P. 1
Sejarah Dan Perkembangan Literatur Sekunder v.2

Sejarah Dan Perkembangan Literatur Sekunder v.2

|Views: 189|Likes:
Published by sopary
Materi Ilmu dokumentasi
S1-Ilmu Perpustakaan Kelas B 2012
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponegoro
Materi Ilmu dokumentasi
S1-Ilmu Perpustakaan Kelas B 2012
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponegoro

More info:

Published by: sopary on Apr 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2015

pdf

text

original

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN LITERATUR SEKUNDER

Oleh : Drs. Tono Suhartono, M. Si 1

Definisi
Literatur Sekunder,
yaitu literatur yang berisi informasi mengenai literatur primer atau literatur sekunder merupakan penilaian, evaluasi pada literatur primer (Lasa HS; 1995).

Sari Karangan (Abstrak, Intisari, Ringkasan, Ikhtisar)

 yaitu uraian singkat, akurat yang mewakili isi dokumen, tanpa tambahan interprestasi maupun kritikan dan juga tidak mempersoalkan siapa pembuat sari karangan itu (Menurut Organisasi Standar Internasional/International Standard Organization ISO214-1976).  adalah pernyataan secara singkat tapi akurat dari isi suatu dokumen, tanpa menambah tafsiran atau kritik dan tanpa membedakan untuk siapa sari karangan tersebut dibuat (Menurut Lembaga Standard Nasional Amerika/American National Standard Institue’s; 1974)

2

L A T A R B E L A K A N G
3

1. Perkembangan Jurnal Ilmu / Scientific Journal,
Tumbuhnya berbagai macam jurnal, membawa pengaruh bagi dunia informasi dan perpustakaan yang akhirnya membawa perubahan pemikiran manusia Majalah yang dianggap pertama terbit adalah “Mercurius Gallobefqicus” Pada abad 17 – 18 ada revolusi keilmuan dan terbitlah berupa journal. Misal di Perancis pada tahun 1665 M, terbit majalah “Journals Des Scavans” karena ada perkembangan akhirnya judulnya menjadi “Journal de Sarvant”. Di Inggris terbit majalah “Transactions of the Royal Society”. Di Amerika pada tahun 174M di Amerika terbit “General Magazine and Historical Chronicle:. Di Indonesia terbit untuk pertama di Batavia (Jakarta) pada tahun 1774 yaitu “Verbandenligen Van net Bataviaasch Genootschap Van kunsten en Wetenschapen”

L A T A R B E L A K A N G
4

2. Kebutuhan para Ilmuwan untuk Penelusuran Karya Ilmiah,
Ilmuwan yang terdiri dari dosen, mahasiswa karyasiswa, peneliti dan para cendekiawan adalah pelaku langsung dalam memanfaatkan sari karangan dan juga sebagai penghasil sari karangan. Mereka membutuhkan sari karangan untuk mendukung penerbitan karyanya, dan sari karangan dibuat dengan maksud supaya orang lain tahu karya tersebut

L A T A R B E L A K A N G
5

3. Pustakawan / Pengelola Informasi, Dengan adanya sari karangan yang telah dibuat oleh para pustakawan atau oleh tenaga-tenaga yang berkecimpung dalam penyebaran informasi setidaknya pustakawan/ pengelola informasi harus aktif menyebarkan informasiinformasi, agar memudahkan pengguna untuk pencarian informasi selanjutnya

L A T A R B E L A K A N G
6

4. Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Perkembangan ilmu pengetahuan menyebabkan para ilmuwan membutuhkan sarana untuk bertukar pikiran keilmuwannya. Sehingga mereka terdorong untuk menulis, dan tulisan tersebut dapat dijadikan acuan untuk bertukar pikiran. Agar buah pikiran yang ditulis oleh para ilmuwan dapat diketahui secara cepat, maka dalam penulisan artikel ilmiah maupun ringkasan pemikiran selalu dituliskan abstrak/intisari, sari karangan

Pengertian yang terkait atau dalam pengertian umum, sering dikacaukan dengan beberapa istilah yang dianggap sama, seperti :
• Anotasi Berisi uraian singkat mengenai isi dokumen yang ditulis setelah penulisan data bibliografi. Anotasi umumnva terdiri dati satu atau dua kalimat penting, terutama apabila judul dokumen kurang informatif Ekstrak Adalah satu bagian atau lebih dan suatu dokumen yang dipilih untuk menggambarkan isi dokumen. Dapat berupa kalimat, data, label, persamaan atau kutipan yang disusun, dan tidak mencerminkan hasil, kesimpulan maupun saran suatu dokumen Ringkasan/Ikhtisar Adalah uraian ringkas dari dokumen, terutama hasil penemuan dan kesimpulan tanpa mencantumkan tujuan dan metodologi penelitian ringkasan dimuksudl:an untuk melengkapi orientasi pernbaca Sinopsis Yaitu ikhtisar karangan/ilmiah yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis.

7

Jenis-Jenis Sari Karangan
Sari Karangan Indikatif (Indicative Abstracts)

1

Berupa uraian singkat tentang makalah yang terkandung dalam dokumen asli Abstrak ini digunakan untuk meringkas dokumen yang berbentuk kumpulan data

Contoh :
Lembaga Kimia Nasional LIPI Membuat Oncom Bandung : Lembaga Kimia Nasional LIPI, 1991, 20 hlm.
Disajikan dalam bentuk gambar cara membuat oncom, mulai dari pemilihan bahan sampai menjadi oncom, juga cara membuat ragi oncom dari bekatul Ditambah air (1 : 1) atau campuran bungkil dan onggok (2 : 1) (Sugiharto)

8

selanjutnya ……….

Jenis-Jenis Sari Karangan
Sari Karangan Informatif (Informative Abstracts)

2

Menyajikan data kuantitatif maupun data kualitatif sebanyak mungkin. Sari karangan ini memuat : 1). Tujuan; 2). Metodologi; 3). Gambaran Penemuan Singkat dan 4). Kesimpulan
Contoh : Suhardi, Mary Astuti, Sri Anggrahini Pembuatan tahu kecipir Yogyakarta : Lembaga Penelitian UGM, 1980, 22 hlm Telah dicoba biji kecipir dibuat tahu. Dalam hal ini dibuktikan studi ekstraksi dan pengumpulan protein kecipir. Kondisi optimum ekstraksi protein dicapai Pada perbandingan bahan pelarut 4gr : 100 cc (1 : 25), suhu 600 C dan lama ekstraksi 30 menit. Sedangkan kondisi optimum penggumpalan protein dicapai pada PH 4,4 suhu 900 C dan lama penggumpalan 15 menit. Tahap-tahap pembuatan tahu : perendam, penggilingan, ekstraksi, pengeringan, Penggumpalan dan pengepresan. Komposisi tahu yang dihasilkan menunjukkankadar protein 10,52%, lemak 6,26%, air 03,52%, abu 0,86% dan karbohidrat 8,84%. Tahu kecipir berwarna putih kecoklatan, sedikit berbau. Kecipir sedikit terasa asam dan kurang Kompak (Suhardi)

9

selanjutnya ……….

Jenis-Jenis Sari Karangan
Sari Karangan Indikatif-Informatif (Indicative-Informative Abstracts)

3

Perpaduan abtrak indikatif dan informatif, dimaksudkan untuk membatasi panjangnya abstrak. Makalah utama dibuat informatif, aspek lainnya indikatif

Contoh :
Kasmudiati, Emiliana Pemanfaatan Biji Lamtoro Untuk Pembuatan Tempe Yogyakarta : Fakultas Teknologi Pertanian UGM, 1981, 32 hlm Skripsi S1 Fak. Pertanian UGM 1981. Dilakukan ujicoba pembuatan tempe lamtoro campuran (dengan bekatul) dalam rangka pemanfaatan biji lamtoro sebagai sumber zat gizi bagi manusia. Berdasarkan hasil uji citarasa, campuran biji lamtoro-bekatul dengan perbandingan 1 : 10 dan 1 : 15 menghasilkan tempe campuran dengan warna dan penampilan lebih disenangi penulis dibanding dengan campuran 15 : 1. Dari segi rasa dan bau, ketiga macam campuran itu mendapat nilai yang sama (Lally Dimyati)

10

selanjutnya ……….

Jenis-Jenis Sari Karangan
Sari Karangan Kritik

4

Selain berupa gambaran isi dan dokumen asli, tetapi juga memberikan evaluasi Berisi analisis cara penelitian, kelengkapan penelitian & metodologi nilai abstrak

Contoh :
Bodong, Slamet Rambut jagung dan hipertensi Yogyakarta : Lembaga Penelitian UGM, 1991, 37 hlm. Rambut jagung mengandung senyawa flovonoid jenis ginkgetin berfungsi menurunkan tekanan darah tinggi. Penelitian ini tidak didukung data lapangan yang otentik tentang khasiat rambut Jagung. Maka validitasnya diragukan (Momon Surahman)

selanjutnya ……….
11

Jenis-Jenis Sari Karangan
Sari Karangan Highlight (Highlight Abstracts)

5

Digunakan untuk menarik perhatian pembaca pada salah satu artikel. Muncul berdekatan dengan daftar isi, ditulis dalam bahasa populer sehingga mudah dibaca dan dipahami

Sari Karangan Statistik (Statistical Abstracts)

6

Memuat angka/data bentuk tabel, dibuat singkat, mudah dibaca, & lebih obyektif Biasanya untuk mengungkapkan data penduduk, perkembangan pasar, dsb

selanjutnya ……….
12

Jenis-Jenis Sari Karangan
Sari Karangan Khusus (Slanted Abstracts)

7

Disajikan untuk subyek khusus, bentuk ini sering digunakan untuk memberikan pelayanan jasa sari karangan ke lembaga-lembaga maupun para ahli bidang
Contoh : Bidang Mikrobiologi Gunawan, Cecilia Pembuatan inokulum bubuk oncom Lokakarya Bahan Makanan Berprotein Tinddi di Bandung tgl. 22 – 24 Februari 1997, 9 hlm.

Dikemukakan hasil pembuatan inokulum bubuk untuk pembuatan oncom dengan Menggunakan substrat beras dan starter Neurospora sitophila (ITB), Neurospora (Filipina) dan Neorospora Sp. (Hasil isolasi jamur oncom pasar). Dilihat dari kecepatan pertumbuhan kapang pada waktu pembuatan oncom, nampak bahwa Inokulum dengan Neorospora Sp menunjukkan pertumbuhan lebin cepat daripada Neorospore Stophila (Filipina) sedangkan dengan Neurospora Sitophila (ITB) tidak Menghasilkan inokulum yang baik (Budiman)

13

STRUKTUR PENYUSUNAN SARI KARANGAN
DESKRIPSI BIBLIOGRAFI
Untuk memudahkan pemakai menemukan kembali lokasi dari dokumen asli

UNSUR-UNSUR YANG HARUS DICANTUMKAN 1. Judul, ditulis seperti tercantum pada halaman judul, kata demi kata. Judul
dari artikel majalah, makalah, konferensi dan bagian lain dalam monografi ditulis seperti tercantum pada judul artikel, makalah dan bab

2. 3.

Pengarang, bisa orang, lembaga yang menguasai karya serta bertanggung
jawab atas isi intelektual/karya artistik/seni

Impresum

terdiri dari kata dimana publikasi diterbitkan/dicetak, nama penerbit, nama percetakan/pencetak, & tahun terbit/tahun percetakan. Kolasi terdiri dari jumlah halaman atau jumlah jilid, dan keterangan lain jika ada dan diperlakukan

dan

kolasi,

14

Manfaat Sari Karangan
• • • • • • • Sebagai petunjuk literatur primer Membantu pembaca mengetahui isi dokumen dengan cepat dan tepat, sehingga dokumen asli tidak perlu dibaca Menghemat waktu dalam menelusur informasi Sari karangan digunakan untuk penelusuran surut Sebagai alat yang tepat untuk menyeleksi buku/publikasi daripada melalui judul atau anotasinya Membantu mengatasi masalah bahasa Penyebaran informasi dengan sari karangan lebih mudah dan murah dibandingkan dengan dokumen aslinya Sari karangan mempercepat pengidekan Membantu dalam membuat review dan bibliografi

15

• •

Dokumen yang dapat Dibuatkan Abstrak
• MAJALAH Disarankan untuk membuat sari karangan informatif, jika artikel majalah adalah hasil penelitian, atau sari karangan indikatif, jika berupa karangan ilmiah. Surat pembaca dan tajuk rencana juga perlu dibuat sari karangan yang singkat LAPORAN PENELITIAN DAN TESIS Sari karangan informatif untuk terbitan laporan dan tesis TINJAUAN (REVIEW) Dibuatkan sari karangan indikatif. Cantumkan tingkat, dalamnya perlakuan, subyek dan periode informasi yang dicakup

• •

13

Dokumen yang dapat Dibuatkan Abstrak
• MONOGRAF Buat sari karangan indikatif untuk buku atau monografi dengan subyek yang homogen. Apabila topik berbeda setiap bab, sari karangan sebaiknya dibuat terpisah MAKALAH KONFERENSI Dibuatkan sari karangan tunggal untuk konferensi dengan subyek homogen. Untuk prosiding (kumpulan makalah) yang memuat topik dan ditulis oleh penulis berbeda, sari karangan sebaiknya dibuat terpisah PATEN Setiap paten harus dilengkapi dengan sari karangan menurut Undang-Undang Paten dari lembaga yang menerbitkan paten atau lembaga paten internasional

17

TAHAPAN PEMBUATAN ABSTRAK
1. MEMBACA IDE POKOK (Retrieval Reading)
Bagian yang perlu dibaca : daftar isi, kata pengantar, pendahuluan, bab-bab isi, kesimpulan, daftar pustaka, gambar, tabel dan diagram, serta kata kunci/keyword Kalimat yang mengandung ide pokok, biasanya diawali dengan kata-kata : sebagai kesimpulan …., yang penting adalah ….., ingat hal ini …….., inilah yang penting …….., jangan lupa ….., dsb

2. MEMBACA KREATIF
Tahapan membaca kreatif : 1. Baca kembali semua informasi yang diperoleh dari bab atau sub-sub tujuan, cakupan & metode yang ditentukan pada tahap pembaca ide pokok 2. Tulislah tujuan, cakupan dan metode 3. Untuk sari karangan laporan hasil penelitian, survei, pengujian dan studi kasus, perlu dibaca kembali informasi tentang hasil dalam teks aslinya 4. Baca ulang kesimpulan dan saran, yang ditemukan ketika membaca ide pokok, kemudian pilih informasi yang relevan dan kemudian tulis kalimat yang padat secara berurutan sesuai tingkat kepentingan

3. MEMBACA SECARA KRITIS
Merupakan tahap mengedit hasil dari dua tahapan membaca ide pokok dan membaca kreatif, Bagi penyari baru disarankan memakai panduan berikut ini :
1. Apakah sari karangan yang dibuat telah disusun sebagaimana mestinya & sudah merupakan satu kesatuan ide ? 2. Apakah isinya lengkap, bertalian satu sama lain, dan padat ? 3. Apakah sesuai dengan aturan/kaidah yang berlaku dalam hal panjang maupun gayanya ?

18

Hal-Hal yang Diperhatikan dalam Penulisan Sari Karangan
Penempatan Sari Karangan

1

Sari karangan yang menyertai karangan lengkapnya ditempatkan pada awal Dokumen. Selain dalam bahasa asli dokumen, disarankan disertakan dalam Bahasa Inggris. Dalam majalah ditempatkan pada halaman pertama, di antara Judul dan teks; Untuk laporan penelitian ditempatkan pada lembaran khusus; Sari karangan monografi, tesis dan disertasi ditempatkan sesudah hal judul

Model

2
3
19

Sebaiknya dimulai dengan kalimat yang menonjolkan tema utama. Untuk keperluan penerbitan sekunder, sebutkan tipe dokumen pada awal sari karangan Perlu dijelaskan juga setiap perlakuan terhadap subyek atau dokumen asli.Sari Karangan supaya ditulis dengan kalimat lengkap, gunakan perubahan kata serta ungkapan yang berhubungan

Terminologi
Gunakan kata-kata penting dari teks, hindari istilah yang tidak umum, akronim, singkatan atau simbol. Untuk bahan yang bukan teks , masukkan tabel singkat, persamaan, struktur formula, dan diagram hanya bila perlu untuk meringkas dan memperjelas. Batasi penggunaan kata dan, dari, adalah, ialan, namun, walaupun dan sebagainya

Yang diperlukan untuk menjadi Penyari :
• • • • • • • • • • Memiliki kemampuan membaca dan menulis dengan cermat dan cepat Memiliki daya imajinasi yang tinggi Mampu menyaring maupun memaparkan kesimpulan yang dibahas dalam suatu naskah Menguasai dan terampil menggunakan bahasa “ibu” dengan baik dan benar Memiliki minat dan gemar membaca yang tinggi Mampu menuliskan kesimpulan dengan penghematan kata dan mampu memberikan pengertian yang jelas Mampu bekerja mandiri, tetapi pada saat tertentu harus bisa bekerja sama dengan orang lain Memiliki kemampuan berbahasa asing terutama dalam ilmu bidang buku yang akan dibuatkan sari karangan Mengetahui bidang karya yang akan dibuat sari karangan itu Memiliki daya ingat yang kuat (Lasa Hs; 1995)

20

Aspek-Aspek Penyusunan Abstrak
• • • • • •
21

Secara singkat mengemukakan tujuan penulisan, diketik atau penelitian yang dilakukan penyusun Menggunakan dengan ringkas namun jelas masalah yang ada dalam pengkajiannya Menetengahkan perspektif atau lampiran (pendekatan) yang dipakai oleh penyusun Menyajikan asumsi-asumsi ataupun paradigma yang dipakai Mengemukakan metode dan teknik pengkajian Secara singkat dan tepat menggambarkan hasil penelitian/pengkajian tersebut (Soeyono Trimo)

SEKIAN & TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->