P. 1
SISTEM KONTRAK YANG BERLAKU DI INDONESIA.docx

SISTEM KONTRAK YANG BERLAKU DI INDONESIA.docx

|Views: 38|Likes:
Published by Andre Kusuma Putra
as contact
as contact

More info:

Published by: Andre Kusuma Putra on Apr 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2013

pdf

text

original

ADMINISTRASI KONTRAK DAN ANGGARAN BORONGAN

SISTEM KONTRAK YANG BERLAKU DI INDONESIA
Definisi Kontrak Definisi kontrak adalah: • PMBOK : Dokumen yang mengikat pembeli dan penjual secara hukum. Kontrak merupakan persetujuan yang mengikat penjual dan penyedia jasa, barang, maupun suatu hasil, dan mengikat pembeli untuk menyediakan uang atau pertimbangan lain yang berharga. • FIDIC Edisi 2006 : Kontrak berarti Perjanjian Kontrak ( Contract Agreement), Surat Penunjukan (Letter of Acceptance), Surat Penawaran (Letter of Tender), Persyaratan (Conditions), Spesifikasi (Spesifications), Gambar-gambar (Drawings), Jadual/Daftar (Schedules), dan dokumen lain (bila ada) yang tercantum dalam perjanjian kontrak atau dalam Surat Penunjukan. • UU Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentang jasa konstruksi dijelaskan bahwa kontrak kerja konstruksi merupakan keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi. • Kontrak kerja konstruksi adalah juga kontrak bisinis yang merupakan suatu perjanjian dalam bentuk tertulis dimana substansi yang disetujui oleh para pihak yang terikat di dalamnya terdapat tindakan-tindakan yang bermuatan bisnis. Sedangkan yang dimaksud bisnis adalah tindakan yang mempunyai aspek komersial. Dengan demikian kontrak kerja konstruksi yang juga merupakan kontrak bisnis adalah perjanjian tertulis antara dua atau lebih pihak yang mempunyai nilai komersial (Hikmahanto Juwana, 2001). Dokumen kontrak yang perlu mendapat perhatian antara lain adalah dokumen Syarat-syarat Perjanjian (Condition of Contract) karena dalam dokumen inilah dituangkan semua ketentuan yang merupakan aturan main yang disepakati oleh kedua belah pihak yang membuat perjanjian. Syarat, Aspek, dan Asas Kontrak Dalam kontrak kerja konstruksi pada umumnya merupakan kontrak bersyarat yang meliputi: 1. Syarat validitas, merupakan syarat berlakunya satu perikatan 2. Syarat waktu, merupakan syarat yang membatasi berlakunya kontrak tersebut. Hal ini berkaitan dengan sifat proyek yang memiliki batasan waktu dalam pengerjaannya. 3. Syarat Kelengkapan, merupakan syarat yang harus dilengkapi oleh satu atau kedua pihak sebagai prasyarat berlakunya perikatan bersyarat tersebut. Kelengkapan yang dimaksud dalam kontrak kerja konstruksi, diantaranya kelengkapan desain, kelengkapan gambaran dan kelengkapan jaminan. Aspek-aspek kontrak adalah teknik, keuangan dan perpajakan, serta aspek hukum. Aspek teknik antara lain terdiri atas: a. Syarat-syarat umum kontrak (General Condition of Contract) b. Lampiran-lampiran (Appendix) REVIE O F WANATALANGIE 090 211 047

Pajak Penghasilan (PPh) Aspek Perasuransian. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 Pasal 2 yang menjelaskan asas-asas kontrak yang digunakan sebagai landasan dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. 2 Seimbang. Keharusan penggunaan Tenaga kerja lokal. Kebebasan para pihak menentukan bentuk kontrak 4. Sisi administrasi antara lain keterangan mengenai para pihak. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) b. ketertiban. yaitu hak dan kewajiban pengguna jasa dan penyedia jasa harus setara REVIE O F WANATALANGIE 090 211 047 . Jaminan (Guarantee / Bonds) Aspek yang terkait dengan Perpajakan adalah: a. dan kesusilaan. Spesifikasi Teknis (Technical Spesification) e. yaitu : 1 Adil. Kebebasan para pihak menutup atau tidak menutup kontrak 2. yaitu melindungi kepentingan masing-masing pihak secara wajar dan tidak melindungi salah satu pihak secara berlebihan sehingga merugikan pihak lain. yaitu pembagian risiko antara pengguna jasa dan penyedia jasa harus seimbang. Nilai kontrak (Contract Amount) / Harga Borongan b. d. Meliputi lima macam kebebasan. Kebebasan para pihak menentukan isi kontrak 5. Gambar-gambar Kontrak (Contract Drawing) Aspek Keuangan / Perbankan terdiri atas: a. Menurut KUH Perdata. lokasi perolehan material dan dampak lingkungan. CAR dan TPL b. Syarat-syarat Khusus Kontrak (Special Condition of contract / Conditions of Contract – Particular) d. Pasal tersebut menyatakan bahwa semua kontrak yang dibuat secara sah akan mengikat sebagai undangundang bagi para pihak di dalam kontrak tersebut. 3 Setara. Asas konsensualitas yang tersirat dalam Pasal 1320 KUH Perdata berarti sebuah kontrak sudah terjadi dan karenanya mengikat para pihak di dalam kontrak sejak terjadi kata sepakat tentang unsur pokok dari kontrak tersebut.ADMINISTRASI KONTRAK DAN ANGGARAN BORONGAN c. laporan keuangan. tiga asas hukum kontrak yang berlaku di Indonesia yaitu asas kebebasan berkontrak. asas mengikat sebagai undang-undang dan asas berkonsensualitas. ASKES c. Kebebasan menentukan dengan siapa para pihak akan menutup kontrak 3. Asas kebebasan berkontrak merupakan kebebasan membuat kontrak sejauh tidak bertentangan hukum. Kebebasan para pihak menentukan cara penutupan kontrak Asas mengikat sebagai undang-undang secara tersurat tercantum di dalam pasal 1338 KUH Perdata. yaitu: 1. Sosial Ekonomi dan Administrasi antara lain: a. surat-menyurat dan hubungan kerja antara pihak. Cara Pembayaran (Method of Payment) c.

Artinya kontrak tidak boleh melanggar prinsip-prinsip kontrak yang terdapat dalam peraturan atau perundang-undangan di negara dimana proyek konstruksi dilaksanakan.E). Ilustrasi keberadaan kontrak secara hukum ditunjukkan dalam gambar berikut: Kontrak konstruksi di negri ini. Bentuk dan Jenis Kontrak Banyaknya jenis dan standar kontrak yang berkembang dalam industri konstruksi memberikan beberapa alternatif pada pihak pemilik untuk memilih jenis dan standar kontrak yang akan digunakan. General Condition of Goverment Contract for Building and Civil Engineering Works (GC/Works). ini akan jadi bumerang bagi pihak swasta tersebut. Ada empat aspek atau sisi pandang bentuk kontrak konstruksi. dan lain-lain. Aspek Perhitungan Jasa a. Aspek Perhitungan Biaya a. Bentuk Kontrak Konvensional REVIE O F WANATALANGIE 090 211 047 .ADMINISTRASI KONTRAK DAN ANGGARAN BORONGAN Kontrak konstruksi. bagaimanapun bentuk dan jenisnya haruslah mentaati peraturan yang ada. Unit Price 2. Biaya Ditambah Jasa (Cost Plus Fee) c. Joint Contract Tribunal (JCT). Cara Pembayaran atas Prestasi (Stage Payment) c. Cara Pembayaran Bulanan (Monthly Payment) b. Aspek Cara Pembayaran a. Biaya Ditambah Jasa Pasti (Cost Plus Fixed Fee) 3. Pra Pendanaan Penuh dari Penyedia Jasa (Contractor’s Full Prefinanced) 4. Padahal. Terutama untuk proyek swasta. Fixed Lump Sum Price b. Institution of Civil Engineers (I. Pihak swasta ingin memindahkan segala risiko ke pihak kontraktor. Biaya Tanpa Jasa (Cost Without Fee) b. Beberapa jenis dan standar kontrak yang berkembang diantaranya adalah Federation Internationale des Ingenieurs Counseils (FIDIC). Aspek Pembagian Tugas a. pada umumnya belum sesuai dengan peraturan yang ada. yaitu: 1. Bentuk kontrak konstruksi bermacam-macam dipandang dari aspek-aspek tertentu.C.

waktu. waktu penyelesaian yang diperlukan. Spesification (Spesifikasi) Keterangan tertulis yang memberikan informasi detil mengenai material. Contract Plan (Perencanaan Kontrak) Berupa gambar yang memperlihatkan lokasi. hal ini dikarenakan komoditas yang dihasilkan bukan merupakan produk standar. d. Uraian para pihak b. Dalam kenyataannya. peralatan dan cara pengerjaan yang tidak tercantum dalam gambar. f. namun berupa struktur yang memiliki sifat yang unik dengan batasan mutu. Lingkup Pekerjaan d. 3. Surat Pernyataan Penyedia Jasa Isi Perjanjian/Kontrak harus memuat antara lain: a. ketentuan mengenai pembayaran. Jangka Waktu Pelaksanaan REVIE O F WANATALANGIE 090 211 047 . c. dimensi dan detil pekerjaan yang harus dilaksanakan. Condition of the Contract (Syarat-syarat Kontrak) Terdiri dari general conditions (syarat-syarat umum kontrak) yang berisi ketentuan yang diberikan oleh pemilik kepada kontraktor sebelum tender dimulai dan special condition (syarat-syarat khusus kontrak) yang berisi ketentuan tambahan dalam kontrak yang sesuai dengan proyek. Bentuk Kontrak yang Dipakai f. Surat Perjanjian b. kontrak konstruksi terdiri dari beberapa dokumen yang berbeda dalam tiap proyek.ADMINISTRASI KONTRAK DAN ANGGARAN BORONGAN b. nilai kontrak. 2. dan daftar dokumen lain yang menyusun kelengkapan kontrak. Konsiderasi c. Penawaran d. Procurement dan Construction (EPC) Bentuk Kontrak BOT/BLT Bentuk Swakelola (Force Account) Isi Kontrak Secara substansial.. Turn-key) Bentuk Kontrak Engineering. Agreement (Surat Perjanjian) Menguraikan pekerjaan yang akan dikerjakan. Berita Acara e. Bentuk Kontrak Spesialis Bentuk Kontrak Rancang Bangun (Design Construction/Built. Dokumen Tender c. Surat Pernyataan Pengguna Jasa f. dan biaya. 4. kontrak konstruksi memiliki bentuk yang berbeda dari bentuk kontrak komersial lainnya. e. yaitu: a. Dokumen kontrak adalah kumpulan dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan kontrak yang sekurang-kurangnya berisi ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 29/2000 Pasal 22. Nilai Kontrak e. Namun secara umum kontrak konstruksi terdiri dari: 1.

Apabila tidak ditentukan lain. Pekerjaan tambah atau kurang. berisi ketentuan tentang tahapan pembayaran.ADMINISTRASI KONTRAK DAN ANGGARAN BORONGAN g. Dasar pelaksanaan pekerjaan tambah/kurang (misal persetujuan yang diperlukan). d. Rincian Nilai Kontrak Pasal-pasal Penting Kontrak Berdasarkan pengalaman. Gambar Rencana Detail 11. Jangka waktu pembayaran. Lingkup pekerjaan : berisi tentang uraian pekerjaan yang termasuk dalam kontrak. Spesifikasi/Syarat Teknis 10. menjelaskan nilai yang harus dibayarkan oleh pemilik proyek kepada kontraktor untuk melaksanakan seluruh lingkup pekerjaan. Cara pembayaran. berisi Definisi pekerjaan tambah/kurang. Berta Acara Klarifikasi 7. terdapat pasal-pasal kontrak yang sering menimbulkan kesalahpahaman (dispute) antara Pemilik proyek dan Kontraktor. sifat kontrak lumpsum fixed price atau unit price. dampak pekerjaan tambah/kurang terhadap harga borongan. Surat Perintah Kerja (Notice to Proceed). Dampak pekerjaan tambah/kurang terhadap waktu pelaksanaan. Syarat-syarat Administrasi 9. sesuai dengan prinsip tersebut diatas. Instruksi tertulis dari Konsultan MK (jika ada) 2. Pasal-pasal penting dalam kontrak adalah sebagai berikut: a. Surat Penunjukan (Letter of Acceptance) 5. Cara pembayaran pekerjaan tambah/kurang. Harga borongan. Hak memperoleh perpanjangan waktu. cara pengukuran prestasi. REVIE O F WANATALANGIE 090 211 047 . c. Ganti rugi keterlambatan. Jangka waktu pelaksanaan. Konsekuensi apabila terjadi keterlambatan pembayaran (misalnya denda). Berita Acara Negosiasai 6. Berita Acara Aanwijzing 8. b. e. Pentahapan (milestone) bila ada. menjelaskan tentang total durasi pelaksanaan. Jumlah pembayaran yang ditahan pada setiap tahap (retensi). biaya-biaya yang termasuk dalam harga borongan. Surat Perjanjian pemborongan (Article of Agreement) dan syaratsyarat Perjanjian (Condition of Contract) 4. Pasal-pasal ini perlu mendapat perhatian pada saat penyusunan kontrak sebelum ditandatangani. Prioritas Dokumen Prinsip dari urutan kekuatan (prioritas untuk diikuti/dilaksanakan) adalah dokumen yang terbit lebih akhir adalah yang lebih kuat/mengikat untuk dilaksanakan. maka urutan/prioritas pelaksanaan pekerjaan di Proyek adalah berdasarkan: 1. Gambar Rencana 12. Addendum Kontrak (jika ada) 3.

Hak untuk mengakhiri perjanjian. Sasaran-sasaran yang dituju berbagai pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi dapat diidentifikasi sebagai berikut :  PEMILIK  Biaya proyek yang cukup murah  Keuntungan yang didapat cukup besar  Singkat dalam waktu pelaksanaan proyek  Tidak ada kesulitan selama pelaksanaan  KONSULTAN  Imbalan yang tinggi terhadap jasa yang diberikan  Jadwal pelaksanaan pekerjaan yang cukup longgar  Informasi tentang proyek tersedia cukup lengkap  Keputusan yang cepat dari pemilik proyek berkenaan dengan pekerjaan yang ditanganinya  Cara pembayaran yang cepat dan tepat waktu  KONTRAKTOR REVIE O F WANATALANGIE 090 211 047 . sehingga tujuan proyek dapat tercapai dengan baik dan semua pihak secara optimal mendapatkan hal-hal yang menjadi sasaran mereka untuk terlibat dalam proyek. berisi ketentuan tentang hal-hal yang dapat mengakibatkan pengakhiran perjanjian.ADMINISTRASI KONTRAK DAN ANGGARAN BORONGAN f. Konsekuensi dari pengakhiran perjanjian. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM PROYEK KONSTRUKSI Manajemen proyek mempunyai kewajiban untuk mengkoordinir semua pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi. Pengakhiran perjanjian.

ADMINISTRASI KONTRAK DAN ANGGARAN BORONGAN  Keuntungan yang didapat cukup besar  Tidak ada keterlambatan gambar dari konsultan perencana  Kemungkinan terjadinya perubahan desain sangat kecil  Kedatangan bahan dan peralatan yang tepat waktu  Tidak ada keluhan dari masyarakat sekitar lokasi pembangunan  Bebas memilih metoda pelaksanaan yang akan diterapkan  Ijin-ijin pelaksanaan pembangunan terbit dengan cepat  Penyediaan pelayanan yang cepat dan tepat waktu  Proses pembayaran yang cepat dan tepat waktu  PEMASOK (SUPPLIER)  Persyaratan tentang mutu bahan yang jelas  Cukup waktu untuk melakukan pengiriman bahan yang telah dipesan  Keuntungan yang didapat cukup besar  Meminimalkan pemakaian bahan atau alat yang tidak lazim  Toleransi kebutuhan mutu yang cukup layak  TENAGA KERJA  Gambar kerja diselesaikan tepat pada waktunya  Kemungkinan terjadi perubahan desain sangat kecil  Kedatangan bahan dan peralatan yang tepat waktu  Tidak ada keluhan dari masyarakat sekitar lokasi pembangunan  Instruksi yang jelas tentang metoda pelaksanaan yang akan diterapkan  Pelayanan yang tepat waktu  MASYARAKAT REVIE O F WANATALANGIE 090 211 047 .

masyarakat sekitarnya menjadi lebih baik  Hasil dari proyek tersebut dapat ikut dinikmati oleh masyarakat dengan harga yang layak dan mutu yang baik  INSTITUSI KEUANGAN  Memberikan pinjaman yang aman  Penggunaan uang pinjaman sesuai dengan jadwal pelaksanaan proyek  Memberikan cukup keuntungan untuk menutup pelayanan pinjaman  LEMBAGA PELAYANAN  Sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran.ADMINISTRASI KONTRAK DAN ANGGARAN BORONGAN  Tidak ada gangguan dan kecelakaan dalam masa pelaksanaan konstruksi  Tidak ada dampak lingkungan yang negatif selama dan sesudah pelaksanaan konstruksi  Dengan adanya proyek kesejahteraan sosial. maka jadwal waktu penyelesaian proyek harus tepat dengan permintaan konsumen  Gangguan yang terjadi selama proyek berlangsung sangat kecil  BADAN PEMERINTAH  Pemanfaatan hasil pembangunan sesuai dengan tujuan awal proyek konstruksi tersebut dilaksanakan  Pelaksanaan pembangunan sesuai dengan kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku secara keseluruhan  LEMBAGA-LEMBAGA INTERNAL  Jadwal waktu pelaksanaan yang cukup longgar REVIE O F WANATALANGIE 090 211 047 .

ADMINISTRASI KONTRAK DAN ANGGARAN BORONGAN  Waktu yang cukup untuk mengumpulkan informasi-informasi tentang proyek  Pelaksanaan proyek tidak mengubah prosedur operasinya REVIE O F WANATALANGIE 090 211 047 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->