P. 1
Salah Satu Realitas Sosial Yang Terjadi Di Negeri Kita Hari Ini Adalah Soal Kemiskinan

Salah Satu Realitas Sosial Yang Terjadi Di Negeri Kita Hari Ini Adalah Soal Kemiskinan

|Views: 4|Likes:
Published by Muhammad Hafiz

More info:

Published by: Muhammad Hafiz on Apr 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2014

pdf

text

original

IRONI ITU BERNAMA KEMISKINAN Penulis : SAFRUDIN DWI APRIYANTO Salah satu realitas sosial yang terjadi di negeri

kita hari ini adalah soal kemiskinan. Berapa jumlah penduduk miskin di Indonesia saat ini? Jawabnya sangat tergantung dari standar yang digunakan. Jika kita mengacu pada standar Badan Pusat Statistik (BPS), data bulan Maret 2011 menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin ‘hanya’ sebesar 30,02 juta orang (12,49 persen) dari jumlah penduduk sebesar 237 juta jiwa. Penduduk miskin menurut BPS adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah garis kemiskinan (GK). Jika dirupiahkan, nominal pengeluaran penduduk miskin adalah sebesar Rp.233.740,- per bulan atau setara dengan Rp.7.800,- per hari. Sementara itu, kemiskinan kita Dunia adalah US untuk kategori Rp.255.000,- per jika menggunakan standar Bank Dunia, maka angka akan melonjak tajam. Standar kemiskinan menurut Bank $ 2 setara Rp.17.000,- per hari atau Rp.510.000,- per bulan miskin dan US $ 1 setara Rp.8.500,- per hari atau bulan untuk kategori sangat miskin.

Oleh karena itu, menurut versi Bank Dunia, 60 persen penduduk Indonesiaberada dalam kemiskinan relatif dan sedikitnya 10 persen berada dalam kemiskinan absolut. Posisi ini membuat Indonesia berada di zona merah dan levelnya sama dengan negara Afrika, Yaman, Pakistan, Mongolia, Vietnam, dan Philipina Jika dikaitkan dengan posisi dan potensi Indonesia, maka kemiskinan yang terjadi saat ini adalah sebuah ‘ironi’. Siapapun tahu- bahwa di negeri zamrud khatulistiwa ini, terkandung kekayaan alam yang sangat luar biasa. Indonesia adalah negara kaya dan tidak layak untuk disebut miskin. Pertanyaanya adalah- mengapa bangsa kaya raya ini bisa terjerembab ke lubang kemiskinan selama bertahun-tahun. Apa yang salah dengan dengan bangsa kita ini? Barangkali ungkapan seorang pakar manajemen modern, Peter Drucker berikut menjadi representasi dari kondisi itu: ‘ there’s no actually under-developed country, only under-managed one ’ (sejatinya tidak ada negara terbelakang/miskin, yang ada hanyalah- tata kelola yang tidak baik). Persoalan kepemimpinan (leadership) dan manajemen pengelolaan negara- diyakini menjadi salah satu penyebab timbulnya disparitas antara potensi bangsa dengan realitas sosial di lapangan

8.8. adalah ciri-ciri sistem ekonomi kapitalisme.Berikut ini adalah ‘sedikit’ potret mis-manajemen dalam pengelolaan potensi/kekayaan bangsa kita. menurut Pendiri Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Rokhmin Dahuri. Dari laut misalnya.202 triliun).362. para TKI yang selama ini mengais rezeki negara lain.600 triliun dari 11 subsektor kelautan.1. Dari kontrak tersebut. Setiap tahun. nilainya setahun 724. 17 November 2011). Harry Tjan Silalahi. bisa dipulangkan dan bekerja di negeri sendiri dengan nyaman.kemudian hanya menjadi ‘ajang pesta’ bagi para pemilik modal dan rakyat hanya bisa mengelus dada. mantan menteri perekonomian. Kwik Kian Gie melakukan kalkulasi sebagai berikut: selama 43 tahun. potensi ekonomi kelautan Indonesia bisa mencapai USD800 miliar atau sekitar Rp7. Freeport McMoran menguasai 90. Dalam harian kompas. Dibulatkan menjadi Rp.000 gram x Rp500. Belum lagi dari minyak dan gas serta kekayaan alam lainnya di seluruh wilayah republik ini. Menurut Rokhmin.80 triliun setahun.13.000 triliun (bandingkan dengan nominal APBN tahun ini yang hanya Rp. Dengan model ini. tanpa harus ketakutan di usir dan diperlakukan semena-mena oleh majikannya disana Tidak bisa dinafikkan bahwa kondisi kemiskinan yang menimpa bangsa kitatidak lepas dari pilihan yang diambil pemerintah dalam mengatur soal perekonomiannya.426. yakni Rp500. lalu dinilai dengan harga sekarang. Lebih suka menyerahkan pengelolaan aset-aset penting dan sumber daya alam kepada pihak swasta (baik asing maupun domestik). hanya Rp.350 triliun dibagi 43 atau Rp.000 atau Rp 362. Freeport memperoleh 7.yang pada akhirnya hanya mendatangkan keuntungan bagi ‘negara lain’.5 persen untuk tembaga.7442 triliun.yang juga mantan menteri kelautan dan perikanan RI.700. baru berasal dari 1-2 jenis mineral saja di papua.7 juta ton emas. Rp. angka estimasi potensi ekonomi maritim tersebut bisa mendatangkan kesempatan kerja mencapai 30 juta orang.64 persen saham. Indonesia mendapat bagian 1 persen atau Rp. .36 persen. kekayaan alam bangsa Indonesia yang luar biasa. sementara pemerintah hanya mengambil pajak sebagai aspek pendapatan.350 triliun. Di bumi papua misalnya.8 triliun saja (Kompas. Sementara itu. 14 November 2011. Adapun royalti dari Freeport untuk Indonesia hanya sebesar 1 persen untuk emas dan perak dan 1-3.3 ton tembaga dan 724. Angka yang cukup fantantis itu. Artinya. sedangkan pemerintah Indonesia 9. Jika diambil emas saja. mengemukakan bahwa kontrak dengan Freeport ditandatangani tahun 1967menyusul adanya konvensi Geneva bulan November 1967. Sementara yang tercantum di APBN 2011 dalam pos ”pemasukan SDA non-migas”. semua orang tahu tentang gunung emas yang ‘digadaikan’ kepada pihak asing (baca Freeport). Dari angka tersebut.000 per gram.

dan Mahmoud Ahmadinejad (Presiden Iran). persis seperti kata pepatah: ‘tikus mati di lumbung padi’. serta di AS dengan gerakan antiWall Street-nya.co. Kedepan. Kapitalisme terbukti gagal dalam mewujudkan ‘kesejahteraan’ dan ‘kemakmuran’ bagi negara-negara yang selama setia menganut sistem-nya Agar kondisi kemiskinan bangsa kita tidak terus memburuk. kemiskinan.agar dapat memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia. Kemiskinan yang terjadi ditengah negara kaya.dimana mayoritas ‘hasil’ ternyata berasal dari minoritas ‘sebab’. utamanya dari pemimpin bangsa. pemimpin bangsa yang punya ‘nyali’ seperti itu. ia berani berdiri tegak dan bicara lantang. Terjadinya krisis ekonomi di Yunani. krisis ekonomi. Wallahu a’lam bish shawab (*) (*Anggota DPRD Kota Jambi) Sumber: http://www. Sumber daya alam kita yang melimpah harus dinasionalisasi. kita rindu sosok pemimpin bangsa yang punya semangat dan jiwa nasionalisme yang tinggi.seperti: Recep Tayyip Erdogan (PM Turki).karena hanya segelintir orang yang menguasai dan menikmati sumber daya alam. diperlukan langkah-langkah yang berani dari para pengambil kebijakan di negeri ini. Evo Morales (Presiden Bolivia). Diantara yang sedikit itu. Prinsip Pareto atau aturan 80/20 telah menjelaskan fenomena.sehingga dengan itu. dan utang luar negeri yang tinggi. seorang ekonom Italia melakukan riset distribusi kekayaan di berbagai negara dan hasil risetnya menyimpulkan bahwa 80 persen uang di dunia hanya dikuasai 20 persen orang. Tidak banyak memang. kapitalisme mulai menunjukkan tanda-tanda keruntuhannya.yang selama ini telah membuat miskin rakyatnya. Hugo Chavez (Presiden Venezuela). adalah contoh betapa kapitalisme tidak memiliki imunitas terhadap goncangan ekonomi. Saat ini. terdapat nama-nama. khususnya pasal 33 ayat 3 UUD 1945.Dampak negatif dari sistem ekonomi kapitalisme ini adalah munculnya pengangguran. perlahan tapi pasti. seperti Indonesia adalah sebuah ‘ironi’.html . termasuk kepada negara yang selama ‘mendikte’ kita. Kapitalisme membuat gap antara penduduk kaya dan miskin semakin lebar. Kapitalisme sangat bertentangan dengan konstitusi bangsa. Mereka adalah contoh pemimpin yang berani melawan kapitalisme. dimana secara jelas termaktub bahwa: ‘Bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat’ Perubahan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh ‘karakter’ pemimpin bangsa itu. Italia. Vilfredo Pareto.id/opini/21509-ironi-itubernama-kemiskinan.jambiekspres.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->