B.

Prinsip Kalium Dikromat merupakan senyawa baku untuk dhikrometri lebih stabil di bandingkan KMnO4, larutannya dapat di simpan dalam waktu yang lama tanpa harus khawatir terjadi perubahan konsentrasi agar di simpan pada tempat yang tertutup untuk mencegah penguapan pelarut. C. Dasar Teori Kalium dikromat merupakan zat berkristal jingga kemerahan, mempunyai titik leleh 397 oC, kelarutan dalam air 5 g/100 mL pada 0 oC, dan 102 g/100 mL pada 100 oC. Pembentukan kalium dikromat berdasarkan reaksi oksidasi yang terjadi antara kromium (III) oksida dan kalium hidroksida. Ciri Kalium dikromat Kalium dikromat, K2Cr2O7 dengan massa molekul 294,21 g/mol, dimana tersusun atas unsur Cr35,36%; unsur K 26,58%; unsur O 38,07%. Kristal kalium dikromat berwarna merah jingga, tidak higroskopis, berbeda dengan natrium dikromat. Kristalnya biasanya berbentuk prisma, sistem kristal triklinik pinacoidal, dan dapat beralih kebentuk monoklinik pada 241,6 o. Kelarutannya besar yaitu 100 L 65/cu ft; mp 398 o; panas lebur 29,8 ocal/g; titik didih 62,5 cal/g; titik labil spesifik pada 16o – 98 o. Kelarutan kalium dikromat di dalam air pada 0o : 4,3 %, 20O : 11,7%, 40O : 29,9%, 60O : 31,3% 80O : 42,0%, 100O : 50,2%. Pada reaksi dengan asam 1% pH larutan 4,04 dan untuk asam 10% pH larutan yaitu 3,57 (Budavari, 1984). Reaksi Kalium dikromat Kalium dikromat dalam keadaan asam mengalami reduksi menjadi Cr3+ Cr2O72- + H+ + 6e 2Cr + 7H2O E= 1,33V

Karena daya oksidasinya yang lebih kecil, kalium dikromat tidak seluas KMnO4 maupun Ce(IV) penggunaanya. Hal ini juga disebabkan karena beberapa reaksinya yang lambat. Namun kalium dikromat berguna sekali karena larutannya stabil tak terhingga, tidak bereaksi dengan inert terhadap Cl, tersedia dengan kemurnian yang sangat tinggi sehingga bermutu sebagai bbp. Selain itu juga mudah diperoleh dan murah (Harjadi, 1993). Manfaat Kalium dikromat Manfaat Kalium dikromat adalah untuk penentuan Fe2+, ion klorida dlm jumlah sedang tidak mempengaruhi titrasi ini. Penggunaan lain merupakan cara umum utmuk penentuan oksidator yang diberi larutan baku Fe2+ berlebih, disusu, dengan titrasi kembali kelebihan Fe2+ itu, cara ini digunakan dengan hasil baik untuk antara lain nitrat, klorat, permanganat, bikromat dan peroksida organik (Harjadi, 1993). Kristal mutu komersial biasa atau mutu bahan baku dapat dipakai untuk banyak keperluan, perlakuan sebelumnya hanya mencakupo pengeringan pada 105o – 200oC. Bila dikehendaki ketelitian lebih tinggi, bahan dapat dikristal ulang 2-3 kali dari alrutan air biasa dan sudah menjamin dengan hasil mutu tinggi. Warna Cr2O72- jingga tetapi tidak cukup igunakan sebagai petunjuk tititk akhir titrasi. Diperlukan indikator luar, suatu indikator redoks, yaitu suatu zat yang dapat dioksidasi/direduksi dan warna sebagi akibat reaksi tersebut. Dengan perkataan lain, bentuk oksidator redoks berbeda warna. Auantuk titrasi Fe2+ dengan Cr2O72- dipakai indikator asam difenilamin sulfonat. Perubahan warnanya ialah dari hijau (ion Cr3+) menjadi violetnya indikator yang teroksidasi (Harjadi, 1993). Kalium dikromat adalah suatu senyawa yang mempunyai kegunaan luas bagi kehidupan kita sekarang ini. Contoh dari penggunaaan kalium dikromat yang umum kita jumpai yaitu pada

bahan pembuatan korek api. yaitu reaksi asam dan basa yang dapat dinyatakan: H+ + OH-> H2O Bila larutan asam dengan kepekatan tertentu digunakan sebagai penitar maka titrasi ini disebut asidimetri. percetakan. yaitu suatu reaksi berdasarkan pertukaran ion tanpa adanya perubahan bilangan oksidasi. merusak/menghancurkan selaput lendir. koreng pada tangan. hiasan pada porselin. spon. yaitu: Titrasi asam-basa Reaksi dasar dalam titrasi asam-basa adalah netralisasi. bahan untuk petasan. maka titrasi dapat dibagi sebagai berikut: a) Reaksi metatetik. yang ditetapkan normalitasnya dengan bahan baku primer. Ditempatkan sebagai titrat. Kalium dikromat dapat bersifat racun pada manusia terutama pada bagian internal tubuh. warna print. Untuk itu dalam percobaan ini kita mencoba mengetahui cara pembentukan kalium bikromat dari kromium (III) oksida dan kalium hidroksida. Bahan baku sekunder. spon. untuk orang yang bekerja diindustri dapat menyebabkan nanah. bahan celup pada lukisan. dan sekat pada lubang hidung (Budavari. Titrimetri Titrimetri adalah suatu cara analisis yang berdasarkan pengukuran volume larutan yang diketahui konsentrasinya secara teliti (titran/penitar/larutan baku) yang direaksikan dengan larutan sampel yang akan ditetapkan kadarnya. digunakan untuk menetapkan standarisasi bahan baku sekunder. maka titrasi ini disebut alkalimetri. Pelaksanaan pengukuran volume ini disebut juga titrasi. bahan untuk petasan. bahan celup untuk lukisan. Dalam hal ini terdapat dua jenis bahan baku. lajan. Jenis titrasi yang termasuk reaksi metatetik. . Penggunaan lain dari kalium dikromat antara lain pemyamakan pada kulit.industri penyamakan kulit. yaitu larutan penitar diteteskan setetes demi setetes ke dalam larutan sampel sampai tercapai titik akhir. jalan. 1984). serta depolarisator pada sel kering (Budavari. yakni: Bahan baku primer. untuk orang yang bekerja di industri dapat menyebabkan nanah. Merupakan bahan racun. 1984). Berdasarkan jenis reaksi yang terjadi pada pelaksanaan titrasi. penjernihan minyak kelapa. koreng pada tangan. percetakan. merusak atau menghancurkan selaput lendir dan sekat pada lubang hidung. sedangkan bila yang diketahui sebagai penitarnya adalah basa. hiasan pada porselin. Namun dibalik itu semua kalium dikromat juga mempunyai pengaruh negatif terutama bagi internal tubuh manusia. Ditempatkan sebagai titran. dan untuk baterai serta depolarisator pada sel kering. photolithography. warna print. bahan pembuatan korek api. Sehingga diharapkan dari situ kita bisa mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukannya dan kita belajar banyak tentang keselamatan kerja di laboratorium karena telah kita ketahui bersama efek negatif dari kalium dikromat. photolithography. dan untuk baterai. penjernihan minyak kelapa. Pengaruh negatif itu diantaranya yaitu merupakan bahan racun.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi pada penitaran: . sedangkan zat-zat yang bersifat pengoksidasi dalam larutan asam akan membebaskan yod dari KI yang kemudian dititar dengan Natriumtiosulfat. 4) Dikromatometri Sebagai penitar digunakan larutan kaliumdikromat. 3) Serimetri Sebagai pengoksidasi dipakai larutan Ce(SO4)2. yaitu penitaran dengan menggunakan AgNO3 sebagai penitar. antara lain: 1) Titrasi Permanganatometri Sebagai penitar dipakai larutan kaliumpermanganat. Yang termasuk titrasi golongan ini antara lain argentometri. bila larutan baku bereaksi dengan kation-kation yang ditetapkan kadarnya. Zat-zat yang bersifat pereduksi dapat langsung dititar dengan yod. Pada cara titrasi ini digunakan larutan kanji sebagai penunjuk. maka tidak diperlukan penunjuk (indikator). Titrasi ini jarang dipakai karena selain kurang ekonomis juga memerlukan indikator redoks. yang dengan yod akan menghasilkan warna biru. b) Reaksi redoks.Titrasi pengendapan (presipitimetri) Dasar penitaran pengendapan adalah reaksi-reaksi yang menghasilkan endapan yang sukar larut. yang mengalami reaksi tunggal. Ion serium dipakai dalam larutan yang berkeasaman tinggi karena dalam larutan yang berkonsentrasi hidrogennya rendah terjadi pengendapan akibat hidrolisis. 2) Titrasi Iodo/Iodimetri Yang dimaksud dengan golongan ini adalah penitaran dengan Iod (Iodimetri) atau Iod dititar dengan Natriumtiosulfat (Iodometri). Titik akhir ditunjukkan dengan terbentuknya larutan berwarna merah muda seulas. Senyawa Na/Ba-difenilaminasulfonat merupakan indikator yang sesuai bila besi dititrasi dalam suasana asam sulfat-asam fosfat. Dalam lingkungan asam dua molekul permanganat dapat melepaskan lima atom oksigen (bila ada zat yang dapat dioksidasikan oleh oksigen itu. 2 KMnO4 + 3 H2SO4 K2SO4 + 2 MnSO4 + 3 H2O + 5 O Karena larutan KMnO4 mempunyai warna tersendiri. Penggunaan utama adalah titrasi besi dalam larutan asam. Titrasi kompleksometri Titrasi kompleksometri disebut juga khelatometri. Sampel pereaksi pengkomplek yang banyak digunakan adalah NaEDTA (Natrium Etilena Diamina Tetra Asetat). Jenis titrasi yang termasuk dalam reaksi redoks. Serium merupakan zat pengoksidasi yang kuat. yaitu pembentukan senyawa rangkai (kompleks) yang mantap dan larut dalam air. dalam reaksi ini terjadi perpindahan elektron atau perubahan bilangan oksidasi.

yaitu larutan sampel dapat langsung dititrasi dengan larutan standar/ baku. yaitu larutan sampel direaksikan dulu dengan pereaksi yang jumlah kepekatannya tertentu. tidak bereaksi secara stokiometri dengan larutan baku.Reaksi berlangsung sempurna. Titrasi penggantian (Displacement titration). karena Titrasi redoks melibatkan reaksi oksidasi dan reduksi antara titrant dan analit. Titrasi kembali (Back titration). Dengan pengetahuan yang cukup baik mengenai semua itu maka perhitungan stoikiometri titrasi redoks menjadi jauh lebih mudah. kemudian hasil reaksi dititrasi dengan larutan standar/ baku. atau penentuan kadar alkohol dengan menggunakan kalium dikromat. sehingga diperlukan berbagai senyawa titran. selain itu pengetahuan tentang perhitungan sel volta. tidak ada yang tersisa. cara ini dilakukan bila analat atau unsur yang akan ditetapkan tidak bereaksi langsung dengan larutan baku. penentuan besi(II) dengan serium(IV). Berdasarkan jalannya reaksi yang terjadi. Beberapa contoh yang lain adalah penentuan asam oksalat dengan menggunakan permanganate. Ada larutan baku. dan sebagainya. sepertinya akan menjadi tidak mungkin bisa mengaplikasikan titrasi redoks tanpa melakukan penyetaraan reaksinya dulu. Titrasi redoks merupakan jenis titrasi yang paling banyak jenisnya. Beberapa contoh yang lain adalah penentuan asam oksalat dengan menggunakan permanganate. Dengan demikian semua sampel bereaksi dengan penitar. Titrasi redoks melibatkan reaksi oksidasi dan reduksi antara titrant dan analit. iodatometri Bromometri. Karena prinsipnya adalah reaksi redoks. dan tidak saling mempengaruhi (not interact) dengan larutan penunjuk. Karena melibatkan reaksi redoks maka pengetahuan tentang penyetaraan reaksi redoks memegang peran penting. penentuan besi(II) dengan serium(IV). Reaksi berjalan cepat. sifat oksidator dan reduktor juga sangat berperan. dan menurut persamaan reaksi yang jelas. Titrasi redoks banyak dipergunakan untuk penentuan kadar logam atau senyawa yang bersifat sebagai oksidator atau reduktor. Selain itu pengetahuan tentang . Ada indikator yang sesuai. Titrasi tidak langsung (Indirect titration). Banyak aplikasi dalam bidang industri misalnya penentuan sulfite dalam minuman anggur dengan menggunakan iodine. bromatometri Nitrimetri Terbaginya titrasi ini dikarenakan tidak ada satu senyawa (titran) yang dapat bereaksi dengan semua senyawa oksidator dan reduktor. tunggal. cara ini dilakukan bila sampel tidak bereaksi dengan larutan baku atau reaksinya lambat. atau penentuan kadar alkohol dengan menggunakan kalium dikromat. titrasi dapat dibedakan atas: Titrasi langsung (Direct titration). Aplikasi dalam bidang industri misalnya penentuan sulfite dalam minuman anggur dengan menggunakan iodine. diantaranya : Permanganometri Dikromatometri Cerimetri Iodimetri. Dalam hal ini ditambahkan zat ketiga yang telah diketahui kepekatannya dan jumlahnya diukur tetapi berlebihan dan kelebihannya dititrasi dengan larutan baku. iodometri. reaksi yang cepat akan mempertajam perubahan warna yang terjadi pada titik akhir. dan kalau titrannya reduktor maka samplenya adalah oksidator. Jadi kalau titrannya oksidator maka sampelnya adalah reduktor. sehingga pastinya akan melibatkan senyawa reduktor dan oksidator. Karena melibatkan reaksi redoks maka pengetahuan tentang penyetaraan reaksi redoks memegang peran penting. dan sebagainya.

Indikator yang lain yang bersifat reduktor/oksidator lemah juga sering dipakai untuk titrasi redoks misalnya ferroin. Atau ada juga yang tidak menggunakan indikator seperti permanganometri. Amilum dengan iodine membentuk senyawa kompleks amilum-iodin yang bewarna biru tua. Pada saat titik akhir titrasi terjadi maka warna larutan akan berubah menjadi berwarna merah muda akibat penambahan sedikit permanganate. atau penentuan alkohol dengan kalium dikromat. khususnya titrasi redoks yang melibatkan iodine. Titrasi redoks yang biasa menggunakan indicator amilum adalah iodimetri dan iodometri. Indikator titrasi redoks tentunya tergantung dari jenisnya masing-masing dan pastinya berbedabeda. Reaksi indicator dapat dituliskan sebagai berikut: (Inox bentuk teroksidasi dan Inred bentuk tereduksi) Inox + ne. Titik akhir titrasi dalam titrasi redoks dapat dilakukan dengan membuat kurva titrasi antara potensial larutan dengan volume titrant (potensiomteri).<-> Inred Indikator redoks berubah warnanya pada kisaran potensial tertentu (hal ini analog dengan perubahan indicator asam –basa yang berubah pada kisaran pH tertentu untuk membacanya Anda bisa mengikuti link ini). blue. atau dapat juga menggunakan indicator.perhitungan sel volta. Perlu diingat dari penyetaraan reaksi kita akan mendapatkan harga equivalen tiap senyawa untuk perhitungan. Dengan pengetahuan yang cukup baik mengenai semua itu maka perhitungan stoikiometri titrasi redoks menjadi jauh lebih mudah. Ada yang menggunakan amilum sebagai indicator. sifat oksidator dan reduktor juga sangat berperan.<-> Inred Eo . sebagai contoh penentuan oksalat dengan permanganate dimana lautan oksalat adalah larutan yang tidak berwarna sedangkan permanganate berwarna ungu tua. maka warna permanganate ini dapat dipakai sebagai indicator penentuan titik akhir titrasi. Jadi jika suatu indicator redoks mengalami reaksi berikut: Inox + n’H+ + ne. Indikator Redoks Indikator redoks melibatkan penambahan zat tertentu kedalam larutan yang akan dititrasi. metilen. Dengan memandang tingkat kemudahan dan efisiensi maka titrasi redoks dengan indicator sering kali yang banyak dipilih. dan nitroferoin. Zat yang dipilih ini biasanya bersifat sebagai oksidator atau reduktor lemah atau zat yang dapat melakukan reaksi redoks secara reversible. Beberapa Jenis Indikator Pada Titrasi Redoks Indikator Sendiri Apabila titrant dan analit salah satunya sudah berwarna. Pembentukan warna ini sangat sensitive dan terjadi walaupun I2 yang ditambahkan dalam jumlah yang sangat sedikit. Indikator Sendiri Indikator amilum dipakai untuk titrasi redoks yang melibatkan iodine. Warna indicator dalam bentuk teroksidasi dengan bentuk tereduksinya berbeda sehingga perubahan warna ini dapat dipakai untuk penentuan titik akhir titrasi redoks. Karena titik akhir titrasi terjadi setelah titik equivalent terjadi (baca: TAT diamati setelah penambahan sejumlah kecil permanganate agar tampak warna merah muda ) maka penggunaan blanko sangat dianjurkan untuk mengkoreksi hasil titrasi pada waktu melakukan titrasi ini. Beberapa titrasi redoks menggunakan warna titrant sebagai indicator contohnya penentuan oksalat dengan permanganate. Contoh lain titrasi redoks yang melibatkan indicator sendiri adalah titrasi alkohol dengan menggunakan kalium dikromat.

tidak bereaksi dengan (inert terhadap) Cl-. Indikator ini memiliki potensial transisi + 0.030 g.1 N mengandung 4. dan direduksi dengan cepat pada temperatur biasa menjadi garam Kromium (III) yang hijau.85 V dan diokidasi oleh kelebihan dikromat menjadi ungu tua. Larutan standar dengan kekuatan yang diketahui tepat dapat disiapkan dengan menimbang garam keringnya yang murni dan kelarutannya dalam volum air yang sesuai. Besi (III) direduksi menjadi Besi (II). Warna hijau yang ditumbulkan oleh ion-ion Cr3+ yang terbentuk oleh reduksi Kalium Dikhromat membuat tak mungkin titik akhir suatu titrasi dengan Dikhromat hanya dengan meneliti larutan secara visual sehingga harus digunakan suatu indikator redoks yang memberi perubahan warna yang kuat dan tak bisa disalahtafsirkan. Maka suatu larutan 0. asalkan konsentrasi asam itu tak melampaui 1 atau 2 Molar. stabil sampai titik leburnya dan karenanya merupakan suatu standar primer yang sangat baik. dan dititrasi dengan larutan Dikhromat standar. Penggunaan utama adalah dalam titrasi besi dalam larutan asam klorida. dengan kemurnian tinggi. Cr2072. Maka hal ini menyebabkan reaksi sangat lambat. Indikator ini hanya digunakan dalam suasana Asam Sulfat-Asam Fosfat.2 % dalam air). tetapi ia mempunyai beberapa keuntungan yaitu dapat diperoleh murni. reduksi Kalium Dikromat dapat dinyatakan sebagai : Cr2072. Larutan-larutan Dikhromat juga kurang mudah direduksi oleh beban organik dibanding larutanlarutan Permanganat dan juga stabil terhadap cahaya. . Kalium Dikhromat berharga khusus dalam penetapan besi dalam bijih besi: Bijih besi itu biasanya dilarutkan dalam Asam Klorida. Reaksi: Cr2O72.+ 14 H+ + 6 e ↔ 2 Cr3+ + 7 H2O Jadi ekuivalennya adalah seperenam mol. mudah diperoleh dan murah. Lebih jauh larutannya dalam air adalah stabil tanpa batas waktu jika dilindungi dengan memadai terhadap penguapan.33 V Karena daya oksidasinya lebih sedikit dibanding dengan KMnO4 dan Ce (IV).+ 6 Fe2+ + 14 H+ ↔ 2 Cr3+ + 6 Fe3+ + 7 H2O Dalam larutan asam.Syarat Indikator redoks Indikator harus bisa megalami raksi reduksi atau oksidasi dengan cepat. Indikator yang sesuai untuk digunakan dengan titrasi Dikhromat meliputi asam 2 N-Fenilan Tranilat (larutan 0. Larutan permanganat atau serium (IV) dalam proedur analitis karena bukan zat pengoksid yang sekuat mereka dan kaerna beberapa reaksinya lambat.005 M) dan Natrium Difenilaminasufonat atau senyawa Na/Badifenilamina Sulfonat (larutan 0. Ia tak direduksi oleh Asam Klorida (HCl) dingin. karena tidak dijumpai kesulitan dalam hal oksidasi kurang dari 2 M. Kalium Dikhromat (K2Cr2O7) bukanlah zat pengoksidasi yang begitu kuat seperti Kalium Permanganat (KMnO4).9030 g dm-3.+ 14 H+ + 6 e ↔ 2 Cr3+ + 7 H2O E0=1. Kalium dikhromat dalam keadaan asam mengalami reduksi menjadi Cr3+. dari sifat K2Cr2O7 larutannya sangat stabil. Indikator harus dapat mengalami reaksi redoks reversibel dengan cepat sehingga bila terjadi penumpukan massa titrant atau analit maka sistem tidak akan mengalami reaksi oksidasi atau reduksi secara gradual. Karena itu. Kalium Dikhromat (K2Cr2O7) digunakan hanya dalam larutan asam. senyawa akan didifenilalaminasulfonat merupakan indikator yang esuai bila besi dititrasi dalam suasana asam ulfat-asam fosfat.1 % dalam NaOH 0. Penggunaan Larutan dikromat belum digunakan secara luas. Akan tetapi. yaitu 294.18/6 atau 49.

penggunaan utama larutan dikromat adalah titrasi dalam larutan asam klorida. telah ditetapkan dengan titrasi Fe (11) yang dihasilkan. stronsium Kromat larut sangat sedikit. dan Amonium dikromat lrut dalam air. Kalium. Prosedur Kerja . hidrogen peroksida. Maka cara ini dipakai untuk penentuan NO3-. Kromat logam biasanya adalah zat-zat padat berwarna. ion klorida dalam jumlah besar tidak mempengaruhi titar ini.0 mL ü Batang pengaduk ü Gelas kimia ü Labu Erlenmeyer ü Pipet tetes ü Aquadest ü H2SO4 4N ü FeSO4 ü K2Cr2O7 ü Indicator Hemylamine Selfonat E. kemudian menitrasi kelebihan itu dengan dikromat standar.dan Cr2O72-. Suatu cara tidak langsung untuk menentukan. 1992). Kelarutan Kromat dari logam alkali dan dari Kalsium serta Magnesium larut dalam air. yang menghasilkan larutan kuning bila dapat larut dalam air. Alat dan Bahan ü Buret ü Neraca ü Labu ukur 250. Terutama untuk penentuan Fe2+. ClO3-. H2O2. Seperti tersebut di atas. Ntrium. D. Suatu metode tak langsung untuk penetapan zat pengoksida melibatkan pengolahan sampel dengan besi berlebih yang diketahui kuantitasnya. Zat pengoksidai seperti nitrat. Kebanyakan kromat logam-logam lain tidak larut dalam air.0 Ml ü Pipet seukuran 25.Warna ini cukup kuat untuk dideteksi dengan mudah bahkan dengan adanya ion kromium (III) yang hijau yang dihasilkan oleh reaksi dikromat selama titrasi. oksidasi yang diberi larutan Fe2+ berlebihan kemudian kelebihan dititar dengan Standar Dikhromat. MnO4. dengan dikromat (Underwood dan Day.

Kegunaan : Sebagai sampel Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik ü Gambar hasil pengamatan Larutan FeSO4 Larutan K2Cr2O7 Larutan FeSO4 + Indikator Hemylamine Selfonat Larutan FeSO4 setelah di titrasi oleh K2Cr2O7 . masukkan ke dalam Erlenmeyer. dan hitung perbandingan mol.96 ) Nama resmi : AQUADESTILLATA Nama lain : Air suling RM : H2O BM : 18. Masukkan ke dalam labu ukur 250.254) Nama resmi :FERROSI SULFAS Nama lain : Besi (II) sulfat RM : FeSO4 BM : 151.90 Pemerian : Serbuk. tidak berbau. Kelarutan : Larut dalam etanol dan gliserol Kegunaan : Sebagai pelarut Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat ü Besi (II) sulfat (FI III.sepat Kelarutan : Perlahan-lahan larut hamper sempurna dalam air bebas karbondioksida pekat.5000 gram FeSO4. F.0 mL. tidak berasa. Lalu. mempunyai titik leleh 397 oC.7H2O.0 mL.rasa logam .Timbang + 2. tidak berwarna. kelarutan dalam air 5 g/100 mL pada 0 oC. tambahkan 20 mL H2SO4 4N. putih keabuan .02 Pemerian : Cairan jernih. Data Pengamatan ü Kalium dikromat merupakan zat berkristal jingga kemerahan. ü Aquadest ( FI III. dan 102 g/100 mL pada 100 oC. titrasi dengan K2Cr2O7 Catat volume nya. Pipet larutan sebanyak 25.

01 mL Rata-rata = 4.01 mL Awal 0.00 mL Pemakaian 4.5025 gram Berat zat 2. Persamaan Reaksi ü Reaksi reduksi K2Cr2O7 Cr2O72.05 mL G.ü Tabel Penimbangan FeSO4 Berat alas timbang kosong 0.0034 gram Berat alas + zat 2.+ 14 H+ + 6 e ↔ 2 Cr3+ + 7 H2O ü Reaksi K2Cr2O7 dengan FeSO4 Cr2O72.4991 gram ü Table hasil titrasi (volume K2Cr2O7) Volume K2Cr2O7 Titrasi ke I Titrasi ke II Akhir 4.+ 14H+ + 6e+ 6e→ → Fe3+ → 2Cr3+ + 7H2O + e2Cr3+ + 7H2O x1 x6 .00 mL 9.+ 14H+ Fe2+ Cr2O72.00 mL 5.00 mL 4.

Perhitungan ü Konsentrasi FeSO4 = 0. Pembahasan Penggunaan indicator pada saat titrasi berfungsi sebagai petunjuk pada saat titik akhir titrasi.8975 Mol ü Mol K2Cr2O7 = Volume Liter x Konsentrasi KMnO4 = 4.00 x 0. Warna hijau yang ditumbulkan oleh ion-ion Cr3+ yang terbentuk oleh reduksi Kalium Dikhromat membuat tak mungkin titik akhir suatu titrasi dengan Dikhromat J.6Fe2+ Cr2O72.01 = 0.0 x 0. Kesimpulan Titrasi dapat dibagi sebagai berikut: Reaksi metatetik Titrasi Redoks .0359 M = 0. Penggunaan H2SO4 pada saat titrasi bertujuan untuk mempercepat reaksi dan suasana larutan menjadi asam.04 Mol ü Perbandingan mol KMnO4 dengan FeSO4 ü Jadi perbandingan Mol KMnO4 dengan FeSO4 adalah 22: 1 I.0359 M ü Mol FeSO4 = Volume Pipet x M FeSO4 = 25.+ 6Fe2+ → + 14H+ 6Fe3+ + 6e→ 2Cr3+ + 6Fe3+ + 7H2O H.

yaitu 22 : 1 K. 9 September 2009 Anonim.medicafarma. 2009c.info. iodatometri Bromometri. Permanganonetri http//-www.wikipedia. 2009a. Daftar Pustaka http://anitanurdianingrum.fv 11 September 2009 .com 11 September 2009 Anonim. bromatometri Nitrimetri Berdasarkan jalannya reaksi yang terjadi.rumahkimia. Permanganonetri praktikum http//-www. Permanganonetri http//-www. 2009d.blogspot.com/2011/01/analisis-titrimetri. maka kami dapat mengetahui perbandingan mol KMnO4 dengan mol FeSO4.Titrasi redoks merupakan jenis titrasi yang paling banyak jenisnya.bolgkita. 2009b.org. iodometri.wordpress.com 9 September 2009 Anonim. titrasi dapat dibedakan atas: Titrasi langsung (Direct titration) Titrasi tidak langsung (Indirect titration) Titrasi kembali (Back titration) Titrasi penggantian (Displacement titration) Beberapa Jenis Indikator Pada Titrasi Redoks Indikator Sendiri Indikator Sendiri Indikator Redoks Titik akhir titrasi akan tergantung pada: Eo pH Dari Hasil praktikum ini.html Anonim. diantaranya : Permanganometri Dikromatometri Cerimetri Iodimetri. Permanganometri http//-www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful