1.2. Penyakit Akibat Infeksi Virus 1.3.1.

HIV-AIDS Etiologi dan patogenesis Acquired Immunodeficiency Syndrome yang lebih dikenal dengan singkatannya : AIDS, adalah sindrom (kumpulan gejala) yang timbul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang didapat. Keadaan ini bukan suatu penyakit, melainkan kumpulan gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh infeksi berbagai macam mikroorganisme serta timbulnya keganasan akibat menurunnya daya tahan/kekebalan tubuh penderita (Kurniati,1993). Virus penyebab sindrom AIDS termasuk golongan retrovirus dengan genetik RNA, yang disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV) tipe 1 dan tipe 2 (HIV1 dan HIV2). HIV1 telah meluas ke seluruh dunia, sedangkan HIV2 terutama di jumpai di Afrika Barat. HIV adalah partikel ikosahedral bertutup (envelope) dengan Ukuran .100–140 nanometer, berisi sebuah inti padat elektron. Envelope terdiri atas membran luar yang berasal dari sel host yang terbentuk ketika virus bersemi pada sel-sel yang terinfeksi. Penonjolan membran adalah jonjot-jonjot glikoprotein (gp 120) yang dilekatkan ke partikel virus oleh glikoprotein transmembran (gp41). Protein (p18) menutupi seluruh permukaan internal (kurniati,1993). Membran. Protein inti (p 24) mengelilingi dua turunan rantai tunggal genome RNA dan beberapa turunan enzim reverse transcriptase. HIV menyerang tubuh dan menghindari mekanisme pertahanan tubuh dengan mengadakan aksi perlawanan, kemudian melumpuhkannya. Mula-mula virus masuk tubuh seseorang dalam keadaan bebas atau berada dalam limfosit, virus lalu dikenal oleh sel-sel limfosit T jenis T-helper (T-4); selanjutnya terjadi 3 proses patologi : 1) Sel T-helper menempel pada benda asing (HIV), tetapi reseptor T-helper (CD4) dilumpuhkan, sehingga sebelum sel T4 dapat mengenal HIV dengan baik, virus telah melumpuhkannya. Kelumpuhan mekanisme kekebalan inilah yang memberi nama penyakit menjadi AIDS, atau "sindrom kegagalan kekebalan yang didapat". 2) Virus (HIV) membuat antigen proviral

DNA yang diintegrasikan dengan DNA T-helper lalu ikut berkembang biak. 3) Virus (HIV) mengubah fungsi reseptor

(CD4) di permukaan sel T4 sehingga reseptor menempel dan melebur ke sembarang tempat/sel

pelayanan kesehatan yang tidak meinperhatikan sterilitas. Tandatanda berupa demam. Dalam perkembangannya. Sekitar 20% yang terinfeksi lainnya akan mengalami gejala. yaitu dari ibu yang mengidap HIV kepada janin yang dikandungnya. Akibatnya infeksi virus berlangsung terus tanpa diketahui tubuh. Virus HIV berada dalam kadar mampu menginfeksi di dalam darah dan sekret genital. serta petugas kesehatan yang merawat penderita HIV/AIDS secara kurang hati-hati. Janin perempuan lebih mudah terkena infeksi dibandingkan janin laki-laki. fotofobia. 30% di antaranya akan menjadi AIDS` dan 40% lainnya berkembang menjadi AIDS-related complex (ARC). sakit kepala. baik secara intrasel maupun ekstraselulero. 3) Perinatal. 2) Parenteral. eksanteminfeksiosa atau enantem. dan/ atau jumlah reseptor CD4 kurang dari 700/ml. kaku leher. Penyebaran secara ini merupakan penyebab 90% infeksi baru di seluruh dunia. Infeksi HIV primer Sebagian besar orang yang terkena infeksi HIV tidak menampakkan gejala klinis (asimtomatik). Infeksi primer. Penderita penyakit menular seksual terutama ulkus genital. Misalnya pada pengguna narkotik suntik. Kelainan kulit tampak seperti gambar infeksi virus akut berupa urtikaria akut. Penularan secara ini biasanya terjadi pada akhir kehamilan atau saat persalinan. sekaligus memindahkan HIV. Ternyata HIV masih mungkin ditularkan melalui air susu ibu. mempergunakan produk darah yang tidak bebas HIV. mononukleosis atau meningitis aseptik. yaitu berganti-ganti pasangan. Eksantem timbul di palmar. menularkan HIV 30 kali lebih mudah dibandingkan orang yang tidak menderitanya. mual. maka penularan lebih mudah terjadi. rigor. sedangkan HIV-2 hanya 10%. diare dan nyeri abdomen.yang lain. yaitu melalui suntikan yang tidak steril. Transmisi HIV-I dari ibu ke janin dapat mencapai 30%. Penularan secara pasti diketahui melalui cara-cara : 1) Hubungan seksual (homoseksual. nafsu makan berkurang. yaitu setelah melalui masa inkubasi selama 3–6 minggu. Bila antigen p24 ibu jumlahnya banyak. nyeri tenggorokan dan otot serta persedian. Lesi individual . sepertipada promiskuitas. kelemahan. biseksual dan heteroseksual) yang tidak aman. plantar atau batang tubuh. Timbul gejala akut yang menyerupai influensa. kelelahan.

jamur dan virus yang terutama mengenai kulit. sedangkan yang asimtomatik atau dengan gejala ringan kemungkinannya sebesar 10%. limfoma sel B. Kadang-kadang terjadi sindrom hipereosinofilik dengan gejala lesi-lesi papular. Full-blown AIDS AIDS yang berkembang sempurna ditandai dengan gejala AIDS-related complex. perkembangan infeksi HIV melalui hubungan seksual lebih cepat terjadi dibandingkan yang ditularkan melalui transfusi darah. infeksi oportunistik. Perjalanan penyakit setelah infeksi HIV primer Penderita infeksi HIV primer simtomatik yang berlanjut sampai 14 hari atau lebih. infeksi-infeksi bakteri. pembesaran kelenjar-kelerijar getah bening secara menyeluruh. Kemungkinan berkembang menjadi AIDS dalam 3 tahun sebesar 78%. keadaan akan menjadi lanjut. ensefalopati yang resisten terhadap terapi. Untuk menjadi AIDS. Setelah infeksi primer berlangsung. Beberapa kasus berkembang menjadi persistent generalized lymphadenopathy (PGL) disertai gejala-gejala konstitusional. Sebagian besar lainnya berkembang menjadi AIDS-related complex (ARC) atau ke arah fullblown AIDS. papulovesikular atau pustul yang gatal.dapat keratotik atau hemoragik. saluran cerna dan perianal. juga erosi genital. Tanda-tanda tersebut meliputi : • Suhu badan meningkat 38°C atau lebih. sarkoma Kaposi. Sejumlah 4–5% penderita PGL dapat berlanjut menjadi asimtomatik. ulkus palatum dan esofagus. lebih . Keadaan PGL ditandai dengan pembesaran limpa. dan basil laboratorium abnormal minimal 2 macam. kuku. Di rongga mulut dapat terjadi erosi. prognosisnya akan lebih buruk dibandingkan infeksi asimtomatik atau infeksi primer ringan. kandidosis orofarings. yang berlangsung secara kontinu atau intermitten • Penurunan berat badan 10% atau lebih • Kelelahan sampai membatasi aktivitas fisik • Banyak keringat pada malam hari. tanpa disertai gejala infeksi oportunistik. AIDS-related complex (ARC) Kriteria diagnosis ARC ditandai dengan terdapatnya dua atau lebin gejala/tanda konstitusional yang menetap sekurangkurangnya 3 bulan. dan sering terjadi kerusakan susunan saraf pusat. glossitis.

Human papilloma virus. Jamur lainnya berupa Pityrosporum. yaitu sekitar 90%. 5) Infeksi Arthopoda . banyak pula orang yang mengalami keadaan PGL progresif. Dermatophytosis. 3) Infeksi Bakteri Infeksi bakteri yang sering dijumpai berasal dari Stafilokokus aureus. serta mikosis profunda terutama Cryptococcosis disseminata. Cara penularannya melalui kontak seksual. merupakan manifestasi keganasan yang paling sering dijumpai pada penderita AIDS. serta Cytomegalovirus merupakan infeksi yang tersering menumpangi imunodefisiensi yang disebabkan HIV. 4) Infeksi Jamur Candidiasis (Kandidosis) orofaring yang disebabkan oleh Candida albicans. Epstein-Barr virus. Karsinoma sel skuamosa tipe in situ maupun invasif di daerah anogenital. Penyakit yang disebabkan oleh Cytomegalovirus ini ditandai dengan lesi-lesi tersebar di daerah mukokutan. Virus lainnya adalah Varicellazoster virus. morbilli oleh karena vaksinasi. mikobakteriosis serta sifilis. Manifestasi kulit infeksi Human Immunodeficiency Virus 1) Neoplasma Sarkoma Kaposi Sarkoma Kaposi jenis endemik. Dapat timbul pula kelainankelainan kulit dengan gambaran seperti infeksi HIV primer. adalah infeksi jamur yang tersering menumpangi infeksi HIV. keganasan kulit non melanoma serta nevus displastik dan melanoma. angiomatosis basiler. ARC dan/atau AIDS. tungkai atas dan bawah. berwarna hijau kekuningan sampai violet. muka dan rongga mulut.memperberat penyakit penderita. Bentuk lesi berupa makula eritematosa agak menimbul. dan lainlain). Pada saat bersamaan. Mikosis superfisialis lain (Trichosporosis. 2) Infeksi virus sebagai komplikasi infeksi HIV Virus herpes simpleks (HSV) tipe 1 dan 2. batang tubuh. merupakan neoplasma lainnya yang sering dijumpai pada penderita AIDS. limfoma terutama neoplasma sel limfosit B.

2. suatu mikroorganisme yang hidup di sekitar kita. Infeksi protozoa lainnya adalah Leishamaniasis dan Toxoplasmosis pada kulit. merupakan infestasi yang sering dijumpai pada penderita infeksi HIV. cukup banyak dijumpai pada penderita infeksi HIV. 8) Erupsi Papular Keadaan yang sering dijumpai berupa erupsi papular AIDS dan folikulitis eosinofilik. kemudian tiba-tiba menjadi aktif kembali tanpa alasan jelas. Herpes Herpes Simpleks Herpes simpleks berkenaan dengan sekelompok virus yang menulari manusia. granulomatosis limfomatoid dan pseudotromboflebitis hiperalgesik. Virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) adalah penyebab umum untuk luka-luka demam (cold sore) .Skabies yang berbentuk Norwegian scabies serta Demodicodosis. kelainan dalam rongga mulut seperti oral hairy leukoplakia. Di ekstrapulmonar dapat timbul di telinga sebagai massa polipoid atau menyebabkan gangren pada kaki. Serupa dengan herpes zoster. diikuti dengan benjolan yang membuka dan menjadi sangat sakit. perubahan-perubahan pada rambut dan kuku.3. 9) Penyakit Vaskular Purpura trombositopenik. 7) Erupsi Papuloskuamosa Penyakit papuloskuamosa yang banyak dijumpai pada penderita infeksi HIV berupa dermatitis seboreik dan psoriasis. Gejala pertama biasanya gatal-gatal dan kesemutan/perasaan geli. Infeksi ini dapat menjadi dorman (tidak aktif) selama beberapa waktu. 6) Infeksi Protozoa Pneumonia Pneumocystis carinii merupakan infeksi oportunistik yang paling sering dijumpai pada penderita AIDS. Penyebabnya adalah Pneumocystis carinii. peningkatan frekuensi reaksi alergi obat serta beberapa penyakit kulit lainnya lebih mudah terjadi pada penderita dengan infeksi 1. Herpes simpleks menyebabkan luka-luka yang sangat sakit pada kulit. vaskulitis. 10) Gangguan-gangguan lain Fenomena autoimun yang meningkat.

dan siapa pun berusia di atas 50 tahun. tanpa alasan virus ini jadi aktif kembali. dan .i-base. virus varisela zoster mempunyai tahapan penularan awal (cacar air) yang diikuti oleh suatu tahapan tidak aktif. Kejangkitan herpes zoster dimulai dengan gatal. punggung. Herpes zoster hidup dalam jaringan saraf. menjadikan penyakit yang disebut sebagai herpes zoster. Keaktifan kembali virus ini kemungkinan akan terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Lepuh kecil terbentuk. dan orang di atas usia 50 tahun. Infeksi HSV-2 lebih umum pada perempuan. Setelah beberapa hari. dan diperkirakan ada satu juta infeksi baru setiap tahun. Beberapa ilmuwan juga berpendapat bahwa penyakit lebih mungkin kambuh pada orang yang sangat lelah atau mengalami banyak stress. Seperti virus herpes yang lain. Angka prevalensi infeksi HSV sudah meningkat secara bermakna selama dasawarsa terakhir. Penyakit ini juga disebabkan oleh virus herpes yang juga mengakibatkan cacar air (virus varisela zoster). herpes zoster dapat menular pada saraf wajah dan mata. mati rasa. Walaupun jarang. kurang lebih satu dari empat perempuan dan satu dari lima lakilaki terinfeksi HSV-2. HSV adalah penyakit yang sangat umum. pada wajah. HSV paling mungkin kambuh pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. leher dan kulit kepala. Sekitar 80 persen orang dengan HIV juga terinfeksi herpes kelamin. Kemudian. atau hidung dan mata. HSV kelamin berpotensi menyebabkan kematian pada bayi yang terinfeksi. sebaiknya melahirkan dengan bedah sesar. atau pada ujung hidung. Namun HSV-1 dapat menyebabkan infeksi pada kelamin dan HSV-2 dapat menginfeksikan daerah mulut melalui hubungan seks. Ini termasuk orang dengan HIV. ruam muncul pada daerah kulit yang berhubungan dengan saraf yang meradang. Kurang lebih 20% orang yang pernah cacar air lambat laun akan mengembangkan herpes zoster. Bila seorang perempuan mempunyai herpes kelamin aktif waktu melahirkan. (http://www. kesemutan atau rasa nyeri yang berat pada daerah bentuk tali lebar di dada. Prevalensi dan kejadian di Indonesia belum diketahui. Di AS.pdf) Herpes Zoster Herpes zoster (Shingles) adalah suatu penyakit yang membuat sangat nyeri (rasa sakit sekali). Di AS. HSV-2 biasanya menyebabkan herpes kelamin. Ini termasuk orang dengan penyakit HIV. kurang-lebih 20 persen orang dewasa terinfeksi HSV. Jangkitan herpes zoster hampir selalu terjadi hanya pada satu sisi tubuh. dalam dan sekitar telinga. Ini dapat menyebabkan jangkitan di sekitar mulut.di sekeliling mulut.info/itpc/Indonesian/spirita/docs/LembaranInformasi/LI519.

Kemudian lepuh pecah dan berkeropang.id/li/pdf/LI514. HIV-AIDS HIV → retrovirus → menggunakan dirinya untuk replikasi Penyebaran cairan tubuh darah semen / sperma cairan vagina ASI cairan lain yang mengandung darah Pemeriksaan Laboratorium antibodi HIV sampel darah atau saliva LED meningkat Hipergamaglobinemia perkembangan infeksi utama → tidak merasakan apa-apa asimtomatik simtomatik AIDS → kumpulan penyakit dari HIV Ciri – ciri : CDH < 400 Penatalaksanaan .or.berisi cairan. infeksi kulit dapat terjadi. Jika lepuh digaruk. Ini membutuhkan pengobatan dengan antibiotik dan mungkin menimbulkan bekas. ruam hilang dalam beberapa minggu.pdf) 3. Kondisi ini disebut “neuralgia pascaherpes”. Biasanya.3. tetapi kadang-kadang rasa nyeri yang berat dapat bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. (http://spiritia.1.

NRRTI .protease inhibitor Zidovidin → antar anak dan ibu → mulai dari 14 minggu awal kehamilan Nefirapin → diberikan pada ibu masa persalinan dan bayi baru lahir - - Patogenesis Cara kerja HIV HIV menempel ↓ Sel – T helper punya CD4 ↓ RNA berisi virus HIV ↓ DNA Proses : T – helper ditempeli HIV → T – helper dilumpuhkan RNA HIV masuk ke T – helper Reseptor melebur → infeksi Gejala klinis berat badan menurun diare tidak sembuh – sembuh sering berkeringat bercak merah pada seluruh tubuh Manifestasi oral trush pada lidah candidiasis .NRTI → mencegah pemindahan viral RNA → viral DNA .- ARV : .

- hairy leukoplakia necrotizing gingivitis sarkoma kaposi .