BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG MASALAH Ibadah korban merupakan suatu ibadah yang sangat digalakkan didalam islam,khususnya bagi mereka yang berkemampuan dari segi kewangan.Ibadah korban telah disyariatkan oleh Allah SWT pada tahun kedua Hijrah. Firman Allah SWT: “Sesungguhnya kami (ALLAH) telah memberi engkau (wahai Muhammad) kebaikan yang banyak. Maha sembahyanglah engkau karena Tuhanmu dan sembelihlah (korbanmu)”. (QS.Al-kautsar 1-2). Aqiqah merupakan salah satu ajaran islam yang di contohkan rasulullah SAW. Aqiqah mengandung hikmah dan manfaat positif yang bisa kita petik di dalamnya. Di laksanakan pada hari ke tujuh dalam kelahiran seorang bayi. Dan Aqiqah hukumnya sunnah muakad (mendekati wajib), bahkan sebagian ulama menyatakan wajib. Setiap orang tua mendambahkan anak yang shaleh, berbakti dan mengalirkan kebahagiaan kepada kedua orangnya. Aqiqah adalah salah satu acara penting untuk menanamkan nilai-nilai ruhaniah kepada anak yang masih suci. Dengan aqiqah di harapkan sang bayi memperoleh kekuatan, kesehatan lahir dan batin. Di tumbuhkan dan di kembangkan lahir dan batinnya dengan nilainilai ilahiyah. Aqiqah juga salah satu upaya kita untuk menebus anak kita yang tergadai. Aqiqah juga merupakan realisasi rasa syukur kita atas anugerah, sekaligus amanah yang di berikan allah SWT terhadap kita. Aqiqah juga sebagai upaya kita menghidupkan sunnah rasul SAW, yang merupakan perbuatan yang terpuji, mengingat saat ini sunnah tersebut mulai jarang di laksanakan oleh kaum muslimin. B. PEMBAHASAN MASALAH Rasulullah SAW bersabda: “ Barang siapa menghidupkan sunnahku disaat kerusakan pada umatku, maka baginya pahala orang yang mati syahid. “ (al hadst) Aqiqoh untuk anak laki-laki dan anak perempuan yang paling baik (afdhal) untuk anak laki-laki itu di sembelihkan dua ekor kambing atau domba yang sama dan mirip dan umurnya juga bersamaan, sedangkan untuk anak perempuan di sunahkan satu ekor. Hal ini berdsarkan hadist yang diriwayatkan oleh Ummu Kurz al_ka’biyah, aku pernah mendengar rasulullah saw bersabda,”untuk anak laki-laki dua

Para tetangga.”(HR Abu Daud dan Ibnu Hibban). Hal ini akan menambah kebaikkan serta rasa syukur terhadap nikmat tersebut. apabila kemampuan orangtua hanya satu ekor kambing saja. Hal ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan ibnu abbas dan anas bin malik ra seperti dibawah ini : “sesungguhnya rasulullah saw pernah beraqiqah untuh hasan satu kambing dan untuk husein satu kambing. agar orang-orang miskin dan para tetangga yang menerimanya tidak merasa repot lagi memasaknya. hal itu juga diperbolehakan dan ia sudah mendapatkan sunah yang dilakukan oleh rasulullah saw. “Rasulullah shallahu’alaihi wasallam mengaqiqahkan hasan dan Husain pada hari ke tujuh. memberikan kedua-duanya nama dan baginda menyuru supaya menghilangkan dari pada keduanya kesakitan kepala ( mencukur rambut kepala ).” Akan tetapi. TUJUAN Tujuan penulisan makalah ini adalah Guna untuk memenuhi tugas mata kuliah “pendidikan agama” . C. “ ( hadist riwayat al-hakim ) Setelah penyembelihan di laksanakan.kambimg yang mirip dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. di saran kan untuk mengelolah aqiqah itu terlebilh dahulu sebelum di berikan. anak-anak serta orang-orang miskin dapat menikmati hidangan itu dengan gembira.

itu juga diperbolehkan. orang tua dalam keadaan faqir (tidak mampu). Hukum akikah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunah muakkadah. Al Bukhari dan Ashhabus Sunan) Perkataannya "Shallallaahu alaihi wa Sallam". Perkataan menjadi sunah.Pengertian Aqiqoh Akikah (bahasa Arab: ‫عقيقققة‬.” (HR: Ahmad. pen).” adalah perintah. Apabila mencukupkan diri dengan seekor kambing bagi anak laki-laki. yang artinya: “ingin menyembelihkan. Aqiqah bagi anak laki-laki dengan dua ekor kambing.” merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib . Apabila ketika waktu dianjurkannya aqiqah (misalnya tujuh hari kelahiran. dan ini adalah pendapat Jumhur Ulama.” (HR: Ahmad. At Taghobun: 16) beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. maka ia tidak diperintahkan untuk aqiqah. maka silakan lakukan. “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian” (QS. berdasarkan anjuran Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam dan praktik langsung beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih. Karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). yang artinya: “maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan). B. sedangkan bagi wanita dengan seekor kambing. pen). transliterasi: Aqiqah) yang berarti memutus dan melubangi. maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya). “Bersama anak laki-laki ada akikah. dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa si bayi ketika lahir.BAB II LANDASAN TEORI A. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan. dinamakan demikian karena lehernya dipotong. Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad yang hasan). namun bukan bersifat wajib. Anjuran aqiqah ini menjadi kewajiban ayah (yang menanggung nafkah anak. karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu: “Barangsiapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya.. HUKUM AQIQOH Hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkad..

bukan ibu dan bukan pula anaknya. d) Anak lelaki disunatkan aqiqah dengan dua ekor kambing dan seekor untuk anak perempuan kerana mengikut sunnah Rasulullah. D. telah mengajarkan kepada umatnya cara menangkal serangan yang sangat membahayakan itu sebagaimana yang disampaikan Beliau saw. Hikmah Aqiqoh Sejak seorang suami memancarkan sperma kepada istrinya. melalui sabdanya berikut ini : ‫م‬ ِ ‫س ا‬ ْ‫بسا م‬ ِ ‫ل ا‬ َ ‫قسا‬ َ ‫ه‬ ُ ‫ل ق‬ َ ‫ه‬ ْ‫أ م‬ َ ‫ي‬ َ ‫ت‬ ِ ‫أ ا‬ ْ‫ي م‬ َ ‫ن‬ ْ‫أ م‬ َ ‫د‬ َ ‫ردا‬ َ ‫أ‬ َ ‫ذدا‬ َ ‫إ‬ ِ ‫م ا‬ ْ‫ه م‬ ُ ‫د ق‬ َ ‫ح‬ َ ‫أ‬ َ ‫ن‬ َّ ‫أ‬ َ ‫و‬ ْ‫ل م‬ َ ‫م‬ َ ‫ل‬ َّ ‫س‬ َ َ ‫هو‬ ِ ‫ي ا‬ ْ‫ل م‬ َ ‫ع‬ َ ‫لل‬ ُ ‫لا ى دا ق‬ َّ َّ ‫ص‬ َ ‫لل‬ ِ ‫ل دا ا‬ َّ ُ ‫سو ق‬ ُ ‫ر ق‬ َ ‫ل‬ َ ‫قسا‬ َ : ‫ل‬ َ ‫قسا‬ َ ‫مسا‬ َ ‫ه‬ ُ ‫ن ق‬ ْ‫ع م‬ َ ‫لل‬ ُ ‫ي دا ق‬ َّ َ ‫ض‬ ِ ‫ر ا‬ َ ‫س‬ ٍ ‫بسا‬ َّ ‫ع‬ َ ‫ن‬ ِ ‫ب ا‬ ْ‫ث دا م‬ ُ ‫دي ق‬ ِ ‫ح ا‬ َ ‫ددا‬ ً‫ب ا‬ َ ‫أ‬ َ ‫ن‬ ٌ ‫طسا‬ َ ‫ي‬ ْ‫ش م‬ َ ‫ه‬ ُ ‫ر ق‬ َّ ‫ض‬ ُ ‫ي ق‬ َ ‫م‬ ْ‫ل م‬ َ ‫ك‬ َ ‫ل‬ ِ ‫ذ ا‬ َ ‫في‬ ِ ‫د ا‬ ٌ ‫ل‬ َ ‫و‬ َ ‫مسا‬ َ ‫ه‬ ُ ‫ن ق‬ َ ‫ي‬ ْ‫ب م‬ َ ‫ر‬ ْ‫د م‬ َّ ‫ق‬ َ ‫ي‬ ُ ‫ن ق‬ ْ‫إ م‬ ِ ‫ه ا‬ ُ ‫ن ق‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ف ا‬ َ ‫نسا‬ َ ‫ت‬ َ ‫ق‬ ْ‫ز م‬ َ ‫ر‬ َ ‫مسا‬ َ ‫ن‬ َ ‫طسا‬ َ ‫ي‬ ْ‫ش م‬ َّ ‫ب دال‬ ِ ‫ن ا‬ ِّ‫ج ب‬ َ ‫و‬ َ ‫ن‬ َ ‫طسا‬ َ ‫ي‬ ْ‫ش م‬ َّ ‫نسا دال‬ َ ‫ب‬ ْ‫ن م‬ ِّ‫ج ب‬ َ ‫م‬ َّ ‫ه‬ ُ ‫ل ق‬ َّ ‫لل دال‬ ِ ‫* دا ا‬ َّ .AL-HAKIM). orang tua dalam keadaan berkecukupan. ahli keluarga. Berbeza dengan daging korban. supaya kelak di saat anak manusia tersebut menjadi dewasa dan kuat. sunat diagihkan daging yang belum dimasak." (HR.Namun apabila ketika waktu dianjurkannya aqiqah. jiran tetangga dan saudara mara. maka aqiqah masih tetap jadi kewajiban ayah. Hal tersebut dilakukan oleh jin dalam rangka membangun pondasi di dalam janin yang masih sangat lemah itu. Syarat-syarat Aqiqah a) Dari sudut umur binatang Aqiqah & korban sama sahaja. lalu sperma itu berlombalomba mendatangi panggilan indung telur melalui signyal kimiawi yang dipancarkan darinya. Dipotong anggota-anggota (binatang) dan jangan dipecah-pecah tulangnya. b) Sembelihan aqiqah dipotong mengikut sendinya dengan tidak memecahkan tulang sesuai dengan tujuan aqiqah itu sebagai “Fida”(mempertalikan ikatan diri anak dengan Allah swt). C. ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha katanya: Maksudnya: "Afdhal bagi anak lelaki dua ekor kambing yang sama keadaannya dan bagi anak perempuan seekor kambing. Maka sejak itu pula Rasulullah saw. c) Sunat dimasak dan diagih atau dijamu fakir dan miskin. setan jin tetap dapat menguasai target sasarannya itu. sejak itu tanpa banyak disadari oleh manusia. sesungguhnya setan jin sudah mengadakan penyerangan kepada calon anak mereka.

Oleh karena ibadah berarti menolong di jalan Allah. Allah Ta’ala telah menyatakan pula dengan firman-Nya: 15/42: ‫ن – دالحجر‬ َ ‫وي‬ ِ ‫غسا ا‬ َ ‫ل‬ ْ‫ن دا م‬ َ ‫م‬ ِ ‫ك ا‬ َ ‫ع‬ َ ‫ب‬ َ ‫ت‬ َّ ‫ن دا‬ ِ ‫م ا‬ َ ‫ل‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ن ا‬ ٌ ‫طسا‬ َ ‫ل‬ ْ‫س م‬ ُ ‫م ق‬ ْ‫ه م‬ ِ ‫ي ا‬ ْ‫ل م‬ َ ‫ع‬ َ ‫ك‬ َ ‫ل‬ َ ‫س‬ َ ‫ي‬ ْ‫ل م‬ َ ‫د ي‬ ِ ‫بسا ا‬ َ ‫ع‬ ِ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ا‬ . Dengan sebab pertolongan Ilahiyah tersebut. Hal itu harus dilakukan. Ketika perbuatan yang sering menjadikan manusia lupa diri itu menjadi amal ibadah. maka Allah Ta’ala akan selalu memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang beriman itu. Disaat manusia sedang menjalani bagian kehidupan yang paling nikmat. disamping mereka mendapatkan pahala yang besar. sejak saat itu juga calon anak manusia itu akan mendapatkan perlindungan dari-Nya. Allah Ta’ala menyatakan hal tersebut dengan firman-Nya: 47/7:‫ محمد‬. QS:47/7.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r. jika kamu menolong (agama) Allah.w pernah bersabda: apabila seseorang diantara kamu ingin bersetubuh dengan isterinya hendaklah dia membaca: ‫نسا‬ َ ‫ت‬ َ ‫ق‬ ْ‫ز م‬ َ ‫ر‬ َ ‫مسا‬ َ ‫ن‬ َ ‫طسا‬ َ ‫ي‬ ْ‫ش م‬ َّ ‫ب دال‬ ِ ‫ن ا‬ ِّ‫ج ب‬ َ ‫و‬ َ ‫ن‬ َ ‫طسا‬ َ ‫ي‬ ْ‫ش م‬ َّ ‫نسا دال‬ َ ‫ب‬ ْ‫ن م‬ ِّ‫ج ب‬ َ ‫م‬ َّ ‫ه‬ ُ ‫ل ق‬ َّ ‫لل دال‬ ِ ‫م دا ا‬ َّ ِ ‫س ا‬ ْ‫ب م‬ ِ ‫ا‬ Yang artinya: Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kebahagiaan hidup itu harus dimulai dengan berdzikir menyebut asma-Nya dan membaca do’a.‫م‬ ْ‫ك م‬ ُ ‫م ق‬ َ ‫ددا‬ َ ‫ق‬ ْ‫أ م‬ َ ‫ت‬ ْ‫ب م‬ ِّ‫ث ب‬ َ ‫ي‬ ُ ‫و ق‬ َ ‫م‬ ْ‫ك م‬ ُ ‫ر ق‬ ْ‫ص م‬ ُ ‫ن ق‬ ْ‫ي م‬ َ ‫لل‬ َ ‫رودا دا‬ َّ ُ ‫ص ق‬ ُ ‫ن ق‬ ْ‫ت م‬ َ ‫ن‬ ْ‫إ م‬ ِ ‫نودا ا‬ ُ ‫م ق‬ َ ‫ءدا‬ َ ‫ن‬ َ ‫ذي‬ ِ ‫ل ا‬ َّ ‫هسا دا‬ َ ‫ي‬ ُّ‫أ ه‬ َ ‫يسا‬ َ Hai orang-orang yang beriman. niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Mereka tidak boleh lupa kepada Allah Ta’ala. supaya kebutuhan biologis manusiawi tersebut dinilai sebagai amal ibadah. Sekiranya hubungan aantara suami istri itu ditakdirkan mendapat seorang anak. Anak itu tidak akan diganggu oleh setan untuk selamanya • • • • Riwayat Bukhari di dalam Kitab Nikah hadits nomor 4767 Riwayat Muslim di dalam Kitab Nikah hadits nomor 2591 Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Nikah hadist nomor 1012 Riwayat Abu Dawud di dalam Kitab Nikah hadits nomor 1846. juga apa saja yang ditimbulkan darinya akan menjadi buah ibadah.a berkata: Rasulullah s. mereka tidak boleh lupa diri.a. Janin yang masih sangat lemah itu dimasukkan dalam benteng perlindungan-Nya yang kokoh sehingga setan jin tidak mampu lagi mengganggu untuk selama-lamanya. Wahai Tuhanku! Jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.

dan Rasulullah saw. Buah ibadah yang dilakukan oleh seorang laki-laki sebelum mendatangi istrinya itu disebut “Nismatul ‘ubudiyah” sedangkan kehidupan yang mendiami janin di dalam rahim seorang ibu itu disebut “Nismatul adamiyah”. kepada umatnya? Betapa seandainya tidak ada kasih sayang itu. sehingga sejak proses awal kejadian anak manusia itu tidak mendapatkan nismatul ‘ubudiyah. sehingga terbuka peluang bagi setan jin untuk menguasai manusia Ketika persetubuhan itu tidak dilandasi dengan nuansa ibadah. sejak itu pula menjadi sangat rentan mendapatkan gangguan setan jin. Adakah kasih sayang yang melebihi kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya. Seandainya kita tidak diajarkan oleh Rasulullah saw. sampai kapanpun anak manusia tetap mendapatkan perlindungan Allah Ta’ala.Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka. Jika seandainya tidak ada penangkal tersebut barangkali dapat dipastikan.‫ة‬ ٌ ‫ن‬ َ ‫هي‬ ِ ‫ر ا‬ َ ‫ت‬ ْ‫ب م‬ َ ‫س‬ َ ‫ك‬ َ ‫مسا‬ َ ‫ب‬ ِ ‫س ا‬ ٍ ‫ف‬ ْ‫ن م‬ َ ‫ل‬ ُّ‫ك ه‬ ُ ‫ق‬ . yaitu orang-orang yang sesat. tidak mendapatkan sistem penjagaan malaikat untuk melindungi jalan hidupnya. kecuali manusia sendiri terlebih dahulu merusak sistem perlindungan tersebut dengan berbuat kemaksiatan dan dosa. Allah Ta’ala telah menegaskan hal tersebut dengan firman-Nya: 74/38:‫ دالمدثر‬. ternyata setan jin telah menyiapkan jurus-jurus ampuh. baik jasmani maupun ruhaninya. adakah kira-kira manusia dapat selamat dari ancaman setan jin yang sangat mengerikan itu? Sementara sepasang anak manusia sedang asyik-asyiknya dalam keadaan lupa diri. kecuali orang-orang yang mengikuti kamu. QS:15/42. maka sejak masih berbentuk janin itu. Selama keberadaan nismatul adamiyah didampingi nismatul ‘ubudiyah. lebih-lebih lagi dilaksanakan dalam kondisi masih haram. Dengan perlindungan itu setan jin tidak mempunyai kekuatan untuk menguasainya. bagian kehidupan anak manusia itu telah tergadai di dalam kekuasaan setan jin sehingga kapan saja jin dapat melaksanakan niat jahatnya. anak manusia tersebut sudah terkontaminasi anasir-anasir jin. Jasmaninya dalam arti sangat rentan mendapatkan berbagai macam penyakit yang penyebabnya datang dari dimensi alam jin dan ruhaninya dalam arti baik kesadaran maupun karakternya rentan mendapatkan gangguan jin. hanya memperturutkan dorongan hawa nafsu belaka. usaha tandingan untuk menangkal bahaya besar yang tidak banyak disadarai oleh manusia itu. tidak diniati dengan niat yang baik. Dengan demikian itu berarti. Akibat dosa-dosa yang dilakukan itu dengan sendirinya nismatul ‘ubudiyah akan meninggalkan nismatul adamiyah. Akibatnya. tidak ada seorang manusiapun mampu menyelamatkan diri dari serangan jin yang mematikan itu.

Seperti itu pula tujuan aqiqoh yang dilakukan oleh kedua orang tua terhadap anaknya. seperti pesta-pesta perkawinan yang sifatnya hanya untuk menunjukkan status dan kehormatan duniawi. Rasulullah saw. jiwa anak manusia bagaikan sudah digadaikan oleh orang tuanya kepada setan jin.Tiap-tiap jiwa dengan apa yang telah diperbuatnya akan tergadai. tujuan aqiqoh juga seperti tujuan ibadah qurban. atau perbuatan yang sifatnya mubadzdzir menurut hukum agama islam. Yakni melaksanakan penebusan barangkali di saat kedua orang tua tersebut melaksanakan kuwajiban nafkah badan ada kehilafan. hal itu karena daging aqiqoh dianjurkan dibagikan dalam keadaan matang. Akibat dari kesalahan tersebut. sebagai seorang Rasul yang “Ma’shum” atau yang sudah mendapat jaminan keselamatan dan penjagaan dari akibat kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa. Maksudnya. misalnya untuk berbuat bangga-banggaan atau untuk perbuatan riya’ dan pamer. yakni melaksanakan tebusan atau yang disebut dengan istilah Fida’. berkat rahmat-Nya yang Agung. Artinya. Hal itu . hanya untuk pamer kesombongan dan bangga-banggaan. beliau melaksanakan Aqiqoh untuk putra-putrinya hanya selang tujuh hari setelah hari kelahirannya. mendapatkan perintah untuk menyembelihnya. mati kerena saat itu Nabi Ibrahim as. Oleh karena itu. Aqiqoh tidak boleh dibarengi dengan niat-niat yang dapat membatalkan pahala ibadah. Oleh karena itu hendaknya umat Islam melaksanakan aqiqoh untuk anak-anaknya dengan sungguh-sungguh. asal dalam pelaksanaan itu tidak dibarengi dengan niatniat yang tidak terpuji. namun kematian itu ditebusi oleh Allah Ta’ala dengan kematian seekor binatang qurban. Boleh untuk walimatul ‘ursy. Sehingga sejak itu. Aqiqoh boleh dilaksanakan bersamaan pelaksanaan hajad. yang semestinya Nabi Ismail as. Sebagaimana pelaksanaan ibadah qurban – laki-laki dengan dua ekor kambing dan perempuan dengan satu ekor kambing – Aqiqoh juga demikian. atau walimatul khitan umpamanya. dilaksanakan dengan ikhlas semata-mata karena Allah Ta’ala. setiap hari Raya Qurban kaum muslimin disunnahkan untuk melaksanakan qurban dengan menyembelih binatang qurban. Jika diambil arti secara filosofi. QS:74/83. Hal itu berarti mengandung pelajaran bagi umatnya tentang demikian besarnya hikmah Aqiqoh. bagian kehidupan anak yang sudah terlanjur tergadaikan kepada setan jin akibat kesalahan yang diperbuat. Allah Ta’ala masih memberikan kesempatan kepada setiap orang tua untuk menebus jiwa anaknya tersebut dengan melaksanakan sunnah Rasulullah saw yang disebut Aqiqoh.hajad yang lain. maka dia membutuhkan tebusan untuk membebaskannya. orang tua itu dianjurkan melaksanakan tebusan dengan melaksanakan aqiqoh bagi anak-anaknya.

. salah satu hikmah aqiqoh adalah. E. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. Syarat Akikah Hewan dari jenis kibsy (domba putih) nan sehat umur minimal setengah tahun dan kambing jawa minimal satu tahun.dilakukan agar aqiqoh yang dilaksanakan itu benar-benar mencapai target sasaran. juga dapat dijadikan media atau sarana bagi usaha penyembuhan orang yang telah terlanjur jiwanya tergadaikan kepada setan jin sehingga badannya dihinggapi berbagai penyakit. Allah Ta’ala sudah menetapkan bahwa setiap amal kebajikan pasti dapat menghilangkan kejelekan. tetapi pasti ada kemanfaatan bagi orang yang malakukannya. Dengan asumsi. asal kebajikan tersebut dilaksanakan semata-mata melaksanakan perintah-Nya. Jadi. Hewan Sembelihan Hewan yang dibolehkan disembelih untuk akikah adalah sama seperti hewan yang dibolehkan disembelih untuk kurban. Hal tersebut sebagaimana yang disangkah oleh sebagian kalangan yang tidak memahami ilmunya. patah tulang. bahwa ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba bukan untuk kepentingan Allah Ta’ala. karena secara sunatullah. tidak boleh dalam akikah ini hewan yang picak. kurus. Imam Malik berkata: Akikah itu seperti layaknya nusuk (sembeliah denda larangan haji) dan udhhiyah (kurban). Namun dilaksanakan semata-mata melaksanakan syari’at agama. disamping diniatkan untuk melaksanakan sunnah Rasul saw. Hal itu bisa terjadi. dan untuk anak perempuan satu ekor F. Untuk anak laki-laki dua ekor. Imam Asy-Syafi'iy berkata: Dan harus dihindari dalam hewan akikah ini cacat-cacat yang tidak diperbolehkan dalam qurban.‫ن‬ َ ‫ري‬ ِ ‫ك ا‬ ِ ‫ذدا ا‬ َّ ‫لل‬ ِ ‫ر ى ا‬ َ ‫ك‬ ْ‫ذ م‬ ِ ‫ك ا‬ َ ‫ل‬ ِ ‫ذ ا‬ َ ‫ت‬ ِ ‫ئسا ا‬ َ ‫ي‬ ِّ‫س ب‬ َّ ‫ن دال‬ َ ‫ب‬ ْ‫ه م‬ ِ ‫ذ ا‬ ْ‫ي م‬ ُ ‫ت ق‬ ِ ‫نسا ا‬ َ ‫س‬ َ ‫ح‬ َ ‫ل‬ ْ‫ن دا م‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ا‬ “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatanperbuatan yang buruk. QS:11/114. Aqiqoh yang dilaksanakan itu bukan dalam arti kambing yang disembelih itu kemudian dipersembahkan kepada jin yang sedang memperdaya orang yang sakit sehingga hukumnya menjadi syirik. Allah Ta’ala telah menegaskan dengan firmanNya: 11/114:‫ هود‬. Menjadikan kafarot atau peleburan bagi dosa-dosa dan kesalahan yang telah terlanjur dilakukan oleh kedua orang tua. dan sakit. dari sisi usia dan kriteria.

G.” (Shahih riwayat At Tirmidzi) Dan karena kebahagian dengan mendapatkan anak laki-laki adalah berlipat dari dilahirkannya anak perempuan. kecuali pendapat yang ganjil yang tidak dianggap. Dari Aisyah Radhiallaahu anha berkata. ini berdasarkan hadis-hadis berikut ini 1. . urunan) sebagaimana dalam udhhiyah.” (Hadis shahih riwayat Abu Dawud dan Ibnu Al Jarud) Ini adalah kadar cukup dan boleh. (harus) dari Al Azwaj Ats Tsamaniyyah (kambing.Ibnu Abdul Barr berkata: Para ulama telah ijma bahwa di dalam akikah ini tidak diperbolehkan apa yang tidak diperbolehkan di dalam udhhiyah. itu hanya cukup bagi satu orang saja. Namun di dalam akikah tidak diperbolehkan berserikat (patungan. sebagaimana perkataan Ibnu Abbas rahimahulloh: “Sesungguh-nya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam mengaqiqahi Hasan dan Husain satu domba satu domba. Ummu Kurz Al Ka’biyyah berkata. dan dikarenakan laki-laki adalah dua kali lipat wanita dalam banyak hal. Sehingga bila seseorang akikah dengan sapi atau unta. baik kambing/domba. sapi dan unta). yang artinya: “Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam memerintahkan agar dsembelihkan akikah dari anak laki-laki dua ekor domba dan dari anak perempuan satu ekor.” (Hadis sanadnya shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan) 2. atau sapi atau unta. namun yang lebih utama adalah mengaqiqahi anak laki-laki dengan dua ekor. domba. yang artinya: “Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar disembelihkan akikah dari anak laki-laki dua ekor domba yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor. tidak boleh bagi tujuh orang. Kadar Jumlah Hewan Kadar akikah yang mencukupi adalah satu ekor baik untuk laki-laki atau pun untuk perempuan.

ini berdasarkan hadis Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam. dan dishahihkan oleh At Tirmidzi) Dan bila tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh. menghadiahkan sebagian dagingnya. maka dia bisa menyembelih akikah dari dirinya sendiri.” (Hadis hasan riwayat Al Baihaqiy) Namun setelah tiga minggu masih tidak mampu maka kapan saja pelaksanaannya di kala sudah mampu. maka pada hari ke dua puluh satu. bahkan meskipun bayi yang keguguran dengan syarat sudah berusia empat bulan di dalam kandungan ibunya. menghadiahkan sepertiganya kepada sahabat-sahabatnya. dan . Namun bila seseorang yang belum di sembelihkan hewan akikah oleh orang tuanya hingga ia besar. maka bisa dilaksanakan pada hari ke empat belas. karena pelaksanaan pada hari-hari ke tujuh. Pembagian daging akikah Adapun dagingnya maka dia (orang tua anak) bisa memakannya. beliau berkata yang artinya: “Hewan akikah itu disembelih pada hari ketujuh. dan bila tidak bisa. keempatbelas. Waktu Pelaksanaan Pelaksanaan akikah disunnahkan pada hari yang ketujuh dari kelahiran. yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan hewan akikahnya.” (HR: Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan. Syaikh Jibrin berkata: Sunahnya dia memakan sepertiganya. disembelih darinya pada hari ke tujuh. ini berdasarkan sabda Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam. I. Akikah adalah syari’at yang ditekan kepada ayah si bayi. dan dia dicukur. Syaikh Shalih Al Fauzan berkata: Dan bila tidak diakikahi oleh ayahnya kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri maka hal itu tidak apa-apa. wallahu ‘Alam. dan mensedekahkan sebagian lagi. dan keduapuluhsatu. ke empat belas dan ke dua puluh satu adalah sifatnya sunah dan paling utama bukan wajib. Bayi yang meninggal dunia sebelum hari ketujuh disunnahkan juga untuk disembelihkan akikahnya. Dan boleh juga melaksanakannya sebelum hari ke tujuh. dan diberi nama. Syaikh Utsaimin berkata: Dan tidak apa-apa dia mensedekahkan darinya dan mengumpulkan kerabat dan tetangga untuk menyantap makanan daging akikah yang sudah matang.H.

dan boleh mengundang teman-teman dan kerabat untuk menyantapnya. dan hal serupa dikatakan oleh Ulama-ulama yang terhimpun di dalam Al lajnah Ad Daimah. .mensedekahkan sepertiga lagi kepada kaum muslimin. Syaikh Ibnu Bazz berkata: Dan engkau bebas memilih antara mensedekahkan seluruhnya atau sebagiannya dan memasaknya kemudian mengundang orang yang engkau lihat pantas diundang dari kalangan kerabat. teman-teman seiman dan sebagian orang faqir untuk menyantapnya. atau boleh juga dia mensedekahkan semuanya. tetangga.

Dan hukumnya sunnah muakad.BAB III PENUTUP Kesimpulan Aqiqoh merupakan penyembelihan kambing dimana saat anak dilahirkan pada hari ketujuh. orang dermawan. atau politisi yang peduli rakyat. . bukan daging dan darah qurban kita. Bukan berqurban karena riya` agar dipuji-puji sebagai orang kaya. Sesungguhnya yang sampai kepada Allah SWT adalah taqwa kita. yang lahir dari ketaqwaan yang mendalam dalam dada kita. Jadi niatnya haruslah ikhlas lillahi ta’ala. Dan hendaklah orang yang berqurban melaksanakan qurban karena Allah semata. dan sebagainya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful