LAPORAN PRAKTIKUM

REAKSI ASAM AMINO DAN PROTEIN

NAMA NIM

: FIRA AFRIALTY : H311 11 008

HARI/TGL PERCOBAAN: KAMIS, 21 FEBRUARI 2013 KELOMPOK ASISTEN : I (SATU) : SURAHMI USMAN

LABORATORIUM BIOKIMIA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia sering kali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa.Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam (Anonim, 2013). Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH. Pada umumnya asam amino larut dalam air dan tidak larut dalam pelarut organic non polar seperti eter, aseton dan klorofrm. Sifat asam amino ini berbeda dengan asam karbiksilat maupun aromatic yang terdiri atas beberapa atom karbon umumnya kurang larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organic. Demikian pula dengan amina pada umumnya tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik (Poedjiadi dan Supriyanti, 2006). Kata protein berasal dari protos atau proteos yang berarti pertama atau utama. Protein merupakan komponen penting atau komponen utama sel hewan atau manusia. Oleh karena itu merupakan pembentuk tubuh kita, maka protein

Untuk mengidentifikasi adanya tirosin dalam molekul protein 1. Untuk mengidentifikasi adanya gugus sulfuhidril pada asam amino sistein dengan nitroprusida dalam amonia. suhu. 2006). 4. reaksi gugus rantai samping (gugus R). Untuk mengidetifikasi adanya gugus indole yang membentuk cincin ungu. dan reaksi millon yang ditandai dengan adanya perubahan warna.1 Maksud Percobaan Maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui reaksi spesifik dari asam amino dan protein 1. 5. reaksi biuret.2. dan endapan yang menunjukkan bahwa adanya reaksi uji positif terhadap asam amino dan protein. 2. Untuk mengidentifikasi adanya 1 ikatan peptida pada protein. . 1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan 1.2 Tujuan Percobaan 1. Untuk mengidentifikasi adanya gugus α asam amino bebas dalam asam amino dan protein.2.3 Prinsip Kerja Mengidetifikasi reaksi asam amino dan protein dengan beberapa pereaksi tertentu yaitu melalui tes ninhdrin. reaksi Hopkins-Cole.yang terdapat dalam makanan berfungsi sebagai zat utama dalam pembetukan dan pertumbuhan tubuh (Poedjiadi dan Supriyanti. 3.

yaitu protein fiber dan protein globular. Yang dimaksud dengan protein sederhana ialah protein yang hanya terdiri atas protein dan gugus bukan protein. Struktur primer menunjukkan jumlah. Protein memainkan berbagai peranan dalam sistim biologis.. Ditinjau dari strukturnya protein dapat dibagi dalam dua golongan besar. sekunder. kulit. ada empat tingkat struktur dasar protein. rambut). Protein fiber mempunyai bentuk molekul panjang seperti serat atau serabut. yaitu golongan protein sederhana dan protein gabungan. 2003). yaitu struktur primer. maka struktur primer protein juga menunjukkan ikatan peptida yang urutannya diketahui. Beberapa protein merupakan komponen utama dari jaringan struktur (otot. Protein sederhana dapat dibagi dalam dua bagian menurut bentuk molekulnya. Untuk mengetahui jenis. dan kuartener.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Protein adalah biopolimer yang terdiri atas banyak asam amino yang berhubungan satu dengan lainnya melalui ikatan amida (peptida). Protein lain mengangkut molekul dari satu bagian ke bagian lain dalam makhluk hidup. 2006) Menurut Poedjiadi (1994). jumlah dan urutan asam amino dalam protein dilakukan analisis yang terdiri dari . lipid atau asam nukleat. tersier. Oleh karena ikatan antara asam amino ialah ikatan peptida. Gugus ini disebut gugus prostetik dan terdiri atas karbohidrat. kuku. sedangkan protein globular berbentuk bulat (Poedjiadi dan Supriyanti. jenis dan urutan asam amino dalam molekul protein. juga ada yang bertindak sebagai katalis dalam banyak reaksi biologis yang diperlukan untuk mempertahankan hidup (Hart dkk.

Reaksi Xantoprotein Larutan asam nitrat pekat ditambahkan dengan hati-hati ke dalam larutan protein. fenilalanin dan triptofan. Reaksi Millon Pereaksi Millonadalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat. Analisis urutan asam amino pada rantai polipeptida. Pada dasarnya reaksi ini positif untuk fenol-fenol. 2. 1994) : 1. dan 3. Jadi reaksi ini positif untuk protein yang mengandung tirosin. Reaksi-reaksi khas protein yaitu sebagai berikut (Poedjiadi. Pemecahan masing-masing rantai polipeptida. Larutan protein yang mengandung triptofan dapat direkasikan dengan pereaksi Hopkins-Cole yang mengandung asam glioksilat. Setelah dicampur terjadi endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning apabila dipanaskan. 3. karena terbentuknya senyawa merkuri dengan . Reaksi yang terjadi ialah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada molekul protein. akan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan. Pemecahan ikatan antara rantai polipeptida tersebut. Preaksi ini dibuat dari asam oksalat dengan serbuk magnesium dalam air. Apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan protein. Reaksi Hopkins-Cole Triptofan dapat berkondensasi dengan beberapa aldehida dengan bantun asam kuat membentuk senyawa yang berwarna ungu.beberapa tahap yaitu Penentuan jumlah rantai polipeptida yang berdiri sendiri yaitu: 1. 2.

Reaksi ninhidrin adalah reaksi yang digunakan untuk mendeteksi dan menduga asam amino secara kuantitatif dalam jumlah kecil. 1995). Triptofan dapat berkondensasi dengan beberapa aldehida dengan bantuan asam kuat dan membentuk senyawa yang berwarna. Larutan protein yang mengandung triptofan dapat direaksikan dengan pereaksi Hopkins-Cole yang mengandung asam glioksilat. protein yang mengandung sistein dapat memberikan hasil positif (Lehninger. asam sulfat dituangkan perlahan-lahan sehingga membentuk lapisan dibawah larutan protein. sedangkan produk yang dihasilkan oleh prolin berwarna kuning. 4. Beberapa saat kemudian akan terjadi cincin ungu pada batas antara kedua lapisan tersebut. Pemanasan dengan ninhidrin berlebih menghasilkan produk berwarna ungu pada semua asam amino yang mempunyai gugus α-amino bebas. Jadi. . 1995). Protein yang mengandung tirosin akan memberikan hasil positif. 1995). karena pada molekul ini terjadi substitusi gugus α-amino (Lehninger. Jadi.gugus hidroksifenil yang berwarna. pada dasarnya reaksi ini memberi hasil positif apabila ada gugus guanidin. Natrium Nitroprussida dalam larutan amoniak akan menghasilkan warna merah dengan protein yang mempunyai gugus –SH bebas. Pada dasarnya reaksi Hopkins-Cole memberi hasil positif khas untuk gugus indol dalam protein (Lehninger. arginin atau protein yang mengandung arginin dapat menghasilkan warna merah. Setelah dicampur dengan pereaksi Hopkins-Cole. Reaksi Sakaguchi Pereaksi yang digunakan ialah naftol dan natriumhipobrimit.

2003) Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Asam amino bersifat amfoterik.. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH. Dari demikian banyak ragam struktur yang dapat dijumpai. 1994). Pada umumnya asam amino larut dalam air dan tidak larut dalam pelarut organic non polar seperti eter. Sifat asam amino ini berbeda dengan asam karbiksilat maupun aromatic yang terdiri atas beberapa atom karbon umumnya kurang larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organic. hanya 20 asam amino saja yang penting dalam protein (Pine dkk.. 2006).Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Artinya. artinya berperilaku sebagai asam dan mendonasikan proton pada basa kuat.. yaitu di sebelah gugus karboksil. gugus amino berbeda pada atom karbon α. Demikian pula dengan amina pada umumnya tidak larut dalam air. aseton dan klorofrm. tetapi larut dalam pelarut organik (Poedjiadi dan Supriyanti. atau dapat juga berperilaku sebagai basa dan menerima proton dari asam kuat (Hart dkk. dan singkatan satu-huruf yang digunakan untuk menjelaskan urutan asam amino dalam suatu protein (Hart dkk. . yang digunakan bila kita menulis rumus peptide. 1988) Asam amino yang diperoleh dari hidrolisis protein adalah asam amino α. Asam amino dikenal dengan nama umum. Asam amino merupakan satuan yang menyusun peptida dan protein. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH (Poedjiadi. Masing-masing memiliki singkatan tiga-huruf berdasarkan namanya. 2003).

pipet tetes. larutan glioksilik. dan asam aspartat pada masing-masing tabung. akuades. rak tabung reaksi dan gegep. NaOH 2. Ditambahkan 0.5 M. CuSO4 0.BAB III METODE PERCOBAAN 3.5 albumin.1 Tes Ninhidrin Disiapkan 4 tabung reaksi yang kering dan bersih kemudian dimasukkan 1.3. H2SO4. Lalu tambahkan 0.3. alanin. penangas air. dan pereaksi millon.5 mL larutan Ninhidrin 0.01 M.3 Prosedur Percobaan 3. kristal cystenia hidroklorida. albumin. kemudian larutkan dengan 5 mL akuades. 3. larutan natrium nitroprusida 1%. pipet skala. 3.5 mL NH4OH .1 Bahan Percobaan Bahan – bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah larutan ninhidrin 0.1%. glisin.2 Alat Percobaan Alat – alat yang digunakan pada percobaan ini ada tabung reaksi. asam aspartat. glisin. Diamati perubahan warnanya.2 Reaksi gugus rantai samping (gugus R) Masukkan beberapa kristal cystenia hydroklorida ke dalam tabung rekasi. alanin.1% pada masing-masing tabung lalu dipanaskan hingga mendidih.5 mL natrium nitroprussida 1% dan 0. 3. NH4OH.

3. Diamati perubahan yang terjadi. Diamati perubahan yang terjadi.3 Reaksi Biuret Disiapkan 4 tabung reaksi yang kering dan bersih kemudian dimasukkan 1. Ditambahkan 1 mL NaOH 2. Jika ada perubahan warna.01 M dan dikocok. glisin.5 mL larutan albumin. Ditambahkan 4 tetes pereaksi Millon pada masing-masing tabung lalu dipanaskan. Kemudian ditambahkan pereaksi Millon yang berlebih lalu dipanaskan kembali dan diamati lagi perubahan yang terjadi. alanin.3.5 mL albumin. Kemudian ditambahkan setetes CuSO4 0. alanin.5 M ke dalam masing-masing tabung lalu dikocok dengan baik. 3. Kemudian ditambahkan lagi setetes demi setetes asam sulfat pekat.3. dan asam aspartat lalu dikocok. alanin. dan asam aspartat pada masing-masing tabung.5 Reaksi Millon Disiapkan tabung reaksi yang kering dan bersih kemudian dimasukkan 1. Ditambahkan 1. glisin. glisin.5 mL albumin. 3. dan asam aspartat ke dalam masing-masing tabung. ditambahkan lagi setetes atau lebih CuSO4. .3.4 Reaksi Hopkins-Cole Disiapkan 4 tabung reaksi yang kering dan bersih kemudian dimasukkan 2 mL larutan gliosilik pada masing-masing tabung.

3. Sedangkan pada albumin berwarna coklat setelah . serin. 2. Senyawa ini merupakan hidrat dari triketon siklik dan bila dipanaskan dengan asam amino hingga mendidih. alanin dan asam aspartat. Pada tes ini dilakukan proses pemanasan karena untuk membebaskan gugus amino bebas dan untuk mengkatalisis terjadinya reaksi di antara keduanya. Kompleks yang terbentuk adalah mengandung dua molekul ninhydrin yang bereaksi dengan amonia setelah asam amino dioksidasi. Dari hasil tabel pengamatan diatas seharusnya reaksi asam amino dan protein yang membentuk warna ungu setelah pemanasan adalah glisin. 1. Ninhidrin merupakan suatu oksidator sangat kuat yang dapat menyebabkan terjadinya dekarboksilasi oksidatif asam α-amino. maka akan terbentuk kompleks yang berwarna ungu.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Namun pada percobaan ini cuma asam aspartat yang membentuk warna ungu. larutan asam amino Albumin Alanin Asam aspartat Glisin Warna Dengan Ninhidrin Keruh kekuningan Bening Bening Bening Setelah Pemanasan Putih keruh Bening Biru keunguan Bening Reaksi ninhidrin adalah reaksi yang digunakan untuk mendeteksi asam amino.1 Tes Ninhidrin Larutan protein dan NO. karena larutan ini merupakan asam -amino dan mempuyai gugus amino bebas. 4.

01 .dipanaskan. larutan asam amino Nitroprussida Kristal Cystenia 1. hal ini menunjukan bahwa pada albumin tidak terdapat gugus amino bebas dan menunjukkan bahwa larutan tersebut positif. Larutan Contoh NaOH 2.5 mL NH4OH larutan tersebut mengalami perubahan warna dari keruh menjadi keruh kekuningan dan semakin lama larutan tersebut didiamkan maka warna larutan tersebut akan semakin keruh dan pada akhirnya larutan tersebut berubah menjadi warna coklat dimana hal ini menunjukkan bahwa adanya gugus sulfuhidril pada asam amino sintein dengan natrium nitroprussida dalam NH4OH 4. sehingga kurang bereaksi dengan asam amino tersebut.2 Reaksi gugus rantai samping (gugus R) Warna Larutan protein dan Dengan Natrium NO. Kesalahan ini mungkin disebabkan karena tidak bersihnya peralatan ataupun larutan ninhidrinnya telah mengalami kerusakan atau ninhidrinnya tereduksi.5 mL natrium nitroprussida 1% larutan tersebut mengalami perubahan warna dari jernih menjadi keruh.3 Tes Biuret Warna No. Kemudian ditambahkan lagi 0.01 M CuSO4 0. Hydroklorida Keruh Coklat Dengan NH4OH Larutan kristal cystenia hydroklorida ditambahkan 0. 4.5 M CuSO4 0.

M berlebih 1. asam aspartat. alanin. 3. Hal ini terjadi karena protein memiliki ikatan polipeptida yang apabila bertemu dengan pereaksi biuret akan membentuk kompleks Cu dengan gugus CO dan gugus NH dari rantai polipeptida dalam suasana basa. dan serin tidak mengalami perubahan warna karena asam amino tidak memiliki ikatan polipeptida seperti yang dimiliki oleh protein sedangkan pada albumin jika direaksikan dengan CuSO4 maka akan menghasilkan larutan yang berwarna ungu. Uji positif dari reaksi ini akan membentuk warna ungu. . NaOH disini berfungsi memberikan suasana basa pada larutan asam amino dan protein. Dari tabel diatas dapat dilihat semua larutan contoh yang dicampurkan dengan NaOH menghasilkan warna bening. Selanjutnya larutan tersebut dicampurkan dengan larutan CuSO4 dimana glisin. Albumin Alanin Asam aspartat Glisin Bening Beining Bening Bening Bening Bening Bening Bening Ungu Biru muda Biru muda Biru muda Reaksi biuret dapat digunakan untuk mengidentifikasi ikatan peptida. Dari percobaan ini didapatkan bahwa albumin memberikan reaksi positif terhadap penambahan CuSO4. 4. 2. yang merupakan kompleks yang terbentuk dari Cu2+ dengan gugus CO dan gugus NH dari rantai peptida dalam suasana basa. Penambahan CuSO4 berlebih memperlihatkan perubahan intensitas warna semakin tua.

dan alanin tidak memberikan hasil positif karena tidak mengandung asam amino triptofan. 3. Perubahan ini disebabkan karena adanya asam amino dengan gugus indol spesifik dalam hal ini triptofan yang terkandung dalam albumin.4 Reaksi Hopkins-Cole Warna Larutan contoh NO. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa glisin. Oleh karena itu reaksi Hopkins-Cole ini merupakan pereaksi spesifik untuk asam amino triptofan. Sedangkan albumin menunjukan hasil yang positif.4. Larutan protein yang mengandung triptofan dapat direaksikan dengan pereaksi Hopkins-Cole yang mengandung asam glioksilat. serin. asam aspartat. Gugus indol ini terikat pada asam amino triptofan. Albumin Bening (bergelembung) kuning 2. 4. yang dapat ditinjau setelah albumin ditambahkan pereaksi Hopkins dan asam sulfat pekat terjadi perubahan yaitu terbentuk cincin flokulasi berwarna ungu. Pereaksi Hopkins-Cole terdiri atas larutan Glioksilik dan H2SO4 (sebagai katalis). Alanin Asam aspartat Glisin Bening Bening Bening Bening Bening Bening Reaksi Hopkins-Cole digunakan untuk menunjukkan adanya suatu gugus indol dalam asam amino. Dengan glioksilik Dengan asam sulfat Terbentuk cincin 1. .

Reaksi yang menyebabkan warna merah adalah terjadinya senyawa kompleks antara asam amino dengan Hg2+. Pada dasarnya reaksi ini positif untuk fenol-fenol karena terbentuknya senyawa merkuri dengan gugus hidroksifenil. 2. serin. 3. .4. alanin. Larutan protein Millon pemanasan dipanaskan 1. Hal ini sesuai dengan teori bahwa albumin yang merupakan protein juga mengandung tirosin sebagai salah satu penyusunnya. Dari tabel diatas dilihat hanya albumin yang memberi hasil positif sedangkan pada glisin. dan asam aspartat tidak akibat senyawa merkuri dengan hidroksilfebil pada asam amino tidak bereaksi karena tidak adanya gugus fenol dalam penyusunanya. Albumin Alanin Asam aspartat Glisin Bening Beining Bening Bening Bening Bening Bening Bening Ungu Biru muda Biru muda Biru muda Setelah berlebih Reaksi ini digunakan untuk uji gugus hidroksilfenil pada asam amino tirosin. Larutan yang mengandung tirosin akan memberikan hasil positif yaitu dengan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan.5 Reaksi Millon Warna Millon No. 4.

6 Reaksi Albumin O H C O C OH O O OH HC O SO3H C O OH + HO S O O H C O SO3H CHCOOH C O OH + N NH2 H2SO4 CH2CHCOOH NH HO CH H C OH O COOH CH N H .H2O N + CH3 CH N COOH Alanin 2CH3 – CHNH2 – COOH + pereaksi Hopkins Glisin 2H – CHNH2 – COOH + pereaksi Hopkins Asam aspartat HOOC-CH2 –CHNH2 – COOH + pereaksi Hopkins H CH NH2 COOH + NaOH + CuSO4 .4.

asam aspartat. glisin dan albumin yang memberikan hasil positif. sudah baik tetapi mohon agar lebih memperhatikan praktikannya. sebaiknya penyediaan bahan lebih diperbanyak lagi agar lebih banyak bahan pembanding untuk praktikan. Pada tes ninhidrin. glisin. 5. Untuk asisten. 4.1 Kesimpulan Dari hasil percobaan yang telah dilakukan.2 Saran Untuk laboratorium. albumin memberikan hasil positif. 3. asam amino sistein yang berbentuk kristal cysteina hidroklorida memberi hasil positif. alanin.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Pada reaksi Biuret. Sedangkan pada histidin dan asam aspartat memberikan hasil negatif . Pada reaksi Hopkins-Cole. histidin. Pada reaksi Millon. 5. alanin memberikan hasil negatif. dapat ditarik kesimpulan yaitu: 1. 2. Pada reaksi gugus rantai samping (gugus R). . dan asam aspartat memberikan hasil negatif. Sedangkan pada glisin. tidak ada yang positif. sedangkan pada alanin. albumin dan histidin memberikan hasil positif.

. Makassar. J.M. ITB. G. Poedjiadi.... Kimia Organik terbitan keempat.L.DAFTAR PUSTAKA Anonim.J. . Dasar-Dasar Biokimia. 1995.S.. dan Hart. A. D. Hart. UI-Press. H. (online) (asam%20amnino%20%20rgm_aisyah’s%20blog. Poedjiadi.B. Hendrickson. 1994. Penuntun dan Laporan Praktikum Biokimia. Pine. F. 2013. Lehninger. Jakarta. H. Craine.H.E. Erlangga. L. D.. Jakarta. Jakarta..J. Dasar-Dasar Biokmia. A. 2013. S. Bandung. 1988.htm). 22 Februari 2013 pukul 17.. A. 2003. Asam Amino.. UI-Press...T.. Laboratorium Biokimia FMIPA Universitas Hasanuddin. Natsir. Cram. Jakarta. Hammond. 2006. Supriyanti.00 WITA. Erlangga. Dasar-Dasar Biokimia jilid 1. Kimia Organik edisi kesebelas. diterjemahkan oleh Maggy Thenawidjaja.

13 April 2013 Asisten Praktikan SURAHMI USMAN FIRA AFRIALTY .LEMBAR PENGESAHAN Makassar.

. hasil Diamati perubahan yang terjadi.  Reaksi gugus rantai samping (gugus R) Kristal Cysteina hidroklorida Dilarutkan dengan 5mL aquades. ditambahkan 0.Lampiran 1 : BAGAN PERCOBAAN  Tes Ninhidrin 3mL albumin 3mL glisin 3mL alanin 3mL asam aspartat - Ditambahkan 0.1% pada masing-masing tabung.5mL Natrium nitroprussida 1% dan 0. Diamati perubahan warnanya.5mL larutan Ninhidrin 0. hasil dipanaskan hingga mendidih.5mL NH4OH.

dan asam aspartat ke dalam masing-masing tabung lalu dikocok. hasil ditambahkan setetes demi setetes asam sulfat pekat. Reaksi Biuret  3 mL albumin 3 mL glisin 3 mL alanin 3 mL asam aspartat - Ditambahkan 1mL NaOH 2. Ditambahkan 3 mL albumin.5M ke dalam masing-masing tabung lalu dikocok dengan baik. ditambahkan setetes CuSO4 0. ditambahkan lagi setetes atau lebih CuSO4. . glisin.01M dan dikocok. hasil  Reaksi Hopkins-Cole Larutan glioksilik Dimasukkan ke dalam 5 tabung reaksi. serin. Jika ada perubahan warna. Diamati perubahan yang terjadi. alanin.

Diamati perubahan yang terjadi. ditambahkan pereaksi Millon yang berlebih lalu dipanaskan kembali. Reaksi Millon 3 mL albumin 3 mL alanin 3 mL glisin 3 mL asam aspartat - Ditambahkan 4 tetes pereaksi Millon pada masing-masing tabung. . hasil diamati lagi perubahan yang terjadi. - dipanaskan.

Reaksi Biuret Gambar 4. Reaksi HopkinsCole . Tes Ninhidrin Gambar 2. Reaksi Gugus Rantai Samping (gugus R) Gambar 3.Lampiran 2 : GAMBAR HASIL PERCOBAAN Gambar 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful