HUBUNGAN ANTARA TES, PENGUKURAN, PENILAIAN DAN EVALUASI

HUBUNGAN ANTARA TES, PENGUKURAN, PENILAIAN DAN EVALUASI

A. Tes Tes adalah suatu alat yang berisi serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau soal-soal yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur suatu aspek perilaku tertentu. Tes merupakan salah satu bentuk instrumen yang terdiri atas sejumlah pertanyaan, atau butir-butir soal yang digunakan untuk memperoleh data atau informasi melalui jawaban responden atau peserta tes. Dengan demikian, fungsi tes adalah sebagai alat ukur. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa: Tes merupakan prosedur yang sistematis dalam arti bahwa butir-butir dalam tes ditulis dan disusun menurut cara dan aturan tertentu; Tes berisi sampel perilaku artinya butir-butir tes tersebut dapat mewakili secara representatif ranah perilaku yang diukur; Tes mengukur perilaku, artinya butir-butir dalam tes menghendaki agar subjek menunjukkan hal yang diketahui atau hal yang dipelajari dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam tes; Tes merupakan alat pengumpul informasi, artinya melalui serangkaian tugas atau butir-butir tes yang dijawab peserta tes, maka dapat diketahui berbagai kemampuan yang dimiliki peserta tes. Syarat-syarat tes yang baik adalah: Sahih (valid) artinya mengukur yang seharusnya diukur Konsisten (reliable) artinya hasil pengukuran selalu konsisten bila dilaksanakan pada siswa yang sama dalam waktu dan kondisi yang berlainan. Sampel representatif, artinya tes hasil belajar ang digunakan dapat mewakili materi pelajaran yang tercakup dalamprogram pengajaran. Kesesuaian tujuan dan fungsi tes Jenis pertanyaan sesuai untuk mengukur hasil belajar yang diharapkan Mampu membedakan kemampuan peserta didik Mudah digunakan, artinya tes tidak memberatkan dalam menskor atau mengadministrasi. Pengukuran Menurut Cangelosi (1995) yang dimaksud dengan pengukuran (Measurement) adalah suatu proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan. Menurut Zainul dan Nasution (2001) pengukuran memiliki dua karakteristik utama yaitu: 1) penggunaan angka atau skala tertentu; 2) menurut suatu aturan atau formula tertentu. Menurut Sidin Ali dan Khaeruddin (2012) pengukuran berarti proses penentuan kuantitas suatu objek dengan membandingkan antara alat ukur dan objek yang diukur. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengukuran adalah suatu proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris untuk membandingkan antara alat ukur dan objek yang ukur serta hasilnya bersifat kuantitatif (bentuk skor). Penilaian

(1) (2) (3) (4)

a. b. c. d. e. f. g. B.

C.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Evaluasi dalam pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan untuk mengukur dan menilai beberapa kemampuan siswa dalam pembelajaran seperti pengetahuan. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. sumber belajar tertentu. Tes merupakan alat utama yang digunakan untuk melalui proses pengukuran penilaian dan evaluasi. kita dapat melakukan evaluasi terhadap kurikulum baru. Evaluasi adalah “kegiatan mengidentifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. Penilaian dalam pendidikan adalah suatu proses yang dilakukan untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. disamping itu juga alat yang digunakan untuk mengumpulkan datanya juga sama. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. 2002). Pada hakikatnya keduanya merupakan suatu proses membuat keputusan tentang nilai suatu objek. Di bidang pendidikan. pengukuran. suatu kebijakan pendidikan. atau etos kerja guru. berharga atau tidak. Sedangkan perbedaannya terletak pada ruang lingkup dan pelaksanaannya. D. Pengukuran. Pengukuran dan penilaian juga merupakan dua proses yang bekesinambungan. Ruang lingkup penilaian lebih sempit dan biasanya hanya terbatas pada salah satu komponen atau aspek saja. (Depdiknas. 2006). Hubungan Tes. E. Evaluasi Evaluasi menurut Kumano (2001) merupakan penilaian terhadap data yang dikumpulkan melalui kegiatan asesmen.sikap dan keterampilan guna membuat keputusan tentang status kemampuan siswa tersebut. Tes adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur. Sejalan dengan pengertian tersebut.Menurut Sidin Ali dan Khaeruddin (2012) penilaian adalah proses penentuan kualitas suatu objek dengan membandingkan antara hasil-hasil ukur dengan standar penilaian tertentu. Pengukuran dilaksanakan terlebih dahulu yang menhasilkan skor dan dari hasil pengukuran kita dapat melaksanakan penilaian. Evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa (Purwanto. Pelaksanaan penilaian biasanya dilakukan dalam konteks internal. Sementara itu menurut Calongesi (1995) evaluasi adalah suatu keputusan tentang nilai berdasarkan hasil pengukuran. Hasil penilaian besrifat kualitatif artinya diperoleh dari pengkategorian. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgement). Antara penilaian dan evaluasi sebenarnya memiliki persamaan yaitu keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu. Penilaian dan Evaluasi Tes. penilaian dan evaluasi memiliki perbedaan arti dan fungsi seperti yang sudah dikemukakan di atas. Zainul dan Nasution (2001) menyatakan bahwa evaluasi dapat dinyatakan sebagai suatu proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar. Evaluasi dan penilaian lebih bersifat kualitatif. Ruang . Namun semuanya tak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan sebab semuanya memiliki keterkaitan yang erat. baik yang menggunakan instrumen tes maupun non tes. seperti prestasi belajar.

1 Latar Belakang . Evaluasi dan penilaian lebih bersifat komprehensif yang meliputi pengukuran. Makalah Pengukuran. Pengukuran lebih membatasi pada gambaran yang bersifat kuantitatif (angka-angka) tentang kemajuan belajar peserta didik. Keputusan penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil pengukuran. sedangkan evaluasi dan penilaian lebih bersifat kualitatif. Penilaian.lingkup evaluasi lebih luas. sedangkan tes merupakan salah satu alat (instrument) pengukuran. mencangkup semua komponen dalam suatu sistem dan dapat dilakukan tidak hanya pihak internal tetapi juga pihak eksternal.41 Mooowner of MoooBlog's 2 comments BAB I PENDAHULUAN I. tetapi dapat pula didasarkan hasil pengamatan dan wawancara. dan Evaluasi 08.

I. bermanfaat. atau tidak bermanfaat. Apa saja prinsip dari evaluasi? c. dan evaluasi? b. pendidik harus berusaha mengetahui hasil dari proses pembelajaran yang ia lakukan. setelah berpakaian kemudian dihadapkan ke kaca apakah penampilannya sudah baik atau belum. Hasil yang dimaksud adalah baik atau tidak baik.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut dapat diketahui rumusan masalah. Hal ini dapat dilihat mulai dari berpakaian. Sementara orang cenderung lebih mengartikan ketiga kata tersebut sebagai suatu pengertian yang sama sehingga dalam pemakaiannya tergantung dari kata mana yang siap diucapkannya. Dalam setiap pembelajaran. Dari kalimat tersebut kita sudah menemui tiga buah istilah yaitu: evaluasi. Dalam beberapa kegiatan sehari-hari. Apabila pembelajaran yang dilakukannya mencapai hasil yang baik. Dalam makalah ini penyusun hanya membahas tentang evaluasi hasil belajar. dan penilaian.Memang tidak semua orang menyadari bahwa setiap saat kita selalu melakukan pekerjaan evaluasi. Apa yang dimaksud dengan pengukuran. dll. kita jelasjelas mengadakan pengukuran dan penilaian. pendidik tentu dapat dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran dan demikian sebaliknya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran adalah melalui evaluasi. pengukuran. penilaian. yaitu: a. Apa saja tujuan dari evaluasi hasil belajar? . Evaluasi yang dilakukan oleh pendidik ini dapat berupa evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran.

1996: 3). Pada hakekatnya. 2. Demikian juga halnya pengukuran dalam bidang pendidikan.I. . Buku sumber.[2] Misalkan. Jika kita mengukur suhu badan seseorang dengan termometer. 2. dan Evaluasi a. Maksud dilaksanakan pengukuran sebagaimana dikemukakan Anas Sudijono (1996: 4) ada tiga macam yaitu : 1. Internet. Penilaian. kita hanya mengukur atribut atau karakteristik peserta didik tertentu. seperti kecerdasan. Menjelaskan Pengertian Pengukuran. Pengukuran yang dilakukan bukan untuk menguji sesuatu seperti orang mengukur jarak dua buah kota. keahlian dan latihan tertentu. dan Evaluasi. BAB II PEMBAHASAN 2. Menjelaskan Pengertian dan Tujuan Evaluasi Hasil Belajar. seorang guru dapat mengukur penguasaan peserta didik dalam mata pelajaran tertentu atau kemampuan dalam melakukan suatu keterampilan tertentu yang telah dilatih. Karenanya.[1] Kegiatan pengukuran itu menjadi lebih kompleks lagi apabila digunakan dalam mengukur aspek psikologis seseorang. Mahasiswa diharapkan dapat : 1. dapat dipahami bahwa pengukuran itu bersifat kuantitatif. yaitu: 1.1 Pengertian Pengukuran. atau mengukur jarak kota A dengan kota B. maka sesungguhnya yang sedang dilakukan adalah mengkuantifikasi keadaan seseorang atau tempat kedalam angka.3 Tujuan Adapun tujuan yang akan dicapai setelah mempelajari makalah ini yaitu. I.4 Metode Penulisan Metode penulisan makalah ini dibuat dari berbagai sumber. Pengukuran Pengukuran dapat diartikan dengan kegiatan untuk mengukur sesuatu. kegiatan ini adalah membandingkan sesuatu dengan atau sesuatu yang lain (Anas Sudijono. Penilaian.

2. Menurut Mahrens. penilaian adalah suatu pertimbangan profesional atau proses yang memungkinkan seseorang untuk membuat suatu pertimbangan mengenai nilai sesuatu.[3] Dalam sistem evaluasi hasil belajar. Penilaian Penilaian merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam sistem pendidikan saat ini. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai-nilai yang diperoleh siswa. 3. yang dimaksud pengukuran sebagaimana disampaikan Cangelosi (1995: 21) adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris. Pengukuran untuk menguji sesuatu seperti menguji daya tahan lampu pijar. penilaian adalah kegiatan menafsirkan atau mendeskripsikan hasil pengukuran. pengukuran adalah membandingkan sesuatu dengan suatu ukuran. penilaian yang bersifat kuantitatif. Dalam dunia pendidikan. mendengarkan apa yang mereka katakan serta mengumpulkan informasi yang sesuai dengan tujuan melalui apa yang telah dilakukan siswa. pengukuran dapat diartikan sebagai informasi berupa angka yang diperoleh melalui proses tertentu. Bagi siswa sendiri. Hasil jawaban siswa tersebut ditafsirkan dalam bentuk nilai. menilai adalah mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan baik. Oleh karena itu. b. Menurut Cangelosi (1995: 21) penilaian adalah keputusan tentang nilai. Sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan gambaran tentang kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan mampu membantu guru merencanakan strategi pembelajaran. pengukuran adalah sejumlah data yang dikumpul dengan menggunakan alat ukur yang objektif untuk keperluan analisis dan interpretasi. Pengukuran ini dilakukan dengan jalan menguji hal yang ingin dinilai seperti kemajuan belajar dan lain sebagainya.Proses pengumpulan ini dilakukan untuk menaksir apa yang telah diperoleh siswa setelah mengikuti pelajaran selama waktu tertentu. menurut Djemari Mardapi (1999: 8). Pengukuran yang dilakukan untuk menilai. sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuannya. Tentu saja untuk itu diperlukan sistem penilaian yang baik dan tidak bias. Karenanya. . langkah selanjutnya setelah melaksanakan pengukuran adalah penilaian. Menurut Lien. Menurut Mahrens. penilaian merupakan langkah lanjutan setelah dilakukan pengukuran. Menurut Suharsimi Arikunto. Proses ini dapat dilakukan dengan mengamati kinerja mereka. Penilaian dilakukan setelah siswa menjawab soalsoal yang terdapat pada tes. informasi yang diperoleh dari hasil pengukuran selanjutnya dideskripsikan dan ditafsirkan. Menurut Suharsimi Arikunto.

Dalam melakukan penilaian dibidang pendidikan. maka hasil tes akan memberikan gambaran dimana posisinya jika dibandingkan dengan orang lain yang mengikuti tes tersebut. Seseorang yang dikatakan telah lulus berarti bisa melakukan apa yang terdapat dalam kriteria yang telah ditetapkan dan sebaliknya.Menurut Djemari Mardapi (2004: 18) ada dua acuan yang dapat dipergunakan dalam melakukan penilaian yaitu acuan norma dan acuan kriteria. Acuan ini biasanya digunakan untuk menentukan kelulusan seseorang. Penggunaan acuan norma dilakukan untuk menyeleksi dan mengetahui dimana posisi seseorang terhadap kelompoknya. Grounloud. Evaluasi adalah proses pengukuran dan penilaian untuk mengetahui hasil belajar yang telah dicapai seseorang. evaluasi dalah suatu proses yang sistematik dan berkesinambungan untuk mengetahui efisien kegiatan belajar mengajar dan efektifitas dari pencapaian tujuan instruksi yang telah ditetapkan. evaluasi pendidikan atau proses untuk menentukan nilai dari segala sesuatu yang berkenaan dengan pendidikan. Evaluasi Dalam sebuah buku yang berjudul teknik evaluasi pendidikan karya M. apakah sesuatu itu mempunyai nilai atau tidak. Adapun acuan kriteria dipergunakan untuk menentukan kelulusan seseorang dengan membandingkan hasil yang dicapai dengan kriteria yang telah ditetapkan terlebih dahulu. kedua acuan ini dapat dipergunakan. Sedangkan acuan kriteria berasumsi bahwa apapun bisa dipelajari semua orang namun waktunya bisa berbeda. Evaluasi Menurut Suharsimi Arikunto (2004: 1) adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu. Acuan kriteria.Brown. yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk . Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Menurut Edwin Wond dan Gerold W. Acuan norma berasumsi bahwa kemampuan seseorang berbeda serta dapat digambarkan menurut kurva distribusi normal. Menurut istilah evaluasi berarti kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur tertentu guna memperoleh kesimpulan. Misalnya jika seseorang mengikuti tes tertentu. Evaluasi pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitatif atau kuantitatif sesuai dengan standar tertentu. Chabib Thoha. c. ini biasanya dipergunakan untuk ujianujian praktek. beliau mengatakan bahwa Evaluasi berasal dari kata evaluation yang berarti suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai sesuatu. Menurut Norman E.

Evaluasi sebagai suatu istilah teknis dalam dunia pendidikan masih merupakan suatu fenomena baru. dan menafsirkan informasi untuk menentukan sejauh mana tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa. 1976:6).menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. bukan merupakan landasan untuk mengambil keputusan dalam evaluasi. dan 3. Pada waktu itu Rice melakukan penelitian mengenai hasil belajar siswa menurut model yang kita kenal seperti saat kini. Dalam pelaksanaan evaluasi dibutuhkan data dan informasi yang akurat untuk menunjang keputusan yang akan diambil. Kegiatan sistematis untuk evaluasi belum berusia satu abad penuh (100 tahun) ketika usaha tersebut pertama kali dilakukan oleh Rice pada akhir abad ke-19. Menurut Djemari Mardapi (2004: 19) evaluasi adalah proses mengumpulkan informasi untuk mengetahui pencapaian belajar kelas atau kelompok. Meskipun kini kini memiliki makna yang lebih luas. bagaimana yang belum dan apa sebabnya. Sebuah program pembelajaran seharusnya dievaluasi disetiap akhir program tersebut. dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Sejalan dengan popularitas pemakaian istilah itu berkembang pula bermacammacam pengertian terhadap kata evaluasi. ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dari evaluasi[5] yaitu: 1. Jika belum. Jenkins.1974:49. 2. Kegiatan evaluasi dalam pendidikan tidak pernah terlepas dari tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Istilah tersebut menjadi bertambah terkenal setelah belahan kedua abad ke-20 ini. Dalam bidang pendidikan. Tyleryang pada mulanya masih mempergunakan istilah pengukuran (measurementa) kemudian mempergunakan istilah evaluasi. Karena itulah pendekatan goal oriented merupakan pendekatan yang paling sesuai untuk evaluasi pembelajaran. Definisi yang pertama dikembangkan oleh Ralph Tyler (1950) mengatakan bahwa evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana. Usaha evaluasi yang sistematis seperti yang dikembangkan pada saat ini belum berlangsung lama. pelaksanaan evaluasi haruslah dilakukan secara berkesinambungan. Sebagai kegiatan yang sistematis. namun pada awalnya evaluasi pendidikan selalu dikaitkan dengan prestasi belajar siswa.[4] Dari pendapat di atas. dalam hal apa. Tidak jarang pengertian yang dianut oleh setiap penulis terhadap istilah itu bertentangan satu dengan lainnya (Renzuli. Asumsi-asumsi ataupun prasangka. Sejak saat itu istilah evaluasi menguasai buku-buku teks pendidikan. evaluasi sebagaimana dikatakan Gronlund (1990: 5) merupakan proses yang sistematis tentang mengumpulkan. menganalisis. Definisi yang lebih luas .

Evaluasi adalah seni. 1. 7. Evaluasi bertujuan membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pembelajaran bagi masyrakat/siswa. Evaluator tidak berwenang untuk memberikan rekomendasi terhadap keberlangsungan sebuah program. meski dilakukan dengan metode yang berbeda. dan evaluasi program.dikemukakan oleh dua orang ahli lain. jika diperlukan revisi maka lakukanlah revisi. 2. 10. bukan terpaku pada angka soalan tes. Evaluasi akan baik apabila dilakukan dengan instrumen dan teknik yang applicable. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sesungguhnya evaluasi adalah proses mengukur dan menilai terhadap suatu objek dengan menampilkan hubungan sebab akibat diantara faktor yang mempengaruhi objek tersebut. Evaluasi adalah proses. 4. yaitu: . 3. Evaluasi memerlukan data yang akurat dan cukup. 6. tidak ada evaluasi yang sempurna. Evaluasi sendiri memiliki beberapa prinsip dasar yaitu . Ada satu prinsip umum dan penting dalam kegiatan evaluasi. 5. Pelaku evaluasi atau evaluator tidak memberikan jawaban atas suatu pertanyaan tertentu. Tambahan definisi tersebut adalah bahwa proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai. 8. hingga perlu pengalaman untuk pendalaman metode penggalian informasi. Penelitian evaluasi adalah tanggung jawab tim bukan perorangan. evaluasi sumatif. yaitu adanya triangulasi[6] atau hubungan erat tiga komponen. Evaluator hendaknya mampu membedakan yang dimaksud dengan evaluasi formatif. Evaluasi memberikan gambaran deskriptif yang jelas mengenai hubungan sebab akibat. yakni Cronbach dan Stufflebeam. 9. Evaluator hanya membantu memberikan alternatif. Evaluator tidak terikat pada satu sekolah demikian pula sebaliknya. tetapi digunakan untuk membuat keputusan.

Hubungan antara tujuan dengan KBM Kegiatan belajar-mengajar yang dirancang dalam bentuk rencana mengajar disusun oleh guru dengan mengacu pada tujuan yang hendak dicapai. Telah disebutkan pula dalam poin (b) bahwa alat evaluasi juga disusun dengan mengacu pada tujuan. c. Dalam dunia pendidikan. b. bukannya aspek pengetahuan. anak panah yang menunjukkan hubungan antara keduanya mengarah pada tujuan dengan makna bahwa KBM mengacu pada tujuan. maka siswa dapat mengetahui sejauh mana telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Di lain sisi. yaitu: a. dalam menyusun alat evaluasi ia mengacu pada tujuan yang sudah dirumuskan. Hubungan antara tujuan dengan evaluasi Evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauh mana tujuan sudah tercapai. evaluasi juga harus mengacu atau disesuaikan dengan KBM yang dilaksanakan. Hasil yang diperoleh siswa dari pekerjaan menilai ini ada 2 kemungkinan: . khususnya dunia persekolahan. evaluasi (penilaian) mempunyai makna ditinjau dari beberapa segi[7]. tetapi juga mengarah dari tujuan ke KBM. menunjukkan langkah dari tujuan dilanjutkan pemikirannya ke KBM. Hubungan antara KBM dengan evaluasi Seperti yang sudah disebutkan dalam poin (a). KBM dirancang dan disusun dengan mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan. Dengan makna demikian maka anak panah berasal dari evaluasi menuju ke tujuan. Selain mengacu pada tujuan. Dengan demikian. evaluasinya juga harus mengukur tingkat keterampilan siswa. Sebagai misal. jika kegiatan belajar-mengajar dilakukan oleh guru dengan menitikberatkan pada keterampilan.a. Makna bagi siswa Dengan diadakannya evaluasi. jika dilihat dari langkah.

Tidak memuaskan Jika siswa tidak puas dengan hasil yang diperoleh. ia akan berusaha agar lain kali keadaan itu tidak terulang lagi. 2. b. yakni siswa sudah merasa puas dengan hasil yang diperoleh dan usahanya kurang gigih untuk lain kali. 2. 3. Memuaskan Jika siswa memperoleh hasil yang memuaskan dan hal itu menyenangkan. Guru akan mengetahui apakah metode yang digunakan sudah tepat atau belum. dapat diketahui pula apakah kondisi belajar yang diciptakan oleh sekolah sudah sesuai dengan harapan atau belum. dapat digunakan sebagai pedoman bagi sekolah. Akibatnya siswa akan mempunyai motivasi yang cukup besar untuk belajar lebih giat. Apabila demikian halnya. Informasi dari guru tentang tepat tidaknya kurikulum untuk sekolah itu dapat merupakan pertimbangan bagi perencanaan sekolah untuk masa-masa yang akan datang. Dengan hasil penilaian yang diperoleh guru akan dapat mengetahui siswa-siswa mana yang sudah berhak melanjutkan pelajarannya karena sudah berhasil menguasai bahan. akan menjadi putus asa dengan hasil kurang memuaskan yang telah diterimanya. . Hasil belajar merupakan cermin kualitas suatu sekolah.1. Dengan petunjuk ini guru dapat lebih memusatkan perhatiannya kepada siswa-siswa yang belum berhasil. Makna bagi sekolah 1. Informasi hasil penilaian yang diperoleh dari tahun ke tahun. Makna bagi guru 1. Ada beberapa siswa yang lemah kemauannya. yang dilakukan oleh sekolah sudah memenuhi standar atau belum. Apabila guru-guru mengadakan penilaian dan diketahui bagaimana hasil belajar siswasiswanya. maka guru harus mawas diri dan mencoba mencari metode lain dalam mengajar. Pemenuhan standar akan terlihat dari bagusnya angka-angka yang diperoleh siswa. Guru akan mengetahui apakah materi yang diajarkan sudah tepat bagi siswa sehingga untuk memberikan pengajaran di waktu yang akan datang tidak perlu diadakan perubahan. Jika sebagian besar siswa memperoleh angka jelek pada penilaian yang diadakan. maupun mengetahui siswa-siswa yang belum menguasai bahan. tentu kepuasan itu ingin diperolehnya lagi pada kesempatan lain. Maka ia lalu belajar giat. keadaan sebaliknya bisa terjadi. mungkin hal ini disebabkan oleh pendekatan atau metode yang kurnag tepat. c. Keadaan sebaliknya dapat terjadi. agar lain kali mendapat hasil yang lebih memuaskan lagi. Namun demikian. 2.

Kita tidak dapat mengadakan penilaian sebelum kita mengadakan pengukuran. maka tentu saja kita akan memilih yang “panjang”. yakni ukuran terstandar (meter. dan kulitnya halus. Dapatlah kita menyatakan “ Ini pensil panjang. perbedaan. Jika ada penggaris. maka sebelum menentukan mana pensil yang lebih panjang. dipilihnya jeruk yang besar. takaran. menentukan pilihan mana jeruk yang paling memenuhi ukuran itulah yang kita ambil. tetapi menggunakan ukuran besar. langkah. dan halus kulitnya). Apabila ada orang yang akan memberi sebatang pensil kepada kita. Dari contoh-contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa sebelum menentukan pilihan. Dua langkah kegiatan yang dilalui sebelum mengambil barang untuk kita. kita mengadakan pengukuran terlebih dahulu. Untuk mengadakan penilaian. yakni membandingkan jeruk-jeruk yang ada dengan ukuran tertentu. Dengan demikian kita mengenal tiga macam ukuran. itulah yang kita ambil. Apabila seseorang ingin membeli jeruk. Semuanya itu dipertimbangkan karena menurut pengalaman sebelumnya. dan kulitnya halus. Kita tidak akan memilih yang “pendek” kecuali ada alasan khusus. dan kita disuruh memilih antara dua pensil yang tidak sama panjangnya. kita mengadakan penilaian terhadap benda-benda yang akan kita pilih. penilaian. sedangkan dalam contoh kedua kita menentukan dengan perkiraan kita atas jeruk yang baik. Mana pensil yang panjang. kita ukur dahulu kedua pensil tersebut. Dalam contoh pertama kita memilih mana pensil yang lebih panjang. besar. b. tetapi diperoleh berdasarkan pengalaman.Untuk memahami apa persamaan.2 Pengertian dan Tujuan Evaluasi Hasil Belajar . dan evaluasi dapat dipahami melalui contoh-contoh berikut ini: a. kilogram. kuning. ukuran tidak terstandar (depa. jengkal. yaitu yang rasanya manis. jenis jeruk-jeruk yang demikian ini rasanya akan manis. Dan mengadakan penilaian dengan melihat bandingan panjang antara kedua pensil tersebut. dan sebagainya). dan kulitnya agak kasar. Untuk menentukan penilaian mana jeruk yang manis. Sebenarnya kita juga mengukur. Sedangkan jeruk yang masih kecil. Setelah itu kita menilai. dan sebagainya). biasanya masam rasanya. kuning. 2. dan ukuran perkiraan berdasarkan hasil pengalaman (jeruk manis adalah yang kuning. kita tidak menggunakan “ukuran manis”. yakni mengukur dan menilai. ataupun hubungan antara pengukuran. dan ini pensil pendek “. hijau. Ukuran ini tidak mempunyai wujud seperti kayu penggaris yang sudah ditera. itulah yang disebut dengan evaluasi.

Mendiknas No. atau obyek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas.[8] 1. dan prinsip diskriminalitas. (3) Integrasi domain kognitif. penempatan. (1) Seperangkat tindakan cerdas penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu (SK. prinsip berorientasi kepada kompetensi dan kecakapan hidup. Prinsip-prinsip umum evaluasi adalah kontinuitas. Tes. Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan instrumen test maupun non-test. pengukuran dan penilaian berguna untuk : seleksi. akuntabilitas. Di samping itu. Penilaian dimaksudkan untuk memberi nilai tentang kualitas hasil belajar secara klasik tujuan evaluasi hasil belajar adalah untuk membedakan kegagalan dan keberhasilan seorang peserta didik. Tes dapat didefinisikan sebagai seperangkat pertanyaan dan/atau tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait. perbaikan kurikulum dan program pendidikan serta pengembangan ilmu. mendidik. Sasaran Evaluasi Sasaran evaluasi hasil belajar siswa adalah penguasaan kompetensi. objektivitas. dan praktis. keterampilan dan perilaku. 045/U/2002). diagnosis dan remedial. afektif dan psikomotorik yang direfleksikan dalam perilaku. atribut pendidikan. prinsip belajar aktif. Namun dalam perkembangannya evaluasi dimaksudkan untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik maupun kepada pembelajar sebagai pertimbangan untuk melakukan perbaikan serta jaminan terhadap pengguna lulusan sebagai tanggung jawab institusi yang telah meluluskan. kooperatif. evaluasi juga harus memperhatikan prinsip keterpaduan. komprehensif. memotivasi dan membimbing belajar. hal. umpan balik. Pengukuran diartikan sebagai pemberian angka pada status atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang.Evaluasi hasil belajar dapat mengunakan tes untuk melakukan pengukuran hasil belajar. . prinsip koherensi. (2) Kemampuan yang dapat dilakukan oleh peserta didik yang mencakup pengetahuan. Dalam hal ini kompetensi diartikan sebagai. psikologik atau hasil belajar yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar.

Kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa mencakup koginitif. minimal syarat pokok instrumen yang baik. menjodohkan dan pilihan ganda dengan berbagai variasi: biasa. Penyusunan Instrumen Evaluasi Instrumen evaluasi hasil belajar untuk memperoleh informasi deskriptif dan/atau informasi judgemantal dapat berwujud tes maupun non-test. sedangkan non-tes dapat berbentuk lembar pengamatan atau kuesioner. yaitu valid (sah) dan reliable (dapat dipercaya). 4. maka hasil belajar siswa mencakup ranah kognitif. Tes obyektif dapat berbentuk jawaban singkat. benar salah. yang baik. pengumpulan informasi/data. grafik dan gambar tabel. pengembangan instrumen evaluasi. bebas terbatas. yaitu matriks yang menggambarkan keterkaitan antara behavioral objectives (kemampuan yang menjadi sasaran pembelajaran yang harus dikuasai siswa) dan course content (materi sajian yang dipelajari siswa untuk mencapai kompetensi) serta teknik evaluasi yang akan digunakan dalam menilai keberhasilan penguasaan kompetensi oleh siswa.[9] 2. Menentukan Rencana Evaluasi Rencana evaluasi hasil belajar berwujud kisi-kisi. 3. Menentukan tujuan Tujuan evaluasi hasil belajar yaitu untuk mengetahui capaian penguasaan kompetensi oleh setiap siswa sesuai rencana pembelajaran yang disusun oleh guru mata pelajaran. guru harus mengacu pada pedoman penyusunan masing-masing jenis dan bentuk tes atau non tes agar instrumen yang disusun memenuhi syarat instrumen. analisis dan interpretasi serta tindak lanjut.Mengacu pengertian kompetensi tersebut. psikomotorik dan afektif yang harus dikuasai oleh setiap siswa setelah pembelajaran berlangsung sesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun oleh guru. dan terstruktur. Untuk tes uraian yang juga disebut dengan tes subyektif dapat berbentuk tes uraian bebas. psikomotorik dan afektif. Pengumpulan Data atau Informasi . menentukan desain evaluasi. analisis kasus. kompleks. 6. Tahapan Evaluasi Tahapan pelaksanaan evaluasi hasil belajar adalah penentuan tujuan. Tes dapat berbentuk obyektif atau uraian. Selanjutnya untuk penyusunan instrumen tes atau non tes. 5. hubungan antar hal.

Sebagai rangkaian pelaksanaan evaluasi hasil belajar tindak lanjut pada dasarnya berkenaan dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran yang telah dilaksanakan dan berkenaan dengan pelaksanaan evaluasi pemebelajaran itu sendiri. yaitu penguasaan kompetensi. 8. Analisis dan interpretasi didahului dengan langkah skoring sebagai tahapan penentuan capaian penguasaan kompetensi oleh setiap siswa. . Analisis dan Interpretasi Analisis dan interpretasi hendaknya dilaksanakan segera setelah data atau informasi terkumpul. Pemberian skoring terhadap tugas dan/atau pekerjaan siswa harus dilaksanakan segera setelah pelaksanaan pengumpulan data atau informasi serta dilaksanakan secara obyektif. Analisis berwujud deskripsi hasil evalusi berkenaan dengan hasil belajar siswa. Tindak Lanjut Tindak lanjut merupakan kegiatan menindak lanjuti hasil analisis dan interpretasi. Untuk menjamin keobyektifan skoring guru harus mengikuti pedoman skoring sesuai dengan jenis dan bentuk tes/instrumen evaluasi yang digunakan. 7. sedang interpretasi merupakan penafsiran terhadap deskripsi hasil analisis hasil belajar siswa.Pengumpulan data atau informasi dalam bentuknya adalah pelaksanaan testing/penggunaan instrumen evaluasi harus dilaksanakan secara obyektif dan terbuka agar diperoleh informasi yang sahih dan dapat dipercaya sehingga bermanfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran. Pengumpulan data atau informasi dilaksanakan pada setiap akhir pelaksanaan pembelajaran untuk materi sajian berkenaan dengan satu kompetensi dasar dengan maksud guru dan siswa memperoleh gambaran menyeluruh dan kebulatan tentang pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan untuk pencapaian penguasaan satu kompetensi dasar. Tindak lanjut pembelajaran yang akan dilaksanakan selanjutnya merupakan pelaksanaan keputusan tentang usaha perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran. Tindak lanjut berkenaan dengan evaluasi pembelajaran menyangkut pelaksanaan evaluasi dengan instrumen evaluasi yang digunakan meliputi tujuan. proses dan instrument evaluasi hasil belajar.

Dengan mengetahui makna penilaian ditinjau dari berbagai segi dalam system pendidikan. Jadi dengan mengadakan penilaian. metode mengajar. . b. “Seandainya belum tercapai. maka dengan cara lain dapat dikatakan bahwa tujuan atau fungsi penilaian ada beberapa hal[10]: a.Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa. . Penilaian berfungsi diagnostic Dengan melihat hasilnya. c. Penilaian berfungsi sebagai penempatan Penempatan disini lebih bersifat pada pengajaran secara berkelompok. Jadi untuk dapat menentukan dengan pasti di kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan.Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya. sarana. faktor-faktor apakah yang menyebabkan?” (penghambat bagi individu maupun kelompok). Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan Fungsi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. kurikulum. dan system administrasi. “Dengan selesainya pelajaran saya ini. Penilaian berfungsi selektif .Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah.Jika guru sudah selesai memeberikan pelajaran (satu pertemuan atau satu semester). “Seandainya belum tercapai. “Berapa orangkah yang sudah dapat mencapai?” 2. 3. guru akan mengetahui kelemahan siswa. sebenarnya guru melakukan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya. bagian dari tujuan mana sajakah yang belum tercapai itu?” (baik oleh individu ataupun kelompok). Keberhasilan suatu program ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor guru. . “Seberapa jauh pencapaian tiap siswa?” b.Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu. ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 1. digunakan suatu penilaian. d. apakah tujuan yang ingin dicapai oleh siswa sudah tercapai?” a. dan sebagainya. .

Evelin. (Jakarta: Bumi aksara. (Jakarta: Bumi aksara. . (Jakarta: Bumi aksara. dan evaluasi. h. psikomotorik dan afektif. h.1 Kesimpulan Pengukuran adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran.2 Saran Dengan mengetahui kegiatan evaluasi (penilaian) diharapkan bisa membantu memberikan pengetahuan kepada calon guru agar bisa memahami cara mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa termasuk metode yang digunakan apakah sudah tepat atau belum lebih baik lagi. Kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa mencakup koginitif.shvoong. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. 10 BAB III PENUTUP III. h. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. (Jakarta: Bumi aksara.139 [3] Suharsimi Arikunto. kegiatan pembelajaran (KBM). 3 [4] Suharsimi Arikunto. 3 [5] Evaluasi Hasil Belajar http://www.[1] Evaluasi Hasil Belajar http://www.com/social-sciences/education/2025327-evaluasi-hasilbelajar/#ixzz1by6xljie (diakses 12 November 2011) [9] Sasaran Evaluasi [pdf] http://lpp. Tujuan evaluasi hasil belajar yaitu untuk mengetahui capaian penguasaan kompetensi oleh setiap siswa sesuai rencana pembelajaran yang disusun oleh guru mata pelajaran. 2005).pdf (diakses 5 November 2011) [10] Suharsimi Arikunto. Teori Belajar dan Pembelajaran. III. yakni pengukuran dan penilaian. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.scribd. (Jakarta: Ghalia Indonesia.id/wp-content/media/PANDUAN-EVALUASI-PEMBELAJARAN. Penilaian bersifat kualitatif. Pengukuran bersifat kuantitatif. Penilaian adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. 2010).ac.com/doc/15440094/Evaluasi-Hasil-Belajar (diakses 12 November 2011) [2] Siregar. dan Hartini Nara. h. 24 [7] Suharsimi Arikunto.. 2005). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. 2005).uns. (Jakarta: Bumi aksara.scribd. Sedangkan evaluasi meliputi kedua langkah di atas. h.com/doc/15440094/Evaluasi-Hasil-Belajar (diakses 12 November 2011) [6] Suharsimi Arikunto. 6 [8]Evaluasi Hasil Belajar http://id. Prinsip umum dan penting dalam kegiatan evaluasi yaitu adanya triangulasi (hubungan erat tiga komponen) yaitu tujuan pembelajaran. 2005). 2005). h.