P. 1
Laporan Praktikum Reaksi Asam Amino Dan Protein

Laporan Praktikum Reaksi Asam Amino Dan Protein

|Views: 947|Likes:
Published by firaafrialty
laporan praktikum asam amino dan protein
laporan praktikum asam amino dan protein

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: firaafrialty on Apr 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2015

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM

REAKSI ASAM AMINO DAN PROTEIN

NAMA NIM

: FIRA AFRIALTY : H311 11 008

HARI/TGL PERCOBAAN: KAMIS, 21 FEBRUARI 2013 KELOMPOK ASISTEN : I (SATU) : SURAHMI USMAN

LABORATORIUM BIOKIMIA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia sering kali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa.Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam (Anonim, 2013). Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH. Pada umumnya asam amino larut dalam air dan tidak larut dalam pelarut organic non polar seperti eter, aseton dan klorofrm. Sifat asam amino ini berbeda dengan asam karbiksilat maupun aromatic yang terdiri atas beberapa atom karbon umumnya kurang larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organic. Demikian pula dengan amina pada umumnya tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik (Poedjiadi dan Supriyanti, 2006). Kata protein berasal dari protos atau proteos yang berarti pertama atau utama. Protein merupakan komponen penting atau komponen utama sel hewan atau manusia. Oleh karena itu merupakan pembentuk tubuh kita, maka protein

2. 2. dan reaksi millon yang ditandai dengan adanya perubahan warna.2. Untuk mengidentifikasi adanya 1 ikatan peptida pada protein. suhu. 4. Untuk mengidentifikasi adanya gugus sulfuhidril pada asam amino sistein dengan nitroprusida dalam amonia. Untuk mengidentifikasi adanya tirosin dalam molekul protein 1. .2 Tujuan Percobaan 1. 3. 2006). reaksi biuret. dan endapan yang menunjukkan bahwa adanya reaksi uji positif terhadap asam amino dan protein.yang terdapat dalam makanan berfungsi sebagai zat utama dalam pembetukan dan pertumbuhan tubuh (Poedjiadi dan Supriyanti.3 Prinsip Kerja Mengidetifikasi reaksi asam amino dan protein dengan beberapa pereaksi tertentu yaitu melalui tes ninhdrin.2 Maksud dan Tujuan Percobaan 1. Untuk mengidentifikasi adanya gugus α asam amino bebas dalam asam amino dan protein. reaksi gugus rantai samping (gugus R). reaksi Hopkins-Cole. 5. Untuk mengidetifikasi adanya gugus indole yang membentuk cincin ungu.1 Maksud Percobaan Maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui reaksi spesifik dari asam amino dan protein 1. 1.

lipid atau asam nukleat. Ditinjau dari strukturnya protein dapat dibagi dalam dua golongan besar. kuku. ada empat tingkat struktur dasar protein. kulit. jenis dan urutan asam amino dalam molekul protein.. sedangkan protein globular berbentuk bulat (Poedjiadi dan Supriyanti. juga ada yang bertindak sebagai katalis dalam banyak reaksi biologis yang diperlukan untuk mempertahankan hidup (Hart dkk. yaitu struktur primer. Oleh karena ikatan antara asam amino ialah ikatan peptida. Protein sederhana dapat dibagi dalam dua bagian menurut bentuk molekulnya. maka struktur primer protein juga menunjukkan ikatan peptida yang urutannya diketahui. Untuk mengetahui jenis. Protein fiber mempunyai bentuk molekul panjang seperti serat atau serabut. Beberapa protein merupakan komponen utama dari jaringan struktur (otot. jumlah dan urutan asam amino dalam protein dilakukan analisis yang terdiri dari . tersier. dan kuartener. yaitu golongan protein sederhana dan protein gabungan. yaitu protein fiber dan protein globular. Gugus ini disebut gugus prostetik dan terdiri atas karbohidrat. Protein memainkan berbagai peranan dalam sistim biologis. 2003). Struktur primer menunjukkan jumlah. sekunder. rambut). Yang dimaksud dengan protein sederhana ialah protein yang hanya terdiri atas protein dan gugus bukan protein. Protein lain mengangkut molekul dari satu bagian ke bagian lain dalam makhluk hidup.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Protein adalah biopolimer yang terdiri atas banyak asam amino yang berhubungan satu dengan lainnya melalui ikatan amida (peptida). 2006) Menurut Poedjiadi (1994).

Reaksi Millon Pereaksi Millonadalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat. 2. Analisis urutan asam amino pada rantai polipeptida. Pemecahan ikatan antara rantai polipeptida tersebut. Preaksi ini dibuat dari asam oksalat dengan serbuk magnesium dalam air. Reaksi Hopkins-Cole Triptofan dapat berkondensasi dengan beberapa aldehida dengan bantun asam kuat membentuk senyawa yang berwarna ungu. Setelah dicampur terjadi endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning apabila dipanaskan. 3. akan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan. Pada dasarnya reaksi ini positif untuk fenol-fenol. Pemecahan masing-masing rantai polipeptida. Larutan protein yang mengandung triptofan dapat direkasikan dengan pereaksi Hopkins-Cole yang mengandung asam glioksilat. karena terbentuknya senyawa merkuri dengan . Jadi reaksi ini positif untuk protein yang mengandung tirosin. Apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan protein.beberapa tahap yaitu Penentuan jumlah rantai polipeptida yang berdiri sendiri yaitu: 1. Reaksi-reaksi khas protein yaitu sebagai berikut (Poedjiadi. 2. 1994) : 1. Reaksi yang terjadi ialah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada molekul protein. Reaksi Xantoprotein Larutan asam nitrat pekat ditambahkan dengan hati-hati ke dalam larutan protein. dan 3. fenilalanin dan triptofan.

Jadi. Pada dasarnya reaksi Hopkins-Cole memberi hasil positif khas untuk gugus indol dalam protein (Lehninger. Setelah dicampur dengan pereaksi Hopkins-Cole. Protein yang mengandung tirosin akan memberikan hasil positif. 1995).gugus hidroksifenil yang berwarna. 1995). 1995). sedangkan produk yang dihasilkan oleh prolin berwarna kuning. Natrium Nitroprussida dalam larutan amoniak akan menghasilkan warna merah dengan protein yang mempunyai gugus –SH bebas. Reaksi ninhidrin adalah reaksi yang digunakan untuk mendeteksi dan menduga asam amino secara kuantitatif dalam jumlah kecil. Reaksi Sakaguchi Pereaksi yang digunakan ialah naftol dan natriumhipobrimit. karena pada molekul ini terjadi substitusi gugus α-amino (Lehninger. Triptofan dapat berkondensasi dengan beberapa aldehida dengan bantuan asam kuat dan membentuk senyawa yang berwarna. . Jadi. 4. pada dasarnya reaksi ini memberi hasil positif apabila ada gugus guanidin. Pemanasan dengan ninhidrin berlebih menghasilkan produk berwarna ungu pada semua asam amino yang mempunyai gugus α-amino bebas. Larutan protein yang mengandung triptofan dapat direaksikan dengan pereaksi Hopkins-Cole yang mengandung asam glioksilat. Beberapa saat kemudian akan terjadi cincin ungu pada batas antara kedua lapisan tersebut. arginin atau protein yang mengandung arginin dapat menghasilkan warna merah. asam sulfat dituangkan perlahan-lahan sehingga membentuk lapisan dibawah larutan protein. protein yang mengandung sistein dapat memberikan hasil positif (Lehninger.

Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. atau dapat juga berperilaku sebagai basa dan menerima proton dari asam kuat (Hart dkk.. Asam amino merupakan satuan yang menyusun peptida dan protein. Sifat asam amino ini berbeda dengan asam karbiksilat maupun aromatic yang terdiri atas beberapa atom karbon umumnya kurang larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organic. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH (Poedjiadi. aseton dan klorofrm. dan singkatan satu-huruf yang digunakan untuk menjelaskan urutan asam amino dalam suatu protein (Hart dkk. 2003). yaitu di sebelah gugus karboksil. 1988) Asam amino yang diperoleh dari hidrolisis protein adalah asam amino α. Artinya. gugus amino berbeda pada atom karbon α. Demikian pula dengan amina pada umumnya tidak larut dalam air. 1994). Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH. 2003) Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. tetapi larut dalam pelarut organik (Poedjiadi dan Supriyanti. Masing-masing memiliki singkatan tiga-huruf berdasarkan namanya. yang digunakan bila kita menulis rumus peptide. Asam amino bersifat amfoterik. 2006).. hanya 20 asam amino saja yang penting dalam protein (Pine dkk. Asam amino dikenal dengan nama umum. Pada umumnya asam amino larut dalam air dan tidak larut dalam pelarut organic non polar seperti eter. Dari demikian banyak ragam struktur yang dapat dijumpai. artinya berperilaku sebagai asam dan mendonasikan proton pada basa kuat.. .

5 mL NH4OH .3.3. glisin. asam aspartat. H2SO4.BAB III METODE PERCOBAAN 3.2 Reaksi gugus rantai samping (gugus R) Masukkan beberapa kristal cystenia hydroklorida ke dalam tabung rekasi. 3. CuSO4 0. Lalu tambahkan 0. pipet skala. 3.1%. pipet tetes. larutan glioksilik.2 Alat Percobaan Alat – alat yang digunakan pada percobaan ini ada tabung reaksi. rak tabung reaksi dan gegep. Diamati perubahan warnanya. dan asam aspartat pada masing-masing tabung. akuades.1 Tes Ninhidrin Disiapkan 4 tabung reaksi yang kering dan bersih kemudian dimasukkan 1. NH4OH. alanin.1 Bahan Percobaan Bahan – bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah larutan ninhidrin 0. 3. kristal cystenia hidroklorida. glisin. larutan natrium nitroprusida 1%.01 M.1% pada masing-masing tabung lalu dipanaskan hingga mendidih. alanin. dan pereaksi millon. Ditambahkan 0.5 M.3 Prosedur Percobaan 3. NaOH 2. kemudian larutkan dengan 5 mL akuades. penangas air.5 mL larutan Ninhidrin 0.5 albumin.5 mL natrium nitroprussida 1% dan 0. albumin.

01 M dan dikocok.5 M ke dalam masing-masing tabung lalu dikocok dengan baik. Diamati perubahan yang terjadi.3.5 mL albumin. Jika ada perubahan warna. glisin. 3.3.3. Ditambahkan 1 mL NaOH 2. Ditambahkan 1.3 Reaksi Biuret Disiapkan 4 tabung reaksi yang kering dan bersih kemudian dimasukkan 1. alanin. Kemudian ditambahkan setetes CuSO4 0. Diamati perubahan yang terjadi. glisin. glisin.5 Reaksi Millon Disiapkan tabung reaksi yang kering dan bersih kemudian dimasukkan 1. Kemudian ditambahkan pereaksi Millon yang berlebih lalu dipanaskan kembali dan diamati lagi perubahan yang terjadi. alanin. dan asam aspartat pada masing-masing tabung. 3. alanin. Kemudian ditambahkan lagi setetes demi setetes asam sulfat pekat.5 mL albumin. Ditambahkan 4 tetes pereaksi Millon pada masing-masing tabung lalu dipanaskan. . dan asam aspartat ke dalam masing-masing tabung.5 mL larutan albumin. ditambahkan lagi setetes atau lebih CuSO4. dan asam aspartat lalu dikocok.4 Reaksi Hopkins-Cole Disiapkan 4 tabung reaksi yang kering dan bersih kemudian dimasukkan 2 mL larutan gliosilik pada masing-masing tabung.3.

Pada tes ini dilakukan proses pemanasan karena untuk membebaskan gugus amino bebas dan untuk mengkatalisis terjadinya reaksi di antara keduanya. Senyawa ini merupakan hidrat dari triketon siklik dan bila dipanaskan dengan asam amino hingga mendidih. Dari hasil tabel pengamatan diatas seharusnya reaksi asam amino dan protein yang membentuk warna ungu setelah pemanasan adalah glisin. karena larutan ini merupakan asam -amino dan mempuyai gugus amino bebas. Sedangkan pada albumin berwarna coklat setelah . 1. alanin dan asam aspartat. 4. serin.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 3. Kompleks yang terbentuk adalah mengandung dua molekul ninhydrin yang bereaksi dengan amonia setelah asam amino dioksidasi. Ninhidrin merupakan suatu oksidator sangat kuat yang dapat menyebabkan terjadinya dekarboksilasi oksidatif asam α-amino.1 Tes Ninhidrin Larutan protein dan NO. Namun pada percobaan ini cuma asam aspartat yang membentuk warna ungu. maka akan terbentuk kompleks yang berwarna ungu. 2. larutan asam amino Albumin Alanin Asam aspartat Glisin Warna Dengan Ninhidrin Keruh kekuningan Bening Bening Bening Setelah Pemanasan Putih keruh Bening Biru keunguan Bening Reaksi ninhidrin adalah reaksi yang digunakan untuk mendeteksi asam amino.

larutan asam amino Nitroprussida Kristal Cystenia 1.01 M CuSO4 0.3 Tes Biuret Warna No. Kemudian ditambahkan lagi 0.dipanaskan. Kesalahan ini mungkin disebabkan karena tidak bersihnya peralatan ataupun larutan ninhidrinnya telah mengalami kerusakan atau ninhidrinnya tereduksi.5 mL natrium nitroprussida 1% larutan tersebut mengalami perubahan warna dari jernih menjadi keruh. sehingga kurang bereaksi dengan asam amino tersebut.5 mL NH4OH larutan tersebut mengalami perubahan warna dari keruh menjadi keruh kekuningan dan semakin lama larutan tersebut didiamkan maka warna larutan tersebut akan semakin keruh dan pada akhirnya larutan tersebut berubah menjadi warna coklat dimana hal ini menunjukkan bahwa adanya gugus sulfuhidril pada asam amino sintein dengan natrium nitroprussida dalam NH4OH 4. hal ini menunjukan bahwa pada albumin tidak terdapat gugus amino bebas dan menunjukkan bahwa larutan tersebut positif.2 Reaksi gugus rantai samping (gugus R) Warna Larutan protein dan Dengan Natrium NO.01 . Larutan Contoh NaOH 2. 4.5 M CuSO4 0. Hydroklorida Keruh Coklat Dengan NH4OH Larutan kristal cystenia hydroklorida ditambahkan 0.

NaOH disini berfungsi memberikan suasana basa pada larutan asam amino dan protein. Dari percobaan ini didapatkan bahwa albumin memberikan reaksi positif terhadap penambahan CuSO4. dan serin tidak mengalami perubahan warna karena asam amino tidak memiliki ikatan polipeptida seperti yang dimiliki oleh protein sedangkan pada albumin jika direaksikan dengan CuSO4 maka akan menghasilkan larutan yang berwarna ungu. yang merupakan kompleks yang terbentuk dari Cu2+ dengan gugus CO dan gugus NH dari rantai peptida dalam suasana basa. Selanjutnya larutan tersebut dicampurkan dengan larutan CuSO4 dimana glisin. . Hal ini terjadi karena protein memiliki ikatan polipeptida yang apabila bertemu dengan pereaksi biuret akan membentuk kompleks Cu dengan gugus CO dan gugus NH dari rantai polipeptida dalam suasana basa. Penambahan CuSO4 berlebih memperlihatkan perubahan intensitas warna semakin tua. asam aspartat. 3. Albumin Alanin Asam aspartat Glisin Bening Beining Bening Bening Bening Bening Bening Bening Ungu Biru muda Biru muda Biru muda Reaksi biuret dapat digunakan untuk mengidentifikasi ikatan peptida. Dari tabel diatas dapat dilihat semua larutan contoh yang dicampurkan dengan NaOH menghasilkan warna bening. 4. Uji positif dari reaksi ini akan membentuk warna ungu. 2. alanin.M berlebih 1.

Dengan glioksilik Dengan asam sulfat Terbentuk cincin 1. . dan alanin tidak memberikan hasil positif karena tidak mengandung asam amino triptofan. asam aspartat.4. Larutan protein yang mengandung triptofan dapat direaksikan dengan pereaksi Hopkins-Cole yang mengandung asam glioksilat. Oleh karena itu reaksi Hopkins-Cole ini merupakan pereaksi spesifik untuk asam amino triptofan. Albumin Bening (bergelembung) kuning 2. Perubahan ini disebabkan karena adanya asam amino dengan gugus indol spesifik dalam hal ini triptofan yang terkandung dalam albumin. yang dapat ditinjau setelah albumin ditambahkan pereaksi Hopkins dan asam sulfat pekat terjadi perubahan yaitu terbentuk cincin flokulasi berwarna ungu. 3. Alanin Asam aspartat Glisin Bening Bening Bening Bening Bening Bening Reaksi Hopkins-Cole digunakan untuk menunjukkan adanya suatu gugus indol dalam asam amino. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa glisin. serin. 4. Gugus indol ini terikat pada asam amino triptofan.4 Reaksi Hopkins-Cole Warna Larutan contoh NO. Sedangkan albumin menunjukan hasil yang positif. Pereaksi Hopkins-Cole terdiri atas larutan Glioksilik dan H2SO4 (sebagai katalis).

Pada dasarnya reaksi ini positif untuk fenol-fenol karena terbentuknya senyawa merkuri dengan gugus hidroksifenil. dan asam aspartat tidak akibat senyawa merkuri dengan hidroksilfebil pada asam amino tidak bereaksi karena tidak adanya gugus fenol dalam penyusunanya. . 3. alanin. Dari tabel diatas dilihat hanya albumin yang memberi hasil positif sedangkan pada glisin. Reaksi yang menyebabkan warna merah adalah terjadinya senyawa kompleks antara asam amino dengan Hg2+. Larutan yang mengandung tirosin akan memberikan hasil positif yaitu dengan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan. Larutan protein Millon pemanasan dipanaskan 1. 4.4. Hal ini sesuai dengan teori bahwa albumin yang merupakan protein juga mengandung tirosin sebagai salah satu penyusunnya.5 Reaksi Millon Warna Millon No. Albumin Alanin Asam aspartat Glisin Bening Beining Bening Bening Bening Bening Bening Bening Ungu Biru muda Biru muda Biru muda Setelah berlebih Reaksi ini digunakan untuk uji gugus hidroksilfenil pada asam amino tirosin. 2. serin.

6 Reaksi Albumin O H C O C OH O O OH HC O SO3H C O OH + HO S O O H C O SO3H CHCOOH C O OH + N NH2 H2SO4 CH2CHCOOH NH HO CH H C OH O COOH CH N H .H2O N + CH3 CH N COOH Alanin 2CH3 – CHNH2 – COOH + pereaksi Hopkins Glisin 2H – CHNH2 – COOH + pereaksi Hopkins Asam aspartat HOOC-CH2 –CHNH2 – COOH + pereaksi Hopkins H CH NH2 COOH + NaOH + CuSO4 .4.

sudah baik tetapi mohon agar lebih memperhatikan praktikannya. 5. histidin.1 Kesimpulan Dari hasil percobaan yang telah dilakukan. Pada reaksi Biuret. 5. glisin. sebaiknya penyediaan bahan lebih diperbanyak lagi agar lebih banyak bahan pembanding untuk praktikan. asam aspartat. 3. 4. dapat ditarik kesimpulan yaitu: 1. albumin dan histidin memberikan hasil positif. dan asam aspartat memberikan hasil negatif. Pada reaksi Hopkins-Cole.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Sedangkan pada histidin dan asam aspartat memberikan hasil negatif . . Pada tes ninhidrin. asam amino sistein yang berbentuk kristal cysteina hidroklorida memberi hasil positif. Sedangkan pada glisin. tidak ada yang positif.2 Saran Untuk laboratorium. alanin memberikan hasil negatif. 2. Pada reaksi Millon. albumin memberikan hasil positif. Untuk asisten. alanin. glisin dan albumin yang memberikan hasil positif. Pada reaksi gugus rantai samping (gugus R). sedangkan pada alanin.

. 1988. (online) (asam%20amnino%20%20rgm_aisyah’s%20blog. Dasar-Dasar Biokimia jilid 1. . dan Hart.E.. 1994. 2006.M. Kimia Organik edisi kesebelas. Hendrickson. H. Kimia Organik terbitan keempat.T.. ITB..htm). A. Natsir.B. A. Dasar-Dasar Biokmia. Dasar-Dasar Biokimia. 22 Februari 2013 pukul 17. Craine. G. Supriyanti. Bandung. Lehninger.L. Erlangga.J. Erlangga.00 WITA. A. D. S.J. UI-Press. J. D. 1995.. UI-Press. Jakarta. Asam Amino... diterjemahkan oleh Maggy Thenawidjaja. H.. 2013. Hammond. Jakarta.. 2003. L. Hart. Poedjiadi. Jakarta. F. Cram.DAFTAR PUSTAKA Anonim..H. 2013. Laboratorium Biokimia FMIPA Universitas Hasanuddin. Penuntun dan Laporan Praktikum Biokimia. Poedjiadi. Makassar... Jakarta.S. Pine.

13 April 2013 Asisten Praktikan SURAHMI USMAN FIRA AFRIALTY .LEMBAR PENGESAHAN Makassar.

1% pada masing-masing tabung.5mL NH4OH.5mL larutan Ninhidrin 0. Diamati perubahan warnanya.Lampiran 1 : BAGAN PERCOBAAN  Tes Ninhidrin 3mL albumin 3mL glisin 3mL alanin 3mL asam aspartat - Ditambahkan 0.5mL Natrium nitroprussida 1% dan 0. ditambahkan 0. . hasil dipanaskan hingga mendidih.  Reaksi gugus rantai samping (gugus R) Kristal Cysteina hidroklorida Dilarutkan dengan 5mL aquades. hasil Diamati perubahan yang terjadi.

ditambahkan lagi setetes atau lebih CuSO4. Jika ada perubahan warna. Reaksi Biuret  3 mL albumin 3 mL glisin 3 mL alanin 3 mL asam aspartat - Ditambahkan 1mL NaOH 2. hasil ditambahkan setetes demi setetes asam sulfat pekat. Ditambahkan 3 mL albumin. serin. hasil  Reaksi Hopkins-Cole Larutan glioksilik Dimasukkan ke dalam 5 tabung reaksi. glisin. dan asam aspartat ke dalam masing-masing tabung lalu dikocok. ditambahkan setetes CuSO4 0.5M ke dalam masing-masing tabung lalu dikocok dengan baik. alanin. Diamati perubahan yang terjadi. .01M dan dikocok.

Diamati perubahan yang terjadi. ditambahkan pereaksi Millon yang berlebih lalu dipanaskan kembali. . - dipanaskan. hasil diamati lagi perubahan yang terjadi. Reaksi Millon 3 mL albumin 3 mL alanin 3 mL glisin 3 mL asam aspartat - Ditambahkan 4 tetes pereaksi Millon pada masing-masing tabung.

Tes Ninhidrin Gambar 2. Reaksi Biuret Gambar 4. Reaksi Gugus Rantai Samping (gugus R) Gambar 3.Lampiran 2 : GAMBAR HASIL PERCOBAAN Gambar 1. Reaksi HopkinsCole .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->