P. 1
MAKALAH AQIQAH

MAKALAH AQIQAH

|Views: 2,700|Likes:
Published by Asnani Sweet
AQIQAH
AQIQAH

More info:

Published by: Asnani Sweet on Apr 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG MASALAH Ibadah korban merupakan suatu ibadah yang sangat digalakkan didalam islam,khususnya bagi mereka yang berkemampuan dari segi kewangan.Ibadah korban telah disyariatkan oleh Allah SWT pada tahun kedua Hijrah. Firman Allah SWT: “Sesungguhnya kami (ALLAH) telah memberi engkau (wahai Muhammad) kebaikan yang banyak. Maha sembahyanglah engkau karena Tuhanmu dan sembelihlah (korbanmu)”. (QS.Al-kautsar 1-2). Aqiqah merupakan salah satu ajaran islam yang di contohkan rasulullah SAW. Aqiqah mengandung hikmah dan manfaat positif yang bisa kita petik di dalamnya. Di laksanakan pada hari ke tujuh dalam kelahiran seorang bayi. Dan Aqiqah hukumnya sunnah muakad (mendekati wajib), bahkan sebagian ulama menyatakan wajib. Setiap orang tua mendambahkan anak yang shaleh, berbakti dan mengalirkan kebahagiaan kepada kedua orangnya. Aqiqah adalah salah satu acara penting untuk menanamkan nilai-nilai ruhaniah kepada anak yang masih suci. Dengan aqiqah di harapkan sang bayi memperoleh kekuatan, kesehatan lahir dan batin. Di tumbuhkan dan di kembangkan lahir dan batinnya dengan nilainilai ilahiyah. Aqiqah juga salah satu upaya kita untuk menebus anak kita yang tergadai. Aqiqah juga merupakan realisasi rasa syukur kita atas anugerah, sekaligus amanah yang di berikan allah SWT terhadap kita. Aqiqah juga sebagai upaya kita menghidupkan sunnah rasul SAW, yang merupakan perbuatan yang terpuji, mengingat saat ini sunnah tersebut mulai jarang di laksanakan oleh kaum muslimin. B. PEMBAHASAN MASALAH Rasulullah SAW bersabda: “ Barang siapa menghidupkan sunnahku disaat kerusakan pada umatku, maka baginya pahala orang yang mati syahid. “ (al hadst) Aqiqoh untuk anak laki-laki dan anak perempuan yang paling baik (afdhal) untuk anak laki-laki itu di sembelihkan dua ekor kambing atau domba yang sama dan mirip dan umurnya juga bersamaan, sedangkan untuk anak perempuan di sunahkan satu ekor. Hal ini berdsarkan hadist yang diriwayatkan oleh Ummu Kurz al_ka’biyah, aku pernah mendengar rasulullah saw bersabda,”untuk anak laki-laki dua

hal itu juga diperbolehakan dan ia sudah mendapatkan sunah yang dilakukan oleh rasulullah saw. C. Para tetangga.” Akan tetapi. TUJUAN Tujuan penulisan makalah ini adalah Guna untuk memenuhi tugas mata kuliah “pendidikan agama” . “ ( hadist riwayat al-hakim ) Setelah penyembelihan di laksanakan. anak-anak serta orang-orang miskin dapat menikmati hidangan itu dengan gembira. “Rasulullah shallahu’alaihi wasallam mengaqiqahkan hasan dan Husain pada hari ke tujuh.”(HR Abu Daud dan Ibnu Hibban). apabila kemampuan orangtua hanya satu ekor kambing saja. Hal ini akan menambah kebaikkan serta rasa syukur terhadap nikmat tersebut.kambimg yang mirip dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. agar orang-orang miskin dan para tetangga yang menerimanya tidak merasa repot lagi memasaknya. memberikan kedua-duanya nama dan baginda menyuru supaya menghilangkan dari pada keduanya kesakitan kepala ( mencukur rambut kepala ). Hal ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan ibnu abbas dan anas bin malik ra seperti dibawah ini : “sesungguhnya rasulullah saw pernah beraqiqah untuh hasan satu kambing dan untuk husein satu kambing. di saran kan untuk mengelolah aqiqah itu terlebilh dahulu sebelum di berikan.

” (HR: Ahmad.. maka ia tidak diperintahkan untuk aqiqah. dan ini adalah pendapat Jumhur Ulama. itu juga diperbolehkan. Apabila mencukupkan diri dengan seekor kambing bagi anak laki-laki.BAB II LANDASAN TEORI A. At Taghobun: 16) beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. Perkataan menjadi sunah. Aqiqah bagi anak laki-laki dengan dua ekor kambing. dinamakan demikian karena lehernya dipotong. pen). Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan.” merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib . karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu: “Barangsiapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya. pen). berdasarkan anjuran Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam dan praktik langsung beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. namun bukan bersifat wajib. maka silakan lakukan.” adalah perintah. Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad yang hasan). “Bersama anak laki-laki ada akikah. “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian” (QS. Al Bukhari dan Ashhabus Sunan) Perkataannya "Shallallaahu alaihi wa Sallam".” (HR: Ahmad. Apabila ketika waktu dianjurkannya aqiqah (misalnya tujuh hari kelahiran. yang artinya: “maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan). transliterasi: Aqiqah) yang berarti memutus dan melubangi. sedangkan bagi wanita dengan seekor kambing. dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih. yang artinya: “ingin menyembelihkan.Pengertian Aqiqoh Akikah (bahasa Arab: ‫عقيقققة‬. Hukum akikah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunah muakkadah. maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya). orang tua dalam keadaan faqir (tidak mampu). Karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa si bayi ketika lahir.. Anjuran aqiqah ini menjadi kewajiban ayah (yang menanggung nafkah anak. HUKUM AQIQOH Hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkad. B.

setan jin tetap dapat menguasai target sasarannya itu. jiran tetangga dan saudara mara. Berbeza dengan daging korban. Hikmah Aqiqoh Sejak seorang suami memancarkan sperma kepada istrinya.Namun apabila ketika waktu dianjurkannya aqiqah. d) Anak lelaki disunatkan aqiqah dengan dua ekor kambing dan seekor untuk anak perempuan kerana mengikut sunnah Rasulullah. C. sesungguhnya setan jin sudah mengadakan penyerangan kepada calon anak mereka. melalui sabdanya berikut ini : ‫م‬ ِ ‫س ا‬ ْ‫بسا م‬ ِ ‫ل ا‬ َ ‫قسا‬ َ ‫ه‬ ُ ‫ل ق‬ َ ‫ه‬ ْ‫أ م‬ َ ‫ي‬ َ ‫ت‬ ِ ‫أ ا‬ ْ‫ي م‬ َ ‫ن‬ ْ‫أ م‬ َ ‫د‬ َ ‫ردا‬ َ ‫أ‬ َ ‫ذدا‬ َ ‫إ‬ ِ ‫م ا‬ ْ‫ه م‬ ُ ‫د ق‬ َ ‫ح‬ َ ‫أ‬ َ ‫ن‬ َّ ‫أ‬ َ ‫و‬ ْ‫ل م‬ َ ‫م‬ َ ‫ل‬ َّ ‫س‬ َ َ ‫هو‬ ِ ‫ي ا‬ ْ‫ل م‬ َ ‫ع‬ َ ‫لل‬ ُ ‫لا ى دا ق‬ َّ َّ ‫ص‬ َ ‫لل‬ ِ ‫ل دا ا‬ َّ ُ ‫سو ق‬ ُ ‫ر ق‬ َ ‫ل‬ َ ‫قسا‬ َ : ‫ل‬ َ ‫قسا‬ َ ‫مسا‬ َ ‫ه‬ ُ ‫ن ق‬ ْ‫ع م‬ َ ‫لل‬ ُ ‫ي دا ق‬ َّ َ ‫ض‬ ِ ‫ر ا‬ َ ‫س‬ ٍ ‫بسا‬ َّ ‫ع‬ َ ‫ن‬ ِ ‫ب ا‬ ْ‫ث دا م‬ ُ ‫دي ق‬ ِ ‫ح ا‬ َ ‫ددا‬ ً‫ب ا‬ َ ‫أ‬ َ ‫ن‬ ٌ ‫طسا‬ َ ‫ي‬ ْ‫ش م‬ َ ‫ه‬ ُ ‫ر ق‬ َّ ‫ض‬ ُ ‫ي ق‬ َ ‫م‬ ْ‫ل م‬ َ ‫ك‬ َ ‫ل‬ ِ ‫ذ ا‬ َ ‫في‬ ِ ‫د ا‬ ٌ ‫ل‬ َ ‫و‬ َ ‫مسا‬ َ ‫ه‬ ُ ‫ن ق‬ َ ‫ي‬ ْ‫ب م‬ َ ‫ر‬ ْ‫د م‬ َّ ‫ق‬ َ ‫ي‬ ُ ‫ن ق‬ ْ‫إ م‬ ِ ‫ه ا‬ ُ ‫ن ق‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ف ا‬ َ ‫نسا‬ َ ‫ت‬ َ ‫ق‬ ْ‫ز م‬ َ ‫ر‬ َ ‫مسا‬ َ ‫ن‬ َ ‫طسا‬ َ ‫ي‬ ْ‫ش م‬ َّ ‫ب دال‬ ِ ‫ن ا‬ ِّ‫ج ب‬ َ ‫و‬ َ ‫ن‬ َ ‫طسا‬ َ ‫ي‬ ْ‫ش م‬ َّ ‫نسا دال‬ َ ‫ب‬ ْ‫ن م‬ ِّ‫ج ب‬ َ ‫م‬ َّ ‫ه‬ ُ ‫ل ق‬ َّ ‫لل دال‬ ِ ‫* دا ا‬ َّ .AL-HAKIM). telah mengajarkan kepada umatnya cara menangkal serangan yang sangat membahayakan itu sebagaimana yang disampaikan Beliau saw. supaya kelak di saat anak manusia tersebut menjadi dewasa dan kuat. bukan ibu dan bukan pula anaknya. ahli keluarga. lalu sperma itu berlombalomba mendatangi panggilan indung telur melalui signyal kimiawi yang dipancarkan darinya. c) Sunat dimasak dan diagih atau dijamu fakir dan miskin. Dipotong anggota-anggota (binatang) dan jangan dipecah-pecah tulangnya. maka aqiqah masih tetap jadi kewajiban ayah. D. Maka sejak itu pula Rasulullah saw. orang tua dalam keadaan berkecukupan. sejak itu tanpa banyak disadari oleh manusia. ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha katanya: Maksudnya: "Afdhal bagi anak lelaki dua ekor kambing yang sama keadaannya dan bagi anak perempuan seekor kambing." (HR. sunat diagihkan daging yang belum dimasak. b) Sembelihan aqiqah dipotong mengikut sendinya dengan tidak memecahkan tulang sesuai dengan tujuan aqiqah itu sebagai “Fida”(mempertalikan ikatan diri anak dengan Allah swt). Hal tersebut dilakukan oleh jin dalam rangka membangun pondasi di dalam janin yang masih sangat lemah itu. Syarat-syarat Aqiqah a) Dari sudut umur binatang Aqiqah & korban sama sahaja.

Allah Ta’ala telah menyatakan pula dengan firman-Nya: 15/42: ‫ن – دالحجر‬ َ ‫وي‬ ِ ‫غسا ا‬ َ ‫ل‬ ْ‫ن دا م‬ َ ‫م‬ ِ ‫ك ا‬ َ ‫ع‬ َ ‫ب‬ َ ‫ت‬ َّ ‫ن دا‬ ِ ‫م ا‬ َ ‫ل‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ن ا‬ ٌ ‫طسا‬ َ ‫ل‬ ْ‫س م‬ ُ ‫م ق‬ ْ‫ه م‬ ِ ‫ي ا‬ ْ‫ل م‬ َ ‫ع‬ َ ‫ك‬ َ ‫ل‬ َ ‫س‬ َ ‫ي‬ ْ‫ل م‬ َ ‫د ي‬ ِ ‫بسا ا‬ َ ‫ع‬ ِ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ا‬ . Janin yang masih sangat lemah itu dimasukkan dalam benteng perlindungan-Nya yang kokoh sehingga setan jin tidak mampu lagi mengganggu untuk selama-lamanya.a. sejak saat itu juga calon anak manusia itu akan mendapatkan perlindungan dari-Nya. supaya kebutuhan biologis manusiawi tersebut dinilai sebagai amal ibadah. juga apa saja yang ditimbulkan darinya akan menjadi buah ibadah.a berkata: Rasulullah s. disamping mereka mendapatkan pahala yang besar. jika kamu menolong (agama) Allah. Dengan sebab pertolongan Ilahiyah tersebut. mereka tidak boleh lupa diri. Anak itu tidak akan diganggu oleh setan untuk selamanya • • • • Riwayat Bukhari di dalam Kitab Nikah hadits nomor 4767 Riwayat Muslim di dalam Kitab Nikah hadits nomor 2591 Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Nikah hadist nomor 1012 Riwayat Abu Dawud di dalam Kitab Nikah hadits nomor 1846. Hal itu harus dilakukan. Kebahagiaan hidup itu harus dimulai dengan berdzikir menyebut asma-Nya dan membaca do’a. Allah Ta’ala menyatakan hal tersebut dengan firman-Nya: 47/7:‫ محمد‬. Wahai Tuhanku! Jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami. Disaat manusia sedang menjalani bagian kehidupan yang paling nikmat. Mereka tidak boleh lupa kepada Allah Ta’ala.‫م‬ ْ‫ك م‬ ُ ‫م ق‬ َ ‫ددا‬ َ ‫ق‬ ْ‫أ م‬ َ ‫ت‬ ْ‫ب م‬ ِّ‫ث ب‬ َ ‫ي‬ ُ ‫و ق‬ َ ‫م‬ ْ‫ك م‬ ُ ‫ر ق‬ ْ‫ص م‬ ُ ‫ن ق‬ ْ‫ي م‬ َ ‫لل‬ َ ‫رودا دا‬ َّ ُ ‫ص ق‬ ُ ‫ن ق‬ ْ‫ت م‬ َ ‫ن‬ ْ‫إ م‬ ِ ‫نودا ا‬ ُ ‫م ق‬ َ ‫ءدا‬ َ ‫ن‬ َ ‫ذي‬ ِ ‫ل ا‬ َّ ‫هسا دا‬ َ ‫ي‬ ُّ‫أ ه‬ َ ‫يسا‬ َ Hai orang-orang yang beriman. QS:47/7. Ketika perbuatan yang sering menjadikan manusia lupa diri itu menjadi amal ibadah. Sekiranya hubungan aantara suami istri itu ditakdirkan mendapat seorang anak.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r. Oleh karena ibadah berarti menolong di jalan Allah. maka Allah Ta’ala akan selalu memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang beriman itu. niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.w pernah bersabda: apabila seseorang diantara kamu ingin bersetubuh dengan isterinya hendaklah dia membaca: ‫نسا‬ َ ‫ت‬ َ ‫ق‬ ْ‫ز م‬ َ ‫ر‬ َ ‫مسا‬ َ ‫ن‬ َ ‫طسا‬ َ ‫ي‬ ْ‫ش م‬ َّ ‫ب دال‬ ِ ‫ن ا‬ ِّ‫ج ب‬ َ ‫و‬ َ ‫ن‬ َ ‫طسا‬ َ ‫ي‬ ْ‫ش م‬ َّ ‫نسا دال‬ َ ‫ب‬ ْ‫ن م‬ ِّ‫ج ب‬ َ ‫م‬ َّ ‫ه‬ ُ ‫ل ق‬ َّ ‫لل دال‬ ِ ‫م دا ا‬ َّ ِ ‫س ا‬ ْ‫ب م‬ ِ ‫ا‬ Yang artinya: Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

bagian kehidupan anak manusia itu telah tergadai di dalam kekuasaan setan jin sehingga kapan saja jin dapat melaksanakan niat jahatnya. anak manusia tersebut sudah terkontaminasi anasir-anasir jin. Akibat dosa-dosa yang dilakukan itu dengan sendirinya nismatul ‘ubudiyah akan meninggalkan nismatul adamiyah. baik jasmani maupun ruhaninya.Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka. tidak mendapatkan sistem penjagaan malaikat untuk melindungi jalan hidupnya. usaha tandingan untuk menangkal bahaya besar yang tidak banyak disadarai oleh manusia itu. Adakah kasih sayang yang melebihi kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya. Allah Ta’ala telah menegaskan hal tersebut dengan firman-Nya: 74/38:‫ دالمدثر‬. sehingga sejak proses awal kejadian anak manusia itu tidak mendapatkan nismatul ‘ubudiyah. Jasmaninya dalam arti sangat rentan mendapatkan berbagai macam penyakit yang penyebabnya datang dari dimensi alam jin dan ruhaninya dalam arti baik kesadaran maupun karakternya rentan mendapatkan gangguan jin. Seandainya kita tidak diajarkan oleh Rasulullah saw.‫ة‬ ٌ ‫ن‬ َ ‫هي‬ ِ ‫ر ا‬ َ ‫ت‬ ْ‫ب م‬ َ ‫س‬ َ ‫ك‬ َ ‫مسا‬ َ ‫ب‬ ِ ‫س ا‬ ٍ ‫ف‬ ْ‫ن م‬ َ ‫ل‬ ُّ‫ك ه‬ ُ ‫ق‬ . yaitu orang-orang yang sesat. sampai kapanpun anak manusia tetap mendapatkan perlindungan Allah Ta’ala. adakah kira-kira manusia dapat selamat dari ancaman setan jin yang sangat mengerikan itu? Sementara sepasang anak manusia sedang asyik-asyiknya dalam keadaan lupa diri. tidak ada seorang manusiapun mampu menyelamatkan diri dari serangan jin yang mematikan itu. lebih-lebih lagi dilaksanakan dalam kondisi masih haram. Dengan demikian itu berarti. kecuali orang-orang yang mengikuti kamu. dan Rasulullah saw. ternyata setan jin telah menyiapkan jurus-jurus ampuh. Buah ibadah yang dilakukan oleh seorang laki-laki sebelum mendatangi istrinya itu disebut “Nismatul ‘ubudiyah” sedangkan kehidupan yang mendiami janin di dalam rahim seorang ibu itu disebut “Nismatul adamiyah”. Akibatnya. hanya memperturutkan dorongan hawa nafsu belaka. kecuali manusia sendiri terlebih dahulu merusak sistem perlindungan tersebut dengan berbuat kemaksiatan dan dosa. sejak itu pula menjadi sangat rentan mendapatkan gangguan setan jin. tidak diniati dengan niat yang baik. kepada umatnya? Betapa seandainya tidak ada kasih sayang itu. Dengan perlindungan itu setan jin tidak mempunyai kekuatan untuk menguasainya. maka sejak masih berbentuk janin itu. sehingga terbuka peluang bagi setan jin untuk menguasai manusia Ketika persetubuhan itu tidak dilandasi dengan nuansa ibadah. Selama keberadaan nismatul adamiyah didampingi nismatul ‘ubudiyah. QS:15/42. Jika seandainya tidak ada penangkal tersebut barangkali dapat dipastikan.

Hal itu . Aqiqoh boleh dilaksanakan bersamaan pelaksanaan hajad. berkat rahmat-Nya yang Agung. namun kematian itu ditebusi oleh Allah Ta’ala dengan kematian seekor binatang qurban. seperti pesta-pesta perkawinan yang sifatnya hanya untuk menunjukkan status dan kehormatan duniawi. sebagai seorang Rasul yang “Ma’shum” atau yang sudah mendapat jaminan keselamatan dan penjagaan dari akibat kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa.hajad yang lain. Allah Ta’ala masih memberikan kesempatan kepada setiap orang tua untuk menebus jiwa anaknya tersebut dengan melaksanakan sunnah Rasulullah saw yang disebut Aqiqoh. mendapatkan perintah untuk menyembelihnya. beliau melaksanakan Aqiqoh untuk putra-putrinya hanya selang tujuh hari setelah hari kelahirannya. tujuan aqiqoh juga seperti tujuan ibadah qurban. Maksudnya. maka dia membutuhkan tebusan untuk membebaskannya. Oleh karena itu. Sebagaimana pelaksanaan ibadah qurban – laki-laki dengan dua ekor kambing dan perempuan dengan satu ekor kambing – Aqiqoh juga demikian. mati kerena saat itu Nabi Ibrahim as. yakni melaksanakan tebusan atau yang disebut dengan istilah Fida’. yang semestinya Nabi Ismail as. asal dalam pelaksanaan itu tidak dibarengi dengan niatniat yang tidak terpuji.Tiap-tiap jiwa dengan apa yang telah diperbuatnya akan tergadai. atau walimatul khitan umpamanya. hanya untuk pamer kesombongan dan bangga-banggaan. bagian kehidupan anak yang sudah terlanjur tergadaikan kepada setan jin akibat kesalahan yang diperbuat. dilaksanakan dengan ikhlas semata-mata karena Allah Ta’ala. Aqiqoh tidak boleh dibarengi dengan niat-niat yang dapat membatalkan pahala ibadah. Yakni melaksanakan penebusan barangkali di saat kedua orang tua tersebut melaksanakan kuwajiban nafkah badan ada kehilafan. Oleh karena itu hendaknya umat Islam melaksanakan aqiqoh untuk anak-anaknya dengan sungguh-sungguh. Akibat dari kesalahan tersebut. Rasulullah saw. Artinya. QS:74/83. Seperti itu pula tujuan aqiqoh yang dilakukan oleh kedua orang tua terhadap anaknya. Hal itu berarti mengandung pelajaran bagi umatnya tentang demikian besarnya hikmah Aqiqoh. Boleh untuk walimatul ‘ursy. atau perbuatan yang sifatnya mubadzdzir menurut hukum agama islam. setiap hari Raya Qurban kaum muslimin disunnahkan untuk melaksanakan qurban dengan menyembelih binatang qurban. hal itu karena daging aqiqoh dianjurkan dibagikan dalam keadaan matang. jiwa anak manusia bagaikan sudah digadaikan oleh orang tuanya kepada setan jin. Jika diambil arti secara filosofi. Sehingga sejak itu. orang tua itu dianjurkan melaksanakan tebusan dengan melaksanakan aqiqoh bagi anak-anaknya. misalnya untuk berbuat bangga-banggaan atau untuk perbuatan riya’ dan pamer.

tetapi pasti ada kemanfaatan bagi orang yang malakukannya. patah tulang. Hal tersebut sebagaimana yang disangkah oleh sebagian kalangan yang tidak memahami ilmunya. juga dapat dijadikan media atau sarana bagi usaha penyembuhan orang yang telah terlanjur jiwanya tergadaikan kepada setan jin sehingga badannya dihinggapi berbagai penyakit. Menjadikan kafarot atau peleburan bagi dosa-dosa dan kesalahan yang telah terlanjur dilakukan oleh kedua orang tua. kurus. QS:11/114. karena secara sunatullah. Aqiqoh yang dilaksanakan itu bukan dalam arti kambing yang disembelih itu kemudian dipersembahkan kepada jin yang sedang memperdaya orang yang sakit sehingga hukumnya menjadi syirik. dari sisi usia dan kriteria. Hewan Sembelihan Hewan yang dibolehkan disembelih untuk akikah adalah sama seperti hewan yang dibolehkan disembelih untuk kurban. Allah Ta’ala sudah menetapkan bahwa setiap amal kebajikan pasti dapat menghilangkan kejelekan. Namun dilaksanakan semata-mata melaksanakan syari’at agama. Dengan asumsi. tidak boleh dalam akikah ini hewan yang picak. E. salah satu hikmah aqiqoh adalah. Hal itu bisa terjadi. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”.dilakukan agar aqiqoh yang dilaksanakan itu benar-benar mencapai target sasaran. dan sakit.‫ن‬ َ ‫ري‬ ِ ‫ك ا‬ ِ ‫ذدا ا‬ َّ ‫لل‬ ِ ‫ر ى ا‬ َ ‫ك‬ ْ‫ذ م‬ ِ ‫ك ا‬ َ ‫ل‬ ِ ‫ذ ا‬ َ ‫ت‬ ِ ‫ئسا ا‬ َ ‫ي‬ ِّ‫س ب‬ َّ ‫ن دال‬ َ ‫ب‬ ْ‫ه م‬ ِ ‫ذ ا‬ ْ‫ي م‬ ُ ‫ت ق‬ ِ ‫نسا ا‬ َ ‫س‬ َ ‫ح‬ َ ‫ل‬ ْ‫ن دا م‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ا‬ “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatanperbuatan yang buruk. Syarat Akikah Hewan dari jenis kibsy (domba putih) nan sehat umur minimal setengah tahun dan kambing jawa minimal satu tahun. bahwa ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba bukan untuk kepentingan Allah Ta’ala. Imam Asy-Syafi'iy berkata: Dan harus dihindari dalam hewan akikah ini cacat-cacat yang tidak diperbolehkan dalam qurban. asal kebajikan tersebut dilaksanakan semata-mata melaksanakan perintah-Nya. dan untuk anak perempuan satu ekor F. Jadi. . Allah Ta’ala telah menegaskan dengan firmanNya: 11/114:‫ هود‬. Imam Malik berkata: Akikah itu seperti layaknya nusuk (sembeliah denda larangan haji) dan udhhiyah (kurban). Untuk anak laki-laki dua ekor. disamping diniatkan untuk melaksanakan sunnah Rasul saw.

dan dikarenakan laki-laki adalah dua kali lipat wanita dalam banyak hal. G. . baik kambing/domba. itu hanya cukup bagi satu orang saja. urunan) sebagaimana dalam udhhiyah. (harus) dari Al Azwaj Ats Tsamaniyyah (kambing. Namun di dalam akikah tidak diperbolehkan berserikat (patungan. atau sapi atau unta. Ummu Kurz Al Ka’biyyah berkata.Ibnu Abdul Barr berkata: Para ulama telah ijma bahwa di dalam akikah ini tidak diperbolehkan apa yang tidak diperbolehkan di dalam udhhiyah. yang artinya: “Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam memerintahkan agar dsembelihkan akikah dari anak laki-laki dua ekor domba dan dari anak perempuan satu ekor. Dari Aisyah Radhiallaahu anha berkata. yang artinya: “Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar disembelihkan akikah dari anak laki-laki dua ekor domba yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor. sapi dan unta).” (Shahih riwayat At Tirmidzi) Dan karena kebahagian dengan mendapatkan anak laki-laki adalah berlipat dari dilahirkannya anak perempuan. domba. namun yang lebih utama adalah mengaqiqahi anak laki-laki dengan dua ekor. Kadar Jumlah Hewan Kadar akikah yang mencukupi adalah satu ekor baik untuk laki-laki atau pun untuk perempuan.” (Hadis shahih riwayat Abu Dawud dan Ibnu Al Jarud) Ini adalah kadar cukup dan boleh. kecuali pendapat yang ganjil yang tidak dianggap.” (Hadis sanadnya shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan) 2. tidak boleh bagi tujuh orang. ini berdasarkan hadis-hadis berikut ini 1. sebagaimana perkataan Ibnu Abbas rahimahulloh: “Sesungguh-nya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam mengaqiqahi Hasan dan Husain satu domba satu domba. Sehingga bila seseorang akikah dengan sapi atau unta.

maka dia bisa menyembelih akikah dari dirinya sendiri. dan bila tidak bisa. karena pelaksanaan pada hari-hari ke tujuh. menghadiahkan sebagian dagingnya. dan dia dicukur. Syaikh Utsaimin berkata: Dan tidak apa-apa dia mensedekahkan darinya dan mengumpulkan kerabat dan tetangga untuk menyantap makanan daging akikah yang sudah matang. dan dishahihkan oleh At Tirmidzi) Dan bila tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh.” (Hadis hasan riwayat Al Baihaqiy) Namun setelah tiga minggu masih tidak mampu maka kapan saja pelaksanaannya di kala sudah mampu. Dan boleh juga melaksanakannya sebelum hari ke tujuh. wallahu ‘Alam. yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan hewan akikahnya.” (HR: Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan. ke empat belas dan ke dua puluh satu adalah sifatnya sunah dan paling utama bukan wajib. maka pada hari ke dua puluh satu. Syaikh Shalih Al Fauzan berkata: Dan bila tidak diakikahi oleh ayahnya kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri maka hal itu tidak apa-apa. beliau berkata yang artinya: “Hewan akikah itu disembelih pada hari ketujuh. dan diberi nama.H. dan . ini berdasarkan hadis Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam. Pembagian daging akikah Adapun dagingnya maka dia (orang tua anak) bisa memakannya. menghadiahkan sepertiganya kepada sahabat-sahabatnya. dan mensedekahkan sebagian lagi. Waktu Pelaksanaan Pelaksanaan akikah disunnahkan pada hari yang ketujuh dari kelahiran. maka bisa dilaksanakan pada hari ke empat belas. dan keduapuluhsatu. Akikah adalah syari’at yang ditekan kepada ayah si bayi. I. disembelih darinya pada hari ke tujuh. bahkan meskipun bayi yang keguguran dengan syarat sudah berusia empat bulan di dalam kandungan ibunya. Namun bila seseorang yang belum di sembelihkan hewan akikah oleh orang tuanya hingga ia besar. keempatbelas. Bayi yang meninggal dunia sebelum hari ketujuh disunnahkan juga untuk disembelihkan akikahnya. ini berdasarkan sabda Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam. Syaikh Jibrin berkata: Sunahnya dia memakan sepertiganya.

dan boleh mengundang teman-teman dan kerabat untuk menyantapnya. . teman-teman seiman dan sebagian orang faqir untuk menyantapnya. atau boleh juga dia mensedekahkan semuanya. Syaikh Ibnu Bazz berkata: Dan engkau bebas memilih antara mensedekahkan seluruhnya atau sebagiannya dan memasaknya kemudian mengundang orang yang engkau lihat pantas diundang dari kalangan kerabat.mensedekahkan sepertiga lagi kepada kaum muslimin. tetangga. dan hal serupa dikatakan oleh Ulama-ulama yang terhimpun di dalam Al lajnah Ad Daimah.

dan sebagainya. yang lahir dari ketaqwaan yang mendalam dalam dada kita. . bukan daging dan darah qurban kita.BAB III PENUTUP Kesimpulan Aqiqoh merupakan penyembelihan kambing dimana saat anak dilahirkan pada hari ketujuh. Dan hendaklah orang yang berqurban melaksanakan qurban karena Allah semata. atau politisi yang peduli rakyat. orang dermawan. Bukan berqurban karena riya` agar dipuji-puji sebagai orang kaya. Dan hukumnya sunnah muakad. Sesungguhnya yang sampai kepada Allah SWT adalah taqwa kita. Jadi niatnya haruslah ikhlas lillahi ta’ala.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->