merupakan salah satu upaya dari dari pemerintah untuk mewujudkan pendidikan murah.20/2003) sebesar 20 persen. Kalau demikian. alangkah kecilnya anggaran pendidikan kita Namun ada upaya pemerintah yang dapat terealisasi yaitu Bos (Bantuan Operasional Sekolah -red). Kita memang sadar. Bila tidak. Mutu pendidikan di Indonesia harus ditingkatkan seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. saat ini alokasi anggaran pendirikan nasional baru direalisasi sekitar 14 persen dari nilai total APBN. Salah satu cara yang harus dilakukan oleh pemerintah tidak ada jalan lain hanya dengan meningkat anggaran belanja bagi pendidikan dalam APBN/APBD (berdasarkan UUD 45 dan UU No. Memang kondisi alokasi anggaran pendidikan nasional kita masih dalam taraf memprihatinkan.

000.2. Sejumlah kalangan pendidikan mengungkapkan tentang dana Bos./ bulan sekarang hanya Rp 1.Tanpa sarana penunjang tentu proses belajar mengajar akan sulit berjalan dengan baik.dan Atas/Madrasah 4. karena dirasa sangat murah.00 perbulan. 4. Sehingga siswa yang ingin mengenyam pendidikan semakin meningkat setiap tahunnya karena merasa tidak terbebani oleh biaya pendidikan.3 Gerakan Orang Tua Asuh(GOTA) Bekerja sama dengan Gerakan Orang Tua Asuh merupakan upaya pemerintah untuk menyelamatkan nasib anak yang tak mampu bersekolah melalui lembaga-lembaga sosial.Begitu pentingya masalah sarana dan prasarana ini Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia telah memberlakukan peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomoe 24 Tahun 2007 tentang standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah(SD/MI).2 Menyediakan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar Seperti yang kita ketahui bahwa sarana dan prasarana sangat di butuhkan untuk menunjang keberhasilan belajar mengajar.000. yaitu berharap agar dana tersebut lancar.Sekolah Sekolah Menengah Menengah Pertama/Madrasah Aliyah(SMA/MA) Tsanawiyah(SMP/MTS).. Hal itu dirasa dapat benar-benar meringankan beban orang tua.Bagi .MTs Tajul Ulum sudah ada Bos sejak dua tahun yang lalu dengan adanya Bos biaya sekolah tidak terasa berat karena dulunya para siswa harus membayar Rp 17. Memang pendidikan sangat penting bagi anak-anak Bangsa.2.

sehingga dapat membimbing anak-anak tersebut dengan sistem yang tertata dengan baik dan hasil dari didikan yang baik.anak yang orang tuanya tidak mampu menyekolahkannya maka anak tersebut di daftarkan ke lembaga sosial tersebut kemudian lembaga tersebut akan mencarikan donator untuk membiayai anak yang tak mampu tadi yaitu melalui orang tua asuh. 4. mampu menjadi intelektual yang mampu bersaing.Dan tenaga pengajar ini pun telah sampai ke pelosok-pelosok desa agar mereka juga mendapatkan pendidikan dari pengajar professional sama seperti anak-anak di kota. .Melalui dompet-dompet amal tersebut maka anak dapat bersekolah dan beban orang tua untuk menyekolahkan anaknya menjadi berkurang.4 Tersedianya tenaga pendidik yang professional Untuk mengupayakan pendidikan pemerintah memberikan tenaga pengajar yang professional sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru .2.

bahwa upaya pemerintah belum sepenuhnya dapat meratakan pendidikan terhadap anak.com 5. namun setahun kemudian sudah bertambah sekitar 20 % menjadi 11. Ditandai dengan penganggaran dana pendidikan dari APBN sebesar 20% belum terpenuhi. Tapi kalaupun jumlah itu bersifat kumulatif.wordpress. Lihatlah. tetap saja terasa sangat menyesakkan. peningkatan jumlah anak putus sekolah di Indonesia sangat mengerikan.2 Saran-saran Untuk dapat meraih kemajuan bangsa ini pemerintah hendaknya selalu mengupayakan pendidikan yang baik dan bermutu seperti: 1.”…… Sumber : http://ayomerdeka. dan yang paling mencolok adalah anak – anak Indonesia masih banyak belum mengenyam pendidikan wajib 9 tahun.BAB IV PENUTUP 5. lalu ditambah dengan jumlah anak-anak yang baru saja putus sekolah.7 juta anak. Sesuai dengan data dibawah ini: …… “Ternyata.1 Kesimpulan Sesuai dengan penjabaran makalah diatas maka kita dapat mengambil kesimpulan.7 juta jiwa.Pendidikan murah dan berkualitas agar semua anak dapat mrasakan indahnya sekolah . pada tahun 2006 jumlahnya “masih” sekitar 9. Tidak ada keterangan dari Komnas PA apakah jumlah tersebut merupakan akumulasi data tahun sebelumnya.

Menyediakan fasilitas yang lengkap dan memadai sebagai penunjang pelaksanaan pendidikan 3.2.Menyediakan pengajar yang professional dan berpengalaman .Melakukan pemerataan pendidikan hinggaa ke pelosok-pelosok desa 4.

2010.org Junne 2010.Undanng-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional C.go.Upaya Pemberian Layanan Pendidikan Mukhaelani.wordpress.id Departemen Pendidikan Nasional.grobogan.T.2008.Moh Syahrul.Jakarta Herlianti.wikipedia.Pendidikan Kewarganegaraan.berkualitas Hak Masyarakat Indoesia http://ayomerdeka.id Kalselprov.pdf Id.com .2007.DAFTAR PUSTAKA Http://pppakb.S.Pemerataan Akses Pendidikan Masyarakat Miskin Sebagai Solusi Pembangun Di INDONESIA.Pendidikan Murah.Jakarta:Bumi Aksara Rohmadlhoni.Moh Syahidul.2008.Hak Pendidikan Bagi Setiap Anak Indonesia Bisahkah Terpenuhi? Haq.Pendidikan Murah dan Berkualitas.Yanti.id/files/disk1/233/jiptummpp-gdp-sp-yusni darfa-11614-PENDAHUN.Tasikmalaya Rustantiningsih.2004.go.Kansil.Usaha Orang Tua Dalam Memenuhi Hak Anak Dalam Memperoleh Pendidikan.2007.umm.Nurlaili.Majalah Gema Besemi Http://skripsi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful