LUKA MEMAR

TUTI SYAFARUDIN 0710070100114 Dr.Guntur Sp.f

Dua variasi utama dalam trauma tumpul adalah: Benda tumpul yang bergerak pada korban yang diam. . terutama bagian permukaan luar dari tubuh yang tampak. Korban yang bergerak pada benda tumpul yang diam.DEFINISI Luka memar luka yang diakibatkan oleh benda tumpul dan bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh.

Laserasi 3. Abrasi 2. daya tahan dari luka memar tersebut dapat menimbulkan berbagai tipe luka yang lain : 1.Organ atau jaringan pada tubuh mempunyai beberapa cara menahan kerusakan yang disebabkan objek atau alat. Perdarahan . Kompresi 6. Fraktur 5. Kontusi/ruptur 4.

. lebih dalam ke lapisan bawah kulit (dermis)atau lebih dalam lagi sampai ke jaringan lunak bawah kulit. Dua tanda yang dapat digunakan. Arah dari pengelupasan dapat ditentukan dengan pemeriksaan luka. Tanda yang pertama adalah arah dimana epidermis bergulung. Dapat terjadi superfisial jika hanya epidermis saja yang terkena. tanda yang kedua adalah hubungan kedalaman pada luka yang menandakan ketidakteraturan benda yang mengenainya. Jika abrasi terjadi lebih dalam dari lapisan epidermis pembuluh darah dapat terkena sehingga terjadi perdarahan.Abrasi Abrasi per definisi adalah pengelupasan kulit.

 Perkiraan kasar usia luka dapat ditentukan secara mikroskopik. . lebih dari benerapa hari.Pola dari abrasi sendiri dapat menentukan : Bentuk dari benda yang mengenainya. beberapa hari lau. Infeksi dapat terjadi pada abrasi yang luas. Kategori yang digunakan untuk menentukan usia luka adalah saat ini (beberapa jam sebelum). baru terjadi (beberapa jam sebelum sampai beberapa hari). Waktu terjadinya luka sendiri sulit dinilai dengan mata telanjang. Efek lanjut dari abrasi sangat jarang terjadi.

Perubahan warna pada memar berhubungan dengan waktu lamanya luka. terjadi karena tekanan yang besar dalam waktu yang singkat.Kontusio Superfisial. Penekanan ini menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil dan dapat menimbulkan perdarahan pada jaringan bawah kulit atau organ dibawahnya. . Kata lazim yang digunakan adalah memar. namun waktu tersebut bervariasi tergantung jenis luka dan individu yang terkena.

Semakin lama waktu antara kematian dan pemeriksaan luka akan semakin membuat luka memar menjadi gelap. Pemeriksaan mikroskopik adalah sarana yang dapat digunakan untuk menentukan waktu terjadinya luka sebelum kematian. .Pada mayat waktu antara terjadinya luka memar. kematian dan pemeriksaan menentukan juga karekteristik memar yang timbul.

kuman tersering adalah golongan clostridium yang dapat memproduksi gas gangren. Efek lanjut lain dapat timbul pada tekanan mendadak dan luas pada jaringan subkutan.Efek samping yang terjadi pada luka memar antara lain : Terjadinya penurunan darah dalam sirkulasi yang disebabkan memar yang luas dan masif sehingga dapat menyebabkan syok. Kematian jaringan dengan kekurangan atau ketiadaaan aliran darah sirkulasi menyebabkan saturasi oksigen menjadi rendah sehingga kuman anaerob dapat hidup. bahkan kematian. Memar dapat menjadi tempat media berkembang biak kuman. Terjadinya agregasi darah di bawah kulit yang akan mengganggu aliran balik vena pada organ yang terkena sehingga dapat menyebabkan ganggren dan kematian jaringan. penurunan kesadaran. .

dengan perdarahan pada otak. Kontusio dan perangan yang kecil pada otak dapat menyebabkan gangguan fungsi organ lain yang luas dan kematian jika terkena pada bagian vital yang mengontrol pernapasan dan peredaran darah. Kontusio pada otak. . Kontusio pada tiap organ memiliki karakteristik yang berbeda.Kontusio pada organ dan jaringan dalam. dapat menyebabkan terjadi peradangan dengan akumulasi bertahap produk asam yang dapat menyebabkan reaksi peradangan bertambah hebat. koma dan kematian. Peradangan ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Pada organ vital seperti jantung dan otak jika terjadi kontusio dapat menyebabkan kelainan fungsi dan bahkan kematian.

Kontusio luas yang mengenai kerja otot jantung dapat menghambat pengosongan jantung dan menyebabkan gagal jantung. Kontusio pada organ lain dapat menyebabkan ruptur organ yang menyebabkan perdarahan pada rongga tubuh.Jantung juga sangat rentan jika terjadi kontusio. Kontusio ringan dan sempit pada daeran yang bertanggungjawab pada inisiasi dan hantaran impuls dapat menyebabkan gannguan pada irama jantung atau henti jantung. .

Suatu pukulan yang mengenai bagian kecil area kulit dapat menyebabkan kontusio dari jaringan subkutan. Tepi dari laserasi ireguler dan kasar. ujung dari pipa. seperti pinggiran balok kayu. Laserasi disebabkan oleh benda yang permukaannya runcing tetapi tidak begitu tajam sehingga merobek kulit dan jaringan bawah kulit dan menyebabkan kerusakan jaringan kulit dan bawah kulit. disekitarnya terdapat luka lecet yang diakibatkan oleh bagian yang lebih rata dari benda tersebut yang mengalami indentasi. permukaan benda tersebut cukup lancip untuk menyebabkan sobekan pada kulit yang menyebabkan laserasi. .

Tepi dari laserasi dapat menunjukkan arah terjadinya kekerasan. Tepi yang paling rusak dan tepi laserasi yang landai menunjukkan arah awal kekerasan. kasar dan luka lecet membedakan laserasi dengan luka oleh benda tajam seperti pisau. tepi luka yang ireguler. Beberapa benda dapat menghasilkan pola laserasi yang mirip. robeknya kulit atau membran mukosa dan jaringan dibawahnya tidak sempurna dan terdapat jembatan jaringan.Pada beberapa kasus. Bentuk dari laserasi dapat menggambarkan bahan dari benda penyebab kekerasan tersebut. Sisi laserasi yang terdapat memar juga menunjukkan arah awal kekerasan. Jembatan jaringan. Sering terjadi sobekan dari ujung laserasi yang sudutnya berbeda dengan laserasi itu sendiri yang disebut dengan “swallow tails”. .

laserasi pada pukulan selanjutnya dan lecet pada pukulan selanjutnya. Tetapi ketiga jenis luka tersebut dapat terjadi bersamaan pada satu pukulan. memar dan laserasi. . Benda yang sama dapat menyebabkan memar pada pukulan pertama. Luka lecet. memar dan laserasi dapat terjadi bersamaan.Kombinasi dari luka lecet.

. fraktur dibagi menjadi fraktur sederhana dan komplit atau terbuka. dimana dapat terjadi fraktur pada trauma yang ringan. Terjadinya fraktur selain disebabkan suatu trauma juga dipengaruhi beberapa faktor seperti komposisi tulang tersebut.Fraktur Fraktur adalah suatu diskontinuitas tulang. Anak-anak tulangnya masih lunak. Pada bedah. Wanita usia tua sering kali telah mengalami osteoporosis. Istilah fraktur pada bedah hanya memiliki sedikit makna pada ilmu forensik. sehingga apabila terjadi trauma khususnya pada tulang tengkorak dapat menyebabkan kerusakan otak yang hebat tanpa menyebabkan fraktur tulang tengkorak.

dan kompresi. .Kompresi. laserasi. Kehilangan ¼ volume darah dapat menyebabkan pingsan meskipun dalam kondisi berbaring. Perdarahan Perdarahan dapat muncul setelah terjadi kontusio. Kehilangan 1/10 volume darah tidak menyebabkan gangguan yang bermakna. fraktur. Kompresi yang terjadi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan efek lokal maupun sistemik yaitu asfiksia traumatik sehingga dapat terjadi kematiaan akibat tidak terjadi pertukaran udara.

akan terjadi perdarahan banyak yang sulit dikontrol oleh tubuh sendiri. seperti luka yang disebabkan oleh pisau. . Luka pada arteri besar yang disebabkan oleh tembakan akan mengakibatkan luka yang sulit untuk dihentikan oleh mekanisme penghentian darah dari dinding pembuluh darah sendiri. Hal ini sesuai dengan prinsip yang telah diketahui.Apabila luka pada arteri besar berupa sayatan. yaitu perdarahan yang berasal dari arteri lebih berisiko dibandingkan perdarahan yang berasal dari vena. Pada arteri besar yang terpotong. perdarahan akan berlangsung lambat dan mungkin intermiten.Kecepatan perdarahan yang terjadi tergantung pada ukuran dari pembuluh darah yang terpotong dan jenis perlukaan yang mengakibatkan terjadinya perdarahan.

Kontusio Otak. Poin kedua terpenting dalam hal medikolegal adalah penyembuhan kontusio tersebut yang dapat menyebabkan jaringan parut yang akan menyebabkan adanya fokus epilepsi. lingkaran kekerasan dapat terbentuk apabila kontusio yang terbentuk cukup besar. edema otak dapat menghambat sirkulasi darah yang menyebabkan kematian otak. Rupturnya pembuluh dengan terhambatnya aliran darah menuju otak menyebabkan adanya pembengkakan dan seperti yang telah disebutkan sebelumnya. koma. dan kematian total. . Kontusio pada bagian superfisial atau daerah abu-abu sangat penting darah dalam ilmu forensik.

Ketika terjadi benturan. Penderita serangan jantung yang terjatuh dapat diketahui dengan adanya pola luka pada dan di bawah area „hat bandÂ‟ dan biasanya terbatas pada satu sisi wajah. 1. Luka yang terjadi dapat berupa abrasi. 4. Pukulan pada daerah mulut dapat lebih terlihat dari dalam. dan laserasi yang berbentuk segiempat atau sudut. . Hal ini disebut „bumper fracturesÂ‟. kontusio. 2.Pola Luka Memar. kaca spion tersebut akan menjadi fragmen-fagmen kecil. Pejalan kaki yang ditabrak kendaraan bermotor biasanya mendapatkan fraktur tulang panjang kaki. Luka terbuka tepi tidak rata pada kulit akibat terkena kaca spion pada saat terjadi kecelakaan. 3.

Fraktur. serta Perdarahan. terutama bagian permukaan luar dari tubuh yang tampak. . Organ atau jaringan pada tubuh mempunyai beberapa cara menahan kerusakan yang disebabkan objek atau alat.KESIMPULAN Trauma atau kecelakaan merupakan hal yang biasa dijumpai dalam kasus forensik. perdarahan dan/atau skar atau hambatan dalam fungsi organ. Kompresi. Laserasi. Hasil dari trauma atau kecelakaan adalah luka. daya tahan dari luka memar tersebut dapat menimbulkan berbagai tipe luka yang lain : Abrasi. Kontusi/ruptur. Luka memar luka yang diakibatkan oleh benda tumpul dan bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful