Proceeding, Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2006) Auditorium Universitas Gunadarma, Depok, 23-24 Agustus

2006 SSN : 1411-6286

PEMODELAN SISTEM PAKAR INTERAKTIF DAN DINAMIK UNTUK PERENCANAAN BANGUNAN IRIGASI
Iwan Kridasantausa1, Junus Bothmir2 & Rieswill M Anjla3
1,2,3
1 1

Institut Teknologi Bandung

hardaja@si.itb.ac.id, iwancknetitb06@yahoo.com,1hadihardaja@yahoo.com 2 junusistj@yahoo.com 3 willy_anjla@yahoo.com

ABSTRAK
Dalam perencanaan detail teknis jaringan irigasi, perencanaan bangunan pengukur, bangunan pengatur memegang peranan yang sangat penting. Hal ini disebabkan karena perencanaan bangunan pengukur, bangunan pengatur yang baik merupakan prasyarat utama untuk memperoleh perencanaan jaringan irigasi yang ideal, baik dari segi kekuatan fisiknya maupun kenyamanan penggunaannya. Dalam proses perencanaan bangunan pengukur, bangunan pengatur, seorang perencana dihadapkan pada beberapa aspek yang harus diperhatikan secara menyeluruh dan simultan, yaitu meliputi keadaan fisik daerah studi, banyaknya bangunan pengukur, bangunan pengatur dan aspek ketahanan (durabilitas). Dalam analisisnya perencanan sering dihadapkan pada permasalahan data, terutama dalam kaitannya dengan keterbatasan data fisik lapangan. Selain itu perencana terkadang dihadapkan pada suatu keadaan fisik lapangan dimana standar perencanaan yang berlaku tidak dapat secara langsung untuk diterapkan. Keadaan-keadaan tersebut menuntut adanya suatu judgment dari seorang perencana. Hal ini berarti bahwa hasil perencanaan bangunan pengukur, bangunan pengatur yang baik hanya dapat diperoleh dari seorang perencana yang ahli dan berpengalaman. Karenanya sangat sukar bagi seorang perencana pemula untuk memperoleh hasil perencanaan yang baik. Pemodelan sistem pakar interaktif dan dinamik untuk perencanaan bangunan irigasi merupakan salah satu terobosan baru yang diperlukan bagi permasalahan yang dihadapi oleh perencana pemula di atas. Makalah ini membahas tentang pemodelan sistem pakar interaktif dan dinamik untuk perencanaan bangunan irigasi. Di yang dikaji adalah bangunan pengukur dan bangunan pengatur pada jaringan irigasi Kata kunci : Sistem pakar. 1. PENDAHULUAN Karena adanya upaya membangun dan mengembangkan jaringan irigasi, maka hal penting adalah penyediaan sarana penunjang kegiatan peririgasian. Prasarana yang berkaitan dengan pemanfaatan air adalah bangunan pengatur debit, dalam menentukan kemampuan jaringan irigasi untuk pelayanan debit kepetak sawah. Menyadari pentingnya bangunan pengatur debit, maka diperlukan adanya konsistensi dan kemampuan dalam perencanaannya. Mengingat pula begitu
Pemodelan Sistem Pakar Interaktif (Iwan kridasantausa)

Efektivitas pemodelan sistem pakar, Kriteria bangunan irigasi,

banyak jaringan irigasi diwilayah Indonesia, maka tentunya membutuhkan banyak tenaga ahli atau pakar dalam perencanaan bangunan pengatur pada jaringan irigasi. Namun untuk mendapatklan seorang atau beberapa orang yang ahli dibidang jaringan irigasi, bahkan dalam perencanaan bangunan pengatur, bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan. Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi, seperti : a. Kelangkaan pakar dan keahlian pakar.
19

yang banyak dimiliki oleh masyarakat dan instansi-instansi. dan e. e. mendukung analisa heuristik (merupakan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman seorang pakar). Sedangkan Karakteristik Sistem Pakar mencangkup hal-hal sebagai berikut : a. Menerapkan teknik pelacakan. Pihak pegambilan kebijakan akan selalu tergantung pada pakar. Keluaran bersifat memberikan anjuran (advise) atau rekomendasi. terutama perencanaan bangunan pengatur debit pada jaringan irigasi. yang dapat diliat seperti pada gambar : Komput Basis data Mesin Basis t h Antar muka pemakai Pemak Gambar 1. Mesin infersnsi.Proceeding. d. Salah satu alternatif pemencahan masalah tersebut adalah adanya suatu program komputer yang meniru keahlian beberapa orang tenaga ahli atau pakar (expert). Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2006) Auditorium Universitas Gunadarma. Selain itu dapat membantu seseorang ahli yang menginginkan suatu hasil perencanaan bangunan pengatur debit pada suatu jaringan irigasi. 23-24 Agustus 2006 SSN : 1411-6286 b. c. d. AKUISI PENGETAHUAN Proses membangun atau mengembangkan sistem pakar disebut akuisis pengetahuan. Memisahkan mekanisme pengambilan keputusan (Inference) terhadap basis pengetahuan (knowledge base). Dengan kata lain. Memiliki pengetahuan spesifik dalam domain tertentu. g. Basis data. Dengan demikian penggunaan pakar menjadi tidak praktis. Mampu menyimpulkan keterkaitan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang sudah. terdiri dari : Basis pengetahuan. Pemrosesan dilakukan secara simbolik. Memiliki kemampuan memberikan penalaran. 2. Dirancang untuk berkembang secaara bertahap. Program tersebut mudah dipergunakan dan dapat bekerja dengan memakai personal komputer biasa. Perbedaan sistem pakar dengan program konvensional dapat dilihat dari beberapa sifat berikut (Raiston. Program ini dibuat dengan menggunakan suatu sitem pemrograman yang disebut sistem pakar (expert system) berbasis pengetahuan. Dengan sistem pakar. Struktur Sistem Pakar secara garis besar. Program komputer ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah kurangnya tenaga ahli. Perekayasa pengetahuan menyerap prosedur-prosedur dan pengalaman untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu Pemodelan Sistem Pakar Interaktif (Iwan kridasantausa) 20 . b. dan Antar muka dengan pemakai. Basis pengetahuan pada umumnya berdasarkan kaidah. SISTEM PAKAR Sistem pakar merupakan bagian atau salah satu bidang inteligensi buatan (artificial intelligence) yang dirancang untuk membantu manusia dalam menyelesaikan suatu masalah yang sedang dihadapi yang biasanya dilakukan oleh seorang pakar (Rievski. Membatasi domain tertentu. b. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem yang dapat memanfaatkan kemampuan pakar. 1993). Sistem ini berusaha menduplikasikan keahlian seorang pakar dalam bidang tertentu. 1998) : a. Memiliki kemampuan mengolah data yang mengandung kepastian. Diagram blok sistem Pakar(8) 3. f. sistem pakar merupakan suatu keahlian manusia (seorang pakar) yang dipindahkan kedalam program komputer. Depok. user dapat membuat keputusan seperti keputusan yang diberikan oleh seorang pakar melalui program komputer. c. Mampu memberikan alasan dari keputusan yang diambil.

Pengatur Kaidah. adalah logika. maka kondisi tersebut dapat diberikan pada basis data dan dapat dipergunakan Pemodelan Sistem Pakar Interaktif (Iwan kridasantausa) Gambar 2. Masing-masing kaidah mengandung sebuah atau lebih kondisi yang jika dipenuhi akan memberikan satu atau lebih aksi.. untuk mencari fakta-fakta baru. Dengan proses ini fakta-fakta yang diketahui 21 . menggambarkan kesimpulan atau melakukan fungsi cerdasnya.. Basis Data. yang banyak digunakan adalah kaidah produksi.. 1999). OR . prosedur praktis dan keterkaitannya. Basis pengetahuan mengandung pengetahuan-pengetahuan keahlian sebagai dasar pengambilan keputusan. Kondisi awal dari masalah yang akan diselesaikan biasanya ditanyakan oleh pemakai. Representasi Pengetahuan. Basis pengetahuan dapat pulah berisi konsep teori. Fakta-fakta ini berhubungan dengan semua yang diketahui selama proses inferensi. Fakta-fakta yang baru diperoleh dari proses inferensi ditambahkan pada basis data.. Dengan demikian basis pengetahuan yang berisi struktur data dapat dimanipulasikan oleh sistem inferensi yang menggunakan teknik pelacakan dan penyesuaian pola pada basis pengetahuan untuk menjawab pertanyaan. Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2006) Auditorium Universitas Gunadarma. Bentuk ini di inputkan pada proses logika dan disebut sebagai premis.. Pemeliharaan basis pengetahuan meliputi penempatan pengetahuan baru kedalam sistem pakar.. Basis data mengandung faktafakta mengenai masalah yang akan dicari solusinya.. Yang kedua : Didesain sehingga fakta-fakta dan pengetahuan dapat digunakan dalam proses penalaran. Kaidah produksi disajikan dalam pernyataan IF .. Jaringan semantik (semantic network). Merupakan suatu perangkat lunak yang mengimplementasikan suatu operasi pelacakan dengan menggunakan basis pengetahuan dan basis data untuk mencapai solusi. Basis Pengetahuan. yaitu : Yang pertama : dapat diprogram kedalam bahasa pemrograman komputer yang ada dan disimpan dalam memori. Menggunakan logika untuk proses penalaran(8) Mula-mula diberikan informasi... Premis ini yang akan digunakan oleh proses logika untuk menghasilkan output yang merupakan kesimpulan dan disebut sebagai inferensi.. Depok.. 23-24 Agustus 2006 SSN : 1411-6286 dari pakar tersebut dan membangunnya menjadi program sistem pakar (Sriyana. Berdasarkan informasi ini. Basis pengetahuan ini akan membentuk sumber sistem kecerdasan dan digunakan oleh : b. Referensi Logika.Proceeding. diantaranya : Metode kerangka (frames). dan prosedur yang membantu proses penalaran. dan Kaidah produksi (production rules).. sistem pakar mulai melakukan proses pelacakan. Secara garis besar representasi pengetahuan mempunyai dua karakteristik yang umum. Terdapat beberapa metoda untuk menyajikan pengetahuan dalam perangkat lunak sistem pakar. sebagai berikut : Input Premises or Inferences or Facts Conclusins Output Logical prosess Mesin Inferensi.. Penghapusan basis pengetahuan yang sudah tidak relevan dan perubahan basis pengetahuan karena adanya perubahan fakta atau kaidah yang telah ada. sistem kaidah. ELSE . Basis pengetahuan yang berisi tentang fakta-fakta obyek dalam domain dan hubungannya yang dipilih. Penyanjian basis pengetahuan. Mesin inferensi menguji kaidah-kaidah dengan pola urutan tertentu untuk mencocokkan kondisi sekarang.... Mesin atau mekanisme inferensi untuk melakukan penalaran dan menarik kesimpulan sebagaimana tugas mesin inferensi yang telah dijelaskan dimuka. AND . yaitu melakukan pengkajian ilmiah tentang serangkaian penalaran. Fakta-fakta yang diketahui disimpan sebagai kondisi awal... Proses logika dapat dilihat pada Gambar 2. kemudian dibuat pernyataan atau observasi dicatat. Bagian pengatur kaidah (rule adjuster) memungkinkan perekayasa pengetahuan memelihara basis pengetahuan sistem pakar. Bentuk representasi pengetahuan yang telah lama dikenal. Hampir semua sistem AI (Artificial Intelligence) terdiri dari : a. THEN .

pengetahuan dan rule dengan menggunakan mesin inverens yang tetap.Proceeding. 3. 2. dan perubahan yang dilakukan sangat mudah dan efektip. 1.7) 2 g * h1 (2) Gambar 4. dan hanya berlaku pada satu sistem Dinamik adalah Sistem yang menampung segala macam basis data. BANGUNAN PENGATUR Berikut ini dijabarkan basis data dari bangunan pengukur. 0. Komponen Visual progreming.5 (1) Gambar 3. Depok. dan 4) Persamaan debit bangunan irigasi Persamaan debit untuk pintu sakot balok : Q = Cd * Cv * 2/3 Dimana : Q = debit (m3/dt) Cd = koefisien debit Cv = koefisien kecepatan datang g = percepatan gravitasi (m/dt2) b = lebar normal (m) h1 = kedalaman air di atas skot balok (m) Persamaan debit untuk pintu sorong : Q=K*μ*a*b* Dimana : Q = debit (m3/dt) K = koefisien aliran tenggelam (lihat gambar 3) 22 μ = koefisien debit (lihat gambar 4) g = percepatan gravitasi (m/dt2) b = lebar pintu (m) h1= kedalaman air di depan pintu di atas ambang (m) a = bukaan pintu (m) Persamaan debit untuk pintu Radial : Q = K * μ * a * b * 2 g * h1 Dimana : Q = debit (m3/dt) K = koefisien aliran tenggelam (lihat gambar 12 ) μ = koefisien debit (lihat gambar 13 ) g = percepatan gravitasi (m/dt2) a = bukaan pintu (m) b = lebar pintu (m) h1= kedalaman air di depan pintu di atas ambang (m) Lebar pintu (b) ditetapkan : 0. BASIS DATA BANGUNAN PENGUKUR. Komponen pertama DBMS (data base management) dalam hal ini menggunakan Acces. 2. 1. bangunan pengatur pada jaringan irigasi yang direncanakan dan banyak digunakan pada jaringan irigasi di wilayah Indonesia. tetapi sangat fleksibel. (3) 2 / 3g * b *h11. (Lihat tabel 1. 1. Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2006) Auditorium Universitas Gunadarma. Koefisien debit μ masuk permukaan pintu datar atau lengkung(3) Pemodelan Sistem Pakar Interaktif (Iwan kridasantausa) . Sistem dinamik ini menggunakan komponen-komponen yaitu : 1. 3. menggunakan visual basic.50 m.75 m. Statis adalah Sistem yang tidak bisa diubahubah ataupun jika bisa diubah membutuhkan waktu yang lama. Komponen otocat untuk membuat peta jaringan irigasi 4. Koefisien K untuk debit tenggelam (dari Schmidt)(3.50 m.00 m. 23-24 Agustus 2006 SSN : 1411-6286 benar dapat digunakan untuk merumuskan fakta baru yang juga benar.25 m.

PERENCANAAN IRIGASI BANGUNAN Gambar 6. TAMPILAN GAMBAR Gambar 8. Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2006) Auditorium Universitas Gunadarma. Tampilan Awal Gambar 9. 23-24 Agustus 2006 SSN : 1411-6286 5. Halaman Login Gambar 7.Proceeding. Pemodelan Sistem Pakar Interaktif (Iwan kridasantausa) 23 . Untuk lebih jelas dalam penelusuran perencanaan bangunan irigasi dapat dilihat pada gambar-gambar penelusuran masing-masing bangunan irigasi yang sudah ada dan atau yang sudah dibuat dalam penulisan ini. semi teknis maupun irigasi non teknis. Depok. baik itu bersifat irigasi teknis. Basis Pengetahuan Gambar 5. Basis Data 6. Skema Jaringan Irigasi Dalam perencanaan bangunan irigasi disini menganalisis perencanaan bangunan irigasi yang nantinya akan dipergunakan pada suatu jaringan irigasi (daerah irigasi). Dengan demikian dari penelusuran yang dilakukan. maka dengan mudah dan cepat ditemukan secara tepat dan jelas bangunan irigasi yang dikehendaki pada suatu daerah perencanaan dan pengembangan pertanian irigasi.

.c 2. Pengembangan Sistem Pakar untuk menilai kesesuaian manajemen mutu perusahan terhadap standar ISO – 900. . DAFTAR PUSTAKA [1] Joeph Giarratono and Gary Riley. Visual basic merupakan bahasa program yang sangat kuat dalam berbagai keperluan. Bangunan pengukur.45. Sebagai contoh : misalnya salah satu bangunan pengatur yang terpilih yaitu bangunan pengatur pintu sorong.a 1. 3. Pohon keputusan sistem pakar 1 a b c kebutuhan pada petak sawah tersebut untuk pertumbuhan tanaman. Penempatan bangunan irigasi selalu berdasarkan pada karakteristik. Stuttgart. Animasi gambar maupun aplikasi lain yang lebih tinggi. Sybex * Sanfransisco * Paris * Disseldorf * Soest. Waterman. 2. [7] Schmidt. ITB. Depok.b 1. Expert System.Kp – 02 Bagian bangunan utama. [8] R. The Rand Corporation. 1984. [9] Nazaruddin. 1993.M. kekurangan dan pengunanaan bangunan tersebut.c = = = = = = 7. Martering Visual Basic 6. DPU 1986. tetapi memberikan hasil yang berbeda. Dan juga dalam penelusuran perencanaan jenis bangunan irigasi ini pula kadang kalah ada perintah yang mengatakan bahwa tidak ada pilihan jenis bangunan irigasi yang di temukan. Expert Systems : Principles and Case Studies. Tesis Pemodelan Sistem Pakar Interaktif (Iwan kridasantausa) 2 a b c 2 2 3 3 3 n Gambar 10.4. Clear Lake and Nasa.Kp – 01 Bangunan perencanaan Jaringan Irigasi. [4] Evangelos Petrouteos. (10) Keterangan : n = Pertanyaan n = Pilihan jawaban = Rekomendasi Saluran primer Saluran sekunder Saluran tersier Pengukur Pengatur Pengukur dan Pengatur n 1. 23-24 Agustus 2006 SSN : 1411-6286 Bahkan pada akhirnya dapat mengakhiri kegiatan penelusuran dalam hal yang sama. Tools and Applications. baik dalam persi Numerik. Richard. 1954. Johnson Space Center. June 1995. basis program didesain dengan menggunakan Visual basic buatan Microsoft. vol. Ankum. Ny.a 2. 8. Die Wasserwirtschaft. [6] Forsyth. 1996. [5] P. Chapman and Hall. Rancangan Sistem Pakar Untuk Evaluasi Rencana Investasi.Teknik Manajemen Industri. Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2006) Auditorium Universitas Gunadarma. Expert System Techiques. kelebihan. PENUTUP 1. Ed. Dalam penulisan ini.Kp – 04 Bagian bangunan. . [3] Direktorat Jenderal Pengairan.96 – 100. Die berechnung von Streichwehren. Report no. no. bangunan pengatur merupakan bangunan yang mengukur dan mengatur debit yang dikeluarkan kemasing-masing petak sawah sesuai dengan 24 . karena kompatibel dengan semua jenis komputer yang pada umumnya berbasis Window.Proceeding. Rekomendasi rule 002. Sumarbagiono. pp.b 2. 65. University of Houston. 4. [2] Philip Klahr and Donald A. Flow Control in Irrigation and Drainage. 1986.

Devisi III. [14] Perum Jasa Tirta II. LETMI – ITB. Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2006) Auditorium Universitas Gunadarma. Saluran. Teknik dan Manajemen Indudstri. FIKSI. ITB. Perencanaan Irigasi dan Drainase. Program Linier. Seksi Subang. Pebruari Tahun 2000. ”Penerapan Expert System” dalam menentukan jaringan dan jalur angkutan udara di Wilayah Kalimantan dan Jawa. Sistem Pakar (Expert System) untuk Penentuan Tipe Bangunan Pintu dan Peredam Energi Pada Jaringan Irigasi. Pemodelan Sistem Pakar Interaktif (Iwan kridasantausa) 25 . [11] Epsi Budihardjo. Aplikasi Expert System : Indentifikasi Bahan Kristal Melalui Interpretasi hasil Analisis Dipraksi Sinar – X ITB.Proceeding. Pintu Air dan Pasilitas. 23-24 Agustus 2006 SSN : 1411-6286 Magister. [13] Asmelita. ITB. Nurhayati. Daerah Irigasi Kalijati. [15] Mardiono MT. Fakultas Teknik Sipil. Fakultas Teknologi Industri. [10] Junus Botmir. S. [12] Joni Gusmali A. 1988. ITB. 1994. [16] Lokakarya Artificial Intelligence Expert System dan Implementasinya. tanggal 5 – 6 Desember 1990. Tahun 1989. ITB. 1982. Bandung. 2002. Periode April 2002. Kondisi Bangunan. Depok.