P. 1
Makalah Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW 1

Makalah Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW 1

|Views: 344|Likes:
Published by Harkito Syam

More info:

Published by: Harkito Syam on Apr 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2015

pdf

text

original

makalah sejarah hidup nabi muhammad SAW

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatuwahi wabarokaatu, segalah puji kita panjatkan kehadirat Allah
SWT,karna atas segalah rahmat dan hidayahnya sehingga makalah agama ini bisa
terselesaikan.tak lupa sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan Nabi besar kita
Muhammad SAW dan keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya sampai akhir zaman amin
ya robal alamin.
Berkat rahmat allah yang maha kuasa kami “kelompok 4” dapat menyelesaikan makalah ini
yang merupakan salah satu tugas dari ibu guru bidang studi agama tentang “sejarah hidup
nabi Muhammad SAW”. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak
sekali terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan
kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini dan kepada guru agama yaitu ibu Abd.Rahman s,Ag. Semoga makalah
ini dapat memberikan manfaat bagi kami khususnya pada dunia pendidikan.

Makassar, 27 October 2012
Penyusun










DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan masalah
1.3. Tujuan
1.4. Metode
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Sejarah Kelahiran nabi muhammad SAW
2.2. Sejarah Pernikahan dengan istri-istrinya dan silsilah nabi Muhammad SAW
2.3. Sejarah dakwa nabi Muhammad SAW periode mekah
2.4. Peninggalan-peninggalan nabi Muhammad pada zaman perang badar

BAB III PENUTUP
3.1 kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA












BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Nabi Muhammad adalah pembawa cahaya kebenaran untuk seluruh umat manusia,
penyempurna ajaran-ajaran para nabi terdahulu, penutup para nabi dan tidak ada nabi atau wahyu
apapun yang diturunkan Allah setelah wafatnya Baginda Muhammad saw. Rasulullah SAW
adalah utusan termulia yang diturunkan oleh Allah sebagai pembawa rahmat bagi seluruh
semesta alam. Dalam diri beliau tercakup semua kebaikan ciptaan Allah. Dalam mengemban
risalah dakwah, beliau dibantu oleh para sahabatnya. Para sahabat nabi merupakan generasi
terbaik yang terlahir dari hasil didikan madrasah langsung Rasulullah. Mereka selalu menjadikan
tindak tanduk, tutur kata dan segala perbuatan Nabi Muhammad sebagai contoh dan tauladan
hidup. Mereka telah menjadi generasi terbaik karena mengikuti cahaya Islam yang dibawa
Rasulullah.dan sebagai generasi islamiyah maka sudah sewajarnya kita selalu mengingat semua
hal tentang nabi Muhammad saw dan jadikan nabi Muhammad sebagai suri tauladan kita.

1.2. Rumusan masalah
Berpijak dari latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada penulisan
makalah ini adalah:
- kapan kelahiran nabi Muhammad saw?
- Bagaimana dakwah nabi Muhammad di kota mekah?
- Apa saja peninggalan sejarah dari perang badar?

1.3. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas Mata pelajaran agama
islam dan untuk memahami akan materi ini.
1.4. Metode
Metode yang digunakan oleh kelompok kami yaitu “kelompok 5” dalam penyusunan makalah
ini yaitu dengan mengumpulkan informasi dari berbagai buku dan browsing di internet / metode
studi pustaka.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Sejarah Kelahiran nabi muhammad SAW
Di kala umat manusia dalam kegelapan dan kehilangan pegangan hidupnya, lahirlah ke dunia
dari keluarga yang sederhana, di kota Mekah, seorang bayi yang kelak membawa perubahan
besar bagi sejarah peradaban dunia. Bayi itu yatim, bapaknya yang bernama Abdullah
meninggal 7 bulan sebelum dia lahir. Kehadiran bayi itu disambut oleh datuknya Abdul
Muththalib dengan penuh kasih sayang dan kemudian bayi itu dibawanya ke kaki Ka'abah. Di
tempat suci inilah bayi itu diberi nama Muhammad, suatu nama yang belum pernah ada
sebelumnya.
Menurut penggalan para ahli,kelahiran muhammad itu pada tanggal 12 rabiuawal tahun gajah
atau tanggal 20 april tahun 571 M.adapun sebab dinamakan tahun kelahiran Nabi itu dengan
tahun Gajah, karna pada tahun itu, kota Mekah diserang oleh suatu pasukan tentara orang
Nasrani yang kuat di bawah pimpinan Abrahah, Gubenur dari kerajaan Nasrani Abessinia yang
memerintah di Yaman, dan mereka bermaksud menghancurkan Ka'abah. Pada waktu itu
Abrahah berkenderaan gajah. Belum lagi maksud mereka tercapai, mereka sudah dihancurkan
oleh Allah s.w.t.dengan mengirimkan burung ababil. Oleh karna pasukan itu mempergunakan
gajah,rnaka orang Arab menamakan bala tentera itu pasukan bergajah.
Nabi Muhammad saw. adalah keturunan dari Qushai pahlawan suku Quraisy yang berhasil
menggulingkan kekuasaan Khuza’ah atas kota Mekah. Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul
Muththalib bin Hashim bin Abdul Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murr’ah dari golongan Arab
Bani IsmaiL Ibunya bernama Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin
Murrah, di sinilah silsilah keturunan ayah dan ibu Nabi Muhammad saw. bertemu. Baik
keluarga dari pihak bapak maupun dari ibu keduanya termasuk golongan bangsawan .
Sudah menjadi kebiasaan pada orang-orang Arab kota Mekah, terutama pada orang-orang
yang tergolong bangsawan, menyusui dan menitipkan bayi-bayi mereka kepada wanita
badiyah (dusun di padang pasir) agar bayi-bayi itu dapat menghirup hawa yang bersih,
terhindar dari penyakit-penyakit kota dan supaya bayi-bayi itu dapat berbicara dengan bahasa
yang murni dan fasih. Demikianlah halnya Nabi Muhammad s.a.w. beliau diserahkan oleh
ibunya kepada seorang perempuan yang baik, Halimah Sa’diyah dari Bani Sa’ad kabilah
Hawazin, tempatnya tidak jauh dari kota Mekah. Di perkampungan Bani Sa’ad inilah Nabi
Muhammad s.a.w. diasuh dan dibesarkan sampai berusia lima tahun oleh Halima sa’diyah




2.2. Sejarah Pernikahan dengan istri-istrinya dan silsilah nabi Muhammad SAW
Sebelum kita menelusuri sebagian kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad saw bersama istri-istrinya
maka sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu siapakah para ummahatul mukminintersebut.
Bagaimanakah silsilah sejarah pernikahan Nabi Muhammad saw dengan mereka.berikut ini adalah
nama-nama istri nabi Muhammad saw:
1) Khadijah binti Khuwailid
Istri pertama Nabi muhammad adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad. dan umur beliau
tatkala menikahi Khadijah adalah dua puluh lima tahun, sedangkan Khadijah berumur dua
puluh delapan tahun. Khadijah adalah istri Nabi Muhammad saw yang paling dekat nasabnya
dengan NabiMuhammad saw. Semua anak-anak Nabi Muhammad saw dilahirkan dari rahim
Khadijah kecuali Ibrohim. Khadijah adalah seorang wanita yang kaya, cantik, serta memiliki
kedudukan yang tinggi di masyarakat, sehingga banyak orang Quraisy yang ingin menikahinya
akan tetapi hatinya terpikat pada sosok seorang pemuda yang tidak memiliki harta namun
memiliki budi pekerti yang luhur dan tinggi. Dialah Muhammad saw. Khadijah telah
mengorbankan harta dan jiwanya untuk membela risalah kenabian. Ia lah wanita yang selalu
menenangkan sang kekasih dikala dirundung duka dan gelisah. Ia menguntaikan mutiara-
mutiara kata yang indah sebagai penyejuk di kala susah, penenang di kala bimbang, dan
membakar semangat di kala lesu dan kecewa. Kata-kata indahnya telah diriwayatkan dan
dicatat oleh perawi dan penulis, sebagai ibrah bagi para istri dan wanita yang hendak
meneladani sang kekasih penghulu manusia.
2) Kemudian beberapa hari setelah itu beliau menikahi Saudah binti Zam‟ah Al-Qurosyiah, dia lah
yang telah menghadiahkan hari gilirannya (giliran menginap Nabi Muhammad saw di rumahnya)
untuk Aisyah.
3) Setelah menikahi Saudah, beliau menikah dengan Ummu Abdillah Aisyah Ash-Siddiqoh binti Ash-
Shiddiq yang telah dinyatakan kesuciannya oleh Allah dari atas langit ketujuh. kekasih
Rasulullah, putri Abu bakar Ash-Shiddqi, malaikat telah menampakkan Aisyah kepada
Nabi Muhammad sawsebelum menikah dengannya. Dalam mimpi beliau melihat Aisyah tertutup
wajahnya dengan selembar kain dari sutra lalu malaikat itu berkata, “Inilah istrimu (bukalah
kain penutup wajahnya)”. Rasulullah menikahinya pada bulan Syawal dan umur Aisyah kala itu
adalah enam tahun. Rasulullah menggaulinya pada Syawwal pada tahun pertama hijrah ketika
umurnya sembilan tahun. Beliau tidak menikahi seorang perawan pun selainnya. Tidak pernah
ada wahyu yang turun ketika nabi berselimut bersama salah seorang di antara istrinya kecuali
Aisyah. Ia merupakan wanita yang paling dicintai nabi. Allah pun mencintainya dan membela
serta menyucikan namanya dari tuduhan dusta. Telah turun wahyu dari langit menjelaskan
terbebasnya Aisyah dari tuduhan zina dan umat sepakat akan kafirnya orang yang menduduh
Aisyah berzina. Dia adalah istri NabiMuhammad saw yang paling paham agama dan yang paling
pandai, bahkan terpandai di antara para wanita umat ini secara mutlak. Tokoh-tokoh para
sahabat pun menjadikan pendapatnya sebagai landasan beragama dan mereka sering meminta
fatwa keadaanya. Ada sebuah kabar yang menyatakan bahwa beliau pernah mengalami
keguguran, namun pendapat ini tidak benar sama sekali.
4) istri Nabi Muhammad saw yang keempat adalah Hafshah binti Umar bin Al-Khattab. Abu Dawud
menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw pernah menceraikannya kemudian ruju‟ (kembali)
lagi kepadanya.
5) Kemudian Nabi Muhammad saw menikahi Zainab binti Khuzaimah bin Al-Harits Al-Qurosyiah
dari bani Hilal bin Amir. dan beliau wafat di sisi Rasulullah setelah tinggal bersama selama dua
bulan.
6) kemudian beliau menikah dengan Ummu Salamah Hind binti Abi Umayyah Al-Qurosyiah Al-
Makhzumiah, nama Abu Umayyah adalah Hudzaifah bin Al-Mughiroh. Ummu Salamah merupakan
istri Nabi Muhammad saw yang paling terakhir wafatnya menurut sebagian ulama, ada pula
yang berpendapat Shafiah yang terakhir wafat di antara istri-istri Nabi Muhammad saw yang
lain.

7) Kemudian beliau menikahi Zainab binti Jahsy dari bani Asad bin Khuzaimah dan dia adalah anak
Umayyah bibi Nabi Muhammad saw. Allah telah menurunkan firman-Nya berkaitan dengan
dirinya,

^O)³4Ò N·O¬³·> -Og~--g¯ =ªE¬u^Ò¡
+.- gO^OÞU4N =e;©E¬u^Ò¡4Ò gO^OÞU4N
;l´O^`Ò¡ El^OÞU4N ElE_uÒEe
÷-E>-4Ò -.- O´>^Cq`4Ò O)×
¬C´O^¼4^ 4` +.- gOCg³¯lN`
/E·^CÒ`4Ò "EEL¯- +.-4Ò O-EOÒ¡
pÒ¡ +O¯4=^CÒ` W O©ÞU·· _/=/·~ /³uCEe
Ogu+g)` -6O·C4Ò E_·¯E4;_EÒEe
¯O·±g¯ ºº 4pO7¯4C OÞ>4N 4×-gLg`u·÷©^¯-
/¤4OEO EO)× ;¤4Ò^eÒ¡
¯ª)_j*.4OgNu1Ò¡ -·O)³ W-¯Oº_·~
O}×gu+g` -6O·C4Ò _ ¬]~E4Ò NO^`Ò¡
*.- LºON¬^¼4` ^@_÷

“Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami
kawinkan kamu dengan dia.” (Q.s. Al-Ahzab: 37)
Peristiwa Allah langsung yang menikahkannya dengan Nabi shalallahu „alaihi wa sallam menjadi
kebanggan tersendiri bagi Zainab binti Jahsy. Bagaimana tidak, Allah telah menjadi wali
nikahnya, tentunya wajar apabila ia berbangga. Ia pun sering membanggakannya di
hadapan istri-istri NabiMuhammad saw yang lain. Ia berkata, “Kalian dinikahkan oleh keluarga
kalian, adapaun aku dinikahkan oleh Allah dari atas langit yang ke tujuh.” Oleh karena itu, di
antara keistimewaannya adalah Allah lah yang telah menikahkannya dengna Rasulullah . Ia
wafat di awal kekhalifahan Umar bin Al-Khatthab. Dahulunya ia adalah istri Zaid bin Haritsah
dan Rasulullah mengangkat Zaid sebagai anak angkatnya. tatkala Zaid menceraikannya maka
Allah pun menikahkannya dengan NabiMuhammad saw agar umat Nabi Muhammad saw bisa
mencontohnya atau agar anggapan haramnya menikahi istri anak angkat tidaklah menjadi isu
yang benar, pendapat-itu hanya merupakan warisan budaya jahiliyah.
8) Kemudian Rasulullah menikahi Juwairiyah binti Al-Harits bin Abi Dhiror Al-Mushtoliqiah.
Awalnya ia merupakan seorang tawanan bani Mushtholiq (Kabilah Yahudi) lalu ia pun datang
menemui NabiMuhammad saw meminta agar Nabi Muhammad saw membantu penebusannya.
Nabi Muhammad saw kemudian menebusnya dan menikahinya.
9) Kemudian Nabi Muhammad saw menikahi Ummu Habibah , namanya adalah Romlah binti Abi
Sufyan Sokhr bin Harb Al-Qurosyiah Al-Umawiah. Ada pula yang mengatakan namanya adalah
Hindun. Rasulullah menikahinya pada saat Ummu Habibah sedang berada di negeri Habasyah
karena berhijrah dari Mekah ke negeri Habasyah. Najasyi memberikan mahar atas nama
NabiMuhammad saw kepada Ummu Habibah sebanyak empat ratus dinar. Lalu ia dibawa dari
Habasyah kepada Nabi Muhammad saw (di Madinah). Ummu Habibah meninggal di masa
pemerintahan saudaranya, Mu‟awiyah.
10) 10) Kemudian Rasulullah menikahi Shafiyah binti Huyai bin Akhtab pemimpin bani Nadhir dari
keturunan harun bin Imron saudara Musa. Ia adalah putri (keturunan) Nabi (Harun) dan istri
NabiMuhammad saw. Ia termasuk wanita tercantik di dunia. Dahulu ia merupakan tawanan atau
seorang budak Nabi Muhammad saw kemudian Nabi memerdekakannya dan menjadikan
pembebasannya sebagai maharnya.
11) Kemudian Rasulullah menikahi Maimunah binti Al-Haritsah Al-Hilaiah dan ia adalah wanita
terakhr yang dinikahi oleh Rasulullah . Rasulullah menikahinya di Mekah pada waktu Umroh Al-
Qadha setelah ia bertahallul -menurut pendapat yang benar-, Maimunah wafat pada masa
pemerintahan Mu‟awiyah.
12) Ada pula yang memasukkan nama Raihanah binti Zaid An-Nasraniah di antara istri-istri
NabiMuhammad saw. Raihanah binti Zaid An-Nasraniah ada juga yang menyatakan Al-Qurazhiah
yakni dari kalangan Yahudi bukan Nasrani. Ia merupakan tawanan pada waktu perang Bani
Quraizhah. Saat itu ia adalah tawanan Rasulullah kemudian Rasulullah memerdekakannya dan
menikahinya. Rasulullah menceraikannya sekali kemudian ruju (kembali) kepadanya. Sebagian
ulama berpendapat bahwa Raihanah adalah budak Rasulullah yang digauli oleh beliau dan terus
menjadi budaknya hingga Rasulullah wafat. Oleh Karena itu, dia terhitung termasuk budak-
budak Nabi Muhammad sawdan bukan termasuk istri-istrinya. Al-Waqidi lebih cenderung
kepada pendapat yang pertama, yakni ia merupakan istri nabi. Pendapatnya disetujui oleh
Syarifuddin Ad-Dimyathi. Ia mengatakan bahwa pendapat inilah yang lebih kuat meurut para
ahli ilmu. Namun, perkataannya itu perlu dicek kembali karena yang dikenal bahwasanya
Raihanah termasuk budak-budak Nabi Muhammad saw.







2.3. Sejarah dakwa nabi Muhammad SAW periode mekah
Objek dakwah Rasulullah SAW pada awal kenabian adalah masyarakat Arab Jahiliyah, atau
masyarakat yang masih berada dalam kebodohan. Dalam bidang agama, umumnya masyarakat
Arab waktu itu sudah menyimpang jauh dari ajaran agama tauhid, yang telah diajarkan oleh para
rasul terdahulu, seperti Nabi Adam A.S. Mereka umumnya beragama watsani atau agama
penyembah berhala. Berhala-berhala yang mereka puja itu mereka letakkan di Ka‟bah
(Baitullah= rumah Allah SWT). Di antara berhala-berhala yang termahsyur bernama: Ma‟abi,
Hubai, Khuza‟ah, Lata, Uzza dan Manar. Selain itu ada pula sebagian masyarakat Arab Jahiliyah
yang menyembah malaikat dan bintang yang dilakukan kaum Sabi’in.
Pengangkatan Muhammad sebagai nabi atau rasul Allah SWT, terjadi pada tanggal 17 Ramadan,
13 tahun sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang bertahannus di Gua Hira, waktu itu beliau
genap berusia 40 tahun. Gua Hira terletak di Jabal Nur, beberapa kilo meter sebelah utara kota
Mekah.
Muhamad diangkat Allah SWT, sebagai nabi atau rasul-Nya ditandai dengan turunnya Malaikat
Jibril untuk menyampaikan wahyu yang pertama kali yakni Al-Qur‟an Surah Al-„Alaq, 96: 1-5.
Turunnya ayat Al-Qur‟an pertama tersebut, dalam sejarah Islam dinamakan Nuzul Al-Qur‟an.
Menurut sebagian ulama, setelah turun wahyu pertama
gE)OlEc =¦¯c- El)Þ4O OÞ>;N·- ^¯÷
Og~-.- 4-ÞUE· ¯O·O=O·· ^g÷ Og~-.-4Ò
4OO³·~ ¯OE³E_·· ^@÷ -Og~-.-4Ò E¤4Ou=Ò¡
_/4+¯OO^·¬- ^j÷ N¡·-E¬E··· 7.·17N
¯O4O;OÒ¡ ^)÷ (Q.S. Al-„Alaq: 1-5) turun pula Surah Al-Mudassir: 1-7,
yang berisi perintah Allah SWT agar Nabi Muhammad berdakwah menyiarkan ajaran Islam
kepada umat manusia.
Setelah itu, tatkala Nabi Muhammad SAW berada di Mekah (periode Mekah) selama 13 tahun
(610-622 M), secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada beliau, wahyu berupa Al-Qur‟an
sebanyak 4726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surah-surah yang diturunkan pada periode Mekah
dinamakan Surah Makkiyyah.
Ajaran Islam periode Mekah, yang harus didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya
adalah sebagai berikut:
a. Keesaan Allah SWT
b. Hari Kiamat sebagai hari pembalasan
c. Kesucian jiwa
d. Persaudaraan dan Persatuan








STRATEGI DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKAH
Tujuan dakwah Rasulullah SAW pada periode Mekah adalah agar masyarakat Arab
meninggalkan kejahiliyahannya di bidang agama, moral dan hokum, sehingga menjadi umat
yang meyakini kebenaran kerasulan nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang
disampaikannya, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi dakwah Rasulullah SAW dalam berusaha mencapai tujuan yang luhur tersebut sebagai
berikut:
1. Dakwah secara Sembunyi-sembunyi Selama 3-4 Tahun
Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru untuk masuk
Islam, orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat
dekatnya. Mengenai orang-orang yang telah memenuhi seruan dakwah Rasulullah SAW tersebut
adalah: Khadijah binti Khuwailid (istri Rasulullah SAW, wafat tahun ke-10 dari kenabian), Ali
bin Abu Thalib (saudara sepupu Rasulullah SAW yang tinggal serumah dengannya), Zaid bin
Haritsah (anak angkat Rasulullah SAW), Abu Bakar Ash-Shiddiq (sahabat dekat Rasulullah
SAW) dan Ummu Aiman (pengasuh Rasulullah SAW pada waktu kecil).
Abu Bakar Ash-Shiddiq juga berdakwah ajaran Islam sehingga ternyata beberapa orang kawan
dekatnya menyatakan diri masuk Islam, mereka adalah:
۞ Abdul Amar dari Bani Zuhrah
۞ Abu Ubaidah bin Jarrah dari Bani Haris
۞ Utsman bin Affan
۞ Zubair bin Awam
۞ Sa‟ad bin Abu Waqqas
۞ Thalhah bin Ubaidillah.
Orang-orang yang masuk Islam, pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi, yang namanya
sudah disebutkan d atas disebut Assabiqunal Awwalun (pemeluk Islam generasi awal).








2. Dakwah secara terang-terangan
Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah
turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-
terangan. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Qur‟an Surah 26: ¯O´O^Ò¡4Ò
El·>4OOg=4N ¬--)4O^~·- ^g¯j÷
;*g¼u=-4Ò ElEÞ4LE_ ^}E©g¯
ElE¬4lE>- =}g` ¬--gLg`u·÷©^¯- ^g¯)÷
up)¯·· E´¯O=4N ¯¬³·· O)E+)³ E7-O@O4
O©g)` 4pO¬UE©u¬·> ^g¯g÷ 214-216.

Tahap-tahap dakwah Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antara lain sebaga berikut:
1. Mengundang kaum kerabat keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan
makan dan mengajak agar masuk Islam. Walau banyak yang belum menerima agama
Islam, ada 3 orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang sudah masuk Islam, tetapi
merahasiakannya. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja‟far bin Abu Thalib, dan Zaid
bin Haritsah.
2. Rasulullah SAW mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan
bertempat tinggal di sekitar Ka‟bah untuk berkumpul di Bukit Shafa.
Pada periode dakwah secara terang-terangan ini juga telah menyatakan diri masuk Islam dari
kalangan kaum kafir Quraisy, yaitu: Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi SAW) dan Umar
bin Khattab. Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam pada tahun ke-6 dari kenabian,
sedangkan Umar bin Khattab (581-644 M).
Rasulullah SAW menyampaikan seruan dakwahnya kepada para penduduk di luar kota Mekah.
Sejarah mencatat bahwa penduduk di luar kota Mekah yang masuk Islam antara lain:
۞ Abu Zar Al-Giffari, seorang tokoh dari kaum Giffar.
۞ Tufail bin Amr Ad-Dausi, seorang penyair terpandang dari kaum Daus.
۞ Dakwah Rasulullah SAW terhadap penduduk Yastrib (Madinah). Gelombang pertama
tahun 620 M, telah masuk Islam dari suku Aus dan Khazraj sebanyak 6 orang. Gelombang
kedua tahun 621 M, sebanyak 13 orang, dan pada gelombang ketiga tahun berikutnya lebih
banyak lagi. Diantaranya Abu Jabir Abdullah bin Amr, pimpinan kaum Salamah.
Pertemuan umat Islam Yatsrib dengan Rasulullah SAW pada gelombang ketiga ini, terjadi pada
tahun ke-13 dari kenabian dan menghasilkan Bai‟atul Aqabah. Isi Bai‟atul Aqabah tersebut
merupakan pernyataan umat Islam Yatsrib bahwa mereka akan melindungi dan membela
Rasulullah SAW. Selain itu, mereka memohon kepada Rasulullah SAW dan para pengikutnya
agar berhijrah ke Yatsrib.






3. Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAW
Prof. Dr. A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah menjelaskan sebab-sebab
kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW, yakni:
1. Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran
persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi
hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan
perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
2. Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah
mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan
siksa kubur dan azab neraka.
3. Kaum kafir Quraisy menilak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan
agama dan tradisi hidupa bermasyarakat warisan leluhur mereka.
4. Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah
Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala.
Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW
bermacam-macam antara lain:
۞ Para budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-
Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir
Quraisy) di luar batas perikemanusiaan.
۞ Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara
mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan
ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kamu kafir Quraisy dan melakukan
penyembahan terhadap berhala.
Dalam menghadapi tantangan dari kaum kafir Quraisy, salah satunya Nabi Muhammad SAW
menyuruh 16 orang sahabatnya, termasuk ke dalamnya Utsman bin Affan dan 4 orang wanita
untuk berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), karena Raja Negus di negeri itu memberikan jaminan
keamanan. Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M.
Suatu saat keenam belas orang tersebut kembali ke Mekah, karena menduga keadaan di Mekah
sudah normal dengan masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy, yaitu Umar bin Khattab.
Namun, dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal labih kejam lagi.
Akhirnya, Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang kedua kalinya.
Saat itu, dipimpin oleh Ja‟far bin Abu Thalib.
Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib, paman Rasulullah SAW dan pelindungnya
wafat. Empat hari setelah itu istri Nabi Muhammad SAW juga telah wafat. Dalam sejarah Islam
tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut ‘amul huzni (tahun duka cita).

2.4. Peninggalan-peninggalan nabi Muhammad pada zaman perang badar
1. MASJIDIL HARAM Masjdilharam, yang terletak di tengah kota Mekah, merupakan
masjid tertua di dunia. Masjid ini selalu ramai dikunjungi umat Islam untuk beribadah salat,
umrah, haji dan belajar ilmu agama. Masjidilharam mempunyai tujuh menara dan 19 pintu
gerbang yang masing-masing mempunyai nama tersendiri seperti Bab as-Salam (pintu salam),
tempat orang yang pertama memasukinya dan akan melakukan tawaf; dan Bab as-Safa (pintu
Safa), pintu ke luar menuju Bukit Safa untuk melakukan sai. Di dalam Masjidilharam terdapat
Ka'bah, maqam Nabi Ibrahim AS, Hajar Aswad (batu hitam), dan sumur zamzam.
2. MASJIDIL AQSHA Masjid tertua kedua di dunia setelah Masjidilharam. Masjidilaksa
terletak di dalam suatu kompleks di kota Yerusalem, Palestina. Masjidilaksa disebut dalam Al-
Qur'an karena berkaitan dengan peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW melakukan Isra
(perjalanan malam hari) dari Masjidilharam ke Masjidilaksa, sebelum bermikraj ke
Sidratulmuntaha. Masjidilaksa termasuk di antara masjid yang perlu dikunjungi oleh kaum
muslim sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW. Dalam kompleks Masjidilaksa terdapat pula
Qubbah as-Sakhrah atau Masjid Umar (The Dome of the Rock). Masjidilaksa dibangun di atas
lokasi Kenisah Sulaiman atau Haykal Sulaiman (tempat ibadah Yahudi)

3. MASJID NABAWI merupakan masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW
setelah hijrah ke Madinah. Lokasi Masjid Nabawi adalah di kota Madinah, Arab Saudi. Masjid
Nabawi dibanngun pada Rabiulawal 1/September 622. Pada masa Nabi SAW dan al-Khulafa ar-
Rasyidun (empat khalifah besar), Masjid Nabawi berfungsi sebagai tempat beribadah, menurut
ilmu dan merencanakan kegiatan kemasyarakatan. Hingga kini, jemaah haji selalu berziarah ke
makam Nabi SAW yang terletak di dalam kompleks Masjid Nabawi. Selain itu, di Masjid
Nabawi terdapat pula makam Abu Bakar as-Siddiq dan Umar bin Khattab. Pada bagian lain dari
Masjid Nabawi terdapat taman (raudah) yang terletak di antara bekas rumah Nabi SAW dan
mimbar.
4. SAFA DAN MARWAH terletak di sebelah selatan dan utara Masjidilharam, Mekah.
Bukit Safa dan Marwah merupakan tempat Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, mencarikan air
untuk anaknya, Ismail AS. Siti Hajar berlari mendaki Bukit Safa kemudian turun menuju Bukit
Marwah sampai tujuh kali dan akhirnya secara tiba-cita keluarlah air zamzam dari dalam tanah.
Peristiwa ini kemudian diabadikan umat Islam dengan melakukan sai (lari-lari kecil) pada saat
menunaikan ibadah haji.
5. GUA HIRA adalah suatu celah sempit di Gunung Hira atau Jabal an-Nur (Gunung
Cahaya). Lokasi Gua Hira terletak di pinggir jalan menuju Ji'ranah, kkurang lebih 6 km di
sebelah timur laut kota Mekah, Arab Saudi. Gua ini digunakan Nabi Muhammad SAW untuk
bertafakur dan beribadah sebelum menjadi nabi dan menerima wahyu pertama dari Allah SWT
sekaligus dinobatkan sebagai rasul.
6. ARAFAH adalah padang pasir yang dijadikan tempat pelaksanaan wukuf (berdiam diri
sejenak) bagi jemaah haji. Padang Arafah terletak sekitar 25 km dari Mekah, Arab Saudi. Di
tempat ini, Nabi Muhammad SAW menyampaikan khotbah terakhir tentang inti ajaran Islam. Di
tengah-tengah padang Arafah terdapat bukit-bukit kecil yang dinamakan "Jabal ar-Rahmah"
yang dipercaya sebagai tempat Nabi Adam AS dan Hawa bertemu kembali setelah terpisah
karena diusir dari surga. Mungkin itulah sebabnya perbukitan itu disebut Jabal ar-Rahmah (bukit
penuh rahmat). Dalam pertemuan yang penuh rahmat itu, Adam dan Hawa saling memahami
keadaan masing-masing sehingga lahirlah keluarga dan kehidupan sosial pertama di dunia.
7. LEMBAH BADAR yang terletak di antara Madinah dan Mekah, merupakan suatu daerah
subur yang mempunyai sumber air. Lembar Badar adalah tempat terjadinya Perang Badar (2 H)
antara kaum muslim dan kaum musyrik Quraisy. Perang Badar disebut sebagai perang akidah
karena perang ini terjadi untuk membela kebenaran tentang ajaran Islam. Dalam pertempuran ini,
kaum muslim mendapat kemenangan besar sehingga perang ini disebut juga Perang Badar al-
Kubra (yang besar)
8. BUKIT UHUD yang terletak sekitar empat kilometer sebelah timur laut Madinah
merupakan tempat berlangsungnya Perang Uhud (3 H). Perang Uhud terjadi antara kaum muslim
dna kaum musyrik Quraisy. Meskipun memperoleh kemenangan, kaum muslim mengalami
kerugian akibat banykanya pahlawan muslimin yang gugur dalam prang ini, salah satunya adalah
Hamzah bin Abdul Muthalib paman Nabi Muhammad SAW.
9. MASJID QUBA merupakan masjid pertama yang didirikan Nabi Muhammad SAW pada
saat hijrah ke Madinah (622 M). Masjid ini terletak sekitar 5 km dari Masjid Nabawi di Madinah.
Nabi SAW membangun sendiri arah kiblat masjid ini dari batu. Arah kiblat ini mengalami dua
kali perubahan. Pada awalnya arah kiblat menghadap ke Baitulmakdis (Yerusalem), kemudian
diubah menjadi ke arah Ka'bah (Mekah). Masjid Quba mengalami beberapa kali perbaikan dan
perluasan. Meskipun secaraukuran masjid ini lebih kecil dibandingkan dengan masjid bersejarah
lainnya, namun Masjid Quba menjadi salah satu tempat ziarah penting di Madinah.
10. BUKIT MINA merupakan kawasan perbukitan sepanjang 3,2 km yang terletak di antara
kota suci Mekah dan Muzdalifah. Di Bukit Mina terdapat tiga buah tugu atau jumrah yang wajib
di lempar oleh setiap orang yang melakukan ibadah haji. Ketiga tugu disebut dengan Jumrah Ula
(pertama) yang disebut juga Jumrah Sugra, Jumrah Wusta (tengah) dan Jumrah Aqabah (akhir)
yang disebut juga jumrah Kubra. Ketiga tugu tersebut merupakan perwujudan dari iblis yang
ingin menggagalkan perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS untuk mengurbankan
putranya, Ismail AS.














BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Ada poin-poin penting yang menjadi kesimpulan dalam makalah ini yaitu:
- Nabi Muhammad dilahirkan bertepatan dengan tahun gajah yaitu 12 rabiulawal atau 20 april
tahun 571 M
- Nabi Muhammad mempunyai istri berjumlah 12 wanita yang dinikahinya
- Nabi Muhammad menyiarkan agama islan di mekah dengan 2 cara yaitu bersembunyi dan terang
– terangan dan nabi Muhammad menyiarkan agama islam di mekah yaitu selama 13 tahun
kemudian hijrah ke madinah untuk menyiarkan agama islam
- Banyak peninggalan dari perang badar entah itu berupa bangunan,benda,dan lain-lain.tapi
peninggalan yg sangat luar biasa dan tak perna berubah isinya dan tak perna termakan zaman
yaitu al-quraan kitab suci umat islan di seluruh dunia yang merupakan pedoman yang sangat
sempurna


3.2. Saran
Sebagai generasi mudah islamiyah kita harus selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita
kepada allah swt dan selalu mengucapkan shalawat serta salam kepada nabi besar kita nabi
Muhammad saw dan kita harus menjadikan nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan.pendek
kata “tegakanlah islam dengan pondasi sholat”









You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->