1. Pengertian Pendidikan Jasmani Kata fisik atau jasmani (physical) menunjukkan pada tubuh atau badan (body).

Kata fisik seringkali digunakan sebagai referensi dalam berbagai karakteristik jasmaniah, seperti kekuatan fisik (physical strenght), perkembangan fisik (physical development), kecakapan fisik (physical prowess), kesehatan fisik (physical health). dan penampilan fisik (physical appearance). Kata fisik dibedakan dengan jiwa atau fikiran (mind). Oleh karena itu, jika kata pendidikan (education) ditambahkan dalam kata fisik, maka membentuk frase atau susunan kata pendidikan fisik atau pendidikan jasmani (physical education), yakni menunjukkan proses pendidikan tentang aktivitas-aktivitas yang mengembangkan dan memelihara tubuh manusia. Nixon and Cozens (1963: 51) mengemukakan bahwa pendidikan jasmani didefinisikan sebagai fase dari seluruh proses pendidikan yang berhubungan dengan aktivitas dan respons otot yang giat dan berkaitan dengan perubahan yang dihasilkan individu dari respons tersebut. Dauer dan Pangrazi (1989: 1) mengemukakan bahwa pendidikan jasmani adalah fase dari program pendidikan keseluruhan yang memberikan kontribusi, terutama melalui pengalaman gerak, untuk pertumbuhan dan perkembangan secara utuh untuk tiap anak. Pendidikan jasmani didefinisikan sebagai pendidikan dan melalui gerak dan harus dilaksanakan dengan cara-cara yang tepat agar memiliki makna bagi anak. Pendidikan jasmani merupakan program pembelajaran yang memberikan perhatian yang proporsional dan memadai pada domain-domain pembelajaran, yaitu psikomotor, kognitif, dan afektif. Bucher, (1979). Mengemukakan pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan, adalah proses pendidikan melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik, neuromuskuler, interperatif, sosial, dan emosional.

Di dalamnya anak-anak dapat belajar sambil bergembira melalui penyaluran hasratnya untuk bergerak. Hasil nyata yang diperoleh dari pendidikan jasmani adalah perkembangan yang lengkap. mental. dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila. ataupun diri sendiri”. Anak-anak akan lebih memilih untuk „berbuat‟ sesuatu dari pada hanya harus melihat atau mendengarkan orang lain ketika mereka sedang belajar 3. perlombaan/pertandingan. emosi. 5. 2. orang lain. dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan. meliputi aspek fisik.Makna olahraga menurut ensiklopedia Indonesia adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan. Merupakan proses pendidikan secara serempak baik fisik.2000: 6). 1. Tidak salah jika para ahli percaya bahwa pendidikan jasmani merupakan wahana yang paling tepat untuk “membentuk manusia seutuhnya”. Mengenalkan anak pada lingkungan dan potensi dirinya Pendidikan jasmani adalah waktu untuk „berbuat‟. . mental maupun emosional Pendidikan jasmani yang benar akan memberikan sumbangan yang sangat berarti terhadap pendidikan anak secara keseluruhan. “memasyarakatkan olahraga dan mengolahragaka masyarakat” (Rusli dan Sumardianto. bebas dan dilaksanakan dalam waktu luang”. Menurut Cholik Mutohir olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan. Menyalurkan energi yang berlebihan Anak adalah mahluk yang sedang berada dalam masa kelebihan energi. Memenuhi kebutuhan anak akan gerak Pendidikan jasmani memang merupakan dunia anak-anak dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak. 4. Sedangkan Dewan Eropa merumuskan olahraga sebagai “aktivitas spontan. Menanamkan dasar-dasar keterampilan yang berguna Peranan pendidikan jasmani di Sekolah Dasar cukup unik. Definisi terakhir ini merupakan cikal bakal panji olahraga di dunia “Sport for All” dan di Indonesia tahun 1983. karena turut mengembangkan dasar-dasar keterampilan yang diperlukan anak untuk menguasai berbagai keterampilan dalam kehidupan di kemudian hari. UNESCO mendefinisikan olahraga sebagai “setiap aktivitas fisik berupa permainan yang berisikan perjuangan melawan unsur-unsur alam. Kelebihan energi ini perlu disalurkan agar tidak menganggu keseimbangan perilaku dan mental anak. sosial dan moral.

olahraga adalah aktivitas kompetitif. meskipun elemen dari bermain dapat ditemukan di dalam keduanya. meskipun bermain tidak harus selalu bersifat fisik. pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional. Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan begitu juga olahraga. karenanya pada satu saat menjadi olahraga. Tapi dalam kenyataannya.pendidikan jasmani diambil dari beberapa bagian dari bermain dan olah raga. Ketika kita menunjuk pada olahraga sebagai aktivitas kompetitif yang terorganisir. misalnya. Bermain bukanlah berarti olahraga dan pendidikan jasmani. sehingga memiliki beberapa bentuk dan proses tetap yang terlibat. Pemahaman tersebut akan membantu para guru atau masyarakat dalam memahami peranan dan fungsi pendidikan jasmani secara lebih konseptual.sebab pendidikan jasmani adalah aktivitas jasmani yang memiliki tujuan kependidikan tertentu. Akan tetapi. Kita mengartikan bermain sebagai hiburan yang bersifat fisikal yang tidak kompetitif. Olahraga di pihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif.ketiganya melibatkan bentuk-bentuk gerakan. olahraga melibatkan aktivitas kompetitif. olahraga tidak pernah hanya semata-mata bermain. kecuali atas kesepakatan semua pihak yang terlibat. sebagai istilah yang lebih dahulu populer dan lebih sering digunakan dalam konteks kegiatan sehari-hari. kita harus juga mempertimbangkan hubungan antara bermain (play) dan olahraga (sport). Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-mata suatu bentuk permainan yang terorganisasi. Di atas semua pengertian itu. .keduanya dapat beriringan agar dalam proses pendidikan tidak merasa bosan. tetapi sebaliknya. Namun tidak bisa diartikan salah satu.yang hanya untuk kesenangan saja bukan untuk kepentingan pendidikan. digunakan atau dipakai dalam aktivitas tersebut. karena aspek kompetitif teramat penting dalam hakikatnya. kita mengartikannya bahwa aktivitas itu sudah disempurnakan dan diformalkan hingga kadar tertentu. dan aturan atau prosedur tersebut tidak dapat diubah selama kegiatan berlangsung. Bermain pada intinya adalah aktivitas yang digunakan sebagai hiburan. baik tertulis maupun tak tertulis. Peraturan. sehingga tanpa kompetisi itu. olahraga dan pendidikan jasmani.antara kesenangan dan pendidikan tidak harus dipisahkan. Hubungan Pendidikan Jasmani dengan Bermain dan Olahraga Dalam memahami arti pendidikan jasmani. yang menempatkannya lebih dekat kepada istilah pendidikan jasmani. Bermain. olahraga berubah menjadi semata-mata bermain atau rekreasi. Pendidikan Jasmani bersifat fisik dalam aktivitasnya dan penjas dilaksanakan untuk mendidik. Bermain. Kita tidak dapat mengartikan olahraga tanpa memikirkan kompetisi.

atau tidak juga harus selalu seimbang di antara keduanya. Olahraga dan bermain dapat eksis meskipun secara murni untuk kepentingan kesenangan. untuk kepentingan pendidikan. dan ketiganya dapat melumat secara pas dalam konteks pendidikan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kependidikan. Pendidikan Jasmani bersifat fisik dalam aktivitasnya dan penjas dilaksanakan untuk mendidik. olahraga profesional (di Amerika umumnya disebut athletics) dianggap tidak punya misi kependidikan apa-apa. olahraga dan pendidikan jasmani melibatkan bentuk-bentuk gerakan. seperti juga olahraga tetap eksis tanpa ada tujuan kependidikan. tetapi tidak berarti hanya salah satu saja. keduanya dapat dan harus beriringan bersama. Sebagaimana dimengerti dari kata-katanya.Di pihak lain. atau untuk kombinasi keduanya. pendidikan jasmani mengandung elemen baik dari bermain maupun dari olahraga. Bermain. . Misalnya. Hal itu tidak bisa berlaku bagi bermain dan olahraga. tetapi tetap disebut sebagai olahraga. meskipun keduanya selalu digunakan dalam proses kependidikan. Kesenangan dan pendidikan tidak harus dipisahkan secara eksklusif. Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan. pendidikan jasmani adalah aktivitas jasmani yang memiliki tujuan kependidikan tertentu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful