P. 1
Makalah Tentang Masalah Sosial Kemasyarakatan

Makalah Tentang Masalah Sosial Kemasyarakatan

|Views: 299|Likes:
makalah ibu erum
makalah ibu erum

More info:

Published by: Arief Yang Ini 'Cliquers'ungu on Apr 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2015

pdf

text

original

Makalah tentang masalah sosial kemasyarakatan

Di susun oleh : Erum
NPM C1A PA 12 0400

Kelas Karyawan Semester I ( Satu )

UNIVERSITAS SUBANG FAKULTAS HUKUM 2013

Subang. Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. 23-1-2013 PENYUSUN . Dengan demikian. Dalam makalah ini. Untuk itu Saya mengharapkan kritik. Saya juga menyadari bahwa tugas makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dalam pembuatan suatu makalah. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semuanya dan dapat dijadikan pengetahuan dan sumber refrensi.KATA PENGANTAR Puji syukur Saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunianya sehingga Saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan sebaik-baiknya. dibahas tentang “Masalah Sosial Sebagai Inspirasi Perubahan (Kasus Kemiskinan) dan Upaya Pemecahannya”. saran dan solusinya agar saya dapat menyempurnakan tugas makalah ini di masa yang akan datang.

.......…….......……………………………………………………………........................……….......………………………………….......……........................... Upaya Penanganan Masala...…… 5 6.............. …………………………................... Optimalisasi Kontribusi Dalam Pelayanan Sosial ....2 4................…......………ii 3.................... …………………………………………………....……………………………………….... .........………………………………………………………..............……......... Latar Belakang Masalah .................... Daftar isi ………………………………………………………………………….........………… 9 7... 8 a......... 9 d.. ......……………………………………………………………....Pernyataan………………………………………………………………………...…1 Masalah sosial sebagai inspirasi perubahan (kasus kemiskinan) …………………....................… 2 5.……. Intensitas dan Kompleksitas Masalah …........... 7 2................ Pemanfaatan Institusi Sosial ........ Pendahuluan Pengantar……………………………………………………………………………………............. 8 c........... 10 ........... Organisasi Swasta ...……..................……………………………………………………...……………………………........……..................……......... Mengembangkan Sistem Sosial Yang Responsif .... Pemanfaatan Modal Sosial ............………………………………………………..........….......... Kerjasama dan Jaringan .…..................………………....……..……………… 8 3....................…….......…………......... Organisasi Masyarakat ………............................... 8 b..DAFTAR ISI 1...... Penanganan Masalah Berbasis Masyarakat: 1............…i 2.. ...............……………………..

perubahan kehidupan bermasyarakat yang sering di sebut sebagai perubahan sosial merupakan proses yang seolah-olah tanpa akhir.. maka dapat dilihat berbagai kemungkinan posisi masalah sosial dalam proses tersebut. Lebih dari itu. melihat kenyataan tersebut.. Apa yang di lakukan sekarang tidak dapat di lepaskan dengan apa yang telah di lakukan sebelumnya bahkan juga dalam kaitannya dengan pertimbangan tentang prospek di masa mendatang.. dapat di mengerti apabila orang merasa sulit untuk menentukan kapan proses itu berawal dan kapan pula berakhir........ Daftar pustaka .8. Masalah sosial merupakan kondisi yang tidak diinginkan karena mengandung unsur-unsur yang dianggap merugikan baik dari segi fisik maupun nonfisik bagi kehidupan bermasyarakat. masalah sosial sebagai kondisi yang tidak di harapkan akan mendorong tindakan untuk melakukan perubahan ke arah kondisi yang lebih sesuai harapan.. Lebih dari itu.PENGANTAR Sebagaimana sudah banyak di singgung sebelumnya.... apabila proses perubahan tersebut dimaksudkan sebagai penanganan masalah sosial. .…………………………....... 13 PENDAHULUAN MASALAH SOSIAL SEBAGAI INSPIRASI PERUBAHAN (KASUS KEMISKINAN) DAN UPAYA PEMECAHANNYA 1...... perubahan sosial merupakan proses yang berkesinambungan .………………………………………………... norma dan standar sosial tertentu. Masalah sosial merupakan kondisi yang perlu diubah dan diperbaiki..... masalah sosial sering juga mengandung unsur yang dianggap merupakan pelanggaran dan penyimpangan terhadap nilai........ dengan demikian penanganan masalah merupakan suatu usaha atau suatu proses untuk melakukan perubahaan ke arah perbaikan.. Memang.........Walaupun demikian...

oleh sebab itu maka wajar kalau kemiskinan menjadi inspirasi bagi tindakan perubahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. indicator kesejahteraan dan pengukuran ketimpangan. sebaliknya mereka yang berada diatas standar dikatakan tidak miskin. sehingga kemudian dapat dikatakan bahwa mereka yang taraf hidupnya dibawah standar yang dikatakan miskin. kondisi yang menunjukan adanya taraf hidup yang rendah merupakan sasaran utama usaha perbaikan dalam rangka perwujudan kondisi yang sejahtera kondisi kemiskinan di berbagai dimensi dan implikasinya. sebagai indikator yang dominan. masalah sosial sebagai inspirasi perubahan (kasus kemiskinan) Sebagaimana diketahui. garis kemiskinan. Kenyataan tersebut mengakibatkan pendekatan yang digunakan untuk mengukur tingkat kemiskinan juga bervariasi. intensitas dan komplikasi yang terjadi di samping itu tentu saja ada faktor-faktor yang melatarbelakangi masalah tersebut. (3). termasuk di dalamnya kebebasan dari penindasan. Sementara itu. Memperbaiki hal-hal yang berkaitan dengan penopang hidup warga masyarakat. Intensitas dan Kompleksitas Masalah Memahami masalah kemiskinan sering kali memang menuntut adanya upaya untuk melakukan pendefenisian dan pengukuran. Sehubungan dengan hal ini. Dalam konsep ekonomi misalnya. Misalnya contoh kasus. Hardiman dan Midgley (1982:33). Adanya kebebasan. Hal yang sama juga dijumpai dalam usaha untuk melakukan pengukuran tingkat kemiskinan. semestinya perlu dipahami paling tidak kondisi. Memperbaiki kondisi kehidupan yang memungkinkan terpenuhinya kebutuhan harga diri. 1973: 94 ) Adanya berbagai variasi pedekatan dalam pengukuran tersebut sekaligus juga menunjukan bahwa kemiskinan dapat dilihat secara absolut dan secara relative. dari katidakacuhan serta dari kesengsaraan dan kemelaratan (Goulet. kehidupan yang menjadi dambaan masyarakat adalah kondisi yang sejahtera. tidak cukup dilihat dari sudut pendapatan. perumahan dan kondisi sosial yang lain. Secara absolut maksudnya tingkat kemiskinan diukur denagn standar tertentu. Pandangan ini menghendaki agar indicator pembangunan lebih melihat perbaikan kehidupan yang dilihat dari aspek manusianya (improvement of human life). pendapatan dan distribusi pendapatan. akan tetapi perlu dilihat dari sudut pendidikan. pembangunan seharusnya diperuntukkan bagi semua pihak dan semua lapisan masyarakat. A. Aktivitas perubahan dan di dalam masyarakat yang mengalami masalah sosial tersebut perlu di pahami berbagai hal yang berkaitan dengan seluk beluk permasalahannya. Dengan cara seperti ini dapat dilakukan pengukuran yang lebih mudah dan . pihak-pihak lain justru lebih menampilkan aspek non ekonomi. Dengan demikian. serta paling tidak mengandung tujuan : (1).2. Konsep taraf hidup ( level of living ) misalnya. merupakan salah satu bentuk masalah sosial yang menggambarkan kondisi kesejahteraan yang rendah. Oleh sebab itu. kesehatan. wajar pula apabila kemudian dijumpai berbagai konsep dan cara pengukuran masalah kemiskinan ini. perlu disadari bahwa masalah kemiskinan telah distudi oleh berbagai ilmuwan sosial yang berasal dari latar belakan disiplin yang berbeda. mengemukakan tiga pendekatan yaitu. studi masalah kemiskinan akan segera terkait dengan konsep standar hidup. (2). Dengan demikian.

Sementara itu Kartodirdjo (1987:75) menempatkan dua jenis sindrom yaitu sindrom kemiskinan dan sindrom inertia sebagai masalah pokok yang harus dipecahkan dalam usaha pembangunan. tunatanah. Dalam hal ini. pendapatan hanya cukup bahkan tidak jarang kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan minimal. dan kondisi inilah yang membuat masyarakatsulit untuk keluar dari masalah kemiskinan. Tidak adanya tabungan mengakibatkan tidak adanya investasi sehingga produktivitas tetap rendah. serba patuh. Denagn demikian sulit diharapkan adanya kemampuan menabung. serta sampai seberapa jauh masalah tersebut membawa pengaruh pada berbagai segmen kehidupan masyarakat. kemiskinan tidak semata-mata diukur dengan menggunakan standar yang baku. tingginya morbiditas. juga dibandingkan dengan kenaikan tuntutan kebutuhan hidup yang berkembang sejalan dengan perkembangan kehidupan bermasyarakat. Sedangkan sindrom inertia berakar pada passivisme. produktivitas kerja rendah. Melalui konsep kemiskinan relative ini. sindrom kemiskinan berkaitan dengan berbagai dimensi yang saling memperkuat seperti produktivitas rendah. lingkaran kemiskinan dapat terbentuk dari rendahnya gizi dan nutrisi. kondisi kemiskinan dapat membentuk mata rantai: rendahnya nilai gizidan nutrisi dalam konsumsi pangan. Menurut Chamber (1987: 145) mengemukakan dimensi yang lebih luas berkaitan dengan masalah kemiskinan di daerah pedesaan. Pada umumnya orang berpendapat. agar dapat memahami masalah kemiskinan secara lebih mendalam. rendahnya produktivitas menyebabkan rendahnya pendapatan dan tetap bertahannya kondisi kemiskinan.sederhana. Berbagai bentuk lingkaran dan mata rantainya dapat direkonstruksi dari proses kemiskinan. melainkan juga dilihat dari seberapa jauh peningkatan taraf hidup lapisan terbawah dibandingkan dengan lapisan masyarakat yang lain. dikenal juga pengertian kemiskinan relative. pengangguran. dapat dikatakan bahwa karena kondisi kemiskinan.akan tetapi perlu pula melihat intensitas dan karakteristik masalahnya. Oleh sebab itu dia menamakannya sebagai perangkap kemiskinan dan sindrom kemiskinan seperti yang sudah diuraikan sebelumnya. Dalam masyarakat hal tersebut melalui berbagai media komunikasi. bahwa kondisi kemiskinan tersebut telah berpengaruh negatif terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat sehingga tidak jarang menciptakan suatu kondisi yang biasanya disebut lingkaran yang tak berujung pangkal. Lebih lanjut lagi. pola konsumsi dan gaya hidup serta perilaku lapisan masyarakat tertentu menjadi lebih transparan di lapisan masyarakat lainnya. dari sudut ekonomi misalnya. Oleh sebab itulah disamping adanya kemiskinan yang absolut. buta huruf. Berbagai dimensi tersebut juga saling berkaitan satu sama lain dalam posisi memperkokoh kondisi kemiskinan itu sendiri. termasuk penggunaannya sebagai suatu indikator untuk melihat keberhasilan suatu proses pembangunan dalam rangka upaya pengentasan kemiskinan. Paling tidak kondisi tersebut mengisyaratkan perlunya penanganan yang bersifat komprehensif. Dari sisi lain. maka tidak dapat berhenti sampai pendefenisian dan pengukuran kemiskinan. kemiskinan. Dari beberapa pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa masalah kemiskinan sering kali mengarah pada komplikasi yang membuat lebih sulit untuk melakukan penanganan yang tuntas. terarah kedalam. kurang gizi. Di daerah pedesaan. ketergantungan. derajat kesehatan rendah. fatalisme. Konsep ini bertambah relevan digunakan dalam masyarakat yang sudah semakin terbuka dan semakin berkembang. pendapatan rendah. .

Aspek ekonomis antara lain menyangkut terbatasnya pemilikan faktor produksi. perlu pula diingat bahwa reaksi kelompo miskin terhadap kondisi yang dihadapinya tidaklah selamanya menjurus pada apatisme dan berserah diri. perlakuan diskriminatif. lemahnya posisi dan melakukan bargaining untuk menuntut hak dan kurangnya keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan. Uang dianggap sebagai kunci mobilitas sosial dan kunci kehidupan yang lebih baik dan dianggap lebih bernilai. sehingga tidak di sukai kelompok miskin di pedesaan. sosiologis. dan ketidakberdayaan. Aspek psikologis berkaitan dengan perasaan rendah diri. bahwa lapisan miskin pada umumnya cenderung terisolasi dari lapisan masyarakat lain. Walapun demikian. Kerja merupakan sumber utama dari self respect guna memenuhi kebutuhan afiliasi dan aktualisasi diri (Scazoni. Dalam masyarakat kota yang lebih bersifat individualistik denagn hasrat berprestasi yang lebih tinggi. Dalam pandangan masyarakat lain mereka terkesan malas. Dalam bentuk yang cukup ekstrem cara kedua ini dapat menjurus pada gangguan mental dan sikap yang apatis. dan aggression) meripakan strategi yang mengandung resiko. Ketiga alternatif tersebut adalah accomodation. walaupun demikian. kecenderungan tadi sebetulnya juga berlaku untuk kondisi kemiskinan pada umumnya. 1986. 1967: 339). menurut pengamatannya strategi menyingkir dan bersuara(avoidance. Secara psikologis. sikap fatalisme dan merasa terisolasi. rentan terhadap kebutuhan mendesak karena tidak punya tabungan. Aspek sosiologis terutama rendahnya akses pelayanan sosial. 166). terbatasnya jaringan interaksi sosial dan terbatasnya penguasaan informasi. rendahnya tingkat upah. dimana faktor kerja dan memperoleh uang merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat. imoral. Aspek politisberkaitan dengan kecilnya akses terhadap berbagai fasilitas dan kesempatan. Diantar kelima faktor tadi. politis. Pendapat-pendapat tersebut dikemukakan memang lebih banyak pada realita kemiskinan di daerah pedesaan. Cara kedua berupa tindakan melarikan diri dari realita yang tidak disukai. kemiskinan ditunjuk sebagai faktor yang paling menentukan dibandingkan yang lainnya. Bentuk pertama yang dilakukan dengan mencoba memperbaiki keadaan dengan berkerja keras sepanjang memungkinkan dengan tetap menatuhi ketentuan yang berlaku. Apabila cara ini gagal. avoidance. posisi tawar yang lemah dalam menentukan harga. psikologis. dalam masyarakat semacam itubekerja tidak hanya untuk memperoleh uang akan tetapi lebih dari itu. menjadi miskin dan kehilangan pekerjaan akan mempunyai dampak sosiologis dan psikologis yang lebih berat. kemampuan yang lemah dalam mengantisipasi peluang ekonomi. Pada umumnya mereka lebih suka memilih menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang ada (accomodation ) .Faktor-faktor yang membentuk jaringan berupa perangkap kemiskinan tersebut adalah : kemiskinan. Sedangkan cara ketiga cenderung merupakan usaha untuk mengubah sistem dan kemapanan yang dianggap sebagai penyebab kondisi yang miskin. Eitzen (1986: 165) mengidentifikasi adanya berbagai konsekuensi psikologis dan sosiologis. dan aggression (Eitzen. kotor. Menurut Chamber (1987: 183) ketiga strategi bersikap itu juga berlaku bagi kelompok miskin di daerah pedasaan. kerentanan. Secara teoretik paling tidak dikenal tiga alternatif yang dapat dilakukan oleh kelompok miskin dalam menanggapi kehidupannya yang tidak menguntungkan. kelemahan fisk. isolasi. yang dilakukan adalah mengembangkan pola budaya untuk menyesuaikan diri dengan kondisi kemiskinan tersebut. Pemahaman dan penanganan masalah kemiskinan tidak bisa tidak perlu melibatkan banyak aspek terutama ekonomis. Walaupun demikian.

1982: 51). perkembangan industri dan teknologi yang kurang membuka kesempatan kerja. gagal dalam mewujudkan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan. Yang pertama menyatakan bahwa kemiskinan adalah kondisi yang disebabkan karena beberapa kekurangan dan kecacatan individual baik dalam bentuk kelemahan biologis. Disisi lain pendekatan yang kedua. kurangnya kemampuan intelektual. Menuru pendekatan pertama. 1979: 4 ). lebih melihat masyarakat termasuk sistemdan strukturnya sebagai penyebab masalah kemiskinan. Seorang menjadi miskin karena lingkungan masyarakat yang mempunyai karakteristik antara lain : distribusi penguasaan resources yang timpang. kemiskinan merupakan akibat dari sifat malas. psikologis maupun kultural yang menghalangi seseorang memperoleh kemajuan dalam kehidupannya. pertumbuhan ekonomi secara nasional tidak selalu identik dengan lenyapnya kemiskinan ( The Kian Wie. sedang masa . Dengan kata lain. masalah kemiskinan yang disebabkan oleh ketimpangan antara desa dengan kota merupakan implikasi strategi pembangunan kota. kemiskinan lebih dilihat dari cacat dan kelemahan individu. 1981: 105). kelemahan fisik. Latar Belakang Masalah Untuk memahami masalah kemiskinan lebih lanjut perlu diketahui dan di telusuri latar belakangnya. bahwa ketimpangan pada level internasional disebabkan oleh adanya eksploitasi negara penjajah terhadap daerah jajahannya pada masa kolonial. Salah satu penyebabnya adalah mekanisme tetesan ke bawah (trick down effect) yang semula diyakini oleh beberapa pihak sebagai salah satu strategi yang tepat untuk memerangi kemiskinan ternyata tidak selalu dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. akan tetapi juga oleh karna seluruh instrumen dan mekanisme kerjanya bisa lebih menguntungkan kepentingan penduduk kota (Nasikun. pada kenyataannya selalu kurang menguntungkan lapisan sosial ekonomi rendah. Kedua jawaban tersebut berbeda karena pendekatan yang digunakan berbeda. Dengan memahami latar belakangnya akan lebih mudah diidentifikasi sifat. proses kehidupan ekonomi sepenuhnya pada mekanisme pasar. Dixon (1990: 53) mengemukakan. Hal itu disebabkan karena pada tahap tersebut perhatian lebih difokuskan pada usaha mengejar pertumbuhan ekonomi yang pesat melalui peningkatan GNP. Jawaban kedua enunjukan faktor struktural sebagai penyebabnya. masalah ketimpangan distribusi pendapatan pada umumnyadi jumpai pada tahap-tahap awal proses pembangunan nasionalnya. Penyebab kemiskinan di jumpai adanya dua jawaban yang berbeda. Pandangan ini juga termasuk faktor individual lain yang berupa adopsi budaya kemiskinan dan rendahnya need for achievement sebagai faktor penyebab kemiskinan (Hardiman and Midgley. Dilihat dalam kaitannya dengan kebijakan pembangunan. institusi sosial yang melahirkan berbagai bentuk diskriminasi. keluasan dan kedalaman masalahnya.1991) Bagi negara-negara yang sedang berkembang. Pendapat tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan adanya realita yang cukup banyaknya penduduk yang tetap hidup dalam kondisi kemiskinan di tengah laju pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi secara nasional.B. Perwujudannya bukan dalam bentuk jumlah investasi pembangunan yang lebih banyak dicurahkan untuk pembangunan sektor-sektor perkotaan. Yang pertama mencari sumber masalah pada level individu ( individual/person blame approach) dan yang kedua mencari sumber masalah pada level sistem atau struktur (system blame approach). Bahwa ketimpangan distribusi pendapatan merupakan realita yang harus di toleransi sebgai harga yang perlu dibayar untuk mengerjar pertumbuhan ekonomi yangtinggi ( Arief. Disamping itu. kurangnya keterampilan dan rendahnya kemampuan untuk menanggapi persoalan disekitarnya.

Dalam masyarakat yang masalah sosialnya sudah mengalami ut struktur dan institusi sosialnya. Masyarakat dapat melakukan upaya perbaikkan. Dengan perbaikkan mekanisme dan sistem sosialnya akan menghasilkan output yang lebih sesuai harapan dan bukan lagi kondisi masalah sosial. maka sistem yang baik akan . C. Pada level nasional. Lebih enarik lagi karena dalam tulisannya tersebut juga disinggung kembali munculnya dalam wacana tentang nama sosiatri adalah ilmu penyembuhan masyarakat. orang tua dan jiwa. Apabila dalam kehidupan masyarakat ditemukan suatu kondisi dimana banyak nilai dan norma dilanggar sehingga keberaturan dan integrasi sosial terganggu. Selain itu. seperti pediarti. Dengan demikian sebagian anggota masyarakat tetap miskin walaupun sebenarnya total produksi yang di hasilkan oleh masyarakat tersebut bila dibagi rata dapat membebaskan semua anggota masyarakat dari kemiskinan. Salah satu bentuknya adalah rendahnya harga produksi pertanian dan kebijakan menekan harga bahan makanan agar tetap rendah sementara tidak demikian halnya untuk barang hasil industri. buakn dalam kondisi yang menggambarkan adanya lapisan masyarakat menjadi miskin di satu pihak. Proses pada level internasional ini kemudian menghasilkan pembagian negara-negara didunia menjadi negara kaya dan negara miskin. Dipihak lain. Pemahaman dan identifikasi tentang kondisi masalah sosial yang terjadi akan menjadi umpan balik yang merupakan referensi untuk menentukan dimensi dan komponen apa yang harus diperbaiki. Dalam hal ini sistem sosial dapat dianggap sebagai produk dari proses yang terjadi dalam sistem sosial yang melibatkan berbagai komponennya. Mengembangkan Sistem Sosial Yang Responsif Teuku Jacob (2003) tentang penyakit masyarakat. bahwa kemiskinan alamiah adalah kemiskinan yang timbul sebagai akibat sumber-sumber daya yang langka jumlahnya dan atau karena tingkat perkembangan teknologi yang sangat rendah.1980: 43) tentang kemiskinan alamiah dan kemiskinan buatan ( natural and artifical poverty ). pengobatan penyakit sosial. ketimpangan terjadi sebagai akibat proses pertukaran yang tidak seimbang antara sektor pedesaan dan perkotaan. penyembuhan dam penanganan masalah sosial secara mandiri melalui bekerjanya mekanisme dalam sistem sosialnya. Penanganan Masalah Berbasis Masyarakat: 1.pascakolonial berupa terjadinya proses pertukaran yang tidak seimbang antara negara maju dan negara sedang berkembang yang antara lain berupa investasi dunia maju di negara sedang berkembang yang kemudian diikitu mengalirnya repatriasi profit dalam jumlah yang besar. dalam hal ini kemiskinan terjadi karena adanya faktorfaktor alamiah yang menjadi penyebabnya. kemiskinanbuatan terjadi karena kelembagaan-kelembagaan yang ada mekemiskinanmbuat anggota atau kelompok masyarakat tidak menguasai sarana ekonomi dan fasilitas-fasilitas secara merata. sementara di pihak lapisan lain berada pada tingkat yang jauh lebih baik. geriarti dan psikiarti memulihkan berturut-turut penyakita anak. Sebetulnya cara penjelasan latar belakang kemiskinan melalui physical and eccological explanation dan political economy explanation tersebut dalam beberapa hal sejalan dengan klasifikasi yang dibuat Sinaga dan White (dalam Alfian dkk. kondisi tersebut juga disebabkan oleh kebijakan yang bias kota dimana investasi lebih banyak dicurahkan untuk sektor industri kota.

Sebagai organisasi yang berbasis pranata dalam masyarakat. .melihatnya sebagai kegagalan mekanisse sosialisasi nilai dan kontrol sosialnya.dengan demikian lebih di dorong oleh motivasi reigius. Organisasi Masyarakat Secara garis besar organisasi yang melakukan usaha kesejahteraan sosial yang berasal dari masyarakat ini dapat dibedakan menjadi tiga: institusi masyarakat lokal. b. Organisasi Swasta Sektor swasta sesuai sifatnya. Berbagai pola penanganan mereka peroleh melalui proses belajar sosial yang berlkangsung dalam dinamika interaksi dan relasi sosialnya. dengan mengaktualisasikan potensi dan energi sosial masyarakat. organisasi yang bergerak atas dasar motivasi filantropi dan lembaga swadaya masyarakat. sebetulnya ketiganya merupakan organisasi sosial yang melakukan fungsi pelayanan sosial dengan prinsip dari. ketiganya merupakan organisasi sosial nonpemerintahan karena tumbuh dari dalam dan atasa prakarsa masyarakat sendiri. maka ditemukan organisasi swasta yang melakukan kegiatan atau usaha pelayanan sosial dalam orientasi profit. Organisasi masyarakat yang bersofat lokal dapat tumbuh sebagai bentuk aktualisasi berbagai pranata sosial yang ada dan tidak jarang pula didasarkan pada pengalaman ajaran agama. perkumpulan kematian. 2. air irigasi yang dapat pula berupa jaminan sosial seperti lumbung paceklik.. Dengan demikina. ikatan kekerabatan. Pemanfaatan Institusi Sosial : a. pada umumnya adalah bidang usaha yang sangat memperhitungkan profit. Dijumpai juga institusi lokal yang menjalankan pelayanan sosial dalam hal pemenuhan kebutuhan air minum. oleh dan untuk masyarakat. Apabila dikaitkan dengan usaha kesejahteraan sosial. Dari pengamatan tersebut. institusi ini biasanya kuat eksistensinya termasuk pola kepemimpinannya dan dapat meningkat serta melibatkan mayoritas warga masyarakat dalam komunitas tertentu. Hal ini kemuadian akan diserap dan dijadikan uman balik untuk memperbaiki mekanisme yang ada secara melekat. Disamping itu juga merupakan organisasi sosial di luar sektor swsta atau dunia usaha. kehidupan dalam keseharian ternyata masyarakat telah banyak melakukan upaya penanganan sosial ini. Pada umumnya masyarakat mampu melakukan hal-hal seperti itu karena dalam masyarakat sendiri tersimpan modal fisik dan finansial dapat digunakan sebagai energi penggerak tindakan bersama termasuk dalam menangani masalah social . Pemanfaatan Modal Sosial Kewenangan masyarakat untuk melakukan upaya penanganan masalah sosial tidak akan efektif apabila masyarakat tidak mempunyai kapasitas guna melakukanny. 3. ikatan patron klien. pemeliharaan orang tua lewat keluarga termasuk keluarga ekstended. prinsip timbal balik dan solidaritas sosial. oleh karna pada dasarnya bersifat non-profit.

d. semangat filantropi telah semakin tumbuh. pertukaran informasi. masing-masing pihak dapat saling belajar untuk meningkatakan kualitas dan kuantitas kontribusinya bagi perwujudan kesejahteraan sosial. sehingga masing-masing pihak terdorong untuk melakukan suatu bentuk usaha pelayanan sosial yang sebelumnya tidak terpikirkan. sasarannya tidak difokuskan kepada lapisan masyarakat marginal. Forum semacam ini juga dapat sebagai media bagi stakehoders untuk menjalani proses belajar sosial. Keberadaan semacam forum komunikasi cukup relevan dalam rangka membangun komitmen bersama. www. Media tersebut ak masyarakatan memebrikan banyak inspirasi. pendidikan anak. akan tetapi agar semangat dan sikap tersebut teraktualisasi dalam bentuk tindakan . dibutuhkan stimulus. Iklim yang kondusif tersebut dapat terbangun melalui semakin besarnya orientasi masyarakat pada nilai kemanusiaan yang universal yang dapat diturunkan pada nilai filantropi. solidaritas sosial dan empati.com c. maupun jaminan kecelakaan atau musibah yang lain. Optimalisasi Kontribusi Dalam Pelayanan Sosial Untuk mendorong kontribusi yang lebih besar berbagai organisasi sosial bagi perwujudan kesejahteraan sosial dan untuk mendorong aktualisasi potensi yang masih laten. Bukan berarti tidak ada peluang bagi organisasi swasta untuk melakukan dan mem masyarakatberikan pelayannan sosial yang tidak semata-mata berorientasi profit kepada lapisan masyarakat bawah. Kerjasama dan Jaringan Dalam rangka optimalisasi kontribusi masing-masing dan mewujudka hubungan yang sinergis. bentuk perusahan asuransi baik yang memberikan jaminan hari tua.Sebagai contoh. maka strategi yang digunakan untuk pemecahannya akan lebih di tekankan pada usaha untuk mengubah aspek manusia sebagai individu atau warga masyarakat.google. Melalui berbagai dialog dan interaksi antarsesama. dibutuhkan adanya iklim yang kondusif dalam kehidupan masyarakat pada umumnya. dan melihat kemungkinan hubungan sinergs dan saling mengisi. Sudah tentu sebagai bentuk perusahaan yang mencari untung. Dengan demikian dibutuhkan suatu tindakan untuk mensosialisasi berbagai bentuk masalah sosial dan juga pihak lain terutama media masa dengan memanfaatkan sumber daya dan jaringan informasi yang dimiliki dapat berperan dalam hal ini. Upaya Penanganan Masalah Apabila kemiskinan dilihat sebagai akibat dari cacat dan kelemahan individual. Walaupun iklim dalam masyarakat telah kondusif. Dalam hal ini upaya pembangunan masyarakat akan . melainkan pada masyarakat umum. perlu dijajagi berbagai kemungkinan kerja sama antar organisasi pelayanan sosial yand ada. D. merupakan stimulus yang mudah mengandung simpati dan tindakan filantropi. Berbagai bentuk peristiwa spektakuler yang mengakibatkan penderitaan banyak orang seperti bencana alam.

improvement approach dimaksudkan sebagai usaha untuk memperbaiki secara berangsur-angsur cara kerja pertanian dengan jalan menggerakkan petani dari segi psikologis dan teknis guna meningkatkan produksi tanpa perubahan radikal dalam sistem sosial tradisional. Pendekatan ini tidak melakukan perubahanmendasar dalam sistem dan struktur sosial sehingga memungkinkan kesinambungan dan bertahannya institusi sosial dan sistem pemilikan tanah. . pemasukan modal dan pengenalan teknologi baru. Sedangkan kemiskinan buatan atau kemiskinan struktural diatasi melalui berbagai perubahan struktural. maka strategi penanganan kemiskinan lebih dititikberatkan pada perubahan sistem dan perubahan ini diharapkan akan dapat terwujud adanya distribusi penguasaan sumber daya yang lebih baik.lebih di titikberatkan pada peningkatan kualitas manusianya sehingga akan dapat berfungsi lebih efektif dalam upaya peningkatan taraf hidupnya. perubahan kelembagaan dan perubahan dalam berbagai bentuk hubungan sosial ekonomi. Di bidang pertanian pendekatan ini pernah diimplementasikan secara luas dalam bentuk revolusi hijau. Karena kesejangan tersebut. khususnya masyarakat pertanian. Dalam penerapannya untuk masyarakat desa. Demikian pula dalam hal perbedaan konsep kemiskinan alamiah dan kemiskinan buatan atau kemiskinan struktural. Hal ini disebabkan karena masyarakat sekadar berfungsi sebagai konsumen program. cara kerja dan teknologi baru serta menyediakan berbagai fasilitas dan pelayanan yang dibutuhkan. Kemiskinan adalah faktor utama banyaknya penderita gizi buruk. Long (1977: 144) mengetengahkan adanya dua pendekatan utama. Dalam gerak pelaksanaannya lebih menitikberatkan pada peningkatan motivasi petani. improvement approach dan transformation approach. apabila kemiskinan dianggap merupakan akibat dari kelemahan struktur dan sistem. Apalagi jika program-program tersebut dianggap kurang relevan dengan permasalaha dan kebutuhannya. dapat dimengerti apabila banyak program yang dirancang dari atas dan bersifat seragam tidak menyentuh permasalahan warga masyarakat pada tingkat paling bawah ( grass root ). yang di Indonesia salah satunya diwujudkan dalam program Bimas dan Inmas. permasalahan dan kebutuhan nyata dalam masyarakat. Kemiskinan membuat si miskin terpaksa melakukan tindakan criminal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu. penguasaan keterampilan. permmasalahan yang kemudian tampil adalah kesenjangan antara proramprogram pembangunan dengan kondisi. Lebih dari itu. Kemiskinan alamiah pada umumnya diatasi dengan berbagai bentuk pembangunan prasarana fisik. Oleh sebab itu. pendekatan pembangunan semacam itu juga dianggap kurang mengundang partisipasi masyarakat dalam pelaksanaanya. dengan demikian merasa tidak memiliki program tersebut karena tidak ikut terlibat dalam proses perencanaannya.Minimnya pendapatan memebuat mereka rela tinggal di pinggiran kali. Dalam kaitannya dengan pembangunan masyarakat desa. Hal yang sama juga berlaku bagi perbedaan pemahaman latar belakang kemiskinan melalui penjelasan fisk dan ekologi dab penjelasan dari segi ekonomi politik (physical and eccological explanation dan political economy explanation ).Kesenjangan social antara si kaya dengan si miskin. Dengan peningkatan kualitas ini akan memungkinkan peningkatan kemampuan dalam mengantisipasi berbagai peluang ekonomi yang muncul di samping peningkatan kemampuan dan produktivitas kerja.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->