P. 1
teori relativitas

teori relativitas

|Views: 23|Likes:
Published by Ricky Physics
teori relativitas (ruang waktu yang meliuk)
teori relativitas (ruang waktu yang meliuk)

More info:

Published by: Ricky Physics on Apr 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2014

pdf

text

original

Teori Relativitas (ruang-waktu yang meliuk

)
Mendekati akhir abad ke-19, banyak Fisikawan berpikir bahwa semua hukum penting tentang Fisika telah ditemukan dan bahwa hanya sedikit buat mereka yang tersisa untuk dilakukan selain dari menyelesaikan rincian yang belum dikerjakan. hukum gerak Newton dan Gravitasi kelihatannya telah menguraikan semua gerak yang dikenal di bumi maupun gerak di planet dan benda-benda langit lainnya, sementara persamaan Maxwell tentang listrik dan magnetisme kelihatannya telah memberikan uraian yang cukup lengkap tentang fenomena elektromagnetik. bahkan ketika bukti dunia mikroskopik molekul dan atom mulai mengumpul, telah dianggap bahwa fenomena baru ini telah cukup diuraikan oleh teori Newton dan Maxwell. akan tetapi, penemuan radioaktivitas oleh Becquerel pada tahun 1896, penemuan Planck pada tahun 1897 dan Einstein pada tahun 1905, lalu karya rutherford, Bohr, Schrodinger dan lainnya pada awal abad ke20 telah menghasilkan dua teori yang sama sekali baru, yaitu teori Relativitas dan Mekanika Kuantum. kedua teori ini telah menjungkirbalikkan dunia sains dan telah menjadi dasar untuk teknologi baru yang telah mengubah peradaban kita. Teori relativitas (kenisbian) pada dasarnya adalah teori tentang medan yang melanjutkan perkembangan teori medan Faraday dan Maxwell. Selain itu, relativitas juga merupakan salah satu teori yang dirancang untuk menjelaskan penyimpangan dari mekanika Newton yang timbul akibat gerak relatif yang sangat cepat. Teori yang sering digunakan umumnya adalah salah satu dari dua teori yang diajukan oleh Albert Einstein. teori relativitas terdiri atas dua teori yang agak berbeda. Teori Relativitas khusus (special Theory) diajukan oleh Einstein pada tahun 1905. Teori ini mengacu pada kerangka acuan lembam (tidak mengalami percepatan). Teori ini menanggap bahwa hukum-hukum Fisika adalah sama di dalam semua kerangka acuan, atau dengan kata lain tidak mungkin bagi kita untuk dapat membedakan satu sistem dari sistem yang lain jika kedua-duanya bergerak dengan kecepatan tetap (percepatan = 0) Sebagai contoh, saat kita berada diatas bus dan melihat bus yang lain lewat jendela bus yang kita tumpangi pada lintasan yang lurus, kita akan kesulitan dan tidak yakin mana yang bergerak. Kereta yang kita tumpangi, atau kereta lain yang kita lihat lewat jendela..??? (dengan catatan, kita abaikan perasaan dan pengetahuan kita bahwa bus sedang bergerak dan juga guncangan atau getaran mesin dari bus yang kita tumpangi). Menurut Einstein, semua hukum Fisika, baik mekanika maupun elektromagnetisme, berlaku tanpa perubahan dalam setiap kerangka acuan yang kecepatannya tetap. Selanjutnya masih menurut teori khusus ini, bahwa kecepatan cahaya adalah tetap di dalam ruang hampa (in vacuo), „c‟ diseluruh alam semesta dan tidak bergantung pada kecepatan/laju dari pengamat. Teka-teki Einstein yang terkenal; andaikata Einstein berada di dalam roket yang bergerak secepat cahaya, mungkinkah cahaya yang meninggalkan wajah Einstein akan sampai pada cermin yang berada di dapan wajah Einstein.?? Menurut pandangan klasik, cahaya yang meninggalkan wajah Einstein itu tidak akan sampai kepermukaan cermin yang berada di depan wajahnya.

Tapi einstein menolak pandangan itu. Seandainya pandangan itu memang benar, maka jelas ia dapat mengetahui kecepatannya maupun kecepatan roket yang ditumpanginya terhadap kecepatan cahaya hanya dengan melakukan percobaan pada cermin. Sekali lagi, menurut asumsi pertama dari relatifitas khusu bahwa setiap hukum fisika harus berlaku samadi sembarang kerangka acuan, lepas dari kecepatan kerangka itu sendiri, termasuk pantulan cahaya dari wajah Einstein ke cermin. Kelihatannya tdak masuk akal, tapi hal ini dapat diatasi jika kita mengandaikan bahwa kecepatan cahaya masih terukur samadi roket itu dibandingkan dengan di tempat yang “diam”, sekali lagi, kecepatan cahaya tidak bergantung pada kerangka acuan. Selanjutnya, teori relativitas umum (general theory), dikemukakan oleh Einstein pada tahun 1915. Kali ini, Einstein memperluas karyanya yang sudah dikemukakannya terdahulu sehingga mencakup sistem yang mengalami percepatan, yang pada ujung-ujungnya menuju pada analisanya mengenai gravitasi. Pemahaman yang sempurna tentang teori relativitas umum membutuhkan matematika yang canggih, dan juga penggunaan teori ini terutama hanyalah dibidang Gravitasi. teori ini sangat penting dalam kosmologi, tetapi jarang ditemui dalam biang Fisika Einstein menafsirkan alam semesta dalam bentuk malar (continuum) ruang waktu empat dimensi, dan keberadaan massa yang dapat membelokkan ruang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu medan gravitasi. Perbedaan kecil antara tafsiran Sir Isaac Newton dan Albert Einstein mengenai medan gravitasi telah memberikan cara untuk menguji kedua teori tersebut. Sebagai contoh, gerak planet Merkurius yang dianggap anomali di dalam mekanika Newton, dapat dijelaskan dengan relativitas Einstein. Lagipula, ramalan Einstein bahwa sinar cahaya yang melintas di dekat Matahari akan dibelokkan oleh medan Gravitasi Matahari juga telah berhasil dibuktikan, paling tidak secara kualitatif, melalui penelitian-penelitian yang dilakukan selama berlangsungnya gerhana Matahari. Teoti relativitas umum merupakan salah satu dari beberapa teori mutakhir mengenai gravitasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->